Modul Ajar Kurikulum Merdeka
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INDONESIA FASE D KELAS VII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Harin Fadillah, [Link]
Instansi : SMPN 28 KOTA TANGERANG
Tahun Penyusunan : Tahun 2022
Jenjang Sekolah : SMP/MTs
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : D / VII
Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi
Capaian Pembelajaran : Berbicara dan Mempresentasikan
(CP) Elemen
Peserta didik mulai mampu
menyampaikan gagasan, pikiran,
pandangan, arahan, atau pesan untuk
memecahkan masalah dan solusi
dalam bentuk monolog, pendapat
lisan dalam dialog secara logis, kritis,
dan kreatif. Dalam mengemukakan
gagasan tersebut, peserta didik mulai
mampu menggunakan kosakata baru
yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan sesuai dengan
tipe teks, pendengar, norma
kesopanan, dan tujuan
berkomunikasi. Peserta didik mulai
mampu berpartisipasi dalam diskusi
secara aktif, kontributif, dan santun
dengan tuturan yang empatik, efektif,
dalam bentuk paparan fiksi dan
informasional menggunakan media
multimodal. Peserta didik mulai
mampu memaparkan berbagai topik
aktual dengan persiapan yang baik
berdasarkan pengamatan dan
pengalamannya.
Menyimak
Peserta didik mampu menyimpulkan
ide pokok, menganalisis akurasi dan
kualitas dari informasi berupa
gagasan, pikiran, perasaan,
pandangan, arahan, atau pesan dari
berbagai tipe teks (fiksi dan
informasional) yang disimaknya (baik
teks audiovisual atau aural) dalam
bentuk monolog, dialog, dan gelar
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
wicara secara sederhana
menggunakan pengetahuan dan
pengalamannya.
Menulis
Peserta didik mulai mampu menulis
gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan tertulis untuk berbagai
tujuan melalui teks deskripsi, narasi,
prosedur, eksposisi, rekon, persuasif,
dan teks transaksional menggunakan
media multimodal. Peserta didik
mulai mampu menulis hasil
pengamatannya menggunakan
dengan mengutip sumber rujukan
secara etis. Peserta didik juga mulai
mampu menggunakan kosakata baru
terkait topik tertentu yang memiliki
makna denotatif, konotatif, dan
kiasan dalam karangan dan esai
dengan struktur yang baik sesuai
dengan tipe teks. Peserta didik juga
mulai mampu mengekspresikan
gagasan, imajinasi, dan amanat
Alokasi Waktu : tertentu dalam bentuk prosa dan
puisi sederhana dengan
menggunakan diksi dan elemen
intrinsik yang menarik dan kreatif
(dialog, konflik, penokohan) untuk
memikat pembaca.
10 JP (Pertemuan Ke-1)
B. KOMPETENSI AWAL
Mengungkapkan pemahamannya terhadap puisi rakyat dengan
membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat dengan teliti.
Menjelaskan pendapatnya melalui kegiatan menginterpretasi tujuan
penulisan puisi dengan baik.
Memahami dan menyimpulkan informasi dari teks lisan yang disimaknya
dengan menjawab pertanyaan tentang macapat Kinanthi yang
diperdengarkan kepadanya.
Mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat.
Mengekspresikan ide melalui latihan mengkreasikan puisi rakyat dengan
musik untuk memikat pemirsa.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Bernalar kritis
Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Sumber Belajar Utama : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP
Kelas VII, Penulis: Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati.
Sumber Belajar Pendukung : Laman Badan Bahasa Kemendikbud Laman
Rumah Belajar Kemendikbud, Laman Badan Bahasa Kemendikbud Buku
puisi, Laman Badan Bahasa Kemendikbud Youtube, dengan kata kunci
‘cerita fantasi, Perpustakaan.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna
dan memahami materi ajar.
E. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka,
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
Maksimum 32 Peserta didik
G. POKOK MATERI
A. Mengenal dan Mengidentifikasi Unsur Puisi Rakyat
Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat.
Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat
Mengidentifikasi Isi dan Unsur Puisi Rakyat
Berkreasi dengan Puisi Rakyat
Musikalisasi Puisi.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
Pertemuan 1
1. Peserta didik mengungkapkan pemahamannya terhadap puisi rakyat
dengan membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat dengan teliti.
2. Peserta didik menjelaskan pendapatnya melalui kegiatan
menginterpretasi tujuan penulisan puisi dengan baik.
3. Peserta didik memahami dan menyimpulkan informasi dari teks lisan yang
disimaknya dengan menjawab pertanyaan tentang macapat Kinanthi yang
diperdengarkan kepadanya.
4a. Peserta didik mampu mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi
rakyat.
4b. Peserta didik mampu mengekspresikan ide melalui latihan mengkreasikan
puisi rakyat dengan musik untuk memikat pemirsa.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengungkapkan
pemahamannya terhadap puisi rakyat dengan membandingkan jenis dan
unsur puisi rakyat dengan teliti, menjelaskan pendapatnya melalui kegiatan
menginterpretasi tujuan penulisan puisi dengan baik., memahami dan
menyimpulkan informasi dari teks lisan yang disimaknya dengan menjawab
pertanyaan tentang macapat Kinanthi yang diperdengarkan kepadanya.,
mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat. Serta
mengekspresikan ide melalui latihan mengkreasikan puisi rakyat dengan
musik untuk memikat pemirsa.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah puisi rakyat itu?
Apakah ciri dan elemen puisi rakyat?
D. SIAP-SIAP BELAJAR
Membangkitkan minat peserta didik terhadap topik yang dipelajari dapat
dilakukan dengan mendiskusikan pengalaman yang menyenangkan terkait
topik tersebut. Guru dapat membuka Bab II ini dengan mendiskusikan
pengalaman dengan kisah. Karena tak semua peserta didik terbiasa membaca
di rumah dan memiliki akses terhadap buku bacaan, guru dapat membuka
diskusi tentang pengalaman didongengkan atau mendengarkan cerita. Untuk
menggali curah pengalaman peserta didik tentang hal ini, guru dapat bertanya
tentang:
a. Buku cerita atau tokoh cerita yang berkesan di masa kecil mereka.
b. Siapa yang biasa menuturkan dongeng kepada mereka di rumah?
c. Dongeng apa yang sering mereka dengar?
d. Apakah mereka menyukai dongeng tersebut? Mengapa?
Sebagian peserta didik mungkin tidak ingat dongeng yang dituturkan
kepada mereka, tetapi mungkin mereka mengingat tokoh film kartun atau film
serial yang mereka pirsa di televisi. Tayangan ini pun dapat menjadi media
diskusi dengan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
a. Bagaimana ciri-ciri fisik tokoh film tersebut? Bagaimana sifatnya?
b. Apakah hal yang mudah diingat dari tokoh tersebut? Mengapa tokoh
tersebut sedemikian menarik?
Setelah mendiskusikan tokoh dalam cerita fiksi, guru dapat menjelaskan
bahwa penulis cerita menciptakan tokoh dan alur sedemikian rupa agar
menarik minat pembaca. Meningkatkan daya pikat cerita dapat dipelajari. Pada
Bab II ini, peserta didik akan mengkaji beberapa contoh puisi rakyat dan cerita
fantasi.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
a. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan
kelas ( menyapa, berdoa, dan mengecekkehadiran ).
b. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.
c. Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan
manfaatnya bagi tercapai cita-cita
d. Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru
memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat
Nasionalisme.
e. Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicaraselama 15-20
menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan,
makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan motivasi.
f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran..
BELUM
Kegiatan Inti
Kegiatan 1:
Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat.
a. Puisi rakyat memiliki fitur bait dan baris dengan jumlah yang tak jauh
berbeda antarbarisnya. Hal ini menyebabkan puisi rakyat memiliki irama
yang menarik apabila dituturkan.
b. Guru dapat meminta peserta didik membaca bait dalam puisi rakyat dalam
Buku Siswa tersebut secara bergantian.
c. Setelah itu, peserta didik dapat diminta untuk bekerja sama dalam
kelompok kecil untuk mengisi tabel perbandingan puisi.
d. Setelah mengisi tabel, guru dapat meminta perwakilan kelompok
membacakan tabelnya dan kelompok lain mencocokkan jawabannya.
Berikut adalah contoh jawaban tepat untuk tabel pada Kegiatan 1.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Apabila peserta didik telah menyepakati isian dalam tabel tersebut, peserta
didik dapat mencocokkan jawaban dengan penjelasan tentang puisi rakyat
pada bagian Kupas Teori. Kemudian, peserta didik dapat diminta untuk
melengkapi pertanyaan tentang tujuan puisi berikut.
Kegiatan 2:
Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat
a. Menginterpretasi tujuan penulisan puisi merupakan kegiatan yang melatih
kemampuan berpikir peserta didik secara subjektif.
b. Peserta didik perlu dibiasakan untuk menyampaikan pendapat dan
menjelaskan alasan bagi pendapatnya tersebut.
c. Kegiatan menginterpretasi tujuan penulis dapat dilakukan peserta didik
secara berpasangan agar peserta didik dapat membandingkan dan
mendiskusikan jawaban mereka. Tabel berikut menyediakan contoh
alternatif jawaban peserta didik yang berbeda.
Tabel 2.3 Contoh Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Menginterpretasi
Tujuan Penulis
Nama :
Nama Teman:
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Tindaklanjuti kegiatan pengisian tabel ini dengan mendorong peserta didik
untuk menjelaskan alasannya dengan pertanyaan pemantik seperti:
a. Mengapa kalian berpikir demikian?
b. Sebutkan kalimat dalam pantun yang memperkuat jawaban kalian.
Kegiatan 3:
Mengidentifikasi Isi dan Unsur Puisi Rakyat
Puisi tradisional Jawa tentang Anoman ini dipilih sebagai variasi puisi
rakyat. Guru dapat mengajak peserta didik untuk mengamati puisi tersebut dan
membandingkannya dengan puisi lain yang dibahas pada bagian sebelumnya.
Berikut adalah jawaban yang tepat oleh peserta didik.
1. Apa persamaan puisi ini dengan pantun, gurindam, dan syair?
Sama-sama memiliki bait.
Terdapat jumlah kalimat yang sama di setiap baitnya.
Terdapat jumlah suku kata yang sama di setiap barisnya.
2. Apa perbedaannya dengan ketiga puisi rakyat tersebut?
Jumlah kalimat dalam tiap bait di macapat ini berbeda dengan jumlah pada
syair, pantun, dan gurindam.
Guru dapat mengajak peserta didik mengenali ciri unik pada jenis puisi
macapat ini, yaitu, bahwa ia biasa dilagukan. Oleh karena itu, puisi ini dikenal
dengan tembang atau lagu. Guru dapat mengajak peserta didik memirsa video
pelantunan tembang macapat Kinanthi apabila sekolah memiliki jaringan
internet.
Tabel 2.4 Tabel Penilaian Kegiatan Mengkaji Unsur dan Isi Puisi Rakyat
Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
tidak menjawab satu menjawab menjawab
menjawab, pertanyaan semua semua
atau menjawab dengan tepat. pertanyaan pertanyaan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
dua pertanyaan dengan tepat dengan tepat
namun tidak namun tidak dan lengkap.
tepat. lengkap.
Nilai = 2
Nilai = 1 Nilai = 3
Nilai = 4
(Nama Peserta (Nama Peserta (Nama Peserta (Nama Peserta
Didik) Didik) Didik) Didik)
Kegiatan 4a:
Berkreasi dengan Puisi Rakyat
Menulis puisi bukan hal yang mudah. Melalui kegiatan menulis puisi rakyat ini,
guru melatih keberanian dan kepercayaan diri peserta didik untuk
mengekspresikan ide melalui puisi rakyat. Peserta didik perlu menangkap
pesan bahwa 'siapa saja dapat menulis puisi' melalui kegiatan ini. Apabila
peserta didik terlebih dahulu berpikir tentang ketentuan larik, isi, dan pola rima,
peserta didik yang belum terbiasa menulis puisi akan merasa terpenjara
dengan batasan-batasan itu dalam mengekspresikan idenya. Karenanya, guru
perlu memperkenalkan langkah-langkah menulis puisi yang diawali dengan
memunculkan keberanian peserta didik untuk mencurahkan idenya.
Apabila pada saat mengkaji pantun peserta didik berpikir seperti pembaca,
pada saat mengajak peserta didik untuk berproses menulis, guru menunjukkan
cara untuk 'berpikir seperti penulis'. Seorang penulis akan membagi proses
menulisnya dalam tiga tahapan: pramenulis, menulis, dan menyunting karya.
Proses Pramenulis
Peserta didik akan terbantu menulis puisi apabila ia mendapatkan banyak
inspirasi dan contoh. Guru dapat memberikan ragam puisi kepada peserta
didik selain puisi rakyat dan syair pada Bab II Buku Siswa ini. Selain itu,
gambar-gambar dan foto dapat memantik inspirasi untuk tema puisi. Untuk
membimbing peserta didik menulis puisi, guru pun dapat memperagakan
proses berpikir menulis puisi. Dengan berproses bersama-sama, peserta didik
dapat melihat kesulitan yang dihadapi guru dalam menulis dan strategi yang
dilakukan guru untuk mengatasinya. Sekalipun puisi yang akan ditulis adalah
karya individual, guru, dan peserta didik dapat menjalani langkah-langkah
menulis puisi ini bersama-sama.
1. Guru dan peserta didik bersama-sama memikirkan pertanyaan: "Siapakah
pembaca sasaran puisi yang akan dibuat?" Guru memberikan waktu kepada
seluruh peserta didik untuk menuliskan beberapa alternatif jawaban pada
buku tulis. Beberapa alternatif pembaca sasaran dapat berupa teman,
sahabat, orang tua, anggota keluarga lain, atau orang lain.
2. Guru dan peserta didik bersama-sama menyaksikan beberapa gambar atau
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
foto untuk menggali inspirasi tentang tema yang ingin ditulis. Gambar-
gambar ini dapat dikumpulkan guru dari media daring, majalah, koran, atau
buku perpustakaan.
3. Guru dapat menceritakan tema puisi yang akan ditulis dan peserta didik
dapat diberi motivasi untuk menceritakan rencana tema mereka. Guru perlu
menyampaikan apresiasi terhadap rencana tema yang telah disusun oleh
peserta didik dan menyemangati mereka untuk mengembangkannya.
4. Guru dan peserta didik bersama-sama menulis pernyataan-pernyataan
sesuai tema sebagaimana telah dicontohkan dalam Buku Siswa. Seperti
pada langkah sebelumnya, guru dapat membagi pernyataan-pernyataan
tersebut dan memotivasi peserta didik untuk memaparkan pernyataan yang
telah mereka tulis.
Proses Menulis
Guru dan peserta didik bersama-sama mengembangkan pernyataan tersebut
ke dalam larik dan isi. Karena proses ini dapat memakan waktu yang lama,
guru perlu memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk
menuliskannya di rumah. Sampaikan juga bahwa peserta didik dapat
mengubah rencana pembaca sasaran, tema, dan pernyataan mereka
seandainya mereka menemukan gagasan lain yang lebih menarik.
Proses Setelah Menulis atau Pascamenulis
1. Guru dan peserta didik telah menghasilkan draf pertama tulisan mereka.
Guru dan peserta didik perlu menyepakati cara untuk memberikan masukan
pada draf pertama ini. Salah satu cara adalah dengan melakukan
penyuntingan silang. Guru dan peserta didik dapat menyepakati elemen
penyuntingan, misalnya penulisan ejaan dan tanda baca. Guru dapat
memperagakan cara menyunting karya salah seorang peserta didik.
2. Setelah peserta didik memperbaiki draf pertama karyanya, guru dapat
mengadakan konferensi mini untuk memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk membacakan karyanya. Alternatifnya, peserta didik
dapat diminta untuk memajang karya pada dinding kelas agar peserta didik
lain dapat memberikan komentar terhadap karyanya.
Pada konferensi ini, guru memberikan contoh komentar dan apresiasi yang
dapat diberikan kepada karya teman.
3. Tabel pada Buku Siswa dapat digunakan sebagai format untuk menilai
karya. Saat meminta peserta didik untuk menuliskan komentar, guru dapat
memberi contoh komentar terhadap kekuatan sebuah karya seperti:
a. Ide yang unik dan berbeda.
b. Pilihan kata tertentu yang disukai.
c. Kalimat atau frasa yang menarik, kuat, lucu, atau puitis.
d. Pesan yang bermakna atau penting.
Tabel 2.5 Contoh Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Puisi Rakyat
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
SKOR DESKRIPSI
4 a. Terdapat pesan dan amanat yang disampaikan oleh
penulis.
b. Memiliki struktur yang dapat dikategorikan sebagai
pantun, gurindam, atau syair.
c. Menggunakan kosakata yang perinci dan bervariasi.
d. Nyaris tidak terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca.
3 a. Terdapat pesan dan amanat tetapi sulit untuk
diidentifikasi.
b. Memiliki struktur yang dapat dikategorikan sebagai
pantun, gurindam, atau syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari dengan beberapa
kosakata yang menarik.
d. Terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca, tetapi tidak
mengganggu pemahaman pembaca terhadap cerita.
2 a. Terdapat pesan dan amanat tetapi sulit untuk
diidentifikasi.
b. Sulit untuk dikategorikan sebagai pantun, gurindam,
atau syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari.
d. Terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca sehingga
membingungkan pembaca.
1 a. Pesan dan amanat tidak jelas dan membingungkan.
b. Sulit untuk dikategorikan sebagai pantun, gurindam,
atau syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari yang miskin variasi.
d. Terdapat banyak kesalahan ejaan dan tanda baca
sehingga membingungkan pembaca.
Kegiatan 4b:
Musikalisasi Puisi
Puisi dapat tampil memikat bagi remaja. Saat ini bahkan banyak grup pemusik
independen yang memopulerkan lagu dengan elemen sastrawi, seperti lirik yang
puitis. Untuk memulai kegiatan ini, peserta didik dapat diajak mendiskusikan lirik-
lirik lagu yang dinyanyikan grup pemusik independen tersebut. Dengan
mendiskusikan lirik lagu tersebut, peserta didik mengidentifikasi perbedaan puisi
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
rakyat dari puisi-puisi pada lagu-lagu yang mereka kenal. Kemudian, guru dapat
meyakinkan peserta didik bahwa mereka pun dapat mengonversi puisi menjadi
lagu. Mereka dapat mengerjakannya secara berkelompok. Kegiatan ini
merupakan kegiatan pilihan bagi sekolah yang menyediakan alat musik untuk
digunakan peserta didik dalam pembelajaran atau sekolah yang beberapa
peserta didiknya dapat mengakses alat musik.
Kegiatan Penutup
a. Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta siswa untuk
mengungkapkan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
b. Guru Bersama siswa menutup kegiatan dengan doa dan salam.
F. REFLEKSI
Sama dengan bab sebelumnya, kegiatan refleksi pada bab ini bertujuan untuk
memetakan kemampuan peserta didik selama berkegiatan dalam bab ini dan
menilai efektivitas strategi dan metode pembelajaran guru sebagai acuan
penyempurnaan pada bab berikutnya.
A. Memetakan Kemampuan Peserta didik
1. Pada akhir Bab II ini, guru telah melakukan penilaian formatif untuk
memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan mereka dalam:
a. mengingat dan menyimpulkan informasi dari puisi rakyat yang
disimaknya dengan menjawab pertanyaan tentang puisi rakyat yang
diperdengarkan kepadanya,
b. mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat,
c. menganalisis perubahan lebih perinci dalam alur cerita teks naratif
dengan menjawab pertanyaan tentang cerita fantasi dengan baik,
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
d. menilai alur pada teks naratif dengan mengisi diagram alur secara tepat,
e. menulis cerita fantasi sederhana untuk menyampaikan amanat tertentu
dengan menarik.
Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi
pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang belum memenuhi
tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus dalam
kegiatan perancah pada kegiatan berikutnya.
2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan
sebagai berikut. Tabel ini diisi dengan skor peserta didik pada kegiatan
tersebut.
Tabel 2.13 Tabel Pemetaan Kemampuan Peserta Didik
Menganalis
Memaha
is
mi dan
Menilai
Perubahan
Menyimp Menulis
Nama Menulis Alur
ulkan Lebih
No. Peserta Puisi pada Cerita
Perinci
Didik Informasi
Rakyat Cerita Fantasi
dari dalam
Fantasi
Puisi Alur Cerita
Rakyat
Fantasi
dst
3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada
bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan
bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui
kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan
kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau
kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, penilaian
akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang
terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Guru juga perlu mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
a. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri?
b. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan terlebih dulu
bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman melakukannya?
c. apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya sama sekali atau tidak
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
dapat dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru?
Selain itu, guru perlu membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya
saat mengisi tabel berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap
usaha yang dilakukannya saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab II
Buku Siswa ini.
Tabel 2.14 Tabel Refleksi Peserta Didik
Pengetahuan atau keterampilan yang sudah saya pelajari:
1.
2.
3.
Refleksi Proses Belajar
1. Kegiatan yang paling sulit bagi saya pada bab ini:
2. Hal yang saya lakukan untuk memperbaiki hasil belajar saya:
3. Kepada siapa saya minta bantuan untuk memperbaiki hasil belajar
saya:
4. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang telah saya lakukan:
1 2 3 4 5
Lingkari salah satu angka untuk menggambarkan:
1 = sangat tidak puas 4 = puas
2 = tidak puas 5 = sangat puas
3 = biasa saja
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu
Ditingkatkan
Tabel 2.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran
Sudah
Saya Masih
Sudah
No Lakukan Perlu Saya
Pendekatan/Strategi Saya
. tetapi Tingkatkan
Lakukan
Belum Lagi
Efektif
1 Saya sudah menyiapkan
buku pengayaan dengan
tema cerita rakyat dan cerita
fantasi dalam bentuk cetak
dan digital.
2 Saya sudah melakukan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
kegiatan pendahuluan dan
mengajak peserta didik
berdiskusi untuk
mengaktifkan pengetahuan
latar mereka tentang bacaan
fiksi yang disukainya.
3 Saya sudah
mengoptimalkan partisipasi
peserta didik dengan
memasangkan dan
mengelompokkan mereka
dengan teman yang tepat.
4 Saya sudah mengelaborasi
tanggapan seluruh peserta
didik dalam kegiatan
berdiskusi.
5 Saya sudah memberikan
alternatif kegiatan
pendampingan dan
pengayaan sesuai dengan
kompetensi peserta didik.
6 Saya sudah memperhatikan
reaksi peserta didik dan
menyesuaikan strategi
pembelajaran dengan
rentang perhatian dan minat
peserta didik.
7 Saya sudah memilih dan
menyediakan ragam
alternatif puisi rakyat dan
cerita fantasi di luar bacaan
yang disediakan pada Bab II
ini.
8 Saya sudah mengadakan
konsultasi kelompok untuk
memeriksa kemajuan draf
tulisan peserta didik dan
membantu kesulitan mereka
dalam menulis.
9 Saya melakukan pemetaan
terhadap kemampuan
peserta didik pada setiap
kegiatan yang diukur dalam
tes formatif pembelajaran.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
10 Saya telah mengumpulkan
hasil pekerjaan peserta didik
sebagai asesmen formatif
peserta didik.
11 Saya telah mengajak
peserta didik merefleksi
pemahaman dan
keterampilan mereka pada
akhir pembelajaran Bab II.
Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini:
.........................................................................................................................
.............
Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:
.........................................................................................................................
.............
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Buku atau sumber lain yang saya gunakan untuk mengajar bab ini:
.........................................................................................................................
.............
G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Kegiatan 1:
Mengisi tabel, guru dapat meminta perwakilan kelompok membacakan
tabelnya dan kelompok lain mencocokkan jawabannya. Berikut adalah
jawaban tepat untuk tabel pada Kegiatan 1.
Tabel 2.2 Tabel Perbandingan Puisi untuk Kegiatan 1 dan Kegiatan 2
Jumlah Jumlah Jumlah Pola Jenis Pesan
Puisi dalam
Bait Baris Suku Rima
Puisi
dalam Kata
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Setiap Tiap
Bait Baris
Puisi 1
Puisi 2
Puisi 3
Kegiatan 2:
Peserta didik secara berpasangan agar peserta didik dapat membandingkan
dan mendiskusikan jawaban mereka. Tabel berikut menyediakan alternatif
jawaban peserta didik yang berbeda.
Tabel 2.3 Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Menginterpretasi
Tujuan Penulis
Nama :
Nama Teman:
Jawaban
No. Pertanyaan Jawaban Saya
Teman
1 Manakah di antara puisi 1, 2, dan
3 yang memberikan nasihat bagi
pembaca?
2 Manakah di antara ketiga puisi
tersebut yang menggambarkan
perenungan diri?
3 Manakah di antara ketiga puisi
tersebut yang berisi
pengandaian?
Tindaklanjuti kegiatan pengisian tabel ini dengan mendorong peserta didik
untuk menjelaskan alasannya dengan pertanyaan pemantik seperti:
a. Mengapa kalian berpikir demikian?
b. Sebutkan kalimat dalam pantun yang memperkuat jawaban kalian.
Kegiatan 3:
Guru dapat mengajak peserta didik mengenali ciri unik pada jenis puisi
macapat ini, yaitu, bahwa ia biasa dilagukan. Oleh karena itu, puisi ini dikenal
dengan tembang atau lagu. Guru dapat mengajak peserta didik memirsa video
pelantunan tembang macapat Kinanthi apabila sekolah memiliki jaringan
internet.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Tabel 2.4 Tabel Penilaian Kegiatan Mengkaji Unsur dan Isi Puisi Rakyat
Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
tidak menjawab, menjawab satu menjawab semua menjawab
atau menjawab pertanyaan pertanyaan semua
dua pertanyaan dengan tepat. dengan tepat pertanyaan
namun tidak namun tidak dengan tepat
tepat. lengkap. dan lengkap.
Nilai = 2
Nilai = 1 Nilai = 3 Nilai = 4
(Nama Peserta (Nama (Nama Peserta (Nama Peserta
Didik) Peserta Didik) Didik)
Didik)
Kegiatan 4a:
Tabel pada Buku Siswa dapat digunakan sebagai format untuk menilai karya.
Saat meminta peserta didik untuk menuliskan komentar, guru dapat memberi
contoh komentar terhadap kekuatan sebuah karya seperti:
a. Ide yang unik dan berbeda.
b. Pilihan kata tertentu yang disukai.
c. Kalimat atau frasa yang menarik, kuat, lucu, atau puitis.
d. Pesan yang bermakna atau penting.
Tabel 2.5 Contoh Rubrik Penilaian Kegiatan Menulis Puisi Rakyat
SKOR DESKRIPSI
4 a. Terdapat pesan dan amanat yang disampaikan oleh penulis.
b. Memiliki struktur yang dapat dikategorikan sebagai pantun,
gurindam, atau syair.
c. Menggunakan kosakata yang perinci dan bervariasi.
d. Nyaris tidak terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca.
3 a. Terdapat pesan dan amanat tetapi sulit untuk diidentifikasi.
b. Memiliki struktur yang dapat dikategorikan sebagai pantun,
gurindam, atau syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari dengan beberapa
kosakata yang menarik.
d. Terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca, tetapi tidak
mengganggu pemahaman pembaca terhadap cerita.
2 a. Terdapat pesan dan amanat tetapi sulit untuk diidentifikasi.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
b. Sulit untuk dikategorikan sebagai pantun, gurindam, atau
syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari.
d. Terdapat kesalahan ejaan dan tanda baca sehingga
membingungkan pembaca.
1 a. Pesan dan amanat tidak jelas dan membingungkan.
b. Sulit untuk dikategorikan sebagai pantun, gurindam, atau
syair.
c. Menggunakan kosakata sehari-hari yang miskin variasi.
d. Terdapat banyak kesalahan ejaan dan tanda baca sehingga
membingungkan pembaca.
Kegiatan 4b:
Mencoba Tantangan: Berpuisi 3 Menit
1. Mulailah kegiatan ini dengan memirsa tayangan musikalisasi puisi pada
laman [Link]
query=musikalisasi%20 puisi bersama-sama. Ajak peserta didik
menganalisis tayangan video tersebut dan mengidentifikasi aspek pada
video yang dapat ditiru.
2. Ajak peserta didik mengunggah video tersebut di media sosial (YouTube
atau IGTV). Bantu peserta didik menyebarkan video tersebut agar
mendapatkan 'like' dari pemirsa.
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Inspirasi Kegiatan Pengayaan
Buku Siswa memiliki ruang yang terbatas untuk memperkenalkan ragam puisi
rakyat. Padahal untuk dapat mengenali dan mengapresiasi puisi rakyat,
peserta didik perlu terpajan kepada ragam contoh puisi rakyat. Guru perlu
memberikan puisi rakyat dari sumber-sumber di luar Buku Siswa. Akan sangat
menarik sekali apabila guru juga dapat menceritakan kisah di balik penciptaan
puisi rakyat tersebut.
Berikut adalah beberapa sumber rujukan untuk pantun dan puisi rakyat.
1. Buku Pantun dan Syair: Puisi Asli Anak Negeri untuk Pelajar dan Umum
oleh Yose Rizal.
2. Kumpulan Puisi untuk SD dan SMP oleh Inur Hidayati (Indonesiatera, 2008).
3. Pantun Jenaka oleh Yose Rizal (Indonesia Setia, 2010).
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 1 (Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat)
Nama kelompok :
Anggota :
Petunjuk!
Dalam kelompok kecil berjumlah 3 hingga 4 orang, diskusikan puisi rakyat
tersebut. Kemudian, tulislah pendapatmu tentang setiap puisi dengan mengisi
tabel di bawah ini. Kalian akan mendiskusikan tabel ini dengan kelompok lain
dengan dibimbing oleh guru.
Tabel 2.1 Perbandingan Puisi
Jumlah Jumlah
Baris Suku Pesan
Jumlah Pola Jenis
dalam Kata dalam
Bait Rima Puisi
Setiap Tiap Puisi
Bait Baris
Puisi 1
Puisi 2
Puisi 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 2 (Mengidentifikasi Tujuan Puisi Rakyat)
Nama kelompok :
Anggota :
Petunjuk!
Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca, memberikan nasihat
mendidik anak, memberikan isyarat untuk memulai suatu permainan,
mengajak, melarang untuk melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan,
serta untuk memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang
disampaikan dalam puisi rakyat biasanya berupa nasihat, sindiran, atau humor.
Bacalah kembali Tabel Perbandingan Puisi yang telah kalian isi, lalu
diskusikan pertanyaan berikut dengan teman kalian.
1. Manakah di antara puisi 1, 2, dan 3 yang memberikan nasihat bagi
pembaca?
2. Manakah di antara ketiga puisi tersebut yang menggambarkan perenungan
diri?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
3. Manakah di antara ketiga puisi tersebut yang berisi rayuan?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 3 (Mengidentifikasi Isi dan Unsur Puisi Rakyat)
Nama kelompok :
Anggota :
Petunjuk!
Salah satu teman kalian akan membacakan puisi rakyat fantasi ini. Simaklah
dengan baik, ya!
Tembang Kinanthi di atas adalah jenis puisi rakyat yang termasuk dalam
puisi tradisional Jawa. Setiap baitnya terdiri atas kalimat berjumlah sama.
Jumlah kalimat dalam bait ini disebut gatra. Setiap gatra berisi jumlah suku
kata yang sama pula. Jumlah suku kata ini disebut guru wilangan. Sedanglan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
bunyi akhir pada setiap baris disebut guru lagu. Macapat juga biasanya
dilagukan dengan irama tertentu.
Setelah menyimak, jawablah pertanyaan berikut.
1. Apakah persamaan puisi tersebut dengan pantun, syair, gurindam yang
telah kalian pelajari sebelumnya?
2. Apakah perbedaan puisi tersebut dengan ketiga puisi rakyat sebelumnya?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 4b (Berkreasi dengan Puisi Rakyat)
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
diungkapkan kepada pembaca atau pendengar puisi. Pilihlah salah satu dari
ketiga tema di bawah ini:
a. berbakti kepada orang tua,
b. persahabatan, atau
c. pahlawan sejati atau seseorang yang telah berjasa kepada lingkungan atau
masyarakatnya.
Tema yang kupilih:
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
1. Menentukan pernyataan-pernyataan sesuai dengan tema
Pernyataan-pernyataan adalah kalimat-kalimat yang dapat menjadi
kerangka dalam menyusun larik. Pernyataan-pernyataan ini harus sesuai
dengan tema sehingga puisi kalian memuat gagasan atau pesan yang jelas.
Misalnya, berdasarkan tema "Pahlawan di Sekitar Kita", pernyataan-
pernyataan yang dapat kalian buat adalah sebagai berikut.
(1) Pahlawan itu suka menolong tanpa pandang bulu.
(2) Pahlawan itu tak pernah mengharapkan imbalan.
(3) Pahlawan itu disukai dan dicintai banyak orang.
Pernyataan-pernyataanku:
...........................................................................................................................
..............
...........................................................................................................................
..............
...........................................................................................................................
..............
...........................................................................................................................
..............
1. Menentukan larik isi
a. Jika kalian akan menyusun puisi rakyat berupa pantun, kalian memerlukan
dua sampiran dan dua isi, terdiri atas 8—12 suku kata, dan dengan pola
rima a-b-a-b.
Buah mangga buah mengkudu
Buah stroberi dalam keranjang
Pahlawan menolong tanpa pandang bulu
Kelak disukai dan dicintai banyak orang
Pantunku:
.............................................................................................................................
..............
.............................................................................................................................
..............
.............................................................................................................................
..............
.............................................................................................................................
..............
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
b. jika kalian ingin membuat mantra, kalian harus merangkai beberapa kata
yang memiliki irama.
sihir lontar pinang lontar
terletak di ujung bumi
setan buta jembalang buta
aku sapa tidak berbunyi
mantraku:
............................................................................................................................
.............
............................................................................................................................
.............
............................................................................................................................
.............
............................................................................................................................
.............
............................................................................................................................
.............
............................................................................................................................
.............
4. Membaca puisi teman
a. Buatlah kelompok terdiri atas tiga orang dengan teman kalian. Tukarlah
puisi kalian secara bergiliran.
b. Pada saat membaca puisi teman, amati puisi rakyat yang dibuat oleh teman
sudah memenuhi ketentuan puisi rakyat atau belum. Gunakan tabel berikut
ini untuk menuliskan pendapat kalian, ya.
c. Masukan teman-teman dapat menjadi bahan untuk memperbaiki karya
kalian.
Tabel 2.2 Membaca Puisi Teman
Komentar/
Jenis Jumlah Pesan yang
No Nama Rima Tanggapa
Puisi Baris Disampaikan
n
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 4b
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
Jurnal membaca pada bab ini bertujuan untuk mendata bacaan fiksi peserta
didik. Sebelum menugaskan Jurnal Membaca, guru dapat menyarankan
beberapa pengarang buku fiksi dengan rentang tema yang sesuai dengan minat
peserta didik. Jurnal membaca sebaiknya tidak membebani peserta didik
dengan tagihan yang terlalu berat bagi peserta didik agar tidak mengganggu
kenikmatan membaca. Pada jurnal ini, peserta didik diminta untuk mengutip
beberapa kalimat yang disampaikan oleh tokoh favoritnya dalam buku tersebut.
Peserta didik juga menjelaskan alasan menyukai tokoh cerita tersebut. Daftar
rekomendasi buku bergenre fantasi pada Buku Siswa dapat memandu peserta
didik untuk menentukan pilihannya. Guru perlu memberikan penghargaan dan
tanggapan terhadap komentar peserta didik dalam Jurnal Membaca. Akan lebih
baik apabila guru menyempatkan membaca sinopsis buku-buku dalam daftar
rekomendasi agar dapat memberikan komentar dengan spesifik.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Catatan Kata yang telah dibuat peserta didik juga perlu diperiksa oleh guru.
Guru mendiskusikan kosakata sulit yang dicatat oleh peserta didik dan
memberikan saran tentang strategi pemecahan arti kosakata yang dapat
dilakukan peserta didik secara mandiri melalui kamus dan tesaurus.
BAHAN BACAAN GURU
Bapak Ibu Guru, banyak di antara kita tumbuh dibesarkan oleh kisah, baik kisah
yang kita baca maupun yang dituturkan kepada kita. Demikian pula peserta
didik kita. Cerita fiksi, terutama, menjadi pintu masuk bagi kegemaran
membaca. Tak hanya itu, cerita fiksi menjadi media bagi peserta didik untuk
mempelajari nilai moral dan merenungi akar budaya serta identitas mereka. Bab
II ini akan membawa peserta didik berkelana di dunia imajinasi lewat puisi
rakyat dan cerita fantasi. Dengan mengenali cerita rakyat, peserta didik berlatih
mengapresiasi tradisi sastra yang telah tumbuh secara turun-temurun dalam
tradisi masyarakat Indonesia. Selain itu, melalui cerita fantasi, peserta didik
berlatih mengkaji elemen intrinsik untuk meningkatkan keterampilan berpikir
aras tinggi dan memetik pesan yang tercermin dalam sikap tokoh dan alur
cerita. Dengan pengetahuannya tentang ciri dan unsur puisi rakyat ini, peserta
didik berlatih untuk menyajikannya dengan imajinasi mereka sendiri. Selama
berkegiatan dengan ragam bacaan pada bab ini, tentunya guru dapat
memberikan contoh teks naratif yang saat ini tersedia dalam bentuk cetak dan
daring. Dengan memilihkan buku-buku bacaan untuk peserta didik, mereka
berlatih mengenali kriteria bacaan yang baik.
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran
yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi
yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran
untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi
pembelajaran tertentu
asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan
penanganan yang tepat
asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan
oleh guru atau siswa dalam proses pembelajaran
asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi
keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan
pada akhir periode belajar
aural: kegiatan yang berkaitan dengan telinga atau indra pendengaran, misalnya
menyimak presentasi
alur: rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan
menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian
antagonis: tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh
utama; tokoh lawan
blog: catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa
saja
capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh
melalui serangkaian proses pembelajaran
curah gagasan: kegiatan menggali pengetahuan latar peserta didik tentang
tema pada bacaan
diksi: pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk
mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti
yang diharapkan)
fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-
benar ada atau terjadi
fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
genre: jenis teks pada sebuah bacaan, misalnya fantasi
gelar wicara: acara bincang-bincang di media elektronik yang melibatkan
beberapa orang pembicara
inferensial: dapat disimpulkan
infografik: informasi yang disampaikan dalam bentuk grafik
jurnalis: orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita di media
massa cetak atau elektronik; wartawan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan
pekerjaan tertentu
literasi berimbang: penerapan kegiatan menyimak, membaca, memirsa, serta
menyajikan gagasan secara seimbang dalam membimbing peserta
didik memahami dan menelaah bacaan
literasi informasi: kecakapan menganalisis, memilih, dan mengevaluasi
informasi yang tersaji di media berdasarkan ketepatan dan
kebermanfaatannya
menyunting: mengedit naskah; menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit
dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa
(menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat)
menganotasi: menandai kosakata, frasa, atau kalimat dalam bacaan yang
belum dipahami
membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain
secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca
membaca sepintas: membaca sesingkat mungkin sambil mencatat ide pokok di
setiap paragraf
pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan
buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik
selama berada di kelas
proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan
untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian
proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan
prediksi: prakiraan tentang sesuatu
teks multimodal: teks yang menggabungkan dua atau lebih moda semiotik:
visual, gestur, gerak, suara, warna, tatapan, dan objek
teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan
sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium,
dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya
teks prosedur: teks yang memberikan petunjuk, panduan, atau instruksi untuk
melakukan sesuatu
D. DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Alwi, [Link]. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Kedua.
Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2015. Majalah Bahasa dan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Sastra Nuansa no. 2. Jakarta.
Bauer, Marion. 2005. What’s Your Story? Langkah-Langkah Jitu Menulis
Cerita Fiksi dengan “Enjoy” dan “Fun”. Bandung: MLC.
Culham, Ruth. 2010. Traits of Writing: The Complete Guide for Middle
School. Scholastic Teaching Resources.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:
Kanisius.
Dong In, Chwe. 2012. Diet Sihir 10 Kg. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Eggins, S. 2004. An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.).
London: Pinter.
Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, I.C. & Pinnell, G.S. 1996. Guided reading: Good first teaching for all
children. Heinemann.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. (2010). The Continuum of Literacy
Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hammond, J., and Derewianka, B. 2001. Genre. In R. Carter & D. Nunan
(Eds). The Cambridge Guide to Teaching English to
Speakers of Other Languages. Cambridge: Cambridge University Press.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs
Kelas VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs Kelas
VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Ivano, Eko. 2018. Senior. Bandung: Pastel Books
Javed, M., Eng, L. S., & Mohammed, A. R. (2015). Developing reading
comprehension modules to facilitate comprehension among
Malaysian secondary school ESL students. International Journal
of Instruction, (8) 2: 139 - 154.
Marisyah et al. (2019). Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan.
Jurnal Pendidikan Tambusai FIP Universitas Pahlawan, 33(11),
1514.
Mullenheim, Sophie. dkk. 2011. Kumpulan Dongeng Dunia Mimpi. Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan
SMA. Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Sastra Indonesia untuk SMP dan SMA.
Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Buku Teks Pendamping Bahasa Indonesia untuk
Siswa SMP-MTs Kelas VII. Bandung: Yrama Widya.
Nurhadi. 2017. Handbook of Writing, Panduan Lengkap Menulis. Jakarta:
Penerbit Bumi Aksara.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang.
Sumantri, [Link]. 1985. Pedoman Surat Menyurat. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Swales, J.M. 1990. Genre Analysis- English in Academic Research Settings.
Cambridge University Press.
Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based
Best Practices. The Guilford Press.
Tereliye. 2010. Serial Anak-Anak Mamak: Pukat. Jakarta: Republika.
Tereliye. 2013. Serial Anak-Anak Mamak: Amelia. Jakarta: Republika.
Treasures Grade 7. Grammar and Writing Handbook. [Link]-Hill.
Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for
Struggling Students. The Guilford Press.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INDONESIA FASE D KELAS VII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : .....................................
Instansi : SMP ...............................
Tahun Penyusunan : Tahun 2022
Jenjang Sekolah : SMP/MTs
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : D / VII
Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi
Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
(CP) Elemen
Peserta didik mampu mengevaluasi
informasi melalui penilaian ketepatan
gagasan, pikiran, arahan, pandangan,
atau pesan dari teks deskripsi,
laporan, narasi, rekon, eksplanasi,
eksposisi dan diskusi, dari teks tulis,
visual, audiovisual dengan
membandingkan informasi tersebut
dengan pengalaman dan
pengetahuannya. Peserta didik juga
mampu menilai pemilihan diksi,
kosakata, serta cara penyajian data
sesuai dengan tipe teks dan tujuan
penulisan pada teks fiksi dan
informasional secara sederhana.
Peserta didik menilai elemen intrinsik
seperti alur dan perubahan sikap
tokoh dalam teks fiksi. Peserta didik
mulai mampu menggunakan sumber
informasi lain untuk menilai akurasi
informasi pada teks yang sesuai
jenjangnya.
Menulis
Peserta didik mulai mampu menulis
gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan tertulis untuk berbagai
tujuan melalui teks deskripsi, narasi,
prosedur, eksposisi, rekon, persuasif,
dan teks transaksional menggunakan
media multimodal. Peserta didik mulai
mampu menulis hasil pengamatannya
menggunakan dengan mengutip
sumber rujukan secara etis. Peserta
didik juga mulai mampu
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
menggunakan kosakata baru terkait
topik tertentu yang memiliki makna
denotatif, konotatif, dan kiasan dalam
karangan dan esai dengan struktur
yang baik sesuai dengan tipe teks.
Peserta didik juga mulai mampu
mengekspresikan gagasan, imajinasi,
dan amanat tertentu dalam bentuk
prosa dan puisi sederhana dengan
menggunakan diksi dan elemen
intrinsik yang menarik dan kreatif
(dialog, konflik, penokohan) untuk
memikat pembaca.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mulai mampu
menyampaikan gagasan, pikiran,
pandangan, arahan, atau pesan untuk
memecahkan masalah dan solusi
dalam bentuk monolog, pendapat
lisan dalam dialog secara logis, kritis,
dan kreatif. Dalam mengemukakan
gagasan tersebut, peserta didik mulai
mampu menggunakan kosakata baru
yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan sesuai dengan
tipe teks, pendengar, norma
kesopanan, dan tujuan
berkomunikasi. Peserta didik mulai
mampu berpartisipasi dalam diskusi
secara aktif, kontributif, dan santun
dengan tuturan yang empatik, efektif,
Alokasi Waktu : dalam bentuk paparan fiksi dan
informasional menggunakan media
multimodal. Peserta didik mulai
mampu memaparkan berbagai topik
aktual dengan persiapan yang baik
berdasarkan pengamatan dan
pengalamannya.
14 JP (Pertemuan Ke-2)
B. KOMPETENSI AWAL
Dengan mengenali isi dan unsur cerita fantasi yang dibaca dan
diperdengarkan kepadanya, peserta didik dapat menelaah penokohan dan
alur pada cerita fantasi, kemudian berkreasi dengan cerita fantasi secara
baik dan menarik.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Bernalar kritis
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kreatif.
D. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar Utama : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP
Kelas VII, Penulis: Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati.
Sumber Belajar Pendukung : Perpustakaan, Laman Wattpad, Comixology
Line Webtoon,
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
E. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka,
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
Maksimum 32 Peserta didik
G. POKOK MATERI
B. Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif
Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi.
Menuliskan Ulang Alur Teks Naratif
Mengkaji Penokohan dalam Cerita Fantasi
Mengenali Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi
Membandingkan Penokohan dalam Cerita Komik.
Menilai Alur dalam Cerita Fantasi.
Kalimat Langsung dan Tak Langsung dalam Teks Fantasi.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
Pertemuan 2
5. Peserta didik menganalisis perubahan lebih perinci dalam alur cerita teks
naratif dengan menjawab pertanyaan tentang cerita "Bola-Bola Waktu"
dengan baik.
6. Peserta didik melatih kemampuannya untuk menelaah alur cerita dalam
teks naratif "Bola-Bola Waktu" dengan mengisi tabel alur.
7. Peserta didik melatih kemampuannya untuk mendiskusikan sifat tokoh
cerita dan amanat penulis dalam teks naratif “Kue-Kue Mao” dengan
membandingkan jawabannya dengan temannya.
8. Peserta didik menemukenali majas sarkasme dalam teks naratif “Kue-Kue
Mao” dengan menuliskan ulang kalimat majas sarkasme tersebut dengan
baik.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
9. Peserta didik menganalisis penokohan dalam cerita fantasi dengan
menjawab pertanyaan tentang tokoh pada cerita "Kue-Kue Mao" dan
"Keberanian Emas".
10. Peserta didik berlatih menilai alur pada teks naratif “Keberanian Emas”
dengan mengisi diagram alur dengan tepat.
11. Peserta didik menemukenali ragam kalimat dalam teks naratif
“Keberanian Emas” melalui latihan mengubah kalimat langsung menjadi
kalimat tak langsung dengan tepat.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Meningkatkan kemampuan siswa tentang menganalisis perubahan lebih
perinci dalam alur cerita teks naratif dengan menjawab pertanyaan tentang
cerita "Bola-Bola Waktu" dengan baik, melatih kemampuannya untuk
menelaah alur cerita dalam teks naratif "Bola-Bola Waktu" dengan mengisi
tabel alur, melatih kemampuannya untuk mendiskusikan sifat tokoh cerita
dan amanat penulis dalam teks naratif “Kue-Kue Mao” dengan
membandingkan jawabannya dengan temannya, menemukenali majas
sarkasme dalam teks naratif “Kue-Kue Mao” dengan menuliskan ulang
kalimat majas sarkasme tersebut dengan baik, menganalisis penokohan
dalam cerita fantasi dengan menjawab pertanyaan tentang tokoh pada
cerita "Kue-Kue Mao" dan "Keberanian Emas", berlatih menilai alur pada
teks naratif “Keberanian Emas” dengan mengisi diagram alur dengan tepat
serta menemukenali ragam kalimat dalam teks naratif “Keberanian Emas”
melalui latihan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung
dengan tepat.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah cerita fantasi?
Apakah yang diinginkan tokoh di awal cerita? Bagaimana caranya
mewujudkan keinginannya tersebut dan bagaimana cerita berakhir?
D. SIAP-SIAP BELAJAR
Membangkitkan minat peserta didik terhadap topik yang dipelajari dapat
dilakukan dengan mendiskusikan pengalaman yang menyenangkan terkait
topik tersebut. Guru dapat membuka Bab II ini dengan mendiskusikan
pengalaman dengan kisah. Karena tak semua peserta didik terbiasa membaca
di rumah dan memiliki akses terhadap buku bacaan, guru dapat membuka
diskusi tentang pengalaman didongengkan atau mendengarkan cerita. Untuk
menggali curah pengalaman peserta didik tentang hal ini, guru dapat bertanya
tentang:
a. Buku cerita atau tokoh cerita yang berkesan di masa kecil mereka.
b. Siapa yang biasa menuturkan dongeng kepada mereka di rumah?
c. Dongeng apa yang sering mereka dengar?
d. Apakah mereka menyukai dongeng tersebut? Mengapa?
Sebagian peserta didik mungkin tidak ingat dongeng yang dituturkan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
kepada mereka, tetapi mungkin mereka mengingat tokoh film kartun atau film
serial yang mereka pirsa di televisi. Tayangan ini pun dapat menjadi media
diskusi dengan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
a. Bagaimana ciri-ciri fisik tokoh film tersebut? Bagaimana sifatnya?
b. Apakah hal yang mudah diingat dari tokoh tersebut? Mengapa tokoh tersebut
sedemikian menarik?
Setelah mendiskusikan tokoh dalam cerita fiksi, guru dapat menjelaskan
bahwa penulis cerita menciptakan tokoh dan alur sedemikian rupa agar
menarik minat pembaca. Meningkatkan daya pikat cerita dapat dipelajari. Pada
Bab II ini, peserta didik akan mengkaji beberapa contoh puisi rakyat dan cerita
fantasi.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
a. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan
kelas ( menyapa, berdoa, dan mengecekkehadiran ).
b. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.
c. Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan
manfaatnya bagi tercapai cita-cita
d. Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru
memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat
Nasionalisme.
e. Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicaraselama 15-20
menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan,
makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan motivasi.
f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran..
BELUM
Kegiatan Inti
Kegiatan 5:
Mengidentifikasi Alur dalam Cerita Fantasi.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Cerita fantasi pada Bab II ini berperan penting untuk menumbuhkan
keterampilan berpikir kritis melalui telaah elemen intrinsik pada cerita. Guru
dapat mengajak peserta didik berpikir melalui pertanyaan pemantik yang
ditanyakan sebelum dan sesudah membaca. Khususnya, guru dapat mengajak
peserta didik memperhatikan alur atau urutan kejadian pada cerita fantasi. Ajak
peserta didik memperhatikan cara tokoh cerita menyelesaikan masalahnya.
Apakah yang diinginkan tokoh di awal cerita? Bagaimana caranya mewujudkan
keinginannya tersebut dan bagaimana cerita berakhir?
Kegiatan Sebelum Membaca
a. Guru dapat mengajak peserta didik untuk mengamati gambar di atas judul
"Bola-Bola Waktu" dan menghubungkannya dengan judul.
b. Guru menanyakan pertanyaan pemantik berikut untuk mengajak peserta
didik memprediksi isi cerita,
• Apa yang dilakukan anak pada gambar itu?
• Menilik gestur dan ekspresi wajahnya, bagaimana perasaan anak itu?
• Dapatkah peserta didik menebak isi cerita dengan membaca judul dan
gambar tersebut? Kira-kira, cerita ini tentang apa?
c. Guru meminta peserta didik mencatat prediksi mereka pada buku tulis
mereka. Saat membaca, mereka akan memeriksa kebenaran prediksi
tersebut.
Kegiatan Setelah Membaca
Guru menanyakan kepada peserta didik tentang kebenaran prediksi mereka.
Kemudian, peserta didik dapat diminta untuk menjawab pertanyaan pada Buku
Siswa. Berikut adalah contoh jawaban tepat terhadap pertanyaan tersebut.
Terdapat beberapa alternatif untuk jawaban tepat pada pertanyaan nomor 3, 4,
5, dan 6.
1. Siapakah nama tokoh cerita di atas?
Ivan
2. Apa yang diinginkannya di awal cerita?
Menjadi anak SMP yang dikagumi
teman-temannya.
3. Bagaimana ia memenuhi keinginannya itu?
a. Mengambil bola yang ditawarkan
peramal
b. Pergi ke masa depan
4. Mengapa ia merasa sedih ketika akhirnya
keinginannya itu tercapai?
a. Ayahnya sudah meninggal.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
b. Ibunya terlihat tua dan lelah.
c. Ibu bekerja sendirian, ayah telah meninggal.
5. Apa yang akhirnya ia lakukan?
a. Lebih rajin membantu berjualan kue
b. Ikut berjualan kue di sekolah, tidak malu lagi
6. Menurut kalian, bagaimana perasaannya di akhir cerita?
a. Bahagia karena bisa membantu kedua orang tuanya
b. Bangga karena kuenya laris manis
Kegiatan 6:
Menuliskan Ulang Alur Teks Naratif
Alur cerita adalah elemen intrinsik yang penting pada teks naratif. Biasanya,
alur cerita menggambarkan cara seorang tokoh mengatasi masalah yang
dihadapinya. Cara seorang tokoh menyelesaikan masalahnya dapat
menghadirkan ketegangan pada cerita serta jalan cerita yang tak terpikirkan
oleh pembaca. Dengan mengenali alur cerita yang menarik, peserta didik
berlatih menelaah sebuah teks naratif. Berikut ini adalah alternatif jawaban
peserta didik terhadap telaah alur cerita "Bola- Bola Waktu". Terdapat
beberapa alternatif penyajian jawaban untuk menjelaskan setiap tahapan alur
awal, tengah, dan akhir.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan 7:
Mengidentifikasi Isi dan Unsur Puisi Rakyat
Selain alur cerita, penokohan merupakan elemen intrinsik lain yang
menentukan daya pikat sebuah cerita. Cerita "Kue-Kue Mao" menghadirkan
beberapa tokoh cerita dengan beberapa sifat yang berbeda. Sebelum mulai
membaca, ajak peserta didik mengamati profil gambar ketiga tokoh pada
cerita. Diskusikan prediksi peserta didik terhadap karakter tokoh-tokoh tersebut
melalui pertanyaan seperti berikut:
a. Menilik gestur dan ekspresi wajahnya, siapa tokoh baik dalam cerita ini?
b. Siapakah tokoh jahat pada cerita ini?
Guru dapat mengembangkan diskusi tentang tokoh baik dan tokoh jahat
dalam buku yang mereka baca atau film yang pernah mereka tonton. Siapa
yang biasanya menang atau benar dan siapa yang terbukti salah?
Berdasarkan pengetahuan tersebut, bagaimana mereka memprediksi akhir
cerita "Kue-Kue Mao" ini? Selama membaca, peserta didik dapat memeriksa
kebenaran prediksi mereka.
Setelah membaca, peserta didik menjawab pertanyaan pada Buku Siswa
secara berpasangan. Strategi ini bertujuan untuk mendorong peserta didik
berdiskusi dan bertukar pikiran saat membandingkan jawaban terhadap
pertanyaan yang mungkin berbeda. Berikut adalah alternatif jawaban peserta
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
didik untuk pertanyaan tersebut.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Guru perlu menjelaskan tentang cara menyikapi jawaban yang berbeda
dengan teman. Guru dapat menekankan bahwa perbedaan jawaban mungkin
terjadi karena perbedaan alasan. Guru dapat menanyakan siapa di antara
peserta didik yang memiliki jawaban berbeda dengan temannya. Guru dapat
meminta peserta didik menjelaskan alasan jawaban tersebut dengan
pertanyaan "kalimat mana dalam cerita yang mendukung jawabanmu
tersebut?"
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan 8:
Mengenali Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi
Penulis menggunakan aneka majas untuk menggambarkan emosi tokoh agar
menarik empati pembaca. Guru perlu menekankan hal ini saat menjelaskan
tujuan penggunaan majas pada teks naratif. Salah satu majas, yaitu majas
sarkasme, banyak digunakan dalam cerita komik, khususnya saat menjelaskan
konflik dan ketegangan antartokoh. Berikut adalah alternatif jawaban peserta
didik terhadap penggunaan majas sarkastik dalam komik "Kue-Kue Mao".
1. "Dasar bodoh! Kau selalu membuat kekacauan!" kata Yari.
2. “Mulai sekarang, jangan dekati dia. Nanti kita ketularan bodohnya,”
kata Yari.
3. “Wah, wah, peri bodoh bisa marah juga,” kata Yari.
Kegiatan 9:
Membandingkan Penokohan dalam Cerita Komik
Dalam Buku Siswa, peserta didik telah diingatkan tentang cerita rakyat. Komik
"Keberanian Emas" ini diadaptasi dari cerita rakyat "Timun Mas". Sebelum
membaca cerita, guru dapat menanyakan kepada peserta didik tentang versi
asli cerita yang telah mereka ketahui. Guru dapat mendongengkan cerita
tersebut apabila belum ada peserta didik yang mengenalnya. Setelah
membaca cerita, guru dapat menanyakan pertanyaan pemantik berikut:
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
a. Apa yang membedakan versi komik ini dari versi "Timun Mas" yang asli?
b. Apakah kesamaan kedua versi versi tersebut?
c. Pesan apa yang ingin disampaikan oleh cerita rakyat tersebut?
Kemudian, guru menjelaskan bahwa fokus kegiatan membaca komik
"Keberanian Emas" adalah untuk membandingkan tokoh Emas dan Mao.
Pertanyaan pada Buku Siswa dapat dijadikan pemantik untuk membandingkan
kedua tokoh. Berikut adalah contoh telaah peserta didik terhadap
perbandingan kedua tokoh tersebut dalam kegiatan membaca berpasangan.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan membandingkan penokohan ini dapat ditutup dengan meminta
peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
a. Tokoh mana yang lebih disukai?
b. Mengapa?
c. Bagaimana sifat tokoh pilihan tersebut apabila dirangkum dalam satu kata?
d. Manakah kalimat dalam komik yang mendukung simpulan peserta didik
tentang sifat tokoh tersebut?
Kegiatan 10:
Menilai Alur dalam Cerita Fantasi
Alur cerita yang baik mengandung awal, tengah, dan akhir, dengan ketegangan
yang memuncak (klimaks) pada bagian tengah cerita untuk menarik minat
pembaca. Hal tersebut menandai cerita komik "Keberanian Emas" ini. Saat
berlatih menyajikan cerita fantasi sederhana, peserta didik perlu
mempertimbangkan adegan klimaks yang membuat ceritanya menarik. Sebelum
itu, peserta didik perlu mengenali bagian klimaks dalam alur cerita. Kegiatan 10
melatih peserta didik untuk menandai bagian awal, tengah dengan klimaks, dan
akhir cerita. Berikut ini adalah contoh telaah peserta didik terhadap alur cerita
"Keberanian Emas".
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan 11:
Kalimat Langsung dan Tak Langsung dalam Teks Fantasi
Teks naratif ditandai dengan penggunaan kalimat langsung dalam dialog dan
kalimat tak langsung. Latihan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak
langsung membantu peserta didik memahami teks naratif dengan lebih baik.
Berikut adalah jawaban benar untuk latihan pada Kegiatan 11. Jawaban lain yang
merupakan pengungkapan tak langsung kalimat-kalimat langsung ini juga dapat
diterima.
1. Emas berkata, "Jangan sedih terus, Bu. Kita pasti bisa menemukan cara untuk
mengalahkan raksasa itu."
Jawaban: Emas menghibur ibunya agar tidak terus bersedih. Mereka
pasti bisa menemukan cara untuk mengalahkan raksasa.
2. Raksasa berteriak, "Kemarilah, aku tak sabar untuk memakanmu!"
Jawaban: Raksasa berteriak memanggil Emas. Ia sudah tak sabar ingin
memakan gadis itu.
3. Emas menjawab, "Coba saja, aku tidak takut!"
Jawaban: Dengan berani, Emas menjawab bahwa raksasa boleh
mencoba menangkapnya karena ia tidak takut.
4. Teman Emas bertanya, "Emas, kau mau ikut memetik bunga di ladang nanti?"
Jawaban: Teman Emas menawarkan Emas untuk ikut memetik bunga di
ladang nanti.
5. Pertapa berpesan, "Gunakanlah keempat benda ini untuk mengalahkan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
raksasa. Namun ingat, Emas harus percaya dan memiliki keberanian."
Jawaban: Pertapa berpesan agar Emas dapat menggunakan keempat
benda yang diberikannya untuk mengalahkan raksasa. Namun, Emas
harus percaya dan memiliki keberanian.
Kegiatan Penutup
a. Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta siswa untuk
mengungkapkan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
b. Guru Bersama siswa menutup kegiatan dengan doa dan salam.
F. REFLEKSI
Sama dengan bab sebelumnya, kegiatan refleksi pada bab ini bertujuan untuk
memetakan kemampuan peserta didik selama berkegiatan dalam bab ini dan
menilai efektivitas strategi dan metode pembelajaran guru sebagai acuan
penyempurnaan pada bab berikutnya.
A. Memetakan Kemampuan Peserta didik
1. Pada akhir Bab II ini, guru telah melakukan penilaian formatif untuk
memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan mereka dalam:
a. mengingat dan menyimpulkan informasi dari puisi rakyat yang
disimaknya dengan menjawab pertanyaan tentang puisi rakyat yang
diperdengarkan kepadanya,
b. mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat,
c. menganalisis perubahan lebih perinci dalam alur cerita teks naratif
dengan menjawab pertanyaan tentang cerita fantasi dengan baik,
d. menilai alur pada teks naratif dengan mengisi diagram alur secara tepat,
e. menulis cerita fantasi sederhana untuk menyampaikan amanat tertentu
dengan menarik.
Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi
pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang belum memenuhi
tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus dalam
kegiatan perancah pada kegiatan berikutnya.
2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan
sebagai berikut. Tabel ini diisi dengan skor peserta didik pada kegiatan
tersebut.
Tabel 2.13 Tabel Pemetaan Kemampuan Peserta Didik
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Menganalis
Memaha
is
mi dan
Menilai
Perubahan
Menyimp Menulis
Nama Menulis Alur
ulkan Lebih
No. Peserta Puisi pada Cerita
Perinci
Didik Informasi
Rakyat Cerita Fantasi
dari dalam
Fantasi
Puisi Alur Cerita
Rakyat
Fantasi
dst
3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada
bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan
bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui
kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan
kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau
kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, penilaian
akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang
terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Guru juga perlu mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya pada
setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
a. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri?
b. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan terlebih dulu
bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman melakukannya?
c. apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya sama sekali atau tidak dapat
dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru?
Selain itu, guru perlu membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya
saat mengisi tabel berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap
usaha yang dilakukannya saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab II
Buku Siswa ini.
Tabel 2.14 Tabel Refleksi Peserta Didik
Pengetahuan atau keterampilan yang sudah saya pelajari:
1.
2.
3.
Refleksi Proses Belajar
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
1. Kegiatan yang paling sulit bagi saya pada bab ini:
2. Hal yang saya lakukan untuk memperbaiki hasil belajar saya:
3. Kepada siapa saya minta bantuan untuk memperbaiki hasil belajar
saya:
4. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang telah saya lakukan:
1 2 3 4 5
Lingkari salah satu angka untuk menggambarkan:
1 = sangat tidak puas 4 = puas
2 = tidak puas 5 = sangat puas
3 = biasa saja
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu
Ditingkatkan
Tabel 2.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran
Sudah
Saya Masih
Sudah
No Lakukan Perlu Saya
Pendekatan/Strategi Saya
. tetapi Tingkatkan
Lakukan
Belum Lagi
Efektif
1 Saya sudah menyiapkan
buku pengayaan dengan
tema cerita rakyat dan cerita
fantasi dalam bentuk cetak
dan digital.
2 Saya sudah melakukan
kegiatan pendahuluan dan
mengajak peserta didik
berdiskusi untuk
mengaktifkan pengetahuan
latar mereka tentang bacaan
fiksi yang disukainya.
3 Saya sudah
mengoptimalkan partisipasi
peserta didik dengan
memasangkan dan
mengelompokkan mereka
dengan teman yang tepat.
4 Saya sudah mengelaborasi
tanggapan seluruh peserta
didik dalam kegiatan
berdiskusi.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
5 Saya sudah memberikan
alternatif kegiatan
pendampingan dan
pengayaan sesuai dengan
kompetensi peserta didik.
6 Saya sudah memperhatikan
reaksi peserta didik dan
menyesuaikan strategi
pembelajaran dengan
rentang perhatian dan minat
peserta didik.
7 Saya sudah memilih dan
menyediakan ragam
alternatif puisi rakyat dan
cerita fantasi di luar bacaan
yang disediakan pada Bab II
ini.
8 Saya sudah mengadakan
konsultasi kelompok untuk
memeriksa kemajuan draf
tulisan peserta didik dan
membantu kesulitan mereka
dalam menulis.
9 Saya melakukan pemetaan
terhadap kemampuan
peserta didik pada setiap
kegiatan yang diukur dalam
tes formatif pembelajaran.
10 Saya telah mengumpulkan
hasil pekerjaan peserta didik
sebagai asesmen formatif
peserta didik.
11 Saya telah mengajak
peserta didik merefleksi
pemahaman dan
keterampilan mereka pada
akhir pembelajaran Bab II.
Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini:
.........................................................................................................................
.............
Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:
.........................................................................................................................
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
.............
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Buku atau sumber lain yang saya gunakan untuk mengajar bab ini:
.........................................................................................................................
.............
G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Kegiatan 5
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Siapakah nama tokoh cerita Bola-Bola Waktu?
2. Apa yang diinginkannya di awal cerita?
3. Bagaimana ia memenuhi keinginannya itu?
4. Mengapa ia merasa sedih ketika akhirnya keinginannya itu tercapai?
5. Apa yang akhirnya ia lakukan?
6. Menurut kalian, bagaimana perasaannya di akhir cerita?
Kegiatan 6
Dengan mengenali alur cerita yang menarik, peserta didik berlatih menelaah
sebuah teks naratif. Berikut ini adalah alternatif jawaban peserta didik terhadap
telaah alur cerita "Bola- Bola Waktu". Terdapat beberapa alternatif penyajian
jawaban untuk menjelaskan setiap tahapan alur awal, tengah, dan akhir.
Tabel 2.6 Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Telaah Alur Cerita
Bagian Kejadian/Adegan
Awal Masalah apa yang dialami tokoh? Apa keinginannya?
a. Merasa malu berjualan kue
b. Merasa lelah karena harus membantu membuat kue
c. Merasa kesal/marah karena selalu diejek teman-teman
sekelas
Keinginannya: menjadi anak SMP yang keren dan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
dikagumi.
Tengah Apa saja rangkaian usaha yang ia lakukan atau kejadian yang
ia alami untuk menyelesaikan masalahnya tersebut?
1) Bertemu peramal
2) Pergi ke masa depan
3) Ikut berjualan kue
Akhir Apakah tokoh utama mendapatkan apa yang ia inginkan atau
ia mengubah dirinya/keinginannya sendiri?
Ia mengubah dirinya, merasa bangga dengan kue buatan
orang tuanya, dan ikut menerima pesanan untuk
temantemannya.
Kegiatan 7:
Setelah membaca, peserta didik menjawab pertanyaan pada Buku Siswa
secara berpasangan. Strategi ini bertujuan untuk mendorong peserta didik
berdiskusi dan bertukar pikiran saat membandingkan jawaban terhadap
pertanyaan yang mungkin berbeda. Berikut adalah alternatif jawaban peserta
didik untuk pertanyaan tersebut.
Tabel 2.7 Contoh Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Penokohan
Cerita
Nama :
Nama Teman :
Pertanyaan Jawaban Saya Jawaban
Teman
1. Siapa nama tokoh pada Mao, Piru, dan Yari Mao
teks di atas?
2. Tempat imajinatif apa Sekolah sihir Sekolah sihir
yang mereka tinggali?
3. Apa yang mereka pelajari Aneka mantra dan Cara
di sekolah mereka? ramuan menggunakan
tongkat sihir,
mantra, dan
membuat
ramuan
4. Menurut kalian, Pekerja keras Tidak percaya
bagaimana sifat Mao? diri
5. Menurut kalian, Baik hati Baik
bagaimana sifat Piru?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
6. Mengapa Mao Karena ia selalu Mao selalu
mendapatkan perlakuan membuat kesalahan salah dan
buruk dari Yari dan saat belajar membuat
teman-temannya? kekacauan.
7. Bagaimana Mao dapat Belajar bersama Piru Belajar terus
terhindar dari perlakuan dan belajar sendiri sampai bisa
tersebut? sampai bisa
8. Apakah kalian setuju Ya Setuju
dengan perbuatan Piru?
9. Dalam cerita ini, Yari Tidak ada peyihir yang Tidak memiliki
menerima balasan atas mau berteman teman lagi
perilaku buruknya. dengannya
Apakah yang dialami Yari
pada akhir cerita?
10. Apakah kalian pernah Ya, pernah Tidak pernah.
menemukan seseorang Semua teman
dengan perilaku seperti di sekolah baik.
Yari dan teman-temannya
pada kehidupan sehari-
hari?
11. Menurut kalian, apakah Kalau mau berusaha, Jangan berbuat
amanat cerita ini? Apakah pasti bisa. Tujuannya jahat kepada
tujuan penulis adalah agar pesan teman.
menampilkan tokoh cerita bisa ditangkap Tujuannya
dengan karakter seperti pembaca melalui supaya cerita
Yari, Mao, dan Piru? tokoh-tokohnya. menarik.
Guru perlu menjelaskan tentang cara menyikapi jawaban yang berbeda
dengan teman. Guru dapat menekankan bahwa perbedaan jawaban mungkin
terjadi karena perbedaan alasan. Guru dapat menanyakan siapa Guru dapat
meminta peserta didik menjelaskan alasan jawaban tersebut dengan
pertanyaan "kalimat mana dalam cerita yang mendukung jawabanmu
tersebut?"
Tabel 2.8 Lembar Penilaian Kegiatan Membaca Berpasangan
Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
tidak mengisi mengisi mengisi mengisi
lembar lembar lembar lembar
membaca membaca membaca membaca
berpasangan, berpasangan, berpasangan berpasangan
atau mengisi, tetapi dengan 1—2 dengan
tetapi hanya jawabannya jawaban semua
mencontoh tidak kurang tepat. jawaban
jawaban menunjukkan Peserta didik benar.
teman. pemahaman mendiskusika Peserta didik
terhadap n jawabannya mendiskusika
bacaan. dengan n jawabannya
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
pasangannya. dengan
pasangannya
dan
menjelaskan
Nilai = 1 Nilai = 2 Nilai = 3 alasannya.
Nilai = 4
(Nama Peserta (Nama Peserta (Nama Peserta (Nama Peserta
Didik) Didik) Didik) Didik)
Kegiatan 8:
Penulis menggunakan aneka majas untuk menggambarkan emosi tokoh agar
menarik empati pembaca. Guru perlu menekankan hal ini saat menjelaskan
tujuan penggunaan majas pada teks naratif. Salah satu majas, yaitu majas
sarkasme, banyak digunakan dalam cerita komik, khususnya saat
menjelaskan konflik dan ketegangan antartokoh. Berikut adalah alternatif
jawaban peserta didik terhadap penggunaan majas sarkastik dalam komik
"Kue-Kue Mao".
1. "Dasar bodoh! Kau selalu membuat kekacauan!" kata Yari.
2. “Mulai sekarang, jangan dekati dia. Nanti kita ketularan bodohnya,”
kata Yari.
3. “Wah, wah, peri bodoh bisa marah juga,” kata Yari.
Kegiatan 9:
Kemudian, guru menjelaskan bahwa fokus kegiatan membaca komik
"Keberanian Emas" adalah untuk membandingkan tokoh Emas dan Mao.
Pertanyaan pada Buku Siswa dapat dijadikan pemantik untuk membandingkan
kedua tokoh. Berikut adalah contoh telaah peserta didik terhadap
perbandingan kedua tokoh tersebut dalam kegiatan membaca berpasangan.
Tabel 2.9 Contoh Jawaban Peserta Didik Membandingkan Tokoh Cerita
Nama :
Nama Teman :
Pertanyaan Jawaban Saya Jawaban
Teman
1. Siapakah protagonis Mao Mao
dalam cerita “Kue-Kue
Mao”?
2. Siapakah protagonis Emas Emas
dalam cerita “Keberanian
Emas”?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
3. Siapakah antagonis Yari Yari
dalam cerita “Kue-Kue
Mao”?
4. Siapakah antagonis Raksasa Raksasa
dalam cerita “Keberanian
Emas?”
5. Bandingkan protagonis Mao: Sulit mengikuti Mao: Selalu
dalam cerita “Kue-Kue pelajaran diejek Yari
Mao” dan “Keberanian
Emas: Menjadi Emas: Dikejar
Emas.”
makanan Raksasa Raksasa
a. Apakah permasalahan
yang dihadapi oleh tiap
protagonis?
5b. Bagaimana Mao: Mau belajar dan Mao: Tekun
perbandingan sifat dan bekerja keras
Emas: Berani
perilaku tiap protagonis?
Emas: Berani dan
pantang menyerah
5c. Bagaimana tiap Mao mau belajar, baik Mao belajar
protagonis dengan Piru ataupun dengan tekun
menyelesaikan belajar sendiri. Emas dan membela
masalahnya? melawan Raksasa Piru yang
dengan kantung- dijahati Yari.
kantung pemberian Emas
pertapa. menghadapi
Raksasa
dengan
kantungnya.
5d. Adakah pihak lain Ada. Mao dibantu Ada. Piru
membantu
yang membantu tiap Piru, Emas dibantu
Mao, Ibu dan
protagonis dalam Ibu.
Pertapa
menyelesaikan
membantu
masalahnya?
Emas.
Kegiatan membandingkan penokohan ini dapat ditutup dengan meminta
peserta didik menjawab pertanyaan berikut:
a. Tokoh mana yang lebih disukai?
b. Mengapa?
c. Bagaimana sifat tokoh pilihan tersebut apabila dirangkum dalam satu kata?
d. Manakah kalimat dalam komik yang mendukung simpulan peserta didik
tentang sifat tokoh tersebut?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan 10:
Tabel 2.10 Lembar Penilaian Kegiatan Menelaah Alur Cerita Fantasi
Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
berupaya menuliskan menjawab mengelabora
menuliskan kata kunci satu si
kata kunci, singkat yang pertanyaan pemahamann
tetapi tidak menunjukkan pada setiap ya terhadap
menunjukkan pemahamann tahap yang awal, tengah,
awal, tengah, ya terhadap menunjukkan dan akhir
dan akhir awal, tengah, pemahamann dengan
secara tepat. dan akhir ya terhadap menyebutkan
secara tepat. awal, tengah, bagian
dan akhir perinci pada
secara setiap
singkat. tahapan
tersebut.
Nilai = 1
Nilai = 2
Nilai = 4
Nilai = 3
(Nama (Nama (Nama (Nama
Peserta Didik) Peserta Didik) Peserta Didik) Peserta Didik)
Kegiatan 11:
Berikut adalah jawaban benar untuk latihan pada Kegiatan 11. Jawaban lain
yang merupakan pengungkapan tak langsung kalimat-kalimat langsung ini
juga dapat diterima.
1. Emas berkata, "Jangan sedih terus, Bu. Kita pasti bisa menemukan cara
untuk mengalahkan raksasa itu."
Jawaban: Emas menghibur ibunya agar tidak terus bersedih. Mereka
pasti bisa menemukan cara untuk mengalahkan raksasa.
2. Raksasa berteriak, "Kemarilah, aku tak sabar untuk memakanmu!"
Jawaban: Raksasa berteriak memanggil Emas. Ia sudah tak sabar
ingin memakan gadis itu.
3. Emas menjawab, "Coba saja, aku tidak takut!"
Jawaban: Dengan berani, Emas menjawab bahwa raksasa boleh
mencoba menangkapnya karena ia tidak takut.
4. Teman Emas bertanya, "Emas, kau mau ikut memetik bunga di ladang
nanti?"
Jawaban: Teman Emas menawarkan Emas untuk ikut memetik bunga
di ladang nanti.
5. Pertapa berpesan, "Gunakanlah keempat benda ini untuk mengalahkan
raksasa. Namun ingat, Emas harus percaya dan memiliki keberanian."
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Jawaban: Pertapa berpesan agar Emas dapat menggunakan keempat
benda yang diberikannya untuk mengalahkan raksasa. Namun, Emas
harus percaya dan memiliki keberanian.
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Inspirasi Kegiatan Pengayaan
Buku Siswa memiliki ruang yang terbatas untuk memperkenalkan ragam puisi
rakyat. Padahal untuk dapat mengenali dan mengapresiasi puisi rakyat,
peserta didik perlu terpajan kepada ragam contoh puisi rakyat. Guru perlu
memberikan puisi rakyat dari sumber-sumber di luar Buku Siswa. Akan sangat
menarik sekali apabila guru juga dapat menceritakan kisah di balik penciptaan
puisi rakyat tersebut.
Berikut adalah beberapa sumber rujukan untuk pantun dan puisi rakyat.
1. Buku Pantun dan Syair: Puisi Asli Anak Negeri untuk Pelajar dan Umum
oleh Yose Rizal.
2. Kumpulan Puisi untuk SD dan SMP oleh Inur Hidayati (Indonesiatera, 2008).
3. Pantun Jenaka oleh Yose Rizal (Indonesia Setia, 2010).
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 5
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Bacalah kembali teks puisi “Tembang Kinanthi”. Puisi tersebut bergenre
fantasi. Apabila puisi tersebut dikembangkan menjadi sebuah cerita, kira-kira
akan seperti apa ceritanya?
Pertama-tama, kalian akan mengembangkan tokoh-tokoh dalam puisi
tersebut, misalnya seperti berikut ini.
1. Apakah Anoman seorang manusia atau makhluk gaib?
2. Apakah ia memiliki kekuatan gaib?
3. Apa yang sedang ia lakukan di atas pohon nagasari?
Teks fantasi merupakan cerita yang bersifat khayalan atau imajinatif. dalam
puisi di atas, anoman yang adalah kera berbulu putih dan dapat terbang adalah
khayalan penulis. Untuk menarik pembaca, biasanya tokoh dalam cerita fantasi
dapat memiliki keahlian atau kekuatan tertentu. Tokoh seperti dewa-dewi,
raksaksa, makhluk ajaib, manusia dengan kesaktian adalah tokoh dalam cerita
fantasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata. Cerita fantasi dapat berupa
cerita yang mengkhayalkan kejadian pada masa depan. Cerita jenis ini disebut
cerita futuristik. Selain cerita jenis ini, ada cerita fantasi tentang khayalan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
seseorang atau cerita tentang peri. Sekarang bacalah cerita fantasi berikut ini.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 6
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Sekarang tuliskan ulang bagian cerita "Bola-bola Waktu" dengan bahasa
kalian sendiri. Manakah kejadian atau adegan yang menurut kalian
menggambarkan bagian awal, tengah, dan akhir cerita? Lengkapi tabel di
bawah ini.
Bagian Kejadian/Adegan
Awal Masalah apa yang dialami tokoh? Apa keinginannya?
Tengah Apa saja rangkaian usaha yang ia lakukan atau kejadian yang
ia alami untuk menyelesaikan masalahnya tersebut?
1) ....................................
2) ....................................
3) ....................................
Akhir Apakah tokoh utama mendapatkan apa yang ia inginkan atau
ia mengubah dirinya/keinginannya sendiri?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 7
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Sekarang bacalah cerita komik berikut ini.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Sekarang tuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, lalu
bandingkan dengan jawaban teman kalian. Diskusikan apakah jawaban kalian
sama atau berbeda, ya.
Tabel 2.4 Mengkaji Tokoh Cerita Fantasi
Pertanyaan Jawaban Saya Jawaban Teman
1. Siapa nama tokoh pada
teks di atas?
2. Tempat imajinatif apa
yang mereka tinggali?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
3. Apa yang mereka pelajari
di sekolah mereka?
4. Menurut kalian,
bagaimana sifat Mao?
5. Menurut kalian,
bagaimana sifat Piru?
6. Mengapa Mao
mendapatkan perlakuan
buruk dari Yari dan
teman-temannya?
7. Bagaimana Mao dapat
terhindar dari perlakuan
tersebut?
8. Apakah kalian setuju
dengan perbuatan Piru?
9. Dalam cerita ini, Yari
menerima balasan atas
perilaku buruknya.
Apakah yang dialami Yari
pada akhir cerita?
10. Apakah kalian pernah
menemukan seseorang
dengan perilaku seperti
Yari dan teman-temannya
pada kehidupan sehari-
hari?
11. Menurut kalian, apakah
amanat cerita ini? Apakah
tujuan penulis
menampilkan tokoh
dengan karakter seperti
Yari, Mao, dan Piru?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 9
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Pada bagian awal bab ini terdapat sedikit penjelasan tentang cerita rakyat.
Cerita rakyat adalah cerita yang dituturkan secara turun-temurun. Biasanya,
cerita rakyat memiliki beberapa versi. Sekarang kalian akan mengkaji struktur
komik "Keberanian Emas" yang diadaptasi dari cerita rakyat "Timun Mas" ini.
Bacalah dengan cermat, ya.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kalian telah membaca dua cerita komik, yaitu "Kue-Kue Mao" dan
"Keberanian Emas". Keduanya sama-sama menampilkan tokoh cerita yang
berusaha untuk mengatasi permasalahannya. Dua cerita fantasi tersebut
tentunya memiliki perbedaan pula. Salah satu perbedaan yang dapat kalian
amati adalah terkait penokohan. Diskusikan pertanyaan ini dengan teman
kalian.
1. Siapakah protagonis dalam cerita "Kue-Kue Mao"?
2. Siapakah protagonis dalam cerita "Keberanian Emas"?
3. Siapakah antagonis dalam cerita "Kue-Kue Mao"?
4. Siapakah antagonis dalam cerita "Keberanian Emas?"
5. Bandingkan protagonis dalam cerita "Kue-Kue Mao" dan "Keberanian
Emas"!
a. Apakah permasalahan yang dihadapi oleh setiap protagonis?
b. Bagaimana perbandingan sifat dan perilaku setiap protagonis?
c. Bagaimana setiap protagonis menyelesaikan masalahnya?
d. Adakah pihak lain yang membantu setiap protagonis dalam menyelesaikan
masalahnya?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 10
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Sekarang kajilah cerita "Keberanian Emas" dengan diagram alur teks naratif
ini.
Isilah kotak-kotak ini dengan apa yang kalian pahami terhadap perbuatan
tokoh atau adegan dalam cerita.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 10
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Selain sarkasme yang telah kita pelajari, kalimat langsung dan tak langsung
pun umum ditemui dalam bacaan fantasi.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kalimat Langsung
Raksasa berseru, "Dasar bebal! Berani-beraninya kau melukaiku! Akan
kutangkap dan kumakan habis kau, gadis bodoh!"
Kalimat Tak Langsung
Raksasa tak menyangka Emas berani melukainya. Ia mengancam akan
menangkap dan memakan Emas.
Kalimat Langsung
Ibu berkata, "Terima kasih, Tuan Pertapa!"
Kalimat Tak Langsung
Ibu mengatakan terima kasih kepada pertapa.
Ciri-ciri kalimat langsung adalah menggunakan tanda petik buka (") pada
bagian awal kalimat dan tanda petik tutup (") pada akhir kalimat. Sekarang
ubah kalimat-kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung.
1. Emas berkata, "Jangan sedih terus, Bu. Kita pasti bisa menemukan cara
untuk mengalahkan raksasa itu."
2. Raksasa berteriak, "Kemarilah, aku tak sabar untuk memakanmu!"
3. Emas menjawab, "Coba saja, aku tidak takut!"
4. Teman Emas bertanya, "Emas, kau mau ikut memetik bunga di ladang
nanti?"
5. Pertapa berpesan, "Gunakanlah keempat benda ini untuk mengalahkan
raksasa. Tapi ingat, Emas harus percaya dan memiliki keberanian."
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
Jurnal membaca pada bab ini bertujuan untuk mendata bacaan fiksi peserta
didik. Sebelum menugaskan Jurnal Membaca, guru dapat menyarankan
beberapa pengarang buku fiksi dengan rentang tema yang sesuai dengan minat
peserta didik. Jurnal membaca sebaiknya tidak membebani peserta didik
dengan tagihan yang terlalu berat bagi peserta didik agar tidak mengganggu
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
kenikmatan membaca. Pada jurnal ini, peserta didik diminta untuk mengutip
beberapa kalimat yang disampaikan oleh tokoh favoritnya dalam buku tersebut.
Peserta didik juga menjelaskan alasan menyukai tokoh cerita tersebut. Daftar
rekomendasi buku bergenre fantasi pada Buku Siswa dapat memandu peserta
didik untuk menentukan pilihannya. Guru perlu memberikan penghargaan dan
tanggapan terhadap komentar peserta didik dalam Jurnal Membaca. Akan lebih
baik apabila guru menyempatkan membaca sinopsis buku-buku dalam daftar
rekomendasi agar dapat memberikan komentar dengan spesifik.
Catatan Kata yang telah dibuat peserta didik juga perlu diperiksa oleh guru.
Guru mendiskusikan kosakata sulit yang dicatat oleh peserta didik dan
memberikan saran tentang strategi pemecahan arti kosakata yang dapat
dilakukan peserta didik secara mandiri melalui kamus dan tesaurus.
BAHAN BACAAN GURU
Bapak Ibu Guru, banyak di antara kita tumbuh dibesarkan oleh kisah, baik kisah
yang kita baca maupun yang dituturkan kepada kita. Demikian pula peserta
didik kita. Cerita fiksi, terutama, menjadi pintu masuk bagi kegemaran
membaca. Tak hanya itu, cerita fiksi menjadi media bagi peserta didik untuk
mempelajari nilai moral dan merenungi akar budaya serta identitas mereka. Bab
II ini akan membawa peserta didik berkelana di dunia imajinasi lewat puisi
rakyat dan cerita fantasi. Dengan mengenali cerita rakyat, peserta didik berlatih
mengapresiasi tradisi sastra yang telah tumbuh secara turun-temurun dalam
tradisi masyarakat Indonesia. Selain itu, melalui cerita fantasi, peserta didik
berlatih mengkaji elemen intrinsik untuk meningkatkan keterampilan berpikir
aras tinggi dan memetik pesan yang tercermin dalam sikap tokoh dan alur
cerita. Dengan pengetahuannya tentang ciri dan unsur puisi rakyat ini, peserta
didik berlatih untuk menyajikannya dengan imajinasi mereka sendiri. Selama
berkegiatan dengan ragam bacaan pada bab ini, tentunya guru dapat
memberikan contoh teks naratif yang saat ini tersedia dalam bentuk cetak dan
daring. Dengan memilihkan buku-buku bacaan untuk peserta didik, mereka
berlatih mengenali kriteria bacaan yang baik.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran
yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi
yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran
untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi
pembelajaran tertentu
asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan
penanganan yang tepat
asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan
oleh guru atau siswa dalam proses pembelajaran
asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi
keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan
pada akhir periode belajar
aural: kegiatan yang berkaitan dengan telinga atau indra pendengaran, misalnya
menyimak presentasi
alur: rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan
menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian
antagonis: tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh
utama; tokoh lawan
blog: catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa
saja
capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh
melalui serangkaian proses pembelajaran
curah gagasan: kegiatan menggali pengetahuan latar peserta didik tentang tema
pada bacaan
diksi: pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk
mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti
yang diharapkan)
fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-
benar ada atau terjadi
fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
genre: jenis teks pada sebuah bacaan, misalnya fantasi
gelar wicara: acara bincang-bincang di media elektronik yang melibatkan
beberapa orang pembicara
inferensial: dapat disimpulkan
infografik: informasi yang disampaikan dalam bentuk grafik
jurnalis: orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita di media
massa cetak atau elektronik; wartawan
kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan
pekerjaan tertentu
literasi berimbang: penerapan kegiatan menyimak, membaca, memirsa, serta
menyajikan gagasan secara seimbang dalam membimbing peserta
didik memahami dan menelaah bacaan
literasi informasi: kecakapan menganalisis, memilih, dan mengevaluasi informasi
yang tersaji di media berdasarkan ketepatan dan kebermanfaatannya
menyunting: mengedit naskah; menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit
dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa
(menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat)
menganotasi: menandai kosakata, frasa, atau kalimat dalam bacaan yang belum
dipahami
membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain
secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca
membaca sepintas: membaca sesingkat mungkin sambil mencatat ide pokok di
setiap paragraf
pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan
buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik
selama berada di kelas
proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan
untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian
proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan
prediksi: prakiraan tentang sesuatu
teks multimodal: teks yang menggabungkan dua atau lebih moda semiotik:
visual, gestur, gerak, suara, warna, tatapan, dan objek
teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan
sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium,
dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya
teks prosedur: teks yang memberikan petunjuk, panduan, atau instruksi untuk
melakukan sesuatu
D. DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Alwi, [Link]. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Kedua.
Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2015. Majalah Bahasa dan
Sastra Nuansa no. 2. Jakarta.
Bauer, Marion. 2005. What’s Your Story? Langkah-Langkah Jitu Menulis
Cerita Fiksi dengan “Enjoy” dan “Fun”. Bandung: MLC.
Culham, Ruth. 2010. Traits of Writing: The Complete Guide for Middle School.
Scholastic Teaching Resources.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:
Kanisius.
Dong In, Chwe. 2012. Diet Sihir 10 Kg. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Eggins, S. 2004. An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.).
London: Pinter.
Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, I.C. & Pinnell, G.S. 1996. Guided reading: Good first teaching for all
children. Heinemann.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. (2010). The Continuum of Literacy
Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hammond, J., and Derewianka, B. 2001. Genre. In R. Carter & D. Nunan
(Eds). The Cambridge Guide to Teaching English to
Speakers of Other Languages. Cambridge: Cambridge University Press.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs
Kelas VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs Kelas
VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Ivano, Eko. 2018. Senior. Bandung: Pastel Books
Javed, M., Eng, L. S., & Mohammed, A. R. (2015). Developing reading
comprehension modules to facilitate comprehension among
Malaysian secondary school ESL students. International Journal
of Instruction, (8) 2: 139 - 154.
Marisyah et al. (2019). Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan.
Jurnal Pendidikan Tambusai FIP Universitas Pahlawan, 33(11),
1514.
Mullenheim, Sophie. dkk. 2011. Kumpulan Dongeng Dunia Mimpi. Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan
SMA. Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Sastra Indonesia untuk SMP dan SMA.
Bandung: Yrama Widya.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Buku Teks Pendamping Bahasa Indonesia untuk
Siswa SMP-MTs Kelas VII. Bandung: Yrama Widya.
Nurhadi. 2017. Handbook of Writing, Panduan Lengkap Menulis. Jakarta:
Penerbit Bumi Aksara.
Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang.
Sumantri, [Link]. 1985. Pedoman Surat Menyurat. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Swales, J.M. 1990. Genre Analysis- English in Academic Research Settings.
Cambridge University Press.
Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based
Best Practices. The Guilford Press.
Tereliye. 2010. Serial Anak-Anak Mamak: Pukat. Jakarta: Republika.
Tereliye. 2013. Serial Anak-Anak Mamak: Amelia. Jakarta: Republika.
Treasures Grade 7. Grammar and Writing Handbook. [Link]-Hill.
Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for
Struggling Students. The Guilford Press.
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INDONESIA FASE D KELAS VII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : .....................................
Instansi : SMP ...............................
Tahun Penyusunan : Tahun 2022
Jenjang Sekolah : SMP/MTs
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : D / VII
Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi
Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
(CP) Elemen
Peserta didik mampu mengevaluasi
informasi melalui penilaian
ketepatan gagasan, pikiran, arahan,
pandangan, atau pesan dari teks
deskripsi, laporan, narasi, rekon,
eksplanasi, eksposisi dan diskusi,
dari teks tulis, visual, audiovisual
dengan membandingkan informasi
tersebut dengan pengalaman dan
pengetahuannya. Peserta didik juga
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
mampu menilai pemilihan diksi,
kosakata, serta cara penyajian data
sesuai dengan tipe teks dan tujuan
penulisan pada teks fiksi dan
informasional secara sederhana.
Peserta didik menilai elemen
intrinsik seperti alur dan perubahan
sikap tokoh dalam teks fiksi. Peserta
didik mulai mampu menggunakan
sumber informasi lain untuk menilai
akurasi informasi pada teks yang
sesuai jenjangnya.
Menulis
Peserta didik mulai mampu menulis
gagasan, pikiran, pandangan,
arahan atau pesan tertulis untuk
berbagai tujuan melalui teks
deskripsi, narasi, prosedur,
eksposisi, rekon, persuasif, dan teks
transaksional menggunakan media
multimodal. Peserta didik mulai
mampu menulis hasil
pengamatannya menggunakan
dengan mengutip sumber rujukan
secara etis. Peserta didik juga mulai
mampu menggunakan kosakata
baru terkait topik tertentu yang
memiliki makna denotatif, konotatif,
dan kiasan dalam karangan dan esai
dengan struktur yang baik sesuai
dengan tipe teks. Peserta didik juga
mulai mampu mengekspresikan
gagasan, imajinasi, dan amanat
tertentu dalam bentuk prosa dan
puisi sederhana dengan
menggunakan diksi dan elemen
intrinsik yang menarik dan kreatif
(dialog, konflik, penokohan) untuk
memikat pembaca.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mulai mampu
menyampaikan gagasan, pikiran,
pandangan, arahan, atau pesan
untuk memecahkan masalah dan
solusi dalam bentuk monolog,
pendapat lisan dalam dialog secara
logis, kritis, dan kreatif. Dalam
mengemukakan gagasan tersebut,
peserta didik mulai mampu
menggunakan kosakata baru yang
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
memiliki makna denotatif, konotatif,
dan kiasan sesuai dengan tipe teks,
pendengar, norma kesopanan, dan
tujuan berkomunikasi. Peserta didik
mulai mampu berpartisipasi dalam
diskusi secara aktif, kontributif, dan
santun dengan tuturan yang
empatik, efektif, dalam bentuk
paparan fiksi dan informasional
Alokasi Waktu : menggunakan media multimodal.
Peserta didik mulai mampu
memaparkan berbagai topik aktual
dengan persiapan yang baik
berdasarkan pengamatan dan
pengalamannya.
2 JP (Pertemuan Ke-3)
B. KOMPETENSI AWAL
Dengan mengenali isi dan unsur cerita fantasi yang dibaca dan
diperdengarkan kepadanya, peserta didik dapat menelaah penokohan
dan alur pada cerita fantasi, kemudian berkreasi dengan cerita fantasi
secara baik dan menarik.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Bernalar kritis.
D. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar Utama : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP
Kelas VII, Penulis: Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati.
Sumber Belajar Pendukung : Google, YouTube,
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna
dan memahami materi ajar.
E. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka,
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
Maksimum 32 Peserta didik
G. POKOK MATERI
C. Berkreasi dengan Teks Naratif
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Menulis Cerita Fantasi Sederhana.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
Pertemuan 3
12. Peserta didik berlatih menyajikan gagasannya dalam teks naratif dengan
menulis cerita fantasi sederhana untuk menyampaikan amanat tertentu
dengan menarik
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Meningkatkan kemampuan siswa tentang menganalisis perubahan lebih
perinci dalam alur cerita teks naratif dengan menjawab pertanyaan
tentang cerita "Bola-Bola Waktu" dengan baik, melatih kemampuannya
untuk menelaah alur cerita dalam teks naratif "Bola-Bola Waktu" dengan
mengisi tabel alur, melatih kemampuannya untuk mendiskusikan sifat
tokoh cerita dan amanat penulis dalam teks naratif “Kue-Kue Mao”
dengan membandingkan jawabannya dengan temannya, menemukenali
majas sarkasme dalam teks naratif “Kue-Kue Mao” dengan menuliskan
ulang kalimat majas sarkasme tersebut dengan baik, menganalisis
penokohan dalam cerita fantasi dengan menjawab pertanyaan tentang
tokoh pada cerita "Kue-Kue Mao" dan "Keberanian Emas", berlatih
menilai alur pada teks naratif “Keberanian Emas” dengan mengisi diagram
alur dengan tepat serta menemukenali ragam kalimat dalam teks naratif
“Keberanian Emas” melalui latihan mengubah kalimat langsung menjadi
kalimat tak langsung dengan tepat.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah cerita fantasi?
Apakah yang diinginkan tokoh di awal cerita?
Bagaimana caranya mewujudkan keinginannya tersebut dan bagaimana
cerita berakhir?
D. SIAP-SIAP BELAJAR
Membangkitkan minat peserta didik terhadap topik yang dipelajari dapat
dilakukan dengan mendiskusikan pengalaman yang menyenangkan terkait
topik tersebut. Guru dapat membuka Bab II ini dengan mendiskusikan
pengalaman dengan kisah. Karena tak semua peserta didik terbiasa
membaca di rumah dan memiliki akses terhadap buku bacaan, guru dapat
membuka diskusi tentang pengalaman didongengkan atau mendengarkan
cerita. Untuk menggali curah pengalaman peserta didik tentang hal ini, guru
dapat bertanya tentang:
a. Buku cerita atau tokoh cerita yang berkesan di masa kecil mereka.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
b. Siapa yang biasa menuturkan dongeng kepada mereka di rumah?
c. Dongeng apa yang sering mereka dengar?
d. Apakah mereka menyukai dongeng tersebut? Mengapa?
Sebagian peserta didik mungkin tidak ingat dongeng yang dituturkan
kepada mereka, tetapi mungkin mereka mengingat tokoh film kartun atau film
serial yang mereka pirsa di televisi. Tayangan ini pun dapat menjadi media
diskusi dengan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
a. Bagaimana ciri-ciri fisik tokoh film tersebut? Bagaimana sifatnya?
b. Apakah hal yang mudah diingat dari tokoh tersebut? Mengapa tokoh
tersebut sedemikian menarik?
Setelah mendiskusikan tokoh dalam cerita fiksi, guru dapat menjelaskan
bahwa penulis cerita menciptakan tokoh dan alur sedemikian rupa agar
menarik minat pembaca. Meningkatkan daya pikat cerita dapat dipelajari.
Pada Bab II ini, peserta didik akan mengkaji beberapa contoh puisi rakyat dan
cerita fantasi.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal
a. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan
kelas ( menyapa, berdoa, dan mengecekkehadiran ).
b. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.
c. Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan
manfaatnya bagi tercapai cita-cita
d. Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru
memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat
Nasionalisme.
e. Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicaraselama 15-20
menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan,
makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan motivasi.
f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran..
BELUM
Kegiatan Inti
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan 12:
Menulis Cerita Fantasi Sederhana
Sama seperti kegiatan menulis puisi rakyat, kegiatan menulis cerita fantasi
dapat dilakukan dalam beberapa sesi pramenulis, menulis, dan pascamenulis.
Pertanyaan nomor 1 sampai 4 pada Buku Siswa ini dapat digunakan sebagai
pemandu untuk membuat kerangka dalam kegiatan pramenulis.
1. Apa tema yang akan diangkat dalam cerita fantasi kalian?
2. Siapa tokoh dalam cerita ini?
3. Di mana latar terjadinya cerita ini?
4. Gambarlah kerangka alur cerita kalian dalam diagram alur. Gunakan
diagram alur teks naratif di atas untuk membantu kalian.
Kerangka peta cerita ini dapat membantu.
Pada proses menulis, guru dapat membiasakan peserta didik untuk
menyerahkan draf kemajuan naskahnya. Guru dapat membuat pertemuan
konsultasi dengan kelompok kecil peserta didik untuk mendiskusikan
kesulitan yang dihadapi. Guru dapat meminta pendapat teman kelompok
untuk mengembangkan draf teman. Untuk meringankan pekerjaan guru, guru
dapat meminta peserta didik untuk melakukan penyuntingan silang. Peserta
didik dapat saling menyunting pekerjaan teman dalam kelompok. Guru
mengawasi pekerjaan penyuntingan tersebut dan mengingatkan aspek dalam
ejaan dan tanda baca yang perlu disunting.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Kegiatan Penutup
a. Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta siswa untuk
mengungkapkan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
b. Guru Bersama siswa menutup kegiatan dengan doa dan salam.
F. REFLEKSI
Sama dengan bab sebelumnya, kegiatan refleksi pada bab ini bertujuan untuk
memetakan kemampuan peserta didik selama berkegiatan dalam bab ini dan
menilai efektivitas strategi dan metode pembelajaran guru sebagai acuan
penyempurnaan pada bab berikutnya.
A. Memetakan Kemampuan Peserta didik
1. Pada akhir Bab II ini, guru telah melakukan penilaian formatif untuk
memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan mereka dalam:
a. mengingat dan menyimpulkan informasi dari puisi rakyat yang
disimaknya dengan menjawab pertanyaan tentang puisi rakyat yang
diperdengarkan kepadanya,
b. mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat,
c. menganalisis perubahan lebih perinci dalam alur cerita teks naratif
dengan menjawab pertanyaan tentang cerita fantasi dengan baik,
d. menilai alur pada teks naratif dengan mengisi diagram alur secara
tepat,
e. menulis cerita fantasi sederhana untuk menyampaikan amanat tertentu
dengan menarik.
Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi
pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang belum memenuhi
tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus dalam
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
kegiatan perancah pada kegiatan berikutnya.
2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan
sebagai berikut. Tabel ini diisi dengan skor peserta didik pada kegiatan
tersebut.
Tabel 2.13 Tabel Pemetaan Kemampuan Peserta Didik
Menganalis
Memaha
is
mi dan
Menilai
Perubahan
Menyimp Menulis
Nama Menulis Alur
ulkan Lebih
No. Peserta Puisi pada Cerita
Perinci
Didik Informasi
Rakyat Cerita Fantasi
dari dalam
Fantasi
Puisi Alur Cerita
Rakyat
Fantasi
dst
3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran
pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan
bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui
kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan
kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau
kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, penilaian
akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang
terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.
Guru juga perlu mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya
pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan terhadap:
a. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri?
b. apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan terlebih dulu
bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman melakukannya?
c. apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya sama sekali atau tidak
dapat dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru?
Selain itu, guru perlu membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya
saat mengisi tabel berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap
usaha yang dilakukannya saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab II
Buku Siswa ini.
Tabel 2.14 Tabel Refleksi Peserta Didik
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Pengetahuan atau keterampilan yang sudah saya pelajari:
1.
2.
3.
Refleksi Proses Belajar
1. Kegiatan yang paling sulit bagi saya pada bab ini:
2. Hal yang saya lakukan untuk memperbaiki hasil belajar saya:
3. Kepada siapa saya minta bantuan untuk memperbaiki hasil belajar
saya:
4. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang telah saya lakukan:
1 2 3 4 5
Lingkari salah satu angka untuk menggambarkan:
1 = sangat tidak puas 4 = puas
2 = tidak puas 5 = sangat puas
3 = biasa saja
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu
Ditingkatkan
Tabel 2.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran
Sudah
Saya Masih
Sudah
No Lakukan Perlu Saya
Pendekatan/Strategi Saya
. tetapi Tingkatkan
Lakukan
Belum Lagi
Efektif
1 Saya sudah menyiapkan
buku pengayaan dengan
tema cerita rakyat dan cerita
fantasi dalam bentuk cetak
dan digital.
2 Saya sudah melakukan
kegiatan pendahuluan dan
mengajak peserta didik
berdiskusi untuk
mengaktifkan pengetahuan
latar mereka tentang bacaan
fiksi yang disukainya.
3 Saya sudah
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
mengoptimalkan partisipasi
peserta didik dengan
memasangkan dan
mengelompokkan mereka
dengan teman yang tepat.
4 Saya sudah mengelaborasi
tanggapan seluruh peserta
didik dalam kegiatan
berdiskusi.
5 Saya sudah memberikan
alternatif kegiatan
pendampingan dan
pengayaan sesuai dengan
kompetensi peserta didik.
6 Saya sudah memperhatikan
reaksi peserta didik dan
menyesuaikan strategi
pembelajaran dengan
rentang perhatian dan minat
peserta didik.
7 Saya sudah memilih dan
menyediakan ragam
alternatif puisi rakyat dan
cerita fantasi di luar bacaan
yang disediakan pada Bab II
ini.
8 Saya sudah mengadakan
konsultasi kelompok untuk
memeriksa kemajuan draf
tulisan peserta didik dan
membantu kesulitan mereka
dalam menulis.
9 Saya melakukan pemetaan
terhadap kemampuan
peserta didik pada setiap
kegiatan yang diukur dalam
tes formatif pembelajaran.
10 Saya telah mengumpulkan
hasil pekerjaan peserta didik
sebagai asesmen formatif
peserta didik.
11 Saya telah mengajak
peserta didik merefleksi
pemahaman dan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
keterampilan mereka pada
akhir pembelajaran Bab II.
Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini:
.........................................................................................................................
.............
Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:
.........................................................................................................................
.............
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:
.........................................................................................................................
.............
Buku atau sumber lain yang saya gunakan untuk mengajar bab ini:
.........................................................................................................................
.............
G. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Kegiatan 12
Pada kegiatan konsultasi kemajuan draf tulisan, guru dapat menggunakan
lembar pengontrol untuk memastikan kualitas draf tulisan peserta didik.
Tabel 2.11 Lembar Pengontrol Kegiatan Menulis
Perlu
Pertanyaan Sudah
No. Elemen Disempurnaka
Pengontrol Ada
n
1 Tema dan Apakah penulis telah
pesan cerita memilih tema cerita?
Apakah penulis
berupaya
menyampaikan pesan
kepada pembaca?
2 Penokoh Apakah terdapat
an penggambaran
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
perinci tentang sifat
tokoh?
Apakah tokoh
cerita digambarkan
memiliki masalah
dalam cerita?
Apakah tokoh
cerita berusaha
untuk
menyelesaikan
masalahnya
tersebut?
3 Alur Apakah cerita
cerita memiliki bagian
awal, tengah, dan
akhir yang dapat
diidentifikasi?
Apakah cerita
memiliki adegan
klimaks yang
menarik?
4 Teknik Apakah terdapat
penyajian dialog antartokoh
cerita yang proporsional?
Apakah penulis
menggunakan diksi
dan kosakata yang
menarik?
5 Ejaan Apakah terdapat
dan tanda kesalahan
baca penulisan ejaan
dan tanda baca
yang cukup
mengganggu
pembaca dalam
memahami cerita?
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Inspirasi Kegiatan Pengayaan
Buku Siswa memiliki ruang yang terbatas untuk memperkenalkan ragam puisi
rakyat. Padahal untuk dapat mengenali dan mengapresiasi puisi rakyat,
peserta didik perlu terpajan kepada ragam contoh puisi rakyat. Guru perlu
memberikan puisi rakyat dari sumber-sumber di luar Buku Siswa. Akan
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
sangat menarik sekali apabila guru juga dapat menceritakan kisah di balik
penciptaan puisi rakyat tersebut.
Berikut adalah beberapa sumber rujukan untuk pantun dan puisi rakyat.
1. Buku Pantun dan Syair: Puisi Asli Anak Negeri untuk Pelajar dan Umum
oleh Yose Rizal.
2. Kumpulan Puisi untuk SD dan SMP oleh Inur Hidayati (Indonesiatera,
2008).
3. Pantun Jenaka oleh Yose Rizal (Indonesia Setia, 2010).
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 12
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Sampai saat ini cerita fantasi masih digemari oleh berbagai kalangan usia.
Cobalah menuliskan cerita fantasi kalian sendiri. Upayakan untuk
menciptakan tokoh yang memikat dengan cara mengatasi permasalahan
yang menarik. Kalian dapat membuatnya dalam format cerita mini seperti
"Bola-Bola Waktu" atau format komik seperti "Kue-Kue Mao" dan "Keberanian
Emas". Ikuti langkah-langkah menyusun cerita fantasi berikut.
(1) Apa tema yang akan diangkat dalam cerita fantasi kalian?
(2) Siapa tokoh dalam cerita kalian?
(3) Di mana latar terjadinya cerita kalian?
(4) Gambarlah kerangka alur cerita kalian dalam diagram alur. Gunakan
diagram alur teks naratif di atas untuk membantu kalian!
(5) Kembangkan cerita fantasi kalian!
(6) Terakhir, berilah judul yang menarik untuk hasil karya kalian!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Jurnal membaca pada bab ini bertujuan untuk mendata bacaan fiksi peserta
didik. Sebelum menugaskan Jurnal Membaca, guru dapat menyarankan
beberapa pengarang buku fiksi dengan rentang tema yang sesuai dengan
minat peserta didik. Jurnal membaca sebaiknya tidak membebani peserta didik
dengan tagihan yang terlalu berat bagi peserta didik agar tidak mengganggu
kenikmatan membaca. Pada jurnal ini, peserta didik diminta untuk mengutip
beberapa kalimat yang disampaikan oleh tokoh favoritnya dalam buku
tersebut. Peserta didik juga menjelaskan alasan menyukai tokoh cerita
tersebut. Daftar rekomendasi buku bergenre fantasi pada Buku Siswa dapat
memandu peserta didik untuk menentukan pilihannya. Guru perlu memberikan
penghargaan dan tanggapan terhadap komentar peserta didik dalam Jurnal
Membaca. Akan lebih baik apabila guru menyempatkan membaca sinopsis
buku-buku dalam daftar rekomendasi agar dapat memberikan komentar
dengan spesifik.
Catatan Kata yang telah dibuat peserta didik juga perlu diperiksa oleh guru.
Guru mendiskusikan kosakata sulit yang dicatat oleh peserta didik dan
memberikan saran tentang strategi pemecahan arti kosakata yang dapat
dilakukan peserta didik secara mandiri melalui kamus dan tesaurus.
BAHAN BACAAN GURU
Bapak Ibu Guru, banyak di antara kita tumbuh dibesarkan oleh kisah, baik
kisah yang kita baca maupun yang dituturkan kepada kita. Demikian pula
peserta didik kita. Cerita fiksi, terutama, menjadi pintu masuk bagi kegemaran
membaca. Tak hanya itu, cerita fiksi menjadi media bagi peserta didik untuk
mempelajari nilai moral dan merenungi akar budaya serta identitas mereka.
Bab II ini akan membawa peserta didik berkelana di dunia imajinasi lewat puisi
rakyat dan cerita fantasi. Dengan mengenali cerita rakyat, peserta didik
berlatih mengapresiasi tradisi sastra yang telah tumbuh secara turun-temurun
dalam tradisi masyarakat Indonesia. Selain itu, melalui cerita fantasi, peserta
didik berlatih mengkaji elemen intrinsik untuk meningkatkan keterampilan
berpikir aras tinggi dan memetik pesan yang tercermin dalam sikap tokoh dan
alur cerita. Dengan pengetahuannya tentang ciri dan unsur puisi rakyat ini,
peserta didik berlatih untuk menyajikannya dengan imajinasi mereka sendiri.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Selama berkegiatan dengan ragam bacaan pada bab ini, tentunya guru dapat
memberikan contoh teks naratif yang saat ini tersedia dalam bentuk cetak dan
daring. Dengan memilihkan buku-buku bacaan untuk peserta didik, mereka
berlatih mengenali kriteria bacaan yang baik.
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran
yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi
yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran
untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi
pembelajaran tertentu
asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan
penanganan yang tepat
asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan
oleh guru atau siswa dalam proses pembelajaran
asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi
keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan
pada akhir periode belajar
aural: kegiatan yang berkaitan dengan telinga atau indra pendengaran,
misalnya menyimak presentasi
alur: rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan
menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan
penyelesaian
antagonis: tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh
utama; tokoh lawan
blog: catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh
siapa saja
capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang
diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran
curah gagasan: kegiatan menggali pengetahuan latar peserta didik tentang
tema pada bacaan
diksi: pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti
yang diharapkan)
fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang
benar-benar ada atau terjadi
fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
genre: jenis teks pada sebuah bacaan, misalnya fantasi
gelar wicara: acara bincang-bincang di media elektronik yang melibatkan
beberapa orang pembicara
inferensial: dapat disimpulkan
infografik: informasi yang disampaikan dalam bentuk grafik
jurnalis: orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita di media
massa cetak atau elektronik; wartawan
kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan
pekerjaan tertentu
literasi berimbang: penerapan kegiatan menyimak, membaca, memirsa, serta
menyajikan gagasan secara seimbang dalam membimbing peserta
didik memahami dan menelaah bacaan
literasi informasi: kecakapan menganalisis, memilih, dan mengevaluasi
informasi yang tersaji di media berdasarkan ketepatan dan
kebermanfaatannya
menyunting: mengedit naskah; menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit
dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa
(menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat)
menganotasi: menandai kosakata, frasa, atau kalimat dalam bacaan yang
belum dipahami
membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang
lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca
membaca sepintas: membaca sesingkat mungkin sambil mencatat ide pokok di
setiap paragraf
pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan
buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik
selama berada di kelas
proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa
kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan
serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
kegiatan
prediksi: prakiraan tentang sesuatu
teks multimodal: teks yang menggabungkan dua atau lebih moda semiotik:
visual, gestur, gerak, suara, warna, tatapan, dan objek
teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan
sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium,
dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra
penulisnya
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
teks prosedur: teks yang memberikan petunjuk, panduan, atau instruksi untuk
melakukan sesuatu
D. DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi
Aksara
Alwi, [Link]. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Kedua.
Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2015. Majalah Bahasa dan
Sastra Nuansa no. 2. Jakarta.
Bauer, Marion. 2005. What’s Your Story? Langkah-Langkah Jitu Menulis
Cerita Fiksi dengan “Enjoy” dan “Fun”. Bandung: MLC.
Culham, Ruth. 2010. Traits of Writing: The Complete Guide for Middle
School. Scholastic Teaching Resources.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:
Kanisius.
Dong In, Chwe. 2012. Diet Sihir 10 Kg. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Eggins, S. 2004. An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.).
London: Pinter.
Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, I.C. & Pinnell, G.S. 1996. Guided reading: Good first teaching for
all children. Heinemann.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. (2010). The Continuum of Literacy
Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hammond, J., and Derewianka, B. 2001. Genre. In R. Carter & D. Nunan
(Eds). The Cambridge Guide to Teaching English to
Speakers of Other Languages. Cambridge: Cambridge University Press.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs
Kelas VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Harsiati, [Link]. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs
Kelas VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
Ivano, Eko. 2018. Senior. Bandung: Pastel Books
Javed, M., Eng, L. S., & Mohammed, A. R. (2015). Developing reading
comprehension modules to facilitate comprehension among
Malaysian secondary school ESL students. International Journal
of Instruction, (8) 2: 139 - 154.
Marisyah et al. (2019). Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan.
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai FIP Universitas Pahlawan, 33(11),
1514.
Mullenheim, Sophie. dkk. 2011. Kumpulan Dongeng Dunia Mimpi. Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan
SMA. Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Sastra Indonesia untuk SMP dan SMA.
Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Buku Teks Pendamping Bahasa Indonesia untuk
Siswa SMP-MTs Kelas VII. Bandung: Yrama Widya.
Nurhadi. 2017. Handbook of Writing, Panduan Lengkap Menulis. Jakarta:
Penerbit Bumi Aksara.
Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang.
Sumantri, [Link]. 1985. Pedoman Surat Menyurat. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Swales, J.M. 1990. Genre Analysis- English in Academic Research Settings.
Cambridge University Press.
Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based
Best Practices. The Guilford Press.
Tereliye. 2010. Serial Anak-Anak Mamak: Pukat. Jakarta: Republika.
Tereliye. 2013. Serial Anak-Anak Mamak: Amelia. Jakarta: Republika.
Treasures Grade 7. Grammar and Writing Handbook. [Link]-
Hill.
Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for
Struggling Students. The Guilford Press.
Mengetahui, Tangerang, 11 Juli 2022
Kepala Sekolah Guru Bahasa Indonesia Fase D
Kelas VII
HARIN FADILLAH, [Link]
SARONIH. [Link]., [Link]
NIP. 197302121998021002
Bahasa Indonesia SMP Fase D Kelas VII