0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan4 halaman

Peran Mahasiswa dalam Anti Korupsi

Dokumen tersebut membahas peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi, yang meliputi empat wilayah yaitu lingkungan keluarga, lingkungan kampus, masyarakat sekitar, dan tingkat lokal/nasional. Mahasiswa diharapkan dapat menanamkan nilai anti korupsi dan mencegah tindakan korupsi di berbagai lingkungannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan4 halaman

Peran Mahasiswa dalam Anti Korupsi

Dokumen tersebut membahas peran mahasiswa dalam gerakan anti korupsi, yang meliputi empat wilayah yaitu lingkungan keluarga, lingkungan kampus, masyarakat sekitar, dan tingkat lokal/nasional. Mahasiswa diharapkan dapat menanamkan nilai anti korupsi dan mencegah tindakan korupsi di berbagai lingkungannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS INDIVIDU ANTI KORUPSI

Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi

Nama : Roger Martin Setiawan


Kelas : MJ III A
Jurusan : Manajemen
Mata Kuliah : Anti Korupsi

UNIVERSITAS WIDYA DHARMA PONTIANAK


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Jalan H.O.S Cokroaminoto No.445 Pontianak
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Anti Korupsi
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada dasarnya dapat dibedakan
menjadi empat wilayah, yaitu: di lingkungan keluarga, di lingkungan kampus, di masyarakat
sekitar, dan di tingkat lokal/nasional. Lingkungan keluarga dipercaya dapat menjadi tolok
ukur yang pertama dan utama bagi mahasiswa untuk menguji apakah proses internalisasi anti
korupsi di dalam diri mereka sudah terjadi. Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti
korupsi di lingkungan kampus tidak bisa dilepaskan dari status mahasiswa sebagai peserta
didik yang mempunyai kewajiban ikut menjalankan visi dan misi kampusnya. Sedangkan
keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di masyarakat dan di tingkat
lokal/nasional terkait dengan status mahasiswa sebagai seorang warga negara yang
mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya.
1. Lingkungan Keluarga
Tahapan proses internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa yang diawali
dari lingkungan keluarga sangat sulit untuk dilakukan. Justru karena anggota keluarga adalah
orang-orang terdekat, yang setiap saat bertemu dan berkumpul, maka pengamatan terhadap
adanya perilaku korupsi yang dilakukan di dalam keluarga seringkali menjadi bias.
Bagaimana mungkin seorang anak berani menegur ayahnya ketika sang ayah kerap kali
melanggar peraturan lalu lintas? Apakah anak berani untuk bertanya tentang asal usul
penghasilan orang tuanya? Apakah anak memiliki keberanian untuk menegur anggota
keluarga yang lain karena menggunakan barang-barang bajakan? Nilai-nilai yang ditanamkan
orang tua kepada anak-anaknya bermula dari lingkungan keluarga dan pada kenyataannya
nilai-nilai tersebut akan terbawa selama hidupnya. Jadi, ketika seorang mahasiswa berhasil
melewati masa yang sulit ini, maka dapat diharapkan ketika terjun ke masyarakat mahasiswa
tersebut akan selamat melewati berbagai rintangan yang mengarah kepada tindak korupsi.
Paling tidak, ada satu orang generasi muda yang tidak tergiur untuk melakukan tindak
korupsi. Jika Pendidikan Anti Korupsi diikuti oleh banyak Perguruan Tinggi, maka akan
diperoleh cukup banyak generasi muda yang dapat menjadi benteng anti korupsi di Indonesia.

2. Lingkungan Kampus
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti-korupsi di lingkungan kampus dapat dibagi
ke dalam dua wilayah, yaitu: untuk individu mahasiswanya sendiri, dan untuk komunitas
mahasiswa. Untuk konteks individu, seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar
dirinya sendiri tidak berperilaku koruptif dan tidak korupsi. Sedangkan untuk konteks
komunitas, seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar rekan-rekannya sesama
mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di kampus tidak berperilaku koruptif dan tidak
korupsi. Agar seorang mahasiswa dapat berperan dengan baik dalam gerakan anti-korupsi
maka pertama-pertama mahasiswa tersebut harus berperilaku anti-koruptif dan tidak korupsi
dalam berbagai tingkatan. Dengan demikian mahasiswa tersebut harus mempunyai nilainilai
anti-korupsi dan memahami korupsi dan prinsip-prinsip anti-korupsi. Kedua hal ini dapat
diperoleh dari mengikuti kegiatan sosialisasi, kampanye, seminar dan kuliah pendidikan anti
korupsi.

3. Masyarakat Sekitar
Hal yang sama dapat dilakukan oleh mahasiswa atau kelompok mahasiswa untuk
mengamati lingkungan di lingkungan masyarakat sekitar, misalnya:
a. Apakah kantor-kantor pemerintah menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakatnya
dengan sewajarnya: pembuatan KTP, SIM, KK, laporan kehilangan, pelayanan pajak?
Adakah biaya yang diperlukan untuk pembuatan surat-surat atau dokumen tersebut?
Wajarkah jumlah biaya dan apakah jumlah biaya tersebut resmi diumumkan secara
transparan sehingga masyarakat umum tahu?
b. Apakah infrastruktur kota bagi pelayanan publik sudah memadai? Misalnya: kondisi jalan,
penerangan terutama di waktu malam, ketersediaan fasilitas umum, ramburambu
penyeberangan jalan, dsb.
c. Apakah pelayanan publik untuk masyarakat miskin sudah memadai? Misalnya: pembagian
kompor gas, Bantuan Langsung Tunai, dsb.
d. Apakah akses publik kepada berbagai informasi mudah didapatkan?

4. Di Tingkat Lokal Maupun Nasional


Dalam konteks nasional, keterlibatan seorang mahasiswa dalam gerakan anti korupsi
bertujuan agar dapat mencegah terjadinya perilaku koruptif dan tindak korupsi yang masif
dan sistematis di masyarakat. Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi
pemimpin (leader) dalam gerakan massa anti korupsi baik yang bersifat lokal maupun
nasional. Berawal dari kegiatan-kegiatan yang terorganisir dari dalam kampus, mahasiswa
dapat menyebarkan perilaku anti korupsi kepada masyarakat luas, dimulai dari masyarakat
yang berada di sekitar kampus kemudian akan meluas ke lingkup yang lebih luas. Kegiatan-
kegiatan anti korupsi yang dirancang dan dilaksanakan secara bersama dan
berkesinambungan oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi akan mampu
membangunkan kesadaran masyarakat akan buruknya korupsi yang terjadi di suatu negara.

Anda mungkin juga menyukai