B.
PURCHASING POWER PARITY TEORY (PPP THEORY)
Pengaruh tingkat inflasi terhadap kurs valas dapat diperjelaskan berdasarkan teori
Purchasing Power Parity atau Paritas Daya Beli atau Keseimbangan/ Kesamaan Daya
Beli.
Diperkenalkan oleh Gustav Cassel > Perang Dunia II
Penjelasan teori ini berdasarkan pada “LOW OF ONE PRICE”/LOP dikenal dengan
teori PPP ABSOLUT
Misal : Harga 1 Kg Apel USA di 2 tempat sebagai berikut : Jakarta Rp.5000,- = New
York USD1 Harga 1 Kg Apel = Rp.5000 / USD = Kurs Valas
Kurs Valas berdasarkan teori PPP Absolut tidak sesuai dengan kurs valas yang ditetapkan
pemerintah. Karena akan terjadi Overvaluation dan Undervaluation.
TEORI PPP RELATIF
Menyatakan bahwa harga suatu produk yang sama akan tetap berbeda karena
ketidaksempurnaan pasar yang disebabkan oleh factor biaya transport, tarif dan kuota.
Menurut teori PPP Relatif, kurs valas / forex rate akan berubah untuk mempertahankan
purchasing power/kekuatan daya beli.
Perubahan kurs valas/forex rate dapat dihitung sebagai berikut :
Misalkan :
Price Index Home Country = Ph
Inflation Rate Home Country = Ih
Price Index Foreign Country = Pf
Inflation Rate Foreign Country = If
Persentase (%) perubahan kurs valas = ef
Dengan demikian jika ada inflasi, harga barang dimasing2 negara menjadi
Price Home Country : Ph (1 + ih)
Price Foreign Country : Pf (1 + if) (1 + ef)
Berdasarkan Law of One Price maka :
New Price Index Foreign Country = New Price Index Home Country
Pf = Ph :
ef = 1 + ih -1
1 + if
Rumus/ formula ini menunjukan bagaimana hubungan antara tingkat inflasi dikedua
negara
dengan kurs valas berdasarkan teori PPP.
Dari rumusan diatas dapat disimpulkan :
Jika ih > if maka ef > 0 (Positif), sehingga kurs valas/forex rate Apresiasi (menguat)
Jika ih < if maka ef < 0 (Negatif), sehingga kurs valas/forex rate Depresiasi (Melemah)
Dimana : dalam PPP teory :
Ih = Inflation Home (Inflasi dalam negeri)
If = Inflation Foreign ( Inflasi Luar negeri)
Contoh :
Tingkat inflasi di Indonesia = 3.3% pertahun (ih)
Tingkat inflasi di USA = 1.7% pertahun (if)
Spot rate (10/10/2022) = Rp. 15.322/USD (SR)
Menurut teori PPP Pertumbuhan Kurs Valas , kurs / Forward rate (FR)1tahun yad
berapa?
Jawab : (Cara pertama (1))
Rumus nya : FR = SR ( 1 + ef)
ef = 1 + ih -1
1 + if
ef = 1 + 3,3% -1
1 + 1,7%
= 1,033 -1 = 1,0157 -1 = 0,0157 = 1,57%
1,017
FR diperkirakan11 /10/2023)
FR = SR ( 1+ ef)
= Rp.15.322 (1 + 0,0157) = Rp15.562.55/USD
Berarti :
1. Kurs yang akan datang (1 tahun ke depan) (Forward Rate) menggunakan PPP teory
adalah sebesar Rp Rp15.562.55/USD
[Link] Apresiasi (Menguat ) terhadap rupiah sebesar 1,57%/tahun
berdasarkan uraian diatas maka dengan menggunakan teori PPP dapat diperoleh
rumus/formula yang dapat digunakan untuk memperkirakan kurs valas yang akan datAng, yang
dikenal sebgai Forward Rate, yaitu (cara kedua)
FR = SR ( 1 + (ih – if) ) Jadi :
FR = 15.322 (1 + (3,3% - 1,7%) = 15.322 (1 + 1,6%)
=15.322(1 + 0,016)
= 15.322 (1,016) = 15.567,16
= Rp.15.567,16/USD
Contoh Soal :
1. Jika Diketahui Tingkat Inflasi Indonesia (PPP teory) sebesar 3,3%, Tingkat Inflasi
Australia (AUD) sebesar 1,6%, Spot Rate Rp. 9.818/AUD, berapakah Forward Rate 1
tahun YAD dari perhitungan teoritis faktor inflasi aja.
Dik :
Ih = 3,3% = 0,033
If = 1,6 % = 0,016
SR = Rp. 9.818/AUD
Dit : FR ? cara kedua(rumus kedua)
FR = SR ( 1 + (ih – if))
= 9.818 ( 1 + ( 0,033 – 0,016)
= 9.818 ( 1+ 0,017)
= 9.818 (1,017)
= Rp. 10.505,3/AUD
C. INTERNATIONAL FISHER EFFECT TEORI (IFE THEORY)
Diciptakan oleh seorang ekonom yg bernama Irving Fisher
Menyatakan : Tingkat bungan nominal (i) disetiap negara akan sama dengan Real Rate
Return (r) ditambah dengan tingkat inflasi yang diharapkan yaitu : I = r + I
Menurut teori ini, tingkat bunga di 2 negara berbeda dapat terjadi karena adanya
perbedaan tingkat inflasi yang diharapkan.
Teori IFE hampir sama dengan teori IRP yang menggunakan perbedaan tingkat
bunga untuk
menerangkan mengapa terjadi perubahan kurs valas.
Teori IFE berkaitan erat dengan teori PPP karena tingkat bunga erat kaitannya dengan
tingkat inflasi.
Dapat dikatakan bahwa perbedaan tingkat bunga yang terjadi antara beberapa negara
dapat disebabkan oleh perbedaan tingkat inflasi.
Teori IFE mempelajari tentang hubungan antara persentase (%) perubahan SR dengan
perbedaan tingkat bunga (i) pasar uang di berbagai negara.
IFE Theory menyatakan : “ SR akan berubah dengan persentase (%) yang sama tetapi
berlawanan dengan perbedaan atau selisih tingkat bunga antara 2 (dua) negara “ Rumus :
SR2 – SR1 / SR1 x 100 = I ($) – I (Y)
Selanjutnya menurut teori ini actual or Effective Return (r) dari investasi pada surat
berharga di pasar luar negeri. Tergantung pada :
a. Foreign Interest (if) b. persentase perubahan nilai forex (ef)
dengan demikian : efektive return dipasar uang atau bank luar negeri dirumuskan sebagai
berikut :
r = (1 + if) (1 + ef) – 1
karena r = ih maka (1 + if) (1 + ef) – 1 = ih
jadi : ef = (1 + ih) / (1 + if) – 1
Dapat disimpulkan :
Bila ih > if makan ef > 0 (Positif) sehingga forex akan apresiasi, apresiasi forex akan
menaikan foreign return (hasil penerimaan investor home country) diluar negeri.
Sebaliknya, Bila ih < if makan ef < 0 (Negatif) sehingga forex akan Depresiasi,
Depresiasi ini akan menurunkan foreign return (hasil penerimaan investor home country)
dari investasi diluar negeri.
Contoh :
- Effective return home investment = ih = 11%
- Interest rate foreign deposit = if = 12%
ef = (1 + ih) / (1 + if) – 1
= ( 1 + 11%) / (1 + 12%) – 1 = -0.89%
ini berarti : forex dari foreign deposit akan depresiasi sebesar 0.89% untuk dapat
membuat effective return dari foreign deposit 11% bagi investor dalam negeri.
CONTOH SOAL
1. Jika Anda memiliki dana awal Rp.100.000.000,- dan diketahui data Spot Rate (SR) Rp.
15.322/USD dan Rp. 10.720/SGD, dan data tambahan lain :
Currency Tingkat Inflasi (ppp teory) Tingkat Bunga (irp teory)
Rupiah (ih) 3,3% 5%
USD (if) 1,7% 1,25%
SGD (if) 0,8% 0,5%
Dalam Mata uang apa dana anda paling menguntungkan (Nilai Riel/ Nilai Akhir) Jika di
Depositokan? = An???
Nb. Soal No.1 adalah Gabungan PPP teory (Inflasi) dan IRP Teory (Tingkat bunga)
Diketahui :
Tingkat inflasi (PPP Teori) untuk mencari FR
Tingkat Bunga (IRP Teori) untuk mencari An
Dik :
Ah = Rp.100.000.000
SR -USD = Rp. 15.322/USD
SR -SGD = Rp. 10.720/SGD
Ditanya : An ?? (An Rp, An USD, An SGD)
Rumus :
An = Ah (1 + if ) FR
SR
Langkah 1, cari dulu FR baru kemudian bisa cari An
mencari FR , ih dan if menggunakan tingkat inflasi
FR = SR ( 1 + (ih – if)
FR (USD) = 15.322 ( 1 + (3,3 % - 1,7%)
= 15.322 (1 + (0,033 – 0,017)
= 15.322 ( 1 + 0,016)
= 15.322 ( 1, 016 )
= Rp15.567,15/USD
FR (SGD) = 10.720 ( 1 + (3,3 % - 0,8%)
= 10.720 ( 1,025)
= Rp10.988/SGD
sudah dapat nilai FR lanjut cari An
An (USD) = Ah (1 + if ) FR mencari An… if /ih menggunakan tingkat bunga
SR
= 100.000.000 ( 1 + 1,25%) . 15.567,15
15.322
= 6.526,56 (1,0125). (15.567,15)
An = 102.869.937,73
selisih = An - Ah
Berarti selisih keuntungan jika deposito menggunakan USD = An - Ah = Rp 102.869.937 – Rp.
100.000.000 = Rp. 2.869.937
An (SGD) = Ah (1 + if ) FR
SR
= 100.000.000 ( 1 + 0,5%) . 10.988
10.720
= 9.328,36 (1 +0,005) (10.988)
= 9.328,36 (1,005) (10.988))
= Rp. 103.012.519,8
Berarti selisih keuntungan jika deposito menggunakan SGD = Rp 103.012.519– Rp. 100.000.000
= Rp. 3.012.519
jika dilihat dr mata uang asing sebaiknya mendepositokan atau menginvestasikan dana
kedalam SGD dibandingkan dengan USD , krn keuntungan SGD lebih besar.
An (Rp) = Ah (1 + ih ) FR >> (khusus untuk rupiah SR dan FR = 1)
SR
= 100.000.000 ( 1 + 5%). 1
1
= 100.000.000 (1,05)
=105.000.000
Berarti selisih keuntungan jika deposito menggunakan Rp = Rp 105.000.000– Rp. 100.000.000 =
Rp. 5.000.000
2. Jika Memiliki dana tunai (Ah) sebesar 100.000 USD dalam mata uang apa anda
menghasilkan tingkat pengembalian riel tertinggi jika diketahui (An??) :
Currency Tingkat Inflasi Tingkat Bunga Spot Rate (SR)
Rupiah (ih) 3.3% 6% 1
USD (if) 1,7% 1,25% Rp. 15.322/USD
AUD (if) 1.6% 0,5% Rp. 9.818/AUD
Caranya sama seperti no.1 diatas, tetapi Ah dan An harus dalam rupiah.
Dik :
Ah = 100.000 USD = Rp?????
Ah = 100.000 USD x (Rp. 15.322/USD)
Ah = Rp. [Link]
Ditanya : An (USD, AUD, Rp) ????
An = Ah (1 + ih ) FR
SR
Langkah awal cari FR dahulu, kemudian baru cari An
FR -USD = SR (1 + (Ih – If)
= 15.322 (1 + (3,3% - 1,7%)
= 15.322 (1 + (1,6%)
= 15.322 (1,016)
= Rp15.567,15/USD
FR -AUD = SR (1 + (Ih – If)
= 9.818 (1 + (3,3% - 1,6%))
= 9.818 (1 + (1,7%)
= 9.818 (1,017)
= Rp.9984,91/AUD
Langkah selanjutnya cari An
An USD = Ah (1 + if ) FR
SR
= [Link] (1 + 1,25%) .15.567,15
15.322
= 100.000 x 1,0125 x 15.567,15
= Rp [Link],5
untung = An- Ah
Jadi Untung = Rp [Link],5 - [Link] = Rp. 43.973.973,5
An AUD = Ah (1 + if ) FR
SR
= [Link] (1 + 0,5%). 9984,91
9.818
=156.060,3 x 1,005 x 9984,91
=Rp. [Link],36
Jadi Untung = An - Ah
Rp [Link]- [Link] = Rp. 33.839.264,36
jika dilihat dari mata uang asing, yaitu USD danAUD, maka kita memilih untuk
menginvestasikan dana kita kedalam USD krn keuntungannya lebih besar, yaitu Rp.
43.973.973,5
An RP = Ah (1 + ih ) FR
SR
= [Link] (1 + 6%) . 1
1
=Rp.[Link]
D. INTERNATIONAL PARITY CONDITION / KONDISI KESEIMBANGAN
INTERNASIONAL
Sejak berlakunya floating rate system tidak satupun dari 3 teori keuangan internasional
(IRP, PPP, IFE) yang digunakan untuk meramalkan kurs valas untuk setiap kondisi.
Untuk meramalkan kurs valas tersebut tetap terdapat sauatu dasar hubungan ekonomi
tertentu.
Dari analisis parity condition dapat dikemukakan beberapa catatan penting yang perlu
diperhatikan oleh para investor ataupun pedagang valas yang ingin memperoleh
keuntungan dari investasi jangka pendeknya, yaitu :
1. Berusaha untuk melakukan investasi atau memiliki piutang dalam valas / forex yang
tingkat bunganya relative tinggi dan cenderung akan apresiasi.
2. Sebaliknya, meminjam atau memiliki utang dalam valas atau forex yang tingkat
bunganya relative rendah dan cenderung akan depresiasi.
LATIHAN SOAL
nomor 1 = IRP theory
1. Misalkan tingkat bunga pertahun di Amerika (Dollar) = 1.7% tingkat bunga Indonesia
(Rupiah) = 3,3%, diketahui data Spot Rate pada tanggal 10/10/2022 adalah sebesar
Rp.15.322/USD, dan diketahui Nilai Awal (Ah) = Rp. 4.500.000, maka hitunglah :
a. Nilai P (Premium/ Discount) dari mata uang tersebut?
b. Forward Rate tahun 2023, dari mata uang tersebut?
c. Rate of Return dari mata uang tersebut?
d. An (Nilai Akhir) mata uang tersebut?
Diketahui :
If = 1.7% =0,017
Ih = 3.3% = 0.033
SR = Rp. 15.322/USD
Ah = Rp. 4.500.000
Ditanya :
P?, FR?, rf?, An?
Penyelesaian :
a. P = ?? (premium atau discount)
P= 1 + ih -1
1 + if
P = 1+ 0,033 -1 = P= (1,033) -1 = 1, 0157 -1
1+ 0.017 (1,017)
P = 0,0157 = 0,157 % (Premium)
b. FR?
FR = SR (1 + p)
= 15.322 ( 1+0.0157)
= 15.322 (1,0157)
= Rp 15.562,56/USD
Berarti kurs yang akan datang (forward Rate) tahun depan adalah sebesar Rp. ,
15.562,56/USD artinya : USD menguat /Apresiasi tetapi Rupiah Melemah
(Depresiasi)
c. rf?
rf = (1+if) (1 + p) – 1
rf = (1+0.017) (1 + 0,0157) – 1
rf = (1,017) (1,0157) -1 = 1,033 – 1 =0,033
rf = 3,3%
d. An ?
An = Ah (1 + if ) FR
SR
An = 4.500.000 (1 + 0.017) . 15.562,56
15.322
An = 293,695 (1.017). 15.562,56
An = Rp 4.648.352,42
Berarti An atau nilai akhir yang akan kita terima adalah sebesar Rp. Rp 4.648.352,42
Dan kita mempunyai keuntungan sebesar Rp 4.648.352,42 - Rp 4.500.000 = Rp.
148.352,42
nomor 2 adalah IFE theory (gabungan dari IRP dan PPP theory)
2. Jika anda memiliki dana tunai (menganggur) sebesar 10.000 HKD, selama 120 hari,
dan ingin mendepositokannya, dalam mata uang apakah sebaiknya anda
mendepositokannya agar menghasilkan tingkat pengembalian riel tertinggi?, jika
diketahui data sebagai berikut (dalam tahun) : ( 1 tahun = 360 hari)
Currency Inflasi (ppp theory) Bunga (IRP theory) Spot Rate
Rp (ih) 3,4% 5.5% 1
USD (if) 1,7% 2,25% Rp. 15.322/USD
SGD (if) 0,4% 1,74% Rp. 10.720/SGD
HKD (if) 3,3% 2,5% Rp. 1.951/HKD
catatan :
Ah harus dalam rupiah = 10.000 HKD x Rp. 1.951/HKD
Ah = Rp 19.510.000
tingkat bunga = 120 hari = 360/120 hari = 3
berarti bunga dibagi 3 misal: tingkat bunga USD = 2,25%/3 = 0,75%
di cari An???
An = Ah (1 + if ) FR
SR
cari FR dahulu, gunakan tingkat inflasi untuk menentukan ih dan if dalam FR
FR = SR ( 1 + (ih -if))
FR USD = 15.322 ( 1 + (0,034 - 0,017)
= 15.322 (1,017)
= Rp. 15.582,47/USD
FR SGD = 10.720( 1 + (0,034 - 0,004)
= 10.720 (1.03)
= Rp. 11.041,6 /SGD
FR HKD = 1951( 1 + (0,034 - 0,033)
= 1951 (1,001)
= Rp 1952,95/ HKD
An = Ah (1 + if ) FR
SR
An USD = Ah (1 + if ) FR
SR
= 19.510.000 ( 1+ ((2,25%/3)) .15.582,47
15.322
= 1.273,33 x (1,0075) x (15.582,47)
= Rp .19.990.438, 72
keuntungan USD = 19.990.438, 72 - 19.510.000 = Rp. 480.438, 72
An SGD = 19.510.000 x (1 + (1,74%/3)) . 11.041,6
10.720
= 1819,97 x (1+0,58%) x 11.041,6
= 1819,97 x (1,0058) x 11.041,6
= Rp. 20.211.933,96
selisih keuntungan =Rp. 20.211.933,96 - 19.510.000 = Rp. 701.933,96
An HKD = 19.510.000 x (1 + (2,5%/3)) .1952,95
1951
= 10.000 x (1+0,833%) x 1952,95
= 10.000 x (1+0,00833) x 1952,95
= 10.000 x (1,00833) x 1952,95
= Rp. 19.692.180, 74
selisih keuntungan = Rp. 19.692.180, 74 - 19.510.000 = Rp. 182.180,74
kesimpulan memilih mata uang SGD karena keuntungannya lebih besar yaitu sebesar :
Rp. 701.933,96
3. Bila seseorang membutuhkan uang tunai sebesar Rp. 750.000.000, untuk waktu 180
hari, dan ingin meminjamnya (kredit), dalam mata uang apakah sebaiknya seseorang itu
meminjam agar lebih murah?, diketahui data sebagai berikut Tingkat bunga pertahun,
(1 tahun = 360 Hari)
Bunga Kredit (1tahun) EURO HKD SGD Rp
3% 4,5% 5,25% 12%
Spot Rate Rp.15.018/EURO Rp.1.951/HKD Rp.10.720/SGD
Forward Rate Rp.15.500/EURO Rp.2.000/HKD Rp.10.900/SGD
catatan :
tingkat bunga 180 hari = 360/180 hari = 2
berarti bunga dibagi 3 misal: tingkat bunga EURO = 3%/2 = 1,5%
di cari An???
An = Ah (1 + if ) FR
SR
An EURO = 750.000.000 (1 + (3%/2) ) 15.500
15.018
= 49.940,072 x (1+1,5%) x 15.500
= 49.940,072 x (1,015) x 15.500
= Rp 785.682.182,74
bunga kredit = 785.682.182,74 - 750.000.000 = Rp 35.682.182,74
An HKD = 750.000.000 (1 + (4,5%/2) ) .2000
1951
= 384.418,28 x (1,0225)x 2000
= Rp. 786.135.382,6
bunga kredit = Rp. 786.135.382,6 - 750.000.000
= Rp. 36.135.382,6
An SGD = 750.000.000 (1 + (5,25%/2) ) .10.900
10720
= 69.962,69 x (1,02625) x10.900
= Rp. 782.611.395,68
bunga kredit = Rp. 782.611.395,68 - 750.000.000 = Rp. 32.611.395, 68
berarti meminjam / kredit dalam mata uang SGD karena bunga kredit lebih kecil