100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
103 tayangan5 halaman

Laporan Rakortek BRIDA 2023

Rapat Koordinasi Teknis Badan Riset dan Inovasi Daerah (Rakortek BRIDA) diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas pembinaan teknis kepada BRIDA, peluncuran Indeks Daya Saing Daerah 2022, serta skema pendanaan riset dan inovasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN. Acara ini dihadiri perwakilan BRIN, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota

Diunggah oleh

yusmar yusuf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
103 tayangan5 halaman

Laporan Rakortek BRIDA 2023

Rapat Koordinasi Teknis Badan Riset dan Inovasi Daerah (Rakortek BRIDA) diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas pembinaan teknis kepada BRIDA, peluncuran Indeks Daya Saing Daerah 2022, serta skema pendanaan riset dan inovasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN. Acara ini dihadiri perwakilan BRIN, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota

Diunggah oleh

yusmar yusuf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Badan Riset dan

Inovasi Daerah (BRIDA) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Hari / Tanggal kegiatan : Selasa-Rabu / 07 s.d 08 Februari 2023

Acara / Kegiatan : 1. Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Badan Riset dan Inovasi Daerah
(BRIDA)
2. Launching Pengukuran Indeks Daya Saing Daerah 2022

Jenis Acara : Langsung (Luring)

Tempat : Gedung BJ Habibie Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),
Jakarta Pusat.

Yang mengikuti Acara : 1. Kabid Litbang dan Inovasi Bappeda Kabupaten Rokan Hulu;
2. Analis Kebijakan Ahli Muda Bappeda Kab. Rokan Hulu;
3. Perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN);
4. Perwakilan dari Pemerintah Daerah seluruh Indonesia;

Narasumber : 1. Dr. Yopi selaku Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah;


2. Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, M.B.A selaku Deputi Bidang
Kebijakan Riset dan Inovasi;
3. Dr. Ir. Lukman Shalahuddin, [Link] selaku Direktur Fasilitasi dan
Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah;
4.  Dr. Eng. Agus Haryono selaku Deputi Fasilitas Riset dan Inovasi;
5. Dr. Sri Nuryanti selaku Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi
Daerah;
6. Dr. Robertus Heru Triharjanto, [Link].,[Link] selaku Kepala
Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa;
7. Dr. Oetami Dewi selaku Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset
dan Inovasi Daerah;
8. Dr. Ing. Wiwiek Joelijani, MT selaku Sekretaris Deputi Bidang Riset
dan Inovasi Daerah;
9. I Nyoman Wikrama selaku Plt Kepala BRIDA Kab. Bangli);

Hasil acara / kegiatan :


1. Laporan Pelaksanaan Kegiatan sekaligus paparan materi oleh Dr. Yopi (Deputi Bidang Riset
dan Inovasi Daerah) yaitu:
a. Berdasarkan data per tanggal 1 Februari 2023, Saat ini terdapat 6 BRIDA yang telah
Terbentuk antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
dan Sulawesi Utara. Kemudian terdapat 6 Pemrov yang masih berproses Pembentukan
BRIDA, 11 Pemrov yang telah selesai Pertimbangan BRIDA, serta 1 Pemrov yang sedang
mengajukan Pertimbangan.
b. Untuk Pemerintah Kabupaten/Kota, saat ini terdapat 23 Pemerintah Kabupaten/Kota yang
telah membentuk BRIDA, 28 Pemerintah Kabupaten/Kota sedang dalam proses, 95
Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah selesai Pertimbangan BRIDA, serta 19 Pemerintah
Kabupaten/Kota yang sedang mengajukan Pertimbangan.
c. Pembinaan Teknis yang dilakukan oleh BRIN terhadap Pemda, diantaranya :
 Konsultasi Daring BMD (BRIN menyapa Daerah)
 Konsultasi Daring Spesifik Daerah
 Konsultasi Luring Kunjungan Daerah ke BRIN
 Fasilitasi BRIN, Kerjasama Riset, Pemantauan IDSD
 Pendampingan Pelaksanaan Kajian dan Lainnya
d. Tujuan Rakortek BRIDA 2023 adalah :
i. Pembinaan Teknis melalui Pengukuran IDSD 2022 dan Pemanfaatan IDSD sebagai
Referensi untuk Penetapan Rencana Kajian di Daerah;
ii. Pembinaan Teknis melalui melalui Pengembangan Skema Pendanaan Riset dan Inovasi
kolaborasi PEMDA & BRIN;
iii. Pembinaan Teknis melalui Diseminasi dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi
(Penggunaan data Citra Satelit untuk kepentingan Daerah);
iv. Pembinaan Teknis Penyusunan Kajian berdasarkan Prioritas Potensi dan Problem Daerah.
e. Arahan Presiden Jokowi Kepada Seluruh kabupaten dan kota itu harus mulai mendesign
kabupaten/kotanya dengan baik, sehingga setiap kabupaten dan kota itu memiliki
diferensiasi, maksimalkan potensi daerah yang ada, buat master plannya yang betul-betul
memiliki visi kedepan, jangan semua kota dan kabupaten kota itu sama semuanya.

2. Pembukaan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Badan Riset dan Inovasi Daerah
(BRIDA) dan Launching Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) oleh Bapak Dr. Laksana Tri
Handoko, [Link] selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

3. Paparan oleh Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, M.B.A (Deputi Bidang Kebijakan Riset dan
Inovasi) tentang Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2022, yaitu :
a. IDSD merupakan instrumen pengukuran daya saing pada tingkat provinsi dan
kabupaten/kota yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN);
b. IDSD 2022 mengadopsi kerangka pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) 2019
dari World Economic Forum (WEF), yang disesuaikan dengan konteks daerah di Indonesia;
c. Tujuan IDSD adalah memperoleh sebuah ukuran daya saing daerah yang komprehensif yang
merefleksikan tingkat produktivitas daerah;
d. Manfaat IDSD adalah :
 Menilai keberhasilan suatu daerah untuk mewujudkan daya saingnya yang juga
mendukung daya saing nasional.
 Melakukan riset bagi pengampu kepentingan (akademisi, NGO, dunia usaha,
masyarakat).
 Menjadi rujukan bagi berbagai pihak yang akan melakukan perhitungan indeks daya
saing global di Indonesia.
 Meningkatkan pemantauan dan pembinaan BRIN kepada BRIDA.
 Meningkatkan strategi investasi dan pengembangan usaha bagi pelaku usaha.
e. IDSD 2022 terdiri 4 komponen, 12 pilar daya saing, 23 dimensi indikator provinsi dan 48
indikator kabupaten/kota.

4. Paparan oleh Dr. Ir. Lukman Shalahuddin, [Link] (Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset
dan Inovasi Daerah) tentang Analisis Pemanfaatan Pengukuran Indeks Daya Saing Daerah
berdasarkan hasil IDSD tahun 2022, yaitu :
a. Terdapat 12 Pilar IDSD dan indikatornya, diantaranya :
b. Data IDSD dapat digunakan sebagai dasar kajian, perencanaan, dan kebijakan pembangunan
di daerah (science-based policy);
c. Beberapa jenis simulasi bisa dilakukan untuk analisa data IDSD;
d. Berbagai topik kajian bisa dilakukan berdasarkan analisa data IDSD;
e. Pemerintah Daerah dapat mengusulkan kajian/penelitian yang akan dilakukan berdasarkan
hasil Analisa data pengukuran IDSD 2022.

5. Paparan oleh Dr. Eng. Agus Haryono (Deputi Fasilitas Riset dan Inovasi tentang Sosialisasi
Pendanaan Riset dan Inovasi Bersama BRIDA, yaitu :
a. Tata Cara Pengusulan Pendanaan Riset dan Inovasi Bersama BRIDA adalah :
 Pengusul mengajukan Proposal melalui website [Link]
 Pengusul memilih skema pendanaan Bersama riset dan inovasi daerah;
 Pengusul mengisi dan memenuhi berkas-berkas yang dipersyaratkan sesuai pada
website;dan
 Format proposal mengacu pada sistematika penyusunan proposal yang telah ditentukan.
b. Skema Fasilitasi serta Pendanaan Riset dan Inovasi

c. Pendanaan RIIM berfokus pada riset dan inovasibidang pangan (termasuk pangan halal),
kesehatan, dan energi bagi kemandirian nasional. Selain itu, dapat terbuka juga untuk bidang-
bidang riset unggulan termasuk tenaga nuklir, penerbangan dan antariksa, elektronika,
informatika, kebumian, maritim, hayati, lingkungan, material, arkeologi, sosial humaniora,
bahasa, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.
d. Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi (PEE) merupakan pendanaan yang dapat diakses oleh
semua periset dari Lembaga Riset, PerguruanTinggi (PT), Badan Usaha, dan Organisasi
Kemasyarakatan, baik dar inegara Indonesia maupun negara asing yang bekerjasama dengan
Lembaga riset di Indonesia dalam rangkaian pelaksanaan riset melalui pengambilan data
dan/atau koleksi specimen di lapangan. Penerima manfaat diberlakukan wajib serah dan
wajib simpan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
e. Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) merupakan n pembiayaan untuk calon
perusahaan startup/rintisan berbasis hasil riset BRIN atau hasil riset masyarakat agar siap
untuk menjadi perusahaan pemula yang mendatangkan keuntungan (profitable) dan
berkelanjutan (sustainable). Peserta yang terpilih akan mengikuti mentoring selama maksimal
6 bulan dan peserta yang lulus mentoring akan mendapat pendanaan sampai dengan
Rp300.000.000,-/tahun dengan pendanaan maksimal 2 tahun.
6. Paparan oleh Dr. Sri Nuryanti (Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah) tentang
Kolaborasi Pendanaan Riset Daerah, yaitu ;
a. Kerjasama pemerintah daerah terkait riset dan inovasi meliputi : Pemerintah Pusat
(Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM dan Kementerian Lainnya), Perguruan Tinggi
Negeri dan Swasta (Universitas, Institut, Sekolah Tinggi), Institusi Bisnis dan Swasta,
Lembaga Perbankan, Komunitas, BUMD, dan Mitra Lainnya;
b. Kondisi Penyelenggaraan Riset dan Inovasi di Daerah, antara lain :
 Dilakukan oleh perangkat daerah masing-masing
 Dikolaborasikan dengan Perguruan Tinggi di Daerah
 Dilakukan melalui Swakelola Tipe 1 dan Swakelola Tipe 2
 Metodologi lainnya
c. Segmentasi Penyelenggaraan Riset dan Inovasi di Daerah dilakukan berdasarkan
Pengembangan Potensi Daerah dan Penyelesaian Permasalahan Daerah dengan cara
melakukan kajian dan membutuhkan riset dasar/terapan dengan skema existing (Kerjasama
pemda dengan perguruan tinggi) dan skema Kolaborasi Riset Cost Sharing.
d. Fasilitas BRIN Yang Dapat Dimanfaatkan Pemda antara lain : pendanaan riset dan inovasi
BRIN, infrastruktur riset, dan SDM BRIN.

7. Paparan oleh Dr. Robertus Heru Triharjanto, [Link].,[Link] (Kepala Organisasi Riset
Penerbangan dan Antariksa) tentang Kerjasama Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Bagi
Pemerintah Daerah, yaitu :
a. Karakteristik citra satelit penginderaan jauh adalah Cakupannya luas, Perolehannya near-real
time, Konsisten (waktu dan data), dan biayanya relatif murah.
b. Katalog Data dan Contoh GIS Pemda adalah :
 [Link]
 [Link]
 [Link]
c. Pemanfaatan Citra Inderaja untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan, yaitu :
Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) dan Rencana Detil Tata Ruang
Kota/Kabupaten (RDTRK), Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil (RZWP3K), Monitoring dan Pemetaan Bencana Banjir, Longsor dan Karhutla,
Interpretasi Penggunaan dan tutupan Lahan, Delineasi dan Pemetaan Kawasan Ekosistem
Mangrove, Pemetaan Zona Agroekologi (ZAE), dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
(RTRW, RPJM, RPJMD)

8. Paparan oleh Dr. Oetami Dewi (Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi
Daerah) tentang Pembinaan Teknis Bidang Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi
Daerah, yaitu :
a. Pemanfaatan Citra Satelit Untuk Berbagai Keperluan Penataan Ruang (Penentuan Batas
Wilayah dan ruang terbuka hijau), Kegiatan Strategis (Identifikasi area kumuh, Penentuan
masa panen, masa tanam, dan identifikasi lahan ganja), Lingkungan dan Kebencanaan
(Informasi kebakaran hutan dan lahan, dampak banjir), Sumber daya Alam (Zona
penangkapan ikan, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan);
b. Citra Satelit dan dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Dapat Dianalisis untuk Dapat
Dimanfaatkan di Berbagai Sektor Pembangunan dan Membantu meningkatkan berbagai
indikator yang ada; misalnya IDSD.
9. Paparan oleh Dr. Ing. Wiwiek Joelijani, MT (Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi
Daerah) tentang Pembinaan (Pendampingan) Teknis yaitu :
a. Rekomendasi Kebijakan daerah dihasilkan dari sebuah kajian/penelitian;
b. Kebijakan yang dihasilkan harus dibuatkan paying hukum seperti Perda/ Pergub/
Perbup/Perwako;
c. Kebijakan dijabarkan dalam program, kegiatan, dan sub kegiatan;
d. BRIDA harus memiliki budaya kerja yang Kolaboratif, optimis, mandiri, proaktif, agile, dan
kompetitif.

10. Paparan oleh I Nyoman Wikrama (Plt Kepala BRIDA Kab. Bangli) tentang gerbang
BRIDA bisa yaitu :
a. Usulan Pengembangan Potensi Daerah yaitu :
 Mendorong adanya riset yang dilakukan oleh BRIN tentang pengembangan potensi daerah
Kabupaten Bangli;
 Mendorong adanya program pendampingan dan pengembangan inovasi yang dilakukan
oleh BRIN dalam pengelolaan potensi daerah Kabupaten Bangli.
 Mendorong adanya regulasi pusat tentang pengaturan imbal jasa lingkungan seperti kasus
danau Batur,baik melalui dana alokasi umum,dana alokasi khusus,atau insentif daerah
 Mendorong adanya regulasi pusat tentang pengaturan imbal jasa lingkungan seperti kasus
danau Batur dari kabupaten lain atau perusahan air pada Kabupaten lain yang mendapat
mata air atau aliran sungai dari danau batur
b. Moto BRIDa Kab. Bangli adalah :
 Gerbang Perisae Bisa (Gerakan Bangkit Percepatan Riset Daerah Bangli Bisa)
 Gerbang Ubertek Bisa (Gerakan Bangkit Usaha Berbasis Iptek Bangli Bisa)
 Gerbang Indah Bisa (Gerakan Bangkit Inovasi Daerah Bangli Bisa)
 Gerbang Cipta Bisa (Gerakan Bangkit Catat Hak Cipta Bangli Bisa)

Yang mengikuti :

Kabid Litbang dan Inovasi, Analis Kebijakan Ahli Muda,

dto dto

NELSON, ST TAJARUSSALIM, SE
Pembina (IV/a) Penata (III/c)
NIP. 19741007 200212 1 004 NIP. 19750125 200903 1 001

Anda mungkin juga menyukai