0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan139 halaman

Praktikum Saringan Agregat Jalan FT-UNTIRTA

Modul praktikum perencanaan perkerasan jalan ini membahas serangkaian pengujian material agregat dan aspal yang diperlukan untuk merancang campuran beton aspal, meliputi analisis saringan agregat, abrasi agregat, berat jenis, kekentalan aspal, dan uji Marshall."

Diunggah oleh

Rizki Januardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan139 halaman

Praktikum Saringan Agregat Jalan FT-UNTIRTA

Modul praktikum perencanaan perkerasan jalan ini membahas serangkaian pengujian material agregat dan aspal yang diperlukan untuk merancang campuran beton aspal, meliputi analisis saringan agregat, abrasi agregat, berat jenis, kekentalan aspal, dan uji Marshall."

Diunggah oleh

Rizki Januardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

PRAKTIKUM PERENCANAAN PERKERASAN JALAN

[Link] FT-UNTIRTA 04236 09006

Disusun oleh:

Kepala Laboratorium : Baehaki, ST.,[Link]

Koordinator Asisten : Muhammad Aufi Zayna Fajr Thoriq

Asisten Perkerasan Jalan :

• Muhammad Fadhil Al Hadiana

(Koordinator Asisten PPJ)

• Ninda Nurhamidah

• Denisa Atthaullah Mina

JURUSAN TEKNIK SIPIL – FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

TAHUN AKADEMIK

2022-2023
DAFTAR ISI
Hal
BAB I ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS ···························1
BAB II ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR ···························3
BAB III ABRASI (LOS ANGELES ABRATION) ····································5
BAB IV BERAT JENIS AGREGAT HALUS ········································8
BAB V BERAT JENIS AGREGAT KASAR ······································· 12
BAB VI BERAT JENIS ASPAL KERAS ············································ 15
BAB VII KEKENTALAN ASPAL ···················································· 18
BAB VIII KEHILANGAN BERAT MINYAK DAN ASPAL ····················· 21
BAB IX UJI PENETRASI ASPAL ···················································· 23
BAB X ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL ··································· 25
BAB XI DAKTILITAS ASPAL ······················································· 32
BAB XII TITIK LEMBEK ASPAL ···················································· 34
BAB XIII TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR ····································· 36
BAB IV EKSTRAKSI ASPAL························································· 38
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB I
ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS
(SNI ASTM C136:2012)

I. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan analisis saringan agregat halus ialah penentuan
persentase berat butir agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian
angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pemeriksaan untuk menentukan butir gradasi halus degan menggunakan
saringan.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memperoleh distribusi besaran atau
jumlah persentase butiran agregat halus. Distribusi yang diperoleh dapat
ditunjukan dalam tabel atau grafik.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah abu batu lolos saringan no.
4 (4,75 mm).

V. PERALATAN
3
1. Satu set saringan no. 8
, 4 , 8 , 16 , 30 , 50 , 100, 200 atau ukuran ayakan

#9,52mm, #4,75mm, #2,36mm, #1,18mm, #0,600mm, #0,300mm,


#0,150mm, #0,075mm dan pan.
2. Mesin pengguncang (sieve shaker)
3. Timbangan elektrik
4. Oven
5. Desicator

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS 1


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

6. Cawan
7. Pan
8. Kuas
9. Sendok

VI. CARA PENGUJIAN


1. Ambil benda uji abu batu yang lolos saringan no.4 (4,75mm) sebanyak
500 gram.
2. Pindahkan benda uji kedalam cawan yang telah disiapkan, kemudian
memasukannya kedalam oven selama. ± 24 jam dengan suhu 110 ± 5 ̊.
3. Setelah dioven selama ± 24 jam dengan suhu 110 ± 5 ̊ keluarkan benda uji
dan masukan kedalam desikator atau diamkan hingga dingin (suhu ruang)
sampai beratnya tetap .
4. Setelah dingin (suhu ruang), kemudian timbang benda uji tersebut.
3
5. Siapkan saringan no. 8
, 4 , 8 , 16 , 30 , 50 , 100, 200 serta timbang

masing-masing beratnya.
3
6. Susun saringan berdasarkan urutan no. 8 , 4 , 8 , 16 , 30 , 50 , 100, 200 .

7. Masukan benda uji kedalam saringan yang telah tersusun, kemudian


mengayaknya dengan mesin pengguncang (sieve shaker) selama 15 menit.
8. Menimbang berat benda uji yang tertahan pada masing-masing saringan.
9. Mencatat hasil timbangan dan melakukan perhitungan % tertahan dan
modulus halus butir dengan rumus sebagai berikut :

𝑩𝑩𝒆𝒆𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓𝒓 𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻
% Tertahan = 𝑿𝑿 𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏%
𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻

Ʃ%𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓
Modulus Halus Butiran =
𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏
Catatan : Ʃ%Tertahan dihitung hanya dari

persentase kumulatif saringan no.3/8 – no. 100


tidak termasuk yang tertahan no.200.

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS 2


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ANALISA SARINGAN AGRGEGAT HALUS

Tabel 1.3 Gambar Alat

No. Gambar Alat Keterangan

Satu set saringan no. 9, 4.76,


1. 2.36, 1, 0.6, 0.3, 0.15, dan
Pan

Mesin pengguncang (sieve


2.
shaker)

3. Timbangan

4. Oven

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

6. Desicator

7. Cawan

8. Sendok

10. Sarung tangan

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN

ANALISA SARINGAN AGRGEGAT HALUS

Tabel 1.4 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan

Mengambil benda uji abu batu,


kemudian menuangkannya kedalam
kuatring (alat pemisah benda uji)
1.
untuk memperoleh 2 sampel yang
seragam, kemudian mengambil salah
satu bagian dari benda uji tersebut;

Memindahkan benda uji ke dalam


cawan yang telah disiapkan,

2. kemudian memasukkannya kedalam


oven selama.±.24 jam dengan suhu
(110±5)0C;

Mengeluarkan benda uji dan


memasukkannya kedalam desicator
3.
atau mendiamkannya hingga dingin
atau sampai beratnya tetap;

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Setelah dingin, kemudian menimbang


4.
benda uji tersebut;

Menyusun saringan berdasarkan

5. urutan no 9, 4.76, 2.36, 1, 0.6, 0.3,


0.15 dan Pan;

Memasukkan benda uji kedalam


saringan yang telah tersusun,

6. kemudian mengayaknya dengan


mesin pengguncang (sieve shaker)
selama 15 menit;

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Menimbang berat benda uji yang telah

7. tertahan pada masing-masing


saringan;

Mencatat hasil timbangan dan

8. melakukan perhitungan tertahan dan


modulus halus butir dengan rumus.

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB II
ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR
(SNI ASTM C136:2012)

I. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan analisi saringan agregat kasar ialah penentuan
persentase berat butir agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian
angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pemeriksaan untuk menentukan butir gradasi kasar degan menggunakan
saringan.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memperoleh distribusi besaran atau
jumlah persentase butiran agregat halus. Distribusi yang diperoleh dapat
ditunjukan dalam table atau grafik.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah split 1-2 dan sreening

V. PERALATAN
3 1 3
1. Satu set saringan no. , , , 4 , 8 , 16 , 30 , 50 , 100, 200 atau ukuran
4 2 8

ayakan #19,1mm #12,7mm, #9,52mm, #4,75mm, #2,36mm, #1,18mm,


#0,600mm, #0,300mm, #0,150mm, #0,075mm dan pan.
2. Mesin pengguncang (sieve shaker)
3. Timbangan elektrik
4. Oven
5. Kuatring (alat pemisah benda uji)

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR 3


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

6. Desicator
7. Cawan
8. Pan
9. Kuas
10. Sendok

VI. CARA PENGUJIAN


1. Ambil benda uji agregat kasar Split 1-2 (Lolos saringan no. ¾ tertahan
no.3/8) dan Screening (lolos saringan no. 3/8 tertahan no.4) masing-
masing sebanyak 1000 gram
2. Pindahkan benda uji kedalam cawan yang telah disiapkan, kemudian
masukan kedalam oven selama ± 24 jam denga suhu 110 ± 5 ̊.
3. Setelah dioven selama ± 24 jam dengan suhu 110 ± 5 ̊ keluarkan benda uji
dan masukan kedalam desikator atau diamkan hingga dingin (suhu ruang)
sampai beratnya tetap .
4. Setelah dingin (suhu ruang), kemudian timbang benda uji tersebut.
3 1 3
5. Siapkan saringan no. , , , 4 , 8 , 16 , 30 , 50 , 100, 200 dan pan serta
4 2 8

timbang masing-masing beratnya.


3 1 3
6. Susun saringan berdasarkan urutan no. , , , 4 , 8 , 16 , 30 ,
4 2 8

50 , 100, 200 dan pan.


7. Masukan benda uji kedalam saringan yang telah tersusun, kemudian
mengayaknya dengan mesin pengguncang (sieve shaker) selama 15 menit.
8. Menimbang berat benda uji yang tertahan pada masing-masing saringan.
9. Mencatat hasil timbangan dan melakukan perhitungan % tertahan dan
modulus halus butir dengan rumus sebagai berikut :

𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩 𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻
% Tertahan = 𝑿𝑿 𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏%
𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻𝑻

Ʃ%𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓𝐓
Modulus Halus Butiran =
𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏
Catatan : Ʃ%Tertahan dihitung hanya dari

persentase kumulatif saringan no.3/4 – no. 100


tidak termasuk yang tertahan no.200.

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR 4


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ANALISA SARINGAN AGRGEGAT KASAR

Tabel 2.1 Gambar Alat

No. Gambar Alat Keterangan

Satu set saringan no. 9,


1. 4.76, 2.36, 1, 0.6, 0.3,
0.15, dan Pan

Mesin pengguncang (sieve


2.
shaker)

3. Timbangan

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Oven

6. Desicator

7. Cawan

8. Sendok

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

10. Sarung tangan.

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN

ANALISA SARINGAN AGGREGAT KASAR

Tabel 2.5 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan


Mengambil benda uji agregat kasar
(split 1-2/screen), kemudian
menuangkannya ke dalam kuatring
(alat pemisah benda uji) untuk
1.
memperoleh 2 sampel yang
seragam, kemudian mengambil
salah satu bagian dari benda uji
tersebut;

Memindahkan benda uji ke dalam


cawan yang telah disiapkan,
2. kemudian memasukkannya ke
dalam oven selama ±24 jam
dengan suhu (110±5)0C;

Mengeluarkan benda uji dan


memasukkannya ke dalam
3. desicator atau mendiamkannya
hingga dingin atau sampai
beratnya tetap;

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Setelah dingin, kemudian


4.
menimbang benda uji tersebut;

Menyusun saringan berdasarkan


5.
urutan 4, 9, 12, 19 dan Pan;

Memasukkan benda uji ke dalam


saringan yang telah tersusun,
6. kemudian mengayaknya dengan
mesin pengguncang (sieve shaker)
selama 15 menit;

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Menimbang berat benda uji yang


7. telah tertahan pada masing-masing
saringan;

Mencatat hasil timbangan dan


melakukan perhitungan tertahan
8.
dan modulus halus butir dengan
rumus.

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB III
ABRASI (LOS ANGELES ABRATION)
(SNI 2417:2008)

I. PENGERTIAN
Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk pengujian keausan agregat
kasar dengan ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran 2,36 m (saringan
No.8) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai pegangan untuk menentukan
ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan mempergunakan mesin
Abrasi Los Angeles atau ketahanan suatu agregat terhadap campuran pada
bahan uji.

III. TUJUAN
Tujuan dari pengujian ini ialah untuk mengetahui besaran nilai dari ketahanan
agregat terhadap keausan dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles.
Sehingga dapat diketahui angka keausan agregat tersebut, yang dinyatakan
dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos saringan no.12 (1,7 mm)
terhadap berat semula dalam persen.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah batu pecah yang termasuk
kedalam gradasi B (material agregat kasar dari ukuran butir maksimum
19,0mm atau ¾ inci sampai dengan agregat ukuran butir 9,5 atau 3/8 inci).

V. PERALATAN
1. Mesin Abrasi Los Angeles
3 1 3
2. Saringan no. 4 , 2 , 8 dan 12

3. Timbangan elektrik

ABRASI (LAA) 5
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Bola-bola baja berjumlah 11 buah dengan berat masing-masing antara 400


gram – 460 gram
5. Oven
6. Cawan
7. Sarung tangan

VI. CARA PENGUJIAN


1. Siapkan benda uji sebanyak 5000 gram untuk benda uji (a) sesuai dengan
ketentuan Gradasi B sebagai berikut :
a. 2500 gram benda uji yang lolos saringan no.3�4dan tertahan saringan
no. 1�2 .
b. 2500 gram benda uji yang lolos saringan no. 1�2 tertahan saringan no.
3� .
8
2. Bersihkan/ cuci benda uji agar kadar lumpur atau debu yang menempel
hilang
3. Masukan benda uji yang telah dibersihkan ke dalam oven selama ± 24 jam
dengan suhu 110 ± 5 ̊ C
4. Masukan benda uji yang telah dioven ke dalam mesin LAA.
5. Masukan bola-bola baja sebanyak 11 buah
6. Putar mesin LAA sebanyak 500 putaran
7. Keluarkan benda uji dari dalam mesin LAA kemudian, saring benda uji
dengan saringan no.12
8. Setelah selesai, bersihkan benda uji agar debunya hilang dengan cara
mencucinya
9. Masukan benda uji kedalam oven dengan suhu 110 ± 5 ̊ C selama ± 24
jam.
10. Mengangkat benda uji dari oven, kemudian mendiamkannya hingga
beratnya tetap,lalu menimbangnnya.
11. Ulangi langkah pada poin 1-10 untuk benda uji (b).

ABRASI (LAA) 6
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

𝒂𝒂 − 𝒃𝒃
% Keausan = 𝑿𝑿 𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏%
𝒂𝒂

Dimana :

a = Berat benda uji semula (gram)


b = Berat benda uji tertahan saringan no. 12 (gram)

ABRASI (LAA) 7
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ABRASI (LOS ANGELES ABRATION)

Tabel 3.3 Gambar Alat

No. Gambar Alat Keterangan

1. Mesin abrasi Los Angeles.

2. Saringan no. 9, 12 dan 19.

3. Timbangan digital

Bola – bola baja berjumlah


11 buah dengan berat
4.
masing – masing antara 400
gram – 440 gram

ABRASI (LAA)
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

5.
Oven

6 Cawan

7 Sarung Tangan

ABRASI (LAA)
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ABRASI (LOS ANGELES ABRATION)

Tabel 3.4 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan

Menyiapkan benda uji sebanyak >


1.
5000 gram;

Membersihkan/mencuci benda uji

2. agar kadar lumpur atau debu yang


menempel hilang;

Memasukkan benda uji yang telah

3. dibersihkan kedalam oven selama ±


24 jam dengan suhu (1100 ± 50) C;

ABRASI (LAA)
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Memasukkan benda uji yang telah di


oven kedalam mesin LAA sebanyak
5000 gram dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. 2500 gram benda uji yang lolos
4.
saringan no. 9 dan tertahan
saringan no. 12
b. 2500 gram benda uji yang lolos
saringan no. 12 tertahan saringan
no. 19;

Memasukkan bola – bola baja


5.
sebanyak 11 buah;

Memutar mesin LAA sebanyak 500


6.
putaran;

Mengeluarkan benda uji dari dalam

7. mesin LAA kemudian, menyaring


benda uji dengan saringan no. 12;

ABRASI (LAA)
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Setelah selesai, membersihkan

8. benda uji agar debunya hilang


dengan cara mencucinya;

Memasukkan benda uji kedalam

9. oven dengan suhu (1100 ± 50) C


selama ± 24 jam;

Mengangkat benda uji dari oven,

10. kemudian mendiamkannya hingga


beratnya tetap, lalu menimbangnya.

ABRASI (LAA)
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB IV
BERAT JENIS AGREGAT HALUS
(SNI 1970:2008)

I. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan :
1.) Berat jenis curah kering ialah perbandingan antara berat agregat kering
dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan
jenuh pada suhu 25 ̊ C;
2.) Berat jenis kering permukaan jenuh yaitu perbandingan antara berat
agregat kering permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya sama
dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25 ̊ C;
3.) Berat jenis semu ialah perbandingan antara berat agregat kering dan
berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan kering
pada suhu 25 ̊ C;
4.) Penyerapan ialah perbandingan berat air yang dapat diserap quarry
terhadap berat agregat kering dinyatakan dalam persen.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pemeriksaan untuk menentukan berat jenis semu agregat halus dan angka
penyerapannya.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memperoleh besaran berat jenis curah,
berat jenis kering permukaan jenuh (SSD), berat jenis semu dan besaran angka
penyerapan.

BERAT JENIS AGREGAT HALUS 8


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

IV. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah abu batu (lolos saringan
no.4).
V. PERALATAN
1. Timbangan Elektrik
2. Picnometer kapasitas 500 ml
3. Oven
4. Vacum pump
5. Saringan no.4
6. Desicator
7. Cawan
8. Kain lap
9. Sendok

VI. CARA PENGUJIAN


1. Ambil benda uji abu batu yang lolos saringan no. 4 (4,75 mm) kira-kira
3000 gram untuk kebutuhan benda uji a dan benda uji b.
2. Keringkan dalam wadah yang sesuai sampai beratnya tetap, pada
temperatur (110+5)0C
3. Setelah dikeringkan didalam oven benda uji dikeluarkan, kemudian
dinginkan sampai beratnya tetap.
4. Masukan benda uji kedalam cawan untuk 2 sampel benda uji, kemudian
timbang benda uji masing-masing 500 gram sebagai berat kering oven
(BK).
5. Tambahkan air hingga benda uji terendam seluruhnya, kemudian diamkan
benda uji terendam selama 24+4 jam.
6. Setelah 24+4 jam, buang air yang merendam benda uji dan tebarkan benda
uji secara tipis-tipis diatas karung goni atau kain lap yang telah disiapkan,
kemudian mengangin-anginkan benda uji hingga permukaan benda uji
terlihat kering.

BERAT JENIS AGREGAT HALUS 9


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

7. Lakukan pengujian kerucut untuk memeriksa kelembaban permukaan


dengan cara masukan benda uji kedalam kerucut sampai penuh dan
meluber, ratakan bagian yang meluber tadi dengan tetap menjaga posisi
kerucut.
8. Padatkan benda uji yang berada di dalam kerucut secara perlahan dan
merata sebanyak 25 kali dengan batang penumbuk dari ketinggian
permukaan penumbuk 5 mm dari permukaan benda uji yang dipadatkan.
9. Singkirkan sisa agregat yang tumpah di sekitar kerucut, kemudian angkat
kerucut dengan arah vertikal secara hati-hati. Jika benda uji runtuh
sebagian, maka benda uji tersebut sudah dalam keadaan kering permukaan
(SSD).
10. Isi piknometer dengan air sebagian saja, kemudian segera setelah itu
masukkan kedalam piknometer benda uji yang telah dipersiapkan
sebelumnya dengan bantuan corong.
11. Tambahkan kembali air sampai kira-kira 90% kapasitas piknometer.
12. Putar dan guncangkan piknometer dengan tangan untuk menghilangkan
gelembung udara yang terdapat didalam air.
13. Sesuaikan temperatur piknometer, air dan agregat pada (23+2)oC.
14. Penuhkan piknometer sampai batas pembacaan pengukuran kemudian
timbang berat total dari piknometer, benda uji dan air (Bt).
15. Keluarkan benda uji dari dalam piknometer, keringkan sampai berat tetap
pada temperatur (110+5)oC, dinginkan pada temperatur ruang selama
1,0+0,5 jam dan timbang beratnya sebagai berat kering permukaan
jenuh (SSD).
16. Timbanglah berat piknometer pada saat terisi air saja sampai batas
pembacaan yang ditentukan pada (23+2)oC sebagai berat piknometer
berisi air (B).
17. Lakukan perhitungan berat jenis curah kering, berat jenis kering
permukaan (SSD), berat jenis semu dan penyerapan air dengan
menggunakan rumus :

BERAT JENIS AGREGAT HALUS 10


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BK
Berat jenis Bulk = (B+SSD−Bt)
SSD
Berat jenis SSD = (B+SSD−Bt)
Bk
Berat jenis Semu = (B+Bk−Bt)
(SSD−Bk)
% Penyerapan = Bk
x 100%

Dengan :

BK adalah berat benda uji kering oven (gram);

B adalah berat piknometer yang berisi air (gram);

SSD adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (gram);

Bt adalah berat piknometer dengan benda uji dan air sampai bata pembacaan

(gram);

BERAT JENIS AGREGAT HALUS 11


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
BERAT JENIS AGREGAT HALUS

Tabel 4.2 Gambar Alat

No. Gambar Alat Keterangan

1. Timbangan

2. Picnometer kapasitas 500 ml

3. Oven

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

5. Saringan No. 4

6. Desicator

7. Cawan

8. Kain lap

9. Sendok

13. Sarung tangan

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN

BERAT JENIS AGREGAT HALUS

Tabel 4.3 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan

Ambil benda uji batu yang lolos


saringan no.4 (4,75 mm) kira-kira
1.
3000 gram untuk kebutuhan benda
uji a dan benda uji b;

Keringkan dalam wadah yang sesuai


2. sampai beratnya tetap, pada
temperatur (100±5)oC;

Setelah dikeringkan didalam oven


3. benda uji dikeluarkan, kemudian
didinginkan sampai beratnya tetap;

Masukan benda uji kedalam cawan


untuk 2 sampel benda uji, kemudian
4. timbang benda uji masing-masing
500 gram sebagai berat kering oven
(BK);

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Tambahkan air sehingga benda uji


terendam seluruhnya, kemudian
5.
diamkan benda ujo terendam selama
24±4 jam;

Setelah 24±4 jam, buang air yang


merendam benda uji dan tebarkan
benda uji secara tipis-tipis diatas
6. karung goni atau kain lap yang telah
disiapkan, kemudian mengangin-
anginkan benda uji hingga
permukaan benda uji terlihat kering;

Lakukan pengujian kerucut untuk


memeriksa kelembaban permukaan
dengan cara masukan benda uji
7. kedalam kerucut sampai penuh dan
meluber, ratakan bagian yang
meluber tari dengan tetap menjaga
posisi kerucut;

Padatkan benda uji yang berada di


dalam kerucut secara perlahan dan
merataa sebanyak 25 kali dengan
8. batang penumbuk dari ketinggian
permukaan penumbuk 5 mm dari
permukaan benda uji yang
dipadatkan;

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Singkirkan sisa agregat yang


tumpah dari sekitar kerucut,
kemudian angkat kerucut dengan
9. arah vertikal secara hati-hati. Jika
benda uji runtuh sebagian, maka
benda uji tersebut sudah dalam
keadaan kering permukaan (SSD);

Isi piknometer dengan air sebagian


saja, kemudian segera setelah itu
10. masukan kedalam piknometer benda
uji yang telah dipersiapkan
sebelumnya dengan bantuan corong;

Tambahkan kembali air sampai kira-


11.
kira 90% kapasitas piknometer;

Putar dan guncangkan piknometer


dengan tangan untuk menghilangkan
12.
gelembung udara yang terdapat
didalam air;

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Sesuaikan temperatur piknometer,


13.
air dan agregat pada (23±2)oC;

Penuhkan piknometer sampai batas


pembacaan pengukuran kemudian
14. timbang berat total dari
piknometer, benda uji dan air
(Bt);

Keluarkan benda uji dari dalam


piknometer, keringkan sampai berat
tetap pada temperatur (100±5)oC,
15 dinginkan pada temperatur ruang
selama 1±0,5 jam dan timbang
beratnya sebagai berat kering
permukaan jenuh (SSD);

Timbanglah berat piknometer pada


saat terisi air saja sampai batas
pembacaan yang ditentukan pada
(23±2)oC sebagai berat piknometer
berisi air (B);

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Lakukan perhitungan berat jenis


curah kering, berat jenis kering
permukaan (SSD), berat jenis semu
dan penyerapan air.

BERAT JENIS AGREGAT HALUS


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB V
BERAT JENIS AGREGAT KASAR
(SNI 1969:2008)

I. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan :
1.) Berat jenis curah ialah perbandingan antara berat agregat kering dan
berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan jenuh
pada suhu 25 ̊ C;
2.) Berat jenis kering permukaan jenuh yaitu perbandingan antara berat
agregat kering permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya sama
dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25 ̊ C;
3.) Berat jenis semu ialah perbandingan antara berat agregat kering dan
berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan kering
pada suhu 25 ̊ C;
4.) Penyerapan ialah perbandingan berat air yang dapat diserap quarry
terhadap berat agregat kering dinyatakan dalam persen.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pemeriksaan untuk menentukan berat jenis semu agregat kasar dan angka
penyerapannya.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memperoleh besaran berat jenis
curah, berat jenis kering permukaan jenuh (SSD), berat jenis semu dan besaran
angka penyerapan.

IV. BENDA UJI

BERAT JENIS AGREGAT KASAR 12


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah campuran Split 1-2 dan
Screening dengan ukuran butir lolos saringan no. ¾ dan tertahan no.4.

V. PERALATAN
1. Timbangan Elektrik
2. Oven
3. Saringan no.4
4. Desicator
5. Cawan
6. Kain lap
7. Keranjang kawat
8. Bak Perendam

VI. CARA PENGUJIAN


1. Ambil benda uji (a) yang tertahan saringan no. 4 (4,75 mm) sebanyak 2 kg
dengan ketentuan :
a. 1000 gram benda uji yang lolos saringan no.3�4 dan tertahan saringan
no. ½ dan no.3/8 (split 1-2).
b. 1000 gram benda uji yang lolos saringan no. 3�8 tertahan saringan no.4
(screening).

2. Masukan benda uji ke dalam cawan, kemudian mencuci benda uji untuk
menghilangkan kadar lumpur atau benda-benda lain
3. Tambahkan air hingga benda uji terendam seluruhnya
4. Biarkan benda uji terendam air selama 24±4 jam
5. Setelah perendaman selama 24±4 buang air didalam cawan, kemudian
menebarkan benda uji diatas kain lap yang telah disediakan sambil
mengangin-anginkannya hingga benda uji terlihat kering permukaannya
6. Menimbang benda uji kering permukaan jenuh (B).
7. Meletakan benda uji yang kedalam keranjang yang terendam dalam air,
kemudian menggoncangkan benda uji agar udara yang terperangkap dapat
keluar setelah itu menentukan beratnya didalam air (C).

BERAT JENIS AGREGAT KASAR 13


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

8. Keringkan contoh uji tersebut sampai berat tetap pada temperatur


(110+5)oC, dinginkan pada temperatur kamar selama 1 – 3 jam, atau
sampai agregat telah dingin pada suatu temperatur yang dapat dikerjaan
pada temperatur kira kira 50oC kemudian tentukan beratnya sebagai berat
kering oven (A).
9. Lakukan perhitungan berat jenis curah kering, berat jenis curah jenuh
kering permukaan, berat jenis semu dan persentase penyerapan air dengan
rumus berikut :

A
Berat jenis curah kering = (B−C)
B
Berat jenis curah SSD = (B−C)
A
Berat jenis Semu = (A−C)
B−A
Penyerapan Air = A
x100%

Dengan :

A adalah berat benda uji kering oven (gram);

B adalah berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan di udara

(gram);

C adalah berat benda uji dalam air (gram);

10. Lakukan langkah poin 1-9 untuk benda uji (b).

BERAT JENIS AGREGAT KASAR 14


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
BERAT JENIS AGREGAT KASAR

Tabel 5.2 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

1. Timbangan digital

Oven dengan suhu


2.
110±5˚C

3. Saringan no. 4

BERAT JENIS AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Desicator

5. Cawan

6. Kain lap

9. Sendok Semen

BERAT JENIS AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN

BERAT JENIS AGREGAT KASAR

Tabel 5.3 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan


Ambil Benda Uji (a) yang tertahan
saringan no.4 (4,75 mm) sebanyak
2 kg dengan ketentuan :
a. 1000 gram benda uji yang lolos
saringan no.3/4 dan tertahan
1.
saringan no. ½ dan no. 3/8 (split
1-2).
b. 1000 gram benda uji yang lolos
saringan no.3/8 dan tertahan
saringan no. 4 (Screening);

Masukan benda uji kedalam


cawan, kemudian mencuci benda
2.
uji untuk menghilangkan kadar
lumpur atau benda-benda lain;

Tambahkan air hingga benda uji


3
terendam seluruhnya;

BERAT JENIS AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Biarkan benda uji terendam air


`4.
selama ± 24 jam;

Setelah perendaman selama ± 24


jam, buang air didalam cawan,
kemudian menebarkan benda uji
5. diatas kain lap yang telah
disediakan sambil mengangin-
anginkannya hingga benda uji
terlihat kering permukaannya;

Menimbang berat uji kering


6.
permukaan jenuh (B);

Meletakan benda yang kedalam


keranjang yang terendam dalam
air, kemudian menggoncangkan
7. benda uji agar udara yang
terperangkap dapat keluar setelah
itu menentukan beratnya didalam
air (C);

BERAT JENIS AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Keringkan contoh uji tersebut


sampai berat tetap pada temperatur
o
(110 ± 5) C, dinginkan pada
temperatur kamar selama 1 – 3
jam, atau sampai agregat telah
8.
dingin pada suatu temperatur yang
dapat dikerjakan pada temperatur
kira-kira 50 oC kemudian tentukan
beratnya sebagai berat kering
oven (A);

Lakukan perhitungan berat jenis


curah kering, berat jenis curah
9. jenuh kering permukaan, berat
jenis semu dan persentase
penyerapan air permukaan;

Lakukan langkah poin 1 – 9 untuk


10.
benda uji (b).

BERAT JENIS AGREGAT KASAR


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB VI
BERAT JENIS ASPAL KERAS
(SNI 2441:2011)

I. PENGERTIAN
Berat jenis aspal adalah perbandingan antara berat aspal padat dan berat air
suling dengan isi yang sama pada suhu 25 ̊C atau 15,6 ̊ C

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pelaksanaan pengujian berat jenis aspal.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendapatkan berat jenis aspal dengan
piknometer, sehingga berat jenis aspal keras dapat diketahui besarnya.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah aspal keras yang dicairkan
dengan pemanasan pada suhu 115̊ C diatas titik lembek aspal.

V. PERALATAN
1. Piknometer
2. Timbangan Elektrik
3. Water bath
4. Lap atau Tisu
5. Kompor Listrik
6. Sarung Tangan
7. Corong Kaca
8. Kompor
9. Tabung Gas

BERAT JENIS ASPAL PADAT 15


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

10. Teko
11. Kompor listrik

VI. CARA PENGUJIAN


1. Siapkan piknometer kemudian dibersihkan.
2. Timbang piknometer dan tutupnya dengan menggunakan timbangan
elektrik sebagai Berat Piknometer Kosong + Tutup (A).
3. Masukan air kedalam piknometer sampai penuh kemudian menutupnya
4. Masukan picnometer yang telah berisi air kedalam waterbath selama
minimal 30 menit dengan suhu ± 25 ̊ C
5. Setelah direndam, keringkan sisi picnometer dengan lap, kemudian
ditimbang sebagai Berat Piknometer + Air + Tutup (B)
6. Buang air dalam piknometer kemudian mengeringkannya.
7. Panaskan contoh aspal dengan kompor (pemanasan contoh aspal tidak
boleh lebih dari 60 menit diatas nyala api pembakar atau melebihi 1100C
diatas titik lembek aspal).
8. Masukan aspal kedalam piknometer sampai ¾ tinggi piknometer dan
diamkan selama tidak kurang dari 40 menit.
9. Timbang Berat Piknometer + Aspal + Tutup (C).
10. Mengisi air kedalam piknometer yang berisi aspal sampai penuh lalu
menutupnya
11. Timbang Berat Picnometer + Aspal + Air + Tutup (D).
12. Bersihkan dan keluarkan aspal dari dalam piknometer dengan cara
memanasinya hingga leleh dan aspal yang tersisa pada dinding dalam
piknometer dibersihkan dengan cara mengelap menggunakan bensin.
13. Hitung berat jenis benda uji dan brat isi sampai tiga angka dibelakang
koma dengan persamaan sebagai berikut :

(𝑪𝑪 − 𝑨𝑨)
𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩 𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱 𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨 =
(𝑩𝑩 − 𝑨𝑨) − (𝑫𝑫 − 𝑪𝑪)

𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩 𝑰𝑰𝑰𝑰𝑰𝑰 𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨 = 𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩𝑩 𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱𝑱 𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨 𝒙𝒙 𝑾𝑾𝑾𝑾

BERAT JENIS ASPAL PADAT 16


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Dimana :

𝐴𝐴 = Berat Piknometer Kosong + Tutup

𝐵𝐵 = Berat Piknometer + Air + Tutup

𝐶𝐶 = Berat Piknometer + Aspal + Tutup

𝐷𝐷 = Berat Picnometer + Aspal + Air + Tutup

𝑊𝑊𝑊𝑊 = Berat isi air pada tmperatur pengujian untuk temperatur 25oC

berat isi 997,0 kg/m3


14. Lakukan langkah 1-13 untuk benda uji selanjutnya.

BERAT JENIS ASPAL PADAT 17


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
BERAT JENIS ASPAL KERAS

Tabel 6.3 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

1. Picnometer

2. Timbangan digital

3. Water Bath

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Lap

5. Kompor Listrik

6. Sarung tangan

7. Corong Kaca

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

8. Kompor

9. Tabung Gas

10 Teko

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
BERAT JENIS ASPAL KERAS

Tabel 6.4 Gambar Kerja


No. Gambar Kerja Keterangan

Siapkan picnometer kemudian


1.
bersihkan;

Timbang picnometer dan


tutupnya dengan menggunakan
2. timbangan elektrik sebagai Berat
Picnometer Kosong + Tutup
(A);

Masukkan air kedalam


3. picnometer sampai penuh
kemudian menutupnya;

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Masukan picnometer yang telah


berisi air kedalam waterbath
4.
selama minimal 30 menit dengan
suhu ± 25̊ C;

Setelah direndam, keringkan sisi


picnometer dengan lap,
5. kemudian ditimbang sebagai
Berat Piknometer + Air + Tutup
(B);

Buang air dalam picnometer


6.
kemudian mengeringkannya;

Panaskan contoh aspal dengan


kompor (pemanasan contoh
aspal tidak boleh lebih dari 60
7.
menit diatas nyala api pembakar
atau melebihi 110oC diatas titik
lembek aspal);

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Masukan aspal kedalam


3
picnometer sampai /4 tinggi
8.
picnometer dan mendiamkannya
selama ± 40 menit;

Timbang Berat Picnometer +


9.
Aspal + Tutup;

Mengisi air kedalam picnometer


10. yang berisi aspal sampai penuh
lalu menutupnya;

Timbang Berat Picnometer +


11.
Aspal + Air + Tutup;

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Bersihkan dan keluarkan aspal


dari dalam picnometer dengan
cara memanasinya hingga leleh
12. dan aspal yang tersisa pada
dinding dalam picknometer
dibersihkan dengan cara
mengelap menggunakan bensin;

Hitung berat jenis benda uji dan


13. berat isi sampai 3 angka
dibelakang koma.

BERAT JENIS ASPAL PADAT


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB VII
KEKENTALAN ASPAL
(SNI 7729:2011)

I. MAKSUD DAN TUJUAN


Untuk menentukan kekentalan aspal.

II. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah aspal cair.

III. PERALATAN
1. Viskometer saybolt furol dan penangas
2. Termometer
3. Saringan no.20
4. Labu penampung
5. Stopwatch.
6. Cawan dan pengaduk
7. Aspal.

IV. CARA PENGUJIAN


1. Isikan oli maksimal 9 liter pada tempat penampungan oli sampai batas atas
tabung furol terendam atau sampai paling sedikit 6mm diatas tanda batas
tabung viskometer.
2. Tetapkan dan pertahankan penangas oli (oil bath) pada temperatur
pengujian.
a. Temperatur pengujian yang ditetapkan untuk mengukur viskositas
saybolt furol adalah 120oC, 130oC, 140oC, 150oC, 160oC, 180oC bila
dianggap kurang dapat diteruskan sampai dengan 240oC/
b. Masukkan steker kedalam stop kontak yang bertegangan 220 v.
c. Tekan saklar power pada posisi ON.

KEKENTALAN ASPAL 18
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

d. Tekan tombol continuous pada posisi ON.


e. Jika proses pemanasan tidak sesuai dengan kecepatan pemanasan
yang diinginkan, tekan tombol quick pada saat ON dan bila pemanasan
yang diinginkan sudah tercapai tombol ini ditekan pada posisi OFF.
3. Masukan penyumbat gabus yang dilengkapi tali, sehingga mudah dilepas
kedalam lubang tabung viskometer pada bagian dasar tabung viskometer.
Penyumbatan harus kuat supaya udara tidak keluar.
4. Tempatkan cincin pemindah pada batas atas tabung viskometer.
5. Lakukan pemanasan awal 0,5 kg benda uji menggunakan kompor listrik
dalam wadah logam 500 mL. Pemanasan awal mencapai temperatur 10oC
sampi dengan temperatur 15oC diatas temperatur uji yang ditentukan.
a. Selesaikan pemanasan awal pada 2 jam atau kurang dan segera
lanjutkan dengan pengukuran viskositas. Pemanasan ulang benda uji
tidak diizinkan;
b. Pengadukan pada benda uji ketika awal pemanasan diperbolehkan.
6. Panaskan saringan no.20 pada temperatur pengujian, dan tuangkan benda
uji panas melalui saringan langsung ke dalam tabung viskometer hingga
tepat diatas tanda batas pelimpahan.
7. Pasang tutup tabung viskometer dengan cincin pemindah, dan masukkan
termometer yang dilengkapi penyangga termometer kedalam lubang
ditengah penyangga.
8. Aduk benda uji didalam tabung viskometer secara terus menerus dengan
gerakan melingkar pada kecepatan putaran 30 rpm sampai dengan 50 rpm
pada bidang horizontal untuk mencegah masuknya udara dalam benda uji.
Lakukan dengan hati-hati agar tidak membentur dinding tabung.
9. Bila temperatur benda uji tetap konstan pada rentang temperatur 0,3oC
selama 1 menit, pengujian dapat dilanjutkan. Angkat termometer dan
pindahkan penutup tabung viskometer secepatnya, pindahkan cincin
pemindah, periksa untuk memastikan bahwa kelebihan benda uji dibawah
tanda batas pelimpahan, dan pasang kembali penutup tabung viskometer.

KEKENTALAN ASPAL 19
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

10. Pastikan bahwa labu penampung pada posisi yang tepat, lalu cabut gabus
penyumbat dengan menyentakkan tali gabus pada waktu bersamaan
hidupkan pengukur waktu.
11. Waktu antara pengisian tabung viskometer sampai dengan menarik gabus
penyumbat tidak boleh lebih dari 15 menit.
12. Hentikan pengukur waktu segera setelah benda uji mencapai tanda batas
pada labu penampung, catat waktu pengaliran dalam detik dengan
pembulatan 0,1 detik atau 0,2 detik.
13. Hitung waktu dalam saybolt furol detik yang telah dikoreksi dari masing-
masing temperatur pengujian viskositas pada temperatur tertentu.
14. Konversikan waktu dalam saybolt furol detik ke dalam sentistoke
viskositas kinematik (sesuai lampiran).
15. Tentukan grafik temperatur terhadap viskosits dalam sentistoke.
16. Tentukan temperatur pencampuran berspal pada 170 cSt + 20 cSt dan
temperatur pemadatan campuran beraspal pada 280 cSt + 20.
17. Percobaan dapat diulangi untuk temperatur yang berbeda.

KEKENTALAN ASPAL 20
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
KEKENTALAN ASPAL

Tabel 7.3 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

1. Saybolt Viscosmeter

2. Termometer

3. Saringan

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Labu Penampung

5. Stopwatch

5. Cawan dan pengaduk

9. Aspal

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
KEKENTALAN ASPAL

Tabel 7.4 Gambar Kerja


No. Gambar Kerja Keterangan

Isikan oli maksimal 9 liter pada tempat


penampung oli sampai batas atas
1. tabung furol terendam atau sampai
paling sedikit 6mm diatas tanda batas
tabung viskometer;

Tetapkan dan pertahankan penangas


oli (bath oli) pada temperatur
pengujian.
a. Temperatur pengujian yang
ditetapkan untuk mengukur
viskositas saybolt furol adalah
120oC, 130oC, 140oC, 150oC,
160oC, 180oC bila dianggap
2. kurang dapat diteruskan sampai
dengan 240oC.
b. Masukan steker kedalam stop
kontak yang bertegangan 220v.
c. Tekan saklar power pada posisi
ON.
d. Tekan tombol continuous pada
posisi ON.
e. Jika proses pemanasan tidak sesuai

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

dengan kecepatan pemanasan yang


diinginkan, tekan tombol quick
pada saat ON dan bila pemanasan
yang diinginkan sudah tercapai
tombol ini ditekan pada posisi
OFF;

Masukan penyumbat gabus yang


dilengkapi tali, sehingga mudah
dilepas kedalam lubang tabung
3.
viskometer pada bagian dasar tabung
viskometer. Penyumbatan harus keluar
supaya udara tidak keluar;

Tempatkan cincin pemindah pada


4.
batas atas tabung viskometer;

Lakukan pemanasan awal 0,5 kg


benda uji menggunakan kompor listrik
dalam wadah logam 500 Ml.
Pemanasan awal mencapai temperatur
5. 10oC sampai dengan temperatur 15oC
diatas temperatur uji yang ditentukan.
a. Selesaikan pemanasan awal pada 2
jam atau kurang segera lanjutkan
dengan pengukuran viskositas.

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Pemanasan ulang benda uji tidak


diijinkan;
b. Pengadukan pada benda uji ketika
awal pemanasan dibolehkan.

Panaskan saringan no.20 pada


temperatur pengujian, dan tuangkan
benda uji panas melalui saringan
6.
langsung ke dalam tabung viskometer
hingga tepat diatas tanda batas
pelimpahan;

Pasang tutup tabung viskometer


dengan cincin pemindah, dan masukan
7. termometer yang dilengkapi
penyangga termometer kedalam
lubang ditengah penyangga;

Aduk benda uji didalam tabung


viskometer secara terus-menerus
dengan gerakan melingkar pada
kecepatan putaran 30 rpm sampai
8. dengan 50 rpm pada bidang horizontal
untuk mencegah masuknya udara
kedalam benda uji. Lakukan dengan
hati-hati agar tidak membentur dinding
tabung;

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Bila temperatur benda uji tetap


konsisten pada rentang temperatur
0,3oC selama 1 menit, pengujian dapat
dilanjutkan. Angkat termometer dan
pindahkan penutup tabung viskometer
9.
secepatnya, pindahkan cincin
pemindah, periksa untuk memastikan
bahwa kelebihan benda uji dibawah
tanda batas pelimpahan, dan pasang
kembali penutup tabung viskometer;

Pastikan bahwa labu penampung pada


posisi yang tepat, lalu cabut gabus
10. penyumbat dan menyentakan tali
gabus pada waktu bersamaan hidupkan
pengukur waktu;

Waktu antara pengisian tabung


viskometer sampai dengan menarik
11.
gabus penyumbat tidak boleh lebih
dari 15 menit;

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Hentikan pengukuran waktu segera


setelah benda uji mencapai batas pada
12. labu penampung, catat waktu
pengaliran dalam detik dengan
pembulatan 0,1 detik atau 0,2 detik;

Hitung waktu dalam saybolt furol


detik yang telah dikoreksi dari masing-
13. masing temperatur pengujian
viskositas pada temperatur tertentu;

Konversi waktu dalam saybolt furol


14. detik ke dalam sentioke viskositas
kinematik (sesuai lampiran);

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Tentukan grafik temperatur terhadap


15.
viskositas dalam sentistoke;

Tentukan temperatur pencampuran


aspal pada 170 St 20 cSt dan
temperatur pemadatan campuran
beraspal pada 280 cSt +_ 20;

Percobaan dapat diulangi untuk


temperatur berbeda.

KEKENTALAN ASPAL
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB VIII
KEHILANGAN BERAT MINYAK DAN ASPAL
(SNI 06-2440:1991)

I. MAKSUD
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan
pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan
tebal tertentu.

II. TUJUAN
Tujuan percobaan ini menentukan kehilangan berat minyak dan aspal, yang
dinyatakan dalam persen berat semula.

III. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah aspal padat sebanyak
100gr.

IV. PERALATAN
1. Termometer ASTM 6° -400°C.
2. Oven yang dilengkapi dengan :
- Pengatur suhu untuk memanasi sampai 180°C.
- Plat logam yang tergantung vertikal dalam oven dan dapat berputar
dengan kecepatan 5 s/d 6 Putaran / menit.
3. Cawan benda uji (Tin Box) dengan diameter± 55 mm dan tinggi ± 35 mm.
4. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gr minimal kapasitas 200 gr.

V. CARA PENGUJIAN
Persiapan Benda Uji
1. Aduk contoh aspal serta panaskan untuk mendapatkan campuran yang
merata.

KEHILANGAN BERAT ASPAL 21


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

2. Tuangkan contoh aspal ± 50 gr kedalam thin box (a).


3. Siapkan benda uji ganda (duplo), benda uji yang akan diperiksa harus
bebas air.
4. Hidupkan oven, jalankan motor pemutar plat yang berada dalam oven
pasanglah termometer pada tempatnya sehingga terletak pada tengah-
tengah antara pinggir pinggan dan poros (sumbu) dengan ujung 6 mm
diatas pinggan. Setelah oven mencapai suhu 163° C, letakkan benda uji
diatas plat yang berputar.
5. Ambillah benda uji dari dalam oven setelah 5 jam sampai 5 jam 15 menit;
6. Dinginkan benda uji pada suhu ruang, timbang dengan ketelitian 0,01 gr
(B).
7. Hitung kehilangan berat :

A- B
X100%
A

Dimana :

A = berat benda uji semula

B = berat benda uji setelah pemanasan

KEHILANGAN BERAT ASPAL 22


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
KEHILANGAN BERAT ASPAL

Tabel 8.2 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

Thermometer ASTM 6º -
1.
400ºC

Oven yang dilengkapi


dengan :
- Pengatur suhu
sampai 10ºC - 300ºC.
2. - Pelat logam yang
tergantung vertikal dalam
oven dan dapat berputar
dengan kecepatan 5 s/d 6
Putaran / menit

Tin Box (dengan diameter


3. ±55 mm dan tinggi ± 35
mm

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4. Timbangan elektric

5. Teko

Kompor pemanas dan


6.
komponennya

7. Sarung tangan

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
KEHILANGAN BERAT MINYAK DAN ASPAL

Tabel 8.3 Gambar Kerja


No. Gambar Kerja Keterangan

Aduk contoh aspal serta


panaskan untuk
1.
mendapatkan campuran
yang merata;

Tuangkan contoh aspal ± 50


2.
gram kedalam thin box (A);

Siapkan benda uji, benda


3. uji yang akan diperiksa
harus bebas air;

Hidupkan oven dan jalankan


motor pemutar pelat yang
berada dalam oven
pasanglah thermometer pada
4.
tempatnya sehingga terletak
pada jarak 1,9 cm dari
pinggir pelat. Setelah oven
mencapai suhu 163º C,

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

meletakkan benda uji diatas


pelat yang berputar;

Ambilah benda uji dari


5. dalam oven setelah 5 jam
sampai 5 jam 15 menit;

Mendinginkan benda uji


pada suhu ruang, timbang
6.
dengan timbangan elektrik
(B);

Menghitung kehilangan
berat:
7.
A−B
A
X 100 %.

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB IX
UJI PENETRASI ASPAL
(SNI 2456:2011)

I. MAKSUD DAN TUJUAN


Untuk menentukan penetrasi aspal yang terjadi.

II. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah aspal padat sebanyak 100
gram yang bersih dan bebas dari air serta minyak ringan.

III. PERALATAN
1. Penetrometer.
2. Jarum penetrasi.
3. Beban.
4. Cawan benda uji (Tin box).
5. Bak Perendam.
6. Stopwatch.
7. Termometer.

IV. CARA PENGUJIAN


Persiapan benda uji
1. Panaskan aspal padat kurang lebih cukup untuk mengisi 2 buah tin box
secara perlahan-lahan sampai mencair.
a. Pemanasan contoh tidak boleh lebih dari 90 dari titik lembeknya.
b. Pemanasan tidak boleh lebih dari 60 menit.
c. Lakukan pengadukan untuk menjamin kehomogenan contoh, dan
jangan sampai ada gelembung udara dalam contoh.
2. Tuangkan benda uji aspal ke dalam 2(dua) cawan (duplo) benda uji sampai
batas ketinggian pada cawan benda uji;

KEHILANGAN BERAT ASPAL 23


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

3. Tutup tin box agar benda uji tidak kena debu lalu diamkan selama 1 - 1,5
jam untuk tin box kecil (55 mnm x35 mm) dan 1,5 - 2 jam untuk tin box
besar pada ruang dengan temperature (15° C - 30° C).
Kondisi Pengujian
Kondisi pengujian dilakukan pada temperatur 25°C, berat total 100 gram dan
dalam rentang waktu pengujian selama 5 detik.
Cara Pengujian
1. Pasang jarum pada pluyer head.
2. Letakkan pemberat 50 gr diatas jarum untuk memperoleh beban 100 gr
berikut berat pluyer head.
3. Pindahkan ternpat air beserta benda uji ke bawah alat penetrasi.
4. Turunkan secara perlahan-lahan sehingga jarum tersebut menyentuh
permukaan benda uji, kemudian aturlah angka 0 (nol) pada penetrometer
sehingga jarum penunjuk berimpit angka 0 (nol).
5. Lepaskan pemegang jarum dan serentak jalankan Stop Watch selama jangka
waktu 5+0,1 detik.
6. Arloji penetrometer berputar dan bacalah angka penetrasi yang ditunjukkan
jarum penunjuk pada angka 0,1 mm terdekat.
7. Lakukan paling sedikit tiga kali pengujian untuk benda uji yang sama,
dengan ketentuan titik pemeriksaan berjarak tidak kurang 10 mm dari
dinding cawan dan tidak kurang 10 mm dari satu titik pengujian dengan titik
pengujian lainnya.
8. Lakukan pengujian penetrasi untuk benda uji lainnya.

KEHILANGAN BERAT ASPAL 24


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
PENETRASI ASPAL

Tabel 9.3 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

1.

Alat penetrasi

2. Jarum penetrasi

3. Beban

4. Tin box

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

5. Glass perendam

6. Stopwatch

7. Thermometer

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
PENETRASI ASPAL

Tabel 9.4 Gambar Kerja

No. Gambar Kerja Keterangan


Memanaskan aspal keras kurang
lebih cukup untuk mengisi 2 buah
tin box secara perlahan – lahan
1.
hingga mencair.
• Pemanasan tidak boleh lebih
dari 90 dari titik lembeknya.
• Pemanasan tidak boleh lebih
dari 60 menit.
• Lakukan pengadukan untuk
menjamin kehomogenan
contoh, dan jangan sampai ada
gelembung udara dalam
contoh;

Tuangkan benda uji aspal ke dalam


2(dua) cawan(duplo) benda uji
sampai batas ketinggian pada
cawan benda uji;

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Tutup tin box agar benda uji tidak


kena debu lalu diamkan selama 1-
1,5 menit jam untuk tin box kecil
3.
dan 1,5 – 2 jam untuk tin box besar
pada ruang AC/kulkas dengan
temperature ( 150 C - 300 C );

4. Pasang jarum pada pluyer head;

Letakkan pemberat 50 gr diatas

5. jarum untuk memperoleh beban


100 gr berikut berat pluyer head;

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Pindahkan tempat air beserta


6.
benda uji ke bawah alat penetrasi;

Turunkan secara perlahan – lahan


sehingga jarum tersebut
menyentuh permukaan benda uji,
7.
kemudian aturlah angka 0 (nol)
pada penetrometer sehingga jarum
penunjuk berimpit angka 0 (nol);

Lepaskan pemegang jarum dan

8. serentak jalankan Stop watch


selama jangka waktu 5 detik;

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Arloji penetrometer berputar dan


bacalah angka penetrasi yang
9.
ditunjukan jarum petunjuk pada
angka 0,1 mm terdekat.

Lakukan paling sedikit tiga kali


pengujian untuk benda uji yang
sama, dengan ketentuan titik
pemeriksaan berjarak tidak kurang
10 mm dari dinding cawan dan
tidak kurang 10 mm dari satu titik
pengujian dengan titik pengujian
lainnya;

Lakukan pengujian penetrasi untuk


benda uji lainnya.

KEHILANGAN BERAT ASPAL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB X
ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL
(SNI 06-2489:2011)

I. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan :
1) Stabilitas adalah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima
beban sampai terjadi alir (flow) yang dinyatakan dalam kilogram;
2) Alir (flow) adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang
terjadi akibat suatu beban, dinyatakan dalam mm.

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pelaksanaan pengujian campuran dengan alat Marshall.

III. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendapatkan suatu campuran aspal
yang memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan didalam
perencanaan.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang digunakan dalam percobaan ini ialah :
1. Aspal
2. Split 1-2
3. Screen
4. Abu batu

V. PERALATAN
1. Lengkap Tiga buah cetakan benda uji yang berdiameter 10,16 cm dan
tinggi 7,62 cm lengkap dengan pelat atas dan leher sambung;
2. Mesin penumbuk manual atau otomatis lengkap dengan :

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 25


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

1) Penumbuk yang mempunyai permukaan tumbukan rata yang


berbentuk silider, dengan berat 4,536 kg dan tinggi jatuh bebas 45,7
cm.
2) Landasan pemadat terdiri dari balok kayu (jati atau yang sejenis)
berukuran 20,32 x 20,32 x 45,72 cm dilapisi dengan pelat baja
berukuran 30,48 x 30,48 x 2,54 cm dan dijangkarkan pada lantai beton
dikeempat bagian sudutnya;
3. Alat pengeluar benda uji:
Untuk mengeluarkan benda uji yang sudah dipadatkan dari dalam cetakan
benda ujidipakai sebuah alat ekstruder berdiameter 10 cm;
4. Alat marshall lengkap dengan :
1) Kepala penekan (breaking head) berbentuk lengkung ;
2) Cincin penguji (proving ring) kapasitas 2500 kg dan atau 5000 kg,
dilengkapi arloji (dial) tekan dengan ketelitian 0,0025 mm berserta
perlengkapannya;
3) Arloji pengukur alir (flow) dengan ketelitian 0,25 mm beserta
perlengkapannya;
5. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu yang mampu memanasi
sampai 200 ̊ C (± 3 ̊ C);
6. Bak perendam (water bath) dilengkapi dengan pengatur suhu mulai 20 –
60 ̊ C (± 1 ̊ C);
7. Timbangan yang dilengkapi dengan penggantung benda uji berkapasitas 2
kg dengan ketelitian 0,1 gram dan timbangan berkapasitas 5 Kg dengan
ketelitian 1 gram;
8. Mistar atau Jangka Sorong dengan ketelitian 0,1 mm.
9. Pengukur suhu dari logam (metal thermometer) berkapasitas 250 ̊ C dan
100 ̊ C dengan ketelitian 1 % dari kapasitas;
10. Perlengkapan lain :
1) Panci-panci untuk memanaskan agregat, aspal dan campuran aspal;
2) Sendok pengaduk dan spatula;
3) Kompor atau pemanas (hot plate);

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 26


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

4) Sarung tangan dari asbes; sarung tangan dari karet dan pelindung
pernapasan (masker).
11. Bahan penunjang uji
1) Kantong plastik
2) Gas Elpiji 3 Kg.

VI. CARA PENGUJIAN


1. Persiapan benda uji
a. Keringkan agregat pada suhu 105 – 110 ̊ C minimum selama 4 jam
setelah itu mengeluarkan benda uji dari alat pengering (oven) dan
tunggu sampai beratnya tetap;
b. Pisahkan agregat kedalam fraksi-fraksi yang dikehendaki dengan cara
penyaringan;
c. Panaskan aspal sampai mencapai tingkat kekentalan (viscositas) yang
disyaratkan baik untuk pekerjaan pencampuran maupun pemadatan
seperti Tabel 1;
TABEL 1
TINGKAT KEKENTALAN (VISCOSITAS) ASPAL
UNTUK ASPAL PADAT DAN ASPAL CAIR
Alat Pencampuran Pemadatan
Aspal Aspal Satuan Aspal Aspal Satuan
Padat Cair Padat Cair
Kinematik 170 ± 20 170 ± 20 [Link] 280 ± 280 ± [Link]
Viscometer 30 30
Say Bolt 85 ±10 85 ±10 DET.S. 140 140 ±1 DET.S.
Furol F. ±15 F.
Viscosimeter

d. Pencampuran dilakukan sebagai berikut :


1) Untuk setiap benda uji diperlukan agregat sebanyak ± 1200 gram
sehingga menghasilkan benda uji kira-kira 63,5 mm ± 1,27 mm

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 27


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

2) Panaskan panci pencampur beserta agregat kira-kira 28 ̊ C diatas


suhu pencampur untuk aspal padat, bila menggunakan aspal cair,
pemanasan sampai 14 ̊ C diatas suhu pencampuran;
3) Tuangkan aspal yang sudah mencapai tingkat kekentalan seperti
tabel 1 sebanyak yang dibutuhkan kedalam agregat yang sudah
dipanaskan tersebut, kemudian mengaduknya dengan cepat pada
suhu yang sesuai sampai agregat terselimuti aspal secara merata.
e. Pemadatan dilakukan sebagai berikut :
1) Bersihkan perlengkapan cetakan benda uji serta bagian muka
penumbuk dengan seksama dan memanaskannya sampai suhu
antara 93,3 – 148,9 ̊ C;
2) Letakkan cetakan diatas landasan pemadat serata menahannya
dengan pegangan cetakan;
3) Letakkan selembar kertas saring atau kertas penghisap yang sudah
digunting menurut ukuran cetakan kedalam dasar cetakan;
4) Masukan seluruh campuran ke dalam cetakan dan menusuk-tusuk
campuran keras-keras dengan spatula yang dipanaskan sebanyak
15 kali keliling pinggiranya dan 10 kali dibagian tengahnya
5) Lakukan pemadatan dengan penumbuk sebanyak :
• 75 kali tumbukan untuk lalu lintas berat
• 50 tumbukan untuk lalu lintas sedang
• 35 tumbukan untuk lalu lintas ringan
Dengan tinggi jatuh 457,2 mm. Selama pemadatan harus
diperhatikan sumbu palu pemadat harus selalu tegak lurus pada
alas cetakan;
f. Lepas pelat alat berikut leher sambung dari cetakan benda uji,
kemudian membalikan cetakan yang berisi benda uji dan memasang
kembali plat alas berikut leher sambung pada cetakan yang dibalikan
tadi
g. Tumbuk kembali permukaan benda uji yang sudah dubalikan dengan
jumlah tumbukan yang sama

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 28


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

h. Setelah pemadatan , lepaskan keping alas dan pasanglah alat pengeluar


benda uji pada permukaan ujung ini;
i. Kemudian keluarkan benda uji dengan hati-hati dan letakkan benda uji
diatas permukaan yang rata dan membiarkannya selama kira-kira ± 24
jam pada suhu ruangan
j. Bila diperlukan pendinganinan yang lebih cepat dapat mempergunakan
kipas meja
2. Persiapan Pengujian
Persiapan pengujian meliputi :
a. Bersihkan benda uji dari kotoran-kotoran yang menempel;
b. Berilah tanda pengenal pada masing-masing benda uji;
c. Ukur tinggi benda uji dengan ketelitian 0,1 mm;
d. Timbang benda uji;
e. Rendam benda uji didalam air selama ± 24 jam pada suhu ruangan
f. Timbang dalam air untuk mendapatkan isi;
g. Timbang benda uji dalam kondisi kering permukaan jenuh
h. Bersihkan batang penuntun (guide rod) dan permukaan dalam dari
kepala penekan, sehingga kepala penekan yang atas dapat meluncur
bebas (bila dikehendaki kepala penekan direndam bersama-sama benda
uji pada suhu 21,1-37,8oC untuk mengurangi lengketnya benda uji
terhadap permukaan dalam kepala penekan).
3. Cara Uji
Cara Uji dilakukan sebagai berikut :
Waktu yang diperlukan dari saat diangkatnya benda uji dari bak perendam
atau oven sampai tercapainya beban maksimum tidak boleh melebihi 30
detik.
a. Rendamlah benda uji dalam bak perendam (Water Bath) selama 30 –
40 menit dengan suhu tetap 60 ̊ C ± 1 ̊ C untuk benda uji yang
menggunakan aspal padat, untuk benda uji menggunakan aspal cair
masukkan benda uji ke dalam oven selama minimum 2 jam dengan
suhu tetap 25oC (+ 1oC);

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 29


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

b. Keluarkan benda uji dari bak perendam atau dari oven dan letakkan
kedalam segmen bawah kepala penekan;
c. Pasang segmen atas diatas benda uji dan letakkan keseluruhannya
dalam benda uji;
d. Pasang arloji pengukur alir (flow) pada kedudukannya di atas salah
satu batang penuntun dan atur kedudukan jarum penunjuk pada angka
nol sementara selubung tangkai (sleeve) dipegang teguh terhadap
segmen atas kepala penekan;
e. Sebelum pembebanan diberikan, kepala penekan beserta benda ujinya
dinaikkan sehingga menyentuh alas cincin penguji;
f. Atur jarum arloji tekan pada kedudukan angka nol;
g. Berikan pembebanan pada benda uji dengan kecepatan tetap sekitar 50
mm per menit sampai pembebanan maksimum tercapai, atau
pembebanan menurun seperti yang ditunjukan oleh jarum arloji tekan
dan mencatat pembebanan maksimum (stability) yang dicapai, untuk
benda uji yang tebalnya tidak sebesar 63,5 mm koreksi bebannya
dengan faktor perkalian yang bersangkutan. Tabel 2
h. Mencatat nilai akhir (flow) yang ditunjukan oleh jarum arloji pengukur
alir pada saat pembebanan maksimum tercapai.
Rumus-rumus :

• Persen aspal terhadap campuran (%)


%𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏
𝑥𝑥100%
% 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏𝑏 + 100%
• Berat Bulk = BJ Bulk x % Fraksi
• Berat Jenis campuran maksimum (teoritis)
100
= 100−𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎
+
𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴

𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾
• Berat Isi (t/m³) = 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 30


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

• VIM (Persen Rongga Terhadap Campuran)


𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
= 100 − [100 𝑥𝑥 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶]

• VMA (Persen Rongga Terhadap Agregat)


(100−𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎).𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
= 100 − [ 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵
]

• VFA (Persen Rongga Terhadap Aspal)


𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑥𝑥 𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵
= 100 𝑥𝑥[ ]
𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉

• Stabilitas = Kalibrasi Alat x angka korelasi


𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆 𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠ℎ 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑
• Hasil Bagi Marshall = 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL 31


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ANALISA PENGUJIAN MARSHALL

Tabel 10.8 Gambar Alat


No. Gambar Alat Keterangan

Tiga buah cetakan benda uji yang


berdiameter 10.6 cm dan tinggi 7.62 cm
1.
lengkap dengan pelat alas dan leher
sambung

Alat penumbuk manual lengkap dengan :


a) Penumbuk yang mempunyai permukaan
tumbukan rata yang berbentuk silinder,
dengan berat 4.536 kg dan tinggi jatuh
bebas 45,7 cm
b) Landasan pemadat terdiri dari balok
2.
kayu (jati atau yang sejenisnya)
berukuran 20,32x20,32x45,72 cm
dilapisi dengan pelat baja berukuran
30,48x30,48x23,4 cm dan dijangkarkan
pada lantai beton di keempat bagian
sudutnya

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Alat pengeluar benda uji :


Untuk mengeluarkan benda uji yang sudah
dipadatkan dari dalam cetakan benda uji
3.
menggunakan alat ekstruder yang
berdiameter 10 cm

Alat Marshall lengkap dengan :


a) Kepala penekan (breaking head)
berbentuk lengkung
4. b) Cincin penguji (proving ring) kapasitas
2500 kg dan atau 5000 kg, dilengkapi
arloji (dial) tekan dengan ketelitian
0,25 mm beserta perlengkapan lainnya

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Oven yang dilengkapi dengan pengatur


5. suhu yang mampu memanasi sampai 200˚C
± 3˚C

Bak perendam (water bath) dilengkapi


6. dengan pengatur suhu mulai 20˚C – 60˚C
± 1˚C

7. Timbangan Digital

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Pengukur suhu dari logam (metal


8. thermometer) berkapasitas 250˚C dan
100˚C dengan ketelitian 1 % dari kapasitas

Perlengkapan lain :
a) Penggorengan/pan/wajan
b) Sendok pengaduk
9.
c) Sarung tangan
d) Gas LPG
e) Kantong plastik

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
ANALISA PENGUJIAN MARSHALL

Table 10.9 Gambar Kerja


No Gambar Kerja Langkah Kerja

Mengambil agregat dan

1 memisahkannya hingga ±250


gram untuk setiap agregat;

Memanaskan aspal sampai


mencapai tingkat kekentalan
(viskositas) yang disyaratkan
2. baik untuk pekerjaan
pencampuran maupun
pemadatan;

Memanaskan panic

2 pencampur beserta agregat


pada suhu 110ºC;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Menuangkan aspal yang


sudah mencapai kekentalan
kadalam agregat dengan
3 pesentase sebanyak 5,5%,
6%,6,5%, 7%, 7,5% dan, 8%
untuk 6 benda uji berbeda;

Mengaduk campurannya
dengan cepat pada suhu yang

4 sesuai sampai agregat


terselimuti aspal seara
merata;

Mengambil cetakan benda uji

5 yang sebelumnya telah di


oven dengan suhu 148,9 ºC;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Meletakkan selembar kertas


saring/kertas penghisap yang

6 sudah digunting menurut


ukuran cetakan kedalam dasar
cetakan;

Memasukkan seluruh
7 campuran kedalam cetakan;

Menusuk-nusuk campuran
keras-keras dengan spatula
8 yang dipanaskan sebanyak 15
kali keliling pinggirannya dan
10 kali dibagian tengahnya;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Melakukan pemadatan
9 dengan penumbuk sebanyak
75 kali tumbukan;

Melepas pelat alat berikut


leher sambung dari cetakan
benda uji dan memasang
10 kembali plat alas berikut
leher sambung pada cetakan
yang dibalikan tadi;

Menumbuk kembali
11 permukaan benda uji yang
sudah dibalikan dengan
jumlah tumbukan yang sama;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Setelah pemadatan,
melepaskan keping alas dan
memasangkan cetakan yang
berisi benda uji kealat
pengeluar
benda uji pada permukaan
12 ujung ini. Kemudian
mengeluarkan benda uji
dengan hati-hati dan
meletakkannya diatas
permukaan yang rata lalu
membiarkannya selama
±24jam;

Membersihkan benda uji dari


13 kotoran – kotoran yang
menempel;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Mengukur tinggi benda uji


14
dengan ketelitian 0,1 mm;

15 Menimbang benda uji;

Merendam benda uji didalam


16 air selama±24jam pada suhu
ruangan;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Setelah merendam±24jam
17 kemudian, menimbang benda
uji dalam air untuk
mendapatkan isi;

Menimbang benda uji dalam


18 kondisi kering permukaan
jenuh.

Membersihkan batang
penumbuk (guide rod) dan
permukaan dalam dari kepala
penekan, sehingga kepala
penekan yang ada dapat
19
meluncur bebas (bila
dikehendaki kepala penekan
direndam bersama-sama
benda uji terhadap permukaan
dalam kepala penekan);

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Merendam benda uji dalam


bak perendam (Water Bath)
selama 30-40 menit dengan
20 suhu tetap 60ºC ±1 ºC untuk
benda uji yang menggunakan
benda uji yang menggunakan
aspal padat;

Mengeluarkan benda uji dari


bak perendam kemudian
21 mengeringkan dengan kain
lap dan meletakkannya
kedalam segmen bawah
kepala penekan;

Memasang segmen atas diatas


22 benda uji dan meletakkan
keseluruhannya dalam benda
uji;

Memasang arloji stabilitas


pengukur air (flow) pada
kedudukannya atas salah satu
batang penuntun dan
23 mengatur kedudukan jarum
penunjuk pada angka nol
sementara selubung tangkai
(sleeve) dipegang teguh
terhadap segmen atas kepala
penekan;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Menaikkan kepala beserta


benda ujinya sehingga
24 menyentuh alas cincin
penguat sebelum memberikan
pembebanan;

25 Atur jam arloji tekan


kedudukan angka nol;

Memberikan pembebanan
pada benda uji dengan
kecepatan tetap sekitar 50
mm per menit sampai
pembebanan maksimum
tercapai,atau pembebanan
menurun. Seperti yang
26 ditunjukkan oleh jarum aroji
tekan dan mencatat
pembebanan maksimum
(stability) yang dicapai, untuk
benda uji yang tebalnya tidak
sebesar 63,5 mm koreksi
bebannya dengan faktor
perkalian yang bersangkutan;

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

Mencatat nilai akhir stabilitas


dan flow yang ditunjukkan
27 oleh jarum arloji pengukur
alir pada saat pembebanan
maksimum.

ANALISA PENGUJIAN MARSHALL


LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]
BAB XI
DAKTILITAS ASPAL
(SNI 2432:2011)

I. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik
antara dua cetakan yang berisi bitumen keras sebelum putus, pada suhu dan
kecepatan tarik tertentu.

II. BENDA UJI


Benda uji yang dipakai dalam percobaan ini adalah aspal keras.

III. PERALATAN
1. Ductility Machine
2. Bak perendam
3. Cetakan
4. Gliserin
5. Thermometer.

IV. CARA PENGUJIAN


a. Persiapan Sampel
1. Panaskan aspal hingga mencair.
2. Susun bagian cetakan kuningan.
3. Lapisi bagian atas dan bawah cetakan serta permukaannya plat atas cetakan
dengan bahan campuran gliserin dan dextrin.
4. Pasang alat cetakan diatas plat dasar.
5. Tuangkan aspal yang telah mencair ke dalam cetakan, lakukan dengan hati –
hati dan pemanasan dilakukan sampai 80 – 100 ºC diatas titik lembek lalu
tuangkan hingga penuh.
6. Dinginkan sampel beberapa menit.
b. Persiapan Alat Ductility Machine
1. Mesin uji diisi air dan methanol.

DAKTILITAS ASPAL
32
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]
2. Sampel didiamkan selama 90 menit pada suhu 25o c dalam bak perendam,
kemudian lepaskan cetakan sampel dari alasnya dan lepaskan cetakan kecuali
bagian ujungnya
c. Langkah Pengujian Daktilitas
1. Pasang cetakan dicincin yang telah diisi sampel pada alat mesin uji dan
jalankan mesin uji sehingga menarik sampel secara teratur dengan kecepatan
5cm/menit sampai sampel putus.
2. Bacalah jarak penampang cetakan pada saat sampel putus (dalam cm), selama
percobaan berlangsung sampai harus terendam 2,5 cm dibawah permukaan air
(melayang) dengan suhu 25 ± 9,5ºc .
3. Hentikan pengujian jika aspal telah tertarik sepanjang 1 meter dan tidak putus.

DAKTILITAS ASPAL
33
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

LAMPIRAN
TITIK LEMBEK ASPAL

Tabel 12.1 Gambar alat pengujian titik lembek aspal


No Gambar Alat Keterangan
1 Ductility Machine
2 Bak perendam
3 Cetakan
4 Gliserin
5 Thermometer.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

LAMPIRAN
TITIK LEMBEK ASPAL

Tabel 12.2 Gambar kerja pengujian titik lembek aspal


No Gambar Kerja Keterangan
1 Panaskan aspal hingga mencair.
2 Susun bagian cetakan kuningan.
Lapisi bagian atas dan bawah
cetakan serta permukaannya plat
3
atas cetakan dengan pelumas
atau lotion.
Pasang alat cetakan diatas plat
4
dasar.
Tuangkan aspal yang telah
mencair ke dalam cetakan,
lakukan dengan hati – hati dan
5
pemanasan dilakukan sampai 80
– 100 ºC diatas titik lembek lalu
tuangkan hingga penuh.
Dinginkan sampel beberapa
6
menit.
Mesin uji diisi air dan Gliserin.
7

Sampel didiamkan selama 90


menit pada suhu 25o c dalam
bak perendam, kemudian
8
lepaskan cetakan sampel dari
alasnya dan lepaskan cetakan
kecuali bagian ujungnya
Pasang cetakan dicincin yang
9
telah diisi sampel pada alat
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

mesin uji dan jalankan mesin uji


sehingga menarik sampel secara
teratur dengan kecepatan
5cm/menit sampai sampel putus.
Bacalah jarak penampang
cetakan pada saat sampel putus
(dalam cm), selama percobaan
10 berlangsung sampai harus
terendam 2,5 cm dibawah
permukaan air (melayang)
dengan suhu 25 ± 9,5ºc .
Hentikan pengujian jika aspal
11 telah tertarik sepanjang 1 meter
dan tidak putus.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB XII
TITIK LEMBEK ASPAL
(SNI 2434:2011)

I. Maksud dan Tujuan


Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan angka titik lembek aspal
dengan cara ring dan ball.

II. Benda Uji


Benda uji yang digunakan pada percobaan ini adalah aspal cair.

III. Alat-alat yang Digunakan


a. Termometer 100˚C;
b. Cincin kuningan;
c. Bola baja diameter 9,5 mm, berat 3,5 g ± 0,05 g;
d. Alat pengarah bola;
e. Dudukan benda uji yang terdiri dari pemegang cincin dan peralatannya;
f. Gelas ukur 1000 ml;
g. Stopwatch;
h. Alat softening point test;
i. Kawat kasa;
j. Tin box.

IV. Cara Pengujian


a. Memanaskan benda uji hingga cair;
b. Mengisi tin box dengan aspal yang sudah cair;
c. Mengolesi 2 buah cincin dengan campuran gliserin dan dekstrin;
d. Menuang benda uji ke dalam cincin dan diamkan selama 30 menit atau
hingga mencapai suhu ruang lalu memasang penutup cincin;
e. Memasukkan es batu ke dalam gelas ukur lalu memasukkan air sebanyak
800 ml;
f. Memastikan suhu air mencapai 5˚C;

TITIK LEMBEK ASPAL


34
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

g. Menyalakan alat softening point test lalu memasang dudukan kedalam gelas
ukur dan meletakkan benda uji pada dudukan;
h. Memasang bola baja pada bagian atas benda uji;
i. Meletakkan termometer pada lubang dudukan;
j. Meletakkan kawat kasa dan gelas ukur pada alat softening point test;
k. Mencatat waktu pada setiap kenaikan suhu 5˚C hingga benda uji menyentuh
dasar.

V. Gambar Alat dan Gambar Kerja


Tabel 12.1 Gambar alat pengujian titik lembek aspal (Terlampir).
Tabel 12.2 Gambar kerja pengujian titik lembek aspal (Terlampir).

VI. Diagram Alir

Mulai

Memanaskan benda uji hingga cair

Mengolesi 2 buah cincin dan pelat kuningan dengan campuran gliserin dan dekstrin

Menuang benda uji ke dalam cincin dan diamkan hingga mencapai suhu ruang lalu
memasang penutup cincin

Memasukkan es batu ke dalam gelas ukur lalu memasukkan air sebanyak 800 ml

Menyalakan alat softening point test

Memasang dudukan kedalam gelas ukur dan meletakkan benda uji pada dudukan

Meletakkan kawat kasa dan gelas ukur pada alat softening point test

Mencatat waktu pada setiap kenaikan suhu 5˚C hingga benda uji menyentuh dasar

Selesai

Gambar 12.1 Diagram alir pengujian titik lembek aspal

TITIK LEMBEK ASPAL


35
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]
LAMPIRAN
TITIK LEMBEK ASPAL

Tabel 12.1 Gambar alat pengujian titik lembek aspal


No Gambar Alat Keterangan
1 Termometer 100˚C

2 Cincin kuningan

3 Bola baja diameter 9,5


mm, berat 3,5 g ± 0,05 g
4 Alat pengarah bola

5 Dudukan benda uji yang


terdiri dari pemegang
cincin dan peralatannya
6 Gelas ukur 1000 ml

7 Stopwatch
8 Alat softening point test
9 Kawat kasa
10 Tin box
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

LAMPIRAN
TITIK LEMBEK ASPAL

Tabel 12.2 Gambar kerja pengujian titik lembek aspal


No Gambar Kerja Keterangan
Memanaskan benda uji hingga
1
cair.
Mengolesi 2 buah cincin dan
2 pelat kuningan dengan
campuran gliserin dan dekstrin.
Menuang benda uji ke dalam
cincin dan diamkan hingga
3
mencapai suhu ruang lalu
memasang penutup cincin.
Memasukkan es batu ke dalam
4 gelas ukur lalu memasukkan air
sebanyak 800 ml.
Menyalakan alat softening point
5
test.
Memasang dudukan kedalam
6 gelas ukur dan meletakkan
benda uji pada dudukan.
Meletakkan kawat kasa dan
7 gelas ukur pada alat softening
point test.
Mencatat waktu pada setiap

8 kenaikan suhu 5˚C hingga benda


uji menyentuh dasar.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

BAB XIII
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR
(SNI 2433:2011)

I. Maksud dan Tujuan


Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan titik nyala dan titik bakar
dari aspal.

II. Benda Uji


Benda uji yang digunakan pada percobaan ini adalah aspal cair.

III. Alat-alat yang Digunakan


a. Alat cleveland open cup;
b. Termometer.

IV. Cara Pengujian


a. Memanaskan benda uji hingga mencair.;
b. Memasukkan aspal ke dalam cawan clevelad hingga garis batas pengisian;
c. Menyalakan pemanas;
d. Memasang termometer tegak lurus dalam benda uji sehingga terletak pada
jarak ¼ diameter cawan dari tepi;
e. Mengatur pemanas agar kenaikan suhu 15˚C tiap menit;
f. Jika suhu sudah mencapai 56˚C di bawah titik leleh atur pemanas agar
kenaikan suhu 5-6˚C tiap menit;
g. Lakukan pengujian sampai terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas
permukaan benda uji lalu baca dan catat suhu pada termometer;
h. Lanjutkan pembacaan suhu sampai terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik diatas
permukaan benda uji;
i. Membaca dan mencatat suhu pada termometer.

V. Gambar Alat dan Gambar Kerja


Tabel 13.1 Gambar alat pengujian titik nyala dan titik bakar (Terlampir).

TITIK LEMBEK ASPAL


36
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

Tabel 13.2 Gambar kerja pengujian titik nyala dan titik bakar (Terlampir).

VI. Diagram Alir

Mulai

Memanaskan benda uji hingga cair

Memasukan benda uji kedalam cawan cleveland dan menyalakan pemanas

Memasang termometer tegak lurus pada tepian cawan, mengatur suhu pemanas pada
kenaikan suhu setiap 15˚C setiap menit

Mengatur kenaikan suhu 5-6˚C tiap menit saat mencapai 56˚C, lanjutkan sampai
terlihat nyala singkat

Membaca suhu sampai terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik diatas permukaan

Membaca dan mencatat suhu pada termometer

Selesai

Gambar 13.1 Diagram alir pengujian titik nyala dan titik bakar

TITIK LEMBEK ASPAL


37
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

LAMPIRAN
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR

Tabel 13.1 Gambar alat pengujian titik nyala dan titik bakar
No Gambar Alat Keterangan
1 Termometer 100˚C

2 Cincin kuningan

3 Bola baja diameter 9,5


mm, berat 3,5 g ± 0,05 g
4 Alat pengarah bola

5 Dudukan benda uji yang


terdiri dari pemegang
cincin dan peralatannya
6 Gelas ukur 1000 ml

7 Stopwatch
8 Pelat kuningan
9 Alat pemanas
10 Kawat kasa
11 Tin box
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & B BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH -HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435 Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
Website: [Link]

LAMPIRAN
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR

Tabel 13.2 Gambar kerja pengujian titik nyala dan titik bakar
No Gambar Kerja Keterangan
Memanaskan benda uji hingga
1
cair.
Mengolesi 2 buah cincin dan
2 pelat kuningan dengan
campuran gliserin dan dekstrin.
Menuang benda uji ke dalam
cincin dan diamkan hingga
3
mencapai suhu ruang lalu
memasang penutup cincin.
Memasukkan es batu ke dalam
4 gelas ukur lalu memasukkan air
sebanyak 800 ml.
5 Menyalakan alat pemanas.
Memasang dudukan kedalam
6 gelas ukur dan meletakkan
benda uji pada dudukan.
Meletakkan kawat kasa dan
7
gelas ukur pada alat pemanas.
Mencatat waktu pada setiap

8 kenaikan suhu 5˚C hingga benda


uji menyentuh dasar.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

BAB XIV
EKSTRAKSI ASPAL
AASHTO T 164-98

I. PENGERTIAN
Ekstraksi merupakan pemeriksaan sampel aspal yang bertujuan untuk
mengetahui kandungan aspal yang ada apakah sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditentukan menurut SKBI – 24.26.1987: yaitu kadar aspal yang diijinkan
berkisar antara 4% – 7%

II. MAKSUD
Maksud dari percobaan ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam
pelaksanaan pengujian ekstraksi aspal dengan alat extraction test.

III. TUJUAN
Tujuan pengujian ekstraksi aspal adalah untuk mengetahui kadar bitumen dan
gradasi agregat yang digunakan pada campuran aspal beton.

IV. BENDA UJI


Benda uji yang digunakan dalam pengujian ekstraksi aspal adalah campuran
aspal beton dengan kadar aspal 6,5 %.

V. PERALATAN
Adapun peralatan yang digunakan dalam pengujian ekstrasi aspal adalah:
1. Extraction test machine.
2. Bowl extraction.
3. Spatula.
4. Filter kertas.
5. Timbangan dengen ketelitian 0,01
6. Panci
7. Oven listrik
8. Sieve shaker.

EKSTRAKSI ASPAL
38
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081328278151

VI. CARA PENGUJIAN


1. Menimbang bowl extraction.
2. Meletakkan benda uji ke dalam bowl extraction dan menimbangnya.
3. Memasukan benda uji dan bowl extraction ke dalam oven sampai lembek.
4. Menimbang kertas filter sebelum dipakai.
5. Mengeluarkan bowl extraction dan benda uji dari oven kemudian
meletakan pada mesin extraction.
6. Menuang bensin ke dalam bowl extraction kemudian meletakkan pada
mesin extraction.
7. Menuangkan bensin sampai benda uji terendam semua kemudian
mengaduknya dengan spatula.
8. Meletakan kertas filter diatas bowl extraction kemudian menutupnya.
9. Menjalankan mesin extraction dengan memutar gagang pemutar dengan
kecepatan 5 x 100 rpm.
10. Menampung bitumen yang keluar dari extraction dengan panci.
11. Mengulang langkah 7-10 sampai bensin yang keluar dari saluran
pembuangan mesin extraction jernih.
12. Mengeluarkan bowl extraction dari mesin extraction.
13. Mengangin-anginkan kertas filter agar bensin menguap.
14. Menimbang kertas filter setelah kering.
15. Mengeringkan bowl extraction dengan agregat hasil extraction ke dalam
oven hingga kering.
16. Menimbang bowl extraction, agregat hasil extraction dan filler tersebut.
17. Mengayak agregat hasil extraction dari mangkuk, dengan sieve shaker
selama 15 menit.
18. Menimbang agregat hasil extraction yang tertahan pada masing-masing
ayakan.
19. Mengeringkan panci penguapan sampai tersisa endapan.
20. Menimbang panci penguapan yang sudah kering.

EKSTRAKSI ASPAL
39
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS

[Link] : Tanggal :
Jenis material : Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :
Komulatif
No Saringan Berat Tertahan (gr)
Tertahan %Tertahan %Komulatif

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR
[Link] : Tanggal :
Jenis material : Split 1-2 Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :

komulatif
No Saringan Berat Tertahan (gr)
Tertahan %tertahan %Komulatif

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR
[Link] : Tanggal :
Jenis material : Screening Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :

komulatif
No Saringan Berat Tertahan (gr)
Tertahan %tertahan %Komulatif

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
ABRASI (LOS ANGELES ABRATION)

No Lampiran Laporan : Tanggal :


Jenis Material : Dikerjakan Oleh :
Nomor Contoh : Dihitung Oleh :
Pekerjaaan : Diperiksa :
Berat Contoh :
Gradasi Pemeriksaan Batu Pecah
Saringan Hasil Pengujian
Lewat Tertahan Berat Sebelum (a) (gram)

Jumlah Berat
Berat Sesudah (b)

1. a = ................................ gram
b = .................................. gram
a – b = ........................... gram

2. a = ............................ gram
b = ............................ gram
a – b = ........................... gram
Keausan I = a – b X 100% =……………….% < 40 % ( ok)
a
Keausan II = a − b X 100% =………………% < 40 % (ok)
a
Keausan rata-rata =……………….% < 40 % (ok)

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
BERAT JENIS AGREGAT HALUS
No. Lampiran : Tanggal :
Jenis Material : Dikerjakan Oleh :
Nomor Contoh : Dihitung Oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat Contoh :
NILAI
KETERANGAN
Berat Benda Uji Permukaan Jenuh (SSD)

Berat Benda Uji Oven (Bk)

Berat Picnometer Diisi Air (250C)

Berat Picnometer + Benda Uji (SSD) + Air (250C) (Bt)


𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Bulk 𝐵𝐵+𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆−𝐵𝐵𝐵𝐵

𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆
Berat Jenis Kering Permukaan Jenuh 𝐵𝐵+𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆−𝐵𝐵𝐵𝐵

𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Semu (Apparent) 𝐵𝐵+𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵

𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆−𝐵𝐵𝐵𝐵
Penyerapan (Absorbsi) x 100 %
𝐵𝐵𝐵𝐵

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon-Banten Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
BERAT JENIS AGREGAT KASAR
No. Lampiran : Tanggal :
Jenis Material : Split Dikerjakan Oleh :
Nomor Contoh : Dihitung Oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :

KETERANGAN I
Berat Benda Uji Kering Oven (Bk)
Berat Benda Uji Kering Permukaan Jenuh (Bj)
Berat Benda Uji di dalam air (Ba).
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Bulk 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Kering Permukaan Jenuh 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Semu (Apparent) 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
Penyerapan (Absorbsi) 𝐵𝐵𝐵𝐵
x 100 %

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon-Banten Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
BERAT JENIS AGREGAT KASAR
No. Lampiran : Tanggal :
Jenis Material : Screening Dikerjakan Oleh :
Nomor Contoh : Dihitung Oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :

KETERANGAN I
Berat Benda Uji Kering Oven (Bk)
Berat Benda Uji Kering Permukaan Jenuh (Bj)
Berat Benda Uji di dalam air (Ba).
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Bulk 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Kering Permukaan Jenuh 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵
Berat Jenis Semu (Apparent) 𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
𝐵𝐵𝐵𝐵−𝐵𝐵𝐵𝐵
Penyerapan (Absorbsi) 𝐵𝐵𝐵𝐵
x 100 %

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon-Banten Tlp. (0254) 395502 Ext. 19
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
BERAT JENIS ASPAL
[Link] : Tanggal :
Jenis material : Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :
Keterangan I
Berat picnometer (W1)
Berat picnometer +Air (25 oC) (W2)
Berat picnometer + Benda Uji (W3)
Berat picnometer + Benda Uji+ Air (25 oC) (W4)
𝑩𝑩𝑩𝑩 𝑺𝑺𝑺𝑺𝑺𝑺𝑺𝑺 (𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨𝑨)
(𝑾𝑾𝟑𝟑 − 𝑾𝑾𝟏𝟏 )
=
(𝑾𝑾𝟐𝟐 − 𝑾𝑾𝟏𝟏 ) − (𝑾𝑾𝟒𝟒 − 𝑾𝑾𝟑𝟑 )

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
KEKENTALAN ASPAL

[Link] : Tanggal :
Jenis material : Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :

Pembacaan Waktu Pembacaan Suhu


Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Persiapan Peralatan
Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Pemanasan
Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Pemeriksaan
Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C

Say Bolt Type Furol


Detik Centistones
39
41
43
46
50
52
54
57
59
71
82
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

94
105
118
129
140
153
165
175
235

Viscositas 60 oC Waktu (detik) SCT


Pengamata 1 :
Pengamatan 2 :
Rata - rata :

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
KEHILANGAN BERAT ASPAL
[Link] : Tanggal :
Jenis material : Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :
Pembacaan Waktu Pembacaan Suhu
Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Contoh Dipanaskan
Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Mendinginkan Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Contoh Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Pemeriksaan pada Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
suhu 163 oC Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C

NILAI
KETERANGAN
Brat cawan + aspal keras
Berat cawan kosong
Berat aspal keras
Berat sebelum pemanasan
Berat sesudah pemanasan
Berat endapan
Kehilangan berat aspal

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
PENETRASI ASPAL

[Link] : Tanggal :
Jenis material : Dikerjakan oleh :
Nomor contoh : Dihitung oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat contoh :

Pembacaan Waktu Pembacaan Suhu


Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Contoh Dipanaskan
Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Mendinginkan pada Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
suhu ruang Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Contoh direndam Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
pada suhu 25 oC Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C
Pemeriksaan penetrasi Mulai jam : ..................... WIB ...................... 0C
pada suhu 25 oC Selesai jam : ..................... WIB ...................... 0C

Penetrasi Pada Suhu 25 oC


I II
Beban 100 gr selama 5 detik
Pengamatan 1
Pengamatan 2
Pengamatan 3
Pengamatan 4
Pengamatan 5
Rata - Rata
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

Jenis Aspal Penetrasi 40 Penetrasi 60 Penetrasi 80


Persyaratan Min - Max Min - Max Min - Max
Umum 40 – 59 60 – 79 80 - 99

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

KOMPOSISI GRADASI
Split Split Abu Split Split Split Abu
Sieve Screen Screen Total Spec Daerah Fuller
2/3 1/2 Batu 2/3 2/3 1/2 Batu

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

RENCANA CAMPURAN AC/WC


% gr % gr % gr % gr % gr % gr
Split 2/3
Split ½
Screen
Abu Batu
Aspal
Filler

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

ANALISA DATA PENGUJIAN MARSHALL


CA FA FF K
Pb = 0,035 CA + 0,045 FA + 0,18FF + k = . . . . . . . .

Berat Jenis Aspal ............ (Gb)


Tinggi
Benda Uji Kadar Aspal Berat Benda Uji Stabilitas
(cm)

BJ
Hasil
Angka BJ Bulk Isi benda Campuran Berat Isi Keleleha
Kode Briket VIM (%) VMA (%) VFA (%) Bagi
Korelasi Agregat Uji (cc) Maksimum (t/m3) n (mm)
Pengukuran

Terhadap Terhadap Setelah Marshall


Kering Dalam Air (Teoritis) Bacaan
Berat Berat SSD (gr) Dikoreksi
(gr) (gr) Pada Alat
Agregat % Campuran % (kg)

a b c d e f g h = f-g j k l m n o p q r
b

A-1
A-2
A–3

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 081287301294

LAMPIRAN
DAKTILITAS ASPAL
No. Lampiran Laporan : Tanggal :
Jenis Material : Dikerjakan Oleh :
Nomor Contoh : Dihitung Oleh :
Pekerjaan : Diperiksa :
Berat Contoh :
Hasil Pengujian
Daktilitas Pada 25˚C, 5 cm/menit
1
Pengamatan 2
3
Rata-Rata

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

BLANKO
TITIK LEMBEK ASPAL

No Lampiran Laporan : …………… Tanggal : ……………


Jenis Material : …………… Dikerjakan Oleh : ……………
Nomor Contoh : …………… Dihitung Oleh : ……………
Pekerjaan : …………… Diperiksa : ……………
Berat Contoh : ……………

Suhu yang
No. Waktu (detik) Titik Lembek (˚C)
Diamati (˚C)
I II I II
1 5
2 10
3 15
4 20
5 25
6 30
7 35
8 40
9 45
10 50
11 55
12 60
13 65
14 70
15 75
16 80
17 85

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

BLANKO
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR

No Lampiran Laporan : …………… Tanggal : ……………


Jenis Material : …………… Dikerjakan Oleh : ……………
Nomor Contoh : …………… Dihitung Oleh : ……………
Pekerjaan : …………… Diperiksa : ……………
Berat Contoh : ……………

Suhu yang
No. Waktu (detik) Titik Lembek (˚C)
Diamati (˚C)
I II I II
1 5
2 10
3 15
4 20
5 25
6 30
7 35
8 40
9 45
10 50
11 55
12 60
13 65
14 70
15 75
16 80
17 85

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON – SURVEYING – INVESTIGASI TANAH – KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. (0254) 395502 Ext. 19

LAMPIRAN
EKSTRAKSI ASPAL
No. Lampiran : Tahun :
Jenis Material : Dikejakan :
Nomor Contoh : Dihitung :
Pekerjaan : Diperiksa :

No Keterangan Nilai Satuan


1 Berat bowl extraction (A) gram
2 Berat sampel kering + bowl sebelum diekstraksi (B) gram
3 Berat sampel kering + bowl setelah diekstraksi (C) gram
4 Berat sampel kering sebelum diekstraksi (B – A) gram
5 Berat sampel kering setelah diekstraksi (E) gram
6 Berat filter sebelum dipakai (F) gram
7 Berat filter setelah dipakai (G) gram
8 Selisih berat filter (G – F) gram
9 Berat mangkuk penguapan (I) gram
10 Berat mangkuk penguapan + abu (J) gram
11 Berat abu dalam mangkuk penguapan gram
(J - I)
12 Berat total agregat (E + Selisih berat filter + Berat gram
abu)
13 Berat bitumen dalam campuran (Berat sampel gram
kering sebelum diekstraksi - Berat total agregat)
14 Prosentase bitumen dalam campuran %
(100 x M/D)

Mengetahui,
Asisten Laboratorium

NIM.
LABORATORIUM TEKNIK SIPIL LABORATORIUM TEKNIK SIPIL
JURUSAN TEKNIK SIPIL – FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL – FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

KARTU PRAKTIKUM KARTU PRAKTIKUM


PERENCANAAN PERKERASAN JALAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN
NAMA : NAMA :
Foto 3x4 Foto 3x4
NIM : NIM :
SEMESTER : SEMESTER :
KELOMPOK : KELOMPOK :
TATA-TERTIB PRAKTIKUM PERENCANAAN PERKERASAN JALAN TATA-TERTIB PRAKTIKUM PERENCANAAN PERKERASAN JALAN
1. Praktikan diharuskan membawa kartu praktikum setiap akan melaksasnakan praktikum 1. Praktikan diharuskan membawa kartu praktikum setiap akan melaksasnakan praktikum
2. Praktikan datang 10 menit sebelum jadwal praktikum dimulai dan selambat-lambatnya 2. Praktikan datang 10 menit sebelum jadwal praktikum dimulai dan selambat-lambatnya
5 menit setelah jadwal praktikum 5 menit setelah jadwal praktikum
3. Praktikan wajib berpenampilan rapih dan sopan 3. Praktikan wajib berpenampilan rapih dan sopan
4. Praktikan wajib mengenakan seragam laboratorium 4. Praktikan wajib mengenakan seragam laboratorium
5. Praktikan yang belum menguasai materi ketika tes pendahuluan tidak diperbolehkan 5. Praktikan yang belum menguasai materi ketika tes pendahuluan tidak diperbolehkan
mengikuti praktikum mengikuti praktikum
6. Praktikan diharuskan berlaku sopan, tertib, tidak membuat kegaduhan, dan tidak 6. Praktikan diharuskan berlaku sopan, tertib, tidak membuat kegaduhan, dan tidak
mengganggu praktikan lain mengganggu praktikan lain
7. Bagi yang muslim disarankan membawa perlengkapan solat 7. Bagi yang muslim disarankan membawa perlengkapan solat
8. Praktikan harus membawa alat tulis dan alat hitung 8. Praktikan harus membawa alat tulis dan alat hitung
9. Praktikan tidak merokok selama praktikum dilaksanakan 9. Praktikan tidak merokok selama praktikum dilaksanakan
10. Praktikan dilarang meninggalkan area praktikum selama kegiatan praktikum 10. Praktikan dilarang meninggalkan area praktikum selama kegiatan praktikum
dilaksanakan, kecuali atas izin asisten dilaksanakan, kecuali atas izin asisten
11. Praktikana wajib menjaga nama baik jurusan teknik sipil untirta dengan cara 11. Praktikana wajib menjaga nama baik jurusan teknik sipil untirta dengan cara
berperilaku BAIK berperilaku BAIK
12. Praktikanyang tidak dapat mengikuti praktikum dikarenakan sakit diharapkan 12. Praktikanyang tidak dapat mengikuti praktikum dikarenakan sakit diharapkan
memberikan surat keterangan dari dokter memberikan surat keterangan dari dokter
13. Jika terjadi kerusakan alat karena kecerobohan, praktikan harus mengganti 13. Jika terjadi kerusakan alat karena kecerobohan, praktikan harus mengganti
14. Apabila Praktikan melanggar peraturan tersebut diatas, siap menerima sanksi yang 14. Apabila Praktikan melanggar peraturan tersebut diatas, siap menerima sanksi yang
ditetapkan dan disetujui oleh kepala Lab. ditetapkan dan disetujui oleh kepala Lab.

Kepala Laboratorium Teknik Sipil Kepala Laboratorium Teknik Sipil

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


Bab Modul Tanggal Paraf Bab Modul Tanggal Paraf

1 ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS 1 ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS

2 ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR 2 ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR

3 ABRASI (LOS ANGELES ABRATION) 3 ABRASI (LOS ANGELES ABRATION)

4 BERAT JENIS AGREGAT HALUS 4 BERAT JENIS AGREGAT HALUS

5 BERAT JENIS AGREGAT KASAR 5 BERAT JENIS AGREGAT KASAR

6 BERAT JENIS ASPAL KERAS 6 BERAT JENIS ASPAL KERAS

7 KEKENTALAN ASPAL 7 KEKENTALAN ASPAL

8 KEHILANGAN BERAT MINYAK DAN ASPAL 8 KEHILANGAN BERAT MINYAK DAN ASPAL

9 UJI PENETRASI ASPAL 9 UJI PENETRASI ASPAL

10 ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL 10 ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL

11 DAKTILITAS 11 DAKTILITAS

12 TITIK LEMBEK 12 TITIK LEMBEK

13 TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR 13 TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR

14 EKSTRAKSI ASPAL 14 EKSTRAKSI ASPAL

Anda mungkin juga menyukai