0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Evaluasi Curved Seawall Manado Town Square

Dokumen tersebut membahas evaluasi kinerja curved seawall di Manado Town Square terhadap gelombang pesisir. Penelitian ini menganalisis parameter gelombang, angin, dan pasang surut untuk menentukan apakah curved seawall tersebut aman atau tidak dari pengaruh overtopping gelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa curved seawall tersebut tidak aman dari overtopping k

Diunggah oleh

Isa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Evaluasi Curved Seawall Manado Town Square

Dokumen tersebut membahas evaluasi kinerja curved seawall di Manado Town Square terhadap gelombang pesisir. Penelitian ini menganalisis parameter gelombang, angin, dan pasang surut untuk menentukan apakah curved seawall tersebut aman atau tidak dari pengaruh overtopping gelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa curved seawall tersebut tidak aman dari overtopping k

Diunggah oleh

Isa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Available online [Link]

php/tekno

TEKNO

Volume 21, No. 83, Tahun 2023 p-ISSN: 0215-9617

Evaluasi Kinerja Curved Seawall Terhadap Gelombang Pesisir


di Kawasan Manado Town Square

Kevin Kaunang#a, Tommy Jansen#b, Arthur H. Thambas#c


#
Program Studi Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
a
kvnkaunang@[Link], btommyjansen@[Link], carthurthambas@[Link]

Abstrak

Manado Town Square merupakan pusat perbelanjaan yang berada pada posisi 1°28'14.4" LU
124°49'48.9"BT di Teluk Manado dan menjadi tempat masyarakat untuk melakukan aktifitas sosial serta
kegiatan pariwasata lainnya. Dalam penataan prasarana Manado Town Square, salah satu elemen yang
sangat penting yaitu bangunan pengaman pantai dalam hal ini Curved Seawall. Tujuan dari penelitian ini
ialah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja bangunan pengaman pantai yang sudah ada dengan
memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai serta faktor lainnya untuk mengetahui kawasan
tersebut aman atau tidak aman dari pengaruh overtopping gelombang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan langsung di lapangan serta memakai data sekunder berupa Data Angin, Data Pasang-Surut, dan
Data Gelombang dengan periode 5 tahunan (2016-2020) yang diolah dengan Metode Admiralty periode 15
piantan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapat Tinggi Gelombang (H) 4 meter, Periode
Gelombang (T) 6 detik dan arah angin utama pada sisi Barat dengan periode ekstrim pada bulan Februari
2020 yang dapat menyebabkan adanya overtopping pada curved seawall. Dari analisa di lapangan terdapat
2 faktor utama penyebab overtopping, pertama, lereng depan/slope yang dibangun terlalu landai yaitu 27°
(<30°), kedua, lereng depan/slope memiliki tingkat koefisien kekasaran Manning yang relatif rendah (n=
0.014) (n= >0.020) karena menggunakan material unfinished concrete, hal tersebut dapat memicu
terjadinya run-up gelombang yang bisa merusak sarana prasarana ataupun mengancam keberadaan disekitar
Curved Seawall. Dapat disimpulkan bahwa Curved Seawall yang dibangun tidak aman dari pengaruh
overtopping sehingga membutuhkan desain ulang serta pembangunan kembali berupa peninggian
bangunan pengaman pantai

Keyword: Curved Seawall, Overtopping, bangunan pengaman pantai, Manado Town Square

1. Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Daerah pesisir pantai merupakan tempat strategis bagi Manusia untuk melaksanakan
kegiatan perdagangan, pemukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, perikanan, pertanian, pusat
pemerintahan, pariwisata dan sebagainya. Pantai juga merupakan bagian dari lingkungan pesisir
pantai yang dinamis dan selalu berubah. Sebagai daerah pesisir, Kota Manado memiliki nilai
tambah khususnya dalam pengembangan area pantai baik dalam skala makro maupun mikro
untuk menunjang pariwisata serta pusat perbelanjaan dan keramaian. Manado Town Square 3
merupakan pusat perbelanjaan yang berada pada posisi 1°28'14.4" LU 124°49'48.9"BT di Teluk
Manado dan menjadi tempat masyarakat untuk berkunjung ataupun melakukan kegiatan
pariwasata lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir pantai Manado Town Square
harus dioptimalkan guna menjaga fungsi ekonomi dan pariwisata untuk Kota Manado. Demi
mencapai tujuan tersebut, sarana dan prasarana yang ada harus mendukung. Sarana kegiatan
pariwisata berupa bangunan mall yang sangat penting bagi perekonomian daerah. Sedangkan
prasarana yang dibutuhkan salah satunya yaitu fasilitas yang memadai. Dalam penataan prasarana
Manado Town Square 3, salah satu elemen yang sangat penting yaitu bangunan pengaman pantai
dalam hal ini Seawall. Dimana fungsi Seawall untuk membelokkan energi gelombang yang

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


26 Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO

datang ke arah atas dan menjauh dari bagian bawah Seawall, hal ini dimaksudkan untuk
mengurangi gerusan di dasar [Link] hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan
judul ‘Evaluasi Kinerja Curved Seawall Terhadap Gelombang Pesisir di Kawasan Manado Town
Square’.

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan di atas maka akan dilakukan evaluasi
terhadap kinerja bangunan pengaman pantai yang sudah ada dengan memperhitungkan gaya alam
yang terdapat di sekitar pantai untuk mengetahui kawasan tersebut aman/tidak aman dari
pengaruh gelombang.

1.3 Tujuan penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Curved Seawall yang berada di Manado
Town Square bersifat aman atau tidak aman terhadap pengaruh overtopping serta mengetahui
penyebab terjadinya overtopping pada Curved Seawall Manado Town Square secara mendalam.

2. Metode

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisa, dengan
tahapan penelitian sebagai berikut.

Gambar 1. Bagan Alir

3. Hasil dan Pembahasan.

3.1 Lokasi Penelitian & Peta Batimetri

Lokasi penelitian berada di Kawasan Manado Town Square, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Lokasi penelitian ditunjukkan pada Gambar 2. Data Angin dan Data Gelombang dalam lokasi
penyelidikan diperoleh melalui BMKG Maritim Bitung, serta Data Pasang-Surut diperoleh

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO 27

melalui LANTAMAL VIII Manado dengan ketiganya menggunakan periode 5 tahunan (2016-
2020). Peta Batimetri dilampirkan pada Gambar 3.

Lokasi Penelitian

Gambar 2. Lokasi Penelitian

Gambar 3. Peta Batimetri

3.2 Pengolahan Data Angin, Data Gelombang & Data Pasang-Surut

Pengolahan Data Angin, Gelombang, dan Pasang-Surut perlu dihitung terlebih dulu sebelum
digunakan. Pengolahan menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Hasil pengolahan data Angin,
Gelombang, dan Pasang-surut akan ditampilkan pada Tabel 1.

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


28 Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO

Tabel 1. Data Hasil Pengukuran Pasang Surut

3.3 Perhitungan Pasang-Surut

Data yang diolah merupakan data mentah dari pengukuran pasang surut di Manado Town
Square, Sulawesi Utara selama 15 hari dalam interval waktu 1 jam yang diperolah dari Pangkalan
Utama TNI AL VIII Kairagi. Hasil analisis akan ditampilkan pada Tabel 2, Tabel 3 dan Gambar
4.

Tabel 2. Penentuan HHWL & LLWL


Keterangan
Air Tertinggi 370 cm
Air Terendah 50 cm

Tabel 3. Hasil Perhitungan

3.4 Penentuan Tipe Pasang-Surut

Berdasarkan komponen-komponen Pasang Surut yang didapat dari hasil analisis dengan
menggunakan metode Admiralty maka dapat ditentukan tipe pasang surut yang terjadi di Manado
Town Square dengan menggunakan angka pasang surut “F” (tide form number “Formzahl”).
Dimana F ditentukan pada Gambar 5. Didapat Pasang-Surut termasuk tipe Pasang Surut
Campuran Condong ke Harian Ganda (mixed tide prevealling semi diurnal) dengan nilai 0.25 <
F ≤ 1.5, dimana F= 0.35

3.5 Penentuan Elevasi Muka Air Laut

Tabel 4. Penentuan Elevasi Muka Air Laut

3.6 Analisa Data Angin

Analisa data angin harian selama tahun 2016 sampai dengan 2020. Hasil analisa data angin
pada Tabel 5 kemudian dilakukan perhitungan faktor tegangan angin untuk mendapatkan nilai
UA (perhitungan pada data angin satu tahun tahun 2020) pada Tabel 6

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO 29

Tabel 5. Analisa Data Angin

Tabel 6. Perhitungan Faktor Tegangan Angin Tahun 2020

3.7 Hindcasting Gelombang

Hindacsting Gelombang Manado Town Square dilampirkan pada Gambar 6. Gambar


interpretasi Fetch dan hasil perhitungan untuk lokasi penelitian di Manado Town Square
ditampilkan dalam Tabel 7 dan Tabel 8. Didapat arah Barat paling maksimum dengan Tinggi
Gelombang (H) 4 meter & Periode Gelombang (T) 6 detik.

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


30 Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO

Tabel 7. Perhitungan Fetch 8 Mata Angin

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO 31

Tabel 8. Rekapitulasi Arah, Tinggi dan Periode Gelombang

3.8 Penyebab Terjadinya Overtopping Pada Curved Seawall Manado Town Square

Di dalam perancangan seawall perlu diusahakan agar kriteria keamanan dapat dipenuhi dengan
melakukan optimasi. Optimasi dapat dilakukan dengan cara memilih: (1) sudut lereng bangunan yang tepat,
(2) memilih jari-jari (R), lengkung reflektor gelombang yang efektif, dan (3) memilih menggunakan atau
tanpa kekerasan lereng dengan blok beton (k) sehingga didapatkan nilai rayapan gelombang yang kecil (Kr)
dan tembok laut dapat efektif menghancurkan energi gelombang

3.9 Dimensi Curved Seawall Manado Town Square

Dari pengamatan dan pengukuran di lapangan, Curved Seawall Manado Town Square
memiliki dimensi dengan Lebar bangunan dari sempadan pantai 4.6 m, Tinggi bangunan dari
sempadan pantai 3.72 m, Lebar mercu 0.8 m, dan Panjang kurva cekung sebesar 1.3 m.

3.10 Kelandaian Slope Curved Seawall

Dari data di lapangan, Curved Seawall Manado Town Square memiliki lebar 4.6 m dan
tinggi 3.1 m, setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil 1.48388:1 (27°), dari hasil ini
bisa disimpulkan bahwa kemiringan slope Curved Seawall yang ada tidak sesuai dengan syarat
aman (30°) yang dapat memicu run-up gelombang sehingga terjadi overtopping.

3.11 Kekasaran Slope Curved Seawall

Permukaan yang kasar dapat memecah gelombang lebih efektif dibandingkan dengan
permukaan yang halus. Semestinya pada slope seawall & revetment tidak boleh menggunakan
semen sebagai pengikat, karena dapat memperhalus permukaan (Massachusetts Office of Coastal
Zone Management’s (CZM), 2013). Chinking (Mengisi celah dengan batu) dapat digunakan
untuk memaksimalkan kestabilan slope yang ada. Hindari mengisi celah dengan batuan kecil
karena dapat mengurangi wave dissipation serta dapat menjadi proyektil berbahaya saat badai.
Semakin tinggi nilai kekasaran Manning menyebabkan lebih rendahnya pengaruh
overtopping. Nilai kekasaran Manning yang ideal untuk bangunan revetment & sloped seawall

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


32 Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO

berada pada n = >0.020 (Minimum) (Manning’s roughness coefficient in SWASH – Flanders


Research Belgium, 2020)
Dari hasil pengamatan dilapangan, permukaan slope yang ada cenderung kurang halus
dengan material pengikat beton, hal ini dapat menyebabkan kurangnya kemampuan slope untuk
dapat memecah gelombang dengan maksimal.

3.12 Tinjauan Curved Seawall Manado Town Square

Pada tinjauan yang telah dilakukan diketahui bahwa Curved Seawall mempunyai mercu
tembok laut dilengkapi dengan alat pemantul gelombang (wave reflector).Dengan adanya wave
reflector, gelombang akan dipantulkan kembali kelaut, dan tidak mengganggu fasilitas yang
berada dibalik tembok. Sehingga seawall tidak memerlukan mercu bangunan yang tinggi.
Dijabarkan pada Tabel 9.

Tabel 9. Rekapitulasi Arah, Tinggi dan Periode Gelombang

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)


Kaunang, Jansen, Thambas / TEKNO 33

4. Kesimpulan

Dari analisa di lapangan terdapat 2 faktor utama yang menyebabkan Curved Seawall tidak
aman dari pengaruh overtopping pada bulan-bulan dengan cuaca ekstrim, pertama, lereng
depan/slope yang dibangun terlalu landai yaitu 27° dan tidak sesuai dengan standar yang
ditetapkan oleh Massachusetts Office of Coastal Zone Management yaitu harus melebihi >30°,
kedua, lereng depan/slope memiliki tingkat koefisien kekasaran Manning yang relatif rendah (n=
0.014) dan tidak sesuai dengan ketetapan sesuai yang tertulis di Manning’s roughness coefficient
in SWASH – Flanders Research Belgium yaitu koefisien kekasaran Manning harus n = >0.020,
oleh karena menggunakan material berbentuk unfinished concrete, hal tersebut dapat memicu
terjadinya run-up gelombang yang bisa merusak sarana prasarana ataupun mengancam
keberadaan di sekitar area Manado Town Square. Dapat disimpulkan bagi pihak Manajemen
Manado Town Square untuk mempertimbangkan adanya peninggian Curved Seawall yang sudah
dibangun, dan untuk peneliti selanjutnya untuk menghitung analisis tinggi Seawall yang sesuai
agar tidak mengalami overtopping, serta menggunakan Data Angin, Gelombang, dan Pasang-
Surut dengan periode ulang 10 tahunan.

Referensi

Bambang Triatmodjo (1999). Teknik Pantai, Beta Offset, Yogyakarta.


Bambang Triatmodjo (2010). Perencanaan Pelabuhan, Beta Offset, Yogyakarta.
Bambang Triatmodjo (2012). Perencanaan Bangunan Pantai, Beta Offset, Yogyakarta.
Massachusetts Office of Coastal Zone Management’s (2013). Repair and Reconstruction of Seawalls and
Revetments.
Flanders Research Belgium (2020). Manning’s roughness coefficient in SWASH.
Azis, M. F. (2006). Gerak Air Laut, Oseana Volume XXXI, Nomor 4.
Nur Yuwono (1992). Dasar-dasar Perencanaan Bangunan Pantai Volume II.
US Arny Coastal of Engineering Research Center (CERC) (1984). SPM Washington.
Alex Binilang (2014). Analisis Karakteristik Gelombang Di Pantai Kecamatan Belang Kabupaten
Minahasa Tenggara. TEKNO SIPIL Volume XII.
Leuwol E. C., N. Retraubun & C. Joseph (2021). Analisis Tinggi Revetment Dengan Dimensi Yang Sesuai
Agar Tidak Mengalami Overtopping Di Negeri Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.
Jurnal Manumata Volume VII. Universitas Kristen Indonesia Maluku.
W. Bunganaen, Manafe W. M. & Nasjono J. K. (2019). Karakteristik Gelombang Pecah Menggunakan
Metode Hindcasting Di Pantai Namosain Kota Kupang. Jurnal Teknik Sipil Volume VIII
Samudra A. R., Jasin M. I. & F. Halim (2018) Evaluasi Kinerja Breakwater Terhadap Gelombang Di
Kawasan Pelabuhan Manado. Jurnal Sipil Statik Volume VI.

TEKNO (Vol. 21, No. 83, Tahun 2023)

Anda mungkin juga menyukai