0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Ujian Tengah Semester Teknik Industri 2021

Dokumen tersebut berisi soal ujian tengah semester mata kuliah Perancangan Tata Letak Fasilitas yang terdiri dari 4 nomor soal. Nomor 1 meminta membuat peta proses operasi dan peta perakitan untuk produk tertentu serta menghitung jumlah mesin. Nomor 2 meminta menghitung OMH awal, membuat flow chart, tabel skala prioritas, dan activity relationship diagram untuk 3 komponen. Nomor 3 meminta mengisi tabel perhitungan storage dan menentukan jumlah alat

Diunggah oleh

Warren Evander
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Ujian Tengah Semester Teknik Industri 2021

Dokumen tersebut berisi soal ujian tengah semester mata kuliah Perancangan Tata Letak Fasilitas yang terdiri dari 4 nomor soal. Nomor 1 meminta membuat peta proses operasi dan peta perakitan untuk produk tertentu serta menghitung jumlah mesin. Nomor 2 meminta menghitung OMH awal, membuat flow chart, tabel skala prioritas, dan activity relationship diagram untuk 3 komponen. Nomor 3 meminta mengisi tabel perhitungan storage dan menentukan jumlah alat

Diunggah oleh

Warren Evander
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengesahan

Ujian Tengah Semester Ketua Program Studi S-1 [Link],

(TEKNIK INDUSTRI) Ganjil/Genap 2020/2021

Mata Kuliah IC601 Perancangan Tata Letak


Fasilitas
Hari/tanggal Senin / 12 April 2021
Fakultas/Prodi Teknik / S-1 Teknik Industri
Waktu 11.00 – 13.30 WIB (150 menit)
Dosen Koordinator Santoso, S.T., M.T. (A)
David Try Liputra, S.T., M.T. (B)
Sifat Ujian Dikerjakan dengan tulisan tangan Christina, S.T., M.T.
Boleh menggunakan tabel bantuan

Catatan:
• Seluruh jawaban ujian (dapat berupa hasil scan/foto) wajib digabungkan ke dalam satu
file/folder dengan format pdf/jpeg/word
• Jawaban ujian dikumpulkan ke alamat email:
Kelas A: [Link]@[Link]
Kelas B: davidtlp@[Link]
dengan format nama file/folder: UTS PTLF_Nama_NRP_Kelas
• Kejujuran sangat diutamakan selama mengerjakan ujian, jika ditemukan jawaban yang
sama dapat dianggap plagiat/tidak dinilai

No. 1 (35%)
• Sebuah produk PTLF memiliki permintaan 40.000 unit per bulan, dan produk tersebut dibuat
dengan merakit 2 komponen PT dan 3 komponen LF serta sebuah komponen subkontrak
yaitu komponen TI.
• Proses perakitan komponen PT, LF, dan TI dilakukan di Meja Perakitan (MP) dengan waktu
standar perakitan adalah 20 menit per unit. Pada proses perakitan dibutuhkan bahan tambah
berupa 3 buah pasak.
• Urutan proses pembuatan komponen PT adalah mesin X–mesin Z–mesin Y, sedangkan urutan
proses pembuatan komponen LF adalah mesin Z–mesin X–mesin Y.
• Tingkat reliabilitas untuk Meja Perakitan (MP) adalah 100% dan tidak ada estimasi cacat
kualitas untuk proses perakitan ini.
• Bahan baku dari komponen PT adalah pelat A dan bahan baku dari komponen LF adalah
pelat B.
• 1 bulan rata-rata memiliki 4 minggu dan 1 minggu adalah 5 hari kerja dengan 8 jam kerja
per hari.

Berikut ini adalah informasi proses produksi untuk komponen PT dan LF:
Keterangan Mesin X Mesin Y Mesin Z
Waktu standar komponen PT 15 menit 20 menit 30 menit
Waktu standar komponen LF 40 menit 25 menit 35 menit
Jumlah rata-rata komponen PT yang cacat 10 unit 5 unit 20 unit
per 200 unit yang diinspeksi
Jumlah rata-rata komponen LF yang cacat 20 unit 40 unit 30 unit
per 400 unit yang diinspeksi
Rata-rata penggunaan mesin per minggu 36 jam 38 jam 39 jam
Pertanyaan: (gunakan tiga angka di belakang koma)
a) Buatlah Peta Proses Operasi (PPO) dan Peta Perakitan (AC) untuk produk PTLF di atas.
b) Hitunglah jumlah mesin untuk Mesin X, Y, dan Z, dan Meja Perakitan (MP) dengan
menggunakan Route Sheet dan Multi Process Product Chart (MPPC) pada tata letak by
product dan by process.

No. 2 (30%)
PT “X” memproduksi 3 (tiga) buah komponen dengan data-data sebagai berikut:
Tabel Data Komponen
Komponen Urutan proses (routing) Jumlah produksi / minggu Berat / unit
1 ABCDEF 20.000 unit 0,1 kg
2 ACBCDFCE 15.000 unit 0,2 kg
3 ABDFCEB 30.000 unit 0,15 kg

• Frekuensi perpindahan dihitung sesuai dengan pertimbangan berat dan volume.


• Alat material handling (AMH) yang digunakan untuk semua perpindahan adalah sama,
dengan kapasitas (secara berat) adalah 50 kg per perpindahan.
• Biaya perpindahan dari AMH yang digunakan adalah Rp. 100 per meter.
• Kapasitas AMH (secara volume) untuk memindahkan komponen 1 hanya mampu 250
komponen per perpindahan. Jika digunakan untuk memindahkan komponen 2 hanya mampu
150 unit per perpindahan, dan untuk memindahkan komponen 3 mampu memindahkan 300
unit per perpindahan.
• Tidak ada perubahan berat dan volume dari suatu proses ke proses lainnya.
• Suatu perpindahan antar departemen untuk setiap komponen harus dilakukan secara
terpisah (tidak dipindahkan bersama komponen lain).
• Luas departemen (m2) A, B, C, D, E, dan F berturut-turut adalah 400, 256, 144, 100, 324,
dan 196.

Pertanyaan:
a) Hitunglah OMH awal serta buatlah FTC-nya.
b) Buatlah Outflow Relationship Chart OMH awal.
c) Buatlah tabel Skala Prioritas (Outflow).
d) Buatlah Activity Relationship Diagram (ARD) Outflow dan hitung penaltinya.

No. 3 (25%)
Diketahui perencanaan sebuah storage:
Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
kebutuhan Berat
Satuan komponen komponen bahan
Nama Nama komponen bahan
No bahan per bahan per kali datang
komponen bahan per dua datang
datang datang pesan* per
minggu (kg)
kali pesan
(unit)
1 P A unit 20 462 ? ? 2
2 T B unit 35 716 ? ? 3,5
3 L C dus 150 1430 ? ? 1,5
4 F A unit 18 674 ? ? 2
*Pemesanan bahan ke supplier dilakukan setiap tiga bulan sekali, asumsi 1 bulan = 4 minggu
Dimensi bahan Dimensi alat Kapasitas alat Kapasitas alat
datang penyimpanan penyimpanan penyimpanan
Alat Kapasitas
(cm) (cm) (by volume) (by weight)
penyimpanan terpilih
Max
p l t p l t h v Total Total
(kg)
80 20 20 Pallet X 100 100 5 ? ? ? 45 ? ?
100 40 20 Pallet Y 120 120 5 ? ? ? 35 ? ?
15 12 8 Keranjang 40 40 30 ? ? ? 30 ? ?
80 20 20 Pallet X 100 100 5 ? ? ? 45 ? ?
Catatan: Tinggi tumpukan maksimum bahan yang disusun di pallet adalah 100 cm (sudah
termasuk tinggi pallet)

Pertanyaan:
a) Lengkapi tabel perhitungan storage di atas disertai dengan penjelasan dan contoh
perhitungan.
b) Tentukan jumlah kebutuhan untuk masing-masing alat penyimpanan.
c) Tentukan luas storage yang dibutuhkan jika digunakan allowance sebesar 150%.

No. 4 (10%)
Diketahui ARD dari rancangan sebuah pabrik baru sebagai berikut:
Keterangan Luas Departemen:

Mesin H Mesin C Mesin A Storage Mesin A = 350 m2 Mesin K = 175 m2

Mesin B = 275 m2 Mesin L = 300 m2

Mesin C = 250 m2 Mesin M = 225 m2


Mesin I Mesin G Mesin D Mesin B
Mesin D = 100 m2 Storage = 575 m2

Mesin E = 325 m2 Warehouse = 450 m2

Mesin F = 400 m2
Mesin K Mesin J Mesin F Mesin E
Mesin G = 150 m2

Mesin H = 375 m2

Mesin L Mesin M Warehouse Mesin I = 200 m2

Mesin J = 125 m2

Pertanyaan: (gunakan dua angka di belakang koma)


a) Tentukan lintasan yang terbaik dari storage ke mesin K. Buktikan dengan perhitungan total
jarak yang ditempuh.
b) Berdasarkan hasil pada bagian a), apakah total jarak yang ditempuh lebih kecil dibandingkan
dengan dengan lintasan terbaik dari mesin C ke warehouse? Berikan penjelasan.

#SEMOGA SUKSES#

Common questions

Didukung oleh AI

Calculate machine requirements by first listing each operation in the Route Sheet for both layouts: by-product involves grouping machines based on product flow, while by-process groups by function. For each machine, compute utilization by dividing total production time per period by available operational time. The total production demand (40,000 units/month) is broken down into weekly outputs (10,000 units/week), then distributed across available operational hours (200 hours/month). Calculate individual machine time demands using given standard times for PT and LF to estimate total demand per machine type. Finally, integrate these calculations into the MPPC to visualize and adapt resource allocation per layout type to minimize idle times and inefficiencies .

To construct a Process Operation Chart (PPO) for the assembly process involving components PT, LF, and TI, first identify each component's manufacturing process as specified: PT uses machine sequence X-Z-Y, and LF uses sequence Z-X-Y. Next, consider the input of each component into the final assembly: PT (2 components), LF (3 components), and TI (1 subcontracted component). Then, map each operation as a node linking to each machine or assembly step in sequence, noting the time each machine operation takes and the integration at the assembly table. This requires specifying the number of operations based on standard processing times (20 minutes per assembly) and including the supply and integration of 3 additional pegs during assembly .

To calculate the optimal frequency and cost of material handling transfers, start by determining the handling requirements for each component, identified by weight and volume, and the associated route for transfers. For each component, calculate the number of trips required based on the material handling equipment's capacity (weight and volume limits). For instance, Component 1 with a capacity of 250 per trip necessitates more frequent transfers than Component 3, which can handle 300 per trip. Compute the distance-based cost by multiplying the number of trips by the transfer rate (Rp. 100/meter) and total distance per route .

Evaluating and reducing total travel distance involves mapping current routes from storage to each production machine using a layout diagram that includes all relevant machines and storage areas. Analyze these routes to identify inefficiencies such as overlapping paths or excessive cross-movement. Apply heuristic or optimization algorithms, like from-to charts or closeness ratings, to visualize inter-departmental movements and potential layout improvements. Measure total pathways to minimize high-traffic routes, focusing on direct connections or adjusted sequencing to aid in material flow. If the storage to machine K route is efficient, compare with alternative routes (e.g., storage to machine C to warehouse) to confirm distance reductions and verify improvements with quantitative path and cost analyses .

First, calculate the volume requirement per component based on incoming dimensions and stacking limits (e.g., if using Pallet X, consider its dimensions and capacity limits). Sum the total volume for all components and divide by individual container capacities to decide the number of storage containers needed. Incorporate a 150% allowance to accommodate additional space for ease of access, potential overflow, or reconfiguration. For example, a component stored on a 100 cm height pallet must have height adjusted to reflect inclusive of pallet height, not exceeding the 5-unit limit for items stacked. Finally, select storage types based on specific component constraints, such as weight and fragile nature .

Anda mungkin juga menyukai