0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Manajemen Keperawatan: Timbang Terima dan Delegasi

Dokumen tersebut membahas konsep timbang terima dan pendelegasian antara perawat shift pagi dan sore. Terdapat beberapa pertanyaan mengenai proses timbang terima, kategori ketergantungan pasien, dan peran manajer dalam membimbing perawat baru.

Diunggah oleh

Dino
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Manajemen Keperawatan: Timbang Terima dan Delegasi

Dokumen tersebut membahas konsep timbang terima dan pendelegasian antara perawat shift pagi dan sore. Terdapat beberapa pertanyaan mengenai proses timbang terima, kategori ketergantungan pasien, dan peran manajer dalam membimbing perawat baru.

Diunggah oleh

Dino
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL KELOMPOK MANAJEMEN KEPERAWATAN

“ KONSEP TIMBANG TERIMA DAN KONSEP PENDELEGASIAN ”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 2


ANGGOTA :
ALMIZA NURWANI ( PO7220121 1703)
FAZIRA ( PO7220121 1713 )
MIRA FEBRI ANEL ( PO7220121 1720 )
NARDI ( PO7220121 1722 )
NUR AISYAH ( PO7220121 1724 )
SAFNA OKTAFIANI ( PO7220121 1731 )
TASYA MAURA SALSABILLA ( PO7220121 1736 )
TRIO HADI SAPUTRA ( PO7220121 1738 )
WULAN DELIA ANGGRAINI ( PO7220121 1740 )

DOSEN PENGAMPU :
Hj. MUJI HARTINAH, SST., MPH

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


PROGRAM STUDI D-lll KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES TANJUNG PINANG
TAHUN 2022/2023
1. Perawat primer pagi melakukan timbang terima kepada perawat primer sore. Kedua
kelompok shift dalam keadaan sudah siap. Perawat primer menyampaikan Identitas klien
dan diagnosa medis, Masalah keperawatan yang masih ada dan Data fokus (Keluhan
subyektif dan obyektif) pasien. Tindakan selanjutnya yang akan disampikan perawat
primer tersebut adalah?
A. Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan.
B. Intervensi kolaboratif dan dependensi.
C. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya.
D. Klarifikasi tanya jawab terkait hal yang ditimbang terimakan
E. Kunjungan ke ruangan pasien

2. Setelah dinas malam seluruhnya datang maka pegawai di Nurse Station Melati akan
melakukan timbang terima di ruangan pasien, Siapa yang akan memimpin kegiatan
tersebut?
A. Kepala Ruangan
B. Perawat Primer
C. Perawat Pelaksana
D. Kepala Bidang Keperawatan
E. Dokter ruangan

3. Di nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang terima dengan mengkaji
secara komprehensif yang berkaitan tentang masalah keperawatan klien, rencana tindakan
yang sudah dan belum dilaksanakan serta hal-hal penting lainnya yang perlu dilimpahkan.
Tindakan selanjutnya yang akan dilakukan perawat primer tersebut adalah?
A. Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang lengkap sebaiknya
dicatat untuk kemudian diserahterimakan kepada perawat jaga berikutnya
B. Menyampaikan hal-hal yang perlu disampikan
C. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya.
D. Klarifikasi tanya jawab terkait hal yang ditimbang terimakan
E. Pelaporan untuk timbang terima ditulis secara langsung pada buku laporan
ruangan oleh perawat primer
4. Kepala ruang melakukan pre conferen dan membagi tugas kepada setiap perawat. Perawat
pertama diminta untuk memberikan obat parenteral, perawat kedua diminta untuk merawat
luka pasien pascaoperasi, perawat ketiga diminta mengantar untuk pemeriksaan diagnostik
penunjang. Apakah metode penugasan yang digunakan di ruang tersebut?
A. Tim
B. Primer
C. Kasus
D. Medular
E. Fungsional

5. Sebuah rawat inap diruang dahlia ada 6 pasien parsial care, 2 pasien minimal care dan
2 pasien total care sedangkan jumlah bed 15. Berapakah jumlah BOR ruangan tersebut?
A. 56
B. 66,66
C. 65,66
D. 60
E. 10

6. Seorang perawat pelaksana diruang bedah tugasnya dipagi hari memberikan pengobatan
kepada klien kelolaan, tindakan keperawatan yang diberikan adalah pemberian obat
dengan injeksi, pasang cairan infus, mengobservasi balance cairan ketat. Apakah kategori
tingkat ketergantungan klien pada kasus diatas?
A. Minimal care
B. Maksimal care
C. Parsial care
D. Intermediate care
E. Total care
7. Seorang lakiu-laki usia 35 tahun memerlukan bantuan minimal dalam tindakan
keperawatan dan pengobatan. Klien melakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara
mandiri biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1,5 jam/24
jam. Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?
A. Self-care
B. Minimal care
C. Intermediate care
D. Intensive care
E. Mothfied intensive care

8. Seorang perawat bertanggung jawab merawat seorang pasien dengan acute miocard
infarction. Pasien mampu melakukan ADL, mampu mandi, makan dan minum sendiri,
ambulasi dengan pengawasan, pemantauan tanda-tanda vital setiap pergantian shift.
Apakah tingkat ketergantungan perawatan pada pasien?
A. Total care
B. Partial care
C. Minimal care
D. Mediate care
E. Intermediate care

9. Seorang lulusan Ners baru 3 bulan bekerja di sebuah pelayanan kesehatan swasta.
Berdasarkan penampilannya 3 bulan ini, perawat tersebut menunjukkan antusiasme dan
komitmen yang tinggi pada institusi dan bidang yang digelutinya, namun secara
kompetensi ia masih tergolong kurang terampil dan kurang kecakapannya, ia cenderung
belum tanggap terhadap apa yang seharusnya dilakukan. Bagaimana sikap manager
terhadap perawat muda tersebut?
A. Diajarkan dan dibimbing (coaching)
B. Diberdayakan (empower)
C. Diarahkan (directing)
D. Diawasi (controlling)
E. Didukung(Support)
10. Pada shiff pagi ketua tim dan anggota tim sedang melaksanakan timbang terima,
ditemukan masalah perawatan pada klien yang terpasang infus, terdapat kemerahan pada
lokasi pemasangan, infus terpasang sudah 3 hari. Pada saat di ners station ketua Tim
mengingatkan waktu pemasangan tidak boleh lebih dari 3 hari, disarankan untuk
mengganti infus dengan yang baru agar tidak terjadi plebitis. Apakah Peran ketua Tim
pada kasus tersebut ?
A. Sebagai Motivator
B. Sebagai koordinator
C. Sebagai controlling
D. Sebagai konsulor
E. Sebagai evaluator

Anda mungkin juga menyukai