TUGAS KELOMPOK
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
RMK 2
OLEH KELOMPOK
1. I PUTU ADITYA OKA DANANJAYA (202133121274)
2. I KOMANG SURYA PERMANA (202133121276)
3. I GUSTI NGURAH GEDE SURYA BAYU PUTRA (202133121280)
4. I GUSTI MADE AGUS RAHEN REFAYA ALVAN PUTRA
(202133121097)
UNIVERSITAS WARMADEWA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
TAHUN AJARAN 2022/2023
1. Pengenalan Proses Transaksi
Menurut buku Sistem Informasi Akuntansi oleh Eni Endaryati, [Link], [Link]
Siklus atau proses akuntansi adalah proses berjenjang untuk mengidentifikasi,
menganalisis, dan merekam peristiwa akuntansi perusahaan. Rangkaian
langkah dimulai ketika transaksi terjadi dan diakhiri dengan penyertaannya
dalam laporan keuangan. Catatan akuntansi tambahan mungkin akan digunakan
selama siklus akuntansi terjadi, termasuk input catatan di buku besar dan neraca
saldo.
Siklus akuntansi merupakan suatu proses akuntansi sistematis dan bertahap
yang dilakukan dengan tujuan untuk memproses berbagai bukti transaksi
keuangan dan mengolahnya menjadi sebuah laporan atau informasi akuntansi
pada sebuah entitas dalam suatu periode waktu tertentu. Siklus akuntansi
dimulai dan selesai dalam periode akuntansi, waktu di mana laporan keuangan
disusun. Dalam konsep akuntansi, periode akuntansi bervariasi dan bergantung
pada berbagai faktor. Namun, jenis periode akuntansi yang paling umum adalah
periode tahunan. Selama siklus ini berlangsung, banyak transaksi terjadi dan
dicatat. Pada akhir tahun, laporan keuangan umumnya disiapkan. Entitas publik
wajib menyerahkan laporan keuangan pada tanggal tertentu.
2. Peninjauan Proses Transaksi
Menurut buku Sistem Informasi Akuntansi oleh Eni Endaryati, [Link], [Link]
Semua proses sistem akuntansi meliputi beberapa hal:
a. Pengumpulan data. Langkah pertama jika mendapat data baru adalah
memasukkan dalam jurnal, mengumpulkan dengan transaksi lain
berdasarkan tanggal terjadinya. Setiap transaksi yang diinput memiliki
kode transaksi masing – masing dengan tujuan untuk mempermudah
proses akuntansi selanjutnya pada saat dikelompokkan.
b. Pengaturan data. Data merupakan fakta mentah untuk menghasilkan
sebuah informasi. Aktivitas dalam pengaturan data adalah
pemeliharaan data, mendaftar data akuntansi, mengklasifikasikan data
dan memberi kode.
c. Tata cara pelaksanaan. Untuk mengumpulkan dan menggunakan data
dibutuhkan prosedur dan prosedur untuk mengolah data dibagi menjadi
tiga yaitu penumpukan data, pemeliharaan data dan memperbarui
informasi.
d. Pengendalian. Pengendalian dibutuhkan dalam pengolahan data
menjadi informasi dimana dengan pengendalian baik maka sistem
informasi dapat menghasilkan data yang akurat.
3. Mencatat Accounting
Menurut buku sistem informasi akuntansi oleh IRMA PARAMITA SOFIA, SE,
Ak., [Link] Catatan akuntansi dimaksudkan untuk mendukung adanya keperluan
jejak audit dalam memverifikasi transaksi yang dipilih dengan menelusurinya
dari laporan keuangan ke akun buku besar, ke jurnal, ke dokumen sumber, dan
kembali ke sumber aslinya
Setelah melewati tahap input data, maka transaksi akan masuk ke dalam tahap
pemrosesan dalam sistem. Review pengendalian pemrosesan dibagi ke dalam
tiga kategori, yaitu review atas pengendalian run-to-run, pengendalian
intervensi operator, dan pengendalian jejak audit.
1. Pengendalian run-to-run
Review atas pengendalian ini diarahkan pada penggunaan angka-angka
batch untuk memonitor batch terkait saat batch tersebut berpindah dari salah
satu prosedur terprogram ke prosedur lainnya. Review pengendalian ini
memastikan bahwa setiap run dalam sistem akan memproses batch dengan
benar dan lengkap. Angka pengendali batch bisa terdapat dalam sebuah
record pengendali terpisah yang dibuat pada tahap input data, atau dalam
label internal.
2. Pengendalian intervensi operator
Sistem kadang membutuhkan intervensi dari operator untuk melakukan
berbagai tindakan tertentu, seperti memasukkan total pengendali untuk
suatu batch yang terdiri atas banyak record,memasukkan nilai parameter
untuk operasi logis, aktivasi suatu program dari poin yang berbeda ketika
memasukkan ulang record yang telah diproses sebagian.
3. Pengendalian jejak audit
Pemeliharaan jejak audit bertujuan untuk mengendalikan proses-proses
yang penting. Dalam suatu sistem akuntansi, setiap transaksi harus dapat
ditelusuri melalui tiap tahap pemrosesan dari sumber ekonominya hingga
ke penyejiannya dalam laporan keuangan.
4. Teknik dokumentasi
Menurut buku sistem informasi akuantansi penyususn Irma Paramita
Sofia,SE,Ak.,[Link] Teknik dokumentasi perlu dikuasai oleh akuntan maupun
keuangan dan akuntansi untuk mendesain dan mempermudah auditor sistem,
para akuntan menggunakan dokumentasi sistem secara rutin. Kemampuan
untuk mendokumentasikan sistem dalam bentuk grafik karena merupakan
keahlian penting bagi para akuntan untuk dikuasai. Ada enam teknik
dokumentasi dasar, diantaranya : diagram relasi entitas (REA), diagram arus
data (DAD), flowchart dokumen, flowcahart sistem, flowchart program, dan
diagram tata letak record.
1. Diagram Relasi Entitas – REA Diagram
REA adalah suatu teknik dokumentasi yang digunakan untuk
menyajikan relasi antara entitas (sumber daya, peristiwa, dan agen)
dalam sebuah sistem. Sebuah entitas adalah sumber daya (mobil,
kas, atau persediaan), sebuah peristiwa (memilih mobil, pesanan
barang- barang, menerima kas, atau memperbaharui record
akuntansi), atau seorang agen (petugas penjualan, pelanggan, atau
pemasok).
2. Flow Map
Flowmap adalah paket perangkat lunak yang didedikasikan untuk
menganalisis dan menampilkan interaksi atau aliran data. Jenis data
dalam arti khusus ada dua lokasi geografis yang berbeda terhubung
ke masing-masing item data: Sebuah lokasi tempat asal aliran
dimulai dan lokasi tujuan di mana aliran berakhir.
5. Computer – Dasar Sytem Akuntansi
Menurut buku Sistem Informasi Akuntansi oleh Eni Endaryati, [Link], [Link]
Sistem akuntansi merupakan metode dan pencatatan yang dibuat oleh
manajemen untuk mengidentifikasi, menghimpun, menganalisis,
mengelompokkan, mencatat dan melaporkan transaksi satuan usaha dan untuk
menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan kewajiban yang
bersangkutan dengan transaksi tersebut. Sedangkan sistem aplikasi komputer
merupakan sistem aplikasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan
pengolahan data dan manajemen informasi. Dengan demikian sistem aplikasi
yang telah dikembangkan harus dipelihara untuk mengikuti perkembangan
kebutuhan tersebut. Sistem aplikasi komputer dapat dimanfaatkan sebagai
sistem pendukung sistem akuntansi yang digunakan oleh sebuah organisasi
sehingga memungkinkan suatu sistem akuntansi dapat dijalankan dengan lebih
mudah dalam mencapai tujuannya. Penggabungan dua sistem akan
menghasilkan suatu sistem informasi yang sangat berguna bagu suatu organisasi
yang dijalankan untuk memproses dan mengolah data menjadi suatu bentuk
informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Seorang auditor perlu mempertimbangkan manfaat penggabungan kedua sistem
tersebut dalam aktivitasnya. Namun perlu diingat dan dipertimbangkan
kesesuaiannya dengan fasilitas komputer dan sistem akuntansi serta file
berbasis komputer yang diperlukan. Auditor dapat merencanakan untuk
menggunakan fasilitas komputer yang lain, bila penggunaan TABK atas
komputer entitas dianggap tidak ekonomis atau tidak praktis untuk dilakukan.
Sebagai contoh misalnya karena adanya ketidaksesuaian antara program paket
yang digunakan oleh auditor dengan komputer entitas. Auditor harus memiliki
harapan yang masuk akal bahwa fasilitas komputer akan dapat dikendalikan.
Komputerisasi akuntansi adalah sebuah sistem akuntansi dimana komputer
sebagai teknologi untuk menjalankan aplikasi yang digunakan dalam mengolah
transaksi akuntansi dan sekaligus untuk menghasilkan laporan keuangan dalam
sebuah perusahaan. Program komputer untuk akuntansi biasanya dirancang
dengan cermat sehingga operator yang melakukan pencatatan transaksi dapat
melaksanakannya dengan mudah. Setiap langkah yang dikerjakan dalam siklus
akuntansi (penjurnalan, pengakunan dan penyusunan daftar saldo) dapat
dilakukannya dengan mengikuti instruksi yang langsung dapat dilihat pada
layar monitor.
Ada tiga aspek dasar dalam pemrosesan data secara komputer diantaranya:
1) Perangkat keras (Hardware)
Perangkat keras meliputi semua komponen elektronik dan mekanis dari
sistem akuntansi terkomputerisasi. Perangkat ini memberikan kapabilitas
fisik seperti komputasi dasar, pengiriman dan penerimaan sinyal
elektronik, penampilan citra, percetakan keluaran, dan penginputan arsip
dasar. Konfigurasi ini terdiri atas unit pemrosesan, sentral dan peripheral
device.
2) Perangkat lunak (Software)
Perangkat lunak adalah seperangkat program yang menyebabkan komputer
melakukan pekerjaan yang terkoordinasi perangkat lunak akuntansi yaitu
program – program seperti penjurnalan, posting, proses penyelesaian
pembukuan dan penyusunan neraca saldo.
3) Pelaksana (Brainware)
Peran pelaksana sangat penting dalam sistem akuntansi terkomputerisasi
karena sumber daya manusialah yang melakukan input data, menganalisis
kinerja sistem, memprogram kerja sistem, dan bertindak sebagai operator
komputer.
Sistem akuntansi terkomputerisasi dibedakan menjadi dua jenis :
1. Sistem akuntansi terkomputerisasi tradisional. Dalam sistem ini cirinya
adalah masih ada buku besar piutang, persediaan, gaji dan upah, penyusutan
dan lainnya yang harus dicatat dan diproses secara tepat untuk menyajikan
laporan keuangan yang benar.
2. Sistem akuntansi terkomputerisasi berdasarkan database.
Sistem ini mengintegrasikan seluruh akun menjadi satu dan disimpan pada
alat penyimpanan akses langsung. Database dirancang secara tepat dan
memungkinkan pemakai yang berbeda dari informasi yang sama tidak perlu
menyelenggarakan files yang terpisah dan mengulang kegiatan.