0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Strategi Bersaing Properti Manado

Analisis ini membahas daya tarik industri properti residensial di Kota Manado yang saat ini masih menarik namun akan menurun di masa depan. Analisis matriks karakteristik industri menunjukkan ancaman masuk pendatang baru saat ini menarik tetapi akan menurun, sementara persaingan antar perusahaan saat ini menarik dan di masa depan sangat menarik tetapi labil. Positioning PT Wijaya Karya Realti tepat karena berbeda dari pes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Strategi Bersaing Properti Manado

Analisis ini membahas daya tarik industri properti residensial di Kota Manado yang saat ini masih menarik namun akan menurun di masa depan. Analisis matriks karakteristik industri menunjukkan ancaman masuk pendatang baru saat ini menarik tetapi akan menurun, sementara persaingan antar perusahaan saat ini menarik dan di masa depan sangat menarik tetapi labil. Positioning PT Wijaya Karya Realti tepat karena berbeda dari pes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisis Strategi Bersaing…..

(Purba) 381

Analisis Strategi Bersaing Dalam Persaingan Bisnis Properti Residensial (Rumah


Tinggal) Di Kota Manado

Andi Sakti Purba

Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
(80andy@[Link] )

Abstract

The analysis shows that for now the attractiveness of the residential property industry in the
city of Manado is still attractive or growing strong. But in the future based on the results of
the analysis of the attractiveness of the property industry, it will experience a decline or
saturation. The analysis of the industry characteristic matrix with indicators of incoming
entrants to the present situation is in the attractive category. But going forward will
decrease. While competition between companies in the industry for the present situation is
attractive and in the future is in very attractive conditions with unstable conditions.
Positioning carried out by PT. Wijaya Karya Realti is correct because if seen from the
similarity of resources (resource similarity) compared to the closest competitor, CitraLand
has a different position. In general, the concept of SCA can be applied as a marketing
strategy of PT. Wijaya Karya Realti because of the overall indicators analyzed, the results
are in the very strong category and the strong category. This indicates that the level of
readiness of the requirements for applying the SCA concept is possible
Keywords: competitive advantage, Sustainable Competitive Advantage, Five Forces Porter

Abstrak

Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk saat sekarang daya tarik industri properti
residensial di Kota Manado masih menarik atau bertumbuh kuat. Namun ke depan
berdasarkan hasil analisis daya tarik industri properti akan mengalami penurunan atau
[Link] dengan matriks karakteristik industri dengan indikator ancaman masuk
pendatang baru untuk keadaan sekarang berada pada kategori menarik. Namun ke depan
akan mengalami penurunan. Sementara persaingan antar perusahaan dalam industri untuk
keadaan sekarang sekarang menarik dan ke depan berada pada kondisi sangat menarik
dengan kondisi labil. Positioning yang dilakukan oleh [Link] Karya Realti sudah tepat
oleh karena jika dilihat dari kesamaan sumberdaya (resource similarity) dibanding dengan
pesaing terdekat yaitu CitraLand memiliki posisi yang berbeda. Secara umum konsep SCA
dapat di terapkan sebagai strategi pemasaran [Link] Karya Realti oleh karena dari
keseluruhan indikator yang di analisis menunjukkan hasil berada di kategori sangat kuat dan
kategori kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kesiapan prasyaratan penerapan
konsep SCA memungkinkan untuk ditetapkan
Kata Kunci: Keunggulan Bersaing, Sustainable Competitive Advantage, Five Forces Porter
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 382

Latar Belakang Berdasarkan data yang dihimpun oleh


Rumah merupakan salah satu Kenaikan pada triwulan IV 2017 tersebut
kebutuhan pokok disamping sandang dan disebabkan oleh semakin membaiknya
pangan. Seiring dengan tingkat kondisi ekonomi nasional pada periode
pertumbuhan penduduk yang terus tersebut. Seiring dengan kenaikan
mengalami peningkatan, maka meningkat penjualan hunian residensial, Indeks Harga
pula kebutuhan akan rumah. Kebutuhan Properti Residensial (IHPR) Secara
akan rumah harus dipenuhi dengan syarat- keseluruhan, kenaikan harga properti
syarat sebagai rumah sehat dengan residensial pada tahun 2017 tercatat
didukung lingkungan yang bersih, indah, sebesar 3,5%, lebih tinggi bila
dan nyaman, sehingga penghuni akan dibandingkan dengan kenaikan pada tahun
merasa aman dan tenteram untuk tinggal 2016 sebesar 3,32%. Namun demikian,
dirumah tersebut. Bukan hanya itu saja, Index belum bisa mencapai titik tertinggi
pembangunan perumahan dan pemukiman sejak 2015, yakni 105,9, yang terjadi pada
merupakan usaha untuk meningkatkan Q1 2016. Median harga properti
mutu lingkungan kehidupan, memberi arah residensial secara nasional berada di titik
pada pertumbuhan wilayah, memperluas 104,7 pada kuartal I 2018. Median harga
lapangan kerja serta menggerakkan 104,7 adalah sebuah peningkatan sebesar
kegiatan ekonomi dalam rangka 1,06% dibandingkan kuartal yang sama
peningkatan pemerataan kesejahteraan pada 2017, namun merupakan penurunan
rakyat. Itulah sebabnya kebutuhan akan dibandingkan kuartal sebelumnya (Q4-
perumahan akan terus meningkat seiring 2017) yang berada di angka 105,6.
dengan peningkatan jumlah penduduk Sementara itu dari sisi suplai properti
(konsumen) dan pendapatan perkapita. residensial secara nasional, mengalami
Jadi di masa yang akan datang peranan kenaikan sebesar 6,8% pada Q1 2018
industri perumahan dan pemukiman dalam dibandingkan dengan Q4 2017 (q-o-q).
mendorong ekonomi nasional menjadi Secara tahunan, suplai properti residensial
semakin penting. nasional mengalami peningkatan sebesar
Di Indonesia perkembangan industri 8,1%, ([Link] Property Index).
perumahan itu sendiri sejauh ini Memasuki semester kedua tahun
mengalami pasang surut. Data terkini 2018, para pencari properti masih
dalam satu tahun terakhir, pasar properti optimistis dengan iklim pasar properti
nasional telah menunjukkan peningkatan. nasional. Meski demikian, kepuasan
Analisis Strategi Bersaing….. (Purba) 383

terhadap upaya pemerintah dalam menjaga Bank Indonesia (BI) penjualan properti
harga properti tetap terjangkau mengalami residensial triwulan I 2019 tumbuh sebesar
penurunan. Aspek jangka panjang masih 23,77% dibanding triwulan sebelumnya
menjadi faktor utama yang menjaga (qtq). Pertumbuhan ini meningkat
optimisme ini. Hal ini terlihat dari hasil dibandingkan dengan triwulan sebelumnya
survei [Link] Property Affordability yang mengalami penurunan 5,78% (qtq)
Index Semester Pertama 2018, di dan juga lebih tinggi dibandingkan
mana sebanyak 66% responden merasa pertumbuhan triwulan I 2018 yang hanya
puas dengan iklim properti saat ini. Angka tumbuh 10,55%. Membaiknya penjualan
ini sedikit menurun dibandingkan semester tersebut dipicu oleh meningkatnya
sebelumnya, sebesar 67%, namun penjualan tempat tinggal tipe rumah kecil
meningkat sebanyak 4% dibanding dan besar. Selain itu stabilnya
semester yang sama satu tahun pertumbuhan penjualan rumah tipe besar
sebelumnya (2017). Tahun 2018 penjualan juga turut memengaruhi positifnya angka
properti selama tiga bulan pertama penjualan properti [Link]
menunjukkan pergerakan positif. Hal itu tempat tinggal kategori rumah tipe kecil
bisa dilihat dari pencapaian penjualan terjadi peningkatan yang signifikan. Pada
sejumlah pengembang besar yang kuartal IV 2018 mengalami penurunan
mengalami pertumbuhan di kuartal I-2018. sebesar 12,28%, namun berhasil
Data dari Persatuan Perusahaan Real meningkat di kuartal I 2019 menjadi
Estat Indonesia (REI) mencatat, penjualan 30,13%. Hal yang sama juga terjadi pada
proyek properti konsisten naik selama tipe rumah besar, di mana pada kuartal IV
kuartal I 2018. Terutama, proyek non- 2018 mengalami penurunan 24,16%, tapi
subsidi untuk kelas menengah. Dari tujuh pada kuartal I 2019 meningkat sebesar
perusahaan properti yang tercatat di Bursa 24,56%. Sementara pertumbuhan untuk
Efek Indonesia (BEI) yang sudah merilis tipe rumah menengah cenderung
capaian penjualan pemasarannya, hanya melambat dari 13,46% di kuartal IV 2018
satu emiten yang mengalami penurunan menjadi 13,33% pada kuartal I 2019.
penjualan. Enam lainnya mencatatkan Di provinsi Sulawesi Utara sendiri
pertumbuhan yang sangat signifikan. khususnya Kota Manado sebagai Ibu kota
Kawasan perdagangan dan jasa dengan dan barometer perekonomian provinsi ini,
skala kawasan; Di tahun 2019 berdasarkan potensi propertinya sangat prospektif. Kota
laporan Survei Harga Properti Residensial Manado kini menjadi salah satu kota
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 384

incaran para investor properti.  Masifnya Bandara Internasional Sam Ratulangi.


pembangunan infrastruktur juga menjadi Kemudian mengembangkan proyek The
kunci perkembangan bisnis properti di Lagoon Tamansari. Proyek ini
Manado. Saat ini di Manado banyak dikembangkan dengan konsep dalam
dibangun sarana transportasi, seperti jalan bentuk apartemen dan kondotel (mixed use
tol Manado-Bitung, rel kereta api Manado- building). Proyek dibangun dengan
Bitung, revitalisasi pelabuhan Bitung serta investasi sebesar Rp Rp 350 miliar hasil
perluasan bandara internasional Sam kerjasama Wika Realty dengan PT
Ratulangi. Filadelfia Blessing Family. Dibangun di
[Link] Realty merupakan anak atas lahan seluas 2.500 meter persegi.
perusahaan dari [Link] Karya. Terkait dengan kinerja dari
[Link] Realty merupakan sebuah [Link] Karya Realty di sepanjang
perusahaan yang bergerak di bisnis tahun 2017, khusus dalam segmen real
properti. Tamansari menjadi brand name estate dapat disampaikan bahwa dalam
untuk semua proyek-proyek PT Wika menjalankan kegiatan usaha pada segmen
Realty hingga kini. Proyek yang dibangun real estate, perseroan bertindak sebagai
antara lain landed house, apartemen, general contractor bagi pembangunan
kondominium, hingga proyek multifungsi perumahan, apartemen, kondotel,
(mixed use) serta hotel dan resort. Lokasi perkantoran, dan komersial. Pendapatan
proyek Wika Realty tersebar di yang berasal dari segmen real estate
Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Manado, tersebut dibagi menjadi dua bagian:
Medan, Kendari, dan Bali. Landed Houses dan High Rise Buildings.
Di Kota Manado [Link] Karya Di Tahun 2017, segmen real estate
Realty memiliki beberapa proyek yang memberikan kontribusi sebesar 66,28%
sudah dan sementara di bangun bila dibandingkan dengan jumlah
diantaranya: Tamansari Metropolitan penjualan secara keseluruhan.
Residence, Apartemen dan Condotel
Lagoon Tamansari dan Tamansari Argumen Orisinalitas / Kebaruan
Metropolitan Manado II. Tamansari Penelitian ini menggunakan disain
Metropolitan Manado, dibangun bekerja deskriptif strategi, yang menekankan pada
sama dengan PT. Graha Blessing Family. keunggulan bersaing (Sustainable
Kawasan dengan luas kurang lebih 42 Ha Competitive Advantage). Penelitian ini
ini berada antara Kota Manado dan berbeda dengan penelitian Florencia Felia
Analisis Strategi Bersaing….. (Purba) 385

Sugiarto (2016), lebih menekankan pada ketika sebuah perusahaan dapat melakukan
diferensiasi. sesuatu dan perusahaan lainnya tidak
dapat, atau memiliki sesuatu yang
Kajian Teoritik dan Empiris diinginkan pesaingnya. Grant (2008:7)
Konsep Persaingan dan Keunggulan menyatakan definisi keunggulan bersaing
Bersaing. adalah ketika dua perusahaan bersaing
Menurut Boyd, Walker dan (pada pasar dan pelanggan yang sama),
Larreche (2000:248) menyatakan bahwa satu perusahaan memiliki tingkat
pesaing (competitor) adalah struktur keuntungan dan potensi mendapatkan laba
industri, sepak terjang berbagai kekuatan yang lebih tinggi daripada perusahaan
persaingan yang mempengaruhi lainnya. Pendekatan Organisasi Industrial
kemampuan suatu industri. Sementara (Industrial Organization—I/O) terhadap
menurut Cravens (1998:248) menyatakan keunggulan bersaingmenyatakan bahwa
bahwa pesaing memberikan pemahaman faktor eksternal (industri) lebih penting
pada posisi pasar, kepemimpinan harga dari faktor internal dalam perusahaan yang
dalam industri, teknologi industri, produk ingin mencapai keunggulan bersaing
pasar, pangsa pasar yang bisa diandalkan (David dan David 2017: 123).
bahkan pada tingkat segmen agar usaha Menurut Porter (1998:1),
lebih berhasil jika hanya ditujukan pada “Keunggulan bersaing merupakan
konsumen tertentu saja. pencarian posisi bersaing yang
menguntungkan dalam suatu industri,
Pengertian Keunggulan Bersaing sebagai arena terjadinya persaingan”.
Kotler & Amstrong (2014: 211) Lebih lanjut dinyatakannya bahwa,
mendefinisikan keunggulan bersaing keunggulan bersaing bertujuan untuk
sebagai keunggulan di atas pesaing yang menentukan posisi yang menguntungkan
diperoleh dengan menawarkan nilai dan berkelanjutan (profitable and
kepada konsumen, baik melalui harga yang sustainable position) terhadap kekuatan-
lebih rendah atau dengan menyediakan kekuatan yang menentukan persaingan
lebih banyak manfaat yang mendukung industri.
pendapatan harga lebih mahal. David dan Di pihak lain, Lamb, Hair dan
David (2017:10) menggambarkan McDaniel (2001:372) mengartikan
keunggulan bersaing (competitive keunggulan bersaing sebagai sekumpulan
advantage) sebagai suatu keadaan dimana keistimewaan dari suatu perusahaan (atau
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 386

dalam hal ini perguruan tinggi) yang dapat ditiru, serta tidak adanya produk
diterima oleh pasarnya sebagai suatu unsur pengganti.
keunggulan yang penting dalam Dalam mencapai keunggulan
persaingan. Sesungguhnya pengertian ini bersaing yang berkelanjutan, menurut
sejalan dengan apa yang dikemukakan David dan David (2017: 120), adalah
oleh Porter, yang menekankan bahwa dengan secara terus-menerus beradaptasi
unsur keunggulan sangat penting dalam dengan tren dan kejadian eksternal serta
suatu industri persaingan, dan keunggulan kemampuan, kompetensi, dan sumber daya
yang dimaksud adalah keistimewaan yang internal; dan secara efektif memformulasi
dimiliki dibandingkan dengan pesaing. kan, mengimplementasi, dan mengevaluasi
Pentingnya keunggulan bersaing strategi yang mengambil keuntungan dari
diantaranya dikemukakan secara tegas oleh faktor-faktor tersebut.
Porter (1998:21) bahwa, “Competitive Dalam mengungkap peluang-
advantage is at the heart of a firm’s peluang dan ancaman-ancaman besar yang
performance in competitive market”. dihadapi oleh suatu organisasi sehingga
manajer dapat merumuskan strategi guna
Keunggulan Bersaing Berkelanjutan mengambil keuntungan dari berbagai
(Sustainable Competitive Advantage) peluang tersebut dan menghindar atau
Menurut Hunger dan Wheelen meminimalkan dampak dari ancaman
(2012: 82) terdapat dua karakteristik yang yangmuncul, perusahaan dapat melakukan
dapat menentukan keunggulan bersaing audit eksternal (David dan David 2017:
yang berkelanjutan: durability dan 122-139). Perubahan dalam kekuatan
imitability. Durability adalah daya tahan eksternal mengakibatkan perubahan dalam
kompetensi inti (core competencies) permintaan kosumen untuk barang industri
perusahaan dari keusangan. Sedangkan dan konsumsi serta jasa. Selanjutnya,
imitability adalah daya tahan kompetensi David menjelaskan kekuatan eksternal
inti dari pesaing yang ingin meniru. organisasi (external forces) dapat dibagi
Sejalan dengan hal itu, Irreland et., al menjadi lima kategori besar. Sementara
(2011: 160) menjelaskan kapabilitas Irreland,et., al (2011: 170) menjelaskan
perusahaan dapat berpotensi untuk bahwa untuk menjadi sumber keunggulan
menciptakan keunggulan bersaingyang kompetitif, sebuah sumber daya atau
memiliki daya tahan, jika memiliki empat kapabilitas harus memungkinkan
kriteria: unik, langka, terlalu mahal untuk perusahaan melakukan aktivitas dengan
Analisis Strategi Bersaing….. (Purba) 387

cara yang superior dari yang dilakukan pengembangan produk, integrasi horisontal
pesaingnya, atau melakukan aktivitas (integrated horizontal).
penciptaan nilai yang tidak dapat Yiannakopoulos [Link] (2017) hasil
diselesaikan oleh para pesaingnya. penelitian menunjukkan: pertama,
Selanjutnya Porter dalam Hunger dan rendahnya hambatan membuat perusahaan
Wheelen (2012:259) mengemukakan ada lain lebih mudah masuk ke pasar Yunani.
tiga landasan strategi yang dapat Kedua, tentang tingkat persaingan di
membantu organisasi memperoleh antara perusahaan-perusahaan mapan
keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan menunjukkan bahwa ada persaingan yang
biaya, diferensiasi, dan fokus. kuat di pasar Yunani. Ketiga, tentang daya
tawar konsumen menunjukkan bahwa daya
Kajian Empiris terkonsentrasi pada beberapa perusahaan
Widiyatama [Link] (2018), hasil besar di Yunani, yang mengasuransikan
penelitian menunjukkan bahwa personel, properti, dan operasi mereka,
berdasarkan daya saing IFE matrix (IFE) serta pada cabang-cabang broker besar.
PT. Century 21 Crystal saat ini 2,48. Skor Fathali (2016), hasil penelitian
total menunjukkan bahwa PT. Century 21 menunjukkan bahwa strategi kompetitif
Crystal merespons atau bereaksi terhadap Porter memiliki pengaruh positif dan
faktor antar negara dengan sedang-sedang signifikan terhadap inovasi perusahaan.
saja. Reaksi yang dilakukan oleh Dengan signifikansi statistik yang kuat,
perusahaan tidak cukup baik, tetapi dapat tiga strategi kompetitif yaitu
dikategorikan sebagai biasa, sama dengan kepemimpinan, diferensiasi, dan fokus -
perusahaan lain. Berdasarkan matriks EFE, memberikan penjelasan untuk variasi
total skor yang diperoleh oleh PT. Century dalam dimensi inovasi perusahaan
21 Crystal untuk faktor eksternal adalah termasuk inovasi dalam produk, inovasi
2,91. Skor total menunjukkan bahwa PT. dalam proses, dan inovasi administrasi.
Century 21 Crystal merespons kondisi Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa
eksternal dengan baik atau di atas rata-rata. strategi kompetitif memainkan peran
Perusahaan bereaksi terhadap faktor-faktor penting dalam mendorong inovasi untuk
eksternal dengan baik, lebih baik daripada melakukan kegiatan bernilai tambah tinggi
kondisi internal mereka. Maka strategi dan inovatif. Hubungan yang signifikan
alternatif yang cocok untuk perusahaan secara statistik yang kuat antara strategi
adalah strategi penetrasi pasar, kompetitif dan inovasi menunjukkan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 388

bahwa peningkatan strategi kompetitif, Penelitian ini berlokasi di Kota Manado


yaitu fokus, kepemimpinan biaya dan dengan objek penelitian utama adalah
diferensiasi akan menjadi langkah efektif [Link] Realty, beserta para pesaingnya
untuk mempromosikan inovasi di yang ada yaitu: [Link] Land, PT. Lippo
perusahaan. Karawaci Tbk (LPKR), Grand Kawanua
Lagat [Link] (2015), temuan penelitian International City. Teknik analisa data
ini mengkonfirmasi hubungan antara yang digunakan dalam penelitian ini
orientasi pasar, dan inovasi organisasi. menggunakan analisis lima kekuatan
Studi ini juga mengkonfirmasi hubungan persaingan dari Porter (Five Forces),
antara jenis inovasi dan kinerja. Temuan analisis posisi persaingan (Chen, 1996),
lainnya adalah bahwa kepemimpinan biaya dan analisis lima kekuatan strategis
rendah memoderasi hubungan antara (Sustainable Competitive Advantage ) dari
inovasi dan kinerja produk. Aaker, (1998) dengan menggunakan
Ouma dan Oloko (2015), temuan model analisis deskriptif. Berikut ini
penelitian menetapkan bahwa dari 28 penjelasan masing-masing alat analisis:
perusahaan bus yang melayani rute
Kisumu-Nairobi, 34,82% mengadopsi Pembahasan
strategi kepemimpinan biaya, 42,85% Posisi bersaing [Link] Karya Realty
mengadopsi strategi diferensiasi, 42,52% terhadap pesaingnya dalam Industri
strategi fokus, sementara 36,57% Properti Residensial (rumah tinggal) di
mengadopsi strategi terintegrasi. Lebih Kota Manado.
banyak perusahaan bus mengadopsi Berdasarkan image mapping yang
strategi diferensiasi daripada strategi terbentuk dapat dibandingkan positioning
kepemimpinan biaya, strategi fokus dan yang dijalankan perusahaan. Tinjauan
strategi terintegrasi. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan terhadap positioning
menetapkan bahwa ada korelasi positif [Link] Karya Realty yang menjadi
yang kuat antara strategi generik Porter objek penelitian ini adalah selain untuk
dan keunggulan kompetitif. mengevaluasi upaya positioning yang telah
dilakukan sampai saat ini juga untuk
Metode Penelitian menghasilkan kesimpulan apakah perlu
Berdasarkan tingkat eksplanasi, dilakukan suatu repositioning. Melalui
penelitian ini merupakan jenis penelitian tinjauan positioning yang dilakukan,
deskriptif dengan paradigma kuantitatif. positioning yang dilakukan oleh
Analisis Strategi Bersaing….. (Purba) 389

[Link] Karya Realty sudah tepat oleh nilai tambah (value added), langka (rare),
karena jika dilihat dari kesamaan sukar ditiru (hard to imitate) dan memiliki
sumberdaya (resource similarity) kemampuan dalam manfaatnya (ability to
dibanding dengan pesaing terdekat yaitu exploit). Pembinaan dan pengembangan
CitraLand memiliki posisi yang berbeda SDM dapat dilakukan dengan berbagai
dimana [Link] Karya Realty memiliki cara mulai dari pelatihan, workshop,
nilai koordinat di atas 1 sementara seminar kegiatan lainnya yang bertujuan
CitraLand memiliki nilai koordinat untuk meningkatkan dan pengembangan
mendekati nol. Artinya dari kesamaan skill, dan pengalaman serta manajerial. Hal
sumber daya antara dua perusahaan ini ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh
sangat berbeda, sehingga perusahaan dapat Valle (2008), perusahaan-perusahaan yang
terus menjalankan positioning yang ada mengadopsi strategi berdasarkan kualitas
saat ini. atau inovasi umumnya menginvestasikan
lebih banyak dananya pada pelatihan agar
Kondisi Penerapan Konsep Sustainable mendapatkan performance yang lebih baik
Competitive Advantage (SCA) dari perusahaan sejenis.
Gambaran tentang kondisi cara .
bersaing pada tabel diatas akan dapat Kesimpulan dan Rekomendasi
membantu dalam menyimpulkan bahwa Kesimpulan
terdapat indikator telah diterapkannya Berbasis hasil analisis maka dapat
konsep SCA dalam strategi pemasaran. disimpulkan bahwa : (1) Untuk saat
Beberapa komponen cara bersaing yang sekarang daya tarik industri properti
dianalisis pada bagian ini, meliputi residensial di Kota Manado masih menarik
komponen keunggulan biaya perusahaan, atau bertumbuh kuat. Namun ke depan
upaya diferensiasi produk yang dilakukan berdasarkan hasil analisis daya tarik
perusahaan, cara perusahaan menempatkan industri properti akan mengalami
produknya (fokus), kepeloporan produk penurunan atau jenuh. Analisis dengan
perusahaan dan upaya perusahaan menjaga matriks karakteristik industri dengan
sinergitas usahanya dalam persaingan. Di indikator ancaman masuk pendatang baru
samping itu Kuncoro (2002), menyatakan untuk keadaan sekarang berada pada
bahwa karateristik SDM yang diharapkan kategori menarik. Namun ke depan akan
dalam konsep SCA adalah SDM yang mengalami penurunan. Sementara
berharga, yaitu SDM yang mempunyai persaingan antar perusahaan dalam industri
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 390

untuk keadaan sekarang sekarang menarik terhadap penggunaan strategi sinergi pasar,
dan ke depan berada pada kondisi sangat strategi pengembangan SDM dan strategi
menarik dengan kondisi labil. (2) perluasan pangsa pasar. (2) [Link]
Positioning yang dilakukan oleh Karya Realty harus dapat mengantisipasi
[Link] Karya Realty sudah tepat oleh adanya perubahan lingkungan industri
karena jika dilihat dari kesamaan dengan menetapkan strategi pemasaran
sumberdaya (resource similarity) yang tepat sehingga menghasilkan kinerja
dibanding dengan pesaing terdekat yaitu pemasaran yang sesuai harapan oleh
Citraland memiliki posisi yang berbeda. karena hasil analisis menunjukkan ke
(3) Secara umum konsep SCA telah depan industri properti akan mengalami
diterapkan sebagai strategi pemasaran tahap penurunan.(3) Strategi bersaing yang
[Link] Karya Realty oleh karena dari paling tepat digunakan perusahaan saat ini
keseluruhan indikator yang di analisis adalah menggunakan strategi diferensiasi,
menunjukkan hasil berada di kategori melalui penciptaan produk inovatif dengan
sangat kuat dan kategori kuat . Hal ini mutu unggul dan berdaya saing tinggi.
mengindikasikan bahwa tingkat kesiapan Menggunakan strategi diferensiasi
dan persyaratan penerapan konsep SCA tersebut, akan menambah nilai plus
telah berjalan dan dapat diterapkan secara perusahan dari pesaing-pesaing dan
berkesinambungan dan konsisten kompetitor baru karena perusahaann
memiliki nilai yang unik.
Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan hasil Daftar Pustaka
penelitian, maka rekomenfdasi yang dapat Aaker, David. (1998). Brand
diberikan adalah sebagai berikut: (1) [Link] Spektrum
Konsep SCA telah diterapkan sebagai Mitra Utama, Prentice Hall
strategi pemasaran [Link] Karya (terjemahan), Jakarta.
Realty dengan melakukan pembenahan Assauri, Sofjan. 2013. Manajemen
terhadap beberapa komponen prasyarat Pemasaran. Jakarta : Rajawali Pers
SCA, seperti sinergi pasar sebagai prioritas Boyd, Walker, Larreche. 2000.
utama untuk dibenahi dan komponen Manajemen Pemasaran Suatu
pengenalan pesaing mendapatkan prioritas Pendekatan Strategis dengan
mendesak untuk dibenahi. Selain itu, perlu Orientasi Global Edisi 2 Jilid 1.
dilakukan pembenahan dan pengoptimalan Jakarta: Erlangga.
Analisis Strategi Bersaing….. (Purba) 391

Chen, Ming-Jer.1996. Competitior Canada: South-Western Cengage


Analysis and Interfirm Learning International Edition.
Rivalry:Toward a Theoritical Kim, Chan. W. dan Mauborgne, Renee.
Integration. The Academy 2007. Blue Ocean Strategy. Jakarta:
Management [Link] 1. PT. Serambi IlmuSemesta.
Craven, David. 1998. Pemasaran Strategis. Kinyuira, Daniel. 2014. Effects of Porter’s
Jakarta: Erlangga. Generic Competitive Strategies on
David, Fred R. dan David, Forest R. 2017. the Performance of Savings and
Manajemen Strategik: Suatu Credit Cooperatives (Saccos) in
Pendekatan Keunggulan Bersaing. Murang’a County, Kenya. IOSR
Jakarta: Salemba Empat. Journal of Business and
Fathali, Asieh. 2016. Examining The Management (IOSR-JBM). Volume
Impact of Competitive Strategies on 16, Issue 6. Ver. I (Jun). PP 93-105.
Corporate Innovation : An Empirical Kotler, Philip. 2014. Manajemen
Study in Automobile Industry. Pemasaran, Edisi Milenium, Jilid 1.
International Journal of Asian Social Jakarta: PT Prenhallindo.
Science, 6(2): 135-145. Kotler, Philip. & Gary Armstrong. 2014.
Grant, Robert M. 2008. Manajemen Principle Of Marketing, 15th edition.
Strategik. Jakarta: Mediator. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Griffin, 2004. Manajemen, alih bahasa Lagat, Charles dan Gary [Link].
Gina Gania. Jakarta: Erlangga. 2015. Effect of market positioning
Hadari Nawawi. 2003. Manajemen on market orientation, innovation
Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis types and firm performance linkage.
yang Komptitif. Yogyakarta: Gadjah European Journal of Business and
Mada University Press. Management. Vol.7, No.23.
Hunger, J.D. dan Wheelen, T.L. 2012. Lamb, Charles W. Joseph F. Hair, Carl
Strategic Management and Bussiness Mcdaniel., 2001, Pemasaran. Edisi
Policy: Toward Global Sustainability Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
(13th Edition). New York: Pearson. Nazarpoori, Amir Hooshang., Mohammad
Ireland, R.D, Hoskisson, R.E & Hitt, M.A. Hakkak, dan Mehdi Mohammadi.
2011. The Management Strategy: 2014. Analysis and Identification of
Concepts and Cases, 9th edition. Competitive Positions of Companies
Operating in Iranian Battery Industry
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 7 ,No.4, 2019: 381-392 392

Using Hierarchical Analysis. Journal Penerbit PT Gramedia Pustaka


of Asian Scientific Research, 4(12): Utama.
741-756. Suwarsono, Muhammad. 2013,
Ouma George dan M. Oloko. 2015. The Manajemen Strategik : konsep dan
Relationship Between Porter’s alat analisis (edisi 5),Yogyakarta:,
Generic Strategies and Competitive UPP STIM YKPN.
Advantage: A Case Study of Bus Tripomo dan Udan. 2005. Manajemen
Companies Plying The Kisumu- Strategis. Bandung: Rekayasa Sains.
Nairobi Route, Kenya. International Widiatama, Yulizar, Aceng Abdul Hamid
Journal of Economics, Commerce dan Martono.2018. Business
and Management United Environmental Analysis with
[Link]. III, Issue 6, June. Competitive Profile Matrix Method
Pearce dan Robinson, 1997. Manajemen on Market Optimization in Real
Strategik, Formulasi, Implementasi Estate Company (A Case Study at
dan Pengendalian. Jakarta: Binarupa Tangerang Selatan Area).
Aksara. International Journal of Economics
Porter, Michael, 1998. "Keunggulan and Financial Issues. 8(4), 222-226.
Bersaing: Menciptakan dan Yiannakopoulos, Yiannis., Anastasios
Mempertahankan Kinerja Unggul". Magoutas, dan Panos Chountalas.
Jakarta: PT. Gramedia. 2017. Strategic Competition
Pitelis, Christos N. [Link] Sustainable Analysis and Group Mapping: The
Competitive Advantage and Case of Greek Insurance Industry.
Catching-up of Nations: FDI, Journal of Economics and Business
Clusters and the Liability (Asset) of Vol. XX – No.1.
Smallness. Management Yuwono, Sony, 2002. Petunjuk Praktis
International Review. Penyusunan Balanced Scorecard :
Purnomo dan Setiawan Hari. 2007. Menuju Organisasi Yang Berfokus
Manajemen Strategi. Jakarta: Pada Strategi. Jakarta : PT Gramedia
Fakultas Ekonomi Universitas Pustaka Utama.
Indonesia.
Rangkuti. Freddy, 2009. Teknik Mengukur
dan Strategi Meningkatkan
Kepuasan Pelanggan. Jakarta :

Anda mungkin juga menyukai