0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
217 tayangan18 halaman

Kawasan Teknologi Pembelajaran dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang kawasan teknologi pembelajaran dengan menjelaskan makna dan fungsi kawasan teknologi, hubungan antar kawasan teknologi pendidikan, serta menjabarkan lima kawasan teknologi pendidikan yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Alf Nurrhma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
217 tayangan18 halaman

Kawasan Teknologi Pembelajaran dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang kawasan teknologi pembelajaran dengan menjelaskan makna dan fungsi kawasan teknologi, hubungan antar kawasan teknologi pendidikan, serta menjabarkan lima kawasan teknologi pendidikan yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Alf Nurrhma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAWASAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Diajukan untuk memenuhi Tugas


Mata Kuliah Teknologi Pembelajaran
Dosen Pengampu :
Dr. Septinaningrum, M.P

Disusun Oleh :
Kelompok 03 PGMI 6A

1. Ani Al Faizah (126205203196)


2. Rizma Yulia Cahyanti (126205203191)
3. Fatmala Sari (126205203258)
4. Muzdalifah ( 12205193260 )

PROGRAM PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SAYYID ALI RAHMATULLAH
TULUNGAGUNG
MARET 2023
KATA PENGANTAR

Assalamu’aalaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Kawasan teknologi pembelajaran” dengan tepat waktu. Adapun tujuan penulis
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata kuliah Teknologi Pembelajaran
untuk menambah wawasan pengetahuan bagi penulis maupun pembaca tentang
Kawasan Teknologi Pembelajaran. Sehubungan dengan selesainya penulisan
makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Maftukhin, [Link]. selaku rektor UIN sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung.
2. Ibu Prof. Dr. Hj. Binti Maunah, [Link].I. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah
dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
3. Bapak Dr. Adi Wijayanto, [Link]., [Link]., [Link]., AIFO. Selaku Koorprodi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung.
4. Ibu Dr. Septinaningrum, [Link] selaku Dosen pengampu mata kuliah
Teknologi Pembelajaran.
5. Semua pihak yang turut membantu dan memberi semangat dalam
menyelesaikan makalah ini.

Dengan harapan, semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT dan
tercatat sebagai amal shalih. Akhirnya, makalah ini penulis suguhkan kepada
segenap pembaca, dengan harapan adanya saran dan kritik yang bersifat
konstruktif demi perbaikan. Semoga makalah ini bermanfaat dan mendapat ridha
Allah SWT.

Wassalamu’alaikum [Link]

Tulungagung, 25 Maret 2023


Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER ................................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................1
A. Latar Belakang ......................................................................................1
B. Rumusan Masalah .................................................................................2
C. Tujuan Penulisan ...................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................3
A. Makna dan Fungsi Kawasan Teknologi ................................................3
B. Hubungan Antar Kawasan Teknologi Pendidikan ................................5
C. Kawasan Teknologi Pendidikan ............................................................6
BAB III PENUTUP............................................................................................11
A. Kesimpulan..........................................................................................11
B. Saran ....................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah untuk memecahkan
masalah belajar atau memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Teknologi
pembelajaran sebagai perangkat lunak (sofware technology) yang berbentuk
cara-cara yang sistematis dalam memecahkan masalah pembelajaran
semakin canggih dan mendapat tempat secara luas dalam dunia pendidikan.
Teknologi pembelajaran tumbuh dan berkembang dari praktek
pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi pembelajaran
semua dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan
penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidiakn
atau kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan alat bantu audio-visual.
Teknologi pembelajaran merupakan gabungan dari tiiga aliran yang saling
berkepentingan, yaitu media pendidikan, psikologi pembelajaran dan
pendekatan sistem untuk pendidikan.
Teknologi pemelajaran baik sebagai disiplin ilmu, program studi
maupun profesi terus mengalami perkembangan yang pesat. Rumusan
tentang pengertian teknologi pembelajaran telah mengalami beberapa
perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi
pembelajaran itu sendiri. Pada makalah ini menggunakan Definisi AECT
1994 : “teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses
dan sumber untuk belajar.” (Seels & Richey, 2000:10)
Ada lima domain atau bidang garapan teknologi pembelajaran atau
teknologii instruksional berlandaskan definisi AECT 1994, yaitu desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian. Setiap kawasan
tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki hubungan yang sinergis dan
saling melengkapi.

1
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Makna dan Fungsi Kawasan Teknologi ?
2. Bagaimana Hubungan Antar Kawasan Teknologi Pendidikan ?
3. Bagaimana Kawasan Teknologi Pendidikan ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk menjelaskan Makna dan Fungsi Kawasan Teknologi.
2. Untuk menjelaskan Hubungan Antar Kawasan Teknologi Pendidikan.
3. Untuk menjabarkan Kawasan Teknologi Pendidikan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Makna dan Fungsi Kawasan Teknologi


1. Makna Kawasan Teknologi Pendidikan
Secara etimologis kata teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu
techne yang berarti keterampilan maupun ilmu pengetahuan, dengan
kata lain dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang berkaitan
dengan keterampilan. Sedangkan secara terminologis kata teknologi
adalah metode yang digunakan untuk memberikan pengetahuan dengan
mudah. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi proses dan
sumberuntuk belajar. Teknologi sebagai upaya yang lebih berpusat pada
peningkatan keterampilan dan organisasi kerja dibandingkan dengan
mesin dan peralatan.1
Secara etimologis, makna kawasan teknologi pendidikan yaitu
domain atau kawasan yang berarti wilayah daerah kekuasaan atau
bidang kajian, kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik
dari lahan lapangan cakupan suatu ilmu. Adapun Teknologi pendidikan
sebagai teori dan praktik secara faktual yang telah menjadi bagian
integral dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya
pada sistem pendidikan dan pelatihan. Idealnya setiap teknologi
pendidikan, pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan
akademik perlu menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan.
Teknologi pendidikan sebagai suatu proses kompleks yang terintegrasi
meliputi manusia, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk
menganalisa masalah yang menyangkut semua aspek belajar, serta
merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah
itu.

1
Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta; Rineka Cipta, 2008), h. 23.

3
Teknologi pendidikan dapat pula dirumuskan sebagai suatu bidang
yang memiliki unsur-unsurnya adalah sebagai berikut: suatu bidang
yang berkepentingan dengan kegiatan belajar manusia. Kegiatan itu
dilaksanakan secara sistematis, mencakup: identifikasi pengembangan,
pengorganisasian dan penggunaan segala macam sumber belajar.2 Ada
beberapa prinsip penerapan teknologi pendidikan yaitu:
a) Penerapan kawasan pemanfaatan ini disebut pemanfaatan
kontekstual. Artinya pemecahan permasalahan belajar pada
bidang PLB, ditelaah dengan kerangka teoritik TEP.
b) Penerapan kawasan TEP pada bidang PLB terkait erat dengan
konsep PLB, istilah PLB diadopsi dari special education. Subyek
belajar mencakup individu dengan berbagai ragam kekhususan
yang memiliki karakteristik individual. Usia subyek sasaran,
mencakup intervensi anak usia dini, anak usia sekolah, anak usia
remaja, dan anak usia pasca remaja.
c) Dari segi subyek garapan bidang PLB menangani intervensi
kepada semua individual with special needs. Subyek garapan ini
mencakup visual impairment, speech and language disorders,
communication disordes, hearing impairment, health disordesrs,
emotional disabilities, autism and multiple impairment.
d) Bidang PLB mengkaji secara konseptual dan praktis pendidikan
bagi individu with special needs pada seluruh jenjang dan jenis
pendidikan. Wilayah layanan pembelajaran, mencakup layanan
pembelajaran di lembaga sekolah, serta layanan masyarakat, dan
layanan lembaga kerja untuk anak.
e) Bentuk layanan PLB tidak terbatas pada lembaga pendidikan
formal, tetapi juga lembaga layanan non formal. Lembaga PLB
menangani pendidikan inklusi, inovasi PLB, layanan masyarakat
tentang anak, layanan orang tua dari anak, pengembangan

2
Assosiation for Educational Communication and Technology, 1986, definisi Technologi
Pendidikan, Terjemahan, Jakarta; Raja wali. Artikel-artikel TeKnoLogi. [Link]

4
pendekatan pembelajaran sesuai ragam kekhususan dan
vokasional.
f) Materi intervensi mencakup pembelajaran vokasional,
pembelajaran bidang studi (untuk ABK) dengan kecerdasan
normal, pembelajaran program khusus, serta keterampilan
domestik dan kompensasi adaptif.
g) Sumber/alat pembelajaran mencakup pemanfaatan peralatan
pembelajaran khusus, adaptasi peralatan pembelajaran normal
anak, serta pemanfaatan sumber belajar lingkungan nyata sesuai
ragam kekhususan dan pemanfaatan bengkel kerja anak.
2. Fungsi Kawasan Teknologi Pendidikan
Mengetengahkan sifat taksonomi dari struktur kawasan. Tujuan
utama dalam membuat suatu taksonomi adalah untuk mempermudah
komunikasi. Pesatnya perubahan dan penyesuaian teknologi menuntut
terjadinya alih pengetahuan dari teknologi yang satu kepada yang lain.
Tanpa “kemungkinan dapat ditransfer” ini landasan penelitian harus
diciptakan kembali untuk setiap teknologi yang baru. Dengan
mengidentifikasi lingkup taksonomi, kaum akademisi dan para praktisi
dapat memecahkan permasalahan penelitian, dan para praktisi bersama
dengan para teoritisi dapat mengidentifikasi kelemahan teori dalam
menunjang dan meramalkan aplikasi Teknologi Pembelajaran.3

B. Hubungan Antar Kawasan Teknologi Pendidikan


Dengan adanya kawasan, teknologi pendidikan sampai dengan masa
definisi 1994 telah memiliki kepastian tentang ruang lingkup wilayah
garapannya. Meski ke depannya jumlah kawasan beserta kategorinya akan
semakin berkembang, sejalan dengan perkembangan dalam bidang
teknologi dan pendidikan, serta disiplin ilmu lainnya yang relevan sebagai

3
Bloom, Benjamin. Taxonomy of Educational Objecties: the Classificational Goals,
Handbook I Cognitive Domain, (Newyork: Longmans, Green and co), 1956, h. 10-11

5
penopangnya setiap kawasan tidak berjalan sendiri - sendiri, tetapi memiliki
hubungan yang sinergis.
Hubungan antar kawasan dapat bersifat tidak linier , dengan kata lain
bagaimana kawasan-kawasan tersebut saling melengkapi dengan
ditunjukannya lingkup penelitian dan teori dalam setiap kawasan.
Hubungan antar kawasan bersifat sinergik, misalnya seorang praktisi yang
bekerja dalam pembangunan kawasan menggunakan teori dari desain
kawasan, seperti teori desain sistem pembelajaran dan desain pesan.
Hubungan kawasan dalam bidang bersifat saling melengkapi. setiap
kawasan memberikan kontribusi terhadap kawasan lain dan kepada
penelitian maupun teori yang digunakan bersama oleh seluruh kawasan.4

C. Kawasan Teknologi Pendidikan


Secara etimologis, kawasan berarti wilayah daerah kekuasaan atau
bidang kajian, kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik
dari lahan lapangan cakupan suatu ilmu.5 Adapun teknologi pendidikan
sebagai teori dan praktik secara faktual yang telah menjadi bagian integral
dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya pada sistem
pendidikan dan pelatihan. Idealnya setiap teknologi pendidikan,
pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan akademik perlu
menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan
sebagai suatu proses kompleks yang terintegrasi meliputi manusia,
prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisa masalah yang
menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai,
dan mengelola pemecahan masalah itu.6 Sehingga dapat disimpulkan
kawasan teknologi pendidikan adalah suatu tujuan yang berorentasi pada
suatu pendekatan sistem pemecahan masalah pemanfaatan peralatan, teknik,
teori, metode dari berbagai pengetahuan untuk merancang,

4
Prawiladilaga, Wawasan Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada, 2012), h. 51
5
Ana widyastuti, dkk, Pengantar Teknologi Pendidikan, (Medan: Yayasan kita menulis,
2020), h. 24
6
Harjali, Teknologi Pendidikan, (Jakarta:PT Rineka Cipta, 2000), h. 45

6
mengembangkan dan menilai aktifitas dan efesiensi sumber manusia dan
mesin dalam menfasiltasi dan mempengaruhi semua aspek pembelajaran
sekaligus pedoman agen perubahan sistem dan praktek dalam hal untuk
membagi dalam mempengaruhi perubahan dalam sosial.7
Adapun kawasan Teknologi Pembelajaran apabila berdasarkan pada
definisi teknologi pembelajaran menurut AECT tahun 1994, ada lima
domain atau bidang garapan teknologi pembelajaran, yaitu desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian.8
1. Kawasan Desain
Kawasan desain berasal dari psikologi pendidikan. Bagi Reiser dan
Dempsey, dkk, desain dengan teknologi pembelajaran ibarat satu koin,
yang tidak dapat dipisahkan antara ekor dan kepala. Intinya, desain
adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk
menciptakan strategi dan produk. Kawasan desain terdiri atas :
a) Desain sistem pembelajaran
Yaitu prosedur yang terorganisasi dan sistematis untuk
penganalisisan (proses perumusan yang akan dipelajari); perancangan
(proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya); pengembangan
(proses penulisan atau pembuatan produksi bahan-bahan belajar);
pelaksanaan atau aplikasi (pemanfaatan bahan dan strategi); dan
penilaian (proses penentuan ketepatan pembelajaran).9
Kata Desain mempunyai dua makna yaitu tingkat makro dan
tingkat mikro yang keduanya menunjukkan pendekatan sistem dan
langkah pada pendekatan sistem. Desain sistem pembelajaran secara
umum merupakan prosedur linier dan berulang-ulang dimana
permintaan seksama dan konsisten. Karakter proses pada semua
langkah harus di lengkapi dalam hal untuk melayani sebagai

7
Ana widyastuti, dkk, Pengantar Teknologi Pendidikan,…, h. 29
8
Marianus Aufrialis, S, fil., M.A., dkk, Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi
Pendidikan, ( Bandung, CV Media Sains Indonesia, 2021), h. 132
9
Dewi Salma Prawiradilaga, Wawasan Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2012), h. 49

7
pemeriksaaan dan keseimbangan satu sama lain. Pada desain sistem
pembelajaran proses sangat penting sama seperti produk karena
kepercayaan produk berlandasakan pada proses.10
b) Desain Pesan
Yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan
agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima pesan,dengan
memerhatikan prinsip-prinsip perhatian, persepsi, dan daya tangkap.
c) Strategi pembelajaran
Yaitu spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa
belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran.
d) Karakteristik peserta didik
Yaitu aspek latar belakang pengalaman peserta didik yang
memengaruhi terhadap efektifitas proses belajarnya, mencakup
keadaan sosio-psiko-fisik peserta didik.
2. Kawasan Pengembangan
Proses penerjemahan spesifikasi desain kedalam bentuk fisik. Mencakup
banyak variasi teknologi, adapun kawasan pengembangan meliputi :
a) Teknologi cetak
Cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti
buku-buku dan bahan visual yang statis, terutama melalui proses
pencetakan mekanis atau fotografi.
b) Teknologi audiovisual
Teknologi audiovisual merupakan cara memproduksi dan
menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan
elektronis untuk menyajikan pesan audio dan visual. Teknologi AV
dinilai lebih aktif karena sifatnya memerlukan indra pendengaran dan
penglihatan peserta didik.

10
Barbara B. Seels, dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan
Kawasannya, (Washington DC: Association for Educational Communications and Technology,
1994), h. 33

8
c) Teknologi berbasis komputer
Tekonologi berbasis komputer merupakan cara-cara
memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan
perangkat yang bersumber mikroprosesor.
d) Teknologi terpadu
Merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan
bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan
oleh komputer.
3. Kawasan Pemanfaatan
Aktifitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Meliputi
pemanfaatan media, difusi, inovasi, implementasi, dan institusionalisasi,
kebijakan dan regulisasi.
Kawasan pemanfaatan mencangkup:
a) Pemanfaatan media
Dengan batasan “penggunaan yang sistematis dari sumber
untuk belajar.
b) Difusi inovasi
Proses berkomunikasi melalui strategi pembelajaran dalam
keadaan yang sesungguhnya. Adapun pelembagaan salah penggunaan
yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu
struktur atau budaya organisasi.
c) Kebijakan dan regulasi
Sebagai aturan dan tindakan nyata dari pengguna atau dari
pembuat keputusan untuk menerima inovasi(dalam teknologi
pembelajaran).
4. Kawasan Pengelolaan
Meliputi pengelolaan TP melalui perencanaan, pengorganisasian,
pengoordinasian,dan supervisi. Pengelolaan adalah bagian integral dan
sering di hadapi oleh para teknolog pembelajaran. Pengelolaan meliputi:

9
a) pengelolaan proyek,yaitu mempin pekerjaan yang harus selesai dalam
kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, proyek pengembangan suatu
produk pembelajaran tertentu;
b) pengelolaan sumber, yaitu mengatur bagaimana memanfaatkan
dengan optimal sumber yang ada;
c) pengelolaan sumber penyampaian, agar suatu medium sampai, atau
dapat dijangkau oleh pengguna sekaligus menyediakan perangkat
keras dan perangkat lunak, termasuk cara menggunakanya; dan
d) pengelolaan informasi, yaitu bagaimana informasi dapat diterima, dan
dapat menghasilkan perubahan atas kurikulum dan desain
pembelajaran.
5. Kawasan Penilaian
Proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar. Penilaian
adalah kegiatan untuk mengkaji serta memperbaiki suatu produk atau
program. Kawasan penilaian beranjak dari (1) analisis masalah; (2)
pengukuran acuan patokan (criteria-refenced test); (3) evaluasi formatif
yang bermanfaat untuk pengembangan program dan produk
pembelajaran; serta (4) evaluasi sumatif.11

11
Dewi Salma Prawiradilaga, Wawasan Teknologi..., h. 50-54

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Secara etimologis kata teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu
techne yang berarti keterampilan maupun ilmu pengetahuan, dengan kata
lain dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan
keterampilan. Sedangkan secara terminologis kata teknologi adalah metode
yang digunakan untuk memberikan pengetahuan dengan mudah.
Secara etimologis, makna kawasan teknologi pendidikan yaitu domain
atau kawasan yang berarti wilayah daerah kekuasaan atau bidang kajian,
kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik dari lahan
lapangan cakupan suatu ilmu.
fungsi kawasan teknologi pendidikan mengetengahkan sifat taksonomi
dari struktur kawasan. Tujuan utama dalam membuat suatu taksonomi
adalah untuk mempermudah komunikasi.
Hubungan antar kawasan dapat bersifat tidak linier, dengan kata lain
bagaimana kawasan-kawasan tersebut saling melengkapi dengan
ditunjukannya lingkup penelitian dan teori dalam setiap kawasan. Hubungan
antar kawasan bersifat sinergik, misalnya seorang praktisi yang bekerja
dalam pembangunan kawasan menggunakan teori dari desain kawasan,
seperti teori desain sistem pembelajaran dan desain pesan. Hubungan
kawasan dalam bidang bersifat saling melengkapi.
Secara etimologis, kawasan berarti wilayah daerah kekuasaan atau
bidang kajian, kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik
dari lahan lapangan cakupan suatu ilmu.
Adapun kawasan Teknologi Pembelajaran apabila berdasarkan pada
definisi teknologi pembelajaran menurut AECT tahun 1994, ada lima
domain atau bidang garapan teknologi pembelajaran, yaitu desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian.

11
B. Saran
Dengan demikian dari makalah kami, yang dapat dipaparkan mengenai
materi yang telah menjadi pokok pembahasan makalah ini, tentunya di
dalam penulisan masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangannya,
dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan kurangnya sumber referensi yang
ada kaitannya dengan makalah ini. Penulis juga berharap kepada para
pembaca agar memberikan kritik dan saran kepada kami. Karena kritik dan
saran dari pembaca tentu sangat dibutuhkan untuk bahan intropeksi.
Sehingga dimasa yang mendatang, dapat membangun kepada penulis demi
sempurnanya tugas makalah ini dan juga penulisan makalah di kesempatan
selanjutnya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Ana widyastuti, dkk. 2020 Pengantar Teknologi Pendidikan, (Medan: Yayasan kita
menulis).
Assosiation for Educational Communication and Technology, 1986, defrinisi
Technologi Pendidikan, Terjemahan, Jakarta; Raja wali. Artikel-artikel
TeKnoLogi. [Link]
Bambang Warsita. 2008. Teknologi Pembelajaran, (Jakarta; Rineka Cipta).
Barbara B. Seels, dan Rita C. Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran Definisi dan
Kawasannya, (Washington DC: Association for Educational
Communications and Technology).
Bloom, Benjamin. 1956. Taxonomy of Educational Objecties: the Classificational
Goals, Handbook I Cognitive Domain, (Newyork: Longmans, Green and
co).
Dewi Salma Prawiradilaga. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group).
Harjali. 2000. Teknologi Pendidikan, (Jakarta:PT Rineka Cipta).
Marianus Aufrialis, S, fil., M.A., dkk. 2021. Pendidikan Profesi Keguruan dan
Teknologi Pendidikan, ( Bandung, CV Media Sains Indonesia).
Prawiladilaga. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada).

13

Anda mungkin juga menyukai