100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
383 tayangan13 halaman

Makalah: Perpajakan Dalam Pembangunan Ekonomi

Makalah ini membahas tentang perpajakan dalam pembangunan ekonomi. Pajak dijelaskan sebagai kontribusi wajib kepada negara yang dipungut secara paksa berdasarkan undang-undang untuk membiayai kebutuhan negara dalam mencapai kesejahteraan rakyat. Fungsi pajak mencakup pendanaan belanja negara dan alat kebijakan fiskal. Sistem pemungutan pajak di Indonesia menganut self assessment system.

Diunggah oleh

Sumber Harta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
383 tayangan13 halaman

Makalah: Perpajakan Dalam Pembangunan Ekonomi

Makalah ini membahas tentang perpajakan dalam pembangunan ekonomi. Pajak dijelaskan sebagai kontribusi wajib kepada negara yang dipungut secara paksa berdasarkan undang-undang untuk membiayai kebutuhan negara dalam mencapai kesejahteraan rakyat. Fungsi pajak mencakup pendanaan belanja negara dan alat kebijakan fiskal. Sistem pemungutan pajak di Indonesia menganut self assessment system.

Diunggah oleh

Sumber Harta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PERPAJAKAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI


Makalah ini Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ekonomi

GURU MATA PELAJARAN : NADYA DEVIANTI, [Link]

Disusun Oleh :
XI IPS 1
 Aminatuzzahro
 Fitriani Siti N
 Netia Rahma L
 Shalwa Cahya F

SMA NEGERI 1 TELAGASARI

TAHUN AJARAN 2022/2023


KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
Rahmat dan karunia-Nya,Dan sholawat serta salam tetap terlimpahkan kepada Nabi besar
Muhammad SAW. penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Perpajakan
dalam Pembangunan Ekonomi" dengan tepat waktu. Makalah disusun untuk memenuhi tugas
Mata Pelajaran Ekonomi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nadya Devianti, [Link]
selaku guru Mata Pelajaran [Link] terima kasih juga disampaikan kepada semua
pihak yang telah membantu menyelesaikannya makalah ini. Harapan kami semoga makalah
yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para
pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki
bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi. Kami sadar bahwa kami ini tentunya
tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan
penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami.
Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat
membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

ii
DAFTAR ISI

JUDUL............................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...................................................................................................................ii
DAFTAR
ISI.................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang Pajak..................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................2
1.3 Tujuan
Pembahasan.....................................................................................................2
BAB II ISI/PEMBAHASAN.......................................................................................................3
2.1 Pengertian Pajak..........................................................................................................3
2.2 Unsur Pajak.................................................................................................................4
2.3 Fungsi Pajak................................................................................................................4
2.4 Syarat-Syarat Pemungutan
Pajak.................................................................................5
2.5 Sistem Pemungutan Pajak...........................................................................................5
2.6 Asas Pemungutan
Pajak...............................................................................................5
2.7 Macam-Macam
Pajak..................................................................................................6
2.8 Tarif Pajak...................................................................................................................6
2.9 Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan Pajak...............................................................7
2.10 Perbedaan Pajak dengan Pemungutan Resmi Selain
Pajak.......................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................9
iii

BAB I

1.1 Latar Belakang

Pajak merupakan sumber pembiayaan terbesar negara dalam menyelenggarakan


pemerintahan. Dari tahun ke tahun, penerimaan dari sektor pajak terus menunjukkan
peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan realisasi penerimaan pajak untuk beberapa
tahun terakhir yang cukup signifikan. Dalam nota keuangan 2011, pada tahun 2008
penerimaan pajak mencapai 571,1 triliun rupiah, tahun 2009 menjadi 565,7 triliun rupiah,
tahun 2010 sebesar 649 triliun rupiah, tahun 2011 meningkat menjadi 872,6 triliun rupiah.
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan
yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat. Mengingat pajak merupakan pendapatan terbesar negara, tentu saja pemerintah
berupaya untuk meningkatkan jumlah pendapatan dari sektor yang sangat potensial ini.

Dalam rangka upaya peningkatan penerimaan pajak, pemerintah melakukan perubahan


mendasar dengan dikeluarkannya UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan merubah sistem pemungutan pajak yang digunakan di Indonesia yaitu
digunakannya self assessment system yang menggantikan official assessment system.
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak
Penghasilan, sistem pemotongan dan pemungutan pajak di Indonesia khususnya pada Pajak
Penghasilan (PPh) menganut sistem self assessment. Sistem pemungutan pajak ini
memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak untuk menghitung, memperhitungkan,
menyetor dan melaporkan pajaknya
1

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah yang dapat
diidentifikasikan adalah :
1. Apa itu Pajak?
2. Apa Fungsi Pajak?
3. Apakah Pemungutan Pajak mempunyai Syarat?
4. Bagaimana Sistem Pemungutan Pajak?
5. Bagaimana Cara Pembayaran Pajakdan Pelaporan Pajak?
6. Apa perbedaan Pajak dan Pemungutan Resmi selain Pajak?

1.3 Tujuan Pembahasan


Adapun tujuan pembahasannya yaitu sebagai berikut.
Agar mengetahui atau mengenal apa itu pajak, Fungsi pajak, Syarat-Syarat dalam
Pemungutan pajak, Sistem Pemungutannya bagaimana, Bentuk tarif pajak seperti apa,
Kemudian cara pembayarannya bagaimana dan melalui apa, serta mengetahui perbedaan
Pajak dengan Pemungutan resmi selain pajak.
2

BAB II
ISI/PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pajak

Adapun pengertian Pajak menurut para ahli yaitu sebagai berikut.

1. Menurut Prof. Dr. P. J. A. Andriani mengemukakan bahwa pajak adalah pungutan atau
iuran masyarakat kepada negara yang dapat dipaksakan serta tertuang bagi yang wajib
membayarnya sesuai peraturan undang-undang. Pembayar pajak tidak memperoleh
imbalan langsung yang bisa ditunjuk dan dipakai dalam pembiayaan untuk keperluan
negara.
2. Menurut Dr. Soeparman Soemahamidjaja dalam disertasinya yang berjudul “Pajak
Berdasarkan Asas Gotong Royong” menyatakan: “Pajak adalah iuran wajib berupa uang
atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna
menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai
kesejahteraan umum”. Dari definisi di atas tidak tampak istilah “dipaksakan” karena
bertitik tolak pada istilah “iuran wajib”. Sisi lainnya yang berhubungan dengan
kontraprestasi menekankan pada mewujudkan kontraprestasi itu diperlukan pajak.
3. Prof. Dr. Rochmat. Soemitro, S.H. dalam bukunya Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak
Pendapatan (1990: 5) menyatakan: “Pajak adalah iuran kepada kas negara berdasarkan
undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbale
(kontraprestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar
pengeluaran umum”.
4. Menurut UU No. 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 6 Tahun 1983
tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak adalah konstribusi wajib
pajak kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa
berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan
digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Berdasarkan definisi tersebut, Pajak dapat disimpilkan ciri-cirinya yaitu sebagai berikut.
1. Iuran wajib kepada negara.
2. Bersifat memaksa.
3. Dipungut berdasarkan undang-undang.
4. Tidak mendapat balas jasa
5. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum.

3
2.2 Unsur Pajak

1. Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban.
2. Objek pajak adalah sesuatu yang dikenakan pajak misalnya penghasilan seseorang yang
melebihi jumlah tertentu,tanah,bangunan,laba perusahaa,kekayaan dan mobil.
3. Tarif pajak adalah ketentuan besar kecilnya pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak
terhadap objek pajak yang menjadi tanggungan nya.

2.3 Fungsi Pajak

1. Fungsi anggran (Budgetair)


Pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran pengeluaran negara.
2. Fungsi mengatur (Regulerend)
Pemerintah berita mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak dengan
fungsi mengatur pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
3. Fungsi stabilitas
Dengan adanya pajak pemerintah memiliki dana untuk menjalani kebijakan yang
berhubungan dengan stabilitas harga sehingga yang pasti dapat dikendalikan.
4. Fungsi Redistribusi Pendapatan
Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membatik semua
kepentingan umum termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat
membuka kesempatan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat.
4
2.4 Syarat-Syarat Pemungutan Pajak
Pemungutan pajak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
1. Syarat Keadilan maksudnya pajak dikenakan secara umum dan merata berdasarkan
undang-undang yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
2. Syarat Yuridis pajak telah diatur dengan berbagai undang-undang hal itu memberikan
jaminan hukum baik bagi negara maupun bagi warganya
3. Syarat Ekonomi pemungutan pajak tidak boleh mengganggu kelancaran kegiatan
produksi dan perdagangan sehingga tidak menimbulkan kerusuhan perekonomian
masyarakat
4. Syarat Finansial biaya pemungutan pajak tidak lebih besar dari hasil pemungutan pajak
5. Syarat kesederhanaan pemungutan pajak harus sederhana maksudnya agar dapat
dipahami oleh wajib pajak sehingga wajib pajak atau masyarakat mudah untuk
menghitung sendiri

2.5 Sistem Pemungutan Pajak


Ada beberapa sistem pemungutan pajak yaitu sebagai berikut.
1. Official Assessment System, sistem pemungutan pajak ini memberi wewenang kepada
pemerintah untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.
2. Self Assessment System, sistem ini memberi wewenang kepada wajib pajak untuk
menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.
3. With Holding System, pemungutan pajak ini memberi wewenang kepada pihak ketiga
untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.

2.6 Asas Pemungutan Pajak


Menurut W.J. Langen asas pemungutan pajak sebagaik berikut.
1. Asas daya pikul, pajak yang dipungut berdasarkan besar kecilnya pendapatan.
2. Asas manfaat, pajak yang dipungut harus digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat
untuk kepentingan umum.
3. Asas kesejahteraan, pajak yang dipungut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
4. Asas kamanan, dalam kondisi yang sama antarwajib pajak dikenakan pajak dalam
jumlah yang sama.
5. Asas beban, pungutan pajak diusahakan serendah-rendahnya sehingga tidak
memberatkan wajib pajak.
5
2.7 Macam-Macam Pajak
a. Berdasarkan Sistem Pemungutan
 Pajak langsung, meliputi pajak penghasilan, pajak kekayaan, pajak perseroan, pajak
atas bunga, dan lain-lain.
 Pajak tidak langsung, meliputi pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, bea materai,
bea lelang, dan lain-lain.
b. Berdasarkan Lembaga Pemungutan
 Pajak pusat, meliputi pajak penghasilan, pajak kekayaan, pajak ekspor, dan lain-lain.
 Pajak daerah, meliputi pajak kendaraan, pajak reklame, pajak radio,dan lain-lain.
c. Berdasarkan Sifatnya
 Pajak subjektif, yaitu dari pajak penghasilan.
 Pajak objektif, meliputi pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang
mewah.

2.8 Tarif Pajak


Berikut beberapa bentuk tarif pajak.
 Tarif pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang semakin
meningkat mengikuti pertambahan jumlah pendapatan yang dikenakan pajak.
 Tarif pajak degresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang semakin
kecil dengan semakin besarnya jumlah pendapatan yang dikenakan pajak.
 Tarif pajak proposional adalah pemungutan pajak dengan persentase tetap, berapa pun
jumlah pendapatan yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak.
 Tarif pajak tetap adalah tarif berupa jumlah tetap (sama)terhadap berapa pun besarnya
pajak yang terutang tidak bergantung pada jumlah yang dikenakan pajak.
6
2.9 Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan pajak
Kini sudah ada cara pembayaran pajak online yang disediakan oleh Direktorat Jendral
Pajak atau DJP.
Cara membayar pajak online dikenal dengan layanan e-billing DJP online. E-billing DJP
online adalah suatu layanan yang dicetuskan oleh DJP sebagai metode pembayaran pajak
secara digital. Cara membayar pajak ini memanfaatkan kode billing atau ID billing dalam
prosedurnya.
Adapun billing system merupakan prosedur yang memungkinkan suatu pembayaran online
dengan menerbitkan kode atau ID tanpa anda harus mencantumkan surat setoran secara
manual. Metode ini pada dasarnya ditunjukan untuk mempermudah dan mempercepat
proses pembayaran pajak.

2.10 Perbedaan Pajak dengan Pungutan Resmi Selain Pajak


Selain pajak ada beberapa pungutan resmi lainnya yang merupakan sumber pendapatan
negara, yaitu bea ekspor dan impor, cukai, retribusi, iuran pembangunan daerah, denda
pelanggaran lalu lintas, serta pungutan hasil hutan.
Berikut tabel perbedaan antara pajak dan pungutan resmi selain pajak.
Faktor yang
No Pajak Retribusi
membedakan
Keputusan atau undang-undang Keputusan dari pemerintah
1 Keputusan
dari pemerintah pusat daerah.
Pajak diatur dengan undang- Retribusi ditetapkan dengan
2 Ketetapan
undang. peraturan daerah.
3 Pihak Pemungut Pemerintah pusat. Pemerintah Daerah.
4 Sifat Pemungutan Wajib yang dapat dipaksakan. Tidak wajib.
Tidak dapat imbalan/jasa Mendapat imbalan/jasa secara
5 Imbalan/jasa
secara langsung langsung.
Aturan pajak berlaku untuk Aturan retribusi berlaku untuk
Pemberlakuan
6 seluruh warga negara daerah yang bersangkutan.
aturan
Indonesia.
Pajak merupakan sumber Retribusi merupakan sumber
7 Sumber pendapatan pendapatan pemerintah pusat. pendapatan pemerintah daerah
7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari BAB I dan BAB II yaitu bahwa pajak adalah pendapatan yang dihasilkan
dari negara untuk negara dan pajak juga sangat penting bagi perekonomian negara maupun
daerah. Selain itu, pajak juga mempunyai beberapa ciri-ciri, unsur, fungsi, syarat-syarat,
sistem pemungutan, asas pemungutan, macam-macam pajak, tarif pajak, serta perbedaan
antara pajak dengan pungutan resmi selain pajak.
8
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
q=latar+belakang+perpajakan&rlz=1C1LOQA_enID817ID817&sourceid=chrome&ie=UTF-8
[Link]
9

Anda mungkin juga menyukai