Pengujian Kesehatan Pohon Jati (Tectona grandis L.
) Di
[Link] Mapreo, Kuranji, [Link], Kabupaten Lombok Barat,
NTB.83361
Riyan Hermawan (C1L019082)
Prodi Keutnanan , Fakultas Pertanian , Universitas Mataram
Jl. Majapahit No.62, Gomong, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Email : ryanher353@[Link]
ABSTRAK
Jati (Tectona grandis L.) merupakan tanaman komersil dan diklasifikasikan sebagai
kayu mewah dengan harga jual tinggi. Jati banyak digunakan untuk industri [Link]
dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kesehatan pohon Jati dengan menggunakan metode
Tree Health Assessment (THA) untuk mendiagnosis pohon yang mengalami masalah
kesehatan atau sakit dan merekomendasikan perawatan untuk memulihkan dan mengurangi
risiko kematian terhadap pohon itu sendiri. Berdasarkan metode Penilaian kesehatan pohon
secara visual tree assessment (VTA) kesehatan atau cacat yang ada pada pohon Jati
(Tectona grandis L.) di lokasi tersebut setelah dilakukannya pengamatan secara visual seperti
retak/pecah batang dan cabang (Crack), batang-cabang lapuk (stem-branch decay), kulit mati
hingga kambium tampak dari luar (cankers), pohon mati, ujung pohon atau cabang mati (dead
trees, tops, or branches), arsitektur pohon yang buruk sehingga mengurangi kekokohan
struktur pohon (poor architecture), serangan rayap (termite attack), serta adanya tumbuh
jamur pada pangkal batang . Ada berbagai pengendalian dan pencegahan yang bisa dilakukan
unntuk mengurangi bahkan meminimalisir kerusakan tanaman atau pohon yang akan
mempermudah kita kedepannya.
.
Kata Kunci : Tectona grandis L. , Tree Health Assessment , Visual, Penilaian, Meminimalisir
1. PENDAHULUAN
Hutan yang sehat terbentuk apabila menghilangkan faktor-faktor tersebut hanya
faktor-faktor biotik dan abiotik dalam hutan dengan melalui pengaturan kerapatan dan
tersebut tidak menjadi faktor pembatas komposisi dalam tegakan. Sebaliknya
dalam pencapaian tujuan pengelolaan hutan faktor-faktor biotik dan abiotik penyebab
saat ini maupun masa akan datang. Kondisi Gangguan pertumbuhan tanaman
hutan sehat ditandai oleh adanya pohon- jati dapat terjadi pada awal pembentukan
pohon yang tumbuh subur dan produktif, bibit hingga daur hidup dan produksi. Jati
akumulasi biomasa dan siklus hara cepat, (Tectona grandis Linn.f) merupakan
tidak terjadi kerusakan (Sumardidan tanaman komersil yang dijual dengan harga
Widyastuti.2007 ) tinggi dan termasuk kayu mewah bertekstur
Konsep penilaian kesehatan hutan indah. Kayu jati termasuk kayu golongan
menurut kerusakannya (Mangold, 1997) kelas kuat II dan kelas awet II (Martawijaya
menilai kesehatan hutan berdasarkan et al, 1989). Kayu Jati banyak dimanfaatkan
kesehatan pohon penyusunnya, sedangkan untuk industri mebel seperti meja, kursi,
kesehatan pohon dipengaruhi oleh kerusakan lemari dan sebagainya. Budidaya tanaman
yang terjadi pada pohon tersebut. Kerusakan jati dapat dilakukan secara vegetatif dan
atau cacat yang dimaksud dalam penilaian generatif. Pada pertumbuhan jati dengan
ini adalah segala macam kerusakan yang kondisi ekologi yang diperlukan yaitu
dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman meliputi letak, iklim dan kondisi areal.
selanjutnya. Nilai penting kerusakan bagi Tanaman jati ideal ditanam pada areal
pertumbuhan ditentukan oleh tipe, lokasi topografi yang relatif datar dengan
pada tanaman dan tingkat keparahan kelerengan <20%. Jenis tanah yang cocok
kerusakan yang terjadi. untuk pertumbuhan jati yaitu tanah yang
Kompetisi dan interferensi antar bertekstur lempung, lempung berpasir atau
pohon penyusun tegakan walaupun dapat liat berpasir, meskipun untuk beberapa jenis
melemahkan atau mematikan pohon-pohon tanah tanaman jati masih dapat tumbuh
di dalam hutan, tidak digolongkan sebagai dengan baik. Tanaman jati memiliki nama
faktor-faktor penyebab kerusakan hutan daerah bermacam-macam seperti Teak
(Nyland, 1996). Hal ini disebabkan karena (Inggris), Sagun (India), Sag, Sagwan
faktor-faktor tersebut dapat diperkirakan dan didaerah Mardi (Bombay), Tegu, Tegina
pengelola dapat mengendalikan atau didaerah Kanara (Bombay), Thekku
(Malabar) dan kayu (Burma).
(Troup,1966),Dalam bahasa Melayu dan 2.1. Tempat dan Waktu
Jawa disebut Jati dan Kayu Jati Praktikum ini telah dilaksanakan di
(Poerwokoesoemo, 1956). [Link] Mapreo, Kuranji, [Link],
Salah satu faktor penyebab yang Kabupaten Lombok Barat, NTB pada
dicurigai sebagai faktor pembatas tanggal 6 Juni 2021 dari pukul 16.00 sampai
menurunnya kwalitas tegakan Jati adalah selesai.
kehadiran organisme perusak dan agen –
agen penyebab penyakit pohon. Salah satu 2.2. Alat dan Bahan
upaya yang dapat dilakukan dalam rangka Adapun alat-alat yang digunakan
melakukan pencegahan awal ataupun adalah Pita ukur, Alat Tulis Menulis, Hp,
pengendalian terstrktur terhadap kehadiran dan Bahan yang akan di gunakan dalam
agen – agen penyebab kerusakan tegakan penelitian ini adalah Tegakan Jati (Tectona
hutan adalah dengan melakukan tindakan grandis L.) dengan diameter 88 cm dan
monitoring terhadap tingkat kesehatan tinggi 4,5 m yang berada di [Link]
tegakan hutan sehingga sedini mungkin Mapreo, Kuranji, [Link], Kabupaten
dapat dicari alternatif pencegahan ataupun Lombok Barat, NTB.83361
peng endalian terhadap kondisi yang terjadi
pada tegakan melalui tindakan monitoring 2.3. Metode
pengamatan, pengidentifikasian dan penilai Untuk menentukan tingkat kesehatan
tipe kerusakan, lokasi kerusakan dan tingkat pada Pohon Jati (Tectona grandis L.)
kerusakan (Sumardi dan Widyastuty, 2004). digunakan formulasi yang dikembangkan
Upaya untuk menjaga dan berdasarkan prinsip Tree Health Assessment
mengamankan kawasan hutan Jati ini masih (THA) dengan metode Penilaian kesehatan
sangat kurang diperhatikan oleh pihak yang pohon secara visual tree assessment (VTA)
berwenang. Sehingga terdapat faktor dan study penelitian dari berbagai sumber
kerusakan hutan seperti faktor lingkungan tinjauan pustaka yang ada di Internet.
dan faktor manusia antara lain (illegal
longing, kebakaran Hutan, berkebun dalam 3. PEMBAHASAN
kawasan hutan terletak dipinggir pmukiman,
serangan hama dan penyakit dan lain 3.1. Karakteristk Pohon Jati
sebagainya ( Djafariddin, 1996). Pohon Jati (Tectona grandis L.)
adalah pohon penghasil kayu bermutu
2. METODE PENELITIAN tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat
tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Jati menjadi objek pengamatan disana
dapat tumbuh di daerah dengan curah menujukan indikator kesehatan yang
hujan 1.500-2000 mm/tahun dengan suhu buruk. Berdasarkan pengamatan dengan
27-36 ℃ baik di dataran rendah maupun menggunakan prinsip Tree Health
dataran tinggi namun jati memiliki Assessment (THA) dengan metode
pertumbuhan yang lambat yang Penilaian kesehatan pohon secara visual
membuatnya menjadi kayu yang berharga tree assessment (VTA) dengan acuan pada
cukup mahal. Jati tersebar di hutan-hutan Tally Sheet yang disediakan didapati
gugur mulai dari India, Myanmar, Laos, bahwa ada beberapa gangguan kesehatan
Kamboja, Thailand, Indochina hingga ke atau cacat yang ada pada pohon Jati
Jawa. Menurut pendapat beberapa ahli (Tectona grandis L.) di lokasi tersebut
botani, spesies jati berasal dari Burma setelah dilakukannya pengamatan secara
yang kemudian menyebar ke visual seperti retak/pecah batang dan
Semenanjung India, Thailand, Filipina, cabang (Crack), batang-cabang lapuk
dan Jawa. Selain pendapat mengenai asal (stem-branch decay), kulit mati hingga
pohon jati tersebut, pendapat ahli botani kambium tampak dari luar (cankers),
lain menyatakan bahwa jati berasal dari pohon mati, ujung pohon atau cabang mati
Burma, India, Thailand dan Laos. Saat ini, (dead trees, tops, or branches), arsitektur
kebutuhan akan kayu jati dunia sekitar pohon yang buruk sehingga mengurangi
70% dipenuhi oleh Burma dan sisanya kekokohan struktur pohon (poor
berasal dari hutan jati di India, Thailand, architecture), serangan rayap (termite
Jawa, Srinlanka dan Vietnam. attack), serta adanya tumbuh jamur pada
Berdasarkan letak geografis, pohon jati pangkal batang . Dengan data tersebut
tumbuh menyebar di daerah Asia Selatan bisa dikatakan bahwa pohon jati yang
dan Asia Tenggara pada rentang 9° – 25° menjadi objek pengamatan sudah dalam
30′ LU dan 73° – 104° 30′ BT. keadaan yang tidak bisa diselamakan
dikarenakan banyaknya cacat atau
3.2. Gangguan Kesehatan atau Cacat penyakit yang telah bermunculan pada
Pada pengamatan yang telah seluruh bagian pohon.
dilakukakan untuk penilaian kesehatan
pohon jati yang berada di [Link] Mapreo, 3.3. Pengendalian dan Pencegahan
Kuranji, [Link], Kabupaten Kerusakan Tanaman
Lombok Barat, NTB didapati bahwa a. Cara fisik (physical control),
kesehatan dari salah satu pohon yang
Pengendalian yang dilakukan penghalauan dengan memasang patung-
dengan memanfaatkan unsur fisika patungan dari kertas warna-warni atau
tertentu untuk secara langsung membunuh dengan bunyi-bunyian, dsb.
organisme pengganggu tumbuhan
dan/atau secara tidak langsung dengan c. Cara budidaya (cultural control)
mengubah faktor lingkungan sedemikian Pengendalian yang dilakukan dengan
rupa sehingga dapat menghambat melalui pengaturan kegiatan bercocok
pertumbuhan dan perkembangbiakan tanam untuk mengurangi kesesuaian
organisme pengganggu tumbuhan sasaran. ekosistem terhadap hama, membuat
Pengendalian dengan cara fidik gangguan terhadap keberlanjutan
dilaksanakan antara lain dengan teknik penyediaan keperluan hidup hama,
pembakaran,pengasapan,penggenangan, mengalihkan hama menjauhi areal tanam,
penghalangan, dsb. Pembakaran yang atau mengurangi dampak kerusakan hama.
dilakukan pada saat pembukaan ladang Pengendalian dengan metode budidaya
tebas bakar bermanfaat untuk menurunkan dapat dilakukan dengan berbagai teknik,
populasi berbagai organisme pengganggu di antaranya sanitasi, penghancuran atau
tumbuhan. Penggenangan sawah, selain modifikasi inang atau habitat pengganti,
untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi, pengolahan tanah, pengelolaan air,
juga bermanfaat untuk membunuh pergiliran tanaman, pemberaan lahan
berbagai jenis organisme pengganggu (fallow period), penanaman serentak,
tumbuhan yang terdapat dalam tanah. penetapan jarak tanam, pemberian
serasah/jerami/mulsa untuk menghalangi
b. Cara mekanik (mechanical control) peletakan telur dan menghambat
Pengendalian yang dilakukan dengan pertumbuhan gulma, penanaman tanaman
mengggunakan alat dan atau kemampuan perangkap, pengubahan jadwal panen,
fisik manusia untuk mematikan individu dsb. Semua teknik ini dilaksanakan
hama secara langsung. Pengendalian sebagai bagian dari kegiatan bercocok
mekanik dapat dilakukan dengan tanam.
menggunakan teknik tradisional seperti
pemencetan dengan tangan, pencabutan d. Cara hayati (biological control)
tanaman yang terserang nematoda, Pengendalian hama yang dilakukan
pemangkasan pohon yang terserang, dengan menggunakan musuh alami yang
gropyokan, pemerangkapan dengan alat secara sengaja dibiakkan dan kemudian
yang diberi zat kimia atraktan, dilepaskan untuk mengendalikan populasi
hama. Musuh alami yang secara sengaja ingredients), sedangkan bahan tidak
dibiakkan untuk digunakan beracun digunakan sebagai bahan
mengendalikan organisme pengganggu formulasi (pesticide formulation) untuk
tumbuhan disebut agen pengendali hayati memungkinkan pestisida diaplikasikan
(biological control agent). kering atau basah. Bahan kimia yang
digunakan sebagai bahan aktif pestisida
e. Cara genetik (genetic control) dapat merupakan bahan alami atau bahan
Pengendalian yang dilakukan dengan sintetik.
manipulasi genetik, baik terhadap
organisme pengganggu tumbuhan maupun
terhadap tanaman. Modifikasi genetik 4. PENUTUP
organisme penggau tumbuhan, khususnya
modifikasi genetik serangga dapat 4.1. Kesimpulan
dilakukan dengan menggunakan teknik Berdasarkan hasil pengamatan yang
sterilisasi dengan iradiasi, sterilisasi dilakukan dengan menggunakan metode
dengan khemosterilan, sterilitas silang, atau prinsip yang telah dipaparkan dapat
inkompatibilitas sitoplasmik, translokasi, ditarik kesimpulan sebagai berikut :
dan teknik - teknik lainnya. Modifikasi
genetik tanaman dilakukan dengan 1. Ada gangguan kesehatan atau cacat
menggunakan teknik-teknik pemuliaan yang tampak pada pohon Jati (Tectona
tanaman konvensional maupun teknik - grandis L.) di lokasi tersebut setelah
teknik modern berbasis bioteknologi dilakukannya pengamatan secara visual
untuk menghasilkan kultivar tanaman dengan kriteria yang telah disebutkan
tahan hama (ketahanan genetis) atau dalam tabel tally sheet seperti retak/pecah
memodifikasi lingkungan sehingga batang dan cabang (Crack) hampir
tanaman menjadi lebih tahan terhadap diseluruh batang, batang-cabang lapuk
hama (ketahanan ekologis). (stem-branch decay), kulit mati hingga
kambium tampak dari luar (cankers),
f. Cara kimiawi (chemical control ) pohon mati, ujung pohon atau cabang mati
Pengendalian engan menggunakan bahan- (dead trees, tops, or branches), arsitektur
bahan kimia untuk memerangkap, pohon yang buruk sehingga mengurangi
membunuh, atau mengusir hama. Bahan kekokohan struktur pohon (poor
kimia beracun digunakan sebagai bahan architecture), serangan rayap (termite
aktif pestisida (pesticide active
attack), serta adanya tumbuh jamur pada Martawijaya, A., I. Kartasujana, K. Kadir
pangkal batang . dan S. A. Prawira. 1989. Atlas kayu
Indonesia. Departemen Kehutanan.
2. Ada beberapa cara penanggulangan dan Jakarta.
pencegahan kerusakan atau cacat pada Nyland, R.D. 1996. Silvicultur Concepts
tanaman yang meliputi : Cara fisik and Application. McGraww-Hill.
(physical control), Cara mekanik Singapore.
(mechanical control), Cara budidaya Poerwokoesoemo, Rd Soepardi. 1956.
(cultural control), Cara hayati (biological Jati Jawa. Jawatan Kehutanan
control), Cara genetik (genetic control) dan Republik Indonesia. Jakarta.
Cara kimiawi (chemical control) yang Sumardi dan Widyastuti. 2007. Dasar-
saling terkait satu denga yang lainnya. dasar Perlindungan Hutan. UGM
Press. Yogyakarta
Troup, R.S. 1966. Silviculture systems.
4.2. Saran London: Oxford University Press.
Untuk mengetahui lebih dalam
tingkat kerusakan dan cacat pohon maka
diperlukan penelitian lebih mendalam
dengan pengamatan yang lebih cermat agar
kita bisa mengetahui penyebab kerusakan
atau cacat pada pohon itu sendiri sehingga
nantinya kita dapat mengantisipasi bahkan
bisa memulihkan atau menyembuhkan
kerusakan atau cacat pada pohon dengan
langkah-langkah yang tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Djafaruddin,[Link]-dasar
Perlidungan Tanaman. Edisi 1.
Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Mangold, R. 1997. Forest Health
Monitoring: Field Methods Guide.
Book. USDA Forest. 135 p.
FORM (A): Tree Health Assessment
Nama mahasiswa : Riyan Hermawan
NIM : C1L019082
Lokasi pengamatan : [Link] Mapreo, Kuranji, [Link], Kabupaten Lombok Barat, NTB.83361
Waktu pengamatan : 16.00 - selesai
No Kode Jenis dan deskripsi pohon Indikator lapuk Indikator lapuk Deskripsi kondisi cacat Kondisi
Pohon potensial pasti lainnya
Jenis pohon: Jati ( Tectona grandis L.) Luka lama Lubang Retak/pecah (Tr / Br) Adanya
dbh (cm): 88 cm (Tr) terbuka/cav Simpul percabangan vandalis
tinggi (m): 4,5 m Pembengkaka ity (Tr / R / yang lemah - m (Tr)
n respo Rco) codominant (Tr / Br) Akar
pertumbuhan Lubang Lapuk (C / Br / Tr / R tertimbu
Pruning history: (Tr) sarang / Rco) n / tidak
Topped cut Retak, seperti hewan Lubang atau cavity tampak
jahitan (Tr / (semut, (Tr / Br) (R /RCo
Crown cleaned
Br) rayap, dll) Kulit mati hingga
Reduced
Cekungan (C / Br / Tr kambium tampak dari
Thinned / R / Rco)
pada batang / luar (Kankers) (Tr /
Raised Sarang
included bark Br)
Flush cuts (Tr) lebah (C / Pohon mati, ujung
Lion tailed Adanya Br / Tr) pohon atau cabang
limpahan air Tubuh mati (Cr, Br, Tr)
mengalir (Tr) buah jamur Masalah perakaran
Kulit mati (Tr (C / Br / Tr (R / Rco)
/ Br) / R / Rco) Arsitektur pohon
yang buruk (Cr)
Serangan rayap (Tr /
R / Rco)
Benalu atau tanaman
pengganggu (Cr / Br /
Tr)
Cr= crown (tajuk), Br= branch (cabang/ranting), Tr= trunk (batang), R= root (akar), Rco= root collar (leher akar)
Keberadaan cacat pohon (centang yang ada)
dead trees, top, cankers and stem or branch weak branch cracks root termite attack parasite or poor tree
and branches open cavity decay union problems mistletoe architecture
Foto Pohon keseluruhan:
Foto pengamat disamping pohon:
Foto cacat yang ada:
Luka lama( Tr ) Cekungan pada batang / Kulit mati ( Tr ) Lubang terbuka/cavity (Tr )
included bark (Tr)
Lubang sarang hewan Tubuh buah jamur (Tr/Rco) Kulit mati hingga kambium Arsitektur pohon yang )
(semut, rayap, dll) (Tr) tampak dari luar (Kankers) (Tr) buruk (Cr)
Akar tertimbun / Pohon mati, ujung pohon
tidak tampak (R /RCo atau cabang mati (Cr, Br, Tr)