TUGAS TERSTRUKTUR DOSEN PENGAMPU
MANAJEMEN KELAS MUHAMMAD ADLI NURUL
IHSAN, [Link].I, [Link].I.
PENDEKATAN BUKU MASAK, INSTRUKSIONAL, DAN PROSES
KELOMPOK
OLEH
KELOMPOK 4
NURAFNI : NIM 210101010133
SITI RAIHANA : NIM 210101010185
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
TAHUN 2023 M/1444 H
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena
berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Shalawat dan salam tidaklah lupa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi
Besar Muhammad SAW. Beserta keluarga, kerabat, sahabat dan pengikut beliau
hingga akhir zaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
ikut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah kami masih memiliki kekurangan baik
dalam segi bacaan, isi, tulisan dan sebagainya. Karena hal tersebut kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar kiranya dapat membantu
makalah ini agar menjadi lebih baik. Kami sadar bahwa sesungguhnya
kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Sedangkan manusia merupakan
tempatnya kekurangan dan salah. Akhir kata Kami mengucapkan terima kasih
apabila ada salah kata kami mohon maaf.
Banjarmasin, Maret 2023
Kelompok 4
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
A. Latar Belakang ..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah .........................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ...........................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................2
A. Pendekatan Buku Masak ...............................................................................2
B. Pendekatan Instruksional ..............................................................................3
C. Pendekatan Proses Kelompok .......................................................................5
BAB III PENUTUP ...............................................................................................10
A. Kesimpulan .................................................................................................10
B. Saran ............................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................11
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai sudut pandang dalam
proses pembelajaran, dimana pandangan terjadinya suatu proses yang
bersifat umum. Pendekatan merupakan unsur penting yang harus dikuasai
pengajar sebelum mempersiapkan perencanaan pembelajaran.
Sebagai pekerja professional, seorang guru harus mendalami
kerangka acuan pendekatan-pendekatan kelas, sebab di dalam
penggunaannya ia harus terlebih dahulu meyakinkan bahwa pendekatan
yang dipilihnya untuk menangani kasus manajemen kelas merupakan
alternatif yang terbaik sesuai dengan hakikat masalahnya. Pendekatan
manajemen kelas terbagi menjadi beberapa macam. Di dalam makalah ini
akan dijelaskan 3 pendekatan manajemen kelas, yaitu pendekatan buku
masak, pendekatan instruksional, dan pendekatan proses kelompok.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan buku masak?
2. Apa yang dimaksud dengan pendekatan instruksional?
3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan proses kelompok?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pendekatan buku masak.
2. Untuk mengetahui pendekatan instruksional.
3. Untuk mengetahui pendekatan proses kelompok.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendekatan Buku Masak
Pendekatan buku masak atau juga disebut sebagai pendekatan
resep, adalah pendekatan yang berbentuk rekomendasi yang berisi daftar
hal-hal yang harus dilakukan atau tidak harus dilakukan oleh seorang guru
dalam bereaksi menghadapi berbagai tipe masalah atau situasi yang terjadi
di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa saja yang
harus dikerjakan oleh guru.1 Dalam hal ini, guru menyusun resep yang
disepakati bersama baik itu direkomendasikan oleh siswa maupun yang
telah disiapkan ole guru sebelum memulai pembelajaran di kelas. Daftar
yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan ini biasanya dapat
ditemukan dalam artikel-artikel. Karena daftar ini adalah resep yang
mudah dan cepat. 2
Pendekatan buku masak di dalamnya ada ketentuan yang dibuat
oleh guru, bukan hanya untuk kepentingan guru tetapi untuk kepentingan
pengelolaan kelas. Pendekatan buku masak juga dapat diartikan sebagai
cara pandang guru bahwa kelas dapat dikelola dengan baik melalui
pembuatan dan penerapan aturan kelas, guru sebagai manajer kelas dapat
membuat aturan kelas bersama-sama dengan para siswanya. Pendekatan
ini adalah salah satu pendekatan kelas yang tepat untuk menciptakan
suasana kondusif, karena pendekatan ini memberikan peluang kepada
siswa untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan suasana kelas yang
kondusif, yang mana tujuan pembelajaran yang efektif akan tercapai.3
Adapun kelebihan pada pendekatan buku masak ini adalah seorang
guru menjadi dapat mengambil langkah dengan jelas sesuai dengan apa
yang telah direncanakan atau telah disepakati bersama para siswa,
1
Afriza, Manajemen Kelas, (Pekanbaru: Kreasi Edukasi, 2014), h. 45
2
Neneng N, PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS, (Luwuk: OJS UNISMUH), h. 8
3
Hikmatul H, Evi M, PELAKSANAAN PENDEKATAN RESEP DALAM PENGELOLAAN KELAS
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS III A WHUSTHO
PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH, Jurnal Mumtaz, Vol. 1, No. 2, Juli, 2021, h. 120
2
sehingga pengelolaan kelas dapat berjalan dengan baik. Sedangkan
kekurangan dari pendekatan buku masak yaitu pendekatan ini sangat
tergantung pada daftar resep, dan jika resep itu gagal akan membuat guru
perlu memutar otak lagi saat menangani masalah yang dihadapi.
Pendekatan buku masak tidak didasarkan atas konsep teoritis atau
landasan psikologis tertentu. Pendekatan ini merupakan kombinasi dari
berbagai pandangan dan merupakan himpunan resep bagi guru. Daftar
tentang apa yang harus dilakukan ditemukan dalam artikel. Berikut
ini adalah contoh khas jenis pernyataan yang dapat dijumpai dalam daftar
“buku masak”:
Selalu menegur siswa secara empat mata
Jangan sekali-kali meninggikan suara pada saat/ waktu
memperingati siswa
Tegas dan bertindak adil sewaktu berurusan dengan siswa
Jangan pandang bulu dalam memberikan penghargaan
Senantiasalah meyakinkan diri lebih dahulu akan kesalahan siswa
sebelum melenjutkan hukuman
Selalulah meyakinkan diri bahwa siswa mengetahui semua
peraturan yang ada
Tetaplah konsekuen dalam menegakkan peraturan
Pendekatan buku masak tidak dijabarkan atas dasar konsep yang jelas,
sehingga tidak ditemukan prinsip-prinsip yang memungkinkan guru
menerapkan secara umum pada masalah lain.
B. Pendekatan Instruksional
Pendekatan intruksional adalah pendekatan yang mendasarkan
kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan
dengan cermat akan mencegah timbulnya sebagian besar manajerial kelas.
3
Pendekatan ini berpendapat bahwa manajerial yang efektif adalah hasil
perencanaan pengajaran yang bermutu.4
Manajemen kelas melalui pendekatan ini mengacu pada tujuan
pembelajaran yang dirumuskan. Dengan demikian peranan guru adalah
merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik, kegiatan belajar yang
disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa. Pendekatan
instruksional dalam manajemen kelas memandang perilaku instruksional
guru agar mempunyai potensi untuk mencapai tujuan utama manajemen
kelas, yaitu mencegah timbulnya masalah manajerial dan memecahkan
masalah manajerial kelas.5 Cukup banyak contoh yang membuktikan
bahwa kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan
dengan baik merupakan faktor utama dalam pencegahan timbulnya
masalah manajemen kelas.
Oleh karena itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
mengembangkan strategi manajemen kelas dalam pendekatan ini antara
lain:
a. Menyampaikan kurikulum dan pelajaran dengan cara yang menarik,
relevan, dan sesuai secara empiris dianggap sebagai penangkal perilaku
menyimpang siswa didalam kelas.
b. Menerapkan kegiatan yang efektif adalah kemampuan guru mengatur arus
dan tempo kegiatan kelas oleh banyak orang sehingga mencegah siswa
melalaikan tugasnya.
c. Menyiapkan kegiatan rutin kelas adalah kegiatan sehari-hari yang perlu
dipahami dan dilakukan siswa.
d. Memberikan pengarahan yang jelas adalah kegiatan mengomunikasikan
harapan-harapan yang diinginkan guru.
e. Memberikan dorongan yang bermakna adalah suatu proses usaha guru
dalam menunjukkan minat yang sungguh-sungguh terhadap perilaku siswa
yang menunjukkan tanda-tanda kebosanan dan keresahan.
4
Neneng Nurmalasari, [Link], h. 8
5
Afriza, [Link], h. 48-49
4
f. Memberikan bantuan mengatasi rintangan adalah bentuk pertolongan yang
diberikan oleh guru untuk membantu siswa menghadapi persoalan yang
mematahkan semangat, pada saat mereka benar-benar memerlukannya.
g. Merencanakan perubahan lingkungan dalah proses mempersiapkan kelas
atau lingkungan dalam menghadapi perubahan-perubahan situasi.
h. Mengatur kembali struktur situasi adalah strategi manajerial kelas dalam
memulai suatu kegiatan atau mengerjakan tugas dengan cara yang
berbeda.6
C. Pendekatan Proses Kelompok
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk
menciptakan kelas sebagai suatu sistem sosial di mana proses kelompok
adalah merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah agar
pengembangan dan pelaksanaan proses kelompok itu efektif.7 Pendekatan
kerja kelompok ini dalam pengelolaan kelas memandang peran guru
sebagai pencipta terbentuknya kelompok belajar yang ada di kelas.
Kelompok belajar tersebut membutuhkan keterampilan guru untuk
menerapkan strategi dalam penciptaan kelompok belajar yang produktif
dan efektif. Selain itu, guru perlu mengembangkan kondisi kelompok
belajar yang tetap kondusif dalam mengikuti setiap proses belajar dan
pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Untuk menjaga kondisi kelas
tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi,
mengatasi konflik, dan mengurai masalah-masalah pengelolaan.
Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan
kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang dapat mendorong
kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif. Di
samping itu, pendekatan ini juga mengharuskan guru untuk mampu
menjaga hubungan antar kelompok agar dapat selalu berjalan dengan
6
Ibid., h. 49-50.
7
Sunhaji, “Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya Dalam Pembelajaran,” Jurnal
Kependidikan, Vol. II, No. 2 (November, 2014), h. 40.
5
baik.8 Namun, jika guru tidak cermat dalam membentuk kelompok-
kelompok tersebut, maka tidak menutup kemungkinan justru akan timbul
masalah-masalah baru, seperti persaingan tidak sehat, ketidakcocokan, dan
lain sebagainya. Itulah sebabnya mengapa pendekatan ini memerlukan
pengawasan yang cermat dari para guru.9
Penggunaan pendekatan proses kelompok dalam pengelolaan kelas
didasarkan atas prinsip-prinsip psikologi sosial dan dinamika kelompok.
Anggapan dasar yang dipakai ialah bahwa:
1) Kegiatan siswa disekolah berlangsung dalam suatu kelompok tertentu
2) Kelas adalah suatu sistem sosial yang memiliki ciri-ciri sebagaimana yang
dimiliki oleh sistem sosial lainnya.
Penggunaan pendekatan proses kelompok menekankan pentingnya
ciri-ciri kelompok yang ada di dalam kelompok kelas dan saling hubunga
antar siswa yang menjadi anggota kelompok kelas itu. Dalam hal ini peran
guru yang paling utama ialah mengembangkan dan mempertahankan
keeratan hubungan antar siswa, semangat produktifitas, dan orientasi pada
tujuan dari kelompok kelas ini. Demikianlah, tugas pertama guru ialah
mengembangkan keeratan hubungan antar anggota kelompok kelas. Dalam
hal ini ditekankan perlunya guru meningkatkan daya tarik dan ikatan
kelompok bagi anggota-anggotanya dengan jalan menumbuhkan sikap
saling menghargai dan mengembangkan komunikasi yang tepat antar
anggota kelompok. Tugas kedua ialah membantu siswa mengembangkan
aturan atau norma-norma kelompok yang produktif dan menyenangkan.
Hal ini mencakup, misalnya, pengembangan aturan bekerja yang dapat
diterima oleh semua anggota. Sekali kelompok yang kompak dan
produktif terbentuk, selanjutnya adalah tugas guru untuk mempertahankan
kesatuan dan norma-norma kelompok itu.
8
Aslamiah, Diani Ayu Pratiwi, Akhmad Riandy Agusta, Pengelolaan Kelas, ( Depok: PT
Rajagrafindo Persada, 2022), h. 70-71.
9
Rinja Efendi, Delita Gustriani, Manajemen Kelas di Sekolah Dasar, (Pasuruan: CV. Penerbit
Qiara Media, 2020), h. 20.
6
Dalam menghadapi masalah-masalah pengelolaan kelas,
pemakaian pendekatan proses kelompok didasarkan atas pertimbangan
bahwa tingkah laku yang menyimpang pada dasarnya bukanlah peristiwa
yang menimpa seorang individu yang kebetulan menjadi anggota
kelompok kelas tertentu, namun adalah peristiwa sosial yang menyangkut
kehidupan kelompok dimana individu itu menjadi anggotanya. Tujuan
utama bagi guru yang menangani tingkah laku yang menyimpang itu ialah
membantu kelompok itu bertanggungjawab atas perbuatan anggota-
anggotanya dan penggelolaan kegiatan kelompok itu sendiri. Kelompok
yang berfungsi secara efektif dapat melakukan kontrol yang mantap
terhadap anggota-anggotanya.
Sebagaimana telah disinggung terdahulu, pendekatan proses
kelompok, dikenal juga sebagai pendekatan sosio-psikologis, didasarkan
atas prinsip-prinsip yang dipilih dari psikologi sosial dan dinamika
kelompok. Pokok-pokok pikiran pendekatan ini berlatar belakang
anggapan sebagai berikut:
a) Kegiatan sekolah berlangsung dalam suasana kelompok, yaitu kelompok
kelas
b) Tugas pokok guru ialah mengembangkan dan mempertahankan suasana
kelompok kelas yang efektif dan produktif
c) Kelompok kelas adalah sistem-sistem sosial lainnya. Kelompok kelas yang
efektif dan produktif berkaitan langsung dengan kondisi yang menyangkut
ciri-ciri sistem sosial tersebut
d) Tugas pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru ialah mengembangkan
dan mempertahankan kondisi yang dimaksud.
Menurut Schmuck dan Schmuck ada enam unsur yang menyangkut
pengelolaan kelas, yaitu; harapan, kepemimpinan, kemenarikan, norma,
komunikasi, dan keeratan hubungan.
1) Harapan merupakan persepsi yang ada pada guru dan siswa berkenaan
dengan hubungan mereka. Hal itu merupakan ramalan tentang apa yang
7
akan diperbuat oleh diri sendiri dan orang lain dalam saling berhubungan
itu.
2) Kepemimpinan paling baik diartikan sebagai tingkah laku yang
mendorong kelompok bergerak ke arah pencapaian tujuan yang
dimaksudkan. Dengan demikian, tingkah laku kepemimpinan tidak dapat
dipisahkan dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anggota-anggota
kelompok, dalam hal ini tercakuplah tindakan-tindakan dalam membantu
menumbuhkan norma-norma kelompok dalam menggerakkan kelompok
itu mendekati pencapaian tujuan, dalam meningkatkan mutu interaksi antar
anggota kelompok, dan dalam mengembangkan keeratan hubungan dalam
kelompok itu. Suatu kelompok kelas yang efektif tercipta apabila fungsi
kepemimpinan itu dilaksanakan bersama-sama secara baik oleh guru dan
peserta didik.
3) Kemenarikan, berkaitan dengan pola keakraban yang terdapat di dalam
kelompok kelas. Kemenarikan juga dapat diartikan sebagai tingkat
hubungan persahabatan di antara para anggota kelompok kelas. Tingkat
kemenarikan itu tergantung pada sampai sejauh mana hubungan
interpersonal yang positif telah dikembangkan.
4) Norma, adalah suatu pedoman tentang cara berpikir, merasa, dan
bertingkah laku yang diakui bersama oleh anggota kelompok. Norma amat
besar pengaruhnya terhadap hubungan interpersonal sebab norma
memberikan pedoman tentang apa yang dapat diharapkan dari orang lain
dan apa yang harus dilakukan terhadap orang lain. Norma kelompok yang
produktif amat penting bagi keefektifan suatu kelompok.
5) Komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, merupakan dialog antar
anggota kelompok. Komunikasi melibatkan kemampuan manusia untuk
saling memahami ide-ide dan perasaan orang lain. Dengan demikian,
komunikasi merupakan wahana yang memungkinkan terjadinya interaksi
yang bermakna di antara para anggota kelompok dan memungkinkan
terjadinya proses kelompok. Komunikasi yang efektif berarti bahwa si
penerima menafsirkan secara benar dan tepat proses yang disampaikan.
8
6) Keeratan, berkaitan dengan rasa kebersamaan yang dimiliki oleh
kelompok kelas atau merupakan jumlah keseluruhan dari rasa yang
dimiliki oleh seluruh anggota kelompok terhadap kelompok itu. Tidak
seperti pengertian komunikasi, keeratan menekankan hubungan individu
terhadap kelompok secara keseluruhan, bukan terhadap individu-individu
lain di dalam kelompok itu. Keeratan kelompok dapat tumbuh apabila
kebutuhan individu dapat terpenuhi dengan jalan menjadi kelompok itu.
Keeratan merupakan hal yang penting untuk kelompok yang jelas.10
10
Rusman, Manajemen Pengelolaan Kelas ( Pendekatan dan prosedur ), (Surabaya: UMSurabaya
Publishing, 2018), h. 39-43
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendekatan dalam manajemen kelas adalah kegiatan dalam proses
belajar mengajar agar berjalan sesuai dengan tujuan dan norma yang
dilakukan oleh seorang guru menuju pembelajaran yang berkualitas,
kompeten, dan professional.
Dalam hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan diatas mengenai 3
pendekatan yang harus dilakukan seorang pendidik, yaitu:
1. Pendekatan buku masak yaitu pendekatan yang dilakukan oleh guru
dalam mengelola kelas dengan cara membuat resep daftar hal-hal
yang boleh dilakukan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan guru
saat mengajar dan medidik peserta didik dalam kelas.
2. Pendekatan instruksional yaitu pendekatan yang mendasarkan pada
pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan
dengan cermat akan mencegah timbulnya sebagian besar masalah
manajerial kelas.
3. Pendekatan proses kelompok yaitu sebuah pendekatan yang
mengutamakan peraturan dan pengoptimalan interaksi antar peserta
didik dalam suatu aktivitas kelompok sehingga proses belajar
mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Dengan adanya pendekatan-pendekatan ini, guru dapat lebih
menguasai kelas dengan menggunakan pendekatan-pendekatan tersebut.
B. Saran
Kami menyadari bahwasanya makalah kami masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu senantiasa kami mengharapkan saran dan kritik
yang bersifat membangun untuk perbaikan dan kesempurnaan makalah
kami.
10
DAFTAR PUSTAKA
Afriza. Manajemen Kelas, Pekanbaru: Kreasi Edukasi. 2014
Aslamiah., Diani Ayu Pratiwi., dan Akhmad Riandy Agusta. Pengelolaan Kelas,
Depok: PT RajaGrafindo Persada. 2022
Efendi, Rinja dan Delita Gustriani. Manajemen Kelas di Sekolah Dasar, Pasuruan:
CV. Penerbit Qiara Media. 2020
Hikmatul H, Evi M, PELAKSANAAN PENDEKATAN RESEP DALAM
PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS III A WHUSTHO PONDOK
PESANTREN HIDAYATULLAH, Jurnal Mumtaz, Vol. 1, No. 2, Juli, 2021
Nurmalasari, Neneng. “Pendekatan Dalam Pengelolaan Kelas.”
Rusman. Manajemen Pengelolaan Kelas ( Pendekatan dan prosedur ), Surabaya:
UMSurabaya Publishing. 2018
Sunhaji. “Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya Dalam Pembelajaran.”
Jurnal Pendidikan II, no.2 (2014)
11