0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan25 halaman

Tahapan Perencanaan Drainase Perkotaan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan sistem drainase perkotaan yang meliputi serangkaian kegiatan SIDLACOM dan tahapannya. 2. Perencanaan drainase perkotaan memerlukan berbagai data teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan. 3. Rencana induk sistem drainase perkotaan perlu disusun berdasarkan data-data tersebut.

Diunggah oleh

dicky kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan25 halaman

Tahapan Perencanaan Drainase Perkotaan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan sistem drainase perkotaan yang meliputi serangkaian kegiatan SIDLACOM dan tahapannya. 2. Perencanaan drainase perkotaan memerlukan berbagai data teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan. 3. Rencana induk sistem drainase perkotaan perlu disusun berdasarkan data-data tersebut.

Diunggah oleh

dicky kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LANGKAH

PERENCANAAN
DRAINASE
SIDLACOM
⚫ Ada serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menata drainase :
SIDLACOM ( Survey, Investigasi, Desain, Pembebasan Lahan,
Pembangunan, Operasi dan Pemeliharaan)
⚫ Desain dilakukan dengan menyusun Master Plan (rencana induk
sistem drainase yang memberikan arahan jelas tentang penanganan
masalah drainase secara terpadu, desain tipikal prasarana drainase,
prioritas pembangunan, perkiraan biaya, pedoman operasional dan
pemeliharaan) diikuti Analisis Kelayakan dan Detail Engineering
Design
⚫ Operasional dan Pemeliharaan misal pengoperasian pintu air,
penyuluhan, pengamanan, perawatan dan perbaikan
⚫ Dalam SIDLACOM belum mengakomodasi Evaluasi dan Monitoring.,
sehingga perlu konsep yang lengkap sbb
Tahap Pembangunan Sistem
Drainase Perkotaan
⚫ Tahap I Perencanaan dan Pemrograman, mencakup :
- Identifikasi Proyek
- Pra Studi Kelayakan
- Studi Kelayakan
- Perencanaan Rinci
⚫ Tahap II Pelaksanaan, mencakup :
- Pra Pelaksanaan Proyek
- Pelaksanaan/Konstruksi
- Penyerahan proyek selesai (project completion report = PCR)
⚫ Tahap III Operasi dan Pemeliharaan
⚫ Tahap IV Evaluasi dan Monitoring selama sblm proyek, saat proyek
dan sesudah proyek
1. Tahap Perencanaan dan
Pemrograman
⚫ Semua proyek drainase harus jelas tujuan, sasaran dan
lingkup kerjanya; jelas besaran/volume anggaran serta
sumber-sumbernya; dan layak secara :
- teknis
- ekonomi dan finansial
- sosial budaya
- legalitas/perundang-undangan
- kelembagaan
- lingkungan
Aspek teknis
⚫ Permasalahan drainase perkotaan : genangan harus
kecil, pembebasan lahan sulit, perlu penyesuaian
dengan limbah domestik dan industri, sistem drainase
harus sesuai dengan lingkungan perkotaan
⚫ Tahapan perbaikan drainase perkotaan :
- mempelajari sistem drainase yang ada
- merencanakan perbaikan sistem drainase
- merencanakan fasilitas drainase : saluran, tanggul,
gorong-gorong, kolam retensi, stasiun pompa
- pelaksanaan pekerjaan
- operasi dan pemeliharaan
Data Informasi Fisik yang dibutuhkan

[Link]
b. Iklim
c. Hidrologi
d. Daerah genangan
e. Tata guna lahan dan rencana
pengembangan masa datang
f. Sistem drainase yang ada
g. Prasarana lain
[Link] topografi, yang perlu tahu : lokasi
sistem drainase, elevasi permukaan tanah,
batas-batas administrasi
Peta yang dibutuhkan
⚫ Orthophoto/foto udara dari BPN, Bakosurtanal
⚫ Peta wilayah kota (administrasi) dari Google,
Pemda
⚫ Peta sistem drainase dari Dinas PU
⚫ Peta rencana tata ruang/master plan dari
Bappeda, Dep Kimpraswil
⚫ Kalau perlu diadakan pengukuran di lapangan
Master plan
⚫ Arah perkembangan kota diketahui
⚫ Diikuti perencanaan drainase
b. Iklim
⚫ Diperoleh dari BMKG
⚫ Data yang diperlukan : suhu, kelembapan
relatif, penyinaran matahari, kecepatan
angin, evaporasi dll
⚫ Data ini dipakai untuk perencanaan
bangunan, metode dan jadwal pelaksanaan
c. Hidrologi
Data yang dibutuhkan :
⚫ Data hujan

⚫ Data debit aliran termasuk frekuensi, debit banjir


maksimum, tinggi maksimum, durasi banjir
⚫ Data kualitas air : sedimen dan kualitas air terutama
yang menimbulkan korosi (menghindari korosi untuk
bangunan air yang menggunakan logam)
⚫ Data pasang surut , diperoleh dari pelabuhan terdekat
atau mengukur sendiri minimal 15 hari secara terus
menerus
d. Data genangan banjir
⚫ Luas/lokasi dan persebaran
⚫ Tinggi muka air maksimum
dan kedalaman genangan
⚫ Lama/frekuensi genangan

⚫ Tambahannya : sumber air


dan arah aliran air, penyebab
genangan
Dan
Besar kerugian…
e. Peta tata guna lahan : menentukan nilai
koofisien pengaliran (C)
f. Sistem drainase yang ada
⚫ Batas daerah tangkapan air dan luas total
⚫ Saluran drainase utama dan panjangnya
⚫ Panjang saluran cabang dan daerah
tangkapan
⚫ Kapasitas saluran dan pola aliran
⚫ Permasalahan drainase di daerah tangkapan
⚫ Kondisi saluran utama drainase
Contoh Peta saluran drainase
⚫ Untuk evaluasi harus
mengetahui data
saluran drainase
eksisisting

Keterangan :
Sungai, Anak sungai,
Kali

Drainase Kota
g. Prasarana lain
⚫ Data prasarana lain seperti jaringan pipa air
minum, jaringan kabel bawah tanah spt
telepon dan listrik, jaringan pipa gas, rencana
jalan
⚫ Data ini diperlukan untuk menentukan jalur
saluran drainase
Perencanaan drainase
⚫ Mengetahui konsep dasar perencanaan drainase perkotaan : banjir
kiriman, banjir lokal, back water, banjir rob, paham kala ulang,
pekerjaan perbaikan memenuhi teknis dan praktis, O&M mudah,
fasilitas yang sdh ada dioptimalkan dan kemungkinan kecil untuk
dirusak, pembebasan lahan dihindari, perlu pintu dan pompa untuk
sistem yg tidak bisa gravitasi
⚫ Perencanaan sistem drainase : harus mengetahui data genangan
dulu baru mencari alternatif penanganannya (daerah resapan,
kolam retensi, saluran tambahan, normalisasi saluran, pintu air,
pengurugan daerah rendah, stasiun pompa, dsb)
⚫ Perencanaan saluran drainase : (a) menghitung debit rencana, (b)
menentukan jalur/trase saluran, (c) merencanakan profil memanjang
saluran dan penampang melintang saluran, (d) merencanakan
perkuatan dinding saluran
Data penunjang
⚫ Biaya
⚫ Data sosial ekonomi, kependudukan
⚫ Kesehatan lingkungan pemukiman
⚫ Legalitas/perundangan dan kelembagaan
⚫ Aspirasi pemerintah dan peran serta masyarakat
⚫ Data bahan bangunan
Biaya
⚫ Pembuatan saluran
⚫ Normalisasi sungai
⚫ Pompa dan rumah pompa
⚫ Boezem, kolam detensi, long storage
⚫ Pemeliharaan : pengerukan sedimen/
endapan, pembersihan saluran dari sampah
(perlu alat berat)
⚫ Gaji pekerja/pasukan kuning
Data sosial ekonomi
⚫ Mata pencaharian
⚫ Tingkat pendapatan
⚫ Tingkat pendidikan
⚫ Jumlah anak, usia produktif, manula
⚫ Data fasilitas sosial : sekolah, tempat ibadah,
pasar, RS/Puskesmas, dsb
⚫ DLL
Data kependudukan
⚫ Perhitungan saluran berdasarkan data debit
⚫ Debit total = debit air hujan + debit air
buangan
⚫ Debit air buangan (l/det) = 60-80% debit air
bersih (l/det)
⚫ Debit air bersih (l/det) = kebutuhan (l/det/org)
x jumlah penduduk (org)
Kesehatan lingkungan pemukiman :
sampah di saluran, sedimen
Legalitas/perundangan dan
Kelembagaan
⚫ Tergantung dari masing-masing Pemerintah
Kota atau Pemerintah Kabupaten atau
Pemerintah Propinsi
⚫ Kewenangan masalah drainase ditangani
misal lembaga Dinas Kebersihan, Dinas
Pertamanan dan Pematusan Kota dsb
⚫ Peraturan mengacu secara peraturan
nasional dan lokal (propinsi/kota/kab)
Aspirasi pemerintah,peran
serta masyarakat + swasta
Contoh :
⚫ Masyarakat : Kerja bakti kampung tiap bulan

⚫ Masyarakat + swasta : Program green and


clean untuk reduksi sampah dan lingkungan
yang bersih (Unilever)
Data bahan bangunan
⚫ Ketersediaan bahan (mudah didapat)
⚫ Harga (setiap daerah berbeda-beda)
⚫ Untuk menyusun RAB

Anda mungkin juga menyukai