0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan37 halaman

Struktur RC dan Rangka Baja: Perencanaan dan Analisis

1. Dokumen membahas struktur rangka baja dan tembok beton bertulang (RC). 2. Mencakup data material, dimensi profil baja, dan beton serta beban yang diberikan pada balok. 3. Terdapat langkah-langkah analisis untuk menentukan diagram gaya dalam dan rasio tegangan pada struktur.

Diunggah oleh

ibnu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan37 halaman

Struktur RC dan Rangka Baja: Perencanaan dan Analisis

1. Dokumen membahas struktur rangka baja dan tembok beton bertulang (RC). 2. Mencakup data material, dimensi profil baja, dan beton serta beban yang diberikan pada balok. 3. Terdapat langkah-langkah analisis untuk menentukan diagram gaya dalam dan rasio tegangan pada struktur.

Diunggah oleh

ibnu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERMASALAHAN SATU:

STRUKTUR TEMBOK BETON BERTULANG (RC) DAN RANGKA BAJA

DATA PERENCANAAN
Material dan Dimensi Rangka Baja

Tegangan leleh baja, Fy = 240,00 MPa


Modulus elastisitas baja, Es = 200.000 MPa
Poisson’s ratio, v= 0,3
Berat jenis material baja Ws = 76,98 kN/m3

Profil kolom, WF 250 x 250 x 9 x 14


Profil balok 1, WF 600 x 200 x 11 x 17
Profil balok 2, WF 400 x 200 x 8 x 13
Profil bracing, Siku 150 x 150 x 6

2
Catatan:

• Pada dasar kolom menggunakan perletakan sendi


• Pada ujung balok, hubungan dengan kolom merupakan tipe sendi kecuali pada pertemuan
balok dengan bracing
• Asumsikan semua balok 1 dikekang pada 1/3 poin (belum jelas)
• Asumsikan semua balok 2 dikekang pada bagian tengah saja
• Balok pada tembok beton bertulang tidak tertanam pada tembok
• Bagian ujung bracing adalah sendi

Material dan Dimensi Tembok Beton Bertulang

Kuat tekan beton, Fc’ = 25 MPa


Modulus elastisitas beton, Ec = 23.500 MPa
Poisson’s ratio, v= 0,22
Berat jenis material beton bertulang, Wc = 24 kN/m3
Tebal tembok beton bertulang, tc = 0,15 m

Beban pada balok

Beban pada balok adalah tipikal untuk semua balok seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah
ini:

TO DO LIST
Hal yang harus dilakukan dalam permasalah ini adalah:

1. Tentukan diagram gaya dalam NDM berdasarkan kombinasi beban berikut 1,0D + 0,3L + 1,0E,
2. Tentukan rasio tegangan pada struktur baja.

3
SOLUSI PERMASALAHAN
1. Klik File menu > New Model untuk masuk ke tab New Model

2. Ubah satuan menjadi

3. Klik tombol 2D Frames

4. Pada form 2D Frames inputkan data seperti berikut:

5. Setelahnya klik OK dan akan muncul gambar seperti berikut:

4
6. Tutup window yang menunjukan gambar 3D (3-D View)

7. Klik tombol toolbar Set Display Options atau bisa klik pada keyboard Ctrl + E atau klik View

menu > Set Display Options

8. Setelahnya akan keluar form berikut:

Centang pada Labels box di Joints dan Labels box di Frames/Cables/Tendons kemudian klik

“OK”

9. Pilih frame dan join seperti yang ada di gambar berikut

5
6
Kemudian hapus objek tersebut dengan klik Delete pada keyboard

10. Klik Define menu > Coordinate Systems/Grids

Kemudian highlight GLOBAL dengan cara di klik dan klik tombol Modify/Show System

7
11. Setelahnya akan keluar form berikut:

12. Centang pada bagian box Glid to Grid Lines

13. Pada X Grid Data – Grid ID ”E” ubah nilai Ordinate yang sebelumnya 15 menjadi 17 dan pada Z

Grid Data – Grid ID ”Z1” ubah nilai Ordinate yang sebelumnya 0 menjadi -0,20. Kemudian klik

”OK”

14. Klik tombol Refresh Window untuk memperbarui gambar

15. Pilih balok dengan label 41 dan 42 kemudian klik Edit menu > Edit Lines > Divine Frames

8
Buatkan nilai seperti yang ditunjukan pada gambar di atas dan klik ”OK”

16. Klik Define menu > Materials kemudian klik tombol Add New Material

Setelah nya akan muncul form seperti pada gambar berikut:

9
Pada form tersebut inputkan angka-angka seperti yang terlihat pada gambar di atas kemudian

klik ”OK”

17. Selanjutnya define untuk material beton dengan cara yang sama sehingga akan didapatkan form

seperti gambar berikut:

10
Setelahnya klik ”OK” pada form dan klik ”OK” kembali pada Define Materials

18. Klik Define menu > Section Properties > Frame Sections dan klik tombol Add New Property

11
Kemudian klik tombol I / Wide Flange setelahnya buat 3 frame untuk kolom, balok 1, dan balok

2. Input nilai masing – masing dimensi serta Material seperti di bawah ini:

12
13
19. Untuk bracing, pada bagian Add New Property Form pilih Angle dan inputkan dimensi dan

Material seperti pada gambar di bawah ini:

20. Klik Define menu > Section Properties > Area Sections

14
Untuk Select Section Type To Add pastikan Shell dan kemudian klik tombol Add New Section.

Kemudian inputkan nilai dimensi dan Material seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah

ini.

15
Kemudian klik ”OK” pada Shell Section Data Form dan Area Sections Form

21. Pastikan tombol Snap to Points and Grid Intersections telah aktif

22. Klik tombol Draw Frame/Cable/Tendon Element atau pilih Draw menu > Draw

Frame/Cable/Tendon hingga keluar form Properties of Object. Sesuaikan data – data pada form

sesuai dengan gambar di bawah ini.

16
23. Gambar bracing yang menghubungan titik dari 19 ke 31 dan dari 25 ke 31. Ulangi langkah yang

sama dalam menggambar bracing dari titik 20 ke 32 dan dari 26 ke 32 hingga akan membentuk

gambar seperti berikut:

24. Pilih semua kolom kemudian Assign menu > Frame > Frame Sections

17
Kemudian highlight ”Kolom WF 250 x 250” dengan cara diklik dan lanjutkan dengan mengklik

”OK”

Jika sudah maka akan window akan berubah seperti gambar di atas.

25. Pilih balok dari nomor 26 hingga 36 kemudian Assign menu > Frame > Frame Sections

18
Highlight ”Balok 1 WF 600 x 200” dan klik “OK”

26. Klik Select menu > Get Previous Selection kemudian Assign menu > Frame > Releases/Partial

Fixity. Centang untuk kotak pada bagian Moment 33 (Major) Start dan End seperti yang

ditunjukan pada gambar di bawah ini.

Kemudian tampilan window akan menunjukan seperti ini.

19
27. Lakukan hal yang sama untuk balok 46 hingga 49 sehingga akan didapatkan seperti gambar di

bawah ini.

20
21
28. Klik Define menu > Load Patterns setelah nya akan muncul form seperti gambar berikut:

Buat tiga jenis beban:

Auto Lateral Load


Load Pattern Name Type Self Weight Multiplier
Pattern

DEAD DEAD 1

LIVE LIVE 0

QUAKE QUAKE 0 None

Jika sudah maka form akan seperti berikut:

Kemudian klik ”OK”

29. Klik Define menu > Load Combinations setelah nya klik tombol Add New Combo

22
30. Load Combination Name diganti dengan 1.0D + 0.3L + 1.0E kemudian Load Combination Type

pilih Linear Add. Pada Define Combination of Load Case Results, Add beban dengan ketentuan

berikut:

23
Load Case Name Scale Factor

DEAD 1

LIVE 0,3

QUAKE 1

Jika sudah maka form akan seperti berikut:

Kemudian klik ”OK” dan lanjutkan dengan klik ”OK” kembali pada Define Load Combinations

Form.

31. Pilih seluruh balok kemudian klik Assign menu > Frame Loads > Distributed

32. Masukan beban terbagi rata untuk beban mati dan beban hidup dengan cara berikut:

a. Load Pattern Name: DEAD

Load Type and Direction: pilih “Forces”; Coord Sys: GLOBAL; Direction: Gravity

Uniform Load: diisi nilai 17,5

klik “OK”

24
b. Load Pattern Name: LIVE

Load Type and Direction: pilih “Forces”; Coord Sys: GLOBAL; Direction: Gravity

Uniform Load: diisi nilai 12,5

klik “OK”

33. Pilih balok 26 hingga 37 kemudian klik Assign menu > Frame Loads > Point

34. Isi form sesuai dengan gambar di bawah untuk input beban mati dan beban hidup

25
35. Periksa beban yang sudah diinputkan pada balok. Ambil contoh balok no 26. Klik kanan pada

balok pilih tab Loads maka tampilan window akan seperti gambar dibawah ini:

36. Pilih joint 31 dan joint 32, kemudian klik Assign menu > Joint Loads > Forces. Masukan data-

data pada form seperti yang ada di gambar berikut:

Klik ”OK” dan lakukan langkah yang sama untuk memasukan beban hidup dengan memasukan

data seperti berikut:

26
Lanjut klik ”OK”.

37. Klik kanan pada joint 31 dan pilih tab Loads, jika sudah maka akan ada tampilan seperti berikut:

38. Klik joint 2 kemudian klik Assign menu > Joint Loads > Forces. Masukan data-data pada form

seperti yang ada di gambar berikut:

27
Lalu klik ”OK”.

39. Lakukan hal yang sama dengan joint 3 hingga 6 dengan nilai Force Global X sebagai berikut:

Joint Force Global X

2 20

3 70

4 120

5 170

6 220

40. Jika sudah maka window akan menunjukan gambar berikut:

28
41. Klik tombol Show Undermed Shape atau klik tombol F4 pada keyboard.

42. Klik tombol Set Display Options atau klik Ctrl + E pada keyboard kemudian centang kotak

pada General – Fill Objects seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini:

Kemudian klik “OK”

29
43. Klik tombol Quick Draw Area Element kemudian bagian section pilih “Tembok RC 15 cm”

44. Klik pada bagian dimana seharusnya terdapat tembok RC. Jika sudah maka tampilan window

akan seperti gambar di bawah ini

45. Pilih ke 5 area tersebut kemudian klik Assign menu > Area > Automatic Area Mesh kemudian isi

form sesuai dengan gambar di bawah ini:

30
Kemudian klik ”OK”

46. Pilih balok 26 hingga 37 kemudian klik Design menu > Steel Frame Design > View/Revise

Overwrites kemudian ubah value pada “Unbraced Length Ratio (Minor, LTB)” menjadi 0,333.

Jika sudah maka form akan menunjukan gambar berikut:

31
Kemudian klik “OK”

47. Pilih balok 46 hingga 49 kemudian klik Design menu > Steel Frame Design > View/Revise

Overwrites kemudian ubah value pada “Unbraced Length Ratio (Minor, LTB)” menjadi 0,5. Jika

sudah maka form akan menunjukan gambar berikut:

32
Kemudian klik “OK”

48. Klik tombol Set Display Options atau klik Ctrl + E pada keyboard kemudian:

a. Hilangkan centang pada kotak Labels di Joints area

b. Hilangkan centang pada kotak Labels di Frames/Cables/Tendon area

49. klik Design menu > Steel Frame Design > View/Revise Preferences kemudian pada bagian

Design Code ganti value menjadi AISC-LRFD93 lanjut klik “OK”

50. Klik Analyze menu > Set Analysis Options hingga terbuka form berikut:

33
Klik gambar Plane Frame hingga centang pada UY, RX, RZ hilang kemudian lanjut klik ”OK”

51. Klik tombol Run Analysis atau klik F5 pada keyboard kemudian highlight MODAL dan klik

tombol Run/Do Not Run Case hingga seperti gambar di bawah:

Jika sudah klik tombol Run Now

34
52. Cek apa ada error saat running dengan cara klik Analyze menu > Show Last Run Details

53. Untuk melihat gaya dalam klik Display menu > Show Forces/Stresses > Frames/Cables

35
54. Pilih Case/Combo Name 1.0D + 0.3L + 1.0E dan centang salah satu pada Component untuk

melihat gaya dalam

Component Keterangan
Axial Force Diagram gaya dalam Aksial (N)
Shear 2-2 Diagram gaya dalam geser tegak lurus sumbu lemah (2-2) (D)
Shear 3-3 Diagram gaya dalam geser tegak lurus sumbu kuat (3-3) (D)
Torsion Diagram gaya dalam torsi (T)
Momen 2-2 Diagram gaya dalam momen sumbu lemah (2-2) (M)
Momen 3-3 Diagram gaya dalam momen sumbu kuat (3-3) (M)

Klik “OK”

Diagram gaya dalam Aksial (N)

36
Diagram gaya dalam geser tegak lurus sumbu lemah (2-2) (D)

Diagram gaya dalam momen sumbu kuat (3-3) (M)

37
55. Untuk melihat tegangan pada baja klik Design menu > Start Design/Check of Structure jika

sudah maka window akan menunjukan gambar seperti berikut:

38

Anda mungkin juga menyukai