0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan270 halaman

Peluang Investasi di Aceh 2021

Buku ini memaparkan peluang investasi di Aceh dengan fokus pada 4 sektor utama: infrastruktur dan energi, agroindustri, pariwisata, dan pengembangan kawasan industri. Aceh memiliki sumber daya alam berlimpah dan proyek-proyek investasi yang sedang dikembangkan seperti pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, dan kawasan ekonomi khusus. Pemerintah Aceh memberikan dukungan penuh untuk menarik minat investor.

Diunggah oleh

muhammadikhwal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan270 halaman

Peluang Investasi di Aceh 2021

Buku ini memaparkan peluang investasi di Aceh dengan fokus pada 4 sektor utama: infrastruktur dan energi, agroindustri, pariwisata, dan pengembangan kawasan industri. Aceh memiliki sumber daya alam berlimpah dan proyek-proyek investasi yang sedang dikembangkan seperti pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, dan kawasan ekonomi khusus. Pemerintah Aceh memberikan dukungan penuh untuk menarik minat investor.

Diunggah oleh

muhammadikhwal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link].

id
Peluang
Investasi
Aceh

Dinas Penanaman Modal dan


Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Provinsi Aceh - 2021
Kata Sambutan Gubernur Aceh:

kelapa sawit. Sektor perikanan


dan peternakan juga merupakan
investasi potensial untuk
dikembangkan.
Kawasan Industri Aceh (KIA)
Ladong yang diresmikan pada
tahun 2019 dan Kawasan Ekonomi
Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe
menjadi magnet bagi investor yang
ingin menanamkan modalnya
pada kawasan dengan insentif dan
kemudahan termasuk pengurangan
pajak dan berbagai kemudahan
CEH terletak di ujung Pulau
lainnya.
Sumatera, dengan lokasi
strategis di sepanjang rute Aceh memiliki identitas dan nilai-
pelayaran internasional tersibuk nilai budaya islam yang kental
di dunia, Selat Malaka. Dengan menjadi peluang besar sebagai
status otonomi khusus, provinsi ini pusat produksi makanan halal
menerapkan regulasi yang ramah dan pariwisata halal bagi negara
terhadap investasi dan perdagangan tetangga, khususnya pada Kerja
serta membangun kerjasama yang Sama Sub Regional Indonesia-
baik dengan pihak swasta. Malaysia-Thailand Growth Triangle
(IMT-GT), di mana Aceh sebagai
Investasi di Aceh didukung oleh
salah satu anggota kerja sama
ketersediaan infrastruktur yang
tersebut.
mumpuni, seperti akses jalan,
bandara, pelabuhan dan pasokan Aceh terbuka untuk investasi,
listrik yang stabil. Dengan budaya Pemerintah Aceh berkomitmen
unik yang beragam, Aceh menjadi memberikan kemudahan
tujuan wisata bagi turis yang berinvestasi dengan meningkatkan
ingin menikmati ketenangan dan iklim investasi untuk mencapai
kedamaian. target menjadi salah satu daerah
tujuan investasi di Indonesia.
Di sektor pertanian, Aceh memiliki
komoditas bernilai tinggi, termasuk Nova Iriansyah
diantaranya kopi, kakao, dan Gubernur Aceh

pia 5
Kata Sambutan dari Kepala DPMPTSP Aceh

Hadirnya investasi baru di Aceh, akan


menciptakan lapangan pekerjaan
bagi masyarakat, meningkatkan nilai
tambah komoditas/jasa unggulan,
mengurangi angka kemiskinan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi
dengan memberdayakan seluruh
potensi yang dimiliki dengan
karakter, sumber daya alam dan
potensi komoditi setiap daerah,

M
EWUJUDKAN Aceh sebagai sekaligus mewujudkan hilirisasi dan
salah satu destinasi investasi industrialisasi untuk memacu aktivitas
di Indonesia, DPMPTS Aceh perekonomian di daerah.
terus berbenah diri menjadi leading Buku Peluang Investasi Aceh,
sektor pengembangan investasi merupakan salah satu wadah yang
di Aceh, kita berkomitmen untuk kami siapkan untuk memberikan
mengawal dan memfasilitasi berbagai gambaran umum tentang potensi
kebutuhan pelaku usaha baik terkait investasi yang bisa menjadi pilihan
data dan informasi yang akurat untuk dikembangkan sesuai dengan
tentang peluang investasi maupun kebutuhan pelaku usaha. Empat
tata cara berinvestasi. Saat ini telah (4) sektor prioritas investasi Aceh:
tersedia desk bagi pelaku usaha infrastruktur & energy, agroindustry,
di Kantor Penanaman Modal dan pariwisata dan pengembangan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu terkait kawasan invesatasi Aceh. Harapan
regulasi dan penerbitan izin dengan kami data dan informasi yang tersaji
tepat dan efisien. dapat menjadi referensi utama bagi
Upaya percepatan realisasi di Aceh para investor untuk menganalisa
baik Penanaman Modal Dalam Negeri potensi sumber daya alam dan
(PMDN) maupun Penanaman Modal mengeksplorasi peluang investasi yang
Asing (PMA) terus dilakukan dengan menguntungkan.
melakukan koordinasi aktif dengan
Kami siap menyambut anda untuk
berbagai pihak baik Pemerintah,
berinvestasi di Aceh.
Pemerintah Daerah, dinas teknis
terkait, serta memberikan sosialisasi Kepala DPMTSP Aceh
kepada masyarakat. Marthunis, S.T, D.E.A.

6 pia
Daftar Isi
Kata Sambutan Gubernur Aceh: 5

Kata Sambutan dari Kepala DPMPTSP Aceh 6

Testimoni 10

Visi Misi Pemerintah Aceh 18

Alasan Berinvestasi 20

Aceh dalam Angka 22

Infrastruktur Pendukung 44

Bandara 45

Pelabuhan 50

Jalan 58

Terminal 60

Energi/Listrik 62

Air Bersih 66

Perbankan dan Lembaga Keuangan 70

Layanan Telekomunikasi 72

Hotel 76

Peluang Investasi di Aceh 80

Infrastruktur & Energi 82

Jalan Tol 84

Pengembangan Kereta Api Perkotaan 90

Energi 122

Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Aceh 124

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Aceh 126

Pembangunan Infrastruktur Gas Aceh 128

Potensi Energi Sampah di Langsa 132

pia 7
◘ Daftar Isi

Agroindustri 135

Perkebunan Kelapa Sawit 136

Kopi 142

Kakao 150

Nilam 154

Serai Wangi 158

Industri Daging Sapi 160

Pelabuhan Perikanan Sawang Ba’u 164

Perikanan Idi 166

Metro Mina Park Kuala Idi – Aceh Timur 168

Pariwisata 170

Pengembangan Wisata Pulau Banyak 172

Pembangunan Hotel Bintang 4 Aceh Selatan 178

Pengembangan Kawasan Industri Aceh 180

Kawasan Pelabuhan Bebas dan 182


Perdagangan Bebas (KPBPB)

Pengembangan Wisata Pulo Aceh 186

Pengembangan Gapang dan Iboih 188

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe 190

Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong 200

Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja (PPS) 204

8 pia
Daftar Isi ◘

Project Investasi 207

Pabrik Pengolahan Minyak Goreng Nagan Raya 208

Pengembangan Kawasan Produksi 212


Pisang Cavendish di Bener Meriah

Pembangunan Pabrik Saos Pasta di Aceh Tengah 218

Pembangunan Pabrik Pakan Ikan dan Udang di Aceh Tamiang 228

Pengembangan Nurul Arafah Islamic Center & 232


Banda Aceh Business Center

Proyek Pengembangan Lapangan Golf Lhoknga 236

Pemandian Ie Seum Aceh Besar 238

Pengembangan Wisata Lingkok Kuwieng Pidie 242

Peluang Kerjasama Pengembangan 246


Pelabuhan CT-1 & CT-3

Pengembangan Yacht Marina & Resort Di Pulau Klah 248

Pembangunan Lhok Weng Resort, Sabang 250

Smoked Tuna Processing Plant, Lampulo 252

Pengolahan Pasar Induk Terpadu di Lhokseumawe 255

Perizinan Penanaman Modal 256

OSS-RBA 256

Insentif 260

Tatacara Pengajuan: 264

Daftar Negatif Investasi 267

pia 9
Testimoni

Pengalaman PT PAG
Berinvestasi di Aceh

PERTA ARUN GAS (PAG) Kami merasakan iklim investasi


merupakan satu-satunya di Aceh sangat baik. Kondisi
perusahaan yang mempunyai keamanan yang semakin kondusif
fasilitas regasifikasi di Provinsi juga menjadikan Aceh sebagai
Aceh dan Sumatera bagian salah satu pilihan lokasi investasi
Utara. di luar Pulau Jawa, apalagi untuk
Kami beroperasi sejak tahun pengembangan investasi di lokasi
2015 dengan kapasitas produksi – lokasi seperti kawasan ekonomi
300 MMSCFD. PAG memiliki Aceh atau KEK Arun Lhokseumawe,
komitmen untuk berkontribusi kawasan Free Trade Zone Sabang,
pada pertumbuhan industri Kawasan Industri Aceh, dan
di Aceh dan sumatera bagian Kawasan Pelabuhan Perikanan
utara. Samudera Kuta Raja.

10 pia
Testimoni ◘

Perta Arun Gas (PAG), Lhokseumawe

Dukungan Pemerintah Daerah yang


optimal menjadikan perusahaan kami
tumbuh dan berkembang dengan
baik. Dan kami bisa memenuhi
komitmen untuk mendukung industri
dan pemenuhan energi di Aceh,
sehingga menjadikan Aceh sebagai
daerah tujuan investasi yang sangat
kompetitif.

Presiden Direktur
Arif Widodo

pia 11
◘ Testimoni

Pengalaman Aluan
Berinvestasi di Acceh

PERUSAHAAN kami telah


berdiri sejak tahun 2016 untuk
memproduksi minyak kelapa murni
(virgin coconut oil) dengan merk
aluan . Perusahaan ini mendukung
program pembangunan yang
keberlanjutan yang berdasarkan Kami memasuki fase pertumbuhan
pemahaman mengenai prinsip saling dan melatih para pekerja kami
ketergantungan yang ditemukan dengan semangat kerja keras untuk
pada semua hal, terutama terkait membangun tim yang profesional,
dengan lingkungan, sosial dan efisien, terbuka, dan peduli untuk
ekonomi. mencapai pertumbuhan perusahaan
kami.
Kami beroperasi di sepanjang
rantai nilai kelapa: dari pertanian Salah satu program kerja kami
kecil yang bersertifikat organik adalah pengembangan rantai
yang dimiliki oleh petani kecil dan pasokan; kami akan melakukan
berada di pulau-pulau sampai ke program penanaman kembali
pabrik kami yang digunakan untuk kelapa di Simeulue, saat ini produksi
pengolahan dan penambahan nilai kelapa di Simeulue menurun hal ini
di Simeuleu, Aceh yang produknya disebabkan umurnya yang sudah
kita distribusi sampai ke pasar dunia melebihi usia produktif 10-30
dengan produk kelapa berkelanjutan tahun. Kami berkoordinasi dengan
yang berkualitas tinggi. pemangku kepentingan, para

12 pia
Testimoni ◘

pihak terkait dan masyarakat agar


program ini dapat berjalan sesuai
rencana.

Dukungan dari Pemerintah Daerah


dan masyarakat Simeulue sangat
kami rasakan sejak kami hadir
ke pulau ini, harapan kami kami
terus bersinerji untuk mengenalkan
Simeulue, Aceh ke pasar dunia
dengan produk bernilai tinggi.

CEO Co Founder aluan


PT. Green Enterprises Indonesia

Jane Dunlop

pia 13
◘ Testimoni

Pengalaman Parkside Hotel


Berinvestasi Di Aceh

PARKSIDE Gayo Petro Hotel Kehadiran property kami Di Aceh


Takengon merupakan bagian merupakan bukti bahwa Aceh
property dari Parkside Hotel Group merupakan destinasi investasi yang
yang telah berkembang di berbagai aman dan nyaman di Indonesia,
negara, pada tahun 2021 kami dukungan pemerintah daerah dan
beroperasi di Aceh tengah menjadi masyarakat Aceh sangat mendukung
hotel bintang 3 pertama, kehadiran realisasi investasi kami.
kami di sini sejalan dengan
Mari Berinvestasi Di Aceh
perkembangan Aceh Tengah yang
merupakan destinasi wisata populer
di Aceh saat ini, dengan jumlah Noersyam Akhmad
wisatawan yang terus meningkat General Manager
tiap tahunnya bahkan pada kondisi Parkside Gayo Petro Hotel
pandemi melanda dunia.
Peluang ini menguatkan keputusan
kami untuk mengembangkan bisnis
kami di Aceh, dengan menerapkan
konsep halal dan syariah
menjadikan hotel kami pilihan yang
nyaman bagi para wisatawan yang
berkunjung, kami juga menawarkan
meeting room sebagai pilihan untuk
mengelar berbagai event.

14 pia
Testimoni ◘

pia 15
◘ Testimoni

BUPP-KEK Arun Lhokseumawe


PT. Patriot Nusantara Aceh

KEK ARUN LHOKSEMAWE adalah sesuai zona dan kegiatan utama


kawasan industri terpadu yang yang di minati oleh investor.
hadir dengan konsep one stop hub Setiap investor atau bahkan
service di gerbang barat Indonesia. tenant eksisting yang melakukan
Ditetapkan melalui Peraturan pengembangan usaha di KEK Arun
Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 Lhokseumawe akan mendapat
tentang KEK Arun Lhokseumawe fasilitas dan kemudahan dalam hal
yang kemudian dikelola oleh perpajakan, kepabeanan dan cukai,
Badan Usaha Pembangun dan lalu lintas barang, ketenagakerjaan,
Pengelola (BUPP) yang ditunjuk keimigrasian, pertanahan dan tata
oleh Keputusan Gubernur Nomor: ruang dan perizinan berusaha.
570/1170/2017 tentang penetapan
Salah satu tenant eksisting KEK Arun
PT. Patriot Nusantara Aceh sebagai
Lhokseumawe yang telah merasakan
BUPP KEK Arun Lhokseumawe.
fasilitas tersebut adalah PT Pupuk
Iskandar Muda yang memperoleh
KEK Arun Lhokseumawe hadir di
tax holiday berupa pengurangan
antara tenant industri eksisting
pajak penghasilan badan
dengan luas wilayah ± 2.662,48
sebesar 100% selama 20 tahun
Ha dan terbagi menjadi 5 zona
untuk pengembangan investasi
potensial untuk pengembangan,
pembangunan Pabrik NPK.
yaitu zona industri, zona logistik,
zona pengolahan ekspor, zona Tax holiday dan tax allowance
energi dan zona pariwisata. adalah dua fasilitas yang sangat
Memiliki sarana dan fasilitas yang di minati oleh investor. Di KEK
memadai serta di dukung dengan Arun Lhokseumawe investor yang
lokasi yang strategis dan konektivitas melakukan investasi dalam kegiatan
dengan bandara malikussaleh serta utama KEK Arun Lhokseumawe
pelabuhan, menjadikan KEK Arun seperti industri energi, industri
Lhokseumawe sebagai kawasan petrokimia, industri pengolahan
industri yang berpotensi besar kelapa sawit, industri pengolahan
untuk terus di kembangkan dengan kayu & logistik dapat memproleh
berbagai pengembangan usaha tax holiday.

16 pia
Testimoni ◘

Pembangunan PT Pupuk Iskandar Muda

Tax holiday dapat diberikan Aceh keluarkan. Saat ini kami juga
sesuai dengan minimal investasi adalah pemrakarsa Izin Lingkungan
dengan durasi pemberian 10-20 KEK Arun Lhokseumawe sehingga
tahun. Sementara untuk kegiatan setiap investor dan tenant eksisting
di luar kegiatan utama KEK Arun cukup membuat RKL-RPL Rinci
Lhokseumawe, investor dapat yang berpedoma dengan Amdal
memperoleh tax allowance berupa Kawasan. Dengan infrastruktur yang
pengurangan penghasilan netto idle di tengah industri eksisting yang
30% selama 6 tahun, penyusutan aktif serta fasilitas dan kemudahan
dan amortisasi yang di percepat, demi memberikan pelayanan
pengenaan PPh atas deviden kepada dan kenyamanan terbaik, kami
wajib pajak luar negeri sebesar 10% PT Patriot siap menerima minat
dan kompensasi kerugian yang lebih investasi setiap investor.
lama tetapi tidak lebih dari 10 tahun.
Kami dapat dikunjungi langsung di
Proses perizinan berusaha di
Kantor KEK Arun Lhokseumawe
KEK Arun Lhokseumawe akan
dimana kami berada satu gedung
di bantu oleh Administrator,
dengan Administrator dengan
unit kerja yang bertugas
pertimbangan mempermudah akses
menyelenggarakan pelayanan
dan pelayanan yang maksimal
perizinan dan nonperizinan.
kepada investor dan tenant eksisting.
Administrator akan membantu
perizinan berusaha investor setelah
mendapat rekomendasi investasi Direktur
yang kami, PT Patriot Nusantara Kesuma Indra

pia 17
Visi Misi Pemerintah Aceh

Visi:
Terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui Pemerintahan
yang bersih, adil dan melayani.

Jalan Tol Jantho - Indrapuri

18 pia
Misi :
1. Reformasi birokrasi untuk tercapainya Pemerintahan yang
bersih dan berwibawa guna mendukung pelayanan publik.
2. Memperkuat pelaksanaan Syariat Islam beserta nilai-nilai keislaman
dan budaya keacehan dalam kehidupan masyarakat dengan iktikad
Ahlussunnah Waljamaah yang bersumber hukum Mazhab Syafi’iyah
dengan tetap menghormati mazhab yang lain.
3. Menjaga integritas nasionalisme dan keberlanjutan perdamaian
sebagai tindak lanjut prinsip-prinsip MoU Helsinki.
4. Membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing di
tingkat nasional dan regional melalui peningkatan mutu pendidikan
secara merata, baik pada pendidikan vokasional, dayah dan
pendidikan umum.
5. Memastikan semua rakyat Aceh mendapatkan akses layanan
kesehatan secara mudah, berkualitas dan terintegrasi.
6. Menjamin kedaulatan dan ketahanan pangan yang berimplikasi
terhadap kesejahteraan petani dan nelayan melalui peningkatan
produktifitas dan nilai tambah hasil pertanian dan kelautan.
7. Menyediakan sumber energi yang bersih dan terbarukan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan listrik bagi rakyat dan industri,
sebagai komitmen Aceh dalam pembangunan rendah emisi.
8. Membangun dan melindungi sentra-sentra produksi dan
industri jasa kreatif yang menghasilkan produk kompetitif
untuk memperluas lapangan kerja serta memberikan
kemudahan akses permodalan.
9. Revitalisasi fungsi perencanaan daerah dengan prinsip evidence
based planning yang efektif, efisien dan berkelanjutan.
10. Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur terintegrasi
dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

pia 19
Alasan Berinvestasi

Lokasi Stategis Infrastruktur Pendukung

Aceh yang beribukota Banda Aceh Proyek Pambangunan Jalan Tol di


adalah Provinsi yang dikenal dengan Provinsi Aceh yang terhubung dengan
sebutan Serambi Mekkah terletak Jaringan Tol Trans Sumatra dengan
di ujung utara pulau Sumatra dan total panjang mencapai 2.700
merupakan provinsi paling barat kilometer dimulai dari Bakauheni ke
Indonesia.   Banda Aceh adalah infrastruktur utama
yang siap mendukung investasi serta
Letak Aceh yang merupakan provinsi
bisnis para investor selain Bandara
terluar Indonesia berdekatan
Internasional Sultan Iskandar Muda
dengan Kepulauan Andaman
(SIM) yang berada di Blang Bintang,
dan Nikobar di India  berbatasan
Aceh Besar juga pelabuhan laut dan
dengan Teluk Benggala di sebelah
pelabuhan penyeberangan yang
utara, Samudra Hindia di sebelah
menghubungkan antar kabupaten/kota
barat, Selat Malaka di sebelah timur,
yang ada di Aceh.
dan Provinsi Sumatra Utara di sebelah
tenggara dan selatan.
Letak Aceh di pintu masuk Selat
Malaka dan semenanjung Malaya
yang merupakan urat nadi ASEAN
dengan populasi 655.298.044 Komoditas Unggulan
jiwa akan membuka lebar peluang
investasi bagi calon investor Aceh memiliki potensi dan sumber
di provinsi ini. daya alam yang melimpah
tersebar di 23 kabupaten/kota.
Masing-masing kabupaten/kota
menawarkan komoditas unggulan
yang dapat menarik investor untuk
berinvestasi antara lain kopi arabika
dari dataran tinggi Gayo merupakan
salah satu kopi terbaik di dunia.

20 pia
Bahkan, hingga 2021, Amerika dapat kembali ke daerah setelah
Serikat dan Eropa masih menjadi menyelesaikan pendidikannya dan
negara tujuan terbesar ekspor kopi ikut serta dalam membangun Aceh
dari Aceh. Selain kopi, Aceh juga menjadi lebih baik.
memiliki komoditas lainnya di
sektor perkebunan seperti kakao,
kelapa sawit, nilam dan karet.
Sementara di sektor perikanan,
terdapat lobster dan udang air
tawar berkualitas dan harga tinggi
di pasar dunia. Selain itu, pertanian Iklim Usaha Kondusif
Aceh juga unggul di berbagai
tanaman pangan antaranya padi Pemerintah Aceh membuka peluang
atau gabah, jagung, dll. investasi kepada para investor baik
dari dalam maupun luar negeri
yang didukung dengan iklim usaha
yang kondusif dengan memberikan
kemudahan bagi investor dalam
memperoleh informasi dan perizinan
SDM Berkompeten usaha.

Pemerintah Aceh sangat serius Pemerintah Aceh melalui Dinas


dalam meningkatkan Sumber Penanaman Modal dan Pelayanan
Daya Manusia (SDM) agar lebih Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
berkompeten dan berdaya saing juga terus meningkatkan digitalisasi
dalam dunia kerja. Keseriusan pelayanan, sehingga proses perizinan
pemerintah dalam hal ini tertuang dapat lebih efisien dan transparan.
dalam Peraturan Gubernur Aceh Pelayanan perizinan berusaha dan
Nomor 28 Tahun 2019 tentang non perizinan online didukung oleh
Beasiswa Pemerintah Aceh. sistem Online Single Submission
Pada tahun 2021, Pemerintah Aceh (OSS) yang dikembangkan Badan
dan DPRA sepakat mengalokasikan Koordinasi Penanaman Modal/
anggaran sebesar Rp 89,21 miliar Kementerian Investasi, dan si-Cantik
yang diperuntukkan kepada Cloud di bawah Kementerian
semua jenis beasiswa mulai Komunikasi Informatika. Selain
jenjang D1 hingga S3 baik di mudah, pelayanan online juga
dalam maupun luar negeri dengan efektif mencegah perizinan berusaha
harapan penerima beasiswa ini mengeluarkan biaya tinggi.

pia 21
Aceh dalam Angka

Rencana Tata Ruang


Wilayah (RTRW) Aceh

RTRW merupakan arah kebijakan jaringan prasarana wilayah Aceh.


dan strategis pemanfaatan ruang Rencana pola ruang wilayah
wilayah Aceh yang dijadikan acuan Aceh meliputi kawasan lindung,
untuk perencanaan jangka panjang. kawasan budidaya, penetapan
kawasan strategis Aceh dan arahan
RTRW Aceh menggambarkan
pemanfaatan ruang wilayah Aceh.
rencana struktur ruang wilayah
Aceh yang meliputi sistem Satu diantara tujuan penataan ruang
perkotaan dalam wilayahnya wilayah Aceh adalah menciptakan
yang terkoneksi dengan kawasan fungsi-fungsi kawasan strategis yang
gampong dalam wilayah mendukung posisi Aceh sebagai
pelayanannya dan sistem pintu gerbang utama Indonesia.

Kawasan lindung,
dengan luas

2.938.579,68 Ha
(49,91%)

Kawasan budidaya,
dengan luas

2.949.506,83 Ha
(50,09%)
22 pia
Kawasan Hutan Lindung, Sabang.

pia 23
Pola Ruang RTRW Aceh tahun 2013-2033:
Luas Sesuai
Batang Tubuh
Qanun RTRWA
Fid Pola Ruang RTRW Aceh 2013-2033 Status 2013
1. Aset Sumber Daya Air Budidaya
2. Budidaya Perikanan Budidaya 43,760.00
3. Cagar Alam Serbajadi Lindung 300.00
4. Hortikultura Budidaya
5. Hutan Lindung Lindung 1,790,626.00
6. Hutan Pendidikan Budidaya
7. Hutan Produksi Budidaya 555,948.00
8. Hutan Produksi Konversi Budidaya 15,578.00
9. Hutan Produksi Terbatas Budidaya 141,876.00
10. Hutan Rakyat Budidaya
11. Kawasan Hankam Budidaya
12. Kawasan Industri Budidaya
13. Kawasan Lindung Cagar Budaya Lindung
14. Kawasan Lindung Gambut Lindung
15. Kawasan Lindung Geologi Lindung
16. Kawasan Lindung Laut Lindung
17. Kawasan Lindung Mangrove Lindung
18. Kawasan Lindung Resapan Air Lindung
19. Kawasan Lindung Sempadan Danau Lindung
20. Kawasan Lindung Sempadan Pantai Lindung
21. Kawasan Lindung Sempadan Sungai Lindung
22. Kawasan Pariwisata Budidaya

24 pia
23. Kawasan Pertambangan Budidaya
24. Kawasan Peternakan Budidaya 12,931.00
25. Kawasan Transmigrasi Budidaya
26. Perkebunan Besar Budidaya 393,013.00

27. Perkebunan Rakyat Budidaya 761,572.00


28. Permukiman Perdesaan Budidaya 89,847.00
29. Permukiman Perkotaan Budidaya 58,489.00
30. Pertanian Lahan Basah Budidaya 252,063.00
31. Pertanian Lahan Kering Budidaya 436,729.00
32. Suaka Marga Satwa Pinus Jantho Lindung 15,374.00
33. Suaka Marga Satwa Rawa Singkil Lindung 81,836.00
34. Tahura Gunung Kapor Lindung 1,485.00
35. Tahura Pocut Meurah Intan Lindung 6,218.00
36. Tahura Teupah Selatan Lindung 920.00
37. Taman Buru Lingga Isaq Lindung 86,320.00
38. Taman Nasional Gunung Lauser Lindung 624,651.00
39. Taman Wisata Alam Kuta Malaka Lindung 1,549.00
40. Taman Wisata Alam Pinus Jantho Lindung 2,614.00
41. Taman Wisata Alam Pulau Banyak Darat Lindung 24,693.00
42. Taman Wisata Alam Pulau Banyak Laut Lindung 205,725.00
43. Taman Wisata Alam Pulau Weh Darat Lindung 1,250.00
44. Taman Wisata Alam Pulau Weh Laut Lindung 5,275.00
45. TPA Budidaya
46. Tubuh Air Budidaya
Total 5,610,642.00

pia 25
Wilayah
Administratif

Provinsi Aceh terdiri atas 18


kabupaten dan 5 kota, 289
kecamatan, 779 mukim dan
6.474 desa. Aceh berbatasan
dengan Teluk Benggala di sebelah
utara, Samudra Hindia di sebelah
barat, Selat Malaka di sebelah
timur, dan Sumatra Utara di
sebelah tenggara dan selatan. Satu-
satunya provinsi yang terkoneksi
darat adalah Sumatera Utara.

Nol Kilometer, Sabang

26 pia
pia 27
Sistem Pemerintahan di Provinsi Aceh dilaksanakan oleh tingkatan sub
pemerintahan yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota mulai dari tingkat
Ibu Kota, Kecamatan, dan Desa.

1. 2. 3.
Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Simeulue Aceh Singkil Aceh Selatan
Ibu Kota Ibu Kota Ibu Kota
Sinabang
Singkil Tapaktuan
Kecamatan
10 Kecamatan Kecamatan
Desa 11 18
138 Desa Desa
120 260

4. 5. 6.
Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Aceh Tengah Aceh Barat Aceh Besar
Ibu Kota Ibu Kota Ibu Kota
Takengon
Meulaboh Kota Jantho
Kecamatan
14 Kecamatan Kecamatan
Desa 12 23
295 Desa Desa
322 604

28 pia
Wilayah Administratif ◘

6
11
10 9
8
5 4

7. 2

Kabupaten/Kota
Aceh Tenggara
Ibu Kota
Kutacane 8.
Kecamatan Kabupaten/Kota Kecamatan
16 Aceh Timur 24
Desa Ibu Kota Desa
385 Idi 515

9. 10. 11.
Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Aceh Utara Pidie Bireuen
Ibu Kota Ibu Kota Ibu Kota
Lhokseukon Sigli Bireuen
Kecamatan Kecamatan Kecamatan
27
23 17
Desa
Desa Desa
852
731 609

pia 29
◘ Wilayah Administratif

17
16
12
15
14
13

12. 13. 14.


Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya Gayo Lues
Aceh Jaya Ibu Kota Ibu Kota
Ibu Kota Blangpidie Blangkejeren
Calang
Kecamatan Kecamatan
Kecamatan
9 11
9
Desa Desa Desa
172 152 145

15. 16. 17.


Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Aceh Tamiang Bener Meriah Pidie Jaya
Ibu Kota
Ibu Kota Ibu Kota
Simpang Tiga
Karang Baru Meureudu
Reudeulong
Kecamatan Kecamatan Kecamatan
12 10 8
Desa Desa Desa
213 233 222

30 pia
Wilayah Administratif ◘
20
18
22

21

19
23

18. 19. 20.


Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Banda Aceh Nagan Raya Sabang
Ibu Kota Ibu Kota Ibu Kota
Banda Aceh Suka Makmue Sabang
Kecamatan Kecamatan Kecamatan
9 10 2
Desa Desa Desa
90 222 18

21. 22. 23.


Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
Langsa Lhokseumawe Subulussalam
Ibu Kota Ibu Kota Ibu Kota
Langsa Lhokseumawe Singkil
Kecamatan Kecamatan Kecamatan
5 4 5
Desa Desa Desa
66 68 82

pia 31
Demografi

ACEH dalam angka ini menunjukkan oleh suku Aceh sebanyak 70,65 persen,
jumlah persentase suku yang mendiami dan 98,22 persen masyarakatnya
provinsi Aceh yang lebih didominasi beragama islam.

Aceh

Minangkabau
70,65% Jawa

1,99% 8,94%

Gayo
Singkil

1,74% 7,22%

Tamiang Batak

1,11% 3,29%

Aneuk Jamee Alas

1,40% Simeulue 2,13%


1,49%

32 pia
Islam Katholik Protestan Buddha Hindu

98,22% 0,16% 0,80% 0,10% 0,01%

Ibu Kota Provinsi Aceh:

Banda Aceh
SCAN QR CODE
UNTUK MELIHAT

GOOGLE MAP
BANDA ACEH

Bahasa

Indonesia
Bahasa Daerah

17 Bahasa, di antaranya:
Aceh, Tamiang, Gayo, Alas,
Kluet, Julu, Pakpak, Jamee,
Sigulai, Lekon, Devayan,
Haloban, Nias.

SUMBER : DEMOGRAFI ETNIS INDONESIA, 2015

pia 33
Populasi
Total jumlah penduduk Aceh pada
Tahun 2020 sebanyak 5.388.093 jiwa.

Simpang Lima,
Banda Aceh 5.388.093

5.316.320

5.243.420

5.169.442
5.094.509
5.018.693

 2015 2016 2017 2018 2019 2020


(SUMBER: SUPAS2015 BPS ACEH)

34 pia
Tabel Jumlah Populasi Penduduk di Provinsi Aceh yang Tersebar dalam 23
Kabupaten/Kota 2015 s/d 2020.

Wilayah 2015 2016 2017 2018 2019 2020

SIMEULUE 89.420 90.639 91.839 93.018 94.173 95.304

ACEH SINGKIL 114.917 116.741 118.548 120.335 122.100 123.842

ACEH SELATAN 225.717 229.103 232.447 235.746 238.997 242.196

ACEH TENGGARA 200.676 203.861 207.017 210.138 213.221 216.264

ACEH TIMUR 404.385 410.861 417.275 423.624 429.895 436.086

ACEH TENGAH 196.804 199.934 203.035 206.101 209.131 212.120

ACEH BARAT 194.483 197.554 200.595 203.602 206.571 209.500

ACEH BESAR 393.904 400.147 406.327 412.441 418.477 424.433

PIDIE 420.200 425.933 431.572 437.116 442.551 447.875

BIREUEN 436.517 443.473 450.362 457.179 463.911 470.554

ACEH UTARA 585.722 593.421 600.984 608.402 615.663 622.765

ACEH BARAT DAYA 141.084 143.282 145.459 147.611 149.733 151.826

GAYO LUES 88.162 89.360 90.539 91.697 92.833 93.945

ACEH TAMIANG 279.124 282.909 286.633 290.291 293.877 297.389

NAGAN RAYA 155.658 157.949 160.211 162.442 164.637 166.795

ACEH JAYA 86.836 88.366 89.887 91.397 92.897 94.382

BENER MERIAH 137.281 139.502 141.701 143.880 146.032 148.157

PIDIE JAYA 149.159 151.549 153.918 156.263 158.579 160.866

BANDA ACEH 251.555 255.758 259.928 264.063 268.156 272.202

SABANG 33.196 33.496 33.787 34.066 34.333 34.589

LANGSA 166.371 168.895 171.389 173.851 176.279 178.667

LHOKSEUMAWE 192.095 195.187 198.252 201.285 204.283 207.242

SUBULUSSALAM 75.427 76.589 77.737 78.872 79.991 81.094

TOTAL 5.018.693 5.094.509 5.169.442 5.243.420 5.316.320 5.388.093

SUMBER: SUPAS2015 BPS ACEH

pia 35
Tenaga Kerja
REALISASI penyerapan tenaga yang terdiri dari 2.848 proyek
kerja Indonesia periode Januari - PMDN sebanyak 14.349 orang
Desember 2021 mencapai 15.279 dan 92 proyek PMA sebanyak
orang dari 2.940 proyek investasi 930 orang.

Jumlah Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin (ribuan) 2005-2020

Tahun Laki-laki Perempuan Total


2005 1.074,1 544,9 1.619,0

2006 1.081,7 680,5 1.762,2

2007 1.125,6 687,9 1.813,5

2008 1.121,0 621,2 1.742,2

2009 1.153,5 639,9 1.793,4

2010 1.207,3 731,2 1.938,5

2011 1.251,5 749,7 2.001,2

2012 1.166,8 631,8 1.798,5

2013 1.294,2 739,9 2.034,1

2014 1.344,1 779,2 2.123,3

2015 1.378,9 804,0 2.182,8

2016 1.418,0 839,9 2.257,9

2017 1.419,0 869,7 2.288,7

2018 1.454,9 898,5 2.353,4

2019 1.498,5 867,8 2.366,3

2020 1.570,9 955,6 2.526,5


SUMBER: ACEH DALAM ANGKA 2021 BADAN PUSAT STATISTIK ACEH

36 pia
Tenaga kerja bidang konstruksi.

pia 37
Indikator Ekonomi
INDIKATOR ekonomi menunjukkan 2,79% secara tahunan (year on
aktivitas dan kondisi ekonomi di year/yoy) pada kuartal III-2021.
Provinsi Aceh dari tahun ke tahun, Pertumbuhan ini melambat dari kuartal
baik pertumbuhannya dengan II-2021 yang sebesar 5,98% (yoy).
minyak dan gas, maupun tanpa Kendati demikian, ekonomi Aceh
minyak dan gas. mengalami peningkatan jika disertakan
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan sektor migas. Kenaikan PDRB
mejelaskan bahwa pertumbuhan Aceh mencapai 2,82% (yoy) pada
produk domestik regional bruto kuartal III-2021, lebih tinggi dari kuartal
(PDRB) Aceh tanpa migas sebesar sebelumnya yang sebesar 2,56% (yoy).

Pertumbuhan 4,61%
Ekonomi 4,49%
4,26%
Tanpa Minyak 4,18%
& Gas (%) 4,15%
4,13%
4,2%
Pertumbuhan 3,29%
Ekonomi 3,04%
2,99%
dengan
Minyak &
Gas (%) Tahun 2016 2017 2018 2019 2020

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB Atas Dasar Harga PDRB Atas Harga Berlaku


Berlaku Menurut Lapangan Menurut Lapangan Usaha
Usaha Tanpa Minyak dan Gas Dengan Minyak dan Gas
Tahun (Miliar Rupiah) (Miliar Rupiah)
2016 132.614,00 136.843,82

2017 141.076,46 145.806,92

2018 150.350,45 155.911,12

2019 158.512,42 164.210,64

2020 161.302,13 166.377,30


SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEH

38 pia
Inflasi
4,25%
3,59 %

3,95%

3,17%
1,69%
Inflation
(%, yoy)
2016 2017 2018 2019 2020
SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEH

Ekspor

Volume (Ton) USD


2016 315.445.662 56.069.045

2017 [Link] 77.679.139

2018 [Link] 77.679.139

2019 [Link] 166.556.777

2020 [Link] 165.053.771


SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEH

Impor

Volume (Ton) USD


2016 121.872.735 28.994.572

2017 92.321.035 39.313.804

2018 97.582.007 29.689.996

2019 102.752.888 131.223.716

2020 118.504.341 26.051.274

SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEH

pia 39
Realisasi Investasi
SECARA kumulatif, realisasi invetasi Rp. 1.605,5 Milyar atau 20,2%
Aceh selama periode Januari – lalu disusul Aceh Barat Daya Rp.
Desember 2021 telah mencapai 607,6 milyar atau 7,7% dan Aceh
Rp. 10.899,6 Milyar. Capaian Utara Rp. 577,8 milyar atau 7,3%
ini melebihi 163,90% dari target serta Aceh Tengah Rp. 547,7
yang telah ditetapkan dalam milyar atau 6,9%.
RPJMA 2017-2022 pada tahun
2021 yaitu sebesar Rp. 6.650,0
Milyar, sedangkan secara nasional Realisasi Investasi PMA
pencapaian target realisasi investasi
Lima besar realisasi investasi
Aceh telah mencapai 201,84% dari
PMA berdasarkan periode
target yang diberikan oleh BKPM
Januari - Desember 2021 posisi
sebesar Rp. 5.400,0 Milyar.
yang teratas masih diungguli
oleh sektor Listrik, Gas dan
Air menyumbang sebesar US$.
Realisasi Investasi PMDN 161.121.821 atau 79,26% lalu
Lima besar realisasi investasi PMDN disusul sektor Tanaman Pangan,
berdasarkan periode Januari Perkebunan dan Peternakan
- Desember 2021 masih tetap US$. 21.315.602 atau 10,49%
diungguli oleh sektor Listrik, Gas selanjutnya sektor Transportasi,
dan Air dengan nilai sebesar RP. Gudang dan Telekeomunikasi
3.405,1 milyar atau 42,93% dari US$. 13.353.606 atau 6,57%,
total investasi PMDN, selanjutnya kemudian s ektor Industri
sektor Konstruksi Rp. 1.953,7 Makanan US$. 3.308.539 atau
milyar atau 24,63%, Industri 1,63% dan sektor Pertambangan
Makanan Rp. 888,1 milyar atau US$. 1.309.641 atau 0,64%.
11,20%, kemudian sektor Industri
Sedangkan lima besar realisasi
Kimia dan FarmasiRp. 364,7 milyar
investasi PMA periode Januari -
atau 4,60% serta Perdagangan dan
September 2021 berdasarkan lokasi
Reparasi Rp. 300,0 milyar atau
proyek antara lain Kabupaten
3,78%.
Nagan Raya US$. 147.701.410 atau
Sedangkan lima besar realisasi 72,6%, selanjutnya Aceh Singkil
investasi PMDN berdasarkan US$. 20.618.041 atau 10,1%,
lokasi proyek antara lain Kota lalu disusul Aceh Tenggara
Lhokseumawe Rp. 2.512,1 milyar US$. 13.765.905 atau 6,7%,
atau 31,7%, selanjutnya Aceh Besar selanjutnya Banda Aceh US$.

40 pia
Realisasi investasi Provinsi Aceh periode Januari – Desember 2021

Rp. 10.899,6 Milyar


163,90%
Dari target yang ditetapkan dalam RPJMA 2017-2022 tahun 2021

Rp. 6.650,0 Milyar 


Secara Nasional

201,84%
Dari target yang diberikan oleh BKPM

Rp. 5.400,0 Milyar


Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia periode Januari -
Desember 2021

15.279 orang dari 2.940 proyek investasi


dari 2.848 proyek PMDN sebanyak 14.349 orang dan 92

proyek PMA sebanyak 930 orang

13.3 65.249 atau 6,5% dan Aceh Tamiang Penyerapan Tenaga Kerja
US$. 1.598.482 atau 0,7%.
Sementara realisasi investasi PMA periode Realisasi penyerapan tenaga
Januari - Septemebr 2021 berdasarkan kerja Indonesia periode
Negara Asal disumbangkan oleh Hongkong Januari - Desember 2021
R.R.T US$. 145.262.972 atau 71,46%, mencapai 15.279 orang dari
lalu disusul Malaysia US$. 45.735.119 atau 2.940 proyek investasi yang
22,50%, selanjutnya Belgia US$. 4.454.023 terdiri dari 2.848 proyek
atau 2,19%, Singapura US$ 2.060.238 atau PMDN sebanyak 14.349
1,86%, dan Korea Selatan sebesar US$. orang dan 92 proyek PMA
1.845.636 atau 0,91%. sebanyak 930 orang.

pia 41
Pembangunan PT Pupuk Iskandar Muda

Realisasi Investasi Aceh


Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
& Penanaman Modal Asing (PMA)
Tahun 2017-2021
Tahun

Investasi 2017 2018

Realisasi PMDN (Rp.) [Link].950 [Link].586

Realisasi PMA (Rp.) [Link] [Link]

Realisasi PMA (US$) 11.209.674 3.583.287

Total Realisasi Investasi [Link].170 [Link].330


Note:
2017 1 USD = IDR 13,300
2018 1 USD = IDR 13,400
2019 1 USD = IDR 15,000
2020 1 USD = IDR 14.400
2021 1 USD = IDR

42 pia
PT Pupuk Iskandar Muda

Tahun

2019 2020 2021

[Link].313 [Link].372. [Link].647

[Link].000 [Link] [Link].310

8.838.594 16.357.529 203.288.753

[Link].313 [Link].779 [Link].957

pia 43
Infrastruktur
Pendukung
INFRASTRUKTUR merupakan skema kerja sama sesuai ketentuan
instrument penting dalam aktivitas yang berlaku maupun investasi
investasi, keberadaan bandara, murni, terus meningkatkan fasilitas
pelabuhan, jalan, listrik/energi, infrastruktur di Aceh, mulai dari
ketersedian air bersih, perbankan, pembenahan, maintainance, dan
telekomunikasi/internet dan hotel bahkan pembangunan fasilitas
di Aceh sudah sangat cukup untuk baru. Hal ini diharapkan dapat
mendukung aktivitas bisnis para memberi kenyamanan bagi
pelaku usaha. para pelaku usaha dan juga
masyarakat dalam beraktivitas,
Pemerintah Aceh melalui dinas dan meningkatkan taraf hidup
teknis serta pihak swasta melalui masyarakat Aceh.

44 pia
Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar

Bandara
DALAM rangka untuk mendukung Sementara untuk konektivitas
konektivitas udara Aceh, provinsi regional Aceh melayani rute antara
ini dilengkapi oleh Bandara lain, rute Lhokseumawe- Medan,
Internasional Sultan Iskandar Rembele- Medan, Nagan Raya-
Muda (SIM) yang terletak di Medan, Sabang- Medan, dan
Kecamatan Blang Bintang, Sinabang- Medan.
Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Provinsi Aceh memiliki 13 Bandara
Aceh. Bandara ini dikelola oleh PT yang tersebar di 13 Kabupaten/
Angkasa Pura II untuk melayani Kota baik internasional maupun
rute domestik dan internasional. domestik. Kehadiran moda
Untuk rute domestik, Bandara ini transportasi udara ini akan
menghubungkan konektivitas dari semakin menunjang aktivitas
Banda Aceh ke Medan, Jakarta, investasi di Aceh, karena
serta Batam. Selanjutnya untuk menghubungkan antar kabupaten/
rute internasional menghubungkan kota, provinsi dan luar negeri,
dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur sehingga memudahkan dan
dan Banda Aceh ke Pulau Pinang. melancarkan urusan bisnis.

pia 45
Jumlah Pesawat dan Penumpang

Garuda Indonesia di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar

Nama Bandara, Status, Koordinat, dan Panjang Landasan Pacu (m)


Kabupaten/Kota di Aceh
Koordinat Panjang
N Kabupaten/ Landasan
o. Bandara Kota Status X Y Pacu (m)
Sulatan
1 Aceh Besar Internasional 95,4206 5,51709 3000 x 45
Iskandar Muda
2 Maimun Saleh Sabang Domestik 95,333333 5,866667 1850 x 50
3 Lasikin Simeulue Domestik 96,3272 2,411134 1400 x 30
Aceh
4 Kuala Batee Domestik 96,791934 3,733585 1200 x 23
Barat Daya
5 Malikussaleh Aceh Utara Domestik 96,949212 5,228797 1850 x 30
6 Teuku Cut Ali Aceh Selatan Domestik 97,286895 3,171154 1274 x 23
7 Cut Nyak Dhien Nagan Raya Domestik 96,251593 4,043574 1800 x 30
Aceh
8 Alas Leuser Domestik 97,865688 3,388788 1650 x 29,6
Tenggara
9 Rembele Bener Meriah Domestik 96,852238 4,721057 2250 x 30
T. Hamzah
10 Aceh Singkil Domestik 97,966778 2,270036 1200 x 23
Fansuri
11 Patiambang Gayo Lues Domestik 97,35857 3,946613 810 x 23
12 Lhoksukon Aceh Utara 97,260066 5,067552 1115 x 23
Airstrip
13 Langsa 98,02454 4,52994 800 x 23
Kuala Langsa
SUMBER: DINAS PERHUBUNGAN ACEH

46 pia
Frekwensi Penerbangan Pesawat Bandara Provinsi Aceh
Tahun 2016-2019

N 2016 2017 2018 2019


o. Bandara DTG BRK DTG BRK DTG BRK DTG BRK
Sultan Iskandar
Muda, Aceh
Besar
1
Domestik 3.693 3.679 4.208 4.220 4.081 4.083 2.944 2.934
Internasional 777 784 908 985 1.173 151 1.695 1.706

2 Teuku Cut Ali- 60 61 68 68 45 45 - -


Tapaktuan

3 Cut Nyak Dhien, 269 269 725 725 - - 481 481


Nagan Raya

4 Lasikin- - - - - 504 504 173 173


Sinabang

5 Malikussaleh, 38 38 - - 384 384 241 241


Aceh Utara

6 Kuala Batu- 325 325 205 205 151 151 36 36


Balang Pidie

7 Maimun Saleh, 34 34 236 236 193 193 6 6


Sabang

8 Rembele- 93 94 338 338 283 283 308 308


Bener Meriah

9 Alas Leiser, 99 99 51 51 32 32 10 10
Aceh Tenggara
Syeh H.
10 Fansuri-Aceh 21 21 71 71 43 43 - -
Singkil

11 Patiambang- 196 195 46 46 - - 10 10


Blangkejeren

12 Point 133 142 143 158 66 71 129 135


A-Lhoksukon
SUMBER: PROFIL DISHUB ACEH

Pada tahun 2019 kedatangan Muda mengalami penurunan yang


dan keberangkatan maskapai di signifikan dari tahun sebelumnya.
Bandara Rembele Bener Meriah Hal ini disebabkan melambungnya
dan Bandara Point A Lhokseukon harga tiket pesawat. Bandara T.
mengalami peningkatan yang cukup Cut Ali Tapak Tuan dan Bandara
pesat, sedangkan 6 bandara lain Syekh H. Fansury tidak ada aktifitas
termasuk Bandara Sultan Iskandar operasional penerbangan.

pia 47
Arus Penumpang Kedatangan & Keberangkatan Bandara Provinsi Aceh
Tahun 2016-2019
2016 2017 2018 2019
N
o. Bandara DTG BRK DTG BRK DTG BRK DTG BRK
Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar

1 Domestik 374.955 400.107 444.978 505.671 473.171 492.479 344.233 351.381

Internasional 78.108 78.885 05.857 93.424 103.107 106.865 163.323 166.291

Teuku Cut Ali-


2 212 303 314 450 170 191 - -
Tapaktuan

Cut Nyak
3 Dhien, Nagan 7.982 8.529 23.134 23.374 - - 18.725 18.535
Raya

Lasikin-
4 - - - - 19.341 19.739 8.371 6.628
Sinabang

Malikussaleh,
5 1.189 1.213 - - 22.606 21.438 11.647 9.511
Aceh Utara

Kuala Batu-
6 1.911 2.153 1.573 1.691 1.166 1.124 192 217
Balang Pidie

Maimun
7 1.189 1.213 7.982 8.431 6.554 6.656 3 3
Saleh, Sabang

Rembele-
8 778 829 13.944 18.322 11.474 13.995 8.808 12.148
Bener Meriah

Alas Leiser,
9 Aceh 234 299 301 384 285 366 91 95
Tenggara

Syeh H.
10 Fansuri-Aceh 62 74 82 146 10 71 - -
Singkil

Patiambang-
11 688 854 201 213 - - 41 76
Blangkejeren

Point
12 771 802 798 867 384 385 760 793
A-Lhoksukon

TOTAL 468.273 495.306 589.938 652.938 638.268 663.309 555.194 565.676

SUMBER: PROFIL DISHUB ACEH

48 pia
Landasan pacu

pia 49
Pelabuhan

PROVINSI Aceh merupakan


kawasan di Asia yang
mempunyai latar belakang
sejarah panjang mengenai
perdagangan maritim dan
kepelabuhanan. Pelabuhan-
pelabuhan yang dimiliki provinsi
ini adalah Pelabuhan tertua di
jalur Selat Malaka. Letaknya yang
strategis di Selat Malaka maka
dapat mendorong keberhasilan
pengembangan perdagangan
pariwisata, investasi, serta
pengembangan kawasan
dan konektivitas wilayah di
kepulauan.
Aceh memiliki Pelabuhan di
11 Kabupaten/Kota yang siap
mendukung aktivitas ekonomi
baik antar negara, daerah dan
pulau yang ada di Aceh. Sehingga
dengan keberadaan pelabuhan-
pelabuhan di kabupaten/kota
tersebut akan menunjang dan
mendukung aktivitas bisnis para
investor.

50 pia
Kapal Kontainer di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar

pia 51
Pelabuhan Laut di Aceh

Pelabuhan Calang, Aceh Jaya

Kabupaten/ Koordinat
No Pelabuhan Kota X Y Operator
1 Sabang Sabang 95,322732 5,881373 BPKS

2 Malahayati Banda Aceh 95,526176 5,598071 Pelindo

3 Susoh Aceh Barat Daya 96,657856 3,746372 UPP Susoh

4 Tapaktuan Aceh Selatan 97,18088 3,253258 UPP Tapaktuan

5 Lhokseumawe Aceh Utara 97,039462 5,241067 Pelindo I

6 Idi Aceh Timur 97,777403 4,959494 UPP Idi

7 Kuala Langsa Langsa 98,020772 4,524259 Pelindo I

8 Calang Aceh Jaya 95,572209 4,631652 UPP Calang

9 Meulaboh Aceh Barat 96,13184 4,127333 Pelindo I

10 Singkil Aceh Singkil 97,81228 2,26884 UPP Singkil

11 Sinabang Simeulue 96,372628 2,482398 UPP Sinabang


SUMBER: DINAS PERHUBUNGAN ACEH

52 pia
Pelabuhan Penyeberangan Aceh

Koordinat Lintasan
Kabupaten/ Linear/
No Pelabuhan Kota X Y Operator Tramper
1 Balohan Sabang 95,347271 5,826857 UPTD Lintasan
Pelabuhan Balohan- Ulee
Penyeberangan Lheue
Balohan

2 Ulee Lheue Banda Aceh 95,2949 5,565373 UPTD Lintas Ulee


Pelabuhan Lheue- Balohan
Penyeberangan & Lintas Ulee
Ulee Lheue Lheue- Lamteng

3 Kuala Bubon Aceh 96,03847 4,20956 UPTD Lintas Kuala


Barat Pelabuhan Bubon-
Penyeberangan Sinabang
Meulaboh

4 Lamteng Aceh 95,159203 5,642306 Dinas Lintas Lamteng-


Besar Perhubungan Ulee Lheue
Aceh Besar

5 Labuhan Aceh 97,00107 3,547861 UPTD Lintas Labuhan


Haji Selatan Pelabuhan Haji- Sinabang
Penyeberangan
Labuhan Haji

6 Singkil Aceh 97,812678 2,268774 UPTD Lintas Pulau


Singkil Pelabuhan Banyak- Singkil
Penyeberangan
Singkil

7 Pulau Aceh 97,230928 2,230607 UPTD Lintas Pulau


Banyak Singkil Pelabuhan Banyak- Singkil
Penyeberangan
Singkil

8 Sinabang Simeulue 96,403346 2,455425 UPTD Lintas Sinabang-


Pelabuhan Labuhan Haji &
Penyeberangan Lintas Sinabang-
Sinabang Singkil
SUMBER: DINAS PERHUBUNGAN ACEH

pia 53
Trace Penyeberangan

BALOHAN

Ulee Lheue - Balohan


16 Mil
LAMTENG
ULEE LHEUE
Ulee Lheue - Lamteng BANDA ACEH

12 Mil
ACEH BESAR

Sabang

Pulo Aceh Banda Aceh

Aceh
Jaya

Calang - Sinabang Meulaboh

120 Mil Southwest


Aceh
Meulaboh - Sinabang
South
105 Mil Labuhan Haji
Aceh

Labuhan Haji - Sinabang


80 Mil Simeulue

Sinabang Aceh Singkil


Singkil
Singkil - Sinabang PULAU BANYAK
113 Mil
Singkil - Pulau Banyak
Singkil - Gn. Sitoli
33 Mil
Gn. Sitoli 59 Mil

54 pia
Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Sabang

Kapal Cepat bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue.

pia 55
Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Sabang

56 pia
Angkutan Penyeberangan Aceh 2020

Angkutan Kecepatan Kapasitas Kapasitas


No Penyeberangan Lintasan Kapal Penumpang Kendaraan
1 KMP BRR Ulee Lheue- 12 knot 377 orang 24 unit
Sabang (PP) (kombinasi)

2 KMP Labuhan Sinabang- 9 knot 288 orang 22 unit


Haji Labuhan Haji- (kombinasi)
Singkil (PP)

3 KMP Teluk Sinabang- 9 knot 282 orang 22 unit


Sinabang Meulaboh, (kombinasi)
Sinabang-
Labuhan Haji

4 KMP Tanjung Ulee Lheue- 8,5 knot 325 orang 22 unit


Burang Balohan (PP) (kombinasi)

5 KMP Papuyu Ulee Lheue- 16 knot 100 orang 8 unit


Balohan (PP) (kombinasi)

6 KMP Teluk Singkil- Pulau 10 knot 278 orang 18 unit


Singkil Banyak, Singkil- (kombinasi)
Gunung Sitoli
(PP)

7 Wira Mutiara Singkil- Gunung 10 knot 160 orang -


Sitoli (PP)

8 KMP Aceh Calang- 14,3 knot 250 orang 26 unit


Hebat 1 Sinabang (PP) (kombinasi)

9 KMP Aceh Ulee Lheue- 13 knot 252 orang 26 unit


Hebat 2 Balohan (PP) (kombinasi)

10 KMP Aceh Singkil- Pulau 12 knot 212 orang 21 unit


Hebat 3 Banyak (PP) (kombinasi)
SUMBER: DINAS PERHUBUNGAN ACEH

pia 57
Jalan
INFRASTRUKTUR jalan di 23 kabupaten/kota aksesnya sudah
terhubung dengan baik, yaitu lintas provinsi maupun kabupaten/
kota. Dalam hal ini, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus
meningkatkan fasilitas jalan guna menunjang aktivitas perekonomian
dan investasi di Aceh.

Panjang Jalan Provinsi Menurut Kabupaten/Kota dan Kondisi Jalan (Km) di Provinsi Aceh, 2020

Jenis Permukaan Jalan


Kabupaten/ Belum
Kota Baik Sedang Rusak
Tembus Jumlah
Simeulue 114,96 3,80 103,30 - 222,06
Aceh Singkil 57,39 2,50 32,11 - 92,00
Aceh Selatan 48,15 1,40 27,12 - 76,67
Aceh Tenggara 21,40 0,50 17,10 12,79 51,79
Aceh Timur 50,80 24,50 32,00 - 107,30
Aceh Tengah 137,54 2,30 5,50 - 145,34
Aceh Barat 130,35 8,50 7,40 - 146,25
Aceh Besar 148,10 4,55 1,90 16,51 171,06
Pidie 105,75 11,29 6,20 0,30 123,54
Bireuen 2,49 0,20 2,60 - 5,29
Aceh Utara 66,49 3,18 6,16 - 75,83
Aceh Barat Daya 23,34 1,27 6,30 - 30,91
Gayo Lues 131,77 14,90 4,90 - 151,57
Aceh Tamiang 25,24 2,60 15,68 - 43,52
Nagan Raya 43,20 2,62 1,80 - 47,62
Aceh Jaya 14,70 1,20 9,13 - 25,03
Bener Meriah 92,81 3,33 21,90 - 118,04
Pidie Jaya 21,16 0,40 1,88 - 23,44
Banda Aceh 22,11 0,40 0,10 - 22,61
Sabang 5,94 - - - 5,94
Langsa 20,59 - - - 20,59
Lhokseumawe 2,80 - - - 2,80
Subulussalam 34,74 2,70 9,08 26,00 72,52
Aceh 1321,84 92,14 312,16 55,60 1781,72
SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEH

58 pia
Jembatan Jalan Nasional Lhong Aceh Besar

Jalan Nasional Banda Aceh - Barat Selatan

pia 59
Terminal
FASILITAS terminal berperan penting dalam
intramoda dan antarmoda angkutan barang,
konsolidasi barang/pusat kegiatan logistik,
dan/atau tempat parkir mobil barang dalam
kegiatan investasi.

Terminal Angkutan di Kabupaten/Kota dan Luas Lahan (m2) di Provinsi Aceh, 2021

Nama Lokasi Luas Lahan (m2)


Desa Cot Teungoh,
Terminal Pidie 25.000
Kec. Pidie, Pidie
Desa Bie, Kec. Meurah Dua,
Terminal Pidie Jaya 10.700
Pidie Jaya
Desa Geulempang Payong,
Terminal Bireuen 20.684
Kec. Jeumpa, Bireun
Desa Sriwijaya, Kota Kuala
Terminal Aceh Tamiang 7.848
Sinpang, Aceh Tamiang
Desa Panton Makmur,
Terminal Aceh Jaya 25.000
Kec. Krueng Sabe, Aceh Jaya
Desa Simpang Peut,
Terminal Nagan Raya* 20.000
Kec. Ujung Fatihah, Nagan Raya
Desa Kuta Tuha, 3.329,8
Terminal Aceh Barat Daya
Kec. Blang Pidie, Abdya
Desa Subulussalam, 38.000
Terminal Subulussalam
Kec. Simpang Kiri, Subulussalam
Desa Rimo, 16.138
Terminal Singkil*
Kec. Gunung Meriah, Singkil
Note : * Belum dioperasikan

60 pia
Aktivitas bongkar muat di terminal Santan, Aceh Besar

pia 61
Energi/Listrik
KETERSEDIAN energy atau penyediaan kebutuhan listrik untuk
berbagai kebutuhan baik golongan tarif sosial, rumah tangga,
bisnis, industri, publik dan lainnya PT. PLN (Persero)Wilayah Aceh
menjamin ketersedian energi untuk berbagai kebutuhan terutama
untuk mendukung kegiatan investasi di Aceh.

Berikut adalah kondisi kelistrikan Aceh pada Tahun 2021, daya


mampu total Daya Mampu KIT sebesar 641,7 MW sedangkan
beban puncak sebesar 532,1 MW dan cadangan suplai sebesar
109,6 MW.

SIGLI
BP : 43.3 MW
B ACEH
BP : 106.3 MW SAMALANGA
BP : - MW
PLTD L BATA
PLTD PP
22 MW 8 MW
PLTMG ARUN (LNG)
184 MW PLTMG ARUN 2 (LNG)
JANTHO 55 MW PANTON LABU

BP : 6.3 MW BP : 18 MW
BIREUN IDIE
BP : 63.4 MW ARUN LHOKSEUMAWE
19.8 BP : 51.2 MW BP: 22.5 MW
PLTD CTR

ACEH JAYA
8 MW KKA LANGSA
20 MW BP : 23 MW
TUALANG CUT
TAKENGON
BP : 18.6 MW BP : 23.1 MW
NAGAN RAYA

MEULABOH BP : 21.9 MW
BP: 22.7 MW

PLTU MEULABOH 1,2


BLANGKEJEREN
2x110 MW
GI P BRANDAN
(SUMUT)
BLANGPIDIE
BP: 14.6 MW KUTACANE

BP : 15 MW GI BRASTAGI
(SUMUT)
TAPAKTUAN

KOTA FAJAR

GI SIDIKALANG
(SUMUT)
SUBULUSSALAM
BP : 11.7 MW
150 kV Transmission
Substation
SINABANG
SBU Interconnect Kit
(ISOLATED) Isolated System
SINGKIL

62 pia
Petugas PLN melakukan pengecekan rutin pada gardu induk aliran listrik

Pertumbuhan Pelanggan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh


Periode tahun 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020
% % % %
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh
Gol. Thn. Thn. Thn. Thn. Thn. PLg. PLg. PLg. PLg.
Tarif 2016 2017 2018 2019 2020 2017 2018 2019 2020
Sosial 37.917 41.172 43.571 46.098 48.577 8,58 5,83 5,8 5,38
Rumah
1.157.061 1.200.091 1.250.058 1.303.772 1.354.112 3,72 4,16 4,3 3,86
Tangga
Bisnis 89.364 104.186 117.040 126.489 135.764 16,59 12,34 8,07 7,33

Industri 2.213 2.669 3.012 3.236 3.582 20,61 12,85 7,44 10,70

Publik 9.743 10.815 12.496 13.510 14.645 11 15,54 8,11 8,40


Layanan
Khusus/ 4 199 246 263 304 4.875 23,62 6,91 15,59
Multiguna
TOTAL 1.296.302 1.359.132 1.426.423 1.493.368 1.556.984 4,85 4,95 4,69 4,26

SUMBER: PT. PLN (PERSERO)WILAYAH ACEH

pia 63
Pada tahun 2020 persentase
pertumbuhan pelanggan PT PLN
(Persero) Unit Induk Wilayah
Aceh relatif menurun dibeberapa
golongan tarif pelanggan hal ini
diakibatkan oleh Pandemi Covid-19
yang masih melanda dunia, sehingga
mempengaruhi berbagai sektor.
Namun hal yang sangat menarik
pada persentase pertumbuhan
pelanggan justru meningkat pada
pelanggan dengan golongan tarif
industri sebesar 10,70% tahun 2020
dibandingkan tahun 2019 tumbuh
sebesar 7,44% hal ini diakibatkan
peningkatan peningkatan industri
baru di Aceh, juga di posisi pertama
untuk pelanggan dengan golongan
tarif layanan khusus atau multiguna
sebesar 15,59%.
Terowongan PLTA
Peusangan

Total Daya Transfer Daya Beban Cadangan


Mampu SBU Mampu Kit Puncak Suplai
641,7 MW 184 MW 474,56 MW 514,74 MW 139,1 MW

64 pia
pembangunan
PLTA Peusangan

pia 65
Krueng Aceh

Air Bersih Perusahaan Daerah Air Minum


(PDAM) yang tersebar di
kabupaten/kota sebagai penghasil
air bersih. Hal ini juga sekaligus
dapat mendukung kegiatan para
investor dalam menjalankan
KETERSEDIAAN air bersih menjadi bisnisnya. Tidak hanya itu, investor
salah satu faktor penting sebagai juga bisa berkesempatan untuk
penunjang dalam kegiatan sehari- berinvestasi pada sektor ini yang
hari. Provinsi Aceh memiliki 23 peluangnya masih terbuka lebar.

66 pia
Jumlah Pelanggan, Tarif, Produksi, Distribusi, Terjual dan Non Revenue Water
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Se Aceh Tahun 2020
Pelanggan
Niaga Non
Perusahaan Besar/ Revenue
Daerah Industri/ Volume Volume Volume Water
Kabupaten Air Minum Rumah Pelabuhan Tidak Total Tarif Produksi Distribusi Terjual (NRW)
/Kota (PDAM) Sosial Tangga & lainnya Aktif Pelanggan (Rp) (m3) (m3) (m3) (m3)
PDAM
Simeulue Tirta 47 2.558 137 1.579 4.321 6.500 1.071.597 605.484 157.359 192.038
Fulawan
PDAM
Aceh
Tirta 53 3.728 164 832 4.777 1.800 1.645.488 1.445.904 1.076.154 369.750
Singkil
Singkil
PDAM
Aceh
Tirta Naga 102 2.495 262 822 3.681 2.825 1.260.972 966.812 597.267 369.545
Selatan
Tapaktuan
PDAM
Aceh
Tirta Agara 24 4.409 272 2.251 6.956 1.500 844.992 819.072 444.850 45.689
Tenggara
Kutacane
Aceh PDAM Tirta
230 12.942 1.615 1.509 16.296 3.450 4.366.005 4.130.941 2.901.421 1.203.005
Timur Peusada
Aceh PDAM Tirta
53 8.291 132 3.115 11.591 2.500 1.647.742 1.532.400 1.363.187 169.213
Tengah Tawar
Aceh PDAM Tirta
55 4.040 228 6.029 10.352 3.733 4.730.400 4.276.800 870.716 453.600
Barat Meulaboh
Aceh PDAM Tirta
333 32.278 4.166 4.140 40.917 4.247 16.338.395 15.402.986 10.129.287 5.273.699
Besar Mon Tala
PDAM
Pidie Tirta Mon 71 7.408 829 2.332 10.640 3.100 2.448.891 2.235.768 1.399.039 836.729
Krueng Baro
PDAM Tirta
Bireuen Krueng 490 23.523 1.896 1.610 27.519 2.000 8.469.713 7.762.240 5.314.697 2.447.543
Peusangan
PDAM
Aceh
Perumdam 662 27.934 3.259 7.634 39.489 7.087 12.378.500 10.742.158 5.601.524 5.140.634
Utara
Tirta Pase
Aceh PDAM
Barat Gunoeng  15 902  6  786  1.709  4000 571.680  553.975   52.607 501.350 
Daya Kila
PDAM
Gayo
Tirta 44 5.927 10 825 6.806 1.000 4.257.000 4.257.000 1.099.366 3.157.634
Lues
Sejuk
PDAM
Aceh
Tirta 235   235  17.513  1.826 1.325   20.899 4.158  6.208.507  4.966.806  821.553 
Tamiang
Tamiang
PDAM  
Nagan
Simpang Belum Produksi
Raya
Peut  
BLUD
Aceh SPAM
59 6.291 201 2.556 9.107 2.000 121.444 77.874 6.693 3.307
Jaya Tirta
Mon Mata
PDAM
Bener
Tirta 46 5.083 43 4.257 9.429 4.969 2.024.352 1.834.334 1.151.008 683.326
Meriah
Beungi
PDAM Tirta
Pidie
Krueng 104 7.317 23 703 8.147 3.451 2.125.440 1.700.352 958.616 741.736
Jaya
Meureudu
PDAM Tirta
Banda Aceh 449 41.600 9.391 12.852 64.292 4.688 22.029.738 21.710.800 14.221.858 7.488.942
Daroy
PDAM Tirta
Sabang 66 6.678 468 337 7.549 4.330 2.859.171 2.357.429 2.009.292 348.137
Aneuk Laot
PDAM Tirta
Langsa 157 13.213 1.663 3.182 18.215          
Keumeuneng
PDAM Ie Sare
Lhokseumawe 7 3.151 1 1.420 4.579 2.200 357.817 289.601 238.533 42.068
Beurata
PDAM
Subulussalam Kota 16  1.389   2  747 2.154 2.154  500  -  311.185  -
Subulussalam

SUMBER : PENGURUS DAERAH PERSATUAN PERUSAHAAN AIR MINUM SELURUH INDONESIA (PERPAMSI) PROVINSI ACEH
Pengembangan Jaringan Air Minum
1. Sistem jaringan air minum dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan
dasar masyarakat, industri dan pusat-pusat kegiatan bisnis lainnya
terhadap air minum;
2. Peningkatan kapasitas produksi air minum dilakukan melalui: a.
penambahan jaringan eksisting; dan b. penambahan kapasitas instalasi
yang sudah ada.
3. Pengembangan sistem jaringan air minum dilakukan melalui: a.
pemasangan jaringan distribusi baru; dan b. pembangunan instalasi
pengolahan air minum baru.
4. Pengembangan sistem jaringan air minum dapat dibangun dengan sistem
regional meliputi: wilayah Banda Aceh – Aceh Besar; Lhokseumawe
– Aceh Utara, Langsa – Aceh Timur, dan antar wilayah kabupaten/kota
lainnya.

SUMBER: RTRW ACEH TAHUN 2013-2033

Bak penampung air PDAM Tirta Daroy

68 pia
Bak penampung air PDAM Tirta Daroy

pia 69
Perbankan dan Lembaga Keuangan
Dengan adanya OJK menjadikan
transaksi keuangan terselenggara
secara teratur, adil, transparan dan
akuntabel, mewujudkan sistem
SELURUH lembaga keuangan dan
keuangan yang berkelanjutan dan
non keuangan di Aceh saat ini
stabil serta mampu melindungi
sudah konversi (peralihan) dari
kepentingan investor, konsumen dan
konvensional ke syariah. Hal itu
masyarakat.
merujuk ke Qanun Aceh Nomor
11 Tahun 2018 tentang Lembaga Di provinsi ini ada sejumlah
Keuangan Syariah. perbankan dan lembaga keuangan
yang dapat mempermudah kegiatan
Peraturan Perundang-undangan
transaksi dalam urusan bisnis.
tersebut mengatur tentang kegiatan
Antaranya Bank Aceh Syariah, Bank
Lembaga Keuangan dalam rangka
Syariah Indonesia yang merupakan
mewujudkan ekonomi masyarakat
merger dari tiga bank yaitu BNI
Aceh yang adil dan sejahtera dalam
Syariah, BRI Syariah dan Bank
naungan Syari’at Islam.
Syariah Mandiri. Selanjutnya juga
Serta dalam rangka mencapai dan ada KB Bukopin Syariah, BCA
memelihara kestabilan nilai rupiah, Syariah, BTN Syariah, Maybank
hadir juga Kantor Perwakilan Bank Syariah, CIMB Syariah, Permata
Indonesia Provinsi Aceh. Tidak hanya Bank Syariah, Danamon Syariah,
itu, ada juga Otoritas Jasa Keuangan BTPN Syariah, BPRS Mustaqim, BPRS
(OJK) Aceh. Hikmah Wakilah, Jamkrindo Syariah.

syariah

70 pia
pia 71
Layanan Telekomunikasi
Perkembangan Layanan Internet Broadband Indihome Di Aceh

Full fiber dengan kecepatan internet hingga 100


Mbps telah menjangkau seluruh provinsi Aceh yaitu
5 kotamadya dan 18 kabupaten atau sebanyak 289
kecamatan dan 6.497 desa.

Pembangunan 50
[Link] Corner
Consorsium 15 Operators IndiHome di Aceh.
through 13 countries (Indonesia,
Bangladesh, China, UAE, France,
Myanmar, Saudi Arabia, Singapore,
Sri Lanka, Italy, Malaysia, Telkom
Thailand, Yemen) SATELLITE
SE
AM
EW
E-S
SABAN G
Consorsium 7 Operators
S through 5 countries
AU
BA N DA AC E H To A s i a
To Europ e
throu g h S EA
N AT U N A
t hro ug h
AAG
NUNUKAN To Asia
thro ugh SE (Indonesia, Philippines,
TA RA K A N
M EDA N M E W E- S S EA U S
India, USA, Guam)
MO ROTAI
M AN ADO
S ING A PO RE

NIAS
PBR S A M A RIN DA TERN ATE
PA DA NG
PO NT I A N A K
PALU BI AK SMPCS
JA M B I BA LIK PA PA N S O RO N G

S ARMI
B E NG KU LU BA N JA RM A SIN KEN DARI FAKFAK
PA LEMBA N G JAYAP U RA
( Febr ua r i 2015)

IGG AMBO N
TIMIKA

JA K A RTA
L A M P U NG TUAL
M A K A SA R

SU RA BAYA
BA N D U N G M ATA RA M M AUMERE
S AU ML AKKI
DILI
M ARAUKE
D EN PA SA R
Existing Cable System ( S eptem ber 2015)
KU PAN G
SMPCS WA IN G A PU

Planning (IGG: Indonesia Global Gateway) SEDA

On Going Project (per 25 Mar 2015)


Goverment Plan (USO: Universal Service Obligation)

ʬ FO Telkom telah tergelar sepanjang 76.000 Km dari Aceh sampai Papua


ʬ Satelit 3S dan Telkom 4 telah diluncurkan untuk mengcover seluruh
wilayah Indonesia
ʬ Terdapat 3 link Gateway International
ʬ Koneksi langsung Internasional tier 1 sebanyak 9 link
ʬ Terdapat Data Center International di Jurong Singapura yang bisa
dimanfaatkan untuk Disaster Recovery Center

72 pia
Jumlah Pengguna
Internet 2019-2020
Jumlah
Pengguna
No Provinsi Internet
1 Aceh 3,721,410
2 Sumut 11,720,332
3 Sumbar 5,008,263
4 Riau 4,463,320
5 Jambi 2,385,325
6 Sumsel 6,950,709
7 Bengkulu 1,498,568
8 Lampung 5,269,085
9 Babel 1,124,602
10 Kepri 1.943.467
SUMBER: SURVEI APJII 2019-2020

Persentase Penggunaan Internet Per Jumlah Penduduk Ibukota


Provinsi di Sumatera 2019-2020
100
100 93.3
86 90
82.25 85
80 80
75
60 60

50

25

0
h

an

ru

bi

ng

lu

ng

ng

ng
an
e

ku
ba
Ac

ed

ba

pu

na

na
d

Ja

ng
an
M

m
Pa

Pi

Pi
m
a

a
nd

le

La
Be
k

al

ng
t
Pe

Ko

Pa
Ba

gk
ar

ju
t a

n
Ko

nd

Pa

Ta
Ba

SUMBER: SURVEI APJII 2019-2020

pia 73
Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kabupaten/Kota dan Penerimaan
Sinyal Internet Telepon Seluler di Aceh

Kabupaten 4G/LTE 3G/H/H+/ 2,5G/E/ Tidak


/Kota EVDO GPRS Ada
Simuelue 96 22 9 -

Aceh Singkil 73 44 3 -

Aceh Selatan 149 95 8 1

Aceh Tenggara 279 81 5 -

Aceh Timur 329 138 21 8

Aceh Tengah 175 103 9 2

Aceh Barat 207 83 26 3

Aceh Besar 457 131 14 1

Pidie 562 160 3 -

Bireuen 469 120 13 6

Aceh Utara 506 316 27 -

Aceh Barat Daya 143 9 - -

Gayo Lues 86 12 31 -

Aceh Tamiang 156 49 8 13

Nagan Raya 160 48 5 -

Aceh Jaya 109 38 11 2

Bener Meriah 186 31 6 11

Pidie Jaya 190 30 1 3

Banda Aceh 90 - - 1

Sabang 16 2 - -

Langsa 62 3 - -

Lhokseumawe 62 6 - -

Subulussalam 36 39 7 -

Aceh 4.598 1.560 207 51


SUMBER: ACEH DALAM ANGKA BPS ACEHW

74 pia
Persentase Rumah Tangga yang Memerlukan Pengeluaran
Telekomunikasi Menurut Provinsi dan Klasifikasi Daerah (Persen)

Perkotaan Perdesaan Perkotaan+Perdesaan


Provinsi
2018 2019 2020 2018 2019 2020 2018 2019 2020
ACEH 96,11 96,60 96,57 89,43 90,21 91,45 91,52 92,29 93,11
SUMBER: WEBSITE BPS

Proporsi Individu Yang Menggunakan Internet Menurut Provinsi (Persen)


Proporsi Individu Yang Menggunakan Internet
Menurut Provinsi (Persen)
Provinsi
2017 2018 2019
ACEH 22,86 30,69 35,60
SUMBER: WEBSITE BPS

pia 75
Parkside Hotel, Takengon

Hotel
ACEH memiliki hotel dari akomodasi lainnya.
bintang 5 sampai dengan non Sektor perhotelan Aceh
bintang di 23 Kabupaten/ didukung oleh jaringan
kota, seiring dengan fokus hotel bertaraf nasional dan
Pemerintah Aceh menjadikan internasional, seperti jaringan
sektor pengembangan pariwisata Bencoolen dan Kyriad
maka keberadaan hotel eksisting yang akan lebih memberi
tidak mencukupi lagi, Aceh kenyamanan bagi investor
masih sangat terbuka dalam untuk fasilitas menginap
pengembangan perhotelan, dan memyelenggarakan
MICE, kondominium dan pertemuan bisnisnya.

76 pia
Jumlah Akomodasi, Kamar, dan Tempat Tidur yang Tersedia pada dan Hotel
Bintang dan Hotel Nonbintang dan Akomodasi Lainnya Menurut Kabupaten/
Kota di Aceh, 2017 - 2019

Jumlah Hotel Jumlah Hotel Nonbintang


Bintang dan Akomodasi Lainnya
Kabupaten/ Tempat Tempat
Kota Akomodasi Kamar Tidur Akomodasi Kamar Tidur
Simeulue - - - 20 321 481
Aceh Singkil - - - 23 266 467
Aceh Selatan - - - 10 198 392
Aceh Tenggara 1 25 35 15 233 352
Aceh Timur 1 75 135 6 89 172
Aceh Tengah 1 36 59 26 440 723
Aceh Barat 1 60 114 16 324 546
Aceh Besar 2 125 212 13 197 309
Pidie - - - 12 199 366
Bireuen - - - 8 347 569
Aceh Utara - - - 1 11 19
Aceh Barat Daya - - - 11 143 260
Gayo Lues - - - 8 169 293
Aceh Tamiang - - - 7 133 240
Nagan Raya - - - 2 52 92
Aceh Jaya - - - 4 70 133
Bener Meriah - - - 3 28 36
Pidie Jaya - - - 4 48 86
Banda Aceh 13 1.294 2.323 67 1.700 3.024
Sabang - - - 137 1.113 1.443
Langsa 1 64 106 12 277 498
Lhokseumawe 2 120 238 16 423 748
Subulussalam 1 87 125 7 115 215
2019 23 1.886 3.347 428 6.896 11.464
2018 25 1.965 3.328 434 7.020 11.631
2017 18 1.457 2.444 319 6.644 11.176
SUMBER : ACEH DALAM ANGKA, BADAN PUSAT STATISTIK ACEH

pia 77
Hotel Berbintang di Aceh
____________________
 Plum Hotel Lading Banda Aceh
Bintang 5  Grand Renggali
Hermes Palace Hotel
  Hotel Amel and Convention Hall
 Parkside Gayo Petro Hotel- Takengon
____________________
Bintang 4 ____________________
Kyriad Muraya Hotel
 Bintang 2
Mars Resort
 Hip Hope Hotel

The Pade Dive Resort
 Kumala Hotel Banda Aceh

Hotel Grand Bayu Hill
 OYO 854 Ub Caisar Hotel

Freddies Pantai Sumurtiga

____________________ GM Inn Hotel

Bintang 3 Seventeen Hotel

 Arabia Hotel OYO 632 Hotel Mulana

 The Pade Hotel OYO 2180 Vina Vira Hotel

 Ayani Hotel Banda Aceh Hotel 61 Banda Aceh

 Hotel Mekkah
Hotel Madinah

 Grand Arabia Hotel
OYO 2018 Ring Road Residence Syariah

 Oasis Atjeh Hotel
Hotel Permata Hati Syariah

 Sulthan Hotel International
 Grand Renggali Hotel Takengon OYO 3077 Hotel Morielisa

 Hotel Rasamala Grand Mahoni Hotel

 Hotel Grand Permata Hati Syariah OYO 1257 Hotel Sabang Inn

 Grand Nanggroe Hotel Sei Hotel

 Pulau Weh Paradise OYO 1512 Hotel Harley

 The Royal IDI Hotel Hotel Kuala Radja

 Nagoya Inn Sabang
Intense Maia Hotel

 The Hawk’s Nest Resort
Thousand Hill Ketambe

 Hermes One Hotel Subulussalam
Simeulue Surflodges

 Aff Uji Hotel
 The Point Sabang Resort Simeulue Nanik Surfcamp

 Pondok Oma Surf Simeulue Permatasari Hotel and Convention Center

 Harun Square Hotel Hotel Madinatul Zahra


78 pia
Hermes Palace Hotel

____________________
Hotel Bintang 1 Siwah Hotel Banda Aceh

OYO 1262 Sabang Fair Hotel

OYO 884 Rumoh PMI Hotel

Hotel Diana
 OYO 1636 Wisma Kuta Karang

88 Hotel Atjeh
 Grand Lambhuk Hotel

Hadrah Hotel
 Hotel Syariah Lingke

Wisma Nusa Cendana
 GM Inn Syari’ah Bireuen

SPOT ON 2134 Seunia Hotel
 GM Backpacker

OYO 1630 Hotel Syariah Ring Road
 OYO 2328 Lamnyong Syariah

Al-Hanifi Hotel
 Olala Bungalows & Restaurant

Hotel Thayyiba
 Iboih Bungalow Sabang

Mita Mulia Hotel
 OYO 2598 Hotel Chocolate

Fie Resort
 QQ Homestay

Al-Fatih Hotel
 OYO 2972 Wisma Sartika

Poma Hotel
 Winton Hotel Lhoksumawe

OYO 1569 Kupula Residence
 My Home Aceh

pia 79
Peluang Investasi
di Aceh
Investasi
merupakan salah
satu instrumen
untuk peningkatan
pertumbuhan
ekonomi,
Pemerintah
Aceh fokus
mengembangkan
empat sektor
potensial sesuai
dengan amanat
RPJM Aceh yaitu:
infrastruktur dan
energi, Agroindustri,
pariwisata dan
pengembangan kawasan
industri Aceh.

Keempat sektor tersebut


memiliki fondasi yang kuat untuk
dikembangkan. Kopi, nilam, kakao,
kelapa, dan kelapa sawit merupakan
komoditi terbaik Aceh. Sektor perikanan
dan pariwisata juga investasi potensial untuk
dieksplorasi di Aceh.

80 pia
pia 81
Infrastruktur
& Energi
INFRASTRUKTUR dan energi merupakan dua komponen yang
mempengaruhi keputusan investor untuk mengembangkan
usaha di suatu daerah, jika infrastrukturnya tidak baik maka akan
terdapat biaya logistik yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan.
Guna meningkatkan penyediaan infrastruktur di Aceh, Pemerintah
Aceh mengundang para investor untuk mengembangkan proyek
investasi di sektor Infrastruktur
di Aceh, seperti
jalan tol,
kereta
api, dan
lainnya.

Begitu juga halnya


dengan energi merupakan
komponen penting yang diperlukan
untuk mendukung aktivitas bisnis
para pelaku usaha, Aceh sesuai
dengan data publish PT.
PLN Wilayah Aceh
tentang kondisi
kelistrikan

82 pia
Aceh Tahun
2021 bahwa masih
memiliki cadangan suplai
sebesar 109,6 MW sedangkan
beban puncak hanya 532,1 MW
dengan total daya mampu 641,1 MW.
Namun untuk memenuhi kebutuhan
energi kedepan untuk pengembangan
investasi terutama di kawasan investasi di Aceh,
Pemerintah Aceh masih membuka peluang bagi
investor untuk berinvestasi di sektor energi seperti; PLTA,
panas bumi dan waste to energy.

pia 83
Jalan Tol

Proyek Pembangunan
Jalan Tol Trans Sumatera

Progress Pelaksanaan Jalan Tol


Lintas Sigli, Banda Aceh dan Lintas
Langsa Binjai

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
Ruas Sigli – Banda Aceh memiliki Ruas Binjai – Langsa memiliki total
total Panjang 74 Km, dengan Panjang 131 Km, dengan estimasi
estimasi nilai investasi sebesar nilai investasi sebesar Rp. 23,354
Rp. 12,354 Triliun. Ruas Tol Sigli Triliun. Ruas Binjai – Langsa memiliki
– Banda Aceh memiliki 6 (enam) 5 (lima) buah Interchange (IC) atau
buah Interchange (IC) atau Simpang Simpang Susun (SS). Hingga saat ini,
Susun (SS) dan dilengkapi oleh progres pembangunan berada pada
6 (enam) seksi tol yakni seksi 1 seksi Binjai – Pangkalan Brandan
Sigli - Seulimun (25 Km), seksi 2 sepanjang (58 km) dengan progres
Seulimeum – Jantho (6 Km), seksi 3 kontruksi mencapai 16%.
Jantho – Indrapuri (16 Km), seksi 4
Indrapuri – Blang Bintang (14 Km),
seksi 5 Blang Bintang – Kuto Baro
(8 Km) dan seksi 6 Kuto – Baro -
Baitussalam (5 Km). Progres Pembangunan
Jalan Tol Sigli-Banda Aceh
Hingga saat ini, progres
pembangunan telah mencapai 61% Tol Sigli Banda Aceh sepanjang
progres konstruksi dan 76% progres 74,2 Km terdiri dari 6 seksi
pengadaan lahan. Adapun seksi 4 dengan progress pebebasan lahan
Indrapuri – Blang Bintang sepanjang 97,74%, pekerjaan fisik jalan
14 Km telah beroperasi penuh sejak yang di pimpin oleh PT. Hutama
diresmikan oleh Presiden Joko Karya dengan kontraktor PT.
Widodo pada 25 Agustus 2020. Adhi Karya.

84 pia
Tol Banda Aceh - Sigli

Progres Pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh

pia 85
Data Teknis Lhokseumawe - Sigli

Peta Jalan Tol Ruas Lhokseumawe – Sigli

Data Teknis Tol


Lokasi Pekerjaan : Provinsi Aceh
Panjang Mainroad : 157km
Kecepatan Rencana : 100 Km/Jam

Jumlah Lajur:
Tahap Awal : 2 x 2 Lajur
Tahap Akhir : 2 x 3 Lajur
Median
Tipe Median : Double

Concrete Barrier
Kelandaian Max : 3%
Superelevasi Max : 8%

Jenis Perkerasan:
Mainroad : Rigid Pavement
Akses : Rigid Pavement

Persilangan : Flexible Pavement

86 pia
Jalan Tol Ruas Lhokseumawe - Sigli

Peta Jalan Tol Ruas Lhokseumawe – Sigli

Lebar Jalan: Lokasi Interchange


Lebar Badan Jalan : 3,6 m IC Bireuen : Sta. 46+000
Lebar Bahu Luar : 3,0 m IC Meuredue : Sta. 105+300
Lebar Bahu Dalam : 1,5 m IC Lamlo : Sta. 143+000
Lebar Median : 5,5 m
(Termasuk Bahu Dalam) Lokasi Rest Area
Arah Pelebaran : Ke luar Rest Area Type A (6 Ha):
Jumlah Interchange : 3 buah Sta 1+000 (1 pasang)
Jumlah Rest Area : 4 pasang Sta. 41+000 (1 pasang)
Sta. 81+000 (1 pasang)
* Data data masih dalam proses
perhitungan dan kajian, dimungkinkan
Sta. 121+000 (1 pasang)
adanya perubahan

pia 87
Jalan Tol Ruas Langsa – Lhokseumawe

Peta Jalan Tol Ruas Langsa – Lhokseumawe

Data Teknis
Lokasi Pekerjaan: Lebar Jalan:
Provinsi Aceh Lebar Badan Jalan : 3,6 m
Lebar Bahu Luar : 3,0 m
Panjang Mainroad : 134,888 km Lebar Bahu Dalam : 1,5 m
: 100 Km/Jam
: 5,5 m
Kecepatan Rencana
Lebar Median
(Termasuk Bahu Dalam)
: Ke luar
Jumlah Lajur: Arah Pelebaran
Tahap Awal : 2
x 2 Lajur * Data data masih dalam proses perhitungan
Tahap Akhir : 2 x 3 Lajur dan kajian, dimungkinkan adanya perubahan
Tipe Median : Double Median
Concrete Barrier Lokasi Interchange
Kelandaian Max : 3%
: 8%
IC Idi Rayeuk
Superelevasi Max
(Sta. 48+856) : ± 3,7 km
Jenis Perkerasan: IC Lhoksukon
(Sta. 102+225) : ± 1,65 km
Mainroad : Rigid Pavement
: Rigid Pavement
IC Lhokseumawe
Akses
Persilangan : Flexible Pavement (Sta. 134+412) : ± 2,73 km

88 pia
Lokasi Rest Area Perlintasan
Rest Area Type A:
No Uraian Jumlah
Sta. 95+900 (1 pasang)
Underbridge (Jembatan
Seberang Jalan Akses Idi Rayeuk 1
Sungai)
16
(1 buah)
2 Overpass 17
Rest Area Type B : 3 Overpass Simpang Susun 2
Sta. 28+700 (1 pasang)
Box Underpass Simpang
4 1
Susun
4 Box Underpass 99
Underpass (Jembatan Lalu
5 Lintas, Utilitas, dan Kereta 15
Api)
6 Box Culvert 405

Data Finansial

Lhokseumawe – Sigli Langsa – Lhokseumawe


(157 Km) (134,8 Km)
Investasi : Rp 27.725 M Investasi : Rp 23.681 M
IRR : 0,41% IRR : 2,01%
NPV : Rp -22.668 M NPV : Rp -18.216 M
Periode Konsesi:
40 Tahun (2022 – 2062)
Struktur Pembiayaan Proyek:
Debt Ekuitas (PMN)
* Data data masih dalam proses perhitungan dan
kajian, dimungkinkan adanya perubahan

Rencana Pembangunan Rencana Pembangunan Langsa


Lhokseumawe – Sigli (dalam Km) - Lhokseumawe (dalam Km)

2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024


22 40 56 39 34 40 40 21

SUMBER : PT. HUTAMA KARYA

pia 89
Pengembangan
Kereta Api Perkotaan

Kecelakaan di Kota Banda Aceh


dan Kab. Aceh Besar, Tahun 2018 :
Mengapa Kereta Api 211 dan Tahun 2019 : 257.
Perkotaan Diperlukan? URBANISASI: Keberadaan
kereta api dan simpul simpul
TANTANGAN PERKOTAAN: stasiun menjadi pusat aktifitas
Ketidakmampuan kapasitas jalan ekonomi baru bagi masyarakat
dalam mengimbangi pertumbuhan di sekitar Kota Banda Aceh.
kendaraan akan mengakibatkan
kemacetan di wilayah perkotaan.V/C
ratio pada tahun 2021 menunjukkan Dukungan Regulasi:
nilai > 0.85 pada beberapa ruas Jalan
di Kota Banda Aceh dan akan semakin Keputusan Menteri Perhubungan
meluas pada tahun-tahun berikutnya. Republik Indonesia Nomor Kp
(Hendra, 2017). 2128 Tahun 2018 Tentang Rencana
Induk Perkeretaapian Nasional
PENINGKATAN PENGGUNAAN
Pengembangan dan layanan
BAHAN BAKAR: pertumbuhan
KA Perkotaan yaitu meliputi
kendaraan bermotor yang sangat kota: Banda Aceh, Medan,
cepat dan belum terkendalikan. Pekan Baru, Padang, Palembang,
GLOBAL WARMING:
Bandar Lampung dan Batam.
Meningkatnya suhu rata-rata
permukaan bumi yang terjadi Peraturan Gubernur Nomor 58
adalah akibat meningkatnya Tahun 2014 tentang Rencana
emisi gas rumah kaca, seperti; Induk Perkeretaapian Aceh.
karbondioksida, metana, dinitro Di samping jalur KA Layanan
oksida, hidrofluorokarbon, Antar Kota, juga akan dibangun
perfluorokarbon, dan sulfur jaringan kereta api perkotaan di
heksafluorida di atmosfer. kota Banda Aceh sepanjang 52
KECELAKAAN LALU LINTAS: Total km dalam rangka mengantisipasi

ILustrasi

90 pia
semakin padatnya pergerakan lalu Arahan Kebijakan Tata Ruang
lintas di kota Banda Aceh dan jalur
KA yang menghubungkan kota
PP NO. 13 Tentang Perubahan
Banda Aceh dengan Bandara SIM.
Atas PP. NO. 26 Tahun 2008
Tentang RTRWN
Perpres No. 13/2012  Kota
Banda Aceh sebagai PKW
PP No. 13/2017  Kota Banda Aceh
sebagai PKN
Qanun No. 19/2013  Kota Banda
Aceh sebagai PKN
Jaringan Jalur KA antar
kota dikembangkan untuk
menghubungkan:
 PKN dengan pusat kegiatan di
negara tetangga; antar PKN;
 PKW dengan PKN atau antar
PKW
 Jaringan Jalur KA perkotaan
dikembangkan untuk:
 Menghubungkan Kawasan
perkotaan dengan bandar
udara
 Mendukung aksesibilitas
Kawasan perkotaaan
PERPRES NOMOR 13 Tahun
2012 Tentang Rencana Tata
Ruang Pulau Sumatera
Qanun Aceh No. 19 Tahun 2013
Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Aceh Tahun 2013-2033

pia 91
Potensi
Demografi Greater Banda Aceh
Pertumbuhan penduduk dari tahun 2015-2018 mencapai 25 %
Namun prediksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2040
diperkirakan meningkat mencapai 55.2% dari total jumlah
penduduk tahun 2018.

Jumlah Penduduk
No Kecamatan 2015 2016 2017 2018 2020 2025 2030 2035 2040
KOTA BANDA ACEH

1 Jaya Baru 24561 25012 25503 26013 27075 29922 35823 36547 40391

2 Banda Raya 23034 23459 23919 24398 25394 28064 33599 34278 37883

3 Baiturrahman 35363 36013 36721 37455 38984 43084 51580 52622 58157

4 Lueng Bata 24660 25114 25607 26119 27185 30044 35969 36696 40555

5 Kuta Alam 49706 50618 51614 52645 54793 60556 72499 73963 81742

6 Kuta Raja 12872 13107 13365 13632 14188 15681 18773 19152 21167

7 Syiah Kuala 35817 36477 37193 37938 39486 43639 52245 53301 58907

8 Meuraxa 19040 19388 19770 20166 20989 23196 27771 28332 31312

9 Ulee Kareng 25250 25716 26221 26745 P 27836 30764 36831 37575 41527
R
10 Kuta Cot Gile 13783 14075 14363 14651 O 15249 16853 20176 20584 22749
Y
KABUPATEN ACEH BESAR E
K
11 Mesjid Raya 23290 23785 24271 24757 S 25767 28477 34094 34782 38440
I
12 Darussalam 25316 25853 26384 26909 28007 30953 37057 37806 41782

13 Blang Bintang 12067 31983 12575 12827 13350 14755 17664 18021 19917

Krueng Barona
14 15782 16116 16445 16774 17459 19295 23100 23567 26045
Jaya

15 Peukan Bada 17422 17792 18156 18520 19276 21303 25504 26020 28756

16 Lhoknga 16552 16904 17250 17596 18314 20240 24232 24721 27321

17 Darul Imarah 52073 53177 54264 55350 57609 63668 76224 77764 85942

18 Darul Kamal 7553 7713 7870 8028 8356 9234 11056 11279 12465

19 Ingin Jaya 31318 12232 32637 33290 34649 38293 45845 46771 51690

Jumlah 465459 474534 484128 493813 513966 568021 680042 693781 766748

92 pia
Simpang lima, Banda Aceh

Kepemilikan Kendaraan

Jumlah kepemilikan kendaraan pribadi


dari tahun 2014 s/d 2018 meningkat setiap
tahunnya, dengan rata-rata peningkatan 3,86 %
pertahun. Sementara pada tahun 2018 jumlah
kepemilikan kendaraan pribadi meningkat
sebanyak 16,33 % dari tahun 2014.

Hal ini menunjukkan bahwa pada saat


ekonomi berkembang dan tingkat pendapatan
meningkat, tingkat kepemilikan kendaraan juga
akan naik. Peningkatan kepemilikan kendaraan
berdampak pada peningkatan volume lalu
lintas secara drastis sehingga menyebabkan
kemacetan lalu lintas.

pia 93
Jumlah Kepemilikan Kendaraan Pribadi

232455
227193
220019
212108

199829

2014 2015 2016 2017 2018

Kepemilikan kendaraan Pribadi pada tahun 2018 naik


3% dari tahun sebelumnya.

3%
Sepeda Motor
2% 13%
Mobil Pribadi
0% Jalan Kaki/Sepeda
53%
29% Becak

Trans Kutaraja

Transportasi Online

Gambar Penggunaan Moda Perjalanan- Sumber:


Hasil Survei Konsultan

SUMBER : BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH, 2019

94 pia
Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

Moda Perjalanan
Sepeda motor dan mobil pribadi internasional di Bandar Udara
merupakan moda paling dominan Internasional SIM, Pelabuhan
yang digunakan untuk perjalanan. Penyeberangan Ulee Lheue
Terhitung sekitar 53% responden mengalami peningkatan masing-
menggunakan sepeda motor dan masing sebesar 7% untuk penumpang
29% menggunakan mobil pribadi. domestik 2% penumpang
Sedangkan untuk moda perjalanan Internasional dan 13% Penumpang
menggunakan kendaraan umum Pelabuhan.
hanya sekitar 18% yang terdiri Hal ini sangat dipengaruhi oleh
dari Trans Koetaradja, becak, dan adanya kebijakan dan program di
transportasi online. Pemerintah dalam meningkatkan
Dengan adanya kereta api sektor pariwisata di Kota Banda Aceh
perkotaan diharapkan moda dan Kota Sabang dengan mengadakan
perjalanan menggunakan angkutan event Internasional maupun Nasional
umum menjadi meningkat sehingga dan melakukan pemeliharaan serta
mengurangi kemacetan lalu lintas. pengembangan jaringan infrastruktur
Pertumbuhan persentase rata- dan pelayanan pada sektor
rata penumpang domestik dan transportasi.

pia 95
Jumlah Penumpang Bandara Sultan Iskandar Muda

Data Jumlah Penumpang Domestik (2010-2018)


1012543
991330
805442
609494 661780 577143 612109
547147 565646

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Persentase pertumbuhan penumpang domestik


Bandara Sultan Iskandar Muda 7%.

Data Jumlah Penumpang Internasional (2010-2018)


210521 256654
163045
88927 96388 105007 129985
79892 91860

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Persentase pertumbuhan penumpang internasional


Bandara Sultan Iskandar Muda 2%.

96 pia
Pelabuhan Ulee Lheue

Persentase Jumlah Penumpang


Pelabuhan Ulee Lheue
468818
rata-rata 418897
pertumbuhan 377442

penumpang 312807
140175
pelabuhan Ulee 103354
129205

Lheue yaitu 13% 61349

(1150 Penumpang 2015 2016 2017 2018


per hari, tahun Kapal Cepat Kapal Lambat
2018). SUMBER : DINAS PERHUBUNGAN ACEH, 2019

pia 97
98
pia
Sp Sp
.S .S
ur ur
ab ab

0
500
1000
1500
2000
2500
Ko ay

0
500
1000
1500
2000
2500
Ko ay t a
ta a a -K
-S -K -S
p. ot
p. ot
a Su a
Su Sp ra
Sp ra .M b
.M ba ay
es ya es a

7202 7828
ra ra
Ko -
Ko
ta - Ko
Analisa Kebutuhan

ta Ko Sp -S ta
Sp -S ta .J p
Karakteristik Lalu Lintas

.J

10478
am p. am .M
M bo es
Ko bo es Sp Ko ta ra
Sp ta ra ta pe

8433
ta .L
.L
ue -S
pe
-K ue - Sp -K

Arus Lalu Lintas Harian (smp)


ng p. ng .J ot
Sp Ja ot
a
Sp B a a
Ba m .S at m
.S
ur ta bo ur a b o
-
Arus Lalu Lintas Jam Sibuk Pagi (SMP)

ab -S ta
ab Sp ta ay p. pe
ay pe
a .S a Su
u

21363 19626
-S ra -S ra
p. ba p. ba
Lu ya Lu ya
en

17284
en g
g

SUMBER : FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA


Ba Ba
ta ta

11411
Arus Lalu Lintas Jam Sibuk Sore

2500
2000
1500
1000
500
0
a

ya

ra

pe

ta
ay
ot

ot

ot

Ba
es
ba

ta
-K

-K

-K

ab
M

bo
ra

g
ur

en
a

ra

pe
p.
Su

m
ay

S
-S
es

Ja

Lu
ta
p.

p.
ab

.M

bo

p.
-S

-S
ta

p.
ur

-S
am

-S
Ko
Sp
.S

a
t

t
.J

ta

Ba
Ko

a
Sp

ay
Ko
Sp

ng

ab
ue

ur
.S
.L
Sp

Sp

SUMBER : FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA

Tujuan Perjalanan

Grafik Tujuan Perjalanan

3000
2586
2110 2113
2000 1914
1555
1092
1000
461
37 121 73
0
k

ol

er

et

r
he
m

om

m
or

or

or
th
ho

th
Ho

Ho
W

Ot
O
O
H
S c
o

to

o
to
o

o
to

to

o
et

rt
o

et

rt
rt

k
et

k
k

ol

he
m

or

he
or
m

he
or

ho
m
Ho

Ot
Ho

Ot
W

Ot
Ho

Sc

Grafik Distribusi Berdasarkan Maksud Tujuan Perjalanan

SUMBER : PENINGKATAN JARINGAN TRANSPORTASI BERBASIS BRT DI KOTA BANDA ACEH, 2017

pia 99
DESIRE LINE KE PUSAT KOTA BANDA ACEH
16 Keterangan:
1 = Leung Bata
UIN 2 = Baiturrahman
Arraniry 3 = Kuta Raja
Kantor 4 = Banda Aceh
KODAM Gubernur
Iskandar Aceh Polda 5 = Syiah Kuala
Muda Aceh 6 = Kuta Alam
Pelabuhan 7 = Jaya Baru
Ferry Ulee Univesitas

5
8 = Meuraxa

3
Lheue Syiah Kuala
9 = Ulee Kareng
Masjid 10 = Darussalam
Baiturrahim
10 11 = Blang Bintang
12 = Krueng Barona Jaya

6
RSUDZA

8
13 = Lambaro
MUseum

9
Tsunami 14 = Mata Ie
49 15 = Lhoeknga
Masjid Raya 16 = Krueng Raya
Baiturrahman
2 Univesitas
17 = Lampenerut

Abulyatama Sumber: FS Kereta Api perkotaan Ibukota Provinsi Aceh dan Sekitarnya

7
15
Simpang
1 Bandara Sultan

12
7 Ulee
Iskandar Muda

4
Kareng
ANALISIS KEBUTUHAN (2)
13
Terminal

14
Bus Batoh

17 Simpang
11
Lambaro

Analisis Pola Ruang

100 pia
Kecamatan Jenis Peruntukan Ruang yang Dilalui
Blang Bintang Kawasan Bandara, Pemukiman Perkotaan, Pertanian Lahan Basah
Ingin Jaya Kawasan Pemukiman Perkotaan, Pertanian Lahan Basah
Kawasan Perdagangan dan Jasa, Kawasan Perkantoran, Kawasan
Lueng Bata
Perumahan
Kawasan Perdagangan dan Jasa, Kawasan Perkantoran, Kawasan
Baiturrahman
Cagar Budaya, Ruang Terbuka Hijau
Kawasan Perdagangan, Kawasan Perumahan, Sempadan Sungai,
Meuraxa
Kawasan Pelabuhan

Berdasarkan hasil overlay rencana pola ruang dikedua


wilayah studi, rencana rute kereta api perkotaan melalui
berbagai peruntukan ruang yang sebagian besarnya
melalui peruntukan ruang kawasan perdagangan dan
jasa, kawasan permukiman dan perumahan

pia 101
M E S J I D R AYA

BAITUSSALAM

DARUSSALAM

SYIAH KUALA

K U TA R A J A
K U TA A L A M

A C
B
MEURAXA
ULEE KARENG
K R U E N G B A R O N A J AYA
K OTA B A R O
BAITURRAHMAN

L U E N G B ATA
J AYA B A R U

B A N D A R AYA
PEUKANBADA

DARUL
IMARAH
B
I N G I N J AYA
BLANG
B I N TA N G
A

LHOKNGA

DARULKAMAL S I M PA N G T I G A SUKAMAKMUR M O N TA S I K

Rencana Trace Potensial

Rencana Panjang
Trace rel (Km) Trace
Bandara Internasional SIM-Modal Bangsa-Bakoi-Pagar
Trace A 16,86 air-Lueng Bata-Mesjid Raya-Lampaseh-Pelabuhan Ulee
Lheue

Krueng Cut-Darussalam-Bakoi-Pasar Lambaro-Wali


Trace B 20,70
Nanggroe-Sp. Lampeuneurut-Keutapang-Pusat Kota

Lam Ujong-Sp. Mesra-Pusat Perkantoran Pemerintah-


Trace C 11,93
Pusat Kota

102 pia
Potensi Hinterland Sekitar Trace A

STASIUN 7 (ULEE LHEUE) SYIAH KUALA

BAITUSSALAM

STASIUN 4 (PAGAR AIR)


DARUSSALAM

STASIUN 1 (BANDARA SIM)

K U TA R A J A
K U TA A L A M

A
A STASIUN 3 (LAMBARO)
MEURAXA

ULEE KARENG KRUENG


BARONA K OTA B A R O
BAITURRAHMAN
J AYA

PEUKANBADA L U E N G B ATA
J AYA B A R U

STASIUN 6 (MASJID RAYA)


I N G I N J AYA
A
DARULIMARAH B L A N G B I N TA N G

STASIUN 5 (LEUNGBATA)

STASIUN 2 (MODAL BANGSA)

LHOKNGA
DARULKAMAL S UKAMAKMUR
M O N TA S I K

K U TA M A L A K A

Trace Kecamatan Lokasi Station Potensi Wilayah


Station Bandara
Kawasan Bandar Udara Internasional, Perdagangan
Blang Bintang SIM dan Station
dan Jasa, Pendidikan, Peribadatan, Perumahan
Lambaro

Station Bakoi dan


Ingin Jaya Tagelan/Ladang, Area Irigasi
Station Pagar Air

Perumahan,Perdagangan dan Jasa, Pendidikan,


Station
Trace Lueng Bata Peribadatan, Perkantoran, PLTD, Lapangan Olahraga,
Lueng Bata
A Transportasi

Perumahan,Perdagangan dan Jasa, Pendidika,


Station
Baiturrahman Peribadatan, Perkantoran, Lapangan Olahraga,
Masjid Raya
Pertahanan/Militer, Museum, Kesehatan, Pasar

Perumahan,Perdagangan dan Jasa, Pendidika,


Station
Meuraxa Peribadatan, Perkantoran, Lapangan Olahraga,
Ulee Lheue
Kesehatan, Cagar Budaya, Ruang Terbuka Hijau

pia 103
Pemilihan lokasi rute Kereta Rencana Trace A
Api (rute A) dilakukan dengan
mempertimbangkan optimalisasi tata
(panjang 16,86 Km)
guna lahan, potensi pengembangan
Trace Koridor
kawasan serta proyeksi pergerakan
Intermoda dengan Bandara
penumpang yang berada pada
SIM dan Pelabuhan Ulee Lheue
hinterland sekitar rute Kereta Api
Melalui kawasan dalam
tersebut.
pengembangan
Menghubungkan pusat
Sementara untuk pemilihan
kegiatan di Kota Banda Aceh
lokasi stasiun, selain berdasarkan
dan Kab. Aceh Besar
pertimbangan pemilihan rute juga
Daerah tangkapan air relatif
memperhatikan kebutuhan konektivitas jauh dari kawasan laut
antarmoda dan intermoda seperti
bandara, pelabuhan, terminal dan Bus
Trans Koetaradja.

Lahan Sepanjang Jalan Rencana


Jalur Kereta Api
Perumahan Persawahan
Pemanfaatan
(M2) (M2)
Station 1  - 20.000
Station 2 8.054 11.946
Station 3 6.916 13.084
Station Ulee Lheue
Station 4 4.730 15.270
Station 5 10.492 9.508
Keterangan:
Station 6 7.200 12.800
y Station Bandara SIM
Station 7   20.000 y Station Modal Bangsa
y Station Lambaro
Depo   35.000
y Station Pagar Air
Rel Kereta 46276 98.625 y Station Lueng Bata
y Station Masjid Raya
Total 83.668 236.233
y Station Ulee Lheue

104 pia
Station Masjid Raya

Station Leungbata

Station Pagar Air

pia 105
Estimasi Biaya Pembangunan Monorail

Ilustrasi

Biaya pembangunan monorail


pada Trace A dengan panjang
rel 16,86 Km diperkirakan
mencapai Rp.5,78 Triliun
(381.000.000 USD). Untuk
keseluruhan rute sepanjang
49,49 Km mencapai Rp.16,97
Triliun ([Link] USD).

106 pia
Panjang
Rel Biaya Perjalanan

No Rencana Trace Km Rp.(Juta) Menit

1 Trace A 16,86 5.781.760 25

2 Trace B 20,70 7.098.602 31

3 Trace C 11,93 4.091.127 17

Total 49,49 16.971.489 73

Perhitungan Biaya rute B & C dilakukan dengan metode hitungan kasar berdasarkan
asumsi perhitungan komponen biaya rute A

Perkiraan Jumlah Penumpang Jumlah Perjalanan:


Trace A
2025 – 2035 = 5.0%
Jumlah Penumpang di Koridor
2030 – 2040 = 4.5%
Rencana Trace KA Pada Tahun
2027: 2040 – 2050 = 4.0%
17,170 (Jam Sibuk) 2050 – 2060 = 3.5%
171,700 (Harian)
Persentase Penggunaan Kereta
+ 30% Penumpang Bandara SIM Api = 10% pada 2027 dan
+ 30% Penumpang Pelabuhan Peningkatan 0.5% Setiap Tahun,
Ulee Lheue 30% sampai 2067

pia 107
Biaya yang Digunakan

TAHUN 2027 2032 2037 2042 2047 2052 2057 2062 2066
PSGR/HARI 17,170 27,392 41,951 60,992 86,865 118,896 160,727 209,983 258,485
Jumlah
4 7 10 15 22 30 40 52 65
Kereta Api

Stasion 14 9 6 4 3 2 1 1 1

Ilustrasi

108 pia
The feasibility of urban railway
investment has a cost 10.500 users per km

Railway financing component

[Link]/
No Uraian Rp. Juta
km
A CAPEX 5.781.760
1 Penggunaan Lahan 1.313.860
2 Pekerja Sipil (Trace, Station, dan Depo) 195.000
Elektrical, Rolling stock, Telekomunikasi &
3 70.000
Sinyal
Per km 265.000
Biaya 16,86 km 4.467.900
B OPEX 112.680
1 Biaya O&P 16,86 km 112.680
Panjang Trace 16,86 Km
Waktu Perjalanan 25 Menit
First Station : 5 menit
Waktu Tunggu
Other Station : 1 menit
Biaya Pengguna Rp. 10.500 per Km
SUMBER : FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA

pia 109
Analisis Ekonomi
  DISCOUNT RATE (%)

Kelayakan Ekonomi 8.00 9.63 10.00

NET PRESENT VALUE - NPV


18,968.29 14,145.32 13,259.51
(Milyar IDR)

BENEFIT COST RATIO – BCR 1.34 1.00 0.93

ECONOMIC INTERNAL RATE


9.63
OF RETURN - FIRR (%)

NPV > 0, EIRR > Tingkat suku bunga yang ditetapkan,


berarti proyek layak dioperasikan secara ekonomi

Ilustrasi

110 pia
Analis Keuangan
  DISCOUNT RATE (%)

Kelayakan Keuangan 7.00 8.00 9.00

NET PRESENT VALUE - NPV (Milyar


18.724,50 14,466.30 11.154.29
IDR)

BENEFIT COST RATIO – BCR 1.32 1.02 0.79

FINANCIAL INTERNAL RATE


8.00
OF RETURN - FIRR (%)

NPV > 0, FIRR sama dengan tingkat bungan yang tetapkan, berarti
proyek tidak layak secara finansial
SUMBER : FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA

total biaya
perjalanan rute A
yaitu Rp. 177.030
dengan asumsi
bahwa pada tahun
2027 masyarakat
yang berpindah
menggunakan
kereta api adalah
sebanyak 10% dan
terus meningkat
0,5% di setiap
tahunnya hingga
mencapai 30%
di tahun 2066.
Payback Periode Ilustrasi

tahun ke 15.

pia 111
Kelayakan Investasi Kereta Api Perkotaan Trace A
Biaya Pengguna 5.000 per KM

Analisis Keuangan
Rp. Juta/
No Rp. Juta
km
A CAPEX 5.781.760

1 Lahan 1.313.860

Pekerjaan Sipil
2 195.000
(Trace, Station, dan Depo)

Elektrical, Rolling stock, Persinyalan


3 70.000
& Telekomunikai

Per km 265.000

Biaya 16,86 km 4.467.900

B OPEX 112.680

1 Biaya O&P 16,86 km 112.680

Panjang Trace 16,86 Km

Waktu Perjalanan 25 Menit

First Station : 5 menit


Waktu Tunggu
Other Station : 1 menit

Biaya Pengguna Rp. 5.000 per Km

SUMBER: FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA

112 pia
Hasil Analisis Ekonomi
  DISCOUNT RATE (%)

KELAYAKAN EKONOMI 8.00 9.63 10.00

NET PRESENT VALUE - NPV


18,968.29 14,145.32 13,259.51
(Milyar IDR)

BENEFIT COST RATIO – BCR 1.34 1.00 0.93

ECONOMIC INTERNAL RATE OF


9.63
RETURN - FIRR (%)

NPV > 0, EIRR > suku bunga yang ditetapkan, yang berarti Proyek
Layak dioperasikan Secara Ekonomi
SUMBER : FS KERETA API PERKOTAAN IBUKOTA PROVINSI ACEH DAN SEKITARNYA

Hasil Analisis Finansial


  DISCOUNT RATE (%)

KELAYAKAN FINANSIAL 3.00 4.10 5.00

NET PRESENT VALUE - NPV


20,399.00 14,186.90 10,400.07
(Milyar IDR)

BENEFIT COST RATIO – BCR 1.44 1.00 0.73

FINANCIAL INTERNAL RATE OF


4.10
RETURN - FIRR (%)

NPV > 0, EIRR < suku bunga yang ditetapkan yang berarti Proyek
Tidak Layak Secara Finansial

total biaya perjalanan rute A yaitu adalah sebanyak 10% dan terus
Rp. 84.300 dengan asumsi bahwa me­ningkat 0,5% di setiap tahunnya
pada tahun 2027 masyara­kat yang hingga mencapai 30% di tahun
berpindah menggunakan ke­reta api 2066. Payback Periode tahun ke 26

pia 113
Pemilihan teknologi
Negara yang Menggunakan
Teknologi Monorel  

Tokyo Monorail, Jepang

Ilustrasi

Rangkaian 6 kereta per rangkaian Traction Resistor control


system
Lebar 3,038 mm (9 ft 11.6 in)
Power output 70 kW x 24
Tinggi 4,362 mm (14 ft 3.7 in)
Acceleration 3.5 km/h/s
Pintu 2 pasang per sisi
Deceleration 4.0 km/h/s (service),
Kecepatan 80 km/J (50 mph) 4.5 km/h/s (emergency)
Maksimum
Electric 750 V DC
system(s)

114 pia
Las Vegas Monorail, Amerika

Ilustrasi

Minimum radius < 60 m (200 ft)

750 V DC third
Electrification
rail
50 mph
Operating speed
(80 km/j)
224
Kapasitas
Penumpang

Ilustrasi

pia 115
KL Monorail, Malaysia

Ilustrasi WIKIPEDIA

Rangkaian 4 kereta per rangkaian

Kapasitas 430 Penumpang


+18.000
Kecepatan Operasi 60 km/j (37mph)
+17.000
Line Lenghth 8,6 km (5,3 mil)
+16.000
Electrification 750 V DC Third rail
+15.000

+14.000

+13.000
BIDANG PERSAMAAN: BF
ELEVASI TANAH ASLI 14.588 14.400

JARAK 1.6890.056

116 pia
Cross Section

Badan Badan

Bogie Bogie

1,3

4,7

6,0
Lebar tiang
direncanakan
2,0 m
14.989
0.150 14.809
1.969 15.080
0.286 14.754

15.103

14.913

14.255

6.837 7.303 2.223


0.041

0.278

pia 117
Interior

Ilustrasi

Ilustrasi

118 pia
Standar Minimum Kereta Api 3 kereta

Lebar Keseluruhan 2.35 m (per kereta)

Tipe A 3.0 m

Gerbong Utama Tipe B 5.5 m

Tipe C 7.3 m

Gerbong tengah 3.2 ton


Berat Kendaraan
Gerbong akhir 3.5 ton

Lebar Permukaan 1.2 m lebar pelat beton

Tinggi 1.1 m

Tinggi Jarak Bebas Minimum di Bawah Balok


4.5 m
dan Penopang

Tinggi Tanjakan (Slope) 12%

Kurva Horizontal Minimum 38 m

Kurva Vertikal Minimum 300 m

Kecepatan maksimum 100 km/h

Type A 6 kursi + kursi roda

Kapasitas Kendaraan Type B 10 kursi + 25 standees

Type C 18 kursi + 25 standees

SUMBER : JAPAN MONORAIL ASSOSIATIONS (JMA), 2000

pia 119
Struktur Umum Proyek KPBU
Kereta Api Banda Aceh
Kemetrian
Perhubungan Kemetrian
Keuangan

Pengajuan
Dukungan
Kelayakan

PJPK
Badan Usaha (Pemerintah Aceh)
Perjanjian
Regres
Perjanjian
Penjaminan KPBU Pemberian
Dukungan

Lenders Debt
Project Company Kontraktor
Investor(s) Equity Kontrak
Kontruksi
dan O&M
Layanan
Infrastruktur
Pembayaran Pembayaran
Tarif (Opsi 1) Tarif (Opsi 2)
Pengguna

RIP KA PERKOTAAN
2019 (DRAFT PERGUB) 2022 AMDAL 2024 CONSTRUCTION 2027
Tahapan
Pelaksanaan FEASIBILITY
STUDY
2020 ENGINEERING
DESIGN
2023 PROCUREMENT 2025 STAR UP &
MAINTENANCE

2019: 1. Analisis Kebutuhan 2020: 1. Kajian Kebencanaan


2. Analisis Teknis 2. Penyesuaian Trase
3. Analisis Ekonomi dan Finansial 3. Analisis Geometrik Konstruksi Jalur Monorel
4. Analisis Lingkungan dan Sosial 4. Kajian Station dan Depo
5. Kajian Regulasi dan 5. Kajian Sarana
Kelembagaan 6. Kajian Sistem Fasilitas Operasi
6. Analisis Risiko 7. Kajian Sistem dan Pola Operasi
7. Kajian Struktur KPBU 8. Kajian Kebutuhan SDM
8. Dukungan Pemerintah
9. Rencana Pelaksanaan

120 pia
Ilustrasi kursi penumpang
kereta api

pia 121
Energi

UPAYA pemenuhan kebutuhan


listrik nasional, Presiden
Jokowi  meluncurkan Program
"35.000 MWe untuk Indonesia"
yang merupakan bentuk
komitmen pemerintah untuk
menciptakan kemandirian
energi dengan memanfaatkan
secara optimal sumber-sumber
energi terbarukan sebagai
substitusi sumber energi fosil.

Sumber energi fosil akan dapat menggantikan energi fosil.


Energi terbarukan dihasilkan dari
yang terdapat di bumi sumber daya energi yang secara alami
cukup beragam seperti tidak akan habis bahkan berkelanjutan
jika dikelola dengan baik. Aceh
minyak bumi, gas alam menawarkan 2 (dua) sumber utama
dan batubara, yang pada energi terbarukan yaitu sumber
suatu saat akan habis energi air dan panas bumi.

karena digunakan secara Untuk memenuhi kebutuhan listrik


terus menerus. diperlukan pembangunan sarana
pembangkit dengan memanfaatkan
Indonesia merupakan salah satu potensi sumber energi primer di
negara dengan potensi energi Aceh, yang saat ini sebagian besar
terbarukan (renewable energy) masih memanfaatkan sumber
yang melimpah, yang jika dikelola energi fosil (minyak bumi, gas dan
dan dimanfaatkan dengan baik batubara).

122 pia
PLTA Peusangan,
Bireuen

Potensi sumber energi air dan panas bumi


yang tersebar di Kabupaten/Kota di Aceh
ditargetkan menggantikan sumber energi fosil
dengan melakukan pengembangan sesuai
kebutuhan sistem kelistrikan Aceh, dengan
melalui beberapa tahapan dalam mengajukan
permohonan rekomendasi Gubernur Aceh
sebagai berikut :

Proses Permohonan Rekomendasi


Pengurusan Nomor Induk Gubernur Aceh
Berusaha (NIB) yang telah
mendapatkan pengesahan
dan Kemeterian Hukum
dan Hak Asasi Manusia, Rekomendasi
NPWP dan izin lainnya dari Pemerintah Menyiapkan Laporan
sesuai dengan sistem OSS Kabupaten/Kota Pra Feasibility Study

Pengajuan Permohonan Presentasi Rekomendasi dari


Kepada Gubernur Aceh cq. oleh Investor Gubernur Aceh
Kepala DPMPTSP Aceh di Depan
Pemerintah
Aceh

pia 123
Potensi Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) di Aceh
Potensi PLTA & PLTM Aceh:
Jenis Kapasitas Jenis Kapasitas
No. Pembangkit Lokasi (MW) No. Pembangkit Lokasi (MW)

1 PLTA Lawe Alas 151 22 PLTA Woyla 1 175

2 PLTA Geumpang 19 23 PLTA Jagong Jeget 41

3 PLTA Kla 12 24 PLTA Meurebo 38

4 PLTA Lae Soraya 240 25 PLTA Teunom 3 135

5 PLTA Woyla 5 56 26 PLTA Meureubo 2 59

6 PLTA Jambo Aye 140 27 PLTA Kluet 2 120

7 PLTA Kluet 1 180 28 PLTA Krueng 48


Meriam
8 PLTA Leutung 15
29 PLTM Ketol A 10
9 PLTA Peusangan IV 120
30 PLTM Lawe Gurah 5
10 PLTA Redelong 18
31 PLTM Teunom 10
11 PLTA Samarkilang 77
32 PLTM Tembolon 3
12 PLTA Tampur 1 443 (bidin 2)
13 PLTA Teunom 2 240 33 PLTM Lawe mamas 10
14 PLTA Tripa 52 34 PLTM Kemerleng 6
Uning
15 PLTA Tripa 1 48
35 PLTM Lhok Pineug 5
16 PLTA Tripa 2 114
36 PLTM Lawe Bulan 7
17 PLTA Tripa 3 142
37 PLTM Kerpap 2
18 PLTA Cinendang 76
38 PLTM Subulussalam 7
19 PLTA Peusangan 13
V-B 39 PLTM Bener Meriah 8
20 PLTA Batee 100 40 PLTM Mangku 7
Sosial
21 PLTA Meureubo 3 100
Total Potensi 3.052
PLTA & PLTM
SUMBER RUPTL 2021-2030 HAL. A7-A9

124 pia
1. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Aceh ◘

Potensi PLTBm, PLTS & PLTB

No. Jenis Pembangkit Lokasi Kapasitas (MW)

1 PLTBm Simeulue 4

2 PLTS Simeulue 2

3 PLTBm Penanggalan 10

4 PLTBm Subulussalam 10

5 PLTBn Hybrid Sinabang 5

6 PLTBM + PLTS Hybrid Deudap -

7 PLTBM + PLTS Hybrid Seurapong -

8 PLTB Pembangkit angin tersebar 148

  Total Potensi 179


SUMBER RUPTL 2021-2030 HAL. A7-A9

PLTA Peusangan, Bireuen

pia 125
Pembangkit Listrik Tenaga Panas
Bumi (PLTP) di Aceh
tektonik. Indonesia memiliki
potensi panas bumi terbesar
di dunia, akan tetapi sampai
saat ini pemanfaatannya belum
ENERGI panas bumi atau dikembangkan secara maksimal.
geothermal adalah sumber Potensi panas bumi Indonesia
energi terbarukan berupa energi mencapai 22,073 MWe dengan
thermal (panas) yang dihasilkan cadangan sekitar 17,506 MWe.
dan disimpan di dalam bumi.
Penyebaran sumber energi panas
Energi panas bumi diyakini cukup
bumi hampir merata dapat
ekonomis, berlimpah, berkelanjutan,
ditemukan di lebih dari 300 titik
dan ramah lingkungan.
di seluruh wilayah Indonesia. Aceh
Meski demikian pemanfaatannya memiliki 17 titik potensi panas bumi
masih terkendala pada teknologi dengan perkiraan kapasitas sekitar
eksploitasi yang hanya dapat 1.115 MWe yang tersebar di 8
menjangkau di sekitar lempeng Kabupaten/Kota di Aceh.

Geothermal Jaboi, Sabang

126 pia
Berikut list potensi geothermal Aceh dalam RUPTL 2021-2030
Jenis Kapasitas
No. Pembangkit Lokasi (MW)

1 PLTP Seulawah Agam (FTP2) # 1 55

2 PLTP Geunong Geureudong 50

3 PLTP Jaboi (FTP2) #3 80

4 PLTP Seulawah Agam (FTP2) # 2 55

5 PLTP Gunong Kembar 110

6 PLTP Lokop 40

Total Potensi 390

Geothermal Jaboi, Sabang

pia 127
Pembangunan
Infrastruktur Gas Aceh
Satu jalur pipa gas yang telah dikembangkan
dari Lhokseumawe (Aceh) ke Sumatera Utara
untuk suplai gas di Kawasan Industri Belawan
dan kota di sepanjang jalur pipa.

Saat ini, sekitar 10.000 rumah - Banda Aceh - Meulaboh dan


tangga telah tersambung dengan pantai barat Aceh. Pembangunan
system city gas di Kabupaten Aceh Infrastruktur gas meliputi instalasi
Utara dan Aceh Timur. Infrastruktur perpipaan (pembangunan pipa
jalur pipa masa depan akan transmisi), pembebasan lahan dan
dikembangkan dari Lhokseumawe aksesorisnya.

Gas Pipa Arun – Belawan

ʬ Pipa Arun – Belawan memiliki kapasitas 300


MMSCFD dan panjang 350 Kilometer dengan total
investasi sebesar USD 586,04 Juta.
ʬ PT. Pertamina Gas (Pertagas) mempunyai alokasi
gas sebesar 185 Juta Standart Cubic Feet Per Day
(MMSCFD).
ʬ Gas berasal dari Terminal Penyimpanan dan
Regasifikasi LNG Arun, pada tahap awal (2015)
fasilitas memasok gas sebesar 120 MMSCFD ke PT.
PLN.
ʬ Pada tahun 2018 fasilitas tersebut memasok
197 MMSCFD ke PT. PLN akan operasikan MVPP
(Pembangkit Listrik Kapal Laut) 240 MW.
ʬ Setelah pipa gas Arun - Belawan beroperasi,
Pertagas mengembangkan pipa gas sepanjang 120
km untuk memasok gas bagi industri nasional di KIM
hingga KEK Sei Mangkei.
ʬ Biaya pipa gas Arun - Belawan tol = USD 2,53 / MSC.

128 pia
230Km 350Km GAS PIPE MAP
Kota
Banda Aceh - Arun -
Kab. Pidie Jaya
Kab. Bireuen
Lhokseumawe Belawan - KIM -
Kab. Aceh Utara KEK Sei Mangkei
Kab. Pidie

Kab. Bener Meriah

Kab. Aceh Timur

Kab. Aceh Tengah


Kab. Aceh Barat
Arun - Banda Aceh Gas Pipe (230 Kms)
Arun - Belawan Gas Pipe (350 Kms)
Kab. KIM - KEK Sei Mangkei Gas Pipe (120 Kms)
Kab. Nagan Raya Aceh Taminag

Kab. Gayo Lues


120Km
Kab. Aceh Barat Daya

Kab.
Aceh Selatan
Kab. Aceh Tenggara

SKALA
1:1.500.000
Km
0 25 50 75 100 125
Subulussalam

PELUANG Skema Pembangunan


INVESTASI
ʬ Tahap I: Lhokseumawe - Banda Aceh 230
km diperkirakan membutuhkan sekitar
Rp 380 juta.
ʬ Tahap II: Banda Aceh - Meulaboh 200 km,
membutuhkan sekitar Rp 330,43 juta.
ʬ Tahap III: Meulaboh - Kota Fajar 250 km
mungkin membutuhkan sekitar USD
413.043 juta).
ʬ Fasilitas Regasifikasi di Sabang (Pulau
Weh) dan Sinabang (Pulau Simeulue).

pia 129
PENAWARAN DAN PERMINTAAN PROYEK GAS
PENAWARAN
PHE NSO - NSB (Ex. EMOI)
Triangle Pase Inc
Zaratex N.V.
Arun Regasification

PERMINTAAN/ PROSPEK KONSUMEN


Cement Factory
KIA Ladong (Industrial Zone)
PT PLN (Electricity)
City Gas (Households)
Transportation

GAS CONSUMERS PER DAY


Small and
No District/City Big
Household Medium TOTAL
Industries
(BBTUD) Industries (BBTUD)
(BBTUD)
(BBTUD)
1 Banda Aceh 0,78 1,57 1,18 3,53
2 Aceh Besar 1,16 2,32 1,74 5,22
3 Pidie 1,32 2,63 1,97 5,92
4 Pidie Jaya 0,49 0,97 0,73 2,18
5 Bireuen 1,28 2,57 1,92 5,77
6 Lhokseumawe 0,55 1,10 8,28 9,94
 TOTAL 5,58 11,17 15,83 32,58

130 pia
Pipa gas Arun

pia 131
Potensi Energi Sampah di Langsa
KETERSEDIAAN Sumber Energi Volume TPA eksisting sebanyak
Sampah di Aceh umumnya 262.800 ton (dihitung).
didominasi oleh rumah tangga
Kota Langsa memiliki posisi yang
(76,50%) dan restoran (11,98%).
strategis yakni dekat dengan Kota
Berdasarkan komposisinya, sampah
Medan dan Kawasan Industri
dari sisa makanan menyumbang
Medan, Sumatera Utara. Selain
18,40% dan plastik 18,59%, dengan
itu, Kota Langsa juga berpotensi
kelembaban seluruh jenis sampah
menjadi pusat Waste to Energy
diperkirakan sekitar 30-40%.
dimana dapat menerima limpahan
Salah satu potensi Waste to Energy timbunan dari kabupaten tetangga
ini berada di Langsa yang telah yakni Aceh Timur yang memiliki
dikelola dengan baik dengan jumlah potensi limbah sebanyak 211,2 ton/
penduduk sebanyak 185.971 jiwa hari dengan jumlah sampah yang
(2020). Kota ini memiliki satu TPA dihitung 63,4 ton/hari dan sampah
dengan system sanitary landfill yang nyata ke TPA 60 ton/hari.
mulai beroperasi sejak tahun 2008
TPA di Aceh Timur mulai beroperasi
dengan total luas TPA sebesar 36
tahun 2010 dengan Volume TPA
hektar dengan cakupan area 80
eksisting 230.000 ton (dihitung),
persen, dimana sumber sampah
total luas TPA 7 hektare namun
berasal dari rumah tangga, pasar
masih menggunakan metode Open
tradisional, pelayanan publik.
Dumping.
Potensi timbunan sampah di Kota
Langsa sebanyak 93 ton/hari
dengan jumlah sampah
terhitung 74,4 ton/hari
dengan sampah nyata
ke TPA 60 ton/hari.

132 pia
Ilustrasi pengelolaan limbah rumah tangga

pia 133
134 pia
Agroindustri
Sebagai peluang usaha di sektor
pertanian seperti perkebunan; sawit,
kopi, kakao, nilam, serai wangi,
peternakan; industri daging sapi,
perikanan; ikan tangkapan

pia 135
Perkebunan
Kelapa Sawit

PROVINSI Aceh memiliki lahan pemerintah, sektor swasta,


perkebunan kelapa sawit seluas Lembaga Swadaya Masyarakat
242.820 Ha yang dikelola oleh (LSM), dan masyarakat.
masyarakat dengan produksi
2. Mendukung kemitraan investasi
tahunan sebesar 444.437 ton pada
publik -swasta kelapa sawit.
2020.
3. Mengurangi ancaman terhadap
Industri kelapa sawit memiliki ekosistem hutan bernilai tinggi
potensi pertumbuhan yang dan ekosistem rawa gambut.
signifikan sebagai sumber pasokan
utama untuk produk makanan 4. Membuat program sertifikasi dan
dan bahan bakar nabati. Dengan distribusi benih provinsi.
meningkatnya nilai produksi 5. Meningkatkan rantai pasokan
tentunya akan mendorong dan transparansi penetapan
tumbuhnya pembangunan pabrik harga untuk produksi dan
CPO dan produk turunannya. pemrosesan minyak sawit.
Crude Palm Oil (CPO) adalah
Dalam hal ini, Pemerintah Aceh
produk utama industri kelapa
menyusun beberapa rencana
sawit. Nagan Raya, Aceh
strategis untuk komoditas
Singkil, Aceh Barat, Aceh
kelapa sawit:
Tamiang dan Subulussalam
1. Menciptakan dukungan memproduksi CPO terbanyak
operasional dan kebijakan sehingga daerah tersebut cocok
untuk komoditas kelapa untuk pengembangan industri
sawit berkelanjutan di antara pengolahan kelapa sawit.

136 pia
Kebun sawit, Nagan Raya

pia 137
Luas tanam, produksi kelapa, produktivitas Kelapa Sawit dan jumlah
petani Kabupaten/Kota di Aceh, 2020
Luas
Tanam Produksi Produktivitas Petani
Kabupaten/Kota (Ha) (Ton) (Kg/Ha) (KK)
Simeulue 3.719 1.112 918 3.181
Aceh Singkil 32.452 78.697 3.456 10.957
Aceh Selatan 11.406 25.807 2.583 8.885
Aceh Tenggara 2.658 4.936 2.700 1.340
Aceh Timur 26.357 31.415 2.340 16.619
Aceh Tengah - - - -
Aceh Barat 10.863 16.610 3.515 8.662
Aceh Besar 1.677 484 739 778
Pidie 92 26 816 61
Bireuen 4.130 3.946 2.055 3.019
Aceh Utara 18.185 48.688 3.917 10.794
Aceh Barat Daya 19.478 28.969 1.683 10.392
Gayo Lues - - - -
Aceh Tamiang 21.956 44.969 2.520 10.152
Nagan Raya 52.145 102.348 2.746 26.382
Aceh Jaya 16.030 20.859 2.565 11.349
Bener Meriah 1.300 414 1.243 1.040
Pidie Jaya 784 861 2.389 1.331
Banda Aceh - - - -
Sabang - - - -
Langsa 386 810 2.166 788
Lhokseumawe 209 286 2.466 130
Subulussalam 18.993 33.200 2.880 13.293
2020 242.820 444.437 2.741 139.153
2019 240.365 444.437 2.732 138.305
2018 237.769 440.087 2.780 137.063
2017 234.479 437.292 2.811 129.021
2016 228.230 399.618 2.810 124.362
SUMBER: DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

138 pia
Daftar Pabrik Kelapa Sawit dan Kapasitas menurut
Kabupaten/Kota di Aceh Tahun 2021
Kapasitas Ton TBS/
Jmlh Kabupaten Jam
PKS /Kota Perusahaan Izin TPS TPK Keterangan
PT. Blang Ketumba 20 20 20 Aktif
2 Bireun
PT. Syaukath Sejahtera 30 30 30 Aktif
PT. Perkebunan 60 45 30 Aktif
Nusantara I
PT. Ika Bina Wisesa 45 45 45 Aktif
4 Aceh Utara
PT. Satya Agung 30 30 26 Aktif
PT. Seuramoe Agro 30 30 28 Aktif
Persada
PT. Subur Sakti (Kebun 30 30 25 Aktif
PT. Padang Palma
Permai)
PT. Ensem Sawita 30 30 30 Aktif
Koperasi Prima Jasa 30 30 30 Aktif
7 Aceh Timur
PT. Agra Bumi Niaga 30 30 30 Tahap
Pembangunan
PT. Anugrah Fajar Rezeki 20 20 - Aktif
PT. Teupin Lada 20 - - Aktif
PT. Mutiara Sawit Lestari 45 45 Aktif
PT. Perkebunan 3 30 28 Aktif
Nusantara I (Tamiang
Hulu)
PT. Perkebunan - 60 45 Aktif
Nusantara I (Karang
Baru)
PT. Mora (Eks. PT. Mapoli 60 60 28,89 Aktif
Raya)
PT. Parasawita 20 20 19,32 Aktif
PT. Padang Palma 30 30 30 Tidak Aktif
Permai
13 Aceh Tamiang PT. Bumi Sama Ganda 30 30 30 Aktif
PT. Socfin Indonesia 30 30 30 Aktif
PT. Sisirau 30 30 30 Aktif
PT. P.P. Pati Sari 30 30 30 Aktif
PT. Tri Agro Palma 30 30 25 Aktif
Tamiang
PT. Bima Desa Sawita 20 - - Aktif
PT. Bahari Lestari 30 - - Tahap
Pembangunan
PT. Betami 30 - - Tahap
Pembangunan

pia 139
Kapasitas Ton TBS/
Jmlh Kabupaten Jam
PKS /Kota Perusahaan Izin TPS TPK Keterangan
PT. Karya Tanah Subur 60 60 60 Aktif
2 Aceh Barat
PT. Mapoli Raya 30 30 25 Aktif
PT. Boswa Megalopolis 60 60 60 Aktif
PT. Syaukath Agro 30 30 30 Aktif
3 Aceh Jaya
PT. Agro Sinergi 45 30 30 Aktif
Nusantara
PT. Fajar Baizury 60 60 60 Aktif
PT. Kalista Alam 30 30 15 Aktif
PT. Sawit Nagan Raya 30 30 20 Aktif
Makmur
PT. Beurata Subur 30 30 - Aktif
Persada
PT. Ujong Neubok Dalam 30 20 - Aktif
PT. Surya Panen Subur II 60 60 - Aktif
11 Nagan Raya
PT. Kharisma Iskandar 30 30 - Aktif
Muda
PT. Ensem Lestari 30 30 - Aktif
PT. Socfin Indonesia 23 23 23 Aktif
(Seunagan)
PT. Socfin Indonesia 45 45 23,45 Aktif
(Seumanyam)
PT. Raja Marga 30 Aktif
PT. Mon Jambee 30 30 Aktif
Aceh Barat
2 PT. Samira Makmur 30 30 Tahap
Daya
Sawita Pembangunan
PT. Aceh Trumon 45 45 Aktif
1 Aceh Selatan
Anugrah Kita
PT. Perkebunan Lembah 60 25 25 Aktif
Bakti
PT. Perkebunan Lembah 45 - - Aktif
Bhakti
PT. Nafasindo 30 30 20 Aktif
PT. Ensem Lestari 30 30 20 Aktif
8 Aceh Singkil
PT. Delima Makmur 60 60 60 Aktif
PT. Socfin Indonesia 23 23 23 Aktif
PT. Singkil Sejahtera 30 30 - Aktif
Makmur
PT. Runding Putra 30 - - Aktif
Persada

140 pia
Kapasitas Ton TBS/
Jmlh Kabupaten Jam
PKS /Kota Perusahaan Izin TPS TPK Keterangan
PT. Global Sawit Semesta 60 60 60 Aktif
(Eks. PT. Lestari Tunggal
Pratama)
PT. Bangun Sempurna 30 30 30 Aktif
Lestari
5 Subulussalam PT. Mandiri Sawit 30 30 30 Tahap
Bersama Pembangunan
PT. Bumi Daya 30 30 - Aktif
Agrotamas
PT. Samudera Sawit 30 30 30 Aktif
Nabati
Perkebunan Daerah 20 20 - Tahap
Pembangunan
2 Simeulue
PT. Raja Marga Tahap
Pembangunan
1.969 1.749
60 PKS

Pabrik Sawit PT. SPS II, Nagan Raya

pia 141
Kopi

Arabika
INDONESIA merupakan produsen
kopi terbesar keempat setelah
Brasil, Vietnam, Kolombia dan
dikenal sebagai penghasil kopi
dengan kualitas terbaik dunia. Saat
ini, perkebunan kopi Indonesia
mencakup area seluas sekitar
1.240.000 Ha, terdiri dari 933.000
Ha perkebunan kopi Robusta dan
307.000 Ha perkebunan kopi
Arabika.
Lebih dari 90 persen dari total
perkebunan dibudidayakan oleh
kopi, produksi kopi arabika
petani skala kecil atau dikelola oleh
dari wilayah Gayo adalah
masyarakat. Indonesia adalah satu-
yang terbesar di Asia. Kopi
satunya negara yang memiliki kopi
ini ditanam di dataran tinggi
spesial berdasarkan Geographical
Gayo yang meliputi Kabupaten
Indication (GI). Kopi arabika
Bener Meriah, Aceh Tengah,
berkualitas tinggi sebagian besar
Gayo Lues. Penanaman kopi
dihasilkan oleh Aceh dan Sumatera
di wilayah ini dimulai pada
Utara, sedangkan produsen utama
tahun 1908 dan sebagian besar
kopi robusta adalah Lampung,
adalah kopi Arabika. Faktanya,
Bengkulu dan Sulawesi Selatan.
produksi kopi Arabika dari
Provinsi Aceh merupakan wilayah Gayo adalah yang
daerah potensial untuk komoditas terbesar di Asia.

142 pia
Kopi Gayo telah diekspor ke
berbagai negara di dunia. Statistik
menunjukkan bahwa pada tahun
2020, Aceh telah mengekspor
8.394.707 kilogram (kg) biji kopi
ke 21 negara, (Sumber: Dinas
Perindustrian dan Perdagangan
Aceh, 2020).
Kopi gayo telah memperoleh
beberapa pengakuan sertifikasi
internasional karena kualitasnya
yang sangat baik terutama kopi
organiknya yang bersertikat fair
trade dengan Indikasi Geografis
(GI). Secara khusus, kopi Gayo
Arabika mendapat skor tertinggi
dalam Lelang Kopi Spesial Indonesia
Tahun 2010 di Bali, yang menjamin
kualitas Gayo Arabika sebagai salah
satu kopi terbaik di dunia.

Arabika

pia 143
Luas Tanam, produksi, produktivitas dan petani Kopi arabika
Menurut Kabupaten/Kota di Aceh, 2020
Arabika

Kabupaten/ Luas Tanam Produksi Produktivitas Petani


Kota (Ha) (ton) (Kg/Ha) (KK)

Aceh Tengah 49.891 35.255 813 38.003

Aceh Utara 2.248 755 500 2.887

Bener Meriah 46.273 29.172 824 32.100

Gayo Lues 5.028 1.366 700 7.334

Pidie 55 - - 65

2020 103.495 66.548 809 80.389

2019 102.860 66.548 808 79.872

2018 101.855 64.121 777 78.754

2017 101.473 61.761 773 78.624

2016 100.909 59777 747 78.251


SUMBER : DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

Lokasi, Luas Lahan dan Produksi (Ton)

Rembele
Bener Meriah

SIM* Blangbintang
Aceh Tengah

6 hr 46 min
Luas Tanam (Ha):
40 min
310 km 21.3 km
49.835 Ha
Produksi (TON):

34.609 Ton
Takengon,
Aceh Tengah

*SIM, INTERNASIONAL AIRPORT,


BLANGBINTANG

144 pia
SIM
Bener Meriah

38 min Luas Tanam (Ha):


6 hr 43 min
46.273 Ha
20.9 km
317 km

Bener Produksi (TON):


Meriah
Rembele 30 min
15.5 km 29.172 Ton
Malikussaleh
North Aceh
North Aceh
1 hr 34 min
SIM 54.4 km

Luas Tanam (Ha):

1.888 Ha
5 hr 59 min Produksi (TON):
299 km
North
Aceh 755 Ton

SIM

Aceh Utara

7 min Bener Meriah


2.9 km
Aceh Tengah
9 hr 43 min
463 km
Gayo Gayo Lues
Lues Patiambang

Kualanamu
Gayo Lues
8 hr 30 min
Luas Tanam (Ha): 335 km

4.864 Ha
Produksi (TON):
1.366 Ton
pia 145
Robusta
Kopi robusta memiliki rasa yang
kuat dan lebih pahit daripada
kopi arabika. Kopi ini banyak
digunakan sebagai bahan baku kopi
instan. Kopi ini dibudidayakan di
Kabupaten Pidie, Aceh Jaya, Bener
Meriah, Aceh Besar dan Aceh
Selatan.

146 pia
Luas Tanam, produksi, produktivitas dan petani Kopi robusta Menurut
Kabupaten/Kota di Aceh, 2020

Robusta

Kabupaten/ Luas Produksi Produktivitas Petani


Kota Tanam (Ha) (ton) (Kg/Ha) (KK)
Simeulue - - - -
Aceh Singkil 95 5 514 164
Aceh Selatan 1.424 348 364 3.574
Aceh Tenggara 378 144 1.029 749
Aceh Timur 484 127 324 775
Aceh Tengah 1.051 463 535 1.292
Aceh Barat 579 85 200 1.060
Aceh Besar 1.766 591 500 1.640
Pidie 10.552 2.919 739 6.631
Bireuen 12 4 571 88
Aceh Utara 613 165 446 1.778
Aceh Barat Daya 129 39 696 228
Gayo Lues 657 198 600 932
Aceh Tamiang 41 5 310 144
Nagan Raya 318 82 524 516
Aceh Jaya 2.105 611 696 2.489
Bener Meriah 1.890 966 732 1.252
Pidie Jaya 120 11 333 249
Banda Aceh - - - -
Sabang - - - -
Langsa - - - -
Lhokseumawe 500 1 500 20
Subulussalam 450 2 450 33
2020 23.164 6.766 610 23.614
2019 22.471 6.821 609 24.726
2018 22.381 6.653 599 24.680
SUMBER: DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

pia 147
Perusahaan Eksportir Kopi

No. Coffee Exportir 12 CV. Aridalta Mandiri

1 PT. Ketiara 13 Koptan Gayo Megah Berseri

2 Koperasi Permata Gayo 14 KBQ. Baburrayyan

3 Koperasi Produsen Arisarina Koperasi Kopi Wanita Gayo


15
(Kokowagayo)
4 KSU. Arinagata
16 CV. Donya Drop Daruet
5 CV. Sara Ate
17 Koperasi Produsen Gayo Arabika
6 PT. Cahaya Komoditas Nusantara
18 Koperasi Usaha Tani Gayo
7 PT. Fajar Jeumpa
19 Koperasi Utamagro Tani Gayo
8 PT. Ihtiyeri Keti Ara
Koperasi Produsen Ratu
20
9 Kopepi Ketiara KetiaraGayo

10 PT. Sumatera Arabika Gayo 21 KSU Sara Ate

11 PT. Meukat Komuditi Gayo 22 CV. Gayo Mandiri Coffee

SUMBER : DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN ACEH

Industri Pengolahan Kopi Aceh


Permintaan kopi Gayo di pasar Industri Pengolahan Kopi Instan
domestik dan luar negeri sangat Berdasarkan pengamatan pasar, saat
tinggi. Saat ini kopi dijual dalam ini, setidaknya 10 merek kopi instan
bentuk biji hijau atau green bean. dijual di pasar, hal ini menunjukkan
Pemerintah mendorong peningkatan peningkatan konsumsi kopi instant.
nilai tambah kopi Aceh, hal ini
menjadikan peluang besar untuk oleh karena itu prospeknya sangat
membangun industri pengolahan menjanjikan untuk dikembangkan.
kopi modern. Estimasi investasi untuk membangun
industri pengolahan kopi instan
Budaya populer konsumsi kopi di dengan kapasitas 30.000.000
Aceh juga merupakan prospek yang sachet adalah: harga jual di tingkat
baik untuk membangun industri produsen / industri per sachet US
pengolahan kopi instan Gayo. $ 0,10 dan kualitas premium US $
Tujuan Proyek: Pembangunan 0,04 per sachet.

148 pia
Rantai pasokan yang dekat di hijau US $ 4,58/Kg). Harga
wilayah Aceh menjadi keuntungan ini sangat memungkinkan
untuk mengembangkan investasi menciptakan segmen pasar, pangsa
ini karena biaya produksi lebih pasar dan ruang pasar, yang
rendah dari biaya rata-rata mampu bersaing dengan produk
(dengan asumsi harga biji kopi nasional terkenal lainnya.

ESTIMASI INVESTASI Lokasi:


Aceh Tengah
Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe
US$ 6.258.377
Pembangunan Pabrik dan Modal Kerja: NPV = US$ 1.844.999
US$ 3.333.333 • IRR = 23%
Biaya Opersional: • BC = 1,6
US$ 2.925.043 • Jangka Waktu Pengembalian Modal:
*(US$ 1 = IDR 12.000) 6 Tahun

pia 149
Petani Kakao Pidie Jaya, memetik
kakao yang sudah matang

Kakao

PROVINSI Aceh salah satu daerah industri hilirisasi kakao yang


penghasil utama kakao di Indonesia berkelanjutan. Industri hulu
dengan jumlah perkebunan yang akan fokus pada peningkatan
tersebar hampir di semua kabupaten, nilai tambah di sektor hilir. Aceh
mulai dari Pidie di bagian timur Aceh, Tenggara, Pidie Jaya, Aceh Timur,
hingga Pulau Simeulue di tepi luar Aceh Utara dan Pidie sebagai
Provinsi Aceh. daerah produsen kakao cocok
Strategi pengembangan yang untuk pengembangan industri
dilakukan adalah dengan menciptakan pengolahan coklat.

150 pia
Luas tanam, produksi, produktivitas dan petani cocoa milik
masyarakat menurut Kabupaten/Kota Di Aceh, 2020

Kabupaten Luas Produksi Produktivitas Petani


/Kota Tanam (Ha) (ton) (Kg/Ha) (KK)
Simeulue 1.884 145 249 1.338
Aceh Singkil 350 89 868 801
Aceh Selatan 1.354 348 510 2.410
Aceh Tenggara 21.005 11.108 933 20.576
Aceh Timur 13.573 6.038 635 12.145
Aceh Tengah 558 255 610 869
Aceh Barat 972 407 639 1.416
Aceh Besar 3.467 635 567 3.756
Pidie 10.376 3.520 574 12.646
Bireuen 7.059 2.689 630 10.534
Aceh Utara 9.403 3.704 664 18.763
Aceh Barat Daya 1.855 1.086 711 3.903
Gayo Lues 3.532 1.887 796 4.355
Aceh Tamiang 1.515 598 594 3.363
Nagan Raya 3.198 548 575 7.050
Aceh Jaya 1.118 140 791 654
Bener Meriah 1.378 888 667 1.825
Pidie Jaya 15.095 7.018 800 17.863
Banda Aceh - - - -
Sabang 735 183 989 1.118
Langsa 109 77 784 391
Lhokseumawe 134 75 892 152
Subulussalam 726 211 544 1.144
2020 99.396 41.649 720 127.072
2019 99.267 41.093 713 126.880
2018 99.341 39.295 718 127.951
2017 101.203 39.295 736 129.408
2016 103.316 42.889 763 130.226
SUMBER : DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

pia 151
Petani Kakao Pidie Jaya dengan
kakaonya yang sudah siap dipanen

Peluang Pasar

Kakao merupakan salah satu Saat ini juga sedang berkembang


komoditas unggulan yang tren mengkonsumsi biji kakao secara
mempunyai peranan cukup penting langsung atau mengolah sendiri biji
dalam pembangunan perekonomian kakao di rumah untuk dijadikan
di Kabupaten Pidie Jaya. Peluang pasta atau hot chocolate. Ini seiring
pasar yang masih terbuka serta dengan kesadaran masyarakat
ketersediaan lahan yang luas di negara maju tentang manfaat
merupakan potensi yang patut cokelat untuk kesehatan.
dipertimbangkan dalam upaya
Kondisi tersebut sesungguhnya
pengembangan kakao.
menciptakan pasar untuk biji
Tingginya konsumsi cokelat baik di kakao, hal yang menarik, harga
dalam negeri maupun luar negeri, produk-produk biji kakao yang
seperti kawasan Uni Eropa terutama dipasarkan secara online ternyata
kakao olahan memiliki nilai lebih cukup menggiurkan. Tentu pasar
tinggi dibandingkan biji kakao. Hal ini menarik untuk disasar serta
ini bisa menjadi peluang pasar bagi dapat menjangkau konsumen lebih
kakao yang ada di Pidie Jaya. luas lagi.

152 pia
SIM* Blangbintang

3 hr 41 min
166 km

Pidie
Lokasi : Kec. Bandar Baru, Jaya
Kec. Panteraja,
Kec. Trienggadeng,
Kec. Meureudu,
Kec. Meurah Dua,
Kec. Ulim,
Kec. Bandar Dua.

Luas Lahan : 1.733 Ha


Kepemilikan Lahan : Masyarakat

Pengolahan
Hasil Kakao
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memiliki
fasiltas berupa mesin pengolahan kakao
dan gudang tempat penyimpanan
kakao. Fasiltas ini dapat digunakan bagi
perusahaan yang ingin berinvestasi dalam
industri pengolahan kakao.

Lokasi : Jalan Banda Aceh -


Medan, Desa Paru,
Kec. Bandar Baru,
Kab. Pidie Jaya
Fasilitas : Gudang dan Mesin
Pengolahan Kakao
Kepemilikan : Pemerintah Daerah
Kab. Pidie Jaya

pia 153
Nilam

INDONESIA merupakan penghasil Kecamatan Sekerak memiliki lahan


nilam terbesar dunia dengan total potential untuk pengembangan
produksi sebesar 80 persen dari nilam dengan luas tanam (belum
kebutuhan pasar global. Provinsi produktif) 3,00 ha dan 3,00 ha
Aceh berkontribusi terhadap 10 - 20 luas panen (produktif) dengan
persen ekspor nilam yang memiliki hasil produksi sebesar 0,27 ton
kualitas terbaik di dunia dengan dan produktivitas 0,09 ton/ha
kandungan 34 persen nilam alkohol. pada tahun 2020.
Produsen utama nilam di Aceh adalah
Penghasil utama nilam lainnya
kabupaten Aceh Selatan, Aceh Jaya,
adalah Kecamatan Bandar Pusaka
Gayo Lues, Aceh Tenggara.
dengan luas tanam 2,00 ha
Saat ini, Pemerintah Aceh sedang (belum produktif) dan luas panen
menggalakkan Aceh Tamiang sebagai (produktif) mencapai 2,00 ha
daerah yang berpotensi tinggi untuk serta hasil produksi sebesar 0,18
memproduksi nilam Aceh. Peluang ton dan produktivitas 0,09 ton/
Aceh Tamiang sebagai daerah ha. Sebagai komoditas yang dapat
pengembangan nilam terbuka menjadi lokomotif pertumbuhan
lebar dengan dukungan Pemerintah ekonomi Aceh Tamiang, investasi
Kabupaten Aceh Tamiang yang terus terbuka lebar bagi para pelaku
mendorong peningkatan volume usaha untuk membangun industri
produksi minyak atsiri ini. pengolahan nilam.

154 pia
Jumlah Produksi Nilan di Kabupaten Aceh Tamiang, 2018-2020

Luas Tanam Luas Panen Produksi Produktivitas


Kecamatan (Ha) (Ha) (Ton) (Ton/Ha)
Bandar Pusaka 2 2 0,18 0,09

Sekerak 3 3 0,27 0,09

2020 5 5 0,45 0,09

2019 5,5 4.5 0,41 0,09

2018 2 2 0,16 0,08

SUMBER: KABUPATEN ACEH TAMIANG DALAM ANGKA 2021

pia 155
Nilam, Aceh Jaya

Peluang Pasar Pasar Proyek yang ditawarkan


Minyak atsiri diperkirakan akan Pengembangan Kebun Bibit Nilam
tumbuh secara global dengan Lokasi : Desa Perupuk,
perkiraan CAGR sebesar 8,8 persen Kecamatan
mencapai USD 527,38 kilo ton pada Bandar Pusaka
tahun 2028. Kisaran pertumbuhan Luas Lahan : 5 ha
pesat pasar ini dipicu oleh kebutuhan Status/Kepemilikan lahan:
konsumen terhadap produk alami Pemerintah Daerah
dan organik seperti kosmetik, Skema Investasi : Hibah
aromaterapi, aplikasi farmasi dan
medis serta meningkatnya kesadaran
mengenai manfaat kesehatan
dari minyak alami ini. Sumber:
[Link]

156 pia
pia 157
Serai Wangi

GAYO lues merupakan salah satu Pemerintah Gayo Lues mendukung


kabupaten yang mengembangkan pengembangan komoditas serai
serai wangi, berdasarkan RTRW wangi khususnya dalam menghadapi
Gayo Lues terdapat 17.285 Ha, fluktuasi harga, diperlukan komitmen
yang saat ini pengembangan dan sinergi yang baik antara pihak
dilakukan oleh masayarakat sebagai industri dan petani atau kelompok
salah satu mata pencaharian dan tani.
sumber penghasilan.
Karena tak dapat dipungkiri industri
Serai wangi merupakan tanaman membutuhkan produsen bahan baku,
yang menjadi bahan baku untuk untuk itu perlunya membangun
industri pengolahan serai wangi sebuah kemitraan antara petani
juga dapat dimanfaatkan sebagai dengan industri mengundang para
tanaman konservasi pada lahan investor untuk berinvestasi pada
kritis, baik untuk penghijauan pada sektor hilirisasi komoditi petanian
lahan-lahan yang terkena erosi yaitu menawarkan peluang investasi
maupun reklamasi pada lahan bekas pembangunan industri pengolahan
tambang dan lahan gambut. serai wangi.

158 pia
Ketersediaan Bahan Baku untuk Industri Hilir
Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues

Luas Tanam (Ha) Komoditi Serai Wangi Di Kabupaten Gayo Lues

Kecamatan Luas Tanam (Ha) Produksi (Ha)


Kuta Panjang 2.112 351

Blangjerango 4.212 699

Blangkejeren 1.950 324

Putri Betung 113,8 19

Dabun Gelang 2.364 392

Blang Pegayon 1.154 192

Pining 446 74

Rikit Gaib 2.069 343

Pantan Cuaca 1.554 258

Teragun 980 163

Tripe Jaya 130 55

2020 17.285 2.869


2019 34.135 2.870
2018 19.328 2.718

SUMBER DATA DARI DINAS PERTANIAN 2020

pia 159
Industri Daging Sapi

Perspektif pengembangan industri sapi pedaging


masih sangat terbuka, untuk memenuhi
kebutuhan permintaan daging sapi baik lokal
maupun nasional. Selama ini, sebagai sentra
pengembangan sapi nasional masih berpusat
di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Sapi pedaging yang dilepas ke sawah setelah musim panen

DALAM rangka mendukung target penggemukan/feedlot di setiap


pemerintah untuk menjadikan kabupaten dengan pengolahan daging
Indonesia sebagai Lumbung Ternak sapi halal dan pendistribusian daging.
Asia pada tahun 2045, Aceh dengan Target untuk pengembangan awal
potensi yang sangat mendukung yaitu di Kabupaten Aceh Besar, Pidie,
untuk sektor ini sangat layak Bener Meriah, Aceh Tengah, dan
untuk mengembangkan potensi Nagan Raya.
industry daging sapi, Masterplan
Pengembangan Kawasan Peternakan
telah disusun oleh Pemerintah Aceh
dengan membagi kawasan menjadi
tiga wilayah pengembangan yaitu
wilayah sentra industri, wilayah
sentra penggemukan dan wilayah
sentra pembibitan.
Strategi proyek pengembangan daging
sapi Aceh meliputi pengembangan
peternakan dengan skema inti­plasma,
membangun sistem manajemen
pembibitan sapi (penggembalaan
atau feedlot), membangun tempat

160 pia
Sapi pedaging

Proyek Pengembangan
Industri Sapi Aceh Besar
Skema
• Inti: 605 Ha
• Plasma: 5.829 Ha
Estimasi investasi $33.147.500
Lokasi Potensial: USD, pembibitan 5.500 sapi,
• Kuta Malaka – Kandang Utama pengemukan 15.000 sapi.
untuk pusat pengembalaan ROI: 29,64 % , B/C: 1,23, jangka
• Krueng Aceh­Pengemukan sapi waktu pengembalian modal 3
tradisonal tahun 5 bulan.
• Cot Sirebee, Jantho­Depot Sapi Luas lahan 6.434 Ha dan
Pejantan lokasi di Krueng Aceh, Kuta
• Blang Ubo­Ubo­Pembibitan Skala Malaka, Blang Ubo-Ubo
besar untuk pusat pengembalaan Kuasa lahan: Pemerintah

pia 161
Proyek Pengembangan
Industri Sapi Pidie
Cocok untuk pengembangan:
pembibitan, luas lahan 500 Ha
Lokasi: Desa Biheu, Kecamatan
Muara Tiga
Status Lahan: Milik Masyarakat
Skema: Sistem Plasma

Proyek Pengembangan Industri


Sapi Aceh Nagan Raya
Cocok untuk pengembangan: kandang
pembibitan sebagai pusat penelitian Sapi pedaging

Luas lahan 5.000 Ha


Lokasi: Blang Baroe Rambong
Status: Koperasi Aneuk Nanggroe
Skema: Sistem Nucleus dan Plasma

Proyek Pengembangan
Industri Sapi Aceh Tengah
Nucleus: 780 Ha
Plasma: 1.500 Ha
Luas Area: 2.280 Ha
Lokasi: Jagong Jeget dan Karang
Ampar

162 pia
Sapi pedaging

pia 163
Pelabuhan Perikanan
Sawang Ba’u

SAWANG Ba’u adalah pusat Tersedia 60 kapal 10 GT dan 24 kapal


produksi dan distribusi hasil tidak bermotor. Alat tangkap yang
tangkapan ikan di Aceh digunakan adalah pukat cincin, jaring
Selatan dengan jumlah total insang hanyut dan jaring insang tetap
1.645 nelayan dan 162 kapal dengan hasil tangkapan utamanya
penangkapan ikan. adalah cakalang dan tuna.

Fasilitas di Pelabuhan Sawang Ba’u adalah sebagai berikut:

No FASILITAS VOLUME UNIT


A. FASILITAS POKOK
1 Lahan 1.00 Ha

2 Kolam Tambat Labuh 1.00 Ha

3 Kedalaman Kolam 4.00 M

4 Break Water 150.00 M

B. FASILITAS FUNGSIONAL
1 Bangunan TPI 1.00 Unit

2 Pabrik Es 1.00 Unit

3 Gudang Ikan 1.00 Unit

C. FASILITAS PENUNJANG
1 Koperasi Perikanan 1.00 Unit

164 pia
Pelabuhan ikan Sawang Ba'U, Aceh Selatan

Berikut data jumlah tangkapan dan jenis


ikan tahun 2020 sebagai berikut:

NO JENIS IKAN VOLUME (TON)


1 Cakalang 7.369.25

2 Tongkol 6.083.07

3 Layang 4.165.75

4 Kuwe 2.108.82

5 Selar 1.981.46

Potensi investasi yang dapat dikembangkan di Pelabuhan Perikanan


Sawang Ba’u:
z Station Bahan Bakar untuk nelayan
z Pabrik Es Balok
z Fasilitas Dock
z Pusat Distribusi dan Pemasaran Ikan

pia 165
Perikanan Idi

SEBAGAI bentuk dukungan untuk


pengembangan minapolitan yang
sudah dicanangkan, Pemerintah
Kabupaten Aceh Timur saat ini lebih
berfokus pada peningkatan produksi Pelabuhan ikan Idi, Aceh Timur
perikanan budidaya dan perikanan
tangkap untuk didistribusikan ke
pasar domestik dan internasional.
Fasilitas dan Kapasitas Infrastruktur:
ʬ Dermaga 1.600 M2
Berikut adalah potensi investasi
ʬ Pecah air 800 M3
yang dapat dikembangkan yaitu:
ʬ Kolam pelabuhan 300 Ha
1. Pabrik es balok 2.000 blok/hari ʬ Debit sisi barat dan muat 160 M2
2. Pabrik pengalengan ikan ʬ Pasar ikan sisi timur 600 M2
3. Pusat promosi dan penelitian ʬ Pasar ikan sisi barat 800 M2
untuk perikanan ʬ Bangunan pengemasan ikan 150 M2
4. Fasilitas dock ʬ Kantor manajemen pelabuhan 452 M2
5. Pusat pemasaran dan pusat ʬ Genset dengan housing 48 M2
pendistribusian ikan ʬ Menara air 1 Unit
ʬ Kantor pelabuhan 1 unit
Produksi perikanan tangkap ʬ Gudang sisi barat 8 unit
Pelabuhan Perikanan Idi sekitar ʬ Gudang forklift 1 unit
21.473,51 ton/tahun dan ʬ Bengkel 1 unit
produksi dari perikanan budidaya ʬ Warung kuliner 22 unit
10.485 ton/tahun. Luas kawasan ʬ Mushalla sisi barat (ruang shalat) 1 unit
operasional Pelabuhan Perikanan ʬ Fasilitas mess 9 unit
Idi adalah 62,5 Ha, didukung oleh ʬ Parkir mobil pelabuhan 1 unit
fasilitas dan infrastruktur sebagai ʬ 2 unit Station bahan bakar untuk kapal
berikut; nelayan

166 pia
Pelabuhan ikan Idi, Aceh Timur

pia 167
Metro Mina Park
Kuala Idi – Aceh Timur

KABUPATEN Aceh Timur 3.376 Unit dan hasil tangkapan laut


mempunyai Sumber Daya kelautan mencapai 28.799.55 Ton/Tahun
dan perikanan yang menjadikan dengan nilai produksi rata-rata sebesar
Aceh Timur sebagai penghasil Rp. 680,760,852,000,-/Tahun.
tangkap ikan terbesar di Aceh,
Aceh Timur juga memiliki tambak
Pelabuhan perikanan pantai Kuala
dengan luas 18.780 Ha dengan
Idi juga merupakan pusat aktifitas
jumlah petani tambak sebanyak
bagi para nelayan di Aceh Timur.
5.820 orang, hasil produksi setiap
Tahun 2020 jumlah nelayan tahun mencapai 13,508.69 Ton
mencapai 20.140 orang, dan jumlah nilai produksi perikanan
sementara jumlah Armada tangkap budidaya tambak sebesar
ikan (Kapal dan Boat) mencapai [Link],- per tahun.

Site Plan Metro Mina Park

168 pia
Pelabuhan ikan Idi, Aceh Timur

Pelabuhan ikan Idi, Aceh Timur

pia 169
Pariwisata
PARIWISATA merupakan sektor Sektor pariwisata merupakan salah satu
menjanjikan, Aceh memiliki daya tarik penyumbang bagi PDRB Aceh, Pemerintah
wisata, baik itu wisata alam, wisata Aceh optimistis bahwa sektor pariwisataa
budaya, wisata buatan, cagar budaya, menjadi menjadi salah satu penyangga
dan sebagainya. perekonomian Aceh di masa depan.

Palau Rubiah, Sabang

170 pia
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Semua keindahan itu sangat mudah
mengidentifikasi, terdapat 797 objek untuk dinikmati, karena aksesibilitas
wisata serta 774 situs dan cagar budaya menuju tempat-tempat wisata di Aceh
yang tersebar di 23 Kabupaten/kota di sangat mudah. “Semua lokasi tujuan
seluruh Aceh,” selain pariwisata, Aceh wisata itu dapat dikunjungi melalui jalur
juga memiliki beragam seni budaya darat, laut, dan udara.
yang unik, seperti tarian, adat istiadat,
Untuk pengembangan sektor pariwisata,
sastra, seni lukis, maupun kegiatan
Pemerintah Aceh mengajak para
spiritual yang begitu menarik bagi
investor untuk berpartisipasi baik
masyarakat dunia.
sebagai pembangun dan pengelola pada
beberapa proyek pendukung industri
pariwisata di kabupaten/kota.

pia 171
Pengembangan
Wisata Pulau
Banyak

Pulau Banyak adalah
sebuah kecamatan berupa
pulau-pulau yang berlokasi
di Kabupaten Aceh Singkil,
Provinsi Aceh. Pulau Banyak
berbatasan langsung
dengan Samudra Hindia,
tepatnya di ujung sebelah
barat Pulau Sumatra.

Selain sangat layak dikembangkan lebih 3 jam 30 menit telah mampu


menjadi objek wisata andalan, mengatasi permasalahan transportsi
termasuk keindahan alam bawah menuju Pulau Banyak dari Aceh
laut dan penyu hijaunya, Gugus Singkil. Sehingga wisatawan akan
Kepulauan Banyak juga menawarkan lebih nyaman dan leluasa berkunjung
keindahan pantai dan air laut yang ke Pulau Banyak.
jernih sepanjang mata memandang
Taman Wisata Alam Kepulauan
yang dapat memanjakan para
Banyak merupakan Taman Wisata
wisatawan yang berkunjung ke Pulau
Alam yang ditunjuk berdasarkan Surat
tersebut.
Keputusan (SK) Menteri Kehutanan
Dengan hadirnya KMP Aceh Hebat No. 596/ Kpts-II/1996 pada
3 yang dapat berlayar selama kurang tanggal 16 September 1996 tentang

172 pia
Pulau Panjang, Pulau Banyak

Penunjukkan Gugusan Kepulauan 2013 terbit SK Menteri Kehutanan


Banyak Beserta Perairan Laut di No. SK.941/Menhut II/2013 tentang
Sekitarnya seluas ± 227.500. Perubahan Peruntukan Kawasan
Hutan Menjadi Bukan Kawasan
Selanjutnya pada tahun 2000,
Hutan Seluas ± 42.616 Hektar,
Menteri Kehutanan dan Perkebunan
Perubahan Fungsi Kawasan Hutan
menerbitkan SK No 170/Kpts-II/2000
Seluas ± 130.542 Hektar dan
tentang Penunjukan Kawasan Hutan
Perubahan Bukan Kawasan Hutan
dan Perairan di Wilayah Propinsi
Menjadi Kawasan Hutan Seluas ±
Daerah Istimewa Aceh Seluas ±
26.461 Hektar di Provinsi Aceh.
3.549.813, sehingga merubah
luasan kawasan Taman Wisata Alam Berdasarkan hasil tata batas pada
Kepulauan Banyak. Pada tahun tahun 1996 dan SK Penunjukkan

pia 173
Lampu suar di Pulau Banyak

kawasan, maka Taman


Wisata Alam Kepulauan
Banyak ditetapkan menjadi
taman wisata alam
berdasarkan Keputusan
Menteri Kehutanan
Nomor: SK. 5347/Menhut-
VII/KUH/2014 tentang
Penetapan Kawasan Hutan
Taman Wisata Alam dan
Taman Wisata Alam Laut
Kepulauan Banyak Seluas
205.720,24 Hektar di
Kabupaten Aceh Singkil,
Provinsi Aceh. Pulau Tuanku,
Pulau Banyak

174 pia
Pulau Baguk,
Pulau Banyak

Mangrove, Ujung Lolok,


Pulau Banyak.

pia 175
Potensi dan peluang
investasi di Pulau Banyak
N Luas Analisis Potensi
o. Lokasi (Ha) Tapak Rekomendasi Pengembangan

1. Pulau Bangkaru ± 347 Topografi datar Ruang Usaha Pembangunan


(Ujung Lakita, Vegetasi didominasi Akomodasi seperti
Ujung Selatan, Pandan laut, waru, bungalow dan restoran
teluk berasi, benut dan Kelapa
ujung berambang, Fauna: Biawak,
Ladang Sidincak burung beo, Raja
dan Teluk Asin) Udang, Murai
Batu, Buaya, kancil
Objek/ Potensi:
Pantai, Pasir putih,
ombak tempat
berselancar dan
pemandangan
pantai yang indah

2. Pulau Bangkaru ± 404 Topografi datar Ruang Publik Paket wisata


(Amandangan, Vegetasi: Waru pengamatan penyu
Pelanggaran, Pintu laut, pandan laut,
Rimba,Luan Batu nyamplung, Ficus,
dll) bayur dll Fauna:
Biawak, Murai
Batu, Raja Udang,
Penyu, Kancil,
buaya Objek/
Potensi: pasir putih
halus, pantai dan
wisata terbatas
pengamatan penyu
Terdapat Resort/
camp penyu

3. Pulau Tuangku ± 202 Topografi datar Ruang Usaha Pembangunan sarana


(Ujung Lolok) Vegetasi: waru akomodasi berupa
laut, pandan laut, bungalow dan restoran
ketapang Fauna: dan wisata tirta
Biawak, Raja udang
Objek/ Potensi
Pasir putih, ombak
besar cocok untuk
surfing Terdapat
resort/ bungalow
4 unit dan resort/
bungalow terapung
1 unit

176 pia
Potensi dan peluang investasi di Pulau Banyak
N Luas Analisis Potensi
o. Lokasi (Ha) Tapak Rekomendasi Pengembangan

4. Pulau Tuangku ± 1995 Topografi datar Ruang Publik Pembangunan Fasilitas


Vegetasi: waru dermaga sandar, shelter
laut, pandan laut,
ketapang Fauna:
Biawak, Raja udang
Objek/ Potensi Pasir
putih, ombak besar
cocok untuk surfing

5. Pulau Palambak ± 51 Topografi datar Ruang Usaha Pembangunan sarana


Besar Vegetasi: pohon akomodasi Berupa
kelapa ketapang, bungalow dan restoran
pandan laut Fauna:
Biawak, Raja udang
Objek/ Potensi pasir
putih halus, cocok
untuk snorkeling,
dan diving Terdapat
resort/ bungalow
4 unit

6. Pulau Palambak ± 213 Topografi datar Ruang Publik Pembangunan saran


Besar Vegetasi: pohon dermaga sandar,
kelapa ketapang, shelter, camping
pandan laut Fauna: ground, toilet,
Biawak, Raja udang musholla, pos jaga
Objek/ Potensi pasir
putih halus, cocok
untuk snorkeling,
dan diving

pia 177
Pembangunan Hotel
Bintang 4 Aceh Selatan

Angka Statistik menunjukkan bahwa


terjadi peningkatan kunjugan
wisatawan ke Aceh Selatan pada
Tahun 2019 sebanyak 22.492 dan
pada tahun 2021 sebanyak 249.658
orang, hal ini membuat kebutuhan
hotel yang berbintang sangat besar,
saat ini hotel yang tersedia di Aceh
TAPAKTUAN merupakan salah satu Selatan hanya hotel non bintang.
kota tertua di wilayah Indonesia. Lokasi:
Kota yang dijuluki dengan panggilan Jalan D. I Panjaitan, Komplek Ruang
"Taluak" dan "Kota Naga“, dan juga Taman Hijau (RTH), Kecamatan
terkenal dengan bekas pijakan kaki Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan,
manusia raksasa yakni Tuan Tapa. Provinsi Aceh
Aceh Selatan merupakan salah Lahan:
satu destinasi wisata di Aceh, yang
menyuguhi berbagai landscape 8.134 m² milik Pemda
alam mulai perbukitan berhiaskan Aceh Selatan
pemandangan alam, deretan air Nilai Investasi:
terjun untuk disusuri hingga tujuan
bahari terkemuka. Rp. [Link]
Daerah ini juga terkenal dengan Skema Bisnis:
berbagai macam makanan kuliner kerjasama antara investor
menjadi daya tarik wisatawan
dalam menikmati kelezatan
dengan BUMD
makanan khas Aceh Selatan. Seperti Project Status:
gulai langkitang, anyang bunga
Tersedia Detailed
kates, gulai pakis, sambal gunung
runtuh, asam padeh, gulai taleh dan Engeneering Design
lain lain. dan RAB
178 pia
Air Terjun Ceurace Beungkuang Aceh Selatan FOTO: NET

Pantai Tapak Tuan FOTO: PANORAMIO

pia 179
Pengembangan
Kawasan
Industri
Aceh

180 pia
Aceh fokus terhadap Foto Ilustrasi

pengembangan sejumlah
Kawasan Industri di Aceh yang
tentunya menjadi peluang bagi
investor untuk berinvestasi di
Kawasan Pelabuhan Bebas dan
Perdagangan Bebas (KPBPB),
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Arun Lhokseumawe, Kawasan
Industri Aceh (KIA) Ladong dan
Pelabuhan Perikanan Samudera
Kutaraja (PPS).

pia 181
Kawasan Pelabuhan
Bebas dan Perdagangan
Bebas (KPBPB)
Sabang sebagai pintu gerbang
barat Indonesia dan Malaysian
Peninsula merupakan pintu masuk
investasi, barang dan jasa dari
dalam dan luar negeri, dengan
letak yang berada pada jalur laut
internasional menghubungkan
perdagangan antara timur melalui
Selat Melaka dan barat melalui
Samudera Hindia berbatasan
dengan Teluk Benggala, sehingga
dapat menjadi pusat pelayaran
lalu lintas kapal internasional.

Kawasan ini juga diposisikan sebagai dan kapal pesiar melalui Phuket
wilayah frontier dalam kompetisi dan Langkawi juga menjadi
global. Sabang menawarkan alternatif bagi wisatawan
keindahan alam dan lautan yang mancanegara.
siap memanjakan mata setiap
Sabang memiliki Bandara
pengunjung, khususnya wisata
Maimun Saleh sebagai yang
bahari.
dapat mengakses penerbangan
Akses ke Kawasan Sabang didukung internasional walaupun belum
oleh fasilitas transportasi laut dan ada penerbangan langsung
udara. Untuk jalur laut, terdapat sejauh ini. Wisatawan dapat
Pelabuhan Balohan yang melayani mengambil connecting flight
rute Sabang ke Banda Aceh, melalui Kuala Lumpur, Malaysia
maupun sebaliknya. Pelayaran yacht atau Medan dan Jakarta.

182 pia
Pelabuhan CT3, Sabang

Infrastruktur di Kawasan Sabang Sebagai Pendorong kegiatan investasi


cukup memadai terutama jalan, di Kawasan Sabang, tersedia fasilitas
listrik, air dan telekomunikasi. insentif bagi pelaku usaha di antaranya
Pelabuhan Laut Dalam di bebas tata niaga pengenaan bea
Sabang memiliki pelabuhan masuk, pajak pertambahan nilai, pajak
alam dengan kedalaman penjualan atas barang mewah dan
>20 meter dan berpotensi cukai. Ketersediaan Lahan clean and
besar untuk dikembangkan clear merupakan kebutuhan mutlak
sebagai pusat pelayanan kegiatan investasi. Lahan seluas 708
kepelabuhanan internasional, hektar dan telah tersertifikasi sebanyak
baik pelabuhan ekspor-impor 1,000 persil tersedia bagi investor untuk
maupun pelabuhan alih kapal dikembangkan terutama di berbagai
(transhipment) nasional. sektor terutama pariwisata.

pia 183
Pelabuhan CT1 Sabang

Kawasan Sabang

UU No. 37/2000 tentang mewah dan cukai.


Kawasan Perdagangan Bebas Jangka waktu Kawasan Sabang:
dan Pelabuhan Bebas (KPBPBS) 70 tahun Fungsi Kawasan untuk
menjadi Undang-Undang- pengembangan usaha: Perdagangan
Undang, diperkuat dengan dan jasa Industri Pertambangan dan
Undang-Undang Pemerintah energi Transportasi Maritim dan
Aceh No.11 Tahun 2006 tentang perikanan Pos dan telekomunikasi
Pemerintahan Aceh. Perbankan Asuransi Pariwisata dan
bidang-bidang lainnya.
Kawasan Perdagangan Bebas
Pelabuhan Bebas Sabang atau
disebut Kawasan Sabang adalah Meliputi kegiatan:
suatu kawasan yang berada ʬ Manufaktur
dalam wilayah hukum Negara ʬ Rancang Bangun,
Kesatuan Republik yang terpisah ʬ Perekayasaan,
dari wilayah kepabeanan ʬ Penyortiran,
sehingga bebas dari bea Tata ʬ Pemeriksaan awal dan akhir,
niaga, pengenaan bea masuk, ʬ Pengepakan dan pengepakan
pajak pertambahan nilai, dan ulang atas barang dan bahan
pajak penjualan atas barang baku dari dalam dan luar negeri,

184 pia
ʬ Pelayanan perbaikan dan ʬ Prasarana dan sarana
rekondisi permesinan dan perhubungan termasuk
peningkatan mutu. pelabuhan laut dan bandar
ʬ Penyediaan dan udara,
pengembangan prasarana air ʬ Bangunan dan jaringan listrik dan
dan sumber air, prasarana lainnya.

Pelabuhan Balohan Sabang Bandar Udara International Maimun Saleh

Badan Pengusahaan Peluang Investasi


Kawasan Sabang (BPKS) Kawasan Sabang
BPKS berkedudukan di Kota Hadirnya BPKS sebagai pengelola
Sabang, adalah lembaga yang Kawasan Sabang diharapkan sebagai
berwenang dalam mengelola dan mitra pemerintah daerah dalam
mengembangan Kawasan Sabang pengelolaan dan pelaksanaan
sesuai dengan fungsi-fungsi Kawasan pembangunan baik sarana maupun
Sabang. BPKS membuat ketentuan- prasarana pendukung investasi
ketentuan dan mengeluarkan izin- serta pelayanan perizinan sehingga
izin terkait bagi pelaku usaha yang akan menarik investor untuk
menjalankan kegiatan usahanya di berinvestasi di Kawasan Sabang.
Kawasan Sabang. Selain itu, BPKS BPKS menetapkan 4 sektor prioritas
juga berwenang untuk melakukan yang dikembangkan, yaitu: Sektor
pembinaan dan integrasi kebijakan Pariwisata, Sektor Industri dan
dengan pemerintah provinsi Perdagangan, Sektor Pelabuhan,
maupun kabupaten/kota. Sektor Perikanan.

pia 185
Pengembangan
Wisata Pulo Aceh

Pulo Aceh adalah sebuah Kedua, 60 menit dari Banda


kecamatan di Kabupaten Aceh Aceh (Ulee Lheue) -
Besar. Terdiri atas gugusan dua Pulau Nasi (Pelabuhan
pulau besar yaitu Pulau Breueh Lamteng) dengan kapal
dan Pulau Nasi serta pulau-pulau feri Ro-Ro.
kecil yang berada pada wilayah
Ketiga, 15 menit dari Sabang –
terluar Indonesia. Pulo Aceh
Pulau Nasi dengan kapal
menyuguhkan pemandangan
cepat.
laut yang siap memanjakan mata
dengan hamparan pasir putih. Sementara itu, pantai Alue
Riyeung juga terletak di Pulau
Pemerintah berencana untuk
Nasi dengan luas total 76 hektar
mengembangkan pariwisata di
serta hamparan pasir putih yang
Pulo Aceh, tepatnya di Nipah,
melengkung sempurna pada garis
Alue Reyeung, dan Ujung Phey.
pantai sepanjang 1,68 kilometer.
Pantai Nipah terletak di Topografi daerah ini sebagian besar
Pulau Nasi dengan luas total 24 datar, terdiri dari pantai dataran,
hektar, terdiri atas 802,5 meter sawah dan gambut yang bisa
garis pantai dengan pantai pasir dijadikan hutan mangrove untuk
putih yang dilengkapi dengan kawasan konservasi burung.
dermaga kayu. Bagi warga yang
Bagi warga untuk mengunjungi
ingin berkunjung ke Pantai Nipah
pantai ini bisa memilih jalur
tersedia sejumlah akomodasi untuk
pertama, 30 menit dari Banda
menuju kesana dengan waktu
Aceh (Ulee Lheue) - Pulau Nasi
tempuh yang berbeda-beda.
(Lamteng Port dan Pelabuhan
Pertama, 30 menit dari Banda Deudap) dengan kayu perahu
Aceh (Ulee Lheue) - penumpang. Kedua, 60 menit dari
Pulau Nasi (Pelabuhan Banda Aceh (Ulee Lheue) - Pulau
Lamteng dan Nasi (Pelabuhan Lamteng) dengan
Pelabuhan Deudap) feri Ro-Ro. Ketiga, 15 menit dari
dengan perahu Sabang – Pulau Nasi dengan kapal
penumpang kayu. cepat.

186 pia
P. Rondo

Sabang Free
Trade Zone
(FTZ)

Taman Wisata Sabang

Ja l
Alam Pulau Weh

n a
o

Bandar Udara

Y
sSu d
ar
Maimun Saleh

so
Iboih

s
n Byp as
Jala
an

Ja
l
Uj
un
g Kar e
u n

g
Pulau Weh
Balohan

William's Torren 1875


Lighthouse

A N
N
A

L O H
Pulo Breueh
H
O
L

Melingge
B A
A
B
-

G
Rinon E
N
E

Alue Raya Lapeng T


E U

M
A
L
G U
L H

Gugob G O
Lampuyang P
-
E E

Pulo Nasi L
A
M
Pulau Teunom Lamteng P
U L

U
LAM L
Ulee Paya TEN O
G

G
Rabo - U
UG

LE
Pasi Janeng Deudap
OP

E
Teunom LH
E
- U

Alue Riyeung D E U
U

DA
E

EE

P
- U
L
Lampulo
LHE

EE
LH
UE

E
U

Skala 1: 68886 [Link]


E

Banda Aceh
Ulee Lheue
0 1 2 3 Km

0 1 2 Mi
o

Aceh Besar

pia 187
Pengembangan
Gapang dan
Iboih
menawarkan suasana yang santai
dengan pemandangan hutan
menjadi garis pantai Iboih yang
menawan, pasir keemasan yang
penuh dengan batu -batu raksasa.
Air laut yang dangkal sehingga
Kawasan wiasata bahari Iboih dan begitu jelas memperlihatkan dasar
Gapang merupakan kawasan wisata laut memiliki rona biru kehijau
yang menjadi salah satu destinasi -hijauan yang memancarkan
para wisatawan, kawasan ini keindahan.
menawarkan keindahan pantai dan Berbagai keindahan pantai dan
bawah laut yang menakjubkan. wisata bahari yang ditawarkan ini
Saat ini telah tersedia beberapa dapat menjadi peluang investasi
cottage di kawasan ini, namun bagi investor. Sebab Gapang
masih sangat terbuka peluang dan Iboih tetap menjadi pilihan
untuk mengembangkan investasi di bagi wisatawan saat berkunjung
kawasan ini seperti hotel, restoran, ke Sabang. Untuk menarik para
villa, café dan spa. wisatawan tentu perlu sentuhan
dalam menyiapkan sarana prasarana
Kawasan ini dapat diakses dengan pendukung untuk memberi
jalan darat dari Pelabuhan Balohan kenyamanan bagi wisatawan.
(29,1 Km) dan waktu tempuh 47
menit, serta dari Pelabuhan CT-3
(20,2 Km) dengan waktu tempuh
33 menit. Saat ini tersedia angkutan
umum menuju Iboih dan Gapang. Investasi yang ditawarkan
Pembangunan Kawasan Wisata
Peluang Pasar Bahari Iboih dan Gapang
Pengembangan kawasan wisata Lokasi : Iboih dan Gapang
bahari menjadi tujuan utama Luas area : 800 Ha
wisatawan berkunjung ke Sabang,

188 pia
Kepemilikan Lahan : BPKS
Estimasi Investasi
Total Biaya pembangunan:

Rp. 1,95 Triliyun,


IRR : 34 %
NPV : 925,850,000
PI : 1,91

Gapang

pia 189
Kawasan
Ekonomi Khusus
(KEK) Arun
Lhokseumawe
KEK Arun Lhokseumawe terletak petrokimia, agro industri pendukung
di Kabupaten Aceh Utara dan Kota ketahanan pangan, logistik serta
Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan industri penghasil kertas kraft.
dibentuk berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017. Dari sektor energi (minyak dan gas)
KEK ini bertumpu pada lokasi akan dikembangkan regasifikasi
geografis Aceh yang dilintasi LNG, LNG Hub/ Trading, LPG Hub/
oleh Sea Lane of Communication Trading, Mini LNG Plant PLTG
(SloC), yaitu Selat Malaka dan dengan pengembangan pembangkit
mempunyai keunggulan komparatif listrik yang ramah lingkungan atau
untuk menjadi bagian dari jaringan clean energy solution provider.
produksi global atau rantai nilai Infrastruktur logistik juga
global. dikembangkan untuk mendukung
KEK yang terbentuk dari konsorsium input dan output dari industri
beberapa perusahaan eksisting, yaitu minyak dan gas, petrokimia dan
PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar agro industri, melalui peningkatan
Muda (PT PIM), PT Pelindo 1, dan infrastruktur pelabuhan dan
Perusahaan Daerah Pembangunan dermaga berstandar Internasional.
Aceh (PDPA) terdiri atas tiga
Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus
kawasan, yaitu Kompleks Kilang
Arun Lhokseumawe berpotensi
Arun, Kecamatan Dewantara serta
menjadi salah satu ekosistem
Desa Jamuan yang merupakan
perairan yang kaya dan produktif
lokasi pabrik PT KKA. 
dan memungkinkan menjadi basis
KEK Arun Lhokseumawe diresmikan pengembangan industri perikanan
beroperasi oleh Presiden Republik tangkap. Dengan potensi yang
Indonesia, Joko Widodo pada 14 dimiliki, Kawasan Ekonomi Khusus
Desember 2018. KEK ini berfokus Arun Lhokseumawe juga akan
pada beberapa sektor yaitu energi, menjadi kawasan basis industri

190 pia
PT Pupuk Iskandar Muda, Arun, Lhokseumawe

pertanian dengan dukungan Kawasan Ekonomi Khusus


komoditas unggulan seperti sawit, Arun Lhokseumawe berada
kopi, kakao, karet, kelapa, minyak pada pasar perdagangan
atsiri dan lain-lain.  ASEAN dan Asia Selatan.
Dengan potensi dan peluang
KEK Arun Lhokseumawe akan yang dimiliki, KEK Arun
berkembang bersamaan dengan Lhokseumawe diproyeksikan
pengembangan wilayah beberapa menarik investasi sebesar US$3,8
negara di kawasan Asia Selatan M dan diproyeksikan dapat
melalui revitalisasi ekonomi menyerap tenaga kerja sebanyak
laut jalur sutra (Maritime Silk 40.000 tenaga kerja hingga
Road). Dengan demikian maka tahun 2027.

pia 191
S e l a t M a l a k a

PELABUHAN KRUENG GEUKEUH


PT PUPUK ISKANDAR MUDA

PELABUHAN ARUN

PT KERTAS
KRAFT ACEH EKS ARUN AREA

PT ASEAN ACEH FERTILIZER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MESIN GAS

Batas KEK Arun Lhokseumawe


ʬ Kawasan Eks Kilang Arun Kota
Lhokseumawe (lahan LMAN dan
Pertamina)
ʬ Kawasan Dewantara, Aceh Utara
(lahan PT. PIM, eks AAF dan PT.
Pelindo-1)
ʬ Kawasan Jamuan, Aceh Utara
(lahan [Link])

Luas Lahan:

2.622,48 Ha
Status Lahan:

HPL dan HGB


Lahan Kosong:

896.3 Ha (34,2%) PT. Pupuk Iskandar Muda, Lhokseumawe

192 pia
Perbandingan Luas Lahan
PemilikLahan Luas Lahan (Ha) Lahan Kosong (Ha)

LMAN 1.689,8 540

PT Pertamin 151,3 81

PT Pelindo-1 38,18 7,82

PT PIM 305,15 126,5

Eks PT AAF 236,4 91

PT KKA 199,6 50

Total 2.622,48 896,32

Mengapa Berinvestasi di KEK


Arun Lhokseumawe:

Î Lingkungan kerja yang layak


dan menyenangkan dengan
infrastruktur kelas dunia;
Î Memenuhi kebutuhan bisnis,
gaya hidup keluarga & gaya
hidup aktif saat ini;
Î Lokasi strategis dan
konektivitas bandara,
gerbang Barat Laut Indonesia;
Î Lokasi yang indah
menghadirkan lingkungan
alami yang sangat baik untuk
gaya hidup dan komunitas
perumahan.

pia 193
Potensi Pengembangan

Minyak, Gas, Energi


} Hub / Perdagangan LNG
} Hub / Perdagangan LPG
} Gasifikasi & Pemrosesan
} Fasilitas Pengilangan & Pemrosesan
} Pembangkit listrik
} Fasilitas penyimpanan
} Solusi Energi Bersih

Petrokimia
} Klaster Industri Petrokimia
} Industri Ramah Lingkungan
} Proyek Petrokimia Terpadu

Pengolahan Makanan dan Agro


} Infrastruktur logistic
} Penampungan kargo dan container
} Pelabuhan modern

Rekreasi/Perumahan
} Fasilitas Komersial
} Fasilitas Hotel, Konferensi dan rekreasi
} Pengembangan Perumahan
} Pendidikan
} Fasilitas Kesehatan dan Olah Raga

194 pia
Fasilitas di KEK
1. Fasilitas Fiskal
Pajak Penghasilan

Katagori Berlaku di semua KEK Keterangan

Tax Tax Holiday 10 Tahun untuk minimal


Untuk Badan Usaha
Holiday investasi Rp 100 M

Tax Holiday 10 Tahun untuk minimal


investasi Rp 100 M
Untuk Pelaku Usaha
Tax Holiday 15 Tahun untuk minimal
dengan Kegiatan Utama
invesatsi R. 500 M
di KEK
Tax Holiday 20 Tahun untuk minimal
investasi Rp 1 Triliun

Tax Pengurangan penghasilan netton 30%


Allowance dibebankan selama 6 tahun;
Penyusutan dan amortisasi yang
dipercepat; Diterapkan untuk
Pengenaan PPh atas deviden kepada WP kegiatan lainnya
luar negeri sebesar 10%; dan
Kompensasi kerugian yang lebih lama
tetapi tidak lebih dari 10 tahun.

SUMBER : PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAN KEK

Fasilitas Non Fiskal

Katagori Berlaku di semua KEK Keterangan

Kepemilikan Kepemilikan asing 100% diperbolehkan Berlaku untuk seluruh


Asing (DNI tidak berlaku di KEK) kegiatan

Penjualan Bea Masuk 0% untuk hasil produksi Berlaku untuk seluruh


dalam dengan nilai kandungan lokal paling kegiatan
negeri sedikit 40%

Pembatasan Pemasukan barang impor ke KEK belum Berlaku untuk seluruh


Impor berlaku pembatasan kegiatan

Pelayanan Dilakukan pleh Administrator KEK Seluruh pelayanan


Satu Pintu perizinan berusaha

SUMBER : PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAN KEK

pia 195
Petra Gas Arun, Lhokseumawe

2. Fasilitas Non Fiskal


Katagori Berlaku di semua KEK Keterangan

Imigrasi Perlakuan khusus bagi pekerja asing Berlaku untuk seluruh


VoA (visa on arrival) dapat diperpanjang kegiatan
5 kali
Izin tinggal terbatas bagi orang asing
dan keluarganya serta wisatawan lanjut
usia
Izin tinggal bagi pemilik hunian atau
property

Pengadaan Hak pakai sampai dengan 80 tahun Berlaku untuk seluruh


Tanah HGB sampai dengan 80 tahun kegiatan
Percepatan prosedur

Perizinan Izin mendirikan bangunan Berlaku untuk seluruh


oleh Izin lingkungan kegiatan
Developer

Tata Ruang RDTR dalam kawasan mengacu kepada


masterplan pengembangan KEK
Kewajiban Pemda untuk menyusun
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di
sekitar KEK

SUMBER : PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAN KEK

196 pia
Pembangunan pabrik pupuk NPK [Link], Lhokseumawe

pia 197
Alur Perizinan Di KEK Arun Lhokseumawe

Rencana Investasi Proses Rendah


Mendapatkan
y Calon Investor NIB NIB diterbitka:
dan BUPP Syarat Memenuhi
y Profil, Modal
menyepakati
Dasar, NPWP,
Rencana Sertifikat/SPPL
Kode Klasifikasi
Investasi di Baku Lapangan
KEK (Bisa Usaha Indonesia
Tertuang dalam (KBLI), Akte
Menengah Rendah
MoU, Head of Pendirian
Agreement, Perusahaan,
y Pernyataan
Perjanjian atau yang terintegrasi
kesanggupan
LUDA). dengan sistem
untuk memenuhi
Kementerian
standar usaha
y Calon Investor Hukum dan Hak
Asasi Manusia y Dokumen UKL-
membuat Akta UPL atau SPPL
pendirian melalui y Lokasi usaha
Notaris untuk yang terintegrasi
pembentukan dengan sistem Menengah Tinggi
Perusahaan Kementerian
Kawasan Agraria. y Pernyataan
Ekonomi Khusus. kesanggupan
y Surat
untuk memenuhi
persetujuan
y Calon Investor standar usaha
kesesuaian
Membuat Nomor kegiatan y Dokumen UKL-
Pokok Wajib pemanfaatan UPL atau SPPL
Pajak (NPWP) ruang
Perusahaan/
jika Pelaku y Fasilitas fiskal Tinggi
(jika diperlukan)
Usaha belum
NIB dan Izin Usaha
memiliki NPWP, y Rencana akan diterbitkan
OSS memproses Penggunaan
pemberian Tenaga Kerja
NPWP. Asing (RPTKA)

198 pia
P P
Menengah Rendah

NIB dan Sertifikat

N o .
dikeluarkan:
Lengkap

5 / 2 0 2 1
Standar Usaha/Produk
(sebagaimana berlaku)

Menengah Tinggi Menengah Tinggi

y NIB dan sertifikat Sertifikat telah


yang belum tervrifikasi:
diverifikasi Lengkap
y Memenuhi standar
Usaha dana/atau
produk IZIN

Tinggi Tinggi Tinggi

Memenuhi Memenuhi Izin telah


standar bisnis persyaratan diverifikasi dan
dan/atau produk izin (diatur oleh diterbitkan:
(sebagaimana pemerintah pusat)
berlaku)

pia 199
Kawasan Industri
Aceh (KIA) Ladong

KIA Ladong merupakan kawasan


industri yang diresmikan pada 20
Desember 2018, didukung letak
yang strategis ke Pusat Kota 22.8
Km, ke Bandara Sultan Iskandar
Muda, 33 Km Ke Pelabuhan
Malahayati 11.6 Km dan Ke Gerbang
Tol Blang Bintang 11 Km. Luas area
66 Ha yang sudah dibebaskan dari
250 Ha rencana pengembangan, di
harapkan KIA Ladong akan menjadi
sentra industri dan pusat hilirisasi
komoditas unggulan Aceh berbasis
industri halal seperti makanan,
minuman dan produk lainnya.

Saat ini Kawasan Industri Aceh (KIA)


Lahan KAI Ladong, Aceh Besar
Ladong, Aceh Besar telah memiliki izin:
ʬ Estate Regulation,
ʬ Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI),
ʬ Izin Lingkungan dan Izin Lokasi.
Luas Lahan:

71,38 Ha
Status Lahan:
Infrastruktur pendukung:
ʬ Water Supply Electricity Hak Pengelolaan
ʬ Waste Water Treatment Security Rencana Pengembangan:
ʬ Electricity
ʬ Security 250 Ha

200 pia
Peluang Investasi
NON CORE NON CORE
CORE DIRECT INDIRECT
Penyewaan Kavling Industri Fasilitas Air Bersih Membantu Perizinan

Penyewaan Bangunan Pemeliharaan Kawasan Kerjasama bisnis bersama


tenant

Unit SUIK Fasilitas Umum Bidang usaha berbasis


servis kepada tenant

Unit Perkantoran Keamanan

Unit multi fungsi Fasilitas Energi Listrik

Pengelolaan Limbah Industri

pia 201
Denah lokasi Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong

Logistik & Mebel


Industri Makanan
Manufaktur
Kimia
Fasilitas Publik (± 1.1 Ha)
Kantor (+ 1.8 Ha)
Pabrik Kulit ( 1.4 Ha)
Pengolahan limbah ( 7.4 Ha)
Rusunawa ( 3 Ha)
RTH
Batas Wilayah
Tanah Belum Dibebaskan

Komoditas
Unggulan
di Aceh
Ekspor tuna hingga
1.726 Ton/Tahun
Produksi biji-bijian hingga
2,3 Juta Ton/Tahun
Produksi kopi hingga
60.000 Ton/Tahun

Zona Lokasi strategis


Industri Makanan  Pelabuhan Malahayati; 10 Km dan Pelabuhan Ulee Lheue; 30 Km
Manufaktur  Bandara Sultan Iskandar Muda 28 Km
 Tol/Jalan Raya 13 Km
Logistik

Kimia

Ladong, Aceh Besar Potensi Bisnis yang dapat


Dikembangkan di KIA
66Ha hingga 250Ha
Penyimpanan Dingin

Gudang

Penggilingan Beras

202 pia
Lahan KAI Ladong, Aceh Besar

Tarif Dasar Harga Sewa Lahan KIA Ladong = Rp. 5000/m2/tahun


Ketentuan Harga Sewa Lahan KIA Ladong

Ketentuan Harga Sewa


5 Tahun 5 Tahun 5 Tahun 5 Tahun 5 Tahun
Kontraktual Pembayaran Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima

Dalam Periode Dalam Periode


Bebas Bebas Tarif Dasar Tarif Dasar Tarif Dasar
Promosi Promosi

Dalam Periode Setelah Periode Tarif Dasar + Tarif Dasar + Tarif Dasar +
Bebas Tarif Dasar
Promosi Promosi Faktor Inflasi Faktor Inflasi Faktor Inflasi

Dalam Periode Setelah Periode Tarif Dasar + Tarif Dasar + Tarif Dasar + Tarif Dasar + Tarif Dasar +
Promosi Promosi Faktor Inflasi Faktor Inflasi Faktor Inflasi Faktor Inflasi Faktor Inflasi

CATATAN : PERIODE PROMOSI : S/D DESEMBER 2020

Tahapan berinvestasi di KIA Ladong:

Surat Minat

TENANT Profil Perusahaan Akta Pendirian,


NPWP, Izin,
Dokumen Perusahaan KTP Pimpinan DLL

pia 203
Pelabuhan Perikanan
Samudera Kutaraja (PPS)

SECARA geografis Kota Banda Aceh


memiliki posisi yang cukup strategis
karena berbatasan langsung dengan
Selat Malaka dan Samudera Hindia
yang memilik peran sebagai pintu
gerbang lalu lintas perdagangan
internasional terutama Kawasan
Asia Tenggara.
Selain itu kebijakan pemerintah
seperti efisiensi birokrasi,
menciptakan iklim usaha yang
kondusif adalah upaya-upaya
yang dilakukan pemerintah untuk
menciptakan peluang dan menarik
investor dalam pemanfaatan potensi
kelautan dan perikanan.
Berbagai peluang investasi yang
potensial untuk dikembangkan
di antaranya perikanan tangkap,
budidaya hingga industri Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja
pengolahan ikan. Potensi sumber
daya kelautan dan perikanan
menjadikan sektor ini sebagai
tulang punggung perekonomian Pelabuhan Perikanan Samudera
masyarakat Kota Banda Aceh, Kutaraja, sebagai sentra kelautan
yang dapat mendukung sektor dan perikanan Aceh merupakan
perindustrian dan perdagangan tempat bagi investor maupun
serta menjadi peluang besar bagi calon investor yang ingin
UMKM di Banda Aceh untuk memperluas bisnis Hal ini juga
pengembangan usahanya melalui seiring dengan ditetapkannya
sektor ini. kawasan Pelabuhan Perikanan

204 pia
Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja

Samudera Kutaraja bertaraf Peluang Investasi:


internasional oleh Pemerintah  Industri Pengolahan dan
Aceh sekaligus sebagai Outer Pemasaran
Ring Fishing Port Development  Cold Storage
berlokasi tepatnya di Desa Lampulo,  Miniplant Tuna Loin
Kecamatan Kuta Alam, Kota  Pabrik Es
Banda Aceh. Letak posisi geografis  Pabrik Pengolahan Ikan
5,576336 lintang utara dan 95,  Industri Pembekuan dan
323058 lintang timur. Pengalengan Ikan

Fasilitas:
Luas lahan 52 Ha, Dermaga

baru termanfaatkan 10 Ha. Gudang

Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pasar Ikan

dengan biaya sewa sesuai Tangki Air + Instalasi

Qanun Aceh Nomor 2 Tahun Tempat Pelelangan Ikan (TPI)

2019: Integrated Cold Storage (ICS)

Lahan Matang/Padat 200 Ton
Rp 10.000, - /M2/Tahun BBM Station

Lahan Mentah Rp 5.000, -/ Packing Building Stage 1 Gedung

M2/Tahun Pengepakan Tahap 1
Packing Building Stage 1 Gedung

Pengepakan Tahap 2

pia 205
Project
Investasi
Proyek investasi yang
ditawarkan berikut merupakan
beberapa proyek investasi
yang tersebar di Kabupaten/
Kota di Aceh, proyek ini
merupakan investasi unggulan
masing-masing daerah dan
juga pengelola kawasan yang
sifatnya sudah ready to offer.

pia 207
Pabrik Pengolahan
Minyak Goreng
Nagan Raya

SECARA geografis Nagan Raya Nagan Raya berada tepat pada


terletak diantara 03° 40’ - 04° 38’ jalur penghubung antar beberapa
Lintang Utara dan antara 96° 11’ - Kabupaten Seperti Aceh Selatan,
96° 48’ Bujur Timur. Luas wilayah Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam
Kabupaten Nagan Raya adalah dengan Banda Aceh, Aceh Besar,
3.544,91 KM² dengan batas wilayah Aceh Jaya, dan Aceh Barat serta
sebagai berikut: merupakan salah satu Kabupaten
yang harus dilewati jika akan ke
• Utara berbatasan dengan Aceh
Medan, Sumatra Utara melalui jalur
Barat dan Aceh Tengah
pantai Barat Aceh.
• Selatan berbatasan dengan
Samudra Indonesia Hal ini memberikan nilai lebih bagi
• Timur berbatasan dengan Nagan Raya dalam kontek investasi
Kabupaten Gayo Lues dan sebab Nagan Raya berdekatan
Kabupaten Aceh Barat Daya dengan dua pelabuhan besar yakni
• Barat berbatasan dengan Pelabuhan Belawan di Sumatera
Kabupaten Aceh Barat Utara dan Pelabuhan Malahayati di
• Kabupaten Nagan Raya memiliki Kabupaten Aceh Besar. Artinya biaya
10 (sepuluh) kecamatan. distribusi dapat ditekan.
Nagan Raya juga memiliki struktur Selain itu karena berbatasan langsung
geografis yang unik dan bisa disebut dengan 4 (empat) Kabupaten besar
lengkap. Nagan Raya memiliki yakni Aceh Barat, Aceh Tengah, Gayo
area yang merupakan pesisir Lues dan Aceh Barat Daya maka
pantai berdataran rendah, area badan usaha yang melakukan aktivtas
perkebunan dan pertanian, sungai, produksi di Nagan Raya dapat secara
lereng gunung, dan area yang langsung memasarkan produknya ke
berdataran tinggi. 4 (empat) Kabupaten tersebut.

208 pia
CPO Nagan Raya

Overview Kondisi Ekonomi


Pada tahun 2020 produk domestik ini juga hanya berjarak 5 KM
bruto (PDRB) harga berlaku dari Bandara Cut Nyak Dhien,
Kabupaten Nagan Raya adalah KIT juga berjarak lebih kurang
Rp. [Link] dengan laju 17 KM dari rencana lokasi
pertumbuhan ekonomi (economic Pelabuhan Multifungsi purpose.
growth) sebanyak 3,54 %, PDRB Jalan darat dari wilayah
perkapita harga berlaku sebanyak Kabupaten Nagan Raya ke KIT
Rp. 45.120.000, dan inflasi pada juga telah tersedia dengan baik.
tahun 2020 lebih kurang 1,44 %.
Peluang Pasar
Ketersedian Lahan Industri minyak goreng
Lokasi investasi Pabrik Minyak mempunyai segemen pasar yang
Goreng ini direncanakan di Desa beragam tergantung kualitas
Padang Turi, Kecamatan Kuala minyak dan bahan pengkaya
Pesisir. Lokasi ini merupakan seperti vitamin. Ada 5 segmen
kawasan industri terpadu (KIT). pasar yang dapat diidentifikasi
Kawasan industri terpadu ini dari strategi pemasaran pemain
memberikan nilai lebih bagi di industri minyak goreng ini,
perusahaan yang berinvestasi seperti yaitu segmen pasar tradisional
KIT ini dilalui jalan kolektor primer (kelas C), Kelas B, Kelas B+,
dengan status jalan provinsi, KIT Kelas A dan A+.

pia 209
Pemerintah kabupaten Nagan Raya
INVESTASI YANG DI TAWARKAN memyediakan lahan untuk industri
nya sebesar 15 Ha, lokasi ini jauh
Minyak Goreng dari pemukiman penduduk sehingga
(21,3 Ton/Jam) jika operasional perusahaan
menimbulkan kebisingan tidak akan
Mentega mengganggu aktivitas penduduk
(5,7 Ton/Jam) dan mengurangi gesekan dengan
masyarakat sekitar.
Selain itu lokasi ini berada ditengah-
tengah lokasi pabrik kelapa
Kegiatan Investasi
sawit yang ada di Nagan Raya
Pemerintah Kabupaten Nagan sehingga hal ini mempermudah
Raya menawarkan kepada investor distribusi bahan baku. Lokasi yang
untuk membuka usaha pabrik direncanakan ini juga dekat sekali
minyak goreng di Kabupaten dengan jalur lintas barat Sumatra
Nagan Raya yakni di lokasi yang sehingga memudahkan mobilisasi
telah disebutkan. Adapun detilnya produk ke berbagai daerah.
sebagai berikut:
Jarak lokasi dengan pelabuhan
1. Pembangunan bangunan pabrik
Malahayati Aceh Besar lebih kurang
secara lengkap, perumahan
250 KM (± 4,5 jam perjalanan)
karyawan dan bangunan
adapun ke Pelabuhan Belawan
pendukung lainnya.
Medan berjarak 859 KM (± 14 Jam
2. Pengadaan mesin dan peralatan
perjalanan).
untuk pabrik minyak goreng
3. Pengadaan perlengkapan
inventaris dan sebagainya Insentif
Pemerintah Kabupaten Nagan
Ketersediaan Lahan Raya memberikan insentif
Lokasi investasi pabrik minyak bagi investor yang bersedia
goreng ini direncanakan di Desa melaksanakan kegiatan penanaman
Padang Turi, Kecamatan Tadu modal di Kabupaten Nagan Raya
Raya, Kabupaten Nagan Raya yakni dilokasi yang disebutkan
yang merupakan kawasan industri sebelumnya berupa :
terpadu.
1. Menyediakan/memfasilitasi lahan
Lokasi ini memiliki luas lebih kurang untuk pendirian pabrik
100 Ha dan rencana pengembangan 2. Kemudahan dan pendampingan
lebih dari 1.000 Ha, dan proses perizinan

210 pia
Skema Investasi non-core business-nya seperti usaha
Skema investasi yang ditawarkan katering untuk makanan, konveksi
adalah penyertaan saham non-finansial untuk seragam, dan perusahaan
berupa tanah untuk membangun pabrik penyedia layanan pembersihan
yang dihitung sebagai penyertaan gedung / cleaning servis, dsb.
modal Pemerintah Kabupaten Nagan
Alur Perizinan
Raya terhadap keseluruhan saham yang
diperlukan untuk menjalankan proyek Langkah-langkah perizinan yang harus
pabrik minyak goreng ini dengan imbal dilalui oleh investor berdasarkan
bagi hasil sesuai dengan jumlah saham. sektor yang ditawarkan di Kabupaten
Nagan Raya :
Mitra Lokal 1. Rekomendasi Bupati
Untuk menjamin suplly bahan 2. Izin Lokasi
baku, Pemerintah Nagan Raya akan 3. Izin Lingkungan
membantu memfasilitasi kemitraan
Adapun izin-izin lain yang diperlukan
antara pabrik minyak goreng ini
akan didampingi prosesnya oleh
dengan beberapa mitra lokal yang
staf perizinan DPMPTSP Kabupaten
dapat menyediakan bahan baku yang
Nagan Raya.
diperlukan.
• PT. Ujong Neubok Estimasi Investasi
• PT. Fajar Baizhuri and Brothers Investasi
• PT. Kalista Alam
• PT. Sawit Nagan Raya Makmur
IDR 115 miliar
• PT. Ensem Lestari Modal Kerja
• PT. Berata Subur Persada IDR 222 miliar
• PT. Raja Marga Estimasi Pendapatan
• PT. Surya Panen Subur
• PT. Karisma Iskandar Muda IDR 245 miliar
• PT. Socfindo Seumayam Net Present Value
• PT. Socfindo Seunagan. 201587772.1
Internal Rate Return
Selain perusahaan-perusahaan tersebut
jika diperlukan Pemerintah Kabupaten 50.15%
Nagan Raya melalui DPMPTSP Nagan Benefit Cost Ratio
Raya juga bisa membantu memitrakan
calon investor yang masuk untuk proyek
2.761295268
Jangka Waktu Pengembalian Modal
ini dengan UMKM yang sudah dibina
untuk mendukung aktifitas perusahaan 3 Tahun
pia 211
Pengembangan Kawasan Produksi
Pisang Cavendish di Bener Meriah

Bener Meriah memiliki posisi brasil, dari hasil uji coba di Bali,
strategis berada di tengah-tengah Lampung dan Bener Meriah,
Provinsi Aceh dengan Ibukota hasil di Bener Meriah lebih baik,
[Link] geografis terletak Komitmen Pemerintah Kabupaten
pada 4o33’50”- 4o54’50” Bener Meriah untuk mendukung
Lintang Utara dan 96o40’75”- pengembangan pisang cavendis
97o17’53”Bujur Timur. Batas diharapkan meningkatkan
wilayah Bener Meriah, Meliputi: produktivitas, daya saing, dan
Sebelah Timur: Berbatasan kontinuitas produk pisang
dengan Kabupaten Aceh Timur Cavendish dan mengundang calon
dan Kabupaten Aceh Utara; investor yang berminat untuk
Sebelah Utara: Berbatasan dengan berinvestasi di Bener Meriah.
Kabupaten Bireuen, Kabupaten
Aceh Utara dan Kabupaten Aceh
Timur,Sebelah Selatan: Berbatasan Di Kabupaten Bener Meriah
dengan Kabupaten Aceh Tengah sudah dilakukan:
dan Kabupaten Aceh Timur; dan ʬ Demplot Pisang Cavendish seluas
Sebelah Barat: Berbatasan dengan 3 Ha dengan Populasi 2.200
Kabupaten Bireuen dan Kabupaten batang / Ha dengan jumlah
Aceh Tengah. Dengan ketinggian keseluruhan bibit 6.600 batang,
rata-rata 100 – 2500 mdpl. dengan sumber dana PT. Great
Giant Pineapple (GGP).
Pemerintah Kabupaten Bener ʬ Produksi Pisang Cavendish
Meriah dengan upaya peningkatan sampai dengan Bulan Juni 2021
hasil perkebunan terutama sebanyak 2.935 Box atau 39.036
pengembangan komoditi pisang Kg dengan jumlah tandan 1.498
cavendis yang berasal dari negara Tandan.

212 pia
Kebun pisang cavendish di Bener Meriah

Jumlah Lahan yang tersedia Lokasi Proyek


untuk pengembangan Budi daya Luas Lahan: Tanah Masyarakat:
Cavendish berkisar antara 2.000 1.600 Ha
sampai 3.000 Ha yang terletak di Lokasi: Kecamatan Pintu Rime
Kecamatan Pintu Rime Gayo. Gayo Base: Kampung Negeri
Antara, Alur Gading, Alur Cicin,
Blang Rakal Kabupaten Bener
Meriah
Kuasa Lahan: Dinas Pertanian
Tanaman Pangan Kabupaten
Bener Meriah
Peruntukan Lahan: Berdasarkan
RTRW, Tanah kebun masyarakat.

pia 213
U

KAB. BIREUEN 10 0 10 20 Miles

KAB. ACEH UTARA


Pintu Rime Gayo

Syiah Utama
Permata
Gajah Putih
Bener Kelipah Mesidah
Timang Gajah

Wih Pesam Bukit


Bandar
KAB.
ACEH
TIMUR

KAB. ACEH TENGAH

Lokasi ini dapat diakses dengan jarak:

Ke Jalan Utama 1 Km waktu tempuh 10 menit

Ke Ibu Kota Kabupaten 50 Km waktu tempuh 60 menit

Ke Bandara Rembele 50 Km waktu tempuh 60 menit

Ke Bandara Sultan Iskandar Muda 80 Km waktu tempuh 90 menit

Ke Pelabuhan Krueng Geukueh 90 Km waktu tempuh 120 menit

Peluang Pasar Keunggulan khusus budidaya


pisang cavendish di Kabupaten
Peluang Pasar Pisang Cavendish
Bener Meriah dari segi produksi
selain eksport ke Tionghoa, Jepang
akan lebih baik dari segi kualitas
dan Uni Emirat Arab, pisang
dan kuantitas pisang dibandingkan
cavendish juga masih di butuhkan
dengan daerah lain di Indonesia, hal
di pasar Nasional. Saat ini pisang
ini dapat dilihat dari hasil uji coba
cavendish dipasarkan oleh PT Giant
budi daya pisang ini pada tahun
Pine Apple (GGP) yang merupakan
2019, produksi yang dihasilkan
salah satu perusahaan besar yang
dapat mencapai rata-rata 35 Kg
terkenal dalam pemasaran buah-
per tandan pisang yang dihasilkan,
buahan berskala Internasional.

214 pia
berbeda dengan daerah Kegiatan Investasi:
lain yang hanya berkisar
• Penyiapan lahan
antara 20 sampai 30 Kg
1. Sewa Lahan dan pengolahan
per Tandannya. Dari segi
2. Penanaman (bibit dan biaya tanam)
peluang pasar pisang
Cavendish dari Bener • Perawatan dan pemupukan
Meriah ini lebih diminati 1. Pemupukan
di Uni Emirat Arab serta 2. Penyiangan
wilayah Timur Tengah 3. pemangkasan
lainnya. • Pasca Panen
1. Alat Angkutan
Investasi Yang Ditawarkan: 2. Packing Proccess
Kapasitas produksi : • Pengadaan alat pendukung lainnya IDR
Ton/Tahun 200 juta

Estimasi Investasi:

a. Tahun Pertama
Biaya Produksi per Ha:
1. Sewa lahan Rp.4.000.000
2. Pengolahan Lahan Rp.4.000.000
3. Bibit F0 Rp. 2.400 x 20.000 Rp. 48.000.000
4. Peralatan, (Cangkul, Arit, Sabit) Rp. 130.000
5. Pupuk Rp.2.000.000
6. Pestisida Rp. 2.000.000
7. Ongkos Pekerja Penyiangan 4 orang Rp. 12.800.000
x 4 hr x 4 kali
8. Ongkos Pekerja Pemangkasan, Rp.9.600.000
Pemupukan, hari x 6 kali perawatan
4 orang x 2
9. Biaya Pasca panen 2.400 x Rp. 10.000 Rp. 24.000.000
Jumlah Biaya Produksi Rp.106.530.000
Jumlah Investasi untuk 40 Ha = [Link]

pia 215
Keuntungan:
Berat rata-rata tandan pisang diatas merupakan asumsi terendah dari berat
tandan pisang cavendish yang berada di kisaran 20 kg – 35 kg. Harga jual
pe Kg mencapai 20.000 s/d 23.000 per Kg.

Jumlah rata-rata produksi per ha 2400 x 3.000 x 25 = Rp. 180.000.000


Jumlah Harga hasil produksi 40 Ha Rp. [Link]
Keuntungan pada tahun Pertama adalah:
[Link] - [Link] – 200.000.000 = Rp. [Link]

b. Tahun Kedua
Pada Tahun kedua, menggunakan anakan pisang yang tumbuh setelah
panan sebanyak 2 anakan (pohon).
Biaya Produksi per Ha:
1. Sewa lahan Rp.4.000.000
2. Pengolahan Lahan Rp.1.000.000
3. Bibit Rp. 0
4. Peralatan, (Cangkul, Arit, Sabit) Rp. 130.000
5. Pupuk Rp.3.000.000
6. Pestisida Rp. 3.000.000
7. Ongkos Pekerja Penyiangan 4 orang x 4 Rp. 12.800.000
hr x 4 kali
8. Ongkos Pekerja Pemangkasan, Rp.9.600.000
Pemupukan, perawatan 4 orang x 2 hari
x 6 kali
9. Biaya Pasca panen 2.400 x Rp. 10.000 Rp. 48.000.000
Jumlah Biaya Produksi Rp.84.530.000
Jumlah Investasi untuk 40 Ha = [Link]

216 pia
Keuntungan:
Berat rata-rata tandan pisang diatas merupakan asumsi terendah dari berat
tandan pisang cavendish yang berada di kisaran 20 kg – 35 kg. Harga jual
pe Kg mencapai 20.000 s/d 23.000 per Kg.

Jumlah rata-rata produksi per ha 2400 x 3.000 x 20 = Rp. 288.000.000


Jumlah Harga hasil produksi 40 Ha Rp. [Link]
Keuntungan pada tahun Kedua adalah :
[Link] - [Link] = Rp. [Link]

Total Investasi Tahun 1 dan II adalah:


[Link]+ [Link] = Rp. [Link]
Keuntungan Tahun I dan II adalah:
[Link]+[Link] = Rp [Link]

Insentif: Daya Dukung yang tersedia :


Mempermudah dalam proses • Terdapat 32.000 KK Petani yang
pengurusan perizinan ( proses tergabung dalam 1.610 Poktan.
perizinan secara umum ditangani
• Tersedia
oleh daerah).
- 143 orang tenaga Penyuluh Pertanian
Pengurangan harga sewa lahan milik
- 3 Orang Pengamat Hama dan Peyakit
Pemerintah Kabupaten sebesar 25-
- 2 Orang Pengawas Benih Tanaman.
50%
• Tersedia 10 Unit Balai Penyuluhan
Skema Investasi : Pertanian.

Skema investasi dengan pembagian • Tersedia 1 Unit Balai Benih (Tanaman


persentase saham ( besaran Buah) di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
persentase disepakati ). • Tersedia 1 Unit Cold Storage (7 Box
Pendingin) di Kecamatan Wih Pesam.
Mitra Lokal
• Tersedia Alat Mesin Pertanian
Kelompok Tani /Koperasi yang ada - Traktor Besar 15 Unit
di Kecamatan Pintu Rime Gayo - Traktor Sedang 3 Unit
(Koperasi Diana Makmur) - Hand Tractor 48 Unit,
- dan Alat Pertanian Kecil Lainnya

pia 217
Pembangunan Pabrik
Saos Pasta di Aceh Tengah
KABUPATEN Aceh Tengah Kabupaten Tengah pusat
merupakan daerah dataran tinggi pengembangan hortikurtara
dengan ketinggian antara 500- terbesar di Aceh, kehadiharan
2.600 meter diatas permukaan industri hilirisasi hasil pertanian
laut, terletak pada posisi 40 sangat diharapkan sebagai upaya
22’14,22”-40 42’ 40,8” Lintang meningkatkan penghasilan
Utara dan di antara 950 15’ masyarakat, menjaga kestabilan
23,6” - 970 22’ 10,76 Bujur harga dan multiflyer effect terhadap
Timur. perekonomian Aceh Tengah.
Berbatasan dengan Kabupaten Pemerintah Aceh Tengah
Bener Meriah, Bireuen dan Pidie mengundang para investor
di sebelah utara, Kabupaten Gayo untuk berinvestasi pada sektor
Lues, Aceh Barat dan Nagan Raya hilirisasi komoditi petanian yaitu
di sebelah selatan, Kabupaten menawarkan peluang investasi
Acerh Timur dan Gayo Lues di PEMBANGUNAN INDUSTRI
Sebelah Timur, dan Kabupaten PENGOLAHAN SAOS PASTA,
Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo dengan mempertimbangkan
Lues dan Pidie di sebelah barat. kecukupan bahan baku seperti
tomat, cabe, dan bawang sebagai
Aceh Tengah dengan Ibukota
bahan baku.
Takengon berada di wilayah
pegunungan, memiliki iklim
tropis berhawa sejuk dengan
suhu 20-10 C dan hawa terpanas
mencapai 26,6 C yang sangat
potensial untuk daerah pertanian.
Struktur lapangan usaha sebagian
besar masyarakat masih belum
bergeser dari lapangan usaha
pertanian, kehutanan dan
perikanan yang berperan besar
sebagai penggerak perekenomian
Kabupaten Aceh Tengah.

218 pia
Foto Ilustrasi

Ketersediaan Bahan Baku Saos Pasta


Di Kabupaten Aceh Tengah:
Luas Tanam (Ha) Komoditi Bahan Baku Saos Pasta
Di Kabupaten Aceh Tengah
Luas Tahun % %
Tanam Pertumbuhan Pertumbuhan
(Ha) 018 2019 2020 2019 2020

Tomat 140 142 120 1,43 -18,33

Cabe Merah 1.247 1.128 1.518 -9,54 25,69

Cabe Rawit 1.049 940 1.457 -10,39 35,48

Bawang
251 268 211 6,77 -27,01
 Merah

Bawang
14 104 7 642,86 -1385,71
Putih

SUMBER : DINAS PERKEBUNAN DAN PERTANIAN ACEH

pia 219
Luas Panen (Ku) Komoditi Bahan Baku Saos Pasta
di Kabupaten Aceh Tengah

Tahun % %
Produksi Pertumbuhan Pertumbuhan
(Kuintal) 2018 2019 2020 2019 2020

Tomat 90.695 63.501 157.201 -29,98 147,56

Cabe Merah 380.524 343.085 442.898 -9,84 29,09

Cabe Rawit 323.862 302.301 396.679 -6,66 31,22

Bawang
18.299 21.405 28.376 16,97 32,57
Merah

Bawang
254 2.570 6.561 911,81 155,29
Putih

SUMBER : DINAS PERKEBUNAN DAN PERTANIAN ACEH

KAB. BIREUEN

Ketol
KAB. PIDIE

KAB. BENER MERIAH


Rusip Antara Kute Panang
Kebayakan U KAB.
Silih Nara Bebesan ACEH
KAB. ACEH BARAT TIMUR
Bies
Celala Lut Tawar
KAB. NAGAN RAYA
BLANG BEBANGKA Bintang
Pegasing
Atu Lintang

Jagung Jeget
Linge

KAB. GAYO LUES

220 pia
Jenis Varietas Komoditi yang Dikembangkan dan Jumlah Lahan
Kosong untuk Pengembangan di Kabupaten Aceh Tengah

Jumlah lahan
kosong untuk
pengembangan
Varietas yang masing-masing
Komoditas dikembangkan komoditas

Tomat Kendedes 119 Ha

OR TWIS 42 1.560 Ha
Cabe Merah
Cabe Keriting

Panca 1.568 Ha
Cabe Rawit
Bibit Lokal

Bawang Gayo 211 Ha


Bawang Merah Batu Ijo
Tajuk

Bawang Putih Lumbu Ijo 7 Ha

Lokasi Proyek Investasi


Luas Lahan : 1 Ha
Daerah : Desa Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing,
Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, titik koordinat:
N 4°36’12.2” E 96°48’54.0” Elevasi 1.258 meter
Status Lahan : Milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah
Kuasa Lahan : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tengah
Peruntukan Lahan : Kawasan Industri Berdasarkan RTRW Nomor 2
masa berlaku sampai dengan tahun 2036.

pia 221
Foto Ilustrasi

Aksebilitas Lokasi Proyek Investasi


Lokasi ini dapat diakses dengan jarak:

Ke Jalan Utama 6,4 Km waktu tempuh 13 menit

Ke Ibu Kota Kabupaten 7,6 Km waktu tempuh 14 menit

Ke Bandara Rembele 24,1 Km waktu tempuh 41 menit

Ke Bandara Sultan Iskandar Muda 313 Km waktu tempuh 6 jam 17 menit

Ke Pelabuhan Krueng Geukueh 111 Km waktu tempuh 2 jam 38 menit

222 pia
Foto Ilustrasi

Ke Pusat Bahan Baku:

Kecamatan Jagong Jeget 30 Km waktu tempuh 1 jam 30 menit

Kecamatan Ketol 30 Km waktu tempuh 1 jam 30 menit

Kecamatan Lut Tawar 10 Km waktu tempuh 30 menit

Kecamatan Atu Lintang 20 Km waktu tempuh 1 jam

Foto Ilustrasi

pia 223
Peluang Pasar daerah penghasil bahan baku utama
saos seperti tomat, cabe, bawang
Pangsa pasar saos tomat diperkiran
ingin menawarkan pembangunan
akan mencapai $23 miliar pada
pabrik soas pasta dengan jaminan
tahun 2025 dengan pertumbuhan
bahan baku yang segar yang akan
Compound Annual Growth Rat
menjamin kualitas produk.
(CAGR) sebesar 4,2% selama
periode perkiraan 2020-2025, hal Pembangunan pabrik saos pasta
ini dikarenaka adanya perubahan ini dengan harapan bisa mengolah
pola makan dan gaya hidup, saos bahan baku saos (tomat, cabe,
tomat dengan pilahan rasa yang bawang) menjadi pasta dan akan
bervariasi, harga yang ekonomis bekerjasama dengan produsen
dan juga pelengkap makanan saos besar di Indonesia seperti
yang paraktis merupakan faktor (Indofood, Unilever, Heinz dll).
meningkatnya pertumbuhan
penggunaan saos tomat. “Penelitian Investasi Yang Ditawarkan:
“Tomato Ketchup Market Forecast
Pembangunan Pabrik Saos Pasta:
(2020-2025)”, oleh Industry ARC.
Kapasitas: 40 Ton/Tahun
Pasar saus sambal dalam kemasan
Indonesia diyakini memiliki Kegiatan Investasi:
potensi yang besar dengan omzet
Pembangunan Pabrik IDR 1 miliar
mencapai Rp1,5 triliun, hal ini
Pengadaan Mesin dan Peralatan IDR
diitandai dengan terjadinya
700 juta
tren perkembangan pasar saus
Penyediaan alat angkutan IDR 2
sambal kemasan tumbuh positif
miliar
yang ditandai semakin agresifnya
Pengadaan alat inventaris dan
beberapa merek untuk berinovasi
lainnya IDR 200 juta
dan mengeluarkan produk baru
yang dibutuhkan masyarakat.
Estimasi Investasi
Pemain besar di industri saus
Investasi IDR 1,5 miliar
sambal kemasan mulai beranjak
Peralatan IDR 700 juta
merambah pasar baru seperti
Modal Usaha IDR 800 juta
sambal tradisional yang semakin
Net Present Value IDR 248.319.450
hari semakin banyak diminati oleh
Internal Rate Return 20%
masyarakat di Tanah Air. “Gabungan
Discount Factor (DF) 14% selama 5
Perusahaan Makanan dan Minuman
tahun
(GAPMMI)”.
Benefit Cost Ratio Ratio 1,78
Aceh Tengah merupakan salah satu

224 pia
Kebun tomat di Aceh Tengah

IRR = 0,20 ATAU 20% (lebih besar Skema Investasi :


dari 14%)
1. Patungan Modal
Kriteria IRR > SOCC maka Proyek
(Joint Venture):
Feasible
Net B/C = 1,78 • Nilai tanah yang dimiliki
Kriteria Net B/C > 1 maka Proyek Pemerintah Kabupaten Aceh
Feasible menjadi nilai investasi Pemda.
• Total nilai investasi (bangunan,
Insentif dari Kabupaten peralatan dan operasional)
Tanah dan proses perizinan yang dikeluarkan investor
dipercepat dan dipermudah. menjadi nilai investasi investor.
Semua pajak untuk tahun pertama • Proporsi antara nilai tanah dan
ditiadakan/dibebaskan. nilai investasi mitra menjadi
Memfasilitasi jaln untuk menuju dasar dalam menentukan
Pabrik Saos Pasta proporsi kepemilikan atau
Aliran Listrik ekuitas masing-masing pihak.
Air Bersih
• skema kompensasi yang
digunakan adalah skema
bagi hasil (profit sharing)
berdasarkan keuntungan yang
diperoleh.

pia 225
2. Sewa Guna Usaha (Leasing) : atas penggunaan lahan baik
yang dilakukan sendiri oleh
• Pemerintah Aceh Tengah
penyewa atau oleh operator
bertindak sebagai menyewakan
yang ditunjuk penyewa.
(lessor), sedang investor
sebagai penyewa (lessee) yang • Pemilik lahan hanya berhak
diikat dalam suatu perjanjian atas nilai sewa yang harus
sewa guna (leases agreement). dibayarkan penyewa dengan
besaran yang telah disepakati
• Penyewa (investor)
pada awal perjanjian.
memiliki keleluasaan untuk
mengusahakan lahan
yang disewa termasuk
mengembangkan lahan
Mitra Lokal
dengan mendirikan bangunan
diatasnya dengan syarat BUMD TANOH GAYO
setelah jangka waktu Perusahaan Daerah (PD)
penyewaan berakhir tanah Pembangunan Tanoh Gayo
dan segala sesuatu yang didirikan berdasarkan peraturan
berdiri diatasnya diserahkan Kabupaten Aceh Tengah Nomor 5
sepenuhnya kepada pemilik Tahun 1996 Tentang Pertusahaan
lahan. Daerah Pembangunan Dargah
Tanoh Gayo Kabupaten
• skema kompensasi yang
Daerah Tingkat II.
digunakan adalah skema
tarif yang didasarkan pada
PD. Pembangunan Tanoh Gayo
nilai tanah.
(BUMD Aceh Tengah) juga telah
• penyewa dimungkinkan untuk mendapatkan izin usaha dari
menjalankan sendiri suatu Gubernur yaitu : Keputusan
usaha yang berkaitan dengan Gubernur Nomor : 522.614/
penggunaan lahan atau BP2T/1046/IUPHHBK/V/2014
membentuk entitas bisnis baru Tentang Pemberian izin Usaha
selaku operator. Pembentukan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan
entitas bisnis tersebut dapat Kayu kepada PD Pembangunan
dilakukan tanpa keterlibatan Tanoh Gayo Kabupaten Aceh
pemilik lahan. Tengah, diantaranya: Pinus, kopi,
• Pemilik lahan tidak berhak kontruksi dan pembangunan,
atas pendapatan atau komoditi pangan, industri creatif
keuntungan yang diperoleh dan pariwisata.

226 pia
pia 227
Pembangunan Pabrik
Pakan Ikan dan Udang
di Aceh Tamiang

KABUPATEN Aceh Tamiang memiliki


potensi pertanian dan populasi ternak dan
perikanan yang cukup besar serta dukungan
limbah pertanian dan perikanan yang
potensial untuk diolah dan dimanfaatkan
untuk memproduksi pakan yang berkualitas
dalam bentuk jadi. Kenyataan selama ini
menunjukkan bahwa pakan komersil yang
memenuhi pasar lokal adalah dari luar
daerah Kabupaten Aceh Tamiang khususnya
Sumatera Utara.
Kenyataan tersebut sesungguhnya
Pembibitan Udang Vaname
merupakan tantangan sekaligus peluang
bagi pengembangan usaha dibidang pakan
untuk memenuhi kebutuhan domestik,
dengan memanfaatkan sumberdaya lokal
yang ada sehingga biaya produksi usaha
dapat ditekan. Keberadaan industri pabrik
pakan di daerah ini merupakan jawaban
atas berbagai persoalan ketersediaan pakan
di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya dan
Provinsi Aceh pada umumnya.

228 pia
Kincir air digunakan
untuk menyuling air
agar tetap bersih dan
memberikan suplai
oksigen pada udang.

pia 229
Pemerintah Aceh Tamiang
mengundang investor untuk
membangun pabrik pakan,
dengan pertimbangan bahan baku
yang tersedia di Aceh Tamiang
dan kabupaten lain di Aceh
serta Provinsi Sumatera Utara.
Lokasi proyek investasi berada
di Kecamatan Manyak Payed,
Bendahara dan Karang Baru
Peluang Pasar
Mahalnya harga pakan ikan dan
udang produksi perusahaan besar
sudah lama dikeluhkan petani ikan
dan udang akibat masih tingginya
ketergantungan kepada bahan
baku impor terutama tepung ikan.
Kajian pembangunan pabrik pakan
berupaya memproduksi pakan ikan
dengan kualitas standar dan harga Tambak Udang Vaname
jual yang murah sebagai strateginya.
Bahan Baku
Investasi yang Ditawarkan
Dengan memanfaatkan bahan baku
lokal seperti bungkil kelapa sawit, Pembangunan Pabrik Pakan Udang
jagung, gaplek, limbah ikan dan dan Ikan
udang untuk kebutuhan pakan ikan Estimasi Investasi
dan udang berkualitas tinggi yang • Investasi IDR [Link]
tersebar di wilayah Aceh Tamiang
• Biaya investasi awal
dan kabupaten sekitarnya serta
Rp 11.720.000
Provinsi Sumatera Utara, diharapkan
dapat menekan biaya produksi • Biaya operasional awal
budidaya ikan dan udang. Rp 2.753.600

230 pia
• Net Present Value: maka iinvestasi layak untuk
(PVb-PVc) = dikembangkan
Rp [Link] –
• Break Even Point
Rp [Link] =
- BEP Produksi = Biaya
Rp [Link],
produksi/harga jual pakan=
jika NVP > 0 maka,
Rp 14.473.600/Rp 950 =
investasi dapat dikatakan layak.
1.523.537 Kg = 1.524 Ton.
• Banefit Cost Ratio = - BEP Harga = Biaya produksi/
PVb/PVc = jumlah produksi pakan =
Rp 14.473.600/Rp 3.941.820
[Link]/[Link] kg= 3,679 Kg.
= 1,73 B/C Ratio > 1,

pia 231
Pengembangan Nurul Arafah
Islamic Center & Banda Aceh
Business Center

Nurul Arafah Islamic Center (NAIC)


berfungsi sebagai convention centre
religi dengan kapasitas 30 ribu
jemaah dari berbagai negara islam,
khususnya dari ASEAN.
Peluang Pasar :
Banda Aceh adalah salah satu kota
dalam provinsi Aceh dan sebagai
Ibukota Provinsi merupakan pusat
pemerintahan Aceh. Kota Banda
Aceh juga merupakan kota Islam
Ketersediaan Lahan : yang paling tua di Asia Tenggara, di
mana Kota Banda Aceh merupakan
Total Area:
ibu kota dari Kesultanan Aceh
(Governmentowned/Milik
dengan potensi wisata religi yang
Pemerintah)
sangat diminati untuk dikunjungi.
7.245 M2
Analisis Kelayakan Ekonomi
Future Expansion: Payback period Proyek Gemilang
Land Acquisition / yang merupakan gabungan dari
Pembebasan Lahan Nurul Arafah Islamic Center (NAIC)

19.331 M2 dan Banda Aceh Business Center


(BSB) adalah selama 15 tahun. Net
Present Value: US$45,423,736
Lokasi: menunjukkan nilai positif, dengan
Jl. Iskandar Muda Gp. Ulee Lheu nilai Internal Rate of Return sebesar
Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh 11.00%.

232 pia
Nurul Arafah Islamic Center (NAIC)

Lokasi lahan Nurul Arafah


Islamic Centre (NAIC),
Ulee Lheue

Nurul Arafah Total Investasi

Islamic Center IDR 331,046,000,000


(NAIC)
(USD 24.2 Million)
Estimasi Investasi : Skema Kerja Sama:
Fasilitas Pendukung Bangun Guna Serah

IDR 49,365,000,000 Kegiatan Investasi :


(USD 3.6 Million) Rencana pengembangan: jalan,
jembatan, tempat parkir, mesjid
dan menara, tempat wudhuk,
Bangunan Utama zikir plaza, sekolah tahfiz, sekolah

IDR 281,681,000,000 asrama, wisma, klinik kesehatan,


mini market , took sovenir dan
galeri makanan, kantor pos, taman
(USD 20.5 Million) dan lanskap.

pia 233
Banda Aceh
Business Center
(BSB)
Ketersediaan Lahan:
Total Area:

11,727 M2
Kepemilikan:
Milik Pemerintah

Lokasi:
Kawasan Strategis (Pusat Kota Tua)
Jl. Cut Meutia Gp. Baru Kecamatan
Baiturrahman Kota Banda Aceh

Kegiatan Investasi :
Banda Aceh Business Center akan
dikembangkan sebagai pusat bisnis/
business district dengan konsep
perhotalan, mall terintegrasi dengan
Lokasi lahan Banda Aceh Business Center
moda modern dan diharapkan (BSB), Keudah, Banda Aceh
dapat meningkatkan pendapatan
daerah.

Estimasi Investasi

IDR 461,024,190,000 Skema Kerja Sama:


Kerja sama pemerintah dengan
(USD 33.8 Million) badan usaha (KPBU).

234 pia
Banda Aceh Business Center (BSB)

pia 235
Proyek Pengembangan
Lapangan Golf Lhoknga

PERKEMBANGAN olah raga golf Berdasarkan hal tersebut diatas


tidak terlepas dari pembangunan maka perlu dilakukan suatu kajian
lapangan golf dengan standarisasi yang diharapkan nantinya akan
yang memadai, jumlah peminat menghasilkan standarisasi lapangan
golf dari tahun ke tahun yang terus golf yang dalam pengelolaannya
berkembang. Hal tersebut terlihat berbasis pada bisnis dalam
dari jumlah pengunjung dan pemain meningkatkan dan menambah
dan pegiat olah raga golf yang terus penghasilan daerah.
bertambah.
Prospek investasi dari lapangan
golf itu sangat besar, sehingga perlu
adanya pengelolaan yang dilakukan
secara profesional. Kondisi saat
Lokasi Kegiatan
ini lapangan golf belum terkelola
dengan baik, sehingga dianggap Lokasi dari kegiatan Perencanaan Bisnis
penting dilakukan sebuah kajian Plan Lapangan Golf untuk wilayah
rencana pengembangan lapangan Banda Aceh dan Aceh Besar terpusat di
golf dalam beberapa tahun yang Lapangan Golf Lhok Nga Kabupaten
akan datang. Dengan adanya Aceh Besar yang hanya berjarak 20
analisis bisnis jenis olahraga golf Km atau sekitar kurang lebih 25 menit
dapat menghasilkan beberapa perjalanan darat dari Kota Banda Aceh,
gambaran mengenai prospek Ibukota Provinsi Aceh. Berikut adalah
lapangan golf dari segi keuangan, peta lokasi Lapangan Golf Aceh.
trend dan prospek pasar. Lokasi kegiatan Bisnis Plan Lapangan

236 pia
Lapangan Golf Mon Ikeun, Lhoknga

Golf terletak di Jalan Lapangan Arah Program Investasi


Maimun Saleh, Desa Mon Arah pengembangan kawasan Lapangan
Ikeun Kecamatan Lhoknga, Golf Lhoknga dapat dijelaskan, antara lain:
Kabupaten Aceh Besar.
a. Meningkatkan perekonomian kawasan
Luas Lahan: melalui pengembangan wilayah
Kabupaten Aceh Besar atau Provinsi
± 520.788 m2 Aceh agar dapat terintegrasi kawasan
Kondisi Lahan: dengan pertumbuhan ekonomi
Tanah berkontur variasi masyarakat di sekitarnya.
(datar dan berbukit) sebagai b. Meningkatkan partisipasi aktif dari kalangan
lapangan golf investor dalam peningkatan fungsi dan
kualitas kawasan dalam mendorong
Peruntukan Lahan: berputarnya kembali roda perekonomian
Rencana Bisnis Pengembangan masyarakat yang dapat mempercepat
Lapangan Golf di Lhoknga. pengembangan kawasan yang mandiri.

pia 237
Pemandian Ie Seum
Aceh Besar

KABUPATEN Aceh Besar terletak Peluang Pasar


pada garis 5,05° - 5-75° LU dan Salah satu objek wisata yang ingin
94,99° - 95.93° BT. Sebelah Utara dikembangkan secara profesional
berbatasan dengan selat malaka dan adalah Objek Wisata Pemandian Air
Kota Banda Aceh, Sebelah Selatan Panas (Ie Seum) yang merupakan
berbatasan dengan Kabupaten objek wisata tirta dengan aliran air
Aceh Jaya, Sebelah Timur dengan panas alami dengan suhu berkisar
Kabupaten Pidie, dan Sebelah antara 40°c hingga 90°c ini berasal
Barat berbatasan dengan Samudera dari kaki Gunoeng Meuh (Gunung
Hindia. Aceh Besar dengan luas Emas) Seulawah Agam. Gunung ini
wilayah 2.903,50 km² memiliki bertipe gunung api strato dengan
destinasi wisata sebanyak 68 objek, ketinggian 1749 mdpl. Suhu udara
yang terdiri dari 51 objek wisata di kawasan in minimum 19-21°c dan
alam, 6 objek wisata budaya dan maksimum 25-30°c
11 objek wisata minat khusus.
Sebagaian besar wilayahnya berada Lebih kurang 35.000 orang
di daratan dan sebagian kecil berada wisatawan baik dari dalam maupun
di kepulauan. Kabupaten Aceh Besar luar kota berkunjung ke Ie Seum,
memiliki kawasan hutan baik hutan lokasi ini menjadi salah satu pilihan
lindung maupun kawasan budidaya. wisata tirta selain pantai pada saat
akhir pekan. Dengan menyuguhkan
Ketersediaan Lahan pemandangan perbukitan yang asri
dengan aliran saluran kecil yang
Objek wisata pemandian air panas
mengeluarkan asap, pengunjung
Ie Seum secara geografis terletak
dapat menikmati sensasi berendam
di Gampong Ie Seum Kecamatan
air panas yang dapat merelaksasikan
Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar
tubuh.
Provinsi Aceh berada pada Secara
geografis berada pada 5°22’12,3”
LU dan 95°37’46,5”. Lokasi wisata
ini dengan Luas lahan ± 8 Ha milik
Pemerintah Daerah.

238 pia
Wisata Pemandian Ie Seum, Mesjid Raya, Aceh Besar

Pengelolaan wisata Ie Seum saat ini Fasilitas yang akan dibangun tahun
dibawah Dinas Pariwisata, Pemuda 2020 adalah Kolam Pemandian
dan Olah Raga Kabupaten Aceh Air Dingin Mesin Pompa Air dan
Besar, berikut fasilitas yang telah Pipa Saluran. Penambahan sarana
dibangun: dan prasara penunjang diharapkan
dapat meningkatkan daya tarik
• Parkir Area 2 unit
pengungjung Ie Seum.
• Kolam pemandian 3 unit (pria
& wanita luas 20 x 15 m dengan
Investasi Yang Ditawarkan
ketinggian 165 m dan kolam
Anak-anak luas 6 x 6 m) Pengembangan dan Pengelolaan
• Playground dengan ukuran 20 m Wisata Pemandian Ie
x 20 m Seuem, dilokasi destinasi ini
• MCK 7 unit dibutuhkan fasilitas umum yang
• Mushalla 5 x 7 m representatif, tempat bermain
• Kantin 15 unit kios dan anak, kolam pemandian baru
kios Sovenir 8 unit dikelola untuk terapi, lapangan parkir,
masyarakat setempat kios kuliner dan bimtek untuk
• Gazebo kayu meningkatkan SDM.
• Kamar mandi sauna 8 unit

pia 239
Lokasi
Desa : Ie Seum
Kecamatan : Mesjid Raya
Kabupaten : Aceh Besar
Provinsi : Aceh
Luas : ± 8 Ha
Status : Hutan Pegunungan
Kuasa Lahan : Pemerintahan Daerah

Kegiatan Investasi
1. Rencana Pengembangan
2. Pelebaran jalan
3. Lahan parkir
4. Café atau rumah makan
5. Toko Souvenir
6. Lahan potensial untuk wisata
agroindustri
7. Saluran sirkulasi air yang lebih
representatif
8. Akses disabilitas
9. Perluasan kolam pemandian
10. Kamar ganti / toilet
11. Tempat bermain anak
12. Fasilitas tempat beribadah asumsi pertumbuhan sekitar 300%,
13. Terapi sauna dari 35.000 wisatawan pertahun
14. Cottage / Penginapan meningkat menjadi 105.000
15. Ruang Terbuka Hijau wisatawan pertahun.
16. Promosi melalui media massa Perbaikan dan pengembangan
17. Pengembangan dan fasilitas pendukung juga secara
pemeliharaan fasilitas dan signifikan akan meningkatkan biaya
taman tiket masuk dari sebelumnya Rp.
3.000,- perorang menjadi sekitar
Estimasi Investasi Rp. 30.000,- perorang Asumsi
Dengan pembangunan berbagai ini dibangun berdasarkan analisa
fasilitas penunjang yang disebutkan terhadap data sekunder tentang
di atas, diharapakan dapat jumlah dan pengelolaan obyek
meningkatkan jumlah dan intensitas wisata yang terorganisir secara
kunjungan wisatawan dengan professional di Aceh Besar.

240 pia
Wisata Pemandian Ie Seum,
Mesjid Raya, Aceh Besar Investasi:
Rp. 10 Miliyar
Modal Kerja:
Rp. 2 Miliyar
Estimasi Pendapatan tahunan:
Rp. 3.15 Milyar
Jangka Waktu Pengembalian Modal:
4 Tahun
Skema kerja sama
Kerjasama Pemanfaatan (sesuai
kesepakatan dengan pimpinan
daerah)

pia 241
Pengembangan Wisata
Lingkok Kuwieng Pidie

Kabupaten Pidie terletak pada Kabupaten Pidie memiliki beberapa


posisi antara 04,30º - 04, 60º destinasi wisata andalan seperti
Lintang Utara dan 95,75º - 96,20º Pemandian Air Panas Beungga,
Bujur Timur, dengan wilayah Wahana Lestari Rafting Pidie, Pantai
daratan seluas 3.562,14 Km2 yang Pelangi, Guha Tujoh dan Lingkok
terdiri dari 23 kecamatan, wilayah Kuwieng.
Kabupaten Pidie berbatas dengan
:Sebelah Timur : Berbatasan dengan Aksesibilitas :
Kabupaten Pidie Jaya. Sebelah
Barat : Berbatasan dengan
Transportasi Darat
Kabupaten Aceh Besar. Sebelah
Utara: Berbatasan dengan Selat Jalan di Kabupaten Pidie terdiri dari
Malaka. Sebelah Selatan: Berbatasan jalan negara 96 Km, jalan Provinsi
dengan Kabupaten Aceh Barat dan 267,58 Km, jalan Kabupaten
Kabupaten Aceh Jaya. 1.084,150 Km dan jalan Gampong
Kabupaten Pidie memiliki Iklim 1.798,03 Km. Transportasi di
Tropis (Dataran Rendah/Pesisir Kabupaten Pidie cukup memadai
Pantai) dan Iklim Sejuk (Dataran dengan adanya transportasi umum
Tinggi/Lembah/Pegunungan), berupa bus besar dan bus kecil
dengan tingkat Curah Hujan 1.482 untuk tranportasi antar kabupaten
mm pertahun dan suhu rata-rata dan antar provinsi, sedangkan untuk
24° – 32° C, serta memiliki panjang transportasi dalam kota terdiri dari
Sungai 567, 40 Km dan Pantai angkutan penumpang labi labi,
122 Km. Dari aspek tanahnya, pidie becak , ojek dan mobil rental.
memiliki beragam jenis tanah yang
terdiri Alluvial (Kembang Tanjong, Transportasi Udara
Pidie, Simpang Tiga), Hydromorf
Tidak terdapat transportasi udara
(Pekan Baro, Geulumpang Tiga,
di Kabupaten Pidie, Penerbangan
Mutiara, Titue, Keumala, Tiro
menuju ke Kabupaten Pidie
Truseb, Muara Tiga), Podsolik
melalui Bandara Sultan Iskandar
(Padang Tiji, Kota Sigli, Indra Jaya,
Muda (SIM) di Blang Bintang
Tangse).

242 pia
Wisata Lingkok Kuwieng Pidie

Kabupaten Aceh Besar. Selanjutnya Transpotasi Laut


menggunakan jalan darat dari
Belum adanya pelabuhan laut yang
bandara SIM menuju kota
melayani penumpang di Kabupaten
kabupaten (Sigli) yang ditempuh
Pidie. Transportasi laut terdekat
dalam waktu kurang lebih 2 jam
melalui pelabuhan Ulelheu di Kota
dengan jarak 112 km melalui jalan
Banda Aceh yang ditempuh sekitar
Nasional Banda Aceh – Medan.
dua jam menuju kota Sigli melalui
Atau melalui jalan tol dapat
jalan Nasional Banda Aceh – Medan
ditempuh dalam waktu 1 jam
atau 1 jam melalui jalan tol.
saja. Bandara SIM ini melayani
rute penerbangan domestik dan
beberapa penerbangan internasional

pia 243
Ketersediaan Lahan Kawasan Lingkok Kuwieng termasuk
dalam hutan yang berstatus kuasa
Lingkok Kuwieng disebut juga
lahan milik masyarakat dengan luas
dengan Uruek Meuh berada
lebih kurang 20 Hektar.
di Kecamatan Padang Tiji yang
berjarak 12 Km dari Kota Sigli
ibukota Kabupaten Pidie, tepatnya
Peluang Pasar
di pedalaman hutan Hagu. Lingkok Kuwieng menyajikan
Lingkok kuwieng adalah sungai fenomena alam yang sangat unik
yang bertebing batu batu gunung dan menawan. Selain bisa melihat
yang tersusun rapi, berbentuk sebuah sungai dengan airnya yang
ngarai besar menyerupai situs berwarna hijau, yang dilengkapi
kuno. Tempat ini sering disebut dengan tebing batu di sisi-sisinya.
dengan Grand Canyon-nya Aceh. Kita juga bisa menikmati suasana
Lingkok Kuwieng murni fenomena alam yang indah dan udara yang
alam, disebabkan erosi oleh air sejuk juga pepohonan hijau. Selain
pegunungan yang selalu mengalir minikmati pesona alam yang
dengan volume yang berubah- masih asli, Lingkok Kuwieng juga
ubah. Keindahan Lingkok Kuwieng bisa dijadikan sebagai tempat
dilengkapi dengan suasana alam camping. Dengan mendirikan
yang masih asri dan terjaga dengan tenda di atas tebing-tebing batu,
deretan pepohonan hijau yang tentu pengunjung bisa merasakan
tumbuh subur mengitari sungai. sensasi bermalam di tengah alam
Untuk menuju ke tempat wisata bebas dengan ditemani api unggun.
Lingkok Kuwieng dari kota Banda Destinasi wisata ini dapat menjadi
Aceh menuju Padang Tiji berjarak salah satu tempat yang langka dan
99 Km, sedangkan dari pusat kota unik dengan sumber daya alamnya
Sigli menuju Padang Tiji berjarak yang tidak pernah habis
13 KM, kemudian menempuh
perjalanan 1 jam dari pusat pasar Investasi Yang Ditawarkan :
Padang Tiji, mengikuti jalan aspal
di depan Koramil Padang Tiji Pembangunan sarana dan pasarana
selanjutnya akan memasuki jalanan destinasi wisata Lingkok Kuwieng
yang dipenuhi bebatuan yang Lokasi
merupakan jalan warga menuju ke Desa : Pulo Hagu
kebun. Mulai tahun ini jalan menuju Kecamatan : Padang Tiji
ke Lingkok Kuwieng sudah ada Kabupaten : Pidie
pengerasan yang dilaksanakan oleh Provinsi : Aceh
TNI melalui kegiatan TMMD.

244 pia
Wisata Lingkok Kuwieng Pidie

Kegiatan Investasi Estimasi Investasi


Pembangunan destinasi wisata Investasi:
ini terdiri dari beberapa kegiatan IDR 10 Miliar
investasi, diantaranya:
y Pusat Belanja Souvenir Modal Kerja:
y Area Parkir IDR 15 Miliar
y Lahan Agrowisata menuju
Estimasi Pendapatan:
tempat wisata yang melibatkan
masyarakat pemilik lahan IDR 5 Miliar/Tahun
y Tempat/pondok persinggahan Jangka Waktu Pengembalian Modal:
bagi pengunjung
5 Tahun
y Rumah Makan/ Restoran/ Café
y Toilet/ Ruang Ganti
y Penginapan Skema
y Fasilitas Ibadah
Apabila ada investor akan difasilitasi
y Fasilitas Permainan Anak
oleh Pemda Kabupaten Pidie
berdasarkan kesepakatan kerjasama.

pia 245
Peluang Kerjasama
Pengembangan
Pelabuhan CT-1 & CT-3
CT 1

PELABUHAN Teluk Sabang akan Rencana Pembangunan


dikembangkan sebagai pelabuhan
Pelabuhan Teluk Sabang
“Internasional Hub” yang dapat
melayani kapal peti kemas Terminal Kontainer (2 units)
berukuran 10.000 TEUs untuk
menjadi pintu masuk arus logistik • Kapasitas: 2.4 m TEUS
ke wilayah Indonesia Barat akibat • Fasilitas: Rail-mounted Gantry
peningkatan volume perdagangan Crane for Suezmax Vessels
hingga 12,4 juta TEUs pada tahun • Productivitas: 25-30 BCH
2039. Terminal Multiguna (1 unit)
Pelabuhan tersebut diproyeksikan • Desain Kapal: Kapal
dapat menjaring permintaan dari Conventional General Cargo atau
empat pesaing lain yakni Port of Kapal Multiguna hingga 20.000
Singapore, Port of Tanjung Pelepas, DWT
Port Klang, dan Penang Port. • Fasilitas: Derek Pelabuhan
Lingkup Proyek: (mobile)
• Kapasitas: 45 Ton Lifting Cap
1. Investasi infrastruktur dan
suprastruktur untuk terminal
multiguna yang luas; Total Area/Status Lahan
2. Pengembangan kawasan industri ± 64.4 Ha
pendukung layanan bisnis
Nilai Investasi
pelabuhan;
3. Mitra strategis antara BPKS dan USD 10 juta
pihak swasta.

246 pia
CT 3

Rencana Pengembangan Agenda:


Kawasan Sabang dikembangkan pengembangan Infrastruktur,
sebagai pusat pertumbuhan peningkatan fasilitas
ekonomi daerah dengan penekanan pendukung,,pengelolaan kargo.
pada pengembangan pelabuhan
utama (hub) yang berfungsi
sebagai pelabuhan ekspor-impor Skema Kerjasama:
(internasional) dan juga sebagai
Bangun Guna Serah (BGS)
transhipment nasional.
Kerjasama atau Bangun Guna Milik
• Terminal Kontainer atau KPS
• Terminal Multiguna
• Layanan Penyimpanan Bawah
Tanah(Bunkering Services)

pia 247
Pengembangan Yacht Marina
& Resort Di Pulau Klah
Pulau Klah, Sabang

PULAU Klah diperuntukkan pengunjung per tahun. Pulau ini


untuk wisata bahari. BPKS sempurna untuk beristirahat dan
telah menyepakati kerjasama bersantai selama akhir pekan atau
pengembangan dengan Marine melakukan berbagai kegiatan
Development Industries, Ltd. untuk berperahu seperti berlayar,
membangun dan mengoperasikan memancing, menyelam, snorkeling,
Yacht Marina di Pulau Klah. Sebagai dan atraksi antar pulau.
pintu gerbang ke Indonesia,
Salah satu industri yang dibutuhkan
Pulau Klah merupakan lokasi
untuk mendukung ekosistem
ideal bagi para pelayar (yachter).
tersebut adalah resort yang
Kedekatannya dengan marina kapal
terhubung dengan yacht marina
pesiar lainnya (Langkawi & Phuket)
bagi pelayar (yachter) maupun
memungkinkan pemilik kapal untuk
wisatawan.
berlayar dengan nyaman dari titik-
titik tersebut. Alasan berinvestasi di Pulau Klah :

Marina internasional ini, akan 1. Durasi konsesi jangka panjang,


memiliki 65 tempat berlabuh beton dengan keuntungan finansial
terapung termasuk dua tempat yang tinggi.
berlabuh untuk kapal pesiar besar 2. Pengurangan depresiasi hotel
hingga 130 kaki yang dapat berdampak pada
Selain yachters, Sabang merupakan efisiensi pajak.
tujuan wisata dengan 750.000

248 pia
Pulau Klah, Sabang

Total Area/Status Lahan Ha 12% (USD 2,145,836.48)


B/C Ratio :
Estimasi Investasi 10% = 1.16

USD 7.45 juta 12% = 1.10
Jangka waktu Konsesi: 30 Tahun; Jangka Kembali Modal:
Perkiraan Pendapatan: 10% = > 13 tahun

USD 2,526,896.55 12% => 15 tahun
IRR : 15.07%
NPV : 10% Skema Investasi
(USD [Link])

Bangun Guna Serah (BGS)

pia 249
Pembangunan
Lhok Weng Resort,
Sabang

LHOK Weng terletak di sepanjang Objek wisata: Beberapa lokasi


taman wisata bahari konservasi menyelam (dive spot and dive
di dekat Resor Gapang dan Iboih. center) dapat dicapai dalam waktu
Kawasan tersebut terintegrasi 15 menit, Pengembangan Lhok Weng
dengan Pantai Gapang dengan luas Resort terintegrasi dengan rencana
total 175 ha. pengembangan wisata lainnya seperti
yacht marina di Pulau Klah, golf dan
Profil: Lhok Weng memiliki garis resort di Bango, Resortdi Gua Sarang,
pantai sepanjang 2,1 km. Topografi Area menyelam di Pulau Rubiah, dan
daratan didominasi perbukitan Kawasan Wisata Tugu Nol Kilometer
dengan elevasi 40 derajat, garis Indonesia..
pantai terumbu karang, dengan
garis pantai pasir putih sepanjang Lingkup Proyek: pembiayaan;
100 meter. potensi pengembangan resor mewah
atau menengah; hotel, vila, gedung
Akses: 30 menit dari pusat kota pertemuan, restoran, dan pusat
Sabang dengan mobil, 45 menit dari olahraga air; operasi dan manajemen
Banda Aceh dengan feri cepat/ Fast Lhok Weng.
Boat dan 2 jam dengan kapal Ro-Ro Investasi yang ditawarkan
dalam 5 kali sehari.
Pengembangan Resor Lhok Weng
Lokasi: Desa Kota Bawah Timur,
Amenitas: Listrik tersambung ke
Kecamatan Sukakarya
jaringan listrik Sabang, pasokan
Luas area: 30 Ha (7 Ha milik by BPKS)
air bersih dan cadangan air baku
mencukupi.

250 pia
Lhok Weng, Sabang

Skema Invetasi Jangka Kembali Modal:


10% = > 12 tahun
Bangun Guna Serah (BGS),
12% => 14 tahun
Kerjasama atau Bangun Guna Milik

Profil Pemilik Proyek:


Estimasi Investasi
KawasanSabang merupakan kawasan
USD 13.54 Juta yang memiliki aturan kepabeanan &
pajak tersendiri, sehingga kawasan
Masa Konsesi: 30 Tahun;
ini bebas dari bea masuk, pajak
Pendapatan 30 Thn:
pertambahan nilai, pajak penjualan
USD 200,337,593.93 barang mewah & pajak. Wilayahnya
terdiri dari Kota Sabang & Kabupaten
IRR : 16.44% Pulo Aceh. Sabang merupakan salah satu
NPV : 10% (USD 8,411,035.61) dari empat Kawasan Perdagangan Bebas
12% (USD yang ada di Indonesia. Pengelolaan
4,861,768.62) KPB Sabang dilakukan oleh Badan
B/C Ratio Nett: Pengelola Kawasan Perdagangan Bebas &
10% = 1.68 Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).
12% = 1.14

pia 251
Smoked Tuna
Processing Plant,
Lampulo

Pelabuhan Perikanan PPS Lampulo

Proyek
PROVINSI Aceh memiliki lebih dari Nelayan di Aceh tidak memiliki akses
2.660 km garis pantai (terpanjang pasar dan teknologi. Lebih dari 70
ke-4 di Indonesia) yang dikelilingi persen sumber daya masuk ke pabrik
oleh sumber daya air yang sangat di provinsi tetangga tanpa ada manfaat
kaya di Selat Malaka, Laut Andaman kepada masyarakat Aceh. Akibatnya,
dan Samudera Hindia. setiap hari Aceh kehilangan nilai uang $
40.000 dari pengiriman tersebut.
Dengan kekayaan laut yang
dimiliki itu, Aceh memiliki 180.000 Apabila Aceh memiliki industri
nelayan (3,6% populasi), terdiri pengolahan ikan, maka sekitar $ 14
atas nelayan tradisional 150.000 juta per tahun dapat diberikan kepada
orang (83%) dan nelayan komersial orang-orang Aceh yang bekerja di
30.000 orang (17%). Pendaratan industri itu. Aceh adalah provinsi
Ikan rata-rata 350 ton/ hari. termiskin di Sumatera dengan jumlah
pekerjaan yang sangat sedikit tersedia.

252 pia
Tangkapan Tuna di PPS Lampulo

Fasilitas Pemrosesan Ikan Dampak Proyek untuk Aceh


Saat ini untuk pemrosesan Secara ekonomi Aceh terkenal dengan
ikan berlokasi di Pelabuhan ketergantungannya di Medan. Nelayan
Perikanan PPS Lampulo, menjual ikan mereka ke pembeli Medan
Banda Aceh yang memiliki dengan harga yang cukup murah dan tidak
luas tanah 24.000 m2, dan memiliki pilihan untuk tawar-menawar.
ukuran pabrik 1.800 m2 dan
Maka dengan adanya proyek pembangunan
gedung perkantoran 1.200
industri perikanan yang layak di Aceh, hal
m2.
itu dapat memberikan perhatian untuk
memutuskan ketergantungan dengan
Medan, sehingga keberhasilan proyek ini
akan memiliki dampak langsung ke ekonomi
mikro. Selain itu juga dapat lebih banyak
membuka kesempatan kerja bagi penduduk
lokal untuk bekerja sebagai pengolah ikan.

pia 253
Pelabuhan Perikanan PPS Lampulo

254 pia
Pengolahan Pasar Induk
Terpadu di Lhokseumawe
DALAM mengembangkan arus (ukuran 25x55 m), dan jumlah
investasi di Lhokseumawe, lapak 322 unit serta 70 unit kios.
pemerintah kota setempat
Dalam hal ini juga diberikan
mengundang investor untuk
kesempatan kepada investor untuk
mengembangkan Pasar Induk
memanfaatkan sarana dan prasarana
Terpadu (PIT) Kota Lhokseumawe
yang tersedia tanpa dipungut biaya
yang berlokasi di Jalan Lingkar Kota
sewa dan retribusi dalam periode
Lhokseumawe, Gampong Ujong
tertentu. Hal ini dengan tujuan
Blang Kecamatan Banda Sakti,
agar investor melihat keseriusan
Lhokseumawe. PIT sudah memiliki
Pemerintah Kota Lhokseumawe dan
lahan seluas 21.938,47 m2 dan
PT Pembangunan Lhokseumawe
bangunan permanen.
dalam mengupayakan iklim usaha
Ketersediaan sarana dan prasarana yang kondusif.
untuk mendukung operasional pasar Pihaknya pun berkomitmen dalam
ini yaitu gudang komoditi (ukuran penyediaan fasilitas gedung atau
16x32 m) x 3 unit, area bongkar tempat, listrik, air bersih, serta
muat (ukuran 30x30 m) x 1 unit, menjamin keamanan dan ketertiban
gedung Cold Storage (ukuran 7x16 selama kegiatan ekonomi berjalan di
m) x 1 unit, dua unit pasar rakyat sebuah area atau kawasan.

pia 255
Perizinan
Penanaman
Modal
OSS-RBA

DALAM menjalankan tugas Tatacara Pengajuan


penyelenggaraan pelayanan
Perizinan Berusaha
perizinan dan non-perizinan, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Investor atau pelaku usaha dapat
Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengajukan perizinan berusaha
Aceh menerapkan layanan berbasis melalui OSS-RBA. Berikut tatacara
web Online Single Submission (OSS) pengajuan melalui situs web
Risk Based Approach (RBA) dan OSS-RBA, pertama pelaku usaha
integrasi sistem layanan perizinan mendaftar melalui situs web OSS-
berbasis cloud Aplikasi Pintar RBA supaya mendapatkan akses
Pelayanan Perizinan Terpadu untuk dengan membuat nama pengguna
Masyarakat (SiCantik). dan kata sandi.

OSS-RBA merupakan sistem Untuk pelaku usaha yang


perizinan terpadu secara nasional berkewarganegaraan Indonesia
yang dirancang dibawah (WNI), syaratnya adalah memiliki
pengelolaan Kementerian Investasi/ Nomor Induk Kependudukan (NIK),
Badan Koordinasi Penanaman sedangkan untuk warga negara
Modal (BKPM). Sedangkan, SiCantik asing (WNA), syaratnya adalah
Cloud adalah layanan perizinan memiliki nomor paspor; baik WNI
di tingkat pemerintahan daerah maupun WNA harus memiliki
yang dibangun oleh Kementerian surel aktif untuk membuat akun
Komunikasi dan Informatika di platform OSS-RBA. Langkah
dengan tujuan memberikan berikutnya adalah memasukkan
kemudahan kepada masyarakat bidang usaha dan nilai investasi.
dalam memperoleh izin usaha dan Setelah semua data dilengkapi,
nonperizinan dengan cara yang sistem akan mengeluarkan NIB.
mudah, cepat, dan murah. Pemberitahuan akan diberikan

256 pia
MPP, Banda Aceh

kepada tiap lembaga pemerintah dapat menyelesaikan pengurusan


yang berwenang sebagai penerbit izin usahanya melalui OSS-
izin usaha. Jika verifikasi diperlukan, RBA. Undang-undang mengatur
lembaga pemerintah yang bahwa kegiatan usaha yang
berwenang akan memverifikasi tidak berdampak signifikan pada
kesesuaian usaha. lingkungan dan sumber daya alam
atau mudah untuk dijalankan dapat
Sistem OSS-RBB kemudian akan
memulai kegiatannya langsung
memverifikasi pengajuan dengan
setelah memperoleh NIB.
status disetujui, kurang lengkap,
atau ditolak. Sistem juga akan Sementara itu, kegiatan usaha
mengirimkan permintaan untuk berisiko skala menengah-tinggi dan
melengkapi persyaratan yang skala tinggi wajib memiliki NIB, lalu
diperlukan jika statusnya kurang kementerian/lembaga/pemerintah
lengkap. daerah akan memverifikasi
persyaratan/standar dan melakukan
Pelaku usaha dengan risiko skala
pengawasan terhadap kegiatan
rendah dan skala menengah-rendah
usaha tersebut.

pia 257
OSS-RBA merupakan sistem satu terdiri atas insentif pajak penghasilan
pintu. Karena itu, pelaku usaha (tax allowance), pengurangan pajak
tidak perlu mengunjungi banyak penghasilan badan (tax holiday),
tempat untuk mengurus izin. dan pengurangan penghasilan neto
Sistem OSS-RBA telah terintegrasi dalam rangka penanaman modal serta
dengan Kementerian Dalam pengurangan penghasilan bruto dalam
Negeri (Dukcapil), Kementerian rangka kegiatan tertentu (investment
Keuangan (Kantor Pelayanan Pajak), allowance).
Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Selanjutnya, investor akan
Manusia (informasi perusahaan),
mendapatkan insentif bea cukai
dan Kementerian Agraria dan Tata
berupa pembebasan bea masuk atas
Ruang (tata ruang terperinci) untuk
mesin serta barang dan bahan untuk
pendirian kegiatan usaha.
pembangunan atau pengembangan
OSS juga terintegrasi dengan Pelayanan industri.
Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian
Sementara itu, insentif nonfiskal
Teknis dan Lembaga Daerah untuk izin
meliputi kemudahan perizinan usaha,
usaha, izin lokasi, dan izin lingkungan,
penyediaan infrastruktur pendukung,
sedangkan proses pendaftaran di OSS
jaminan ketersediaan energi, jaminan
dan pengembangan usaha dikelola
ketersediaan bahan baku, insentif
oleh Kementerian Investasi/Badan
keimigrasian dan ketenagakerjaan,
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
serta kemudahan lainnya sesuai dengan
BKPM akan memberikan insentif ketentuan peraturan perundang-
fiskal dan nonfiskal untuk investor undangan. Selain itu, bidang usaha
yang menanam modal di Bidang khusus atau kemitraan dengan koperasi
Usaha Prioritas. Insentif fiskal dan UMKM juga dipertimbangkan.

Layanan E-Klinic Perizinan

Seiring dengan meningkatkan ini bertujuan untuk memberikan


permohonan perizinan, diperlukan kemudahan bagi calon investor atau
satu sistem pengaduan yang mampu pelaku usaha dalam mengajukan
menjawab keluhan dan pengaduan perizinan.
terhadap layanan perizinan. Untuk
menjawab permasalahan tersebut, E-Klinik merupakan solusi
maka DPMPTSP menghadirkan modern untuk mengembangkan
layanan E-Klinic perizinan yang berbagai usaha di Aceh. DPMPTSP
dilaksanakan secara online. Layanan menyediakan form pertanyaan

258 pia
dan form permohonan video yang dihadapi dan jawaban akan
conference, pemohon dapat dikirim ke email yang sudah
bertanya terhadap masalah izin dimasukkan di form E-Klinik.

E-klinik

Fasilitas Berusaha (Insentif)


Pemerintah memberikan fasilitas (tax holiday).
berusaha kepada pelaku usaha, baik
Di samping itu, pemerintah turut
berupa insentif fiskal dan non-fiskal.
memberikan fasilitas pembebasan
Kebijakan insentif diberikan kepada
bea masuk pada sektor industri
pelaku usaha untuk meningkatkan
tertentu dan kawasan ekonomi
daya saing nasional serta
khusus yang dianggap memberikan
mempercepat pemulihan ekonomi
kontribusi pada perbaikan ekonomi
di Indonesia.
nasional.
Pada bidang fiskal, Pemerintah
memberikan fasilitas berusaha Pada bidang non-fiskal, pemerintah
kepada pelaku usaha seperti insentif telah mereformasi undang-
pajak perusahaan dengan cara undang terkait ketenagakerjaan,
pengurangan pajak badan (tax menyederhanakan izin usaha, dan
allowance) dan pembebasan pajak mengurangi hambatan birokrasi dan
badan dalam kurun waktu tertentu peraturan terkait investasi.

pia 259
Insentif

a. Pengurangan Pajak Badan Modal (BKPM) untuk dan


(tax allowance) atas nama menteri keuangan.
Sementara itu, keputusan
Dasar Hukum: pemanfaatan fasilitas dalam
y Peraturan Pemerintah Nomor rangka saat mulai berproduksi
78 Tahun 2019 secara komersial dilakukan
y Peraturan Menteri Keuangan oleh dirjen pajak berdasarkan
Republik Indonesia Nomor 11/ pemeriksaan lapangan.
PMK.010/2020 jo. Peraturan
Menteri Keuangan Republik Manfaat:
Indonesia Nomor 96/ ʬ Fasilitas yang diberikan sebagai
PMK.010/2020, Pelaku Usaha berikut :
yang melakukan Penanaman y Pengurangan laba bersih
Modal pada Kegiatan Usaha sebesar 30% (tiga puluh
Utama sebagaimana tercantum persen) dari total investasi
dalam Lampiran Peraturan dalam bentuk aset tetap
Pemerintah Nomor 78 Tahun berwujud, dibebankan selama
2019; 6 (enam) tahun masing-masing
sebesar 5% (lima persen).
Tatacara Pengajuan: y Percepatan depresiasi aset
Pengajuan permohonan berwujud dan amortisasi aset
fasilitas tax allowance dapat tidak berwujud.
dilakukan melalui OSS sebelum y Pajak Penghasilan atas dividen
saat mulai berproduksi yang dibayarkan kepada Wajib
komersial. Pengajuan dengan Pajak luar negeri selain bentuk
melampirkan salinan digital usaha tetap di Indonesia
surat keterangan fiskal sebesar lO% (sepuluh
para pemegang saham dan persen), atau tarif yang lebih
salinan digital rincian aktiva rendah menurut perjanjian
tetap dalam rencana nilai penghindaran pajak berganda
penanaman modal. Pemberian yang berlaku.
fasilitas tax allowance y Kompensasi bagi kerugian yang
dilaksanakan oleh kepala lebih dari 5 tahun, tetapi tidak
Badan Koordinasi Penanaman lebih dari 10 tahun. 

260 pia
b. Pembebasan Pajak Badan dapat diajukan jika OSS belum
tersedia yakni dengan cara
(tax holiday)
luring yang telah diatur dalam
Peraturan Badan Koordinasi
Dasar Hukum:
Penanaman Modal Nomor 7
y Peraturan Menteri Keuangan Tahun 2020 tentang Rincian
130/PMK.010/2020 Bidang Usaha dan Jenis
tentang Pemberian Fasilitas Produksi Industri Pionir serta
Pengurangan Pajak Penghasilan Tata Cara Pemberian Fasilitas
Badan Tax Holiday.
y Peraturan Badan Koordinasi y Pengajuan permohonan
Penanaman Modal Nomor 7 tersebut disampaikan kepada
Tahun 2020 tentang Rincian menkeu melalui BKPM sesuai
Bidang Usaha Dan Jenis dengan peraturan BKPM
Produksi Industri Pionir Serta dimana menggunakan formulir
Tata Cara Pemberian Fasilitas permohonan yang tercantum
Pengurangan Pajak Penghasilan dalam Lampiran II Peraturan
Badan BKPM 7/2020, dalam formulir
tersebut mencakup nama
Tatacara Pengajuan: perusahaan, izin prinsip atau
y Wajib Pajak badan harus izin investasi, NPWP, data
menggunggah dua dokumen akta pendirian dan perubahan
berupa salinan digital rincian industri, surat keterangan
aktiva tetap dalam rencana fiskal, dan rencana penanaman
nilai penanaman modal dan modal.
salinan digital atau dokumen y Permohonan tersebut juga
elektronik surat keterangan harus dilengkapi dengan
fiskal para pemegang saham. beberapa dokumen yang
y Setelah itu, permohonan yang sesuai dengan Pasal 4 ayat(3)
sudah diterima secara lengkap Peraturan BKPM 7/2020
disampaikan oleh sistem sebagai berikut:
OSS kepada menkeu sebagai 1. Fotokopi Nomor Induk
usulan pemberian tax holiday Berusaha (NIB).
lalu sistem OSS mengirimkan 2. Fotokopi izin usaha/izin
pemberitahuan kepada prinsip/izin perluasan.
Wajib Pajak badan bahwa 3. Fotokopi NPWP.
permohonan tersebut sedang 4. Surat pernyataan belum
dalam proses. mulai berproduksi
y Permohonan tax holiday tetap komersial.

pia 261
5. Surat pernyataan memenuhi banyak lapangan pekerjaan.
ketentuan besaran Semakin banyak investor
perbandingan antara utang yang menanamkan modal
dan modal. untuk membangun usaha
6. Surat pernyataan maka bisa mengurangi angka
berkomitmen untuk mulai pengangguran di Indonesia
merealisasikan rencana dengan tersedianya banyak
penanaman modal paling lapangan pekerjaan. Artinya
lambat 1 tahun setelah kebijakan tax holiday ini bisa
diterbitkannya keputusan menyerap banyak tenaga kerja.
tax holiday. y Bisa Menarik Banyak Investor.
7. Rincian aktiva tetap Wajib Dibuatnya kebijakan tax
Pajak dalam rencana nilai holiday bukan tanpa
penanaman modal. tujuan. Dimana pemerintah
8. Surat keterangan fiskal membuat kebijakan ini
para pemegang saham dengan tujuan untuk menarik
yang tercatat dalam banyak investor. Semakin
akta pendirian atau akta banyak investor yang mau
perubahan terakhir. menanamkan modal di
9. Surat kuasa bila pengajuan Indonesia maka keuntungan
permohonan tidak yang akan diperoleh juga
dilakukan secara langsung semakin banyak.
oleh pimpinan perusahaan.

Manfaat:
y Bisa Meningkatkan Pendapatan c. Investment Allowance
Negara. Penerapan tax
holiday dalam jangka Dasar Hukum:
menengah dan jangka panjang y Peraturan Menteri Keuangan
bisa meningkatkan pendapatan Republik Indonesia
atau penghasilan negara. Ini Nomor 16/PMK.010/2020
dikarenakan jumlah modal tentang Pemberian Fasilitas
yang ditanamkan oleh investor Pengurangan Penghasilan Neto
jumlahnya cukup besar. Atas Penanaman Modal Baru
y Tersedia Banyak Lapangan Atau Perluasan Usaha Pada
Pekerjaan. Kelebihan dari Bidang Usaha Tertentu Yang
pemberian fasilitas pajak ini Merupakan Industri Padat
salah satunya yaitu tersedia Karya

262 pia
Tatacara Pengajuan: d. Pengurangan dan
y mengajukan permohonan Pembebasan Bea Masuk
investasi biasa melalui BKPM
untuk mendapatkan izin
Dasar Hukum:
prinsip penanaman modal.
y mengajukan permohonan y Peraturan Menteri Keuangan
pengajuan fasilitas investment Republik Indonesia
allowance kepada BKPM untuk Nomor 16/PMK.010/2020
mendapatkan surat usulan tentang Pemberian Fasilitas
untuk mendapatkan fasilitas Pengurangan Penghasilan Neto
pajak penghasilan badan dari Atas Penanaman Modal Baru
kepala BKPM. Atau Perluasan Usaha Pada
y mengajukan permohonan Bidang Usaha Tertentu Yang
fasilitas pengurangan pajak Merupakan Industri Padat
penghasilan badan ke DJP Karya.
untuk mendapatkan Surat
Keputusan Persetujuan Tatacara Pengajuan:
Pemberian Fasilitas Pajak Manfaat:
Penghasilan Dirjen Pajak. y Fasilitas ini berlaku pada
y Selama proses pengajuan tidak pembebasan bea masuk
ada kontak antara pengusaha 2 tahun atau langsung
ke DJP hubungan terkait mengajukan permohonan 4
masalah ini akan melalui BKPM. tahun untuk perusahaan yang
y Fasilitas investment allowance menggunakan mesin hasil
ini baru dapat dimanfaatkan produksi lokal (min 30%).
setelah pengusaha y Impor mesin, barang, dan
merealisasikan 80% rencana bahan yang:
penanaman modalnya. ʬ Tidak diproduksi di
Indonesia
Manfaat: ʬ Diproduksi di Indonesia
y memberikan tambahan biaya tetapi tidak memenuhi
sebesar 60% selama 6 tahun persyaratan yang diperlukan
atau 10% per tahun bagi ʬ Diproduksi di Indonesia
industri padat karya tertentu tetapi jumlahnya tidak
dengan syarat mempekerjakan cukup untuk kebutuhan
tenaga kerja indonesia minimal industri terkait
300 orang selama periode y Menurut Peraturan
tertentu. Menteri Keuangan No. 66/

pia 263
PMK.010/2015, pembebasan
tarif impor juga akan diberikan
Tatacara
bagi impor barang modal Pengajuan:
listrik untuk periode impor dua
tahun dan dapat diperpanjang (1) Menyepakati Rencana
hingga maksimal satu tahun. Investasi
Fasilitas ini tidak berlaku untuk 1. Calon Investor dan BUPP
transmisi, distribusi, layanan Menyepakati Rencana
pendukung, dan peralatan Investasi di KEK  (Bisa
perbaikan. Tertuang dalam MoU ,Head
of Agreement, Perjanjian,
atau LUDA)
2. Calon Investor Membuat
e. Kegiatan investasi di Akta Pendirian Badan Usaha
Kawasan Ekonomi Khusus dan Pengesahannya dari
(KEK) Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Untuk
Dasar Hukum: Pembentukan Perusahaan di
y Peraturan Pemerintah Nomor dalam Kawasan Ekonomi Khusus
12 Tahun 2020 tentang Fasilitas 3. Calon Investor Membuat
Dan Kemudahan Di Kawasan Nomor Pokok Wajib Pajak
Ekonomi Khusus (NPWP) Perusahan/ Jika
y Peraturan Menteri Keuangan Pelaku Usaha belum memiliki
Republik Indonesia Nomor NPWP, OSS memproses
237/PMK.010/2020 tentang pemberian NPWP
Perlakuan Perpajakan, (2) Datang ke Layanan
Kepabeanan, Dan Cukai Pada Perizinan di Administrator
Kawasan Ekonomi Khusus jo.
Peraturan Menteri Keuangan a. Layanana Mandiri
Republik Indonesia Nomor 33/ • Berupa penyediaan
PMK.010/2021 sarana komputer oleh
y Peraturan Badan Koordinasi Administrator KEK bagi
Penanaman Modal Nomor 2 pemohon yang sudah 
Tahun 2021 tentang Tata Cara paham cara mengakses
Penentuan Pemenuhan Kriteria layanan OSS.
dan Pengajuan Permohonan
b. Layanan Berbantuan
Fasilitas Pajak Penghasilan
Secara Luar Jaringan Di • Berupa pendampingan
Kawasan Ekonomi Khusus. Administrator KEK 

264 pia
kepada pemohon  dalam permohonan berusaha
mengakses  layanan OSS dengan mengambil data
perusahaan dari AHU
c. Layanan Prioritas
Online yang sudah teringrasi 
• Administrator KEK dengan sistem OSS
memfasilitasi pemohon  b. Pelaku Usaha, mengcheck list
dimulai dari tahap Izin Komitmen (Izin Usaha
permohonan sampai dan Izin Komersial) yang
dengan  tahap Dibutuhkan Sesuai dengan
penyelesaian produk Kegiatan Usahanya
perizinan c. Sistem OSS menerbitkan NIB
  untuk Pelaku Usaha. Pelaku
(3) Aktivasi Akun OSS Usaha dapat memperoleh
a. Pelaku Usaha Mengakses dokumen pendaftaran
Website [Link] lainnya bersamaan dengan
[Link]/oss/ penerbitan NIB (Jika
b. Pelaku usaha mengakses diperlukan)
OSS dengan menginput y Tanda Daftar Perusahaan;
NIK/Paspor, E-mail,  dan y Rencana Penggunaan
beberapa informasi lainnya Tenaga Kerja Asing
pada  form registrasi yang (RPTKA);
tersedia y Angka Pengenal Impor
c. Pelaku Usaha Akan (API); dan
Menerima E-Mail y Akses Kepabeanan
Berisi Direct Link untuk
Aktivasi Akun OSS Manfaat:
d. Pelaku usaha mengaktifasi y Fasilitas Pajak Penghasilan
akun OSS dan Akan Secara Luar Jaringan Di
Menerima E-mail Berisi User- Kawasan Ekonomi Khusus,
ID dan Password akun OSS. terhadap Badan Usaha
dan Pelaku Usaha di KEK
(4) Pelaku Usaha akan diberikan fasilitas berupa Pajak
Memperoleh Nomor Induk Penghasilan yang meliputi:
Berusaha (NIB) y Fasilitas pengurangan Pajak
a. Pelaku Usaha login pada Penghasilan badan
sistem OSS menggunakan y Fasilitas Pajak Penghasilan
User ID dan Password, untuk penanaman modal di
kemudian klik menu bidang-Bidang Usaha tertentu

pia 265
dan/atau di daerah-daerah y Pelaku Usaha yang melakukan
tertentu. Kegiatan Utama atau Kegiatan
y Badan Usaha dan Pelaku Usaha Lainnya dapat memperoleh
yang melakukan Kegiatan fasilitas Pajak Penghasilan untuk
Utama dapat memperoleh penanaman modal di bidang-
fasilitas pengurangan Pajak Bidang Usaha tertentu dan/atau
Penghasilan Badan. di daerah-daerah tertentu. 

Figure 1 Insentif di KEK

266 pia
Daftar Negatif Investasi 2016. Semua sektor
setidaknya sebagian terbuka
Investasi untuk investasi asing, kecuali tujuh
sektor tertutup dan sektor yang
Daftar Negatif Investasi (DNI) dicadangkan untuk pemerintah
adalah daftar sektor bisnis yang pusat.
disusun pemerintah sebagai Bidang usaha yang memang sifatnya
informasi bagi para calon tertutup untuk melakukan investasi
investor tentang bisnis yang tidak seperti: (Pasal 77 angka 2 UU CK)
diperbolehkan di Indonesia dan
berbagai aturannya, terutama ´ Budi daya dan industri narkotika
mengenai kepemilikan bersama. golongan I;
´ Perjudian dan/atau kasino;
DNI Indonesia dibuat untuk ´ Penangkapan spesies ikan yang
melindungi ekonomi Indonesia, tercantum dalam Appendix I
serta untuk memberikan peluang Convention on International
bisnis lebih kepada investor. Seiring Trade in Endangered Species of
waktu, DNI dapat berubah untuk Wild Fauna and Flora (CITES);
disesuaikan dengan peraturan ´ Pemanfaatan atau pengambilan
pemerintah. Oleh karena itu, koral dan/atau karang dari alam
penting bagi investor untuk yang digunakan untuk bahan
mengetahui DNI di Indonesia saat bangunan (kapur kalsium,
ini sebelum membuat perencanaan akuarium, dan souvenir/
lebih lanjut mengenai investasi di perhiasan, serta koral hidup atau
Indonesia. koral mati dari alam;
Hal terpenting yang perlu diketahui ´ Industri pembuatan senjata
investor mengenai DNI Indonesia kimia;
terbaru adalah tentang sektor ´ Industri bahan kimia industri dan
bisnis mana yang dibuka dengan industri bahan perusak lapisan
persyaratan dan mana yang ditutup ozon.
sepenuhnya.
Pada Februari 2021, Pemerintah Industri minuman keras
memperkenalkan daftar prioritas mengandung alkohol seperti
yang terdiri dari sektor-sektor anggur dan industri minuman yang
yang terbuka untuk investasi mengandung malt juga termasuk
asing dan memenuhi syarat untuk dalam bidang usaha yang sifatnya
mendapatkan insentif investasi, tertutup (Pasal 2 ayat (2) huruf b
menggantikan Daftar Negatif Perpres 49/2021).

pia 267
Tidak hanya itu terdapat beberapa 7. Industri pengolahan kopi yang
daftar bidang usaha lain yang sudah mendapatkan indikasi
dilarang untuk investasi asing, geografis
diantaranya (Lampiran III Perpres 8. Industri kerupuk, keripik, peyek,
10/2021 dan 49/2021): dan sejenisnya
9. Industri Rendang
1. Industri produk obat tradisional
10. Aktivitas biro perjalanan ibadah
untuk manusia
umroh dan haji khusus
2. Industri kerajinan ukiran dari
11. Industri Kapal (pinisi, cadik, dan
kayu bukan mebeller, ukiran
kapal dari kayu dengan desain
kayu, relief, topeng, patung dan
tradisional)
wayang
12. Sanggar seni
3. Industri bahan baku obat
13. Industri kerajinan ukiran dari
tradisional untuk manusia
kayu bukan mebeller, ukiran
4. Industri kosmetik tradisional
kayu, relief, topeng, patung dan
5. Industri barang bangunan dari
wayang
kayu
14. Industri barang bangunan kayu
6. Industri Batik (Batik tulis, cap,
dan kombinasi)

Penulis, Data dan Foto: Tim Buku DPMPTSP Provinsi Aceh


Desainer Grafis: Tauris Mustafa @Katagamba

Anda mungkin juga menyukai