PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN
KELUHAN DAN KEPUASAN PELANGGAN
TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
KARTU TELKOMSEL DI JEPARA
Proposal Skripsi
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat
untuk menyelesaikan Program Sarjana I (S.1)
pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Disusun oleh:
VENNY AULIA ROHMAH
NIM. 171110002057
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA
JEPARA
2021
i
HALAMAN PERSETUJUAN
PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN
KELUHAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP
LOYALITAS PELANGGAN KARTU TELKOMSEL
DI JEPARA
Skripsi ini telah disetujui pembimbing dan siap untuk dipertahankan dihadapan
Tim penguji skripsi program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Nama Mahasiswa : VENNY AULIA ROHMAH
NIM. : 171110002057
Program Studi : Manajemen
Disetujui Oleh Pembimbing
(Dr. H. Samsul Arifin., S.E., M.M)
NIY. 174071999134
ii
HALAMAN PENGESAHAN
PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN KELUHAN DAN
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
KARTU TELKOMSEL DI JEPARA
Nama Mahasiswa : VENNY AULIA ROHMAH
NIM. : 171110002057
Program Studi : Manajemen
Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan penguji
Program Studi Manajemen Fakultas Eko nomi dan Bisnis
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Pada hari ……. tanggal ……….. 2021
Penguji I Penguji II
(Dr. H. SAMSUL ARIFIN, S.E., M.M) (HADI ISMANTO, S.E., M.M. )
NIY. NIY. 1 801229 11 075
Mengesahkan
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu) Jepara
(H. NOOR ARIFIN, S.E., [Link])
NIY.168081708055
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto:
"silahkan " (penulis)
Persembahan:
Sujud syukurku kusembahkan kepadaMu ya Allah, Tuhan Yang Maha
Agung dan Maha Tinggi. Atas takdirmu saya bisa menjadi pribadi yang berpikir,
berilmu, beriman dan bersabar. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah
awal untuk masa depanku, dalam meraih cita-cita saya. Dengan ini saya
persembahkan karya ini untuk:
1. Kedua orang tuaku bapak …… terima kasih atas segalanya dan ibu …….
terima kasih atas doa, motivasi, semangat, pengorbanan, serta kasih
sayang yang tiada pernah berhenti sampai detik ini.
2. Kakak-kakak saya ........ yang telah mendukung dan memberi semangat
kepada saya
3. Dosen pembimbing saya bapak Dr. H. Samsul Arifin., S.E., M.M yang
selalu memberikan arahan terbaik untuk skripsi saya
4. Untuk teman-temanku angkatan 2017 Program Studi Manajemen
UNISNU Jepara.
5. Untuk Almamaterku Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU)
Jepara.
iv
ABSTRAK
Penggunaan ponsel yang marak di masyarakat sekarang ini menumbuhkan
kesan bahwa sarana telekomunikasi berbentuk ponsel ini sudah tidak lagi
dipandang sebagai barang mewah, karena masyarakat sudah menganggapnya
sebagai kebutuhan, tidak hanya ponsel masyarakat juga memerlukan simcard
prabayar maupun pascabayar untuk mendukung pemanfaatan ponsel. Tidak hanya
ponsel dengan begitu banyak kartu prabayar dan pasca bayar yang dijual beberapa
perusahaan pada masyarakat, memicu persaingan yang kuat antara perusahaan
satu dengan yang lain. Di pihak konsumen, mereka punya banyak pilihan dari
berbagai macam produk mulai dari Telkomsel memiliki tiga produk GSM.
Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih
dari 178 juta pelanggan dalam satu negara di tahun 2018. Di Indonesia
berdasarkan hasil rekonsiliasi hingga 30 April 2018, jumlah pelanggan Telkomsel
150 juta, XL Axiata 45 juta pelanggan, Indosat Ooredoo 34 juta pelanggan, Tri
Indonesia 17 juta dan Smartfren 7 juta (Daon, 2018).
Tujuan penelitian ini (1) Untuk menganalisis dan menguji pengaruh citra
perusahaan terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara. (2) Untuk
menganalisis dan menguji pengaruh penanganan keluhan terhadap loyalitas
pelanggan Telkomsel di Jepara. (3) Untuk menganalisis dan menguji pengaruh
kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara. (4) Untuk
menganalisis dan menguji pengaruh citra perusahaan, penanganan keluhan dan
kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara.
Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, pengumpulan
data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif, yang
berlandaskan pada falsafah positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan dimana. Subjek
Penelitian ini adalah pelanggan Telkomsel di Jepara. Jumlah responden sebanyak
100 pelanggan.
Hasil Penelitian ini adalah bahwa: (1) Secara parsial citra perusahaan
memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hal ini dibuktikan bahwa
semakin baik citra perusahaan bagi masyarakat maka semakin tinggi loyalitas
pelanggan. (2) Secara parsial penanganan keluhan memiliki pengaruh signifikan
terhadap loyalitas. Hal ini dibuktikan bahwa semakin baik tingkat penanganan
keluhan hingga akan semakin tinggi loyalitas terbukti dari indikator variabel
penanganan masalah yang paling mendominasi diantaranya kemudahan prosedur
pengajuan komplain dan penyelesaian masalah secara memuaskan. (3) Secara
parsial kepuasan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hal ini
dibuktikan bahwa semakin besar kepuasan pelanggan maka akan semakin tinggi
loyalitas pelanggan Telkomsel. (4) Secara simultan citra perusahaan, penanganan
keluhan dan kepuasan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan
Telkomsel.
Kata kunci: Citra Perusahaan, Penanganan Keluhan, Kepuasan dan loyalitas
v
ABSTRACT
The widespread use of mobile phones in today's society creates the
impression that telecommunication facilities in the form of mobile phones are no
longer seen as luxury goods, because people have considered them a necessity,
not only mobile phones, but also people need prepaid and postpaid simcards to
support the use of cell phones. Not only mobile phones with so many prepaid and
postpaid cards that several companies sell to the public, triggering strong
competition between companies with one another. On the consumer side, they
have many choices from a variety of products, starting from Telkomsel, which has
three GSM products. Telkomsel has become the seventh cellular operator in the
world with more than 178 million subscribers in one country in 2018. In
Indonesia, based on the reconciliation results as of April 30 2018, Telkomsel has
150 million subscribers, XL Axiata 45 million subscribers, Indosat Ooredoo 34
million, Tri Indonesia 17 million and Smartfren 7 million (Daon, 2018).
The purpose of this study (1) to analyze and test the effect of corporate
image on customer loyalty Telkomsel in Jepara. (2) To analyze and test the effect
of complaint handling on Telkomsel's customer loyalty in Jepara. (3) To analyze
and test the effect of customer satisfaction on Telkomsel's customer loyalty in
Jepara. (4) To analyze and test the effect of corporate image, complaint handling
and customer satisfaction on Telkomsel's customer loyalty in Jepara.
The research approach uses quantitative research, data collection uses
research instruments, quantitative data analysis, which is based on the philosophy
of positivism, is used to examine the population with the aim of testing the
hypothesis that has been determined. The subjects of this research are Telkomsel
customers in Jepara. The number of respondents as many as 100 customers.
The results of this study are that: (1) Partially, corporate image has a
significant influence on loyalty. This is evidenced that the better the company's
image for the community, the higher the customer loyalty. (2) Partially, complaint
handling has a significant effect on loyalty. This is evidenced that the better the
level of complaint handling, the higher the loyalty, as evidenced by the indicators
of the problem handling variables that dominate, including the ease of procedures
for submitting complaints and solving problems satisfactorily. (3) Partially
satisfaction has a significant effect on loyalty. This is evidenced that the greater
the customer satisfaction, the higher the customer loyalty of Telkomsel. (4)
Simultaneously corporate image, complaint handling and satisfaction have a
significant influence on Telkomsel's customer loyalty.
Keywords: Corporate Image, Complaint Handling, Satisfaction and Loyalty
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Skripsi yang saya susun
sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Program S-1 Jurusan
Manajemen merupakan hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan
sebagai pemenuhan persyaratan untuk memperoleh gelar Strata 1 (S-1) dari
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara maupun dari perguruan tinggi lain.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan Skripsi yang saya kutip
dari karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas dengan norma,
kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Dengan ini menyatakan sebagai berikut:
1. Skripsi berjudul “PENGARUH CITRA PERUSAHAAN,
PENANGANAN KELUHAN DAN KEPUASAN PELANGGAN
TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KARTU TELKOMSEL DI
JEPARA”
2. Saya juga mengakui bahwa hasil karya akhir ini, dapat diselesaikan berkat
bimbingan dan dukungan penuh dari Bapak: Dr. H. Samsul Arifin., S.E.,
M.M
Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini
bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu,
saya bersedia menerima PENCABUTAN GELAR AKADEMIK yang saya
sandang dan sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
Jepara, Oktober 2021
VENNY AULIA ROHMAH
NIM.171110002057
vii
KATA PENGANTAR
ِ بِ ۡس ِم ٱهَّلل ِ ٱلر َّۡح ٰ َم ِن ٱلر
َّح ِيم
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi yang berjudul
“PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN KELUHAN DAN
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
KARTU TELKOMSEL DI JEPARA” dapat berjalan lancar dan terselesaikan
dengan baik.
Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis program
studi manajemen UNISNU Jepara.
Dalam penulisan ini penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan
dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu
pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. [Link]’dullah Assa’idi, [Link]. selaku Rektor Universitas Islam Nahdlatul
Ulama Jepara.
2. H. Noor Arifin, S.E., [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.
3. M. Yunies Edward, S.E., M.M.. selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas
Islam Nahdlatul Ulama Jepara.
viii
4. Dr. H. Samsul Arifin., S.E., M.M selaku dosen pembimbing yang telah
banyak meluangkan waktu untuk memeriksa, mengoreksi, mengarahkan serta
membimbing dengan penuh kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen atas ilmu yang telah diberikan kepada penyusun selama
mengikuti studi di UNISNU Jepara.
6. Keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam
penyusunan skripsi ini.
7. Semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam penelitian ini, yang tidak
dapat penulis cantumkan dan sebutkan satu persatu.
Semoga bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan pada penyusun
dapat dicatat sebagai amal kebajikan sehingga mendapat imbalan pahala dari
Allah SWT. Akhir kata penulis berharap semoga penulisan penelitian ini dapat
bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Jepara, Oktober 2021
VENNY AULIA ROHMAH
NIM.171110002057
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN..........................................................................iv
ABSTRAK...............................................................................................................v
ABSTRACT............................................................................................................vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI....................................vii
KATA PENGANTAR..........................................................................................viii
DAFTAR ISI............................................................................................................x
DAFTAR TABEL................................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................xiv
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah......................................................................1
1.2. Ruang Lingkup Penelitian...................................................................8
1.3. Rumusan Masalah...............................................................................9
1.4. Tujuan Penelitian..............................................................................10
1.5. Manfaat Penelitian............................................................................10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................12
2.1. Landasan Teori..................................................................................12
2.1.1. Loyalitas................................................................................12
2.1.2. Citra Perusahaan...................................................................14
2.1.3. Penanganan Keluhan.............................................................19
2.1.4. Kepuasan Pelanggan.............................................................23
2.2. Hasil Penelitian Terdahulu................................................................30
2.3. Kerangka Penelitian Teoritis (KPT).................................................33
2.4. Perumusan Hipotesis.........................................................................34
BAB III METODE PENELITIAN.......................................................................38
3.1. Jenis Penelitian..................................................................................38
3.2. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel....................39
x
3.2.1. Variabel Penelitian................................................................39
3.2.2. Definisi Operasional Variabel...............................................39
3.3. Data dan Sumber Data......................................................................41
3.3.1. Data.......................................................................................41
3.3.2. Sumber Data..........................................................................41
3.4. Populasi Penelitian, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel........42
3.4.1. Populasi Penelitian................................................................42
3.4.2. Sampel...................................................................................43
3.4.3. Teknik Pengambilan Sampel................................................44
3.5. Metode Pengumpulan Data...............................................................44
3.5.1. Kuesioner..............................................................................44
3.5.2. Observasi...............................................................................45
3.6. Metode Pengolahan Data Penelitian.................................................46
3.6.1. Uji Validitas..........................................................................47
3.6.2. Uji Reliabilitas......................................................................47
3.6.3. Uji Asumsi Klasik.................................................................48
3.6.4. Analisis Regresi....................................................................51
3.6.5. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)..........................................52
3.6.6. Uji Parsial (Uji t)...................................................................52
3.6.7. Koefesien Determinasi..........................................................53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................55
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian.................................................55
4.2. Deskripsi Responden.........................................................................55
4.2.1. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin................56
4.2.2. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Responden............56
4.2.3. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Responden..57
4.2.4. Deskripsi Responden Berdasarkan lamanya menjadi
pelanggan.................................................................................57
4.3. Analisis Deskriptif............................................................................58
4.3.1. Variabel Citra Perusahaan.....................................................58
4.3.2. Variabel Penanganan Keluhan..............................................60
xi
4.3.3. Variabel Kepuasan Pelanggan..............................................61
4.1.1. Variabel Loyalitas Pelanggan...............................................63
4.4. Analisis Uji Data...............................................................................64
4.4.1. Uji Validitas..........................................................................64
4.4.2. Uji Reliabilitas......................................................................65
4.5. Uji Asumsi Klasik.............................................................................66
4.5.1. Uji Normalitas.......................................................................66
4.5.2. Uji Multikolinearitas.............................................................67
4.5.3. Uji Heteroskedastisitas..........................................................68
4.5.4. Uji Autokorelasi....................................................................69
4.6. Analisis Regresi Linier Berganda.....................................................70
4.7. Uji Simultan (Uji F)..........................................................................72
4.8. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)........................................73
4.8.1. Uji Statistik t Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas.............74
4.8.2. Uji Statistik t Penanganan Keluhan Terhadap Loyalitas......74
4.8.3. Uji Statistik t Kepuasan Terhadap Loyalitas.........................75
4.9. Koefisien Determinasi.......................................................................75
4.10. Pembahasan.......................................................................................76
4.10.1. Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Anggota.....76
4.10.2. Pengaruh Penanganan Keluhan Terhadap Loyalitas Anggota
78
4.10.3. Pengaruh Kepuasan Terhadap Loyalitas...............................79
BAB V PENUTUP...............................................................................................81
5.1. Kesimpulan.......................................................................................81
5.2. Saran..................................................................................................81
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................83
xii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1.1. Research Gap terhadap loyalitas .......................................................... 7
2.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu ............................................................. 30
3.1. Definisi operasional ................................................................................ 40
4.1. Jenis Kelamin Responden ...................................................................... 56
4.2. Usia Responden ...................................................................................... 56
4.3. Pendidikan Responden ........................................................................... 57
4.4. Lamanya menjadi anggota ...................................................................... 57
4.5. Tabel kategori penilaian responden ........................................................ 58
4.6. Tanggapan responden mengenai citra perusahaan ................................. 59
4.7. Tanggapan responden mengenai penanganan keluhan........................... 60
4.8. Tanggapan responden mengenai kepuasan............................................. 62
4.9. Tanggapan responden mengenai loyalitas............................................... 63
4.10. Hasil Uji Validitas Instrumen ............................................................... 65
4.11. Nilai Cronbach Alpha dan Tiap Variabel ............................................. 66
4.12. Tabel Multikolonieritas ........................................................................ 68
4.13. Autokorelasi ......................................................................................... 70
4.14. Tabel Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ..................................... 70
4.15. Tabel Hasil Uji F .................................................................................. 72
4.16. Tabel Hasil Uji t ................................................................................... 73
4.17. Tabel Koefesien Determinasi ............................................................... 76
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Kerangka Pemikiran ............................................................................ 34
3.1 Grafik Nilai Kritis Distribusi F ........................................................... 52
3.2 Grafik Nilai Kritis Distribusi t................................................................ 53
4.1 Uji Normalitas ..................................................................................... 67
4.2 Gambar Heteroskedastisitas.................................................................... 69
4.3 Uji F ..................................................................................................... 73
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Penelitian dari UNISNU
Lampiran 2 Surat Penelitian dari Instansi
Lampiran 3 Lembar Kuesioner
Lampiran 4 Hasil Kuesioner
Lampiran 5 Analisis SPSS variabel citra perusahaan
Lampiran 6 Analisis SPSS variabel keluhan pelanggan
Lampiran 7 Analisis SPSS variable kepuasan
Lampiran 8 Analisis SPSS variable loyalitas nasabah
Lampiran 9 Analisis Regresi
xv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi dewasa ini membawa manusia untuk dapat
melakukan segala hal secara instan. Salah satu contoh adalah dalam dunia
komunikasi. Surat menyurat tidaklah lagi menjadi satusatunya jalan untuk
melakukan komunikasi jarak jauh, handphone menjadi pilihan utama, selain
bisa digunakan untuk komunikasi jarak jauh, dapat dibawa kemana-mana,
handphone juga memiliki banyak kegunaan lain. Pemakainya semakin
bertambah luas, boleh dikatakan setiap orang memakainya, seperti
kebutuhan pokok, dengan kondisi semacam ini maka banyak pilihan kartu
SIM Card yang ditawarkan oleh penyedia jaringan telekomunikasi. Kondisi
semacam ini memaksa perusahaan produsen telekomunikasi untuk
melakukan strategi yang tepat untuk mempertahankan produk mereka di
pasaran. Dengan perkembangan jumlah pemakai yang semakin banyak maka
banyak juga muncul perusahaan-perusahaan pendukung dalam bidang ini.
Di Indonesia selain Telkomsel ada pesaing lain yang sejenis, antara
lain Indosat Ooredo dengan produk yang ditawarkan adalah IM3 dan
Mentari, Excelmindo dengan produk yang ditawarkan adalah XL Axiata dan
XL Prioritas, serta Tri (3) dengan produk yang ditawarkan BimaTri. Dengan
adanya persaingan tersebut pihak Telkomsel berusaha untuk tetap menjadi
pilihan utama yang diminati pelanggan (Seluler, 2018).
1
2
Penggunaan ponsel yang marak di masyarakat sekarang ini
menumbuhkan kesan bahwa sarana telekomunikasi berbentuk ponsel ini
sudah tidak lagi dipandang sebagai barang mewah, karena masyarakat sudah
menganggapnya sebagai kebutuhan, tidak hanya ponsel masyarakat juga
memerlukan simcard prabayar maupun pascabayar untuk mendukung
pemanfaatan ponsel. Tidak hanya ponsel dengan begitu banyak kartu
prabayar dan pasca bayar yang dijual beberapa perusahaan pada masyarakat,
memicu persaingan yang kuat antara perusahaan satu dengan yang lain. Di
pihak konsumen, mereka punya banyak pilihan dari berbagai macam produk
mulai dari Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (Prabayar),
kartu AS (Prabayar) dan kartuHALO (Pascabayar) yang memiliki
keutamaan sehingga kebutuhan mereka terpenuhi. Ketatnya persaingan pada
perdagangan kartu selular mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan
pada perkembangan teknologi yang semakin maju agar mampu bersaing
dengan perusahaan lain (Prasetyo, 2019).
Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang
mempunyai lebih dari 178 juta pelanggan dalam satu negara di tahun 2018.
Di Indonesia berdasarkan hasil rekonsiliasi hingga 30 April 2018, jumlah
pelanggan Telkomsel 150 juta, XL Axiata 45 juta pelanggan, Indosat
Ooredoo 34 juta pelanggan, Tri Indonesia 17 juta dan Smartfren 7 juta
(Daon, 2018).
Telkomsel menggelar lebih dari 146.000 BTS (Base Transceiver
Station) yang menjangkau sekitar 97% wilayah populasi di Indonesia.
3
Telkomsel merupakan pemimpin pasar industri telekomunikasi di Indonesia
yang kini dipercayai melayani dari 178 juta pelanggan. Dalam upaya
memandu perkembangan industri telekomunikasi seluler di Indonesia
memasuki era baru layanan mobile broadbrand. Telkomsel secara konsisten
mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+ serta uji
coba teknologi long term evolution (LTE) 4G yang menjadi salah satu
keunggulan dari Telkomsel. Serta Telkomsel dalam pelayanannya didukung
akses call center 24 jam dan 430 pusat layanan yang tersebar di Indonesia
(Seluler, 2018).
Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat
jaringan telepon seluler. Dalam persaingan pangsa pasar pelayanan
telekomunikasi di Indonesia cukup kompetitif. Hal ini dikarenakan potensi
pertumbuhan bisnis seluler sangat tinggi dari 220 juta penduduk Indonesia
pelanggan seluler hanya sekitar 13% saja sehingga medan perebutan
konsumen masih sangat luas. Telkomsel menyatakan bahwa produk yang
ditawarkan juga memiliki keunggulan-keunggulan, yaitu antara lain
keunggulan pelayanan yang diberikan kepada konsumen dengan
menyediakan call center 24 jam untuk menangani permasalahan pelanggan
dan juga Grapari yang disedikan untuk melayani pelayanan langsung,
harapan mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, disamping
memiliki keunggulan dalam hal cangkupan wilayah signal yang kuat
(Seluler, 2018). Namun demikian, juga masih memiliki kekurangan yaitu
mahalnya tarif. Telkomsel mematok harga yang cukup mahal untuk biaya
4
telepon, pengiriman pesan, akses internet dan berbagai layanan lainnya.
Selain itu, dengan adanya pelayanan melalui call center Telkomsel
diharapkan dapat membantu segala permasalahan pelanggan dengan cepat,
tetapi nyatanya respon yang diberikan membutuhkan waktu yang cukup
lama dari yang diharapkan. Hal ini menjadi sumber keluhan pelanggan
pengguna sim card Telkomsel (observasi, pada tanggal 6 April 2021)
Berdasarkan hasil wawancara dari pelanggan kartu Telkomsel
berjenis prabayar/isi ulang pulsa, mengatakan bahwa mereka rata-rata
pernah mencoba menggunakan produk pesaing selain kartu Telkomsel,
dengan alasan terpengaruh oleh harga yang lebih murah namun demikian
kartu Telkomsel tetap digunakan karena nomer yang sudah lama digunakan
dan juga nomer sudah banyak yang mengetahui mulai dari keluarga, kerabat,
dan juga orang terdekat. Sedangkan hasil wawancara dari pelanggan kartu
Telkomsel berjenis pascabayar/bayar bulanan, mengatakan tidak pernah
mengganti produk pesaing selain kartu Telkomsel karena sudah sangat puas
menggunakan layanan yang diberikan oleh Telkomsel meskipun memiliki
tarif yang lebih mahal, Telkomsel juga memberikan fasilitas-fasilitas yang
memudahkan untuk cara pembelian paket serta memberikan layanan
prioritas pada pelanggan pascabayar dengan bebas pulsa menghubungi
layanan call center selama 24 jam.
Hal ini menjadi alasan utama bagi sebuah perusahaan untuk menarik
dan mempertahankan mereka. Tingginya kesetiaan pelanggan sesuai dengan
perilaku pembelian yang biasa diperlihatkan oleh pelanggan yang loyal. Bisa
5
disimpulkan bahwa perilaku pembelian dalam diri seorang pelanggan yang
loyal menunjukkan kesamaan pada empat sifat, yaitu pembelian secara
berulang, pembelian produk dari perusahaan yang sama, anjuran kepada
orang lain untuk menggunakan produk yang sama, serta kecendrungan
mengabaikan produk kompetitor. Upaya pencapaian kesetiaan pelanggan
merupa-kan tujuan pemasaran pada milenium mendatang. Untuk itulah
perusahaan dituntut untuk mampu menjaga keunggulan bersaingnya masing-
masing melalui upaya yang kreatif, inovatif serta efisien, sehingga menjadi
pilihan dari banyak pelanggan yang pada gilirannya nanti diharapkan loyal.
Loyalitas adalah puncak pencapaian pelaku bisnis jasa keuangan.
Anggota yang puas dan setia tidak akan ragu untuk menjadi penyebar kabar
baik yang selalu menyebarkan kebaikan mengenai produk perbankan yang
di konsumsinya. Mereka memiliki kredibilitas yang tinggi, karena tidak di
bayar oleh pihak manapun untuk merekomendasikan produk atau merek
perbankan tersebut. Mempertahankan anggota yang loyal memang harus
mendapatkan prioritas yang utama dari pada mendapatkan anggota baru,
karena untuk mendapatkan anggota baru bukanlah hal yang mudah karena
akan memerlukan biaya yang banyak, maka sangatlah rugi bila perusahaan
melepas anggota yang telah loyal secara begitu saja Martinez and Bosque,
2013).
Loyalitas pelanggan tercipta melalui penanganan terhadap keluhan
(Pungky Octaviani, [Link] 2019). Dalam menjaga loyalitas anggota berbagai
cara dapat dilakukan oleh pihak perbankan untuk mempertahankan kesetiaan
6
anggota yang telah dimiliki, salah satu cara mempertahankan loyalitas
nasabah adalah dengan penanganan keluhan. Penanganan keluhan
merupakan bagian dari kualitas perusahaan dalam melakukan pelayanan,
penanganan keluhan dapat dijadikan tolak ukur oleh perusahaan mengenai
kinerja (Budiarti 2017).
Anggota yang merasa puas terhadap penanganan keluhan akan
kembali lagi kepada perusahaan yang sama (Kotler and Killer 2009).
Anggota yang setia kepada bank merupakan asset penting yang perlu
dipertahankan oleh perusahaan. Oleh sebab itu perlu adanya pemeliharaan
hubungan antara anggota dan perusahaan yaitu dengan menjaga loyalitas
anggota agar tidak berpaling pada lembaga keuangan lainnya.
Menurut (Taufik, 2005) citra lembaga merupakan salah satu harta
yang bernilai sangat tinggi bagi suatu lembaga. Sebab citra merupakan
persepsi masyarakat terhadap suatu lembaga. Baik buruknya lembaga
ditentukan oleh lembaga itu sendiri.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah
kepuasan. Lupiyoadi (2013) menyatakan bahwa dasar bagi loyalitas sejati
terletak pada kepuasan pelanggan. Tjiptono (2012) menyatakan bahwa
kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang
dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan konsumen.
Sebagai institusi jasa, perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi
tidak hanya dituntut untuk memenuhi pelayanan dengan baik, akan tetapi
juga harus mampu bersaing untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
7
dengan memberikan kepuasan pelangganyang terbaik. Tuntutan ini adalah
mutlak agar tercipta sebuah loyalitas konsumen yang kelak akan menjadi
aset yang berharga bagi perusahaan, oleh karena itu diperlukan suatu konsep
berwawasan pelanggan dimana perusahaan telekomunikasi memusatkan
perhatian penuh terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen. Liu et al.
(2014) menyatakan bahwa ada hubungan positif antara peningkatan
kepuasan pelanggan dengan meningkatnya loyalitas pelanggan.
Kelebihan Telkomsel diantaranya: luas jangkauan, kualitas jaringan,
inovasi produk dan layanan, layanan pelanggan yang andal. Telkomsel
memiliki 550 ribu pusat layanan berstandar ISO:9001 versi 2000, berupa
Call Center, GraPARI, GeraiHALO, KiosHALO, Outlet Dealer, dan M-
Kios. (detikinet,2009) serta kekurangan pada Telkomsel adalah tarif yang
dianggap mahal, beberapa orang mundur dari kebiasaan menggunakan kartu
seluler Telkomsel karena harganya yang mahal. Mulai dari pesan, panggilan,
hingga paket internet yang ditawarkan serta beberapa daerah masih kesulitan
dalam mendapatkan signal untuk mengakses layanan dari Telkomsel, dari
berbagai kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki Telkomsel peneliti
tertarik melakukan penelitian loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara.
Tabel 1.1
Research Gap Terhadap Loyalitas Pelanggan
No. Variabel Berpengaruh Tidak berpengaruh
1. Citra Dewa Ayu Putu Eka Kardani dan Ida (Marina Malian,
perusahaan Ayu Putu Widani Sugianingrat 2016)
(2015)
2. Penanganan (Dwi Ayu Suryani, 2017) (Ruth Andita Hayu
Keluhan (Marina Malian, 2016)(Ditta Nur Tejaningtyas, 2015)
Hidayanti, Heni Noviarita, &
Erike Anggraeni, 2020) (Yunita
8
No. Variabel Berpengaruh Tidak berpengaruh
3. Kepuasan (Ruth Andita Hayu Tejaningtyas, Yohandes Rabiqy
pelanggan 2015) (2017)
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu menjelaskan berbagai hasil
penelitian yang berbeda-beda, maka penulis penting melakukan penelitian
kembali apakah akan mendukung atau menolak penelitian terdahulu atas
fenomena yang ada, maka penulis mengambil tema penelitian mengenai
“Pengaruh citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan pelanggan
terhadap loyalitas pelanggan Kartu Telkomsel di Jepara”.
1.2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam suatu penelitian sangat penting karena luasnya
masalah dan keterbatasan kemampuan peneliti. Pembatasan ruang lingkup
ini dimaksudkan agar masalah yang diteliti dapat dianalisa secara seksama
dengan dititikberatkan loyalitas nasabah. Beberapa batasan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian di fokuskan pada pelanggan Telkomsel
2. Lokasi penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah di Telkomsel di
Jepara, dengan menggunakan responden dari pelanggan Telkomsel.
3. Ruang lingkup variabel terikat yang diterliti adalah loyalitas pelanggan
dan variabel bebasnya adalah citra perusahaan, penanganan keluhan
dan kepuasan pelanggan.
4. Waktu penelitian akan dilakukan sampai dengan Mei 2021.
9
1.3. Rumusan Masalah
Bersumber pada hasil-hasil penelitian terdahulu, ditemukan sejumlah
rujukan yang mengarah pada pentingnya mengangkat topik penelitian akan
mekanisme terwujudnya loyalitas pelanggan, pada penelitian ini
dikembangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan pembentukan loyalitas
pelanggan. Beberapa faktor tersebut adalah penanganan citra perusahaan,
penanganan keluhan dan kepuasan pelanggan. Dalam hal ini Telkomsel
sampai sekarang masih belum berhasil dalam menciptakan dan mengelola
loyalitas pelanggan dengan baik hal tersebut bisa dilihat dari adanya
keluhan-keluhan yang dialami pelanggan. Berdasarkan uraian diatas maka
rumusan masalah adalah:
1. Apakah citra perusahaan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan
Telkomsel di Jepara?
2. Apakah penanganan keluhan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan
Telkomsel di Jepara?
3. Apakah kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan
Telkomsel di Jepara?
4. Apakah citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan
pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di
Jepara?
10
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah arah atau sasaran yang ingin dicapai setelah
kegiatan penelitian selesai dilaksanakan. Adapun tujuan penelitian ini
dengan judul pengaruh citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan
pelanggan terhadap loyalitas pelanggan grapari Telkomsel di Jepara adalah:
1. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh citra perusahaan terhadap
loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara.
2. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh penanganan keluhan
terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara.
3. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh kepuasan pelanggan
terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel di Jepara.
4. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh citra perusahaan,
penanganan keluhan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas
pelanggan Telkomsel di Jepara.
1.5. Manfaat Penelitian
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dan
bermanfaat sebagai bahan membentuk konsep-konsep baru tentang ilmu
bidang pemasaran yang berdasarkan fakta khususnya yang berkaitan dengan
perusahaan dibidang jasa adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Sebagai suatu karya ilmiah hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dibidang
11
manajemen pemasaran pada khususnya maupun masyarakat luas
pada umumnya mengenai bagaimana untuk meningkatkan loyalitas
pelanggan.
b. Sebagai bahan acuan untuk mengadakan penelitian tentang masalah
pemasaran dimasa mendatang.
2. Manfaat Praktis
a. Penelitian ini dapat memberikan masukan pada perusahaan dalam
hal meningkatkan dan mempertahankan loyalitas nasabah yang
diukur dari variabel citra perusahaan, penanganan keluhan dan
kepuasan pelanggan.
b. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan, sumbangan
pikiran, dan dari hasil penelitian ini dapat digunakan di Telkomsel
Jepara sebagai dasar pengembangan kualitas dari perusahaan
tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1. Loyalitas
[Link]. Pengertian Loyalitas
Menurut (Kotler K. , 2012), menjelaskan Customer Loyalty
adalah suatu pembelian ulang yang dilakukan oleh seorang
pelanggan karena komitmen pada suatu merek atau perusahaan.
Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu konsumen
yang loyal, antara lain faktor harga, seorang tentu akan memilih
perusahaan atau merek yang menurutnya menyediakan alternative
harga paling murah diantara pilihan-pilihan yang ada. Selain itu juga
ada faktor kebiasaan, seorang yang telah terbiasa menggunakan suatu
merek atau perusahaan tertentu maka kemungkinan untuk berpindah
ke pilihan yang lain akan semakin kecil.
Menurut Griffin dalam (Hurriyati, 2010) “Loyalty is defined
as non random purchase expressed over time by some decision unit”.
Berdasarkan definisi tersebut dapat di jelaskan bahwa loyalitas lebih
mengacu pada wujud perilaku dari unit-unit pengambilan keputusan
untuk melakukan pembelian secara terus-menerus terhadap barang
atau jasa suatu perusahaan yang dipilih. Selanjutnya menurut Griffin
dalam (Hurriyati, 2010) mengemukakan keuntungan-keuntungan
12
13
yang akan diperoleh perusahaan apabila memiliki nasabah yang loyal
antara lain dapat mengurangi biaya pemasaran (karena biaya untuk
menarik nasabah yang baru lebih mahal), mengurangi biaya
transaksi, mengurangi biaya turn over konsumen (karena pergantian
konsumen yang lebih sedikit), meningkatkan penjualan silang, yang
akan memperbesar pangsa pasar perusahaan, mendorong word-of-
mouth yang lebih positif, dengan asumsi bahwa nasabah yang loyal
juga berarti mereka yang merasa puas, mengurangi biaya kegagalan
(seperti biaya penggantian, dll). Selanjutnya kepuasan nasabah pada
gilirannya akan dapat menciptakan hubungan berlanjut antara
nasabah dengan bank dalam wujud adanya transaksi berulang atau
loyalitas (Sumadi & Soliha, 2015)
[Link]. Indikator Loyalitas
Loyalitas Menurut Zeitahml dalam (Sumadi & Soliha, 2015)
menyebutkan bahwa menciptakan loyalitas yang besar. Indikatornya
sebagai berikut:
1. Mengatakan hal-hal positif, memberikan informasi dengan
cara yang baik tentang layanan dalam bentuk ulasan, cerita atau
pengalaman.
2. Merekomendasikan perusahaan, adalah dengan memberikan
rekomendasi tentang pengalaman pelayanan yang baik kepada
teman-teman sehingga mereka ingin bergabung dengan kami.
14
3. Tetap setia kepada perusahaan, adalah pembelian berkelanjutan
yang dilakukan oleh konsumen karena loyalitas mereka.
4. Membelanjakan lebih banyak dengan perusahaan, adalah
kegiatan untuk melaksanakan lebih banyak dengan usaha pada
maa mendatang.
5. Membayar harga premium, sedang mempertimbangkan
perusahaan sebagai pilihan pertama ketika melakukan
pembelian dengan harapan mendapatkan harga terendah.
6. Pelanggan yang sangat puas dengan layanan akan menjadi
pelanggan setia, melakukan pembelian kembali, berbicara
tentang produk bagus dari perusahaan itu, kurang memberi
perhatian pada perusahaan lain, dan menawarkan produk
kepada orang-orang. Itulah karakter konsumen yang loyal
kepada perusahaan.
2.1.2. Citra Perusahaan
[Link]. Pengertian Citra Perusahaan
Citra perusahaan menurut Kotler & Keller (2012) adalah citra
merupakan seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh
seseorang terhadap suatu objek. Kualitas Pelayanan dan Citra
Perusahaan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan
pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan
perusahaan. Dalam jangka panjang, ikatan seperti ini memungkinkan
perusahaan untuk memahami seksama harapan pelanggan serta
15
kebutuhannya. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan
kepuasan pelanggan di mana perusahaan memaksimumkan
pengalaman pelanggan yang kurang menyenangkan. Citra
perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi
bukan citra atas produk dan pelayanann saja (Soemirat &Ardianto,
2007).
Citra adalah apa yang dipikirkan konsumen tentang suatu
produk. Keinginan sebuah perusahaan untuk mempunyai citra yang
baik di benak konsumen merupakan sasaran awal dari
perusahaanyang perlu dilaksanakan. Alma (2002) (cited in Rahyuda,
2011) menyatakan bahwa citra didenifisikan sebagai kesan yang
diperoleh sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman seseorang
tentang sesuatu, berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa citra menunjukan kesan pada suatu obyek
terhadap obyek lain yang terbentuk dengan kesan-kesan atribut
individual, dan juga keseluruhan peran serta fungsi dari perusahaan.
Weiwei (2007) citra perusahaan merupakan campuran dari
aspek fungsional dan emosional yaitu pengalaman terdahulu antara
konsumen dengan perusahaan misalnya iklan, getok tular, harapan
akan datang yang berpengaruh positif secara langsung pada kepuasan
konsumen. Jika konsumen pernah mendapatkan pengalaman baik
dengan perusahaan, maka kepuasannya akan meningkat. Sebaliknya
16
ketika pernah terjadi pengalaman buruk, maka kepuasan juga akan
menurun.
Citra perusahaan digambarkan sebagai kesan keseluruhan
yang dibuat dalam pikiran masyarakat tentang suatu organisasi
(Kotler & Keler, 2012). Citra perusahaan adalah citra dari suatu
organisasi secara keseluruhan, jadi bukan citra atas produk dan
pelayanan saja (Soemirat & Ardianto,2007) Menurut Shirley
Harrison (2005) (cited in Kardani & Sugianingrat, 2016) terdapat
empat faktor yang dapat mempengaruhi citra perusahaan yaitu:
1. Kepribadian (Personality) merupakan keseluruhan karakteristik
perusahaan yang dipahami publik sasaran seperti perusahaan
yang dapat dipercaya, perusahaan yang mempunyai tanggung
jawab sosial.
2. Reputasi (Reputation) merupakan hal yang telah dilakukan
perusahaan dan diyakini publik sasaran berdasarkan pengalaman
sendiri maupun pihak lain seperti kinerja keamanan transaksi
sebuah bank.
3. Nilai (Value) Merupakan nilai-nilai yang dimiliki suatu
perusahaan dengan kata lain budaya perusahaan seperti sikap
manajemen yang peduli terhadap pelanggan, karyawan yang
cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan pelanggan.
17
4. Identitas Perusahaan (Corparete Indentity) Merupakan
komponen- komponen yang mempermudah pengenalan publik
sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna dan slogan.
[Link]. Komponen Utama Citra Perusahaan
Chiu & Hsu (2010) membagi citra perusahaan menjadi tiga
bagian utama yang penting bagi konsumen, yaitu:
1. Citra institusi yaitu sikap konsumen secara umum terhadap
perusahaan, diantaranya:
a. Citra perusahaan yaitu kesan yang terbentuk dari persepsi
dimana perusahaan dan seluruh aktivitas sosialnya
dipandang sebagai bagian dari masyarakat.
b. Citra toko yaitu dimana konsumen membuat penilaian
tentang perusahaan dari pengalaman mereka tentang produk
dan pelayanannya.
2. Citra fungsional yaitu citra yang terbentuk melalui aktivitas
operasional yang dilakukan oleh manajemen perusahaan,
diantaranya:
a. Citra pelayanan yaitu persepsi konsumen tentang pelayanan
yang diberikan oleh perusahaan.
b. Citra harga yaitu kesan konsumen mengenai harga dari
produk atau jasa, diskon yang diberikan dan kualitas yang
ditawarkan oleh perusahaan.
18
c. Citra promosional yaitu persepsi konsumen mengenai
metode promosi yang dijalankan oleh perusahaan.
3. Citra komoditas yaitu persepsi konsumen mengenai produk
yang ditawarkan oleh perusahaan, diantaranya:
a. Citra produk yaitu persepsi konsumen mengenai produk,
penerapan dan kualitas produk.
b. Citra merek yaitu persepsi konsumen mengenai nama merek
perusahaan.
c. Citra lini merek yaitu persepsi konsumen mengenai desain
merek, pengemasan dan atribut produk.
Menurut Kandampully & Hu (2007) dalam Adb-el-Salam et
al. (2010) bahwa citra perusahaan terdiri dari dua komponen utama
yaitu:
1. Fungsional, dimana karakteristik dari citra perusahaan yang
dapat diukur dan dievaluasi dengan mudah.
2. Emosional, misalnya perasaan, perilaku dan keyakinan seseorang
terhadap perusahaan. Komponen ini adalah hasil dari
pengalaman terakumulasi yang dimiliki oleh konsumen seiring
berlalunya waktu dengan perusahaan.
[Link]. Indikator Citra Perusahaan
Citra perusahaan merupakan seperangkat keyakinan, ide, dan
kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek Kotler &
19
Keller (2012). Indikator variabel citra perusahaan dalam (Iman 2007)
adalah:
1. Kepribadian (Personality)
2. Reputasi (Reputation)
3. Nilai (Value)
4. Identitas perusahaan (Corporate Identity)
2.1.3. Penanganan Keluhan
[Link]. Pengertian Penanganan Keluhan
Komplain atau keluhan adalah sebuah aksi yang dilakukan
oleh seseorang, yang didalamnya termasuk mengkomunikasikan
sesuatu yang negatif terhadap produk atau pelayanan yang dibuat
atau dipasarkan. Menurut Rusady keluhan pelanggan merupakan
ungkapan dari ketidakpuasan yang dirasakan oleh konsumen.
Keluhan pelanggan adalah hal yang tidak dapat diabaikan karena
dengan mengabaikan hal tersebut akan membuat konsumen merasa
tidak diperhatikan dan pada akhirnya enggan perusahaan akan
ditinggalkan oleh konsumen (Ruslan, 2003)
Menurut Ndubisi dalam (Maulidi & Ainur, 2013),
penanganan masalah kemampuan lembaga untuk menghindari
potensi konflik, memecahkan konflik nyata sebelum timbul masalah
kembali dan mendiskusikan solusinya secara terbuka ketika ada
masalah yang timbul. Masalah merupakan hal yang paling dihindari
20
seorang pelanggan apabila ingin menggunakan produk dan layanan
suatu lembaga.
Penanganan keluhan pelanggan adalah salah satu contoh
komunikasi antara organisasi bisnis dan pelanggan, baik itu kritik,
masukan, saran atau keluhan yang dirasakan oleh pelanggan.
Organisasi bisnis dituntut untuk memberikan jawaban atas keluhan
pelanggan baik secara tertulis maupun secara langsung menghubungi
pelanggan. Hal tersebut guna menanggulangi kesalahpahaman
(misunderstanding) dalam penerimaan informasi yang akan
berdampak pada ketidaknyamanan diantara kedua belah pihak.
Menurut Tjiptono (2005) pengertian keluhan adalah Secara
sederhana, keluhan bisa diartikan sebagai ungkapan ketidakpuasan
atau kekecewaan. Organisasi bisa mengumpulkan keluhan pelanggan
melalui sejumlah cara, diantaranya kotak saran, formulir keluhan
pelanggan, saluran relepon khusus, website, kartu komentar, survei
kepuasan pelanggan dan customer exit surveys. Situasi ini dikenal
dengan istilah “Recovery Paradox”. Berdasarkan berbagai riset
psikologi konsumen, keluhan bisa dibedakan menjadi dua tipe
instrumental complaints dan non-istrumental complaints.
Instrumental complaints merupakan keluhan yang
diungkapkan dengan tujuan mengubah situasi atau keadaan yang
tidak diinginkan. Pelanggan yang mengeluh bisa merupakan
tambang emas keberhasilan tapi juga sebagai awal dari malapetaka
21
dimasa mendatang. Hal ini sangat tergantung dari bagaimana
perusahaan menghargai saat kontak dengan pelanggan.
(Leboeuf,1992:176).
Ada tiga alasan utama yang menyebabkan program keluhan
pelanggan memberikan keuntungan yang besar:
1. Keluhan memperlihatkan bidang-bidang yang membutuhkan
perbaikan.
2. Keluhan merupakan kesempatan kedua untuk memberikan
pelayanan dan kepuasan kepada pelanggan yang kecewa
3. Keluhan merupakan suatu peluang untuk memperkuat loyalitas
pelanggan. (Leboeuf,1992:174-175).
[Link]. Manajemen Komplain
Manajemen Komplain merupakan sebuah ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang metode atau strategi dalam menangani dan
mengelola keluhan konsumen untuk menciptakan keuntungan yang
diperoleh dari berbagai faktor lainnya sehingga terbentuk model
ekonomi yang efisien dan sekaligus mengetahui apakah investasi
yang dilakukan perusahaan selama ini telah berhasil atau tidak.
Menurut Tjiptono (2012) mengemukakan Manajemen
Komplain adalah bentuk penanganan atau penataan, pengaturan yang
dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menyelesaikan atau
mengatasi sanggahan atau reaksi ketidakpuasan atau ketidaksetujuan
konsumen terhadap kegiatan fungsi manajemen yang dilakukan tidak
22
efisien dan efektif oleh perusahaan tersebut. Berbagai metode yang
dipakai untuk mengatasi keluhan adalah untuk memberikan kepuasan
yang optimal kepada konsumen, meningkatkan loyalitas konsumen,
terhadap jasa perusahaan dalam manajemen komplain adalah
bagaimana mengubah keluhan dan kritikan konsumen menjadi
informasi yang berharga bagi perusahaan sehingga dapat
meningkatkan kepuasan serta menciptakan loyalitas konsumen.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen
komplain merupakan suatu cara atau strategi yang digunakan oleh pihak
perusahaan dalam menangani keluhan konsumen, yaitu dengan
memandang bahwa keluhan konsumen merupakan suatu
kesempatanbagi pihak perusahaan untuk dapat mempertahankan
konsumen tersebut melalui proses penanganan keluhan yang efektif dan
dapat menjadikan informasi yang berasal dari keluhan konsumen
tersebut sebagai suatu landasan dalam mengembangkan kegiatan usaha
perusahaan selanjutnya.
[Link]. Indikator Penanganan Keluhan
Penanganan Keluhan merupakan Menunjukkan penanganan
komplain yang diukur dari kemampuan dan kemauan perusahaan
untuk melakukan penanganan secara cepat atas setiap komplain yang
masuk dari nasabah. (Ruth Andita Hayu Tejaningtyas, 2015)
Indikator yaitu:
1. Kecepatan penanganan komplain
2. Penyelesaian masalah secara memuaskan
23
3. Kemudahan prosedur pengajuan komplain
2.1.4. Kepuasan Pelanggan
[Link]. Pengertian Kepuasan Pelanggan
Kotler mengatakan (Rahmawati & Hudayatin, 2013).
pelanggan adalah pihak atau konsumen yang berhak memberikan
peilaian terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, kosumen akan
membeli produk dari perusahaaan yang mereka anggap memberikan
kepuasan tinggi.
Tjiptono (2012) menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan
merupakan situasi yang ditunjukkan oleh pelanggan ketika mereka
menyadari bahwa kebutuhan dan keinginannya sesuai dengan yang
diharapkan serta terpenuhi secara baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan pelanggan baik senang
ataupun sedih yang timbul setelah pelanggan membandingkan
kualitas dari produk atau jasa yang dipergunakannya dengan apa yang
diharapkannya
Saat ini konsumen mengutarakan mendapatnya atau persepsi
terhadap suatu produk atau jasa melalui tingkat kepuasan. Semakin
tinggi kepuasan yang dirasakan konsumen maka semakin tinggi pula
keuntungan yang didapat perusahaan, karena biasanya konsumen
akan melakukan pemakaian ulang atau menggunakan produk secara
terus menerus terhadap produk atau jasa. Semua itu adalah harapan
24
dari perusahaan karena pada dasarnya tujuan perusahaan adalah
menciptakan rasa puas dari konsumen.
Kepuasan pelanggan menurut Park dalam Normasari et al.,
(2013) kepuasan konsumen merupakan suatu ungkapan perasaan
sebagai respon terhadap barang atau jasa. Kepuasan pelanggan juga
dapat diartikan sebagai perbandingan dari layanan atau hasil yang
dirasakan konsumen atau hasil yang diterima konsumen, dengan
harapan bahwa kualitas layanan atau hasil yang diterima melebihi
harapan dari konsumen. Sedangkan menurut Kotler dalam (Sondakh,
2015) kepuasan pelanggan adalah anggapan kinerja produk akan
sesuai dengan harapan seorang konsumen. Bila kinerja SDM dibawah
harappan konsumen maka konsumen tidak puas dan konsumen akan
meningalkan produk tersebut, sebaliknya jika konsumen merasa puas
maka konsumen akan senang dan konsumen tersebut akan mengajak
rekannya untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa.
Sondakh (2015) menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan
dibagi menjadi lima bagian, yaitu:
1. Expectation (Pengharapan)
Sebelum seorang konsumen melakukan pembelian barang
atau jasa, pasti konsumen mempunyai harapan atau dibenaknya
sudah ada sebuah expektasi, harapan jika konsumen memakai
produk tersebut pasti dia mendapatkan apa yang sudah ia
harapkan.
25
2. Performance (Kinerja)
Jika konsumen melakukan pembelian produk pasti akan
merasakan atau mengalami pelayanan atas kinerja yang
dilakukan oleh pegawai, setelah itu konsumen bisa menilai
bagaimana kinerja karyawan tersebut.
3. Compararison (Membandingkan)
Konsumen sebagai pelaku pasar atau pelanggan
melakukan pembandingan antara harapan dengan kenyataan
setelah konsumen membeli produk atau jasa tersebut berdasarkan
pengalamanyang konsumen alami.
4. Confirmation/disconfiremation (Konfirmasi/Dikonfirmasi)
Pada tahap ini konsumen menyimpulkan atas
perbandingannya tadi apakah pelayanannya sesuai harapan atau
tidak jika kinerja produk atau jasa sesuai harapan konsumen akan
mengalami Confirmation of expextation, tetapi jika kinerja
produk atau jasa yang dibberikan tidak sesuai dengan harapan
konsumen, maka konsumen akan mengalami disconfiremation of
expextation.
5. Discrepancy (ketidaksesuaian)
Pada tahap ini konsumen merasa tidak puas atas kinerja
produk atau jasa hal ini bisa dirasakan konsumen karena
konsumen mungkin mengalami pelayanan kinerja yang kurang
26
maksimal, hal ini akan mendorong konsumen untuk berpindah ke
produk lain.
[Link]. Faktor Yang Menentukan Tingkat Kepuasan
Terdapat empat faktor utama yang harus diperhatikan dan
diutamakan sebuah organisasi atau perusahaan dalam menentukan
tingkat kepuasan pelanggan memurut Lupiyoadi dalam Rahmawati
& Hudayatin (2014), yaitu:
1. Kulitas produk atau jasa
Pelanggan akan merasa puas apabila hasil evaluasi
mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan
berkualitas. Konsumen menuntut produk yang berkualitas yang
sesuai dengan pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh
produk tersebut.
2. Kualitas pelayanan
Seorang konsumen akan merasa puas dengan produk atau
jasa yang diberikan apabila sesuai dengan apa yang konsumen
harapkan dan sesuai dengan apa yang mereka keluarkan,
konsumen pintar menuntut perusahaan untuk memberikan
pelayanan yang baik, konsumen yang puas kemungkinan besar
akan memberikan persepsi positif terhadap produk perusahaan.
3. Emosional
Konsumen akan merasa dihargai dan mendapatkan
keyakinan bahwa dia merasa bangga karena menggunakan
27
produk tersebut. Kepuasan yang diperoleh, bukan karena kualitas
dari produk tersebut melainkan dari nilai sosial yang membuat
konsumen menjadi puas terhap merek tertentu.
4. Metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan
Ada empat metode yang sering digunakan untuk
mengukur kepuasan konsumen (Tjiptono, 2014), antara lain:
a. Sistem Keluhan Dan Saran (System Complaints and
Suggestions)
Yaitu salah satu fasilitas konsumen yang diberikan
perusahaan, misalnya dengan menyediakan kotak saran dan
menerima keluhan yang dialami konsumen. Terkadang
perusahaan memberikan amplop yang tertulis alamat dan
nama perusahaan digunakan untuk memyampaikan kritik dan
saran konsumen, ini dilakukan perusahaan agar perusahaan
dapat memenuhi keinginan konsumen dan dijadikan sebagai
motivasi perusahaan untuk lebih maju.
b. Survei Kepuasan Anggota (Customer Satisfaction Survey)
Dalam hal ini perusahaan melakukan survey atas
produk dan jasa untuk mendapatkan suara atau komentar dari
konsumen survey ini dapat dilakukan dengan cara telepon
atau wawancara, melalui kotas kritik dan saran, konsumen
diminyta untuk mengisi kuesionar atau angket.
c. Analisa Anggota Yang Hilang (Lost Customer Analysis)
28
Konsumen yang pergi dihubungi kembali, mereka
diminta memberikan alasan mengapa mereka berpindah
keproduk lain. Dengan cara seperti ini perusahaan dapet
mengetahui alasan kenapa konsumen berpindan ke produk
lain dan akan memperbaiki kinerja perusahaan agar tidak ada
lagi konsumen yang pergi.
d. Ghosh shoping
Suatu metode yang dogunakan untuk melakukan
pengukuran mengenai kepuasan pelanggan yaitu dengan cara
mempekerjakan beberapa orang sebagai ghost shoppers
untuk berperan sebagai pelanggan potensial jasa perusahaan
dan pesaing. Para ghosh shopping diminta melaporkan
berbagai hal-hal penting berdasarkan yang dia lakukan
mengenai kelebihan dan kelemahan jasa perusahaan
dibandingkan para pesaing. Para ghost shoppers’ juga dapat
mengnganalisis strategi sebuah perusahaan.
Beberapa penelitian menunjukkan ada tiga aspek yang
penting yang perlu ditelaah dalam pengukuran kepuasan pelanggan
dalam (Tjiptono, 2014):
1. Kepuasan general atau keseluruhan (overall satusvaction)
Sebuah cara yang paling sederhana untuk mengetahui
seberapa besar kepuasan pelanggan adalah dengan bertanya
langsung kepada pelanggan seberapa puas pelanggan dengan
29
produk atau jasa tertentu. Biasanya menggunakan dua langkah
dalam proses pengukuran kepuasan. Pertama, dengan mengukur
tingkat kepuasan pelanggan atas terhadap produk atau jasa
perusahaan. Kedua melakukan penilaian dan perbandingan
dengan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh terhadap
produk atau jasa.
2. Konfirmasi harapan (convirmation of expectations)
Yaitu jika sebuah kinerja atas pelayanan sama dengan
harapan. Hal ini terjadi jika sebuah merek, jasa, pelayanan
sebuah perusahaan menyamai atau sama dengan harapan kinerja
yang rendah, sehingga hasilnya bukan kepuasan dan bukan pula
ketidakpuasan. Richard L Oliver dalam (Tjiptono, 2014)
menggunakan istilah non-satisfaction untuk menggambarkan
keadaan semacam ini, dimana seorang pelanggan tidak kecewa
dan tidak akan melakukan komplain ke perusahaan.
3. Perbandingan situasi ideal (comparison of ideal)
Yaitu kinerja produk dibandingkan dengan produk ideal
menurut persepsi pelanggan, sebuah perbandingan yang di
lakukan konsumen mengenai kinerja produk dengan produk ideal
berdasarkan perbandingan ini merupakan penentu minat
konsuman menggunakan produk tersebut.
30
[Link]. Indikator Kepuasan Pelanggan
Menurut teori Kotler dalam Suwardi (2011), indikator
kepuasan konsumen dapat dilihat dari:
1. Re-purchase (membeli ulang)
2. Menciptakan Word-of-Mouth
3. Menciptakan citra merek
4. Menciptakan keputusan pembelian pada perusahaan yang
sama
2.2. Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya sangat penting untuk
diungkapkan karena dapat dipakai sebagai bahan acuan dan pertimbangan serta
informasi dalam penelitian. Berikut daftar penelitian terdahulu:
Tabel 2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu
No Judul, Nama Variabel Hasil
(Tahun)
1. Kepercayaan, Variabel 1. Kepercayaan tidak
komitmen, Dependen: berpengaruh terhadap
komunikasi, Loyalitas loyalitas nasabah Bank BCA
penanganan konflik, Nasabah 2. Komitmen tidak berpengaruh
dan Perannnya terhadap loyalitas nasabah
terhadap kepuasan Variabel Bank BCA
terhadap loyalitas Independen: 3. Komunikasi tidak
nasabah Bank BCA di Kepercayaan, berpengaruh terhadap
Surabaya, (Yunita komitmen, loyalitas nasabah Bank BCA
Arum Safitri, 2011) komunikasi, 4. Penanganan konflik
penanganan berpengaruh positif terhadap
konflik, dan loyalitas nasabah Bank BCA
Perannnya Kepuasan berpengaruh positif
terhadap loyalitas nasabah Bank
BCA
31
No Judul, Nama Variabel Hasil
(Tahun)
2. Pengaruh kualitas Variabel 1. Kualitas pelayanan
pelayanan, Dependen: berpengaruh positif dan
penanganan komplain Loyalitas signifikan pada kepuasan
dan citra perusahaan Nasabah nasabah.
terhadap loyalitas 2. Penanganan komplain
nasabah Variabel
dengan berpengaruh positif dan
kepuasan Independen:
nasabah signifikan pada kepuasan
sebagai kualitas
variabel nasabah.
mediasi (studi pada pelayanan, 3. Citra perusahaan
PT. Aia Financial penanganan berpengaruh positif dan
Cabang komplain dan
Surakarta), signifikan pada kepuasan
(Ruth Andita Hayu citra perusahaan nasabah.
Tejaningtyas, 2015) 4. Kualitas pelayanan
berpengaruh positif namun
tidak signifikan pada
loyalitas nasabah.
5. Penanganan komplain
berpengaruh positif namun
tidak signifikan pada
loyalitas nasabah.
6. Citra perusahaan
berpengaruh positif namun
tidak signifikan pada
loyalitas nasabah
7. Kepuasan nasabah
berpengaruh positif dan
signifikan pada loyalitas
nasabah
8. Kepuasan nasabah
memediasi pengaruh kualitas
pelayanan, penanganan
komplain dan citra
perusahaan pada loyalitas
nasabah
3. Pengaruh Kualitas Variabel 1. Kualitas pelayanan
Pelayanan, Dependen: berpengaruh terhadap
Penanganan Loyalitas loyalitas nasabah,
Komplain, Citra Dan Nasabah 2. Penanganan komplain
32
No Judul, Nama Variabel Hasil
(Tahun)
Kepuasan Terhadap berpengaruh terhadap
Bank Bri Unit Kebun Variabel loyalitas nasabah,
Bunga Palembang, Independen: 3. Citra tidak berpengaruh
(Marina Malian, 2016) Kualitas terhadap loyalitas nasabah,
pelayanan, 4. kepuasan berpengaruh
penanganan terhadap loyalitas nasabah,
komplain, citra,
dan kepuasan
4. Pengaruh Relationship Variabel 1. Relationship Marketing
Marketing Dan Dependen: memiliki pengaruh secara
Kualitas Layanan Kepuasan dan langsung terhadap Loyalitas
Terhadap Kepuasan Loyalitas Nasabah Bank Sinarmas
Dan Loyalitas Nasabah Kantor Cabang Padang.
Nasabah 2. Kualitas layanan Bank
(Studi Pada Nasabah Variabel Sinaramas Kantor Cabang
Funding Bank Independen: Padang berpengaruh positif
Sinarmas Kantor Relationship terhadap Loyalitas Nasabah
Cabang Padang) Marketing Dan melalui Kepuasan Nasabah.
(Ubaidillah, Fatchur Kualitas
Rohman, Rofiaty, 2017) Layanan
5. Pengaruh penanganan Variabel 1. Penanganan keluhan
keluhan, kepercayaan, Dependen: berpengaruh signifikan
dan Loyalitas terhadap loyalitas anggota.
Kepuasan terhadap anggota 2. Kepercayaan berpengaruh
loyalitas anggota signifikan terhadap loyalitas
koperasi Wanita Variabel anggota.
(KOPWAN) Independen: 3. Kepuasan berpengaruh
“sejahtera” desa penanganan signifikan terhadap loyalitas
gayam kecamatan keluhan, anggota.
Gurah, (Dwi Ayu kepercayaan,
Suryani, 2017) dan Kepuasan
6. Analisis Penanganan Variabel Penanganan keluhan dapat
Keluhan terhadap Dependen: mempengaruhi loyalitas nasabah
Loyalitas Nasabah Loyalitas pada BPRS Propinsi Lampung
pada PT. BPRS se- Nasabah
Provinsi Lampung,
(Ditta Nur Hidayanti, Variabel
Heni Noviarita, & Independen:
33
No Judul, Nama Variabel Hasil
(Tahun)
Penanganan
Keluhan
7. Pengaruh kualitas Variabel 1. Kualitas pelayanan terhadap
pelayanan dan Dependen: loyalitas pelanggan sebesar
kepuasan Pelanggan Loyalitas 34,5%
terhadap loyalitas pelanggan 2. Kepuasan pelanggan terhadap
pelanggan (Studi loyalitas pelanggan sebesar
Kasus pada Toko Variabel 61,6%
Cabang Mufin Independen:
Wilayah Bandung Kualitas
Timur), Desan pelayanan dan
Henriawan (2015) kepuasan
Pelanggan
Sumber: Desan Henriawan (2015)(Yunita Arum Safitri, 2011) (Ruth
Andita Hayu Tejaningtyas, 2015) (Marina Malian, 2016) (Ubaidillah, Fatchur
Rohman, Rofiaty, 2017) (Dwi Ayu Suryani, 2017) (Ditta Nur Hidayanti, Heni
Noviarita, & Erike Anggraeni, 2020)
2.3. Kerangka Penelitian Teoritis (KPT)
Model penelitian yang akan di kembangkan pada penelitian ini mengacu
pada latar belakang, rumusan masalah, dan telaah pustaka yang telah di uraikan
pada sub bab sebelumnya, maka dibuat gambar model penelitian sebagai berikut:
34
Citra Perusahaan
(X1)
H1
H2
Penanganan
keluhan (X2) Loyalitas pelanggan
(Y)
H3
Kepuasan (X3)
H4
Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran
Keterangan:
: Uji secara parsial
: Uji secara simultan
2.4. Perumusan Hipotesis
Pengembangan hipotesis akan menjelaskan hipotesis penelitian, sebagai
bagian yang akan diuji dan dibuktikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh citra perusahaan terhadap loyalitas pelanggan
Citra Perusahaan merupakan kesan suatu obyek terhadap obyek lain
yang terbentuk dengan memproses informasi setiap waktu dari berbagai
sumber terpercaya. Upaya perusahaan sebagai sumber informasi terbentuknya
citra perusahaan memerlukan keberadaan secara lengkap. Informasi yang
lengkap dimaksudkan sebagai informasi yang dapat menjawab kebutuhan dan
keinginan obyek sasaran hasil citra perusahaan dapat menjadi informasi
35
ekstrinsik petunjuk bagi nasabah, berdasarkan penelitian terdahulu Sari (2017)
menjelaskan bahwa citra perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap
loyalitas pelanggan serta Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian yang
telah dilakukan oleh Nifita (2010) yang menjelaskan Citra BCA berpengaruh
terhadap loyalitas nasabah dan Safitri et al., (2016) menjelaskan bahwa citra
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan sehinggan
hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H1: Diduga citra perusahaan berpengaruh signifikan terhadap terhadap
loyalitas pelanggan
2. Pengaruh penanganan keluhan terhadap loyalitas pelanggan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas anggota atau pelanggan
adalah penanganan keluhan. Dalam memenuhi keinginan dan harapan
pelanggan, koperasi harus mampu mengatasi keluhan dengan memberikan
informasi secara ramah dan baik. Hal ini membantu saat menangani suatu
masalah atau konflik dalam proses simpan pinjam. Dengan demikian,
penanganan keluhan dapat dijadikan kesempatan mempererat hubungan dan
menciptakan loyalitas.
Berdasarkan penelitian terdahulu (Suryani, 2017) menjelaskan bahwa
Penanganan keluhan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota, begitu
juga dengan (Marina Malian, 2016) menjelaskan bahwa Penanganan komplain
berpengaruh terhadap loyalitas nasabah, senada dengan itu (Hidayanti et al.,
2020) menjelaskan bahwa Penanganan keluhan dapat mempengaruhi loyalitas
nasabah pada BPRS Propinsi Lampung dan (Safitri, 2011) menjelaskan bahwa
36
Penanganan konflik berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah, sehingga
hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H2: Diduga penanganan keluhan berpengaruh positif signifikan terhadap
loyalitas pelangan
3. Pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pelanggan.
Menurut Kotler dalam (Sondakh, 2015) kepuasan pelanggan adalah
anggapan kinerja produk akan sesuai dengan harapan seorang konsumen. Bila
kinerja SDM dibawah harappan konsumen maka konsumen tidak puas dan
konsumen akan meningalkan produk tersebut, sebaliknya jika konsumen
merasa puas maka konsumen akan senang dan konsumen tersebut akan
mengajak rekannya untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa.
Penelitian terdahulu Dwi Ayu Suryani (2017) menjelaskan bahwa
Kepuasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota serta
Desan Henriawan (2015) menjelaskan Kepuasan pelanggan terhadap loyalitas
pelanggan sebesar 61,6% sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H3: Diduga kepuasan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap
loyalitas pelangan
4. Pengaruh citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan terhadap
loyalitas pelanggan.
Setia tidaknya konsumen pada suatu produk/jasa dapat dilihat dari
sikapnya. Seberapa kuat citra perusahaan tertanam dalam benak atau ingatan
konsumen berpengaruh terhadap perilaku atau sikap pelanggan selanjutnya,
jika citra dari sebuah perusahaan baik maka pelanggan akan memiliki rasa
37
kebanggan menjadi pengguna dari produk atau jasa tersebut. Penanganan
keluhan merupakan bagian dari kualitas perusahaan dalam melakukan
pelayanan, penanganan keluhan dapat dijadikan tolak ukur oleh perusahaan
mengenai kinerja serta kepuasan pelanggan sebagai tingkat perasaan
seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara kenyataan dan harapan yang
diterima dari sebuah produk atau jasa. Jika jasa yang dipersepsikan kinerjanya
lebih rendah dari yang diharapkan, maka konsumen akan merasa kecewa.
Berdasarkan penelitian terdahulu (Suryani, 2017) menjelaskan bahwa
Penanganan keluhan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota, begitu
juga dengan (Marina Malian, 2016) menjelaskan bahwa Penanganan komplain
berpengaruh terhadap loyalitas nasabah. Dwi Ayu Suryani (2017) menjelaskan
bahwa Kepuasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota
serta Desan Henriawan (2015) menjelaskan Kepuasan pelanggan terhadap
loyalitas pelanggan, sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H4: Diduga citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan
berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Dalam suatu penelitian seorang peneliti harus menggunakan jenis
penelitian yang tepat. Hal ini dimaksud agar peneliti dapat memperoleh
gambaran yang jelas mengenai masalah yang dihadapi serta langkah-
langkah yang digunakan dalam mengatasi masalah tersebut. Adapun jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu jenis penelitian yang pada
dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini
berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman
peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi
permasalahan permasalahan beserta pemecahannya yang diajukan untuk
memperoleh pembenaran (verifikasi) atau penilaian dalam bentuk dukungan
data empiris di lapangan.
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan juga sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data
menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan (Sugiyono, 2016).
38
39
3.2. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
3.2.1. Variabel Penelitian
Variabel adalah fenomena yang bervariasi dalam bentuk, kualitas,
mutu dan standar. (Bungin, 2014). Dari keterangan diatas maka yang
dimaksud variabel adalah sesuatu yang menjadi titik perhatian suatu
penelitian. Dalam penulisan skripsi ini memiliki dua variabel yaitu:
1. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) Sugiyono
(2010). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra perusahaan,
penanganan keluhan dan kepuasan pelanggan.
2. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas Sugiyono (2010). Variabel terikat
dalam penelitian ini adalah loyalitas pelanggan Grapari Telkomsel di
Jepara.
3.2.2. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel (yang
diungkap dalam definisi konsep) tersebut, secara operasional, secara praktik,
secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel
terikat. Berikut ini adalah variabel dalam penelitian:
40
Tabel 3.1.
Definisi Operasional
Variabel Definisi Indikator
Citra perusahaan merupakan 1. Kepribadian
perusahaan seperangkat keyakinan, ide, dan (Personality)
kesan yang dimiliki oleh 2. Reputasi (Reputation)
seseorang terhadap suatu objek 3. Nilai (Value)
perusahaan merupakan 4. Identitas perusahaan
seperangkat keyakinan, ide, dan (Corporate Identity)
kesan yang dimiliki oleh
seseorang terhadap suatu objek
(Kotler & Keller,2012).
Penanganan Penanganan masalah kemampuan 1. Kecepatan penanganan
keluhan bank untuk menghindari potensi komplain
konflik, memecahkan konflik 2. Penyelesaian masalah
secara memuaskan,
nyata sebelum timbul masalah
3. Kemudahan prosedur
kembali dan mendiskusikan pengajuan komplain
solusinya secara terbuka ketika
ada masalah yang timbul.
(Ndubisi, 2007) dalam (Maulidi &
Ainur, 2013),
Kepuasan Kepuasan pelanggan merupakan 1. Re-purchase
pelanggan situasi yang ditunjukkan oleh (pembelian ulang)
pelanggan ketika mereka 2. Menciptakan Word-of-
Mouth
menyadari bahwa kebutuhan dan
3. Menciptakan citra
keinginannya sesuai dengan yang merek
diharapkan serta terpenuhi secara 4. Menciptakan
baik. Jadi, dapat disimpulkan keputusan pembelian
bahwa kepuasan pelanggan adalah pada perusahaan yang
tingkat perasaan pelanggan baik sama
senang ataupun sedih yang timbul
setelah pelanggan
membandingkan kualitas dari
produk atau jasa yang
dipergunakannya dengan apa yang
diharapkannya Tjiptono (2012)
Loyalitas Merupakan dorongan yang sangat 1. Mengatakan hal-hal
pelanggan penting untuk menciptakan positif.
penjualan. Pelanggan akan 2. Merekomendasikan
perusahaan.
menjadi loyal kalau pelanggan
3. Tetap setia kepada
41
Variabel Definisi Indikator
memandang perusahaan itu perusahaan.
sebagai perusahaan yang baik 4. Membelanjakan lebih
(Yuningsih,2007) banyak dengan
perusahaan.
5. Membayar harga
premium
6. Pelanggan yang sangat
puas dengan layanan
akan menjadi
pelanggan setia
3.3. Data dan Sumber Data
3.3.1. Data
Untuk mendukung penelitian, maka jenis data penelitian yang
digunakan yaitu Data kuantitatif biasanya dijelaskan dengan angka-
angka, (Bungin, 2014). Jenis penelitian ini adalah data subyek yaitu
berupa hasil penilaian kuesioner.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer dan data sekunder.
Data primer adalah yang langsung diperoleh dari sumber data
pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian, dengan demikian
data primer diperoleh dari sumber primer, yaitu sumber pertama
dimana sebuah data dihasikan (Bungin, 2014) sumber data primer
dari penelitain ini adalah hasil kuesioner responden.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua
atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan, (Bungin, 2014).
Sumber data sekunder diharapkan dapat berperan membantu
42
mengungkap data yang diharapkan. Begitu pula pada keadaan
semestinya yaitu sumber data primer dapat berfungsi sebagaimana
yang diharapkan, sumber data sekunder dapat membantu memberi
keterangan, atau data pelengkap sebagai bahan pembanding, sumber
data sekunder dalam penelitian ini adalah literatur, artikel, jurnal.
3.4. Populasi Penelitian, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
3.4.1. Populasi Penelitian
Dalam metode penelitian populasi sangat populer kata
populasi digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok
objek yang menjadi sasaran penelitian (Soeratno, 2003). Oleh
karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan universum
dari obejek penelitian yang dapat berupa manusia, tumbuhan, hewan
udara, gejala, nilai, peristiwa sehingga objek-objek ini dapat menjadi
sumber-sumber penelitian.
Walaupun populasi penelitian memiliki beberapa sifat yang
tidak jarang membingungkan, tetapi menjadi tugas peneliti untuk
memberi batasan yang tegas terhadap setiap objek yang menjadi
populasi penelitiannya. Pembatasan populasi haruslah berpedoman
kepada tujuan dan permasalahan penelitian (Bungin, 2014). Oleh
karenanya penelitian dengan permasalahan yang besar akan memiliki
populasi yang besar pula, dengan pembatasan populasi penelitian
akan memudahkan dalam memberikan ciri–ciri atau sifat yang lain
populasi tersebu, dan semua ini memberikan keuntungan dalam
43
penarikan sampel (Bungin, 2014) Populasi dalam penelitian ini
adalah pelanggan Grapari Telkomsel di Jepara sebanyak 12044
(pelanggan tahun 2020).
3.4.2. Sampel
Sampel adalah penelitian yang menggunakan seluruh anggota
populasinya, penggunaan ini berlaku jika anggota populasinya relatif
kecil. Untuk anggota populasi yang relatif besar, maka diperlukan
sebagian anggota populasi yang dijadikan sampel. (Usman & Akbar,
2006) Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini didasarkan pada
formula (Bungin, 2014), karena jumlah populasi sebanyak 12044.
Berdasarkan rumus slovin maka jumlah sampel minimal dalam
penelitian ini ditentukan sebagai berikut:
N
n = 2
N (d ) +1
n = Jumlah sampel yang dicari
N = Jumlah Populasi
d = Nilai Presisi (α = 0.1)
12044
n = 2
12044(0.1) +1
n = 99.17 (Dibulatkan menjadi 100)
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dibulatkan
menjadi sebanyak 100 responden.
44
3.4.3. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik non probability yakni sampling insidental, yakni
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yakni siapa saja
yang secara kebetulan/ incidental bertemu dengan peneliti dapat
digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan
ditemui cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2012) Pertimbangan
didasarkan pada kriteria dan syarat tertentu dan harus mewakili
populasi yang akan diteliti. Kriteria yang akan digunakan adalah
pelanggan Grapari Telkomsel di Jepara.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan
menggunakan metode sebagai berikut:
3.5.1. Kuesioner
Metode kuesioner atau dalam bahasa Inggris disebut
questionare (daftar pertanyaan). Metode angket merupakan
serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis,
kemudian dikirim untuk diisi oleh respondem (Bungin, 2014).
Metode ini digunakan untuk mendapatkan tanggapan responden
terhadap loyalitas pelanggan Grapari Telkomsel di Jepara.
Kuesioner yang dipakai disini adalah model tertutup
disediakan dan pengukurannya menggunakan skala likert. Skala
45
Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam
penelitian ini tingkat jawaban mengenai kesetujuan responden
terhadap statement atau pertanyaan yang dikemukakan mendahului
option jawaban yang disediakan, dengan ketentuan sebagai berikut:
SS : Sangat Setuju dengan nilai : 5
S : Setuju dengan nilai :4
N : Netral dengan nilai : 3
TS : Tidak Setuju dengan nilai : 2
STS : Sangat Tidak Setuju dengan nilai : 1
3.5.2. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia
dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya selain
pancaindra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit. Oleh
karena itu observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan
pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan
panca indra lainnya. (Bungin, 2014)
Observasi sebagai teknik pegumpulan data mempunyai ciri yang
spesifik bila dibandingkan dengan teknik lain, yaitu wawancara dan
kuesioner, kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan
orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek
alam yang lain (Sugiyono, 2014). Metode ini penulis gunakan untuk
mengobservasi secara langsung atau untuk mengetahui secara umum
46
melalui variabel citra perusahaan, penanganan keluhan, dan kepuasan
pelanggan Terhadap loyalitas pelanggan Grapari Telkomsel di Jepara.
3.6. Metode Pengolahan Data Penelitian
Pengolahan data adalah kegiatan lanjutan setelah pengumpulan
data dilaksanakan. Pada penelitian kuantitatif, pengolahan data secara
umum dilaksanakan dengan melalui tahap memeriksa (editing), proses
pemberian identitas (coding) dan proses pembeberan (tabulating) (Bungin,
2014).
Editing adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah peneliti selesai
menghimpun data dilapangan. Kegiatan ini menjadi penting karena
kenyataannya bahwa data yang terhimpun kadang kala belum memenuhi
harapan peneliti, ada diantaranya kurang atau terlewatkan, tumpang tindih,
berlebihan bahkan terlupakan. oleh karena itu, keadaan tersebut harus
diperbaiki melalui editing (Bungin, 2014).
Setelah tahap editing, kegiatan berikutnya adalah mengklarifikasi
data-data tersebut melalui tahapan coding. Maksudnya bahwa data yang
telah diedit tersebut diberi identitas sehingga memiliki arti tertentu pada
saat dianalisis. Pengkodean ini menggunakan dua cara, pengkodean
frekuensi dan pengkodean lambang. Pengkodean frekuensi digunakan
apabila jawaban pada poin tertentu memiliki bobot atau arti frekuensi
tertentu. Sedangkan pengkodean lambang digunakan pada poin yang tidak
memiliki bobot tertentu. Tabulating (tabulasi) adalah bagian terakhir dari
pengolahan data. Maksud tabulasi adalah memasukkan data pada tabel-
47
tabel tertentu dan mengatur angka-angka serta menghitungnya (Bungin,
2014).
3.6.1. Uji Validitas
Agar data yang diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner
valid dan reliabel. Maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji
validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antar skor atau butir
pertanyaan dengan skor konstruk atau variabel. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara uji signifikansi yang membandingkan rhitung
dengan rtabel untuk degree of freedom (df) = n – k. Dalam hal ini n
adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah konstruk. Apabila rhitung
lebih besar dari rtabel maka hasilnya adalah valid.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Untuk menguji reliabilitas alat ukur, menggunakan cronbach
alpha. Alat ukur ini dnyatakan andal atau reliable bila koefesien
cronbach alpha berkisar 0,6 sampai dengan 0,8 dan untuk menguji
validitas butir-butir pertanyaan, menggunakan Corrected Item-Total
Correlation. Butir-butir pertanyaan dinyatakan valid atau sah bila
nilai korelasinya diatas atau sama dengan 0.6 (Sufreni & Natanael,
2014).
Penelitian ini digunakan skala likert untuk memberi arti bagi
jawaban responden berdasarkan citra perusahaan, penanganan
keluhan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang
dinyatakan dengan nilai 1-5. Agar data yang diperoleh dengan cara
48
penyebaran kuesioner tersebut valid dan reliabel, maka dilakukan uji
validitas membandingkan rhitung dengan rtabel dan reliabilitas dengan
menggunakan cronbach alpha berkisar 0,6 sampai dengan 0,8 akan
tetapi menurut (Ghozali, 2013). Uji reliabilitas dilakukan untuk
menguji konsistensi internal instrument pengukuran dengan
menggunakan cronbach alpha. Instrumen untuk mengukur masing-
masing variabel dikatakan reliabel jika memiliki cronbach alpha
lebih dari 0,60.
3.6.3. Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan pengujian dengan menggunakan analisis
regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang
meliputi uji autokorelasi, uji multikolonieritas dan uji
heteroskedastisitas. Pengujian ketiga jenis asumsi klasik ini
dilakukan dengan tujuan untuk menguji validitas, presisi, dan
konsistensi data.
[Link]. Uji Normalitas
Proses uji normalitas data dilakukan dengan memperhatikan
penyebaran data (titik) Normal Plot of Regresion Standizzed
Residual dari variabel terikat, di mana (Sufreni & Natanael, 2014):
1. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah
garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
49
2. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak
mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi
asumsi normalitas.
[Link]. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menentukan apakah
dalam suatu model regresi linier ganda terdapat korelasi antar
variabel. Model regresi linear ganda yang baik seharusnya korelasi
antar variable adalah kecil atau justru sama sekali tidak ada. Dengan
kata lain, model regresi linier ganda yang baik adalah yang tidak
mengalami multikolinearitas (Sufreni & Natanael, 2014)
Salah satu cara untuk menguji multikolonieritas adalah
dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF).
Nilai tolerance dan VIF merupakan nilai yang menunjukkan ada atau
tidaknya multikolonieritas. Nilai tolerance harus diantara 0,0-1, atau
sama dengan nilai VIF diatas 10 sehingga data yang tidak terkena
multikolonieritas nilai toleransinya harus lebih dari 0.10 atau nilai
VIF lebih rendah dari 10 (Sufreni &Natanael, 2014)
[Link]. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah kesalahan
(error) pada data kita memeliki varias yang sama atau tidak.
Heteroskedastisitas memiliki suatu kondisi bahwa varians error
berbeda dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model
50
regresi ganda yang baik adalah tidak mengalami heteroskedastisitas
(Sufreni & Natanael, 2014).
[Link]. Uji Autokorelasi
Autokorelasi bertujuan untuk mencari tahu, apakah kesalahan
(errors) suatu data pada periode tertentu berkorelasi dengan periode
lainnya (Sufreni & Natanael, 2014). Model regresi ganda yang baik
adalah tidak mengalami autkorelasi. Cara untuk mengetahui apakah
mengalami atau tidak mengalami autokorelasi adalah dengan
mengecek nilai Durbin Watson (DW) syarat tidak terjadi autokorelasi
adalah 1<DW<3 (Sufreni & Natanael, 2014).
Terdapat beberapa cara untuk melakukan pengujian terhadap
autokorelasi, salah satunya Durbin-Watson test. Durbin Watson test
ini mempunyai masalah yang mendasar yaitu tidak diketahuinya
secara tepat mengenai distribusi dari statistik itu sendiri. Namun
demikian, Durbin dan Watson telah mentabelkan nilai du dan dl untuk
taraf nyata 5% dan 1% yang selanjutnya dikenal dengan tabel Durbin
Watson. Selanjutnya Durbin dan Watson juga telah menetapkan
kaidah keputusan sebagai berikut:
Tabel 3.2
Menentukan Autokorelasi
Range Keputusan
0 < dw < dl Terjadi masalah autokorelasi yang positif yang perlu
perbaikan
Dl ,dw < du Ada autokorelasi positif tetapi lemah, dimana
perbaikan akan lebih baik
du < dw < 4-du Tidak ada masalah autokorelasi
4 – du < dw < Masalah autokorelasi lemah, dimana dengan
4-dl perbaikan akan lebih baik
51
Range Keputusan
4 – dl < dw Masalah autokorelasi serius
Kriteria pengambilan keputusan bebas autokorelasi juga dapat
dilakukan dengan cara melihat nilai Durbin-Watson, dimana jika nilai
dw dekat dengan 2, maka asumsi tidak terjadi autokorelasi
[Link] Analisis Data
3.6.4. Analisis Regresi
Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui
sejauhmana variable independent mempunyai pengaruh variabel
dependent. Dengan variabel-variabel tersebut dapat disusun dalam
persamaan sebagai berikut (Sugiyono, 2014) :
Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3+ e
Di mana :
X1 : Citra perusahaan
X2 : Penanganan Keluhan
X3 : Kepuasan pelanggan
Y : Loyalitas pelanggan
a : Konstanta
e : Simultan error
b : Koefesien korelasi
3.6.5. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui analisis pengaruh citra
perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan pelanggan terhadap
loyalitas pelanggan Grapari Telkomsel di Jepara. Pengujian ini
52
dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel, dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Jika Fhitung> Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
2. Jika Fhitung< Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:
1. Taraf signifikansi = 0,05 (α = 5%)
2. Derajat kebebasan (degree of freedom) df = n-k
3. Ftabel yang nilainya dari daftar tabel distribusi F.
Daerah Penerimaan Ho
Daerah Penerimaan Ho Ftabel Fhitung
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 3.1
Grafik Nilai Kritis Distribusi F
3.6.6. Uji Parsial (Uji t)
Uji parsial digunakan untuk mengetahui signifikan pengaruh
variabel independen secara parsial terhadap variabel depeden yang
dilihat dari perbandingan nilai signifikansi terhadap nilai keselahan
(α). Dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5% atau
0,05. Dikatakan signifikan apabila nilai signifikansi < α = 0,05. Uji
parsial untuk mengetahui pengujian hipotesis penelitian. pengujian
parsial dilakukan dengan uji dua arah (0.05/2 = 0.025).
1. Perumusan hipotesis
53
H0 : β1 = 0; Tidak ada pengaruh antara variabel Xi terhadap
variabel Y
Ha : β1≠ 0; Ada pengaruh antara variabel Xi terhadap variabel Y,
dimana i = 1,2,3
Uji hipotesis dua sisi dilakukan dengan penentu nilai α = 0,05/2 =
0.025) dan nilai ttabel akan di peroleh dari jumlah responden dengan
nilai α =0.025
2. Kriteria Pengujian:
Ho diterima jika t-hitung <t-tabel atau nilai Sig (p) > 0,025
Ho ditolak jika t-hitung > t-tabel atau nilai Sig (p) < 0,025
Gambar 3.2
Grafik Nilai Kritis Distribusi t
3.6.7. Koefesien Determinasi
Uji koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui
seberapa baik sampel menggunakan data. R2 mengukur sebesarnya
jumlah reduksi dalam variabel dependent yang diperoleh dari
pengguna variabel bebas. R2 mempunyai nilai antara 0 sampai 1,
dengan R2 yang tinggi berkisar antara 0 sampai 1.
R2 yang digunakan adalah nilai adjusted R square yang
merupakan R2 yangtelahdisesuaikan. Adjusted R square merupakan
54
indikator untuk mengetahui pengaruh penambahan waktu suatu
variabel independent ke dalam persamaan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Grapari Telkomsel Jepara beralamat di Jl. Pemuda No.64, Panggang
III, Panggang, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59412. Grapari
Telkomsel Jepara memiliki Visi : Menjadi penyedia layanan dan solusi gaya
hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya. Dan Misi : Memberikan
layanan dan solusi digital mobile yang melebihi ekspektasi para pengguna,
menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham serta mendukung
pertumbuhan ekonomi bangsa.
Jam buka atau Jam Kerja Grapari Telkomsel Jepara pada dasarnya
semua sama dengan grapari seluruh Indonesia yaitu Senin sampai Jumat
pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore dan setengah hari pada Sabtu, Call Center /
Customer Service Telkomsel Jepara. Nomor Telepon Call Center atau
Customer Service Telkomsel Jepara sama dengan Customer Service
Telkomsel Seluruh Indonesia yaitu pada : 0807 1 811 811.
4.2. Deskripsi Responden
Identitas responden merupakan segala sesuatu yang erat
hubungannya dengan diri responden secara individu, jumlah responden
penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan responden adalah
pengunjung pelanggan grapari telkomsel di Jepara.
55
56
4.2.1. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil dari penyebaran sejumlah kuesioner yang diberikan
kepada para responden maka didapatkan responden laki-laki dan
perempuan yang disebutkan sebagai berikut:
Tabel 4.1
Jenis Kelamin Responden
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Laki-laki 46 46.00
Perempuan 54 54.00
Total 100 100
Sumber: data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa pelanggan kartu
Telkomsel Jepara didominasi oleh perempuan. Hal ini terlihat dari
table responden jumlah perempuan sebanyak 54 pelanggan dengan
nilai 54%.
4.2.2. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Responden
Data mengenai usia responden dapat dilihat dalam tabel
berikut:
Tabel 4.2
Usia Responden
Keterangan Jumlah Persentase (%)
< 20 Tahun 8 8.00
21 – 30 tahun 44 44.00
31 – 40 tahun 22 22.00
>40 tahun 26 26.00
Total 100 100.00
Sumber: data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui karakterisktik
responden berdasarkan usia didominasi oleh usia 21-30 Tahun
57
sebanyak 44 orang (44%) selanjutnya >40 tahun sebanyak 26 orang
(26%), hal ini menunjukkan pelanggan kartu Telkomsel adalah usia
dewasa.
4.2.3. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Responden
Data mengenai pendidikan responden dapat dilihat dalam
tabel berikut ini:
Tabel 4.3
Pendidikan Responden
Keterangan Jumlah Persentase (%)
SMP 4 4.00
SMA 46 46.00
DIPLOMA 2 2.00
S1 27 27.00
S2 8 8.00
Jumlah 100 100.00
Sumber: data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui dari sisi tingkat
pendidikan, responden yang ada, banyak didominasi SMA yaitu 46
orang (46%) hal ini menunjukkan pelanggan kartu Telkomsel
sebagian besar memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik.
4.2.4. Deskripsi Responden Berdasarkan lamanya menjadi pelanggan
Data mengenai waktu lamanya responden dapat dilihat dalam
tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Lamanya menjadi pelanggan
Waktu Jumlah Persentase (%)
≤ dari 1 tahun 17 17.00
> dari 1 tahun 83 83.00
Jumlah 100 100.00
Sumber: data primer, 2021
58
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui dari sisi tingkat lamaya
menajdi pelanggan kartu telkomsel, hal ini menunjukkan pelanggan
kartu Telkomsel sebagian besar sudah lebih dari 1 tahun menjadi
pelanggan yang setia.
4.3. Analisis Deskriptif
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100
responden melalui penyebaran kuesioner. Dalam penelitian ini digunakan
skala likert. Jawaban yang diberikan responden kemudian diberi skor
dengan teknik agree-disagree scale dengan mengembangkan pernyataan
yang menghasilkan jawaban setuju-tidak setuju dalam berbagai rentang
nilai. Dalam metode survey didesain dengan menggunakan pada skala likert
(likert scale), dimana masing-masing dibuat dengan menggunakan pilihan
agar mendapatkan data yang bersifat subyektif dan diberikan skor sebagai
berikut: sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), netral (skor 3), tidak setuju
(skor 2), sangat tidak setuju (skor 1).
Tabel 4.5
Tabel Kategori Penilaian Responden
No Rentang nilai Karegori
.
1 1.0 – 2.0 Rendah
2 2.1-3.0 Sedang
3 3.1-4.0 Tinggi
4 4.1-5.0 Sangat Tinggi
4.3.1. Variabel Citra Perusahaan
Citra perusahaan digambarkan sebagai kesan keseluruhan
yang dibuat dalam pikiran masyarakat tentang suatu organisasi
Kotler & Keller (2016). Citra perusahaan adalah citra dari suatu
59
organisasi secara keseluruhan, jadi bukan citra atas produk dan
pelayanan saja. Adapun tanggapan responden pelanggan kartu
telkomsel Jepara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.6
Persepsi Responden terhadap Variabel Citra Perusahaan
Jumlah Skor Kriteria
No Skor
Indikator STS TS N S SS indek
.
(1) (2) (3) (4) (5)
Kepribadian
1. 2 8 3 54 33 4.08 Tinggi
(Personality)
Reputasi Sangat
2. 0 3 10 61 26 4.10
(Reputation) Tinggi
3. Nilai (Value) 2 6 13 68 11 3.80 Tinggi
Identitas Sangat
perusahaan Tinggi
4. 2 3 10 43 42 4.20
(Corporate
Identity)
Rata-rata 4.04 Tinggi
Sumber: olah data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan pada indikator (1) kepribadian
jawaban responden paling banyak dengan kelompok yang setuju sebesar
54 dengan angka mean sebesar 4,08, indikator (2) reputasi jawaban
responden paling banyak dengan kategori yang setuju 61 dengan angka
mean sebesar 4,10 dan indikator (3) nilai jawaban responden paling
banyak dengan kategori setuju sebanyak 68 dengan angka mean sebesar
3,80, dan indikator (4) identitas perusahaan jawaban responden paling
banyak dengan kategori setuju sebanyak 43 dengan angka mean sebesar
4,20. hal ini melihatkan pelanggan Telkomsel Jepara merasa memiliki
reputasi yang baik serta memiliki identitas perusahaan yang handal
sehingga mampu memberikan kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas
pelanggan.
60
4.3.2. Variabel Penanganan Keluhan
Penanganan keluhan pelanggan adalah salah satu contoh
komunikasi antara organisasi bisnis dan pelanggan, baik itu kritik,
masukan, saran atau keluhan yang dirasakan oleh pelanggan.
Organisasi bisnis dituntut untuk memberikan jawaban atas keluhan
pelanggan baik secara tertulis maupun secara langsung menghubungi
pelanggan. Hal tersebut guna menanggulangi kesalahpahaman
(misunderstanding) dalam penerimaan informasi yang akan
berdampak pada ketidaknyamanan diantara kedua belah pihak.
Adapun tanggapan responden pelanggan kartu telkomsel Jepara
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.7
Persepsi Responden terhadap Variabel Penanganan Keluhan
Jumlah Skor Kriteria
Skor
No. Indikator STS TS N S SS indek
(1) (2) (3) (4) (5)
Kecepatan
1. penanganan 2 32 23 28 15 3.22 Tinggi
komplain
Penyelesaian Tinggi
2. masalah secara 1 22 34 31 12 3.31
memuaskan
Kemudahan Tinggi
prosedur
3. 3 18 25 28 26 3.56
pengajuan
komplain
Rata-rata 3.36 Tinggi
Sumber: olah data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan pada indikator (1)
Kecepatan penanganan komplain jawaban responden paling banyak
61
dengan kelompok yang tidak setuju sebesar 32 dengan angka mean
sebesar 3,22, indikator (2) Penyelesaian masalah secara memuaskan
jawaban responden paling banyak dengan kategori yang netral
sebanyak 34 dengan angka mean sebesar 3,31 dan indikator (3)
Kemudahan prosedur pengajuan komplain jawaban responden paling
banyak dengan kategori setuju sebanyak 28 dengan angka mean
sebesar 3,56. hal ini melihatkan walaupun banyak pelanggan
Telkomsel Jepara merasa kecepatan penanganan komplain masih
banyak yang kurang maksimal tetapi secara umum kriteria responden
termasuk tinggi sehingga pelanggan Telkomsel Jepara merasa
kecepatan penanganan complain termasuk kategori baik sehingga
mampu memberikan kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas
pelanggan.
4.3.3. Variabel Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah anggapan kinerja produk akan
sesuai dengan harapan seorang konsumen. Bila kinerja SDM
dibawah harappan konsumen maka konsumen tidak puas dan
konsumen akan meningalkan produk tersebut, sebaliknya jika
konsumen merasa puas maka konsumen akan senang dan konsumen
tersebut akan mengajak rekannya untuk membeli atau menggunakan
produk atau jasa. Adapun tanggapan responden pelanggan kartu
telkomsel Jepara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.8
Persepsi Responden terhadap Variabel Kepuasan Pelanggan
62
Jumlah Skor Kriteria
No Skor
Indikator STS TS N S SS
. indek
(1) (2) (3) (4) (5)
Re-purchase Sangat
1. 0 9 9 30 52 4.25
(pembelian ulang) Tingggi
Menciptakan Sangat
2. 0 2 13 49 36 4.19
(Word-of-Mouth) Tinggi
Menciptakan citra Tinggi
3. 0 5 12 60 23 4.01
merek
Menciptakan Tinggi
keputusan
4. pembelian pada 1 19 35 32 13 3.37
perusahaan yang
sama
Rata-rata 3.95 Tinggi
Sumber: olah data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan pada indikator (1) Re-
purchase (pembelian ulang) jawaban responden paling banyak dengan
kelompok yang sangat setuju sebesar 52 dengan angka mean sebesar 4,25,
indikator (2) Menciptakan (Word-of-Mouth) jawaban responden paling
banyak dengan kategori yang setuju 49 dengan angka mean sebesar 4,19
dan indikator (3) Menciptakan citra merek responden paling banyak
dengan kategori setuju sebanyak 60 dengan angka mean sebesar 4,01, dan
indikator (4) Menciptakan keputusan pembelian pada perusahaan yang
sama jawaban responden paling banyak dengan kategori netral sebanyak
35 dengan angka mean sebesar 3,37. hal ini melihatkan pelanggan
Telkomsel Jepara banyak yang melakukan pembelian ulang sehingga
mampu memberikan kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas
pelanggan.
63
4.1.1. Variabel Loyalitas Pelanggan
Loyalitas pelanggan dipandang sebagai kekuatan hubungan
antara sikap relatif seseorang dan bisnis berulang. Hubungan ini
dipandang karena dijembatani oleh norma-norma sosial dan faktor-
faktor situasional (Fatri, 2006). Loyalitas juga dapat diartikan
sebagai keputusan pelanggan untuk secra suka rela terus
berlangganan dengan perusahaan tertentu dalam jangka waktu yang
lama (Lovelock, 2005). Adapun tanggapan responden pelanggan
kartu telkomsel Jepara dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.9
Persepsi Responden terhadap Variabel Loyalitas Pelanggan
Jumlah Skor Kriteria
No Skor
Indikator STS TS N S SS
. indek
(1) (2) (3) (4) (5)
Mengatakan hal-hal
1. 0 5 18 58 19 3.91 Tinggi
positif
Merekomendasikan Tinggi
2. 0 4 20 68 8 3.80
perusahaan
Tetap setia kepada Tinggi
3. 0 14 29 46 11 3.54
perusahaan
Membelanjakan lebih Tinggi
4. banyak dengan 0 10 34 48 8 3.54
perusahaan
Membayar harga Tinggi
5. 2 18 28 32 20 3.50
premium
Pelanggan yang Tinggi
sangat puas dengan
6. 0 7 26 61 6 3.66
layanan akan menjadi
pelanggan setia
Rata-rata 3.65 Tinggi
Sumber: olah data primer, 2021
Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan pada indikator (1) Mengatakan
hal-hal positif jawaban responden paling banyak dengan kelompok yang
64
setuju sebesar 58 dengan angka mean sebesar 3,91, indikator (2)
Merekomendasikan perusahaan jawaban responden paling banyak dengan
kategori yang setuju 68 dengan angka mean sebesar 3,80 dan indikator (3)
Tetap setia kepada perusahaan jawaban responden paling banyak dengan
kategori setuju sebanyak 46 dengan angka mean sebesar 3,54, dan
indikator (4) Membelanjakan lebih banyak dengan perusahaan jawaban
responden paling banyak dengan kategori setuju sebanyak 48 dengan
angka mean sebesar 3,54. (5) Membayar harga premium jawaban
responden paling banyak dengan kategori setuju sebanyak 32 dengan
angka mean sebesar 3,50. (6) Pelanggan yang sangat puas dengan layanan
akan menjadi pelanggan setia jawaban responden paling banyak dengan
kategori setuju sebanyak 61 dengan angka mean sebesar 3,66. hal ini
melihatkan pelanggan Telkomsel Jepara banyak yang mengatakan hal-hal
positif serta banyak yang merekomendasikan telkomsel kepada
masyarakat lain krn reputasi yang baik serta handal sehingga mampu
memberikan kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan.
4.4. Analisis Uji Data
4.4.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya
suatu kuesioner. Pengujian kuesioner, suatu kuesioner dikatakan valid jika
mampu mengungkap sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut
(Ghozali, 2013) hasil kuesioner dapat dilihat di lampiran. Dari hasil
pengujian SPSS bahwa semua variabel (butir soal) bahwa menunjukkan
65
seluruh butir-butir soal valid, hal ini terlihat dari nilai Corected Item-Total
Correlation (r hitung) lebih besar dari nilai r tabel. Berikut hasil pengujian
validitas variable:
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Instrumen
Corected Item-Total
Variabel Item r tabel Ket.
Correlation (r hitung)
X1.1 0.903 > 0.230 Valid
Citra
X1.2 0.707 > 0.230 Valid
perusahaan
X1.3 0.464 > 0.230 Valid
(X1)
X1.4 0.387 > 0.230 Valid
X2.1 0.559 > 0.230 Valid
Penanganan
X2.2 0.529 > 0.230 Valid
keluhan ( (X2)
X2.3 0.698 > 0.230 Valid
X3.1 0.338 > 0.230 Valid
Kepuasan X3.2 0.455 > 0.230 Valid
pelanggan (X3) X3.3 0.467 > 0.230 Valid
X3.4 0.408 > 0.230 Valid
Y1 0.409 > 0.230 Valid
Y2 0.454 > 0.230 Valid
Y3 0.365 > 0.230 Valid
Loyalitas (Y)
Y4 0.595 > 0.230 Valid
Y5 0.478 > 0.230 Valid
Y6 0.454 > 0.230 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
4.4.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner
dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden, terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Untuk menguji reliabilitas alat ukur, menggunakan cronbach
alpha. Alat ukur ini dnyatakan andal atau reliable bila koefesien cronbach
66
alpha berkisar dengan nilai diatas 0,6 (Ghozali, 2006). Adapun hasil uji
reliabilitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.11
Nilai Cronbach Alpha dan Tiap Variabel
No. Variabel Nilai Cut Ket.
Cronbach Value
Alpha
1. Citra perusahaan (X1) 0,774 > 0.60 Reliabel
2. Penanganan keluhan 0.761 > 0.60 Reliabel
(X2)
3. Kepuasan pelanggan 0,633 > 0.60 Reliabel
(X3)
4. Loyalitas (Y) 0,715 > 0.60 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
Dari tabel 4.11, terlihat bahwa semua variabel memiliki nilai
Cronbach Alpha lebih besar dari 0.6. Maka dapat disimpulkan bahwa
semua variabel dalam penelitian ini adalah reliable.
4.5. Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan analisis regresi sebelumnya akan dilakukan
pengujian untuk mengetahui layak tidaknya model regresi tersebut, maka
akan dilakukan pengujian asumsi Normalitas, Multikolinearitas,
Heteroskedastisitas dan Autokorelasi.
4.5.1. Uji Normalitas
Berdasarkan Normal Probability Plot menunjukkan bahwa data
menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal atau grafik
histogram menunjukkan pola distribusi normal maka model regresinya
memenuhi asumsi normalitas. Untuk hasil dari uji normalitas dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.
67
Gambar 4.1
Uji Normalitas
Berdasarkan hasil pengujian pada gambar diatas menunjukkan
bahwa titik-titik (yang menggambarkan data sesungguhnya) terlihat
menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya.
Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran data tersebut berdistribusi normal
yang artinya model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.
4.5.2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi adanya korelasi antar variabel bebas (independent) model yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Deteksi
terhadap ada tidaknya mutikolonieritas yaitu dengan menganalisis materi
korelasi variabel-variabel bebas, dapat juga dengan melihat pada nilai
tolerance serta nilai variance inflation factor (VIF) dapat dilihat pada
lampiran.
Tabel 4.12
Tabel Multikolonieristas
68
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)
Citra perusahaan .904 1.106
Penanganan keluhan .681 1.469
Kepuasan pelanggan .632 1.583
a. Dependent Variable: loyalitas
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan hasil pengujian multikolonieritas yang dilakukan
diketahui bahwa nilai Citra perusahaan 0.904 dan VIF 1.106 untuk nilai
Penanganan keluhan 0.681 dan VIF 1.469 untuk nilai Kepuasan pelanggan
0.632 dan VIF 1.583. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada variabel bebas
yang memiliki tolerance kurang dari 10 persen dan tidak ada variabel
bebas yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10. Jadi dapat disimpulkan
bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel bebas dalam model
regresi.
4.5.3. Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan grafik scaterplot menunjukkan bahwa ada pola yang
tidak jelas, serta ada titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada
sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastitas
pada model regresi. Untuk hasil dari uji normalitas dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:
69
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
Gambar 4.2
Gambar Heteroskedastisitas
Berdasarkan hasil pengujian SPSS pada gambar 4.2. menunjukkan
bahwa titik-titik tersebut letaknya menyebar diatas dan dibawah angka 0
sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu seperti bergelombang,
melebar kemudian menyempit. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi
yang digunakan tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.5.4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan
uji Durbin Watson. Pengujian autokorelasi diperlukan untuk mengetahui
apakah dalam suatu model regresi ada korelasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 sebelumnya
(Ghozali, 2013). Berikut merupakan hasil dari uji autokorelasi
menggunakan DW-test:
70
Tabel 4.13
Autokorelasi
Model Durbin-Watson
1 1,987
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2021
Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel 4.13 diperoleh nilai
DW sebesar 1.987. Nilai tersebut akan dibandingkan dengan cara melihat
tabel DW pada jumlah sampel (n) ke 100 dan k=3. Maka diperoleh nilai
dL sebesar 1,613 dan dU sebesar 1,736 , serta 4-dU = 4-1,736 = 2,264.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai du < dw < 4-du =
1,736 <1,987<2,264 yang berarti model penelitian ini tidak mengalami
autokorelasi.
4.6. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi berganda dalam penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui besarnya pengaruh variabel independen yaitu citra perusahaan
(X1), penanganan keluhan (X2) dan kepuasan (X3) Variabel dependen
adalah loyalitas (Y).
Tabel 4.14
Tabel Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta Sig.
1 (Constant) 7.557 1.952 .000
Citra perusahaan .316 .082 .312 .000
Penanganan keluhan .394 .109 .338 .000
Kepuasan pelanggan .335 .142 .229 .020
a. Dependent Variable: loyalitas
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
71
Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana variabel independent mempunyai pengaruh variabel dependent.
Dengan variabel-variabel tersebut dapat disusun dalam persamaan sebagai
berikut:
Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + e
Berdasarkan tabel 4.13, maka dapat diketahui persamaan regresi
linier berganda adalah sebagai berikut:
Y = 7,557 +0,316x1 + 0,394x2 + 0,335x3
Persamaan regeresi linier berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Konstanta sebesar 7,557 dapat diartikan apabila citra perusahaan (X1),
penanganan keluhan (X2) dan kepuasan (X3) Variabel dependen adalah
loyalitas (Y) nilainya sebesar 7,557.
2. Koefisien regresi variabel citra perusahaan (X1) sebesar 0,316 artinya
setiap kenaikan satu satuan citra perusahaan (X1) akan meningkatkan
loyalitas sebesar 0,316 sebaliknya setiap penurunan satu satuan citra
perusahaan (X1) akan menurunkan loyalitas sebesar 0,316 dengan
anggapan bahwa variable lainnya tetap.
3. Koefisien regresi variabel penanganan keluhan (X2) sebesar 0,394
artinya setiap kenaikan satu satuan penanganan keluhan (X2) akan
meningkatkan loyalitas sebesar 0,394 sebaliknya setiap penurunan satu
satuan penanganan keluhan (X2) akan menurunkan loyalitas sebesar
0,394 dengan anggapan bahwa variable lainnya tetap.
72
4. Koefisien regresi variabel kepuasan (X3) sebesar 0,335 artinya setiap
kenaikan satu satuan kepuasan (X3) akan meningkatkan loyalitas
sebesar 0,335 sebaliknya setiap penurunan satu satuan kepuasan (X3)
akan menurunkan loyalitas sebesar 0,335 dengan anggapan bahwa
variable lainnya tetap.
4.7. Uji Simultan (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel
independen atau bebas yang dimasukkan ke dalam model mempunyai
pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat
Ketentuan yang digunakan adalah:
Apabila nilai probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
Apabila nilai probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
Tabel 4.15
Tabel Hasil Uji F
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 344.276 3 114.759 24.029 .000b
Residual 458.474 96 4.776
Total 802.750 99
a. Dependent Variable: loyalitas
b. Predictors: (Constant), kepuasan_pelanggan, citra_perusahaan,
penanganan_keluhan
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan hasil uji ANOVA atau uji F pada Tabel 4.15.
Menunjukan bahwa nila Fhitung sebesar 24,029 sedangkan untuk nilai Ftabel
sebesar 2.70 Selain itu diperoleh nilai signifikansinya sebesar 0,000 adalah
lebih kecil dari taraf signifikansinya sebesar 0,05. Dengan demikian nilai
73
Fhitung > Ftabel (24,029> 2.70) dan nilai signifikansinya lebih kecil dari taraf
signifikansinya (0,000 < 0,05) maka hipotesis kelima diterima, artinya
variabel citra perusahaan (X1), penanganan keluhan (X2) dan kepuasan (X3)
Variabel dependen adalah loyalitas (Y).
Daerah Penolakan Ho
Daerah Penerimaan Ho 2.70 24,029
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.3 Uji F
4.8. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Pengujian parsial (uji t) bertujuan untuk menguji atau
mengkonfirmasi hipotesis secara individual. Uji parsial ini yang terdapat
dalam hasil perhitungan statistik ditunjukkan dengan thitung. Secara lebih rinci
hasil thitung dapat dilihat pada lampiran. Adapun hasil dari perhitungan yang
dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25 dapat dideskripsikan
sebagai berikut:
Tabel 4.16
Tabel Hasil Uji t
Model t Sig.
1 (Constant) 3.872 .000
Citra perusahaan 3.850 .000
Penanganan keluhan 3.613 .000
74
Kepuasan pelanggan 2.359 .020
a. Dependent Variable: loyalitas
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan hasil uji statistik t pada tabel 4.16, dapat dijelaskan
pengaruh citra perusahaan (X1), penanganan keluhan (X2) dan kepuasan
(X3) Variabel dependen adalah loyalitas (Y) secara parsial sebagai berikut:
4.8.1. Uji Statistik t Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas
Hipotesis pertama penelitian ini menyatakan bahwa citra
perusahaan (X1) berpengaruh terhadap loyalitas sehingga diperoleh
hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 4.16. diperoleh nilai thitung
untuk variabel citra perusahaan (X1) adalah sebesar 3.850 sedangkan
nilai ttabel adalah sebesar 1,983 menggunakan uji satu arah.
Sedangkan untuk nilai signifikansiya adalah 0,000. Dari data tersebut
dapat diartikan bahwa thitung > ttabel dan hasilnya positif (3.850 >
1,983) dan nilai signifikansinya menunjukan lebih kecil dari taraf
signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat diartikan bahwa
hipotesis pertama diterima artinya citra perusahaan (X1) berpengaruh
signifikan terhadap loyalitas.
4.8.2. Uji Statistik t Penanganan Keluhan Terhadap Loyalitas
Hipotesis kedua penelitian ini menyatakan bahwa
penanganan keluhan (X2) berpengaruh terhadap loyalitas sehingga
diperoleh hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 4.16. diperoleh nilai
thitung untuk variabel penanganan keluhan (X2) adalah sebesar 3,613
sedangkan nilai ttabel adalah sebesar 1,983 menggunakan uji satu arah.
75
Sedangkan untuk nilai signifikansiya adalah 0,000. Dari data tersebut
dapat diartikan bahwa thitung > ttabel dan hasilnya positif (3,613 >
1,983) dan nilai signifikansinya menunjukan lebih kecil dari taraf
signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat diartikan bahwa
hipotesis kedua diterima artinya penanganan keluhan (X2)
berpengaruh signifikan terhadap loyalitas.
4.8.3. Uji Statistik t Kepuasan Terhadap Loyalitas
Hipotesis ketiga penelitian ini menyatakan bahwa kepuasan
(X3) berpengaruh terhadap loyalitas sehingga diperoleh hasil
pengujian sebagai berikut: Tabel 4.16. diperoleh nilai thitung untuk
variabel kepuasan (X3) adalah sebesar 2,359 sedangkan nilai ttabel
adalah sebesar 1,983 menggunakan uji satu arah. Sedangkan untuk
nilai signifikansiya adalah 0,000. Dari data tersebut dapat diartikan
bahwa thitung > ttabel dan hasilnya positif (2,359 > 1,983) dan nilai
signifikansinya menunjukan lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05
(0,020 < 0,05) maka dapat diartikan bahwa hipotesis ketiga diterima
artinya kepuasan (X3) berpengaruh signifikan terhadap loyalitas.
4.9. Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui seberapa
baik sampel menggunakan data. R2 mengukur sebesarnya jumlah reduksi
dalam variabel dependent yang diperoleh dari pengguna variabel bebas. R2
mempunyai nilai antara 0 sampai 1, dengan R2 yang tinggi berkisar antara
0,7 sampai 1.
76
Tabel 4.17
Tabel Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of Durbin-
Model R R Square Square the Estimate Watson
1 .655 a
.429 .411 2.185 1.987
a. Predictors: (Constant), kepuasan_pelanggan, citra_perusahaan,
penanganan_keluhan
b. Dependent Variable: loyalitas
Sumber: Data primer yang diolah, 2021
R2 yang digunakan adalah nilai adjusted R square yang merupakan
R2 yang telah disesuaikan. Adjusted R square merupakan indikator untuk
mengetahui pengaruh penambahan waktu suatu variabel independent ke
dalam persamaan. Adapun hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada
lampiran.
Dari output terlihat nilai korelasi adalah sebesar 0.429 dengan
koefisien determinasi 0,411 Dengan demikian 41,1% variasi perubahan
variabel stress kerja yang dijelaskan oleh variabel citra perusahaan (X1),
penanganan keluhan (X2) dan kepuasan (X3) Variabel dependen adalah
loyalitas (Y) untuk 58,9 % di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
4.10. Pembahasan
4.10.1. Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Anggota
Kepuasan pelanggan dapat diartikan sebagai perbandingan
dari layanan atau hasil yang dirasakan konsumen atau hasil yang
diterima konsumen, dengan harapan bahwa kualitas layanan atau
77
hasil yang diterima melebihi harapan dari konsumen Normasari et al.
(2013). Dengan kata lain kepuasan yang dicapai oleh nasabah
menimbulkan loyalitas bagi nasabah itu sendiri. hasil statistik
penelitian ini menunjukkan kepuasan secara langsung berpengaruh
terhadap loyalitas nasabah. Upaya perusahaan-sebagai-sumber-
informasi-terbentuknya-citra perusahaan-memerlukan keberadaan-
secara lengkap. Informasi-yang lengkap dimaksudkan sebagai
informasi-yang dapat menjawab kebutuhan dan keinginan obyek-
sasaran hasil citra perusahaan dapat menjadi informasi ekstrinsik
petunjuk bagi nasabah.
Hasil pengujian menunjukkan nilai koefisien beta citra
perusahaan terhadap loyalitas t-statistik yaitu sebesar 3,850 dengan
signifikansi 0,000. Indikator yang mendominasi dalam variable citra
perusahaan ini adalah identitas perusahaan jawaban responden paling
banyak dengan kategori setuju sebanyak 43 dengan angka mean
sebesar 4,20. Dimana Telkomsel Jepara dianggap oleh masyarakat
Jepara merasa memiliki reputasi yang baik serta memiliki identitas
perusahaan yang handal sehingga mampu memberikan kepuasan
sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penelitian ini senada dengan penelitian terdahulu Sari (2017)
menjelaskan bahwa citra perusahaan secara parsial berpengaruh
terhadap loyalitas pelanggan, senada dengan Putri Apriyanti et al.,
(2017) bahwa Citra perusahaan mempengaruhi loyalitas nasabah dan
78
Safitri & Priyanti (2016) menyimpulkan Citra perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap loyalitas.
4.10.2. Pengaruh Penanganan Keluhan Terhadap Loyalitas Anggota
Penanganan keluhan merupakan kemampuan untuk
menghindari potensial masalah, memberi saran sebelum terjadi
masalah, dan melakukan diskusi terkait saran secara jelas apabila
terjadinya masalah. Hasil statistik menunjukkan nilai t-statistik
sebesar 3,613 dengan signifikansi 0,000.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat dari secara
keseluruhan variable penanganan keluhan dipersepsikan responden
tinggi yang tercermin pada besarnya nilai indikator Kecepatan
penanganan komplain jawaban responden paling banyak dengan
kelompok yang tidak setuju sebesar 32 dengan angka mean sebesar
3,22, indikator (2) Penyelesaian masalah secara memuaskan jawaban
responden paling banyak dengan kategori yang netral sebanyak 34
dengan angka mean sebesar 3,31 dan indikator (3) Kemudahan
prosedur pengajuan komplain jawaban responden paling banyak
dengan kategori setuju sebanyak 28 dengan angka mean sebesar
3,56. hal ini melihatkan walaupun banyak pelanggan Telkomsel
Jepara merasa kecepatan penanganan komplain masih banyak yang
kurang maksimal tetapi secara umum kriteria responden termasuk
tinggi sehingga pelanggan Telkomsel Jepara merasa kecepatan
79
penanganan complain termasuk kategori baik sehingga mampu
memberikan kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan.
Senada dengan penelitian (Yunita Arum Safitri, 2011) yang
menyimpulkan penanganan konflik mempunyai pengaruh positif
terhadap loyalitas nasabah Bank BCA serta (Ruth Andita Hayu
Tejaningtyas, 2015) menjelaskan bahwa Penanganan komplain
mempunyai pengaruh positif dan signifikan pada rasa puas oleh
nasabah. Hal ini memperlihatkan semakin baik tingkat penanganan
keluhan anggota hingga akan semakin tinggi loyalitas anggota
terbukti dari indikator variabel penanganan masalah yang paling
mendominasi diantaranya kemudahan prosedur pengajuan komplain
dan penyelesaian masalah secara memuaskan.
4.10.3. Pengaruh Kepuasan Terhadap Loyalitas
Kepuasan pelanggan dapat diartikan sebagai perbandingan
dari layanan atau hasil yang dirasakan konsumen atau hasil yang
diterima konsumen, dengan harapan bahwa kualitas layanan atau
hasil yang diterima melebihi harapan dari konsumen Normasari et al.
(2013). Kepuasan yang dicapai oleh nasabah menimbulkan loyalitas
bagi nasabah itu sendiri. Hasil pengujian menunjukkan nilai t-
statistik yaitu sebesar 2,359 dengan nilai signifikan sebesar 0,020.
Hal tersebut membuktikan bahwa kepuasan nasabah terbukti
memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas nasabah.
80
Berdasarkan pengamatan peneliti kepuasan berpengaruh
karena tanggapan responden tinggi secara keseluruhan kepuasan
mencapai nilai kriteria tertinggi adalah indikator mengenai (1) Re-
purchase (pembelian ulang) jawaban responden paling banyak
dengan kelompok yang sangat setuju sebesar 52 dengan angka mean
sebesar 4,25, indikator (2) Menciptakan (Word-of-Mouth) jawaban
responden paling banyak dengan kategori yang setuju 49 dengan
angka mean sebesar 4,19 dan indikator (3) Menciptakan citra merek
responden paling banyak dengan kategori setuju sebanyak 60 dengan
angka mean sebesar 4,01, dan indikator (4) Menciptakan keputusan
pembelian pada perusahaan yang sama jawaban responden paling
banyak dengan kategori netral sebanyak 35 dengan angka mean
sebesar 3,37. hal ini melihatkan pelanggan Telkomsel Jepara banyak
yang melakukan pembelian ulang sehingga mampu memberikan
kepuasan sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penelitian ini senada dengan Octavia (2019) mengemukakan
bahwa kepuasan nasabah berpengaruh terhadap loyalitas nasabah,
senada dengan Atmaja (2018) mengemukakan kualitas pelayanan
dan kepuasan nasabah berpengaruh kuat terhadap Loyalitas Nasabah
dan Purnama & Asmi Ayuninh Hidayah, (2019) menyimpulkan
Kepuasan Pelanggan Mempunyai Pengaruh Positif terhadap
Loyalitas Pelanggan.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Setelah peneliti melakukan analisis dalam bab-bab sebelumnya maka
peneliti dapat memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Secara parsial citra perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap
loyalitas. Hal ini dibuktikan bahwa semakin baik citra perusahaan bagi
masyarakat maka semakin tinggi loyalitas pelanggan.
2. Secara parsial penanganan keluhan memiliki pengaruh signifikan terhadap
loyalitas. Hal ini dibuktikan bahwa semakin baik tingkat penanganan
keluhan hingga akan semakin tinggi loyalitas terbukti dari indikator variabel
penanganan masalah yang paling mendominasi diantaranya kemudahan
prosedur pengajuan komplain dan penyelesaian masalah secara memuaskan.
3. Secara parsial kepuasan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas.
Hal ini dibuktikan bahwa semakin besar kepuasan pelanggan maka akan
semakin tinggi loyalitas pelanggan Telkomsel.
4. Secara simultan citra perusahaan, penanganan keluhan dan kepuasan
memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Telkomsel.
5.2. Saran
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, masih terdapat banyak
kekurangan, sehingga beberapa saran yang dapat peneliti berikan, yaitu :
81
82
1. Bagi peneliti
a. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menggunakan jumlah sampel
yang lebih banyak mengingat penelitian ini menggunakan jumlah
sampel yang minimal.
b. Dalam penelitian mendatang, dapat dilakukan penambahan variabel
lain dan dimensi-dimensi pada model yang telah ada maupun pada
model yang mengalami pengembangan. Untuk mengembangkan
penelitian ini maka penelitian selanjutnya menggunakan penelitian
studi kasus dengan metode kualitatif.
2. Bagi Telkomsel
a. Perlu mencermati upaya pemenuhan layanan dari segi ketepatan waktu
dalam melayani pelanggan untuk dapat mewujudkan mutu layanan
yang berkualitas.
b. Perlu meningkatkan layanan, terutama mengenai masalah kecepatan
penanganan keluhan para pelanggan.
c. Mengingat persaingan provider yang semakin ketat bagi perusahaan
serta pelanggan yang lebih dominan para pemuda dan dewasa maka
disarankan untuk melakukan peningkatan inovasi menciptakan
terobosan-terobosan baru yang berkaitan dengan keuntungan-
keuntungan yang dirasakan oleh pelanggan.
83
DAFTAR PUSTAKA
Chan, S. (2003). Relationship Marketing (Inovasi Pemasaran yang Membuat
Pelanggan Bertekuk Lutut. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ditta Nur Hidayanti, Heni Noviarita, & Erike Anggraeni. (2020). Analisis
Penanganan Keluhan terhadap Loyalitas Nasabah pada PT. BPRS se-
Provinsi Lampung. Jurnal Akuntansi Volume 16 Number 01, 2020, 1-6.
Dwi Ayu Suryani. (2017). Pengaruh Penanganan Keluhan, Kepercayaan, dan
Kepuasan Terhadap Loyalitas Anggota Koperasi Wanita (KOPWAN)
“Sejahtera” Desa Gayam Kecamatan Gurah. Simki-Economic Vol. 01 No.
05 Tahun 2017, 1-15.
Ferdinand A. (2000). Structural Equation Modelling Dalam Penelitian
Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Gronroos, C. (1994). From Marketing Mix to Relationship Marketing : Toward a
Paradigm Shift in Marketing. Journal of Management Decision, Vol. 32,
No. 2, 4-20.
Hurriyati, R. (2010). Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung:
Alfabeta.
Jarrar, Mustafa, Ruben , V., & Robert Meersman. (2003). Ontology-based
Customer Complaint Management. Workshop on Regulatory Ontologies
and The Modeling of Complaint Regulations (Worm), 1-14.
Kartika Sari, & Nurhayati, I.K. (2019). Pengaruh strategi komunikasi pemasaran
Starbucks Card terhadap loyalitas konsumen (Studi Pada Konsumen
Berstatus Mahasiswa PT. Starbucks Coffee di Kota Bandung). Jurnal
Ilmiah Komunikasi Makna, Vol.7, No.2, Agustus 2019, 1-22.
Kavosh, K., Abu Bakar, A., Melati, A., & Siti Zaleha, A. (2011). Influential
Barriers of Customer Relationship Management Implementation.
International Bulletin of Business Administration. 10:, 76-.
Kotler, K. (2012). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Kotler, P. (2008). Manajemen Pemasaran. Jakarta: (Jakarta: Indeks).
84
Kotler, P. (2012). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhalindo.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Prinsip-prinsip Pemasaran (Vol. Jilid 1).
Jakarta: Erlangga.
Krismanto. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas
Nasabah. Semarang: Tesis. Tidak dipublikasikan. Universitas Diponegoro.
Lupiyoadi, R. (2013). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat.
Maria Magdalena, Lidya Martha, & Ingat Budi Berkat Kristian Ziliwu. (2018).
Pengaruh Komunikasi Pemasaran dan Kerelasian Nasabah Terhadap
Loyalitas Nasabah di PT Bank Nagari Cabang Pasar Raya Kota Padang.
Jurnal Pundi, Vol. 02, No. 03, November 2018, 273-286.
Marina Malian. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Penanganan Komplain,
Citra dan Kepuasan Terhadap Bank BRI Unit Kebun Bunga Palembang.
Jurnal Bisnis Darmajaya, Vol.02. No.02, Juli 2016, 52-61.
Maulidi, & Ainur. (2013). Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Loyalitas
Nasabah: Studi Pada Nasabah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur
Tbk Cabang Bawean. Jurnal Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya.
Nandan Limakrisna. (2008). Pengaruh Komunikasi Pemasaran dan Kerelasian
Nasabah terhadap Loyalitas Nasabah. Jurnal Ekonomi Bisnis No. 1 Vol.
13, April 2008, 68-79.
Ndubisi, N. (2007). Relationship Marketing and Customer Royalty. . Marketing
Intelligence & Planning, Vol. 25, No. 1, 98-106.
Nyer, P. (2000). An investigation into whether complaining can cause increased
consumer satisfaction. Journal of Consumer Marketing, Vol. 17 No. 1, 9-
19.
Rahmawati, L., & Hudayatin, N. (2013). Kualitas Pelayanan Dan Pengaruhnya
Terhadap Tingkat Kepuasan Nasabah Di Bmt Ugt Sidogiri Capem Waru.
EL-QIST, Vol.03,No.01.
Ruth Andita Hayu Tejaningtyas. (2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan,
Penanganan Komplain dan Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Nasabah
dengan Kepuasan Nasabah sebagai Variabel Mediasi (Studi pada PT. AIA
Financial Cabang Surakarta). Riset Manajemen & Akuntansi Volume 6
Nomor 1 Edisi Mei 2015, 108-133.
85
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Afabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat:
eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Sumadi, & Soliha. (2015). The Effect of Bank Image and Trust on Loyalty
Mediated by Consumer Satisfaction. Jurnal Dinamika Manajemen, E.
2015 6(2): ., 121-132.
Syaifullah. (2018). Pengaruh Kepercayaan dan Komunikasi Terhadap Loyalitas
Pelanggan Pada PT Spectrum Lintas Service di Kota Batam. JIM UPB
Volume 6 No.1 2018, 116-125.
Taufik, A. (2005). Dinamika pemasaran. Jakarta: pt rajagrafindo persada.
Tjiptono, F. (2012). Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Bayu Media Publishing.
[Link].
Tjiptono, F. (2014). PEMASARAN JASA Prinsip, Penerapan dan Penelitian.
Yogyakarta: CV Andi Offset.
Triyanto, A. (2009). Organizational Citizenship Behavior ( OCB ) Dan
Pengaruhnya Terhadap Keinginan Keluar dan Kepuasan Kerja Karyawan.
Jurnal Management, 7(4), 1–13.
Ubaidillah, Fatchur Rohman, Rofiaty. (2017). Pengaruh Relationship Marketing
dan Kualitas Layanan terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah (Studi
pada Nasabah Funding Bank Sinarmas Kantor Cabang Padang). Jurnal
Bisnis dan Manajemen Vol. 4 No.1, Januari 2017, 99-110.
Yunita Arum Safitri. (2011). Kepercayaan, Komitmen, Komunikasi, Penanganan
Konflik, dan Perannnya terhadap Kepuasan terhadap Loyalitas Nasabah
Bank BCA di Surabaya. Journal of Business and Banking Volume 1, No.
2, November 2011, 117 – 130.
86
Lampiran 1 Surat Penelitian dari UNISNU
87
Lampiran 2 Surat Penelitian dari Instansi
88
Lampiran 4 Lembar Kuesioner
KUESIONER PENELITIAN
Judul Penelitian
PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN KELUHAN DAN
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS
PELANGGAN KARTU TELKOMSEL DI JEPARA
A. Pengantar
Bersama ini saya sampaikan daftar pertanyaan kepada Bapak/Ibu/Sdr/i, dengan
permohonan agar berkenan kiranya meluangkan waktu untuk mengisinya.
Pertanyaan dalam daftar ini berkenaan dengan tanggapan Anda terhadap
“PENGARUH CITRA PERUSAHAAN, PENANGANAN KELUHAN DAN
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
KARTU TELKOMSEL DI JEPARA” sebagai penelitian skripsi saya, VENNY
AULIA ROHMAH. NIM. 171110002057. Program Studi Manajemen, Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara.
Atas kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i memberikan jawaban, sebelum dan sesudahnya
saya ucapkan terima kasih.
B. Cara Mengisi Jawaban
Beri tanda tingkat persetujuan anda terhadap pertanyaan-pertanyaan
berikut pada salah satu jawaban yang ada menurut pendapat anda tentang
pertanyaan tersebut.
C. Pertanyaan Kuesioner Bagian Pertama
Mohon dicoret yang tidak perlu atau lingkari jawaban Anda:
1. Jenis kelamin :
a. Pria
b. Wanita
2. Usia :
a. < 20 tahun
89
b. 21 – 30 tahun
c. 31 – 40 tahun
d. > 40 tahun
3. Pendidikan:
a. SMP
b. SMA
c. DIPLOMA
d. S1
e. S2
4. Menjadi pelanggan Telkomsel
a. ≤ dari 1 tahun
b. > dari 1 tahun
D. Daftar Kuesioner
Petunjuk Pengisian :
Bapak/Ibu/Saudara/i dapat memberikan salah satu jawaban dengan memberikan
tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan, dengan pertunjuk sebagai
berikut:
STS = Sangat Tidak Setuju (1) TS = Tidak Setuju (2)
N = Netral (3) S = Setuju (4)
SS = Sangat Setuju (5)
A. Variabel X1 Citra Perusahaan
N
INDIKATOR STS TS N S SS
O
1. Grapari Telkomsel di Jepara memiliki pribadi
yang baik
2. Grapari Telkomsel di Jepara memiliki
repotasi yang baik
3. Grapari Telkomsel di Jepara memiliki kualitas
yang baik
4. Grapari Telkomsel di Jepara mempunyai sisi
perusahaan (jasa keuangan) yang positif
90
B. Variabel X2 Penanganan Keluhan
NO INDIKATOR STS TS N S SS
1. Grapari Telkomsel di Jepara selalu
mengupayakan penanganan komplain
anggota dengan cepat
2. Penyelesaian masalah di Grapari Telkomsel
di Jepara adil sehingga sangat memuaskan
3. Pengajuan komplain anggota langsung
ditangani karyawan tanpa prosedur yang
berbelit-belit
C. Variabel X3 Kepuasan Pelanggan
NO INDIKATOR STS TS N S SS
1. Sebagai pelanggan Telkomsel selalu
melakukan transaksi ulang di Grapari
Telkomsel di Jepara
2. Sebagai pelanggan Telkomsel tidak tertarik
ke operator lain
3. Sebagai pelanggan Telkomsel
merekomendasikan produk Telkomsel ke
orang lain.
4. Sebagai pelanggan Telkomsel selalu membeli
produk-produk di Grapari Telkomsel di
Jepara
D. Variabel Y Loyalitas
N
INDIKATOR STS TS N S SS
O
1. Sebagai pelanggan Telkomsel merasa senang
dengan layanan dari pegawai Grapari
Telkomsel di Jepara
2. Sebagai pelanggan Telkomsel akan
merekomendasikan kepada orang
lain/keluarga untuk menggunakan Grapari
Telkomsel di Jepara
3. Sebagai pelanggan Telkomsel tidak akan
beralih ke lembaga jasa keuangan lain karena
sudah merasa cocok di Grapari Telkomsel di
91
N
INDIKATOR STS TS N S SS
O
Jepara
4. Sebagai pelanggan Telkomsel akan lebih
banyak berinfestasi di Grapari Telkomsel di
Jepara
5. Sebagai anggota tidak masalah membayar
administrasi tambahan karena puas dengan
Grapari Telkomsel di Jepara
6. Sebagai pelanggan Telkomsel akan
menggunakan kembali program/produk
Grapari Telkomsel di Jepara
92
Lampiran 5 Hasil Kuesioner
Citra perusahaan (X1) Penanganan keluhan (X2)
N X1. X1. X1. X1. Sco N X2. X2. X2. Sco
o 1 2 3 4 re o 1 2 3 re
1 4 4 4 4 16 1 4 4 2 10
2 1 2 1 2 6 2 2 2 3 7
3 4 4 4 4 16 3 2 2 2 6
4 4 4 4 4 16 4 3 3 3 9
5 4 4 3 3 14 5 2 4 3 9
6 2 2 1 3 8 6 2 3 5 10
7 5 5 4 5 19 7 2 2 4 8
8 4 3 4 4 15 8 4 3 2 9
9 1 3 3 1 8 9 1 2 2 5
10 4 4 4 3 15 10 4 4 4 12
11 4 4 4 4 16 11 3 2 5 10
12 4 4 4 4 16 12 5 2 3 10
13 4 4 3 5 16 13 5 5 5 15
14 4 4 4 5 17 14 2 2 2 6
15 2 3 2 4 11 15 4 1 1 6
16 4 4 4 4 16 16 2 5 5 12
17 5 5 5 5 20 17 5 5 5 15
18 5 4 4 5 18 18 2 4 4 10
19 4 4 3 4 15 19 2 4 2 8
20 5 4 4 5 18 20 3 3 4 10
21 5 5 4 5 19 21 3 3 5 11
22 5 5 5 5 20 22 2 3 4 9
23 5 5 4 5 19 23 2 4 2 8
24 5 5 4 5 19 24 3 2 3 8
25 4 4 4 4 16 25 1 3 4 8
26 4 4 4 3 15 26 4 4 4 12
27 4 4 4 4 16 27 3 3 5 11
28 4 4 4 4 16 28 5 3 3 11
29 4 4 3 5 16 29 5 5 5 15
30 4 4 4 5 17 30 2 2 2 6
31 4 3 4 4 15 31 4 3 1 8
32 2 4 4 1 11 32 2 2 2 6
33 4 4 4 3 15 33 4 4 4 12
93
Citra perusahaan (X1) Penanganan keluhan (X2)
N X1. X1. X1. X1. Sco N X2. X2. X2. Sco
o 1 2 3 4 re o 1 2 3 re
34 4 4 4 4 16 34 2 2 5 9
35 4 4 4 4 16 35 5 3 3 11
36 4 4 3 5 16 36 5 5 5 15
37 4 4 4 4 16 37 2 2 2 6
38 2 3 2 4 11 38 4 3 3 10
39 4 4 4 4 16 39 2 5 5 12
40 5 5 5 5 20 40 5 5 5 15
41 5 4 4 5 18 41 3 4 4 11
42 4 4 3 4 15 42 2 4 3 9
43 5 4 4 5 18 43 3 3 4 10
44 5 5 4 5 19 44 3 3 5 11
45 5 5 5 5 20 45 2 3 4 9
46 4 5 4 5 18 46 2 4 2 8
47 5 5 4 5 19 47 3 2 3 8
48 4 4 4 4 16 48 3 3 4 10
49 4 4 4 3 15 49 4 4 4 12
50 4 4 4 4 16 50 3 3 5 11
51 4 4 4 4 16 51 5 3 3 11
52 4 4 3 5 16 52 5 5 5 15
53 4 4 4 5 17 53 2 2 2 6
54 3 4 2 3 12 54 4 4 3 11
55 4 4 4 4 16 55 4 4 3 11
56 3 2 3 2 10 56 3 3 3 9
57 4 4 4 4 16 57 3 2 4 9
58 4 4 4 4 16 58 3 3 3 9
59 4 4 3 3 14 59 2 4 3 9
60 2 5 5 4 16 60 2 3 5 10
61 5 5 4 5 19 61 2 2 4 8
62 4 3 4 4 15 62 4 3 3 10
63 3 4 4 3 14 63 3 2 2 7
64 4 4 4 3 15 64 4 4 4 12
65 4 4 4 4 16 65 4 4 5 13
66 4 4 4 4 16 66 5 3 3 11
67 4 4 3 5 16 67 5 5 5 15
68 4 4 4 5 17 68 2 2 2 6
69 2 3 2 4 11 69 4 3 4 11
70 4 4 4 4 16 70 2 5 5 12
71 5 5 5 5 20 71 5 4 5 14
94
Citra perusahaan (X1) Penanganan keluhan (X2)
N X1. X1. X1. X1. Sco N X2. X2. X2. Sco
o 1 2 3 4 re o 1 2 3 re
72 5 4 4 5 18 72 2 4 4 10
73 4 4 3 4 15 73 2 4 2 8
74 5 4 4 5 18 74 4 4 4 12
75 4 5 4 5 18 75 4 3 5 12
76 5 5 5 4 19 76 2 3 4 9
77 5 5 4 5 19 77 2 4 2 8
78 5 5 4 5 19 78 4 2 3 9
79 4 4 4 4 16 79 4 3 4 11
80 4 4 4 5 17 80 5 5 5 15
81 2 3 2 2 9 81 3 4 4 11
82 4 4 4 4 16 82 3 4 3 10
83 5 5 5 5 20 83 4 4 4 12
84 5 4 4 5 18 84 4 3 5 12
85 4 4 4 4 16 85 3 3 4 10
86 5 4 4 5 18 86 3 4 3 10
87 5 5 4 4 18 87 4 3 3 10
88 5 5 5 5 20 88 4 3 4 11
89 4 3 4 5 16 89 5 5 5 15
90 5 5 4 4 18 90 3 4 4 11
91 4 4 4 4 16 91 3 4 3 10
92 5 5 4 5 19 92 4 4 4 12
93 2 3 2 4 11 93 4 3 5 12
94 4 4 4 4 16 94 2 2 2 6
95 5 5 5 5 20 95 4 3 1 8
96 5 4 4 5 18 96 2 2 2 6
97 4 4 3 4 15 97 4 4 4 12
98 5 4 4 5 18 98 2 2 5 9
99 5 5 4 4 18 99 3 4 3 10
10 10
5 5 5 5 20 4 3 3 10
0 0
95
Kepuasan pelanggan (X3) Loyalitas (Y)
No X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Score No y1 y2 y3 y4 y5 y6 Score
1 5 3 2 4 14 1 3 3 4 4 4 3 21
2 2 2 2 2 8 2 2 3 4 2 2 3 16
3 5 4 4 2 15 3 4 4 4 4 2 4 22
4 5 5 4 3 17 4 5 4 4 5 5 4 27
5 4 4 5 4 17 5 4 5 4 4 3 5 25
6 5 5 4 3 17 6 3 3 4 2 5 3 20
7 5 5 4 2 16 7 5 4 5 4 4 4 26
8 3 5 3 3 14 8 3 4 3 4 2 4 20
9 3 3 4 2 12 9 4 4 4 4 2 4 22
10 4 4 4 4 16 10 4 4 4 4 4 4 24
11 5 5 3 2 15 11 4 4 4 4 5 4 25
12 3 5 5 2 15 12 3 4 4 4 3 4 22
13 5 5 5 5 20 13 4 3 4 3 5 3 22
14 5 4 4 2 15 14 4 4 4 4 2 4 22
15 3 2 2 1 8 15 3 2 3 2 2 2 14
16 5 5 5 5 20 16 4 4 4 4 3 4 23
17 4 4 4 5 17 17 5 5 5 3 3 5 26
18 5 3 4 4 16 18 4 4 4 4 4 4 24
19 4 3 3 4 14 19 4 3 4 3 2 3 19
20 5 5 5 3 18 20 4 4 4 4 4 4 24
21 2 5 4 3 14 21 5 4 5 4 5 4 27
22 5 4 3 3 15 22 3 5 5 5 4 5 27
23 5 4 4 4 17 23 5 4 5 4 2 4 24
24 5 4 4 2 15 24 5 4 5 4 3 4 25
25 5 5 5 3 18 25 4 4 4 4 4 4 24
26 4 4 4 4 16 26 4 4 4 4 4 4 24
27 5 5 2 3 15 27 3 4 3 3 5 4 22
28 2 5 5 3 15 28 4 4 4 3 3 4 22
29 5 5 5 5 20 29 4 3 5 5 5 3 25
30 5 5 5 2 17 30 4 4 2 2 2 4 18
31 2 5 2 3 12 31 3 4 4 3 2 4 20
32 2 2 4 2 10 32 4 4 2 2 2 4 18
33 4 4 4 4 16 33 4 4 4 4 4 4 24
34 5 5 2 2 14 34 4 4 2 4 5 4 23
35 2 5 5 3 15 35 4 4 5 3 3 4 23
36 5 5 5 5 20 36 4 3 4 5 5 3 24
37 5 4 4 2 15 37 4 4 3 3 2 4 20
96
Kepuasan pelanggan (X3) Loyalitas (Y)
No X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Score No y1 y2 y3 y4 y5 y6 Score
38 3 2 2 3 10 38 3 2 4 3 3 2 17
39 5 5 5 5 20 39 4 4 2 5 5 4 24
40 4 4 4 5 17 40 5 5 3 5 3 5 26
41 5 3 4 4 16 41 4 4 3 4 4 4 23
42 4 3 3 4 14 42 4 3 2 4 3 3 19
43 5 5 5 3 18 43 4 4 3 3 4 4 22
44 3 5 4 3 15 44 5 4 3 3 5 4 24
45 5 4 3 3 15 45 3 5 2 3 4 5 22
46 5 4 4 4 17 46 5 4 2 4 2 4 21
47 5 4 4 2 15 47 5 4 3 4 3 4 23
48 5 5 5 3 18 48 4 4 3 3 4 4 22
49 4 4 4 4 16 49 4 4 4 4 4 4 24
50 5 5 3 3 16 50 4 4 3 3 5 4 23
51 2 5 4 3 14 51 4 4 5 3 3 4 23
52 5 4 5 5 19 52 4 3 5 5 5 3 25
53 5 4 5 2 16 53 4 4 3 4 2 4 21
54 2 5 5 4 16 54 4 3 4 4 3 3 21
55 5 3 3 4 15 55 4 4 4 4 3 4 23
56 3 3 3 3 12 56 2 3 3 3 3 3 17
57 5 4 4 2 15 57 4 4 3 4 4 4 23
58 5 5 4 3 17 58 4 4 4 4 3 4 23
59 4 4 5 4 17 59 4 3 2 4 3 3 19
60 5 5 4 3 17 60 2 3 2 3 5 3 18
61 5 5 4 2 16 61 3 4 3 3 4 4 21
62 4 5 4 3 16 62 3 4 4 3 3 4 21
63 4 4 4 2 14 63 4 4 3 2 2 4 19
64 4 4 4 4 16 64 4 4 4 4 4 4 24
65 5 5 4 4 18 65 4 4 4 4 3 4 23
66 3 4 5 3 15 66 4 4 3 3 3 3 20
67 3 5 4 5 17 67 4 3 4 5 5 4 25
68 5 4 4 2 15 68 4 4 3 3 3 3 20
69 4 4 4 3 15 69 3 3 4 3 4 4 21
70 5 3 3 5 16 70 4 4 3 4 5 3 23
71 4 4 4 5 17 71 4 4 5 4 5 5 27
72 5 3 4 4 16 72 4 4 2 4 4 2 20
73 4 3 3 4 14 73 4 3 3 4 2 3 19
74 5 5 5 4 19 74 4 4 4 4 4 4 24
75 4 5 4 3 16 75 5 4 4 4 5 4 26
97
Kepuasan pelanggan (X3) Loyalitas (Y)
No X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Score No y1 y2 y3 y4 y5 y6 Score
76 5 4 3 3 15 76 5 3 3 3 4 3 21
77 5 4 4 4 17 77 3 4 2 4 2 2 17
78 5 4 4 2 15 78 5 4 4 2 3 4 22
79 5 5 5 3 18 79 4 4 4 3 4 4 23
80 4 4 4 5 17 80 4 4 4 3 3 4 22
81 5 4 5 4 18 81 3 2 3 4 4 3 19
82 4 4 4 4 16 82 4 4 3 4 3 3 21
83 5 3 4 4 16 83 2 3 3 4 4 3 19
84 4 4 4 3 15 84 4 4 4 3 4 4 23
85 5 5 5 3 18 85 4 4 3 3 4 3 21
86 4 5 4 4 17 86 4 4 3 4 3 3 21
87 5 4 4 3 16 87 5 4 4 3 3 4 23
88 5 4 4 3 16 88 3 5 4 3 4 4 23
89 5 4 4 5 18 89 3 4 4 4 4 4 23
90 5 5 5 4 19 90 5 4 3 4 4 3 23
91 5 4 4 4 17 91 4 4 3 4 3 3 21
92 5 4 4 4 17 92 5 4 4 4 4 4 25
93 5 5 4 3 17 93 3 3 4 3 5 4 22
94 2 3 4 2 11 94 2 2 2 2 1 2 11
95 4 4 4 3 15 95 5 5 4 3 1 4 22
96 5 5 3 3 16 96 4 4 2 2 2 2 16
97 2 4 5 4 15 97 4 3 3 3 4 3 20
98 5 5 5 2 17 98 4 4 2 2 5 2 19
99 4 5 4 4 17 99 5 4 4 3 3 4 23
10
5 4 4 3 16 100 5 5 4 3 4 4 25
0
Lampiran 6 Analisis SPSS variabel citra perusahaan
98
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.774 4
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted
x1 12.07 2.271 .903 .510
x2 12.03 3.482 .707 .689
x3 12.30 3.528 .464 .772
x4 11.90 3.128 .387 .845
Lampiran 7 Analisis SPSS variabel Penanganan keluhan
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.761 3
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted
x1 6.83 4.902 .559 .717
x2 7.13 5.430 .529 .746
x3 6.83 4.144 .698 .548
Lampiran 8 Analisis SPSS variable kepuasan
99
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.633 4
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted
x1 11.47 5.982 .338 .621
x2 11.23 6.185 .455 .541
x3 11.57 5.771 .467 .526
x4 12.23 5.702 .408 .568
Lampiran 9 Analisis SPSS variable Loyalitas pelanggan
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.715 6
Item-Total Statistics
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted
y1 18.67 7.816 .409 .691
y2 18.80 7.407 .454 .677
y3 18.73 6.823 .365 .708
y4 18.97 6.240 .595 .626
y5 19.03 6.102 .478 .672
y6 18.80 7.407 .454 .677
Lampiran 10 Analisis Regresi Linier
100
Descriptive Statistics
Std.
Mean Deviation N
loyalitas 21.95 2.848 100
citra_perusahaan 16.18 2.812 100
penanganan_keluhan 10.09 2.442 100
kepuasan_pelanggan 15.82 1.946 100
Correlations
citra_
perusahaa penanganan kepuasan_
loyalitas n _ keluhan pelanggan
Pearson loyalitas 1.000 .436 .516 .516
Correlation citra_perusahaan .436 1.000 .158 .309
penanganan_keluhan .516 .158 1.000 .565
kepuasan_pelanggan .516 .309 .565 1.000
Sig. (1-tailed) loyalitas . .000 .000 .000
citra_perusahaan .000 . .058 .001
penanganan_keluhan .000 .058 . .000
kepuasan_pelanggan .000 .001 .000 .
N loyalitas 100 100 100 100
citra_perusahaan 100 100 100 100
penanganan_keluhan 100 100 100 100
kepuasan_pelanggan 100 100 100 100
Variables Entered/Removeda
Variables
Model Variables Entered Removed Method
1 kepuasan_pelang . Enter
gan,
citra_perusahaan,
penanganan_kelu
hanb
a. Dependent Variable: loyalitas
b. All requested variables entered.
101
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the Durbin-
Model R R Square Square Estimate Watson
1 .655a .429 .411 2.185 1.987
a. Predictors: (Constant), kepuasan_pelanggan, citra_perusahaan,
penanganan_keluhan
b. Dependent Variable: loyalitas
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 344.276 3 114.759 24.029 .000b
Residual 458.474 96 4.776
Total 802.750 99
a. Dependent Variable: loyalitas
b. Predictors: (Constant), kepuasan_pelanggan, citra_perusahaan,
penanganan_keluhan
Coefficientsa
Unstandardized Standardized Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 7.557 1.952 3.872 .000
citra_perusahaan .316 .082 .312 3.850 .000 .904 1.106
penanganan_kel .394 .109 .338 3.613 .000 .681 1.469
uhan
kepuasan_pelan .335 .142 .229 2.359 .020 .632 1.583
ggan
a. Dependent Variable: loyalitas
Collinearity Diagnosticsa
Variance Proportions
citra_
Conditio perusah penanganan kepuasan_
Model Dimension Eigenvalue n Index (Constant) aan _ keluhan pelanggan
1 1 3.940 1.000 .00 .00 .00 .00
2 .038 10.140 .02 .19 .64 .00
102
3 .015 16.009 .27 .81 .16 .08
4 .006 25.154 .71 .00 .20 .92
a. Dependent Variable: loyalitas
Residuals Statisticsa
Std.
Minimum Maximum Mean Deviation N
Predicted Value 16.08 25.49 21.95 1.865 100
Std. Predicted Value -3.149 1.897 .000 1.000 100
Standard Error of .222 .933 .415 .137 100
Predicted Value
Adjusted Predicted Value 15.24 25.48 21.96 1.871 100
Residual -7.667 5.922 .000 2.152 100
Std. Residual -3.508 2.710 .000 .985 100
Stud. Residual -3.655 2.895 -.002 1.011 100
Deleted Residual -8.320 6.757 -.007 2.268 100
Stud. Deleted Residual -3.918 3.014 -.003 1.033 100
Mahal. Distance .030 17.055 2.970 2.892 100
Cook's Distance .000 .295 .014 .042 100
Centered Leverage .000 .172 .030 .029 100
Value
a. Dependent Variable: loyalitas
Charts
103
104