0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan56 halaman

Potensi dan Analisis E-sport di Kupang

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas analisis kelayakan studi tentang potensi e-sport di Kota Kupang. Secara garis besar dibahas mengenai potensi pekerjaan dan prestasi tim e-sport Indonesia, serta daftar tim-tim e-sport di NTT beserta jenis game dan jumlah pemainnya.

Diunggah oleh

Richard Dugis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan56 halaman

Potensi dan Analisis E-sport di Kupang

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas analisis kelayakan studi tentang potensi e-sport di Kota Kupang. Secara garis besar dibahas mengenai potensi pekerjaan dan prestasi tim e-sport Indonesia, serta daftar tim-tim e-sport di NTT beserta jenis game dan jumlah pemainnya.

Diunggah oleh

Richard Dugis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

ANALISA

4.1. Analisa Kelayakan


Studi ini melingkupi keseluruhan aspek dalam sebuah penyusunan studi
kelayakan, yakni aspek legalitas, aspek keadaan makro dan mikro yang digambarkan
dalam keadaan project tersebut, gambaran umum lokasi, aspek teknis berupa penilaian
kesesuaian lahan, aspek sponsor dan manajemen, aspek lingkungan dan aspek finansial.
4.1.1. Potensi E-sport Kupang
Video game sudah melewati banyak kontroversi di dunia digital dengan
dampak yang positif dan negatif. Kemajuan dunia game dalam e-sport akhirnya bisa
membuat perdebatan tentang e-sport yang dianggap bukan olahraga yang
sesungguhnya, tidak berlangsung lama lagi akan selesai, karena begitu banyak potensi
dan hasil yang ditunjukan melalui olahraga digital profesional ini. Pandemi covid-19
menjadi batu lompatan bagi e-sport untuk meraih lebih banyak penonton dan
penggemar dikarenakan karantina yang tidak lama dirasakan oleh semua orang,
membuat banyak orang mulai lepas dari kebiasaannya dan mulai mengkonsumsu hal-
hal baru seperti e-sport ini.
4.1.2. Potensi Pekerjaan E-sport
Pekerjaan e-sport semakin dilihat oleh kaum milenial sebagai pekerjaan yang
menghasilkan besar dan bisa mengembangkan bakat daripada pekerjaan kantoran
biasa. Ekosistem e-sport juga sangat banyak seperti game developer, publisher, brand
ambasador, host, comentator dan masih banyak lagi sehingga tidak hanya pemain
profesional saja yang bisa bekerja di e-sport dengan penghasilan yang besar. Melihat
potensi-potensi itu PBESI (Pengurus Besar E-sport Indonesia) menerapkan
ekstrakulikuler e-sport di sekolah-sekolah untuk menggali potensi generasi muda dan
menjadikan e-sport sebagai pondasi edukasi dunia e-sport agar tidak salah dalam
menginterpretaikan hal tersebut. PBESI melakukan ini juga untuk membuat karier-
karier e-sport semakin cerah ke depannya. Ekstrakulikuler ini juga tidak hanya
mengajarkan pelajar sebagai pemain tetapi juga mengajarkan di budang-bidang
lainnya, seperti pembawa acara dan multimedia.
Jika pelajar lulus dengan mengikuti ekstrakulikuler e-sport bisa langsung mengikuti
program-program akademik yang akan disediakan untuk menjadi pro player e-sport.
Program ini akan membuat pelajar bisa bermain secara profesional dengan melakukan
pelatihan-pelatihan tournamen rutin. Walau potensi ekstrakulikuler ini besar tetap saja
pihak PBESI harus bekerja sama dan mencoba bernegosisasi dengan Kementrian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) juga dengan
kementrian Pemuda dan Olahraga Republk Indonesia (Kemenpora).
4.1.3. Prestasi E-sport
Indonesia sendiri sudah banyak memiliki tim e-sport yang berlaga di berbagai
level dan juga dari berbagai macam jenis game. Mulai dari tournamen nasional hingga
ke tingkat internasional, bahkan berprestasi menjuarai berbagai macam tournamen
serta mengharumkan nama negara. Berikut beberapa tim e-sport Indonesia yang
berprestasi dalam kejuaraan Nasional maupun Internasional :
1. Evos E-sports Indonesia
Evos e-sport berhasil mendapatkan berbagai gelar juara sepanjang 2020 –
2021 dari tournamen skala provinsi, nasional hingga internasional. Squad free
fire e-sport menjadi yang terkuat pada tahun 2021, karena prestasinya
memenangkan beberapa tournamen. Berikut ini adalah beberapa prestasi yang
berhasil dimenangkan oleh Evos e-sport.
 Juara 1 Mobile Legend Profesional League Indonesia 2018
 Juara 1 Free Fire World Cup 2019
 Juara 2 dunia game WIB 2021
 Juara 1 Free Fire Master League (FFML) season 2
 Juara 1 Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020
 Juara 1 Red Bull Gold League (RBGL) 2020
 Juara 1 Upoint ID Minor League 2020
 Juara 1 Mobile Legend Profesional Liga Indonesia 2021
2. Bigetron E-sports Indonesia
Prestasi e-sport team Indonesia ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang
sepanjang kehadirannya. Bigetron e-sport sudah berprestasi di dalam negeri
hingga internasional. Melalui prestasinya pada PUBG Mobile, Bigetron Red
Aliens berhasil memenangkan E-sport Award pada 2020 sebagai ‘esport
mobile player of the year’. Berikut ini adalah prestasi yang berhasil
dimenangkan oleh Bigetron E-sport Red Alien :
 Juara 1 PUBG Mobile Pro Liga (PMPL) spring split 2020 Indonesia
 Juara 2 PUBG Mobile Pro Liga (PMPL) Spring split 2020 SEA
 Juara 1 PUBG Mobile World League (PMWL) 2020
 Juara 1 PUBG Mobile Pro League (PMPL) Fall Split 2020 Indonesia
 Juara 1 PUBG Mobile Pro League (PMPL) Fall Split 2020 SEA
 Juara 1 PUBG Mobile Ultimate Warrior Show Down 2021
 Juara 1 PUBG Piala Presiden E-sport 2021
3. ONIC E-sports Indonesia
Tim e-sport terbaik Indonesia berikutnya adalah ONIC e-sport. Meskipun tim
e-sport ini lahir pada 2018, ONIC dikenal sebagai tim e-sport penantang juara
game Mobile Legend sejak mereka berdiri. Berikut ini adalah prestasi yang
berhasil dimenangkan oleh ONIC e-sport :
 Juara 1 Mobile Legend : Bang-bang Southeast Asia Cup MSC 2019
 Jaura 1 Mobile Legend Mytel International Championship 2020
 Juara 1 Mobile Legend : Bang-bang All Star 2019
 Juara 1 Mobile Legend : Piala Presiden 2019
4.1.4. E-sports Kota Kupang
dari hasil penelitian penulis, berikut beberapa tim yang telah terdaftar dalam e-sport
Propinsi NTT :
No. Nama Tim Jenis Game Jumlah Pemain Tempat Bermain
ASGARD E-sports
Rumah, kafe,
PUBG,Mobile markas
1 40 Player
Legend,Free Fire ASGARD,
sekolah

Great Moshpit
Rumah, kafe,
Free Fire Mobie
2 25 Player markas Great
Game
Moshpit
Kupang X Squad

Free Fire, Mobile Rumah, markas,


3 50 player
Legend kafe

Ruteng E-sports

4 Free Fire, PUBG 20 player Rumah, kafe

Komodo NTT E-sports

Free Fire, Mobile Rumah, markas


5 40 player
Legend, PUBG Komodo NTT

Tabel 4. 1 Daftar Team E-sport Resmi NTT


Beberapa komunitas e-sport di atas merupakan tim unggulan yang berasal dari
berbagai daerah di NTT. Tidak hanya dari komunitas di atas, e-sport dengan
komunitas skala kecil dari tiap daerah saat ini juga sedang mengembangkan dan
menggali potensi anak muda, dengan mengikuti beberapa tournamen kecil seperti :
Tempat
No. Nama Tim Jenis Game Jumlah Pemain
Bermain
1 MAS (Ruteng) Free Fire 12 player rumah
2 JBI (Labuan Bajo) Free Fire, PUBG 16 player rumah
Free Fire, PUBG,
3 Foranter (Kefa) 24 player Rumah
Mobile Legend
Free Fire, PUBG,
4 Blacklist (kupang) 30 player Rumah, kafe
Mobile Legend
PUBG, Mobile
5 No Counter (Sumba) 24 player Rumah
Legend
6 HMN (Kupang) Mobile Legend 16 player Rumah, markas
7 Vision Riot (Kupang) Mobile Legend 10 player Rumah, markas
8 Belufornia (Atambua) PUBG 10 player Rumah, markas
9 ELF (Kupang) Mobile legend 15 player Rumah
10 Flores ID (Ende) Free Fire 18 player Rumah
11 Sumba ID (Waingapu) Free Fire 28 player Rumah
12 Wuncal ID (Ruteng) Free Fire 10 player Rumah
13 Lalong Kador (Borong) Free Fire 8 player Rumah
Komodo FF (Labuan
14 Free Fire 8 player Rumah
Bajo)
PUBG, Mobile Rumah, markas,
15 Orang Enak (maumere) 34 player
Legend, Free Fire kafe
16 GOW (Bajawa) PUBG 12 player Rumah
17 WBL (Larantuka) Mobile Legend 14 player Rumah
18 SKJ (Borong) Free Fire 18 player Rumah, kafe
Tabel 4. 2 Daftar Tim Mobile Games Tiap Daerah Propinsi NTT

Dari beberapa tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kondisi yang sering
dikonsumsi anak muda NTT adalah game online yang tentunya tidak terlepas dari
penggunaan mobile jaman sekarang yang relatif sangat banyak sehingga
memungkinkan anak muda untuk terus bersaing serta memenuhi kebutuhan finansial
ketika menjuarai berbagai tournamen. Tidak hanya menjadi player game online,
potensi untuk menghasilkam uang dalam e-sport juga termasuk di dalamnya :
 Caster Streaming
 Developer
 Visual Editor
 Presenter
 Coach tim
 Manager tim
 Sponsor
 Brand Ambasador
 Host
 Comentator
4.1.5. Sistem Kualifikasi E-sport Mobile Games
1. Berikut skema sistem kualifikasi 40 besar PUBG Mobile Pro Liga:

20 Team

10 Team

15 Team
Kualifikasi Kualifikasi Kualifikasi Offline Final
Secara Online Offline
15 Team

10 Team

20 Team

Dalam babak kualifikasi 40 besar PUBG Mobile Tournamen, akan menseleksi 30


tim terbaik dengan poin tertinggi untuk masuk ke babak semi final. Pada babak
semi final juga biasanya dilakukan secara offline di tempat yang ditentukan untuk
menseleksi lagi 20 tim terbaik yang akan beranjak ke babak final. Pada babak
final biasanya diadakan di arena e-sport atau pada tempat perbelanjaan seperti
Mall untuk menentukan pemenang tim terbaik dari Juara 1-6, tim predator, MVP
(Most Valuable Player) dan lain-lain.
Dari tiap tim terdiri dari 4-6 pemain termasuk 2 pemain cadangan. Pada
tournamen PUBG Mobile perhitungan poin berdasarkan Total Kill dan Point
Rank. Hasil tersebut akan menentukan posisi klasemen tiap tim yang bertanding
dalam tiap ronde.
2. Skema sistem kualifikasi 48 besar Free Fire Mobile Tournamen :

12 Team 6 Team

Tahap 1 12 Team
6 Team
12 Team 6 Team

Tahap 1 Tahap 2 FINAL (12 Team)

12 Team 6 Team
6 Team
Tahap 1 12 Team

12 Team 6 Team

Sestem seleksi tournamen pada tahap 1 biasanya dilakukan kompetisi secara


online dari tiap daerah dengan menyeleksi 6 tim terbaik untuk masuk ke babak
semi final. Pada tahap 2, semi final dilakukan secara offline untuk menseleksi
lagi 6 tim terbaik yang akan masuk ke babak final. Pada babak final tim yang
masuk dalam kategori adalah juara 1-3, MVP dan Tim Predator.
3. Skema sistem kualifikasi 8 besar Mobile Legend Tournamen :

2 Team

Tahap 1 2 Team

2 Team
Tahap 2 FINAL (2 Team)

2 Team

Tahap 1 2 Team

2 Team

Sistem kualifikasi dari Mobile legend Tournamen merupakan sistem sparing


(squad vs squad). Dari tiap tahap diambil 1 tim untuk maju ke babak
selanjutnya, kemudian pada babak final akan mengkategorikan juara yakni
pemain terbaik, kill terbanyak, MVP dan lain-lain.
4.1.6. Dampak Positif dan Negatif Mobile Games
Dalam perubahan perilaku sosial yang ditimbulkan oleh Game Online, secara
otomatis akan menimbulkan adanya dampak daripada game online tersebut. Dalam
dampak yang ditimbulkan ada dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif game online terhadap perilaku sosial tersebut adalah :
 Meningkatkan konsentrasi
 Meningkatkan kinerja otak dan memacu otak
 Meningkatkan kemampuan membaca situasi dan kondisi
 Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
 Membantu bersosialisasi
 Melatih kemampuan dalam berdagang dan berbisnis
 Bisa menghilangkan stres
 Memperluas relasi
 Dapat menghasilkan uang
 Mengasa cara berpikir dalam mengatur strategi
 Belajar menjadi pemimpin
 Belajar mencari solusi dalam situasi darurat
 Meningkatkan respon saraf motorik
 Peluang bisnis
 Dapat dijadikan suatu pekerjaan
Selain menimbulkan dampak positif, game online juga dapat menimbulkan dampak
negatif antara lain :
 Menjadi pribadi yang acuh
 Meninggalkan kewajiban urusan sekolah
 Mudah marah
 Kepala menjadi pening
 Menimbulkan efek ketagihan
 Kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar
 Dapat mengganggu kesehatan fisik
 Jadi boros
 Kehidupan nyata menjadi berantakan
 Membuat orang terisolir dengan lingkungan sekitar
4.1.7. Potensi Site
Kota Kupang yang menjadi pilihan pada lokasi tapak proyek Arena Asgard E-
Sport dalam PP no. 26 tahun 2008 tentang RTRW diharapkan menjadi pusat kegiatan
Nasional (PKM). Sebagai ibu kota propinsi dan bagian dari kawasan timur Indonesia
(KTI) dianggap masih relatif terbelakang sehingga dituntut untuk dapat berfungsi dan
melayani kegiata pada skala nasional dan internasional dengan penataan ruang yang
ada pada RTRW nasional.
Lokasi tapak terletak di jl. Bundaran PU, berdasarkan peraturan daerah Kota
Kupang No. 12 tahun 2011 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang tahun
2011-2031, jl. Bundaran PU masuk dalam BWK II yang diarahkan untuk kawasan
campuran dan termasuk dalam jaringan jalan kota dengan fungsi jalan kolektor primer
dengan RUMIJA 15 meter. Lokasi merupakan tanah kosong yang memiliki luas total
sekitar 17.000 m², dengan kontur tanah yang terbilang datar karena memang berada
pada kawasan yang datar dan memiliki kemiringan yang rendah.

Gambar 4. 1 lokasi tapak melalui satelit (sumber : Google Maps)

Jalan

Gambar 4. 2 kondisi jalan sekitar tapak (sumber : dokumentasi)


Jl. Bundaran PU memiliki luas jalan sebesar ±15 meter, jalan ini memiliki akses dua
arah dan dapat dilewati oleh kendaraan bermotor, mobil maupun truck dan bus.
View Site
kondisi tapak bisa dengan jelas terlihat dari jalan, karena area tapak
merupakan lahan kosong yang tidak memiliki penghalang langsung pada jalan. Tapak
hanya memiliki beberapa pohon dengan kategori pohon kecil yang berada di bagian
depan tapak. Di area depan tapak terlihat ada bebrapa warung-warung kecil yang tidak
permanen.

Gambar 4. 3 tampak depan tapak (sumber : dokumentasi)


Di sebelah kiri tapak merupakan sekolah, sedangkan pada sebelah kanan tapak
merupakan jalan dan tanah kosong, sedangkan untuk view di depan tapak merupakan
pertokoan.

Gambar 4. 4 samping kiri tapak (sumber : Google Maps)


Batas Tapak
Utara : berbatasan dengan permukiman warga
Timur : berbatasan dengan sekolah
Selatan : berbatasan dengan ruko pertokoan
Barat : berbatasan dengan jalan dan lahan kosong
Peraturan
Jl. Bundaran PU termasuk dalam jenis kolektor primer dengan rumija 15 meter.
Ketentuan umum bangunan untuk kawasan pariwisata pada tiap BWK sebagai
berikut:
 KDB paling tinggi sebesar 60%
 KLB paling rendah sebesar 1,0
 KDH paling rendah sebesar 35%
 GSB dengan ketentuan ½ rumija
Pencapaian

Patung TiRoSa
Hotel Amaris

Hyperstore Masjid Al Istiqomah


Gambar 4. 5 peta micro lokasi perencanaan (sumber : google maps)

Transportasi
Tapak yang berada di jl. Bundaran PU memiliki luas jalan sebesar ±15 meter
dan merupakan akses utama menuju tapak. Jalan ini memiliki akses dua arah dan
dapat dilewati oleh kendaraan motor, mobil ataupun truk dan bus. Mobilitas jalan
Bundaran PU termasuk dalam jalan yang ramai dilalui kendaraan karena merupakan
salah satu jalan titik temu yang terhubung dengan beberapa arah jalan.
Utilitas
Eksisting tapak telah tersedia utilitas kota seperti adanya tiang listrik, tiang
telpon dan lampu jalan di sisi sebrang tapak, sayangnya untuk drainase kota jalur ini
belum maksimal.
Vegetasi
Vegetasi yang terdapat dalam tapak diantaranya pohon lontar, dan pohon kayu
jawa, selebihnya belum ada vegetasi lain karena tapak merupakan lahan kosong.

Gambar 4. 6 vegetasi lahan (sumber : dokumentasi)

4.1.8. Masalah
Dalam menemukan masalah utama, diperlukan kriteria yang sesuai untuk
menentukan masalah utama yang erat dengan fungsi bangunannya. Maka masalah
yang dipilih haruslah berhubungan dengan respon terhadap kondisi alam sekitar,
bentuk dan wajah bangunan, teknologi dan siste yang akan diaplikasikan pada
bangunan. Masalah utama yang dipilih akan mempengaruhi tata letak bangunan.
Untuk mendapatkan permasalahan yang terdapat pada bangunan, diperlukan analisis
terhadap potensi dan kendala pada beberapa aspek poin seperti pengguna, tapak,
lingkungan di luar tapak dan isu yang diangkat.
Masalah Fungsi Bangunan Dengan Tapak
Analisis potensi tapak
 Tapak pada kawasan mendukung pendekatan yakni Arsitektur Modern
 Lokasi tapak berdekatan dengan daerah pengembangan bisnis sehingga
berkaitan juga dengan pekerjaan dan pengelolah
 Tapak memiliki akses transportasi publik yang langsung menuju lokasi
Analisis kendala tapak
 Lokasi tapak merupakan tanah tandus dan kering
 Iklim pada tapak bersuhu tinggi dikarenakan sedikitnya vegetasi pada tapak
Masalah Fungsi Bangunan Dengan Lingkungan Di Luar Tapak
Analisis potensi di luar tapak
 Di sekitar tapak terdapat banyak fasilitas penunjang dan area rekreasi seperti
HyperStore dan Hotel
 Infrastruktur di sekitar tapak sudah memadai dengan adanya pedestrian, tiang
listrik, jalur telepon dan jalan beraspal

Analisis kendala di luar tapak


 Karena merupakan daerah yang cukup padat dan berada pada jalan arteri
primer, maka tingkat kebisingan diperkirakan cukup tinggi sehingga
dibutuhkan pengaturan untuk meminimalisir kebisingan
 Karena melalui akses jalan utama, makadiperlukan perencanaan akses in dan
out agar tidak mengganggu sirkulasi jalan umum
Masalah Fungsi Bangunan, Lingkungan, Tapak atau Tema Yang Diangkat
Analisis potensi fungsi bangunan dengan topik pendekatan
 Desain tata ruang yang terpengaruh oleh tata ruang arsitektur modern masa
kini bisa dibilang optimal sehingga dapat menata zona-zona untuk
kenyamanan pengunjung
 Ruang publik diletakan secara terpisah berdasarkan teori penataan massa
arsitektur modern sehingga tidak mengganggu area bangunan yang bersifat
privat
Analisis kendala fungsi bangunan dengan topik pendekatan
 Dalam menerapkan pendekatan arsitektur modern, diperlukan pengetahuan
tentang massa, orientasi, material, sistem jaringan, teknologi dan
pemaksimalan energi juga berbagai faktor lainnya untuk mencapai kesesuaian
dari pendekatan arsitektur modern, sehingga salah satu sarana rekreasi
horisontal dapat tercapai
Masalah Utama
 Bangaimana menjadikan kompleks rekreasi dan playground ini sebagai solusi
dari terbatasnya kondisi lahan untuk kenyamanan dan keamanan dari kalangan
masyarakat kelas bawah sampai masyarakat kelas atas
 Bagaimana penataan tata ruang yang sesuai dengan kaidah-kaidah arsitektur
modern agar sesuai dengan tema lokasi sekitar tapak dan sasaran pengguna
 Bagaimana mewujudkan fisik desain yang dinamis dengan memadukan
bentuk, struktur, utilitas, mekanikal elektrikal yang kuat dan efisien juga
sesuai dengan strategi perancangan arsitektur modern
4.2. Analisa Aktivitas dan Flow Aktivitas
Analisa kegiatan atau aktivitas pengguna bangunan adalah mengamati segala hal yang
berkaitan dengan pelaku kegiatan rekreasi kawasan E-sport Kota Kupang, sehingga dapat
dikelompok jenis kegiatan yang direncanakan.
4.2.1. Pemakai Bangunan
a) Kelompok Pengelolah
Kegiatan Utama dalam kelompok ini adalah kegiatan perkantoran yang
bersifat administratif yang secara struktural terdiri dari Direktur Utama E-
sport, Sekretaris, Bendahara, Kepala Bagian, Kepala Seksi dan Staf. Di
dalamnya juga termasuk kelompok kegiatan perencanaan program yang
bertugas menentukan strategi dan menyusun acara serta materi secara global,
agar kantor e-sport dapat terus berproduksi dan menghasilkan keuntungan.
Dari segi bentuk massa, ruang-ruang yang dibutuhkan adalah ruang-ruang
yang efisien dan fleksibel.
b) Kelompok Kegiatan Operasional & Programing
Kelompok kegiatan operasional dan programming adalah kelompok
kegiatan inti dalam sebuah arena e-sport, bagian ini bertugas memproduksi
dan mendistribusi acara yang dilakukan di dalam dan di luar arena, termasuk
didalamnya kelompok kegiatan transmisi yang bertugas mengontrol peralatan
pemancar, utilitas, audio visual dan pergudangan.
c) Kelompok Kegiatan Pelengkap & Penunjang
Merupakan kegiatan yang melengkapi fasilitas yang dibutuhkan
pemakai bangunan seperti tempat ibadah, kantin/cafe dan sebagainya.
Kelompok kegiatan penunjang merupakan kegiatan yang menunjang
kelancaran semua kelompok kegiatan yang tersebut diatas, menyangkut
cleaning service, Keamanan, mekanikal-elektrikal (ruang trafo, ruang genset,
ruang pompa AC, AHU), dan parkir.
d) Kelompok Kegiatan Pengunjung
Pengunjung yang datang tergantung kepentingannya masing-masing,
seperti bisnis (rekanan), pers/umum, pelamar kerja, pengisi acara, menonton
dan studi serta staf kantor.
4.2.2. Aktivitas Kegiatan
Pertimbangan dan analisis aktivitas kegiatan dan sirkulasi pada gedung E-sport Arena
dapat digambarkan sebagai berikut :
a) Kelompok Pengelolah (mengelolah administrasi sesuai dengan bidang)

Datang Parkir Absen/Cek in Istirahat

Pulang Parkir Absen/Cek out

b) Kelompok Operasional & Programing (mengontrol dan melakukan kegiatan


operasional)

Datang Parkir Absen/Cek in Istirahat

Pulang Parkir Absen/Cek out


c) Kelompok Pelengkap & Penunjang (mengelolah fasilitas dan melayani
pengunjung)

Datang Parkir Absen/Cek in Istirahat

Pulang Parkir Absen/Cek out

d) Kelompok Pengunjung (bisnis, pers, menonton, mengisi acara dan rekreasi)

Datang Parkir Rekreasi Menonton

Pulang Parkir Istirahat

4.2.3. Analisa Fungsi Ruang


No. Fungsi Ruang
1 Exibisi OutDoor Area Exibisi
2 Kantor Loby
Ruang pelayanan
Direktur utama
Sekertaris
Bendahara
Kepala bagian
Kepala seksi
Staf administrasi
Sekertaris administrasi
Karyawan
Staf pameran
Staf studio
Staf tournamen
Staf arena
Tim mobile e-sport
Tim PC e-sport
Audio visual
Gudang
3 Zonasi Publik Arena Tournamen
Pameran
Cafe & Resto
Pantry
Gudang
Toilet
Area parkir
Taman
Entrance
Gazebo
Tabel 4. 3 Analisa Fungsi Ruang

4.2.4. Analisa Zonasi Ruang


No. Ruang Zonasi
1 Main Entrance
2 Area Parkir
3 Taman
4 Cafe & Resto
5 Pantry
6 Pameran
7 Arena Tournamen
8 Area Exibisi
9 Loby
10 Ruang Pelayanan
11 Toilet
12 Direktur Utama Privat
13 Sekertaris Privat
14 Bendahara Privat
15 Kepala Bagian Privat
16 Kepala Seksi Privat
17 Staf Administrasi Privat
18 Sekertaris Administrasi Privat
19 Tim Mobile E-sport Privat
20 Tim PC E-sport Privat
21 Gudang Arsip Privat
22 Karyawan Semi Privat
23 Staf Pameran Semi Privat
24 Staf Studio Semi Privat
25 Staf Tournamen Semi Privat
26 Staf Arena Semi Privat
27 Audio Visual Semi Privat
28 Gudang Semi Privat
29 Ruang Rapat Semi Privat
30 Pantry Karyawan Semi Privat
Tabel 4. 4 Analisa Zonasi Ruang

4.3. Analisa Tapak


4.3.1. Analisa Penzoningan
Analisa penzoningan tapak bertujuan untuk pembagian zona-zona kegiatan
agar teratur baik dari segi fungsi maupun sirkulasi dimana dapat menciptakan rasa
nyaman dan kemudahan dalam hal akses dari luar dan di dalam lokasi. Tapak yang
direncanakan terbagi menjadi beberapa zona :
 Zona Penyambutan
Zona ini bersifat sebagai area publik yang berfungsi sebagai penerima. Pada
area ini terdapat fasilitas-fasilitas penerima, seperti : gerbang masuk dan
keluar, pos jaga, dan parkiran kendaraan.
 Zona Utama
Zona ini bersifat privat yakni untuk pengelola saja. Pada area ini juga
ditempatkan fasilitas - fasilitas utama.
 Zona Penunjang
Zona ini bersifat semi publik yang berfungsi sebagai penunjang zona utama.
Pada area ini hanya terdapat fasilitas penunjang berupa fungsi penghubung
antara zona penerima dan zona utama.

Alternatif 1

Zona penyambutan direncanakan pada bagian timur tapak, dan diikuti oleh zona
penunjang lalu zona utama terletak pada bagian belakang tapak.

U Zona Utama

Zona Penunjang

Zona Penyambutan
Kelebihan
 Minim ruang negatif
 Bangunan berada jauh dari jalan utama sehingga mengurangi kebisingan
 Bentuk zona menjangkau tiap ruangan tapak
Kekurangan
 Penghambat akses zona penyambutan ke zona utama dengan adanya zona
penunjang
Alternatif 2
Zona penyambutan direncanakan pada bagian timur tapak, dan diikuti oleh zona
utama lalu zona penunjang terletak pada bagian belakang tapak.

U Zona Utama

Zona Penunjang

Zona Penyambutan

Kelebihan
 Jalur aktivitas menjadi lebih teratur
 Akses dari satu zona ke semua zona dapat secara langsung
 Bentuk zona menjangkau ke tiap ruangan tapak
Kekurangan
 Zona utama berada pada tengah tapak dan sedikit dekat dengan jalan utama,
sehingga sedikit dekat dengan sumber kebisingan
Dari hasil pertimbangan di atas maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 karena
sesuai dengan karakter konsep bangunan sebagai zonasi utama dan zonasi penunjang
sebagai sarana rekreasi.
4.3.2. Topografi
Topografi lokasi perencanaan Kantor E-sport yang terletak di jl. Bundaran PU,
Kelurahan Oebobo, Kota Kupang dan berada tepat di pinggir jalan kolektor secara
makro, kawasan Lokasi perencanaan E-sport Arena Kupang memiliki kontur yang
cukup rata.
Gambar 4. 7 Topografi Lokasi Perencanaan

Keadaan kontur tanah pada lokasi perencanaan tidak memiliki perbedaan


tinggi rendah yang besar atau relatif datar dengan presentase kemiringan 0-2%. Hal
ini menjadi salah satu keuntungan dalam pengaturan site dan pembangunan E-sport
Kupang Center. Keadaan topografi yang ada sangat menguntungkan dari segi biaya
dalam mengatasi masalah peralatan lokasi demi mencapai daratan yang ideal bagi
perancangan. Namun demikian untuk mencapai kondisi permukaan site yang ideal
perlu di lakukan beberapa metode penanganan, antara lain :
Alternatif 1
Keadaan kontur tanah yang ada di pertahankan secara alamiah dengan sedikit
penataan pada bagian tertentu.
Keuntungan
 Tidak merusak ekosistem yang ada dalam tapak dan sekitarnya
 Penataan tapak akan terkesan alami dan menarik
 Lebih mudah mengola penataan tapak
 Hemat dalam segi alokasi dana
Kerugian
 Perlu perencanaan yang lebih terarah
Alternatif 2
Melakukan teknik Cut and Fill
Kelebihan
 Mudah dalam penataan tapak
 Mudah dalam penataan ruang luar
penempatan massa bangunan
 Mudah dalam pengolahan bentuk bangunan sesuai dengan kontur yang ada

Kekurangan
 Membutuhkan tenaga dan biaya yang besar dalam pelaksanaannya
 Butuh penataan ulang terhadap kontur yang ada
Dari hasil pertimbangan di atas maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 yakni
dengan melakukan teknik cut and fill maka pencapaian untuk fungsi bangunan utama
dapat terlihat sedikit tinggi dengan vocal point kontur yang diterapkan pada bangunan
Arena E-sport.
4.3.3. Akses Tapak
Sirkulasi sangat erat hubungannya dengan pola penempatan aktivitas dan
penggunaan ruang/ zona sehingga merupakan penggerak dari ruang yang satu ke
ruang yang lain. Untuk itu, Sirkulasi tapak dibagi menjadi 2 bagian yaitu sirkulasi
bagi pejalan kaki, dan sirkulasi bagi kendaraan. Analisa sirkulasi tapak berdasarkan
efektifitas sirkulasi dan pemisahan antara sirkulasi pejalan kaki dan sirkulasi
kendaraan.
Alternatif 1
Pola Linear

Kelebihan
 Sirkulasi lebih jelas dan terarah
 Bergerak pada satu garis lurus
Kekurangan
 Jalur sirkulasi yang panjang dan lurus lebih terkesan lebih monoton dan
bersifat jenuh
Alternatif 2
Pola Radial
Kelebihan
 Jalan dapat berbentuk lengkungan atau berbelok arah, memotong jalan lain,
atau berbentuk putaran
 Tidak monoton dan lebih terkesan dinamis
 Sirkulasi antara manusia dan kendaraan bisa dibagi
Kekurangan
 Orientasi ke segala arah dapat menyulitkan pengunjung jika tidak ditata
dengan baik
Dari pertimbangan di atas makan yang dipilih adalah alternatif 2, agar pengolahan
tapak dapat difungsikan secara maksimal dan lebih terkesan fleksibel.
4.3.4. Pola Parkir
Parkiran dalam sebuah tapak tidak hanya ditentukan atas pola sirkulasi, tetapi juga
dapat dibentuk sesuai site pada lokasi perencanaan. Parkiran juga dapat dibedakan
oleh jenis kendaraan baik roda 2, roda 4 dan roda >4, yang mana mendukung fungsi
dan aktifitas banguan itu sendiri. Dalam merencanakan parkiran, hal-hal yang harus
dipertimbangkan antara lain :
 Parkiran harus mudah dicapai.
 Tidak mengganggu sirkulasi dalam tapak.
 Mempunyai jarak sedekat mungkin dengan area yang dilayani.
 Kapasitas parkir disesuaikan dengan kapasitas tapak.
 Keamanan dan kenyamanan parkiran kendaraan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan parkiran dalam suatu
tapak, antara lain :
Alternatif 1
Parkir tegak lurus 90° atau 180°
Kelebihan
 Daya tampung kendaraan lebih banyak
 Bisa menyesuaikan dengan bentuk tapak
 Menghemat lahan dalam tapak
 Arah gerak lalu lintas kendaraan bisa 2 arah
Kekurangan
 Kendaran akan sulit masuk dan keluar serta membutuhkan ruang yang lebih
luas untuk memasuki parkiran

Alternatif 2
Parkir miring 45°

Kelebihan
 Kendaraan lebih mudah keluar dan masuk dari tiap tempat parkir yang ada
 Pengontrolan tempat parkir dapat terorganisir dengan baik
 Membutuhkan sedikit lahan untuk area parkir
Kekurangan
 Daya tampung kendaraan lebih sedikit karena membutuhkan pola parkir yang
memanjang
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 karena
dengan lahan yang berbentuk persegi dan melebar akan memenuhi kebutuhan parkir
tegak lurus.
4.3.5. Geologi dan Resapan Air Hujan
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, kondisi geologi pada lokasi
perencanaan merupakan tanah keras dan berbatu. Untuk mempermudah resapan air
hujan kedalam tanah,maka terpilih bahan penutup permukaan lahan yang mudah
meresapkan air kedalam tanah yaitu; paving block, batu alam, dan rumput.
Alternatif 1 Paving Block

Kelebihan
 Mampu menyerap panas dan air
 Mudah dalam pengerjaan
 Baik diperuntukan untuk sirkulasi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor
Kekurangan
 Biaya yang dibutuhkan relatif mahal
 Tidak dapat menahan beban kendaraan yang berat
Alternatif 2 Rumput

Kelebihan
 Baik dalam menyerap panas dan air
 Mudah diperoleh
 Merupakan vegetasi dalam tapak
 Lebih terkesan alamiah
Kekurangan
 Membutuhkan perawatan yang rutin
Alternatif 3 Batu Alam

Kelebihan
 Material mudah di dapat
 Proses pengerjaan yang cepat
 Baik dalam menyerap panas dan air
 Lebih terkesan alamiah
Kekurangan
 Membutuhkan biaya yang mahal untuk memperoleh material
Alternatif 4 Aspal

Kelebihan
 Proses perawatan lebih mudah
 Proses pengerjaan cepat dan efisien
Kekurangan
 Membutuhkan biaya yang mahal
 Tidak begitu baik dalam menyerap panas dan air
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah semua
alternatif dengan pembagian di beberapa titik sesuai dengan pola sirkulasi ataupun
kebutuhan ruang dalam tapak.
4.3.6. Orientasi Matahari
Arah matahari pada lokasi perencanaan adalah sebagai berikut

18.00
12.00

U
Lokasi

06.00

Untuk meminimalisir cahaya matahari yang masuk ke dalam tapak dan bangunan
secara berlebihan dapat diatasi dengan beberapa alternatif sebagai berikut :
Alternatif 1
Menggunakan vegetasi untuk meminimalisir cahaya matahari

Kelebihan
 Meningkatkan kenyamanan pengguna bangunan
 Dapat menyerap panas dan pancaran sinar matahari
 Dapat menurunkan suhu iklim mikro
 Menyaring udara panas menjadi udara sejuk
 Area hijau lebih sehat
Kekurangan
 Membutuhkan perawatan lebih untuk beberapa jenis pohon
Alternatif 2
Menggunakan sunscreen pada bangunan

Kelebihan
 Pengontrolan cahaya dan suhu yang panas dapat diatasi dengan desain
sunscreen sisi luar bangunan yang efektif
 Dapat melindungi eksterior bangunan dari terik matahari dan suhu panas yang
berlebihan
 Memperindah desain eksterior bangunan
 Menambah kesan fleksibel pada bangunan
 Mengurangi penggunaan vegetasi yang berlebihan
Kekurangan
 Membutuhkan biaya yang relatif mahal
 Material yang susah didapat
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 2
karena pada beberapa bagian tapak membutuhkan vegetasi untuk mereduksi intensitas
cahaya dan suhu panas matahari serta pada bagian eksterior bangunan membutuhkan
sunscreen untuk menjaga suhu interior tetap stabil dan juga mengurangi pengikisan
tekstur pada bagian eksterior bangunan.

4.3.7. Orientasi Arah Angin

Alternatif 1 Membuat Bukaan Pada Bangunan

Kelebihan
 Dapat mengontrol banyak sediktitnya udara dan cahaya yang masuk ke dalam
bangunan
 Lebih menghemat energi
Kekurangan
 Perletakan bukaan harus efektif agar intensitas angin dan cahaya yang masuk
dapat lebih teratur
 Kurang optimal dalam menyarik debu dan kotoran yang masuk ke dalam
bangunan
Alternatif 2 Menggunakan Vegetasi Sebagai Pereduksi Angin

Kelebihan
 Menghemat energi untuk penghawaan buatan
 Sebagai penyejuk udara
 Dapat menyerap dan menyaring udara
Kekurangan
 Membutuhkan perawatan yang intensif
Dari hasil pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 2
agar dapat dikombinasikan sehingga memaksimalkan intensitas suhu dan panas
matahari yang masuk ke dalam tapak.
4.3.8. Kebisingan
Kebisingan yang cukup tinggi pada lokasi perencanaan bersumber dari arah
Timur, yaitu Jl. Bundaran PU. Sedangkan dari arah utara. Barat dan selatan
merupakan area kosong.

U
Kebisingan berasal dari
pintu masuk utama yakni
pada bagian timur
Alternatif 1
Kebisingan hanya bisa diredam dengan cara pemanfaatan vegetasi sebagai peredam
kebisingan.

Alternatif 2
Bangunan ditempatkan ±100 meter atau sejauh mungkin ari kebisingan jalan

Alternatif 3
Menggunakan turap yang berfungsi untuk mencegah dan memantulkan suara bising
yang masuk ke dalam area bangunan dengan ketinggian turap maksimal 2,10 m.

Dari pertimbangan di atas , maka Alternatif yang dipakai dalam perencanaan ialah
alternatif ke 1 dan 2 karena vegetasi yang digunakan selain sebagai peredam bunyi
dapat juga berfungsi sebagai peneduh atau naungan dari terik panas matahari. Selain
itu luas lahan memungkinkan alternatif 2 dapat tercapai.
4.3.9. Vegetasi
Pada lokasi perencanaan hampir tidak ditemui vegetasi, hanya terdapat
beberapa pohon sehingga menyebabkan keadaan tapak menjadi kering dan gersang.
Oleh karena itu, perlu adanya penataan ulang dan menghadirkan vegetasi yang sesuai
dan dapat ditempatkan pada kawasan E-sport Center kota Kupang. Berikut ini
beberapa syarat penataan hijau :
 Dapat merefleksi dan menyejukan pandangan mata setiap orang yang
berinterakasi atau melihatnya, sehingga menjadi sebuah media refleksi.
 Mampu membawa kenyamanan tersendiri dari penataan ruang hijau.
 Merupakan elemen penting dalam taman yang mana berfungsi sebagai
peneduh, pengarah, filter udara, penetralisir suhu dan kebisingan serta sebagai
unsur estetika (penghias).
 Tidak berduri, atau membahayakan anak – anak dan pengguna lainya.
Adapun jenis vegetasi yang digunakan sebagai alternatif antara lain :
Gambar
Jenis Vegetasi Contoh Tanaman
(sumber : Google Image)

Pakis, Rumput Japan dan


Tanaman
Tanaman Rumput Jenis
Penutup tapak
lain

Pohn Palm Botol, Pohon


Tanaman
Kiara Payung dan lain-
Penghias
lain

Tanaman Pohon Palm, Pohon


Pengarah Cemara dan Evergreen
Pohon Mangga, Pohon
Tanaman Ketapang, Pohon
Peneduh Angsana dan jenis pohon
peneduh lainnya

Tabel 4. 5 Fungsi dan Jenis Vegetasi

Beberapa alternatif di atas dapat dijadikan sebagai acuan untuk menata pola ruang
hujau yang diterapkan dalam tapak.
4.3.10. Utilitas Tapak
Pada lokasi perencanaan belum tersedia saluran drainase untuk
pembuangan/pengaliran air hujan. Agar tidak menimbulkan genangan air pada lokasi,
perlu untuk merencanakan saluran drainase pada kawasan. Beberapa alternatif berikut
dapat di pertimbangkan untuk merencanakan drainase pada kawasan E-sport Center
Kota Kupang :
Alternatif 1
Air hujan yang turun dialirkan dengan pipa ke selokan yang mengelilingi
bangunan dan di teruskan ke drainase kota. Alternatif ini sangat efektif jika bangunan
berada pada kemiringan tanah yang tinggi.

Alternatif 2
Air hujan yang jatuh, di alirkan ke sumur resapan dan di alirkan ke drainase
kota. Air yang ada pada sumur resapan dapat diolah untuk kebutuhan lain seperti
menyiram tanaman.
4.3.11. Sistem Sampah
Sistem pembuangan sampah menggunakan sistem penampungan yang
disesuaikan dengan jenis sampah dan informasi seperti contoh gambar dibawah ini
dapat memberi informasi dan pengetahuan. Pusat pembuangan sampah terdapat di
area servis yang secara berkala dilakukam pembuangan dengan menggunakan truk
sampah. Tempat sampah yang disediakan ada dua jenis, yaitu tempat sampah umum
dan tempat sampah internal. Tempat sampah umum terdapat pada ruang-ruang public
seperti area parkir, taman, dan sebagainya.
4.3.12. Air Bersih
Sumber air bersih yang ada pada sekitar lokasi perencanaan kawasan E-sport
Center Kota Kupang berasal dari PDAM. Selanjutnya akan dimanfaatkan untuk
kebutuhan yang menunjang segala aktifitas pada tapak. Beberapa alternatif yang akan
di pertimbangkan untuk di pakai pada lokasi perencanaan antara lain :
Alternatif 1 Pemanfaatan Air Bersih yang Tersedia

Kelebihan
 Lebih menghemat air dan biaya sanitasi
 Mudah didapat
Kekurangan
 Ketersediaan air terbatas
Alternatif 2 Menambah penyediaan air bersih

SUMUR BOR

Kelebihan
 Ketersediaan air selalu ada meskipun dalam keadaan darurat
 Tidak memerlukan biaya penggunaan
Kekurangan
 Membutuhkan biaya dalam proses pembuatan
 Memerlukan lokasi yang akurat untuk mendapatkan mata air
4.4. Analisa Bangunan
4.4.1. Analisa Besaran Ruang
Penentuan besaran ruang pada Perencanaan dan Perancangan E-sport Center
Kota Kupang mengacu pada standar literatur dari :
 Data Arsitek(DA)
 Time Saver Standarts (TSS)
 Asumsi(A).
Dengan standar sirkulasi/ flow area yang digunakan, yaitu :
o Standar minimum sirkulasi : 5%-10%
o Standar kebutuhan luasan sirkulasi : 20%
o Tentuan kenyamanan fisik : 30%
o Tentuan kenyamanan psikologis : 40%
o Tuntutan spesifik kegiatan : 50%
o Keterkaitan dengan banyak kegiatan : 70%-100%
Untuk perhitungan besaran ruang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Luas
Jenis Kebutuhan Juml Kapasi Luas
Jenis Ruang Standar Total Sumber
Fasilitas Ruang ah tas (m2)
(m2)
R. Studi 1 400 m2 400 TSS
2
R. Rehersal 1 2 m /org 15 org 30 DA
2
R. Pakaian 2 0,9 m /unit 5 unit 9 DA
2
R. Ganti 4 0,9 m /unit 5 unit 18 DA
R. Rias 2 0,9 m2/org 10 org 18 DA
2
Green Room 1 1m 30 org 30 TSS
Studio
R. Serbaguna 1 1 m2 50 org 50 TSS
2
R. Kru 2 1,2 m /org 4 org 10 DA
2
KM/WC 4 1 m /unit 10 org 40 DA
Luas Efektif 605
Sirkulasi = 30% x 605 m2 181,5 786,5
Fasilitas
Produksi R.
1 20 TSS
Microphone
R. R. Kamera 1 40 TSS
Penyimpanan R. Lighting 1 60 TSS
Luas Efektif 120
Sirkulasi = 30% x 120 36 156
R. Fotocopy 1 1,8 m2/unit 5 unit 9 TSS
2
R. Workshop 1 1,2 m /org 50 org 60 A
R. Pengecetan 1 1,5 m2/org 10 org 15 A
R. Dekorasi 2
Bengkel 1 1,5 m /org 6 org 9 A
2
R. Elektronik 1 1,5 m /org 5 org 7,5 A
2
R. Staff 4 1,2 m /org 1 org 4,8 DA
Luas Efektif 105,3
Sirkulasi = 30% x 105,3 31,59 136,89
TSS
2
R. Developing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Editing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R.
1 30 A
Penyimpanan
Lab. Konten R. Kepala Lab 1 6 m2 1 org 6 DA
0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 58
Sirkulasi = 30% x 58 17,4 75,4
2
R. Editing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Mixing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R. Dubbing 1 4 m2/unit 2 unit 8 TSS
2
R. Pimpinan 1 6m 1 org 6 DA
R. Sound R.
1 30 A
Efect Penyimpanan
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 66
Sirkulasi = 30% x 66 19,8 85,8
2
R. Mixing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Dubbing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R. KA. Lab. 1 9 m2 1 org 9 TSS
1,2
R. Staff 2 1 org 2,4 DA
R. Musik m2/org
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 33,4
Sirkulasi = 30% x 33,4 10,02 43,42
1,2
R. Staaf 2 1 org 2,4 DA
m2/org
R. Proyektor 1 5 m2 5 DA
R. Duduk 1 1 m2 20 org 20 DA
R. Screening
R.
1 20 A
Penyimpnan
Luas Efektif 47,4
Sirkulasi 30 % x 47,4 14,22 61,62
Luas Total Fasilitas Produksi 2385,63
2
R. Ka. Teknik 1 6m 1 org 6 DA
R. Tamu 1 1 m2 5 org 5 A
2
R. Sekretaris 1 6m 1 org 6 A
R. Ka. 2
R. Staff 2 1,2 m 1 org 2,4 DA
Pengawas
0,6
Teknik R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 25,4
Sirkulasi 30 % x 25,4 7,62 33,02
R. Kerja 1 6 m2 3 org 18 TSS
0,6
R. R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Kameramen
Luas Efektif 24
Srkulasi = 30% x 24 7,2 31,2
R. Ka
1 6 m2 1 org 6 DA
Koordinator
R. R. Staff 2 1,2 m2 1 org 4,2 DA
Koordinator 0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
Teknik m2/org
Luas Sirkulasi 16,2
Sirkulasi = 30% x 16,2 4,86 21,06
R. Peralatan
1 1,2 m2 6 unit 7,2 TSS
VTR
R. Staff 2 1,2 m2 1 org 4,2 DA
R. VTR 0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 17,4
Teknik Sikulasi = 30% x 17,4 5,33 22,62
Produksi R. Transmisi 1 6m 2
1 org 6 DA
R. Tamu 1 1 m2/org 5 org 5 A
R. Konsol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Audio
R. Konsol
R. Kontrol 1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Video
Program
R. Konsol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Ligthing
R. Kontrol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Switcher
R. Sound 2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 45
Sirkulasi = 30% x 45 13,5 58,5
2
R. Ka. Kontrol 1 9m 1 org 9 DA
2
R. Tamu 1 1 m /org 5 org 5 A
2
R. Asisten 1 6m 1 org 6 DA
R. Knsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Audio
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Video
R. Master R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Kontrol Ligthing
R. Kontrol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Switcher
R. Sound
2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 86
Sirkulasi = 30% x 86 25,8 111,8
2
R. Editing 1 1 4 m /unit 4 unit 20 TSS
2
R. Editing 2 1 4 m /unit 4 unit 20 TSS
R. Software 1 6 A
R. Editing 2
R. Tunggu 1 1 m /org 5 org 5 A
Luas Efektif 51
Sirkulasi 30 % x 51 15,3 66,3
2
R. Operator 1 4 m /org 4 org 16 TSS
2
R. Teknisi 2 1,2 m 1 org 2,4 A
R. Peralatan 2
R. Tunggu 1 1 m /org 5 org 5 A
Telepon
Luas Efektif 23,4
Sirkulasi = 30 % x 23,4 7,02 30,42
R. Operator 1 4 m2/org 4 org 16 A
2
R. Teknisi 4 1,2 m 1 org 2,4 A
R. Generator Gudang 1 24 TSS
Luas Efektif 42,4
Sirkulasi = 30 % x 42,4 12,72 55,12
Total Luas Fasilitas Teknik Produksi 322,14
Fasilitas Studio Arena Studio Khusus 1 20 TSS
Perlombaan Tournamen R. Pakaian 2 0,9 5 unit 9 DA
m2/unit
0,9
R. Ganti 4 5 unit 18 DA
m2/unit
0,9
R. Rias 4 5 org 18 DA
m2/org
Gudang 1 20 TSS
0,9
R. Loker 2 10 18 TSS
m2/unit
1,2
R. Kru 2 8 20 DA
m2/org
KM/WC 2 1 m2/unit 6 org 12 DA
Luas Efektif 135
Sirkulasi 30 % 40,5 175,5
2
R. Ka. Kontrol 1 9m 1 org 9 DA
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Audio
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Video
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Ligthing
R. Kontrol
R. Kontrol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Switcher
R. Sound
2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 75
Sirkulasi 30% 22,5 97,5
2
R. Produser 3 9m 1 org 27 DA
2
R. Asisten 1 6m 1 org 6 DA
2
R. Staff 3 1,2 m 1 org 3,6 DA
R. Produser
R. Kerja 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
Luas Efektif 41,4
Sirkulasi 30% 12,42 53,82
Total Luas Fasilitas Prlombaan 326,82
2
R. Kerja 1 9m 1 org 9 DA
2
R. Tamu 1 1 m /org 5 org 5 A
Fasilitias 2
R. Ka. Stasiun R. Istirahat 1 9m 1 org 9 A
Pengelola
Luas Efektif 23
Sirkulasi 30% 6,9 29,9
R. Kerja 1 6 m2 1 org 6 DA
0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
R. Sekretaris m2/org
Luas Efektif 12
Sirkulasi 30% 3,6 15,6
R. Ka.
1 6 m2 1 org 6 DA
Personalia
R. Staff 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
R.
0,6
Administrasi R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 16,8
Sirulasi 30% 5,04 21,84
R. Staff 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
2
R. Penjualan 1 9m 1 org 9 A
2
R. Servis 1 9m 1 org 9 A
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
R. Marketing
R. Tamu 1 1 m2/org 5 org 5 DA
1,5
R. Rapat Kecil 1 15 org 22,5 DA
m2/org
Luas Efektif 56,3
Sirulasi 20% 11,26 67,56
R. Rapat R. Rapat 1 2 m2/org 35 org 70 DA
Dewan Sirkulasi 20% 14 84
0,5
Lobby 1 40 org 20 DA
m2/org
R. Informasi 1 3 m2/org 2 org 6 DA
2
R. Security 1 2 m /org 3 org 6 TSS
R. Penerima
0,5
R. Tunggu 2 10 10 A
m2/org
Luas Efektif 37
Sirulasi 30% 11,1 48,1
Total Luas Fasilitas Pengelola 267
2
R. Produser 1 9m 1 org 9 DA
R. Program R. Staff 1 1,2 m2 3 org 3,6 DA
Fasilitas
Konten 0,5
Programme R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
r
Musik & R. Produser 1 9 m2 1 org 9 DA
2
Hiburan R. Staff 1 1,2 m 3 org 3,6 DA
0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R.
R. Program 1 9 m2 1 org 9 DA
Koordinator
LiveStreaming
R. Reporter 1 4 m2 7 org 28 DA
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Pengatur
0,5
Iklan R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Produser 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. distributor 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
0,5
Area Casting 1 5 org 2,5 A
m2/org
R. Casting R. menonton 1 1 m2 20 org 20 DA
0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Skenario 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Rapat 1 2 m2/org 35 org 70 DA
R. Arsip 1 9 A
2
R. Kerja 1 9m 1 org 9 DA
R. Pengawas
0,5
Acara R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
Luas Efektif 320,7
Sirkulasi 30 % 96,21
Total Luas Fasilitas Programmer 416,91
Gudang
1 60 TSS
Utama
Bengkel 1 40 TSS
R. Genset 1 50 TSS
Fasilitas
R ME R. Bahan
Prasarana 1 50 TSS
Bakar
R. Cooling
1 50 TSS
R. AHU Tower
R. Chiller 1 50 TSS
R. Reservoir 1 50 TSS
R. Panel
1 50 TSS
Listrik
R. Air Bersih 1 50 TSS
R. Air Kotor 1 50 TSS
Operator
1 25 TSS
Sentral
R. PABX
Operator Per
3 6 DA
Lantai
R. Janitor 3 2,5 m2 7,5 DA
Total Luas Fasilitas Prasarana 538,5
R. Serbaguna 1 100 A
Fasilitas
Mushola. 1 35 A
Penunjang
Toilet Umum 1 100 A
Luas Efektif 235
Sirkulasi 30 % 70,5
Total Luas Fasilitas Penunjang 305,5
4562,5 /
TOTAL LUAS BANGUNAN E-SPORT CENTER 3=
1520, 8
Tabel 4. 6 Perhitungan Luasan Bangunan E-Sport Center

4.4.2. Analisa Bentuk dan Tampilan


Proses desain bangunan menggunakan transformasi arsitektur vernakular yang
dikombinasikan dengan arsitektur modern dan pada beberapa bagian tampilan akan
menonjolkan ciri khas corak budaya NTT dengan pertimbangan tidak mengurangi
kesan trendsetter atau pusat teknologi sebagai suatu sarana penunjang olahraga
elektronik. Pada beberapa bagian kawasan juga dijadikan tempat berkumpul atau
berekreasi bagi para pengunjung juga terdapat beberapa bangunan penunjang seperti
Kafe & Resto serta pusat perbelanjaan.
1) E-Sport Center Arena
Bentuk dan tampilan secara menyeluruh dari E-sport Center Arena diadaptasi
dari bentuk bulat pada rumah adat Suku Amaf Nini, Desa Nansean,
Kecamatan Insana Selatan.
Alternatif 1

Gambar 4. 8 Rumah Adat Suku Amaf Nini


Alternatif 2

Gambar 4. 9 Desain Arsitektur Modern (Harpa Music Center)

2) Resto & Cafe


Dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta melihat kondisi kawasan
yang ada, maka ide dari konsep perancangan resto & cafe yakni membangun
suatu infrastruktur penunjang yang modern dan futuristik untuk meningkatkan
produktifitas dan kualitas fisik kawasan.
Alternatif 1

Gambar 4. 10 Bentuk Bulat Menyerupai Atap Rumah Adat Suku Amaf Nini
Alternatif 2

Gambar 4. 11 Bentuk Persegi dengan Desain yang Modern

3) Pos Jaga
Transformasi bentuk dengan menggunakan teknik eksagerasi dan pengulangan
dari desain arsitektur modern.

Gambar 4. 12 Teknik Eksagerasi dari Desain Arsitektur Modern

4.4.3. Struktur dan Konstruksi


1) Sub Struktur (Struktur Bawah)
Pada Sistem sub struktur atau struktur bawah pada bangunan
direncanakan sesuai dengan beban bangunan yang dipikul dan jenis tanah pada
lokasi. Karakteristik tanah pada lokasi perencanaan pada umumnya adalah
tanah keras dengan kondisi berbatu. Pada bagian tertentu ada yang lunak
namun hanya sebagian kecil saja. Alternatif pondasi yang digunakan adalah :
Pondasi Menerus

Gambar 4. 13 Pondasi Menerus


Kelebihan
 Cocok untuk tanah yang keras
 Penyaluran beban merata
 Pengerjaan yang mudah
Kekurangan
 Tidak efektif jika memikul beban yang terlalu berat
 Tidak cocok untuk bangunan bentang lebar dan bertingkat
 Hanya untuk bangunan sederhana
Pondasi Plat Kaki
Podasi pelat kaki digunakan sebagai pemikul secara struktur beban
bangunan secara keseluruhan, terutama beban yang berasal dari atap dan
badan bangunan diteruskan ke plat kaki untuk diteruskan ke tanah.

Gambar 4. 14 Pondasi Plat Kaki


Kelebihan
 Cocok untuk bangunan bertingkat dan bangunan bentang lebar
 Cocok dengan keadaan tanah yang lembek
 Pondasi kuat dan terbuat dari beton bertulang
 Mampu menahan beban dengan baik
 Memikul kelebihan pondasi yang cukup dalam
Kekurangan
 Biaya pemasangan dan pengerjaan yang mahal
 Merusak sedikit keadaan tanah karena galian
Dari pertimbangan di atas,maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 2
karena beban yang dipikul relative tidak terlalu berat karna bukan merupakan
bangunan tinggi yang memerlukan pondasi semacam bore pile, tiang pancang,
dan lain – lain.
Gambar 4. 15 Kombinasi Pondasi Menerus dan Plat Kaki

2) Super Struktur (Struktur Tengah)


Sistem super struktur merupakan struktur tengah yang menyalurkan
gaya dari beban atap ke pondasi. Struktur ini dapat berupa kolom, balok dan
juga dinding pemikul. Ada beberapa alternatif yang bisa digunakan antara
lain:
Alternatif 1
Rigid Frame, merupakan struktur rangka yang mempunyai titik join yang
kokoh dan terbuat dari beton serta baja.

Gambar 4. 16 Rigid Frame Struktur


Kelebihan
 Lebih fleksibel dalam pembagian fungsi ruang
 Lebih sederhana dan mudah dalam pengerjaannya
 Kemungkinan bukaan lebih bebas mengingat dinding hanya sebagai
pengisi sedangkan beban dipikul pada kolom dan balok.
Kekurangan
 Kaku dalam pengolahan bentuk
 Terkesan monoton
Alternatif 2
Core Structure, merupakan inti dari suatu bangunan yang di dalamnya
mencakup sistem transportasi vertikal dan mekanis (seperti : lift, tangga, wc
dan shaft) serta fungsi utama sebagai kekuatan sebuah bangunan.

Gambar 4. 17 Struktur Inti/Core Structure


Kelebihan
 Dapat mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi
 Memiliki kekuatan yang mumpuni
 Tahan terhadap temperatur panas
 Biaya perawatan yang murah
Kekurangan
 Bentuk yang telah dibuat sulit untuk dimodifikasi
 Lebih berat dibandingkan dengan kekuatan dan daya pantul yang besar
3) Upper Struktur (Struktur Atas)
Elemen yang berada di atas permukaan tanah yang terdiri atas rangka penutup
bangunan.
Alternatif 1 Struktur Rangka kayu

Gambar 4. 18 Rangka Atap Kayu


Kelebihan
 Biaya yang murah
 Cocok untuk area tropis
 Mudah didapat
 Mempunyai nilai estetika yang tinggi
 Terkesan alamiah
Kekurangan
 Sulit dalam pengerjaan karena membutuhkan keahlian khusus
 Bentuk yang kaku
 Butuh perawatan khusus
Alternatif 2 Struktur Rangka Baja

Gambar 4. 19 Struktur Rangka Baja


Kelebihan
 Kuat dan tahan lama
 Ringan dalam struktur
 Ramah lingkungan
 Mempunyai sifat lentur
 Mudah dalam perawatan
Kekurangan
 Kurang fleksibel untuk profil tertentu
 Mudah terbawa angin
 Nilai estetika yang kurang
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan
2 karena pada beberapa bagian atap membutuhkan struktur kayu yang
disesuaikan dengan bentuk dan kebutuhan desain alamiah, sedangkan di
bagian lain membutuhkan baja yang relatif ringan untuk mengurangi daya
tarik.
4.4.4. Material
Pemilihan bahan dan material bangunan didasarkan pada faktor teknis dengan
kriteria sebagai berikut :
 Mudah didapat dan harga relatif murah
 Daya tahan yang lama
 Daya fleksibilitas baik dan berat bahan (kg/m²)
 Pemeliharaan ekonomis
 Tidak mengandung bahan yang berbahaya
 Mendukung tuntutan tampilan bangunan
 Mudah digunakan dalam berbagai bentuk
Alternatif 1 Beton
 Campuran material mudah didapat
 Daya tahan tidak terbatas
 Fleksibilitas lebih tinggi dan bentuk lebih bervariasi
 Ketahanan terhadap temperatur tinggi
Alternatif 2 Baja
 Murah ditinjau dari proses pelaksanaan
 Konstruksi yang ringan
 Fleksibilitas kurang
 Kurang tahan terhadap cuaca
 Tidak tahan terhadap api
 Lebih banyak digunakan pada bagian upper struktur
Alternatif 3 Kayu
 Mudah didapatkan
 Harga yang relatif murah
 Tidak tahan terhadap cuaca
 Membutuhkan perawatan yang intensif

Berikut beberapa kriteria dari masing-masing bahan untuk struktur :


Faktor Beton Baja Komposit
Sifat Mudah dibentuk Kaku, bentuk Kaku
tertentu
Kekuatan Kuat terhadap Kuat terhadap Kuat terhadap
tekan tarik tarik dan tekan
Daya tahan api Mencapai suhu Mencapai suhu Cukup tahan api
100-450˚C 250˚C
Daya tahan cuaca Non korosi, Korosi, angka Tergantung
angka pemuaian pemuaian besar variasi,bahan
kecil bentuknya
Keahlian Tenaga ahli Harus dengan Harus dengan
menengah tenaga ahli tenaga ahli
Pelaksanaan Dikerjakan Dalam waktu Dalam waktu
secara betahap yang singkat yang singkat
Waktu pelaksaan Tergantung pada Tidak Tergantung pada
cuaca tergantung pada cuaca
cuaca
Macam-macam Beton bertulang, Macam-macam Banyak
beton pracetak bentuk profil perluasan
ukuran variasinya
Cara pelaksanaan Sistem COR Elemen dibuat Tergantung dari
ditempat di pabrik variasi komposit
Elemen yang Kolom, balok, Kolom balok, Kolom, dinding,
dapat di bentuk dinding lantai atap balok, lantai
Tabel 4. 7 Faktor Pemilihan Bahan dan Material Struktur
Bahan Berat Daya Fleksibil Akustik Api Panas
Bahan Tahan itas
Batu Berat Lama Sulit Memantulakan Tahan Menyerap
bata, butuh suara
batako, perwatan
porselen
Kaca Berat Lama Mudah Memantulkan Pecah Tidak
butuh suara menyerap
perawatan
Logam Ringan Lama Mudah Sedikit Kurang Buruk
memantul
Kayu Ringan Lama bila Mudah Menyerap suara Kurang Menyerap
dilindungi
Serabut Ringan Butuh Mudah Meyerap suara kurang Menyerap
perawatan
lama
Gypsum Ringan Lama Mudah Memantulkan, Tahan Menyerap
menyerap suara
tinggi
Karet Ringan Lama Mudah Menyerap suara Kurang Menyerap
butuh tinggi
perawatan
Tabel 4. 8 Kriteria Pemilihan Bahan Bangunan

4.4.5. Utilitas
Analisa utilitas sangat diperlukan dalam sebuah bangunan, hal ini dikarenakan
dalam sebuah bangunan wajib dan harus memiliki sistem utilitas yang baik. Sistem
utilitas di bagi menjadi beberapa bagian diantaranya, yaitu:
1) Sistem Distribusi Air Bersih
Kebutuhan air bersih yang ada pada daerah tapak ini diperoleh dari PDAM
yang jaringannya mencakup jalan-jalan utama (saluran primer) dan sebagian
jalan lingkungan (saluran sekunder).
Alternatif 1
Up Feed Sistem, dalam system ini pipa distribusi langsung dari tangki bawah
(ground Tank) dengan pompa langsung di sambungkan dengan pipa utama
penyediaan air bersih pada bangunan. Dalam hal ini menggunakan
kemampuan pompa sepenuhnya.

Kelebihan
 Mengurangi beban struktur bangunan
 Mengurangi kemungkinan terjadinya karat karena kontak air dengan
udara relatif singkat
Kekurangan
 Pompa bekerja terus menerus
 Saat aliran listrik mati, air tidak dapat mengalir
 Kekuatan disesuaikan dengan tinggi bangunan
 Pemakaian daya yang relatif besar
Alternatif 2
Down Feed Sistem, dalam system ini air di tampung dulu di tangki
bawah (ground tank), kemudian dipompakan ke tangki atas (upper tank) yang
biasanya di pasang di atas atap atau lantai tertinggi bangunan. Selanjutnya air
didistribusikan ke seluruh bangunan. System ini cukup efisien di terapkan
pada bangunan bertingkat.

Kelebihan
 Pompa tidak bekerja secara terus menerus sehingga lebih efisien dan
awet
 Air bersih sudah tersedia setiap saat karena air sudah di tampung di
tangki atas
Kekurangan
 Membutuhkan biaya lebih untuk tangki tambahan bagian atas
 Menambah beban pada bangunan
 Menambah biaya perawatan
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2
karena lebih efisien untuk bangunan bertingkat dengan kondisi debit air di kota
Kupang yang terbatas.
Upper
Tank
Fire Protection

PDAM Ground Tank Pompa Bangunan

Unit Bangunan
2) Sistem Distribusi Air Kotor
Sistem distribusi air kotor merupakan sistem pembuangan untuk air
yang berasal dari kloset, urinoir dan air buangan yang berasal dari kotoran
manusia dan alat plumbing lainnya.
Alternatif 1
Sistem pembuangan tidak langsung, merupakan sistem pembuangan dari
beberapa lantai atau ruang yang dijadikan satu dan baru dibuang.

Alternatif 2
Sistem grafitasi, merupakan cara pengaliran air kotor yang mengandalkan
gravitasi atau berprinsip pengaliran dari tempat tinggi ke tempat yang lebih
rendah.

Alternatif 3
Sistem tekanan (pompa), merupakan pengaliran dengan cara dilakukan untuk
mengalirkan air kotor yang telah ditampung pada sum-pit dan selanjutnya di
pompa untuk dialirkan ke riool kota
Skema distribusi air kotor :

3) Sistem Jaringan Listrik


Sistem jaringan listrik utama yang terdapat pada lokasi perencanaan diperoleh
melalui PLN. Pemanfaatan jaringan listrik untuk kawasan dapat di pakai
atlernatif berikut :
Alternatif 1 Pemanfaatan Jaringan Listrik Tersedia

Panel distribusi pada


Panel induk
PLN tiap pembebanan
kawasan
listrik

Kelebihan
 Hemat biaya dan pengerjaan
Kekurangan
 Beresiko ketika terjadi pemadaman listrik
Alternatif 2 Menggunakan Genzet
Genset yang berfungsi secara otomatis apabila listrik dari PLN mengalami
pemadaman

Panel distribusi pada


Panel induk
PLN tiap pembebanan
kawasan
listrik

Genzet
Kelebihan
 Tersedianya pembangkit listrik ketika terjadi pemadaman listrik
Kekurangan
 Membutuhkan biaya tambahan
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 agar
lebih mudah dalam pencegahan pemadaman listrik.
4) Sistem Jaringan Air Conditioning (AC)
Kriteria dari penggunaan AC pada kantor E-sport Center adalah untuk
memberikan kenyamanan bagi pengguna dan tentunya mudah dikontrol.
Alternatif 1
AC Split, merupakan komponen yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu fancoil
unit FCU (indoor) dan condensing unit CU (outdoor)

Kelebihan
 Satu rangkaian CU dan FCU dapat dioperasikan sendiri-sendir tanpa
mengganggu sistem lainnya
 Mudah untuk ditambah maupun dikurangi jumlahnya
 Dapat dipindahkan kemana saja
 Biaya perawatan lebih hemat
 Unit yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan ruang
 Tingkat kebisingan yang rendah
Kekurangan
 Perletakan unit outdoor memerlukan efisiensi yang khusus
 Jalur pipa fleksibel dan harus efisien serta rapi
 Masih ada getaran pada dinding walaupun relatif kecil
 Mudah bocor
Alternatif 2
AC Paket, Secara prinsip sama dengan split system, mempunyai outdoor unit
yaitu (condensing unit/ CU) dan indoor unit yaitu (fancoil unit/ FCU). Sistem
AC ini dipakai untuk ruang-ruang besar seperti aula, ruang sidang, auditorium,
bioskop, dan lain-lain.

Kelebihan
 Mudah untuk ditambahkan atau dikurangi jumlahnya
 Dapat dipindahkan
 Bila ada unit yang rusak atau dimatikan, faktor kenyamanan masih
dapat dipenuhi
Kekurangan
 Perletakan unit outdoor memerlukan perletakan khusus
 Perletakan unit indoor memerlukan tempat khusus
 Adanya ducting AC yang membutuhkan ruang pada bagian atas langit-
langit
Alternatif 3
AC Central, biasanya digunakan pada bangunan bertingkat dan pada ruangan
yang besar seperti pada bioskop dan mal.
Kelebihan
 Hanya menggunakan satu mesin untuk seluruh bangunan
 Suara di ruangan tidak menimbulkan kebisingan
 Estetika ruangan terjaga karena tidak adanya unit indoor
Kekurangan
 Bila ada kerusakan pada mesin utama, maka seluruh AC dalam
bangunan tidak berfungsi
 Dibutuhkan ruang untuk perletakan peralatan
 Pengaturan temperatur ruangan hanya bisa dikontrol pada Central
Cooling Plant
Dari pertimbangan diatas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 3
karena pada beberapa ruang seperti ruang kerja karyawan hany membutuhkan
AC unit sehingga lebih efisien dalam penghematan biaya.
5) Sistem Penangkal Petir
Pada gedung E-sport Central Kupang juga perlu adanya keamanan
gedung yakni penangkal petir yang melindungi gedung dari faktor petir serta
efek dari petir tersebut.
Alternatif 1
Sistem Franklin, Sistem ini prinsipnya hanyalah berupa pemasangan tiang
penangkal petir ditempat tertinggi dan dapat dihubungkan kawat pengantar
masuk kedalam tanah sebagai penetral tengangan listrik petir. Sistem ini hanya
untuk skala bangunan sedang dan kecil.

Alternatif 2
Sistem Faraday, Sistem ini hamper sama dengan system Franklin, tetapi dapat
dibuat memanjang sehingga jangkauannya luas.
6) Sistem Jaringan Transportasi Vertikal
Transportasi vertikal berfungsi sebagai pemecahan masalah sirkulasi
bangunan bertingkat. Terdapat beberapa alternatif yang dapat di gunakan pada
perencanaan dan perancangan E-sport Center ini :
Alternatif 1
Tangga, tangga mempunyai keuntungan lebih dibandingkan lift, karena
tergantung pada sumber tenaga penggeraknya. Lebar tangga minimum 1,2m-
1,5 m, serta tingginya bervariasi.

Alternatif 2
Travelator, dapat digunakan oleh penyandang difabel serta untuk memuat
barang.

Alternatif 3
Lift, merupakan akses jaringan vertikal otomatis untuk memenuhi kebutuhan
pengguna demi kenyamanan tanpa harus menggunakan tangga manual

Anda mungkin juga menyukai