Bapak Ridwan Bu Naning
Perencanaan produk : proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Tujuan pengidentifikasian kebutuhan pelanggan secara menyeluruh (Ulrich & Eppinger, 2001) - 1.
[Perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya] Meyakinkan bahwa produk telah difokuskan terhadap kebutuhan konsumen, 2. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen
Perancangan produk : generasi ide, pengembangan konsep, pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik). yang tersembunyi dan tidak terucapkan, 3. Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk, 4. Memudahkan
Perencanaan → bersifat makro dan menyeluruh • Perancangan → bersifat mikro dan teknis, perancangan dapat pembuatan arsip dari identifikasi kebutuhan untuk proses pengembangan produk, 5. Menjamin tidak ada
berupa penjabaran dari perencanaan kebutuhan konsumen penting yang terlupakan, 6. Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan
Permasalahan dengan tidak adanya perencanaan produk-o Cakupan yang tidak memadai dari target pasar dengan konsumen di antara anggota tim pengembang
produk yang kompetitif o Kekurangan waktu dalam pengenalan pasar o Perencanaan kapasitas yang buruk dan Identifikasi kebutuhan pelanggan merupakan bagian penting dari fase pengembangan konsep yang merupakan
pemanfaatan serta pengembangan sumber daya yang berada di bawah performa. o Perubahan pada arah proyek salah satu fase pada proses pengembangan produk.
Empat tipe pengembangan produk-• Produk baru fundamental – Produk atau teknologi produksi baru untuk Daftar kebutuhan pelanggan yang dihasilkan digunakan untuk menuntun anggota tim dalam menetapkan spesifikasi
pasar baru dan asing • Platform produk baru – Produk baru untuk pasar dan kategori produk yang dikenal • produk, membuat konsep produk, dan menyeleksi konsep produk untuk pengembangan selanjutnya
Platform derivatif dari produk yang sudah ada – Menggunakan platform produk yang sudah ada untuk pasar yang Filosofi yang mendukung metode ini adalah menciptakan jalur informasi yang berkualitas antara pelanggan sebagai
sudah dikenal dengan produk-produk derivatif baru. • Perbaikan tambahan untuk produk yang sudah ada – Hanya target pasar dengan perusahaan pengembang produk.
menambahkan / memodifikasi beberapa fitur produk yang sudah ada agar lini produk tetap terjaga dan kompetitif Penciptaan jalur informasi ini menjamin bahwa siapa pun yang mengontrol detail-detail produk termasuk desainer
Tahap-tahap membuat sebuah produk baru-1. Market Research dan Feasibility Study • dilakukan untuk produk memahami kebutuhan pelanggan.
mengetahui selera pasar pada umumnya, sehingga didapatkan produk seperti apa yang konsumen butuhkan atau Kebutuhan pelanggan harus diekspresikan dalam apa yang harus dilakukan produk, bukan bagaimana produk dapat
inginkan. 2. Brainstorming • proses mengumpulkan ide-ide untuk mencari solusi/jalan keluar dari masalah yang diimplementasikan.
didiskusikan. Dari proses berdiskusi ini akan didapatkan garis besar barang yang akan dibuat, cara kerja, komponen Ketaatan terhadap prinsip ini akan membuat tim pengembang mendapatkan banyak fleksibilitas dalam menghasilkan
yang akan dipakai, dan lain sebagainya. 3. Menentukan Tujuan dan Batasan Produk • Tujuan dan batasan dan menyeleksi konsep produk.
diperlukan agar kita tidak berlebihan dalam merancang produk yang akan berakibat mahalnya harga jual ke Manfaat kunci dari metode ini adalah menjamin bahwa produk telah difokuskan terhadap kebutuhan pelanggan dan
konsumen. Konsumen tentu saja menginginkan nilai tambah yang ditawarkan dalam produk tersebut sepadan dengan tidak ada kebutuhan pelanggan penting yang terlupakan, mengembangkan fakta dasar untuk digunakan dalam
biaya yang dikeluarkannya (reasonable price). Dari menentukan tujuan dan batasan ini kita memperoleh spesifikasi membuat konsep produk, memilih konsep produk dan menetapkan spesifikasi produk, dan membuat arsip pada tahap
komponen-komponen dan material apa saja yang akan dipakai. 4. Menggambar Produk • Dengan menggambarkan identifikasi kebutuhan dari proses pengembangan.
produk berdasarkan hubungan dimensi komponenkomponen yang sudah ditentukan, kita akan mendapatkan ilustrasi Identifikasi kebutuhan pelanggan merupakan sebuah proses yang dibagi dalam lima tahap : 1. Mengumpulkan
produk jadi. Produk bisa digambar dalam 2 dimensi atau 3 dimensi, biasanya gambar 3 dimensi lebih mudah data mentah dari pelanggan, 2. Menginterpretasikan data mentah menjadi kebutuhan pelanggan, 3. Mengorganisasikan
dimengerti oleh sebagian besar orang. 5. Review Produk • Review produk dilakukan untuk mengevaluasi apakah ada kebutuhan menjadi hierarki, 4. Menetapkan kepentingan relatif setiap kebutuhan, 5. Merefleksikan hasil dan proses
kekurangan pada rancangan yang sudah dibuat desainnya sampai tahap gambar. 6. Membuat Prototype/Sample • Mengumpulkan data mentah dari pelanggan - Tiga metode yang dapat digunakan adalah : 1. Wawancara : satu
Sample barang yang akan diproduksi masal bisa dibuat dengan berbagai cara. Untuk produk-produk dari resin bisa atau lebih anggota tim pengembang berdiskusi mengenai kebutuhan dengan seorang pelanggan, 2. Kelompok fokus :
dimodelkan dengan mesin rapid prototyping, desain body mobil yang stylish bisa dimodelkan dengan tanah liat Moderator memfasilitasi suatu diskusi kelompok yang disebut kelompok fokus selama 2 jam, 3. Observasi produk
khusus, kardus pembungkus produk bisa dibuat dengan tangan. Untuk produkproduk yang sudah umum tidak perlu pada saat digunakan : mengamati pelanggan menggunakan produk atau melakukan pekerjaan yang sesuai dengan
sampai membuat sample barangnya (produk-produk dari besi), namun memerlukan ketelitian dalam menggambar dan tujuan produk tersebut diciptakan
tidak boleh ada kesalahan gambar yang bisa berakibat fatal yaitu barang reject. 7. Uji Coba • Sebelum dipasarkan Menginterpretasikan data mentah menjadi kebutuhan pelanggan : Kebutuhan pelanggan diekspresikan sebagai
tentu perlu diuji apakah barang yg dibuat benar-benar handal atau tidak. Pengujian dilakukan berdasarkan waktu, pernyataan tertulis dan merupakan hasil intepretasi kebutuhan yang berupa data mentah yang diperoleh dari
ditekan, dijatuhkan, dll. 8. Produksi Masal – Produksi dalam kapasitas yang banyak danperlu adanya kontrol kendali pelanggan.
agar konsumen tidak sampai menerima barang yang rusak. 9. Garansi – Banyak konsumen yang lebih memilih Mengorganisasikan kebutuhan menjadi hierarki - Dari langkah 1 dan 2 didapatkan daftar pernyataan kebutuhan
membayar agak lebih mahal untuk mendapatkan garansi dan ketenangan dalam pemakaian produk. yang relatif banyak. Tujuan langkah 3 adalah mengorganisasikan kebutuhan menjadi beberapa hierarki. Daftar
Karakteristik pengembangan produk yang berhasil • Kualitas produk (fitur dan nilai) • Pengembangan „lead time‟ kebutuhan ini terdiri beberapa kebutuhan primer, dimana masing-masing kebutuhan primer tersusun dari kebutuhan
• Biaya produk • Biaya pengembangan • Akumulasi kemampuan dan pengalaman pengembangan dari tim. sekunder.
Alur Seleksi Proses Pengembangan Produk-perencanaan, pengembangan konsep, desain tingkat pengembangan, detail Menetapkan kepentingan relatif setiap kebutuhan - Daftar hierarki tidak memberikan informasi mengenai tingkat
desain, pengujian dan perbaikan, produksi. kepentingan relatif yang dirasakan pelanggan terhadap kebutuhan yang berbeda-beda. Tingkat kepentingan relatif
Hambatan pengembangan produk • Trade-off • Dinamika lingkungan • Sebagian besar rincian desain • Tekanan bermacam-macam kebutuhan adalah penting untuk membuat prioritas pilihan tidak salah. Hasil pada langkah 4 ini
waktu • Kepuasan kebutuhan masyarakat dan individu • Keragaman & semangat tim. adalah bobot kepentingan berupa nilai untuk setiap kebutuhan.
Model perubahan (Model 3 Phase Kurt Lewin) – Unfreezing - memahami kebutuhan – Changing – Menetapkan kepentingan relatif setiap kebutuhan (lanj.) - Ada dua pendekatan dasar untuk menetapkan bobot
memperkenalkan rencana / sistem baru – Refreezing - pola atau perilaku & teknik baru menjadi bagian dari proses kepentingan setiap kebutuhan yaitu : 1. Bersandar pada konsensus anggota tim berdasarkan pengalaman mereka
organisasi selama ini dengan pelanggan, 2. Berdasarkan nilai kepentingan yang diperoleh dari survey lanjutan terhadap
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar perubahan berhasil (Afiff, 2014)- 1) Bahwa suatu perubahan tidak berjalan pelanggan.
linier. 2) Suatu perubahan yang efektif dimulai dengan perbaikan dalam beberapa bidang tertentu. 3) Suatu perubahan Merefleksikan hasil dan proses - Langkah terakhir pada metode identifikasi kebutuhan pelanggan adalah
harus berjalan sekaligus, baik secara top-down maupun bottom-up. 4) Suatu perubahan organisasi memiliki dimensi menggambarkan kembali hasil dan proses. Tim harus menguji hasilnya untuk meyakinkan bahwa hasil tersebut
pribadi yang penting. 5) Dilakukannya suatu pengukuran adalah kunci perubahan yang berhasil dan berkelanjutan. konsisten dengan pengetahuan dan intuisis yang telah dikembangkan melalui interaksi yang cukup lama dengan
Peran pemimpin dalam perubahan-a. Sponsor, yaitu orang yang mempunyai kekuasaan memberi persetujuan pelanggan.
perubahan. b. Agent, orang yang mempunyai tanggung jawab membuat perubahan. c. Target, yaitu orang yang harus Definisi Kreativitas - Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru
berubah. d. Advocate, yaitu orang yang ingin mencapai perubahan tetapi kurang memiliki kekuasaan disini bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari unsur-unsur yang telah ada
• Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah sebelumnya. Kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif.
dan menemukan peluang (thinking new thing). • Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam Konsep kreativitas berdasarkan 3P : 1. Proses : Merupakan sebuah proses yang menghasilkan sesuatu yang baru,
rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). dan proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas. 2. Produk : Merupakan
10 kunci mental yang membatasi kreativitas- 1. Mencari satu jawaban yang “Tepat” 2. Berfokus untuk “berpikir upaya kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original
logis” 3. Mengikuti aturan secara utuh 4. Terus menerus bersifat praktis 5. Memandang permainan sebagai hal yang atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif. 3. Pribadi : Kreativitas mencerminkan keunikan individu dalam
tidak berguna 6. Terlalu berspesialisasi 7. Menghindari ambiguitas 8. Takut terlihat “tidak pintar” 9. Takut salah dan pikiran dan ungkapan-ungkapannya. Kreativitas dimulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu
gagal 10. Pobia bahwa “saya tidak kreatif” yang baru.
Proses Kreativitas bisa dimulai dengan membuat Mind Mapping-• Mulai dengan menulis atau membuat sketsa Tujuan Kreativitas – 1. Menciptakan ide atau hal baru. 2. Menerapkan solusi hasil dari pemikiran kreatif terhadap
gambar yang menyimpulkan masalah atau bidang fokus di tengah-tengah kertas kosong • Tulis setiap ide yang muncul masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperbaiki sesuatu. 3. Menghasilkan sudut pandang baru oleh
dan coba hubungkan dengan gambar / kata yang ada di tengah • Ketika aliran ide melambat, berhenti. Jangan seseorang terhadap suatu masalah.
mencoba memaksa kreativitas • Biarkan istirahat, lalu mencobalah untuk menulis kembali Bentuk-bentuk Kreativitas – 1. Ide : Pemikiran yang kreatif dapat mengantarkan seseorang untuk menghasilkan
Macam-macam Inovasi-Berdasarkan kecepatan perubahan inovasi (Scot & Bruece, 1994) : a. Inovasi radikal - suatu ide. Ide di sini haruslah unik dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ide adalah suatu pemikiran yang
Berskala besar - Dilakukan para ahli dibidangnya - Biasanya dikelola oleh departemen penelitian dan pengembangan menciptakan solusi untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat. 2. Produk : Produk juga merupakan salah satu
Inovasi radikal ini sering kali dilakukan di bidang manufaktur dan lembaga jasa keuangan b. Inovasi inkremental - bentuk kreativitas. Hal ini karena untuk menciptakan suatu produk, diperlukan suatu proses kreatif sehingga produk
Berskala kecil - Dilakukan oleh semua pihak terkait tersebut dapat memenuhi harapan konsumen. Produk di sini dapat berupa barang maupun jasa. 3. Gagasan :
Berdasarkan fungsi (Brazeal & Herbert, 1997), ada 2 inovasi : a. Inovasi teknologi (produk, pelayanan atau proses Kreativitas juga dapat dituangkan dalam wujud gagasan. Gagasan yang dimaksud merupakan gagasan untuk
produksi) b. Inovasi administrasi (organisasional, struktural, dan sosial) mengatasi masalah. Gagasan dapat disampaikan secara langsung maupun tulisan seperti melalui buku, publikasi, dan
PROSES INOVASI-Empat tahap proses inovasi : 1. Tahap discovery : menemukan gagasan baru 2. Tahap Invention lain-lain.
: menemukan prinsip solusi teknis 3. Tahap Application : penerapan dari solusi teknis pada suatu produk, jasa atau Ciri-ciri kreativitas – 1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot.
proses 4. Tahap Diffusion : penggunaan hasil inovasi oleh konsumen 3. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah. 4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan
Perilaku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan dan tidak malu-malu. 5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan. 6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi. 7.
mengaplikasikan hal-hal „baru‟, yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi (De Jong & Kemp, 2003). Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi. 8. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal
3 HAL PERILAKU INOVATIF-• GENERATING IDEAS Individu / kelompok yang menghasilkan gagasan untuk yang baru dan tidak biasa). 9. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan
mengembangkan produk, proses, dan pelayanan yang ada sebelumnya atau menciptakan sesuatu yang baru. • orang lain (orisinil). 10. Mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan.
HARVESTING IDEAS Kelompok yang mengumpulkan, menyaring & mengevaluasi gagasan. • DEVELOPING and Tahap-tahap Proses Kreatif – 1. Persiapan : Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan. 2. Inkubasi : Mencerna
IMPLEMENTING THESE IDEA Kelompok yang mengembangkan & meningkatkan gagasan sampai pada fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran. 3. Iluminasi : Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan. 4.
diberikannya tanggapan yang berasal dari orang lain. Verifikasi : Memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. 5. Aplikasi : Mengambil langkah-
KARAKTER INDIVIDU YG MEMILIKI PERILAKU INOVATIF-• Mencari tahu teknologi baru, proses, teknik, langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut.
ide-ide baru • Menghasilkan ide-ide kreatif • Memajukan dan memperjuangkan ide-ide ke orang lain • Meneliti & Definisi Metode QFD - QFD merupakan metode perencanaan dan pengembangan produk secara terstruktur dan
menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan ide-ide baru • Mengembangkan rencana & jadwal memungkinkan tim pengembangan mendefinisikan secara jelas kebutuhan dan harapan pelanggan,dan mengevaluasi
yang matang untuk mewujudkan ide baru tersebut • Kreatif sistematik (atau merupakan praktek perbaikan proses) untuk memenuhi kebutuhan dan harapan tersebut.
Pentingnya visi misi-1. Untuk memastikan kebulatan tujuan organisasi 2. Untuk memberikan dasar pengalokasian Tujuan dari Quality Function Deployment tidak hanya memenuhi sebanyak mungkin harapan pelanggan, tapi juga
sumber daya organisasi 3. Untuk membantu individu mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi 4. Untuk berusaha melampaui harapan-harapan pelanggan sebagai cara untuk berkompetensi dengan kompetitor, sehingga
memfasilitasi penjabaran tujuan ke dalam struktur kerja diharapkan konsumen tidak menolak dan tidak komplain, akan tetapi justru menginginkannya.
Karakteristik suatu Misi-❖Pertama, mempertimbangkan berbagai tujuan dan strategi alternatif yang layak tanpa Menurut Cohen (1995), beberapa manfaat utama dari implementasi Quality Function Deployment, antara lain : dapat
mengekang kreativitas manajemen. ❖Kedua, pernyataan misi harus luas untuk mempertemukan perbedaan antara meningkatkan kepuasan konsumen, dapat mengurangi waktu siklus produksi dan biaya produksi perusahaan, dapat
para pemangku kepentingan. meningkatkan pendapatan, serta dapat mengetahui langkah-langkah perbaikan kualitas produk secara tepat.
Keuntungan memiliki visi misi yang jelas 1. Memperjelas tujuan organisasi bagi manajer dan pekerja. 2. Alat yang digunakan dalam QFD adalah rumah kualitas (house of quality) yaitu merupakan teknik grafis untuk
Memberikan dasar untuk perencanaan strategis. 3. Memberikan arah. 4. Menyajikan poin penting bagi stakeholder menjelaskan hubungan antara keinginan konsumen dan produk (barang atau jasa).
organisasi. 5. Memberikan solusi perbedaan pandangan manajer2. 6. Meningkatkan rasa kebersamaan manajer dan Implementasi QFD terdiri dari tiga tahap, yang seluruh kegiatannya pada masing-masing tahapan dapat diterapkan
pekerja. 7. Mengedepankan rasa bernilai untuk semua stakeholder. 8. Mengedepankan suatu keterorganisiran. 9. seperti layaknya suatu proyek, : 1. Tahap pengumpulan Voice of Customer. 2. Tahap penyusunan rumah kualitas
Meningkatkan kinerja organisasi. 10. Meningkatkan sinergi di kalangan manajer dan pekerja. (House of Quality). 3. Tahap analisa dan implementasi.
Area-Area Yang Menjadi Tujuan • Profitabilitas • Efisiensi • Growth • Shareholder‟s wealth • Penggunaan Sumber
Daya • Reputasi • Kontribusi ke Karyawan • Kontribusi ke Masyarakat • Market Leadership • Technological
Leadership • dst
Pasar: orang atau lembaga yang memiliki kekuatan membeli yang cukup, otoritas, dan kemauan untuk membeli.
Segmentasi adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau
tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah. Peran segmentasasi
pasar : membagi keseluruhan pasar menjadi lebih kecil, kelompok yang relatif homogen.
Pentingnya segmentasi pasar: • Pasar memiliki berbagai kebutuhan dan preferensi produk. • Pemasar dapat lebih
baik menentukan kebutuhan pelanggan. • Pengambil keputusan dapat menentukan tujuan dan mengalokasikan sumber
daya secara lebih akurat.
Proses segmentasi Pemasar mengikuti 2 metode untuk menentukan dasar dalam mengidentifikasi pasar: •
Segmen ditetapkan terlebih dulu oleh manajer berdasarkan pengamatan mereka terhadap karakteristik perilaku dan
demografi pengguna. • Segmen didefinisikan dengan meminta pelanggan mengisi atribut penting dan kemudian
mengelompokkan tanggapannya.
Perilaku Konsumen • "Studi tentang individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk
memilih, mengamankan, penggunaan, dan pembuangan produk, pelayanan, pengalaman, atau ide untuk memuaskan
kebutuhan dan proses ini berdampak terhadap konsumen dan masyarakat" - Hawkins, Best, dan Coney 2004 • "Studi
tentang kegiatan kognitif, emosional, dan fisik yang terkait dengan persepsi, evaluasi, pilihan, akuisisi, penggunaan,
dan disposisi barang dan jasa."
Alat-alat penting perilaku konsumen• Pengambilan Keputusan Konsumen • Tren Demografi • Pengolahan
informasi • Pengaruh sosial
Pengambilan Keputusan Konsumen -(Sesi Kosumen) pengenalan kebutuhan,pencarian,evaluasi
alternative,memilih,evaluasi pasca-pembelian. (sesi pemasar) kesadaran, ketertarikan, keinginan, tindakan