0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan18 halaman

Definisi dan Fungsi Bandara

Tinjauan pustaka membahas tentang definisi bandara menurut berbagai sumber, macam-macam bandara, syarat pendirian bandara, faktor pemilihan lokasi, tujuan sistem bandara, dan komponen sistem bandara yang terdiri dari sisi udara dan darat.

Diunggah oleh

adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan18 halaman

Definisi dan Fungsi Bandara

Tinjauan pustaka membahas tentang definisi bandara menurut berbagai sumber, macam-macam bandara, syarat pendirian bandara, faktor pemilihan lokasi, tujuan sistem bandara, dan komponen sistem bandara yang terdiri dari sisi udara dan darat.

Diunggah oleh

adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Umum

2.1.1. Bandara

Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization)

Bandara atau bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk

bangunan, instansi dan peralatan) yang diperuntukan baik secara keseluruhan atau

sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Menurut Undang-Undang No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Bab I

pasal 1 dinyatakan bahwa bandara adalah kawasan di daratan dan atau di perairan

dengan batas batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara

mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan

tempat pemindahan indra dan antar moda transportasi yang dilengkapi fasilitas

keselamatan dan keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas lainnya.

Bandara menurut PT (Persero) Angkasa Pura I Indonesia adalah lapangan

udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan

minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk

masyarakat ( http:[Link]/wiki.Bandar_udara – 2013 )

Bandara menurut Horonjeff (1975), sering juga disebut dengan istilah

airport, merupakan sebuah fasilitas dimana pesawat terbang seperti pesawat udara
7

dan helikopter dapat lepas landas dan mendarat. Suatu bandara minimal memiliki

sebuah landasan pacu atau helipad (untuk pendaratan helikopter), sedangkan

untuk bandara bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain baik untuk

operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan

terminal dan hanggar.

Suatu bandar udara yang memadai dapat melayani kebutuhan jasa

angkutan udara bila ditinjau dari segi keamanan dan keselamatan operasi

penerbangan. Hal tersebut sesuai dalam peraturan perundang-undangan yang

berlaku yaitu :

1. UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU No.1 Tahun 2009

tentang Penerbangan, dan yang ditindaklanjuti dengan Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

2. Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan.

3. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 83 Tahun 1998 tentang

Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen

Perhubungan.

4. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 2013 tentang

Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

5. Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 48 Tahun 2002 tentang

Penyelenggaraan Bandar Udara Umum.

6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang

Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen.


8

7. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor

SKEP/120/VI/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan Rencana

Induk Bandar Udara.

Oleh karena itu suatu bandar udara dapat ditingkatkan pelayanannya perlu

dikembangkan transportasi udara di bandara tersebut. Beberapa alasan pentingnya

perlu peningkatkan kualitas dan kinerja dari suatu bandar udara adalah sebagai

berikut :

1. Bandar udara merupakan prasarana angkutan udara yang menjadi tempat

dimana aktivitas pelayanan jasa angkutan udara bertemu.

2. Dalam rangka mendukung aktivitas pelayanan jasa angkutan udara,

diperlukan ketersediaan fasilitas yang memadai guna menunjang

kelancaran dan keselamatan operasi penerbangan.

3. Dengan semakin tingginya tingkat mobilitas arus lalu lintas udara, setara

dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, fungsi dan peranan

bandar udara menjadi semakin penting dan berkembang.

2.1.2. Macam – macam bandara

Macam-macam bandara ( Horonjeff dan McKelvey,. 1993 ) adalah sebagai

berikut.

1. Airport.

Airport merupakan sebuah fasilitas dimana pesawat terbang dapat

mendarat untuk mengambil muatan dan penumpang serta lepas landas.

Biasanya airport dilengkapi dengan landasan pacu (runway), landasan


9

penghubung (taxiway), appron serta berbagai fasilitas baik untuk operator

layanan penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan terminal dan

hanggar.

2. STOL Port (Short TakeOff and Landing).

STOL Port (Short TakeOff and Landing) merupakan sebuah fasilitas yang

di desain khusus untuk pesawat-pesawat yang dalam operasinya tidak

membutuhkan landas pacu yang panjang, biasanya penumpangnya juga tidak

lebih dari 30 orang. Pada STOL Port (Short TakeOff and Landing) tidak bisa

dipakai untuk melayani pesawat-pesawat konvensional yang biasa beroperasi

pada airport karena landas pacunya tidak cukup panjang.

3. Vertiport.

Suatu vertiport adalah suatu landas pacu biasa di area daratan atau pada

suatu fasilitas bangunan yang di desain khusus dan berfungsi sebagai landasan

pesawat berbaling-baling untuk pendaratan atau mengambil muatan dan

penumpang secara vertikal atau tegak lurus.

4. Heliport.

Suatu heliport adalah suatu landasan bisa diarea daratan atau pada suatu

fasilitas bangunan yang didesain khusus dan berfungsi sebagai landasan

helikopter untuk pendaratan atau mengambil muatan dan penumpang yang

dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya.


10

2.1.3. Syarat-syarat bandara

Menurut Undang-Undang No.1 Tahun 2009 Pasal 215 ayat 1 dan 2 tentang

ijin mendirikan bangunan ditetapkan oleh pemerintah setelah berkoordinasi

dengan pemerintah daerah dan syarat-syarat untuk mendirikan sebuah bandara

antara lain sebagai berikut.

1. Bukti kepemilikan dan penguasaan lahan.

2. Rekomendasi yang diberikan oleh instansi terkait utilitas dan aksesibilitas.

3. Penetapan lokasi, rencana teknik terinci serta kelestarian lingkungan.

2.1.4. Pemilihan lokasi bandara

Menurut Zainuddin (1983) dalam Laurensius (2010) untuk menentukan

lokasi bandara harus diperhatikan beberapa faktor yaitu sebagai berikut.

1. Mengenal jenis pengembangan daerah sekitarnya.

2. Kondisi (keadaan) cuaca setempat.

3. Transportasi darat disekitar daerah itu.

4. Ada tidaknya mengenai penyediaan lahan untuk perluasan bandara.

5. Apakah ada bandara lain yang terdapat disekitarnya.

6. Apakah ada rintangan rintangan di daerah sekitarnya.

7. Bagaimana pandangan dari sudut ekonomi bila bandara terletak di daerah

tersebut.

8. Pengadaan kebutuhan-kebutuhan dan hal-hal yang dapat dimanfaatkan di

sekitar bandara.

9. Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran bandara.


11

2.1.5 Tujuan sistem bandara

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 46 Tahun

1999, tujuan sistem Bandara adalah sebagai berikut.

1. Meningkatnya kemampuan perhubungan udara yang luas, teratur, aman, lancar,

cepat dan efisien dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat serta mampu

menunjang kehidupan masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan

diseluruh wilayah nusantara.

2. Miningkatnya potensi perhubungan udara, peran serta masyarakat, mutu

pelayanan dan efisiensi dalam usaha pengelolaan usaha perhubungan udara.

3. Mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tepat guna, termaksud

pembinaan sumber daya menusia guna tersedianya tenaga yang profesional.

4. Meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan.

5. Peningkatan penerbangan perintis dan pengusahakan agar menjangkau semua

daerah dan pulau terpencil terutama yang belum dihubungkan oleh jaringan

angkutan darat dan laut.

2.1.6 Sistem bandara

Sebuah bandara melingkupi kegiatan yang sangat luas dan juga

mempunyai keutuhan yang berbeda. Sistem lapangan terbang dibagi dua, yaitu

sisi darat (land side) dan sisi udara (air side), yang keduanya dibatasi aleh

terminal (Gambar 2.1). Dalam sistem lapangan terbang, sifat-sifat kendaraan darat

dan kendaraan udara mempunyai pengaruh yang kuat kepada rancangan

(Horonjeff 1975).
12

Sistem
Airport/Heliport Perjalanan
udara

Terminal
udara / Air Sistem permukaan
space
lapangan udara

Area turun dan


naik (Runway
atau TLOF)

Landasan Landas-hubung
tunggu keluar / Taxiway
Sisi Udara / Air Side

Sistem landas
Hubung/Taxiway
system

Area pintu
gerbang (gate)-
parking are

Gedung terminal
Sisi Darat / Land Side

Tempat parkir &


sirkulasi
kendaraan

Sistem jalan masuk


darat ke airpot atau Arus pesawat terbang
heliport
Arus penumpang

Gambar 2.1 Bagian-bagian dari Suatu Sistem Bandar Udara


Sumber : Horonjeff (1975) : 156
13

2.2. Sistem Pelayanan Penumpang (Passenger Handling System)

Menurut Zainuddin ( 1983 ) dalam Laurensius ( 2010 ) sistem pelayanan

penumpang adalah suatu sistem yang merupakan penghubung utama antar jalan

masuk ke bandara dengan pesawat/helikopter (mulai dari jalan masuk sampai ke

dalam pesawat/helikopter). Sistem pelayanan penumpang merupakan hal yang

paling utama dari terminal area. Sistem pelayanan penumpang terdiri dari tiga

bagian utama yaitu jalan masuk (acces interface), sistem pemrosesan

(processing), dan pertemuan dengan pesawat udara (flight interface) / (lihat

Gambar 2.2.).

Sistem Pelayanan Penumpang


Sistem Pelayanan Penumpang

Jalan Masuk / Keluar Pertemuan Jalan Pemrosesan Pertemuan Penerbangan


Masuk/pemrosesan Pemrosesan
Penerbangan

Mengendarai mobil Turun dari mobil Penyerahan tiket Pemrosesan Terbang


sendiri Naik ke mobil Lapor masuk bagasi Menunggu
Memakai sopir Parkir Pemeriksaan paspor
Kegiatan Naik ke
Diantar Pengambilan bagasi
Sirkulasi pesawat/helikopter
Pemerisaan pabesa Turun dari
pesawat/helikopter

Jalan raya Peralatan untuk Tempat pelayanan Ruang pemrosesan Pesawat atau
Jalur rel kereta api penumpang yang tiket Ruang tunggu helikopter
Stasiun pemindahan akan naik ke Tempat penyerahan Mobil bertangga
Mobil pesawat bagasi Bis
Taksi Peralatan untuk Tempat pelayanan Jalur jet
Fasilitas Bis penumpang yang paspor Tangga/lantai
Fisik Kereta api/transit baru turun dari Peralatan untuk miring
V/STOL pesawat mengambil bagasi
Tempat parkir Tempat
Peralatan untuk pemeriksaan pabean
parkir

Gambar 2.2. Sistem Pelayanan Penumpang


Sumber : Zainuddin (1983) : 98
14

2.2.1. Jalan masuk (acces interface)

Disini penumpang berpindah dari cara perjalanan pada jalan masuk ke

bagian pemrosesan penumpang, sirkulasi, parkir dan naik turunnya penumpang

dipelataran. Bagian ini terdiri dari pelataran terminal, fasilitas parkir dan jalan

penghubung yang memungkinkan penumpang, pengunjung dan barang untuk

masuk dan keluar dari terminal (Zainuddin 1983).

Menurut Horonjeff dan McKelvey (1993) jalan masuk (acces interface)

terdiri dari pelataran terminal fasilitas parkir dan jalan penghubung yang

memungkinkan penumpang, pengunjung dan barang untuk masuk dan keluar dari

terminal. Bagian ini meliputi fasilitas-fasilitas sebagai berikut.

a. Pelataran depan bagi penumpang untuk naik dan turun dari kendaraan, yang

menyediakan posisi bongkar muat bagi kendaraan untuk menuju atau

meninggalkan gedung terminal.

b. Fasilitas parkir mobil yang menyediakan tempat parkir untuk jangka pendek

dan jangka panjang bagi penumpang dan pengunjung serta fasilitas-fasilitas

untuk mobil sewaan, angkutan umum, dan taksi.

c. Jalan yang menuju pelataran terminal, pelataran parkir dan jaringan jalan

umum dan jalan bebas hambatan.

d. Fasilitas untuk menyeberangi jalan bagi pejalan kaki, termasuk terowongan,

jembatan dan pelataran otomatis yang memberikan jalan masuk antara fasilitas

parkir dan gedung terminal.


15

e. Jalan lingkungan dan lajur bagi kendaraan pemadam kebakaran yang menuju

berbagai fasilitas dalam terminal dan ketempat-tempat fasilitas bandara lainnya

seperti tempat penyimpanan baran, tempat truk pengangkut bahan bakar,

kantor pos dan lain-lain.

2.2.2. Sistem pemrosesan (processing)

Disini penumpang diproses untuk mempersiapkan pemberangkatan atau

mengakhiri perjalanan. Aktivitas yang terutama disini adalah mengurus tiket,

menyerahkan barang-barang bawaan untuk diperiksa, pengambilan barang-barang

bawaan dan pemeriksaan lain (Zainuddin 1983) dalam Laurensius ( 2010 ).

Menurut Horonjeff dan McKelvey (1993) terminal digunakan untuk

memroses penumpang dan bagasi untuk pertemuan dengan pesawat/helikopter

dan model transportasi darat. Fasilitas-fasilitas terminal meliputi sebagai berikut.

1. Tempat pelayanan tiket (ticket counter) dan kantor yang digunakan untuk

penjualan tiket, lapor-masuk bagasi (baggage check-in). Informasi

penerbangan serta pegawai dan fasilitas administratif.

2. Ruang pelayanan terminal yang terdiri dari daerah umum dan bukan umum

seperti konsesi, fasilitas-fasilitas untuk penumpang dan pengunjung, tempat

perbaikan truk, ruangan untuk menyiapkan makanan serta gudang bahan

makanan dan barang-barang lain.

3. Lobi untuk sirkulasi penumpang dan ruang tunggu bagi tamu.


16

4. Daerah sirkulasi umum untuk sirkulasi umum buat penumpang dan

pengunjung, terdiri dari daerah-daerah seperti tangga, eskalator lift dan

koridor.

5. Ruangan untuk bagasi, yang tidak boleh dimasuki umum, untuk menyortir

dan memproses bagasi yang akan dimasukan ke pesawat/helikopter

(outbound baggage space).

6. Ruangan bagasi yang digunakan untuk memproses bagasi yang dipindahkan

dari suatu pesawat/helikopter ke pesawat/ helikopter lain dari perusahaan

penerbangan yang sama atau berbeda (intraline and interline baggage space).

7. Ruangan bagasi yang digunakan untuk menerima bagasi dari

pesawat/helikopter yang tiba dan untuk menyerahkan bagasi kepada

penumpang (inbound baggage space).

8. Daerah pelayanan dan administrasi bandara yang digunakan untuk

manajemen, operasi dan fasilitas pemeliharaan bandara.

9. Fasilitas pelayanan pengawasan federal yang merupakan daerah untuk

memroses penumpang yang tiba pada penerbangan internasional dan yang

kadang-kadang digabungkan sebagai bagian dari elemen penghubung.

2.2.3. Pertemuan daerah pesawat (fligh interface)

Disini penumpang dipindahkan dari daerah komponen prosesing

(processing component) ke pesawat. Aktivitas yang ada disini adalah meliputi

pengumpulan, untuk pemindahan ke dan dari pesawat, menaikan ke pesawat dan

menurunkannya (Zainuddin 1983).


17

Menurut Horonjeff dan McKelvey (1993) pertemuan dengan pesawat

(fligh interface) ini menghubungkan terminal dengan pesawat/helikopter yang

diparkir yang biasanya meliputi fasilitas-fasilitas berikut.

a. Ruangan terbuka (concourse), untuk sirkulasi menuju ruang tunggu

keberangkatan, yang digunakan penumpang untuk menunggu keberangkatan.

b. Ruang keberangkatan, yang digunakan penumpang untuk menunggu

keberangkatan.

c. Peralatan keberangkatan penumpang yang digunakan untuk naik turun dari

pesawat/helikopter dari dan ke ruang tunggu keberangkatan.

d. Ruang operasi perusahaan penerbangan yang digunakan untuk pegawai,

peralatan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kedatangan dan

keberangkatan pesawat/helikopter.

e. Fasilitas-fasilitas keamanan yang digunakan untuk memeriksa penumpang

dan bagasi serta memeriksa jalan masuk untuk umum yang menuju ke daerah

keberangkatan (kaardinasi) penumpang.

f. Daerah pelayanan terminal, yang memberikan fasilitas kepada umum, dan

daerah-daerah bukan untuk umum yang digunakan untuk operasi, seperti

gedung untuk pemeliharaan dan utilitas.

2.3. Lapangan Parkir

Menurut Basuki, H (1986) lapangan parkir di pelabuhan udara digunakan

sebagai berikut :

1. Penumpang pesawat,

2. Pengunjung yang menemani penumpang,


18

3. Pengunjung lapangan untuk rekreasi,

4. Karyawan lapangan terbang,

5. Taksi, sub-urban, persewaan mobil, dan

6. Orang yang berkepentingan dengan usaha dilapangan terbang.

2.4. Terminal Penumpang

Menurut Horonjeff dan McKelvey ( 1993 ) dalam Laurensius ( 2010 )

daerah terminal adalah pertemuan pertama antara lapangan udara ( airfield ) dan

bagian bandara lainnya. Daerah ini meliputi fasilitas-fasilitas untuk pemrosesan

penumpang dan bagasi, penanganan barang angkut ( cargo ) dan kegiatan-

kegiatan administrasi, operasi dan pemeliharaan bandara. Terminal penumpang

mempunyai tiga fungsi yaitu :

1. Fungsi Operasional

Fungsi operasional merupakan kegiatan pelayanan penumpang dan barang

dari dan ke moda transportasi udara. Yang termasuk dalam fungsi

operasional, antara lain seperti dibawah ini.

a. Pertukaran moda

Perjalanan udara merupakan perjalanan kelanjutan dari berbagai moda,

mencakup akses pelayanan darat dan pelayanan udara. Sehingga dalam

rangka pertukaran moda tersebut penumpang melakukan pergerakan

dikawasan terminal penumpang.

b. Pelayanan penumpang

Pelayanan penumpang adalah proses pelayanan penumpang pesawat

udara antara lain, layanan tiket, pendaftaran penumpang dan bagasi,


19

memisahkan bagasi dari penumpang dan kemudian mempertemukannya

kembali

c. Pertukaran tipe pergerakan

Pertukaran tipe pergerakan merupakan proses perpindahan penumpang

dan atau barang/bagasi dari dan ke pesawat/helikopter.

2. Fungsi komersial

Bagian ruang tertentu yang terdapat didalam terminal penumpang dapat

disewakan antara lain untuk restoran, toko, ruang pamer, iklan, pos giro,

telepon, bank dan asuransi, biro swasta dan lain-lain.

3. Fungsi administrasi

Bagian atau ruang tertentu pada terminal dapat diperuntukan bagi kegiatan

manajemen terminal. Berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua bagian yaitu

sebagai berikut.

a. Terminal penumpang umum

Terminal penumpang umu adalah terminal penumpang umum yang

menampung kegiatan-kegiatan operasional, komersial dan administrasi

bagi pelayanan penumpang, baik dengan penerbangan berjadwal maupun

tidak berjadwal.

b. Terminal penumpang khusus

Terminal penumpang khusus adalah terminal penumpang yang

diperuntukan bagi penumpang umum dengan pelayanan khusus dan hanya

dimanfaatkan pada waktu-waktu tertentu, antara lain sebagai berikut.


20

1. Terminal haji

Terminal haji adalah adalah terminal penumpang yang diperuntukan

bagi kegiatan pelayanan jamaah haji dan barang bawaannya.

2. Terminal VIP

Terminal VIP adalah terminal penumpang yang diperuntukan bagi

kegiatan pelayanan orang-orang tertentu seperti pejabat tinggi negara

dan tamu negara. Perencanaan bangunan terminal VIP dapat

terpisah/menyatuh dengan bangunan terminal penumpang umum.

3. Terminal TKI

Terminal TKI adalah terminal penumpang yang diperuntukan bagi

kegiatan pelayanan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan barang

bawaannya. Perancangan bangunan terminal TKI dapat terpisah atau

menyatuh dengan bangunan terminal penumpang umum.

2.5. Fasilitas Bandar Udara

Menurut Basuki Heru ( 1990 ), bandar udara harus memiliki fasilitas

seperti Runway, Taxiway, Apron, Holding Bay, Holding Apron, bangunan

terminal, jalan masuk dan tempat parkir. Pada prinsipnya beberapa fasilitas

angkutan udara antar lain sebagai berikut :

2.5.1. Landas pacu ( runway )

Landas pacu adalah komponen bandar udara yang digunakan untuk

landing dan take off pesawat terbang. Landas pacu sendiri terdiri atas lima

macam, yaitu landasan tunggal, landasan pararel, landasan dua jalur, landasan

berpotongan dan landasan terbuka V. ( Soengkono, J., 1999 ). Lihat Gambar 2.3.
21

Gambar [Link] pacu (runway) Bandar Udara Rar Gwamar Dobo

2.5.2. Landas hubung ( taxiway )

Fungsi utama taxiway adalah sebagai jalan keluar masuk pesawat dari

landas pacu ke bangunan terminal dan sebagainya atau dari landas pacu ke hangar

pemeliharaan (Basuki Heru., 1990 ). Lihat Gambar 2.4.

Gambar 2.4. Landas hubung (taxiway) Bandar Udara Rar Gwamar Dobo
22

2.5.3. Landas parkir (apron)

Apron adalah bagian dari bandar udara yang disediakan untuk keperluan

menaikan dan menurunkan penumpang, atau barang, pengisian bahan bakar,

parkir dan pemeliharan pesawat terbang ( Wulandari, l., 1996 ). Lihat Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Apron Bandar Udara Rar Gwamar Dobo

2.5.4. Holding apron

Zainudin, A. ( 1983 ) mendefinisikan Holding Apron sebagai tempat

berhenti pesawat yang akan lepas landas yang terletak pada ujung – ujung

runway, taxiway dan dapat menampung 2-3 pesawat pada waktu take off.

2. 5. 5. Holding bay

Basuki Heru ( 1990 ) mendefinisikan Holding Bay sebagai Apron yang

tidak luas yang berlokasi di bandar udara untuk parkir sementara. Holding Bay

tidak diperlukan bila kapasitas sebanding dengan permintaan, namun demikian

fluktuasi permintaan di masa depan sangat sulit diramalkan sehingga fasilitas

untuk parkir sementara masih tetap diperlukan.


23

Untuk lebih jelas mengenai fasilitas sebuah bandar udara tersebut dapat

dilihat pada Gambar 2.6 berikut ini :

Runway

Taxiway
LM

Apron
Terminal Building

TA Parking Area TCC

Sumber: Yoseph Y. M. Harjo, 2010

Gambar 2.6. Sketsa Umum Fasilitas Sebuah Bandar Udara

Anda mungkin juga menyukai