0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan14 halaman

Prinsip Manajemen Kelas Efektif

Makalah ini membahas tentang prinsip-prinsip manajemen kelas. Pengertian manajemen kelas adalah proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa belajar secara efektif. Tujuan manajemen kelas adalah agar setiap siswa dapat belajar dengan baik. Prinsip-prinsip manajemen kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran serta memanfaat

Diunggah oleh

Muhammad Sobarna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan14 halaman

Prinsip Manajemen Kelas Efektif

Makalah ini membahas tentang prinsip-prinsip manajemen kelas. Pengertian manajemen kelas adalah proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa belajar secara efektif. Tujuan manajemen kelas adalah agar setiap siswa dapat belajar dengan baik. Prinsip-prinsip manajemen kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran serta memanfaat

Diunggah oleh

Muhammad Sobarna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TERSTRUKTUR DOSEN PENGAMPU

MANAJEMEN KELAS Muhammad Adli Nurul


Ihsan, [Link].I., [Link].I

Prinsif – Prinsif Manajemen Kelas

OLEH

Abdul Khair Nawawi 210101010758


Moh Kholilurrahman 210101010754

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BANJARMASIN

2023M/1444H

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah [Link] atas rahmat dan
karunia-NYA lah kami dapat menyelesaikan makalah mengenai memahami tentang
sejarah perkembangan ilmu filsafat ini dengan sebaik [Link] serta
salam semoga tetap tercurah kepada Nabi akhir,penutup para nabi sekaligus satu-
satunya uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad [Link] lupa pula kami
ucapkan terima kasih kepada bapak Muhammad Adli Nurul Ihsan, [Link].I., [Link].I
. selaku dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas.

Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan
atau kekeliruan, baik yang berkenaan dengan matri pembelajaran maupun Teknik
pengetikan, walaupun demikian, ini lah usaha maksimal kami selaku para penulis
usahakan Semoga dalam makalah ini para pembaca dapat menamabah wawasan
ilmu pengetahuan dan di harapkan kritik yang membangun dari para pembaca guna
memperbaiki kesalahan sebagaimana mestinya.

Banjarmasin

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................

DAFTAR ISI .............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................

a. Latar Belakang ................................................................................


b. Rumusan Masalah ...........................................................................
c. Tujuan .............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................

a. Pengertian Manajemen Kelas .........................................................


b. Tujuan Manajemen Kelas ...............................................................
c. Prinsif-Prinsif Manajemen Kelas ....................................................

BAB III PENUTUP ...........................................................................................


Kesimpulan .....................................................................................
Saran ...............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Prinsip-prinsip dasar dalam mengajar siswa sangat diperlukan olehguru agar


interaksi antara guru dan siswa bisa berjalan dengan baik dansiswa tidak merasa
tertekan saat belajar sehingga pelajaran data ditangkapsecara maksimal.
Keberhasilan seorang guru dalam mengajar tidak hanyaditentukan oleh faktor-
faktor yang berhubungan dengan prosespembelajaran saja, melainkan juga
ditentukan oleh prinsip-prinsip dalammanajemen kelas. Prinsip-prinsip
manajemen kelas mengandungpengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk
menciptakan suasanandan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar
secara [Link] kelas juga dapat diartikan sebagai segala usaha
yangdiarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif
danmenyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baikdan
sesuai dengan kemampuan. Sedangkan prinsip dasar pengelolaan kelasadalah
pegangan atau acuan yang dimiliki pokok dasar berfikir ataubertindak
bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan danmemelihara kondisi
belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinyabila terjadi gangguan
dalam proses pembelajaran. Tujuan pengelolaankelas adalah agar setiap anak
dikelas dapat bekerja dengan tertib sehinggatujuan pembelajaran dapat tercapai
secara efektif dan efesien. Oleh karenaitu, makalah ini dibuat agar kita memahami
dan mampu memanajemenkelas dengan baik.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat merumuskan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana pengertian manajemen kelas?
2. Bagaimana tujuan manajemen kelas ?
3. Bagaimana prinsif-prinsif manajemen kelas?

4
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah diatas,
yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian manajemen kelas
2. Untuk mengetahui tujuan manajemen kelas
3. Untuk mengetahui prinsif-prinsif manajemen kelas

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Kelas


Manajemen kelas berasal dari dua kala, yaitu manajemen dan kelas.
Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan
pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif
untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan
sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama
menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Dengan demikian,
manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana
pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik
dengan baik.1
Menurut Sudarman Danimi, manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai
berikut;

1. Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi)


kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui
orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik
sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan
proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Di sini sumber daya
kelas merupakan instrument, proses pembelajaran sebagai inti, dan
hasil belajar sebagaimana mestinya.

2. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan


evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun
dengan atau melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta
didik) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata
perencanaan di sini merujuk pada perencanaan pembelajaran dan
unsur-unsur penunjangnya. Pelaksanaan bermakna proses
pembelajaran, sedangkan evaluasi bermakna evaluasi pembelajaran.
Evaluasi di sini terdiri dua jenis. Evaluasi di sini terdiri dari dua
jenis, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran

3. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian,


penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik

1
Astuti, jurnal Manajemen Kelas Yang Efekti : 2019

6
individual maupun dengan atau melalui orang lain (peserta didik)
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien,
dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.2

Dari definisi tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa dalam


mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif tidak terlepas dari kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta memanfaatkan sumber
daya-sumber daya secara optimal.

Berdasarkan pendekatan operasional menurut Weber, manajemen kelas


didefinisikan sebagai:

1. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan


ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin.
2. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan
ketertiban suasana kelas melalui intimidasi.
3. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa.
4. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara
mengikuti petunjuk yang telah disajikan.
5. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang
efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan
dilaksanakan dengan baik.
6. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku
peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang
tidak diinginkan.
7. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan
interpersonal yang baik dan iklim sosioemosional kelas yang positif.
8. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif.3

Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan manajemen kelas meliputi:


mempertahankan ketertiban kelas, memaksimalkan kebebasan siswa dalam konteks
pembelajaran, perencanaan pembelajaran, mengembangkan tingkah laku positif
peserta didik, mengembangkan hubungan interpersonal dan mewudkan iklim
sosioemosional yang positif. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam
manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas,
tindakan selektif dan kreatif.

2
Sudaran Danim, Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga
Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2002) hal 167
3
Badruddin, Manajemen Peserta Didik (Jakarta: Indeks, 2014) hal 98

7
B. Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas
dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, manajemen kelas
juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat
berlangsungnya proses belajar mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan
dapat berjalan dengan efektif dan terarah. sehingga cita-cita pendidikan dapat
tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas.4
Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio- emosional
merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa.
Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas seperti dikemukakan oleh A. C. Wraag dapat
dideteksi atau dilihat dari: "Inak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap
perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa atau guru. Mereka
akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugasnya
yang sesuai dengan kemampuannya"5

Sedangkan tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen


Dikdasmen adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan


belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan semaksimal mungkin
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terjadinya interaksi pembelajaran. Menyediakan dan mengatur
fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial,
emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
3. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang
sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.6

Apabila tujuan dari manajemen kelas sudah tercapai, maka ada dua
kemungkinan yang akan dialami oleh siswa sebagai indikator keberhasilan dari
manajemen tersebut, yaitu:

4
Salman Rusydie, Prinsif - Prinsif Manajemen Kelas, hal 29
5
Salman Rusydie, Prinsif - Prinsif Manajemen Kelas, hal 107
6
Salman Rusydie, Prinsif - Prinsif Manajemen Kelas, hal 107

8
1. Sebuah manajemen kelas dapat dikatakan berhasil
apabila sesudah itu setiap siswa mampu untuk terus
belajar dan bekerja. Siswa tidak mudah menyerah
dan pasif manakala mereka merasa tidak tahu atau
kurang memahami tugas yang harus dikerjakan.
Setidaknya, siswa masih menunjukkan semangat dan
gairahnya untuk terus mencoba dan belajar, meski
mereka menghadapi hambatan dan problem yang
sulit sekalipun.
2. Sebuah manajemen kelas juga dapat dikatakan
berhasil apabila setiap siswa mampu untuk terus
melakukan pekerjaan tanpa membuang-buang waktu
dengan percuma. Artinya, setiap siswa akan bekerja
secepatnya supaya ia segera dapat menyelesaikan
tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini akan
membuat siswa mampu menggunakan waktu
belajarnya seefektif dan seefisien mungkin.7

C. Prinsif – Prinsif Manajemen Kelas


Dalam suatu sekolah, perlu kita sadari bahwa jumlah siswa di dalam kelas akan
turut mewamai dinamika kelas itu sendiri. Semakin banyak jumlah siswa yang ada
dalam suatu kelas, maka kemungkinan besar akan semakin sering terjadi konflik
antarsiswa. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa dalam suatu kelas, maka
kecenderungan terjadi konflik juga akan semakin kecil. Oleh karena itu, agar
manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik, penting bagi para guru untuk dapat
memahami beberapa prinsip dasar tentang manajemen kelas. Prinsip-prinsip dasar
ini sangat dibutuhkan guna memperkecil timbulnya masalah atau gangguan dalam
mengelola atau memanajemen kelas. Beberapa prinsip manajemen kelas tersebut,
antara lain sebagai berikut:
1) Guru Harus Hangat dan Antusias
Agar kelas dapat dikelola dengan baik, seorang guru harus bersikap
hangat dan antusias kepada siswa. Untuk dapat memiliki sikap yang hangat
kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal berikut:
a. Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum memulai
pelajaran. Cara ini setidaknya dapat membangun kesan
mendalam pada diri siswa dan membuat mereka benar-benar
merasa diperhatikan

7
Salman Rusydie, Prinsif - Prinsif Manajemen Kelas, hal 32

9
b. Sediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk
mengemukakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, baik
mengenai persoalan pelajaran atau persoalan lain.
c. Berdoalah untuk mereka. Ketika guru secara khusyuk berdoa
untuk siswa dan siswa mengamininya, maka pada saat itu terjalin
hubungan emosional yang kuat antara guru dengan siswa.

Sedangkan untuk dapat memiliki sikap antusias kepada siswa, maka ada
beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu:

a. Tidak pelit memberikan pujian kepada siswa. Memberi pujian


sebelum mengakhiri kelas adalah suatu hal yang patut untuk
dilakukan
b. Selalu berusaha untuk membantu siswa. Berikanlah jalan keluar
aas masalah yang dikemukakan siswa, sekalipun tidak
menyangkut dengan pelajaran.
c. Sering melakukan Sharing pendapat dengan siswa. Ajaklah
semua siswa untuk mengemukakan pendapatnya, jika diantara
mereka ada yang sedang mengemukakan masalah pribadinya.
d. Menghargai setiap pendapat siswa. Hargailah setiap pendapat
yang dikemukakan oleh siswa agar tercipta suasana yang akrab
di kelas.

2) Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan


Biasanya setiap siswa sangat menyukai beberapa tantangan yang
mengusik rasa ingin tahu mereka. Karena itu, guru harus mampu
memberikan tantangan yang dapat memancing antusiasme siswa dalam
mengikuti mata pelajarannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh
guru dalam memberikan tantangan, yaitu:
a. Lakukan evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu.
Apabila hari ini guru menyampaikan materi suatu pelajaran,
maka evaluasi dapat dilakukan pada minggu yang akan dating
b. Selingi dengan kuis, misalnya guru membuat teka-teki yang
bahanbahannya diambil dari materi pelajaran. Atau ajaklah
siswa untuk belajar di luar kelas sebagai sarana untuk refreshing
c. Kaitkan dengan dunia luar. Mengaitkan mata pelajaran dengan
masalahmasalah lain yung sifatnya praktis juga dapat menjadi
pilihan yang baik bagi para guru untuk memunculkan tantangan
pada diri siswa.

10
d. Menggunakan metode yang variatif. Guru harus menyadari
bahwa siswa kemungkinan akan bosan dan jenuh dengan cara
mengajar yang dia terapkan selama ini. Rasa bosan ini jelas
memiliki pengaruh besar pada kemampuan berkonsentrasi
siswa, sehingga guru perlu menggunakan atau mencoba banyak
gaya dan metode mengajar dalam menyampaikan mata
pelajaran.

3) Guru Harus Mampu bersikap Luwes


Setiap guru harus mampu bersikap luwes kepada siswanya. Artinya,
di dalam kelas seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang
yang serba tahu. Sesekali dalam waktu tertentu, guru juga harus mampu
menempatkan dirinya sebagai orang "saudara". "orang tua". maupun
"sahabat bagi siswa-siswinya. Pergaulan yang luwes antara seorang guru
dengan siswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan
menghargai. Untuk mewujudkan hal tersebut. ada beberapa langkah yang
dapat dilakukan oleh seorang guru, yaitu:
a. Memperlakukan siswa layaknya saudara/anak sendiri. Sebagai
seorang saudara, tentu kita tidak canggung apabila henda
meminta bantuan atau diminta bantuan oleh mereka.
b. Sesekali panggil siswa dengan panggilan "nak". Panggilan akrab
semacam ini dapat menimbulkan kesan mendalam dalam diri
siswa, semacam perasaan kalau siswa adalah anak-anaknya
sendiri.
c. Sering menghabiskan waktu bersama siswa. Bermain bersama di
waktuwaktu senggang bersama siswa juga dapat
merenggangkan kita dengan mereka. Hindari bersikap gengsi
yang terlampau kaku kepada siswa. Buang jauh-jauh anggapan
bahwa guru harus selalu menjaga image terhadap para siswanya,
sehingga harus membatasi pergaulan dengannya. selain hanya
kepentingan mengajar di dalam kelas.

4) Beri penekanan pada Hal Positif


Perlu diketahui bahwa dalam mengajar dan mendidik. guru harus
menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari terlalu fokus pada
hal-hal negatif. Dalam kelas, pandangan dan sikap guru terhadap suatu hal
dapat memberikan pengaruh besar bagi siswa. Hal-hal yang perlu dilakukan
guru untuk dapat menumbuhkan sikap seperti ini antara lain:

11
a. Jangan mencela siswa yang berbuat negatif di dalam kelas.
Atur waktu di mana guru bisa berbicara dan menasehati
siswa yang bersangkutan tanpa harus mempermalukannya di
depan teman-teman.
b. Selalu ingatkan mereka terhadap tujuan dan cita-cita
belajarnya, serta kemukakan apa saja hal-hal yang dapat
merusak cita-cita itu.
c. Berilah pujian jika ada siswa yang sudah melakukan
tindakan- tindakan positif. Jangan lupa untuk mendorong
dan memotivasi siswa-siswi yang lain untuk melakukan hal
serupa.
Kelas yang ideal adalah ketika guru selalu berkonsentrasi pada hal-
hal positif yang dilakukan siswa dan lebih memilih melakukan pendekatan
personal saat harus menangani siswa yang bertindak negatif. Hal-hal di atas
akan menjadikan suasana belajar dalam kelas selalu terjaga dengan baik.

5) Penanaman Disiplin Diri


Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah bagaimana agar anak
didik dapat mengembangkan sikap disiplin dengan baik. Begitu pula halnya
dengan guru, untuk mewujudkan tujuan itu, tentu saja guru harus
memberikan teladan yang sesuai. Seorang guru tidak mungkin dapat
mengelola kelas dengan baik jika mereka juga kurang disiplin. Tunjukkan
kepada siswa bahwa guru mereka juga menjunjung tinggi sikap disiplin
dengan mempraktikkannya secara langsung."8

8
Salman Rusydie, Prinsif - Prinsif Manajemen Kelas, hal 43-46

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan
suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi
peserta didik dengan baik. Manajemen kelas terkait perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian program manajemen kelas. Manajemen kelas pada umumnya bertujuan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan
pembelajaran
Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang sebagai proses
mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran
yang efektif dan efisien. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan
beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus
membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Guru sebagai
pemimpin kelas diharapkan mampu menerapkan pendekatan manajemen kelas
berdasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung. Sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai.

B. Saran
Setiap hal haruslah direncanakan sesuai dengan kebutuhan sehingga tujuan
sesuatu dibuat akan tercapai, begitupula dalam hal proses ajar mengajar didalam
kelas pun perlu dimanajemen dan direncanaan agar tercipta lingkungan kelas yang
produktif.

13
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Jurnal manajemen kelas yang efektif : 2019
Badaruddin, 2014. Manajemen peserta didik. Jakarta: Indeks.
Danim Sudari, 2002. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Penningkatan
Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Salman Rusydie, Prinsif-Prinsif Manajemen Kelas

14

Anda mungkin juga menyukai