0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan3 halaman

Kos Standar dan Pengendalian Manajerial

Dokumen tersebut membahas tentang analisis variansi biaya standar untuk bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead dalam sistem akuntansi manajemen. Terdapat penjelasan mengenai konsep dan rumus variansi harga dan penggunaan untuk setiap komponen biaya serta akuntansi yang terkait.

Diunggah oleh

Rahen Refaya 281
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan3 halaman

Kos Standar dan Pengendalian Manajerial

Dokumen tersebut membahas tentang analisis variansi biaya standar untuk bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead dalam sistem akuntansi manajemen. Terdapat penjelasan mengenai konsep dan rumus variansi harga dan penggunaan untuk setiap komponen biaya serta akuntansi yang terkait.

Diunggah oleh

Rahen Refaya 281
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : I Gusti Ngurah Gede Surya Bayu Putra

NPM : 202133121280
Kelas : D5 Akuntansi

RMK Akuntansi Manajemen


Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Manajerial
1. Standar Unit
Sebuah sistem biaya standar menganggarkan jumlah serta biaya berdasarkan
unit. Anggaran unit tersebut berupa bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead.
Maka dari itu, biaya standar adalah jumlah sebenarnya yang harus dikeluarkan untuk
memproduksi suatu produk maupun suatu jasa. Standar yang dibuat diterapkan
berdasarkan pengalaman historis, studi teknis, serta input dari personel operasional,
pemasaran, hingga personel akuntansi.
Terdapat dua jenis standar yaitu standar operasional dan standar ideal. Dimana
standar operasional tersebut merupakan standar yang saat ini bisa dicapai dengan
kondisi operasional perusahaan yang efisien. Sedangkan, standar ideal adalah standar
yang bisa tercapai dengan efisiensi maksimum.
Sistem perhitungan biaya standar ini digunakan untuk memperbaiki
perencanaan, pengendalian, serta memberikan fasilitas untuk perhitungan harga pokok
produk. Dengan membandingkan hasil aktual dengan hasil standar serta membagi
variansi dalam komponen harga serta kuantitas, respons balik yang tersedia untuk para
manajer. Informasi tersebut bisa membuat para manajer untuk menerapkan tingkat
kendali yang lebih besar terhadap biaya daripada yang ditemukan dalam sistem
perhitungan biaya normal. Keputusan mengenai penawaran lebih mudah dibuat ketika
menerapkan sistem perhitungan biaya standar.

2. Biaya Produk Standar


Biaya standar adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi
suatu barang dan jasa. biaya standar yang dapat diraih dengan kondisi operasional yang
efisien. Sistem perhitungan biaya standar digunakan untuk memperbaiki perencanaan
untuk dan pengendalian, serta memfasilitasi perhitungan harga pokok produk, dengan
membandingkan hasil aktual dengan standar dan membagi variansi dalam komponen
harga dan kuantitas, respon balik tersedia sebagai informasi.
Dalam perusahaan manufaktur, biaya standar dikembangkan untuk bahan baku
langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead. Menggunakan biaya biaya tersebut
biaya standar per unit (standard cost per unit) akan dihitung kertas kerja biaya standar
(standard cost sheet) memberikan data produksi yang dibutuhkan untuk menghitung
biaya per unit standar.
3. Analisis Variansi: Deskripsi Umum
Variansi anggaran adalah perbedaan antara biaya aktual dan biaya yang
direncanakan. Dalam sistem perhitungan biaya standar, variansi anggaran dipisah
menjadi variansi harga dan penggunaan. Variansi harga adalah perbedaan antara harga
aktual dengan harga standar per unit dikalikan jumlah input yang digunakan, Adapun
rumus dari ini adalah :
(AP-SP) AQ.
Sedangkan variansi penggunaan (efisiensi) adalah perbedaan antara kuantitas
aktual dengan input standar dikalikan dengan standar harga per unit input, rumusnya
(AQ-SQ) SP.
Total variansi adalah hasil dari penjumlahan variansi harga dengan variansi
penggunaan.

4. Analisis Variansi: Bahan Baku dan Tenaga Kerja


Variansi harga bahan baku adalah perbedaan antara apa yang harus dibayar
untuk pembelian bahan baku dengan apa yang sudah dibayarkan. Variansi penggunaan
bahan baku adalah perbedaan antara biaya bahan baku yang seharusnya dipakai dengan
jumlah yang sudah terpakai. Variansi harga bahan baku dan penggunaan dihitung
dengan pendekatan tiga cabang (kolom) serta pendekatan rumus :
MPV (Material Price Variance) = (AP x AQ) - (SP x AQ) dengan keterangan
• AP = harga aktual per unit,
• SP =harga standar per unit, dan
• AQ = kuantitas aktual bahan baku yang digunakan.
Variansi tenaga kerja merupakan perbedaan antara biaya tenaga kerja yang
digunakan dan biaya tenaga kerja yang seharusnya digunakan. Variansi tenaga kerja ini
juga dihitung dengan menggunakan pendekatan tiga kolom dan juga menggunakan
rumus :
ERV (Labor Rate Variance) = (AR - SR) AH
dengan keterangan AR =tarif upah aktual per jam,
SR =merupakan tarif upah standar per jam, dan
AH =merupakan jam tenaga kerja langsung aktual yang
digunakan.

5. Analisis Variansi: Biaya Overhead


Variansi biaya overhead dibagi menjadi dua bagian yaitu, variansi biaya
overhead variabel dan variansi biaya overhead tetap. Variansi overhead variabel dibagi
lagi menjadi dua bagian yaitu variansi pengeluaran overhead variabel dan variansi
efisiensi variabel. Variansi pengeluaran overhead variabel merupakan perbedaan antara
BOP aktual dengan BOP yang dianggarkan pada jam kerja aktual. Sedangkan variansi
efisiensi variabel adalah perbedaan antara overhead variabel yang dianggarkan pada
input aktual dengan overhead variabel yang dibebankan. Hal tersebut bisa langsung
ditambahkan pada efisiensi penggunaan tenaga kerja dan asumsi bahwa seluruh
overhead variabel digerakkan oleh jam tenaga kerja langsung.
Variansi biaya overhead tetap dipecah juga menjadi dua bagian yaitu variansi
pengeluaran overhead tetap dan variansi efisiensi volume overhead tetap. Variansi
pengeluaran overhead tetap adalah perbedaan antara biaya aktual overhead tetap dengan
biaya overhead tetap yang dianggarkan. Sedangkan variansi volume adalah perbedaan
antara overhead tetap yang dianggarkan dengan overhead tetap yang dibebankan.
Variansi ini muncul saat volume aktual produksi berbeda dari volume yang
diprediksikan sehingga merupakan ukuran penggunaan kapasitas.
6. Akuntansi Untuk Variansi
a. Ayat Jurnal untuk Variansi Bahan Baku Langsung
● Variansi Harga Bahan Baku
Ayat jurnal untuk mencatat pembelian bahan baku :
Persedian Bahan Baku xxxx
Variansi Harga Bahan Baku xxxx
Utang Dagang xxxx
● Variansi Penggunaan Bahan Baku
Ayat jurnal untuk penggunaan bahan baku :
Barang Dalam Proses xxxx
Variansi Penggunaan Bahan Baku xxxx
Persediaan Bahan Baku xxxx
b. Ayat Jurnal untuk Variansi Tenaga Kerja Langsung
Disposisi Variansi Bahan Baku dan Tenaga Kerja
Barang dalam proses xxxx
Variansi evisiensi tenaga kerja xxxx
Variansi tarif tenaga kerja xxxx
Utang Gaji xxxx
c. Ayat Jurnal untuk Variansi Overhead
Walaupun variansi overhead dapat dicatat dengan mengikuti pola yang
hampir sama seperti yang digambarkan untuk tenaga kerja dan bahan baku,
variansi ini secara umum lebih diperlakukan sebagai bagian dari suatu analisis
overhead periodik. Overhead yang dibebankan diakumulasikan ke dalam akun
yang dibebankan dan overhead aktual dihitung dalam akun [Link]
periodik, laporan kinerja yang memberikan informasi variansi overhead
disiapkan. Pada akhir tahun, akun yang dibebankan, akun pengendalian ditutup,
dan variansi dipisahkan. Kemudian variansi overhead disingkirkan dengan
menutupnya ke Harga Pokok Penjualan jika jumlahnya tidak materiil atau
dengan mempraktekannya diantara barang dalam proses, barang jadi, dan harga
pokok penjualan jika jumlahnya tidak besar.

Anda mungkin juga menyukai