0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan172 halaman

Pengaruh Blended Learning pada Motivasi Matematika

Skripsi ini membahas pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan sampel kelas eksperimen dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

itsni rizqiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan172 halaman

Pengaruh Blended Learning pada Motivasi Matematika

Skripsi ini membahas pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan sampel kelas eksperimen dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

itsni rizqiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED

LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR


MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA SULTAN AGUNG
KASIYAN TIMUR

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq


untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program Studi Tadris Matematika

Oleh:

Itsni Putri Rizqiyah


NIM: T20187063

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI


KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
APRIL 2022

i
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED
LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA SULTAN AGUNG
KASIYAN TIMUR

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq


untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program Studi Tadris Matematika

Oleh:

Itsni Putri Rizqiyah


NIM: T20187063

Disetujui Pembimbing

Fikri Apriyono, [Link], M. Pd


NUP. 2001048802

ii
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED
LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA SULTAN AGUNG
KASIYAN TIMUR

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu


Persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program Studi Tadris Matematika

Hari : Selasa
Tanggal : 26 April 2022

Tim Penguji,

Ketua Sekretaris

Dr. Indah Wahyuni, M. Pd. Afifah Nur Aini, [Link].


NIP.198003062011012009 NIP.198911272019032008

Anggota:

1. Dr. Arif Djunaidi, M. Pd. ( )

2. Fikri Apriyono, S. Pd., M. Pd. ( )

Menyetujui
Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd.I


NIP. 196405111999032001

iii
MOTTO

              

  

“Dia (Balqis) berkata,”Wahai para pembesar!Sesungguhnya telah disampaikan


kepadaku sebuah surat yang mulia.” Sesungguhnya (surat) itu dari sulaiman yang
isinya,”Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. “(QS. An-
Naml[27]:29-30).”

iv
PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan kepada :

1. Orang tua tercinta aba Junaedi dan umi Huzaimah yang menjadi panutan
setiap perbuatan dan langkah hidupku, terima kasih atas semua kasih
sayang yang selama ini kau berikan kepadaku, serta do’a yang selalu
mengiringi dalam semua keberhasilanku.
2. Adik (Muhammad Wildan Najib), Kakak (Isfina Zulqi FR) dan
keponakanku (Arha dan Ghifar) tercinta yang selalu membuat hari-hariku
menyenangkan dikala mengerjakan skripsi.
3. Diri saya sendiri, Itsni Putri Rizqiyah yang telah berusaha dan berjuang
dalam setiap proses penyusunan skripsi ini.
4. Teman-teman seperjuangan Mudrika, Aluf, dan Indah yang selalu
mendukung dan memotivasi dikala aku susah dalam penyelesaian skripsi
ini.
5. Teman-teman Tadris Matematika Angkatan 2018 terutama MTK 2 terima
kasih atas semangat dan keceriaan selama saya kuliah.
6. Dosen-dosen yang telah membimbing dan memberi ilmu kepadaku

v
ABSTRAK
Itsni Putri Rizqiyah, 2022: Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning
Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Sultan
Agung Kasiyan Timur.
Kata kunci: Model Pembelajaran, Blended Learning, motivasi belajar, hasil
belajar, Matematika
Motivasi dan hasil belajar Matematika siswa khusunya kelas X SMA Sultan
Agung Kasiyan Timur masih tergolong rendah. Tidak semua siswa aktif dalam
pembelajaran. Dengan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan model
pembelajaran yang baru yaitu blended learning maka, peneliti ingin melakukan
penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh model Blended Learning
terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X
SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.
Rumusan Masalah penelitian ini: 1) Bagaimana motivasi belajar matematika
siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur?2) Bagaimana hasil belajar
matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur?3) Adakah
pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar
matematika siswa kelas X di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur?4) Adakah
pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap hasil belajar
matematika siswa kelas X di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Sultan
Agung Kasiyan Timur. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik Purposive
Sampling. Sampelnya yaitu kelas X IPA dan X IPS 1, sedangkan metode
pengumpulan datanya menggunakan angket, soal posttest, dan dokumentasi. Data
yang diperoleh kemudian dilakukakan uji statistik menggunakan “uji T”.
Dari hasil penelitian: 1) Berdasarkan pengisian angket motivasi belajar
matematika diketahui bahwa motivasi belajar matematika pada kelas eksperimen
adalah persentase siswa kategori tinggi sebesar 34,78%, kategori sedang sebesar
65,22% dan 0% untuk kategori rendah. Sedangkan pada kelas kontrol adalah
sebesar 24% siswa pada kategori tinggi, 76% kategori sedang, dan 0% pada
kategori rendah. 2) Berdasarkan pengisian soal posttest diketahui bahwa hasil
belajar matematika kelas eksperimen adalah nilai minimum yaitu 25, nilai
maksimum yaitu 90, dan rata-rata yaitu 60,87. Sedangkan untuk kelas kontrol
adalah 15 untuk nilai minimum, 80 untuk nilai maksimum dan 49,57 untuk rata-
rata. 3) Berdasarkan perhitungan diperoleh bahwa ada pengaruh model
pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar matematika dengan thitung
2,118 > ttabel 2,013 berari H0 ditolak dengan taraf signifikan 5%. 4) Berdasarkan
perhitungan diperoleh bahwa ada pengaruh model pembelajaran blended learning
terhadap hasil belajar matematika dengan thitung 2,356 > ttabel 2,013 berarti H0
ditolak dengan taraf signifikan 5%.

vi
KATA PENGANTAR
Segenap puji syukur penulis sampaikan kepada Allah karena atas rahmat
dan karunia-Nya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi sebagai
salah satu syarat menyelesaikan program sarjana, dapat terselesaikan dengan
lancar.

Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh
karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih yang sedalam-
dalamnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor UIN Kiai Achmad
Shiddiq Jember yang telah memberikan fasilitas yang memadai selama peneliti
menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UIN Kiai Achmad Shiddiq Jember yang telah memberikan izin
untuk melakukan penelitian ini.
3. Bapak Fikri Apriyono, S. Pd, M. Pd selaku Ketua Program Studi Matematika
sekaligus dosen pembimbing skripsi yang telah mengayomi, membei arahan,
sabar, dan telaten selama proses penyusunan tugas akhir skripsi yang
terselesaikan sesuai dengan harapan
4. Bapak Drs. Kholiq, M. Pd. I selaku kepala SMA Sultan Agung Kasiyan Timur
yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di SMA Sultan Agung
Kasiyan Timur
5. Ibu Ninik Sugiati S. Pd selaku guru mata pelajaran matematika di SMA Sultan
Agung Kasiyan Timur yang membimbing dan mengarahkan saya selama
proses penelitian.
6. Peserta didik yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penelitian terutama kelas
X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur yang telah berpartisipasi dalam proses
penelitian tugas akhir peneliti.

Jember, 26 April 2022

Penulis

vii
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI .................................................................. iii
MOTTO ......................................................................................................... iv
PERSEMBAHAN ........................................................................................... v
ABSTRAK ..................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ................................................................................... vii
DAFTAR ISI ................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
B. Rumusan Masalah ......................................................................... 8
C. Tujuan Penelitian .......................................................................... 9
D. Manfaat Penelitian......................................................................... 9
E. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................ 11
1. Variabel Penelitian ................................................................... 11
2. Indikator Variabel .................................................................. 12
F. Definisi Operasional ...................................................................... 13
G. Asumsi Penelitian.......................................................................... 15
H. Hipotesis ........................................................................................ 16
I. Sistematika Pembahasan ............................................................... 17
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu .................................................................... 19
B. Kajian Teori................................................................................... 23
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian .................................................... 41
B. Populasi dan Sampel ..................................................................... 43

viii
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ................................... 49
D. Analisis Data ................................................................................. 65
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Objek Penelitian ......................................................... 73
B. Penyajian Data............................................................................... 74
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis .................................................. 79
D. Pembahasan ................................................................................... 87
BAB V PENUTUP
A. Simpulan ....................................................................................... 99
B. Saran-saran .................................................................................... 100
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 101

ix
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal

2.1 Persamaan Dan Perbedaan Penelitian Terdahulu Dengan Penelitian ... 21


3.1 Desain Penelitian .................................................................................. 42
3.2 Uji Normalitas Populasi ....................................................................... 45
3.3 Uji Homogenitas Pupolasi ................................................................... 47
3.4 Uji Kesamaan Rata-rata Populasi ........................................................ 49
3.5 Kisi-Kisi Intrumen Angket Motivasi .................................................... 54
3.6 Pemberian Skor Pada Skala Likert ....................................................... 54
3.7 Kisi-Kisi Instrumensoal Fungsi Komposisi .......................................... 56
3.8 Interpretasi Nilai R (Validasi) .............................................................. 58
3.9 Uji Validitas Soal Posttest .................................................................... 60
3.10 Uraian Hasil Validasi Soal Posttest ...................................................... 60
3.11 Uji Validitas Angket Motivasi .............................................................. 61
3.12 Kriteria Koefisien Korelasi Reabilitas Intrumen .................................. 63
3.13 Uji Reabilitas Instrumen ....................................................................... 64
3.14 Tingkat Pencapaian Skor Motivasi Belajar .......................................... 66
4.1 Hasil Data Observasi Proses Pembelajaran ......................................... 75
4.2 Hasil Angket Motivasi Belajar Kelas Eksperimen Dan Kontrol .......... 76
4.3 Hasil Posttest Kelas Eksperimen Dan Kontrol ..................................... 78
4.4 Motivasi Belajar Kelas Eksperimen .................................................... 79
4.5 Motivasi Belajar Kelas Kontrol ............................................................ 80
4.6 Hasil Belajar Kelas Eksperimen Dan Kontrol ...................................... 81
4.7 Uji Normalitas Motivasi Belajar .......................................................... 82
4.8 Uji Normalitas Hasil Belajar ............................................................... 83
4.9 Uji Homogenitas Motivasi Belajar ...................................................... 84
4.10 Uji Homogenita Hasil Belajar ............................................................. 84
4.11 Uji T Motivasi Belajar ......................................................................... 85
4.12 Uji T Hasil Belajar ............................................................................... 86

x
DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal
2.1 Macam-Macam Pola Pembelajaran ..................................................... 25
4.1 Diagram Batang Motivasi Belajar Kelas Eksperimen ........................ 88
4.2 Diagram Batang Motivasi Belajar Kelas Kontrol .............................. 88
4.3 Diagram Batang Hasil Belajar Kelas Eskperimen .............................. 89
4.4 Diagram Batang Hasil Belajar Kelas Kontrol ...................................... 90
4.5 Pembelajaran blended learning ............................................................ 98

xi
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1. Pernyataan Keaslian Tulisan ................................................. 103
Lampiran 2. Matrik Penelitian ................................................................... 104
Lampiran 3. Surat Izin Penelitian ............................................................... 106
Lampiran 4. Surat Selesai Penelitian ......................................................... 107
Lampiran 5. Nilai UAS Populasi ............................................................... 108
Lampiran 6. Angket Sebelum Uji Coba ..................................................... 109
Lampiran 7. Angket Setelah Uji Coba Dan Validitas ................................ 111
Lampiran 8. Soal Post Test Sebelum Uji Coba Dan Validasi .................... 113
Lampiran 9. Soal Post Test Setelah Uji Coba Dan Validasi ....................... 115
Lampiran 10. Lembar Validasi Soal Posttest ............................................. 118
Lampiran 11. Angket Motivasi Kelas Eksperimen Dan Kontrol ............... 124
Lampiran 12. RPP Kelas Eksperimen ........................................................ 126
Lampiran 13. RPP Kelas Kontrol ............................................................... 131
Lampiran 14. Out Put Uji Validitas Soal Post Test Pada Spss .................. 135
Lampiran 15. Out Put Uji Validitas Angket Motivasi Pada Spss ............... 136
Lampiran 16. Out Uji Reabilitas ................................................................ 147
Lampiran 17. Uji T SPSS ........................................................................... 148
Lampiran 18. Soal Post Test Kelas Eksperimen dan Kontrol ..................... 149
Lampiran 19. Jurnal Penelitian .................................................................. 155
Lampiran 20. Tabel Product Moment ........................................................ 156
Lampiran 21. Kunci jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Posttest ........ 157
Lampiran 22. Biodata Peneliti ................................................................... 160

xii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Abad ke-21 merupakan suatu era dengan penggunaan Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat berkembang pesat.

Perkembangan teknologi tersebut dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam

kehidupan, bahkan perilaku dan kegiatan juga akan cenderung bergantung pada

teknologi dan informasi (Ni’matul, dkk, 2017:98). Laju perkembangan ilmu

teknologi dan pengetahuan yang pesat mengharuskan SDM (Sumber Daya

Manusia) bermetamorfosis menjadi lebih baik agar mampu bersaing dengan

kompetitif di era teknologi saat ini. Hal tersebut juga akan berdampak pada

pendidikan yang merupakan salah satu wadah strategis dalam mengelola

sumber daya manusia yang nantinya akan mendorong kemajuan pembangunan

nasional Indonesia. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional

(UUSPN) terdapat pasal 3 Nomor 20 Tahun 2003 salah satu tujuan

merdekanya bangsa Indonesia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

yang telah terkadung dalam salah satu fungsi pada pendidikan.

Keberhasilan dalam pendidikan dikelola oleh sekolah selaku badan

pelaksana pendidikan formal yang merupakan salah satu batu loncatan dalam

mencapai suatu tujuan pendidikan. Sekolah akan mengolah segala sesuatu yang

berkaiatan dengan pendidikan melalui berbagai sistem didalamnya yang

termuat salah satunya sistem pembelajaran yang baik untuk generasi masa

depan. Sangat dibutuhkan suatu kesiapan bagi para peserta didik dan guru

1
2

dalam mencapai suatu kegiatan pembelajaran yang berjalan dengan baik. Guru

dan siswa harus memiliki interaksi yang baik guna mematahkan pandangan

orang bahwa seorang yang serba tahu adalah guru dan peserta didik merupakan

seseorang yang serba tidak tahu. Belajar merupakan suatu proses timbal balik,

dimana peserta didik membutuhkan suatu sanggahan atau komentar dari

pengajar dan begitu pula sebaliknya, agar dapat diperoleh hasil belajar yang

lebih efektif (Farihah, dkk, 2019:3).

Sesuai dengan fungsi guru sebagai pengoptimal kemampuan siswa dalam

belajar dengan yang kita sebut dengan mengajar. Guru juga dapat memberikan

perubahan besar pada pencapaian hasil belajar siswa terutama dalam hal

pemilihan metode pembelajaran. Menurut Sharon dalam skripsi karangan

Anigra Ridho dijelaskan bahwa metode pembelajaran yang dipilih dan akan

diterapkan oleh guru dapat mempengaruhi hasil belajar siswa (Anigra, 2019:3).

Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk harus tepat dalam memilih model

atau metode pembelajaran guna kelancaran siswa dalam belajar.

Menurut Hamalik mengemukakan bahwa suatu model dan alat belajar

yang belum pernah dipakai dalam pembelajaran siswa yang lalu akan lebih

menarik perhatian mereka dalam belajar (Desy, 2019: 851). Motivasi

merupakan suatu dorongan dalam diri kita maupun dari faktor luar sebagai

langkah awal untuk memberi kekuatan dalam menjalani apa yang akan

dipelajari. Berbagai bentuk kekuatan tersebut akan berpengaruh terhadap

proses belajar. Menyampaikan kepada peserta didik suatu manfaat dan tujuan

dalam kehidupan sehari-hari pada materi yang akan dibahas oleh guru
3

merupakan salah satu bentuk motivasi yang dapat memberikan semangat pada

peserta didik. Motivasi dalam diri pemuda tidak akan pudar melainkan akan

semakin berkembang dengan beragam cara yang digunakan untuk

mengarahkan diri mereka lebih baik. Hal tersebut juga yang sangat

bergantung pada pusat perhatian yang dilakukan guru dan orang tua sebagai

dirijen dalam proses tumbuh kembang peserta didik (Farihah, dkk, 2019: 85).

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang punya

andil penting dalam kehidupan sehari-hari dan masih terdapat sangkut paut

yang erat dengan dunia pendidikan. Matematika adalah salah satu cabang ilmu

eksak yang ada hubungannya dengan cabang ilmu lain. Matematika tidak

menyetujui pembentukan kesimpulan secara umum berdasarkan pengamatan

melainkan iharus berdasarkan pada pembuktian.

Beberapa perspektif terhadap mata pelajaran matematika adalah suatu

mata pelajaran yang sulit dan kebanyakan diabaikan bahkan dihindari oleh

peserta didik. Pandangan tersebut dapat merubah sikap dan mental peserta

didik yang berdampak berkelanjutan pada pemahaman konsep peserta didik

terhadap mata pelajaran matematika serta dapat dimungkinkan akan berdampak

pada hasil belajar dan motivasi peserta didik yang tidak stabil. Realita

dilapangan tidak sedikit peserta didik yang kurang memiliki kemauan belajar

yang tinggi dalam pelajaran Matematika. Banyak peserta didik yang malas di

dalam kelas, kurang mampu memahami dengan baik materi yang telah

dipaparkan oleh guru mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta didik

kurang memiliki motivasi yang stabil dalam melakukan kegiatan belajar.


4

Peserta didik masih beranggapan bahwa proses pembelajaran tidak

menyenangkan dan dan mereka lebih menyukai kegiatan di luar hal yang

berkaitan dengan belajar seperti menonton televisi, bersenda gurau dengan

teman dalam media sosial dan lain-lain (Farihah, dkk, 2019:85).

Penyampaian materi ajar matematika dapat dikolaborasikan bersama

teknologi, yang nantinya guru dapat menyampaikan contoh secara nyata materi

yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kepada para peserta didik melalui

teknologi tersebut. Tak hanya itu, teknologi juga mempermudah guru dalam

memberikan tugas dan dapat membuat peserta didik lebih mudah memahami

materi ajar. Teknologi merupakan inovasi dalam pembelajaran sebagai

pengantar pemahaman peserta didik dan ketuntasan belajar.

Dalam belajar matematika guru dapat menerapkan berbagai model dalan

pembelajaran untuk menarik minat siswa salah satunya adalah dengan

menggunakan model pembelajaran blended learning. Blended learning adalah

salah satu model pembelajaran yang memanfaatkan internet pada proses

pembelajaran lalu dikombinasikan dengan pembelajaran langsung/ bertatap

muka. Blended learning dapat digunakan dalam mata pelajaran apapun tak

terkecuali mata pelajaran matematika yang sangat erat kaitannya dengan

perkembangan teknologi dan pengetahuan yang pesat (Farihah, Sugiarti, dan

Melati, 2019:86).

Penerapan model pembelajaran harus sesuai dengan kondisi peserta

didiknya agar pembelajaran membuahkan hasil yang baik. Hasil belajar

merupakan suatu transformasi yang menyebabkan manusia berubah dalam segi


5

sikap dan perbuatannya. Hasil belajar yang rendah dapat dipengaruhi oleh

kurangnya usaha yang dilakukan peserta didik dan beban pelajaran yang

ditanggungnya terlalu banyak. Selain itu, faktor yang menyebabkan hasil

belajar rendah yakni kurangnya motivasi siswa sehingga guru harus selalu

berinovasi dalam memanfaatkan model pembelajaran yang dapat menjadikan

peserta didik dapat menyerap materi yang disampaikan. Pemanfataan model

pembelajaran iyang tidak isikron akan menyebabkan kurang pahamnya peserta

didik terhadapi konsep yang dijelaskan.

Banyak hasil penelitian tentang model pembelajaran yang dilakukan oleh

para penulis begitu juga dengan model pembelajaran blended learning dan

internet sebagai medianya baik dalam skripsi, jurnal ataupun buku penelitian

tentang metode pembelajaran matematika. Penelitian tersebut menunjukkan

tentang keberhasilan pembelajaran blended learning dapat merubah hasil

belajar siswa dengan melakukan penelitian kelas eksperimen salah satunya

jurnal yang ditulis oleh A. Farihah Manggabarani, Sugiarti, Melati Masri

berjudul pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan

hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab. Wajo (Studi pada

materi sistem periodik unsur) dijelaskan bahwa “... Adanya perbedaan secara

jelas terlihat pada nilai tes hasil belajar siswa pada nilai mean, median, dan

modus kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai mean, median,

dan modus untuk kelas kontrol. begitu juga dengan skor rata-rata motivasi

siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dengan demikian,

dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran blended learning berpengaruh


6

terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpuana

pada materi pokok sistem periodik unsur. ”(Farihah, Sugiarti, dan Melati,

2019:92).

Senada dengan penelitian diatas, penelitian yang dilakukan oleh Sulihin

B. Sjukur berjudul pengaruh blended learning terhadap motivasi dan hasil

belajar siswa tingkat SMK. Hasil menunjukkan bahwa “... Skor rata-rata

motivasi siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Adapun

skor hasil belajar terdapat peningkatan lebih tinggi kelas ekperimen daripada

kelas kontrol kemudian kemudian dapat disimpulkan bahwa terdapat

perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara yang diajarkan

menggunakan model pembelajaran blended learning dibandingkan siswa yang

diajar pembelajaran konvensional.”(Sulihin, 2012: 368)

Dari penjabaran diatas, maka model pembelajaran blended learning

memberikan efek yang nyata pada dunia pendidikan sehingga dapat dijadikan

bahan kajian dalam penelitian yang akan dilakukan juga terhadap model

pembelajaran blended learning untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

sebagai objeknya serta untuk melihat sejauh mana pengaruh model

pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada

mata pelajaran matematika di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

Berdasarkan hasil pra penelitian yang dilakukan di SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur diketahui dari guru mata pelajaran matematika yakni Bu Ninik

bahwa pencapaian hasil belajar peserta didik kelas X masih tergolong rendah

beberapa siswa masih mendapat nilai dibawah KKM 70 dikarenakan dalam


7

kurun waktu sebelumnya masih menggunakan metode konvensional (ceramah),

sehingga berpengaruh pada kurangnya keaktifan peserta didik dalam mengikuti

ikegiatan belajar. Misalnya guru cenderung lebih menguasai kelas dan siswa

hanya diam mendengarkan tanpa adanya interaksi antara keduanya. peserta

didik pada setiap pembelajaran matematika berlangsung masih malas dan

“ogah-ogahan”, terutama saat penugasan banyak dari mereka yang tidak

mengerjakan disebabkan kurangnya pemahaman konsep pada materi yang telah

dijabarkan. Hal ini imembuktikan bahwa peserta didik tidak mempunyai

kemauan yang kuat idalam belajar iterutama pada mata pelajaran imatematika.

Oleh sebab itu, perlui sebuah icara dalam memberikani hasil yang ibaik pada

ibelajar siswa idengan imenggunakan fungsi teknologi iyang sangat icanggih

pada isaat ini sebagai ialternatif ipenunjang idari metode ipembelajaran.

Sudah saatnya teknologi dibaurkan dengan metode pembelajaran dalam

kegiatan belajar mengajar. Teknologi dapat mengubah sistem pembelajaran

dengan yang awalnya berpola tradisional berevolusi menjadi pola modern yang

bermedia komunikasi dan informasi. Revolusi tersebut diantaranya adalah

dengan menggunakan media komputer, handphone, dan internet. Dalam pola

pembelajaran modern, peserta didik berhak memilih pembelajaran yang

menurut mereka menyenangkan, tidak monoton, penuh motivasi, dan dapat

menarik perhatian mereka.

Adapun jaringan internet di SMA Sultan Agung telah disediakan guna

memperlengkap sarana. Terdapat pula komputer di Lab multimedia dan

perpustakaan yang merupakan faktor penunjang belajar siswa maupun guru


8

sebagai literatur pengetahuan. Namun saat peneliti melalukan observasi awal di

SMA Sultan Agung ternyata fasilitas tersebut belum sepenuhnya digunakan

secara maksimal dalam proses pembelajaran terutama terhadap media

pembelajaran. Faktor yang menyebabkan kurang terpakainya fasilitas tersebut

yaitu tidak banyak guru yang belum mengetahui cara menggunakan teknologi

internet dalam media pembelajaran. Meskipun pernah terdampak oleh

penyebaran virus Covid-19 pada tahun ajaran sebelumnya yang mengharuskan

peserta ididik stay iat home idengan menggunakan imedia online iyaitu

menggunakani WhatsApp sebagaii grup kelasi dan Googlei meet sebagaii

sarana tatapi muka secarai online banyaki guru yang belum mengetahui

bagaimana membaurkan teknologi dengan proses ipembelajaran. Oleh karena

itu, dengan berjalannya waktu teknologi yang semakini canggih idiharapkan

para igenerasi muda omampu iberperan idalam pengetahuan iyang lebih ibaik

lagi isehingga inantinya teknologi ijuga dipergunakan isecara luas idalam

proses ipembelajaran di idunia ipendidikan.

Dari seluruh paparan diatas, penulis ingin melakukan penelitian dengan

tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan model

pembelajaran Blended Learning terhadap motivasi dan hasil belajar pesertai

didik pada mata pelajaran matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur. Adapun penulis memberi judul pada penelitian tersebut yaitu :

” Pengaruh IModel iPembelajaran Blended iLearning Terhadap iMotivasi

Dan Hasi iBelajar Matematika Siswa Kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan

Timur “
9

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan paparan latar belakang yang telah dijelaskan diatas,

menghasilkan suatu rumusan masalah dalam penelitian ini yang dinyatakan

dalam pertanyaan yaitu:

1. Bagaimana motivasi belajar matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur?

2. Bagaimana hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur?

3. Adakah pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap motivasi

belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X di SMA Sultan

Agung Kasiyan Timur?

4. Adakah pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap hasil

belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X di SMA Sultan

Agung Kasiyan Timur?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan:

1. Untuk mendeskripsikan motivasi belajar matematika siswa kelas X SMA

Sultan Agung Kasiyan Timur

2. Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas

kontrol pada mata pelajaran matematika siswa kelas X SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur
10

3. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Blended Learning

terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X di

SMA Sultan Agung Kasiyan Timur

4. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Blended Learning

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X di

SMA Sultan Agung Kasiyan Timur

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu sumbangan dan

referensi yang bermanfaat pada penelitian yang sejenis dalam rangka

mengembangkan ilmu pengetahuan dengan pesat serta memajukan dunia

pendidikan terutama dalam bidang materi matematika.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat memberikan suatu manfaat pada para calon

guru sehingga mereka dapat lebih mengembangkan inovasi baru dalam

model-model pembelajaran yang nantinya akan meningkatkan motivasi

dan pencapaian belajar siswa terutama pada mata pelajaran matematika.

b. Bagi Peserta Didik

Manfaat yang akan diberikan oleh peneliti kepada peserta didik

yaitu penelitian ini dapat menjadi masukan agar peserta didik lebih

bersemangat dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika


11

sehingga dikemudian mereka menghasilkan pencapaian belajar yang

sesuai dengan keinginan mereka.

c. Bagi Guru

Manfaat yang diberikan dengan adanya penelitian ini khususnya

bagi guru yaitu sebagai rujukan para guru dalam menerapkan model

pembelajaran yang dipergunakan dalam proses pembelajaran. Hal

tersebut akan berdampak pada berjalannya aktifitas belajar yang ‘efektif

yang dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa.

d. Bagi Sekolah

Manfaat yang dapat diberikan oleh peneliti kepada sekolah dengan

adanya penelitian ini yaitu penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan

dan strategi yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam proses

pembelajaran guna mempengaruhi hasil belajar siswa yang baik dengan

proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran blended

learning.

E. Ruang Lingkup Penelitian

1. Variabel Penelitian

Variabel ipenelitian merupakan segala isesuatu berkenaan dengan

konsep ataui faktor yang imenjadi sasaran atau objek dalam suatu masalah

yang berisi informasi yang akan di teliti. Dalam hubungan antar variabel

akan ditemukan variabel yang menjadi sebab dan variabel lain akan

menjadi akibat. Maka dapat disimpulkan variabel dibagi menjadi dua yakni

variabel yang dapat menjadi pengaruh (Independent variabel) dan ivariabel


12

yang akan dipengaruhii (dependent variabel) (Syahrum dan Salim, 2014:

103). Dalam penelitian ini variabel dijabarkan sebagai berikut :

a. Variabel Independent (X)

Variabel Independent atau dapat dikatakan ivariabel bebas adalah

variabel yang dapat memberikan pengaruh, menjelaskan ,atau

menerangkan variabel lain (variabel terikat) dan menyebabkan

perubahan pada variabel tersebut (Muri, 2014: 109).

Dalam penelitian ini variabel bebas atau variabel independentnya

adalah model pembelajaran blended learning.

b. Variabel Dependent (Y)

Variabel Dependent atau dapat disebut variabel terikat merupakan

variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel bebas namun variabel ini

tidak dapat mempengaruhi variabel lain. (Muri, 2014: 109-110).

Adapun variabel terikat dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar

yang merupakan variabel terikat yang pertama(Y1) dan hasil belajar

yang merupakan variabel terikat kedua(Y2).

2. Indikator Variabel

Setelah variabel penelitian telah dijelaskan dan dipaparkan pada

penjelasan sebelumnya langkah selanjutnya yaitu mengemukakan

indikator-indikator apa saja yang terkandung pada variabelI yang

merupakan sebuah rujukan empiris dari variabel yangI akan diteliti oleh

peneliti. Indikator ini sebagai dasar dalam merangkai butir-butir pertanyaan

dalam suatu angket, wawancara maupun observasi (Tim Penyusun IAIN


13

Jember, 2020: 39-40). Adapun indikator dalam penelitian ini sebagai

berikut :

a. Model pembelajaran Blended Learning

Berikut indikator dari model pembelajaran blended learning pada

penelitian ini diantaranya adalah suatu perencanaan pembelajaran

blended learning, pembelajaran berbentuk online dan offline,

pembelajaran dengan tatap muka, penilaian pembelajaran blended

learning

b. Motivasi belajar siswa yaitu dikumpulkan datanya menggunakan skor

angket motivasi belajar yang disebarkan kepada para responden.

Indikator yang akan digunakan oleh peneliti sebagai landasan menyusun

angket dalam penelitian ini yaitu, adanya hasrat dan keinginan berhasil,

adanya dorongan dan kebutuhan belajar, harapan dan cita-cita masa

depan, penghargaan dalam belajar, kegiatan menarik, lingkungan

kondusif.

c. Dalam varibel terikat yang kedua yaitu hasil belajar. Indikator diambil

pada materi fungsi komposisi dalam bentuk soal posttest yang disusun

oleh peneliti lalu akan diambil nanti nilai hasil pengerjaan yang

dilakukan oleh responden.

F. Definisi Operasional

Adapun definisi operasional merupakan suatu pemaparan yang

digunakan sebagai acuan pengukuran secara empiris terhadap variabel

penelitian dengan rumusan masalayang didasarkan pada indikator variabel


14

yang telah didapatkan (Tim Penyusun IAIN Jember, 2020: 39-40). Definisi

operasional dari variabel yang hendak diteliti oleh peneliti sebagai berikut :

1. Model Pembelajaran Blended Learning

Model pembelajaran adalah desain konseptual dan operasional suatu

pembelajaran yang memilki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan juga

fasilitas yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Dapat dikatakan

bahwa model pembelajaran merupakan pembungkus dari pennerapan suatu

pendekatan, prosedur, strategi, metode, dan teknik pembelajaran dari

perencanaan hingga pasca pembelajaran.(Abas, 2019: 22)

Blended Learning adalah suatu model pembelajaran yang

membaurkan pembelajaran elektornik (online) dan pembelajaran langsung.

Mengsangkut pautkan aspek elektronik seperti pembelajaran berbasis web,

streaming video, dan lain sebagainya dengan kegiatan belajar berbasis tatap

muka (Sulihin, 2012: 371).

2. Motivasi Belajar Matematika

Varibel selanjutnya yaitu motivasii belajar. Motivasi belajar

merupakan suatu proses iinternal yang dapat mengaktifkani, mendorong dan

memperkuat /perilaku dari masa ke masa dengan segala jenis, intensitas,

tujuan, dan arah motivasi yang beragam. Motivasi belajar sangat dibutuhkan

dalam melaksanakan pembelajaran baik untuk siswa ataupun guru (Sulihin,

2012: 371).
15

Adapun motivasi belajar matematika adalah suatu dorongan atau daya

penggerak dari dalam diri siswa maupun dari luar yang dapat menimbulkan

dorongan untuk belajar matematika.

3. Hasil Belajar Matematika

Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang yang

diperoleh setelah melaksanakan proses kegiatan belajar yang dapat

memodifikasi secara lebih baik kedepannya terhadap tingkah laku baik

dalam hal pengetahuan, pemahaman, sikap, maupun keterampilan peserta

didik (Sulihin, 2012: 372).

Menurut Suriasumantri dalam jurnal Formatif karangan Indah Lestari

Matematika adalah bahasa sebagai sebagai simbol dari suatu rangkaian

pernyataan yang ingin kita sampaikan, dalam lambang pada matematika

bersifat artificial dimana memiliki arti setelah sebuah makna diberikan

padanya.

Adapun hasil belajar matematika adalah suatu pola perubahan tingkah

laku seseorang dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik setelah

menempuh proses pembelajaran matematika yang tingkat kualitasnya

ditentukan oleh faktor yang ada dalam diri siswa dan lingkungan sekitar

yang dapat mempengaruhinya.(Indah, 2013: 118)

G. Asumsi Penelitian

Setelah peneliti memaparkan permasalahan dengan jelas, langkah

selanjutnya adalah penyusunan suatu pokok pikiran tentang persoalan dan

masalah dalam hubungan secara meluas. Padai hal ini ipeneliti dapat
16

mengusulkan beberapa asumsi yang kuat itentang suatu iposisi dalam

permasalahan. Asumsi tersebut dinamakan asumsi dasar atau anggapan dasar

yang telah dirangkai secara jelas sebelum peneliti melakukan pengelompokan

data. Suatu anggapan dasar tersebut dapat digunakan sebagai pondasi yang

kukuh bagi masalah yang diteliti dan menguatkan variabel yang menjadi

pusat perhatian dan sebagai langkah dalam merumuskan suatu hipotesis.

Adapun asumsi dalam penelitian ini yaitu peneliti berasumsi bahwa:

1. model pembelajaran Blended Learning dapat mempengaruhi motivasi

belajar matematika siswa

2. model pembelajaran Blended Learning dapat mempengaruhi hasil belajar

matematikasiswa

3. Kemampuan ranah kognitif siswa dari kelas eksperimen dan kontrol

adalah sama.

H. Hipotesis

Hipotesis terbentuk dari dua kata yaitu hypo yang memiiki arti kurang

dari dan thesis yang berarti pendapat. Adapun Istilah hipotesis adalah suatu

pernyataan yang bersifat sementara dikarenakan masih harus melakukan

pembuktian kebenaran melalui suatu penelitian yang bersifat ilmiah (Muri,

2014: 130)

Berdasarkani rumusani masalah yang telahi dipaparkan maka

hipotesis yang iterkandung dalam ipenelitian ini yaitu sebagai iberikut:

1. Hipotesis nol (H0)

a. H01 : Tidak ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning


17

terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran

Matematika kelas X di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

b. H02 : Tidak ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika

kelas X di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

2. Hipotesis Alternatif (Ha)

a. Ha1 : Ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap

motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X

di SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

b. Ha2 : Ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap

hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas X di

SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

I. Sistematika Pembahasan

Adapun Sistematika pembahasan skripsi ini sesuai dengan pedoman

penulisan karya ilmiah tahun 2020 yaitu disajikan dalam beberapa bab sebagai

berikut :

Yang pertama yaitu bab satu berupa bab ipendahuluan yang berisi tentang

latar belakang suatu masalah yang akan diteliti, irumusan masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional,

asumsi penelitian, hipotesis, serta isistematika pembahasan iitu sendiri.

Selanjunya yaitu Bab dua berupa kajian pustaka yang berisi uraian

mengenai ipenelitian terdahulu dan kajian teori yang relevan terkait dengan

tema yang digunakan peneliti dalam penelitian skripsi.


18

Pada bab tiga berupa imetode penelitian yang memuat secara rinci apa saja

metode ipenelitian yang digunakan peneliti beserta ialasannya, pendekatan dan

jenis penelitian, populasi dan sampeli, teknik dan instrumen pengumpulan data,

serta analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan

hipotesis.

Selanjutnya bab empat berupa pembahasan. Bab ini memuat tenatng

refleksi objek penelitian, penyajian data, analisis data, pengujian hipotesis serta

berisi pemaparan mengenai judul skripsi.

Bab lima berupa penutupi yang terdiri dari kesimpulan dani saran.

Dilanjutkan dengani daftar pustaka dilengkapi dengan lampiran-lampiran.


BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN

A. Penelitian Terdahulu

Hal yang dibahas pertama kali pada bab dua yaitu Penelitian terdahulu .

Peneliti menuliskan segala hasil penelitian terdahulu yang bersangkut paut

dengan penelitian yang akan dikerjakan, kemudian membuat tulisan singkat

untuk penelitian yang sudah terpublikasi maupun yang belum terpublikasi

seperti skripsi, tesis, disertasi dan lain sebagainya. Langkah ini merupakan

cara untuk mengetahui sejauh mana tingkat keabsahan dan keaslian suatu

penelitian yang hendak dilakukan. Adapun penelitian terdahulu yang terkait

dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Pertama, Jurnal Chemica oleh A. Farihah Manggabarani, Sugiarti, Melati

Masri, Universitas Negeri Makassar dengan judul “ Pengaruh Model

Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar

Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab. Wajo (Studi Pada Materi

Pokok Sistem Periodik Unsur)

Jenis penelitian terdahulu ini merupakan penelitian kuantitatif

dengan pendekatan eksperimen semu. Tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui pengaruh blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar

siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA

Negeri 1 Pitumpuana Kab. Wajo Tahun 2014/2015. Sampel dalam

penelitia ini diambil secara random sampling mengambil 2 kelas yakni

kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 Sebagai Kelas Kontrol.

19
20

Penelitian ini menggunakan desain Posttest – Only Group Desain. Hasil

dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Blended

Learning berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X

SMA Negeri 1 Pitumpunua pada materi pokok sistem periodik unsur

ditunjukkan dari H0 ditolak dan H1 diterima.

2. Kedua, Jurnal Pendidikan Vokasi oleh Sulihin B. Sjukur dengan judul “

Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar

Siswa Tingkat SMK”

Penelitian terdahulu ini mempunyai tujuan yakni dapat mengetahuii

perbedaan pada motivasi belajar dan hasil belajar antara siswa yang di

ajarkan model pembelajaran Blended Learning dibanding siswa yang

diajarkan pembelajaran konvensional dan mengetahui sejauh mana hasil

peningkatani motivasi idan hasil ibelajar siswa akibat penggunaan

pembelajaran iblended learning. iHampir sama idengan jenis penelitian

sebelumnya iyaitu menggunakani quasii experiment. Populasii yang

diambili dalam penelitiani ini sebanyak 62 siswa yang idilakukan isecara

random assignment. Adapun teknik pengumpulani data dengani

imenggunakan tes tulis dan hasil angket. Setelahi melalui iberbagai

ipengujian ditemukani bahwa dalam penelitian ini adalah terdapat

iperbedaan imotivasi dan ihasil beajar siswa antara yang diajarkan dengan

metode konvensional ikemudian dengan iterdapatnya peningkatan

motivasi dan ihasil ibelajar isiswa tersebut iberakibat penerapan model

ipembelajaran iblended learning.


21

3. Ketiga, skripsi Aulian Fahmi Sani Erhan, Program studi Tadris

Matematika Institut Agama Islam Negeri Tulungangung, 2018 dengan

judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Improve Terhadap Motivasi Dan

Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bangun Datar Segi Empat Kelas VII

MSW Imam Syafi’i Tulungagung Tahun Ajaran 2017/2018” (Aulian,

2018: 1)

iJenis penelitian idalam skripsii ini menggunakani suatu ipendekatan

ikuantitatif yaitu imetode penelitiani eksperimen. iDesign yang

idiguanakan idalam ipenelitian ini iberupa quasi iexperimental

menggunakani ithe nonequivalent iposttest- ionly control igroup design.

iSampel iyang menggunakan iteknik purposive isampling yang iberakhir

dengan isampel yang idigunakan yaitu isiswa kelas iVII A1 idan VII iA.

Tes, iangket, iobservasi, dan idokumentasi merupakan ialat untuk

mengumpulkani data. Kesimpulan idalam penelitiani ini menunjukkani

bahwa adai pengaruh terhadap imotivasi dan ihasil belajar isiswa.

Dalam beberapa penelitian terdahulu yang sudah dipaparkan terdapat

suatu persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Adapun persamaan dan perbedaan tersebut dijelaskan dalam tabel 2.1

dibawah ini:

Tabel 2. 1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian
Peneliti Judul Persamaan Perbedaan
No
1 2 3 4
1 A. Farihah Pengaruh Model Variabel bebas Tempat
Manggabarani, Pembelajaran : model penelitian :
Sugiarti, dan Blended Learning pembelajaran SMA Negeri 1
Melati Masri Terhadap blended learning Pitumpuana
22

Peneliti Judul Persamaan Perbedaan


No
1 2 3 4
Motivasi dan Variabel Kab. Wajo
Hasil Belajar terikat : Materi :
Siswa Kelas X motivasi dan Sistem Periodik
SMA Negeri 1 hasil belajar Unsur (KIMIA)
Pitumpanua Kab. Metode sedangkan pada
Wajo (Studi Pada penelitian : penelitian yang
Materi Pokok Kuantitatif akan dilakukan
Sistem Periodik pendekatan pada materi
Unsur) eksperimen fungsi
semu komposisi
Subyek (Matematika)
penelitian :
siswa kelas X
SMA
Desain
penelitian :
Posttest – Only
Group Design

2 Sulihin B. Pengaruh Blended Variabel bebas Subyek


Sjukur Learning : model penelitian :
Terhadap pembelajaran kelas XI
Motivasi Belajar blended learning sedangkan
dan Hasil Belajar Variabel dalam penelitian
Siswa Tingkat terikat : yang akan
SMK motivasi dan dilakukan di
hasil belajar kelas X
Metode Desain
Penelitian : Penelitian:
Kuantitatif Pretest-Posttest
dengan jenis Non Equivalen
penelitian quasi Control Group
eksperimen Desain
sedangkan pada
penelitian yang
akan dilakukan
menggunakan
Posttest – Only
Group Design
Tempat
penelitian :
SMK Negeri 1
Satui sedangkan
pada penelitian
23

Peneliti Judul Persamaan Perbedaan


No
1 2 3 4
yang akan
dilakukan di
SMA Sultan
Agung Kasiyan
Timur

3 Aulian Fahmi Pengaruh Model Variabel Variabel bebas


Sani Erhan Pembelajaran terikat : : model
Improve motivasi dan pembelajaran
Terhadap hasil belajar improve
Motivasi Dan Lokasi sedangkan pada
Hasil Belajar penelitian : penelitian yang
Siswa Pada MSW Imam akan dilakukan
Materi Bangun Syafi’i menggunakan
Datar Segi Empat Tulungagung model
Kelas VII MSW Desain pembelajaran
Imam Syafi’i penelitian : Blended
Tulungagung posttest- only Learning
Tahun Ajaran control group
2017/2018 design
metode
penelitian :
kuantitatif jenis,
Quasi
eksperimen

B. Kajian Teori

1. Model Pembelajaran

Berikuti ini imerupakan ibeberapa ikajian teori imengenai imodel

pembelajarani yang dapat idijadikan suatu ipondasi dalam ipenelitian yang

Akan dilakukan iini, yaitu :

a. Pengetian Model Pembelajaran

Menurut Sofani Amri iyang dikutip idari Nurdansyahi Dan iEni

Fariyatuli Fahyuni idengan judul iInovasi Model iPembelajaran. iModel

pembelajarani adalah kebijakan iterpilih yang dikaitkan ipada faktor


24

penentui seperti cara ipenyajian materi idan sasaran ipenerima materi

pelajaran (Nurdansyah dan Eni, 2016: 19).

Sedangkan imenurut Syaifuli Sagala iyang dikutip dari iskripsi

oleh setya iNorma sulistyani, imemaparkan bahwa isuatu kerangka

konsepi yang imenggambarkan ilangkah-langkah iatau cara yangi

disusun isecara teraturi dalam imengumpulkan ipengalaman belajar

pesertai didik untuk imencapai pembelajarani tertentu merupakan

definisii dari model ipembelajaran yang ijuga memiliki ifungsi sebagai

dasari bagi para ipengelola pembelajaran dan ipengajar dalam

melaksanakan ikegiatan ipembelajaran (Setya, 2012: 10).

Berdasarkan pengertiani tersebut dapati disimpulkano bahwa

modeli pembelajarani adalah suatui pola pembelajarani yang dirangkaii

dengan sangati sistematis dani terencana gunai memberikani

pengalaman belajar iterhadap peserta ididik dan pengajari atau guru

iuntuk terwujudnya suatui tujuan ipembelajaran.

b. Ciri – Ciri Model Pembelajaran

Dalami model ipembelajaran iterdapat ciri-ciri isebagai berikut :

1) Dalami model ipembelajaran iharus iterdapat itujuan ipendidikan

itertentu, seperti icontoh idalam imengembangkan iproses iberfikir

induktif imaka idibutuhkan iperancangan imodel iberfikir ikritis

yang sedemikian irupa

2) Dapat idijadikan ipetunjuk dalam iperbaikan proses ipembelajaran di

dalami kelas
25

3) Model pembelajaran harus dapat memiliki isuatu dampak iterhadap

ipenerapannya. Adapuni dampak tersebuti merupakan dampaki

dalam hal pembelajaran yaitu hasil belajar iyang diukur ikemudian

untuk dampak pengiring yaitu hasil ibelajar dalam jangka panjang

4) Guru harus mempersiapkan dengan baik proses pembelajaran

menggunakan model pembelajaran yang itelah dipilih.

5) Model pembelajaran terdapat bagian-bagian penting yaitu langkah-

langkah pembelajaran, prinsip-prinsip reaksi, sistem sosial dan

sistem ipendukung (Nurdansyah dan Eni, 2016: 24-25).

c. Pola-Pola Pembelajaran

Pola pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan

peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung dengan

berbagai sumber belajar. Ada empat pola pembelajaran menurut Barry

Morris dikutip dari Nurdansyah Dan Eni Fariyatul Fahyuni dalam buku

berjudul Inovasi Model Pembelajaran yang digambarkan dalam bentuk

bagan sebagai berikut.

Gambar 2.1
Macam-macam pola pembelajaran

1) Pola pembelajaran tradisional 1

Penetapan isi Guru Siswa


Tujuan
dan metode

2) Pola pembelajaran tradisonal 2

Tujuan Penetapa isi Guru dan


Siswa
dan metode media
26

3) Pola pembelajaran guru dan media


Guru
Penetapan isi Siswa
Tujuan
dan metode
Media
4) Pola pembelajaran bermedia

Penetapan isi
Tujuan Media Siswa
dan metode

pesatnya perkembangan imedia ipembelajaran dapat imembawa

perubahan pada peranan guru sebagai penyampai pesan iatau imateri

yang nampak dalam bagan idiatas. Terlihat juga guru lambat launi

tergantikan perannya sebagai salahi satu isumber ibelajar dalami proses

ipembelajaran. Peserta didik juga tidak hanya mendapati materi idari

guru melainkan idapat memperoleh informasi dari iberbagai imedia

sepertii majalah, modul, iinternet dan lain sebagainya. iDimasa yang

akan guru bukan hanya berperan sebagai pengajari namun bisai juga

sebagai ipengelola ibelajar yang idapat menfasilitasi ‘segala ‘kegiatan

siswa. ‘Dengan demikian, ‘Guru akan ‘menjadi fasilitator ‘belajar

‘peserta didik.

2. Blended Learning

a. Pengertian Blended Learning

Blended’ learning ‘merupakan istilah’ yang berasal’ dari bahasa

‘inggris, yang terdiri’ dari 2 ‘suku ‘kata yakni ‘blended dan ‘learning.

Blended’ artinya ‘campuran ‘dan ‘learning artinya ‘pembelajaran.

Blended ‘learning ini ‘merupakan gabungan ‘dari pembelajaran


27

langsung’ atau tatap ‘muka dengan ‘pembelajaran ‘virtual (tidak itatap

muka) (Ni’matul, Munoto, dan Lilik, 2017: 99).

Menurut’ A. ‘Farihah ‘Manggabarni ‘Dkk (2019:86) dalam

‘jurnalnya’ yang ‘berjudul “Pengaruh’ Model ‘Pembelajaran

‘Blended Learning Terhadap’ Motivasi ‘Dan Hasil ‘Belajar ‘Siswa

Kelas’ X SMA Negeri 1 ‘Pitumpanua ‘Kab. Wajo (Studi’ Pada

‘Materi Pokok ‘Sistem Periodik)” ‘Blended ‘Learning ‘merupakan

suatu ‘pencampuran ‘dari pembelajaran’ web ‘dengan ‘pembelajaran

langsung’ yang dapat ‘dipergunakan dalam’ berbagai ‘mata pelajaran

‘yang dipengaruhi’ oleh ‘perkembangan ‘ilmu pengetahuan’ dan

teknologi’ yang pesat.

Sedangkan’ menurut ‘Sulihin (2012: 371) dalam’ jurnalnya

‘yang ‘berjudul “ Pengaruh’ Blended’ Learning Terhadap’ Motivasi

‘dan ‘Hasil Belajar Siswa ‘Tingkat SMK” Blended’ Learning

‘Merupakan suatu pencampuran’ karakteristik ‘pembelajaran ‘yang

bersifat ‘tradisional dengan ‘lingkungan ‘pembelajaran ‘berbasis

elektronik ‘atau Blended ‘Learning.

Jadi ‘Blended ‘Learning adalah model pembelajaran yang

mencampur ‘antara pembelajaran’ tatap’ muka atau ‘langsung dengan

pembelajaran’ virtual ‘dengan media ‘pembelajaran ‘online sebagai

penyempurna ‘pelaksanaan ‘pembelajaran tersebut. Model

pembelajaran tersebut ‘memberikan ‘pembaharuan terhadap kegiatan

belajar ‘mengajar ‘sehingga ‘peserta didik dapat merasakan


28

pengalaman ‘belajar yang ‘berinovasi dan ‘menarik. Blended Learning

ini juga ‘adalah suatu ‘model ‘pembelajaran ‘yang ‘menggabungkan

‘antara model’ pembelajaran konvensional ‘dengan ‘modern..

b. Karakteristik Blended Learning

Blended ilearning imuncul setelah iperkembangan ipesat yang

terjadii pada ibidang informasi isehingga iberpegaruh ipada sumber-

sumber ipembelajaran dapati diakses ioleh pembelajar ibaik secara

onlinei maupun ioffline. Dengan imenggabungkan ipembelajaran

itatap muka, iteknologi cetak, iteknologi audio, idan lain isebagainya

berbasis teknologii maka itu isemua idapat dikatakani pembelajaran

berbasis Blended iLearning. Model’ pembelajaran’ Blended ‘Learning

memiliki enam ‘unsur yang ‘harus terlibat ‘dalam proses

penerapannya ‘yaitu; ‘pertama, tatap ‘muka; kedua,’belajar ‘mandiri;

ketiga,’aplikasi; ‘keempat, tutorial; ‘kelima, ‘kerjasama; ‘dan yang’

terakhir ‘adalah ievaluasi (Ahmad, 2017: 60).

Menurut Husamah mengutip dari skripsi UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta oleh Siti Alvin Syahrin dengan judul skripsi

yaitu “Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap

Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas 8 Di SMPN 37 Jakarta”

terdapat 4 karakteristik Blended Learning yang dipaparkan sebagai

berikut:
29

1) Mengkombinasikan teknologi yang bermacam- macam dalam

semua cara menyampaikan gaya pembelajaran ,media

pembelajaran, serta model pembelajaran.

2) Sebagai sebuah gabungan antara pembelajaran tatap muka, mandiri

belajar dan pembelajaran secara virtual

3) Pembelajaran yang didorong oleh pencampuran yang baik dari

aspek penyampaian, cara mengajar maupun gaya dalam

pembelajaran

4) Pengajar atau guru serta orang tua memiliki peran yang setara

dalam proses belajar peserta didik. Pengajar atau guru berfungsi

sebagai fasilitator sedangkan orang tua sebagai pendukung

pembelajaran (Siti, 2015: 22-23).

c. Tujuan Blended Learning

1) Dapat imembantu pengajari atau guru idalam iberinovasi pada

proses ipembelajaran idisesuaikan idengan preferensi idan gaya

ibelajar

2) Memberikani peluang iyang mudahi dan nyata ibagi para iguru

untuk imelakukan ipembelajaran mandiri isehingga mampu

bermanfaati dan iberkembang

3) Meningkatkani rencana ijadwal yang ifleksibel bagi iguru atau

ipengajar, dengani mengkombinasikani aspek iterbaik dari

pembelajarani langsung idan virtual. iAdapun kelasi tatap imuka

digunakan iuntuk melihat isejauh mana ipengalaman pesertai didik


30

dalam iberinteraksi. Sedangkani untuk kelasi virtual ataui online

dapat imenjadikan ipeserta didik iberpengalaman idalam hal

teknologi iseperti ikonten multimedia iyang ibanyak imengandung

unsur ipengetahuan isehingga dapat idengan imudah diakses

dimanapun idan ikapanpun (Ahmad, 2017: 60).

d. Kelebihan dan Kekurangan Blended Learning

Memiliki ikesamaan ipula dari imodel ipembelajaran yang ilain,

model ipembelajaran iBlended Learningi juga imempunyai ikelebihan

serta ikekurangan idalam ipenerapannya. iAdapun iberikut ini

merupakani kelebihan idan ikekurangan dalam imenerapkan imodel

pembelajarani Blended iLearning (Ahmad, 2017: 61):

1) Kelebihani Blended iLearning

a) Pesertai didik memilikii kebebasan odalam imempelajari materi

pelajarani secara imandiri

b) Peserta ididik mampu ibelajar ataupun imengakses imateri

pelajaran idengan imudah

c) Peserta didiki dan iguru mampu imelakukan diskusi

ipembelajaran idiluar jam itatap muka

d) Guru ataui pendidik idengan mudah imengunggah materi

pengayaani menggunakan imedia terkoneksii dengan iinternet.

e) Dayai tarik idari peserta ididik dapat imengoptimalkan ihasil

dari ipembelajaran

f) Proses opembelajaran ilebih efektif dan iefisien


31

2) Kekurangan iBlended Learning

a) Kesulitan dalam menerapkan jika sarana prasarana seperti kuota

internet, alat akses dan lain sebagainya yang berhubugan dengan

pembelajaran model Blended Learning kurangi terpenuhi

b) Tidak imeratanya ifasilitas bagi ipeserta ididik

c) Kurangnyai sumber daya imanusia dalam ipembelajaran

terhadap ipenggunaan iteknologi

e. Pelaksanaan Blended Learning

Menurut Jared [Link] yang dikutip dari artikel oleh Ahmad

Kholiqul Amin dengan berjudul “Kajian Konseptual Model

Pembelajaran Blended Learningi Berbasisi Web Untuk Meningkatkan

Hasil Belajar Dan Motivasi Belajar” ada lima kunci untuk melakukan

pembelajaran menggunakan .Blended Learning, .yaitu

1) Live Event. ( Pembelajaran. Tatap .Muka)

Live iEvent merupakani kunci yangi pertama imengenai

pembelajarani tatap muka isecara bersamaani atau iserentak

2) iSelf- Paced Learningi (Pembelajaran iMandiri)

Self –Paced Learning adalah suatui pembelajarani mandiri

memungkinkan peserta ididik untuk ibelajar kapan saja dan

idimana saja.

3) Collaborationi (Kolaborasii)

kerjasama pada pembelajaran iBlended iLearning iantar

peserta didik dan antar pendidik. Kerjasamai tersebut idikemas


32

menggunakan perangkat komunikasi iyaitu forumi online.

Diharapkan dengan adanya kolaborasi tersebut imenjadikan

tingkati pembangunan ipengetahuan dan iketerampilan isemakin

itinggi.

4) Assessmenti (Penilaian / iPengukuran iHasil iBelajar)

Penilaiani adalah hal iyang bergunai pada ipelaksanaan

iproses pembelajarani yang imemiliki itujuan iuntuk imencari itahu

sejauh mana ikemampuan ikompetensi yang itelah dipahami ioleh

peserta didik inamun juga isebagai ievaluasi guru ipada

pelaksanaan ipembelajaran iselanjutnya.

5) Performancei Supporti Materiali (Dukungan Bahan Belajar)

Materii belajari adalahi unsur ipendukung osuatu iproses

ipembelajaran. iDalam Blendedi Learning harusi disajikan isecara

digitali dan cetak isehingga mudah idiakses dengan imudah oleh

ipeserta didik ibaik secara ioffline maupuni online.

Kelimai kuncii diatas memilikii hubungan dani pengaruh iyang

signifikani terhadap pembelajarani dengan modeli Blended iLearning.

Dengan ilima kunci idiatas, diharapkani dapati mencapai itujuan

pembelajaran iyang tepat idengan mampu imenerapkan 5 kunci idiatas

dengan ibaik(Ahmad, 2017: 62-63).

f. Sintaks Pembelajaran Blended Learning

Proses blended learning terbagi menjadi tigai tahapan iutama

yang iberdasar dalam ipembelajaran iberbasis iICT menurut iRamsay


33

dalam ijurnal pedagogiki oleh Eman iMarlina (2020:107) idijelaskan

isebagai iberikut :

1) Seekingi of information i

Melakukan pencarian informasi oleh pesertai didik darii

dengani segala iinformasi iyang sudah ada baik ionline imaupun

offline idengan berdasarkan kejelasan iyang ibersifat iakademis.

Pendidik isebagai penyedia memilik peran untuk imemberi

masukan ipada peserta ididik dalam menggali informasi yang

praktisi dan irealistis.

2) Acquisitioni of informationi

Peserta didik individu atau kelompok berusaha menemukan,

memahami, dan menjelaskan ide atau gagasan yang telah direkam

oleh pikiran peserta didik, kemudian peserta didik

mendeskripsikani informasi atau pengetahuan dari segala isumber

melalui ifasilitas yang telah disediakan, sehingga mereka imampu

mengutarakani dan menyampaikani kembali iide-ide iyang imereka

dapatkan.

3) Synthsizingi of knowledgei

Membangun suatu pengetahuan dari pengunaan pembauran

dan keluwesan yang merupakan hasil diskusi yang menghasilkan

informasi yang telah didapatkan.


34

3. Motivasi

Motivasii adalah suatui keinginan isebagai penyebabi seseorang

iatau sekelompoki orang imelaksanakan tujuani yang ingini dicapai idan

dikehendakinyai sehingga iakan mendapatkani kepuasan itersendiri iatas

hal yangi dilakukan. Mengutipi dari Desy iIndriani menuruti Woolfolk

iterdapat dua imotivasi secarai umum iyaitu intrinsici motivation odan

iextrinsic imotivation (Desy, 2019: 852).

Motivasi iintrinsik (intrinsic’ motivation) ‘adalah suatu ‘dorongan

dari ‘dalam yang’ dilakukan ‘untuk diri sendiri. ‘Motivasi ‘ini mengarah

pada’ faktor ‘yang berasal’ dari diri’ sendiri. Motivasi’ tersebut ‘tidak

membutuhkan’ rangsangan ‘dari luar ‘karena ‘sudah terdapat ‘dalam diri

individu’ itu sendiri ‘suatu dorongan ‘untuk melakukan ‘segala sesuatu

yang individu ‘tersebut ;kehendaki..

Motivasi iekstrinsik (extrinsic imotivation) iadalah bentuk imotivasi

dalam imelakukan sesuatui yang ifaktor utamanya iberasal dari iluar diri

sendirii seperti imotivasi dari iorang tua, iteman, yang iberupa imbalan,

pujiani maupun ihukuman (Aulian, 2018: 27-28).

Motivasii intrinsik imaupun ekstrinsiki adalah ihal yang iberharga

dalam ipembelajaran ikarena dengani adanya isebuah motivasii maka

peserta didiki akan lebih ibersemangat idalam menjalanii kegiatan belajar

sehinggai berdampak ipada hasil ibelajar idikemudian ihari. Pada saat

pesertai didik isudah merasa ibosan dengan ibelajar maka idengan


35

motivasi-motivasii tersebut akan imenumbuhkan minati bahkan iketekunan

idalam belajar.

4. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil ;belajar ‘merupakan ‘suatu hal ‘berperan sebagai ‘nilai

akhir dari ‘suatu tes ‘ataupun ‘ujian dihasilkan ‘dari aktivitas ‘yang

dapat diketahui’ perubahannya ‘baik dalam ‘konteks ‘pengetahuan,

‘pemahaman, keterampilan’ dan nilai ‘sikap. Dua’ indikator’ dapat

menjadi’ penyebab ‘tercapainya ‘hasil belajar ‘berikut ‘yakni kekuatan

untuk ‘menyerap ‘apa saja yang ‘terjadi ‘pada ‘saat penyampaian

‘materi yang ‘diajarkan ‘mendapatkan ‘hasil yang ‘memuaskan baik’

dilakukan secara ‘individu atau ‘kelompok dan ‘segala perbuatan ‘yang

diarahkan pada’ tujuan pendidikan’ khusus telah’ digapai oleh’ peserta

didik dengan ‘baik secara ‘individu atau ‘kelompok (Muhlis, 2018: 15).

Hasil ‘belajar ‘selalu digunakan ‘untuk ‘mengetahui seberapa

paham’ seseorang ‘dalam ‘menyerap seluruh ‘bahan ‘materi yang’

sudah ‘dijelaskan. ‘Belajar ‘merupakan ‘suatu proses’ perubahan

‘perilaku ‘orang. Untuk ‘mengukur ‘hasil ‘belajar ‘dapat menggunakan’

alat ukur yang ‘berupa ‘tes berupa ‘soal. Keberhasilan’ peserta didik’

tergantung pada’ sesuatu yang’ memiliki pengaruh’ terhadapnya yaitu’

diantaranya dalam’ hal kemampuan’ siswa, motivasi’ belajar, ‘minat,

‘perhatian, sikap, ‘kebiasaan ‘belajar, sosiaal’ ekonomi, ‘ketekunan,


36

faktor’ fisik dan ‘psikis. Hasil ‘belajar akan sukses ‘jika didukung

‘dengan ‘faktor-faktor ‘yang baik(Aulian, 2018: 29).

Menurut’ Bloom dalam’ artikel’ yang ‘berjudul “ Pengaruh’

Model ‘Pembelajaran ‘Blended ‘Learning ;Terhadap .Hasil ,Belajar

‘siswa” ditulis/ oleh’ Ni’matul ‘Khoiroh, ‘Munoto, dan ‘Lilik Anifah

menjelaskan’ bahwa ‘kemampuan ‘ranah kognitif, ‘afektif, dan

‘psikomotorik ‘merupakan ‘cakupan ‘dalam ‘hasil ‘belajar. Hasil ‘ranah

kognitif’ meliputi .kemampuan ‘siswa ‘pada ‘6 hal yaitu ‘pertama,

pengetahuan, ‘pemahaman, ‘penerapan, ‘analisis, ‘sintesis ‘dan yang

terakhir ‘evaluasi. Kedua’ aspek yang’ pertama ;merupakan ‘kognitif

ditingkat ‘terendah dan ‘keempat aspek .setelahnya .merupakan ‘aspek

kognitif ‘tingkat ‘sedang. Kemudian /pada ranah ‘afektif ‘menggunakan

taksonomi’ tujuan afektif’ yang ‘berhubungan ‘antara ‘perasaan, sikap,

minat, dan ‘nilai. Ada ‘lima kriteria’ dari ‘ranah afektif’ yaitu

‘menerima, menanggapi, memberikan penilaian, pengorganisasian dan

pembentukan alur hidup. Untuk ranah’ pada aspek’ psikomotorik

tentang’ hasil belajar’ berbasis oketerampilan idan kemampuano dalam

melakukan tindakan. Ranah’ psikomotoriko memiliki ienam aspeki

yaitu igerakan spontan, keterampilani pada igerakan ikasar, kemampuan

iperseptual, keharmonisan, suatu igerakan iketerampilan iyang bersifat

okompleks, dan igerakan yang iberekspresi (Khoiroh,Munoto, dan Anifah,

2017: 102-103).
37

Ketiga iranah yangi telah dijelaskani diatas tersebuti yang ibanyak

dilakukani penilaian ioleh para ipeneliti ataui gurui di sekolahi adalah

ranahi kognitif. Karenai masih erat ikaitannya dengani kemahiran

ipeserta didiki dalam memahamii secara menyeluruhi bahan iajar yang

telahi diperoleh.

b. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Iriani, pembelajaran yang berkualitas ada pembelajaran

yang sebagian besar (75%) peserta didik aktif, baik fisik, mental

maupun sosial yang terjadi dalam proses pembelajaran. Disampin itu,

peserta didik juga harus menunjukkan rasa semangat dalam belajar dan

rasa percaya pada diri sendiri (Sri, 2014: 50).

Mengutip dari skripsi IAIN Jember oleh Diana Faradila dengan

judul “ Pengaruh Keaktifan Belajar Terhadap Hasil Belajar

Matematika Siswa Kelas X Di MAN 1 Jember Tahun Pelajaran

2019/2020”, faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar antara lain:

1) Faktor’ internal

a) Faktor ‘jasmaniah ‘baik yang ‘berasal dari ‘diri sendiri maupun

yang ‘diperoleh ‘seperti penglihatan, ‘pendengaran, ‘struktur

tubuh dan ‘lain sebagainya.

b) Faktor ‘psikologis baik ‘berasal dari ‘bawaan maupun ‘baru

diperoleh, ‘yang ‘terdiri atas ‘faktor intelektif ;meliputi: faktor

potensial’ berupa ‘kecerdasan ‘dan bakat. ‘Dan faktor ‘kecakapan

berupa’ prestasi ‘yang dimiliki. Faktor’ non ‘intelektif, yaitu


38

unsur-unsur’ kepribadian ‘tertentu seperti ‘sikap, minat, ‘aktifitas,

‘motivasi, emosi, ‘kebutuhan, ‘kecemasan, dan ‘lain – lain.

2) Faktor ‘Eksternal

a) Faktor ‘sosial ‘yang ‘meliputi : ;lingkungan ‘keluarga, ‘sekolah,

‘masyarakat, dan ‘kelompok

b) Faktor ‘budaya’ seperti adat ‘istiadat, ilmu ‘pengetahuan,

‘teknologi, dan ‘kesenian

c) Faktor’ lingkungan ‘fisik seperti ‘fasilitas ‘belajar baik ‘di rumah

maupun ‘sekolah dan’ iklim (Diana, 2020: 45-46).

c. Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi sangat erat kaitannya dengan pengukuran. Kegiatan

mengevaluasi dilakukan setelah pengukuran artinya yang dievaluasi

harus ‘berdasar pda data yang diperoleh dari pengukuran. Untuk

mengetahui ‘seberapa ‘jauh pemahaman ‘yang dimiliki ;peserta didik,

maka ‘dilakukan ‘pengukuran ‘tingkat pencapaian ‘peserta didik. Hasil

‘pengukuran ini ‘yang ‘menjadi dasar ‘untuk guru ‘memberikan

evaluasi atas ‘keberhasilan’ pembelajaran dan ‘untuk ‘selanjutnya guru

melakukan langkah-langkah perbaikan pada proses pembelajaran

berikutnya. Fungsi evaluasi dalam pengajaran dibagi menjadi empat

yaitu (Gusti, 2016: 30):

Mengutip dari skripsi Gusti Bagus (2016: 31) dengan judul “

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI

Pada Mata Pelajaran Menggambar Bangunan SMK Negeri 1


39

Seyegan”. Menurut Darsono pengumpulan data hasil belajar dapat

dilakukan dengan dua cara yaitu: teknik tes dan non tes.

Dalam mengungkapkan hasil belajar dalam ranah kognitif dengan

menggunakan teknik tes. Sedangkan untuk non tes banyak digunakani

sebagai perlengakapan untuk mengungkap hasil belajar dalam ranah

afektif dan ranah psikomotorik. Pada penelitian ini, hasil belajar yang

peneliti lakukan hanya berupa ranah kognitif. Adapun aspek

pengumpulan informasi atau data menggunakan dokumentasi hasil tes.

Dokumentasi hasil tes yang diambil peneliti yaitu melalui hasil

penilaian soal post- test yang diberikan setelah perlakuan dilaksanakan.

5. Hasil Belajar Matematika

Pengertian hasil belajar matematika menurut indah lestari (2013)

hasil belajar matematika adalah suatu pola perubahan tingkah laku

seseorang yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik setelah

menempuh kegiatan pembelajaran matematika yang tingkat kualitasnya

sangat ditentukan oleh faktor yang ada diri siswa maupun dari luar yaitu

lingkungan sosial(Indah, 2013: 118). Sedangkan menurut setiawan (2014)

hasil belajar matematika merupakan pengetahuan yang didapat dari pola

rutinitas mempelajari matematika.

Pendapat tersebut juga sejalan dengan pendapat Sholihin(2013)

bahwa hasil belajar matematika merupakan kemampuan-kemampuan yang

dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar matematikanya.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar


40

matematika merupakan tingkat pencapaian kemampuan siswa setelah

dilakukannya kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika

yang dapat diukur atau dilihat menggunakan nilai berupa angka atau huruf

dari hasil tes belajarnya.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Membutuhkan suatu pendekatan yang dijadikan acuan berbagai

kegiatan dalam survei. Pendekatan penelitian dapat dibagi menjadi tiga jenis:

pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, dan pendekatan gabungan.

Memilih pendekatan penelitian tentu mempengaruhi apa yang harus dilakukan

peneliti selama proses penelitian. Dari awal hingga akhir rencana, pastikan

bahwa hasil penelitian yang aakan dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian

yang disusun (Diana, 2020: 50). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan

pendekatan kuantitatif

Pendekatan kuantitatif merupakan suatu penelitian yang bertumpu pada

filsafat positivisme, guna meneliti pada suatu populasi atau sampel tertentu,

adapun teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, instrumen penelitian

sebagai alat pengumpulan data, analisis data bersifat kuantitatif (angka) /

statistik sesuai dengan tujuan dalam menguji hipotesis yang telah ditentukan

(Sugiono, 2017: 14).

Penelitian kuantitatif adalah sebuah penelitian dengan penggunaan

rancangan yang itertata, formal, iserta spesifik. Data yyang dikumpulkan harus

bersifat kuantitatif atau dapat diukur yang memerlukan hipotesis yang perlu

dijawab dengan analisis data menggunakan statistik (Muri, 2017: 28).

Dalam penelitian ini menggunakan eksperimen sebagai jenis penelitian

yang digunakan. Menurut Campbell dan Stanley dalam buku karya Muri Yusuf

41
42

dinyatakan bahwa penelitian jenis eksperimen adalah salah satu bentuk

penelitian dengan variabel dapat dimodif sedemikian rupa sehingga dapat

diketahui dan dipastikan pengaruh dan dampak dari variabel tersebut terhadap

variabel lain yang diselidiki atau diobservasi.

Dalam penelitian ini, jenis eksperimen yang dipilih adalah Quasi

Experiment. Quasi experimen merupakan salah satu jenis penelitian ekperimen

yang tidak melakukan random dalam menentukan subyek kelompok penelitian

yang dlakukan oleh peneliti, tetapi hasil yang diperoleh cukup baik ditinjau

dari validitas eksternal dan internal. Dengan desain penelitian yakni the

nonequivalent Posttest-Only Group Design. Posttest-only Group Design

merupakan desain penelitian yang sampelnya tidak diambil secara acak pada

setiap kelompok yang diberi perlakuan maupun yang tidak diberi perlakuan

(Sugiono, 2017: 76). Dalam desain eksperimen ini ada dua kelompok yakni

kelompok kontrol dan eksperimen. Suatu kelompok yang diberikan perlakuan

dinamakan kelompok ieksperimen sedangkan kelompok yang tiidak diberikan

perlakuan dinamakan kelompok kontrol. Diwaktu yang telah direncanakan

kelompok eksperimen tersebut diberi perlakuan. Langkah selanjutnya,

dilakukan pengukuran pada dua kelompok tersebut. Membandingkan hasil

antara dua kelompok tersebut yang akan menunjukkan dampak dari pemberian

perlakuan. adapun pola desain penelitian sebagai berikut:

Tabel 3.1
Desain Penelitian
R1 X1 O1
R1 X2 O2
43

Keterangan : R1 = Kelas Eksperimen

R2 = Kelas Kontrol

X1 = Perlakuan (Model Pembelajaran Blended Learning)

X2 = Perlakuan (Model Pembelajaran Langsung)

O1 = Motivasi dan hasil belajar siswa kelompok eksperimen

O2 = Motivasi dan hasil belajar siswa kelompok kontrol

Pengaruh dari model pembelajaran Blended Learning sebagai

variabel bebas terhadap motivasi dan hasil belajar siswa sebagai variabel

terikat dapat terlihat dari perbedaan hasil post - test dan angket dari

masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol. Jika terdapat perbedaan

terdapat perbedaan skor antara 2 kelompok dimana skor pada kelompok

eksperimen (O1) lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol (O2) dengan

demikian, ditarik kesimpulan bahwa perlakuan yang diterapkan memiliki

idampak terhadap perubahan yang terjadi pada variabel terikat.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasii atau universe merupakan seluruhi jumlah objek iyang akan

ditelitii dan ditarik kesimpulannya. Objek yang merupakan bagiani dalam

populasi dapati berupa benda hidup, mati idan manusia, dimana hal tersebut

harus dapat diukur atau diamati (Syahrum dan Salim, 2012: 113). Dengan

demikian, populasii pada penelitian inii adalah seluruh siswai kelas X di

SMA Sultan Agungi Kasiyan Timur. Pada kelas kelas X SMA Sultan
44

Agung Kasiyan Timur ada 3 kelas yaitui X IPA, iX IPS 1, idan X IPS 2

dengan jumlah masing-masing yaitu 23, 25, dani 19 siswa setiapi kelasnya.

2. Sampel

Sampeli penelitian adalah bagian yang terpilih dari populasi sebagai

perwakilan dari populasi tersebut. Sampel yang dipilih pada penelitian iini

yaitu kelasi X IPA dani X IPS 1. Teknik sampling digunakan sebagai

pengambilan sampel pada penelitian. Teknik isampling terbagi imenjadi 2

yaitu bisa disebut iprobability sampling idan non probabilityi sampling.

Namun, penelitiani ini peneliti menggunakan tekniki non probability

sampling berupa purposive sampling. Alasan peneliti menggunakan

purposive sampling karena di sekolah tempat peneliti melaksanakan

penelitian hasil nilai UAS siswa bersifat homogen. Penelitian yang

dilakukan membutuhkan dua kelasi untuk sampel idari perwakilan populasi

3 kelas yang ada. Karena ada tiga ikelas maka nantinya ada satu kelas yang

digunakan untuk uji coba instrumen.

Penetapan sampel diambil dari hasil rekomendasi guru matematika

setelah dilaksanakan UAS dan uji homogenitas. Adapun langkah-langkah

dalam pengambilan sampel sebagai berikut:

a. iNilai UAS Ganjili mata pelajaran matematikai seluruh siswa ikelas X

SMA Sultan Agung yang berjumlah 3 kelas dikumpulkan dari guru

matematika.

b. Selanjutnya, nilai UAS terkumpul lakukan uji inormalitas untuk imenguji

normal tidaknya suatu populasi. ujii normalitas ini menggunakan uji


45

Kolmogorovi Smirnov Z menggunakani SPSS versi 22. Adapun langkah-

langkahi uji tersebut yaitu:

1) Copy paste data nilai UAS yang terdapat pada exel di data set pada

halaman variabel view di SPSS,

2) perhatikan menu utama SPSS, silahkan pilih Analyze Descriptive

Statistics Explore..

3) Letakkan data pada kotak Dependen list dengan memilih tanda

panah untuk memindahkan

4) pilih plot lalu pilih Normality Plots with test yang terdapat pada

Explore Plots, lalu klik Continue. Untuk memperoleh suatu output

nilai statistic beserta plots maka pilih juga Both pada Display

5) langkah terakhir tekan OK, maka akan muncul hasil dari uji

normalitaas

Hasil dari uji Kolmogorov Smirnov Z yang digunakan dalam uji

normalitar bertaraf nyata yaitu ketiga kelas dapat dikatakan

bahwa berdistribusi normal. Adapun hasil uji normalitas sebagai berikut:

Tabel 3.2
Uji Normalitas Populasi
Tests of Normality

a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

*
POPULASI ,089 67 ,200 ,951 67 ,011

Dari hasil perhitungan diatas dihasilkan nilai Sig pada kolom

kolmogorof-smirnov yaitu 0,200 dimana nilai tersebut lebih tinggi


46

daripada taraf signifikan 0,05 dikatakan bahwa data populasi tersebut

berdistribusi normal. Uji normalitas merupakan syarat melakukan uji

selanjutnya yaitu uji barlet sebagai salah satu alat yang dipakai untuk

pengujian homogenitas.

c. Dilanjutkan dengan uji homogenitas mengggunakan uji Barlett. Pada

penjelasan sebelumnya dikatakaan bahwa uji ini dilakukan untuk

mengetahui apakah homogen tidaknya populasi tersebut. Tidak beda jauh

dengan uji normalitas, dengan menggunakan berbantuan SPSS versi 22

pada uji homogen untuk mempermudah peneliti dalam melakukan

penelitian. Berikut ini langkah-langkah uji tersebut yaitu:

1) Kelompokkan set data sesuai banyak kelompok dalam populasi

terdapat 3 kelompok

2) Buka SPSS versi 22, lalu pilih ke menu “variable view” terdapat baris

kolom bertuliskan “name” ketik “DATA” dengan Decimal “0” begitu

juga pada baris kedua kolom “name” diisi dengan “ kelompok” dan

decimal “0”

3) Pilih “data view” masukkan nilai dari UAS populasi lalu pada baris

kolom “ kelompok” isi sesuai dengan nomor pengelompokan. Dalam

hal ini peneliti menggunakan angka 1-3 untuk memisalkan kode

kelompok

4) Klik Analyze – Classify – determinant

5) Muncul Dialog Box pindahkan variabel data pada kolom Independet

dan variabel kelompok pada “Grouping Variable”, pilih “define


47

Range”, ketik angka 1 pada kotak “minimum” dan 3 pada kotak

‘maximum”. Selanjutnya pilih “Continue-Statistics” akan keluar

“dialog box”.

6) Pada “Dialog Box” pilih Box’s M. Hiraukan kotak analisis yang lain,

lalu pilih Continue dan OK . Nampak seperti gambar dibawah ini

Tabel 3.3
Uji Homogenitas Populasi
Group Statistics
Valid N (listwise)
KELOMPOK Unweighted Weighted
1 DATA 19 19,000
2 DATA 25 25,000
3 DATA 23 23,000
Total DATA 67 67,000

Test Results

Box's M ,174

F Approx. ,085

df1 2

df2 8920,744

Sig. ,919

Dari hasil ouput diatas pada Group Output dapat disimpulkan

bahwa jumlah populasi sebanyak 67 siswa. Terlihat pada tabel test result

nilai Box’s M sebesar 0,174 adapun nilai sig yang diperoleh yaitu 0,919.

Kedua nilai tersebut dibandingkan dan jika Box’s M nilainya lebih rendah

dari Sig-nya dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan populasi

homogen (Edi, 2016: 128).


48

d. Selanjutnya mengetahui kesamaan rata-rata pada populasi dengan

penggunaan teknik anava satu arah. Adapun cara pengujian tersebut

yaitu:

1) Masukkan data set pada 1 kolom dengan menggabungkan semua nilai

pada masing kelas yang termasuk populasi. Lalu pada kolom kedua

diberi kode 1 yang menyatakan nilai untuk kelas IPA, kode angka 2

yang menyatakan untuk nilai kelas IPS 1 dan kode angka 3 untuk nilai

kelas IPS 2.

2) Pada “Variabel View”, masukkan pada kolom kedua “Value” untuk

pemberian kode dan penjelasan kode kelas

3) Selanjutnya beralih pada menu utama SPSS, klik “Analyze” –

“Compare Means” – “One Way ANOVA”

4) Masukkan file “kelompok” pada kolom Dependednt List dan file

bertuliskan “data” pada kolom Factor. Lalu pilih Post Hoc kemudian

pilih Tukey

5) Langkah terakhir pilih OK. Outputnya seperti tabel dibawah ini

(Kurnia dan Mokhammad, 2017: 300-302).

Dasar pengambilan keputusan dalam analisis ANOVA satu arah ini

sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikasi (Sig) > 0,05 maka rata-rata sama

2) Jika nilai signifikasi (Sig) < 0,05 maka rata-rata berbeda


49

Tabel 3.4
Uji Kesamaan Rata-Rata
ANOVA
DATA
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
Between
66,602 2 33,301 ,632 ,535
Groups
Within
3374,860 64 52,732
Groups
Total 3441,463 66

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa besar nilai Sig yaitu

0,535. Dengan nilai Sig yang > 0,05 demikian dapat disimpulkan jika

populasi tersebut mempunyai kesamaan dalam rata-rata.

e. Setelah populasi berdistribusi normal, bersifat homogen dan memiliki

kesamaan rata-rata selanjutnya sampel diambil sesuai dengan

rekomendasi dari guru matematika yang menyatakan bahwa untuk kelas

eksperimen yaitu kelas X IPA dan kelas kontrol yaitu kelas X IPS 1.

Untuk uji coba digunakan kelas X IPS 2

C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

suatu aktivitas dalam proses pencarian data dilapangan yang

dipergunakan sebagai jawaban dalam suatu masalah penelitian disebut teknik

pengumpulan data. Peneliti juga harus memperhatikan dan mencocokkan

dengan jenis penelitian yang diinginkan dikarenakan agar ada sikronisasi

antara teknik dengan jenis serta pendekatan penelitian yang dilaksanakan.

Dalam penelitian kuantitatif untuk mengumpulkan data umumnya dilakukan

pada setting yang tertata rapi dengan ketat seperti halnya ruang laboratorium

atau kelas (Karunia dan Mohammad, 2017: 105).


50

Dalam mengumpulkan data terdapat prosedur penelitian yang

dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Secara garis besar ada 3

tahap dalam mengumpulkan data yaitu terdiri dari tahap persiapan, tahap

pelaksanaan, dan tahap akhir.

1. Tahap Persiapan

a. Melakukan observasi ke SMA Sultan Agug Kasiyan Timur untuk

mengetahui suasana dan proses pembelajaran maematika yang

dilakukan oleh guru didalam kelas, baik dalam menggunakan model ,

metode, dan media pembelajaran

b. Mengajukan surat permohonan penelitian dapat dilihat pada lampiran

c. Konsultasi dengan guru matematika di SMA Sultan Agung Kasiyan

Timur

d. Mengumpulkan data nilai Ujian Akhir Semester Ganjil kelas X SMA

Sultan Agung Kasiyan Timur terlihat pada lampiran 5

e. Menetapkan jadwal penelitian terlihat pada lampiran 19

f. Menetapkan sampel penelitian

g. Menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) materi fungsi

terdapat pada lampiran 12 dan 13

h. Mempersiapkan sumber-sumber dan alat yang diperlukan untuk

mendukung pembelajaran model blended learning

i. Merancang instrument penelitian berupa soal dan angket terlihat pada

lampiran 6 dan 8
51

j. Melakukan uji coba angket dan soal terlihat pada lampiran 7 dan 9

2. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan proses pembelajaran dalam penelitian ini pada kedua sampel

adalah sama, namun yang berbeda hanyalah dalam cara penyampaian

materi yaitu pada kelas eksperimen diajar dengan menggunakan model

pembelajaran blended learning sedangkan kelas kontrol dengan

menggunakan model konvensional. Secara umum tahapan pelaksanaan

pembelajaran kedua sampel adalah sebagai berikut:

Kelas eksperimen Kelas kontrol


Pendahuluan Pendahuluan
1) Guru mengucapkan salam, 1) Guru mengucapkan salam,
berdoa dan kemudian mengabsen berdoa dan kemudian
2) Guru melakukan apersepsi mengambil absen
dengan menghubungkan materi 2) Guru melakukan apersepsi
3) Guru mengkondisikan siswa dan dengan menghubungkan materi
membuat kesepakatan sebelumnya
4) Guru menjelaskan model 3) Guru memotivasi siswa untuk
blended learning dan belajar dengan baik
menyebutkan tujuan 4) Guru menulis dan
pembelajaran yang akan menyampaikan tujuan
digunakan pembelajaran
Kegiatan inti Kegiatan inti
Seeking of information 5) Guru meminta siswa untuk
1) Guru mempersiapkan kelas memahami materi yang ada
virtual pada google classroom dibuku paket
kemudian membagikan kode 6) Guru menjelaskan kepada siswa
kelas kepada siswa untuk dapat tentang materi yang akan
bergabung dipelajari
2) Membagi siswa menjadi 3 7) Guru mmberikan pertanyaan
kelompok presentasi dan kepada siswa terkai dengan
kelompok diksusi materi yang disampaikan
3) Guru menghimbau siswa untuk 8) Guru menyuruh siswa
menginstall aplikasi google menganalisis pertanyaan yang
classroom melalui aplikasi telah diberikan
playstore pada masing-masing 9) Guru meminta siswa untuk
smarphone siswa memahami pertanyaan dengan
4) Guru menjelaskan pola membaca buku paket atau
pembelajaran siswa sumber lain yang terkait dengan
52

5) Guru memberikan kesempatan masalaha atau pertanyaan yang


siswa untuk mengakses sumber diberikan
belajar online seperti PPT dalam 10) Guru meminta siswa
Google Classroom atau sumber melakukan tanya jawab
online lainnya dengan sesama teman dan
6) Guru membimbing siswa dalam guru
memperoleh pemahaman yang 11) Siswa diberikan kesempatan
benar dari materi yang telah untuk menanyakan materi
disajikan yang belum dipahami
Acquisition of information
7) Guru membagi menjadi 3
kelompok untuk mendiskusikan
hasil pembelajaran.
8) Salah satu siswa mewakili
kelompok melakukan presentasi
9) Guru memberikan waktu siswa
yang lain untuk memberikan
pertanyaan dan saling bertukar
pendapat
10) Siswa bertanya dan dijawab
oleh presentator
Synthsizing of knowledge
11) Pertanyaan dijawab oleh siswa
yang melakukan presentasi
12) Guru memperjelas jawaban dari
kelompok presentasi yang
masih kurang paham
13) Guru memberikan umpan balik
positif dan penguatan dalam
bentuk tulisan dan lisan
Tahap akhir Tahap akhir
14) Guru menyampaikan materi 12) Guru menyimpulkan materi
yang akan dipelajaripada yang sudah dipelajari
pertemuan berikutnya 13) Guru memberikan tugas yang
15) Guru menugaskan pekerjaan berkaitan dengan pelajaran
rumah kepada siswa melalui berikutnya
google classroom
16) Guru mengucapkan salam
untuk mengakhiri pelajaran
53

3. Tahap penyelesaian

a. Memberikan tes dan angket pada akhir pokok bahasan untuk melihat

hasil dan motivasi belajar matematika pada kelas eksperimen dan

kontrol. Bukti pengerjaan ada pada lampiran 11 dan 18

b. Untuk menguji hipotesis digunakannya data dari nilai akhir berupa

skor angket dan posttest

c. Dari nilai akhir yang diperoleh setelah dianalisi maka akan ditarik

kesimpulannya.

Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai oleh peneliti untuk

melakukan penelitian yaitu::

1. Metode Kuisioner (Angket)

Angket atau kuisioner adalah sebuah teknik mengumpulkan data yang

berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis digunakan untuk menghasilkan

informasi dan data dari objek atau responden. Pada pemberian kuisioner

atau angket harus memperhatikan latar belakang dari responden seperti

responden harus memiliki kemandirian dalam menjawab atau mengisi

kuisionerAngket dalam penelitian ini dipakai dalam bagaimana motivasi

belajar siswa, adapun jenis angket yang dipakai yaitu berupa angket model

tertutup. Angket tertutup yaitu sebuah model angket yang tersedia

jawabannya, sehingga responden hanya cukup memberi tanda centang

(cheklist) pada kolom jawaban yang dipilih. Pedoman penyusunan skala

motivasi belajar siswa menggunakan pedoman indikator yang diungkapkan

oleh Hamzah Uno dengan jumlah indikator yaitu enam indikator.


54

Pada penelitian ini, skala Likert digunakan dalam mengukur angket .

skala likert yaitu suatu butir soal yang mana responden hanya memberikan

persetujuan dan ketidak setujuan dengan memilih 5 pilihan jawaban yakni

sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

Tabel 3.5
Kisi – Kisi Instrumen Angket Motivasi
Nomor Butir Juml
No Indikator Variabel pernyataan ah
Positif Negatif butir
1 Adanya hasrat dan keinginan berhasil 4,5,6,10 1,2,3,7,8,9 10
Adanya dorongan dan kebutuhan
2 12,16,17,19 13,15,18 7
belajar
Adanya harapan dan cita-cita masa
3 20,21 - 2
depan
4 Adanya penghargaan dalam belajar 22,23 24 3
5 Adanya kegiatan yang menarik 14,25,26,27 11 5
Adanya lingkungan belajar yang
6 29,30 28 3
kondusif
Jumlah soal 30
Sumber : Evi Takrimatul Ailiyah, 2020

Respon setiap item instrumen dengan skala Likert memiliki gradien

yang sangat positif hingga sangat negatif. Untuk mengevaluasi skala

kategori Likert, respon diberi bobot atau setara dengan nilai kuantitatif

5,4,3,2,1 untuk lima pilihan pernyataan positif dan negatif (Sugiono, 2017:

134). Berikut ini adalah bobot skor pada skala Likert.

Tabel 3. 6
Pemberian Skor Pada Skala Likert
Skor Skor
Kategori
Keterangan Pernyataan Pernyataan
jawaban
Positif Negatif
SS Sangat Setuju 5 1
SE Setuju 4 2
KS Kurang Setuju 3 3
TS Tidak Setuju 2 4
ST Sangat Tidak Setuju 1 5
Sumber : Ali Hamzah, 2014
55

2. Tes

Dalam kegiatan mengumpulkan data dengan teknik tes yang dilakukan

memberikan responden sebuah intrumen tes yang berisikan soal yang

digunakan untuk menghasilkan data pada kemampuan aspek kognitif pada

peserta didik yang berupa TPA, tes IQ, tes hasil dalam belajar, atau tes

untuk menentukan kemampuan tertentu. Lembaran tes yang akan diberikan

bervariasi, terkadang berupa tes tipe subyektif atau tes tipe objektif,

misalkan soal pilihan ganda, mencocokkan isian singkat, atau tes benar

salah. Dalam mengumpulkan data bentuk tes dilaksanakan sebelum ataupun

sesudah pemberian perlakuan, bahkan dapat dilaksanakan pada saat studi

pendahuluan sebelum di laksanakannya penelitian (Kurnia dan Mohammad,

2017: 232). Penelitian dilakukan pada dua kelompok subjek yang mendapat

perlakuan berbeda. Kedua kelompok tidak ditentukan secara acak, tetapi

subjek diasumsikan memiliki kemampuan yang sama dalam semua aspek

yang relevan, yang membedakan hanyalah perlakuan. Eksperimen dan

kontrol dilakukan post-test untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa

meningkat setelah kegiatan pembelajaran selesai.

Teknik ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan subjektif yang

telah divalidasi oleh ahli. Setelah pekerjaan selesai, semua lembar jawaban

dikumpulkan, dimodifikasi dan dianalisis. Sebelum menggunakan tes atau

jenis instrumen untuk mengukur suatu konsep tentang subjek penelitian,

peneliti harus terlebih dahulu menguji keefektifan dan reliabilitas tes atau

instrumen tersebut
56

Tabel 3. 7
Kisi – Kisi Instrumen Soal Fungsi Komposisi
Kompetensi Dasar Indikator [Link] Bentuk soal
3.6 menjelaskan  Memecahkan
operasi komposisi masalah yang
pada fungsi dan berkaitan 5 Uraian
operasi invers pada dengan fungsi
fungsi invers serta komposisi
sifat – sifatnya serta  Menentukan
menentukan fungsi 1 ,2 Uraian
eksistensinya komposisi
4.6 menyelesaikan  menentukan
masalah yang invers dari 3 Uraian
berkaitan dengan suatu fungsi
operasi komposisi dan  Menemukan
operasi invers suatu nilai x dari
fungsi 4 Uraian
fungsi
komposisi
Sumber: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
2017
Intrumen dikatakan baiki jika memenuhi idua persyaratan yaitui uji

valid dan ireliabel. sehingga sebelum peneliti imemakai instrumen yang

telah disusun sedemikan rupa untuk keperluan pengumpulan data

hendaknya intrumen tersebut diuji kevalidan dan reabilitasnya terlebih

dahulu. Instrumen berupa angket dan penguji cobaa ikepada 19 siswa

kelas X iIPS 2. Pedoman penskoran dan kunci jawaban soal posttest

terdapat pada lampiran 22.

1) Uji Validitas

Validitas intrumen harus terpenuhi syarat validitasi kontruk dan

validitas iisi. Dalam kegiatan pengujian validitasi konstruk maka

dengani meminta pertimbangan ahli yaitu dosen matematika UIN Kiai

Achmad Siddiq Jember yaitu Muhammad Kholil dan Al Faris Putra


57

Alam serta satu validator merupakan guru mata pelajaran matematika

kelas X dari SMA Sultan Agung yaitu bu Ninik.

Adapun kriteria masing-masing validator intrumen soal posttest

adalah sebagai berikut :

a) Dosen validator

Dosen validator merupakan dosen jurusan matematika,

menguasai materi fungsi dan telah menempuh minimal jenjang

pendidikan S-2 pada program studi matematika

b) Guru matematika

Guru matematika harus memiliki kriteria yaitu guru yang

sudah berpengalaman mengajar materi fungsi dikelas X dan

pendidikan minimal S-1 pada program pendidikan matematika

Selanjutnya intrumen angket tidak diuji validitas konstruk

karena mengambil dari skripsi lain. Setelah validitas kontruk,

kemudian divaliditas isi dengan cara intrumen diuji coba dan dihitung

kevalidannya. Berikut ini penentuan hasil validitas butir soal dicari

dengan memakai rumus Product Moment yaitu :

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

Keterangan :

Rxy = koefisien korelasi validitas butir

n = banyak responden

X = skor tiap butir soal untuk setiap siswa


58

Y = skor total setiap siswa

Berikut ini Interpretasi terhadap nilai koefisieni korelasii

yaitu:

Tabel 3.8
Interpretasi nilai r (validasi)
Besarnya nilai r Interpretasi
Antara 0,800 dengan 1,00 Tinggi
Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup
Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah
Antara 0,400 sampai dengan 0,200 Rendah
Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah
Sumber : Arikunto 2013

Berikut ini perolehan nilai r idari hasil menghitung ikriteria

iperhitungan uji validitas idengan penggunaan iproduct momen:

 Jika iRhitung > Rtabel, makai data ivalid

 Jika iRhitung < Rtabel, maka idata tidaki valid

Dalam menentukani Rtabel, makai harus ditentukani taraf

siginifikasinya dengan . Adapuni distribusii Rtabel terdapat

dalami lampiran..

Penggunaan irumus yang manual seperti idiatas juga dapat

melambat pada aktivitas penelitian. Guna validitas idapat cepat diuji

dengan menggunakan software SPSS 22 for iWindows. Penggunaan

SPSS 22 idalam pengujian validitas yaitu :

1) Mengetik data hasil jawaban instrumen soal / angket pada form

Excell

2) open aplikasi SPSS 22


59

3) Salin nilai yang telah ditulis pada Excell termasuk juga skor

total kemudian tempel pada lembar data untuk mengedit pada

SPSS

4) selanjutnya pilih “Variabel View”

5) Dalam kolom tabel, ketik simbol item-item angket seperti

contoh item X ke 1, item X ke 2, dst, termasuk total X.

6) pilih menu “Analyze” – “Correlate” – “Bivariat”

7) Masukkan seluruh variabel ke dalam kotak variabel dengan

memilih tanda panah untuk pemindahan file.

8) Laman “Correlation Coefficients Checklist” temukan dan pilih

Pearson lalu klik “ok”

9) Setelah proses tersebut dilakukan maka muncul halam baru yang

berisikan hasil pengujian validitas berasal dari data yang sudah

diproses

10) hasil yang kita dapat dibaca dengan cara yakni Rhitung dengan

Rtabel dibandingkan atas dasar keputusan uji validitas di product

moment. Sangat dibutuhkan tabel Correlations untuk

mengetahui nilai Pearson Correlation pada kolom total X

(Karunia dan Mokhammad, 2017: 196-198).

Adapun hasil perhitungsn uji validitas soal Post Test sebagai

berikut:
60

Tabel 3.9
Uji validitas soal Post Test
Item Corrected item-skor Keterangan
total correlation

Skor soal 1 0,561 Valid


Skor soal 2 0,571 Valid
Skor soal 3 0,457 Valid
Skor soal 4 0,613 Valid
Skor soal 5 0,466 Valid

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh perhitungan uji

validitas lima soal post test dinyatakan valid, karena rhitung > rrabel

dengan taraf signifikasi soal sebesar 5% dari rtabel = 0,388. Lembar

soal divalidasi terdapat pada lampiran 9 dan data lengkap validasi

SPSS terdapat pada lampiran 14

Hasil validasi yang dilakukan oleh beberapa ahli yaitu dua

dosen UIN KHAS Jember dan 1 guru matematika akan dijelaskan

dalam tabel berikut :

Tabel 3.10
Uraian Uji Validasi Soal Posttest
Nama Validator Profesi Saran
 Soal diurutkan
Dosen UIN KHAS sesuai dengan
Muhammad Kholil
Jember tingkatan
taksonomi bloom
 Beberapa kalimat
Dosen UIN KHAS kurang tepat
Al faris Putra Alam
Jember digunakan dalam
soal
 Tambahkan
kolom jawaban
dibagian setiap
Guru matematika
Ninik Sugiati soal agar
kelas X
mempermudah
pengoreksian dan
pengerjaan siswa
61

Berikut hasil perhitungan menggunakan uji validitas pada

angket motivasi belajar adalah yaitu:

Tabel 3.11
Uji validitas angket motivasi belajar
Item Corrected item-skor Keterangan
total correlation
Angket 1 0,372 Tidak valid
Angket 2 0,038 Tidak valid
Angket 3 0,547 Valid
Angket 4 0,681 Valid
Angket 5 0,689 Valid
Angket 6 0,448 Tidak valid
Angket 7 0,658 Valid
Angket 8 0,721 Valid
Angket 9 0,773 Valid
Angket 10 0,786 Valid
Angket 11 0,613 Valid
Angket 12 0,619 Valid
Angket 13 0,792 Valid
Angket 14 0,813 Valid
Angket 15 0,677 Valid
Angket 16 0,555 Valid
Angket 17 0,586 Valid
Angket 18 0,540 Valid
Angket 19 0,599 Valid
Angket 20 0,752 Valid
Angket 21 0,650 Valid
Angket 22 0,385 Tidak valid
Angket 23 0,370 Tidak valid
Angket 24 0,537 Valid
Angket 25 0,624 Valid
Angket 26 0,672 Valid
Angket 27 0,525 Valid
Angket 28 0,578 Valid
Angket 29 0,110 Tidak valid
Angket 30 0,176 Tidak valid

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh perhitungan uji validitas

dengan data valid berjumlah 23 item karena rhitung > rtabel dan 7 item

lainnya tidak valid karena rgitung < rtabel dengan taraf signifikasi soal
62

sebesar 5% dan rtabel = 0,456. Lembar angket setelah divalidasi

terdapat pada lampiran 7 dan data lengkap validasi SPSS terdapat

pada lampiran 15.

2) Uji Reabilitas

Keseimbangan skor dalam instrumen penelitian pada individu

yang homogen, dan diberikan dalam selang waktu yang tidak sama

disebut dengan Reabilitas. Artinya hasil yang diperoleh dari intrumen

tersebut nantinya akan menunjukkan hasil yang terbilang sama

dimanapun dan kapanpun dalam memakainya (Muri,2017: 242).

Dalam penentuan tingkat reabilitas butir soal ditelusuri dengan

menggunakan rumusi Alpha iCronbach sebagai iberikut :


( )( )

Keterangan :

r = koefisisen reabilitas

n = banyak butir soal

= varian skor butir soal ke-i

= varian skor total

Perhitungan reabilitas untuk penelitian ini memakai bantuan

SPSS for windows version 22 untuk memepermudah penelitian

dalam uji reabilitas. Dengan tolak ukur untuk mengetahui tingkat

suatu keandalan intrumen yang ditentukan menggunakan kriteria

menurut Guilford (1956) dalam buku karunia dan mokhammad

sebagai berikut:
63

Tabel 3.12
Kriteria Koefisien Korelasi Reabilitas Instrumen
Koefisisen korelasi Korelasi Interpretasi Reabilitas
Sangat tinggi Sangat baik/ sangat tetap
Tinggi Baik /tetap
Sedang Cukup baik/cukup tetap
Rendah Buruk/tidak tetap
Sangat Sangat buruk sangat tidak
remdah tetap

Berikut ini cara menggunakan rumus uji reabilitas

mengaplikasikan software SPSS 22, yaitu :

1) Masukkan data jawaban intrumen angket /soal pada Microsoft

Excell

2) Buka aplikasi SPSS

3) Salin data jawaban yang terdapat di Excell berlaku juga skor

total dan tempel pada form data editor [Link] pilih

“Variable View”

4) Terlihat dalam kolom label, tulis pada label item-item angket

misalkan item X ke 1, item X ke 2 dan seterusnya termasuk total

X.

5) Plih menu “Analyze” – “Scale” – “Reliability Analysis”

6) Pilih semua banyak item instrumen angket/soal, tetapi “tidak

termasuk” total X, pindah ke kotak Items dengan memilih tanda

panah, selanjutnya pada menu model, klik “Alpha”, lalu klik

tanda “OK”.

7) Selanjutnya pilih “statistic Descriptive for” kemudian pilih

“scale if item delected”


64

8) selanjutnya “continue” lalu “OK” untuk mengakhiri proses

9) Dari proses tersebut akan terlihat halam baru yang menampilkan

hasil reabilitas dari data yang telah diolah

10) Hasil “Alpha Croanbach” dibandingkan dengan 0,29 berdasar

pada keputusan uji reabilitas diatas (Karunia dan Mokhammad,

2017: 208-210).

Uji reabilitas dilakukan terhadap lima soal post test dan 23 butir

angket motivasi belajar yang valid. Data lengkap reabilitas SPSS

terdapat pada lampiran 16. Beikut ini nilai uji perhitungan reabilitas

instrumen yaitu:

Tabel 3.13
Uji Reabilitas intrumen
Intrumen Cronbach’s Alpha N of item
Hasil Belajar (Post
0,788 5
Test)
Motivasi Siswa
0,937 23
(angket)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh perhitungan uji reliabel bahwa

nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha pada soal Post Test sebesar 0,788

maka instrumen soal Post Test dikatakan mempunyai reabilititas yang

baik. Sedangkan nilai reabilitas Cronbach’s Alpha pada angket sebesar

0,937 maka instrumen angket dikatakan mempunyai reabilitas yang

paling baik.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan suatu peristiwa yang sudah berlalu

(Arifin, : 82). Dokumentasi diperlukan karena memiliki nilai lebih dalam


65

pengungkapan terhadap sesuatu hal yang terjadi. Metode ini digunakan

untuk mengumpulkan data utama melalui dokumen-dokumen yang telah

tersedia. Data yang didapatkan melalui metode dokumentasi adalah berupa

hal yang tertulis yang bisa digunakan untuk memeprkuat hasil penelitian ini

adalah data nilai angket motivasi dan soal posttest pada kelas eksperimen

dan kontrol di kelas SMA Sultan Agung Kasiyan Timur.

D. Analisis Data

Langkah dalam kegiatan penelitian yang berguna untuk imenentukan

iketepatan idan kebenaran dari ihasil ipenelitian disebut analisis data. Data-

idata yang idihasilkan dalam ipenelitian selain dianalisis deskriptif juga

dianalisis secara inferensial.

1. Analisis Deskriptif

Menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah

iterkumpul merupakan salah satu kegunaan dari pengolahan dan analisis

data bentuk deskriptif. Sebagai bentuk jawaban dari rumusan masalah yang

pertama yaitu dengan menggunakan kelas interval, frekuensii, dan kategori.

Ada tiga kategori dalam penelitian ini yang pertama tinggi, kedua sedang,

dan ketiga rendah. Dalam mendeskripsikan data tentang motivasi belajar

penggunaan penilaian acuan absolut yaitu hukum yang ditetapan secara

mutlak oleh orang yang membuat instrumen pada setiap item serta

mempresentase pilihan yang terisyaratkan. Dengan rumus presentase

sebagai berikut:
66

keterangan:

p = angka presentase

f = frekuensi

n = jumlah responden (Jakni, 2016: 103)

jumlah item dalam angket motivasi belajar yaitu 23 pernyataan, untuk

skor tertinggi diperoleh adalah jumlah item dikalikan dengan skor tertinggi

yaitu dan skor terendah yaitu

Tabel 3.14
Tingkat Pencapaian Skor Motivasi Belajar
Tingkat pencapaian skor Kategori
85 – 115 Tinggi
54 – 84 Sedang
23 – 53 Rendah

Lalu sebagai jawaban dari rumusan imasalah yang ikedua yaitu

imenggunakan nilai iminimum, nilai imaksimum, nilai imean, idan standart

ideviasi.

a. Mean


̅

Keterangan :

̅ = rata-rata hitung

= nilai tengah data

= frekuensi data

∑ = jumlah frekuensi data


67

b. Standart deviasi

∑ ̅̅̅̅
√ , jika n >30

keterangan :

SD = Standart Deviasi

Xi = Data (nilai siswa)

∑ ̅̅̅ = jumlah data dikurangi rata – rata dan dikuadratkan

= banyak data (Jakni, 2016: 215)

Untuk memepermudah penelitian dalam uji statistik deskriptif maka

peneliti menggunakan bantuan SPSS for windows versi 22 untuk mencari

nilai minimum, maksimum, mean dan standart deviasi

2. Analisis Inferensial

Pengelolahan analisis data statistik inferensial dimaksudkan untuk

menganalisis data dengan membuat generalisasi pada data sampel agar

hasilnya dapat diberlakukan pada populasi. Analisis statistik inferensial

terbagi menjadi analisis statistik parametrik dan analisis statistik non

parametrik.

Penggunaan analisis statistik parametrik memerlukan terpenuhinya

beberapa asumsi seperti, asumsi sebaran data berdistribusi normal, varian

data homogen, sampel saling independen, asumsi linieritas, dan asumsi

keacakan. Jika asumsi-asumsi tersebut tidak terpenuhi maka ujia parametrik

tidak dapat digunakan karena akan menghasilkan kesimpulan yang tidak

valid. Pada kondisi inilah, analisis statistik non parametrik diperlukan

karena dalam analisis ini tidak menuntut terpenuhinya asumsi-asumsi


68

tersebut. Namun, jika asumsi-asumsi tersebut terpenuhi maka disarankan

menggunakan analisis statistik parametrik dikarenakan analisis tersebut

memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi daripada analisis statistik non

parametrik.

Seperti yang dikemukakan oleh Emory (1985) dalam buku penelitian

pendidikan matematika oleh Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan

Yudhanegara (2017: 242), bahwa “the parametric test are more powerful

are generally the tests of choice if their use assumptions are reasonably

met”. Kemudian, Phopham (1973) menyatakan, bahwa “... parametric

procedures are often markedly more power than their non parametric

counterparts”.

Analisis inferensial yang bertujuan untuk menguji hipotesis dengan

analisis dengan menggunakan uji-t, namun sebelum dilakukan uji-t terlebih

dahulu penuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas data

(Manggabarani, sugiartini, masri, 2016: 89-90).

a. Uji Normalitas

Dalam mengetahui apakah kelas ekperimen dan kelas kontrol

diberi perlakuan berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji

normalitas. Jika data tidak berdistribusi normal maka dalam hal

pengolahan data menggunakan uji non parametrik berupai Man-Whitney

U test namun jika data menyatakam normal maka tetap digunakan uji

parametrik berupa uji t (Aulian, 2018: 52)

Berikut ini tahap-tahap pengujian normalitas data yaitu:


69

1) Merangkai rumusan hipotesis

H0 = data berditribusi normal

H1 = data tidak berdistribusi normal

2) Pengujian normalitas menggunakan uji kolmogorov – smirnov (K

– S) adapun langkah-langkah sebagai berikut:

a) Menentukan nilai terbesar dan terkecil

b) Menentukan rentangan

c) Menentukan jumlah banyak kelas (BK)

BK = (Rumus Sturgess)

d) Menetukan panjang kelas (i)

e) Menetukan rata-irata ( ̅ )


̅

f) Menentukan isimpangan ibaku :


g) Merangkai tabel frekuensi

h) Memilih | | yang terbesar

Peneliti menggunakan SPSS for windows Versi 22 untuk

mempermudah uji normalitas dalam penelitian. Dengan langkah-

langkah sebagai berikut :

1) Masukkan data pada dat set, pada variabel view


70

2) Pada menu utama SPSS, pilih menu Analyze Descriptive Statistics

Explore..

3) Masukkan data pada kotak Dependen list dengan meng-klik tanda

panah

4) Kemudian plot dan cheklist Normality Plots with test pada Explore

Plots, lalu klik Continue. Untuk memperoleh output nilai statistic

beserta plots pilih Both pada Display

5) Klik OK, maka akan muncul lembaran baru berisi output

b. Uji Homogenitas

Dalam membuktikan suatu data dasar yang akan diolah maka

sangat diperlukan uji homogenitas untuk membuktikan data tersebut

homogen atau tidak, segala sesuatu yang dibuktikan akan

menunjukkan hasil yang sesungguhnya, dengan tidak melibatkan

pengaruh oleh variasi yang terkandung dalam data yang akan

diproses. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan

uji homogenitas untuk mengetahui ada tidaknya varian yang sama

dalam kelas kontrol dan eksperimen saat dikenai perlakuan. kriteria

pengujian homogenitas, jika Fhitung < Ftabel maka varian kelas kontrol

dan ekperimen bersifat homogen. Apabila dua varian kelompok

homogen dilanjutkan dengan penggunaan uji t. Uji f merupakan uji

statistik dalam uji homogentitas. Uji f merupakan uji statistik dalam

uji homogentitas. Berikut ini rumus nya:


71

c. Uji t (t-test)

Penggunaan Independent sample t-test untuk menguji

signifikansi beda rata-rata dua kelompok yang memiliki perlakuan

yang berbeda. Tes ini juga digunakan untuk menguji pengaruh yang

diberikan variabel independent terhadap variabel dependent. Berikut

ini langkah menguji dengan menggunakan uji t secara manual:

1) Menentukan nilai uji statistik

 Rumus independent sample t test

Sgabungan = √

Keterangan:

= Banyaknya siswa data kelompok 1

= Banyaknya siswa data kelompok 2

= Variansi data kelompok 1

= Variansi data kelompok 2

 Menentukan t hitung(homogen), dengan rumus:


̅̅̅̅ ̅̅̅̅
thitung =

keterangan:

̅̅̅ = rata-rata data kelompok 1

̅̅̅ = rata-rata data kelompok 2

= nilai deviasi standart gabungan

 Menentukan derajat kebebasan (dk), dengan rumus:


72

dk =

Dengan taraf signifikan α = 0,05

2) Menentukan nilai kritis (varian homogen)

keterangan :

= taraf signifikansi (5%)

dk = derajat kebebasan

3) Menentukan kriteria pengujian hipotesis

4) Memberikan kesimpulan

Dalam mempermudah penelitian penggunaan SPSS for

windows versi 22. Dengan langkah seperti berikut ini:

1) Letakkan data pada “Data Set” pada SPSS

2) Mengisi “Variabel view” sesuai data yang tersedia

3) Dalam menu utama yang terletak diatas halaman pilih yang

bertuliskan Analyze Compare Means Independent-Sampel

T test ...

4) Pindahkan data skor pada kolom test variable lalu untuk data

grup letakkan pada kolom grouping variable, memindahkan

cukup dengan mengklik tanda panah

5) Setelah memindahkan, dilanjutkan dengan memilih Define

Group

6) Terakhir, Klik OK muncul lembar baru berisi output uji T.


BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian

SMA Sultan Agung Kasiyan timur didirikan pada tanggal 14 mei 1979

oleh Almarhum K.H Abdullah Yaqin pengasuh Pondok Pesantren Bustanul

Ulum Mlokorejo diatas tanah seluas 3552 m2. Alamat SMA Sultan Agung

berda di Jl. Moch Sroedji 16. Kasiyan timur, Kecamatan Puger,terletak

km disebelah selatan kota Jember.

Pada masa jabatan Drs. Zainul Musthofa pada tahun 1986 – 1988 SMA

Sultan Agung mengalami perkembangan yang baik. Terlebih berkembangnya

SMA Sultan Agung dikarenakan pengaruh perkembangan zaman dan

kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi para putra-putrinya.

Asal daerah siswa tidak hanya berasal dari kasiyan timur saja melainkan dari

desa atau kecamatan lain sudah mulai berminat menimba ilmu di SMA Sultan

Agung.

Saat ini, SMA Sultan Agung dipimpin oleh Drs. Kholiq, M. Pd. I. Dalam

kurun waktu yang tidak lama SMA Sultan Agung semakin maju dan sukses

dengan berbagai prestasi-prestasi yang didapat baik akademik maupun non

akademik. Adapun visi SMA Sultan Agung yaitu membentuk generasi

berakhlakul karimah, berprestasi dan berbudaaya islami. Sedangkan misi SMA

Sultan Agung yaitu meningkatkan kreatifitas dalam pembelajaran, berperilaku

karimah, melengkapi sarana prasarana pembelajaran, membiasakan ritualitas

keagamaan dan kehidupan sehari-hari

73
74

Jumlah guru di SMA Sultan Agung sebanyak 25 orang dan kepala

sekolahnya yaitu Drs. Kholiq, M. Pd. I. Sekolah ini memiliki saranaprasarana

yang cukup diantaranya adalah laboratorium komputer, perpustakaan

laboratorium IPA, ruang guru, ruang kepala sekolah, koperasi, ruang osis,

ruang TU, ruang UKS, dan ruang kelas.

B. Penyajian Data

Pada penyajian data ini menjelaskan bahwa mendapatkan data dari soal

post test dan angket yang disebar pada setiap responden serta angke observasi.

Pada saat pembelajaran, guru menerapkan model pembelajaran Blended

Learning pada kelas eksperimen, sedangkan penggunaa imodel pembelajaran

konvensional dilaksanakan di kelas kontrol. Model pembelajaran Blended

Learning merupakan imodel ipembelajaran yang membaurkan pembelajaran

online berbasis teknologi dengan pembelajaran konvensional. Model

pembelajaran memiliki 5 tahap pelaksanaan yaitu pembelajaran secara face to

face, pembelajaran mandiri, forum pembelajaran berbasis online , menyajikan

informasi dan melakukan penilaian.

Selama proses pembelajaran berlangsung telah diamati oleh observer

guna memperkuat dalam hasil-hasil data-data penelitian, sehingga data yang

diperoleh bersifat objektif. Berikut adalah hasil perhitungan lembar observasi

kelas eksperimen dengan penggunaan model pembelajaran blended learning.


75

Tabel 4.1
Hasil Data Observasi Kelas Eksperimen

Pertemuan ke - i
Tahap pembelajaran
1 2 3
Tahap Pendahuluan
Guru menyiapkan peserta didik secara psikis untuk
1 1 1
mengikuti proses pembelajaran
Guru melakukan kegiatan apersepsi (menyajikan
pengetahuan-pengetahuan sebelumnya dengan materi 0 1 1
yang akan dipelajari)
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan
1 0 1
kompetensi dasar yang akan dicapai
Kegiatan inti
Seeking of Information
Guru melibatkan peserta didik mencari informasi
yang luas dan dalam tentang topik/temamateri yang
akan dipelajari dari berbagai sumber yang telah guru 1 1 1
siapkan dalam aplikasi google classroom secara
online atau offline
Guru menggunakan sumber belajar dengan tepat 1 1 1
Guru menfasilitasi siswa dengan berbagai jenis
1 1 1
sumber belajar
Acquition of information
Guru menfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta
didik serta antara peserta didik dengan guru,
1 1 1
lingkungan, dan symber belajar secara offline
ataupun online melalui google classroom
Guru melibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan
1 1 1
pembelajaran
Synthesizing of knowledge
Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan
dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah 1 1 1
terhadap keberhasilan peserta didik
Guru menfasilitasi peserta didik melakukan refleksi
untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah 0 0 1
dilakukan
Guru berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator
dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang 1 1 1
menghadapi kesulitan
Guru membantu menyelesaikan masalah 1 1 1
Kegiatan Penutup
Guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau
1 0 1
sendiri membuat rangkuman atau simpulan pelajaran
Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan 1 0 1
76

hasil pembelajaran
Guru memberikan tugas untuk diselesaikan di rumah 0 1 1
Guru memberikan motivasi kepada peserta didik 1 0 1
Komponen umum
Sajian isi materi pembelajaran terorganisasi dengan
1 1 1
tepat
Antusias siswa 0 1 1
Melaksanakan pembelajaran secara runtut dan/atau
mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang 0 1 1
direncanakan
Menggunakan bahasa yang santun, komunikaif, baik
1 1 1
dan benar

Pemberian soal post test dan angket setelah perlakuan dilakukan dengan

model Blended Learning. Penggunaan intrumen isoal post test dan iangket

pada penelitian ini terdiri dari idata hasil belajar melalui tes kognitif sebanyaki

5 soali uraian dan 23 butir soal angket yang keduanya sama-sama telah

divaliditaskan. Adapun salah satu pengerjaan yang dilakukan peserta didik

berupa hasil iangket motivasii belajar kelas eksperimen dan kontroli terdapat

dilampiran 11.

Tabel 4.2
Hasil angket motivasi belajar matematika kelas eksperimen dan kelas
kontrol
No Siswa kelas Hasil No Siswa kelas Hasil
eksperimen Angket kontrol Angket
1 Abdur Rifqi Hanani 85 1 Abdur Rohim 92
Achmad Wadid
2 97 2 Abdur Rohman 80
Musthofa
Ahmad Haikal Al-
3 83 3 Afisa Adonia 70
Hafsi
Ahmad Farhan
4 Avika Azzahra 90 4 90
Muyassir
Belinda Salsabila Ahmad Hamzah
5 100 5 85
Nadifa Khoirul Amri
6 Ikrima Khumairoh 85 6 Alfiya Az-Zahra 76
Amanda
7 Intan Masruroh 82 7 76
Muslimatul Zannah
77

No Siswa kelas Hasil No Siswa kelas Hasil


eksperimen Angket kontrol Angket
Moch. Rizki Affan Dwi Safiratus
8 92 8 82
Aditya Zahro
Muhammad Aidil Farnas Esa Zerina
9 76 9 69
Fadlan Bahri
Fauziatul
Muhammad Angga
10 78 10 Mukarromah Subur 93
Aditya Saputra
Putri
Muhammad Diva Febri Maulana
11 85 11 86
Candra Irawan Aditiya
Muhammad Ilyas Hamidah Himami
12 77 12 76
Ramadhani Hafsawati
Muhammad Nasril Khanza Zalfa
13 81 13 71
Saari Azzahira
14 Nayla Eka Nur Husnia 87 14 M. Afan Malik 78
M. Alvan Evandy
15 Rafi Dulian Alfino 73 15 85
Ardyansyah
Raudhotul Minriyatil Moch Bagus
16 78 16 65
Jannah Maulana Zarvan
Mochammad
17 Razbaim El Azzam 81 17 Angga Aditia 79
Muhtar
Muhammad Farel
18 Robiah Shidqiya 78 18 73
Ardiansyah
Safinah Lailatus Muhammad Suryo
19 84 19 81
Saadah Jibril
Muhammad Zidan
20 Safira Puja Yana 77 20 76
Athoillah
21 Saiful Rohman 78 21 Qorina Afdalia 76
22 Siti Nurazizatun Niza 80 22 Rafli Fariansyah 78
Syafa Nacha Al
23 Suci Rahmawati 81 23 81
Khumairoh
24 Yoga Maulana 83
Zaskia Putri
25 60
Apriliani

Setelah angket motivasi selesai dikerjakan, selanjutnya pemberin soal

post test dikelas ekperimen dan kontrol berupa soal yang terdirii dari 5 butiri

isoal iuraian. Berikut ini adalah hasil ipost test siswa kelasi eksperimen dan

kontrol yang telah idikerjakan oleh salah satu peserta didik kelas ieksperimen
78

dan kontrol hasil belajar yag diperoleh dengan memberikan hasil posttest yang

terdapat dilampiran 18.

Tabel 4.3
Hasil Post Test Kelas Eksperimen Dan Kontrol
No Siswa kelas Hasil No Siswa kelas kontrol Hasil
eksperimen post post
test test
1 Abdur Rifqi Hanani 80 1 Abdur Rohim 30
Achmad Wadid
2 65 2 Abdur Rohman 65
Musthofa
3 Ahmad Haikal Al-Hafsi 30 3 Afisa Adonia 65
Ahmad Farhan
4 Avika Azzahra 90 4 60
Muyassir
Belinda Salsabila Ahmad Hamzah
5 75 5 50
Nadifa Khoirul Amri
6 Ikrima Khumairoh 75 6 Alfiya Az-Zahra 55
Amanda Muslimatul
7 Intan Masruroh 55 7 55
Zannah
Moch. Rizki Affan
8 45 8 Dwi Safiratus Zahro 55
Aditya
Muhammad Aidil Farnas Esa Zerina
9 85 9 65
Fadlan Bahri
Fauziatul
Muhammad Angga
10 55 10 Mukarromah Subur 25
Aditya Saputra
Putri
Muhammad Diva Febri Maulana
11 45 11 50
Candra Irawan Aditiya
Muhammad Ilyas Hamidah Himami
12 45 12 15
Ramadhani Hafsawati
Muhammad Nasril Khanza Zalfa
13 60 13 50
Saari Azzahira
14 Nayla Eka Nur Husnia 25 14 M. Afan Malik 35
M. Alvan Evandy
15 Rafi Dulian Alfino 60 15 35
Ardyansyah
Raudhotul Minriyatil Moch Bagus
16 35 16 45
Jannah Maulana Zarvan
Mochammad Angga
17 Razbaim El Azzam 75 17 75
Aditia Muhtar
Muhammad Farel
18 Robiah Shidqiya 65 18 35
Ardiansyah
Muhammad Suryo
19 Safinah Lailatus Saadah 65 19 45
Jibril
79

No Siswa kelas Hasil No Siswa kelas kontrol Hasil


eksperimen post post
test test
Muhammad Zidan
20 Safira Puja Yana 65 20 65
Athoillah
21 Saiful Rohman 60 21 Qorina Afdalia 65
22 Siti Nurazizatun Niza 70 22 Rafli Fariansyah 80
Syafa Nacha Al
23 Suci Rahmawati 75 23 20
Khumairoh
24 Yoga Maulana 55
Zaskia Putri
25 35
Apriliani
Rata-rata 60,87 Rata-rata 49,87

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis

1. Analisis Deskriptif

informasi atau data yang telah terkumpul dipaparkan dan

digambarkan secara umum yaituu sampel yang valid, nilai iminimal, nilai

imaksimal, rata-ratai nilai dan standar ideviasi baik kelas eksperimeni

maupun ikelas kontrol. Berikut iini uraian dari hal diatas:

a. Data Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas Eksperimen Dan

Kontrol

Adapun hasil data motivasi belajar pada mata pelajaran

matematika siswa kelas ekperimen isetelah diberikan iperlakuan

sebagai berikut:

Tabel 4.4
Motivasi Belajar Kelas Eksperimen
Kategori Jumlah Presentase
Tinggi 8 34,78 %
Sedang 15 65,22 %
Rendah 0 0%
80

Dari tabel diatas didapatkan pada motivasi ibelajar kategori tinggi

berjumlahi 8 siswai dengan angka persentase 34,78 %, lalu untuk

motivasi belajar pada kategori sedang terlihat isebanyak 15 isiswa

dengan angka ipersentase i65,22 %, dan sebanyak 0% isiswa kategori

rendah dalam motivasi belajar, selanjutnya tabel hasil motivasi belajar

pada mata pelajaran matematika di ikelas kontrol yang tidak diberikan

perlakuan:

Tabel 4.5
Motivasi belajar kelas kontrol
Kategori Jumlah Presentase
Tinggi 6 24 %
Sedang 19 76 %
Rendah 0 0%

Dari tabel diatas didapat siswa dengan motivasi belajar dengan

kategori tinggi sebanyak 6 orang dengan angka persentase 24 %, untuk

siswa dengan motivasi belajar kategori sedang terdapat 19 siswa dengan

angka persentase 76 %, dan 0% untuk persentase kategori rendah pada

motivasi belajar atau dapat dikatakan tidak ada siswa yang berkatagori

rendah

b. Data Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Eksperimen Dan Kontrol

Adapun perolehan data hasil belajar mata pelajaran matematika

kelas eksperimen setelah diajarkan dengan menerapkan model

pembelajaran iBlended iLearning dan kelas kontrol setelah

imenggunakan ipembelajaran ikonvensional sebagai berikut :


81

Tabel 4.6
Hasil Belajar Kelas Eksperimen Dan Kontrol
Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Kelas
25 90 60,87 17,116
Eksperimen
Kelas Kontrol 15 80 49,57 16,998

Berdasarkan tabel diatas, kelas eksperimen diperoleh bahwa

jumlah sampel yang valid sebanyak 23 siswa dengan nilai minimum

adalah 25, nilai maksimum adalah 90, nilai mean adalah 60,87 dan

standar deviasi (simpangan baku) adalah 17,166. Adapun untuk kelas

kontrol diperoleh bahwa total sampel yang valid berjumlah 25 siswa,

nilai minimal adalah 15, nilai maksimum adalah 80 dan nilai mean

(rata-rata) adalah 49,57 dan standart deviasinya (simpangan baku)

adalah 16,998

2. Analisis Inferensial

Berdasarkan penjelasan pada bab tiga mengenai metode penelitian

terdapat persyaratan analisis berupa uji prasarat terhadap data yang

diperoleh hasil penelitian sebelum idilakukan uji ihipotesis. Berikut ini uji

iprasyarat iyang diperlukan:

a. Uji Normalitas

Prasyarat iyang pertama iyaitu uji normalitas iyang digunakan

untuk imengetahui apakah normal tidaknya suatu data. Dikatakan

iberdistribusi normal jika bertaraf signifikan 0,05 sedangkani jika

taraf menunjukkan < 0,05 maka data dapat disimpulkan tidak dapat
82

berdistribusi normal. Hasil perhitungan pengujian normalitasi dengan

menggunakani SPSS fori windows iversi 22 sebagai berikut:

1) Uji Normalitas Motivasi Belajar

Berikut ini hasil pengujian normalitas angket motivasi belajar

yaitu :

Tabel 4.7
Uji Normalitas Motivasi Belajar
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
angket_eksperi
men angket_kontrol

N 23 25
a,b
Normal Parameters Mean 82,96 78,44
Std. Deviation 6,698 7,953
Most Extreme Absolute ,163 ,140
Differences Positive ,163 ,060
Negative -,106 -,140
Test Statistic ,163 ,140
c c,d
Asymp. Sig. (2-tailed) ,117 ,200
berdasarkan itabel di iatas, hasil uji normalitasi menggunakani

kolmogorov-Smirnov pada idata hasil angket motivasi belajari kelas

eksperimen dan ikontrol yaitu 0,117 > 0,05i dan 0,200 > i0,05.

Dengan demikian, dapatdisimpulkan ternyata data motivasii belajar

mata pelajaran matematikai ipada kelas eksperimen dan ikontrol

tersebut berdistribusi normal.

2) Uji Normalitas Hasil Belajar

Berikut ini hasil proses uji normalitas posttest di kelas

eksperimen dan kontrol yaitu:


83

Tabel 4.8
Uji normalitas hasil belajar
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
posttest kelas posttest kelas
eksperimen kontrol
N 23 25
Normal Mean 60,87 49,20
Param Std. Deviation
a,b 17,166 16,998
eters
Most Absolute ,132 ,119
Extrem Positive ,083 ,118
e Negative
Differe -,132 -,119
nces
Test Statistic ,132 ,119
c,d c,d
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200 ,200

Menurut tabel diatas, dihasilkan proses uji normalitas

menggunakan kolsomogorov-Smirnov yaitu data hasil uji posttest

pada kelas ieksperimen dan ikontrol dengan taraf sig sebesar 0,200

0,05 dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar

kelas ieksperimen dan kontroli tersebut berdistribusi inormal..

b. Uji Homogenitas

Dalam pengujian homogen ini digunakan untuk melihar apakah

data memiliki varian yang berbeda atau tidak. Varian data dikatakn

homogen apabila memiliki taraf signifikan > 0,05, namun jika bertaraf

signifikannya < 0,05 jadi varian data dapat dikatakan tidak sama atau

homogen. Berikut ini hasil perhitungan uji homogenitas yaitu:

1) Uji Homogenitas Motivasi Belajar

Adapun hasil pengujian homogenitas motivasi dalam belajari kelas

ieksperimen dan kelasi kontrol sebagai iberikut:


84

Tabel 4.9
Uji Homogenitas Motivasi Belajar
Test of Homogeneity of Variances
angket
Levene Statistic df1 df2 Sig.
,528 1 46 ,471

menurut hasil tabel yang tertera diatas dijelaskan bahwa

perhitungan iuji homogenitas menggunakan uji Levene yaitui dengan

taraf siginifikannya 0,471 > i0,05, dengan demikian, dapat

disimpulkan bahwa data angket motivasi belajar matematika kelas

eksperimen dan kontrol tersebut dikatakan sama atau homogen.

2) Uji Homogenitas Hasil Belajar

hasili ujii homogenitasi pada idata posttest yaitu terdapat pada tabel

dibawah ini:

Tabel 4.10
Uji Homogenitas Hasil Belajar
Test of Homogeneity of Variances
posttets
Levene Statistic df1 df2 Sig.

,012 1 46 ,912

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa taraf siginifikan

pada data posttest kelas eksperimen dan kontrol yaitu 0,912 > 0,05.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa data post test kelas eksperimen

dan kelas kontrol tersebut dikatakan homogen.

c. Uji t

Hal selanjutnya yang harus dilakukan setelah data dikatakan

berdistribusi normal dan homogen yaitu melanjutkan dengan proses uji

analisis berupa uji t. Uji ini dilakukan dalam mengambil keputusan


85

diterima atau tidak dalam hipotesis yang telah dirangkai. Hipotesis yang

akan diuji sebagai berikut:

H01 : Tidak ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning

terhadap motivasi belajar matematik siswa kelas X di SMA

Sultan Agung Kasiyan Timur.

H02 : Tidak ada pengaruh model ipembelajaran iBlended Learning

iterhadap hasil belajar matematikaisiswa kelas X di SMA Sultan

Agung Kasiyan Timur.

Ha1 : Ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap

motivasi belajar matematika siswa kelas X di SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur.

Ha2 : Ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap

hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Sultan Agung

Kasiyan Timur.

Setelah dilakukan proses uji t maka akan muncul output atau hasil

proses tersebut yaitu :

1) Uji T Motivasi Belajar Siswa

Proses uji t yang dilakukan pada variabel motivasi belajar. Berikut

ini output SPSS dalam proses Uji t:

Tabel 4.11
Uji T motivasi belajar
Kelas signifikan
Eksperimen
Kontrol 2,118 2,013 0,05
86

Dari tabel diatas, diperoleh perhitungan uji t adalah

2,118. Untuk dengan degree of freedom (df) yaitu df

dan taraf signifikan sebesar 5% yaitu maka

dapat disimpulkan bahwa yaitu dan

dengan artian bahwa mengalami penolakan dan diterima. Hal

ini sebagai jawaban dari hipotesis pertama..

Hasil yang menunjukkan bahwa diterima dengan demikian

ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini dapat menguji akan

kebenaran hipotesis yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara

motivasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model

pembelajaran Blended Learning dengan model pembelajaran

konvensional. Dari paparan diatas dijelaskan bahwa motivasi belajar

kelas eksperimen lebih baik dari pada motivasi pada kelas kontrol.

Adapun data lengkap SPSS terdapat pada lampiran 17.

2) Uji t hasil belajar

Setelah proses uji t dilakukan maka kan dihasilkan data hasil

belajar sebagai berikut:

Tabel 4.12
Uji t hasil belajar
Kelas signifikan
Eksperimen
Kontrol 2,365 2,013 0,05

Dari tabel 4.12, pada nilai post test hasil belajar siswa tampak

bahwa yaitu dengan taraf siginifikan


87

5% dapat dikatakan hipotesis nol ( ditolak dan hipotesis alternatif

( ) diterima. Perhitungan menggunakan aplikasi Microsoft

Exel dengan=TINV (probability,deg_freedom), maka kesimpulannya

terdapat iperbedaan siginifikan iantara perolehan hasili belajar iyang

diajarkan menggunakan imodel pembelajaran iBlended Learning

ipada kelas ieksperimen dengan model pembelajaran konvensionali

pada kelas ikontrol. Adapun data SPSS lengkap mengenai hal

tersebut terdapat pada lampiran 17.

D. Pembahasan

1. Motivasi Belajar Matematika Siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan

Timur

Motivasi belajar pada kelas eksperimen diperoleh data dengan

menggunakan angket yang terdiri dari 23 item pernyataan. Hasil angket

tersebut didapatkan bahwa motivasi belajar tinggi sebanyak 8 siswa dengan

perolehan persentase 34,78%, motivasi belajar kategori sedang berjumlah

15 siswa dengan angka persentase mencapai 65,22%, sedangkan untuk

motivasii belajar kategori rendah sebanyak 0 siswa dengan persentase 0%.

Berdasarkan representasi grafis dari distribusi frekuensi motivasi belajar

kelas eksperimen dapat ditunjukkan pada diagram 4.1 berikut:


88

Gambar 4.1
Diagram Batang Motivasi Belajar Kelas Eksperimen

kelas eksperimen
16
14
12
10
8
6
4
2
0
23-53 54-84 85-115

Motivasi belajar siswa pada kelas kontrol didapatkan perolehan data

angket yang terdiri dari 23 butir pernyataan. Untuk hasil angket tersebut

didapat motivasi belajar dengan kategori tinggi dengan jumlah siswa 6

dengan angka persentase 24%, motivasi belajar dengan kategori sedang

berjumlah 19 siswa dengan banyak persentase mencapai 76%, sedangkan

untuk motivasi belajar pada kategori rendah sebanyak 0 siswa dengan angka

persentase 0%. Berdasarkan representasu grafis pada distribusi frekuensi

motivasi belajar kelas kontrol dapat ditunjukkan dalam diagram 4.2 berikut:

Gambar 4.2
Diagram Batang Motivasi Belajar Kelas Kontrol

kelas kontrol
20

15

10

0
23-53 54-84 85-115
89

2. Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan

Timur

Perolehan nilai dari hasil belajar matematika siswa pada kelas

ekspeimen diperoleh melalui tes berbentuk uraian berjumlah lima butir soal.

Hasil tes tersebut didapatkan nilai maksimum 90, sedangkan nilai minimum

sebesar 25. Berdasarkan perhitungan diperoleh simpangan baku 17,116 dan

rata-ratanya didapatkan sebesar 60,87 berdasarkan grafik ditribusi frekuensi

hasil belajar kelas eksperimen dapat ditunjukkan dalam diagram batang

berikut:

Gambar 4.3
Diagram Batang Hasil Belajar Kelas Eksperimen

Perolehan hasil belajar siswa pada kelas kontrol diperoleh data

melalui tes berbentuk uraian yang berjumlah lima butir soal. Hasil tes

tersebut dihasilkan dengan nilai maksimal sebesar 80, sedangkan nilai

minimal sebesar 15. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai simpangan

baku yaitu sebesar 16,998 dan rata-ratanya sebesar 49,57. Berdasarkan


90

grafik distribusi frekuensi hasil belajar pada kelas kontrol dapat ditunjukkan

dalam diagram batang dibawah ini:

Gambar 4.4
Diagram Batang Hasil Belajar Kelas Kontrol

3. Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi

Belajar

Hasil dari angket yang telah dikerjakan oleh siswa dikelas eksperimen

dan kelas kontrol diuji normalitas dan homogenitasnya. Kedua uji tersebut

merupakan uji prasyarat terlaksananya uji hipotesis berupa uji t dan

berfungsi untuk menunjukkan bahwa data angket berdistribusi normal dan

homogen. Berdasarkan perhitungan uji t yang dilakukan setelah

terpenuhinya uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data

angket pada kelasi eksperimen dan kontrol diperoleh sebesar 2,118.

Setelah diketahui maka bandingkan dengan besar sebesar

2,013 dengan degree of freedom (df) yaitu dan taraf signifikan

sebesar 5%. Sehingga dapat diketahui bahwa yaitu


91

artinya H0i ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, maka dapati

disimpulkan iada perbedaani yang isiginifikan iantara motivasi belajar yang

diajarkan menggunakan model pembelajaran blended learning dengan

model pembelajaran konvensional. Adanya perbedaan tersebut

menunjukkani bahwa adai pengaruh modeli pembelajaran blendedi learning

iterhadapi motivasi ibelajar isiswa.

Hasil Ipenelitian ini sejalan dengan penelitian Iyang dilakukan oleh A.

Farihah Manggabarani, Dkk dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh

model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar

siswa kelas X SMA Negeri Pitumpanua Kab. Wajo (studi pada materi

pokok sistem periodik unsur) menyimpulkan bahwa adanya pengaruh model

pembelajaran blended learning terlihat dari perbedaan yang jelas dari skor

rata-rata motivasi siswa dalam kategori baik sedangkan motivasi siswa

dikelas kontrol lebih dominan kategori cukup. Hal tersebut menunjukkan

bahwa motivasi siswa pada kelas kontrol lebih rendah dibandingkan dengan

kelas eksperimen.

4. Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar

Siswa

Hasil dari posttest pada kelas Ieksperimen dan kelas Ikontrol di uji

terlebih Idahulu menggunakan uji normalitasi dan homogenitasi guna

melengkapi syarat dari terlaksananya uji ihipotesis berupa uji it dan

mengetahui data tersebut berdistribusi normal dan homogen atau tidak.

Didapatkan bahwa idata posttest berdistribusii normal dan homogen


92

isehingga dapati dilaksanakan uji hipotesis berupa uji it. Berdasarkan

perhitungan iuji t, data posttest kelas eksperimen dan kontrol diperoleh

sebesar 2,365 selanjutnya dibanding dengan sebesar

2,013 dengan degree of freedom (df) yaitu dan taraf signifikan

sebesar 5%, sehinggai dapat diketahui bahwa yaitu

artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, maka

dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar

matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran

blended learning dengan model pembelajaran konvensional. Adanya

perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran

blended learning terhadap hasil belajari siswa.

Menurut penelitian Siti Alfi Syahrin pada tahun 2015 yang berjudul

“pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar mata

pelajaran IPS siswa kelas 8 di SMPN 37 Jakarta” menyimpulkan bahwa

adanya pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil

belajar IPS kelas VIII di SMPN 37 Jakarta. Hal ini terlihat pada rata-rata

nilai hasil belajar IPS model pembelajaran blended learning lebih tinggi

daripada nilai hasil belajar IPS model pembelajaran konvensional

disebabkan adanya model pembelajaran blended learning pada kelas

ekperimen yang dapat memotivasi untuk lebih bersemangat dalam belajar

sehingga hasil belajar siswa lebih baik. Hal yang mendukung Selain itu

yaitu penelitian yang dilakukan Anigra Ridho (2019) yang berjudul

“pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar


93

biologi siswa kelas XI SMAN 1 Sungai Tarab” dapat disimpulkan bahwa

berdasarkan deskriptif dan analisi data tes didapatkan bahwa hasil belajar

biologi siswa kelas eksperimen lebih baik dari hasil belajar biologi siswa

kelas kontrol. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen lebih

tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol. Banyak siswa yang mendapatkan

nilai tuntas dikelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Disebabkan

adanya perlakuan yang diberikan pada kelas ekperimen yang dapat

mendorong rasa ingin tahu dan lebih aktif dalam mengemukakan pendapat

mereka sehingga hasil yang siswa dapat lebih baik.

Penelitian di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

peneliti yaitu dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata

kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Serta banyak siswa di kelas

eksperimen yang mendapat nilai tuntas dibandingkan dengan kelas kontrol.

Beberapa uraian idiatas dapat idisimpulkan bahwai model

ipembelajaran blendedi learning iyang mengandalkan teknologi idalam

pembelajaran idapat berpengaruh terhadap imotivasi belajar isiswa menjadi

ibaik, karena modeli ini merupakani modeli dengan penggunaan teknologi

dalami pengelolaan bahan ajar dan proses pembelajaran. Seorang guru yang

memiliki konsep kemudian dipadukan dengan materi ajar dan teknologi

membuat siswa ilebih aktif iuntuk imemahami, mengetahui dani mengerti

akan materii yang dipelajarii sehingga pembelajaran lebih menyenangkan

dan dapat meningkatkan imotivasi dalami diri siswa untuki belajar sehinggai

hasil belajarpuni akan meningkat.


94

Peneliti juga menggunakan lembar observasi dalam mengokohkan

data. Lembar observasi ini diambil pada saat proses pembelajaran

berlangsung pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam lembar

observasi terdapat beberapa komponen yaitu kegiatan pendahuluan,

kegiatan inti (seeking of information, acquition of information, dan

synthesizing of knowledge), kegiatan penutup dan komponen umum.

Berdasarkan ihasil observasi yang idilakukan oleh guru matai

pelajaran Matematika di SMAi Sultan Agung Kasiyan Timur terhadap

peneliti menunjukkani bahwa iaspek yang idinilai sudah isesuai idengan

langkah-langkah dan rencanai pembelajarani yang dibuat ipeneliti. Dalam

observasi yang dilakukan dikelas eksperimen tersebut menghasilkan data

diantaranya terlihat pada tahap pendahuluan pada pertemuan pertama , guru

dapat mengondisikan siswa dengan baik tetapi apersepsi idengan

mengaitkani suatu pengetahuan dengani materi yangi akan idipelajari belum

dilakukan kemudian untuk penyampaian tujuan pembelajaran dan

kompetensi dasar disampaikan dengan jelas. Pertemuan kedua, guru sudah

mulai melakukan apersepsi dan mampu mengondisikan siswa dengan baik

namun pada saat pembelajaran belum tersampaikan tujua pembelajaran dan

kompetensi dasar. Pada pertemuan ketiga ini, guru mengevaluasi hal apa

yang belum dilaksanakani pada pertemuan sebelumnya sehingga pada

pertemuan ketiga ini pada tahap pendahuluan semua dilaksanakan dengan

baik.
95

Pada tahap kegiatan inti yaitu yang pertama seeking of information

nampak pada pertemuan pertama hingga ketiga guru melaksanakan semua

bagian dalam seeking of information yaitu guru meminta pesertai didik

untuk mencari iinformasi imengenai imateri fungsi komposisi yang telah

guru kirim melaluii google classroom dan mencari sumber lain untuk

penguatan materi. Sementara siswa menyimak penjelasan guru dan

melakukan apa yang diperintah oleh guru. Guru menyajikan materi idengan

baik dan imemberikan layanani kepada siswai secara maksimal dengan

imembimbing siswa melakukan eksplorasi secara iberkeliling. Siswa

berpartisipasi dengan aktif dalam pembelajaran. Hampir itidak ada siswa

iyang diam atau imelakukani kegiatan lain saat pembelajaran iberlangsung.

Namun pada pertemuan pertama dan kedua penyajian materi kurang

maksimal dan terlalu cepat dan guru kurang memberikan banyak icontoh.

Yang kedua acquition of information guru menfasilitasi siswa yang ingin

bertanya melalui google classroom dan akan dijawab melalui lisan atau

ditulis dalam kolom pada google classroom sebagai catatan jawaban.

Beberapa siswa masih malu-malu untuk maju kedepan untuk mengerjakan

beberapa soal yang ada pada materi di google classroom. Guru meminta

masing-masing siswa untuk mengirimkan hasil jawaban soal pada google

classroom. yang ketiga synthesizing of knowledge pada pertemuan pertama

guru memberikan penguatan dalam bentuk lisan dan guru membantu

menyelesaikan masalah bersama-sama siswa dalam soal yang telah mereka

kerjakan, namun tidak merefleksikan apa yang telah mereka dapatkan


96

selama pembelajaran berlangsung dikarenakan lengahnya guru tidak

memperhatikan alokasi waktu yang ditetapkan. Pada pertemuan kedua guru

tidak melaksanakan refleksi pada materi dan memberikan umpan positif

berupa isyarat lisan dan [Link] siswa terlihat bertanya dan guru

dapat menyelesaikan permasalahan yang dipertanyakan oleh siswa.

Pertemuan ketiga, belajar dari pengalaman sebelumnya akhirnya guru dapat

melaksanakan hal-hal tersebut dengan baik.

Pada tahap penutup, pertemuan pertama, guru ibersama-sama isiswa

menyimpulkani hasil pengalaman belajar yang itelah didapat. Guru tidak

memberikani tugas kepada isiswa dikarenakan agar siswa tidak terbebani

diawal pembelajaran, guru imenyampaikan imateri yang akan idipelajari

selanjutnya agar isiswa dapat imempelajari terlebih idahulu materi tersebut

idi irumah, kemudian iguru dan siswa bersama-samai menutup

pembelajaran dengan berdoa dan diakhiri dengan guru mengucapkan salam.

Secarai keseluruhan tahap-tahap pada model pembelajaran blended learning

dapat dilalui dengan baik oleh guru dan siswa. Pertemuan kedua,

kesimpulan ,pemberian motivasi hingga umpan balik proses pembelajaran

belum terlaksanakan dikarenakan pembelajaran melewati alokasi waktu

yang telah ditetapkan sehingga guru- guru terburu-buru dalam proses akhir

pembelajaran. Guru juga sudah mulai memberikan tugas untuk diselesaikan

dirumah melalui Google Classroom. pertemuan ketiga, bagian penutup

dilaksanakan dengan sempurna baik dalam pemberian motivasi, tugas,

rangkuman maupun umpan balik dalam proses pembelajaran.


97

Penelitian ini berlangsung pada kelas X IPA sebagai kelas

eksperimen dan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol yang dilaksanakan

pada tanggal 3-25 januari 2022 yang dapat dilihat pada lampiran 19.

Pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dilakukan pada tanggal 13

januari 2022. Pada pertemuan pertama, peneliti memulai proses

pembelajaran dengan memberikan model pembelajaran blended learning

berbasis offline. Peneliti meminta siswa untuk mempelajari materi fungsi

pada buku paket. Kemudian peneliti memberikan suatu permasalahan

kepada siswa. Beberapa siswa mengajukan pendapat mereka mengenai

permasalah tersebut.

Peneliti mengumpulkan pendapat siswa untuk menjawab suatu

permasalah tersebut. Lalu peneliti mulai menjelaskan materi yang akan

dipelajari. Seluruh siswa memperhatikan apa yang disampaikan oleh peneliti

Setelah penyampaian materi oleh peneliti, peneliti membagikan lembar

kerja siswa kepada setiap siswa dan mengintrusikan untuk mengerjakan

secara individu terlebih dahulu dan mendiskusikan terhadap kelompok

masing-masing. Ketika siswa berdiskusi guru memberikan kesempatan pada

siswa untuk mencari sumber lain di internet pada smartphone masing-

masing. Setelah selesai berdiskusi, guru meminta masing-masing kelompok

untuk mempresetasikan hasil diskusi mereka. Kelompok lain bertugas untuk

menanggapi ataupun bertanya. Siswa sangat termotivasi dalam bertanya dan

menjawab pertanyaan disaat presentasi berlangsung karena mereka secara

langsung terlibat dalam proses mencari informasi materi menggunakan


98

media smartphone mereka. Pada saat siswa diminta guru untuk mencari

materi dalam sumber lain mereka sangat antusias sekali dan dapat

menemukan hal-hal baru dalam proses pembelajaran berlangsung.

Namun pada pertemuan pertama siswa masih belum kebingugan

mengenai model pembelajaran yang dipakai karena siswa masih belum bisa

mengontrol dengan baik penggunaan dari model tersebut. Kemudia pada

pertemuan kedua pembelajaran blended learning berlangsung online dengan

menggunakan Gooogle Classroom dan Whatsapp. Pembelajaran

berlangsung hampir sama dengan pembelajaran offline. Siswa sangat

antusias pada saat pembelajaran berlangsung dan saling bertukar pendapat

tentang materi sifat-sifat fungsi.

Pada pertemuan ketiga, pembelajaran berlangsung offline kembali

sama seperti pada pertemuan pertama siswa sangat termotivasi dan saling

bekerja sama mencari pembahasan materi pada sumber lain dan pada

pertemuan ketiga ini siswa diberikan angket dan soal posttest untuk

mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa.

Gambar 4.5
Pembelajaran blended learning
BABi V

PENUTUPi

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran matematika dengan

menggunakan model blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar

siswa kelas X SMA Sultan Agung Kasiyan Timur, maka ditarik kesimpulan

sebagai berikut:

1. Motivasi belajar siswa kelas eksperimen yaitu terdapat 8 siswa dengan

kategori tinggi sebesar 34,78%, pada kategori sedang didapat oleh 15 siswa

dengan Persentasenya sebesar 65,22%, dengan tidak ada siswa yang

memiliki motivasi belajar pada kategori rendah, Adapun untuk motivasi

belajar siswa kelas kontrol sebanyak 6 siswa dalam kategori tinggi besar

persentase 24%. Untuk siswa dengan motivasi belajar sedang, bahkan 19

siswa sebesar 76% lalu tidak ada siswa dengan motivasi belajar rendah

besar persentase 0%.

2. Hasil belajar kelas eksperimen pada mata pelajaran matematika memiliki

nilai minimal 25, nilai maksimal 90, rata-rata 60,87, serta standar deviasi

(standar deviasi) 17,166. Sebaliknya, hasil belajar siswa kelas kontrol

memiliki nilai minimal 15, nilai maksimal 80, rerata (mean) 49,57, dan

standar deviasi (standar deviasi) 16,998.

3. Motivasi belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas

eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini terlihat dari hasil uji t diperoleh t

hitung > t tabel yaitu 2,118 > 2,013 , yang dapat diartikan sebagai H0

99
100

ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

terdapat perbedaan motivasi belajar matematika yang besar antara kelas

eksperimen dan kelas kontrol. Karena perbedaan kedua kelas tersebut, maka

model blended learning mempengaruhi kemauan belajar siswa.

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas

kontrol dan kelas eksperimen pada hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan

hasil uji t thitung > ttabel yaitu 2,356 > 2,013, sehingga hipotesis nol (H0)

ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa terdapat perbedaan besar hasil belajar yang diberikan

model blended learning pada kelas eksperimen dan model pembelajaran

tradisional pada kelas kontrol. Karena perbedaan kedua kelas tersebut maka

model blended learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

B. Saran-saran

1. Kepada para guru atau tenaga pengajar matematika untuk

mempertimbangkan penggunaan model pembelajaran blended learning

sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

2. Kepada calon peneliti berikutnya agar melakukan penelitian dengan

menggunakan model pembelajaran blended learning dengan

mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik agar hasil yang

didapatkan lebih efektif dan efisien..


101

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Ahmad Kholiqul. “Kajian Konseptual Model Pembelajaran Blended


Learning berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi
Belajar.” Jurnal Pendidikan Edutama 4, no.2 (Juli 2017): 51 – 64.
[Link]

Asyafah, Abas. “Menimbang Model Pembelajaram (Kajian Teoritis Kritis Atas


Model Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam).” TARBAWY: Indonesian
Journal of Islamic Education 6, no 1 (2019): 19-32.
[Link]

Aulian Fahmi Sani Erhan.”Pengaruh Model Pembelajaran Improve Terhadap


Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bangun Datar Segi Empat
Siswa Kelas VII MSW Iman Syafi’i Tulungagung Tahun Ajaran
2017/2018.”Skripsi, IAIN Tulungagung, 2019

Fadila, Diana. “Pengaruh Keaktifan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika


Siswa Kelas X di MAN 1 Jember Tahun Pelajaran 2019/2020.”Skripsi,
IAIN Jember, 2020
Hamzah, Ali. Evaluasi Pembelajaran Matematika cetakan ke 1. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada, 2014
Hima,Lina Rihatul. “Pengaruh Pembelajaran Bauran (Blended Learning)
Terhadap Motivasi Siswa Pada Materi Relasi dan Fungsi.” Jurnal Ilmiah
PendidikanMatematika 2, no.1 (tahun 2017): 36-42.
[Link]
Indriani, Desi. “Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Motivasi Dan
Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar.” Prosiding Seminar Nasional
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 3, (2019): 851 – 854.
[Link]

Jakni. Metodologi Penelitian Eksperimen Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta,


2016

Juliandi, Azuar. Teknik Pengujian Validitas dan Reabilitas. Artikel, 2007 :


http:/[Link]/elearning/

Khoiroh, Ni’matul, Munoto, dan Lilik Anifah. “Pengaruh Model Pembelajaran


Blended Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa.”
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan 10, no. 2 (September 2017): 97 – 110.
[Link]
102

Lestari, Indah. “Pengaruh Waktu Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Hasil
Belajar Matematika.” Jurnal Formatif 3, no 2 (2013): 115-125.
[Link]
Lestari, Karunia Eka dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara. Penelitian
Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama,2017

Mahayuni, Dewa Ayu Made, Naswan Suharsono, dan Wayan Sukra. “Pengaruh
Model Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar IPA
Kelas VII Siswa SMP Negeri 3 Sidemen.” Jurnal Teknologi Pembelajaran
Indonesia 7, no 2 (2017): 1 – 6. [Link]

Manggabarani, A. Farihah, Sugiarti, dan Melati Masri. “Pengaruh Model


Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua [Link] (Studi Pada Materi
Pokok Sistem Periodik Unsur).” Jurnal Chemica 17, no. 2 (Desember
2016): 83 – 93. [Link]

Nurdyansyah dan Eni Fariyarul Fahyuni. Inovasi Model Pembelajaran Sesuai


Kurikulum 2013 cetakan pertama. Sidoarjo: Nizamia Learning Center,
2016. Pdfdrive
Riadi, Edi. STATISTIKA PENELITIAN (Analisis Manual dan IBM SPSS).
Yogyakarta: ANDI, 2016

Sjukur, Sulihin B. “Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan


Hasil Belajar Siswa Tingkat SMK.” Jurnal Pendidikan Vokasi 2, no. 3
(November 2012): 368 – 378. [Link]

Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan


R&D. Bandung: Alfabeta, 2017

Syahrum dan Salim. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: Citapustaka


Media, 2012. Pdfdrive
Syarif, Izzudin. “Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Motivasi dan
Prestasi Belajar Siswa SMK.” Jurnal Pendidikan Vokasi 2, no. 2 (Juni
2012): 234 – 249. [Link]

Tim Penyusun. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Institut Agama Islam Negeri
Jember. Jember: IAIN Jember Press, 2020
Undang – Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 3

Yusuf, Muri. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan


Edisi keempat. Jakarta:Kencana,2017. www. facebook. com/
indonesiapustaka
103

LAMPIRAN

Lampiran 1

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Itsni Putri Rizqiyah


NIM : T20187063
Program Studi : Tadris Matematika
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institusi : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa dalam hasil penelitian ini tidak


terdapat unsur-unsur penjiplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang pernah
dilakukan atau dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah
ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

Apabila dikemudian hari ternyata hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-
unsur penjiplakan dan ada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk
diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan
dari siapapun.

Jember, 26 April 2022


Saya yang menyatakan

Materai 6000
Itsni Putri Rizqiyah
NIM. T20187063
MATRIK PENELITIAN
Lampiran 2
Judul Variabel Indikator Sumber Data Metodologi Penelitian Masalah Penelitian
Pengaruh Model 1. Model Sintak pembelajaran 1. Responden: 1. Pendekatan Rumusan Masalah
Pembelajaran Pembelajaran Siswa kelas X di penelitian ini adalah 1. Bagaimana motivasi belajar
Blended Learning Blended SMA Sultan pendekatan matematika siswa kelas X di SMA
terhadap Motivasi Learning Agung Kasiyan kuantitatif. Jenis Sultan Agung Kasiyan Timur?
dan Hasil Belajar Timur penelitian yang 2. Bagaimana hasil belajar matematika
Matematika 2. Motivasi Siswa 1. Adanya hasrat dan 2. Informan: digunakan adalah siswa kelas X di SMA Sultan Agung
Siswa Kelas X keinginan berhasil a. Kepala Quasi Eksperiment Kasiyan Timur?
SMA Sultan 2. Adanya dorongan sekolah (Eksperimen Semu) 3. Adakah pengaruh model
Agung Kasiyan dan kebutuhan b. Guru 2. Teknik Sampling : pembelajaran Blended Learning
Timur belajar c. Staf TU menggunakan teknik terhadap motivasi belajar siswa pada
3. Adanya harapan dan 3. Dokumentasi : non probability mata pelajaran matematika kelas X
cita-cita masa depan nilai siswa dan sampling yakni di SMA Sultan Agung Kasiyan
4. Adanya penghargaan angket kelas X purposive Sampling Timur?
dalam belajar SMA Sultan karena populasi 4. Adakah pengaruh model
5. Adanya kegiatan Agung Kasiyan homogen pembelajaran Blended Learning
yyang menarik Timur 3. Teknik terhadap hasil belajar siswa pada
6. Adanya lingkungan 4. Validator : dua pengumpulan data : mata pelajaran matematika kelas X
belajar yang dosen dan satu Tes, angket, di SMA Sultan Agung Kasiyan
kondusif guru matematika dokumentasi Timur?
SMA Sultan 4. Keabsahan Data
Agung Kasiyan a) Validitas Hipotesis nol (H0)
Timur b) Reabilitas a. H01 : Tidak ada pengaruh model
5. Analisis Data pembelajaran Blended Learning
a. Statistik terhadap motivasi belajar siswa pada
deskriptif mata pelajaran matematika kelas X
b. Statistik di SMA Sultan Agung Kasiyan
inferensial Timur.
a) Uji b. H02 : Tidak ada pengaruh model
Prasyarat pembelajaran Blended Learning
 Uji terhadap hasil belajar siswa pada
Normalitas mata pelajaran matematika kelas X
3. Hasil Belajar Nilai posttest  Uji di SMA Sultan Agung Kasiyan
Homogenitas Timur.
104
105
Matematika b) Uji Hipotesis Hipotesis Alternatif (Ha)
Uji t (t-test) a. Ha1 : Ada pengaruh model
pembelajaran Blended Learning
terhadap motivasi belajar siswa pada
mata pelajaran matematika kelas X
di SMA Sultan Agung Kasiyan
Timur.
b. Ha2 : Ada pengaruh model
pembelajaran Blended Learning
terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran matematika kelas X
di SMA Sultan Agung Kasiyan
Timur.
106

Lampiran 3
Surat Izin Penelitian
Lampiran 4
Surat Selesai Penelitian
Lampiran 5
NILAI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL
KELAS X SMA SULTAN AGUNG KASIYAN TIMUR
No Nama Nilai No Nama Nilai
1 Abdur Rifqi Hanani 90 35 Hamidah Himami Hafsawati 90
2 Achmad Wadid Musthofa 76 36 Khanza Zalfa Azzahira 66
3 Ahmad Haikal Al-Hafsi 76 37 M. Afan Malik 58
M. Alvan Evandy
4 Avika Azzahra 80 38 65
Ardyansyah
5 Belinda Salsabila Nadifa 56 39 Moch Bagus Maulana Zarvan 70
Mochammad Angga Aditia
6 Ikrima Khumairoh 56 40 80
Muhtar
7 Intan Masruroh 58 41 Muhammad Farel Ardiansyah 58
8 Moch. Rizki Affan Aditya 63 42 Muhammad Suryo Jibril 77
9 Muhammad Aidil Fadlan 64 43 Muhammad Zidan Athoillah 78
Muhammad Angga Aditya
10 70 44 Qorina Afdalia 76
Saputra
Muhammad Diva Candra
11 74 45 Rafli Fariansyah 75
Irawan
12 Muhammad Ilyas Ramadhani 73 46 Syafa Nacha Al Khumairoh 74
13 Muhammad Nasril Saari 74 47 Yoga Maulana 72
14 Nayla Eka Nur Husnia 62 48 Zaskia Putri Apriliani 73
15 Rafi Dulian Alfino 67 49 Ainur Rohman 58
16 Raudhotul Minriyatil Jannah 76 50 Anggieta Nazwa Amalia 60
17 Razbaim El Azzam 80 51 Damar Ega Saputra 63
18 Robiah Shidqiya 76 52 Dwi Aprilia Kartika Sari 65
19 Safinah Lailatus Saadah 71 53 Dwi Putri Qonita 90
20 Safira Puja Yana 66 54 Ifka Syarifatul Humairah 66
21 Saiful Rohman 70 55 Ivan Maulana Ahmad Fahruzi 67
22 Siti Nurazizatun Niza 70 56 Laila Zakkiyah Arofah 67
23 Suci Rahmawati 58 57 M. Ali Widad 67
24 Abdur Rohim 66 58 Moh. Rafa Ali Gufron 69
25 Abdur Rohman 69 59 Mohammad Jefri 70
26 Afisa Adonia 70 60 Muhammad Aril Adi Pratama 71
27 Ahmad Farhan Muyassir 80 61 Muhammad Lutfi Maulana 76
28 Ahmad Hamzah Khoirul Amri 73 62 Muhammad Yoga Pratama 72
29 Alfiya Az-Zahra 77 63 Nikita Safara 73
30 Amanda Muslimatul Zannah 80 64 Nuri Saefanalam 75
31 Dwi Safiratus Zahro 66 65 Putri Karimatuz Zahro 58
32 Farnas Esa Zerina Bahri 58 66 Rian Lucky Firmansyah 60
Fauziatul Mukarromah Subur
33 60 67 Ridho Indra Pramana 65
Putri
34 Febri Maulana Aditiya 78
Lampiran 6 Angket Sebelum Uji Coba

ANGKET MOTIVASI SISWA


PETUNJUK PENGISIAN
1. Intrumen ini berisi sejumlah peryataan tentang motivasi belajar
matematika. Isilah semua pernyataan dalam angket dengan apa adanya
sesuai dengan keadaan kamu tanda ada yang terlewat
2. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
3. Berilah tanda centang atau chek list (√) pada kolom yang telah disediakan
4. Pedoman alternatif jawaban sebagai berikut:
SS = Sangat Setuju
SE = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
ST = Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS SE KS TS ST
Saya tidak menyukai pelajaran matematika
1
karena banyak kegiatan menghitung
2 Saya belajar matematika jika ada ulangan saja
3 Saya tidak belajar matematika jika tidak ada PR
Saya mengerjakan soal matematika sampai
4
menemukan jawaban
Apabila dalam buku ada soal matematika yang
5 belum dikerjakan maka saya akan
mengerjakannya
Saya tidak mudah terpengaruh dengan jawaban
6
teman yang berbeda dengan jawaban saya
Saya senang mengerjakan soal dengan
7
kemampuan saya sendiri
Saya bertanya jawaban teman jika ada soal yang
8
belum saya kerjakan
9 Saya tidak senang saat mendapat PR dari guru
Saya Belajar matematika tanpa diperintah
10
siapapun
Saya merasa bosan belajar matematika karena
11 guru menjelaskan materi dengan ceramah saja
di depan kelas
Saya memperhatikan penjelasan guru tentang
12
materi pelajaran dari awal sampai akhir
Saya mengobrol dengan teman saat guru
13
menjelaskan
Saya senang mempelajari matematika karena
14
guru mengajar dengan menyenangkan
15 Saya belajar jika diperintah oleh orang tua
Saya menolak ajakan teman untuk ramai
16
didalam kelas
Saya bertanya kepada guru tentang materi yang
17
belum saya pahami
Saya mengerjakan tugas dai guru jika diawasi
18
oleh guru
Saya mempelajari terlebih dahulu materi
19
matematika sebelum diajarkan disekolah
Jika nilai ulangan saya jelek maka saya akan
20
belajar lebih giat lagi
Saya rajin berlatih mengerjakan soal
21
matematika agar mendapatkan nilai bagus
Saya senang jika guru membahas soal yang
22
saya kerjakan
Saya mendapat pujian dari guru saat mendapat
23
nilai tinggi
Saya mendapat hukuman guru saat mendapat
24
nilai jelek
Saya senang mendapat materi baru yang belum
25
pernah dijelaskan guru
Saya senang mengikuti semua kegiatan
26
matematika saat pelajaran
Saya senang jika guru memberikan contoh yang
27
ada pada kehidupan sehari – hari
Saya mengganggu teman yang sedang
28 mengerjakan soal saat saya sudah selesai
mengerjakan
Saya terlibat aktif saat diskusi dan kerja
29
kelompok
30 Saya tidak bisa belajar saat suasana kelas ramai
Lampiran 7 Angket setelah uji coba dan validitas

ANGKET MOTIVASI SISWA


Nama sekolah :
Nama Siswa :
Kelas / No. Absen :
PETUNJUK PENGISIAN
5. Intrumen ini berisi sejumlah peryataan tentang motivasi belajar
matematika. Isilah semua pernyataan dalam angket dengan apa adanya
sesuai dengan keadaan kamu tanda ada yang terlewat
6. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
7. Berilah tanda centang atau chek list (√) pada kolom yang telah disediakan
8. Pedoman alternatif jawaban sebagai berikut:
SS = Sangat Setuju
SE = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
ST = Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS SE KS TS ST
1 Saya tidak belajar matematika jika tidak ada PR
Saya mengerjakan soal matematika sampai
2
menemukan jawaban
Apabila dalam buku ada soal matematika yang
3 belum dikerjakan maka saya akan
mengerjakannya
Saya senang mengerjakan soal dengan
4
kemampuan saya sendiri
Saya bertanya jawaban teman jika ada soal yang
5
belum saya kerjakan
6 Saya tidak senang saat mendapat PR dari guru
Saya Belajar matematika tanpa diperintah
7
siapapun
Saya menunda mengerjakan tugas matematika
8
yang diberikan guru
Saya memperhatikan penjelasan guru tentang
9
materi pelajaran dari awal sampai akhir
Saya mengobrol dengan teman saat guru
10
menjelaskan
Saya senang mempelajari matematika karena
11
guru mengajar dengan menyenangkan
12 Saya belajar jika diperintah oleh orang tua
13 Saya menolak ajakan teman untuk ramai
didalam kelas
Saya bertanya kepada guru tentang materi yang
14
belum saya pahami
Saya mengerjakan tugas dai guru jika diawasi
15
oleh guru
Saya mempelajari terlebih dahulu materi
16
matematika sebelum diajarkan disekolah
Jika nilai ulangan saya jelek maka saya akan
17
belajar lebih giat lagi
Saya rajin berlatih mengerjakan soal
18
matematika agar mendapatkan nilai bagus
Saya mendapat hukuman guru saat mendapat
19
nilai jelek
Saya senang mendapat materi baru yang belum
20
pernah dijelaskan guru
Saya senang mengikuti semua kegiatan
21
matematika saat pelajaran
Saya senang jika guru memberikan contoh yang
22
ada pada kehidupan sehari – hari
Saya mengganggu teman yang sedang
23 mengerjakan soal saat saya sudah selesai
mengerjakan
Lampiran 8. Soal Posttets Sebelum Uji Coba Dan Validasi
SOAL POST TEST
Satuan Pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Waktu : 60 Menit

Nama sekolah :
Nama Siswa :
Kelas / No. Absen :

Petunjuk Pengerjaan !
1. Sebelum mengerjakan soal dibawah ini , terlebih dahulu berdoa sesuai
agama dan kepercayaan masing – masing
2. Isilah identitas anda terlebih dahulu secara lengkap pada lembar jawaban
yang telah disediakan.
3. Bacalah soal dengan cermat dan isilah pertanyaan dengan tepat.
4. Periksa kembali jawaban anda sebelum diserahkan kepada pihak
pengawas atau guru

1. Diberikan dua fungsi masing-masing dan berturut – turut


adalah

Jika daerah asalnya yaitu { | }.Tentukan hasil dari

2. Perhatikan tabel berikut


0 1 2 3
1 2 1 1
2 0 2 -2

Maka
3. Tentukan fungsi invers dari fungsi

4. Diketahui fungsi dan , tentukan nilai


x yang memenuhi adalah....
5. Dinda membantu kakaknya berjualan makanan untuk mendapatkan uang
saku tambahan. Dinda akan mendapatkan uang saku dari hasil jumlah
banyak makanan yang terjual dihari dia bekerja. Dengan fungsi
dengan P adalah uang saku dalam rupiah dan x adalah
jumlah makanan yang terjual. Ternyata jumlah makanan yang terjual
tergantung pada waktu yang digunakan oleh dinda untuk berjualan dengan
dengan t adalah waktu dalam jam. Berapakah uang saku
yang diperoleh dinda jika ia berjualan mulai dari jam 13.00 sampai jam
17.00?
Lampiran 9 Soal Post Test Setelah Uji Coba Dan Validasi
SOAL POST TEST
Satuan Pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Waktu : 60 Menit

Nama sekolah :
Nama Siswa :
Kelas / No. Absen :

Petunjuk Pengerjaan !
1. Sebelum mengerjakan soal dibawah ini , terlebih dahulu berdoa sesuai
agama dan kepercayaan masing – masing
2. Isilah identitas anda terlebih dahulu secara lengkap pada lembar jawaban
yang telah disediakan.
3. Bacalah soal dengan cermat dan isilah pertanyaan dengan tepat.
4. Periksa kembali jawaban anda sebelum diserahkan kepada pihak
pengawas atau guru

1. Diberikan dua fungsi masing – masing dan berturut – turut


adalah

Jika daerah asalnya yaitu { | }. Tentukan hasil dari

Jawaban
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.............................................................................................................

2. Perhatikan tabel berikut

0 1 2 3
1 2 1 1
2 0 2 -2

Maka
Jawaban
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.......................................................................................................................
3. Tentukan fungsi invers dari fungsi

Jawaban
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
4. Diketahui fungsi dan , Tentukan
nilai x yang memenuhi adalah ....
Jawaban
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
5. Dinda bekerja kepada kakaknya yang berjualan makanan untuk mendapat
uang saku tambahan. Dinda akan mendapatkan bayarang dari hasil banyak
makanan yang terjual dihari dia bekerja. Dengan fungsi
dengan P adalah uang saku dalam rupiah dan x adalah jumlah
makanan yang terjual. Ternyata jumlah makanan yang terjual tergantung
pada waktu yang digunakan oleh dinda untuk berjualan dengan
dengan t adalah waktu dalam jam. Berapakah uang saku yang
diperoleh dinda jika ia berjualan mulai dari jam 13.00 sampai jam 17.00?
Jawaban
......................................................................................................................
......................................................................................................................
Lampiran 10 Lembar Validasi Soal Post Test
a. Validator 1
b. Validator 2
c. Validator 3
Lampiran 11 Hasil Pengerjaan Angket Kelas Kelas Eksperimen Dan Kontro
Lampiran 11 Hasil Pengerjaan Angket Kelas Eksperimen dan Kontrol
Lampiran 12 RPP kelas eksperimen
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Sultan Agung Kasiyan Timur


Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas/Semester : X/ Genap
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Materi Pokok : Fungsi Komposisi dan Invers
Alokasi Waktu : 45 menit (3 pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli,
(toleran,gotong royong), santun dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni budaya tekait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat)dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar Pengetahun Kompetensi Dasar Keterampilan
3.6 Menjelaskan operasi komposisi 4.6 menyelesaikan masalah yang
pada fungsi dan operasi invers serta berkaitan dengan operasi komposisi
sifat-sifatnya serta menentukan dan operasi invers suatu fungsi
eksistensinya
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6.1 Menentukan hasil operasi fungsi komposisi
3.6.2 Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan fungsi
komposisi
3.6.3 Menentukan fungsi komposisi
3.6.4 Menentukan infers suatu fungsi
3. 6.5 Menentukan nilai x dari fungsi komposisi
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat :
1. Siswa dapat menentukan hasil operasi komposisi pada fungsi yang tepat
2. Siswa dapat memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
fungsi komposisi
3. Siswa dapat menentukan funsi komposisi
4. Siswa dapat menentukan inver dari suatu fungsi
5. Menemukan nilai x dari fungsi komposisi
E. Materi Pembelajaran
1. Menemukan konsep fungsi komposisi
2. sifat-sifat fungsi komposisi
3. Fungsi invers
(Uraian materi terlampir)
F. Metode Dan Model Pengajaran
1. Metode : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab
2. Model : Blended Learning
G. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (Offline)
Materi : konsep fungsi komposisi
Kegiatan pendahuluan (10 menit)
 Guru mengucapkan salam
 Guru memberi salam
 Guru mengajak peserta didik untuk berdoa
 Guru mengabsen kehadiran peserta didik
 Guru memberikan dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif
berkaitan materi sebelumnya
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
 Guru memberikan motivasi dalam pembelajaran
Kegiatan inti (60 menit)
 Guru meminta siswa untuk mempelajari materi fungsi pada buku paket
 Guru memberikan suatu permasalahan mengenai materi fungsi
 Siswa mengajukan beberapa pendapat
 Guru menerima pendapat siswa dan meluruskan jawaban
 Guru membagikan lembar kerja siswa
 Siswa mengerjakan secar individu dan berdiskusi dengan anggota
sesama kelompok
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari pada sumber lain di
internet ataupun yang lain
 Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusi
 Siswa pada kelompok lain menanggapi dan melakukan tanya jawab
 Setelah selesai berdiskusi guru meluruskan hasil diskusi
Kegiatan penutup ( 10 menit)
 Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan terkait menggunakan
google classroom dan WhatsApp dalam kegiatan pembelajaran
 Guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan selanjutnya
 Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa akhir pelajaran
 Guru mengucapkan salam untuk menutup pertemuan
Pertemuan 2 (90 menit)
Materi : Sifat-Sifat Fungsi Komposisi (Online)
Kelas eksperimen
Pendahuluan
1) Guru mengucapkan salam, berdoa dan kemudian mengabsen
2) Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi
3) Guru mengkondisikan siswa dan membuat kesepakatan
4) Guru menjelaskan model blended learning dan menyebutkan
tujuan pembelajaran yang akan digunakan
Kegiatan inti
Seeking of information
5) Guru mempersiapkan kelas virtual pada google classroom
kemudian membagikan kode kelas kepada siswa untuk dapat
bergabung
6) Membagi siswa menjadi 3 kelompok presentasi dan kelompok
diksusi
7) Guru menghimbau siswa untuk menginstall aplikasi google
classroom melalui aplikasi playstore pada masing-masing
smarphone siswa
8) Guru menjelaskan pola pembelajaran siswa
9) Guru memberikan kesempatan siswa untuk mengakses sumber
belajar online seperti PPT dalam Google Classroom atau
sumber online lainnya
10) Guru membimbing siswa dalam memperoleh pemahaman yang
benar dari materi yang telah disajikan
Acquisition of information
11) Guru membagi menjadi 3 kelompok untuk mendiskusikan hasil
pembelajaran.
12) Salah satu siswa mewakili kelompok melakukan presentasi
13) Guru memberikan waktu siswa yang lain untuk memberikan
pertanyaan dan saling bertukar pendapat
14) Siswa bertanya dan dijawab oleh presentator
Synthsizing of knowledge
15) Pertanyaan dijawab oleh siswa yang melakukan presentasi
16) Guru memperjelas jawaban dari kelompok presentasi yang
masih kurang paham
17) Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam
bentuk tulisan dan lisan
Tahap akhir
18) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajaripada
pertemuan berikutnya
19) Guru menugaskan pekerjaan rumah kepada siswa melalui
google classroom
20) Guru mengucapkan salam untuk mengakhiri pelajaran

Pertemuan 3 (90 menit)


Materi : fungsi invers (offline)
Kegiatan pendahuluan (10 menit)
 Guru mengucapkan salam
 Guru memberi salam
 Guru mengajak peserta didik untuk berdoa
 Guru mengabsen kehadiran peserta didik
 Guru memberikan dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif
berkaitan materi sebelumnya
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
 Guru memberikan motivasi dalam pembelajaran
Kegiatan inti (60 menit)
 Guru meminta siswa untuk mempelajari materi fungsi invers pada buku
paket
 Guru memberikan suatu permasalahan mengenai materi fungsi invers
 Siswa mengajukan beberapa pendapat
 Guru menerima pendapat siswa dan meluruskan jawaban
 Guru membagikan lembar kerja siswa
 Siswa mengerjakan secar individu dan berdiskusi dengan anggota
sesama kelompok
 Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari pada sumber lain di
internet ataupun yang lain
 Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
diskusi
 Siswa pada kelompok lain menanggapi dan melakukan tanya jawab
 Setelah selesai berdiskusi guru meluruskan hasil diskusi
Kegiatan penutup ( 10 menit)
 Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan terkait menggunakan
google classroom dan WhatsApp dalam kegiatan pembelajaran
 Guru menyampaikan materi pelajaran untuk pertemuan selanjutnya
 Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa akhir pelajaran
 Guru mengucapkan salam untuk menutup pertemuan
H. Media dan Sumber Pembelajaran
Media : laptop, handphone, papan tulis, proyektor, spidol
Sumber : Buku Matematika Kelas X Kemendikbud Edisi Revisi 2017
I. Penilaian
1. Teknik penilaian : penugasan, tes tulis
2. Bentuk instrumen : Tes Tulis
3. Bentuk Tes : Posttets
Lampiran 13 RPP Kelas Kontrol
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Sultan Agung Kasiyan Timur


Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas/Semester : X/ Genap
Tahun Pelajaran : 2021/2022
Materi Pokok : Fungsi Komposisi dan Invers
Pertemuan : III (Tiga)
Alokasi Waktu : 45 menit (3 pertemuan)
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli,
(toleran,gotong royong), santun dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni budaya tekait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat)dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar Pengetahun Kompetensi Dasar Keterampilan
3.6 Menjelaskan operasi komposisi 4.6 menyelesaikan masalah yang
pada fungsi dan operasi invers serta berkaitan dengan operasi komposisi
sifat-sifatnya serta menentukan dan operasi invers suatu fungsi
eksistensinya
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6.1 Menentukan hasil operasi fungsi komposisi
3.6.2 Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan fungsi
komposisi
3.6.3 Menentukan fungsi komposisi
3.6.4 Menentukan infers suatu fungsi
3. 6.5 Menentukan nilai x dari fungsi komposisi
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran siswa dapat :
1. Siswa dapat menentukan hasil operasi komposisi pada fungsi yang tepat
2. Siswa dapat memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan
fungsi komposisi
3. Siswa dapat menentukan funsi komposisi
4. Siswa dapat menentukan inver dari suatu fungsi
5. Menemukan nilai x dari fungsi komposisi
E. Materi Pembelajaran
1. Menemukan konsep dan sifat-sifat fungsi komposisi
2. Fungsi invers
3. menemukan rumus fungsi invers
F. Metode / Media Pembelajaran
1. Ceramah bervariasi pendekatan:
 Saintifik
2. Metode
 Tanya jawab
 Penugasan
3. Media
 papan tulis, spidol
4. Sumber belajar
 Buku Matematika kelas X Kemendikbud edisi revisi 2017
 Buku lain yang menunjang
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (90 menit)
Materi konsep fungsi komposisi
Kegiatan Inti (10 menit )
 Guru memberi salam
 Guru mengajak peserta didik untuk berdoa
 Guru mengabsen kehadiran peserta didik
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari hasil operasi
komposisi pada fungsi dalam kehidupann sehari-hari
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
 Membagi peserta didik dalam kelompok 4 (empat) orang
Kegiatan inti (60 menit)
 Guru meminta siswa untuk memahami materi yang ada di buku
paket
 Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi fungsi
yang telah disampaikan
 Guru meminta siswa menganalisis pertanyaan yang telah diberikan
 Guru meminta siswa untuk memahami pertanyaan dengan membaca
dibuku paket
Kegiatan Penutup (20 menit)
 Guru bersama peseta didik menyimpulkan materi fungsi komposisi
 Guru merefleksi pembelajaran hari ini denga memberikan tes akhir
 Guru memberikan tugas lanjutan yang dapat dikumpulkan
Pertemuan 2 (90 menit)
Materi : sifat-sifat fungsi komposisi
Kegiatan pembuka (10 menit)
 Guru memberi salam
 Guru mengajak peserta didik untuk berdoa
 Guru mengabsen kehadiran peserta didik
 Guru menjelaskan ke siswa pelajaran sebelumnya untuk melihat
kesiapan siswa
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti (60 menit)
 Guru meminta siswa untuk memahami materi yang ada di buku
paket
 Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi fungsi
yang telah disampaikan
 Guru meminta siswa menganalisis pertanyaan yang telah diberikan
 Guru meminta siswa untuk memahami pertanyaan dengan membaca
dibuku paket atau sumber lain yang terkait dengan masalah atau
pertanyaan yang diberikan
 Guru meminta siswa melaksanakan tanya jawab dengan sesama
teman
 Sisa diberi kesempatan untuk bertanya perihal materi yang belum
dipahami
Kegiatan penutup (20 menit)
 Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan
pelajaran
 Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
dilaksanakan secara konsisten dan terprogram
 Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
 Merencanakan tidak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi dan
program pengayaan
 Mengakhiri salam dengan mengucapkan salam
Pertemuan 3 ( 90 menit)
Materi : fungsi invers
Kegiatan pendahuluan ( 10 menit)
 Guru memberi salam
 Guru mengajak peserta didik untuk berdoa
 Guru mengabsen kehadiran peserta didik
 Guru menjelaskan ke siswa pelajaran sebelumnya untuk melihat
kesiapan siswa
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan inti (70 menit)
 Guru menjelaskan tentang fungsi invers
 Guru menjelaskan fungsi invers
 Guru memberikan siswa Lembar soal posttest
 Lembar posttets berisi soal yang harus dipecahkan siswa mengenai
materi yang telah diajarkan mulai dari fungsi komposisi hingga fungsi
invers
 Siswa diminta maju menuliskan jawabannya kedepan kelas
 Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal posttest
Kegiatan penutup (20 menit)
 Guru bersama siswa menyampaikan kesimpulan terkait materi
pembelajaran yang telah dilaksanakan
 Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
dilaksanakan secara konsisten dan terprogram
 Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
 Guru menjelaskan apa yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya
 Mengakhiri salam dengan mengucapkan salam
H. Penilaian
Teknik penilaian
a. Penilaian sikap : jurnal
b. Penilaian pengetahuan : test tulis (posttest)
c. Penilaian keterampilan : unjuk kerja (lembar penilaian persentase)
135

Lampiran 14 Uji Validitas Soal Post Test

Correlations

skor soal skor soal skor soal skor soal skor soal total
1 2 3 4 5 skor

skor soal Pearson ** *


1 ,024 -,121 ,915 -,068 ,561
1 Correlation

Sig. (2-tailed) ,922 ,623 ,000 ,782 ,012

N 19 19 19 19 19 19
skor soal Pearson *
,024 1 ,059 ,068 ,362 ,571
2 Correlation
Sig. (2-tailed) ,922 ,810 ,781 ,127 ,011
N 19 19 19 19 19 19
skor soal Pearson *
-,121 ,059 1 -,098 ,077 ,457
3 Correlation
Sig. (2-tailed) ,623 ,810 ,688 ,755 ,049
N 19 19 19 19 19 19
skor soal Pearson ** **
,915 ,068 -,098 1 -,074 ,613
4 Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,781 ,688 ,763 ,005
N 19 19 19 19 19 19
skor soal Pearson *
-,068 ,362 ,077 -,074 1 ,466
5 Correlation
Sig. (2-tailed) ,782 ,127 ,755 ,763 ,044
N 19 19 19 19 19 19
total skor Pearson * * * ** *
,561 ,571 ,457 ,613 ,466 1
Correlation

Sig. (2-tailed) ,012 ,011 ,049 ,005 ,044

N 19 19 19 19 19 19
136

Lampiran 15 Uji Validitas Angket Motivasi

angket1 angket2 angket3 angket4 angket5 angket6 angket7 angket8 angket9 angket10 angket11 angket12 angket13
angket1 Pearson
Correlation 1 ,426 ,363 0,000 ,180 ,394 ,022 ,054 ,283 ,225 ,202 ,333 -,011

Sig. (2-
tailed) ,069 ,127 1,000 ,462 ,095 ,928 ,828 ,240 ,354 ,407 ,164 ,963
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket2 Pearson
Correlation ,426 1 ,388 ,343 ,348 ,369 ,214 ,147 ,249 ,160 -,098 ,055 ,011

Sig. (2-
tailed) ,069 ,100 ,150 ,144 ,120 ,380 ,549 ,304 ,513 ,690 ,825 ,964
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket3 Pearson
Correlation ,363 ,388 1 ,566
*
,849
**
,867
**
,578
**
,629
**
,531
*
,530
*
,486
*
,486
*
,394

Sig. (2-
tailed) ,127 ,100 ,012 ,000 ,000 ,010 ,004 ,019 ,020 ,035 ,035 ,096
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket4 Pearson
Correlation 0,000 ,343 ,566
*
1 ,798
**
,335 ,852
**
,747
**
,741
**
,748
**
,499
*
,408 ,678
**

Sig. (2-
tailed) 1,000 ,150 ,012 ,000 ,161 ,000 ,000 ,000 ,000 ,030 ,083 ,001
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket5 Pearson
Correlation ,180 ,348 ,849
**
,798
**
1 ,764
**
,717
**
,789
**
,763
**
,682
**
,394 ,427 ,637
**

Sig. (2-
tailed) ,462 ,144 ,000 ,000 ,000 ,001 ,000 ,000 ,001 ,095 ,068 ,003
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket6 Pearson
Correlation ,394 ,369 ,867
**
,335 ,764
**
1 ,493
*
,512
*
,502
*
,431 ,338 ,488
*
,307

Sig. (2-
tailed) ,095 ,120 ,000 ,161 ,000 ,032 ,025 ,029 ,065 ,157 ,034 ,201
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket7 Pearson
Correlation ,022 ,214 ,578
**
,852
**
,717
**
,493
*
1 ,756
**
,741
**
,762
**
,627
**
,468
*
,547
*

Sig. (2-
tailed) ,928 ,380 ,010 ,000 ,001 ,032 ,000 ,000 ,000 ,004 ,043 ,015
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket8 Pearson
Correlation ,054 ,147 ,629
**
,747
**
,789
**
,512
*
,756
**
1 ,779
**
,708
**
,416 ,218 ,770
**

Sig. (2-
tailed) ,828 ,549 ,004 ,000 ,000 ,025 ,000 ,000 ,001 ,076 ,371 ,000
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket9 Pearson
Correlation ,283 ,249 ,531
*
,741
**
,763
**
,502
*
,741
**
,779
**
1 ,917
**
,530
*
,505
*
,689
**

Sig. (2-
tailed) ,240 ,304 ,019 ,000 ,000 ,029 ,000 ,000 ,000 ,020 ,028 ,001
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket10 Pearson
Correlation ,225 ,160 ,530
*
,748
**
,682
**
,431 ,762
**
,708
**
,917
**
1 ,725
**
,676
**
,654
**

Sig. (2-
tailed) ,354 ,513 ,020 ,000 ,001 ,065 ,000 ,001 ,000 ,000 ,001 ,002
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket11 Pearson
Correlation ,202 -,098 ,486
*
,499
*
,394 ,338 ,627
**
,416 ,530
*
,725
**
1 ,808
**
,481
*

Sig. (2-
tailed) ,407 ,690 ,035 ,030 ,095 ,157 ,004 ,076 ,020 ,000 ,000 ,037
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket12 Pearson
Correlation ,333 ,055 ,486
*
,408 ,427 ,488
*
,468
*
,218 ,505
*
,676
**
,808
**
1 ,458
*

Sig. (2-
tailed) ,164 ,825 ,035 ,083 ,068 ,034 ,043 ,371 ,028 ,001 ,000 ,049
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket13 Pearson
Correlation -,011 ,011 ,394 ,678
**
,637
**
,307 ,547
*
,770
**
,689
**
,654
**
,481
*
,458
*
1

Sig. (2-
tailed) ,963 ,964 ,096 ,001 ,003 ,201 ,015 ,000 ,001 ,002 ,037 ,049
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket14 Pearson
Correlation ,036 ,004 ,406 ,713
**
,598
**
,307 ,622
**
,683
**
,687
**
,785
**
,652
**
,662
**
,892
**

Sig. (2-
tailed) ,884 ,987 ,085 ,001 ,007 ,201 ,004 ,001 ,001 ,000 ,003 ,002 ,000
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket15 Pearson
Correlation ,192 ,087 ,580
**
,539
*
,568
*
,577
**
,625
**
,395 ,512
*
,667
**
,765
**
,883
**
,573
*

Sig. (2-
tailed) ,431 ,725 ,009 ,017 ,011 ,010 ,004 ,094 ,025 ,002 ,000 ,000 ,010
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket16 Pearson
Correlation ,034 ,004 ,266 ,512
*
,384 ,246 ,443 ,282 ,486
*
,585
**
,665
**
,789
**
,668
**

Sig. (2-
tailed) ,891 ,987 ,272 ,025 ,104 ,309 ,058 ,242 ,035 ,009 ,002 ,000 ,002
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket17 Pearson
Correlation ,201 ,027 ,323 ,280 ,485
*
,266 ,028 ,502
*
,347 ,223 -,091 ,027 ,625
**

Sig. (2-
tailed) ,410 ,911 ,177 ,245 ,035 ,271 ,910 ,028 ,145 ,358 ,710 ,914 ,004
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket18 Pearson
Correlation ,154 -,044 ,268 ,265 ,373 ,131 -,019 ,474
*
,227 ,162 ,016 ,025 ,644
**

Sig. (2-
tailed) ,530 ,857 ,267 ,274 ,115 ,594 ,938 ,040 ,351 ,508 ,948 ,918 ,003
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket19 Pearson
Correlation -,077 -,302 ,040 ,406 ,228 -,086 ,292 ,247 ,217 ,210 ,274 ,286 ,581
**

Sig. (2-
tailed) ,753 ,209 ,872 ,085 ,348 ,726 ,225 ,308 ,371 ,389 ,255 ,236 ,009
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket20 Pearson
Correlation ,036 -,256 ,136 ,508
*
,354 ,040 ,391 ,376 ,490
*
,548
*
,391 ,515
*
,638
**

Sig. (2-
tailed) ,885 ,291 ,579 ,026 ,137 ,872 ,098 ,113 ,033 ,015 ,098 ,024 ,003
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket21 Pearson
Correlation ,207 -,232 ,337 ,192 ,408 ,264 ,105 ,489
*
,403 ,287 ,084 ,154 ,580
**

Sig. (2-
tailed) ,396 ,340 ,159 ,432 ,083 ,275 ,669 ,033 ,087 ,234 ,732 ,529 ,009
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket22 Pearson
Correlation ,108 -,265 ,144 -,103 ,113 ,193 -,045 ,237 ,063 -,019 -,112 ,018 ,317

Sig. (2-
tailed) ,660 ,273 ,556 ,676 ,645 ,429 ,854 ,328 ,799 ,940 ,648 ,943 ,186
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket23 Pearson
Correlation ,240 -,204 ,053 -,066 -,078 ,162 ,150 -,011 ,033 ,092 ,275 ,453 ,139

Sig. (2-
tailed) ,321 ,402 ,830 ,788 ,750 ,507 ,539 ,966 ,895 ,707 ,254 ,051 ,569
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket24 Pearson
Correlation ,245 -,096 ,025 ,282 ,086 -,082 ,308 ,078 ,172 ,166 ,208 ,253 ,220

Sig. (2-
tailed) ,313 ,697 ,919 ,242 ,725 ,740 ,200 ,751 ,482 ,498 ,392 ,296 ,365
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket25 Pearson
Correlation ,379 -,196 ,128 ,240 ,080 -,031 ,172 ,083 ,186 ,292 ,451 ,534
*
,338

Sig. (2-
tailed) ,109 ,421 ,602 ,322 ,743 ,899 ,482 ,737 ,445 ,225 ,053 ,018 ,157
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket26 Pearson
Correlation ,419 -,143 ,099 ,312 ,254 -,058 ,167 ,397 ,460
*
,419 ,333 ,191 ,478
*

Sig. (2-
tailed) ,074 ,560 ,687 ,194 ,295 ,813 ,493 ,093 ,047 ,074 ,163 ,434 ,038
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket27 Pearson
Correlation ,077 -,353 -,132 ,081 ,030 -,172 ,065 ,329 ,326 ,384 ,256 ,114 ,465
*

Sig. (2-
tailed) ,753 ,139 ,590 ,741 ,902 ,481 ,792 ,169 ,173 ,104 ,290 ,641 ,045
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket28 Pearson
Correlation ,121 -,279 -,046 ,149 ,120 -,076 ,167 ,400 ,391 ,465
*
,252 ,132 ,431

Sig. (2-
tailed) ,623 ,247 ,852 ,544 ,625 ,757 ,494 ,089 ,098 ,045 ,298 ,590 ,065
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket29 Pearson
Correlation ,015 -,292 -,479
*
-,208 -,315 -,394 -,137 -,219 -,162 -,130 -,176 -,212 -,137

Sig. (2-
tailed) ,952 ,225 ,038 ,392 ,189 ,095 ,575 ,367 ,508 ,597 ,471 ,384 ,576
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket30 Pearson
Correlation ,087 -,196 -,329 -,024 -,146 -,256 ,115 -,034 ,074 ,068 -,058 -,190 -,195

Sig. (2-
tailed) ,723 ,422 ,169 ,923 ,551 ,290 ,638 ,889 ,764 ,782 ,815 ,435 ,423
N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
totalskor Pearson
Correlation ,372 ,038 ,547
*
,681
**
,689
**
,448 ,658
**
,721
**
,773
**
,786
**
,613
**
,619
**
,792
**

Sig. (2-
tailed) ,117 ,879 ,015 ,001 ,001 ,055 ,002 ,000 ,000 ,000 ,005 ,005 ,000

N 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
angket14 angket15 angket16 angket17 angket18 angket19 angket20 angket21 angket22 angket23 angket24 angket25 angket26 angket27 angket28 angket29 angket30 totalskor

,036 ,192 ,034 ,201 ,154 -,077 ,036 ,207 ,108 ,240 ,245 ,379 ,419 ,077 ,121 ,015 ,087 ,372

,884 ,431 ,891 ,410 ,530 ,753 ,885 ,396 ,660 ,321 ,313 ,109 ,074 ,753 ,623 ,952 ,723 ,117

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,004 ,087 ,004 ,027 -,044 -,302 -,256 -,232 -,265 -,204 -,096 -,196 -,143 -,353 -,279 -,292 -,196 ,038

,987 ,725 ,987 ,911 ,857 ,209 ,291 ,340 ,273 ,402 ,697 ,421 ,560 ,139 ,247 ,225 ,422 ,879

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,406 ,580 ** ,266 ,323 ,268 ,040 ,136 ,337 ,144 ,053 ,025 ,128 ,099 -,132 -,046 -,479* -,329 ,547 *

,085 ,009 ,272 ,177 ,267 ,872 ,579 ,159 ,556 ,830 ,919 ,602 ,687 ,590 ,852 ,038 ,169 ,015

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,713** ,539* ,512 * ,280 ,265 ,406 ,508* ,192 -,103 -,066 ,282 ,240 ,312 ,081 ,149 -,208 -,024 ,681 **

,001 ,017 ,025 ,245 ,274 ,085 ,026 ,432 ,676 ,788 ,242 ,322 ,194 ,741 ,544 ,392 ,923 ,001

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** * * **
,598 ,568 ,384 ,485 ,373 ,228 ,354 ,408 ,113 -,078 ,086 ,080 ,254 ,030 ,120 -,315 -,146 ,689

,007 ,011 ,104 ,035 ,115 ,348 ,137 ,083 ,645 ,750 ,725 ,743 ,295 ,902 ,625 ,189 ,551 ,001

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,307 ,577 ** ,246 ,266 ,131 -,086 ,040 ,264 ,193 ,162 -,082 -,031 -,058 -,172 -,076 -,394 -,256 ,448

,201 ,010 ,309 ,271 ,594 ,726 ,872 ,275 ,429 ,507 ,740 ,899 ,813 ,481 ,757 ,095 ,290 ,055

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
,622 ** ,625 ** ,443 ,028 -,019 ,292 ,391 ,105 -,045 ,150 ,308 ,172 ,167 ,065 ,167 -,137 ,115 ,658 **

,004 ,004 ,058 ,910 ,938 ,225 ,098 ,669 ,854 ,539 ,200 ,482 ,493 ,792 ,494 ,575 ,638 ,002

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** * * * **
,683 ,395 ,282 ,502 ,474 ,247 ,376 ,489 ,237 -,011 ,078 ,083 ,397 ,329 ,400 -,219 -,034 ,721

,001 ,094 ,242 ,028 ,040 ,308 ,113 ,033 ,328 ,966 ,751 ,737 ,093 ,169 ,089 ,367 ,889 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** * * * * **
,687 ,512 ,486 ,347 ,227 ,217 ,490 ,403 ,063 ,033 ,172 ,186 ,460 ,326 ,391 -,162 ,074 ,773

,001 ,025 ,035 ,145 ,351 ,371 ,033 ,087 ,799 ,895 ,482 ,445 ,047 ,173 ,098 ,508 ,764 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** ** ** * * **
,785 ,667 ,585 ,223 ,162 ,210 ,548 ,287 -,019 ,092 ,166 ,292 ,419 ,384 ,465 -,130 ,068 ,786

,000 ,002 ,009 ,358 ,508 ,389 ,015 ,234 ,940 ,707 ,498 ,225 ,074 ,104 ,045 ,597 ,782 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,652 ** ,765 ** ,665 ** -,091 ,016 ,274 ,391 ,084 -,112 ,275 ,208 ,451 ,333 ,256 ,252 -,176 -,058 ,613 **

,003 ,000 ,002 ,710 ,948 ,255 ,098 ,732 ,648 ,254 ,392 ,053 ,163 ,290 ,298 ,471 ,815 ,005

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** ** ** * * **
,662 ,883 ,789 ,027 ,025 ,286 ,515 ,154 ,018 ,453 ,253 ,534 ,191 ,114 ,132 -,212 -,190 ,619

,002 ,000 ,000 ,914 ,918 ,236 ,024 ,529 ,943 ,051 ,296 ,018 ,434 ,641 ,590 ,384 ,435 ,005

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,892 ** ,573 * ,668 ** ,625 ** ,644 ** ,581 ** ,638 ** ,580 ** ,317 ,139 ,220 ,338 ,478 * ,465 * ,431 -,137 -,195 ,792 **

,000 ,010 ,002 ,004 ,003 ,009 ,003 ,009 ,186 ,569 ,365 ,157 ,038 ,045 ,065 ,576 ,423 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

1 ,786 ** ,813 ** ,487 * ,520 * ,453 ,651 ** ,351 ,118 ,175 ,164 ,381 ,371 ,517 * ,515 * -,035 -,060 ,813 **

,000 ,000 ,034 ,022 ,052 ,003 ,140 ,632 ,474 ,503 ,108 ,118 ,023 ,024 ,887 ,808 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,786 ** 1 ,811 ** ,177 ,167 ,302 ,438 ,125 ,054 ,350 ,191 ,351 ,051 ,201 ,228 -,070 -,107 ,677 **

,000 ,000 ,469 ,495 ,209 ,060 ,609 ,827 ,142 ,433 ,141 ,836 ,408 ,347 ,776 ,662 ,001

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
,813 ** ,811 ** 1 ,218 ,262 ,425 ,560 * ,091 -,145 ,164 ,115 ,398 ,115 ,243 ,150 -,167 -,234 ,555 *

,000 ,000 ,371 ,278 ,070 ,013 ,712 ,552 ,502 ,639 ,092 ,640 ,316 ,539 ,495 ,335 ,014

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,487 * ,177 ,218 1 ,944 ** ,432 ,483 * ,742 ** ,525 * ,011 ,117 ,269 ,460 * ,452 ,428 ,083 -,038 ,586 **

,034 ,469 ,371 ,000 ,065 ,036 ,000 ,021 ,966 ,633 ,265 ,048 ,052 ,067 ,734 ,877 ,008

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

* ** * * ** * * *
,520 ,167 ,262 ,944 1 ,466 ,456 ,654 ,447 ,010 ,074 ,331 ,509 ,466 ,404 ,036 -,104 ,540

,022 ,495 ,278 ,000 ,044 ,050 ,002 ,055 ,968 ,764 ,166 ,026 ,044 ,086 ,884 ,671 ,017

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,453 ,302 ,425 ,432 ,466 * 1 ,835 ** ,591 ** ,474 * ,458 * ,751 ** ,740 ** ,521 * ,208 ,153 ,138 ,037 ,599 **

,052 ,209 ,070 ,065 ,044 ,000 ,008 ,040 ,048 ,000 ,000 ,022 ,392 ,533 ,574 ,882 ,007

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** * * * ** ** ** ** * **
,651 ,438 ,560 ,483 ,456 ,835 1 ,621 ,389 ,454 ,627 ,792 ,570 ,348 ,349 ,067 ,079 ,752

,003 ,060 ,013 ,036 ,050 ,000 ,005 ,100 ,051 ,004 ,000 ,011 ,144 ,143 ,787 ,748 ,000

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

** ** ** ** ** * * ** **
,351 ,125 ,091 ,742 ,654 ,591 ,621 1 ,801 ,346 ,467 ,515 ,596 ,394 ,394 -,017 -,091 ,650

,140 ,609 ,712 ,000 ,002 ,008 ,005 ,000 ,147 ,044 ,024 ,007 ,095 ,095 ,945 ,711 ,003

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,118 ,054 -,145 ,525 * ,447 ,474 * ,389 ,801 ** 1 ,646 ** ,433 ,352 ,275 ,176 ,220 ,085 -,070 ,385

,632 ,827 ,552 ,021 ,055 ,040 ,100 ,000 ,003 ,064 ,139 ,254 ,472 ,366 ,728 ,776 ,104

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,175 ,350 ,164 ,011 ,010 ,458 * ,454 ,346 ,646 ** 1 ,580 ** ,614 ** ,173 -,034 ,021 ,053 ,044 ,370

,474 ,142 ,502 ,966 ,968 ,048 ,051 ,147 ,003 ,009 ,005 ,478 ,890 ,931 ,829 ,858 ,119

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,164 ,191 ,115 ,117 ,074 ,751 ** ,627 ** ,467 * ,433 ,580 ** 1 ,780 ** ,507 * ,158 ,193 ,348 ,324 ,537 *

,503 ,433 ,639 ,633 ,764 ,000 ,004 ,044 ,064 ,009 ,000 ,027 ,518 ,429 ,144 ,176 ,018

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
,381 ,351 ,398 ,269 ,331 ,740** ,792** ,515 * ,352 ,614** ,780 ** 1 ,631** ,247 ,227 ,099 ,082 ,624 **

,108 ,141 ,092 ,265 ,166 ,000 ,000 ,024 ,139 ,005 ,000 ,004 ,308 ,349 ,688 ,737 ,004

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

* * * * ** * ** * * **
,371 ,051 ,115 ,460 ,509 ,521 ,570 ,596 ,275 ,173 ,507 ,631 1 ,561 ,564 ,243 ,338 ,672

,118 ,836 ,640 ,048 ,026 ,022 ,011 ,007 ,254 ,478 ,027 ,004 ,012 ,012 ,316 ,156 ,002

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,517 * ,201 ,243 ,452 ,466* ,208 ,348 ,394 ,176 -,034 ,158 ,247 ,561* 1 ,966 ** ,612** ,488 * ,525 *

,023 ,408 ,316 ,052 ,044 ,392 ,144 ,095 ,472 ,890 ,518 ,308 ,012 ,000 ,005 ,034 ,021

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,515 * ,228 ,150 ,428 ,404 ,153 ,349 ,394 ,220 ,021 ,193 ,227 ,564* ,966 ** 1 ,637** ,572 * ,578 **

,024 ,347 ,539 ,067 ,086 ,533 ,143 ,095 ,366 ,931 ,429 ,349 ,012 ,000 ,003 ,011 ,010

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

-,035 -,070 -,167 ,083 ,036 ,138 ,067 -,017 ,085 ,053 ,348 ,099 ,243 ,612 ** ,637 ** 1 ,857 ** ,110

,887 ,776 ,495 ,734 ,884 ,574 ,787 ,945 ,728 ,829 ,144 ,688 ,316 ,005 ,003 ,000 ,655

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

* * **
-,060 -,107 -,234 -,038 -,104 ,037 ,079 -,091 -,070 ,044 ,324 ,082 ,338 ,488 ,572 ,857 1 ,176

,808 ,662 ,335 ,877 ,671 ,882 ,748 ,711 ,776 ,858 ,176 ,737 ,156 ,034 ,011 ,000 ,470

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19

,813** ,677 ** ,555 * ,586** ,540* ,599** ,752** ,650 ** ,385 ,370 ,537 * ,624 ** ,672** ,525 * ,578 ** ,110 ,176 1

,000 ,001 ,014 ,008 ,017 ,007 ,000 ,003 ,104 ,119 ,018 ,004 ,002 ,021 ,010 ,655 ,470

19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19
147

Lampiran 16 Hasil Uji Reabilitas Uji Coba Angket Motivasi Dan Post Test
a. Angket motivasi
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
N of Items
,788 5

b. Soal post test

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

,937 23
148

Lampiran 17 UJI T SPSS


Motivasi Belajar

Hasil Belajar
149

Lampiran 18
Pengerjaan Soal Post Test Kelas Eksperimen
Pengerjaan Soal Posttest Kelas Kontrol
Lampiran 19
JURNAL PENELITIAN
Lampiran 20 Tabel Product Moment

N Taraf Signifikan N Taraf Signifikan


5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 38 0,320 0,413
4 0,950 0,990 39 0,316 0,408
5 0,878 0,959 40 0,312 0,403
6 0,811 0,917 41 0,308 0,398
7 0,754 0,874 42 0,304 0,393
8 0,707 0,834 43 0,301 0,389
9 0,666 0,798 44 0,297 0,384
10 0,632 0,765 45 0,294 0,380
11 0,602 0,735 46 0,291 0,376
12 0,576 0,708 47 0,288 0,372
13 0,553 0,684 48 0,284 0,368
14 0,532 0,661 49 0,281 0,364
15 0,514 0,641 50 0,279 0,361
16 0,497 0,623 55 0,266 0,345
17 0,482 0,606 60 0,254 0,330
18 0,468 0,590 65 0,244 0,317
19 0,456 0,575 70 0,235 0,306
20 0,444 0,561 75 0,227 0,296
21 0,433 0,549 80 0,220 0,286
22 0,423 0,537 85 0,213 0,278
23 0,413 0,526 90 0,207 0,270
24 0,404 0,515 95 0,202 0,263
25 0,396 0,505 100 0,195 0,256
26 0,388 0,496 125 0,176 0,230
27 0,381 0,487 150 0,159 0,210
28 0,374 0,478 175 0,148 0,194
29 0,367 0,470 200 0,138 0,181
30 0,361 0,463 300 0,113 0,148
31 0,355 0,456 400 0,098 0,128
32 0,349 0,449 500 0,088 0,115
33 0,344 0,442 600 0,080 0,105
34 0,339 0,436 700 0,074 0,097
35 0,334 0,430 800 0,070 0,091
36 0,329 0,424 900 0,065 0,086
37 0,325 0,418 1000 0,062 0,081
Lampiran 21. Kunci jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Posttest
Soal Jawaban Skor Penskoran
1. Diberikan dua fungsi Diketahui : 20 Jika cara benar
masing-masing dan jawaban benar =
berturut – turut adalah 20
Ditanya : ? Jika cara benar
Dijawab : jawaban salah =
Jika daerah asalnya yaitu = ( ) 15
{ | }.Tentu Jika cara salah
kan hasil dari jawaban benar =
10

2. Perhatikan tabel berikut Diketahui : 20 Jika cara salah


jawaban salah =
0 1 2 3
5
1 2 1 1
Jika tidak
2 0 2 -2
mengerjakan = 0
Maka
Ditanya :

Dijawab :

( ) ( ( ( )) )

( )

3. Tentukan fungsi invers Diketahui : 20


dari fungsi

Ditanya : funsi invers ?


Dijawab :
Misal
Jadi,

4. Diketahui fungsi Diketahui : 20


dan ,
tentukan nilai x yang
memenuhi
adalah.... Ditanya : nilai x?
Dijawab :

( )

5. Dinda membantu kakaknya Diketahui : 20


berjualan makanan untuk
mendapatkan uang saku
tambahan. Dinda akan P= uang saku (rupiah)
mendapatkan uang saku dari x= jumlah makanan yang
hasil jumlah banyak terjual sesuai waktu
makanan yang terjual dihari Ditanya :
dia bekerja. Dengan fungsi uang saku yang diperoleh dinda
dinda jika ia berjualan mulai
dengan P adalah uang saku dari jam 13.00 sampai jam
dalam rupiah dan x adalah 17.00?
jumlah makanan yang Dijawab :
terjual. Ternyata jumlah ( )
makanan yang terjual
tergantung pada waktu yang
digunakan oleh dinda untuk
berjualan dengan Untuk t = 13.00 – 17.00
dengan t adalah = 4 jam
waktu dalam jam. ( )
Berapakah uang saku yang
diperoleh dinda jika ia
berjualan mulai dari jam
13.00 sampai jam 17.00?
Lampiran 22 Biodata peneliti
BIODATA PENULIS

Nama : Itsni Putri Rizqiyah

NIM : T20187063

Tempat/ Tanggal Lahir : Jember, 4 September 2000

Alamat : Dusun Krajan I RT 003 RW 020 Desa Kasiyan


Timur

Kecamatan Puger Kabupaten Jember

Email : itsni040900@[Link]

Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prodi : Tadris Matematika

Riwayat Pendidikan :

1. TK Bustanul Ulum Kasiyan timur (2004-2006)


2. MI Bustanul Ulum 04 Kasiyan Timur (2006-2012)
3. MTs Negeri 9 Jember (2012-2015)
4. SMA Negeri 1 Kencong (2015-2018)
5. UIN KHAS Jember (2018-2021)

Anda mungkin juga menyukai