KONSEP
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN BANGUNAN PEMERINTAHAN DI
KABUPATEN MANGGARAI
Latar Belakang
IDE DAN METODE PENANGANAN MASALAH
Merencanakan serta mendesain sebuah fasilitas bangunan Pusat Pemeritahan
IDE
yang berada pada satu lokasi untuk digunakan sebagai kegiatan formal khususnya bagi
para pejabat tinggi negara, dengan menerapkan prinsip-prinsip rancangan arsitektur Dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh serta melihat kondisi kawasan yang
vernakular sebagai penyelesaian bentuk, tampilan, landscape, serta menetralkan ada sekarang kurang memadai,maka perlu melakukan penataan ulang terhadap sarana
keadaan iklim pada rancangan / desain bangunan massa tunggal ataupun massa lingkungan dan fasilitas pendukung sesuai dengan tujuannya, dengan memanfaatkan potensi
majemuk dengan ketinggian tertentu. dan sumber daya alam yang ada secara efektif untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas
fisik kawasan.
Fungsi Perencanaan dan Perancangan Pusat Pemerintahan adalah:
METODE PENANGANAN MASALAH
Memberikan wadah kepada pejabat negara yang berkaitan dengan sarana dan
prasarana bagi kebutuhan mereka.
Melakukan penataan kawasan yang ideal,rekreatif dan nyaman bagi para pengunjung
Meningkatkan kinerja para pejabat dengan segala fasilitas yang memadai
dan penghuni kawasan.
IDENTIFIKASI MASALAH Menata kembali fasilitas penunjang untuk mendukung aktivitas dalam kawasan seperti :
parkiran, puja serah, tempat bersosialisasi,play ground dan km/wc umum.
Belum maksimalnya pengolahan sumber air pada kawasan yang menjadi pusat
Melakukan maintenance terhadap elemen-elemen tapak yang sedang dalam keadaan
Kabupaten Manggarai, yang sudah dipenuhi banyak permukiman.
rusak.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana menata “Pusat Pemerintahan ” yang ideal,rekreatif dan nyaman bagi para
pejabat Kabupaten.
Bagaimana menata fasilitas dan elemen-elemen tapak yang bisa menunjang dan
mendukung aktivitas dalam kantor.
Bagaimana menata parkiran yang ideal dan bisa menampung kendaraan, baik roda dua
maupun roda empat.
TUJUAN
Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada secara efektif untuk meningkatkan
produktifitas dan kualitas fisik kawasan “ Pusat Pemerintahan” serta dapat
mewujudkan lingkungan kawasan yang sehat dan teratur.
ANALISA & KONSEP TAPAK
Analisa Parkiran Alternatif 2
Pola Parkiran Tanaman berdaun kecil namun lebat untuk
berfungsi sebargai tanaman peneduh.
Alternatif 1 Parkir tegak lurus Alternatif II Parkir Menyudut
Keuntungan: sangat baik sebagai penyaring
udara dan memberi perlindungan dari terik
matahari.
Kerugian : harus serung dibersihkan karena
daunnya yang kering tanggal dan mengotori
halaman.
Jenis tanaman penutup tanah, seperti ; rumput japan, rumput gajah, pakis dan paku.
Alternatif terpilih adalah alternative 1 supaya lebih memudahkan dalam sirkulasi
rumput
parkiran
Rumput japan
Analisa Vegetasi/Tata Hijau
Lokasi merupakan daerah dengan kondisi permukaan tanah yang bergelombang,
namun dapat ditumbuhi beberapa jenis pohon yang tidak memerlukan biaya perawatan yang Tanaman
penghias
berlebihan.
Jenis tanaman penghias
Alternatif 1
Tanaman penedu
Tanaman gelodokan sebagai elemen vertikal dalam tapak.
Keuntungan : tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar untuk pengadaannya.
Kerugian : jika tidak ditata dengan baik dapat merusak pemandangan karena pertumbuhan
tanaman pengarah.
daun dan batangnya yang harus sering dikontrol.
Topografi Alternatif 3 :
Topografi lokasi perencanaan gedung perkantoran di Kabupaten Manggarai relatif Melakukan penimbunan / meratakan
Timbunan
landai namun tidak curam. Beberapa alternative dalam penataan Topografi : tanah dari luar dengan tanah dari luar lokasi.
lokasi
Alternatif 1 : Membiarkan kontur dalam keadaan alami. Keuntungan :
Keuntungan : Mudah dalam penataan tapak.
Keadaan Tapak tetap terkesan alamia Kerugian :
yang menyatuh dengan lingkungannya.
Membutuhkan banyak biaya
Tidak membutuhkan banyak biaya dan Hasil penimbunan kontur
menjadi rata Membutuhkan tenaga
tenaga dalam pelaksan an pekerjaan.
Dengan melihat keuntungan dan kerugian dari ketiga alternatif pemilihan penyelesaian
Penataan massa bangunan mengikuti pola
topografi tersebut, maka dipilih alternatif 2 supaya lebih memudah kan dalam penataan
kontur yang ada.
tapak.
Kerugian :
KEBISINGAN.
Membutuhkan waktu dan biaya yang besar dalam proses pelaksanaannya.
Altenatif 1
Menbutuhkan banyak tenaga dalam pelaksanaannya.
Memiliki kesulitan dalam penempatan massa bangunan yang disesuaikan Kebisingan hanya bisa diredam dengan cara pemanfaatan vegetasi sebagai
dengan keadaan kontur. peredam kebisingan.
Penempatan bangunan harus memperhatikan banyak faktor. peredam bunyi
Alternatif 2 : Melakukan Cut and Fill rambatan bunyi
sumber bunyi
Keuntungan :
Mudah dalam penataanTapak
Memudahan dalam penataan ruang luar Alternatif 2
penempatan massa bangunan. Bangunan ditempatkan 20 m atau sejauh mungkin dari kebisingan jalan.
Mudah dalam olah bentuk bangunan sesuai
kontur yang ada.
Kerugian :
Membutuhkan tenaga dan biaya besar dalam
pelaksanaannya.
Butuh penataan ulang terhadap kontur yang ada.
ANALISA & KONSEP SISTEM JARINGAN
PERANCANGAN SISTEM UTILITAS BANGUNAN, MENURUT BINGGELI (2003) DAN HALL (2007), DIBUTUHKAN DAN
DIBAGI SESUAI DENGAN KEADAAN BERIKUT :
Sistem air bersih dan air kotor : distribusi air bersih dan air kotor, sistem penyimpanan air, sistem
pengolahan air kotor, jenis pemipaan dan perlengkapan sistem perpipaan.
Sistem pelindung kebakaran : zonasi bahaya kebakaran, sistem deteksi dan alaram kebakaran,
pencegahan penyebaran api, pencegahan penyebaran asap, sistem pemadam otomatis, jalur evakuasi
darurat pemadam kebakaran dan pelindung struktur bangunan.
Sistem ventilasi : kontrol masa panas, pengaturan kelembaban, kontrol kualitas udara, pengaturan
pergerakan udara, kontrol penetrasi udara panas.
Sistem transportasi : transportasi vertikal otomatis/manual, transportasi horizontal otomatis/manual,
akses penyandang disabilitas dan sistem mekanikal elektrikal transportasi otomatis.
Sistem elektrikal : sumber listrik, distribusi jaringan listrik, peralatan sistem elektrikal, rancangan sirkuit,
rancangan sirkuit kabel, perlindungan resiko kebakaran, perlindungan sambaran petir, perlindungan
peralatan elektronik, sistem listrik darurat.
Sistem pembuangan air hujan : aliran air hujan, drainase, peresapan ke dalam tanah, pembuangan ke
jaringan kota, pemanfaatan ulang air.
Sistem pembuangan sampah : pemisahan sampah, pengumpulan dan penyimpanan sementara.
Sistem pencahayaan : rancangan pemanfaatan cahaya alami, rancangan pencahayaan buatan, kontrol
cahaya, perlengkapan sistem cahaya buatan, pencahayaan darurat.
ANALISA & KONSEP SISTEM STRUKTUR
Perancangan struktur bangunan dilakukan dengan berdasarkan pada pembagian sistem struktur bangunan Super-Struktur : elemen bangunan yang berada di atas permukaan tanah, terdiri atas rangka bangunan
menjadi Struktur Pondai, Sub-Struktur, Super Struktur (McMorrough, 2006). dan rangka penutup bangunan.
Struktur Pondasi : elemen di bawah permukaan tanah yang berperan untuk mengalirkan beban
bangunan ke dalam tanah.
Sub-Struktur : elemen bangunan yang berada di atas permukaan tanah.
ANALISA & KONSEP FUNGSI
NO FUNGSI RUANG STANDAR (m²/Unit) SUMBER
1 Eksibisi Outdoor Area Eksibisi 1,4m²/orang De Chiara, 2001, p. 1603
2 Kantor Pemerintah Ruang Pelayanan -
Kantor 10m²/pekerja De Chiara, 2001, p. 1603
Gudang Arsip -
3 Pusat Komunitas Kantor 10m²/pekerja
Ruang Pertemuan 1,4m²/kursi
De Chiara, 2001, p. 1602
Ruang Workshop 4,65m²/orang
De Chiara, 2001, p. 1603
Ruang Komputer -
Ruang Baca 4,65m²/orang
4 Ruang Pertemuan Ruang Auditorium 1,1m²/kursi De Chiara, 2001, p. 1604
Ruang Pertemuan 1,4m²/kursi De Chiara, 2001, p. 1602
5 Cafe Area Makan 1,5-1,7m²/kursi De Chiara, 2001, p. 1602
Area Bar 1,7-1,9m²/kursi De Chiara, 2001, p. 1602
Dapur 0,7m²/kursi (<200 tamu/jam) De Chiara, 2001, p. 1602
STANDAR KEBUTUHAN SPASIAL FUNGSI DI DALAM PUSAT KEGIATAN STAFF PEMERINTAHAN