0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
712 tayangan26 halaman

Media dan Rekreasi Halal untuk Pendidikan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang media dan rekreasi halal sebagai sarana pendidikan 2) Media dan rekreasi halal merupakan sektor yang berkembang pesat di Indonesia dan memiliki potensi ekonomi besar 3) Rekreasi halal dapat membentuk kesadaran masyarakat terhadap halal melalui informasi yang disampaikan lewat media

Diunggah oleh

Fahri Hernandez
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
712 tayangan26 halaman

Media dan Rekreasi Halal untuk Pendidikan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas tentang media dan rekreasi halal sebagai sarana pendidikan 2) Media dan rekreasi halal merupakan sektor yang berkembang pesat di Indonesia dan memiliki potensi ekonomi besar 3) Rekreasi halal dapat membentuk kesadaran masyarakat terhadap halal melalui informasi yang disampaikan lewat media

Diunggah oleh

Fahri Hernandez
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEDIA DAN REKREASI HALAL SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN

Ade Atikah1, Ahmad Shibuddin3, Syifa Khoirunnisa3


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Email: adeatikah374@[Link]

ABSTRAK

Teknologi informasi membawa perubahan dan perkembangan dalam masyarakat.


Sehingga lahirlah media sosial dan menjadikan pola perilaku masyarakat
mengalami pergeseran budaya, norma dan etika. Dengan adanya media sosial
sebagai salah satu sarana untuk memperoleh dan menyampaikan informasi yang
ada di dunia. Pengembangan industri halal saat ini menjadi prioritas utama di setiap
negara membangun ekonomi dunia, tidak hanya negara muslim bahkan negara-
negara non muslim juga mempunyai tingkat kesadaran dan kepedulian yang tinggi
untuk mengembangkan industri halal dalam setiap bidang rantai halal. State of the
Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan angka USD 209 miliar.
Uang sebanyak itu dimanfaatkan Muslim menghabiskan waktu untuk media dan
rekreasi pada 2017. Rekreasi pada hakekatnya merupakan salah satu tujuan utama
dari pariwisata apapun jenisnya. Rekreasi merupakan kebutuhan, dimana
kebutuhan itu terdorong atas suatu keinginan maupun minat dari orang yang
menginginkan kegiatan rekreasi. Dalam melakukan sesuatu aktifitas pariwisata
seseorang tidak dapat terlepas dari peranan minat, begitu pula dalam melakukan
perjalanan wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media dan
rekreasi halal sebagai sarana pendidikan.
Kata kunci : media, rekreasi, wisata
ABSTRACT

Information technology brings changes and developments in society. So that social


media was born and made people's behavior patterns experience a shift in culture,
norms and ethics. With social media as a means to obtain and convey information
in the world. The development of the halal industry is currently a top priority in
every country developing the world economy, not only Muslim countries but even
non-Muslim countries also have a high level of awareness and concern for
developing the halal industry in every area of the halal chain. The State of the
Global Islamic Economy Report 2018/19 put a figure of USD 209 billion. That
much money is used by Muslims to spend time on media and recreation in 2017.
Recreation is essentially one of the main goals of any type of tourism. Recreation
is a need, where the need is driven by a desire or interest from people who want
recreational activities. In carrying out tourism activities one cannot be separated
from the role of interest, as well as in traveling. The purpose of this research is to
find out about halal media and recreation as educational facilities.
Keywords: media, recreation, tourism
PENDAHULUAN
Pemanfaatan waktu luang untuk melakukan rekreasi merupakan kebutuhan
bagi seluruh lapisan masyarakat. Waktu luang merupakan dasar terlaksananya
rekreasi yang dilaksanakan dalam keadaan manusia terbebas dari segala sesuatu.
Waktu luang adalah waktu dimana orang bebas dari pekerjaan rutin dimana waktu
luang merupakan waktu yang tidak diwajibkan dan terbebas dari berbagai aktivitas
psikis dan sosial yang menjadi komitmennya. Melakukan rekreasi merupakan salah
satu faktor yang menarik minat wisatawan untuk memanfaatkan hari-hari libur,
waktu luang, dan istirahat, untuk memulihkan kesegaran jasmani dan rohani. Serta
menghilangkan segala ketegangan, pikiran, dan tenaga akibat kegiatan rutin.
Dengan melakukan kegiatanrekreasi disuatu tempat seseorang akan dapat
menikmati langsung dengan berpartisipasi aktif dengan aktifitas yang disukainya,
misalnya : berlayar, berenang, sepeda air, dan memancing.
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa
dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring
sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan
bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh
dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang
mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web
yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Media sosial teknologi
mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial,
micro blogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark
sosial. 1
State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan angka
USD 209 miliar. Uang sebanyak itu dimanfaatkan Muslim menghabiskan waktu
untuk media dan rekreasi pada 2017. Pada 2023 nanti, Muslim diperkirakan
menghabiskan USD 288 miliar untuk hal yang sama. Pengeluaran tersebut paling
banyak didominasi oleh media dan rekreasi yang berasal dari Turki, Amerika
Serikat, Rusia, Arab Saudi, Inggris, Indonesia, Jerman, Prancis, Mesir, dan Iran.
Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia tidak masuk ke dalam 10 besar di antara
15 negara teratas dalam jasa industri halal global. Di sisi lain, konsumsi masyarakat
Indonesia terhadap produk media dan rekreasi halal berada di peringkat enam
dengan nilai USD 8,8 triliun.2 Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di
dunia yang mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa menurut Global

1
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global
Komunika, 1(1), 18-29.
2
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
Islamic Economy Report 2018-2019, Indonesia memiliki pangsa pasar produk dan
jasa berbasis ekonomi syariah yang sangat besar dibandingkan Negara-negara lain. 3

PEMBAHASAN

A. Media dan Rekreasi


Sektor Media dan Rekreasi Halal, meliputi industri produksi film, games,
music dan penerbitan. Sebagai generasi milenial yang memiliki gaya hidup halal,
maka perlu memahami tentang peningkatan kualitas diri dan peraturan yang terkait
ini. Generasi milenial mampu berkontribusi menjadi seorang pemain film yang
bernafaskan program TV islami, mengalokasikan pendapatannya dalam investas
films islami, melakukan pembiayaan syariah di bidang perfilman, menggambarkan
Islam di berbagai media massa, game dan aplikasi, dan melakukan dakwah melalui
media film, menjadi pelaku ekonomi kreatif. Saat ini mulai berkembang aplikasi
yang memuat konten islami. Bermunculan pula aliran musik yang lebih religius.
Generasi milenial mulai memilih tayangan film yang cenderung religi seperti film
dokumenter tokoh Islam dan pondok pesantren.

Sektor media dan rekreasi halal Indonesia merupakan salah satu negara
yang diperhitungkan dalam sektor pemberdayaan media dan rekreasi halal. Industri
aplikasi digital (apps) belakangan ini menjadi primadona terutuma bagi kalangan
generasi milineal sehingga bisa menyumbang penurunan angka pengangguran,
subsector ini diprediksi akan terus berkembang, dengan adanya hal ini maka
tantangan yang dihadapi berupa, pertama masih kurang memadainya koneksi
internet yang merata diberbagai daearah ditambah lagi biaya internet masih mahal,
kedua belum adanya regulasi khusus tentang media dan rekreasi halal serta lembaga
keuangan belum melirik sektor media dan rekreasi halal ini.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di era
4.0 Jadikan media sosial sebagai faktor utama sosialisasi. Media punya kekuatan
besar untuk memberikan informasi yang memandu pemikiran dan perilaku orang
tersebut (Solihat, 2008). Peran media sosial dalam komunikasi dan Penyebaran
informasi tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian mengkonfirmasi hal ini Media
sosial internet sering digunakan dalam sosialisasi politik (Abdillah,2014; Sandra,
2013), kesehatan (Komariah & Subekti, 2016), dan pemasaran (Siswanto,
2013;Tajuddin & Manan, 2017)

Proses perhatian dalam pembentukan kesadaran halal (Birda, Kamid, &


Rusdi, 2016). Dan atau Pengetahuan halal merangsang proses pengumpulan

3
Ahla, A. (2020). Strategi Pengembangan Ekonomi Syari’ah Melalui Penguatan Halal
Value Chain (Studi Kasus pada Industri Pariwisata Halal di Kota Banjarbaru) (Doctoral
dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
informasi (memori pengetahuan), yaitu proses memperoleh pengetahuan dari daftar
halal yang ada (Maharani et Mustika, 2016). Kesadaran halal dapat diartikan
sebagai kemampuan konsumen untuk mengenali dan memahami Produk halal
dalam situasi yang berbeda. Kesadaran halal memiliki dua dimensi, yaitu
mengingat halal dan mengenali halal. Mempertimbangkan halal berarti konsumen
dapat melihat kategori produk Ingat produk dengan merek yang tepat dan halal.
Selama pertunjukan halal berarti konsumen dapat mengidentifikasi produk halal
benar ketika mereka melihat atau mendengarnya (Nurhayati & Hendar, 2019).4 Jika
kesadaran halal sudah ada dan terbentuk umumnya mereka membutuhkan informasi
yang simple dan mudah di dapat.

Rekreasi berasal dari bahasa Latin, re-creare, yang secara harfiah berarti
membuat ulang, sedangkan dalam bahasa inggris re-creation, yang secara harfiah
berarti kembali berkarya adalah kegiatan yang dilakukan untuk peyegaran kembali
jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktifitas yang dilakukan
seseorang selain pekerjaan.

1) Rekreasi : antara kebutuhan dan dan dampak ekonomi


Dunia pariwisata sudah pasti akrab dengan aktivitas bersenang-
senang, seakan-akan tak ada tujuan atau tanpa produktivitas sebagai prestasi
bagi siapa pun yang melakukannya. Memang benar adanya, jika aktivitas
berwisata dikatakan demikian, kendati sejatinya di balik itu banyak hikmah
atau manfaat yang dapat dipetik, baik bagi orang yang melakukan maupun
bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Sebab itu bertolak dari manfaat itulah
tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan pariwisata sangatlah
urgent dalam kehidupan ini. Bahkan, tidaklah salah jika dikatakan
pariwisata juga merupakan kebutuhan bagi banyak pihak, terutama di era
modern saat ini sehingga perlu dikelola secara profesional.
Dengan melakukan wisata, pikiran seseorang bisa menjadi fresh
kembali, sehingga dengan demikian pariwisata dikenal pula dengan dunia
rekreasi. Dengan berwisata bisa jadi seseorang, yang sebelumnya merasa
kalut pikirannya akibat banyak problem dan pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya, pada akhirnya ia akan merasa berenerji (segar) kembali
dan lebih produktif. 5 Bahkan lebih jauh lagi, ia akan lebih terbuka
wawasannya, sehingga di kemudian hari ia akan lebih kreatif dan lebih
banyak melahirkan inovasi baru di bidang profesi masing-masing yang
selama ini ditekuninya.6 Hal yang demikian itu bisa terjadi karena seseorang

4
Qardhawi, M. Y. (1980). Halal dan Haram dalam Islam. Singapura: Himpunan Belia Islam.
5
Dalam kaitan ini, silakan baca, Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian
Islam, ter. Didin Hafidhuddin, dkk. (Jakarta: Robbani Press, 1997), 166. Dalam buku ini Qardhawi
menguraikan bagaimana pengaruh ketenangan jiwa terhadap produktifitas.
6
Dalam kaitan ini, lihat dan bandingkan dengan Hermantoro, Creative –Based Tourism, 53-54.
Dalam buku ini dinyatakan bagaimana motivasi untuk melakukan suatu perjalanan, “…the global
dengan melakukan wisata akan banyak melihat, mendengar, merasakan, dan
bahkan berinteraksi dengan sesama wisatawan sehingga akan menambah
pengalaman baru. Pada akhirnya dari pengalaman inilah yang akan
melahirkan pengetahuan baru ke depan yang lebih luas yang mungkin
belum pernah dialami sebelumnya oleh seseorang.
Demikian pula bagi penduduk setempat, terutama yang mempunyai
naluri bisnis, dengan adanya pengembangan pariwisata akan membuka
peluang bisnis baru yang dapat dikembangkan dengan menggali potensi
setempat yang selama ini belum banyak dilakukan. Di antaranya adalah
home stay, yakni semacam rumah singgah yang dapat disulap sebagai
tempat penginapan wisatawan yang berkunjung ke arena wisata perdesaan
yang tengah dikembangkan di sebuah daerah. Atau memacu kreativitas baru
dalam bidang industri dan kuliner yang beraroma lokal yang tidak
ditemukan di daerah lain. Bahkan tidaklah mustahil, bisa jadi sebagian
penduduk setempat berkesempatan sebagai guide yang akan menjadi
sumber pendapatan baru bagi mereka. Dan dengan adanya berbagai ladang
bisnis atau pekerjaan baru bagi masyarakat setempat itulah pada akhirnya
akan menimbulkan kesejahteraan baru bagi mereka. Akibatnya, daya beli
masyarakat akan semakin meningkat yang pada akhirnya berujung pada
kemajuan sektor riil.
Di Indonesia sendiri yang saat ini, dalam kenyataan, semakin banyak
dihuni oleh masyarakat kelas menengah baru yang akan melahirkan lifestyle
yang baru pula. Karena itu sebagaimana masyarakat di negara-negara
modern di berbagai belahan dunia ini telah menjadi tradisi bagi mereka yang
sengaja mengagendakan waktu untuk berwisata bersama keluarga ke
berbagai destinasi wisata di luar negeri dengan budget (anggaran) yang
disiapkan pula. Dengan demikian, berwisata bagi mereka benar-benar
menjadi kebutuhan yang perlu direncanakan dalam hidup. Fenomena inilah
yang sejatinya perlu terus diikuti perkembangannya, untuk terus memacu
pengembangan industri wisata di Indonesia yang sedemikian banyak
potensi dan variannya. Nampaknya upaya ini telah dilakukan oleh
Kementerian Pariwisata secara progresif dan berkelanjutan dengan harapan
agar ke depan jumlah wisatawan asing akan semakin meningkat jumlahnya.
Pada akhirnya melalui pengembangan industri pariwisata ini income negara
akan semakin meningkat pula. Inilah sejatinya di antara industri prospektif
yang perlu digarap secara sungguh-sungguh dan profesional.

2) Rekreasi halal : butuh inovasi dan kreasi baru


Industri pariwisata merupakan bagian dari fenomena modern yang
tidak akan pernah surut dan mati, sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat

integrating network of biological and cultural forces which gives value and direction to travel
choices, behaviour and experience.”
global, kini dan akan datang. Pengembangan pariwisata itu dengan
sendirinya telah menyedot banyak wisatawan lokal maupun asing dari
berbagai negara di mana destinasi wisata itu berada. Contohnya yaitu Pulau
Dewata Bali yang telah mendunia. Itulah Bali yang menjadi ikon wisata
Indonesia dengan beragam potensi yang dimilikinya. Baik keindahan
alamnya, keunikan dan kekayaan budayanya, kekayaan ekonomi kreatifnya,
dan lain sebagainya, sehingga tidaklah salah jika Raja Salman dari Kerajaan
Saudi Arabia betah berlibur di pulau ini di awal tahun 2017.
Bahwasanya membangun industri wisata halal adalah masalah
bisnis, bukanlah masalah keyakinan, sehingga apa pun yang
menguntungkan secara ekonomi perlu ditekuni dan digarap secara sungguh-
sungguh agar mampu bersaing dengan negara lain di dunia. Tentu saja hal
ini, bagi Indonesia sebagai negeri penduduk Muslim terbesar di dunia,
merupakan pemicu atau motivasi agar mampu bersaing dengan mereka yang
sekuler. Tetapi dalam kenyataan, dalam menangkap trend global itu tidak
harus selalu datang dari pemerintah pusat (top down), bahkan bisa jadi dari
pemerintah daerah (bottom up) yang merasa memiliki potensi untuk dijual.
Sebagaimana inisiatif itu muncul dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yang
dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid sebagai ikon eksklusif bagi
daerah ini yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk
berkunjung ke sana.

3) Objek rekeasi : Destinasi (Sasaran Kunjungan)


Alam jagad raya yang membentang di planet bumi ini banyak sekali
ragamnya yang apabila dieksplorasi akan mempunyai nilai tambah yang
dapat memberi kesejahteraan kepada umat manusia. Kekayaan alam itu,
antara lain dapat berupa alam pegunungan, lautan, fauna, flora, budaya dan
lain sebagainya. Semua ini jika dikelola secara baik dan profesional akan
menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi wisatawan. Bahkan
masing-masing kekayaan alam itu mempunyai keunikannya sendiri yang
kadangkala tidak sama, antara kawasan yang satu dengan kawasan yang
lain, antara negara yang satu dengan negara yang lain. Itulah salah satu
panorama yang perlu ditangkap makna teologisnya, bahwa keberagaman isi
alam yang unik dengan sejuta pesonanya menunjukkan betapa maha
besaranya Tuhan semesta alam yang wajib disyukuri oleh manusia.
Sekaligus menunjukkan bahwa Tuhan itu indah dan mencintai keindahan.
Demikian Islam mengajarkan kepada umatnya agar mereka banyak
mengambil ibra (pelajaran) dalam mengarungi kehidupan. Artinya,
hamparan alam yang dianugerahi Tuhan, tidaklah sia-sia, karena banyak
hikmah yang dapat dipetik dan memberi banyak inspirasi bagi siapa pun
yang mau berpikir dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi perlu disadari
bahwasanya objek wisata itu tidak tunggal, namun jamak, dalam arti sangat
bervariasi, terlebih lagi di era kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi
dewasa ini. Katakan saja wisata peninggalan sejarah, budaya, atau bahkan
objek hasil teknologi baru yang semuanya itu sah-sah saja untuk dikunjungi
selama tidak ada sesuatu pun yang kontra produksi dengan ketentuan
syariat. Serlanjutnya, untuk lebih jelasnya, objek wisata itu secara garis
besar dapat dipetakan menjadi beberapa basis (kategori), yakni yang
berbasis alam (kreasi Tuhan sebagai Pencipta alam), budaya (hasil karsa,
rasa, dan cipta manusia), teknologi (produk pikir, imajinasi, sains), religi
yang erat hubungannya dengan kehidupan agama (ketuhanan), sejarah
(produk peristiwa masa lampau, yang mengandung banyak pesan historis
bagi generasi setelahnya). Demikian pula destinasi wisata perdesaan yang
menampilkan keunikan atau ikon spesifik sebuah kawasan di daerah
tertentu. Namun demikian, akhir-akhir ini mulai muncul wisata berbasis
pendidikan, sebagaimana yang dikembangkan di Mataram Lombok untuk
mendukung pengembangan wisata halal di Pulau Seribu Masjid
[Link] lebih jauh, sesuai perkembangan zaman, saat ini wisata itu
dikaitkan dengan event tertentu. Seperti Islamic Book Fair, yakni sebuah
acara yang dalam jangka waktu tertentu dilakukan pameran terbitan buku-
buku Islam yang mengundang banyak pengunjung. Di samping itu wisata
belanja yang terkonsentrasi di beberapa mall (supermarket dan
hypermarket) di berbagai kota besar yang merupakan fenomena baru,
terutama bagi masyarakat perkotaan (urban). Mereka lebih suka berbelanja
ke pasar-pasar swalayan besar daripada ke pasar-pasar tradisional dengan
alasan berlanja (shopping) sambil rekreasi.

B. Kondisi Media dan Rekreasi Halal di Masa Kini


Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk
mengembangkan industri halal yang menghasilkan produk-produk halal. Hal ini
dikarenakan banyaknya jumlah penduduk muslim di Indonesia, yaitu sebanyak 229
juta penduduk muslim tinggal di Indonesia pada tahun 2020, diperkirakan total
populasi di Indonesia sebanyak 273 juta jiwa, ini berarti penduduk muslim di
Indonesia setara dengan 87,2% keseluruhan populasi di Indonesia. 7 Produk halal
tidak dapat dilepaskan dari adanya kegiatan sertifikasi halal pada makanan,
minuman, obat, kosmetik, dan produk lainnya yang digunakan dalam kegiatan
sehari-hari oleh masyarakat. UU RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk
Halal, dan PP RI Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka kehalalan
makanan, minuman, obat, kosmetika, dan produk lainnya yang semula hanya diatur
dalam kitab fiqih, sekarang diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah

7
Ibid.
untuk pengaturan kehalalan produk. Selain itu, UU ini juga mengatur tentang jasa
halal, termasuk pariwisata, travel, media, dan entertain. Dengan demikian, jaminan
kepastian hukum halal hasil produksi dan perlindungan terhadap konsumen maupun
produsen selain menjadi tanggung jawab pribadi dan ulama, juga menjadi tanggung
jawab pemerintah yang diamanatkan kepada Kementerian Agama melalui Badan
Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain itu, kehalalan suatu produk
juga diatur dalam Codex, suatu organisasi dunia yang mengatur sistem perdagangan
internasional. 8

Beberapa tahun terakhir teknologi informasi dan komunikasi (TIK)


berkembang sangat pesat, internet sebagai alat komunikasi utama yang sangat
diminati oleh masyarakat. Dalam hal Inilah yang melatarbelakangi perubahan
teknologi komunikasi dari konvensional menjadi modern dan serba digital.
Perkembangan penggunaan media internet sebagai sarana komunikasi ini pun
menjadi semakin pesat setelah internet mulai dapat diakses melalui telephone
seluler dan bahkan kemudian muncul istilah telepon cerdas (smartphone). Hadirnya
Smartphone dilengapi dengan fasilitas yang disediakan dalam berkomunikasi
semakin beraneka macam, mulai dari chatting, email, sms, mms, browsing serta
fasilitas sosial media. Dalam media sosial, ada tiga bentuk yang merujuk kepada
makna bersosial yaitu pengenalan (cognition), komunikasi (communicate) dan
kerjasama (cooperation). Tidak dapat disangkal bahwa sekarang ini media sosial
telah menjadi cara baru masyarakat dalam berkomunikasi. Hal ini berdampak pada
berbagai sisi kehidupan masyarakat. Kehadiran media sosial telah membawa
dampak yang sangat signifikan dalam cara melakukan komunikasi. 9

Industri media dan rekreasi saat ini menjadi subsektor ekonomi kreatif yang
potensial. Laju pertumbuhan PDB subsektor film, animasi dan video melonjak
pesat seiring dengan peningkatan produksi dan penonton film nasional. Potensi film
pun semakin didukung dengan maraknya berbagai aplikasi dan layanan video
streaming yang berkembang. Media dan Rekresi Halal sedang mengalami
perkembangan yang positif.10 Film adalah salah satu bentuk media massa. Film
sebagai mesin mimpi (dream machine),11 berupa gambar yang bergerak, yang di
dalamnya terdapat sebuah cerita yang mempunyai tujuan tertentu, dapat berfungsi
sebagai media pendidikan, hiburan, komedi, serta mencakup penyebaran agama.
Film terdiri atas audio dan visual, berupa tayangan yang bersuara, bergerak dan
tidak bergerak. Menurut Yudhi Munadi, media audiovisual dapat dibedakan
menjadi dua jenis, Pertama, audio-visual yang bergerak dan bersuara, seperti film

8
Ibid., h. 25 & 42.
9
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global
Komunika, 1(1), 18-29.
10
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
11
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the Keystone Film
Company,” Indiana University Press, Journal Film History Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
dan video. Kedua, yang tidak bergerak tapi bersuara, seperti slide yang
dimanfaatkan bersamaan dengan pemutaran musik. 12 Audiovisual bergerak
mempunyai kelebihan tersendiri dari tidak bergerak, yang mampu menunjukkan
inti materinya dengan lebih jelas dan dalam jika dibandingkan dengan yang tidak
bergerak. Paul Wolfram mengatakan, film yang bisa disebut sebagai seni bercerita
dengan audio-visual, sangat berpengaruh pada sejarah sosial-budaya dan juga sikap
masyarakat.13 Artinya film mempunyai nilai tambah tersendiri untuk membangun
opini publik, memberikan motivasi, mengubah pola pikir masyarakat dan
memengaruhi penonton. Hampir semua tulisan, gagasan, cerita nyata maupun fiktif
dapat dijadikan ide dalam pembuatan alur cerita dan difilmkan. Pada tahun 1900an
adalah kehadiran film pertama di Indonesia dipelopori oleh G. Kruger and F.
Carli.14
PDB ekonomi kreatif menunjukkan ada tiga subsektor penyumbang paling
besar, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Total kontribusi sekitar 76 persen. Di sisi
lain, subsektor media dan rekreasi belum menjadi penyumbang terbesar pada PDB
ekonomi kreatif. PDB ekonomi kreatif juga belum menyebutkan secara spesifik
kontribusi media dan rekreasi halal. Internasional Federation of the Phonographic
Industry (IFPI) dalam salah satu laporannya menyatakan bahwa Musik dapat
menjadi penggerak perekonomian, menyerap tenaga kerja, ekspor, serta sumber
pendapatan pajak. Selaras dengan pernyataan tersebut, sub-sektor Musik di
Indonesia tengah mengalami perkembangan cukup pesat dengan pertumbuhan nilai
PDB di atas tujuh persen pada 2016. Dengan alasan tersebut, BEKRAF optimistis
menjadikan subsektor musik sebagai prioritas. Media dan rekresi halal
berkontribusi terhadap total ekonomi yang dilihat dari saluran distribusi dalam
sektor media dan rekreasi. Pengaruh langsung berkaitan dengan aktivitas industri
film yang berkaitan dengan produksi media dan fasilitas rekreasi. Pengaruh secara
tidak langsung terhadap sektor lain berkaitan erat dengan proses pembuatan atau
produksi industri media dan peningkatan infrastruktur rekreasi. Pengaruh
penghasilan atau pendapatan industri media dan rekreasi, baik langsung dan tidak
langsung, akan mempengaruhi induksi yang berkaitan erat dengan sektor lain,
misal: makanan, pakaian . 15

Kondisi dan posisi Indonesia saat ini perlu dipetakan untuk menyusun
strategi pengembangan industri media dan rekreasi halal. Salah satunya dapat

12
Yudhi munadi, Media Pembelajaran Referensi (Jakarta: GP Press Groupmaret, 2013), 113.
13
Paul Wolfram, “Career View, What is film?” Career Development and Employment, University
Of wellington, Issue No 59. (2011) 2-4.
14
Misbach Yusa Biran, “Brief History of the Indonesian Film,” dalam Norman McLaren, Journal of
Film Preservation, International Federation of Film Archives, No. 69. (2005), 2
15
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
menggunakan analisis SWOT. Berikut tabel pemetaan kekuatan, kelemahan,
peluang, dan tantangan berdasarkan rantai nilai industri media dan rekreasi halal:

KEKUATAN KELEMAHAN
Sumber Daya 1. Jumlah SDM yang besar 1. Kurangnya riset sehingga
Mausia 2. Anak-anak muda kreatif di kompetensi SDM belum
Indonesia banyak yang memadai
sudah terjun di media dan
melek teknologi
3. Semakin banyak sekolah
dengan konsentrasi media
dan teknologi informasi
yang berkualitas
Industri 1. Jumlah perusahaan start-up 1. Teknologi media masih
tumbuh dengan cepat belum memadai dan
2. Budaya di beberapa daerah mahal
telah menganut nilainilai 2. Standardisasi kualitas
islam media dan rekreasi halal
belum diterapkan
Distribusi, 1. Tingkat interaksi dengan 1. kompetisi media &
Komersialiasi, media apps semakin tinggi. rekreasi halal masih
dan Promos rendah
2. Mayoritas Muslim
2. Pemasaran produk belum
penduduk Indonesia lebih maksimal
tertarik dengan dakwah 3. Investor tetap memiliki
keyakinan dan apresiasi
melalui media seperti film,
yang sangat terbatas
aplikasi app store dan terhadap media dan
program TV yang islami. rekreasi hala
PELUANG TANTANGAN
Sumber Daya 1. Jumlah tenaga kerja banyak 1. Masih terbatasnya asosiasi
Manusia tersedia desainer khusus fashion
Muslim.
2. Sejauh ini hanya ada
Ikatan Perancang Busana
Muslim (IPBM)
3. Beasiswa untuk
pendidikan fesyen masih
kurang karena bidang
fesyen dianggap jenis
pendidikan vokasi
Industri 1. Kolaborasi dengan industri 1. Berada pada tahap awal
lainnya seperti pariwisata, pertumbuhan, banyak
regulasi yang belum
makanan dan minuman
tersedia, SDM tidak
halal, farmasi dan memadia (Kualitas &
kosmetik, serta fashion Kuantitas), pembiayaan.

muslim
Distribusi, 1. Jalur distribusi di pasar 1. Negara-negara lain yang
Komersialiasi, domestik semakin banyak sudah siap dengan regulasi
dan Promosi
dan beragam, Ruuntuk biro
iklan, atau platform iklan
online
2. Melenial mencari
gambaran yang lebih
positif tentang Islam di
media,potensial bagi game
dan apps developer
3. Pertumbuhan industri
syariah yang besar dan
cepat

C. Media dan Rekreasi Film Religi Di Kalangan Masyarakat


[Link] mengatakan, setiap tahun ada 16.000.000 orang yang
menonton film. Sedangkan, rata-rata ada 86 produksi film pertahun. Jadi artinya,
masing-masing film mempunyai rata-rata 176 ribu penonton di bioskop.16 Semakin
banyak penonton film, semakin besar pula potensi film dalam membantu
keberhasilan aktivitas dakwah. John C. Lyden mengatakan metode pengembangan
film yang diinformasikan oleh wawasan pendidikan agama, dapat berbicara sangat
kuat di dalam suatu budaya. 17 Film sebagai audio-visual mempunyai banyak

16
Data penonton film Indonesia diakses dari [Link]
17
John C. Lyden, Film as Religion; Myth, Moral and Ritual (USA, Network University Press, 2003).
246-248.
kelebihan dalam upaya membantu dakwah dalam menyebarkan kebaikan dan
mencegah kemungkaran. Audio-visual berupa gambar yang bergerak, membentuk
sebuah cerita dan pesan. Oleh karena itu, dakwah dan nilai-nilai kebaikan akan lebih
berdampak bila dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui audio-
visual. Kebanyakan remaja, setelah menonton film, rasa emosional dari film
tersebut mampu bertahan sampai di rumah. Bahkan, remaja mampu
mendeskripsikan secara jelas alur dan isi cerita film tersebut. Hal ini menyatakan
bahwa dampak film memang kuat. Film bertemakan agama (religius) telah banyak
diproduksi di Indonesia oleh beberapa Production House (PH). Hal ini terlihat dari
adanya film islam dan media islam. Contohnya seperti film Ayat-Ayat Cinta, Ketika
Cinta Bertasbih, 99 Cahaya Di Langit Eropa, Assalamualaikum Beijing dan Haji
Backpaker.
Film Ayat-Ayat Cinta 1&2 termasuk film drama yang mempertontonkan
nuansa romance, tragedi dan komedi. Di berbagai percakapan dan dialog para aktor
dan aktrisnya yang selalu menampilkan suasana religi yaitu Islam. Dengan
perpaduan dua budaya yang berbeda antara Indonesia dan Mesir menjadi daya tarik
tersendiri dibandingkan dengan film-film yang lain. Film Ayat-Ayat Cinta 1&2
dalam hal ini tidak menggolongkan pemirsanya atau penontonya. Artinya semua
kalangan, baik anak-anak, remaja dan orang tua boleh melihatnya. Nilai-nilai yang
terdapat dalam film Ayat-Ayat Cinta karya Hanung Baramantyo yaitu : 18
1) Nilai keimanan, yang meliputi ajaran untuk bertawakal atau menyerahkan
diri hanya kepada Allah dengan keras dan berdo’a, bersyukur ketika
mendapatkan nikmat, menumbuhkan harapan dan optimisme, serta anjuran
untuk berbuat adil.
2) Nilai ibadah/syari’ah, yaitu sholat, ta’ârûf, bersuci (tayamum/wudhu) dan
menutup aurat.
3) Nilai akhlak di antaranya adalah tanggungjawab, sabar/ikhlas, jujur,
berbakti kepada orang tua, amanah, tolong menolong, ksih sayang toleransi,
larangan menyuwap, dan Islam yang rahmatan li al ‘alamin.

Nilai-nilai pendidikan akidah dalam film Ayat-Ayat Cinta 1&2 antara lain
pentingnya perdamaian, kewajiban sholat, berburuk sangka dan memfitnah orang
lain, bersikap jujur, bertegur sapa kepada orang lain, selalu menolong orang lain
walaupun tidak diabaikan, selalu bersikap sopan dan patuh kepada orang tua,
kesetaraan perempuan dengan laki-laki dalam islam, mencuri adalah tindakan
tidak terpuji, shaf sholat yang rapat adalah sunnah, berbesar hati dan menerima
kesalahan yang pernah dilakukan, tetap bersikap sopan kepada siapapun walapun
itu pengemis, antar umat beragama sebaiknya saling tolong menolong, kepada
orang tua sebaiknya bersikap santun, keikhlasan dalam membantu merupakan

18
Ikhwanto, A. (2009). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Film Ayat-Ayat Cinta Karya Hanung
Bramantyo.
kunci sebuah keberkahan, kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain, Anjuran
untuk menutup aurat.19

Dengan pesatnya kemajuan globalisasi, semua informasi dapat diakses


melalui internet dengan menggunakan gadget. Industri aplikasi digital (apps)
belakangan ini menjadi primadona dalam menyumbang penurunan angka
pengangguran. Subsektor ini diprediksi akan terus berkembang dengan semakin
maraknya inovasi startup yang bermunculan beberapa tahun terakhir, seperti Agate
Studio, Altermyth Studio, Toge Production, Tinker Game, Touch Ten Game, dan
lain-lain. Subsektor yang menarik pendanaan dari investor ini pun menghasilkan
nilai transaksi yang besar. Situasi ini juga tak lepas dari semakin seringnya
penggunaan perangkat ponsel cerdas untuk kebutuhan game. Menurut laporan
Super Data, rata-rata pengguna ponsel cerdas bermain menggunakan android tiga
kali sehari. Rata-rata tiap sesi permainan selama sepuluh menit. 20 Penyedia aplikasi
dan games menampilkan konten-konten yang memudahkan orang mempelajari
nilai Islam, seperti munculnya aplikasi mainstream smartphone yang bersifat
religius, seperti outomatically pray reminder, Al-Quran digital, surah Yasin digital,
dan penyampaian ajaran agama lewat media sosial, juga merupakan indikator
pergeseran persepsi masyarakat dalam menerima asupan gizi keagamaan. Ketika
hendak membaca Al-Qur’an di perjalanan, tidak lagi memerlukan Al-qur’an dalam
bentuk cetak buku, melainkan hanya dalam virtual berbentuk digital. Bermunculan
juga dakwah melalui media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram dan
Twitter. Sedangkan dari sisi demand, masyarakat mulai peduli untuk memperbaiki
diri dan banyak yang belajar nilai-nilai Islam melalui media dan rekreasi halal ini.

D. Perkembangan Media dan Rekreasi Halal di Indonesia

Perkembangan teknologi telah mendorong perubahan dalam semua sektor


kehidupan manusia, hampir seluruh sektor kehidupan ini sudah tidak dapat
dilepaskan lagi dari keberadaan nya teknologi, termasuk sektor pendidikan. Era
globalisasi saat ini merupakan salah satu dampak perkembangan dalam bidang
Teknologi Informasi (TI). Perkembangan TI tidak dapat lepas dari teknologi
komputer . Hal ini ditunjukkan oleh pesatnya perkembangan perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (software) serta aplikasinya dalam berbagai bidang
seperti pendidikan, dunia usaha dan perkantoran dsb. Salah satu perkembangan
teknologi komputer adalah teknologi jaringan komputer dan internet. Teknologi ini
mampu menyambungkan hampir semua komputer yang ada didunia sehingga bisa
saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat ditukar

19
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in the film Ayat-
Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20, 10-21070.
20
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
dapat berupa data teks, gambar, gambar bergerak dan suara (Tabratas
Tharom,dkk,2002). Dengan adanya internet ini dunia menjadi terasa tanpa batas
ruang dan waktu.
Dalam sektor pendidikan media sangat berperan penting, karena di zaman
seperti sekarang manusia tidak dapat terlepaskan dari media. Media sangat
membantu kehidupan manusia seperti hal nya dalam sarana [Link]
seperti pembelajaran dengan menggunakan media ZOOM atau juga pembelajaran
dengan menggunakan Internet. Dengan adanya internet ini segala bentuk informasi
menjadi semakin terbuka. Apa yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia
dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia yang lain. Kecanggihan teknologi
sudah tersedia, dimana melalui teknologi internet kita dapat memperoleh segala
macam informasi dan komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik,
ekonomi, bahan riset, iklan, gaya hidup, belanja, hiburan dsb yang menyangkut
seluruh aspek kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia.
Ketersediaaan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta
berisi tentang apapun yang kita ingin ketahui dan Internet juga memungkinkan
terbentuknya jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia,
alangkah baiknya jika memanfaatkannya dengan benar.
Dalam membangun SDM dunia pendidikan dituntut untuk mampu
mengikuti (Up date) perkembangan aplikasi IPTEK didunia Industri agar
lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dari fakta
tersebut salah satu cara untuk mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang cepat
adalah selalu aksese informasi yang up to date dan semua itu dapat di dapat melalui
internet. Pembelajaran memegang peranan penting dalam peningkatan mutu
pendidikan. Hal ini disebabkan karena pendidikan salah satunya bermula atau
berawal dari keberhasilan Salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di
dalam kelas adalah media pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu
perangkat belajar yang berguna untuk membantu guru menyampaikan pesan dan
materi pelajaran kepada siswa secara efektif dan efisien. Media pembelajaran juga
dapat membantu siswa berkonsentrasi dan fokus terhadap materi pelajaran.
Pembelajaran tanpa media pembelajaran dapat diibaratkan orang makan sayur kuah
tanpa menggunakan sendok dan mangkok. Meskipun bisa dimakan, tapi
membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa dinikmati secara maksimal.
Pendidikan merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muda dalam
menyambut dan menghadapi perkembangan jaman di era global. Maka pendidikan
harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga menghasilkan pendidikan yang
berkualitas dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia. Perkembangan
teknologi berdampak pada bidang pendidikan. Proses pembelajaran tidak terlepas
dari media, metode, dan hasil belajar.
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi
melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting)
atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list).
Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metodea
konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Berdasarkan hal tersebut,
maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang
khas, yaitu sebagai media interpersonal dan massa, bersifat interaktif. Karakteristik
ini memungkinkan mahasiswa/peserta didik melakukan komunikasi dengan sumber
ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media
konvensional. Teknologi internet menunjang mahasiswa/peserta didik yang
mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan.
Metoda talk dan chalk, dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-
mail, mailing list, dan chatting.
1) Media Pembelajaran berbasis komputer dan internet
Media dalam prespektif pendidikan ialah instrumen yang sangat
strategis dalam ikut menentukan keberhasilan akan proses belajar mengajar.
Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika
tersendiri terhadap peserta didik. Kata media pembelajaran berasal dari
bahasa latin ”medius” yang secara harfiah berarti ”tengah”, perantara atau
pengantar. Dalam bahasa Arab, media perantara atau pengantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely menyatakan bahwa
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini
guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. 21
Sedangkan menurut Oemar Hamalik media pembelajaran ialah alat,
metode, maupun teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam
proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Salah satu kebijakan yang
dikeluarkan dan bisa dijadikan landasan dalam pendayagunaan ICT untuk
pendidikan ialah Action Plan for the Development and Implementation of
Information And Communication Technologies (ICT) in Indonesia. Action
plan berisi rencana pelaksanaan pendayagunaan telematika dalam bidang
pendidikan selama 5 tahun (2001 -2005) menekanankan pada :
a) Pengembangan dan pengimplementasikan kurikulum
b) Pendayagunaan ICT sebagai bagian dari kurikulum dan sebagai
media pembelajaran disekolah atau perguruan tinggi dan diklat

21
Azhar Arsyad, Media Pengajaran (Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1997),3.
c) Mewujudkan program pendidikan jarak jauh termasuk berpartisipasi
dan bekerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan jarak
jauh di dunia.
d) Memfasilitasi pendayagunaan internet untuk meningkatkan
efesiensi proses pembelajaran.
Contoh konkrit dalam pendayagunaan ICT adalah proses belajar
dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran, dengan
adanya Internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi
terselenggaranya proses Komunikasi interaktif antara guru dengan siswa.
Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi
pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi
yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan
membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam
rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut. (Boettcher 1999).22 Jaringan
internet diartikan sebagai jaringan komputer yang dapat menghubungkan
semua komputer di seluruh dunia sehingga berbagai macam dan bentuk
informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan
global ([Link]). Selain kedua pengertian di atas, internet
juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan
situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan.
Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya
informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia.
2) Media Sebagai Alat Pembelajaran di Indonesia
Perkembangan penggunaan Internet di Indonesia tidak pula kalah
mengesankannya. Pusat Industri dan Perdagangan Lembaga Pengembangan
Kewirausahaan Bina Mitra Sejahtera, melaporkan bahwa pada tahun 1995
ada sekitar 10.000 pengguna yang tersambung ke Internet, dan pada tahun
1997 angka itu menjadi 100.000. Kemudian menurut Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di
Indonesia pada akhir tahun 2001 mencapai 2,4 juta orang. Angka tersebut
naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada akhir tahun
200 sebesar 1,9 juta orang. Pengguna sebanyak 2,4 juta orang tersebut
terdiri dari 550 ribu pengguna perumahan, 26 ribu pengguna perusahaan,
2000 sekolah dengan rata-rata 500 pengguna/siswa persekolah, 500
perguruan tinggi dengan rata-rata 1000 mahasiswa per kampus dan 2500
warnet dengan rata-rata 100 orang pelanggan per warnet.
Kesempatan untuk mengakses Internet juga semakin terbuka lebar
bagi pengguna yang tidak memiliki komputer sendiri, dengan
bermunculannya warung internet (warnet) yang tersebar dipelosok kota-

22
Internet sebagai media pembelajaran (Boettcher 1999).
kota besar. Warnet yang pada tahun 1999 di ibu kota (Jakarta) masih bisa
dihitung dengan jari, kini merebak di berbagai pelosok.
Sementara itu kesadaran masyarakat baik dari kalangan content
provider maupun khalayak pengguna juga cukup menggembirakan. Paling
tidak pada saat ini ada lima situs di Indonesia yang membentuk komunitas
pendidikan online yaitu [Link], sekolah [Link],
[Link], [Link], [Link], [Link], dan [Link].
Ketujuh situs tersebut tumbuh karena adanya kebutuhan khalayak akan
adanya suatu layanan pendidikan melalui Internet, dan rupanya kebutuhan
tersebut direspon secara positif oleh kalangan swasta, yang mendapat
dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional.
Di Indonesia sendiri Penggunaan internet untuk kegiatan belajar
siswa usia 5-24 tahun terus meningkat. Pada 2020, ada 59,33% siswa yang
menggunakan internet. Angka ini tumbuh pesat dari 33,98% pada 2016.
Menurut jenjang pendidikan, peningkatan penggunaan internet terjadi pada
semua jenjang pendidikan, terutama SD/sederajat. Dalam kurun waktu dua
tahun, siswa SD yang mengakses internet meningkat menjadi 35,97% pada
2020 dari sebelumnya 16,64% pada 2018. Sementara jenjang pendidikan
lain, yakni SMP/sederajat menjadi 73,4%, SM/sederajat 91,01%, dan
perguruan tinggi 95,3%. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan internet
menjadi kebutuhan bagi siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar
mengajar di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, internet juga menjadi
media hiburan sekaligus untuk mengakses informasi dan sosial media.
Data survei di atas membuktikan bahwa penggunaan media internet
sebagai sarana pembelajaran yang amat membantu bagi para pelajar
maupun mahasiswa dengan di buktikan terus meningkatnya data survei
penggunaan internet dikalangan siswa maupun mahasiswa dari tahun ke
tahun.

E. Strategi Pengembangan Media dan Rekreasi Halal di Indonesia


Strategi khusus Klaster media dan rekreasi halal menurut Masterplan
Ekonomi Syariah: 23

1) Peningkatan kuantitas dan kompetensi SDM kreatif disepanjang rantai nilai


industri media dan rekreasi dengan memaksimalkan peran universitas,
bisnis, dan asosiasi. Dengan melakukan program atau aktivitas sebagai
berikut:
a) Peningkatan jumlah dan kompetensi SDM kreatif bidang media dan
inovasi produksi media serta memahami kebutuhan dan

23
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
karakteristik budaya halal di Indonesia. Salah satunya seperti
pendampingan industri kreatif untuk media dan rekreasi dengan
coaching dan mentoring dengan beberapa pelaku usaha di halal
media dan rekreasi, produser, artis dan desainer media ternama dan
diakui dunia, penyelenggaraan festival media dan rekreasi Islam
untuk menjaring bakat-bakat baru dan penyelenggaraan
international Islamic book fair, and media recreation indoor or out
door, games (Panahan, berkuda, berkuda) untuk meningkatkan
awareness, mutu dan jumlah wisatawan ke Indonesia untuk
mencapai pusat ekonomi syariah.
b) Peningkatan jumlah fasilitas, kualitas, serta produktivitas SDM
media dan rekreasi untuk memasarkan media dan rekreasi dengan
pemanfaatan teknologi informasi. Salah satunya seperti penguatan
Lembaga Vocational Training dan ekosistem kompetensi SDM
industri media dan rekreasi dan pelaksanaan bimbingan teknis
produksi media: film, musik, buku/3D drawing/ computerized
design, rekreasi outdoor dan indoor.
c) Peningkatan jumlah dan kualitas sekolah seni dan media, serta
rekresai, kurikulum, SDM Pengajar yang sesuai dengan kebutuhan
industri media dan rekreasi halal. Salah satunya seperti mendorong
pembangunan lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas.,
penyelarasan kurikulum dan kompetensi lulusan sesuai dengan
kebutuhan industri media dan rekreasi dan peningkatan kompetensi
dan sertifikasi, inovasi dosen/pengajar.
d) Peningkatan jumlah wirausaha baru bidang media dan rekreasi halal
dan terbangunnya inkubator bisnis. Salah satunya seperti
melaksanakan bimbingan teknis wirausaha baru bidang media dan
rekreasi halal, membangun inkubator bisnis media dan rekreasi
halal, dan membuat kebijakan untuk mempermudah usaha dibidang
media dan rekreasi halal.
e) Peningkatan pengakuan dunia internasional terhadap media, label
dan produk media dan rekreasi halal nasional. Salah satunya seperti
memberikan dukungan kepada komunitas untuk berpartisipasi
dalam event bertaraf internasional baik dalam negeri maupun luar
negeri dan membangun mekanisme kemitraan antara produser film,
musik dan rekreasi terkemuka baik lokal maupun internasional dan
yang potensial untuk dikembangkan lewat proses coaching,
mentoring dan partnership.
f) Peningkatan riset dan publikasi tentang media dan rekreasi halal
serta pemanfaatan media dan internet dalam industri media dan
rekreasi halal. Salah satunya seperti mendorong riset dan manfaat
intelegence pasar media dan rekreasi halal internasional,
memberikan insentif riset dan inovasi dalam publikasi jurnal ilmiah
maupun artikel terkait media dan rekreasi halal dan mendorong
tumbuh dan berkembangnya media/situs media dan rekreasi halal.

2) Industri media dan rekreasi halal nasional yang menjadi andalan di pasar
ekspor dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta kemampuan dalam
inovasi dan diversifikasi produk. Dengan melakukan program atau aktivitas
sebagai berikut:
a) Peningkatan daya tarik subsektor media dan rekreasi halal, sebagai
tempat yang menarik untuk berkarir dan berinvestasi. Salah satunya
seperti memperluas jangkauan distribusi, misalnya dengan
memperluas saluran distribusi, meningkatkan apresiasi pasar
terhadap yang akan meningkatkan potensi pasar baik domestik
maupun internasional di bidang perfilman, musik, dan publikasi,
misal film ayat-yat cinta, novel Islam ketika cinta bertasbih dan
menata dan merevitalisasi regulasi distribusi (pasar, distributor-
produsen), regulasi ekspor-impor (proteksi, tarif, subsidi, dan
harmonisasi tarif untuk meningkatkan nilai tambah dan untuk
meningkatkan potensi pasar).
b) Peningkatan produksi media dan rekreasi halal yang nyaman dan
aman dinikmati dengan peningkatan kualitas dan kuantitas agar
tercapainya produksi dan market size melalui kolaborasi produser
dengan industri media dan rekreasi. Salah stunya seperti riset pasar
dan pengembangan produk bersama, membangun kolaborasi bisnis
yang saling menguntungkan melalui pemberian royalti kepada
sutradara, penulis skrip dan rumah produksi dan mendorong
sutradara, penulis untuk memberikan nilai-nilai keislaman
berkualitas, sehingga dapat dinikmati dan menjadi massa
production.
c) Mendorong pengembangan produk baru media dan rekreasi, berupa
film, musik, publikasi dan tempat rekreasi yang bernilai, dan
mempunyai spirit keIslaman. Salah satunya seperti riset pasar dan
pengembangan produk media dan rekreasi halal sesuai dengan
karakteristik dan budaya masyarakat muslim di Indonesia, kerja
sama bisnis antara lembaga penelitian, sutradara, industri media dan
rekreasi dan universitas dan kolaborasi dengan industri teknologi
dalam pengembangan produk
d) Melaksanakan co-branding dengan industri keuangan syariah dan
co-marketing dengan halal travel/pariwisata Indonesia. Salah
satunya seperti Co-branding dengan produk keuangan syariah
melalui promosi yang masif dan penunjukkan brand ambassador,
seperti film 5 menara, fasilitas pendirian animasi media Islam
district halal (8 koridor) dengan melakukan benchmark : (pusat sains
Islam malaysia, alhambra spanyol, british museum Islam, Turki) dan
pelaksanaan co-marketing dengan halal travel/pariwisata (perlu
dikaji jenis halal travel yang cocok dan menarik wisatawan), seperti
dokumenter jejak rasul.
e) Mendorong pemanfaatan jalur pemasaran multichannel (offline-
online). Salah satunya seperti peningkatan kemampuan SDM
pemasaran media dan rekreasi dan fasilitas kemampuan pendirian
retail store dan e-commerce serta integrasi dengan halal deal apps,
misal halal market.
f) Mendorong industri media dan rekreasi mengembangkan lini
produk. Salah satunya seperti mendorong kerjasama antar industri
untuk memperkuat industri media dan rekereasi halal di Indonesi
dengan luar negeri untuk membuat produk media rekreasi halal
terbesar di Indonesia, misal musik nasyid, buku sejarah Islam
melayu dan kerajaan Islam ottoman, Turki dan melakukan riset dan
pengembangan produk media dan rekreasi halal bagi generasi
milenial.

3) Terbentuknya pusat media dan rekreasi, proses produksi, saluran


distribusi/pemasaran (media dan internet/ecommerce) dengan
memanfaatkan teknologi Industri 4.0. Dengan melakukan program atau
aktivitas sebagai berikut:
a) Pembentukan basis-basis teknologi pendukung industri kreatif
menuju klaster teknologi. Salah satunya seperti menentukan sektor
unggulan maupun prioritas media dan rekreasi halal dan basis-basis
pendukung teknologi pada film serta rekreasi halal, komersialisasi
khususnya yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi
dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antara industri
pendukung, seperti industri kertas dan majalah Islam, secara intensif
antara lembaga riset pemerintah dan universitas
b) Pemanfaatan teknologi informasi dan implementasi industri 4.0
untuk industri media dan rekreasi. Salah satunya seperti melakukan
pelatihan dibidang komputer dan ICT, menjalin strategi partnership
dengan negara yang sudah maju pada teknologi kreatif
(technocreative), membangun platform bisnis digital yang
menggabungkan desainer, industri media dan rekreasi dan e-
commerce dan mengembangkan internet antar sentra-sentra industry
halal.
c) Meningkatkan jumlah situs e-commerce & media media dan
rekreasi halal. Salah satunya seperti mendorong pertumbuhan situs
e-commerce, media dan rekreasi halal, mendorong pemanfaatan
pasar online/e-commerce dengan integrasi e-smart IKM dan kerja
sama dengan situs e-commerce internasional untuk akses pasar ke
negara tujuan ekspor.
d) Mendorong kolaborasi media dan rekreasi serta teknologi bahan
baku dengan perusahaan teknologi. Salah satunya seperti riset kerja
sama dalam pengem-bangan produk functional media dan rekreasi
yang ramah teknologi, riset bersama dalam pengembangan bahan
baku, dan kerja sama bisnis melalui kolaborasi comarketing dengan
produk teknologi.

4) Terjadinya forward dan backward linkage dalam rantai nilai industri media
dan rekreasi untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Dengan
melakukan program atau aktivitas sebagai berikut:
a) Meningkatkan linkage antara desainer grafik, industri media, dan
rekreasi. Salah satunya seperti Bussines matching graphic designer
-industri media dan rekreasi – outdoor dan indoor rekreasi, retail
store/ecommerce, membangun platform online untuk produk grafik
desainer, industri media dan rekreasi, sosialisasi dan penguatan
database media dan rekreasi dan otimalisasi supply chain industri
media dan rekreasi halal dengan memperkuat kemitraan industri
media dan rekreasi halal dan pariwisata.
b) Penguatan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya manusia.
Salah satunya seperti mendorong riset dan inovasi produk media dan
rekreasi dengan pemanfaatan sumberdaya pesantren sebagai tempat
pusat studi keislaman yang tinggi dan pengembangan produk-
produk media dan rekreasi, film dokumenter pondok pesantren dan
tokoh-tokoh Islam di Indonesia.

5) Terbentuknya ekosistem bisnis dan ekosistem kebutuhan konsumen melalui


co-branding dan co-marketing serta jaminan kemudahan dalam memulai
usaha dan iklim investasi yang pro bisnis. Dengan melakukan program atau
aktivitas sebagai berikut:
a) Penciptaan penghargaan terhadap hak atas kekayaan intelektual
(HKI), MURI dan pengakuan terhadap manfaatnya bagi ekonomi.
Salah satunya seperti mendorong kreativitas dan penciptaan produk-
produk media dan rekreasi halal, misal animasi Islam, memfasilitasi
pendaftaran paten dan HaKI, serta MURI, perlindungan terhadap
pembajakan dan pelanggaran hak cipta dan fasilitasi implementasi
penayangan media dan rekreasi dalam skala produksi besar dan
massif, seperti iklan rekreasi halal.
b) Peningkatan kebanggan dan cinta umat Islam terhadap produk
media dan rekreasi halal. Salah satunya seperti kampanye terhadap
kecintaan hasil produk media dan rekreasi Islam karya anak bangsa,
seperti film laskar pelangi dan keberpihakan pemerintah dalam
pengadaan fasilitas media dan rekreasi umat Islam dengan
menanyangkan program media dan rekreasi Islam di TV.
c) Peningkatan ekspor media dan rekreasi ke negara anggota OKI
dengan kerja sama bilateral/multilateral. Salah satunya seperti
melakukan market intelligence dan penjajakan kerja sama dengan
negara-negara anggota OKI, seperti International Islamic book fair
di Mesir, Insiasi kesepakatan perdagangan antara anggota OKI
untuk komitmen peningkatan produk media dan rekreasi halal
antaranggota OKI dan peningkatan produktivitas industri media dan
rekreasi dalam negeri dan daya saing produk.
d) Melaksanakan event promosi yang bertaraf internasional dan
partisipasi pada event media dan rekreasi halal internasional
(pameran/seminar). Salah satunya seperti melakukan benchmark
terhadap pelaksanaan event internasional media dan rekreasi halal di
luar negeri dan mengaplikasikannya di dalam negeri, melaksanakan
event bertaraf internasional dengan mengundang investor media dan
rekresai internasional, Identifikasi event di LN yang menimbulkan
efek signifikan terhadap citra media dan rekreasi halal Indonesia.
e) Melindungi pasar dalam negeri dari sebutan media dan rekreasi halal
impor berkualitas rendah. Salah satunya seperti menyusun dan
menerapkan standar media dan rekreasi halal, menciptakan nontarif
barrier dalam rangka melindungi industri media dan rekreasi DN dan
mendorong berkembangnya komunitas media dan rekreasi halal,
semacam forum lingkar pena, bikers.

6) Kemudahan akses dan pembiayaan dari lembaga keuangan bank maupun


bukan bank, serta kemudahan berinvestasi. Dengan melakukan program
atau aktivitas sebagai berikut:
a) Penciptaan skema dan lembaga pembiayaan serta mendukung
tumbuh kembangnya di Indonesia. Salah satunya seperti mendorong
terciptanya skema pembiayaan industri kreatif seperti: venture
capital, seed capital, angel capital, angel investor, kredit perbankan
ataupun CSR, seperti wakaf untuk film iqra’2, Mengembangkan
lembaga pembiayaan di sentra-sentra industri kreatif Indonesia dan
memberikan prioritas bantuan pembiayaan pada UMKM/IKM
industri kreatif yang sudah feasible tetapi belum bankable.
b) Terlaksananya Skema pembiayaan yang ramah industri/IKM. Salah
satunya seperti fasilitasi kemudahan dalam perolehan modal kerja
(KUR), Fasilitas skema pembiayaan Bapak angkat oleh industri
besar/buyer/ investor dengan kerjasama yang saling menguntungkan
dan Mendorong kolaborasi dengan Islamic Finance/pembiayaan
syariah.

KESIMPULAN
Melakukan rekreasi merupakan salah satu faktor yang menarik minat
wisatawan untuk memanfaatkan hari-hari libur, waktu luang, dan istirahat, untuk
memulihkan kesegaran jasmani dan rohani. Serta menghilangkan segala
ketegangan, pikiran, dan tenaga akibat kegiatan rutin. Dengan melakukan
kegiatanrekreasi disuatu tempat seseorang akan dapat menikmati langsung dengan
berpartisipasi aktif dengan aktifitas yang disukainya, misalnya : berlayar, berenang,
sepeda air, dan memancing.
State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan angka
USD 209 miliar. Uang sebanyak itu dimanfaatkan Muslim menghabiskan waktu
untuk media dan rekreasi pada 2017. Pada 2023 nanti, Muslim diperkirakan
menghabiskan USD 288 miliar untuk hal yang sama. Pengeluaran tersebut paling
banyak didominasi oleh media dan rekreasi yang berasal dari Turki, Amerika
Serikat, Rusia, Arab Saudi, Inggris, Indonesia, Jerman, Prancis, Mesir, dan Iran.
Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia tidak masuk ke dalam 10 besar di antara
15 negara teratas dalam jasa industri halal global. Di sisi lain, konsumsi masyarakat
Indonesia terhadap produk media dan rekreasi halal berada di peringkat enam
dengan nilai USD 8,8 triliun.24

Banyaknya jumlah penduduk muslim di Indonesia, yaitu sebanyak 229 juta


penduduk muslim tinggal di Indonesia pada tahun 2020, diperkirakan total populasi
di Indonesia sebanyak 273 juta jiwa, ini berarti penduduk muslim di Indonesia
setara dengan 87,2% keseluruhan populasi di Indonesia. 25 Produk halal tidak dapat
dilepaskan dari adanya kegiatan sertifikasi halal pada makanan, minuman, obat,
kosmetik, dan produk lainnya yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari oleh
masyarakat. UU RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, dan PP
RI Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka kehalalan makanan, minuman,
obat, kosmetika, dan produk lainnya yang semula hanya diatur dalam kitab fiqih,
sekarang diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah untuk pengaturan
kehalalan produk. Selain itu, UU ini juga mengatur tentang jasa halal, termasuk
pariwisata, travel, media, dan entertain.

24
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
25
Ibid.
Rekreasi Film adalah salah satu bentuk media massa. Film sebagai mesin
mimpi (dream machine),26 berupa gambar yang bergerak, yang di dalamnya
terdapat sebuah cerita yang mempunyai tujuan tertentu, dapat berfungsi sebagai
media pendidikan, hiburan, komedi, serta mencakup penyebaran agama. Film
terdiri atas audio dan visual, berupa tayangan yang bersuara, bergerak dan tidak
bergerak. Film bertemakan agama (religius) telah banyak diproduksi di Indonesia
oleh beberapa Production House (PH). Hal ini terlihat dari adanya film islam dan
media islam. Contohnya seperti film Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, 99
Cahaya Di Langit Eropa, Assalamualaikum Beijing dan Haji Backpaker.

Film Ayat-Ayat Cinta 1&2 termasuk film drama yang mempertontonkan


nuansa romance, tragedi dan komedi. Di berbagai percakapan dan dialog para aktor
dan aktrisnya yang selalu menampilkan suasana religi yaitu Islam. Dengan
perpaduan dua budaya yang berbeda antara Indonesia dan Mesir menjadi daya tarik
tersendiri dibandingkan dengan film-film yang lain. Film Ayat-Ayat Cinta 1&2
dalam hal ini tidak menggolongkan pemirsanya atau penontonya. Artinya semua
kalangan, baik anak-anak, remaja dan orang tua boleh melihatnya.

Nilai-nilai pendidikan akidah dalam film Ayat-Ayat Cinta 1&2 antara lain
pentingnya perdamaian, kewajiban sholat, berburuk sangka dan memfitnah orang
lain, bersikap jujur, bertegur sapa kepada orang lain, selalu menolong orang lain
walaupun tidak diabaikan, selalu bersikap sopan dan patuh kepada orang tua,
kesetaraan perempuan dengan laki-laki dalam islam, mencuri adalah tindakan
tidak terpuji, shaf sholat yang rapat adalah sunnah, berbesar hati dan menerima
kesalahan yang pernah dilakukan, tetap bersikap sopan kepada siapapun walapun
itu pengemis, antar umat beragama sebaiknya saling tolong menolong, kepada
orang tua sebaiknya bersikap santun, keikhlasan dalam membantu merupakan
kunci sebuah keberkahan, kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain, Anjuran
untuk menutup aurat.27

Dengan pesatnya kemajuan globalisasi, semua informasi dapat diakses


melalui internet dengan menggunakan gadget. Industri aplikasi digital (apps)
belakangan ini menjadi primadona dalam menyumbang penurunan angka
pengangguran. Penyedia aplikasi dan games menampilkan konten-konten yang
memudahkan orang mempelajari nilai Islam, seperti munculnya aplikasi
mainstream smartphone yang bersifat religius, seperti outomatically pray reminder,
Al-Quran digital, surah Yasin digital, dan penyampaian ajaran agama lewat media
sosial, juga merupakan indikator pergeseran persepsi masyarakat dalam menerima
asupan gizi keagamaan.

26
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the Keystone Film
Company,” Indiana University Press, Journal Film History Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
27
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in the film Ayat-
Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20, 10-21070.
Salah satu strategi khusus klaster media dan rekreasi halal menurut
Masterplan Ekonomi Syariah yaitu dengan peningkatan kuantitas dan kompetensi
SDM kreatif disepanjang rantai nilai industri media dan rekreasi dengan
memaksimalkan peran universitas, bisnis, dan asosiasi. Dengan melakukan
program atau aktivitas sebagai berikut Peningkatan jumlah dan kompetensi SDM
kreatif bidang media dan inovasi produksi media serta memahami kebutuhan dan
karakteristik budaya halal di Indonesia. Salah satunya seperti pendampingan
industri kreatif untuk media dan rekreasi dengan coaching dan mentoring dengan
beberapa pelaku usaha di halal media dan rekreasi, produser, artis dan desainer
media ternama dan diakui dunia, penyelenggaraan festival media dan rekreasi Islam
untuk menjaring bakat-bakat baru dan penyelenggaraan international Islamic book
fair, and media recreation indoor or out door, games (Panahan, berkuda, berkuda)
untuk meningkatkan awareness, mutu dan jumlah wisatawan ke Indonesia untuk
mencapai pusat ekonomi syariah.

DAFTAR PUSTAKA
Adinugraha, H. H., Sartika, M., & Ulama’i, A. H. A. A. (2019). Halal lifestyle di
Indonesia. An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 57-81.
Ahla, A. (2020). Strategi Pengembangan Ekonomi Syari’ah Melalui Penguatan
Halal Value Chain (Studi Kasus pada Industri Pariwisata Halal di Kota
Banjarbaru) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
Arsyad, R. N., & Hidayati, S. (2021). Trend perkembangan ekonomi syariah global.
An-Nahdhah, 14(2), 152-166.
Azhar Arsyad, Media Pengajaran (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1997),3.
Dalam kaitan ini, lihat dan bandingkan dengan Hermantoro, Creative –Based
Tourism, 53-54. Dalam buku ini dinyatakan bagaimana motivasi untuk
melakukan suatu perjalanan, “…the global integrating network of biological
and cultural forces which gives value and direction to travel choices,
behaviour and experience.”
Dalam kaitan ini, silakan baca, Yusuf Qardhawi, Peran Nilai dan Moral dalam
Perekonomian Islam, ter. Didin Hafidhuddin, dkk. (Jakarta: Robbani Press,
1997), 166. Dalam buku ini Qardhawi menguraikan bagaimana pengaruh
ketenangan jiwa terhadap produktifitas.
Data penonton film Indonesia diakses dari [Link]
Hilde D'haeyere, “Slapstick On Slapstick: Mack Sennett’s Metamovies Revisit the
Keystone Film Company,” Indiana University Press, Journal Film History
Vol. 26, No. 2, (2014): 82-11.
Ibid
Ibid., h. 25 & 42.
Ikhwanto, A. (2009). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Film Ayat-Ayat Cinta
Karya Hanung Bramantyo.
Internet Sebagai Media Pembelajaran (Boettcher 1999).
Isnaini, N. (2021). PENGARUH MENONTON TAYANGAN FILM RELIGI
TERHADAP AKHLAK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
LATERSIA KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR
(Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN
SYARIF KASIM RIAU).
John C. Lyden, Film as Religion; Myth, Moral and Ritual (USA, Network
University Press, 2003). 246-248.
MASTERPLAN EKONOMI SYARIAH INDONESIA 2019-2024 Diakses melalui
[Link]
[Link]
Maulana, N. (2022). Potensi Pengembangan Industri Halal Indonesia Di Tengah
Persaingan Halal Global. Jurnal Iqtisaduna, 8(2), 136-150.
Misbach Yusa Biran, “Brief History of the Indonesian Film,” dalam Norman
McLaren, Journal of Film Preservation, International Federation of Film
Archives, No. 69. (2005), 2
Paul Wolfram, “Career View, What is film?” Career Development and
Employment, University Of wellington, Issue No 59. (2011) 2-4.
Putra, R. A. Film Religius Dan Religiusitas Remaja (Studi atas Dampak Film Para
Pencari Tuhan Jilid X terhadap Religiusitas Remaja) (Master's thesis,
Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Qardhawi, M. Y. (1980). Halal dan Haram dalam Islam. Singapura: Himpunan
Belia Islam.
Rachma, N., & Astutik, A. P. (2022). Analysis of the Values of Faith Education in
the film Ayat-Ayat Cinta 2. Indonesian Journal of Education Methods
Development, 20, 10-21070.
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu
masyarakat. Global Komunika, 1(1), 18-29.
Surur, F. (2020). Wisata Halal: Konsep dan Aplikasi.
Yudhi munadi, Media Pembelajaran Referensi (Jakarta: GP Press Groupmaret,
2013), 113.

Anda mungkin juga menyukai