MAKALAH
MODEL PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN
DICK AND CAREY
OLEH:
KELOMPOK 2
PUJIJANA PURNAWATI (706522007)
ARIANA NURHAYATI (706522012)
YULIYANTI KOHOHON (706522013)
PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2023
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah
yang sederhana ini.
Adapun Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari suatu
rangkaian Mata Kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika itu
sendiri. Penulis selaku penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karenanya, penulis
menerima dengan senang hati berbagai kritik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak, baik dari teman-teman dan terutama masukan dari Ibu Dosen
Pengampu, demi kamajuan penulis sekaligus pelaku dalam hal ini serta
kesempurnaan dalam penyusunan Makalah berikutnya.
Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini. Terutama kepada Ibu
Dr. Tirtawaty Abdjul, [Link]; Dr. Ritin Uloli, [Link]; Dr. Supartin, [Link], [Link]
selaku Dosen Pengampu yang telah membimbing Kami, yang telah memberikan
banyak motivasi dan dukungannya, dan semua pihak yang telah membantu
penulis dalam penyusunan Makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.
Gorontalo, 07 Maret 2023
Kelompok 2
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
BAB II ISI..........................................................................................................................
BAB III PENUTUP.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY ii
BAB PENDAHULUAN
I
A. Latar Belakang
Di era globalisasi studi tentang pembelajaran manusia terus berkembang
dan meluas disegala bidang. Seiring dengan banyaknya peneliti dari berbagai
aliran teori yang menguji gagasan dan hipotesis dalam setting dasar dan terapan,
serta hasil penemuan peneliti mendorong peningkatan dalam pengajaran dan
pembelajaran untuk siswa dalam menempuh jenjang pendidikan. Hal tersebut
yang signifikan adalah topik-topik yang awalnya dipandang tidak memiliki
keterkaitan dengan pembelajaran seperti motivasi, teknologi, dan pengaturan diri
saat ini semakin diperhatikan oleh para peneliti dan praktisi saat ini (Schunk, D.
2012: vi).
Pembelajaran merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk
memperoleh kompetensi atau berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan (Pribadi, 2009: iii). Upaya untuk
meningkatkan efektivitas proses pembelajaran selalu dilakukan tanpa henti. Proses
pembelajaran dapat dipandang sebagai sebuah sistem dengan komponen-
komponen yang berinterfungsi satu sama lain.
Dick, Carey, dan Carey (2001) memandang desain pembelajaran sebagai
sebuah sistem dan menganggap pembelajaran adalah proses yang sitematis. Pada
kenyataannya cara kerja yang sistematis inilah dinyatakan sebagai model
pendekatan sistem. Dipertegas oleh Dick, Carey, dan Carey (2001) bahwa
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 1
pendekatan sistem selalu mengacu kepada tahapan umum sistem pengembangan
pembelajaran (Instructional Systems Development /ISD). Jika berbicara masalah
desain maka masuk ke dalam proses, dan jika menggunakan istilah instructional
design (ID) mengacu kepada instructional system development (ISD) yaitu
tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instructional
desain inilah payung bidang (Dick, Carey, dan Carey, 2001).
Komponen model Dick, Carey, dan Carey meliputi pembelajar,
pebelajar, materi, dan lingkungan. Demikian pula dilingkungan pendidikan non
formal meliputi; warga belajar (pebelajar), tutor (pembelajar), materi, dan
lingkungan pembelajaran (Ditjen PMPTK PNF, 2006). Semua berinteraksi dalam
proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bila melihat
komponen bekerja dengan memuaskan atau tidak maka perlu mengembangkan
format evaluasi (Dick, Carey, dan Carey, 2001). Jika dari hasil evaluasi
menunjukkan unjuk kerja pebelajar tidak memuaskan maka komponen tersebut
direvisi untuk mencapai kriteria efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Komponen model Dick, Carey, dan Carey dipengaruhi oleh Condition of
Learning hasil penelitian Robert Gagne yang dipublikasikan pertama kali pada
tahun 1965. Condition of learning ini berdasarkan asumsi psikologi behavioral,
psikologi cognitive, dan konstruktivisme yang diterapkan secara eklektic (Dick,
Carey, dan Carey, 2001). Tiga proyek utama yang dihasilkan oleh Gagne
(Bostock, 1996) yaitu 1) instructional events, 2) types of learning outcomes, 3)
internal conditions and external conditions. Ketiganya merupakan masukan yang
penting dalam memulai kegiatan desain pembelajaran.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 2
Komponen dan tahapan model Dick, Carey, dan Carey lebih kompleks
jika dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain seperti Morrison, Ross,
& Kemp (2001). Walaupun model Morrison, Ross, & Kemp juga memandang
desain pembelajaran sebagai sebuah sistem, tetapi sedikit berbeda. Mereka
menyebutkan desain pembelajaran sebagai metode yang sistematis tetapi bukan
pendekatan sitematis. Tahapan yang diguanakan yaitu perencanaan,
pengembangan, evaluasi, dan management proses. Sedangkan komponen dasar
sistem meliputi learners, objectives, methods, dan evaluation yang selanjutnya
dikembangkan menjadi 9 (sembilan) rencana desain pembelajaran.
Pada umumnya, tahap pertama dalam desain pembelajaran adalah
analisis untuk mengetahui kebutuhan dalam pembelajaran, dan mengidentifikasi
masalah-masalah apa yang akan dipecahkan. Model Dick, Carey, dan Carey
menerapkan tahapan ini, dengan demikian pengembangan yang dilakukan
berbasis kebutuhan dan pemecahan masalah. Produk yang direkomendasikan
dalam model ini yaitu sebuah produk yang dapat digunakan untuk belajar mandiri
(Nasution, 1995; Dick, Carey, dan Carey, 2001; Heinich, Molenda, Russel, &
Smadino, 2002). Model ini juga memungkinkan warga belajar menjadi aktif
berinteraksi karena menetapkan strategi dan tipe pembelajaran yang berbasis
lingkungan. Dengan bentuk pembelajaran yang berbasis lingkungan, yang
disesuaikan dengan konteks dan setting lingkungan sekitar atau disebut juga
sebagai Situational Approach oleh Canale & Swain (1980) memungkinkan
pebelajar bahasa (sebagaimana dinyatkan oleh Sadtono, 1987) dapat
mengoptimalkan kompetensi komunikatif.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 3
BAB ISI
II
A. Model Pengembangan Dick And Carey
Model Dick and Carey merupakan model pengembangan yang
dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach). Model Dick
and Carey merupakan model desain instruksional, dikembangkan oleh Walter
Dick, Lou Carey dan James O Carey dalam The Systematic Design of
Instruktion Edisi ke-7 tahun 2009. Model penelitian dan pengembangan Dick
& Carey merupakan salah satu dari model prosedural yakni model yang
menyarankan agar penerapan prinsip desain atau rancangan instruksional
disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus dijalani secara berurutan.
Kemudian model ini lebih dikenal dengan nama Model Pengembangan Dick,
Carey, dan Carey atau juga Model Dick and Carey. Model prosedural Dick
and Carey ini merupakan model penelitian yang berorientasi pada pemaparan
tahapan penelitian secara deskriptif. Secara umum tahapan-tahapan dalam
penelitian ini terdiri atas tiga bagian yakni tahap pra-pengembangan,
pengembangan, dan pasca-pengembangan.
Model pembelajaran Dick and Carey memiliki komponen dasar desain
sistem pembelajaran meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi,
dan evaluasi. Model sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Dick and
Carey terdiri dari beberapa komponen yang diperlukan untuk merancang
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 4
kegiatan pembelajaran yang lebih besar. Dick dan Carey memasukkan unsur
kognitif dan perilaku yang menekankan respon siswa terhadap rangsangan
yang disajikan (Munir, 2015).
Model desain pembelajaran bertindak sebagai konsep, manajemen,
dan alat komunikasi untuk menganalisis, merancang, dan mengevaluasi
program pembelajaran dan pelatihan. Setiap desain pembelajaran adalah unik
dan menggunakan langkah dan proses yang berbeda. Seringkali terdapat
perbedaan istilah yang digunakan. Namun, model desain ini memiliki prinsip
inti yang sama untuk merancang program pembelajaran yang berkualitas. Ada
beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli desain pembelajaran, salah
satunya adalah “Model Dick and Carey” (Komsiah, 2012).
Strategi dan desain pembelajaran menurut Dick And Carey adalah
komponen-komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dari prosedur-
prosedur yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk mengahasilkan
hasil belajar tertentu. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya
terbatas prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga
pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan
kepada peserta didik.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 5
B. Sejarah Model Pengembangan Dick And Carey
Walter Dick adalah lulusan Princeton University dan meraih gelar
PhD di bidang Psikologi Pendidikan dari University of Pennsylvania. Walter
Dick belajar di bawah Robert Gagne dan sangat dipengaruhi oleh karya
Gagne, terutama The Condition of Learning, yang diterbitkan pada tahun
1965. Walter Dick kemudian menulis buku The Systematic Design of
Instruction, diterbitkan pada tahun 1978, dengan mahasiswa pascasarjana Lou
Carrie.
Dalam menulis buku ini, suami Lou, bernama James, ikut membantu
menulis buku ini. James memiliki keahlian di bidang pendidikan dan
teknologi media baru. Dick, Carey, dan James telah berkolaborasi untuk
mengembangkan model desain pembelajaran yang disebut Model System
Approach. Hasil pengembangan dari tersebut ditampilkan dalam buku
“Sistematika Rancangan Pembelajaran”. Model yang dikembangkan dikenal
dengan model Dick & Carey.(Cheerlle Najjah n.d.).
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 6
C. Langkah-Langkah Model Pengembangan Dick And Carey
Langkah-Langkah yang dikembangkan dalam Model Dick And Carey
terdiri dari 10 langkah. Adapun langkah-langkah model desain pembelajaran
Dick And Carey yaitu:
1. Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran (Identifying Goals)
Langkah pertama dalam model ini adalah mengidentifikasi tujuan
pembelajaran. Pada fase ini, perencana (perancang) menganalisis
kemampuan yang diharapkan setelah program pembelajaran selesai.
Semoga tujuan yang tepat mengarah pada proses yang benar. Oleh karena
itu, tujuan perlu diidentifikasi dengan cara yang dapat dicapai dan
terukur. Dalam hal ini kemampuan yang harus dimiliki siswa adalah
memahami materi (Rosyidi, 2015).
2. Melakukan Analisis Pembelajaran (Conducting Instructional
Analysis)
Setelah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya
adalah melakukan analisis pengajaran. Ini adalah proses yang digunakan
untuk mengidentifikasi keterampilan dan pengetahuan yang relevan yang
dibutuhkan siswa untuk mencapai kemampuan mereka. Di atas
segalanya, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki
siswa setelah mengikuti pembelajaran.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 7
3. Menganalisis Karakteristik Siswa dan Konteks Pembelajaran
(Identifying Entry Behaviors dan Learner Characteristics)
Langkah selanjutnya atau mampu pula dilakukan secara paralel
merupakan mengidentifikasi tingkah laris awal & ciri murid terhadap
keterampilan-keterampilan yg perlu dilatihkan atau dibelajarkan. Dalam
hal ini pula dipertimbangkan keterampilan awal yg sudah dimiliki murid.
Kedua langkah ini bisa dilakukan secara bersamaan atau paralel.
Identifikasi yg seksama mengenai ciri murid yg akan belajar bisa
membantu perancang acara pembelajaran pada menentukan & memilih
taktik pembelajaran yg akan digunakan.
4. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (Writing Performance
Objective)
Berdasarkan analisis pendidikan, perancang sistem pembelajaran
perlu mengembangkan kemampuan atau tujuan pembelajaran tertentu
(tujuan pengajaran) yang harus diperoleh siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran mereka secara keseluruhan (tujuan pengajaran). Ada
beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan tujuan
pembelajaran tertentu. Kondisi itu diperlukan untuk menunjukkan
kemampuan pengetahuan yang telah dipelajari siswa. Indikator atau
kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan hasil belajar seorang
siswa.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 8
5. Mengembangkan Instrumen Penilaian Berdasarkan Patokan
(Developing Criterion Referenced Test Items)
Untuk mengukur prestasi siswa dalam hasil belajar, perancang
merancang alat evaluasi berdasarkan tolok ukur. Perangkat harus valid.
Dengan kata lain, mengukur objek yang akan diukur. Tes referensi
benchmark dikonfigurasi untuk secara langsung mengukur perilaku yang
dijelaskan untuk tujuan tersebut (Jaya, 2019).
6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran (Developing Instructional
Strategy)
Setelah alat penilaian siap, langkah selanjutnya adalah merancang
strategi pembelajaran. Strategi yang digunakan disebut dengan strategi
pembelajaran. Desainer harus memberikan kegiatan yang berhubungan
dengan tujuan dengan umpan balik dan informasi tentang kinerja siswa.
Untuk kegiatan tindak lanjut, perancang meninjau keseluruhan strategi
untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan dari semua
pelajaran adalah untuk mendukung penyajian program pendidikan,
informasi tentang tujuan pendidikan, dan materi. Saat mengembangkan
konsep pendidikan, Anda perlu merancang penggunaan media.
7. Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar (Developing and
Selecting Instructional Materials)
Untuk mencapai tujuan dan fokus lebih efektif, desainer memilih
bahan pembelajaran. Materi berisi informasi yang digunakan siswa untuk
memandu kemajuan belajar mereka. Istilah bahan ajar identik dengan
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 9
media pembelajaran yang dapat memberikan informasi dan pesan kepada
siswa tentang sumber belajar. Materi yang digunakan adalah buku teks,
manual, modul, program audio-video, materi berbasis komputer, program
multimedia, dan materi. Digunakan dalam sistem pembelajaran jarak
jauh.
8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Formatif (Designing and
Conducting The Formative Evaluation Of Instruction)
Penilaian formatif adalah penilaian untuk mendapatkan informasi
tentang seberapa baik suatu tujuan pembelajaran telah tercapai. Hasil
tersebut digunakan untuk menjelaskan apakah program yang
dikembangkan baik atau tidak. Jika tidak, maka perlu direvisi, dan jika
demikian, perlu dipertahankan. Evaluasi ini dilakukan untuk
mendapatkan masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kualitas program.
9. Melakukan Revisi Terhadap Program Pembelajaran (Revising
Instruction)
Melalui penilaian formatif terungkap berbagai kelemahan
pembelajaran yang dilaksanakan. Penilaian formatif dilakukan tidak
hanya pada desain program pembelajaran, tetapi juga pada desain sistem
pembelajaran yang digunakan dalam program, mulai dari learning
analytics hingga penilaian formatif. Setelah berbagai kerentanan telah
diidentifikasi, setiap aspek akan diperbaiki dan ditingkatkan.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 10
10. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Sumatif (Conducting
Summative Evaluation)
Penilaian ini merupakan bentuk penilaian yang berbeda dengan
penilaian formatif. Evaluasi ini dianggap sebagai puncak dari kegiatan
desain instruksional yang diusulkan oleh Dick and Carey. Evaluasi
komprehensif dilakukan setelah program secara formal dievaluasi dan
direvisi sesuai dengan kriteria yang digunakan oleh perancang. Penilaian
keseluruhan tidak melibatkan perancang program, melainkan ahli
independen. Ini adalah salah satu alasan untuk dicatat bahwa penilaian
komprehensif bukan bagian dari proses desain sistem pembelajaran.
Langkah desain pembelajaran yang dikemukakan oleh Dick And Carey
merupakan sebuah prosedur yang menggunakan pendekatan sistem dalam
mendesain sebuah program pembelajaran. Setiap langkah dalam desain
pembelajaran memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya
(Dwiyogo, 2018).
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 11
Dalam bentuk bagan, model desain pembelajaran Dick And Carey dapat
digambarkan sebagai berikut:
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 12
D. Kelebihan dan Kekurangan Model Pengembangan Dick And Carey
1. Kelebihan Model Dick And Carey
a. Setiap langkah jelas dan mudah diikuti. Langkah-langkah dalam
model ini adalah langkah-langkah logis sederhana, yang berarti bahwa
desain adalah arah dan cara berpikir kebanyakan orang untuk
mencapai suatu tujuan atau program (Hidayati, 2014).
b. Terorganisir, efisien dan efektif. Langkah-langkah yang diuraikan
dalam setiap fase menyelamatkan desainer dari berbagai interpretasi,
sehingga setiap desainer melewati urutan yang sama. Bandingkan ini
dengan model melingkar, yang memungkinkan perancang untuk
memilih langkah-langkah yang memungkinkan. Selain itu, urutannya
sudah detail, modelnya satu arah, jelas dan efisien.
c. Merupakan model atau perencanaan pembelajaran yang terperinci,
sehingga mudah diikuti.
d. Adanya revisi pada analisis instruksional, dimana hal tersebut
merupakan hal yang sangat baik, karena apabila terjadi kesalahan
maka segera dapat dilakukan perubahan pada analisis instruksional
tersebut, sebelum kesalahan didalamnya ikut mempengaruhi
kesalahan pada komponen setelahnya.
e. Model Dick & Carey sangat lengkap komponennya, hampir mencakup
semua yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan pembelajaran.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 13
2. Kekurangan Model Dick And Carrey
a. Desain ini merupakan desain prosedural, artinya desainer harus
melewati tahapan-tahapan yang ditentukan, sehingga model desain
pembelajaran Dick and Carey terkesan kaku, karena setiap langkah
telah ditentukan.
b. Tidak semua prosedur pelaksanaan KBM dapat di kembangkan sesuai
dengan langkah-langkah tersebut.
c. Tidak cocok diterapkan dalam pembelajaran skala besar.
d. Desain Model ini merupakan desain yang matang, artinya tidak
menyediakan ruang untuk uji coba dan kegiatan revisi baru
dilaksanakan setelah diadakan tes formatif.
e. Pada tahap-tahap pengembangan tes hasil belajar, strategi
pembelajaran maupun pada pengembangan dan penilaian bahan
pembelajaran tidak nampak secara jelas ada tidaknya penilaian pakar
(validasi).
f. Terlalu banyak prosedur yang harus dilakukan oleh guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran
g. Jika pembelajaran menggunakan basis internet dan model interaktif,
dimana guru tidak bertemu langsung dengan siswa-siswanya, kecuali
interaksi dengan satu atau dua orang siswa. Model ini akan mengalami
kesulitan, terutama ketika harus menganalisis karakteristik siswa
(Alamin, 2016).
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 14
E. Implementasi Model Pengembangan Dick And Carey Dalam
Pembelajaran
Proses belajar atau belajar mengajar merupakan upaya untuk
menggairahkan siswa dalam belajar. Atau mengidentifikasi kemungkinan,
dimana pembelajaran dapat terjadi. Kemungkinan adalah kondisi yang
membentuk perilaku individu sebagai anteseden dan konsekuensinya. Yang
mana dalam kegiatannya adalah pemilihan, identifikasi dan pengembangan
metode untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan, dimana kegiatan
seperti ini pada hakekatnya merupakan fokus dari desain atau desain
pembelajaran.
Untuk dapat merancang/merancang kurikulum yang baik, seorang
perancang/guru pembelajaran harus mampu memilih dan menguasai model-
model desain pembelajaran, selain menguasai materi pelajaran dan menguasai
teori, ilmu pengetahuan atau kajian. Salah satunya adalah Model Dick &
Carey yang memiliki keunggulan menggunakan pendekatan sistem langkah
demi langkah yang komprehensif dan dapat digunakan untuk merancang
pembelajaran yang lebih sistematis yang dapat digunakan untuk
mengembangkan pembelajaran yang berkembang di bidang informasi verbal,
keterampilan intelektual, keterampilan psikomotor dan sikap, membuat
konstruksi dokumentasi lebih detail, dapat menciptakan perangkat
pembelajaran yang lebih baik karena telah melalui berbagai tahap pengujian
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 15
dan kolaborasi dengan perancang pembelajaran, ahli media dan ahli konten,
berdasarkan teori pembelajaran berorientasi tujuan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan keberhasilan pengembangan
dengan Model Dick & Carey dalam meningkatkan perolehan hasil belajar
(Natsir, 2017). Penggunaan model pembelajaran Dick and Carey dalam
pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan yakni agar pada awal
proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampu
melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran.
Adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan
hasil pembelajaran yang dikehendaki Menerangkan langkah–langkah yang
perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 16
BAB PENUTUP
III
A. Kesimpulan
1. Model Dick and Carey merupakan model pengembangan yang
dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach).
2. Model Dick and Carey merupakan model desain instruksional,
dikembangkan oleh Walter Dick, Lou Carey dan James O Carey dalam
The Systematic Design of Instruktion Edisi ke-7 tahun 2009.
3. Model penelitian dan pengembangan Dick & Carey merupakan salah satu
dari model prosedural yakni model yang menyarankan agar penerapan
prinsip desain atau rancangan instruksional disesuaikan dengan langkah-
langkah yang harus dijalani secara berurutan.
4. Model pembelajaran Dick and Carey memiliki komponen dasar desain
sistem pembelajaran meliputi analisis, desain, pengembangan,
implementasi, dan evaluasi.
5. Komponen model pembelajaran Dick And Carey meliputi: pembelajar,
pengajar, materi, dan lingkungan. Dilingkungan pendidikan non formal
meliputi: warga belajar (pembelajar), tutor (pengajar), materi, dan
lingkungan pembelajaran. Semua berinteraksi dalam proses pembelajaran
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 17
6. Langkah-Langkah yang dikembangkan dalam Model Dick And Carey
terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1) Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran
(Identifying Goals), (2) Melakukan Analisis Pembelajaran (Conducting
Instructional Analysis), (3) Menganalisis Karakteristik Siswa dan
Konteks Pembelajaran (Identifying Entry Behaviors dan Learner
Characteristics), (4) Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (Writing
Performance Objective), (5) Mengembangkan Instrumen Penilaian
Berdasarkan Patokan (Developing Criterion Referenced Test Items), (6)
Mengembangkan Strategi Pembelajaran (Developing Instructional
Strategy), (7) Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar (Developing
and Selecting Instructional Materials), (8) Merancang dan
Mengembangkan Evaluasi Formatif (Designing and Conducting The
Formative Evaluation Of Instruction), (9) Melakukan Revisi Terhadap
Program Pembelajaran (Revising Instruction), dan (10) Merancang dan
Mengembangkan Evaluasi Sumatif (Conducting Summative Evaluation).
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 18
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian & Pengembangan. Alfabeta: Bandung
Subiyantoro, Singgih. 2021. Monografi Pengembangan Mobile Learning
Menggunakan Model Dick, Carey & Carey. Lakeisha: Jateng
[Link]
[Link]
MODEL_PENGEMBANGAN_SISTEM_PEMBELAJARAN_DICK_a
nd_CAREY
[Link]
[Link]
[Link]
317023234ModelPembelajaranDick_And_Carrey_Dalam_Pembelajara
n_Bahasa_Dan_Sastra_Indonesia
Jurnal Historica. ISSN No. 2252-4673. Volume. 1 (2017) Issue. 1. Yaumil
Qoriaha, Sumarnob, Nurul Umamah. History Education Program, Jember
University
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 19
MODEL PENGEMBANGAN DICK AND CAREY 20