MAKALAH FARMAKOLOGI
“OBAT ANTI-KANKER”
Dosen Pengampu:
apt. Baiq Leny Nopitasari [Link].
Disusun Oleh :
LALU TEGUH WINATRA
(2021E1C077)
PRODI FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
2021
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................2
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................................4
A. Latar Belakang...............................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.........................................................................................................................4
C. Tujuan............................................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................................5
A. Definisi Kanker...............................................................................................................................5
B. Definisi Anti-Kanker.......................................................................................................................5
C. Bahan Alam Sebagai Anti-Kanker...................................................................................................5
1. Tanaman Srikaya.....................................................................................................................5
2. Tanaman Sembung..................................................................................................................6
BAB III PENUTUP....................................................................................................................................8
A. Kesimpulan....................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................9
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, wr. wb
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat,
Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada kami sampai saat ini, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas individu yang berjudul “Obat Anti-kanker”
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu dosen serta semua pihak yang turut
membantu dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Farmakologi serta untuk menambah pengetahuan dalam pendidikan.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan
makalah ini. Dan Kami mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
umumnya dan bagi kami.
Wassalamu’alaikum [Link].
Mataram, Maret 2023
Penyusun.
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kanker masih menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia sehingga
menimbulkan masalah global. Kanker merupakan kelompok penyakit yang dapat
menyerang semua jaringan tubuh atau organ yang dimulai ketika sel-sel abnormal
tumbuh secara tidak terkendali hingga melampaui batas untuk kemudian menyerang
bagian tubuh lain yang dekat dan menyebar ke organ lain. Proses lanjut disebut
metastasis yang menjadi penyebab utama kematian diakibatkan kanker. Neoplasma atau
tumor ganas merupakan nama lain untuk kanker (WHO, 2022).
Secara global, kanker adalah penyebab kematian kedua yang utama dengan jumlah
sekitar 9,6 juta kematian atau satu dari enam kematian pada tahun 2018. Jenis kanker
yang banyak terjadi pada pria diantaranya kanker paru-paru, kolorektal, prostat, hati, dan
lambung, sedangkan jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita adalah kanker
payudara, serviks, paru-paru, kanker kolorektal, dan tiroid (WHO, 2022). Pada tahun
2012 terhitung sekitar 8,2 juta kematian terjadi akibat kanker dimana jenis kanker
terbanyak yaitu kanker paru, kolorektal, hati, perut, dan kanker payudara. Prevalensi
penyakit kanker secara nasional penduduk di Indonesia pada rentang semua umur di
tahun 2013 adalah sebesar 1,4% atau sekitar 347.792 orang (Sari, 2022).
Pengobatan kanker secara medis yang selama ini dilakukan adalah melalui
pembedahan (operasi), penyinaran (radiasi) dan terapi kimia (kemoterapi). Salah satu
yang menjadi perhatian adalah kemoterapi, yaitu penggunaan bahan-bahan bioaktif dari
hasil sintesis atau isolasi bahan alam. Penggunaa bahan bioaktif dari isolasi bahan alam
terus dikembangkan sampai saat ini karena sifatnya yang "renewable", mudah
terdekomposisi dan dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. sedangkan bahan sintetis dapat
tertinggal atau menjadi residu yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini menyebabkan
pelacakan senyawa-senyawa antikanker dari bahan alam banyak dilakukan, untuk
mendapatkan senyawa yang berpotensi sebagai antikanker baru dalam strategi
pengembangan kemoterapi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kanker?
2. Apa itu anti-kanker?
3. Apa saja bahan alam yang dapat dikembangkan menjadi obat anti-kanker?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari kanker
2. Mengetahui apa itu anti-kanker
3. Mengetahui beberapa bahan alam yang dapat dikembangkan menjadi obat anti-kanker
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Kanker
Kanker merupakan penyakit yang berawal dari kerusakan materi genetika pada
deoxynucleicacid (DNA) (Rumastika, 2016). Penyakit kanker merupakan penyakit yang
sel abnormalnya berkembang tanpa terkendali dan mampu menyerang dan berpindah
antar sel dan jaringan tubuh. World Health Organization menyebutkan kanker sebagai
salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Data dari Global Burden of Cancer
(GLOBOCAN) yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa
jumlah kasus 18,1 juta dan kematian 9,6 akibat kanker ditahun 2018 dan diperkirakan
akan meningkat terus hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030 (Malik, 2023).
B. Definisi Anti-Kanker
Anti kanker atau yang sering disebut obat sitostatika merupakan suatu obat yang
digunakan untuk membunuh atau menghambat mekanisme proliferasi sel kanker. Obat ini
bersifat toksik bagi sel kanker itu sendiri maupun sel normal yang proliferasinya cepat,
khususnya sel pada sumsum tulang belakang, sel pada epitel gastrointestinal, dan sel
folikel rambut. Terapi antikanker dapat diberikan secara per oral atau secara parenteral.
Dengan adanya obat antikanker diharapkan memiliki toksisitas selektif, artinya hanya
menghancurkan sel kanker tanpa harus merusak jaringan normal disekitarnya.
C. Bahan Alam Sebagai Anti-Kanker
1. Tanaman Srikaya
Evaluasi fitokimia pada daun dan biji srikaya telah banyak dilakukan. Seyawa
aktif yang biasa digunakan sebagai indikator keberhasilan terapi menggunakan daun
srikaya adalah, diterpene (DITs), alkaloid (ALKs), annonaceous acetogenins
(ACGs), cycloppeptides (CPs) dan essential oil. DITs tersebar hamper di semua
bagian dari tanaman srikaya. Beberapa diantaranya menunjukkan aktivitas anti
kanker untuk paru-paru dan ovarium. ALKs adalah kelas senyawa yang dilaporkan
yang dimiliki oleh tanaman srikaya, namun hanya ada 19 alkaloid yang berhasil
diisolasi. ALKs paling banyak ditemukan pada daun dan batang adalah ALKs
aporfin yang dianggap sebagai konstituen bioaktif dengan aktivitas anti-hipertensi,
antispasmodik, anti-histaminik, anti-kanker dan untuk dilatasi bronkus (fadholly,
2023).
Penelitian terhadap potensi daun dan bijij srikaya dapat dilakukan secara in vitro
dan in vivo. Ekstraksi daun dan biji srikaya (Annona squamosa L.) dilaporkan
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Kandungan alkaloid
diketahui berpotensi sebagai agen antikanker dengan menghambat proliferasi
(antiproliferatif) dan menginduksi proses apoptosis dari sel kanker. Flavonoid
berperan dalam inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel,
induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis Tanin berfungsi untuk
5
menghambat pertumbuhan sel kanker. Saponin diketahui berkhasiat sebagai
antitumor dan menghambat pertumbuhan kanker (fadholly, 2023).
Secara in vitro beberapa penelitian antikanker terakit daun srikaya telah
dilakukan, diantaranya nanopartikel kitosan-ekstrak daun srikaya yang diujikan pada
sel WiDr (kanker kolon) dan sel HeLa menunjukkan peningkatkan ekspresi caspase-
3, dan menghambat siklus sel pada fase G2/M serta menginduksi apoptosis.
Nanopartikel perak- esktrak daun srikaya juga dilaporkan memiliki selektivitas pada
sel HEK-293, sel HeLa dan sel MCF-7. Ekstrak daun srikaya juga dapat mengurangi
pertumbuhan sel tumor melanoma pada swiss albino mice (fadholly, 2023).
Secara in vitro ekstrak ethanol biji srikaya juga dilaporkan mempunyai efek
sitotoksisitas yang tinggi pada sel MCF-7, A-549, K-526, KB, serta menurunkan
pertumbuhan dari dalton’s lymphoma ascites dan ehrlich ascites carcinoma. Secara
in vivo biji srikaya juga dapat mengunduksi apoptosis melalui jalur mitokondria pada
sel kanker hati (fadholly, 2023).
2. Tanaman Sembung
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dan minyak
atsiri dalam daun sembung memiliki efek bioaktivitas baik in vivo maupun in vitro.
Kandungan fitokimia tanaman sembung berupa alkaloid, treroid, tanin, dan
glikosida. Kandungan Blumea balsamifera dari Malang, Tawangmangu dan Bogor
yakni berupa tanin, flavonoid, L-campor, borneol, caryophyllene, β-camphene, dan
α-humulene. Senyawa aktif utama tanaman sembung adalah L-borneol dengan
volatilitas yang tinggi. Selain itu, flavonoid, minyak esensial, alkaloid, treroid, tanin,
dan glikosida dan terpenoid juga terkandung di dalam tanaman ini (Dita, dkk, 2023).
Komponen utama minyak atsiri dari daun tanaman sembung yang diekstraksi
dengan metode hidrodistilasi menggunakan alat Clevenger selama 4 jam dengan
pelarut dietil eter didapatkan sebanyak 33,22% borneol; 8,24% caryophyllene; 7,12%
ledol; 5,18% 1,8-tetracyclo tridecan-9 –ol; 4,63% 4,4- dimethyl, phytol; 4,07%
caryophyllene oxide, 3,44% guaiol ; 4,42% thujopsene-13; 3,59% dimethoxydurene
dan 3,18% γ-eudesmol (Dita, dkk, 2023).
Daun sembung menunjukkan adanya senyawa dihydroquercetin-7,4-dimetil eter
dan luteolin-7-metil eter yang aktif melawan sel KB pada kanker mulut dengan nilai
IC50 masing-masing 17.09 dan 17.83 ug/ml. Luteolin-7-methyl ether memiliki
aktivitas toksisitas sedang terhadap sel kanker mulut dan efek sitotoksisitas yang
kuat terhadap sel NCI-H187 kanker paru-paru. Kandungan luteolin-7-methyl ether
memiliki efek sitotoksisitas yang kuat untuk melawan sel line kanker paru-paru
manusia (NCI-H187) dengan nilai IC50 1,29 μg/mL (Dita, dkk, 2023).
Kandungan senyawa dihidroflavonol dari tanaman sembung dapat menginduksi
apoptosis melalui peningkatan regulasi DR5 pada kanker mulut. Dengan
teraktivasinya reseptor pada DR5 maka akan memicu apoptosis sel. Flavonoid
merupakan senyawa yang dianggap memiliki aktivitas antikanker. Kandungan
flavonoid pada tanaman sembung cukup tinggi dibandingkan tanaman lain, seperti
daun jambu biji. Kandungan flavonoid pada daun jambu biji hanya sekitar 9-12%
dibandingkan tanaman sembung yang memiliki kandungan flavonoid sebesar
6
16,71%. Aktivitas penghambatan XO menunjukkan bahwa flavonoid menghambat
XO dan mengikat radikal bebas. Flavonoid dapat menghambat pompa efflux P-gp.
Pompa efflux P-gp ini dapat menyebabkan penumpukan obat antikanker intraseluler
dalam sel kanker. Penghambatan P-gp akan menyebabkan konsentrasi obat
antikanker intraseluler menjadi tinggi sehingga terapi kemoterapi dapat berjalan
lebih efektif. Uji dalam model tumor xenograft HeLa di BALB / c nude mice
menunjukkan bioflavonoid memiliki aktivitas antikanker dengan memblokir siklus
sel dan menghambat proses angiogenesis. Ekstrak metanol tanaman sembung
memiliki aktivitas penghambatan perkembangan sel karsinoma hepatoseluler pada
tikus dan mencit yang diinduksi selenocysteine. Ekstrak metanol menginduksi cycle
arrest pada fase G1 dengan menurunkan ekspresi cyclin-E dan fosforilasi protein
retinoblastoma serta menghambat proliferasi sel tumor (Dita, dkk, 2023).
7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kanker merupakan penyakit yang berawal dari kerusakan materi genetika pada
deoxynucleicacid (DNA) sehingga sel abnormalnya berkembang tanpa terkendali dan
mampu menyerang dan berpindah antar sel dan jaringan tubuh.
Ada penyakit tentu ada obatnya, istilah Anti kanker atau yang sering disebut obat
sitostatika merupakan suatu obat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat
mekanisme proliferasi sel kanker. Obat ini bersifat toksik bagi sel kanker itu sendiri
maupun sel normal yang proliferasinya cepat, khususnya sel pada sumsum tulang
belakang, sel pada epitel gastrointestinal, dan sel folikel rambut
Beberapa bahan alam yang dapat dijadikan anti kanker karena khasiat
kandungannya adalah sbb:
1. Tanaman Srikaya
2. Tanaman Sembung
8
DAFTAR PUSTAKA
Sari, W. P. (2022). Potensial Terapi Antikanker Melalui Senyawa Bioaktif dari
Nutrasetikal. Jurnal Ilmu Medis Indonesia (JIMI), 1(2), 59-70.
World Health Organization (WHO). (2022). Cancer.
[Link] (diakses pada 23 Maret 2023
pukul 14.58 WITA)
Malik, N. A. A. (2023). PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT
KANKER KANDUNG KEMIH.
Rumastika, N. S. (2016). Terapi mual muntah pasca kemoterapi.
Fadholly, A. (2023). Daun dan Biji Srikaya (Annona squamosa L.) dan Potensinya sebagai
Antikanker. Jurnal Veteriner dan Biomedis, 1(1), 45-50.
Dita, D. A. A., Ners, M., Ocktaviani, R. D., Sinaga, M. G., & Sari, D. R. (2023). A REVIEW
POTENSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (Lin.) DC) SEBAGAI AGEN
ANTIKANKER PAYUDARA. ALOTROP, 7(1), 6-16.