Otoritas Moneter dan Bank Syariah Indonesia
Otoritas Moneter dan Bank Syariah Indonesia
Oleh :
NIM : 02220210235
Puji syukur hanya layak tercurahkan kepada Allah swt. atas semua
nikmat dan kerunia-Nya dan Shalawat serta salam tercurahkan kepada
Rasulullah Muhammad Shalllallahu „alaihi wa sallam, manusia istimewa yang
seluruh perilakunya layak diteladani, yang seluruh ucapannya adalah
kebenaran, yang seluruh getar hatinya adalah kebaikan. Sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas ini dibuat dalam
memenuhi tugas mata kuliah Bank Dan Lembaga Keuangan dengan materi
Otoritas Moneter, Penggunaan Dana dan Penyaluran Dana Bank Syariah
Banyak kesulitan dan hambatan yang penyusun hadapi dalam
menyelesaikan tugas ini, tetapi dengan semangat dan kegigihan serta arahan,
bimbingan dari berbagai pihak sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas
ini dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan
terima kasih kepada dosen mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan.
Penulis menyimpulkan bahwa makalah ini masih belum sempurna,
oleh karenaitu penulis menerima saran dan kritik guna kesempurnaan makalah
ini dan bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Otoritas moneter berasal dari kebutuhan untuk mengatur dan mengendalikan
sistem keuangan suatu negara. Otoritas moneter adalah sebuah lembaga atau badan
yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter suatu negara. Tugas utama otoritas
moneter adalah memastikan stabilitas nilai mata uang, mengatur suku bunga,
mengendalikan suplai uang, dan menjaga stabilitas sistem keuangan negara.
Sebelum adanya otoritas moneter modern, kebijakan moneter biasanya ditentukan
oleh pemerintah melalui keputusan politik. Namun, karena kebijakan moneter sangat
sensitif dan mempengaruhi banyak aspek ekonomi, maka dibutuhkan lembaga yang
independen dan ahli dalam mengambil keputusan terkait kebijakan moneter.
Seiring dengan perkembangan zaman, otoritas moneter kini menjadi semakin penting
dalam mengatur sistem keuangan suatu negara. Setiap negara biasanya memiliki
otoritas moneter yang berbeda, seperti bank sentral, dewan moneter, atau badan
keuangan yang lainnya. Otoritas moneter ini memiliki peran yang sangat vital dalam
menjaga stabilitas nilai mata uang, mengendalikan inflasi, dan menjaga sistem
keuangan negara agar tetap stabil dan sehat.
Penggunaan dana bank syariah berasal dari kebutuhan akan layanan keuangan
yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah atau Islam. Bank syariah adalah lembaga
keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah, yang melarang riba
(bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi).Penggunaan dana bank
syariah telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena semakin banyak
masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip
syariah. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang ingin berinvestasi atau
menyimpan uangnya di lembaga keuangan yang tidak bertentangan dengan keyakinan
dan ajaran agama [Link] itu, bank syariah juga dianggap lebih stabil dan aman
karena prinsip-prinsip syariah yang diterapkan dalam operasionalnya meminimalisir
risiko keuangan. Hal ini terbukti dengan stabilitas bank syariah yang relatif lebih baik
dibandingkan dengan bank konvensional selama krisis keuangan global pada tahun
2008.
Bank syariah di Indonesia bermula pada tahun 1992 dengan didirikannya
Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia. Kehadiran bank
syariah di Indonesia dimulai dari adanya kebutuhan masyarakat akan lembaga
keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah atau [Link]
perkembangan waktu, permintaan akan layanan keuangan syariah di Indonesia
semakin meningkat. Hal ini mendorong pemerintah dan lembaga keuangan untuk
mengembangkan industri keuangan syariah di Indonesia. Pada tahun 1999,
pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang
Perbankan yang mendorong pengembangan lembaga keuangan syariah di
[Link] saat itu, bank-bank syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan
yang signifikan. Pada tahun 2004, pemerintah Indonesia mendirikan Bank Syariah
Indonesia (BSI) sebagai bank syariah pertama yang dimiliki oleh pemerintah. Selain
1
itu, pada tahun 2008, pemerintah Indonesia juga mendirikan Indonesia Sharia
Economic Society (ISES) sebagai lembaga pembiayaan syariah pertama di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Itu Otoritas Moneter?
2. Apa itu Penggunaan Dana?
3. Apa itu Bank Syariah?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Otoritas Moneter Indonesia
2. Untuk Mengetahui Penggunaan Dana
3. Untuk Mengetahui Bank Syariah
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Otoritas Moneter
5
.
d. Pelayanan yang diberikan olch bank kepada penyimpan dana.
Pelayanan yang baik akanmembuat penyimpan dana merasa dihargai,
diperhatikan,dan dihormati, sehingga meranasenang untuk terus
bertransaksi keuangan dengan bank [Link] ini bisa
berupapelayanan dari petugas bank, pemnberian hadiah, atau
pemberian fasilitas yang lain.
Meskipun untuk suatu usaha bank proporsi dana sendiri ini relatif kecil
apabila dibandingkandengan total dana yang dihimpun ataupun total
aktivanya, namun dana sendiri ini tetap merupakanhal yang penting
untuk kelangsungan usahanya. Begitu pentingnya proporsidana sendiri
inidibuktikan dengan adanya ketentuan dari bank sentral yang mengatur
tentang proporsi minimalmodal sendiri dibandingkan dengan total nilai
Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).Proporsi ini lebih dikenal
dengan istilah rasio kecukupan modal (capital adequacyratio-
CAR).Apabila CAR suatu bank terlalu rendah maka kemampuan bank
tersebut untuk bertahan padasaat mengalami kerugian juga rendah.
Modal sendiri akan dengan cepat habis untuk menutupkerugian, dan
ketika kerugian telah melebihi modal sendiri maka kemampuan bank
tersebutuntuk memenuhi kewajiban kepada masyarakat menjadi sangat
diragukan. Kemampuannya untukmengembalikan dana simpanan
masyarakat jugamenjadi diragukan. Penurunan kemampuanini sangat
mungkin untuk menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat pada bank
tersebut,dan penurunan tingkat kepercayaan terhadap suatu bank ini
selanjutnya sangat membahayakankelangsungan usaha bank itu.
Seperti halnya badan usaha lain penghimpunan dana sendiri iniantara
lain dapat berupa modal disetor, dana dari penjualan saham di bursa
efek, akumulasi labaditahan, cadangan-cadangan, dan agio saham.
Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1992, bankumum dapat melakukan
mobilisasi dana dengan cara melakukan emisi saham dan
obligasimelalui bursa efek diIndonesia.
6
Giro
Rekening giro (checkingaccount) adalah simpanan yang penarikannya
dapat dilakukansetiap saat dengan menerbitkan cek untuk penarikan
tunai atau bilyet giro untuk pemindah bukuan, sedangkan cek atau
bilyet giro ini oleh pemiliknya dapat digunakansebagai alat
pembayaran. Cek merupakan perintah tak bersyarat kepada bank untuk
membayar sejumlah uangtertentu pada saat penyerahannya atas beban
rekening penarik cek. Bilyet giro pada dasarnya merupakan perintah
kepada bank untuk memindahbukukansejumlah tertentu uang atas
beban rekening penarik pada tanggal tertentu kepada pihakyang
tercantum dalam bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalkan
secara sepihakoleh penarik disertai dengan alasan pembatalan. Jasa
giro merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran
atassejumlah saldo gironya yang mengendap di bank. Jasa giro ini
relatiflebih kecil apabiladibandingkan dengan simpanan dalam bentuk
tabungan dan deposito berjangka, karenamemang tujuan nasabah yang
memegang rekening giro bukan untuk memperolehimbalan semacam
bunga simpanan tersebut, melainkan untuk memperoleh
berbagaifasilitas yang dimiliki oleh rekening giro.
▪ Deposito Berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara
deposan dan bank. Mengingats impanan ini hanya dapat dicairkan pada
saat jatuh tempo oleh pihak yang namanyatercantum dalam bilyet
deposito sesuai tanggal jatuh temponya, maka depositoberjangka ini
merupakan simpanan atas nama dan bukan atas unjuk. Apabila
deposanmenghendaki agar deposito berjangkanya diperpanjang secara
otomatis, maka pihakbank dapat memberikan fasilitas perpanjangan
otomatis (automatic roll-over-ARO) atas deposito berjangka tersebut.
Bunga atas deposito berjangka ini dapat ditarik tunaisetiap jangkawaktu
tertentu ataupun ditransfer ke suatu rekening deposan.
Untukkemudahan,nasabah biasanya juga membuka rekening tabungan
untuk menampungbunga atas deposito tersebut serta juga untuk
menampung dana deposito yang telah jatuhtempo dan tidak
diperpanjang lagi. Bank-bank tertentu juga memberikan fasilitas
agarbunga deposito yang tidak ditarik oleh pemiliknya dapat
ditambahkan dalam simpananpokok deposito, sehingga nilai deposito
7
berjangkanya bertambah [Link] dasarnyasebelum jatuh tempo
simpanan ini tidak dapat ditarik, namun apabila deposan
tetapmenginginkan penarikan sebelum jatuh tempo, maka biasanya
bank mengenakan dendaatau biaya administrasi atas penarikan tersebut.
Kelebihan dana deposito ini bagi bankadalah bank mempunyai
kepastian tentang kapan dana itu akan ditarik, sehingga pihakbank
dapat mengantisipasi kapan harus menyediakan dana dalam jumlah
tertentu.
▪ Tabungan
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan
dengan syarattertentu yang disepakati, dan tidak dengan cek atau bilyet
giro atau alat lain yang dapatdipersamakan dengan itu. Cara penarikan
rekening tabungan yang paling banyakdigunakan saat ini adalah dengan
buku tabungan, cash cardatau kartu ATM, dan [Link]
ketat dalam penghimpunan dana melalui tabungan antarbank
telahbanyak memunculkan cara-cara baru untuk menarik nasabah
tabungan. Cara-caratersebut antara lain: hadiah atas tabungan, fasilitas
asuransi atas tabungan, fasilitaskartu ATM, dan fasilitas kartu debet.
Ditinjau dari segi keluwesan penarikan dana,simpanan dalam bentuk
tabungan ini berada di tengah-tengah antara giro dan
depositoberjangka. Tabungan dapat ditarik dengan cara-cara dan dalam
waktu yang relatiflebihfleksibel dibandingkan dengan deposito
berjangka, namun masih kalah fleksibel apabiladibandingkan dengan
rekening giro. Sebagai konsekuensinya, besarnya bunga yangdiberikan
atas saldo tabungan ini pun berada di tengah-tengah antara giro dan
[Link] dari sisi bank, penghimpunan dana melalui
tabungan termasuk lebihmurah daripada deposito tapi lebih mahal
dibandingkan giro.
▪ Cara lain penghimpunan dana dari deposan
Persaingan yang ketat dalam penghimpunan dana antarbank telah
memunculkanproduk-produk baru dalam penghimpunan dana. Produk-
produk baru tersebut antaralain:
Sertifikat deposito. Sertifikat deposito merupakan hasil
pengembangan dari depositoberjangka. Sertifikat deposito adalah
deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat
[Link] simpanan ini dapat diperjual belikan dengan
mudah maka penarikan pada saat jatuh tempo dapat dilakukan atas
unjuk,sehingga siapapun yang memegang bukti simpanan tersebut
dapat menguangkannya pada saatj atuh [Link] lain yang menjadi
ciri dari sertifikat deposito adalah dalam hal pembayaran
[Link] deposito berjangka bunga dibayarkan setelah
danamengendap,maka bunga darisertifikat deposito ini dibayarkan di
muka yaitu padasaat nasabah menempatkan dananya dalam bentuk
deposito.
Deposit on call. Deposit on call adalah simpanan yang penarikannya
hanya dapatdilakukan dengan pemberitahuan lebih dahulu dalam
8
jangka waktu tertentu sesuaidengan kesepakatan antara pihak bank
dengan nasabah. Semakin besar dana yangakan ditarik biasanya
semakin lama pula jangka waktu pemberitahuan sebelumnyayang
diinginkan oleh pihak bank. Tingkat bunga biasanya ditetapkan lebih
rendahdaripada tingkat bunga deposito berjangka dan lebih tinggi
daripada jasa giro. Depositon call biasanya digunakan oleh nasabah
yang tidak setiap saat perlu menarik dananyadan keperluan penarikan
dana itu dapat diprediksi oleh nasabah dalam jangka waktutertentu.
Rekening giro terkait tabungan. Ditinjau dari tingkat bunganya,
nasabah lebihmenyukai tabungan, namun ditinjau dari cara
penarikannya nasabah cenderung lebihmenyukai [Link]
cenderung untuk mempertahankan saldo rekeninggiro serendah
mungkin sepanjang dapat memenuhi kebutuhan [Link]
saldo rekening giro ini menjadi terlalu kecil maka nasabah akan
memindahkansebagian dana tabungannya ke rekening giro dan
sebaliknya bila saldo rekening giroini dipandang lebih besar daripada
kebutuhan transaksinya, maka nasabah akanmemindahkan sebagian
saldo rekening giro ke rekening [Link]
atas masalah yang dihadapi nasabah tersebut, bank memberikanfasilitas
khusus berupa pemindahan sebagian saldo rekening tabungan ke
[Link] ini memungkinkan nasabah menikmati bunga
yang lebih tinggi,yaitu bunga tabungan,namun tetap dapat menikmati
kelebihan fasilitas [Link] oleh nasabah selalu
dimasukkan rekening tabungan,sementara jika nasabah menarik cek
atau bilyet giro dan ternyata saldo rekening giro tidakmencukupi, maka
pihak bank akan melakukan pemindahbukuan dari tabungan kerekening
giro. Pihak bank dapat melakukan pemindahbukuan karena
sebelumnyatelah mendapatkan surat kuasa dari nasabah.
c. Dana Pinjaman
Dana pinjaman yang diperoleh bank dalam rangka menghimpun dana
antara lain dapatberupa:
1) Call money
Call money'merupakan sumber dana yang dapat diperoleh bank
berupa pinjaman jangkapendek dari bank lain melalui interbank
call money market. Sumber dana ini sering digunakan oleh bank
untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka
pendek,seperti bila terjadi kalah kliring atau adanya penarikan dana
besar-besaran oleh paradeposan (rush). Dana dari call moneyini
berjangka waktu relative pendek,. Call money dapat juga
dimanfaatkan oleh bank yang sedang mengalami
kelebihanlikuiditas untuk menyalurkan dananya dalam jangka
pendek, sehingga kelebihanlikuiditas tersebut menjadi dana yang
produktif menghasilkan penerimaan bagi bank.
2) Pinjaman antarbank
9
Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga
diperoleh dari pinjamanjangka pendek dan menengah dari bank
lain. Berbeda dengan call money seperti telahdiuraikan pada bagian
sebelumnya, pinjaman ini dilakukan bukan untuk
memenuhikebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek,
melainkan untuk memenuhi suatukebutuhan dana yang lebih
terencana dalam rangka pengembangan usaha ataumeningkatkan
penerimaan bank.
3) Kredit Likuiditas Bank Indonesia
Sesuai dengan namanya, Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI)
adalah kredityang diberikan oleh Bank Indonesia terutama kepada
bank yang sedang mengalamikesulitan likuiditas. Masalah
kesulitan likuiditas ini bisa terjadi karena kalah kliring atauadanya
penarikan dana besar-besaran oleh nasabah-nasabah suatu bank
(rush).
10
bank tidakmenimbulkan kewajiban bagi bank untuk memberikan
imbal jasa berupa bunga,sehingga dana ini merupakan dana murah
bagi bank. Mengingat dana transfer biasanyahanya mengendap
dalam waktu singkat, maka dana ini termasuk dana jangka pendek.
3) Surat Berharga Pasar Uang
Salah satu akibat adanya serangkaian paket deregulasi perbankan
sejak tahun 1980-anadalah diperkenalkannya Surat Berharga Pasar
Uang (SBPU) sebagai salah satu instrumenyang dipergunakan
pihak bank untuk menghimpun dana. SBPU merupakan surat-surat
berharga jangka pendek yang dapat diperjualbelikan dengan cara
didiskonto olehBank Indonesia. Pada saat suatu bank mempunyai
kelebihan likuiditas, bank tersebutdapat membeli berbagai macam
SBPU, dan menjualnya kembali pada saat mengalamikekurangan
likuiditas.
11
tingkat risiko yang ditanggungnya dan sebaliknya. Apabila
menggunakanisitilah lain, semakin tinggi produktivitas suatu aktiva,
maka semakin tinggi pula tingkatrisikonya. Hubungan tersebut dapat
dilihat pada grafik Gambar 1.1
Tingkat Risiko
Investasi/Aktiva
0
Rate of Return/produktivitas
Gambar 1.1 Hubungan antara Risiko dan Rate of Return
13
Meskipun kebutuhan dana jangka pendek ini dapat diperkirakan
sebelumnya, namunsering kali terjadi kebutuhan likuiditas mendadak
dalam jumlah yang cukup besar. Untukmengantisipasi hal tersebut,
bank membentuk cadangan sekunder berupa surat berhargajangka
pendek yang mudah diperjualbelikan. Mengingat aktiva ini
memungkinkanadanya penerimaan yang relatiflebih tinggi daripada
cadangan primer, maka aktiva inimengandung risiko yang sedikit lebih
tinggi daripada cadangan primer.
b. Penyaluran Kredit
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan pinjammeminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam untuk melunasikewajibannya setelah jangka
waktu tertentu. Kewajiban tersebut dapat berupa pokok pinjaman, bunga
imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Pemebelian surat berharga
nasabah yang dilengkapi dengan note purchase agreement (NPA) serta
pengambilan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang dapat juga
digolongkan sebagai kredit.
c. Investasi
Alokasi dena pada aktiva dengan rate of return yang cukup tinggi selain
dapat berupa penyaluran kredit, dapat juga berupa investasi. Investasi
dapat berupa penamaan dana dalam surat-surat berharga jangka
menengah dan Panjang, atau berupa penyertaan langsung pada badan
usaha lain. Bntuk dari surat berharga tersebut antara lain sahan dan
obligasi. Hal yang perlu diingat tentang penyertaan langsung bahwa
berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1992 bank hanya boleh melakukan
penyertaan pada dua jenis badan usaha yaitu:
1) Lembaga keuangan
2) Dbitor yang kreditnya macet dan sifat penyertaannya adalah
sementara.
14
C. Bank Syariah
1. Pengertian Bank Syariah
Bank syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan
menerapkan prinsip-prinsip syariah atau hukum Islam dalam transaksi
keuangannya. Prinsip-prinsip ini mencakup hal-hal seperti larangan riba
(bunga), spekulasi, dan investasi dalam sektor yang dianggap haram. Bank
syariah juga mempromosikan keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial
dalam aktivitas keuangannya.
[Link] profit and loss sharing: Bank syariah juga menerapkan prinsip
keuntungan dan kerugian bersama atau profit and loss sharing dalam transaksi
keuangan, sehingga nasabah juga berbagi tanggung jawab dalam investasi dan
bisnis yang dilakukan oleh [Link] produk-produk keuangan
syariah: Bank syariah menyediakan produk-produk keuangan syariah, seperti
pembiayaan rumah, kendaraan, usaha, investasi, dan produk-produk keuangan
lainnya, yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah dan tidak melanggar
hukum Islam.
16
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
otoritas moneter memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur sistem
keuangan suatu negara. Otoritas moneter bertanggung jawab atas kebijakan
moneter, termasuk memastikan stabilitas nilai mata uang, mengatur suku bunga,
mengendalikan suplai uang, dan menjaga stabilitas sistem keuangan
[Link] itu, bank syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi
dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah atau hukum Islam dalam transaksi
keuangannya. Bank syariah memiliki prinsip-prinsip seperti larangan riba
(bunga), spekulasi, dan investasi dalam sektor yang dianggap haram. Bank
syariah juga mempromosikan keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial
dalam aktivitas keuangannya.
penggunaan dana dan penyaluran dana, bank syariah mengikuti prinsip-
prinsip syariah sehingga transaksi yang dilakukan harus memenuhi syarat-syarat
yang telah ditentukan. Penggunaan dana harus berdasarkan prinsip kehati-hatian
dan pencegahan risiko, serta harus memperhatikan kepentingan nasabah secara
keseluruhan. Selain itu, bank syariah juga harus memastikan adanya keadilan
dan keterbukaan dalam setiap transaksi yang dilakukan.
bank syariah dapat melakukan pembiayaan dengan menggunakan berbagai
macam produk, seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, dan lain-lain.
Produk-produk tersebut harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan
memperhatikan kepentingan nasabah.
Dalam kesimpulannya, otoritas moneter dan bank syariah memiliki peran
penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan suatu negara dan memastikan
adanya transaksi keuangan yang berprinsip syariah. Kedua hal tersebut harus
dipertimbangkan secara bersamaan dalam upaya untuk menciptakan sistem
keuangan yang sehat, adil, dan berkelanjutan
17
DAFTAR PUSTAKA
Budisantoso, Totok., dan Nuritomo. 2017. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 3.
Jakarta. Salemba Empat
[Link] diakses pada Selasa, 13 Februari 2018
Amalia, Dina. 2017. Pengertian, Tujuan, dan Instrumen Kebijakan [Link] pada
[Link] pada Selasa, 13 Februari 2018
A’la, A. M. R., & Mawardi, I. (2015). Pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR) Terhadap
Return On Asset (ROA) Dengan Variabel Intervening Penempatan Dana Pada
Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) Pada Bank Syariah di Indonesia. J.
Ekon. Syariah Teor. dan Terap, 1(8).
Abu Bakar, N., & Hanafiah, M. H. M. (2020). Investigating the Effect of Islamic Values on
Perceived Service Quality and Customer Satisfaction in Malaysian Islamic Banks. Asia
Pacific Journal of Marketing and Logistics, 32(1), 23-44.
18
1