0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan23 halaman

Model Pengembangan Dick dan Carey

Makalah ini membahas model pengembangan sistem pembelajaran Dick and Carey yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ini menekankan pendekatan sistem dalam merancang pembelajaran berbasis masalah dan memberdayakan siswa secara aktif.

Diunggah oleh

Ariana Nurhayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan23 halaman

Model Pengembangan Dick dan Carey

Makalah ini membahas model pengembangan sistem pembelajaran Dick and Carey yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ini menekankan pendekatan sistem dalam merancang pembelajaran berbasis masalah dan memberdayakan siswa secara aktif.

Diunggah oleh

Ariana Nurhayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MODEL PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN


DICK AND CAREY

OLEH:

KELOMPOK 2
PUJIJANA PURNAWATI (706522007)
ARIANA NURHAYATI (706522012)
YULIYANTI KOHOHON (706522013)

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2023
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan

rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah

yang sederhana ini.

Adapun Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari suatu

rangkaian Mata Kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika itu

sendiri. Penulis selaku penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah

ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karenanya, penulis

menerima dengan senang hati berbagai kritik dan saran yang bersifat membangun

dari semua pihak, baik dari teman-teman dan terutama masukan dari Ibu Dosen

Pengampu, demi kamajuan penulis sekaligus pelaku dalam hal ini serta

kesempurnaan dalam penyusunan Makalah berikutnya.

Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua

pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini. Terutama kepada Ibu

Dr. Tirtawaty Abdjul, [Link]; Dr. Ritin Uloli, [Link]; Dr. Supartin, [Link], [Link]

selaku Dosen Pengampu yang telah membimbing Kami, yang telah memberikan

banyak motivasi dan dukungannya, dan semua pihak yang telah membantu

penulis dalam penyusunan Makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Gorontalo, 07 Maret 2023

Kelompok 2

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................

DAFTAR ISI......................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................

BAB II ISI..........................................................................................................................

BAB III PENUTUP.........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY ii


BAB PENDAHULUAN
I

A. Latar Belakang

Di era globalisasi studi tentang pembelajaran manusia terus berkembang

dan meluas disegala bidang. Seiring dengan banyaknya peneliti dari berbagai

aliran teori yang menguji gagasan dan hipotesis dalam setting dasar dan terapan,

serta hasil penemuan peneliti mendorong peningkatan dalam pengajaran dan

pembelajaran untuk siswa dalam menempuh jenjang pendidikan. Hal tersebut

yang signifikan adalah topik-topik yang awalnya dipandang tidak memiliki

keterkaitan dengan pembelajaran seperti motivasi, teknologi, dan pengaturan diri

saat ini semakin diperhatikan oleh para peneliti dan praktisi saat ini (Schunk, D.

2012: vi).

Pembelajaran merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk

memperoleh kompetensi atau berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang

diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan (Pribadi, 2009: iii). Upaya untuk

meningkatkan efektivitas proses pembelajaran selalu dilakukan tanpa henti. Proses

pembelajaran dapat dipandang sebagai sebuah sistem dengan komponen-

komponen yang berinterfungsi satu sama lain.

Dick, Carey, dan Carey (2001) memandang desain pembelajaran sebagai

sebuah sistem dan menganggap pembelajaran adalah proses yang sitematis. Pada

kenyataannya cara kerja yang sistematis inilah dinyatakan sebagai model

pendekatan sistem. Dipertegas oleh Dick, Carey, dan Carey (2001) bahwa

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 1


pendekatan sistem selalu mengacu kepada tahapan umum sistem pengembangan

pembelajaran (Instructional Systems Development /ISD). Jika berbicara masalah

desain maka masuk ke dalam proses, dan jika menggunakan istilah instructional

design (ID) mengacu kepada instructional system development (ISD) yaitu

tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instructional

desain inilah payung bidang (Dick, Carey, dan Carey, 2001).

Komponen model Dick, Carey, dan Carey meliputi pembelajar,

pebelajar, materi, dan lingkungan. Demikian pula dilingkungan pendidikan non

formal meliputi; warga belajar (pebelajar), tutor (pembelajar), materi, dan

lingkungan pembelajaran (Ditjen PMPTK PNF, 2006). Semua berinteraksi dalam

proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bila melihat

komponen bekerja dengan memuaskan atau tidak maka perlu mengembangkan

format evaluasi (Dick, Carey, dan Carey, 2001). Jika dari hasil evaluasi

menunjukkan unjuk kerja pebelajar tidak memuaskan maka komponen tersebut

direvisi untuk mencapai kriteria efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Komponen model Dick, Carey, dan Carey dipengaruhi oleh Condition of

Learning hasil penelitian Robert Gagne yang dipublikasikan pertama kali pada

tahun 1965. Condition of learning ini berdasarkan asumsi psikologi behavioral,

psikologi cognitive, dan konstruktivisme yang diterapkan secara eklektic (Dick,

Carey, dan Carey, 2001). Tiga proyek utama yang dihasilkan oleh Gagne

(Bostock, 1996) yaitu 1) instructional events, 2) types of learning outcomes, 3)

internal conditions and external conditions. Ketiganya merupakan masukan yang

penting dalam memulai kegiatan desain pembelajaran.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 2


Komponen dan tahapan model Dick, Carey, dan Carey lebih kompleks

jika dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain seperti Morrison, Ross,

& Kemp (2001). Walaupun model Morrison, Ross, & Kemp juga memandang

desain pembelajaran sebagai sebuah sistem, tetapi sedikit berbeda. Mereka

menyebutkan desain pembelajaran sebagai metode yang sistematis tetapi bukan

pendekatan sitematis. Tahapan yang diguanakan yaitu perencanaan,

pengembangan, evaluasi, dan management proses. Sedangkan komponen dasar

sistem meliputi learners, objectives, methods, dan evaluation yang selanjutnya

dikembangkan menjadi 9 (sembilan) rencana desain pembelajaran.

Pada umumnya, tahap pertama dalam desain pembelajaran adalah

analisis untuk mengetahui kebutuhan dalam pembelajaran, dan mengidentifikasi

masalah-masalah apa yang akan dipecahkan. Model Dick, Carey, dan Carey

menerapkan tahapan ini, dengan demikian pengembangan yang dilakukan

berbasis kebutuhan dan pemecahan masalah. Produk yang direkomendasikan

dalam model ini yaitu sebuah produk yang dapat digunakan untuk belajar mandiri

(Nasution, 1995; Dick, Carey, dan Carey, 2001; Heinich, Molenda, Russel, &

Smadino, 2002). Model ini juga memungkinkan warga belajar menjadi aktif

berinteraksi karena menetapkan strategi dan tipe pembelajaran yang berbasis

lingkungan. Dengan bentuk pembelajaran yang berbasis lingkungan, yang

disesuaikan dengan konteks dan setting lingkungan sekitar atau disebut juga

sebagai Situational Approach oleh Canale & Swain (1980) memungkinkan

pebelajar bahasa (sebagaimana dinyatkan oleh Sadtono, 1987) dapat

mengoptimalkan kompetensi komunikatif.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 3


BAB ISI
II

A. Model Pengembangan Dick And Carey

Model Dick and Carey merupakan model pengembangan yang

dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach). Model Dick

and Carey merupakan model desain instruksional, dikembangkan oleh Walter

Dick, Lou Carey dan James O Carey dalam The Systematic Design of

Instruktion Edisi ke-7 tahun 2009. Model penelitian dan pengembangan Dick

& Carey merupakan salah satu dari model prosedural yakni model yang

menyarankan agar penerapan prinsip desain atau rancangan instruksional

disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus dijalani secara berurutan.

Kemudian model ini lebih dikenal dengan nama Model Pengembangan Dick,

Carey, dan Carey atau juga Model Dick and Carey. Model prosedural Dick

and Carey ini merupakan model penelitian yang berorientasi pada pemaparan

tahapan penelitian secara deskriptif. Secara umum tahapan-tahapan dalam

penelitian ini terdiri atas tiga bagian yakni tahap pra-pengembangan,

pengembangan, dan pasca-pengembangan.

Model pembelajaran Dick and Carey memiliki komponen dasar desain

sistem pembelajaran meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi,

dan evaluasi. Model sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Dick and

Carey terdiri dari beberapa komponen yang diperlukan untuk merancang

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 4


kegiatan pembelajaran yang lebih besar. Dick dan Carey memasukkan unsur

kognitif dan perilaku yang menekankan respon siswa terhadap rangsangan

yang disajikan (Munir, 2015).

Model desain pembelajaran bertindak sebagai konsep, manajemen,

dan alat komunikasi untuk menganalisis, merancang, dan mengevaluasi

program pembelajaran dan pelatihan. Setiap desain pembelajaran adalah unik

dan menggunakan langkah dan proses yang berbeda. Seringkali terdapat

perbedaan istilah yang digunakan. Namun, model desain ini memiliki prinsip

inti yang sama untuk merancang program pembelajaran yang berkualitas. Ada

beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli desain pembelajaran, salah

satunya adalah “Model Dick and Carey” (Komsiah, 2012).

Strategi dan desain pembelajaran menurut Dick And Carey adalah

komponen-komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dari prosedur-

prosedur yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk mengahasilkan

hasil belajar tertentu. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya

terbatas prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga

pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan

kepada peserta didik.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 5


B. Sejarah Model Pengembangan Dick And Carey

Walter Dick adalah lulusan Princeton University dan meraih gelar

PhD di bidang Psikologi Pendidikan dari University of Pennsylvania. Walter

Dick belajar di bawah Robert Gagne dan sangat dipengaruhi oleh karya

Gagne, terutama The Condition of Learning, yang diterbitkan pada tahun

1965. Walter Dick kemudian menulis buku The Systematic Design of

Instruction, diterbitkan pada tahun 1978, dengan mahasiswa pascasarjana Lou

Carrie.

Dalam menulis buku ini, suami Lou, bernama James, ikut membantu

menulis buku ini. James memiliki keahlian di bidang pendidikan dan

teknologi media baru. Dick, Carey, dan James telah berkolaborasi untuk

mengembangkan model desain pembelajaran yang disebut Model System

Approach. Hasil pengembangan dari tersebut ditampilkan dalam buku

“Sistematika Rancangan Pembelajaran”. Model yang dikembangkan dikenal

dengan model Dick & Carey.(Cheerlle Najjah n.d.).

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 6


C. Langkah-Langkah Model Pengembangan Dick And Carey

Langkah-Langkah yang dikembangkan dalam Model Dick And Carey

terdiri dari 10 langkah. Adapun langkah-langkah model desain pembelajaran

Dick And Carey yaitu:

1. Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran (Identifying Goals)

Langkah pertama dalam model ini adalah mengidentifikasi tujuan

pembelajaran. Pada fase ini, perencana (perancang) menganalisis

kemampuan yang diharapkan setelah program pembelajaran selesai.

Semoga tujuan yang tepat mengarah pada proses yang benar. Oleh karena

itu, tujuan perlu diidentifikasi dengan cara yang dapat dicapai dan

terukur. Dalam hal ini kemampuan yang harus dimiliki siswa adalah

memahami materi (Rosyidi, 2015).

2. Melakukan Analisis Pembelajaran (Conducting Instructional

Analysis)

Setelah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya

adalah melakukan analisis pengajaran. Ini adalah proses yang digunakan

untuk mengidentifikasi keterampilan dan pengetahuan yang relevan yang

dibutuhkan siswa untuk mencapai kemampuan mereka. Di atas

segalanya, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki

siswa setelah mengikuti pembelajaran.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 7


3. Menganalisis Karakteristik Siswa dan Konteks Pembelajaran

(Identifying Entry Behaviors dan Learner Characteristics)

Langkah selanjutnya atau mampu pula dilakukan secara paralel

merupakan mengidentifikasi tingkah laris awal & ciri murid terhadap

keterampilan-keterampilan yg perlu dilatihkan atau dibelajarkan. Dalam

hal ini pula dipertimbangkan keterampilan awal yg sudah dimiliki murid.

Kedua langkah ini bisa dilakukan secara bersamaan atau paralel.

Identifikasi yg seksama mengenai ciri murid yg akan belajar bisa

membantu perancang acara pembelajaran pada menentukan & memilih

taktik pembelajaran yg akan digunakan.

4. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (Writing Performance

Objective)

Berdasarkan analisis pendidikan, perancang sistem pembelajaran

perlu mengembangkan kemampuan atau tujuan pembelajaran tertentu

(tujuan pengajaran) yang harus diperoleh siswa untuk mencapai tujuan

pembelajaran mereka secara keseluruhan (tujuan pengajaran). Ada

beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan tujuan

pembelajaran tertentu. Kondisi itu diperlukan untuk menunjukkan

kemampuan pengetahuan yang telah dipelajari siswa. Indikator atau

kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan hasil belajar seorang

siswa.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 8


5. Mengembangkan Instrumen Penilaian Berdasarkan Patokan

(Developing Criterion Referenced Test Items)

Untuk mengukur prestasi siswa dalam hasil belajar, perancang

merancang alat evaluasi berdasarkan tolok ukur. Perangkat harus valid.

Dengan kata lain, mengukur objek yang akan diukur. Tes referensi

benchmark dikonfigurasi untuk secara langsung mengukur perilaku yang

dijelaskan untuk tujuan tersebut (Jaya, 2019).

6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran (Developing Instructional

Strategy)

Setelah alat penilaian siap, langkah selanjutnya adalah merancang

strategi pembelajaran. Strategi yang digunakan disebut dengan strategi

pembelajaran. Desainer harus memberikan kegiatan yang berhubungan

dengan tujuan dengan umpan balik dan informasi tentang kinerja siswa.

Untuk kegiatan tindak lanjut, perancang meninjau keseluruhan strategi

untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan dari semua

pelajaran adalah untuk mendukung penyajian program pendidikan,

informasi tentang tujuan pendidikan, dan materi. Saat mengembangkan

konsep pendidikan, Anda perlu merancang penggunaan media.

7. Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar (Developing and

Selecting Instructional Materials)

Untuk mencapai tujuan dan fokus lebih efektif, desainer memilih

bahan pembelajaran. Materi berisi informasi yang digunakan siswa untuk

memandu kemajuan belajar mereka. Istilah bahan ajar identik dengan

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 9


media pembelajaran yang dapat memberikan informasi dan pesan kepada

siswa tentang sumber belajar. Materi yang digunakan adalah buku teks,

manual, modul, program audio-video, materi berbasis komputer, program

multimedia, dan materi. Digunakan dalam sistem pembelajaran jarak

jauh.

8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Formatif (Designing and

Conducting The Formative Evaluation Of Instruction)

Penilaian formatif adalah penilaian untuk mendapatkan informasi

tentang seberapa baik suatu tujuan pembelajaran telah tercapai. Hasil

tersebut digunakan untuk menjelaskan apakah program yang

dikembangkan baik atau tidak. Jika tidak, maka perlu direvisi, dan jika

demikian, perlu dipertahankan. Evaluasi ini dilakukan untuk

mendapatkan masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan

kualitas program.

9. Melakukan Revisi Terhadap Program Pembelajaran (Revising

Instruction)

Melalui penilaian formatif terungkap berbagai kelemahan

pembelajaran yang dilaksanakan. Penilaian formatif dilakukan tidak

hanya pada desain program pembelajaran, tetapi juga pada desain sistem

pembelajaran yang digunakan dalam program, mulai dari learning

analytics hingga penilaian formatif. Setelah berbagai kerentanan telah

diidentifikasi, setiap aspek akan diperbaiki dan ditingkatkan.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 10


10. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Sumatif (Conducting

Summative Evaluation)

Penilaian ini merupakan bentuk penilaian yang berbeda dengan

penilaian formatif. Evaluasi ini dianggap sebagai puncak dari kegiatan

desain instruksional yang diusulkan oleh Dick and Carey. Evaluasi

komprehensif dilakukan setelah program secara formal dievaluasi dan

direvisi sesuai dengan kriteria yang digunakan oleh perancang. Penilaian

keseluruhan tidak melibatkan perancang program, melainkan ahli

independen. Ini adalah salah satu alasan untuk dicatat bahwa penilaian

komprehensif bukan bagian dari proses desain sistem pembelajaran.

Langkah desain pembelajaran yang dikemukakan oleh Dick And Carey

merupakan sebuah prosedur yang menggunakan pendekatan sistem dalam

mendesain sebuah program pembelajaran. Setiap langkah dalam desain

pembelajaran memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya

(Dwiyogo, 2018).

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 11


Dalam bentuk bagan, model desain pembelajaran Dick And Carey dapat

digambarkan sebagai berikut:

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 12


D. Kelebihan dan Kekurangan Model Pengembangan Dick And Carey

1. Kelebihan Model Dick And Carey

a. Setiap langkah jelas dan mudah diikuti. Langkah-langkah dalam

model ini adalah langkah-langkah logis sederhana, yang berarti bahwa

desain adalah arah dan cara berpikir kebanyakan orang untuk

mencapai suatu tujuan atau program (Hidayati, 2014).

b. Terorganisir, efisien dan efektif. Langkah-langkah yang diuraikan

dalam setiap fase menyelamatkan desainer dari berbagai interpretasi,

sehingga setiap desainer melewati urutan yang sama. Bandingkan ini

dengan model melingkar, yang memungkinkan perancang untuk

memilih langkah-langkah yang memungkinkan. Selain itu, urutannya

sudah detail, modelnya satu arah, jelas dan efisien.

c. Merupakan model atau perencanaan pembelajaran yang terperinci,

sehingga mudah diikuti.

d. Adanya revisi pada analisis instruksional, dimana hal tersebut

merupakan hal yang sangat baik, karena apabila terjadi kesalahan

maka segera dapat dilakukan perubahan pada analisis instruksional

tersebut, sebelum kesalahan didalamnya ikut mempengaruhi

kesalahan pada komponen setelahnya.

e. Model Dick & Carey sangat lengkap komponennya, hampir mencakup

semua yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan pembelajaran.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 13


2. Kekurangan Model Dick And Carrey

a. Desain ini merupakan desain prosedural, artinya desainer harus

melewati tahapan-tahapan yang ditentukan, sehingga model desain

pembelajaran Dick and Carey terkesan kaku, karena setiap langkah

telah ditentukan.

b. Tidak semua prosedur pelaksanaan KBM dapat di kembangkan sesuai

dengan langkah-langkah tersebut.

c. Tidak cocok diterapkan dalam pembelajaran skala besar.

d. Desain Model ini merupakan desain yang matang, artinya tidak

menyediakan ruang untuk uji coba dan kegiatan revisi baru

dilaksanakan setelah diadakan tes formatif.

e. Pada tahap-tahap pengembangan tes hasil belajar, strategi

pembelajaran maupun pada pengembangan dan penilaian bahan

pembelajaran tidak nampak secara jelas ada tidaknya penilaian pakar

(validasi).

f. Terlalu banyak prosedur yang harus dilakukan oleh guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran

g. Jika pembelajaran menggunakan basis internet dan model interaktif,

dimana guru tidak bertemu langsung dengan siswa-siswanya, kecuali

interaksi dengan satu atau dua orang siswa. Model ini akan mengalami

kesulitan, terutama ketika harus menganalisis karakteristik siswa

(Alamin, 2016).

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 14


E. Implementasi Model Pengembangan Dick And Carey Dalam

Pembelajaran

Proses belajar atau belajar mengajar merupakan upaya untuk

menggairahkan siswa dalam belajar. Atau mengidentifikasi kemungkinan,

dimana pembelajaran dapat terjadi. Kemungkinan adalah kondisi yang

membentuk perilaku individu sebagai anteseden dan konsekuensinya. Yang

mana dalam kegiatannya adalah pemilihan, identifikasi dan pengembangan

metode untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan, dimana kegiatan

seperti ini pada hakekatnya merupakan fokus dari desain atau desain

pembelajaran.

Untuk dapat merancang/merancang kurikulum yang baik, seorang

perancang/guru pembelajaran harus mampu memilih dan menguasai model-

model desain pembelajaran, selain menguasai materi pelajaran dan menguasai

teori, ilmu pengetahuan atau kajian. Salah satunya adalah Model Dick &

Carey yang memiliki keunggulan menggunakan pendekatan sistem langkah

demi langkah yang komprehensif dan dapat digunakan untuk merancang

pembelajaran yang lebih sistematis yang dapat digunakan untuk

mengembangkan pembelajaran yang berkembang di bidang informasi verbal,

keterampilan intelektual, keterampilan psikomotor dan sikap, membuat

konstruksi dokumentasi lebih detail, dapat menciptakan perangkat

pembelajaran yang lebih baik karena telah melalui berbagai tahap pengujian

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 15


dan kolaborasi dengan perancang pembelajaran, ahli media dan ahli konten,

berdasarkan teori pembelajaran berorientasi tujuan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan keberhasilan pengembangan

dengan Model Dick & Carey dalam meningkatkan perolehan hasil belajar

(Natsir, 2017). Penggunaan model pembelajaran Dick and Carey dalam

pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan yakni agar pada awal

proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampu

melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran.

Adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan

hasil pembelajaran yang dikehendaki Menerangkan langkah–langkah yang

perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 16


BAB PENUTUP
III

A. Kesimpulan

1. Model Dick and Carey merupakan model pengembangan yang

dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach).

2. Model Dick and Carey merupakan model desain instruksional,

dikembangkan oleh Walter Dick, Lou Carey dan James O Carey dalam

The Systematic Design of Instruktion Edisi ke-7 tahun 2009.

3. Model penelitian dan pengembangan Dick & Carey merupakan salah satu

dari model prosedural yakni model yang menyarankan agar penerapan

prinsip desain atau rancangan instruksional disesuaikan dengan langkah-

langkah yang harus dijalani secara berurutan.

4. Model pembelajaran Dick and Carey memiliki komponen dasar desain

sistem pembelajaran meliputi analisis, desain, pengembangan,

implementasi, dan evaluasi.

5. Komponen model pembelajaran Dick And Carey meliputi: pembelajar,

pengajar, materi, dan lingkungan. Dilingkungan pendidikan non formal

meliputi: warga belajar (pembelajar), tutor (pengajar), materi, dan

lingkungan pembelajaran. Semua berinteraksi dalam proses pembelajaran

untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 17


6. Langkah-Langkah yang dikembangkan dalam Model Dick And Carey

terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1) Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran

(Identifying Goals), (2) Melakukan Analisis Pembelajaran (Conducting

Instructional Analysis), (3) Menganalisis Karakteristik Siswa dan

Konteks Pembelajaran (Identifying Entry Behaviors dan Learner

Characteristics), (4) Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (Writing

Performance Objective), (5) Mengembangkan Instrumen Penilaian

Berdasarkan Patokan (Developing Criterion Referenced Test Items), (6)

Mengembangkan Strategi Pembelajaran (Developing Instructional

Strategy), (7) Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar (Developing

and Selecting Instructional Materials), (8) Merancang dan

Mengembangkan Evaluasi Formatif (Designing and Conducting The

Formative Evaluation Of Instruction), (9) Melakukan Revisi Terhadap

Program Pembelajaran (Revising Instruction), dan (10) Merancang dan

Mengembangkan Evaluasi Sumatif (Conducting Summative Evaluation).

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 18


DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian & Pengembangan. Alfabeta: Bandung

Subiyantoro, Singgih. 2021. Monografi Pengembangan Mobile Learning

Menggunakan Model Dick, Carey & Carey. Lakeisha: Jateng

[Link]

[Link]

MODEL_PENGEMBANGAN_SISTEM_PEMBELAJARAN_DICK_a

nd_CAREY

[Link]

[Link]

[Link]

317023234ModelPembelajaranDick_And_Carrey_Dalam_Pembelajara

n_Bahasa_Dan_Sastra_Indonesia

Jurnal Historica. ISSN No. 2252-4673. Volume. 1 (2017) Issue. 1. Yaumil

Qoriaha, Sumarnob, Nurul Umamah. History Education Program, Jember

University

MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 19


MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 20

Anda mungkin juga menyukai