LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) PROVINSI BANTEN
PERIODE 19 DESEMBER 2022 SAMPAI DENGAN 28 FEBRUARI 2023
Disusun oleh:
Nama Siswa : RAMADHANI
NIS : 1218025
Kelas : XI TKJ 1
Kompetensi Keahlian : TKJ
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PGRI 3 KOTA SERANG 2022
LEMBAGA PENGESAHAN
LEMBAR PENGESAHA PERTAMA
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Laporan ini disahkan dan diterima
Oleh Pihak
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS)
Tanggal : 28 Februari 2022
Mengetahui :
Pembimbing Prakerin 1 Pembimbing Prakerin 2
….………………….. …………………………
Menyetujui :
Ketua Baznas Provinsi Banten
Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, L.M.L,
NIP
LEMBAR PENGESAHAN KEDUA
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
Laporan ini disahkan dan diterima
Oleh Pihak
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PGRI 3 KOTA SERANG
Tanggal : 28 Februari 2023
Ketua Prakerin Wakil Humas
Indah Seti, SE. Nurul Hakim, [Link]
Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 3 KOTA SERANG
[Link]
BIODATA
IDENTITAS SISWA
Nama Siswa : RAMADHANI
NIS/NISN : 1218025/0052464219
Tempat Tanggal Lahir : Serang, 20 Agustus 2005
Jenis Kelamin : laki-laki
Golongan Darah :-
Agama : Islam
Tingkat/Program Studi : Tehnik komputer jaringan (TKJ)
Sekolah : SMK PGRI 3 KOTA SERANG
Alamat Siswa : [Link] kidul Rt 07/02 [Link]
[Link] [Link]
Nomor Telepon : 083870750546
Hobby :-
Catatan Kesehatan :-
Nama Orang Tua : Ade putra
Alamat Orang Tua/Wali : [Link] kidul Rt 07/02 [Link]
[Link] [Link]
Serang, 28 February 2023
Kepala Sekolah
Pas photo
3x4
[Link] ,SH,M,Pd
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat serta karunia-
Nyalah penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Dimana laporan ini
sangat membantu penulis baik di masa sekarang maupun masa yang akan dating, laporan ini
tersusun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan
Penulisan dapatkan selama melaksanakan Praktek kerja lapangan (PKL) di Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten. Meskipun Masih banyak kekurangan
kesalahan yang penulisan memiliki tetapi penulisakan berusaha memperbaikinya dan
dijadikan satu pelajaran untuk menjadi baik lagi. Laporan ini adalah salah satu untuk
melaksanakan/ memenuhi persyaratan yang telah di tentukan oleh pihak di SMK PGRI 3
KOTA SERANG. Tersusunnya laporan ini atas bantuan dari berbagai pihak, terutama pihak
keluarga, pihak sekolah yang telah memberikan kesempata kepada penulis untuk mengenal
dunia kerja, serta pihak perusahaan dan instansi yang telah membantu, membimbing, dan
memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengetahui berbagai macam pekerjaan
dengan baik.
Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat:
1. [Link] ,SH,M,PD Selaku Kepala Sekolah PGRI 3 KOTA SERANG
2. Bu Indah Setia Selaku Prakerin .
3. Dwi Novaliawati ,SE,[Link] Selaku kepala Jurusan Akutansi Lembaga Ke Uangan
PGRI 3 Kota Serang
4. Bapak Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, L.M.L., M.M. selaku ketua Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten.
5. Devi Selaku Pembimbing Dan Pelaksanan Badan Amil Zakat Nasional Yang Telah
Memberikan Arahanya.
6. Bapak/ibu selaku orang tua yang telah mendoakan dan mendukung saya dalam
melaksanakan kegiatan prakerin di BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL
PROVINSI BANTEN
7. Dan semua pihak yang telah membantu saya dalam menyusun laporan prake
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN I.................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN II................................................................................................
BIODATA..............................................................................................................................
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
[Link] Belakang ................................................................................................................
1.2. Dasar Pemikiran..............................................................................................................
[Link] .............................................................................................................................
BAB II GAMBARAN UMUM BAZNAS PROVINSI BANTEN
2.1. Sejarah Singkat Baznas Provinsi Banten .......................................................................
2.2. Visi dan Misi Baznas Provinsi Banten ...........................................................................
2.3. Struktur Organisasi Baznas Provinsi Banten..................................................................
BAB III PROSES PELAKSANAAN PKL
4.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PKL.............................................................................
4.2. Tabel Rincian Kegiatan PKL..........................................................................................
BAB IV PENUTUP
5.1. Kesimpulan Kegiatan PKL ............................................................................................
5.2. Saran Kegiatan PKL ......................................................................................................
LAMPIRAN
FOTO KEGIATAN PRAKERIN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mempersiapkan dan memberikan pembekalan
yang matang kepada siswa guna menunjang kesusksesan dalam Dunia Usaha. Dengan
diadakanya prakerin, siswa akan mendapatkan pengalaman tentang Dunia Kerja dan
diharapkan dapat menuliskan hasil prakerin tersebut dalam bentuk laporan.
1.2 Dasar Pemikiran
Praktik Kerja Lapangan adalah kegiatan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa
dengan melakukan praktik kerja secara langsung sesuai dengan jurusan yang siswa ambil
di sekolah.
Berdasarkan kurikulum dan syarat pembuatan skripsi maka prakerin ini diadakan.
Praktik kerja lapangan ini juga diadakan agar siswa/siswi mengenal dunia kerja yang
sebenernya. Selain itu siswa/siswi dapat langsung memperaktikan ilmu yang didapatkan
di Sekolah Menengah Kejuruan.
1.3 Tujuan Praktek Kerja Industri
Adapun Tujuan dari kegiatan prakerin diantaranya :
a) Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas ,yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat
pengetahuan , keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan
pekerjaan
b) Memperkokoh link and match antara SMK dan dunia kerja .
c) Meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja
berkualitas
d) Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari
proses pendidikan.
BAB II
GAMBARAN UMUM BAZNAS PROVINSI BANTEN
[Link] Singkat Baznas Provinsi Banten
Tahun 1999 lahir Undang-Undang No. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat.
Provinsi Banten lahir berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan
Provinsi Banten tanggal 17 Oktober 2000. Dalam rangka merealisasikan motto Provinsi
Banten “Iman dan Taqwa” serta untuk melaksanakan Undang-undang di atas, di Provinsi
Banten telah dibentuk Badan Amil Zakat Daerah Provinsi Banten dengan surat keputusan
Gubernur Banten No. 451/Kep.184-Huk/2002 tanggal 2 Desember 2002. Pengurus BAZDA
Provinsi Banten terdiri dari para ’alim ulama dan profesional.
Untuk melaksanakan UU No. 38 tahun 1999 tersebut, maka dibentuklah pengurus
BAZDA dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Kota sampai tingkat Kecamatan.
Hubungan BAZDA di semua tingkatkan bersifat koordinatif, konsultatif dan informatif. Di
Provinsi Banten telah dibentuk BAZDA Provinsi Banten berdasarkan SK Nomor :
451/Kep.184-Huk/2002 tentang Pembentukan Pengurus Badan Amil Zakat Provinsi Banten
dan diperbaharui dengan SK Nomor : 457/Kep.324-Huk/2010 dan diperpanjang oleh Surat
Tugas dari Kanwil Kemenag Provinsi Banten dengan SK No.
KW.28.6/iV/BA.01.1/2725/2013 Dalam rangka pengumpulan dana zakat tersebut tiap
BAZDA Provinsi, Kabupaten dan Kota membentuk Unit Pengumpul Zakat di tiap
Dinas/Instansi/Lembaga/ Kantor/Badan/Perusahaan dan Perguruan Tinggi yang pembagian
wilayahnya dibahas dalam Rapat Koordinasi Daerah.
Pada tahun 2004 di Provinsi Banten telah keluar Peraturan Daerah Nomor. 4 tentang
pengelolaan zakat dan Instruksi Gubernur Nomor 451/1122-Kesra/2005 tentang Zakat, Infaq
dan Shadaqah2 . Dengan telah keluarnya Undang-undang dan Perda serta Surat Keputusan
Gubernur tentang pembentukan BAZDA, Pemerintah Daerah bersama para ulama dan tokoh
masyarakat melalui kekuasaan dan kewenangan serta wibawanya mempunyai tanggungjawab
untuk terus menggali dan mengembangkan potensi zakat yang berlandaskan pada Perda No. 4
Tahun 2004 dan UU no. 38 Tahun 1999 tersebut.
Pemerintah pada umumnya dalam mengatasi kemiskinan lebih tertumpu pada dana anggaran
APBD. Bila dana anggaran lebih diskalaprioritaskan untuk infrastuktur pembangunan, maka
dana pengentasan kemiskinan biasanya bagiannya kurang memadai. Sedang Zakat Infaq dan
Shadaqah (ZIS), tidak pernah tergantung pada besar kecilnya anggaran pemerintah, namun
akan tergantung kepada realisasi
Dan potensi zakat umat Islam. Bahkan dana ZIS selalu aman dari resesi ekonomi dunia.
Jika benar-benar konsisten mengawal undang-undang dan Perda ZIS serta mengefektifkan
peran wajib ZIS (Para Muzakki), maka pengentasan kemiskinan akan bisa diatasi. Minimal
melalui dana ZIS yang disalurkan kepada kaum dhu’afa melalui program produktif, jumlah
kemiskinan akan berkurang. Apalagi bila pemerintah bisa melakukan sinergi dengan BAZDA
selaku amilin untuk mengentaskan kemiskinan.
ZIS bukanlah sebuah program seremonial semata, tapi ZIS memiliki makna kesahajaan yang
paling popular di hadapan Allah SWT. Sebab dengan ZISbukan saja membersihkan diri dan
harta bagi muzakki, tapi menolong umat lain yang ditakdirkan menjadi warga miskin untuk
selalu dimotivasi agar bisa menjadi muzakki (orang yang membayar zakat). Sampai lahirl
Undang-Undang Nomor. 23 Tahun 2011 sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 38
Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan
kebutuhan hukum dalam masyarakat. Dalam Penyebutan namapun Badan Amil Zakat Daerah
(BAZDA) menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten.
Dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011, diangkatlah 5 (lima)
orang Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten dengan Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor
458/Kep.446-Huk/2015 tanggal 1 Oktober 2015 tentang Pengangkatan Pimpinan Badan Amil
Zakat Nasional Provinsi Banten Masa Kerja Tahun 2015 – 2020.
[Link] Misi Baznas Provinsi Banten :
Visi
Menjadi Pilihan Pertama Menunaikan Zakat Lembaga Utama Menyejehterakan Umat
Misi
a) Membangun BAZNAS Banten yang kuat, terpercaya dan modern sebagai
lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang dalam pengelolaan zakat.
b) Memaksimalkan sosialisasi, edukasi dan literasi zakat di Banten dalam rangka
peningkatan peningkatan pengumpulan ZIS-DSKL secara masif dan terukur.
c) Memaksimalkan pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL untuk
mengetaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, dan mengurangi
kesejahteraan sosial.
d) Membangun kemitraan antara muzakki, mustahik, instansi, lembaga dan
prusahaaan dengan mengoptimalkan ZIS dan DSKL serta dana CSR dalam
pemberdayaan dan penggulangan kemiskinan
e) Memperkuatkan sistem perencanaan, pengendalian, pelaporan,
pertanggungjawaban, dan koordinasi pengelolaan zakat secara nasional di
Provinsi Banten.
f) Memperkuat kompetensi, profesionalisme, integritas dan kesejahteraan amil
ZAKAT Banten secara berkelanjutan.
g) Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat di Provinsi Banten dengan sistem
manajemen berbasis data yang kokoh dan teratur.
[Link] Organisasi Baznas Provinsi Banten :
BAB III
PROSES PELAKSANAAN
. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1. Tempat: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten
Jl. Ki Fatoni No. 54 Serang,
2. Waktu Pelaksanaan PKL
Untuk Waktu Pelaksanaan PKL dimulai dari tanggal 19 Desember 2022 s.d 28
Februari 2023 Dengan Jam Kerja Sebagai Berikut:
HARI MASUK ISTIRAHAT PULANG
Senin 07:45 12.00-13.00 17:00
Selasa 07:45 12.00-13.00 17:00
Rabu 07:45 12.00-13.00 17:00
Kamis 07:45 12.00-13.00 17:00
Jum’at 07:45 12.00-13.00 17:00
Sabtu Libur Libur Libur
Minggu Libur Libur Libur
[Link] Rincian Kegiatan PKL
Hari Tanggal Kegiatan PKL Paraf Pembimbing
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan prakerin ini, sangat banyak pengalaman dan ilmu yang kami
dapatkan. Jika disekolah kita diajarkan bermacam – macam teori, nah saat prakerin teori itu
akan digunakan sebagai dasar dalam melaksanakan suatu kegiatan (Praktek). pada intinya
kegiatan prakerin sangat berguna untuk mengembangkan apa yang diajarkan di
[Link] bisa disebut sebagai pelengkap dan proses pematangan/pemantapan kelak
saat sudah berkecimpung dalam dunia usaha
4.2 Saran
Kami sadar, dalam melaksanakan prakerin ini masi banyak kekurangan. Namun kami telah
melaksanakanya secara maksimal. Selain itu, Laporan Prakerin ini juga masi jauh dari
sempurna. Oleh karna itu, saran yang membangun sangat kami perlukan guna memperbaiki
laporan yang masih jau dari kata sempurna.