Potensi dan Analisis E-sport di Kupang
Potensi dan Analisis E-sport di Kupang
ANALISA
Great Moshpit
Rumah, kafe,
Free Fire Mobie
2 25 Player markas Great
Game
Moshpit
Kupang X Squad
Ruteng E-sports
Dari beberapa tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kondisi yang sering
dikonsumsi anak muda NTT adalah game online yang tentunya tidak terlepas dari
penggunaan mobile jaman sekarang yang relatif sangat banyak sehingga
memungkinkan anak muda untuk terus bersaing serta memenuhi kebutuhan finansial
ketika menjuarai berbagai tournamen. Tidak hanya menjadi player game online,
potensi untuk menghasilkam uang dalam e-sport juga termasuk di dalamnya :
Caster Streaming
Developer
Visual Editor
Presenter
Coach tim
Manager tim
Sponsor
Brand Ambasador
Host
Comentator
4.1.5. Sistem Kualifikasi E-sport Mobile Games
1. Berikut skema sistem kualifikasi 40 besar PUBG Mobile Pro Liga:
20 Team
10 Team
15 Team
Kualifikasi Kualifikasi Kualifikasi Offline Final
Secara Online Offline
15 Team
10 Team
20 Team
12 Team 6 Team
Tahap 1 12 Team
6 Team
12 Team 6 Team
12 Team 6 Team
6 Team
Tahap 1 12 Team
12 Team 6 Team
2 Team
Tahap 1 2 Team
2 Team
Tahap 2 FINAL (2 Team)
2 Team
Tahap 1 2 Team
2 Team
Jalan
Patung TiRoSa
Hotel Amaris
Transportasi
Tapak yang berada di jl. Bundaran PU memiliki luas jalan sebesar ±15 meter
dan merupakan akses utama menuju tapak. Jalan ini memiliki akses dua arah dan
dapat dilewati oleh kendaraan motor, mobil ataupun truk dan bus. Mobilitas jalan
Bundaran PU termasuk dalam jalan yang ramai dilalui kendaraan karena merupakan
salah satu jalan titik temu yang terhubung dengan beberapa arah jalan.
Utilitas
Eksisting tapak telah tersedia utilitas kota seperti adanya tiang listrik, tiang
telpon dan lampu jalan di sisi sebrang tapak, sayangnya untuk drainase kota jalur ini
belum maksimal.
Vegetasi
Vegetasi yang terdapat dalam tapak diantaranya pohon lontar, dan pohon kayu
jawa, selebihnya belum ada vegetasi lain karena tapak merupakan lahan kosong.
4.1.8. Masalah
Dalam menemukan masalah utama, diperlukan kriteria yang sesuai untuk
menentukan masalah utama yang erat dengan fungsi bangunannya. Maka masalah
yang dipilih haruslah berhubungan dengan respon terhadap kondisi alam sekitar,
bentuk dan wajah bangunan, teknologi dan siste yang akan diaplikasikan pada
bangunan. Masalah utama yang dipilih akan mempengaruhi tata letak bangunan.
Untuk mendapatkan permasalahan yang terdapat pada bangunan, diperlukan analisis
terhadap potensi dan kendala pada beberapa aspek poin seperti pengguna, tapak,
lingkungan di luar tapak dan isu yang diangkat.
Masalah Fungsi Bangunan Dengan Tapak
Analisis potensi tapak
Tapak pada kawasan mendukung pendekatan yakni Arsitektur Modern
Lokasi tapak berdekatan dengan daerah pengembangan bisnis sehingga
berkaitan juga dengan pekerjaan dan pengelolah
Tapak memiliki akses transportasi publik yang langsung menuju lokasi
Analisis kendala tapak
Lokasi tapak merupakan tanah tandus dan kering
Iklim pada tapak bersuhu tinggi dikarenakan sedikitnya vegetasi pada tapak
Masalah Fungsi Bangunan Dengan Lingkungan Di Luar Tapak
Analisis potensi di luar tapak
Di sekitar tapak terdapat banyak fasilitas penunjang dan area rekreasi seperti
HyperStore dan Hotel
Infrastruktur di sekitar tapak sudah memadai dengan adanya pedestrian, tiang
listrik, jalur telepon dan jalan beraspal
Alternatif 1
Zona penyambutan direncanakan pada bagian timur tapak, dan diikuti oleh zona
penunjang lalu zona utama terletak pada bagian belakang tapak.
U Zona Utama
Zona Penunjang
Zona Penyambutan
Kelebihan
Minim ruang negatif
Bangunan berada jauh dari jalan utama sehingga mengurangi kebisingan
Bentuk zona menjangkau tiap ruangan tapak
Kekurangan
Penghambat akses zona penyambutan ke zona utama dengan adanya zona
penunjang
Alternatif 2
Zona penyambutan direncanakan pada bagian timur tapak, dan diikuti oleh zona
utama lalu zona penunjang terletak pada bagian belakang tapak.
U Zona Utama
Zona Penunjang
Zona Penyambutan
Kelebihan
Jalur aktivitas menjadi lebih teratur
Akses dari satu zona ke semua zona dapat secara langsung
Bentuk zona menjangkau ke tiap ruangan tapak
Kekurangan
Zona utama berada pada tengah tapak dan sedikit dekat dengan jalan utama,
sehingga sedikit dekat dengan sumber kebisingan
Dari hasil pertimbangan di atas maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 karena
sesuai dengan karakter konsep bangunan sebagai zonasi utama dan zonasi penunjang
sebagai sarana rekreasi.
4.3.2. Topografi
Topografi lokasi perencanaan Kantor E-sport yang terletak di jl. Bundaran PU,
Kelurahan Oebobo, Kota Kupang dan berada tepat di pinggir jalan kolektor secara
makro, kawasan Lokasi perencanaan E-sport Arena Kupang memiliki kontur yang
cukup rata.
Gambar 4. 7 Topografi Lokasi Perencanaan
Kekurangan
Membutuhkan tenaga dan biaya yang besar dalam pelaksanaannya
Butuh penataan ulang terhadap kontur yang ada
Dari hasil pertimbangan di atas maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 yakni
dengan melakukan teknik cut and fill maka pencapaian untuk fungsi bangunan utama
dapat terlihat sedikit tinggi dengan vocal point kontur yang diterapkan pada bangunan
Arena E-sport.
4.3.3. Akses Tapak
Sirkulasi sangat erat hubungannya dengan pola penempatan aktivitas dan
penggunaan ruang/ zona sehingga merupakan penggerak dari ruang yang satu ke
ruang yang lain. Untuk itu, Sirkulasi tapak dibagi menjadi 2 bagian yaitu sirkulasi
bagi pejalan kaki, dan sirkulasi bagi kendaraan. Analisa sirkulasi tapak berdasarkan
efektifitas sirkulasi dan pemisahan antara sirkulasi pejalan kaki dan sirkulasi
kendaraan.
Alternatif 1
Pola Linear
Kelebihan
Sirkulasi lebih jelas dan terarah
Bergerak pada satu garis lurus
Kekurangan
Jalur sirkulasi yang panjang dan lurus lebih terkesan lebih monoton dan
bersifat jenuh
Alternatif 2
Pola Radial
Kelebihan
Jalan dapat berbentuk lengkungan atau berbelok arah, memotong jalan lain,
atau berbentuk putaran
Tidak monoton dan lebih terkesan dinamis
Sirkulasi antara manusia dan kendaraan bisa dibagi
Kekurangan
Orientasi ke segala arah dapat menyulitkan pengunjung jika tidak ditata
dengan baik
Dari pertimbangan di atas makan yang dipilih adalah alternatif 2, agar pengolahan
tapak dapat difungsikan secara maksimal dan lebih terkesan fleksibel.
4.3.4. Pola Parkir
Parkiran dalam sebuah tapak tidak hanya ditentukan atas pola sirkulasi, tetapi juga
dapat dibentuk sesuai site pada lokasi perencanaan. Parkiran juga dapat dibedakan
oleh jenis kendaraan baik roda 2, roda 4 dan roda >4, yang mana mendukung fungsi
dan aktifitas banguan itu sendiri. Dalam merencanakan parkiran, hal-hal yang harus
dipertimbangkan antara lain :
Parkiran harus mudah dicapai.
Tidak mengganggu sirkulasi dalam tapak.
Mempunyai jarak sedekat mungkin dengan area yang dilayani.
Kapasitas parkir disesuaikan dengan kapasitas tapak.
Keamanan dan kenyamanan parkiran kendaraan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan parkiran dalam suatu
tapak, antara lain :
Alternatif 1
Parkir tegak lurus 90° atau 180°
Kelebihan
Daya tampung kendaraan lebih banyak
Bisa menyesuaikan dengan bentuk tapak
Menghemat lahan dalam tapak
Arah gerak lalu lintas kendaraan bisa 2 arah
Kekurangan
Kendaran akan sulit masuk dan keluar serta membutuhkan ruang yang lebih
luas untuk memasuki parkiran
Alternatif 2
Parkir miring 45°
Kelebihan
Kendaraan lebih mudah keluar dan masuk dari tiap tempat parkir yang ada
Pengontrolan tempat parkir dapat terorganisir dengan baik
Membutuhkan sedikit lahan untuk area parkir
Kekurangan
Daya tampung kendaraan lebih sedikit karena membutuhkan pola parkir yang
memanjang
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 karena
dengan lahan yang berbentuk persegi dan melebar akan memenuhi kebutuhan parkir
tegak lurus.
4.3.5. Geologi dan Resapan Air Hujan
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, kondisi geologi pada lokasi
perencanaan merupakan tanah keras dan berbatu. Untuk mempermudah resapan air
hujan kedalam tanah,maka terpilih bahan penutup permukaan lahan yang mudah
meresapkan air kedalam tanah yaitu; paving block, batu alam, dan rumput.
Alternatif 1 Paving Block
Kelebihan
Mampu menyerap panas dan air
Mudah dalam pengerjaan
Baik diperuntukan untuk sirkulasi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor
Kekurangan
Biaya yang dibutuhkan relatif mahal
Tidak dapat menahan beban kendaraan yang berat
Alternatif 2 Rumput
Kelebihan
Baik dalam menyerap panas dan air
Mudah diperoleh
Merupakan vegetasi dalam tapak
Lebih terkesan alamiah
Kekurangan
Membutuhkan perawatan yang rutin
Alternatif 3 Batu Alam
Kelebihan
Material mudah di dapat
Proses pengerjaan yang cepat
Baik dalam menyerap panas dan air
Lebih terkesan alamiah
Kekurangan
Membutuhkan biaya yang mahal untuk memperoleh material
Alternatif 4 Aspal
Kelebihan
Proses perawatan lebih mudah
Proses pengerjaan cepat dan efisien
Kekurangan
Membutuhkan biaya yang mahal
Tidak begitu baik dalam menyerap panas dan air
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah semua
alternatif dengan pembagian di beberapa titik sesuai dengan pola sirkulasi ataupun
kebutuhan ruang dalam tapak.
4.3.6. Orientasi Matahari
Arah matahari pada lokasi perencanaan adalah sebagai berikut
18.00
12.00
U
Lokasi
06.00
Untuk meminimalisir cahaya matahari yang masuk ke dalam tapak dan bangunan
secara berlebihan dapat diatasi dengan beberapa alternatif sebagai berikut :
Alternatif 1
Menggunakan vegetasi untuk meminimalisir cahaya matahari
Kelebihan
Meningkatkan kenyamanan pengguna bangunan
Dapat menyerap panas dan pancaran sinar matahari
Dapat menurunkan suhu iklim mikro
Menyaring udara panas menjadi udara sejuk
Area hijau lebih sehat
Kekurangan
Membutuhkan perawatan lebih untuk beberapa jenis pohon
Alternatif 2
Menggunakan sunscreen pada bangunan
Kelebihan
Pengontrolan cahaya dan suhu yang panas dapat diatasi dengan desain
sunscreen sisi luar bangunan yang efektif
Dapat melindungi eksterior bangunan dari terik matahari dan suhu panas yang
berlebihan
Memperindah desain eksterior bangunan
Menambah kesan fleksibel pada bangunan
Mengurangi penggunaan vegetasi yang berlebihan
Kekurangan
Membutuhkan biaya yang relatif mahal
Material yang susah didapat
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 2
karena pada beberapa bagian tapak membutuhkan vegetasi untuk mereduksi intensitas
cahaya dan suhu panas matahari serta pada bagian eksterior bangunan membutuhkan
sunscreen untuk menjaga suhu interior tetap stabil dan juga mengurangi pengikisan
tekstur pada bagian eksterior bangunan.
Kelebihan
Dapat mengontrol banyak sediktitnya udara dan cahaya yang masuk ke dalam
bangunan
Lebih menghemat energi
Kekurangan
Perletakan bukaan harus efektif agar intensitas angin dan cahaya yang masuk
dapat lebih teratur
Kurang optimal dalam menyarik debu dan kotoran yang masuk ke dalam
bangunan
Alternatif 2 Menggunakan Vegetasi Sebagai Pereduksi Angin
Kelebihan
Menghemat energi untuk penghawaan buatan
Sebagai penyejuk udara
Dapat menyerap dan menyaring udara
Kekurangan
Membutuhkan perawatan yang intensif
Dari hasil pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 2
agar dapat dikombinasikan sehingga memaksimalkan intensitas suhu dan panas
matahari yang masuk ke dalam tapak.
4.3.8. Kebisingan
Kebisingan yang cukup tinggi pada lokasi perencanaan bersumber dari arah
Timur, yaitu Jl. Bundaran PU. Sedangkan dari arah utara. Barat dan selatan
merupakan area kosong.
U
Kebisingan berasal dari
pintu masuk utama yakni
pada bagian timur
Alternatif 1
Kebisingan hanya bisa diredam dengan cara pemanfaatan vegetasi sebagai peredam
kebisingan.
Alternatif 2
Bangunan ditempatkan ±100 meter atau sejauh mungkin ari kebisingan jalan
Alternatif 3
Menggunakan turap yang berfungsi untuk mencegah dan memantulkan suara bising
yang masuk ke dalam area bangunan dengan ketinggian turap maksimal 2,10 m.
Dari pertimbangan di atas , maka Alternatif yang dipakai dalam perencanaan ialah
alternatif ke 1 dan 2 karena vegetasi yang digunakan selain sebagai peredam bunyi
dapat juga berfungsi sebagai peneduh atau naungan dari terik panas matahari. Selain
itu luas lahan memungkinkan alternatif 2 dapat tercapai.
4.3.9. Vegetasi
Pada lokasi perencanaan hampir tidak ditemui vegetasi, hanya terdapat
beberapa pohon sehingga menyebabkan keadaan tapak menjadi kering dan gersang.
Oleh karena itu, perlu adanya penataan ulang dan menghadirkan vegetasi yang sesuai
dan dapat ditempatkan pada kawasan E-sport Center kota Kupang. Berikut ini
beberapa syarat penataan hijau :
Dapat merefleksi dan menyejukan pandangan mata setiap orang yang
berinterakasi atau melihatnya, sehingga menjadi sebuah media refleksi.
Mampu membawa kenyamanan tersendiri dari penataan ruang hijau.
Merupakan elemen penting dalam taman yang mana berfungsi sebagai
peneduh, pengarah, filter udara, penetralisir suhu dan kebisingan serta sebagai
unsur estetika (penghias).
Tidak berduri, atau membahayakan anak – anak dan pengguna lainya.
Adapun jenis vegetasi yang digunakan sebagai alternatif antara lain :
Gambar
Jenis Vegetasi Contoh Tanaman
(sumber : Google Image)
Beberapa alternatif di atas dapat dijadikan sebagai acuan untuk menata pola ruang
hujau yang diterapkan dalam tapak.
4.3.10. Utilitas Tapak
Pada lokasi perencanaan belum tersedia saluran drainase untuk
pembuangan/pengaliran air hujan. Agar tidak menimbulkan genangan air pada lokasi,
perlu untuk merencanakan saluran drainase pada kawasan. Beberapa alternatif berikut
dapat di pertimbangkan untuk merencanakan drainase pada kawasan E-sport Center
Kota Kupang :
Alternatif 1
Air hujan yang turun dialirkan dengan pipa ke selokan yang mengelilingi
bangunan dan di teruskan ke drainase kota. Alternatif ini sangat efektif jika bangunan
berada pada kemiringan tanah yang tinggi.
Alternatif 2
Air hujan yang jatuh, di alirkan ke sumur resapan dan di alirkan ke drainase
kota. Air yang ada pada sumur resapan dapat diolah untuk kebutuhan lain seperti
menyiram tanaman.
4.3.11. Sistem Sampah
Sistem pembuangan sampah menggunakan sistem penampungan yang
disesuaikan dengan jenis sampah dan informasi seperti contoh gambar dibawah ini
dapat memberi informasi dan pengetahuan. Pusat pembuangan sampah terdapat di
area servis yang secara berkala dilakukam pembuangan dengan menggunakan truk
sampah. Tempat sampah yang disediakan ada dua jenis, yaitu tempat sampah umum
dan tempat sampah internal. Tempat sampah umum terdapat pada ruang-ruang public
seperti area parkir, taman, dan sebagainya.
4.3.12. Air Bersih
Sumber air bersih yang ada pada sekitar lokasi perencanaan kawasan E-sport
Center Kota Kupang berasal dari PDAM. Selanjutnya akan dimanfaatkan untuk
kebutuhan yang menunjang segala aktifitas pada tapak. Beberapa alternatif yang akan
di pertimbangkan untuk di pakai pada lokasi perencanaan antara lain :
Alternatif 1 Pemanfaatan Air Bersih yang Tersedia
Kelebihan
Lebih menghemat air dan biaya sanitasi
Mudah didapat
Kekurangan
Ketersediaan air terbatas
Alternatif 2 Menambah penyediaan air bersih
SUMUR BOR
Kelebihan
Ketersediaan air selalu ada meskipun dalam keadaan darurat
Tidak memerlukan biaya penggunaan
Kekurangan
Membutuhkan biaya dalam proses pembuatan
Memerlukan lokasi yang akurat untuk mendapatkan mata air
4.4. Analisa Bangunan
4.4.1. Analisa Besaran Ruang
Penentuan besaran ruang pada Perencanaan dan Perancangan E-sport Center
Kota Kupang mengacu pada standar literatur dari :
Data Arsitek(DA)
Time Saver Standarts (TSS)
Asumsi(A).
Dengan standar sirkulasi/ flow area yang digunakan, yaitu :
o Standar minimum sirkulasi : 5%-10%
o Standar kebutuhan luasan sirkulasi : 20%
o Tentuan kenyamanan fisik : 30%
o Tentuan kenyamanan psikologis : 40%
o Tuntutan spesifik kegiatan : 50%
o Keterkaitan dengan banyak kegiatan : 70%-100%
Untuk perhitungan besaran ruang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Luas
Jenis Kebutuhan Juml Kapasi Luas
Jenis Ruang Standar Total Sumber
Fasilitas Ruang ah tas (m2)
(m2)
R. Studi 1 400 m2 400 TSS
2
R. Rehersal 1 2 m /org 15 org 30 DA
2
R. Pakaian 2 0,9 m /unit 5 unit 9 DA
2
R. Ganti 4 0,9 m /unit 5 unit 18 DA
R. Rias 2 0,9 m2/org 10 org 18 DA
2
Green Room 1 1m 30 org 30 TSS
Studio
R. Serbaguna 1 1 m2 50 org 50 TSS
2
R. Kru 2 1,2 m /org 4 org 10 DA
2
KM/WC 4 1 m /unit 10 org 40 DA
Luas Efektif 605
Sirkulasi = 30% x 605 m2 181,5 786,5
Fasilitas
Produksi R.
1 20 TSS
Microphone
R. R. Kamera 1 40 TSS
Penyimpanan R. Lighting 1 60 TSS
Luas Efektif 120
Sirkulasi = 30% x 120 36 156
R. Fotocopy 1 1,8 m2/unit 5 unit 9 TSS
2
R. Workshop 1 1,2 m /org 50 org 60 A
R. Pengecetan 1 1,5 m2/org 10 org 15 A
R. Dekorasi 2
Bengkel 1 1,5 m /org 6 org 9 A
2
R. Elektronik 1 1,5 m /org 5 org 7,5 A
2
R. Staff 4 1,2 m /org 1 org 4,8 DA
Luas Efektif 105,3
Sirkulasi = 30% x 105,3 31,59 136,89
TSS
2
R. Developing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Editing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R.
1 30 A
Penyimpanan
Lab. Konten R. Kepala Lab 1 6 m2 1 org 6 DA
0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 58
Sirkulasi = 30% x 58 17,4 75,4
2
R. Editing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Mixing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R. Dubbing 1 4 m2/unit 2 unit 8 TSS
2
R. Pimpinan 1 6m 1 org 6 DA
R. Sound R.
1 30 A
Efect Penyimpanan
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 66
Sirkulasi = 30% x 66 19,8 85,8
2
R. Mixing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
2
R. Dubbing 1 4 m /unit 2 unit 8 TSS
R. KA. Lab. 1 9 m2 1 org 9 TSS
1,2
R. Staff 2 1 org 2,4 DA
R. Musik m2/org
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 33,4
Sirkulasi = 30% x 33,4 10,02 43,42
1,2
R. Staaf 2 1 org 2,4 DA
m2/org
R. Proyektor 1 5 m2 5 DA
R. Duduk 1 1 m2 20 org 20 DA
R. Screening
R.
1 20 A
Penyimpnan
Luas Efektif 47,4
Sirkulasi 30 % x 47,4 14,22 61,62
Luas Total Fasilitas Produksi 2385,63
2
R. Ka. Teknik 1 6m 1 org 6 DA
R. Tamu 1 1 m2 5 org 5 A
2
R. Sekretaris 1 6m 1 org 6 A
R. Ka. 2
R. Staff 2 1,2 m 1 org 2,4 DA
Pengawas
0,6
Teknik R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 25,4
Sirkulasi 30 % x 25,4 7,62 33,02
R. Kerja 1 6 m2 3 org 18 TSS
0,6
R. R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Kameramen
Luas Efektif 24
Srkulasi = 30% x 24 7,2 31,2
R. Ka
1 6 m2 1 org 6 DA
Koordinator
R. R. Staff 2 1,2 m2 1 org 4,2 DA
Koordinator 0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
Teknik m2/org
Luas Sirkulasi 16,2
Sirkulasi = 30% x 16,2 4,86 21,06
R. Peralatan
1 1,2 m2 6 unit 7,2 TSS
VTR
R. Staff 2 1,2 m2 1 org 4,2 DA
R. VTR 0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
m2/org
Luas Efektif 17,4
Teknik Sikulasi = 30% x 17,4 5,33 22,62
Produksi R. Transmisi 1 6m 2
1 org 6 DA
R. Tamu 1 1 m2/org 5 org 5 A
R. Konsol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Audio
R. Konsol
R. Kontrol 1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Video
Program
R. Konsol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Ligthing
R. Kontrol
1 4 m2/unit 1 unit 4 TSS
Switcher
R. Sound 2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 45
Sirkulasi = 30% x 45 13,5 58,5
2
R. Ka. Kontrol 1 9m 1 org 9 DA
2
R. Tamu 1 1 m /org 5 org 5 A
2
R. Asisten 1 6m 1 org 6 DA
R. Knsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Audio
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Video
R. Master R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Kontrol Ligthing
R. Kontrol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Switcher
R. Sound
2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 86
Sirkulasi = 30% x 86 25,8 111,8
2
R. Editing 1 1 4 m /unit 4 unit 20 TSS
2
R. Editing 2 1 4 m /unit 4 unit 20 TSS
R. Software 1 6 A
R. Editing 2
R. Tunggu 1 1 m /org 5 org 5 A
Luas Efektif 51
Sirkulasi 30 % x 51 15,3 66,3
2
R. Operator 1 4 m /org 4 org 16 TSS
2
R. Teknisi 2 1,2 m 1 org 2,4 A
R. Peralatan 2
R. Tunggu 1 1 m /org 5 org 5 A
Telepon
Luas Efektif 23,4
Sirkulasi = 30 % x 23,4 7,02 30,42
R. Operator 1 4 m2/org 4 org 16 A
2
R. Teknisi 4 1,2 m 1 org 2,4 A
R. Generator Gudang 1 24 TSS
Luas Efektif 42,4
Sirkulasi = 30 % x 42,4 12,72 55,12
Total Luas Fasilitas Teknik Produksi 322,14
Fasilitas Studio Arena Studio Khusus 1 20 TSS
Perlombaan Tournamen R. Pakaian 2 0,9 5 unit 9 DA
m2/unit
0,9
R. Ganti 4 5 unit 18 DA
m2/unit
0,9
R. Rias 4 5 org 18 DA
m2/org
Gudang 1 20 TSS
0,9
R. Loker 2 10 18 TSS
m2/unit
1,2
R. Kru 2 8 20 DA
m2/org
KM/WC 2 1 m2/unit 6 org 12 DA
Luas Efektif 135
Sirkulasi 30 % 40,5 175,5
2
R. Ka. Kontrol 1 9m 1 org 9 DA
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Audio
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Video
R. Konsol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Ligthing
R. Kontrol
R. Kontrol
1 4 m2/unit 3 unit 12 TSS
Switcher
R. Sound
2 6 m2 12 TSS
Lock
R. Penyiar 1 6 m2 1 org 6 TSS
Luas Efektif 75
Sirkulasi 30% 22,5 97,5
2
R. Produser 3 9m 1 org 27 DA
2
R. Asisten 1 6m 1 org 6 DA
2
R. Staff 3 1,2 m 1 org 3,6 DA
R. Produser
R. Kerja 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
Luas Efektif 41,4
Sirkulasi 30% 12,42 53,82
Total Luas Fasilitas Prlombaan 326,82
2
R. Kerja 1 9m 1 org 9 DA
2
R. Tamu 1 1 m /org 5 org 5 A
Fasilitias 2
R. Ka. Stasiun R. Istirahat 1 9m 1 org 9 A
Pengelola
Luas Efektif 23
Sirkulasi 30% 6,9 29,9
R. Kerja 1 6 m2 1 org 6 DA
0,6
R. Tunggu 1 10 org 6 A
R. Sekretaris m2/org
Luas Efektif 12
Sirkulasi 30% 3,6 15,6
R. Ka.
1 6 m2 1 org 6 DA
Personalia
R. Staff 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
R.
0,6
Administrasi R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
Luas Efektif 16,8
Sirulasi 30% 5,04 21,84
R. Staff 4 1,2 m2 1 org 4,8 DA
2
R. Penjualan 1 9m 1 org 9 A
2
R. Servis 1 9m 1 org 9 A
0,6
R. Tunggu 1 10 6 A
m2/org
R. Marketing
R. Tamu 1 1 m2/org 5 org 5 DA
1,5
R. Rapat Kecil 1 15 org 22,5 DA
m2/org
Luas Efektif 56,3
Sirulasi 20% 11,26 67,56
R. Rapat R. Rapat 1 2 m2/org 35 org 70 DA
Dewan Sirkulasi 20% 14 84
0,5
Lobby 1 40 org 20 DA
m2/org
R. Informasi 1 3 m2/org 2 org 6 DA
2
R. Security 1 2 m /org 3 org 6 TSS
R. Penerima
0,5
R. Tunggu 2 10 10 A
m2/org
Luas Efektif 37
Sirulasi 30% 11,1 48,1
Total Luas Fasilitas Pengelola 267
2
R. Produser 1 9m 1 org 9 DA
R. Program R. Staff 1 1,2 m2 3 org 3,6 DA
Fasilitas
Konten 0,5
Programme R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
r
Musik & R. Produser 1 9 m2 1 org 9 DA
2
Hiburan R. Staff 1 1,2 m 3 org 3,6 DA
0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R.
R. Program 1 9 m2 1 org 9 DA
Koordinator
LiveStreaming
R. Reporter 1 4 m2 7 org 28 DA
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Pengatur
0,5
Iklan R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Produser 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. distributor 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
0,5
Area Casting 1 5 org 2,5 A
m2/org
R. Casting R. menonton 1 1 m2 20 org 20 DA
0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Kerja 3 9 m2 1 org 27 DA
R. Skenario 0,5
R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
R. Rapat 1 2 m2/org 35 org 70 DA
R. Arsip 1 9 A
2
R. Kerja 1 9m 1 org 9 DA
R. Pengawas
0,5
Acara R. Tunggu 1 10 5 A
m2/org
Luas Efektif 320,7
Sirkulasi 30 % 96,21
Total Luas Fasilitas Programmer 416,91
Gudang
1 60 TSS
Utama
Bengkel 1 40 TSS
R. Genset 1 50 TSS
Fasilitas
R ME R. Bahan
Prasarana 1 50 TSS
Bakar
R. Cooling
1 50 TSS
R. AHU Tower
R. Chiller 1 50 TSS
R. Reservoir 1 50 TSS
R. Panel
1 50 TSS
Listrik
R. Air Bersih 1 50 TSS
R. Air Kotor 1 50 TSS
Operator
1 25 TSS
Sentral
R. PABX
Operator Per
3 6 DA
Lantai
R. Janitor 3 2,5 m2 7,5 DA
Total Luas Fasilitas Prasarana 538,5
R. Serbaguna 1 100 A
Fasilitas
Mushola. 1 35 A
Penunjang
Toilet Umum 1 100 A
Luas Efektif 235
Sirkulasi 30 % 70,5
Total Luas Fasilitas Penunjang 305,5
4562,5 /
TOTAL LUAS BANGUNAN E-SPORT CENTER 3=
1520, 8
Tabel 4. 6 Perhitungan Luasan Bangunan E-Sport Center
Gambar 4. 10 Bentuk Bulat Menyerupai Atap Rumah Adat Suku Amaf Nini
Alternatif 2
3) Pos Jaga
Transformasi bentuk dengan menggunakan teknik eksagerasi dan pengulangan
dari desain arsitektur modern.
4.4.5. Utilitas
Analisa utilitas sangat diperlukan dalam sebuah bangunan, hal ini dikarenakan
dalam sebuah bangunan wajib dan harus memiliki sistem utilitas yang baik. Sistem
utilitas di bagi menjadi beberapa bagian diantaranya, yaitu:
1) Sistem Distribusi Air Bersih
Kebutuhan air bersih yang ada pada daerah tapak ini diperoleh dari PDAM
yang jaringannya mencakup jalan-jalan utama (saluran primer) dan sebagian
jalan lingkungan (saluran sekunder).
Alternatif 1
Up Feed Sistem, dalam system ini pipa distribusi langsung dari tangki bawah
(ground Tank) dengan pompa langsung di sambungkan dengan pipa utama
penyediaan air bersih pada bangunan. Dalam hal ini menggunakan
kemampuan pompa sepenuhnya.
Kelebihan
Mengurangi beban struktur bangunan
Mengurangi kemungkinan terjadinya karat karena kontak air dengan
udara relatif singkat
Kekurangan
Pompa bekerja terus menerus
Saat aliran listrik mati, air tidak dapat mengalir
Kekuatan disesuaikan dengan tinggi bangunan
Pemakaian daya yang relatif besar
Alternatif 2
Down Feed Sistem, dalam system ini air di tampung dulu di tangki
bawah (ground tank), kemudian dipompakan ke tangki atas (upper tank) yang
biasanya di pasang di atas atap atau lantai tertinggi bangunan. Selanjutnya air
didistribusikan ke seluruh bangunan. System ini cukup efisien di terapkan
pada bangunan bertingkat.
Kelebihan
Pompa tidak bekerja secara terus menerus sehingga lebih efisien dan
awet
Air bersih sudah tersedia setiap saat karena air sudah di tampung di
tangki atas
Kekurangan
Membutuhkan biaya lebih untuk tangki tambahan bagian atas
Menambah beban pada bangunan
Menambah biaya perawatan
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2
karena lebih efisien untuk bangunan bertingkat dengan kondisi debit air di kota
Kupang yang terbatas.
Upper
Tank
Fire Protection
Unit Bangunan
2) Sistem Distribusi Air Kotor
Sistem distribusi air kotor merupakan sistem pembuangan untuk air
yang berasal dari kloset, urinoir dan air buangan yang berasal dari kotoran
manusia dan alat plumbing lainnya.
Alternatif 1
Sistem pembuangan tidak langsung, merupakan sistem pembuangan dari
beberapa lantai atau ruang yang dijadikan satu dan baru dibuang.
Alternatif 2
Sistem grafitasi, merupakan cara pengaliran air kotor yang mengandalkan
gravitasi atau berprinsip pengaliran dari tempat tinggi ke tempat yang lebih
rendah.
Alternatif 3
Sistem tekanan (pompa), merupakan pengaliran dengan cara dilakukan untuk
mengalirkan air kotor yang telah ditampung pada sum-pit dan selanjutnya di
pompa untuk dialirkan ke riool kota
Skema distribusi air kotor :
Kelebihan
Hemat biaya dan pengerjaan
Kekurangan
Beresiko ketika terjadi pemadaman listrik
Alternatif 2 Menggunakan Genzet
Genset yang berfungsi secara otomatis apabila listrik dari PLN mengalami
pemadaman
Genzet
Kelebihan
Tersedianya pembangkit listrik ketika terjadi pemadaman listrik
Kekurangan
Membutuhkan biaya tambahan
Dari pertimbangan di atas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 agar
lebih mudah dalam pencegahan pemadaman listrik.
4) Sistem Jaringan Air Conditioning (AC)
Kriteria dari penggunaan AC pada kantor E-sport Center adalah untuk
memberikan kenyamanan bagi pengguna dan tentunya mudah dikontrol.
Alternatif 1
AC Split, merupakan komponen yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu fancoil
unit FCU (indoor) dan condensing unit CU (outdoor)
Kelebihan
Satu rangkaian CU dan FCU dapat dioperasikan sendiri-sendir tanpa
mengganggu sistem lainnya
Mudah untuk ditambah maupun dikurangi jumlahnya
Dapat dipindahkan kemana saja
Biaya perawatan lebih hemat
Unit yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan ruang
Tingkat kebisingan yang rendah
Kekurangan
Perletakan unit outdoor memerlukan efisiensi yang khusus
Jalur pipa fleksibel dan harus efisien serta rapi
Masih ada getaran pada dinding walaupun relatif kecil
Mudah bocor
Alternatif 2
AC Paket, Secara prinsip sama dengan split system, mempunyai outdoor unit
yaitu (condensing unit/ CU) dan indoor unit yaitu (fancoil unit/ FCU). Sistem
AC ini dipakai untuk ruang-ruang besar seperti aula, ruang sidang, auditorium,
bioskop, dan lain-lain.
Kelebihan
Mudah untuk ditambahkan atau dikurangi jumlahnya
Dapat dipindahkan
Bila ada unit yang rusak atau dimatikan, faktor kenyamanan masih
dapat dipenuhi
Kekurangan
Perletakan unit outdoor memerlukan perletakan khusus
Perletakan unit indoor memerlukan tempat khusus
Adanya ducting AC yang membutuhkan ruang pada bagian atas langit-
langit
Alternatif 3
AC Central, biasanya digunakan pada bangunan bertingkat dan pada ruangan
yang besar seperti pada bioskop dan mal.
Kelebihan
Hanya menggunakan satu mesin untuk seluruh bangunan
Suara di ruangan tidak menimbulkan kebisingan
Estetika ruangan terjaga karena tidak adanya unit indoor
Kekurangan
Bila ada kerusakan pada mesin utama, maka seluruh AC dalam
bangunan tidak berfungsi
Dibutuhkan ruang untuk perletakan peralatan
Pengaturan temperatur ruangan hanya bisa dikontrol pada Central
Cooling Plant
Dari pertimbangan diatas, maka alternatif yang dipilih adalah alternatif 1 dan 3
karena pada beberapa ruang seperti ruang kerja karyawan hany membutuhkan
AC unit sehingga lebih efisien dalam penghematan biaya.
5) Sistem Penangkal Petir
Pada gedung E-sport Central Kupang juga perlu adanya keamanan
gedung yakni penangkal petir yang melindungi gedung dari faktor petir serta
efek dari petir tersebut.
Alternatif 1
Sistem Franklin, Sistem ini prinsipnya hanyalah berupa pemasangan tiang
penangkal petir ditempat tertinggi dan dapat dihubungkan kawat pengantar
masuk kedalam tanah sebagai penetral tengangan listrik petir. Sistem ini hanya
untuk skala bangunan sedang dan kecil.
Alternatif 2
Sistem Faraday, Sistem ini hamper sama dengan system Franklin, tetapi dapat
dibuat memanjang sehingga jangkauannya luas.
6) Sistem Jaringan Transportasi Vertikal
Transportasi vertikal berfungsi sebagai pemecahan masalah sirkulasi
bangunan bertingkat. Terdapat beberapa alternatif yang dapat di gunakan pada
perencanaan dan perancangan E-sport Center ini :
Alternatif 1
Tangga, tangga mempunyai keuntungan lebih dibandingkan lift, karena
tergantung pada sumber tenaga penggeraknya. Lebar tangga minimum 1,2m-
1,5 m, serta tingginya bervariasi.
Alternatif 2
Travelator, dapat digunakan oleh penyandang difabel serta untuk memuat
barang.
Alternatif 3
Lift, merupakan akses jaringan vertikal otomatis untuk memenuhi kebutuhan
pengguna demi kenyamanan tanpa harus menggunakan tangga manual