Pengendalian Ulat Api pada Kelapa Sawit
Pengendalian Ulat Api pada Kelapa Sawit
TUGAS AKHIR
Oleh :
ABDUL RAHMAN
1622040218
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat
perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naska ini dan disebutkan dalam daftar Pustaka.
Abdul Rahman
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan hidayahnyalah sehingga penulis dapat menyusun laporan tugas
akhir yang berjudul “Pengendalian Hama Ulat Api (Setothosea asigna) Pada
Kalimantan Timur”.
kata, oleh karena itu penulis mengharapkan banyak saran yang membangun demi
menyempurnakan laporan praktik kerja lapang ini, ucapan terima kasih kepada
orang tua serta segenap keluarga yang telah memberikan bantuan baik berupa
1. Orang tua dan saudaraku tercinta, yang telah banyak memberi bantuan dan
Akhir.
2. Ibu Dr. Zahraeni Kumalawati, S.P., M.P. Selaku pembimbing I yang telah
laporan ini.
v
3. Ibu Syatrawati, S.P., M.P. Selaku pembimbing II yang telah banyak
4. Bapak Dr. Ir. Darmawan, M.P. Selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri
Pangkep.
Tanaman Perkebunan.
6. Ibu Ir. Miss Rahma Yassin, M. Si. Selaku penguji I yang telah banyak
7. Ibu Sitti Inderiati, S.P., [Link]. Selaku penguji II yang telah banyak
itu, penulis dengan rendah hati menerima saran dan kritikan dari pihak pembaca
yang bersifat membangun menuju perbaikan laporan ini dengan baik. Akhir kata,
Penulis
vi
DAFTAR ISI
Halaman
vii
BAB V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan ....................................................................................
................................................................................................................... 17
5.2. Saran ..............................................................................................
................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 18
LAMPIRAN .............................................................................................. 19
RIWAYAT HIDUP .................................................................................. 20
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Gejala serangan haman ulat ap ............................................... 7
viii
Gambar 2. Ulat api Setothosea asigna ..................................................... 7
Gambar 3. Alat Fogging .......................................................................... 8
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Tabel Lampiran 1. Sebelum aplikasi fogging ................................................... 19
ix
Tabel Lampiran 2. Presentase ulat api setelah perlakuan fogging.................... 19
RINGKASAN
x
ABDUL RAHMAN (1622040218). Pengendalian Hama Ulat Api (Setothosea
asigna) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Secara Kimiawi.
Dibimbing oleh Zahraeni Kumalawati dan Syatrawati.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengendalian kimia
(sistem fogging) pada ulat api (Setothosea asigna) di pertanaman kelapa sawit
(Elaeis guineensis Jacq.). Pengamatan dilakukan di lahan perkebunan kelapa sawit
di PT Dwiwira Lestari Jaya 1 Desa Lempake. Kecamatan Biatan. Kabupaten
Berau. Provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan pada bulan Maret–April
2019. Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan melakukan
pengamatan secara langsung di lapangan, pada tiga blok yaitu blok E11, F13 dan
F14. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengendalian kimia dengan sistem
fogging efektif menurunkan populasi ulat api dari 12.58 menjadi 1.01 per pohon
atau menurun sebesar 94.81%.
xi
1
BAB [Link]
[Link] Belakang
Cheng (2010) konsumsi minyak nabati dunia pada tahun 2009 mencapai 132.8
juta ton dari konsumsi tersebut sekitar 34% dipenuhi dari minyak kelapa sawit.
Kebutuhan minyak nabati akan terus meningkat hingga tahun 2020 mencapai 236
Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang sangat produktif
merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Luas areal
kelapa sawit Indonesia pada tahun 2013 mencapai 10 465 020 ha dengan produksi
CPO sebesar 5 556 401 ton dan produktivitas 3 536 kg ha per tahun. Nilai ekspor
kelapa sawit Indonesia mencapai 20 577 976 ton CPO (Crude Palm Oil) dengan
nilai sebesar $15 838 850.00 sehingga menjadi sumber devisa terbesar dan
(Ditjenbun, 2013).
Ulat-ulatpemakandaunmenimbulkankerugian,akibatnya organ
kelapasawit. SeranganintensifdariSetoranitensmisalnya,
dapatmeniadakanseluruhhelidaun,sehinggayangtersisahanyapelepah
anak(lidi).Berkurangnyaataumusnahnyahelaidaundengansendirinya menurunkan
kembali(Soepadio, 2008).
[Link]
[Link] UlatApi
Ulat api merupakan jenis ulat pemakan daun kelapa sawit yang paling
ditemukanadalahThoseavestusa,Thoseabisura,SusicapallidadanBirthamulach
Phylum : Arthropoda
Klass : Insekta
Ordo : Lepidoptera
Family : Limacodidae
Genus : Setothosea
Spesies : Setothoseaasigna
Diantarajenisulatpemakandaun,yang termasukhamapenting
bradleyi).Ulatapimerupakansalahsatujenisulatpemakandaunkelapasawityang
4
[Link]-jenis ulatapiyang
palingbanyakditemukanadalahSetothoseaasigna,Setoranitens,Darnatrima,
chara(Agus, 2012).
a. Telur
Telurdiletakkansecaraberkelompokpadapermukaan
bawahanakdaunarahketepitiap kelompokberkisarantara33–
111telur.Telurakanmenetassetelah4–8hari(Wikipedia,2013).
b. Larva
Periodelarvaantara49–51haridanterbagidalamVI–[Link]
menetasinstarI–
IIlarvamemakanepidermisbawahdaunsehingagejalayangterlihatadalah adanyastrip-
c. Pupa
Pupaberasaldidalamkokonyang
terbuatdaricampuranairliurulatdantanah,berbentuk
bulattelurdanberwarnacoklatgelap,terdapatdibagiantanahyang
relatifgemburdisekitar
[Link]-
d. Kepompong
16x13mmuntukjantan dan20x16,5mmuntuk
[Link]±[Link]- kupu
e. Kupu-kupu
Siklushiduphamapemakandaunkelapa
sawitmelaluiempatstadiumyaitutelur,larva,
pupa,danimagolajuperkembanganpopulasididukung olehkemampuanberkembang
[Link] berbiakdan
tinggi kemampuan hama untuk merusak, toleransi tingkat batas kritis populasi
Siklushidupmasing-
masingspesiesulatapiberbeda.Setothoseaasignamempunyaisiklushidup106-
[Link],berbentukoval,sangattipisdantransparan.
Telurdiletakkanberderet3-
4barissejajardenganpermukaandaunsebelahbawah,biasanya padapelepahdaunke6-
menghasilkan telur 300-400 butir. Telur menetes 4-8 hari setelah diletakkan. Ulat
6
berwarnahijaukekuningandenganbercak-
[Link] dibagianpunggung
panjang 36mmdanlebar14,5mm.
[Link] 2-3ulatmemakandaunmulaidariujung
perkembangannya,ulatbergantikulit7-8kalidanmampu
menghabiskanhelaiandaunseluas400cm².Stadiaulatiniberlangsung selama49-
diselubungi oleh kokon yang terbuat dari air liur ulat, berbentukbulattelur
selama±39,7hari. Seranggadewasa(ngengat)jantandanbetinamasing-
masinglebarrentangansayapnya 41mm
[Link]-
2.2.1. Gejalaserangan
Helaiandaunberlubangatauhabissamasekalisehinggatersisatulang daun.
Padatahunpertamasetelah serangandapatmenurunkan
produksisekitar69%dansekitar27%pada tahunkedua.
adalahSetothoseaasigna.
2.2.2. UlatapiSetothoseaasigna
apiyangterpentingpadatanamankelapasawit.
Ulatiniberwarnahijaukekuningandenganbercak-bercakyangkhasdi
(Ditlinbun, 2013).
a. SistemFogging
sistempengendaliandengancarapengasapandenganbahankimia insektisida
butiranyangsangat halus.
secara [Link]
berfungsisebagaipengangkutbutir-butirracun(insektisida)melaluinozzles,
Gambar [Link]
Keuntungan sistemFogging :
3. Biaya/Hamurah
Kekurangan sistemFogging :
2. Diperlukan tenagakerjayangterlatih
CarakerjaFogging:
2.2.4. Dampakfogging
paparan zat kimia yang di lepaskan saat fogging ternyata juga dapat membawa
pencernaan, pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh. Bahaya umum yang sering
ditemukan seperti muntah-muntah, sakit perut, dan juga diare. (Kadir, 2015).
periode pengendalian yang lebih panjang, mudah dan praktis cara penggunaannya,
(Girsang,2009).
sintetis ibarat pisau bermata dua. Dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan
tanaman.
dari kata “caedo” yang berarti membunuh. Pada umumnya pestisida, terutama
pestisida sintesis adalah biosida yang tidak saja bersifat racun terhadap jasad
pengganggu sasaran. Tetapi juga dapat bersifat racun terhadap manusia dan jasad
yang tertinggal di lingkungan fisik dan biotis disekitar kita. Sehingga akan
Tanaman
tidak tercapai. Hal ini sering terjadi, kurang pengetahuan dan perhitungan tentang
Alat yang digunakan adalah Alat Pelindung Diri (APD), Egrek, Pulpen,
langsung di lapangan, dengan tiga blok yaitu : Blok E11, F13 dan F14.
yang berada dalam lajur kelima dan baris ketiga. Sampel berikutnya dipilih
lajur tersebut.
lajur sampel pertama (lajur ke-15). Cara penentuan tanaman sampel sama
3. Jumlah tanaman yang terdapat pada blok E11 adalah 3.419 pohon dan
kelapa sawit pada blok F13 adalah sebanyak 2.779 pohon dan diambil
13
sampel sebanyak 39 pohon. Populasi tanaman kelapa sawit pada blok F14
Agristic 1,2 liter, Decis 7 liter, solar 10,2 liter, air 1,6 liter dan dimasukkan
terserang hama ulat api dengan cara menyusuri baris tanaman dan
Rumus:
Jumlah ulat
Jumlah ulat per pohon =
Jumlah pohon yang disensus
Jumlah ulat api per pohon = Sebelum fogging − Setelahfogging
Jumlah ulat api per pohon
Penurunan Intensitas ulat api = x 100
Sebelumfogging
Sebelum fogging
Rata − rata =
Blok
Setelah fogging
Rata − rata =
Blok
Penurunan Intensitas ulat api
Rata − rata =
Blok
14
4.1. Hasil
Hasil pengamatan ulat api akibat dari pengaruh pengendalian secara kimia (
Tabel 1. Intensitas serangan hama ulat api sebelum dan setelah aplikasi
fogging
foggingjumlah pohon yang diamati dalam diblok E11 adalah 39 pohon dan hama
ulat api ditemukan sebanyak 23.10 ekor per pohondan setelah dilakukan aplikasi
fogging hama ulat api menurun sebanyak 2.87 ekor per [Link]
intensitas ulat api sebanyak 87.60 %.Sebelum dilakukan aplikasi fogging diblok
F13 jumlah pohon yang diamati adalah 36 pohon dan hama ulat api ditemukan
sebanyak 5.39 ekor per pohon dan setelah dilakukan aplikasi fogging hama ulat
api menurun sebanyak 0.17 ekor per pohon. Penurunan intensitas serangan ulat
pohon yang di amati adalah 30 pohon dan hama ulat api sebanyak 9.27 ekor per
pohon dan setelah dilakukan aplikasi fogging hama ulat api tidak lagi ditemukan
15
ulat api pada tanaman kelapa sawit, atau penurunan intemsitas ulat api sebanyak
penyerangan hama tidak serta merta seluruh hama ulat api di kebun yang
4.2. Pembahasan
Hama ulat api merupakan hama yang paling banyak menyerang tanaman
kelapa sawit. Gejala serangan hama ini dapat dilihat dengan adanya tingkat
api mampu menghabiskan seluruh permukaan daun, dan yang tersisa hanya lidi-
lidinya.
kimiawi terhadap hama ulat api menunjukkan hasil yang baik dan dapat
pengasapan disetiap lajur gawang antar baris yang terserang ulat api kemudian
Jumlah ulat api yang berada di atas 5 ulat setiap pelepah adalah termasuk
hama ulat api yang di temukan hanya ulat api jenis Setothosea asigna, dimana ulat
api ini menyerang pada 3 blok sample dengan jumlah ulat api sebanyak 37.76
ekor per pohon, oleh karena itu pengaplikasian fogging harus segera dilakukan.
Aplikasi fogging sebaiknya di lakukan pada malam hari pada saat yang baik (tidak
hujan dan hembusan angin tidak kencang), pada malam hari tingkat serangan
hama ulat api lebih tinggi sedangkan cuaca yang baik dapat mempengaruhi
kelancaran kerja dan pengasapan dapat tersebar merata mengenai langsung fisik
ulat api.
jenis yang sama pada 3 blok sampel sebanyak 3.04 ekor. Hal ini menunjukkan
tingkat serangan hama ulat api telah menurun yang dipengaruhi oleh bahan aktif
Pengaruh bahan aktif Deltametrin dari Decis 25 terhadap ulat api dapat
merusak sistem pernafasan dalam tubuh ulat api dan mampu merusak lambung
sehingga lambat ulat api akan mati. Aplikasi Decis 25 berbahan aktif Deltametrin
melalui sistem fogging ini merupakan pengendalian hama terpadu yang lebih
efisien dalam mengendalikan hama ulat api, selain mudah dilakukan sistem
17
fogging ini lebih ramah lingkungan dan relative tidak merusak tanaman kelapa
sawit.
18
BAB V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
api dengan teknik aplikasi fogging pada tanaman kelapa sawit TM, efektif
menurunkan populasi ulat api dari12.58 menjadi 1.01 per pohon ataumenurun
sebesar 94.81%.
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Cheng, H.T. 2010. Key Sustainability Issues In The Palm Oil Sector. (Internet).
Tersedia pada [Link]. (Diakses Tanggal 13 Mei 2019).
Fauzi,[Link],[Link]. Penebar
Swadaya. Jakarta. (Diakses Tanggal 13 Mei 2019).
Oil World. 2008. Oil World Annual 2010. (Internet). Tersedia pada
[Link] (Diakses Tanggal 13 Mei 2019).
Wawan,[Link] Sawit.
[Link]. (Diakses Tanggal 15 Mei 2019).
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
2. Eksternal
• Anggota 2016 IMPS (Ikatan Mahasiswa
Pelajar Soppeng)
Abdul Rahman