0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Ciri dan Klasifikasi Protista

Kingdom Protista terdiri dari organisme eukariotik uniseluler dan multiseluler yang memiliki ciri-ciri antara lain memiliki membran inti, dapat hidup secara aerob maupun anaerob, dan berkembang biak secara aseksual dan seksual. Protista diklasifikasi menjadi tiga kelompok yaitu Protozoa yang mirip hewan, algae yang mirip tumbuhan, dan fungi yang mirip jamur. Protozoa memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai kon

Diunggah oleh

ahmad_faruq_kahar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Ciri dan Klasifikasi Protista

Kingdom Protista terdiri dari organisme eukariotik uniseluler dan multiseluler yang memiliki ciri-ciri antara lain memiliki membran inti, dapat hidup secara aerob maupun anaerob, dan berkembang biak secara aseksual dan seksual. Protista diklasifikasi menjadi tiga kelompok yaitu Protozoa yang mirip hewan, algae yang mirip tumbuhan, dan fungi yang mirip jamur. Protozoa memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai kon

Diunggah oleh

ahmad_faruq_kahar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

i

fy

Pahami Materi

Bahasa IPA IPS Latihan Soal Matematika

Biologi Kelas 10: Mengenal Kingdom Protista,


Contoh dan Klasifikasinya
 rizaldi abror  September 8, 2021  No Comments

Siapa di antara Pahamifren yang suka makan es krim? Tahukah kamu


kalau proses pembuatan es krim melibatkan peran protista? Apa itu?
i
Nah,
fy kali ini Mipi mau mengajak kamu untuk membahas Materi Biologi
Kelas 10 mengenai kingdom protista. Jadi, simak artikel ini sampai
selesai ya!

Apa itu Protista?

Sebelum lebih jauh mengulas tentang Kingdom Protista, ada baiknya


jika kamu memahami dulu apa itu protista? Jadi, berdasarkan
etimologinya, kata protista berasal dari kata “protos” dan kata “ksitos”
dalam bahasa Yunani. Kata “protos” memiliki arti pertama atau mula-
mula, sementara kata “ksitos” memiliki arti membuat atau menyusun.

Secara harfiah, protista dapat berarti “yang paling pertama” karena para
ahli menduga merekalah makhluk hidup yang paling pertama ada di
muka bumi ini. Para ahli memperkirakan protista sudah ada sejak sekitar
1–2 miliar tahun yang lalu, sebelum adanya organisme tingkat tinggi.  

Bentuk protista terbilang unik, karena ada yang mirip dengan hewan,
tumbuhan, dan jamur. Bentuk protista yang unik itu sempat membuat
bingung para ahli taksonomi, lho. Maka dari itu, untuk mengatasi
kebingungan ini, para ahli kemudian membuat kingdom protista.
Kingdom
i
protista ini memiliki anggota makhluk-makhluk bersel tunggal
(uniseluler),
fy dan beberapa makhluk bersel banyak (multiseluler) yang
tersusun secara sederhana. Namun, bila dibandingkan dengan monera,
protista sudah lebih maju karena memiliki eukariota alias membran inti
(seperti tumbuhan dan hewan tingkat tinggi).

Ciri-Ciri Protista

Setelah kamu memahami apa itu protista, sekarang Mipi mau


membahas ciri-ciri dari protista. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

Ilustrasi Euglena Spirogyra, spesies algae yang tergolong


dalam Kingdom Monera. Sumber Gambar: [Link] |
Shutterstock 
Protista terdiri dari makhluk bersel satu (uniseluler) dan makhluk
i
bersel
fy banyak (multiseluler).

Protista memiliki membran inti (eukariota).

Sebagian besar protista adalah aerob (membutuhkan oksigen),


sebagian lainnya anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Pada
protista aerob, oksigen digunakan dalam proses respirasi pada bagian
mitokondrianya, sementara protista anaerob melakukan respirasi
melalui simbiosis dengan bakteri aerob. 

Sebagian protista heterotrof (memperoleh makanan dengan


mengabsorbsi molekul-molekul organik, baik secara fagotrof dan
osmotrof), sebagian lagi fotoautotrof (membuat makanan sendiri
dengan sinar matahari melalui kloroplas).

Habitat protista umumnya adalah tempat yang mengandung air (laut


ataupun air tawar), tanah yang basah, dedaunan, sampah, dan habitat
lain yang cukup lembab. Namun, beberapa protista lainnya hidup di
jaringan organisme lain. 

Protista ada yang hidup secara soliter, berkelompok, bersimbiosis


mutualisme, parasitisme, dan komensalisme. Protista parasit bersifat
patogen pada manusia dan hewan.

Beberapa jenis protista bersifat motil karena memiliki alat gerak flagel
atau silia, sebagian lagi memiliki pseudopodia.

Reproduksi Protista
Protista
i
berkembang biak dengan dua cara, yaitu aseksual dan seksual.
Protista
fy aseksual berkembang biak dengan cara membelah diri, seperti
pembelahan biner. Sementara pada protista seksual, berkembang biak
melalui tiga cara, yaitu:

1. Isogami atau penyatuan dua gamet yang dapat bergerak (motil), yang
memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

2. Oogami atau penyatuan dua gamet yang tidak bergerak (inmotil),


yang memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda.

3. Anisogami atau penyatuan dua gamet yang bergerak (motil), yang


memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda.

Perbedaan Monera dan Protista

Protista dan Monera memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

Membran inti: Protista memiliki membran inti, sementara Monera


tidak memiliki membran inti.

Sel: Protista ada yang bersel tunggal (uniseluler) dan bersel lebih dari
satu (multiseluler), sementara Monera hanya bersel tunggal
(uniseluler).

Komposisi dinding sel: Protista memiliki komposisi dinding sel berupa


selulosa, khususnya untuk Protista menyerupai tumbuhan atau algae
(ganggang), tetapi Protista menyerupai hewan atau Protozoa tidak
memiliki dinding sel. Semetara pada Monera, komposisi dinding
selnya berupa peptidoglikan dan selulosa.
Tingkat kompleksitas: Protista memiliki struktur yang kompleks,
i
sementara
fy Monera hanya memiliki struktur yang sangat sederhana.

Isi: Protista memiliki isi organisme yang berukuran besar, sementara


isi dari Monera adalah mikroorganisme kecil.

Mitokondria dan kloroplas: Protista memiliki mitokondria untuk


melakukan respirasi sel dan kloroplas untuk melakukan kegiatan
fotosintesis. Sementara Monera tidak memiliki keduanya.

Nukleus (inti sel): Protista memiliki nukleus yang dibatasi oleh


membran inti, sementara Monera tidak memiliki nukleus.

Cara mendapatkan sumber makanan: Protista mendapatkan sumber


makanannya melalui holozoic atau fotosintesis atau parasit.
Sementara Monera mendapatkan sumber makanannya melalui
autotrofik dan heterotrofik.

Alat gerak: Protista memiliki alat gerak semu berupa flagella dan silia,
sebagian lagi memiliki pseudopodia. Sementara Monera tidak
memiliki alat gerak.

Reproduksi: Protista bereproduksi secara aseksual dan seksual,


semetara Monera hanya bereproduksi secara aseksual, yaitu melalui
pembelahan biner atau tunas.

Habitat: Protista umumnya dapat ditemukan pada lingkungan akuatik


atau lembap, sementara Monera dapat ditemukan di mana saja.

Peran Kingdom Protista dalam Kehidupan Manusia


Kingdom
i
Protista memiliki dua bentuk peranan dalam kehidupan
manusia,
fy yaitu peran yang menguntungkan dan yang merugikan. Secara
garis besar, peran yang menguntungkan dari kingdom Protista berasal
dari Protista yang menyerupai tumbuhan atau Algae.

Seperti yang telah dibahas di awal, Algae atau ganggang dapat


dimanfaatkan sebagai bahan pemadat pembuatan es krim, selain itu
ganggang produsen bagi organisme lain seperti di ekosistem perairan.
Peranan menguntungkan lainnya dari Algae adalah sebagai alat gosok,
isolator panas, bahan pangan, bahan obat-obatan, bahan dasar
kosmetika, bahan pembuatan cat, dan bahan pembuatan odol.

Sementara peran kingdom Protista yang merugikan berasal dari Protista


mirip hewan atau Protozoa. Sebagian besar spesies Protozoa adalah
patogen bagi manusia dan hewan. Contoh kingdom Protista dari
Protozoa yang menjadi patogen adalah Entamoeba dysentriae yang
menyebabkan disentri, Entamoeba histolytica yang menyebabkan
amebiasis, Trichomonas vaginalis yang menyebabkan penyakit kelamin
pada perempuan, Trypanosoma gambiense yang menyebabkan
penyakit tidur, dan Leishmania tropica yang menyebabkan penyakit
kulit.

Ilustrasi Amoeba
Proteus (kiri) dan
Paramercium
i
fy Bursaria. Sumber
Gambar:
[Link]
| Shutterstock 

Klasifikasi Kingdom Protista

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kingdom protista sempat


membuat bingung para ahli taksonomi karena bentuk mereka ada yang
mirip hewan, tumbuhan, dan fungi. Agar lebih memudahkan penelitan,
para ahli melakukan klasifikasi kingdom protista menjadi tiga jenis. Apa
saja itu? Yuk, kita bahas satu per satu:

Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protista mirip hewan disebut sebagai protozoa. Secara etimologis, kata


“protozoa” ini berasal kata “proto” dan “zoa” dari bahasa Yunani. “Proto”
memiliki arti pertama, sementara “zoa” memiliki arti hewan. Protozoa
termasuk protista karena mereka memiliki ciri utama kingdom protista,
yaitu memiliki tubuh yang terdiri dari satu sel dan eukariotik. Oleh
karena itulah semua aktivitas protozoa ini dilakukan oleh satu sel
tersebut, seperti bergerak, bereproduksi, makan, dan lain-lain. 
Protozoa
i
umumnya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi ada beberapa
jenis
fy protozoa yang bersifat patogen bagi manusia, tumbuhan, dan

hewan. Saat ini sudah lebih dari 64.000 spesies protozoa yang sudah
dikenal para ahli. Diperkirakan 32.000 spesies tersebut sudah berupa
fosil, 22.000 merupakan bentuk-bentuk yang bebas, dan 10.000 lainnya
adalah spesies protozoa parasit.

Protozoa dapat hidup di daerah perairan (kolam, air laut, dan air tawar),
lingkungan daratan yang basah, maupun sebagai parasit dalam tubuh
manusia, tumbuhan, dan hewan. Oleh karena itulah protozoa termasuk
kelompok kosmopolit atau makhluk hidup yang dapat ditemukan di
berbagai tempat. Protozoa yang hidup di perairan memiliki peranan
yang sangat penting dalam rantai makanan komunitas lingkungan
akuatik. 

Peranan protozoa sebagai zooplankton (organisme seperti hewan) yang


memakan fitoplankton (organisme seperti tumbuhan yang fotosintetik),
merupakan sumber makanan bagi hewan-hewan laut yang lebih besar.
Sementara protozoa yang hidup di lingkungan daratan yang basah,
memiliki peran sebagai pemakan bakteri atau cendawan dengan
memanfaatkan substansi yang dihasilkan bakteri atau cendawan
tersebut. 

Jadi, setelah bakteri dan cendawan melakukan dekomposisi tubuh mati


produsen dan konsumen beserta produk ekskresinya, bakteri dan
cendawan tersebut akan dimakan oleh protozoa. Oleh karena itulah,
protozoa ini memiliki peranan yang sangat penting dalam
i
keseimbangan
fy ekologi, Pahamifren.

Ciri-Ciri Protozoa

Sekarang kita pelajari ciri-ciri protista mirip hewan ini, yuk! Protozoa
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Protozoa bersel tunggal (uniseluler) dan memiliki membran inti


(eukariota)

Protozoa tidak memiliki dinding sel.

Protozoa berukuran mikroskopis, sekitar 100 hingga 300 mikron.

Protozoa memiliki sel yang sangat bervariasi, ada yang bentuk selnya
tetap dan ada yang bentuk selnya berubah-ubah.

Sebagian besar Protozoa memiliki alat gerak, sebagian lainnya tidak


memiliki alat gerak.

Sebagian besar protozoa hidup bebas di air tawar dan air laut sebagai
komponen biotik. Sebagian lainnya hidup di lingkungan dataran yang
basah dan sebagian lagi hidup sebagai parasit pada manusia, hewan,
dan tumbuhan.

Protozoa ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni.

Protozoa akan membentuk kista untuk melindungi dirinya saat


lingkungan hidupnya tidak menguntungkan dan akan kembali aktif
saat lingkungan hidupnya kembali normal.
Protozoa ada yang bersifat holozoik (memakan organisme yang
i
berukuran
fy lebih kecil), holofitik (mampu menghasilkan makanannya
sendiri dengan proses fotosintesis), dan saprozoik (memakan
organisme mati yang sudah membusuk).

Protozoa berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara


aseksual, Protozoa melakukan pembentukan tunas dan pembelahan
biner, sementara secara seksual, Protozoa melakukannya melalui
konjungsi atau perpaduan individu yang belum diketahui jenis
kelaminnya.

Penggolongan Protozoa

Ilustrasi
Flagelata,
protista mirip
hewan.
Sumber
Gambar:
[Link]

Protozoa dibagi menjadi enam filum berdasarkan alat geraknya. Keenam


filum tersebut adalah sebagai berikut: 

Filum Rhizopoda (Sacordina)


Filum
i
Rhizopoda memiliki alat gerak berupa pseudopodia (kaki semu)
pada
fy permukaannya. Contoh dari filum rhizopoda ini adalah Amoeba

proteus, Entamoeba, Arcella, dan Difflugia. Beberapa jenis Entamoeba


merupakan penyebab dari berbagai penyakit, seperti disentri
(Entamoeba dysenteriae) dan amebiasis (Entamoeba histolytica).
Protista patogen ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi protista tersebut.

Filum Actinopoda (Heliozoa dan Radiozoa) 

Filum Actinopoda memiliki alat gerak pseudopodia berbentuk tipis


menyerupai jarum dalam jumlah yang banyak dan menyebar. Sebagian
besar filum ini adalah plankton. Terdapat dua jenis Actinopoda, yaitu
Heliozoa yang hidup di air tawar dan Radiozoa yang hidup di air laut.

Filum Foraminifera (Polistomella dan Globigerina)

Filum Foraminifera memiliki alat gerak pseudopodia. Penamaan filum


Foraminifera berasal dari kata foramen yang memiliki arti lubang.
Sebagian besar filum Foraminifera hidup di laut dengan tubuh yang
terlindung kerangka luar yang tersusun dari kalsium karbonat (CaCO3).
Contoh dari filum Foraminifera adalah Polistomella dan Globigerina.

Filum Zooflagellata (Zoomastigophora)

Filum Zooflagellata memiliki alat gerak flagel (bulu cambuk).


Zooflagellata ini biasanya hidup sebagai sel soliter, tetapi ada juga yang
hidup berkoloni. Zooflagellata ada yang hidup secara bebas, ada yang
hidup dengan melakukan simbiosis dengan makhluk hidup lainnya, dan
i
adafy juga yang menjadi parasit bagi makhluk hidup lainnya. 

Contoh filum Zooflagellata yang bersimbiosis dengan makhluk hidup


lainnya adalah Trichonympha campanula, yang hidup di usus rayap dan
membantu rayap menguraikan molekul selulosa dari kayu. 

Sementara contoh filum Zooflagellata yang parasit adalah


Trypanosoma yang menyebabkan penyakit tidur di Afrika melalui
gigitan lalat tse-tse dan Trichomonas vaginalis yang menyebabkan
penyakit kelamin (trichomoniasis) ada perempuan dan penyakit saluran
kelamin pada laki-laki.

Filum Ciliophora (Ciliata) 

Filum Ciliophora memiliki alat gerak cilia (bulu getar). Cilia ini digunakan
untuk mencari dan mengumpulkan makanan serta untuk bergerak.
Sebagian besar anggota filum ini hidup soliter di perairan tawar, hidup
bebas, dan jarang yang menjadi parasit bagi organisme lain. 

Contoh dari filum Ciliophora adalah Paramaecium caudatum yang bisa


ditemukan di perairan yang ada di sekitar kita, seperti di kolam atau
sawah, Balantidium coli yang hidup sebagai parasit di dalam usus besar
manusia dan menyebabkan balantidiasis (gangguan perut), Didinium,
Stentor, Vorticella, dan Stylonychia. Oh iya, beberapa anggota
Ciliophora ini juga bisa menjadi indikator pencemaran air tawar, loh,
i
Pahamifren.
fy Contohnya adalah Paramaecium dan Stentor. 

Filum Apicomple (Sporozoa)

Filum Apicomple menjadi satu-satunya anggota protozoa yang tidak


memiliki alat gerak. Seluruh anggota dari filum Apicomple ini
merupakan parasit dalam tubuh organisme lain. Salah satu spesies
Apicomple yang terkenal adalah Plasmodium. Plasmodium ini bisa
menyebabkan penyakit malaria pada manusia melalui gigitan nyamuk
Anopheles betina. 

Selain itu ada Plasmodium falciparum yang menjadi penyebab penyakit


malaria tropikana dengan masa sporulasi (pembentukan spora
aseksual) setiap 24 jam; Plasmodium Vivax yang menjadi penyebab
malaria tertiana dengan sporulasi 48 jam. Penyakit malaria ini
merupakan penyakit menahun karena Plasmodium bisa berada dalam
darah inangnya selama bertahun-tahun. 

Contoh filum Apicomple lainnya adalah Pneumocystis carinii yang


menyebabkan penyakit pneumonia (paru-paru basah) yang sering
terjadi pada pasien AIDS tahap awal dan Toxoplasma gondii yang
menyebabkan toxoplasmosis pada perempuan hamil, yang
membahayakan bayi yang dikandungnya.

Protista Mirip Tumbuhan (Algae)


Sebelumnya
i
banyak ahli botani memasukkan Algae ke kelompok
tumbuhan,
fy tetapi karena Algae tidak memiliki ciri-ciri pokok tumbuhan,
Algae pun dimasukkan ke kingdom protista. Algae ada yang bersel satu
(uniseluler) dan ada juga yang bersel banyak (multiseluler). Algae
memiliki klorofil yang memungkinkannya untuk melakukan fotosintesis
dan memiliki beberapa pigmen warna lain, seperti fikoeritrin (merah),
fikosianin (biru), xantofil (kuning), karotena (keemasan), dan fikosantin
(cokelat).

Algae dapat melakukan reproduksi secara vegetatif maupun generatif.


Reproduksi secara vegetatif dilakukan Algae melalui pembelahan diri,
fragmentasi, atau membentuk spora. Sementara secara generatif, Algae
bereproduksi dengan menyatukan dua sel gamet jantan dan betina.

Hasil dari penyatuan ini ada dua jenis, yaitu isogami dan anisogami.
Pada isogami, gamet yang dileburkan berukuran sama, sementara pada
anisogami, gamet yang dileburkan memiliki ukuran yang berbeda. Algae
hidup dengan menempel pada makhluk hidup lain atau pada tempat-
tempat basah dan lembab. Beberapa jenis Algae banyak ditemukan di
perairan, baik di perairan tawar maupun perairan laut sebagai plankton.

Ciri-Ciri Algae

Algae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


Algae bersifat bersel tunggal (uniseluler) atau bersel banyak
i
(multiseluler).
fy

Tubuh algae bervariasi, ada algae mikroskopis yang memiliki tubuh


berukuran 8 µm hingga algae makroskopis yang memiliki tubuh
berukuran 60 m.

Algae mikroskopis memiliki ciri-ciri khusus, yaitu tersebar di hampir


segala macam lingkungan yang terkena sinar matahari karena dapat
berfotosintesis seperti tumbuhan.

Algae memiliki bentuk tubuh yang tetap karena memiliki dinding sel.

Algae termasuk tumbuhan bertalus karena tidak memiliki akar,


batang, dan daun sejati.

Algae bersel tunggal mampu hidup soliter ataupun berkoloni.

Di dalam kloroplas Algae terdapat beberapa jenis klorofil, yaitu


klorofil a, klorofil b, klorofil c, dan klorofil d.

Algae memiliki pigmen fotosintetik selain klorofil (xantofil berwarna


kuning, fukosantin berwarna cokelat, fikosianin berwarna biru,
fikoeritrin berwarna merah, dan karotenoid).

Algae memiliki bentuk kloroplas yang bervariasi berupa cakram,


spiral, bulat, jala, mangkung, dan lain sebagainya.

Algae dapat hidup seperti plankton, bentos, atau neuston.

Algae bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner,


pembentukan spora vegetatif, dan fragmentasi atau secara seksual
melalui konjugasi, anisogami, dan singami.
Penggolongan Algae
i
fy

Algae diklasifikasikan menjadi tujuh filum, yaitu:

Filum Euglenophyta (Euglenoid)

Memiliki ciri-ciri seperti hewan dan tumbuhan. Filum ini dapat bergerak
aktif seperti hewan, tetapi juga memiliki kloroplas untuk melakukan
proses fotosintesis karena mengandung klorofil a, b, karoten, dan
terkadang pigmen xantofil. Anggota filum ini ada sekitar 800 spesies.
Beberapa spesies Euglenophyta yang tidak memiliki kloroplas hidup
secara heterotrof. Contoh filum Euglenophyta adalah Euglena viridis
dan Colacium calvum.

Filum Chlorophyta (algae hijau)

Memiliki ciri khas berwarna hijau karena didominasi pigmen klorofil a,


klorofil b, karoten, dan xantofil. Filum Chlorophyta memiliki anggota
sekitar 7.000 spesies. Anggota filum Chlorophyta memiliki bentuk
kloroplas yang bermacam-macam; ada yang berbentuk mangkok
seperti pada Chlorella, ada yang berbentuk spiral seperti pada
Spirogyra, dan ada yang berbentuk bintang seperti pada Zygnema. 

Contoh dari filum Chlorophyta adalah Chlorella yang berbentuk bulat


seperti bola, Spirogyra yang bentuk kloroplasnya menyerupai pita dan
berukuran besar, dan Ulva yang sering disebut sebagai selada laut
karena bentuknya mirip selada.
Filum Chrysophyta (algae keemasan) 
i
fy

Memiliki ciri khas berwarna keemasan karena didominasi klorofil a,


klorofil c, karotenoid, dan xantofil. Filum Chrysophyta memiliki anggota
sekitar 850 spesies. Pigmen yang paling dominan pada algae ini adalah
pigmen karoten. Contoh dari filum Chrysophyta adalah Synura,
Vaucheria, dan Mischococcus.

Filum Bacillariophyta (Diatom)

Memiliki ciri khas berwarna kuning kecokelatan dan memiliki dinding sel
yang unik seperti gelas dari campuran silika dan bahan organik. Filum
Bacillariophyta ini merupakan filum dengan anggota terbanyak, sekitar
10.000 spesies. Tubuh filum Bacillariophyta sangat khas karena
memiliki dinding tubuh yang terdiri dari kotak (hipoteka) dan tutup
(epiteka), dengan celah di antara keduanya yang disebut rafe. 

Saat Diatom mati, cangkangnya akan menumpuk, lalu membentuk


tanah diatom yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat
digunakan sebagai penyuling gasolin, bahan penggosok, bahan
pembuatan jalan, dan bahan dinamit. Contoh dari filum Bacillariophyta
ini adalah Pinnularia sp.

Filum Dinoflagellata (Pyrrophyta) 

Memiliki anggota sekitar 1.100 spesies dan setiap spesiesnya memiliki


bentuk tubuh yang berbeda-beda, yang terbuat dari dinding internal
selulosa. Sebagian spesies Dinoflagellata bersimbiosis mutualisme
i
dengan
fy Cnidaria, sementara spesies yang tidak memiliki kloroplas hidup
menjadi parasit pada hewan laut. Contoh dari filum Dinoflagellata
adalah Gymnodinium dan Gambierdiscus toxicus.

Ilustrasi
struktur
Protista mirip
tumbuhan.
Sumber
Gambar:
lumenlearning

Filum Phaeophyta (Algae Cokelat)

Memiliki ciri khas berwarna cokelat karena memiliki pigmen fukosantin


yang dominan. Filum Phaeophyta ini memiliki anggota sekitar 1.500
spesies, yang hampir seluruh anggotanya merupakan bersel banyak
(multiseluler), sebagian besar habitatnya adalah laut, dan sebagian
lainnya di perairan tawar. Bentuk tubuh Phaeophyta mirip dengan
tumbuhan tingkat tinggi dengan struktur tubuh yang mirip akar, batang,
dan daun. Contoh dari filum Phaeophyta adalah Fucus, Turbinaria, dan
Sargassum.

Filum Rhodophyta (Algae merah) 


Memiliki
i
ciri khas berwarna merah karena memiliki pigmen fikoeritrin
yang
fy dominan. Filum Rhodophyta ini memiliki anggota sebanyak 4.000

spesies. Sebagian besar spesies tersebut hidup di laut, sebagian lagi


hidup di perairan tawar. Contoh dari filum Rhodophyta ini adalah
Corallina, Gelidum, Eucheuma, dan Mastocarpus stellatus.

Protista Mirip Fungi (Jamur Lendir)

Sebelumnya protista mirip fungi atau yang biasa disebut sebagai jamur
lendir ini dikelompokkan ke dalam kingdom Fungi, tetapi karena zigot
jamur lendir dapat bergerak (mortil) dengan flagelnya, tidak seperti
zigot fungi yang tidak dapat bergerak (imotil), akhirnya para ahli
mengelompok jamur lendir ke dalam kingdom Protista. 

Jamur lendir sendiri disebut sebagai protista mirip fungi karena memiliki
kemiripan morfologi dan sama-sama saprozoik. Perbedaan lainnya
antara jamur lendir dengan fungi adalah perbedaan susunan sel, cara
reproduksi, dan siklus hidup mereka.

Dilihat dari molekulnya, sekalipun jamur lendir tidak memiliki kloroplas,


tetapi memiliki kemiripan dengan beberapa algae. Jamur lendir
menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya dalam bentuk bersel
tunggal (uniseluler), tetapi mereka dapat bergabung dan berkelompok
menjadi organisme bersel banyak (multiseluler). Pada saat itulah jamur
lendir mengalami masa transisi dari bersel tunggal (uniseluler) ke bersel
banyak (multiseluler). 
i
fy
Ciri-Ciri Jamur Lendir

Ciri-ciri protista mirip jamur atau jamur lendir ini adalah sebagai berikut:

Jamur lendir bersifat eukariotik.

Jamur lendir tidak memiliki klorofil.

Jamur lendir bersifat heterotrof.

Jamur lendir tidak dapat menghasilkan spora.

Zigot jamur lendir dapat bergerak (motil) karena memiliki bulu


cambuk (flagellum).

Penggolongan Jamur Lendir

Jamur lendir dibagi ke dalam tiga filum, yaitu:

Filum Myxomycota (Jamur Lendir Plasmodium)

Semua anggota spesies Filum Myxomicota bersifat heterotrof dan tidak


dapat melakukan fotosintesis. Beberapa jamur lendir Plasmodium
memiliki pigmen warna yang terang, seperti kuning dan oranye. Tubuh
jamur lendir Plasmodium tidak bersekat dan ada yang bersel tunggal
serta ada yang bersel banyak.
Jamur
i
lendir ini banyak ditemukan di tempat-tempat yang lembap,
seperti
fy pada batang pohon yang sudah membusuk, tanah lembap, serta
dedaunan yang sudah mulai membusuk. Saat habitatnya sudah mulai
mengering, pertumbuhan jamur lendir Plasmodium ini akan terhenti dan
kembali lagi kepada tahap reproduksi seksualnya. Contoh dari filum
Myxomycota adalah Physarium sp.

Filum Acrasiomycota (Jamur Lendir Selular)

Filum Acrasiomycota memiliki tubuh bersekat. Jamur Lendir Selular ini


merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran. Bentuk satu
sel dari jamur ledir selular ini merupakan individu yang mandiri. Saat
jamur lendir selular memasuki masa reproduksi, ia akan memiliki tubuh
buah yang akan menghasilkan spora yang digunakan saat reproduksi
aseksual.

Berbeda dengan filum Myxomycota, spesies filum Acrasiomycota tetap


mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Selain itu
Acrasiomycota ini didominasi fase haploid, berbeda dengan
Myxomycota yang didominasi fase diploid. Contoh dari filum
Acrasiomycota adalah Dictyostelium.

Filum Oomycota (Jamur Air)

Filum Oomycota memiliki arti telur jamur. Nama telur jamur ini diberikan
kepada filum Oomycota karena bentuk reproduksi seksualnya. Sel telur
spesies filum ini lebih besar dibandingkan spermanya. Dinding sel
Oomycota tersusun atas selulosa. Saat Oomycota memasuki masa
i
reproduksinya,
fy ia akan menghasilkan spora yang berflagela. Contoh
filum Oomycota adalah Saprolegnia, Lagenidium, Leptomitales, dan
Albuginales.

Nah, itulah pembahasan Materi Biologi Kelas 10 tentang Kingdom


Protista dan Klasifikasinya. Semoga artikel ini menambah pemahaman
kamu mengenai klasifikasi kingdom Protista, ya, Pahamifren. Buat kamu
yang ingin mendapatkan akses materi belajar menarik lainnya, kamu
bisa mengunduh aplikasi bimbingan belajar online Pahamify di sini.

Khusus buat kamu yang lagi ngambis masuk PTN impian, kamu bisa
mencoba fitur Live Class Pahamify dan latihan soal UTBK di fitur try out
online gratis ini. Jangan lupa juga buat ngecek informasi promo menarik
lainnya di sini [Link]

Referensi:

Idun Kistinnah. (2009) Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya


Untuk SMA/MA Kelas X / Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari ; editor,
Santi Ariandi, Sri Iswanti Mutmainah; ilustrator, Bayu…[et al]. — Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Moch Anshori. (2009) Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-


Madrasah Aliyah (MA) Kelas X / Penulis Moch Anshori, Djoko Martono;
Editor Irwin Ardianto; Ilustrator Iwa. — Jakarta: Pusat Perbukuan,
i
Departemen
fy Pendidikan Nasional, 2009.

Rikky Firmansyah. (2009) Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1 : untuk


Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu
Pengetahuan Alam / penulis, Rikky Firmansyah, Agus Mawardi
Hendrawan, [Link] Riandi; penyunting, Dadan Nugraha, Andri
Nurdiansyah. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2009.

Subardi. (2009) Biologi 1: untuk Kelas X SMA/ MA / oleh Subardi,


Nuryani, Shidiq Pramono editor, Yani Muharomah. — Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Suwarno. (2009) Panduan Pembelajaran Biologi: Untuk SMA/MA Kelas


X / Penulis Suwarno; Editor Riswanti; Ilustrator Adi Wahyono. —
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Sri Widiyati. (2009) Biologi: SMA dan MA Kelas X /penulis, Sri Widiyati,
Siti Nur Rochmah, Zubedi: editor, Eri Arinastiti, Yunita Retnosari, Arif
Kurniawan; illustrator, Indradi Budi Santosa, Dwi Purwanto. — Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Penulis: Salman Hakim Darwadi

Anda mungkin juga menyukai