SOP PENGOPERASIAN FUNGSI SECTIONALIZER
FTU PNC P200C
1. Pastikan arah arus benar, perhatikan tanda ABC >> RST, ABC << RST
pada display LED.
2. Aktifkan fungsi Over Current dan/atau Ground Fault
3. Tentukan besar arus gangguan dan delay time
4. Jika diperlukan tentukan arah arus gangguan. FWD, REV, Off
5. Aktifkan fungsi sectionalizer
6. Save pengaturan / setting yang telah dibuat
Penjelasan ada pada halaman berikut
1
PENJELASAN PENGOPERASIAN SECTIONALIZER
1. Perhatikan Arah Arus
Arah arus penting dalam operasi sectionalizer untuk mengetahui arah gangguan. Maka sejak awal
pemasangan, perlu diatur agar FTU membaca arah arus dengan benar.
LBS mempunyai 2 sisi, biasanya disebut dengan sisi ABC dan sisi RST (diambil dari nama fasa)
seperti pada gambar berikut :
Sisi ABC Sisi RST
Jika label tidak terlihat maka sisi RST adalah sisi dimana terdapat kunci mekanik. Pada panel LED
arah arus terlihat seperti berikut :
Jika arah arus dari sisi RST ke sisi ABC maka akan terlihat ABC << RST seperti gambar di atas, jika
sebaliknya maka arah tampilannya adalah ABC >> RST
Jika tidak sesuai, maka arah perlu diatur di dalam setting. Tekan tombol Menu, panel LED akan
berubah seperti berikut :
2
Untuk mengubah arah arus arahkan menu ke :
Configuration -> I/O -> AC Rating -> CT Dir.
Ubah CT Dir. ke FWD atau REV agar penunjukan arus sesuai dengan arah sebenarnya.
2. Aktifkan fungsi Over Current dan / atau Ground Fault
Fungsi ini digunakan untuk menampilkan indikasi Fault dan mengaktifkan counter Sectionalizer.
Satu kali fault akan membuat counter bertambah satu angka
Menunya adalah :
Function Setting -> Group1 -> Fault Detection -> Phase (untuk Over Current)
Function Setting -> Group1 -> Fault Detection -> Ground (untuk Ground Fault)
3. Tentukan arus gangguan dan delay time
Pada menu no 2 di atas isikan data-data di bawah ini
Pickup Level : untuk menentukan arus gangguan
Detect time : untuk menentukan delay arus gangguan
Setting ini harus dikoordinasikan dengan Recloser atau Relay Proteksi gardu agar FTU dapat
membaca gangguan tersebut. Jika sistem proteksi bekerja sebelum LBS merasakan gangguan
maka Sectionalizer tidak akan bekerja.
Setelah data diisikan tekan tombol panah ke bawah sampai terlihat tulisan :
Func. In Use : ON
Pastikan setting pada ON, agar FTU aktif mendeteksi gangguan
4. Tentukan arah gangguan
Pada bagian bawah Func. In Use, terdapat menu berikut :
Fault Dir. : Off, FWD, REV
Fungsi ini menentukan di bagian mana gangguan dideteksi. Berikut skema gangguan pada opsi –
opsi tersebut.
Opsi Off :
3
Pada opsi Off, FTU mendeteksi gangguan pada area antara Sumber – LBS dan LBS – Beban
Opsi FWD :
Pada opsi FWD, FTU hanya akan mendeteksi gangguan pada area LBS – Beban
Opsi REV :
Pada opsi REV, FTU hanya akan mendeteksi gangguan pada area Sumber – LBS
5. Aktifkan Fungsi Sectionalizer
Setelah fungsi gangguan, fungsi sectionalizer juga harus diaktifkan. Menunya adalah :
Function Setting -> Group1 -> Sectionalizer
dengan sub Menu :
Section Func : (Off / VT / VIT)
Fault Count : (1 – 3)
Reset Time : (1s – 240s)
Untuk mengaktifkan, gunakan nilai VIT untuk Section Func. Opsi ini paling aman karena FTU akan
menunggu tegangan dan arus hilang untuk melepas LBS. Jika digunakan opsi VT maka LBS akan
lepas jika HANYA tegangan hilang.
Fault Count merupakan jumlah recloser trip agar fungsi Sectionalizer bekerja
Reset Time adalah jangka waktu antara penambahan nilai Fault Count sebelum counter di reset
ke nilai nol. Contoh : Fault Count diset 2, dengan Reset Time 100s (100 detik). Jika setelah trip
pertama (Fault Count = 1) tidak terjadi gangguan selama di atas 100 detik maka nilai Fault Count
di reset menjadi nol kembali.
6. Save / Rekam Pengaturan yang telah dibuat
Agar pengaturan di atas dapat bekerja, user harus merekam nilai – nilai yang telah ditentukan di
atas. Caranya adalah sebagai berikut :
4
Tekan tombol sampai gambar berikut muncul pada layar LCD
Kemudian tekan tombol panah atau sampai kata Yes muncul seperti berikut :
kemudian tekan tombol dan akan muncul tampilan password seperti berikut
Tekan tombol Enter di atas 4 kali untuk memasukkan angka 0000. Setelah FTU merekam data,
restart FTU dengan cara mematikan power dan nyalakan kembali.