RMK AKUNTANSI MANAJEMEN
“PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN”
I KOMANG SURYA PERMANA
202133121276
D5
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS WARMADEWA
2023
➢ Deskripsi Anggaran
Anggaran keuangan adalah sebuah daftar lengkap berisi biaya-biaya perlu dikeluarkan
perusahaan guna melaksanakan operasionalnya. Sementara itu berdasarkan akuntansi,
pengertian anggaran keuangan adalah sebuah estimasi biaya operasional perusahaan dalam
jangka waktu tertentu, yang wajib disusun dan dianalisa sebelum dikeluarkan.
Anggaran merupakan alat akuntansi yang dapat membantu pimpinan perusahaan dalam
merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Anggaran memperlihatkan bagaimana
sumber daya yang diharapkan akan diperoleh dan dipakai selama periode waktu tertentu.
➢ Menyiapkan Anggaran Induk
1. Penyusunan Anggaran Induk (Master Budgeting)
Anggaran induk atau Master Budgeting adalah sebuah anggaran komprehensif yang
menyatakan keseluruhan rencana bisnis bagi seluruh perusahaan untuk suatu periode yang
mencakup satu tahun atau kurang.
Anggaran induk terdiri dari dua komponen yaitu:
• Anggaran operasi
• Anggaran keuangan
2. Anggaran operasi (Operating Budget)
Operating Budget merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu
yang akan datang, yang meliputi beberapa sektor yaitu:
• Sektor Penghasilan (Revenues), ialah pertambahan aktiva perusahaan yang
mengakibatkan bertambahnya modal sendiri, tetapi bukan karena penambahan setoran
modal baru dari para pemiliknya, dan bukan pula juga pertambahan aktiva perusahaan
yang disebabkan karena bertambah utang.
Dari sudut hubungannya dari usaha utama perusahaan, penghasilan dapat dibedakan
menjadi dua subsektor yaitu:
a. Subsektor Penghasilan Utama (Operating Revenues),
b. Subsektor Penghasilan Bukan Utama (Non- Operating Revenues),
• Sektor Biaya (Expenses), ialah pengurangan aktiva perusahaan yang mengakibatkan
berkurangnya modal sendiri, tetapi bukan karena pengurangan (pengambilan) modal
oleh para pemiliknya, dan bukan pula merupakan pengurangan aktiva perusahaan yang
disebabkan karena berkurangnya utang.
Dari sudut hubungannya dari usaha utama perusahaan, biaya dapat dibedakan mejadi
dua subsektor yaitu:
a. SubsektorBiayaUtama(OperatingExpenses),
b. Subsektor Biaya Bukan Utama (Non- Operating Expenses)
3. Tahap-tahap Penyusunan Anggaran Operasi (Operating Budget)
Tahap - tahap anggaran operasi adalah sebagai berikut:
1. Anggaran penjualan
Anggaran penjualan disusun berdasarkan forecasting (peramalan).
2. Anggaran produksi
Anggaran produksi disusun terlebih dahulu sebelum penyusunan anggaran
bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
3. Anggaran bahan baku
Anggaran bahan baku disusun sebagai bentuk pertimbangan perusahaan dalam
menentukan jumlah bahan baku yang akan dipakai
4. Anggaran tenaga kerja langsung
Tenaga kerja langsung merupakan salah satu faktor produksi yang penting
dalam perusahaan.
5. Anggaran biaya overhead pabrik
Biaya overhead memiliki peranan penting dalam penentuan alokasi biaya
perusahaan.
6. Anggaran harga pokok penjualan
Perhitungan harga pokok penjualan mampu memberikan pengaruh pada
keakuratan perhitungan laba perusahaan.
4. Anggaran Keuangan (Financial Budget)
Financial Budget merencanakan tetang posisi finansial perusahaan pada suatu saat
tertentu yang akan datang. Atas dasar kelengkapan isinya, balance sheet budget dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu:
o Master Balance Sheet Budget (Budget Induk Neraca),
o Balance Sheet Supporting Budget (Budget Penunjang Neraca),
5. Penyusunan Anggaran Keuangan (Financial Budget)
Dengan itu jelas bahwa jika perusahaan akan menyusun financial budget (Anggaran
Keuangan), haruslah memperhatikan dan mempertimbangkan operating budget
(Anggaran Keuangan). Atau dengan kata lain operating budget harus disusun lebih awal
daripada financial budget,
➢ Menggunakan Anggaran untuk Evaluasi Kinerja
Anggaran dapat digunakan untuk melakukan evaluasi kinerja dengan cara menghitung
perbandingan antara anggaran yang telah disiapkan dengan anggaran yang benar-benar
digunakan dalam pelaksanaan kegiatan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan
evaluasi kinerja menggunakan anggaran:
• Siapkan anggaran yang disusun secara cermat dan terperinci, termasuk biaya-biaya
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan.
• Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, lakukan perbandingan antara anggaran yang
telah disiapkan dengan anggaran yang benar-benar digunakan dalam pelaksanaan
kegiatan.
Evaluasi kinerja juga dapat dilakukan dengan mengukur efisiensi dan efektivitas
penggunaan anggaran, yaitu dengan membandingkan output dan outcome yang dicapai
dengan biaya yang dikeluarkan. Evaluasi kinerja dapat digunakan sebagai bahan evaluasi
untuk perbaikan di masa depan, seperti melakukan perbaikan pada perencanaan anggaran,
mengoptimalkan penggunaan anggaran, atau melakukan efisiensi pada biaya-biaya yang
dikeluarkan.
➢ Anggaran Berdasarkan Aktivitas
Pendekatan anggaran berdasarkan aktivitas dapat digunakan untuk menekankan penurunan
biaya melalui peniadaan aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas
yang diperlukan.
• Anggaran Aktivitas Statis Aktivitas
Jumlah sumber daya yang dikonsumsi bergantung pada permintaan output aktivitas, jadi
membangun suatu anggaran berdasarkan aktivitas memerlukan tiga langkah :
1. Aktivitas dalam organisasi harus diidentifikasi,
2. Permintaan tiap output harus diperkirakan,
3. Biaya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi tingkat aktivitas ini harus
dinilai
• Anggaran Fleksibel Aktivitas
Merupakan prediksi biaya aktivitas nantinya jika terdapat perubahanpada output aktivitas.
Kemampuan untuk mengidentifikasi perubahan dalambiaya aktivitas yang sejalan dengan
perubahan output aktivitas memungkinkanpara manajer harus lebih berhati – hati dalam
merencanakan dan mengawasipeningkatan aktivitas.