0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan20 halaman

Panduan Lengkap Tes Bakat dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang tes bakat, termasuk sejarah perkembangan tes bakat, pengertian tes bakat, dan jenis-jenis tes bakat beserta contohnya."

Diunggah oleh

Soleman Tamu Ama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan20 halaman

Panduan Lengkap Tes Bakat dalam Pendidikan

Makalah ini membahas tentang tes bakat, termasuk sejarah perkembangan tes bakat, pengertian tes bakat, dan jenis-jenis tes bakat beserta contohnya."

Diunggah oleh

Soleman Tamu Ama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

TES BAKAT

Oleh :
Kelompok 2
1. Dimas Krispinus Kedati Wuwur
2201160082
2. Yaniria Novita Nahak 2201160050
3. Fransiska Sesilia Agiljem 2201160070
4. Fitriany Tete Fernandez 2201160076
5. Lusia Angriani Lamabelawa 2201160080
6. Trisanti Maria Kewa Hipir 2201160084

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FEBRUARI 2023

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmatnya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah yang berjudul “ Tes Bakat “ ini tepat
pada waktunya.
Ada pun tujuan dari penulisan Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dosen pada
mata kuliah Asesmen Bimbingan Konseling. Selain itu, Makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang sistem pendidikan nasional bagi para pambaca dan juga bagi
penulis.
Kami mengucapkan terimah kasih kepada dosen mengampu mata kuliah Asesmen
Bimbingan Konseling yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kami
menyadari makalah yang kami tulis ini masih jauh dari dari kata sempurna oleh karena
itu,kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan dari kesempurnaan makalah ini.

Kupang 23 Maret 2023

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………. i
Daftar Isi………………………………………………………………………………… ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang…………………………………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah………………………………………………………………... 1
C. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………. 1
Bab II Pembahasan
A. Sejarah ……………………………………………………………………........... 2
B. Pengertian Tes Bakat ………………………………………………………......... 3
C. Jenis Tes Bakat………………….………………………………………………. 5
D. Contohnya ………………….…………………………………………………… 15
Bab III Penutup
A. Kesimpulan………………………………………………………………………. 16
B. Saran……………………………………………………………………………... 16
Daftar Pustaka

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam suatu Lembaga Pendidikan terdapat berbagai kemampuan anak yang
berbeda-beda. Ada anak yang pandai dalam bermain musik, ada yang pandai olah
raga, ada juga yang pandai melukis, hal ini merupakan perbedaan antara individu satu
dengan yag lain. Kemampuan yang seperti ini lebih bersifat khusus atau bisa
dikatakan anak-anak seperti mereka mempunyai bakat atau talenta dalam bidang
tertentu.
Hal tersebut tidaklah sama dengan kecerdasan, karena pada dasarnya
kecerdasan atau intelegensi merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk
memecahkan masalah-masalah dilingkungannya, sehingga ia dapat hidup dengan baik
dilingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu . Dan untuk mengukur
kecerdasan ini biasanya diukur dengan tes kecerdasan umum. Terus bagaimana cara
mengetahui bakat dari seseorang, hal inilah yang akan dikaji dalam makalah ini.
Para pendidik, konselor dan orang tua harus mengetahui bakat anak agar dapat
memberikan arahan yang tepat, sehingga bakat yang dimiliki anak dapat berkembang
secara maksimal. Munandir (2001 : 15-16) menyatakan bahwa usaha menemukan,
mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yanga penting. Setelah
pendidik menemukan bakat dan kemampuan-kemampuan siswa yang lain serta hal itu
perlu dilakukan sedini mungkin, kemudian dikenali serta dipahami kemudian
dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalahnya adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana sejarah perkembangan tes bakat?
2. Apa yang dimaksud dengan tes bakat?
3. Apa jenis-jenis dari tes bakat dan contohnya?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penulisannya sebagai berikut.
1. Untuk memahami sejarah perkembangan tes bakat
2. Untuk mengetahui pengertian tes bakat
3. Untuk mengetahui jenis-jenis tes bakat beserta contohnya

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan Tes Bakat


Konsep bakat muncul karena ada rasa tidak puas terhadap hasil tes inteligensi
yang hanya mengukur kemampuan umum dan menghasilkan skor berupa IQ.
(Widyastuti, dalam Wahyuni, 2013:63) Tes bakat dirancang untuk mengukur potensi
prestasi. Sedangkan tes IQ merupakan tes terstandarisasi yang dirancang untuk
mengukur inteligensi. Tes-tes bakat untuk mengukur kemampuan yang lebih spesifik
dan terbatas ketimbang tes inteligensi. Secara tradisional, tes inteligensi mengukur
konstruk yang lebih global seperti inteligensi umum. Pada awalnya hasil tesinteligensi
digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan diberbagai bidang, namun
pengalaman kemudian menunjukkan bahwa dua orang yang memiliki skor inteligensi
sama ternyata memiliki prestasi kerja atau prestasi belajar yang tidak sama.
Muncullah teori pengukuran kemampuan manusia menggunakan analisis
faktor. Pelopornya adalah Spearman dengan two factor theory. Kemudian ada
Thurstone dengan teori primary mental ability yang menyatakan bahwa kemampuan
mental primer seseorang meliputi kemampuan mental primer seseorang meliputi
verbal comprehension (V), word fluency (W), number (N), space (S), assosiative
memory (M) perceptual speed (P), general reasoning (G). Dan ada Guilford yang
terkenal dengan teori structure of intelect (SOI). Lalu ada Vernon dengan teori
Hierarchical Organisation of Abilities, teori ini menyatakan bahwa hirarki tertinggi
dalam pengukuran kemampuan manusia adalah faktor general dan hirarki terbawah
adalah specific factors. Berdasarkan teori multi faktor inilah selanjutnya baterai tes
bakat disusun. (Wahyuni, dkk, 2015: 63-64).
Tes bakat (aptitude test) dapat didefinisikan sebagai kemampuan belajar
bawaan dalam bidang khusus yang diperlukan untuk memfasilitasi belajar,
kecerdikan, kepandaian, kesesuaian, kesiapan, kecenderungan, alam atau diperoleh
disposisi atau kapasitas untuk aktivitas tertentu. Penilaian bakat dapat digunakan
untuk memprediksi keberhasilan atau menentukan jenjang pendidikan yang sesuai
(Sutan,2012 dalam jurnal Haryanto, 2015 :276).

2
B. Pengertian Tes Bakat
a. Ada beberapa definisi bakat yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah:
1. Bingham (1986) menjelaskan bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian
karakteristik atau kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus
memeungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrmpilan
khusus, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain music dan lain-
lain.
2. Crow & Crow dalam bukunya General Psychology sebagaimana dikutup oleh
Nurkancana (1993 : 191), mengatakan bahwa : Bakat adalah suatu kualitas yang
Nampak pada tingkah laku manusia pada suat lapangan keahlian tertentu seperti
music, seni mengarang, kecakapan dalam matematika, keahlian dalam bidang
mesin, atau keahlian-keahlian lainnya.
3. Stamboel Muanandir dan Munandar (1987:2) Mendefinisikan, bakat adalah
kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau ketrampilan, yang
relative bisa bersifat umum.
4. Munandir ((2001:15-16) mengatakan, bahwa bakat sering dikatakan merupakan
kemampuan yang dibawa sejak lahir, dengan kata lain bersifat keturunan.
Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan orang
awam.
5. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik tentang bakat. Ia
beranggapan kata sejak lahir digunakan secra ceroboh didalam pernyataan sejak
lahir ketika kita mengatakan anak mempunyai bakat sejak lahir sebenarnya telah
berusia lima atau enam tahun. Ketika kita melihat bayi yang baru lahir tentu kita
tidak akan pernah bisa memastikan apakah bayi tersebut nantinya jadi pemain
bola yang baik, pemain music ataukah menjadi seorang sasatrawan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa bakat adalah


kemampuan yang dibawa sejak lahir yang dengan latihan-latihan tertentu akan
memperoleh berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan khusus.
b. Defenisi Tes Bakat
Tes bakat merupakan sebuah tes yang dibuat untuk mengetahui kemampuan,
pengetahuan, atau keterampilan khusus seseorang dalam jangka waktu tertentu. Hasil
dari tes ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan bakat agar tepat sasaran
dan optimal.

3
Chaplin (2002) mendefinisikan tes bakat sebagai satu seri tugas-tugas yang
dibakukan dan diberikan untuk membuat perkiraan kuantitatif kemampuan seseorang
yang menguntungkan dirinya lewat latihan. Tes-tes bakat tersebut dipakai untuk
mengukur prestasi yang akan dicapai di kemudian harinya sedang tes prestasi
(achievement tests) mengukur kemampuan yang dicapai pada saat sekarang.
c. Tujuan Mengetahui Bakat
Tes bakat dilakukan dengan tujuan sebagai berikut, yaitu:
1. Diagnosis. Tujuannya adalah untuk mengetahui bakat seseorang sehingga
akan lebih mudah memahami potensi yang ada. Dengan demikian, dapat
membantu untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi testi di masa kini
secara lebih cermat.
2. Prediksi. Pada dasarnya, prediksi adalah mempertemukan potensi seseorang
dengan     persyaratan yang dituntut oleh lembaga sehingga dapat diperkirakan
atau diprediksikan kemungkinan kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam
bidang tertentu di masa depan. Prediksi meliputi seleksi, penempatan dan
klasifikasi.
d. Faktor-faktor yang Diungkap dalam Tes Bakat
1. Kemampuan verbal.
Kemampuan memahami dan menggunakan bahasa baik secara    lisan maupun
tulisan
2. Kemampuan numerikal.
Kemampuan ketepatan dan ketelitian memecahkan problem aritmatik atau
konsep dasar berhitung.
3. Kemampuan spasial.
Kemampuan merancang suatu benda secara tepat

4. Kemampuan perseptual.
Kemampuan mengamati dan memahami gambar 2 dimensi menjadi bentuk 3
dimensi
5. Kemampuan reasoning.
Kemampuan memecahkan suatu masalah
6. Kemampuan mekanik.
Kemampuan memahami 2 konsep mekanik dan fisika
7. Kemampuan memori.

4
Kemampuan mengingat
8. Kemampuan klerikal.
Kemampuan bekerja di bidang administrasi
9. Kemampuan kreativitas.
Kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru dan menunjukkan hal yang
tidak biasa / istimewa
10. Kecepatan kerja.
Kemampuan bekerja secara cepat terutama untuk pekerjaaan yang rutin
11. Ketelitian.
Kemampuan bekerja secara teliti
12. Ketahanan yaiut Kemampuan bekerja secara konsisten
C. Jenis-Jenis Tes Bakat
Untuk mengetahui bakat individu secara tepat, perlu dilaksanakan pengukuran
psikologis dengan menggunakan beberapa instrumen tes bakat. Tes bakat dibagi ke
dalam dua golongan luas, yaitu:
1. Kelompok Baterai Tes.
Kelompok Baterai Tes adalah tes bakat yang terdiri dari rangkaian bermacam-
macam tes yang masing-masing tes dapat berdiri sendiri, artinya tidak harus
digunakan secara keseluruhan. Misalnya: DAT, GATB dan FACT.
a. Differential Aptitude Test (DAT)
Seri test multiple bakat Differential Aptitude Test (DAT), yang dalam Bahasa
Indonesia dapat dipakai istilah Tes Perbedaan Bakat, merupakan salah satu
seri tes multiple bakat yang paling banyak dipakai dalam bidang pendidikan
dan kerja. DAT pertama kali terbit tahun 1947, dan telah direvisi pada tahun
1963. Penyusun DAT adalah G. Bennett, [Link], dan [Link] dari
USA. DAT memakai teori kelompok faktor kecerdasan model PMA atau
Kemampuan Mental (KMP) dari Thurstone.
Adapun maksud dan tujuan DAT antara lain:
1.) Sebagai sarana akademik untuk mendapatkan prosedur peni laian yang
ilmiah, terintegrasi, dan standart bagi murid-murid.
2.) Dirancang untuk bimbingan pendidikan dan vokasional (pekerjaan).
3.) Dapat dipakai dalam bidang industri untuk penempatan karyawan dan
promosi jabatan selanjutnya (perkembangan pembinaan karyawan pabrik).

5
4.) DAT terdiri dari 8 tes, masing-masing berdiri sendiri, sehingga dapat
digunakan secara terpisah, untuk seleksi dalam bidang industri pada jenis
pekerjaan tertentu.
Kemungkinan hanya membutuhkan beberapa tes saja dari baterai tes ini.
Dalam bidang pendidikan akan lebih baik jika semua tes digunakan secara
bersamaan ke delapan tes tersebut jika dikelompokkan maka akan terdiri dari
2 kelompok besar, yaitu:
1. Kelompok Tes Verbal, meliputi:
a. Verbal Reasoning (VR)/Test Penalaran Verbal. Dirancang untuk
mengukur kemampuan berpikir abstrak, generalisasi, dan
konstruktif memahami konsep verbal. Perbendaan kata yang
digunakan dalam test ini meliputi perbedaaan kata yang biasa
digunakan dalam berbagai bidang, diantaranya sejarah, geografi,
sastra, dan sains. Materi test ini berupa analogi sederhana, yang
biasa digunakan dalam test intelegensi umum, walaupun analogi
sederhana ini telah mendasarkan pada asosiasi daripada berpikir.
Hasil pengukuran test VR ini diharapkan untuk prediksi kesuksesan
dalam bidang yang mementingkan pemahaman konsep verbal.

b. Numerical Ability (NA) Kemampuan Aritmatik. Dirancang untuk


mengukur kemampuan memahami hubungan numerik dan
memecahkan masalah yang ber hubungan dengan konsep numerik.
Test ini lebih mengukur kemampuan komputasi daripada penalaran
numerik. Test ini sangat penting untuk prediksi dalam bidang
matematika, fisika, kimia, teknik, dan bidang lain yang
membutuhkan kemampuan berpikir secara kuantitatif.

c. Clerical Speed Accuracy (CSA)/Kecepatan dan Keakuratan


klerikal. Tes ini dirancang untuk mengukur kecepatan dan
ketelitian respon dalam tugas-tugas yang membutuhkan persepsi
sederhana. Tugas testee adalah memilih kombinasi angka atau
huruf yang sama dengan kombinasi yang telah diberi garis bawah
pada buku soal, dengan cara memberi garis bawah pada kom binasi
pilihannya. Butir tes ini merupakan elemen yang sering digunakan

6
pada berbagai tugas admi nistrasi. Hasil tes ini untuk prediksi
kemampuan mengerjakan hal-hal penting rutin administrasi seperti
mengatur arsip. Manfaat untuk bidang pendidikan dapat dikatakan
relatif kecil, tetapi skor rendah menunjukkan bahwa testee
mengalami kesulitan dalam hal ke berhasilan, ketepatan, kecepatan
dalam mengerjakan tugas.

d. Language Usage.
Language Usage, bagian 1
Perbendaharaan kata dalam tes ini merupakan hasil seleksi
dari Gate's Spelling Differential in 3876 Words, dan merupakan
perbendaharaan kata yang sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Skor yang rendah pada subtes ini menunjukkan
kesulitan dalam Spelling

Language Usage, bagian II


Test ini dirancang untuk mengukur kemampuan membeda kan
tata bahasa yang baik dengan yang jelek memahami pemberian tan da
baca yang tepat dan penggunaan kata yang tepat dalam ba hasa
inggris. Kemampuan tersebut banyak digunakan dalam bi dang
jurnalistik, korespodensi bisnis. Perlu diketahui tes ini lebih
menyerupai tes prestasi jika dibandingkan dengan tes yang lain.
2. Kelompok Tes Non Verbal, meliputi:
a. Abstract Reasoning (AR) Penalaran Abstrak Dirancang untuk
mengukur penalaran non verbal. Dalam setiap butir test ini
menuntut pemahaman logis tentang prinsip-prinsip yang digunakan
untuk mengubah diagram dan kemampuan membedakan perbedaan
yang kecil pada garis, da erah, maupun bentuk. AR merupakan
suplemen VR NA, guna estimasi intelegensi. AR digunakan untuk
prediksi dalam bidang pendidikan dan profesi yang menuntut
pemahaman relasi antara benda atau objek. Skor AR dapat dipakai
sebagai bahan pertimbangan untuk memahami penalaran seseorang
jika seseorang mengalami kesukaran bahasa dan mendapatkan skor
rendah pada test VR.

7
b. Mechanical Reasoning (MR) / Penalaran Mekanikal. Test ini
merupakan bentuk baru dari test bakat Spatial Mechanical
Comprehension. Setiap butir dari test ini menyajikan gambar
situasi mekanik disertai pertanyaan dalam kata kata sederhana. Test
ini mengukur pemahaman prinsip-prinsip mekanik dan fisika
dalam situasi familiar. Skor test ini akan dipengaruhi oleh
pengalaman individu, walaupun hanya meningkatkan beberapa
point saja. Hasil ini diguna kan untuk prediksi kesuksesan dalam
belajar dan pekerjaan yang menuntut pemahaman prinsip-prinsip
umum dari fisika. Prediksi dalam pekerjaan seperti bidang
[Link], pertukangan kayu. Perlu diketahui testee yang
mendapat skor tinggi pada tes ini akan dengan mudah mempelajari
prinsip-prinsip kerja dan reparasi alat yang bersifat kompleks.
c. Relation (SR)/ Hubungan Spasial atau ruang. Mengukur
kemampuan visualisasi terhadap konstruksi objek tiga dimensi
yang dibangun dari pola dua dimensi dan kemampuan
membayangkan berbagai cara yang di gunakan untuk memutar
objek tersebut sehingga mempunyai bangunan seperti yang tampak
dalam gambar.
b. General Aptitude Test Battery (GATB)
GATB dikembangkan oleh The United State Employment Services (USES)
pada tahun 1947. Pada revisi GATB berikutnya, sejumlah tes dikurangi
menjadi 12 tes dan faktor nya menjadi 9 macam, yang menurut terminology
Thurstone sebagai 9 PMA atau kemampuan primer, yang masing-masing
dianggap sebagai bakat.
Sembilan factor atau 9 PMA tersebut adalah :
1.) General Learning Ability (GLA)/Kemampuan Belajar Umum, yang dites
dengan tiga macam tes, yaitu Vocabulary (pembendaharaan kata),
Arithmetic Reasoning (penalaran aritmatik), dan Three Dimentional
Space.
2.) Verbal Aptitude (VA)/Bakat Verbal, dites dengan tes Vocabulary. Subjek
diminta ntuk mengenal atau mencari dua kata lainnya yang bersamaan atau
berlawanan artinya.

8
3.) Numerical Aptitude (NA)/Bakat Numerik, meliputi kompu tasi maupun
penalaran aritmatik.
4.) Spasial Aptitude (SA) Bakat Mempersepsikan Ruang, adalah kemampuan
komprehensi terhadap representasi dua dimensi dari objek-objek tiga
dimensi, dan aspek-aspek visual dari tiga dimensi. Kemampuan ini diukur
dengan tes spasial tiga dimensi.
5.) Form Perception (FP)/Persepsi Bentuk, diukur dengan dua tes untuk
menggabungkan alat-alat gambar dan bentukbentuk geometric.
6.) Clerical Perception (CP)/ Persepsi Klerikal, mirip dengan Form Perception
tetapi memerlukan penggabungan namanama daripada gambar-gambar
atau bentuk-bentuk.
7.) Motor Coordination (MC)/Koordinasi Motorik, diukur dengan tes paper -
pencil sederhana. Sering juga tes ini disebut tes mengikuti jejak atau
memberi kode.
8.) Finger Dexterity (FD)/Ketrampilan Jari Tangan, diukur dengan dua
macam tes, yakni tes merakit dan tes membongkar baut dan mur
(assembling and diassembling test).
9.) Manual Dexterity (MD)/Ketrampilan Manual, diukur dengan tes untuk
mentransfer dan mereversi (menggerakkan dan mengembalikan) pegs pada
boards.
Pada kemampuan FD dan MD diukur dengan empat macam tes yang
menggunakan perlengkapan teknis sederhana, termasuk tes performans,
sedangkan kemampuan lainnya merupakan tes verbal (paper-pencils test).
Bentuk-bentuk alternatif dari tujuh tes yang pertama untuk mengukur faktor-
faktor General Learning Ability melalui Clerical Perception. Seluruh seri tes
GATB memerlukan waktu dua setengah jam.
(cari dan lengkapi)
c. Flanagan Aptitude Classification Test (FACT)
Dirancang oleh [Link] dari USA. Adapun tujuannya adalah :
1.) Untuk memperoleh sistem klasifikasi bakat dalam penentuan bakat dan
kemampuan dasar seseorang dalam tugastugas tertentu.
2.) Sebagai alat baku untuk memprediksi kesuksesan bekerja berdasarkan
bakat.
3.) Untuk merencanakan program latihan dalam rangka bimbingan karier
9
4.) Sebagai alat seleksi dan penempatan karyawan di pabrik dan di kantor
kantor administrasi.
5.) Membantu perencanaan pendidikan berdasarkan pengembangan bakat.

FACT terdiri dari 14 subtes. Adapun deskripsi 14 subtes tersebut adalah:


1.) Inpection (inspeksi).
Mengukur kemampuan untuk secara cepat dan akurat me lihat
kekuranggan kekurangan atau titik-titik robek pada gambar, objck, atau
serangkaian artikel. Jadi tes ini mengetes ketajaman persepsi visual secara
detail,sehingga tesnya dapat disebut tes persepsi detail. Kemampuan ini
dibutuhkan dalam memeriksa hasil-hasil pabrik yang hampir selesai atau
sudah selesai.
2.) Coding (penandaan, pengkodean)
Mengukur kecepatan dan ketepatan pengkodean atau pemberian kode atas
informasi-informasi khusus perkantoran (tificial offi ce information).
3.) Memory (ingatan)
Mengukur kemampuan mengingat dan menyebutkan kembali kode-kode
yang telah dipelajari dalam tes pengkodean.
4.) Precision (presisi, ketepatan)
Mengukur kecepatan dan keakuratan dalam gerakan-gerakan jari secara
melingkar dengan satu tangan dan de ngan dua tangan. Dibutuhkan dalam
kecepatan bekerja dengan objek-objek yang kecil.
5.) Assembly (merakit)
Mengukur kemampuan visual melihat bagaimana se jumlah objek model
yang terpisah-pisah akan tampak jika diatur sesuai dengan instruksi, tanpa
model yang sesungguhnya dan berupa tes hubungan spasial 3D.
6.) cales (skala)
Mengukur kecepatan dan keakuratan dalam pembacaan skala, grafik dan
peta atau denah. Kemampuan ini amat diperlukan di dalam pekerjaan
teknik.
7.) Coordination (koordinasi)
Mengukur kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan lengan dan
tangan (hand and arm coordination).
8.) Judgement and comprehension

10
Mengukur kemampuan membaca dengan pemahaman, penalaran logis atau
mengambil keputusan secara tepat dan memakai keputusan tersebut secara
baik dalam situasi yang praktis.
9.) Arithematic (berhitung)
Mengukur kecakapan dalam 4 proses dasar berhitung da lam penjumlahan,
pengurangan, pengalian, dan pembagian.
10.) Patterns (pola-pola)
Mengukur kemampuan untuk reproduksi pola-pola dasar sederhana atau
garis besar pola-pola sederhana (outline)secara tepat dan teliti.
11.) Components (komponen-komponen)
Mengukur kemampuan untuk mengidentifikasi bagianbagian komponen
yang penting.
12.) Tables
Mengukur kemampuan membaca 2 tipe tabel. Tabel pertama terdiri dari
angka dan tabel kedua berisi kata dan huruf alphabet.
13.) Mechanics
Mengukur kemampuan pemahaman prinsip-prinsip mekanika dan
kemampuan menganalisis gerakan-gerakan mekanika.
14.) Expression
Mengukur perasaan dan pengetahuan tentang bahasa Inggris yang benar.

Flanagan dalam menyusun seri test FACTnya itu dengan validitas


konstruksi,artinya validitas yang berdasarkan definisi-definisi yang
disusunnya secara logis. Ia menganggap bahwa pendekatan unsur-unsur
pekerjaan sebagai metode intermedier antara analisis faktor-faktor primer di
satu pihak dan di lain pihak metode sampel job,dimana unsur-unsur esensial
dari job real disimulasikan dalam tes, dan kemudian dilakukan analisis
statistik untuk menganalisis validitasnya.

11
2. Kelompok Single Test.
Kelompok Single Tes adalah tes bakat yang terdiri dari satu jenis tes dan pada
umumnya mengungkap kemampuan khusus yang dimiliki seseorang, antara lain:
tes sensori, tes artistik, tes klerikal, tes kreativitas, tes Kraepelin dan tes Pauli.
a. Tes sensory
Tes yang mengungkap kemampuan indera, misal tes ketajaman penglihatan,
pendengaran. Tes ketajaman penglihatan/visual memakai alat yang populer,
yang dinamakan kartu Snellen. Kartu ini berisi barisan huruf dimulai huruf
yang besar bentuknya menurun sampai pada yang terkecil dengan ukuran
sudur visual. Subyek harus membaca dari baris atas, yang besar-besar
hurufnya lalu berturut-turut ke bawah dengan jarak baca 8 (delapan) meter.
Jika subyek dapat membaca semuanya dengan jelas dikatakan subyek tersebut
sehat atau tajam penglihatannya.
Tes pendengaran. Alat tes untuk mengetes ketajaman pendengaran disebut
audiometer, yaitu dengan cara subyek memakai handphone yang dihubungkan
dengan sumber suara. Tiap telinga dapat dites dengan handphone satu persatu,
volume suara dapat diatur oleh testernya. Suara yang diteskan dapat katakata
atau kalimat-kalimat. Dimulai dari suara yang paling lemah, di bawah ambang
rangsang Suara-suara yang tidak didengar diulang-ulang dengan menambah
volume suaranya (makin keras). Dengan begitu tester dapat mengukur dan
menilaI ketajaman pendengaran seseorang.
b. Tes artistik. yaitu tes yang mengungkap bakat seni, misal: tes gambar dan tes
musik.
c. Tes clerical, yaitu tes untuk mengukur keakuratan (ketepatan, ketelitian) dan
kecepatan respon dalam tugas-tugas pekerjaan yang membutuhkan persepsi
sederhana. Hasil tes ini untuk prediksi kemampuan mengerjakan hal-hal
penting rutin dalam administrasi, seperti mengatur arsip
d. Tes kreativitas
Kreativitas merupakan potensi manusia yang dimiliki sejak lahir, kemudian
berkembang menjadi kemampuan kreativitas yang berbeda kualitasnya sesuai
dengan yang dialaminya. Pada dasarnya pengembangan potensi menjadi
kemampuan kreativitas membutuhkan strategi. Yang oleh Munandar dikatakan
sebagai strategi empat P, yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk

12
e. Tes Pauli
Tes ini diciptakan oleh Dr. Richard Pauli pada tahun 1938. Tes ini mengukur
apa yang diukur oleh tes krueplin, disamping juga mengukur emosi,
produktifitas kerja, penyesuaian terhadap pekerjaan, dan gaya bekerja. Tes
Pauli, berbentuk satu lembar kertas memanjang bolak balik terdiri dari 4
halaman, yaitu:
1. Halaman 1, untuk menuliskan identitas diri subjek dan contoh subjek
2. Halaman 2 dan 3, berisi soal-soal tes
3. Halaman 4, untuk scoring grafik dan interprestasi.
Dalam tes ini terdapat angka sederhana 1-9. Subjek akan diminta intuk
menjumlahkan angka-anagka secara berurutan dari bawah keatas, lalu
kesanping kanan untuk dua angka yang berdekatan tanpa ada angak yang
dilewati, kemudian ada aba-aba garis.
Aspek yang diukur adalah:
1.) ketekunan dan konsentrasi
2.) daya tahan -keuletan
3.) daya penyesuaian
4.) validitas
5.) sikap terhadap tugas
6.) control diri
7.) sikap menghadapi tekanan
 Tes dapat disajikan secara individual ataupun kelompok Waktu
penyajiannya lebih kurang 1 jam.
 Setiap deret waktu diberi 3 menit dan setiap 3 menit itulah subjek akan di
beri aba-aba untuk membuat garis. Kemudian mengerikan tugas
selanjutnya dan jawaban ditulis disebelah kanan.
 Tujuan dari tes ini lebih kepada kepentingan industri. Namun juga
digunakan untuk mengukur kepribadian dan mendeteksi klinis.
f. Tes Kreplin
Tes Kreaplin, tes ini dibuat dengan maksud untuk mengetahui kecepatan kerja,
ketelitian kerja, keajegan kerja dan ketahanan kerja.

13
Bentuk tes ini adalah berupa satu lembar kertas dobel kuarto memanjang
bolak-balik terdiri atas 4 halaman, yaitu meliputi:
1. Halaman 1, untuk menuliskan identitas diri subjek dan contoh subjek
2. Halaman 2dan3, berisi soal-soal tes
3. Halaman 4, untuk scoring grafik dan interprestasi.
 Subjek akan diminta menghitung angka-angka sederhana 1-9 dari bawah
keatas untuk dua angka yang berdekatan tanpa ada angka ynag dilewati.
 Aspek yang diukur adalah:
1. Kecepatan kerja (Panker)
2. Ketelitian kerja (Tianker)
3. Keajegan kerja (Junker)
4. Ketahanan kerja (Hanker)
 Tes ini disajikan secara individual ataupun klasikal
 Waktu: 20 menit :
1) Pengisisan data subjek: 4 menit
2) Instruksi: 2 menit
3) Mengerjakan soal.
 Tes ini dapat digunakan pada saat yang mendesak, karena baik waktu dan
materinya sederhana. Watunya singkat dan tidak memerlukan persiapan
yang rumit.

14
Contoh Tes Bakat
1. Jumlahkan dua angka yang berdekatan, letakkan hasilnya pada sisi sebelah kanan
antara kedua angka. Jika hasil berjumlah 2 digit, tuliskan angka terakhirnya saja.
Misalnya, 7+5=12 maka yang ditulis hanya angka 2. Jika salah menjumlahkan, cukup
coret dan tulis hasilnya yang benar di sebelahnya.

2.

15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah Perkembangan Tes Bakat dimulai dengan perkirakan tes inteligensi
tradisional. Rata-rata tes inteligensi tradisional setelah ditelaah ternyata lebih
banyak mengukur kemampuan verbal. Makin berkembangnya konseling karir
sehingga diperlukan tes bakat spesifik. Tes bakat merupakan sebuah tes yang
dibuat untuk mengetahui kemampuan, pengetahuan, atau keterampilan khusus
seseorang dalam jangka waktu tertentu. Tes bakat terbagi menjadi dua jenis yang
diantaranya yang pertama kelompok baterai tes dan kelompok single tes.
Kelompok Baterai Tes adalah tes bakat yang terdiri dari rangkaian bermacam-
macam tes yang masing-masing tes dapat berdiri sendiri, artinya tidak harus
digunakan secara keseluruhan. Misalnya: DAT, GATB dan FACT. Sedangkan,
Kelompok Single Tes adalah tes bakat yang terdiri dari satu jenis tes dan pada
umumnya mengungkap kemampuan khusus yang dimiliki seseorang, antara lain:
tes sensori, tes artistik, tes klerikal, tes kreativitas, tes Kraepelin dan tes Pauli.

B. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menjadi dasar
melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan tes bakat sesuai yang
diharapkan. Karena tanpa asesmen yang berkualitas khususnya tes bakat, tidak akan
mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas, baik dalam fungsi kuratif, maupun
perseveratif, apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan
(preventif). Jadi tes bakat mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling.

16
Daftar Pustaka

“Sejarah dan Perkembangan Teori Tes” psikologimultitalent, November


[Link] pada 23 Maret 2023
[Link]
[Link]
"Makalah Tes Bakat", id [Link]/document/505675346. Diakses pada 23 Maret
2023.
[Link]
"Pengertian Tes Kreatif",www. [Link]/id/document/34770805. Diakses pada 23
Maret 2023
[Link]
individutekniktes/test-kreatifitas-pengertian-test-kreativitas-ciri-ciri-individu-yang-
kreatif-penggolongan-dari/34770805

17

Anda mungkin juga menyukai