Media dan Rekreasi Halal untuk Pendidikan
Media dan Rekreasi Halal untuk Pendidikan
ABSTRAK
1
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global
Komunika, 1(1), 18-29.
2
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
Islamic Economy Report 2018-2019, Indonesia memiliki pangsa pasar produk dan
jasa berbasis ekonomi syariah yang sangat besar dibandingkan Negara-negara lain. 3
PEMBAHASAN
Sektor media dan rekreasi halal Indonesia merupakan salah satu negara
yang diperhitungkan dalam sektor pemberdayaan media dan rekreasi halal. Industri
aplikasi digital (apps) belakangan ini menjadi primadona terutuma bagi kalangan
generasi milineal sehingga bisa menyumbang penurunan angka pengangguran,
subsector ini diprediksi akan terus berkembang, dengan adanya hal ini maka
tantangan yang dihadapi berupa, pertama masih kurang memadainya koneksi
internet yang merata diberbagai daearah ditambah lagi biaya internet masih mahal,
kedua belum adanya regulasi khusus tentang media dan rekreasi halal serta lembaga
keuangan belum melirik sektor media dan rekreasi halal ini.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di era
4.0 Jadikan media sosial sebagai faktor utama sosialisasi. Media punya kekuatan
besar untuk memberikan informasi yang memandu pemikiran dan perilaku orang
tersebut (Solihat, 2008). Peran media sosial dalam komunikasi dan Penyebaran
informasi tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian mengkonfirmasi hal ini Media
sosial internet sering digunakan dalam sosialisasi politik (Abdillah,2014; Sandra,
2013), kesehatan (Komariah & Subekti, 2016), dan pemasaran (Siswanto,
2013;Tajuddin & Manan, 2017)
3
Ahla, A. (2020). Strategi Pengembangan Ekonomi Syari’ah Melalui Penguatan Halal
Value Chain (Studi Kasus pada Industri Pariwisata Halal di Kota Banjarbaru) (Doctoral
dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
informasi (memori pengetahuan), yaitu proses memperoleh pengetahuan dari daftar
halal yang ada (Maharani et Mustika, 2016). Kesadaran halal dapat diartikan
sebagai kemampuan konsumen untuk mengenali dan memahami Produk halal
dalam situasi yang berbeda. Kesadaran halal memiliki dua dimensi, yaitu
mengingat halal dan mengenali halal. Mempertimbangkan halal berarti konsumen
dapat melihat kategori produk Ingat produk dengan merek yang tepat dan halal.
Selama pertunjukan halal berarti konsumen dapat mengidentifikasi produk halal
benar ketika mereka melihat atau mendengarnya (Nurhayati & Hendar, 2019).4 Jika
kesadaran halal sudah ada dan terbentuk umumnya mereka membutuhkan informasi
yang simple dan mudah di dapat.
Rekreasi berasal dari bahasa Latin, re-creare, yang secara harfiah berarti
membuat ulang, sedangkan dalam bahasa inggris re-creation, yang secara harfiah
berarti kembali berkarya adalah kegiatan yang dilakukan untuk peyegaran kembali
jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktifitas yang dilakukan
seseorang selain pekerjaan.
4
Qardhawi, M. Y. (1980). Halal dan Haram dalam Islam. Singapura: Himpunan Belia Islam.
5
Dalam kaitan ini, silakan baca, Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian
Islam, ter. Didin Hafidhuddin, dkk. (Jakarta: Robbani Press, 1997), 166. Dalam buku ini Qardhawi
menguraikan bagaimana pengaruh ketenangan jiwa terhadap produktifitas.
6
Dalam kaitan ini, lihat dan bandingkan dengan Hermantoro, Creative –Based Tourism, 53-54.
Dalam buku ini dinyatakan bagaimana motivasi untuk melakukan suatu perjalanan, “…the global
dengan melakukan wisata akan banyak melihat, mendengar, merasakan, dan
bahkan berinteraksi dengan sesama wisatawan sehingga akan menambah
pengalaman baru. Pada akhirnya dari pengalaman inilah yang akan
melahirkan pengetahuan baru ke depan yang lebih luas yang mungkin
belum pernah dialami sebelumnya oleh seseorang.
Demikian pula bagi penduduk setempat, terutama yang mempunyai
naluri bisnis, dengan adanya pengembangan pariwisata akan membuka
peluang bisnis baru yang dapat dikembangkan dengan menggali potensi
setempat yang selama ini belum banyak dilakukan. Di antaranya adalah
home stay, yakni semacam rumah singgah yang dapat disulap sebagai
tempat penginapan wisatawan yang berkunjung ke arena wisata perdesaan
yang tengah dikembangkan di sebuah daerah. Atau memacu kreativitas baru
dalam bidang industri dan kuliner yang beraroma lokal yang tidak
ditemukan di daerah lain. Bahkan tidaklah mustahil, bisa jadi sebagian
penduduk setempat berkesempatan sebagai guide yang akan menjadi
sumber pendapatan baru bagi mereka. Dan dengan adanya berbagai ladang
bisnis atau pekerjaan baru bagi masyarakat setempat itulah pada akhirnya
akan menimbulkan kesejahteraan baru bagi mereka. Akibatnya, daya beli
masyarakat akan semakin meningkat yang pada akhirnya berujung pada
kemajuan sektor riil.
Di Indonesia sendiri yang saat ini, dalam kenyataan, semakin banyak
dihuni oleh masyarakat kelas menengah baru yang akan melahirkan lifestyle
yang baru pula. Karena itu sebagaimana masyarakat di negara-negara
modern di berbagai belahan dunia ini telah menjadi tradisi bagi mereka yang
sengaja mengagendakan waktu untuk berwisata bersama keluarga ke
berbagai destinasi wisata di luar negeri dengan budget (anggaran) yang
disiapkan pula. Dengan demikian, berwisata bagi mereka benar-benar
menjadi kebutuhan yang perlu direncanakan dalam hidup. Fenomena inilah
yang sejatinya perlu terus diikuti perkembangannya, untuk terus memacu
pengembangan industri wisata di Indonesia yang sedemikian banyak
potensi dan variannya. Nampaknya upaya ini telah dilakukan oleh
Kementerian Pariwisata secara progresif dan berkelanjutan dengan harapan
agar ke depan jumlah wisatawan asing akan semakin meningkat jumlahnya.
Pada akhirnya melalui pengembangan industri pariwisata ini income negara
akan semakin meningkat pula. Inilah sejatinya di antara industri prospektif
yang perlu digarap secara sungguh-sungguh dan profesional.
integrating network of biological and cultural forces which gives value and direction to travel
choices, behaviour and experience.”
global, kini dan akan datang. Pengembangan pariwisata itu dengan
sendirinya telah menyedot banyak wisatawan lokal maupun asing dari
berbagai negara di mana destinasi wisata itu berada. Contohnya yaitu Pulau
Dewata Bali yang telah mendunia. Itulah Bali yang menjadi ikon wisata
Indonesia dengan beragam potensi yang dimilikinya. Baik keindahan
alamnya, keunikan dan kekayaan budayanya, kekayaan ekonomi kreatifnya,
dan lain sebagainya, sehingga tidaklah salah jika Raja Salman dari Kerajaan
Saudi Arabia betah berlibur di pulau ini di awal tahun 2017.
Bahwasanya membangun industri wisata halal adalah masalah
bisnis, bukanlah masalah keyakinan, sehingga apa pun yang
menguntungkan secara ekonomi perlu ditekuni dan digarap secara sungguh-
sungguh agar mampu bersaing dengan negara lain di dunia. Tentu saja hal
ini, bagi Indonesia sebagai negeri penduduk Muslim terbesar di dunia,
merupakan pemicu atau motivasi agar mampu bersaing dengan mereka yang
sekuler. Tetapi dalam kenyataan, dalam menangkap trend global itu tidak
harus selalu datang dari pemerintah pusat (top down), bahkan bisa jadi dari
pemerintah daerah (bottom up) yang merasa memiliki potensi untuk dijual.
Sebagaimana inisiatif itu muncul dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yang
dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid sebagai ikon eksklusif bagi
daerah ini yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk
berkunjung ke sana.
7
Ibid.
untuk pengaturan kehalalan produk. Selain itu, UU ini juga mengatur tentang jasa
halal, termasuk pariwisata, travel, media, dan entertain. Dengan demikian, jaminan
kepastian hukum halal hasil produksi dan perlindungan terhadap konsumen maupun
produsen selain menjadi tanggung jawab pribadi dan ulama, juga menjadi tanggung
jawab pemerintah yang diamanatkan kepada Kementerian Agama melalui Badan
Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain itu, kehalalan suatu produk
juga diatur dalam Codex, suatu organisasi dunia yang mengatur sistem perdagangan
internasional. 8
Industri media dan rekreasi saat ini menjadi subsektor ekonomi kreatif yang
potensial. Laju pertumbuhan PDB subsektor film, animasi dan video melonjak
pesat seiring dengan peningkatan produksi dan penonton film nasional. Potensi film
pun semakin didukung dengan maraknya berbagai aplikasi dan layanan video
streaming yang berkembang. Media dan Rekresi Halal sedang mengalami
perkembangan yang positif.10 Film adalah salah satu bentuk media massa. Film
sebagai mesin mimpi (dream machine),11 berupa gambar yang bergerak, yang di
dalamnya terdapat sebuah cerita yang mempunyai tujuan tertentu, dapat berfungsi
sebagai media pendidikan, hiburan, komedi, serta mencakup penyebaran agama.
Film terdiri atas audio dan visual, berupa tayangan yang bersuara, bergerak dan
tidak bergerak. Menurut Yudhi Munadi, media audiovisual dapat dibedakan
menjadi dua jenis, Pertama, audio-visual yang bergerak dan bersuara, seperti film
8
Ibid., h. 25 & 42.
9
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global
Komunika, 1(1), 18-29.
10
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
11
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the Keystone Film
Company,” Indiana University Press, Journal Film History Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
dan video. Kedua, yang tidak bergerak tapi bersuara, seperti slide yang
dimanfaatkan bersamaan dengan pemutaran musik. 12 Audiovisual bergerak
mempunyai kelebihan tersendiri dari tidak bergerak, yang mampu menunjukkan
inti materinya dengan lebih jelas dan dalam jika dibandingkan dengan yang tidak
bergerak. Paul Wolfram mengatakan, film yang bisa disebut sebagai seni bercerita
dengan audio-visual, sangat berpengaruh pada sejarah sosial-budaya dan juga sikap
masyarakat.13 Artinya film mempunyai nilai tambah tersendiri untuk membangun
opini publik, memberikan motivasi, mengubah pola pikir masyarakat dan
memengaruhi penonton. Hampir semua tulisan, gagasan, cerita nyata maupun fiktif
dapat dijadikan ide dalam pembuatan alur cerita dan difilmkan. Pada tahun 1900an
adalah kehadiran film pertama di Indonesia dipelopori oleh G. Kruger and F.
Carli.14
PDB ekonomi kreatif menunjukkan ada tiga subsektor penyumbang paling
besar, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Total kontribusi sekitar 76 persen. Di sisi
lain, subsektor media dan rekreasi belum menjadi penyumbang terbesar pada PDB
ekonomi kreatif. PDB ekonomi kreatif juga belum menyebutkan secara spesifik
kontribusi media dan rekreasi halal. Internasional Federation of the Phonographic
Industry (IFPI) dalam salah satu laporannya menyatakan bahwa Musik dapat
menjadi penggerak perekonomian, menyerap tenaga kerja, ekspor, serta sumber
pendapatan pajak. Selaras dengan pernyataan tersebut, sub-sektor Musik di
Indonesia tengah mengalami perkembangan cukup pesat dengan pertumbuhan nilai
PDB di atas tujuh persen pada 2016. Dengan alasan tersebut, BEKRAF optimistis
menjadikan subsektor musik sebagai prioritas. Media dan rekresi halal
berkontribusi terhadap total ekonomi yang dilihat dari saluran distribusi dalam
sektor media dan rekreasi. Pengaruh langsung berkaitan dengan aktivitas industri
film yang berkaitan dengan produksi media dan fasilitas rekreasi. Pengaruh secara
tidak langsung terhadap sektor lain berkaitan erat dengan proses pembuatan atau
produksi industri media dan peningkatan infrastruktur rekreasi. Pengaruh
penghasilan atau pendapatan industri media dan rekreasi, baik langsung dan tidak
langsung, akan mempengaruhi induksi yang berkaitan erat dengan sektor lain,
misal: makanan, pakaian . 15
Kondisi dan posisi Indonesia saat ini perlu dipetakan untuk menyusun
strategi pengembangan industri media dan rekreasi halal. Salah satunya dapat
12
Yudhi munadi, Media Pembelajaran Referensi (Jakarta: GP Press Groupmaret, 2013), 113.
13
Paul Wolfram, “Career View, What is film?” Career Development and Employment, University
Of wellington, Issue No 59. (2011) 2-4.
14
Misbach Yusa Biran, “Brief History of the Indonesian Film,” dalam Norman McLaren, Journal of
Film Preservation, International Federation of Film Archives, No. 69. (2005), 2
15
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
menggunakan analisis SWOT. Berikut tabel pemetaan kekuatan, kelemahan,
peluang, dan tantangan berdasarkan rantai nilai industri media dan rekreasi halal:
KEKUATAN KELEMAHAN
Sumber Daya 1. Jumlah SDM yang besar 1. Kurangnya riset sehingga
Mausia 2. Anak-anak muda kreatif di kompetensi SDM belum
Indonesia banyak yang memadai
sudah terjun di media dan
melek teknologi
3. Semakin banyak sekolah
dengan konsentrasi media
dan teknologi informasi
yang berkualitas
Industri 1. Jumlah perusahaan start-up 1. Teknologi media masih
tumbuh dengan cepat belum memadai dan
2. Budaya di beberapa daerah mahal
telah menganut nilainilai 2. Standardisasi kualitas
islam media dan rekreasi halal
belum diterapkan
Distribusi, 1. Tingkat interaksi dengan 1. kompetisi media &
Komersialiasi, media apps semakin tinggi. rekreasi halal masih
dan Promos rendah
2. Mayoritas Muslim
2. Pemasaran produk belum
penduduk Indonesia lebih maksimal
tertarik dengan dakwah 3. Investor tetap memiliki
keyakinan dan apresiasi
melalui media seperti film,
yang sangat terbatas
aplikasi app store dan terhadap media dan
program TV yang islami. rekreasi hala
PELUANG TANTANGAN
Sumber Daya 1. Jumlah tenaga kerja banyak 1. Masih terbatasnya asosiasi
Manusia tersedia desainer khusus fashion
Muslim.
2. Sejauh ini hanya ada
Ikatan Perancang Busana
Muslim (IPBM)
3. Beasiswa untuk
pendidikan fesyen masih
kurang karena bidang
fesyen dianggap jenis
pendidikan vokasi
Industri 1. Kolaborasi dengan industri 1. Berada pada tahap awal
lainnya seperti pariwisata, pertumbuhan, banyak
regulasi yang belum
makanan dan minuman
tersedia, SDM tidak
halal, farmasi dan memadia (Kualitas &
kosmetik, serta fashion Kuantitas), pembiayaan.
muslim
Distribusi, 1. Jalur distribusi di pasar 1. Negara-negara lain yang
Komersialiasi, domestik semakin banyak sudah siap dengan regulasi
dan Promosi
dan beragam, Ruuntuk biro
iklan, atau platform iklan
online
2. Melenial mencari
gambaran yang lebih
positif tentang Islam di
media,potensial bagi game
dan apps developer
3. Pertumbuhan industri
syariah yang besar dan
cepat
16
Data penonton film Indonesia diakses dari [Link]
17
John C. Lyden, Film as Religion; Myth, Moral and Ritual (USA, Network University Press, 2003).
246-248.
kelebihan dalam upaya membantu dakwah dalam menyebarkan kebaikan dan
mencegah kemungkaran. Audio-visual berupa gambar yang bergerak, membentuk
sebuah cerita dan pesan. Oleh karena itu, dakwah dan nilai-nilai kebaikan akan lebih
berdampak bila dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui audio-
visual. Kebanyakan remaja, setelah menonton film, rasa emosional dari film
tersebut mampu bertahan sampai di rumah. Bahkan, remaja mampu
mendeskripsikan secara jelas alur dan isi cerita film tersebut. Hal ini menyatakan
bahwa dampak film memang kuat. Film bertemakan agama (religius) telah banyak
diproduksi di Indonesia oleh beberapa Production House (PH). Hal ini terlihat dari
adanya film islam dan media islam. Contohnya seperti film Ayat-Ayat Cinta, Ketika
Cinta Bertasbih, 99 Cahaya Di Langit Eropa, Assalamualaikum Beijing dan Haji
Backpaker.
Film Ayat-Ayat Cinta 1&2 termasuk film drama yang mempertontonkan
nuansa romance, tragedi dan komedi. Di berbagai percakapan dan dialog para aktor
dan aktrisnya yang selalu menampilkan suasana religi yaitu Islam. Dengan
perpaduan dua budaya yang berbeda antara Indonesia dan Mesir menjadi daya tarik
tersendiri dibandingkan dengan film-film yang lain. Film Ayat-Ayat Cinta 1&2
dalam hal ini tidak menggolongkan pemirsanya atau penontonya. Artinya semua
kalangan, baik anak-anak, remaja dan orang tua boleh melihatnya. Nilai-nilai yang
terdapat dalam film Ayat-Ayat Cinta karya Hanung Baramantyo yaitu : 18
1) Nilai keimanan, yang meliputi ajaran untuk bertawakal atau menyerahkan
diri hanya kepada Allah dengan keras dan berdo’a, bersyukur ketika
mendapatkan nikmat, menumbuhkan harapan dan optimisme, serta anjuran
untuk berbuat adil.
2) Nilai ibadah/syari’ah, yaitu sholat, ta’ârûf, bersuci (tayamum/wudhu) dan
menutup aurat.
3) Nilai akhlak di antaranya adalah tanggungjawab, sabar/ikhlas, jujur,
berbakti kepada orang tua, amanah, tolong menolong, ksih sayang toleransi,
larangan menyuwap, dan Islam yang rahmatan li al ‘alamin.
Nilai-nilai pendidikan akidah dalam film Ayat-Ayat Cinta 1&2 antara lain
pentingnya perdamaian, kewajiban sholat, berburuk sangka dan memfitnah orang
lain, bersikap jujur, bertegur sapa kepada orang lain, selalu menolong orang lain
walaupun tidak diabaikan, selalu bersikap sopan dan patuh kepada orang tua,
kesetaraan perempuan dengan laki-laki dalam islam, mencuri adalah tindakan
tidak terpuji, shaf sholat yang rapat adalah sunnah, berbesar hati dan menerima
kesalahan yang pernah dilakukan, tetap bersikap sopan kepada siapapun walapun
itu pengemis, antar umat beragama sebaiknya saling tolong menolong, kepada
orang tua sebaiknya bersikap santun, keikhlasan dalam membantu merupakan
18
Ikhwanto, A. (2009). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Film Ayat-Ayat Cinta Karya Hanung
Bramantyo.
kunci sebuah keberkahan, kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain, Anjuran
untuk menutup aurat.19
19
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in the film Ayat-
Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20, 10-21070.
20
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
dapat berupa data teks, gambar, gambar bergerak dan suara (Tabratas
Tharom,dkk,2002). Dengan adanya internet ini dunia menjadi terasa tanpa batas
ruang dan waktu.
Dalam sektor pendidikan media sangat berperan penting, karena di zaman
seperti sekarang manusia tidak dapat terlepaskan dari media. Media sangat
membantu kehidupan manusia seperti hal nya dalam sarana [Link]
seperti pembelajaran dengan menggunakan media ZOOM atau juga pembelajaran
dengan menggunakan Internet. Dengan adanya internet ini segala bentuk informasi
menjadi semakin terbuka. Apa yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia
dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia yang lain. Kecanggihan teknologi
sudah tersedia, dimana melalui teknologi internet kita dapat memperoleh segala
macam informasi dan komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik,
ekonomi, bahan riset, iklan, gaya hidup, belanja, hiburan dsb yang menyangkut
seluruh aspek kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia.
Ketersediaaan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta
berisi tentang apapun yang kita ingin ketahui dan Internet juga memungkinkan
terbentuknya jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia,
alangkah baiknya jika memanfaatkannya dengan benar.
Dalam membangun SDM dunia pendidikan dituntut untuk mampu
mengikuti (Up date) perkembangan aplikasi IPTEK didunia Industri agar
lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dari fakta
tersebut salah satu cara untuk mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang cepat
adalah selalu aksese informasi yang up to date dan semua itu dapat di dapat melalui
internet. Pembelajaran memegang peranan penting dalam peningkatan mutu
pendidikan. Hal ini disebabkan karena pendidikan salah satunya bermula atau
berawal dari keberhasilan Salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di
dalam kelas adalah media pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu
perangkat belajar yang berguna untuk membantu guru menyampaikan pesan dan
materi pelajaran kepada siswa secara efektif dan efisien. Media pembelajaran juga
dapat membantu siswa berkonsentrasi dan fokus terhadap materi pelajaran.
Pembelajaran tanpa media pembelajaran dapat diibaratkan orang makan sayur kuah
tanpa menggunakan sendok dan mangkok. Meskipun bisa dimakan, tapi
membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa dinikmati secara maksimal.
Pendidikan merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muda dalam
menyambut dan menghadapi perkembangan jaman di era global. Maka pendidikan
harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga menghasilkan pendidikan yang
berkualitas dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia. Perkembangan
teknologi berdampak pada bidang pendidikan. Proses pembelajaran tidak terlepas
dari media, metode, dan hasil belajar.
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi
melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting)
atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list).
Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metodea
konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Berdasarkan hal tersebut,
maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang
khas, yaitu sebagai media interpersonal dan massa, bersifat interaktif. Karakteristik
ini memungkinkan mahasiswa/peserta didik melakukan komunikasi dengan sumber
ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media
konvensional. Teknologi internet menunjang mahasiswa/peserta didik yang
mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan.
Metoda talk dan chalk, dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-
mail, mailing list, dan chatting.
1) Media Pembelajaran berbasis komputer dan internet
Media dalam prespektif pendidikan ialah instrumen yang sangat
strategis dalam ikut menentukan keberhasilan akan proses belajar mengajar.
Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika
tersendiri terhadap peserta didik. Kata media pembelajaran berasal dari
bahasa latin ”medius” yang secara harfiah berarti ”tengah”, perantara atau
pengantar. Dalam bahasa Arab, media perantara atau pengantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely menyatakan bahwa
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini
guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. 21
Sedangkan menurut Oemar Hamalik media pembelajaran ialah alat,
metode, maupun teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam
proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Salah satu kebijakan yang
dikeluarkan dan bisa dijadikan landasan dalam pendayagunaan ICT untuk
pendidikan ialah Action Plan for the Development and Implementation of
Information And Communication Technologies (ICT) in Indonesia. Action
plan berisi rencana pelaksanaan pendayagunaan telematika dalam bidang
pendidikan selama 5 tahun (2001 -2005) menekanankan pada :
a) Pengembangan dan pengimplementasikan kurikulum
b) Pendayagunaan ICT sebagai bagian dari kurikulum dan sebagai
media pembelajaran disekolah atau perguruan tinggi dan diklat
21
Azhar Arsyad, Media Pengajaran (Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1997),3.
c) Mewujudkan program pendidikan jarak jauh termasuk berpartisipasi
dan bekerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan jarak
jauh di dunia.
d) Memfasilitasi pendayagunaan internet untuk meningkatkan
efesiensi proses pembelajaran.
Contoh konkrit dalam pendayagunaan ICT adalah proses belajar
dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran, dengan
adanya Internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi
terselenggaranya proses Komunikasi interaktif antara guru dengan siswa.
Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi
pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi
yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan
membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam
rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut. (Boettcher 1999).22 Jaringan
internet diartikan sebagai jaringan komputer yang dapat menghubungkan
semua komputer di seluruh dunia sehingga berbagai macam dan bentuk
informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan
global ([Link]). Selain kedua pengertian di atas, internet
juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan
situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan.
Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya
informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia.
2) Media Sebagai Alat Pembelajaran di Indonesia
Perkembangan penggunaan Internet di Indonesia tidak pula kalah
mengesankannya. Pusat Industri dan Perdagangan Lembaga Pengembangan
Kewirausahaan Bina Mitra Sejahtera, melaporkan bahwa pada tahun 1995
ada sekitar 10.000 pengguna yang tersambung ke Internet, dan pada tahun
1997 angka itu menjadi 100.000. Kemudian menurut Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di
Indonesia pada akhir tahun 2001 mencapai 2,4 juta orang. Angka tersebut
naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada akhir tahun
200 sebesar 1,9 juta orang. Pengguna sebanyak 2,4 juta orang tersebut
terdiri dari 550 ribu pengguna perumahan, 26 ribu pengguna perusahaan,
2000 sekolah dengan rata-rata 500 pengguna/siswa persekolah, 500
perguruan tinggi dengan rata-rata 1000 mahasiswa per kampus dan 2500
warnet dengan rata-rata 100 orang pelanggan per warnet.
Kesempatan untuk mengakses Internet juga semakin terbuka lebar
bagi pengguna yang tidak memiliki komputer sendiri, dengan
bermunculannya warung internet (warnet) yang tersebar dipelosok kota-
22
Internet sebagai media pembelajaran (Boettcher 1999).
kota besar. Warnet yang pada tahun 1999 di ibu kota (Jakarta) masih bisa
dihitung dengan jari, kini merebak di berbagai pelosok.
Sementara itu kesadaran masyarakat baik dari kalangan content
provider maupun khalayak pengguna juga cukup menggembirakan. Paling
tidak pada saat ini ada lima situs di Indonesia yang membentuk komunitas
pendidikan online yaitu [Link], sekolah [Link],
[Link], [Link], [Link], [Link], dan [Link].
Ketujuh situs tersebut tumbuh karena adanya kebutuhan khalayak akan
adanya suatu layanan pendidikan melalui Internet, dan rupanya kebutuhan
tersebut direspon secara positif oleh kalangan swasta, yang mendapat
dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional.
Di Indonesia sendiri Penggunaan internet untuk kegiatan belajar
siswa usia 5-24 tahun terus meningkat. Pada 2020, ada 59,33% siswa yang
menggunakan internet. Angka ini tumbuh pesat dari 33,98% pada 2016.
Menurut jenjang pendidikan, peningkatan penggunaan internet terjadi pada
semua jenjang pendidikan, terutama SD/sederajat. Dalam kurun waktu dua
tahun, siswa SD yang mengakses internet meningkat menjadi 35,97% pada
2020 dari sebelumnya 16,64% pada 2018. Sementara jenjang pendidikan
lain, yakni SMP/sederajat menjadi 73,4%, SM/sederajat 91,01%, dan
perguruan tinggi 95,3%. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan internet
menjadi kebutuhan bagi siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, internet juga menjadi
media hiburan sekaligus untuk mengakses informasi dan sosial media.
Data survei di atas membuktikan bahwa penggunaan media internet
sebagai sarana pembelajaran yang amat membantu bagi para pelajar
maupun mahasiswa dengan di buktikan terus meningkatnya data survei
penggunaan internet dikalangan siswa maupun mahasiswa dari tahun ke
tahun.
23
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
karakteristik budaya halal di Indonesia. Salah satunya seperti
pendampingan industri kreatif untuk media dan rekreasi dengan
coaching dan mentoring dengan beberapa pelaku usaha di halal
media dan rekreasi, produser, artis dan desainer media ternama dan
diakui dunia, penyelenggaraan festival media dan rekreasi Islam
untuk menjaring bakat-bakat baru dan penyelenggaraan
international Islamic book fair, and media recreation indoor or out
door, games (Panahan, berkuda, berkuda) untuk meningkatkan
awareness, mutu dan jumlah wisatawan ke Indonesia untuk
mencapai pusat ekonomi syariah.
b) Peningkatan jumlah fasilitas, kualitas, serta produktivitas SDM
media dan rekreasi untuk memasarkan media dan rekreasi dengan
pemanfaatan teknologi informasi. Salah satunya seperti penguatan
Lembaga Vocational Training dan ekosistem kompetensi SDM
industri media dan rekreasi dan pelaksanaan bimbingan teknis
produksi media: film, musik, buku/3D drawing/ computerized
design, rekreasi outdoor dan indoor.
c) Peningkatan jumlah dan kualitas sekolah seni dan media, serta
rekresai, kurikulum, SDM Pengajar yang sesuai dengan kebutuhan
industri media dan rekreasi halal. Salah satunya seperti mendorong
pembangunan lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas.,
penyelarasan kurikulum dan kompetensi lulusan sesuai dengan
kebutuhan industri media dan rekreasi dan peningkatan kompetensi
dan sertifikasi, inovasi dosen/pengajar.
d) Peningkatan jumlah wirausaha baru bidang media dan rekreasi halal
dan terbangunnya inkubator bisnis. Salah satunya seperti
melaksanakan bimbingan teknis wirausaha baru bidang media dan
rekreasi halal, membangun inkubator bisnis media dan rekreasi
halal, dan membuat kebijakan untuk mempermudah usaha dibidang
media dan rekreasi halal.
e) Peningkatan pengakuan dunia internasional terhadap media, label
dan produk media dan rekreasi halal nasional. Salah satunya seperti
memberikan dukungan kepada komunitas untuk berpartisipasi
dalam event bertaraf internasional baik dalam negeri maupun luar
negeri dan membangun mekanisme kemitraan antara produser film,
musik dan rekreasi terkemuka baik lokal maupun internasional dan
yang potensial untuk dikembangkan lewat proses coaching,
mentoring dan partnership.
f) Peningkatan riset dan publikasi tentang media dan rekreasi halal
serta pemanfaatan media dan internet dalam industri media dan
rekreasi halal. Salah satunya seperti mendorong riset dan manfaat
intelegence pasar media dan rekreasi halal internasional,
memberikan insentif riset dan inovasi dalam publikasi jurnal ilmiah
maupun artikel terkait media dan rekreasi halal dan mendorong
tumbuh dan berkembangnya media/situs media dan rekreasi halal.
2) Industri media dan rekreasi halal nasional yang menjadi andalan di pasar
ekspor dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta kemampuan dalam
inovasi dan diversifikasi produk. Dengan melakukan program atau aktivitas
sebagai berikut:
a) Peningkatan daya tarik subsektor media dan rekreasi halal, sebagai
tempat yang menarik untuk berkarir dan berinvestasi. Salah satunya
seperti memperluas jangkauan distribusi, misalnya dengan
memperluas saluran distribusi, meningkatkan apresiasi pasar
terhadap yang akan meningkatkan potensi pasar baik domestik
maupun internasional di bidang perfilman, musik, dan publikasi,
misal film ayat-yat cinta, novel Islam ketika cinta bertasbih dan
menata dan merevitalisasi regulasi distribusi (pasar, distributor-
produsen), regulasi ekspor-impor (proteksi, tarif, subsidi, dan
harmonisasi tarif untuk meningkatkan nilai tambah dan untuk
meningkatkan potensi pasar).
b) Peningkatan produksi media dan rekreasi halal yang nyaman dan
aman dinikmati dengan peningkatan kualitas dan kuantitas agar
tercapainya produksi dan market size melalui kolaborasi produser
dengan industri media dan rekreasi. Salah stunya seperti riset pasar
dan pengembangan produk bersama, membangun kolaborasi bisnis
yang saling menguntungkan melalui pemberian royalti kepada
sutradara, penulis skrip dan rumah produksi dan mendorong
sutradara, penulis untuk memberikan nilai-nilai keislaman
berkualitas, sehingga dapat dinikmati dan menjadi massa
production.
c) Mendorong pengembangan produk baru media dan rekreasi, berupa
film, musik, publikasi dan tempat rekreasi yang bernilai, dan
mempunyai spirit keIslaman. Salah satunya seperti riset pasar dan
pengembangan produk media dan rekreasi halal sesuai dengan
karakteristik dan budaya masyarakat muslim di Indonesia, kerja
sama bisnis antara lembaga penelitian, sutradara, industri media dan
rekreasi dan universitas dan kolaborasi dengan industri teknologi
dalam pengembangan produk
d) Melaksanakan co-branding dengan industri keuangan syariah dan
co-marketing dengan halal travel/pariwisata Indonesia. Salah
satunya seperti Co-branding dengan produk keuangan syariah
melalui promosi yang masif dan penunjukkan brand ambassador,
seperti film 5 menara, fasilitas pendirian animasi media Islam
district halal (8 koridor) dengan melakukan benchmark : (pusat sains
Islam malaysia, alhambra spanyol, british museum Islam, Turki) dan
pelaksanaan co-marketing dengan halal travel/pariwisata (perlu
dikaji jenis halal travel yang cocok dan menarik wisatawan), seperti
dokumenter jejak rasul.
e) Mendorong pemanfaatan jalur pemasaran multichannel (offline-
online). Salah satunya seperti peningkatan kemampuan SDM
pemasaran media dan rekreasi dan fasilitas kemampuan pendirian
retail store dan e-commerce serta integrasi dengan halal deal apps,
misal halal market.
f) Mendorong industri media dan rekreasi mengembangkan lini
produk. Salah satunya seperti mendorong kerjasama antar industri
untuk memperkuat industri media dan rekereasi halal di Indonesi
dengan luar negeri untuk membuat produk media rekreasi halal
terbesar di Indonesia, misal musik nasyid, buku sejarah Islam
melayu dan kerajaan Islam ottoman, Turki dan melakukan riset dan
pengembangan produk media dan rekreasi halal bagi generasi
milenial.
4) Terjadinya forward dan backward linkage dalam rantai nilai industri media
dan rekreasi untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Dengan
melakukan program atau aktivitas sebagai berikut:
a) Meningkatkan linkage antara desainer grafik, industri media, dan
rekreasi. Salah satunya seperti Bussines matching graphic designer
-industri media dan rekreasi – outdoor dan indoor rekreasi, retail
store/ecommerce, membangun platform online untuk produk grafik
desainer, industri media dan rekreasi, sosialisasi dan penguatan
database media dan rekreasi dan otimalisasi supply chain industri
media dan rekreasi halal dengan memperkuat kemitraan industri
media dan rekreasi halal dan pariwisata.
b) Penguatan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya manusia.
Salah satunya seperti mendorong riset dan inovasi produk media dan
rekreasi dengan pemanfaatan sumberdaya pesantren sebagai tempat
pusat studi keislaman yang tinggi dan pengembangan produk-
produk media dan rekreasi, film dokumenter pondok pesantren dan
tokoh-tokoh Islam di Indonesia.
KESIMPULAN
Melakukan rekreasi merupakan salah satu faktor yang menarik minat
wisatawan untuk memanfaatkan hari-hari libur, waktu luang, dan istirahat, untuk
memulihkan kesegaran jasmani dan rohani. Serta menghilangkan segala
ketegangan, pikiran, dan tenaga akibat kegiatan rutin. Dengan melakukan
kegiatanrekreasi disuatu tempat seseorang akan dapat menikmati langsung dengan
berpartisipasi aktif dengan aktifitas yang disukainya, misalnya : berlayar, berenang,
sepeda air, dan memancing.
State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan angka
USD 209 miliar. Uang sebanyak itu dimanfaatkan Muslim menghabiskan waktu
untuk media dan rekreasi pada 2017. Pada 2023 nanti, Muslim diperkirakan
menghabiskan USD 288 miliar untuk hal yang sama. Pengeluaran tersebut paling
banyak didominasi oleh media dan rekreasi yang berasal dari Turki, Amerika
Serikat, Rusia, Arab Saudi, Inggris, Indonesia, Jerman, Prancis, Mesir, dan Iran.
Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia tidak masuk ke dalam 10 besar di antara
15 negara teratas dalam jasa industri halal global. Di sisi lain, konsumsi masyarakat
Indonesia terhadap produk media dan rekreasi halal berada di peringkat enam
dengan nilai USD 8,8 triliun.24
24
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
25
Ibid.
Rekreasi Film adalah salah satu bentuk media massa. Film sebagai mesin
mimpi (dream machine),26 berupa gambar yang bergerak, yang di dalamnya
terdapat sebuah cerita yang mempunyai tujuan tertentu, dapat berfungsi sebagai
media pendidikan, hiburan, komedi, serta mencakup penyebaran agama. Film
terdiri atas audio dan visual, berupa tayangan yang bersuara, bergerak dan tidak
bergerak. Film bertemakan agama (religius) telah banyak diproduksi di Indonesia
oleh beberapa Production House (PH). Hal ini terlihat dari adanya film islam dan
media islam. Contohnya seperti film Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, 99
Cahaya Di Langit Eropa, Assalamualaikum Beijing dan Haji Backpaker.
Nilai-nilai pendidikan akidah dalam film Ayat-Ayat Cinta 1&2 antara lain
pentingnya perdamaian, kewajiban sholat, berburuk sangka dan memfitnah orang
lain, bersikap jujur, bertegur sapa kepada orang lain, selalu menolong orang lain
walaupun tidak diabaikan, selalu bersikap sopan dan patuh kepada orang tua,
kesetaraan perempuan dengan laki-laki dalam islam, mencuri adalah tindakan
tidak terpuji, shaf sholat yang rapat adalah sunnah, berbesar hati dan menerima
kesalahan yang pernah dilakukan, tetap bersikap sopan kepada siapapun walapun
itu pengemis, antar umat beragama sebaiknya saling tolong menolong, kepada
orang tua sebaiknya bersikap santun, keikhlasan dalam membantu merupakan
kunci sebuah keberkahan, kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain, Anjuran
untuk menutup aurat.27
26
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the Keystone Film
Company,” Indiana University Press, Journal Film History Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
27
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in the film Ayat-
Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20, 10-21070.
Salah satu strategi khusus klaster media dan rekreasi halal menurut
Masterplan Ekonomi Syariah yaitu dengan peningkatan kuantitas dan kompetensi
SDM kreatif disepanjang rantai nilai industri media dan rekreasi dengan
memaksimalkan peran universitas, bisnis, dan asosiasi. Dengan melakukan
program atau aktivitas sebagai berikut Peningkatan jumlah dan kompetensi SDM
kreatif bidang media dan inovasi produksi media serta memahami kebutuhan dan
karakteristik budaya halal di Indonesia. Salah satunya seperti pendampingan
industri kreatif untuk media dan rekreasi dengan coaching dan mentoring dengan
beberapa pelaku usaha di halal media dan rekreasi, produser, artis dan desainer
media ternama dan diakui dunia, penyelenggaraan festival media dan rekreasi Islam
untuk menjaring bakat-bakat baru dan penyelenggaraan international Islamic book
fair, and media recreation indoor or out door, games (Panahan, berkuda, berkuda)
untuk meningkatkan awareness, mutu dan jumlah wisatawan ke Indonesia untuk
mencapai pusat ekonomi syariah.
DAFTAR PUSTAKA
Adinugraha, H. H., Sartika, M., & Ulama’i, A. H. A. A. (2019). Halal lifestyle di
Indonesia. An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 57-81.
Ahla, A. (2020). Strategi Pengembangan Ekonomi Syari’ah Melalui Penguatan
Halal Value Chain (Studi Kasus pada Industri Pariwisata Halal di Kota
Banjarbaru) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
Arsyad, R. N., & Hidayati, S. (2021). Trend perkembangan ekonomi syariah global.
An-Nahdhah, 14(2), 152-166.
Azhar Arsyad, Media Pengajaran (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1997),3.
Dalam kaitan ini, lihat dan bandingkan dengan Hermantoro, Creative –Based
Tourism, 53-54. Dalam buku ini dinyatakan bagaimana motivasi untuk
melakukan suatu perjalanan, “…the global integrating network of biological
and cultural forces which gives value and direction to travel choices,
behaviour and experience.”
Dalam kaitan ini, silakan baca, Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam
Perekonomian Islam, ter. Didin Hafidhuddin, dkk. (Jakarta: Robbani Press,
1997), 166. Dalam buku ini Qardhawi menguraikan bagaimana pengaruh
ketenangan jiwa terhadap produktifitas.
Data penonton film Indonesia diakses dari [Link]
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the
Keystone Film Company,” Indiana University Press, Journal Film History
Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
Ibid
Ibid., h. 25 & 42.
Ikhwanto, A. (2009). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Film Ayat-Ayat Cinta
Karya Hanung Bramantyo.
Internet Sebagai Media Pembelajaran (Boettcher 1999).
Isnaini, N. (2021). PENGARUH MENONTON TAYANGAN FILM RELIGI
TERHADAP AKHLAK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
LATERSIA KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR
(Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN
SYARIF KASIM RIAU).
John C. Lyden, Film as Religion; Myth, Moral and Ritual (USA, Network
University Press, 2003). 246-248.
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
[Link]
Maulana, N. (2022). Potensi Pengembangan Industri Halal Indonesia Di Tengah
Persaingan Halal Global. Jurnal Iqtisaduna, 8(2), 136-150.
Misbach Yusa Biran, “Brief History of the Indonesian Film,” dalam Norman
McLaren, Journal of Film Preservation, International Federation of Film
Archives, No. 69. (2005), 2
Paul Wolfram, “Career View, What is film?” Career Development and
Employment, University Of wellington, Issue No 59. (2011) 2-4.
Putra, R. A. Film Religius Dan Religiusitas Remaja (Studi atas Dampak Film Para
Pencari Tuhan Jilid X terhadap Religiusitas Remaja) (Master's thesis,
Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Qardhawi, M. Y. (1980). Halal dan Haram dalam Islam. Singapura: Himpunan
Belia Islam.
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in
the film Ayat-Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods
Development, 20, 10-21070.
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu
masyarakat. Global Komunika, 1(1), 18-29.
Surur, F. (2020). Wisata Halal: Konsep dan Aplikasi.
Yudhi munadi, Media Pembelajaran Referensi (Jakarta: GP Press Groupmaret,
2013), 113.