100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan13 halaman

Capaian Pembelajaran Agribisnis Ternak Fase E

Dokumen tersebut membahas Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak untuk Fase E di SMK/MAK. CP digunakan sebagai acuan pembelajaran intrakurikuler dan menjelaskan rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran tersebut.

Diunggah oleh

Mohamad Romli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan13 halaman

Capaian Pembelajaran Agribisnis Ternak Fase E

Dokumen tersebut membahas Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak untuk Fase E di SMK/MAK. CP digunakan sebagai acuan pembelajaran intrakurikuler dan menjelaskan rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran tersebut.

Diunggah oleh

Mohamad Romli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


REPUBLIK INDONESIA
2022

Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran

Dasar – Dasar
Agribisnis Ternak
Fase E
Untuk SMK/ MAK
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Tentang Capaian Pembelajaran Dasar – Dasar Agribisnis


Ternak
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik pada setiap fase. Untuk mata pelajaran Dasar – Dasar
Agribisnis Ternak, capaian yang ditargetkan di Fase E.

CP menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sementara itu, kegiatan


projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak perlu merujuk pada CP, karena lebih
diutamakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang utamanya
untuk mengembangkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yang diatur
dalam Keputusan Kepala BSKAP tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil
Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, CP digunakan untuk
intrakurikuler, sementara dimensi profil pelajar Pancasila untuk projek penguatan
profil pelajar Pancasila.

Sebagai acuan untuk pembelajaran intrakurikuler, CP dirancang dan ditetapkan


dengan berpijak pada Standar Nasional Pendidikan terutama Standar Isi. Oleh
karena itu, pendidik yang merancang pembelajaran dan asesmen mata pelajaran
Dasar – Dasar Agribisnis Ternak tidak perlu lagi merujuk pada dokumen Standar
Isi, cukup mengacu pada CP. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun
untuk setiap mata pelajaran. Bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan
hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik
berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan CP reguler ini
dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum dan pembelajaran.

Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang


ditargetkan. Namun demikian, sebagai kebijakan tentang target pembelajaran yang
perlu dicapai setiap peserta didik, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan
pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu pengembang kurikulum operasional
ataupun pendidik perlu menyusun dokumen yang lebih operasional yang dapat
memandu proses pembelajaran intrakurikuler, yang dikenal dengan istilah alur
tujuan pembelajaran. Pengembangan alur tujuan pembelajaran dijelaskan lebih
terperinci dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen.

2
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Memahami Merumuskan Menyusun alur Merancang


Capaian tujuan tujuan pembelajaran pembelajaran
Pembelajaran pembelajaran dari tujuan dan asesmen
pembelajaran

Gambar 1. Proses Perancangan Pembelajaran dan Asesmen

Memahami CP adalah langkah pertama dalam perencanaan pembelajaran dan


asesmen (lihat Gambar 1 yang diambil dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen).
Untuk dapat merancang pembelajaran dan asesmen mata pelajaran Dasar –
Dasar Agribisnis Ternak dengan baik, CP mata pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis
Ternak perlu dipahami secara utuh, termasuk rasional mata pelajaran, tujuan,
serta karakteristik dari mata pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak Dokumen
ini dirancang untuk membantu pendidik pengampu mata Dasar – Dasar Agribisnis
Ternak memahami CP mata pelajaran ini. Untuk itu, dokumen ini dilengkapi dengan
beberapa penjelasan dan panduan untuk berpikir reflektif setelah membaca setiap
bagian dari CP mata pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak.

Untuk dapat memahami CP, pendidik perlu membaca dokumen CP secara


utuh mulai dari rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran, hingga
capaian per fase.

3
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Rasional Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak


Dasar-Dasar Agribisnis Ternak adalah mata pelajaran dasar pada program keahlian
Agribisnis Ternak, merupakan mata pelajaran prasyarat bagi mata pelajaran
kejuruan pada program keahlian Agribisnis Ternak.

Mata pelajaran ini berisi kemampuan yang mendasari penguasaan keahlian


Agribisnis Ternak agar peserta didik mampu berpikir ilmiah, bersikap positif, dan
berketerampilan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan, mampu menemukan
berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri. Mata
pelajaran ini menjadi dasar bagi peserta didik memahami proses Agribisnis
Ternak yang meliputi: menyiapkan kandang, mengoperasikan peralatan farm,
mengidentifikasi bibit ternak, membuat dan memberikan pakan, memelihara ternak,
menjaga kesehatan hewan, mengelola recording farm, memanen dan memasarkan
hasil panen sesuai standar. Mata pelajaran ini juga membekali peserta didik mampu
mengaplikasikan dasar-dasar pemeliharaan ternak dalam berwirausaha dan/atau
bekerja pada jabatan-jabatan di dunia usaha bidang peternakan.

Mata pelajaran ini harus dipahami oleh peserta didik sebelum mempelajari mata
pelajaran lain pada program keahlian Agribisnis Ternak, agar mereka ahli di bidang
peternakan sekaligus bernalar kritis, mandiri, kreatif, dan adaptif. Selain itu, mata
pelajaran ini juga memberikan wawasan bagi peserta didik tentang isu-isu global
terkait dengan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kelestarian ekosistem.

Setelah mempelajari mata pelajaran ini diharapkan peserta didik akan termotivasi
untuk terus belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang agribisnis peternakan
yang akan dipelajari di kelas XI dan XII. Peserta didik juga diharapkan akan mampu
mengembangkan secara mandiri usaha agribisnis peternakan, atau dapat berkiprah
di dunia kerja sesuai tuntutan dan kebutuhan perkembangan industri peternakan.

Pembelajaran mata pelajaran ini dapat dilakukan menggunakan berbagai


pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik
kompetensi yang harus dipelajari. Pembelajaran tersebut harus dapat menciptakan
pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang
dapat digunakan antara lain project-based learning, teaching factory, discovery-

4
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

based learning, problem-based learning, inquiry-based learning, atau model lainnya


serta metode yang relevan.

Mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Ternak ini berkontribusi dalam membangun


kemampuan dasar peserta didik menjadi pribadi yang menguasai keahlian agribisnis
ternak dengan memegang teguh iman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia terhadap manusia dan alam, bernalar kritis, mandiri, kreatif,
komunikatif dan adaptif terhadap lingkungan.

Setelah membaca bagian Rasional Mata Pelajaran, apakah dapat


dipahami mengapa mata pelajaran ini penting? Apakah dapat dipahami
tujuan utamanya?

Tujuan Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak


Mata pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak bertujuan untuk membekali peserta
didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skills dan hard skills)
meliputi:

1. memahami profil dan proses bisnis industri bidang agribisnis ternak;


2. memahami perkembangan teknologi dan isu-isu global terkait bidang agribisnis
ternak;
3. memahami agripreneur, lapangan kerja, dan peluang usaha di bidang agribisnis
ternak;
4. memahami proses-proses dasar pekerjaan bidang peternakan; dan
5. memahami penanganan komoditas ternak sesuai prosedur Kesehatan,
Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH).

5
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Setelah membaca tujuan mata pelajaran di atas, dapatkah Anda mulai


membayangkan bagaimana hubungan antara kompetensi dalam CP
dengan pengembangan kompetensi pada profil pelajar Pancasila?
Sejauh mana Anda sebagai pengampu mata pelajaran ini, mendukung
pengembangan kompetensi tersebut?

Karakteristik Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak


Pada hakikatnya mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak berfokus pada
kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh generasi muda penerus
agribisnis peternakan dengan menjadi agripreneur muda dan atau bekerja di
industri peternakan sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan
penerapan teknologi dan isu-isu global, profil entrepreneur, job profile, peluang
usaha dan pekerjaan/profesi.

Mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak meliputi elemen sebagai berikut.

Elemen Deskripsi

Proses bisnis secara Meliputi pemahaman proses bisnis secara


menyeluruh di bidang menyeluruh manajemen produksi bidang
agribisnis ternak agribisnis ternak, antara lain penerapan K3LH,
perencanaan produk, mata rantai pasok (Supply
Chain), logistik, proses produksi, penggunaan dan
perawatan peralatan di bidang agribisnis ternak,
serta pengelolaan sumber daya manusia dengan
memperhatikan potensi dan kearifan lokal.

6
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Elemen Deskripsi

Perkembangan teknologi Meliputi pemahaman tentang teknologi peternakan


produksi dan isu-isu seperti perkembangan bioteknologi, otomatisasi,
global terkait dengan aplikasi digitalisasi dan internet of things (IoT),
agribisnis dan industri serta isu-isu pemanasan global, perubahan iklim,
ternak ketersediaan pangan global, regional dan lokal,
pertanian berkelanjutan, sistem kelembagaan pada
rantai produksi dan pasar, dan limbah dengan
prinsip 8R (Rethink, Refuse, Reuse, Refurbish,
Repair, Repurpose, Recycle).

Agripreneur, peluang Meliputi pemahaman tentang profil agripreneur


usaha dan pekerjaan/ yang mampu membaca peluang pasar dan usaha,
profesi di bidang profesi pemroduksi ternak (petani ternak) dalam
agribisnis ternak rangka menumbuhkan jiwa wirausaha, serta
peluang usaha dan peluang bekerja di bidang
agribisnis ternak.

Proses-proses dasar Meliputi pemahaman tentang konsep, prinsip


pada agribisnis ternak dan prosedur peternakan (pembibitan, pakan,
perkandangan, kesehatan ternak, pemeliharaan,
pemanenan dan pemasaran).

Penanganan komoditas Meliputi pemahaman tentang pengidentikasian


peternakan sesuai karakteristik dan penanganan komoditas
prosedur Keselamatan peternakan untuk disimpan, dikonsumsi,
dan Kesehatan Kerja atau diproses lebih lanjut menjadi produk
(K3) olahan setengah jadi, atau produk jadi dengan
menerapkan prinsip dan prosedur K3.

7
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Kompetensi dan/atau materi esensial apa yang terus menerus dipelajari


dan dikembangkan peserta didik dari fase ke fase. Sejauh mana Anda
sudah mengajarkan seluruh elemen-elemen mata pelajaran ini?

Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar


Agribisnis Ternak Setiap Fase

Capaian Pembelajaran disampaikan dalam dua bentuk, yaitu (1)


rangkuman keseluruhan elemen dalam setiap fase dan (2) capaian untuk
setiap elemen pada setiap fase yang lebih terperinci.
Saat membaca CP, gunakan beberapa pertanyaan berikut untuk
memahami CP:
• Kompetensi apa saja yang harus dicapai peserta didik pada setiap
fase?
Bagaimana kompetensi tersebut dapat dicapai?
• Adakah ide-ide pembelajaran dan asesmen yang dapat dilakukan
untuk mencapai dan memantau ketercapaian kompetensi tersebut?

8
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Capaian Pembelajaran Setiap Fase

▶ Fase E (Umumnya untuk kelas X SMK/MAK)


Pada akhir fase E (kelas X), peserta didik akan mendapatkan gambaran yang utuh
mengenai program keahlian Agribisnis Ternak sehingga mampu menumbuhkan
kebanggaan, harapan besar, passion dan vision untuk merencanakan dan
melaksanakan aktivitas belajar.

Setelah membaca CP di atas, menurut Anda, apakah capaian pada fase


tersebut dapat dicapai apabila peserta didik tidak berhasil menuntaskan
fase-fase sebelumnya? Apa yang akan Anda lakukan jika peserta didik
tidak siap untuk belajar di fase yang lebih tinggi?

Capaian Pembelajaran Setiap Fase Berdasarkan Elemen

Saat membaca CP per elemen berikut ini, hal yang dapat kita pelajari
adalah:
• Apakah ada elemen yang tidak dicapai pada suatu fase, ataukah
semua elemen perlu dicapai pada setiap fase?

Elemen Fase E

Proses bisnis secara Pada akhir fase E peserta didik mampu


menyeluruh di bidang memahami tentang proses bisnis secara
agribisnis ternak menyeluruh manajemen produksi bidang
agribisnis ternak, antara lain penerapan K3LH,
perencanaan produk, mata rantai pasok (Supply
Chain), logistik, proses produksi, penggunaan dan
perawatan peralatan di bidang agribisnis ternak,
serta pengelolaan sumber daya manusia dengan
memperhatikan potensi dan kearifan lokal.

9
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Elemen Fase E

Perkembangan teknologi Pada akhir fase E peserta didik mampu


produksi dan isu-isu global memahami tentang teknologi peternakan seperti
terkait dengan agribisnis perkembangan bioteknologi, otomatisasi, aplikasi
dan industri ternak digitalisasi dan internet of things (IoT), serta
isu-isu pemanasan global, perubahan iklim,
ketersediaan pangan global, regional dan lokal,
pertanian berkelanjutan, sistem kelembagaan
pada rantai produksi dan pasar, dan limbah
dengan prinsip 8R (Rethink, Refuse, Reuse,
Refurbish, Repair, Repurpose, Recycle).

Agripreneur, peluang Pada akhir fase E peserta didik mampu


usaha dan pekerjaan/ menjelaskan tentang profil agripreneur yang
profesi di bidang agribisnis mampu membaca peluang pasar dan usaha,
ternak profesi pemroduksi ternak (petani ternak) dalam
rangka menumbuhkan jiwa wirausaha, serta
peluang usaha dan peluang bekerja di bidang
agribisnis ternak.

Proses-proses dasar pada Pada akhir fase E peserta didik mampu


agribisnis ternak menjelaskan tentang konsep, prinsip dan
prosedur peternakan (pembibitan, pakan,
perkandangan, kesehatan ternak, pemeliharaan,
pemanenan dan pemasaran).

Penanganan komoditas Pada akhir fase E peserta didik mampu


peternakan sesuai menjelaskan tentang pengidentikasian
prosedur Keselamatan dan karakteristik dan penanganan komoditas
Kesehatan Kerja (K3) peternakan untuk disimpan, dikonsumsi,
atau diproses lebih lanjut menjadi produk
olahan setengah jadi, atau produk jadi dengan
menerapkan prinsip dan prosedur K3.

10
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Setelah membaca CP, dapatkah Anda memahami:


Kemampuan atau kompetensi apa yang perlu dimiliki peserta didik
sebelum ia masuk pada fase yang lebih tinggi? Bagaimana pendidik dapat
mengetahui apakah peserta didik memiliki kompetensi untuk belajar di
suatu fase? Apa yang akan Anda lakukan jika peserta didik tidak siap
untuk belajar di fase tersebut?

11
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Refleksi Pendidik
Memahami CP adalah langkah yang sangat penting dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dan asesmen. Setiap pendidik perlu
memahami apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka akan
mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri
ataupun tidak.

Beberapa contoh pertanyaan reflektif yang dapat digunakan untuk memandu guru
dalam memahami CP, antara lain:

■ Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?


■ Apakah capaian yang ditargetkan sudah biasa saya ajarkan?
■ Apakah ada hal-hal yang sulit saya pahami? Bagaimana saya mencari tahu dan
mempelajari hal tersebut? Dengan siapa saya sebaiknya mendiskusikan hal
tersebut?
■ Sejauh mana saya dapat mengidentifikasi kompetensi yang diharapkan dalam
CP ini?
■ Dukungan apa yang saya butuhkan agar dapat memahami CP dengan lebih
baik? Mengapa?

Selain untuk mengenal lebih mendalam mata pelajaran yang diajarkan, memahami
CP juga dapat memantik ide-ide pengembangan rancangan pembelajaran. Berikut
ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk memantik ide:

■ Bagaimana capaian dalam fase ini akan dicapai peserta didik?


■ Proses atau kegiatan pembelajaran seperti apa yang akan ditempuh peserta
didik untuk mencapai CP?
■ Alternatif cara belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk
mencapai CP?
■ Materi apa saja yang akan dipelajari? Seberapa luas? Seberapa dalam?
■ Bagaimana menilai ketercapaian CP setiap fase?

12
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar – Dasar Agribisnis Ternak
Fase E Untuk SMK/MAK

Sebagian guru dapat memahami CP dengan mudah, namun berdasarkan monitoring


dan evaluasi Kemendikbudristek, bagi sebagian guru CP sulit dipahami. Oleh karena
itu, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian:

1. Pelajari CP bersama pendidik lain dalam suatu komunitas belajar. Melalui proses
diskusi, bertukar pikiran, mengecek pemahaman, serta berbagai ide, pendidik
dapat belajar dan mengembangkan kompetensinya lebih efektif, termasuk
dalam upaya memahami CP.
2. Dalam lampiran Ketetapan Menteri mengenai Kurikulum Merdeka dinyatakan
bahwa pendidik tidak wajib membuat alur tujuan pembelajaran, salah satunya
adalah karena penyusunan alur tersebut membutuhkan pemahaman yang
mendalam tentang CP dan perkembangan peserta didik. Oleh karena itu,
pendidik dapat berangsur-angsur meningkatkan kapasitasnya untuk terus
belajar memahami CP hingga kelak dapat merancang alur tujuan pembelajaran
mereka sendiri.

13

Anda mungkin juga menyukai