0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan36 halaman

Laporan PKL di Apotek Kimia Farma 633

Laporan ini merangkum kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 1 bulan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar. PKL bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, serta memperoleh pengalaman kerja di dunia industri farmasi. Kegiatan utama meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, pelayanan kefarmasian seperti pelayanan resep, informasi obat, dan swamedikasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan36 halaman

Laporan PKL di Apotek Kimia Farma 633

Laporan ini merangkum kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 1 bulan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar. PKL bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, serta memperoleh pengalaman kerja di dunia industri farmasi. Kegiatan utama meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, pelayanan kefarmasian seperti pelayanan resep, informasi obat, dan swamedikasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI APOTEK KIMIA FARMA 633 PANJI TILAR


06 FEBRUARI – 06 MARET 2023
Jl. Panji Tilar No. 99 Kekalik Jaya, Mataram Telp. 0811 3800 7811

DI SUSUN OLEH:
1. Ni Kadek Rahayu Purnami Santi Dewi (A20006)
2. Rohma Yuni (A20007)

PROGRAM STUDI D-III FARMASI


POLITEKNIK “MEDICA FARMA HUSADA MATARAM”
MATARAM
2023/2024

i
HALAMAN PERSETUJUAAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
06 FEBRUARI – 06 MARET 2023
DI APOTEK KIMIA FARMA 633 PANJI TILAR
Jl. Panji Tilar No. 99 Kekalik Jaya, Mataram Telp. 0811 3800 7811

DI SETUJUI OLEH :
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

(apt. Ajeng Dian Pertiwi.,[Link]) (apt. Ida Ayu Made Kesuma Dewi,[Link])
NIK : 36.085.2016.059

Mengetahui,
Ketua Program Studi DIII Farmasi
Politeknik Medica Farma Husada Mataram

(apt. Sri Idawati, [Link].,[Link])


NIK : 36.085.2009.070

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah menolong hambanya
menyelesaikan laporan ini dengan mudah, karena tanpa pertolongan-Nya penyusun tidak
akan sanggup menyelesaikan laporan ini dengan baik. Laporan ini disusun agar
memenuhi tugas praktek kerja lapangan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar. Laporan
ini disusun dengan berbagai rintangan, baik itu datang dari penyusun maupun datang dari
luar. Namun, dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Allah SWT akhirnya laporan
ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Mataram, 06 Maret 2023

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

COVER......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... vii
BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang .............................................................................................. 1
B. Tujuan ........................................................................................................... 2
C. Manfaat ......................................................................................................... 4
D. Ruang Lingkup.............................................................................................. 4
BAB II. GAMBARAN UMUM APOTEK KIMIA FARMA ................................. 5
BAB III. PEMBAHASAN ....................................................................................... 8
A. Pengelolaan Perbekalan Farmasi .................................................................. 8
1. Perencanaan ............................................................................................... 8
2. Pengadaan.................................................................................................. 8
3. Penerimaan ................................................................................................ 9
4. Penyimpanan ........................................................................................... 11
5. Pencatatan dan pelaporan ........................................................................ 13
6. Pemusnahan ............................................................................................. 14
B. Pelayanan Kefarmasian ............................................................................... 15
1. Pelayanan Resep ...................................................................................... 15
2. Pelayanan Informasi Obat (PIO) ............................................................. 19
3. Pelayanan Swamedikasi .......................................................................... 19
4. Pencatatan/pelaporan Narkotika dan Psikotropika .................................. 22
BAB IV. PENUTUP .............................................................................................. 23
A. Kesimpulan ................................................................................................. 23
B. Saran ........................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 24

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi ..................................................................... 7


Gambar 2. Alur Pelayanan Resep Kredit BPJS ..................................................... 17
Gambar 3. Alur pelayanan resep tunai ................................................................... 18
Gambar 4. Alur pelayanan pasien swamedikasi .................................................... 21

v
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Tempat pelayanan resep, kasir dan konsultasi/penyerahan obat ....... 25


Lampiran 2. Surat pesanan obat psikotropika,prekursor,dan oot........................... 25
Lampiran 3. Print out penerimaan barang di sistem KF Apotek ........................... 26
Lampiran 4. Penyimpanan obat area swalayan farmasi ......................................... 27
Lampiran 5. Penyimpanan obat-obat ethical ......................................................... 27
Lampiran 6. Nota Pengganti Struk dan Bon obat .................................................. 29
Lampiran 7. Etiket dan Copy Resep ...................................................................... 29

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, menyebabkan kita
untuk lebih membuka diri dalam menerima perubahan–perubahan yang terjadi akibat
kemajuan teknologi. Dalam masa persaingan yang sangat ketat sekarang ini, perlu
disadari bahwa sumber daya manusia merupakan modal utama dalam suatu
pekerjaan maupun di bidang usaha, sehingga kualitas tenaga kerja pun harus
dikembangkan dengan baik. Instansi pendidikan memberikan kesempatan pada
mahasiswa untuk bisa lebih mengenal dunia kerja.
Kesehatan merupakan hak setiap warga negara Indonesia sesuai dengan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, dan yang dimaksud dengan
kesehatan itu sendiri adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual,
maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial
dan ekonomis (Undang-Undang No. 36 Tahun 2009). Dimana kesehatan ini
merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas untuk menunjang pembangunan nasional.
Salah satu wujud pembangunan nasional adalah pembangunan kesehatan yang
bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa sehingga tercapai kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk
hidup sehat. Pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut semua segi
kehidupan, baik fisik, mental, maupun sosial ekonomi. Untuk mencapai
pembangunan kesehatan yang optimal dibutuhkan dukungan sumber daya kesehatan,
sarana kesehatan, dan sistem pelayanan kesehatan yang optimal. Salah satu sarana
penunjang kesehatan yang berperan dalam mewujudkan peningkatan derajat
kesehatan bagi masyarakat adalah apotek, termasuk di salamnya pekerjaan
kefarmasian yang dilakukan oleh Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (Lestari,
2017).

1
Politeknik Medica Farma Husada Mataram sebagai salah satu lembaga
pendidikan di Indonesia terutama program diploma yang menitik beratkan pada
praktik. Dalam hal ini, diharapkan mampu menghasilkan tenaga-tenaga profesional
yang siap pakai sesuai bidang keahliannya dan untuk mewujudkan perihal tersebut,
Politeknik Medica Farma Husada Mataram mempunyai program kegiatan Praktik
Kerja Lapangan (PKL). Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah penerapan seorang
mahasiswa pada dunia kerja nyata yang sesungguhnya, bertujuan untuk
mengembangkan keterampilan dan etika pekerjaan, serta untuk mendapatkan
kesempatan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan
dengan apa yang didapat pada bangku perkuliahan, sehingga lulusannya akan
mendapatkan pengalaman dan wawasan kerja yang dapat menambah kesiapan
mereka dalam menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Praktikan dengan latar belakang bidang Farmasi yang didasari oleh tuntutan
akademis ingin melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Kimia Farma
dan diharapkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dapat memberikan gambaran
tentang dunia kerja yang nyata bagi praktikan. Apotek Kimia Farma disini dijadikan
sebagai tempat PKL karena Kimia Farma merupakan sebuah perusahaan milik
pemerintah. Perusahaan ini memiliki konsumen yang sangat cukup besar.
Perusahaan ini juga dapat memberi kesempatan yang cukup besar kepada praktikan–
praktikan yng ingin belajar dan ingin mengetahui keadaan dunia kerja yang
sesungguhnya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yaitu agar mahasiswa memahami
dan mampu mengaplikasikan ilmu kefarmasian di apotek.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa memahami sistem pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan di apotek.

2
b. Mahasiswa memahami sistem pelayanan kefarmasian di apotek.
c. Mahasiswa memahami sistem pelayanan obat narkotika, psikotropika, obat-
obat tertentu (OOT), dan prekursor farmasi di apotek.
d. Mahasiswa memahami sistem pengelolaan resep di apotek.
e. Mahasiswa memahami sistem pelaporan di apotek.
3. Capaian Kompetensi
a. Mampu memahami sistem pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,
dan BMHP.
b. Mampu menyiapkan data perencanaan kebutuhan Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan, dan BMHP.
c. Mampu melakukan proses pengadaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
BMHP.
d. Mampu melakukan proses penerimaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
BMHP.
e. Mampu melakukan proses penyimpanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,
dan BMHP.
f. Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan sediaan farmasi, alat
kesehatan, dan BMHP.
g. Mampu mengidentifikasi dan mengelompokan sediaan farmasi, alat
kesehatan, dan BMHP yang akan dimusnahkan.
h. Mampu melakukan pelayanan resep/Salinan resep.
i. Mampu melakukan pelayanan informasi sediaan farmasi, alkes, dan BMHP
sesuai resep.
j. Mampu melakukan pelayanan swamedikasi.
k. Mampu melakukan pencatatan/pelaporan obat narkotik, psikotropik, obat-
obat tertentu dan prekursor farmasi.

3
C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat meningkatkan sikap tanggung jawab terhadap pekerjaan yang
diamanatkan
b. Meningkatkan wawasan, pengetahuan, ilmu, dan pengalaman praktikan
c. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi praktikan karena terlibat langsung
dengan kondisi lingkungan kerja yang sebenarnya
d. Dapat menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan diri di lingkungan
kerja mendatang.
2. Bagi Kampus
a. Menjadi bahan evaluasi kurikulum yang diterapkan agar sesuai dengan
kebutuhan dunia usaha
b. Menjalin suatu hubungan kerjasama dengan instansi atau lembaga atau
perusahaan agar lulusan Politeknik Medica Farma Husada Mataram dapat
dengan mudah di terima untuk memasuki dunia kerja
c. Meningkatkan efisiensi pedidikan dan pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas
3. Bagi Apotek Kimia Farma
a. Mampu memaksimalkan kemampuan praktikan, sehingga mampu
mempercepat peningkatkan kinerja instansi
b. Menjalin kerjasama yang menguntungkan antara pihak-pihak yang saling
terkait.

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini meliputi semua unit
Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM APOTEK KIMIA FARMA

A. Sejarah Kimia Farma


Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang
didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada
awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan
kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan,
pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah
perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia
Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah
menjadi Persero Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT. Kimia
Farma (Persero) (Kimia Farma, 2012). PT. Kimia Farma (Persero) pada saat itu
bergerak dalam bidang usaha (Tim PKP PT. Kimia Farma Apotek, 2012):
1. Industri farmasi
2. Industri kimia dan makanan kesehatan
3. Perkebunan obat
4. Pertambangan farmasi dan kimia
5. Perdagangan farmasi, kimia dan ekspor-impor.
Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah
statusnya menjadi perusahaan publik yaitu PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.
Bersamaan dengan perubahan tersebut, PT. Kimia Farma telah dicatatkan pada Bursa
Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini
bernama Bursa Efek Indonesia) (Kimia Farma, 2012). Selanjutnya pada tanggal 4
Januari 2002 dibentuk dua anak perusahaan yaitu PT. Kimia Farma Apotek dan PT.
Kimia Farma Trading and Distribution (Tim PKPA PT. Kimia Farma Apotek, 2012).
Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, PT. Kimia Farma telah berkembang
menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. PT. Kimia
Farma kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan

5
bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia (Kimia Farma,
2012).
B. Visi, Misi dan Budaya (Core Values) Kimia Farma
1. Visi
Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan
menghasilkan nilai yang berkesinambungan.
2. Misi
a. Melakukan aktivitas usaha di bidang-bidang industri kimia dan farmasi,
perdagangan dan jaringan distribusi, ritel farmasi dan layanan kesehatan serta
optimalisasi asset
b. Mengelola perusahaan secara Good Corporate Governance dan operational
excellence didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) profesional.
c. Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholder.
3. Budaya Perusahaan (Core Values)
Budaya perusahaan kimia farma adalah AKHLAK, yang terdiri dari:
Amanah : Memegang Teguh Kepercayaan Yang Diberikan,
Kompeten : Terus Belajar Dan Mengembangkan Kapabilitas,
Harmonis : Saling Peduli Dan Menghargai Perbedaan,
Loyal : Berdedikasi Mengutamakan Kepentingan Bangsa Dan
Negara,
Adaptif : Terus Berinovasi Dan Antusias Dalam Menggerakan
Ataupun Menghadapi Perubahan,
Kolaboratif : Membangun Kerjasama Yang Sinergis.

C. Profil Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar


Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar berlokasi di Jl. Panji Tilar No. 99
Kekalik Jaya, Mataram. Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar memiliki 4 Pegawai
antar lain, 1 Apoteker Penanggung Jawab yakni Ibu apt. Ida Ayu Kesuma
Dewi,[Link], 1 Apoteker Pendamping yaitu Ibu apt. Fany Susilawati,[Link], dan 2

6
Tenaga Teknis Kefarmasian. Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar buka selama 14
jam setiap harinya yaitu pada hari senin sampai hari minggu. Sumber daya manusia
dibagi menjadi dua shift jam kerja, yaitu shift I pada jam 08.00 - 15.00 WITA, dan
shift II pada jam 15.00 - 22.00 WITA.
Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar berada di di daerah sekitar pemukiman
atau perumahan yang lokasinya dipinggir jalan umum panji tilar, sehingga dapat
mempermudah akses masyarakat dalam pelayanan kesehatan dan kebutuhan obat-
obatan. Beberapa jenis pelayanan Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar antara lain
pelayanan Resep Tunai, Resep Kredit, Swalayan Farmasi, dan Konsultasi Apoteker.
Pelayanan resep kredit antara lain BPJS (kronis dan PRB), Resep AMMAN, PLN,
serta Ma ndiri Inhealth.

D. Struktur Organisasi Apotek Kimia Farma Panji Tilar

Apoteker Penanggung Jawab Apotek (APA)


apt. Ida Ayu Made Kesuma Dewi, [Link]

Apoteker Pendamping
apt. Fany Susilawati, [Link]

Tenaga Tekhnis Kefarmasian


Ni Made Putri Dwiyanti
Hiayatul Islamiyah

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi

7
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengelolaan Perbekalan Farmasi
1. Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu kegiatan untuk menentukan jumlah dan
waktu pengadaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan hasil
kegiatan pemilihan, agar terjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah,
tepat waktu serta efisien (Mashuda, 2011).

Pemesanan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar


dilakukan 2 kali dalam sebulan yaitu diminggu pertama dan ketiga. Untuk
mengevaluasi perencanaan dan pengadaan sediaan farmasi digunakan analisis
pareto. Analisis pareto ini didapatkan dari riwayat penjualan 3 bulan sebelumnya
untuk menentukan kategori produk pareto, apakah barang tersebut masuk
kedalam kategori A, B, atau C. Kebutuhan pareto A untuk 45 hari, pareto
kebutuhan B untuk 60 hari, sedangkan pareto C untuk kebutuhan 90 hari. Untuk
kategori A menunjukkan dari total keseluruhan barang mempresentasikan 80%
pendapatan begitu juga dengan kategori lainnya. Jadi, peran asisten apoteker
dibagian perencanaan adalah menentukan obat yang harus tersedia di apotek
dengan menganalisis metode kombinasi, kemudian dievaluasi dengan
menggunakan metode pareto ABC agar perencanaan sesuai dengan kebutuhan
apotek.

2. Pengadaan
Pengadaan adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk menjamin
kualitas Pelayanan Kefarmasian maka pengadaan sediaan farmasi harus melalui
jalur resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Permenkes RI,
2016).
Pengadaan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar bertujuan untuk
menjamin barang yang dipesan ke distributor sesuai dengan kebutuhan apotek.

8
Pengadaan gudang ini dilakukan oleh pharmacy manager, supervisor pengadaan
(pejabat yang setimpal) dan di support oleh Unit Operasional Inventory KFA.
Pengadaan di Kimia Farma 633 Panji Tilar dibagi menjadi beberapa jenis yaitu
pengadaan barang reguler, pengadaan barang incidental, pengadaan barang bpjs,
pengadaan barang non bpjs. Perbedaan dari 4 pengadaan tersebut yaitu:
a. Pengadaan barang reguler bertujuan untuk menjamin bahwa barang yang
dipesan ke distributor sesuai dengan kebutuhan Apotek.
b. Pengadaan barang incidental bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang
belum terpenuhi dari pengadaan reguler.
c. Pengadaan barang BPJS bertujuan agar ketersediaan barang untuk
memenuhi pelayanan pasien BPJS.
d. Pengadaan barang non bpjs bertujuan agar ketersediaan barang
memenuhi kebutuhan pelayanan penjamin non bpjs.

3. Penerimaan
Penerimaan sediaan farmasi di Apotek harus dilakukan oleh Apoteker,
apabila Apoteker berhalangan hadir, penerimaan sediaan farmasi dapat
didelegasikan kepada Tenaga Kefarmasian yang ditunjuk oleh Apoteker
Pemegang SIA (Kemenkes RI, 2019). Penerimaan merupakan kegiatan untuk
menerima perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai dengan aturan
kefarmasian, melalui pembelian langsung, tender, konsinyasi atau sumbangan.
Penerimaan adalah kegiatan untuk menjamin kesesuaian nama, jenis, spesifikasi,
jumlah, mutu, waktu penyerahan, tanggal kadaluarsa dan harga yang tertera dalam
kontrak/pesanan. Penerimaan merupakan kegiatan verifikasi
penerimaan/penolakan, dokumentasi dan penyerahan yang dilakukan dengan
menggunakan "checklist" yang sudah disiapkan untuk masing-masing jenis
produk yang berisi antara lain (Mashuda, 2011):
a) Kebenaran jumlah kemasan.
b) Kebenaran kondisi kemasan seperti yang disyaratkan.

9
c) Kebenaran jumlah satuan dalam tiap kemasan.
d) Kebenaran jenis produk yang diterima.
e) Tidak terlihat tanda-tanda kerusakan.
f) Kebenaran identitas produk.
g) Penerapan penandaan yang jelas pada label, bungkus dan brosur.
h) Tidak terlihat kelainan warna, bentuk, kerusakan pada isi produk.
i) Jangka waktu kadaluarsa yang memadai.

Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar melakukan penerimaan obat/barang


sesuai dengan fakturnya, yang harus dilakukan dalam pengecekan obat &
barang meliputi tanggal penerimaan, asal PBF, kesesuaian jumlah barang
datang, nomor batch dan tanggal kadaluwarsa dengan yang tertera di faktur.
Apabila ada ketidaksesuaian barang fisik dengan faktur, apotek berhak
melakukan retur kepada distributor. Jika barang yang datang sesuai dengan
surat pemesanan maka obat/barang tersebut diterima dan ditanda tangani oleh
petugas yang menerima barang dengan menyertakan nama penerima, tanggal
penerimaan, dan waktu kedatangan barang serta diberi stempel apotek.
Penerimaan obat golongan psikotropika dan narkotika diterima oleh Apoteker
Penanggung Jawab atau Apoteker Pendamping yang mendapat delegasi oleh
Apoteker Penanggung Jawab. Setelah dilakukan pengecekan kesesuaian
barang fisik dengan faktur, kemudian faktur diinput. Faktur yang asli
diserahkan ke PBF sebagai tanda terima dan akan digunakan sebagai alat
tagih. Dua salinannya ditinggal di apotek untuk arsip dan untuk diserahkan ke
BM Mataram.

10
4. Penyimpanan
Penyimpanan merupakan suatu kegiatan menata dan memelihara dengan cara
menempatkan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang diterima pada tempat yang
dinilai aman dari pencurian dan gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat.
Penyimpanan harus menjamin stabilitas dan keamanan sediaan farmasi dan alat
kesehatan. Metode penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk
sediaan dan alfabetis dengan menerapkan prinsip First ln First Out (FIFO) dan
First Expired First Out (FEFO) disertai sistem informasi manajemen. Apoteker
harus memperhatikan obat-obat yang harus disimpan secara khusus seperti
narkotika, psikotropika, obat yang memerlukan suhu tertentu, obat yang mudah
terbakar, sitostatik dan reagensia. Selain itu apoteker juga perlu melakukan
pengawasan mutu terhadap sediaan farmasi dan alat kesehatan yang diterima dan
disimpan sehingga terjamin mutu, keamanan dan kemanfaatan sediaan farmasi dan
alatkesehatan (Mashuda, 2011).
Perbekalan farmasi yang telah diterima kemudian disimpan dalam rak-rak
obat berdasarkan farmakologis dan alfabetis. Jika jumlah obat yang diterima
cukup banyak dan tidak seluruhnya dapat disimpan dalam rak-rak obat, maka
sisa obat tersebut disimpan dalam rak penyimpanan. Tujuan penyimpanan adalah
menjamin mutu tetap baik serta memudahkan dalam pencarian, memudahkan
pengawasan persediaan, menjamin keamanan dari pencurian obat dan menjamin
pelayanan yang cepat dan tepat. Penyimpanan obat dilakukan berdasarkan
penggolongan berikut (Permenkes, 2016) :
a) Obat/bahan obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik.
Dalam hal pengecualian atau darurat dimana isi dipindahkan pada wadah
lain, maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis informasi
yang jelas pada wadah baru. Wadah sekurang-kurangnya memuat nama
obat, nomor batch dan tanggal kadaluwarsa.
b) Semua obat/bahan obat harus disimpan pada kondisi yang sesuai sehingga
terjamin keamanan dan stabilitasnya.

11
c) Bentuk sediaan obat disusun berdasarkan bentuk sediaan obat seperti sirup,
tablet, salep.
d) Farmakologi, misalnya : obat-obatan analgetik, kolesterol, DM, saluran
cerna, hormon dan lain-lain.
e) Obat-obat khusus untuk asuransi (BPJS/PRB), obat generik dan obat merk
dagang.
f) Obat disimpan berdasarkan LASA (look Alike Sound Alike).
g) Obat disimpan berdasarkan Hight Alert.
h) Berdasarkan perputaran obat yaitu obat-obat ABC ketersediaannya harus
selalu ada, contohnya seperti obat-obat BPJS, amoxsan, obat flu & batuk,
demam dan vitamin. Sedangkan obat slow moving, karena jarang keluar
menyebabkan obat tersebut terkadang menjadi expired. Oleh sebab itu
untuk menghindari obat pasif, biasanya akan dijadikan produk focus selling
untuk mempercepat pencairan barang pasif agar menghindari barang ED.
Jika barang pasif tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan kerugian
dan akan mengurangi keuntungan Apotek.
i) Suhu khusus, digunakan untuk penyimpanan sediaan seperti suppositoria,
injeksi dan sediaan lain yang mengharuskan penyimpanan pada suhu sejuk
2-8.
j) Sistem penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan bentuk sediaan dan
kelas terapi obat (farmakologis) serta disusun secara alfabetis.
k) Penyimpanan obat memakai sistem FEFO (First Expired First Out) dan
FIFO (First in First Out).
Secara garis besar penyimpanan di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar
dibagi menjadi 2 layout utama, yaitu area obat luar atau swalayan dan area obat
dalam. Area swalayan terdiri dari golongan obat bebas dan obat bebas terbatas,
alat kesehatan, serta produk kesehatan lainnya. Secara detail, pada area
swalayan seluruh produk disusun dan dikelompokkan berdasarkan kategori.
Kategori tersebut adalah skin care, soap and body wash, personal care,

12
traditional medicine, vitamin and mineral, topical, first aid, baby and child
care, milk and nutrition, food supplement. Kemudian pada tiap kategori
tersebut, produk disusun berdasarkan farmakologisnya, kemudian berdasarkan
farmakologis disusun lagi secara alfabetis/abjad.
Pada area dalam terdiri dari obat-obat ethical yang terdiri dari obat keras,
narkotika, psikotropika dan obat-obat yang membutuhkan penanganan khusus
seperti sediaan supositoria dan insulin. Pada area farmasi ini obat-obat
dikelompokkan berdasarkan berdasarkan farmakologinya dan pada setiap
kelompok farmakologi disusun kembali berdasarkan alfabetis. Pengelompokan
pada area farmasi ini terdiri dari obat-obat bpjs, vitamin, generik, antibiotik,
pencernaan, hormon, saluran kemih, suppositoria, antidiabetes, kardiovaskular,
salep/cream, tetes mata dan telinga, flu dan batuk, alergi. Sebagian obat-obar
pada area ini juga disusun berdasarkan bentuk sediaan yang membutuhkan suhu
lemari pendingin dalam penanganannya, untuk penyimpanan obat area dalam
(ethical). Setiap pemasukan dan penggunaan obat/barang harus selalu di input
kedalam komputer meliputi tanggal pengisian/pengambilan, nomor dokumen,
jumlah barang yang diisi/diambil, sisa barang, dan paraf petugas yang
melakukan pengisian/pengambilan barang.

5. Pencatatan dan Pelaporan


a. Pencatatan
Pencatatan dilakukan setiap proses pengelolaan Sediaan Farmasi,
Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) meliputi
pengadaan (surat pesanan, faktur), penyimpanan (kartu stok), Penyerahan
(nota atau struk penjualan) dan pencatatan lainnya disesuaikan dengan
kebutuhan (Permenkes, No. 73 tahun 2016).
Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar melakukan pencatatan
melalui sistem pada WEB yang pada umumnya pencatatan stok barang
dilakukan dengan mengisi kartu stok yang tersedia pada setiap kptak

13
obat. Pencatatan ini dilakukan agar pada saat terjadi penambahan atau
pengurangan jumlah obat, data penjualan dan penerimaan barang
dimasukkan kembali setiap harinya ke dalam komputer, maka secara
otomatis akan mengurangi atau menambah stok masing-masing jenis
barang pada sistem webnya langsung, sehingga data base mengenai
jumlah stok obat atau perbekalan lainnya di apotek dapat digunakan
sebagai alat kontrol selain kartu stok.

b. Pelaporan
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
73 tahun 2016, pelaporan terdiri dari pelaporan internal dan eksternal.
Pelaporan internal merupakan pelaporan yang digunakan untuk
kebutuhan manajemen apotek meliputi keuangan, barang dan laporan
lainnya. Kemudian pelaporan eksternal merupakan pelaporan yang
dibuat untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan meliputi pelaporan narkotik, psikotropika dan
pelaporan lainnya (Permenkes RI, 2016).
Pelaporan di Kimia Farma 633 Panji Tilar dilakukan secara
berkala ada beberapa pelaporan yaitu pelaporan omset perhari, pelaporan
bulanan, laporan triwulan untuk stok opname, dan pelaporan tahunan.
6. Pemusnahan
Pemusnahan di Kimia Farma Panji Tilar dilakukan secara serentak di
Kimia Farma UB (Kimia Farma 189 Sriwijaya). Pemusnahan tersebut disaksikan
oleh BM (Bisnis Manager), PHM, saksi dari Apotek yaitu Asisten
Apoteker/Apoteker Pendamping, dan Dikes setempat dengan adanya berita acara
pemusnahan terlampir. Pelaksanaan pemusnahan obat ED dilakukan 2 tahun
setalah obat tersebut ED dan rusak.

14
B. Pelayanan Kefarmasian
1. Pelayanan Resep
Pelayanan resep dimulai dari penerimaan, pemeriksaan ketersediaan,
pengkajian resep, penyiapan perbekalan farmasi termasuk peracikan obat,
pemeriksaan, penyerahan disertai pemberian informasi. Pada setiap tahap alur
pelayanan resep, dilakukan upaya pencegahan terjadinya kesalahan pemberian
obat (medication error) dengan melaksanakan aktivitas sesuai standar prosedur
operasional dan melakukan dokumentasi aktivitas. Sebelum melakukan
pelayanan resep perlu dilakukan skrining resep yang terdiri atas (Mashuda,
2011) :

a) Persyaratan administrasi meliputi :


▪ Narna, umur, jenis kelamin dan berat badan serta tinggi badan pasien
• Nama, nomor ijin praktek, alamat dan paraf dokter
▪ Tanggal resep
▪ Ruangan/unit asal resep
b) Persyaratan farmaseutik meliputi :
• Nama obat, bentuk, dan kekuatan sediaan
• Dosis dan Jumlah obat
• Stabilitas
• Aturan, dan cara penggunaan
c) Persyaratan klinis meliputi :
• Ketepatan indikasi, dosis dan waktu penggunaan obat
• Tidak didapatkan duplikasi pengobatan
• Tidak munculnya alergi, efek samping, dan reaksi obat yang tidak
dikehendaki (ROTD)
• Obat yang diberikan tidak kontraindikasi
• Tidak dijumpai interaksi obat yang berisiko
Pelayanan resep di Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar ada 2 jenis yaitu
pelayanan resep tunai dan pelayanan resep kredit. Pelayanan resep secara tunai

15
biasanya berasal dari Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan Dokter exhouse.
Sedangkan resep kredit biasanya berasal dari pasien BPJS, Mandiri Inhealth, PLN
dan PT. AMMAN.
Pada umumnya jika resep BPJS kronis/PRB yang telah terlayani di apotek
kimia farma tetapi stok obat tidak mencukupi dari permintaan resep, nantinya staf
apotek akan memberikan bon obat yang bisa ditebus di seluruh outlet Kimia
Farma Apotek UB Mataram. Pada saat adanya gangguan sistem ataupun obat
yang tersedia tetapi inputan stok ke sistem Kimia Farma belum dilakukan ke
sistem KF, biasanya Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar akan memberikan nota
pengganti struk sebagai bukti transaksi. Pelayanan resep kredit (BPJS) di apotik
Kimia Farma Panji Tilar berawal dari resep datang, selanjutnya skrining resep
kemudian resep-resep tersebut akan di-entry ke dua sistem yaitu sistem POS
(milik kimia farma) dan sistem APOL (milik BPJS). Apabila sudah memenuhi
persyaratan administrasi dan KIE kepada pasien BPJS, setelah itu barulah
disiapkan obat-obat yang diminta dalam resep. Kemudian setelah semua obat-
obatan telah disediakan selanjutnya dilakukan penyerahan obat serta diberikan
etiket obat.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa obat tidak bisa dilayani karena
beberapa hal, contohnya pada kasus kelengkapan administrasi BPJS kurang oleh
pasien misalnya pada resep diminta obat simvastatin atau atorvastatin, dimana
dalam pengambilan 2 obat ini harus melampirkan hasil laboratorium yang
menunjukkan hasil LDLnya. Apabila administrasi tersebut tidak ada, maka staf
mengkomunikasikannya kepada pasien untuk melengkapi administrasi tersebut.
Kemudian pada kasus pasien mengambil obat jauh dari waktu 30 hari dari
pengambilan sebelumnya misalnya di hari ke 15 sudah mengambil lagi obat ke
apotek, pada kasus ini staf berhak mengkomunikasikan bahwa terapi obat BPJS
untuk 30 hari.
Ada beberapa syarat administrasi untuk resep BPJS Rujuk Balik yaitu;
1. Resep dari Faskes 1 (Puskesmas, Klinik, atau Dokter Umum)

16
2. Surat kunjungan dari Faskes 1 yang berisi NO. Kunjungan dari Faskes 1
3. Dari administrasi 1 sampai 2 di input terlebih dahulu di web BPJS
Pada awal setiap bulan dicroscheck kesesuaian inputan resep BPJS antara
web BPJS dengan sistem Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar, jika telah
sesuai baru diajukan ke BPJS.

Pasien datang membawa resep Greating dan Grooming

Apoteker/TTK menerima resep dan melihat


kelengkapan (Skrining) resep dari pasien

cek data melalui aplikasi BPJS apakah


pasien mengambil sudah 1 bulan sekali

Sesuai Tidak Sesuai

Input data sesuai resep Resep dikembalikan ke pasien


serta diinformasikan kapan
Kasir menyerahkan resep kepada tanggal pengambilan obat
petugas untuk menyediakan barang seharusnya
atau obat yang diminta dalam resep

Apoteker /TTK memberi etiket obat


serta informasi tentang obat seperti
dosis, cara pemakaian dan informasi
lain yang diperlukan

Resep diserahkan kepada


penanggung jawab untuk diarsipkan

Gambar 2. Alur Pelayanan Resep Kredit BPJS

17
Pelayanan resep tunai di Kimia Farma 633 Panji Tilar biasanya dilakukan
oleh pasien dari luar yang ingin menebus obatnya di kimia farma. Alur pelayanan
resep dari dokter klinik dan resep dari luar klinik sama saja. Dimulai dari resep
datang, kemudian akan dilihat legalitas dan kesesuaian resepnya. Setelah itu
menginformasikan obat-obatan yang diresepkan beserta harganya. Lalu setelah
pasien setuju, barulah akan dientri ke dalam sistem dan dilakukan pembayaran.
Kemudian, asisten apoteker akan menyiapkan obat-obatan tersebut dan
menyerahkannya kepada pasien sembari memberikan Pemberian Informasi Obat
mengenai obat tersebut.

Pasien datang membawa resep Greating dan Grooming

Apoteker/TTK menerima resep dan melihat


kelengkapan (Skrining) resep dari pasien

cek ketersediaan obat dan informasikan


harga ke pasien

Setuju Tidak Setuju

Input data sesuai resep Resep dikembalikan ke pasien

Kasir menyerahkan resep kepada


petugas untuk menyediakan barang
atau obat yang diminta dalam resep

Apoteker /TTK memberi etiket obat serta


informasi tentang obat seperti dosis, cara
pemakaian dan informasi lain yang
diperlukan

Resep disimpan untuk diarsipkan


Gambar 3. Alur Pelayanan Resep Tunai

18
2. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
Pelayanan informasi sediaan farmasi di Apotek Kimia Farma 633 Panji
Tilar seperti insulin, suppositoria, inhaler, ovula dan lain-lain tetap dilakukan.
Jika pasien belum pernah menggunakan obat-obatan tersebut maka apoteker
atau asisten apoteker akan menjelaskan kepada pasien mengenai cara
penggunaannya secara rinci. Namun, bila pasien memiliki riwayat sudah
pernah memakai obat-obatan tersebut. Maka nantinya apoteker dan asisten
apoteker akan mengingatkan kembali kepada pasien tentang cara
penggunaannya dan aturan pemakainnya. Untuk obat-obatan umumnya
pelayanan informasi obatnya tetap dijelaskan mengenai kandungan yang
tersedia dalam obat tersebut, fungsi, efek samping dan lama penggunaan dari
obat tersebut. Sebelum memilihkan obat kepada pasien, terlebih dahulu
apoteker ataupun asisten apoteker menggali keluhan yang dirasakan pasien,
berapa lama pasien sudah merasakan gejala tersebut dan apakah ada riwayat
alergi pada tubuh pasien. Hal ini dilakukan agar pasien mendapatkan obat
sesuai dengan penyakit yang dikeluhkan, agar obat yang diterima pasien tidak
salah dan tidak tepat indikasi. Sedangkan pelayanan informasi alat kesehatan
(kursi roda, tongkat, walker, termometer) dan BMHP (spuit, handscoon,
perban) tidak diperjual belikan melalui resep dan harus dibeli secara
langsung/tunai.

3. Pelayanan Swamedikasi
Pelayanan swamedikasi merupakan pelayanan secara langsung kepada
pasien yang melakukan pengobatan sendiri tanpa menggunakan resep dokter.
Pengobatan secara swamedikasi biasanya pada penyakit-penyakit tergolong
ringan seperti demam, batuk, pilek, nyeri, gangguan pencernaan, alergi dan
sebagainya. Pelayanan diawali dengan konsumen datang ke apotek dan
menceritakan keluhannya, berdasarkan keluhan tersebut apoteker maupun
asisten apoteker dapat menentukan obat yang tepat untuk konsumen. Untuk

19
penyerahan obat disertai juga dengan pemberian informasi obat seperti aturan
pakai, cara pemakaian, efek samping dan untuk konsumen yang susah
mengingat biasanya dituliskan pada kemasan obat.
Metode pelayanan swamedikasi yang digunakan untuk mengetahui
informasi pasien adalah metode WWHAM,yaitu:
1. W : Who is patient? (Siapa pasiennya?)
2. W : What are the symptoms? (Apa gejalanya?)
3. H : How long have the symptoms persisted? (Berapa lam gejala
tersebut mucul?)
4. A : Action taken, what medicine tried? (Tindakan yang
dilakukan, obat apa yang digunakan?)
5. M : Medicine already being taken for other conditions? (Obat apa saja
yang saat ini digunakan untuk gejala yang lain?)

20
Pasien datang

Greating dan Grooming

Apoteker/TTK menanyakan keluhan, umur/


untuk siapa, riwayat penggunaan obat, lama sakit

Cek ketersediaan Obat

tersedia Tidak tersedia

Informasikan harga obat Dicarikan dioutlet lain

Lakukan pembayararan
dan Obat disediakan
Pasien setuju Pasien tdk setuju

Pasien menunggu /
Lakukan pembayararan ambil sendiri
dan Obat disediaakan

Apoteker /TTK memberi etiket obat serta


informasi tentang obat seperti dosis, cara
pemakaian dan informasi lain yang diperlukan

Gambar 4. Alur pelayanan pasien swamedikasi

21
4. Pencatatan /pelaporan Narkotika dan Psikotropika
Sistem pelaporan untuk obat prekursor, obat-obat tertentu, narkotika dan
psikotropika dilakukan setiap 1 bulan sekali. Untuk pelaporan narkotika dan
psikotropika dilakukan melalui sistem SIPNAP yang di lakukan tiap bulan,
kemudian setelah data telah terinput data tersebut di import (paling lama
sebelum tanggal 10 pada bulan berikutnya).

22
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah kami melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Apotek
Kimia Farma 633 Panji Tilar mulai dari tanggal 06 Februari – 06 Meret 2023.
Maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Memahami sistem pengelolaan perbekalan farmasi di Apotek Kimia Farma
633 Panji Tilar telah berjalan dengan baik dan dilakukan sesuai standar yang
berlaku dilingkungan Kimia Farma Apotek UB Mataram.
2. Memahami sistem pelayanan pembelian obat narkotik, psikotropik, obat-obat
tertentu (OOT), dan prekursor yang dilakukan oleh Apotek Kimia Farma
Panji Tilar ini harus menggunakan resep asli lengkap dengan cap stempel dan
tanda tangan dokter yang melakukan praktek.
3. Memahami pencatatan perekapan resep dilakukan setiap hari, dimana resep
dikumpulkan dan dipisahkan berdasarkan tanggal dibuat atau dikeluarkannya
resep.

B. Saran
Diharapkan kepada Apotek Kimia Farma 633 Panji Tilar dapat mempertahankan
dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yang telah dicapai selama ini
dan lebih meningkatkan hubungan kerja sama antar sesama.

23
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
252&lang=id di akses pada tanggal 14 maret 2022 pukul 14.17 WITA
Kimia Farma. (2012). Laporan Tahunan (Annual Report) 2012.
[Link] diakses pada tanggal 14 Maret 2022, pukul
13.12 WITA
Kimia Farma Apotek - Kimia Farma - BUMN Farmasi Terbesar di Indonesia akses
tanggal 14 maret 2022 waktu 14.35 WITA
Kemenkes RI. 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian
Di Apotik. Direktorat Jendral Kementrian Kesehatan RI : Jakarta
Lestari. 2017. Laporan Praktek Profesi Apoteker di Apotek Kimia Farma Cipancing.
Bandung : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.
Mashuda. 2011. Pedoman Cara pelayanan kefarmasian yang baik. Kerjasama direktorat
jenderal bina kefarmasian dan alat kesehatan kementerian kesehatan republik
indonesia dengan pengurus pusat ikatan apoteker indonesia
Permenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun
2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 35
Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Jakarta.
Tim PKPA PT. Kimia Farma Apotek. 2012. Panduan dan Materi Praktek Kerja Profesi
Apoteker di Apotek Kimia Farma. Jakarta: PT. Kimia Farma Apotek.

24
Lampiran
• Lampiran 1. Tempat pelayanan resep, kasir, dan konsultasi/penyerahan obat

• Lampiran 2. Surat pesanan obat Psikotropika, Prekursor, dan OOT

SP Psikotropika SP Prekursor

25
SP OOT

• Lampiran 3. Print out Penerimaan Barang di sistem KF

26
• Lampiran 4. Penyimpanan Obat Area Swalayan Farmasi

• Lampiran 5. Penyimpanan Obat-obat ethical

Obat Antibiotik, Pencernaan, Diabetes, Obat Sirup


dan BPJS

27
Sediaan Supositoria dan Insulin

Lemari Penyimpanan Obat Narkotika dan Psikotropika

28
• Lampiran 6. Nota Pengganti Struk Obat

• Lampiran 7. Etiket dan Copy Resep

Etiket Obat Dalam

29
Copy Resep

30

Anda mungkin juga menyukai