Pengaruh Viral Marketing di Shopee
Pengaruh Viral Marketing di Shopee
APJII juga merilis statistik berbasis usia Berdasarkan data survey dari e marketer,
internet, dimana pengguna internet berdasarkan lebih dari separuh pengguna Instagram di
usia paling banyak berusia 19-34 tahun sebesar Indonesia mengikuti akun Marketplace. Dari
49,52%. Sedangkan pengguna yang berusia hasil survei, 56,2% responden menjawab “Ya”
minimal 54 tahun ke atas hanya sebesar 4,24%. saat ditanya apakah mengikuti akun Marketplace
di Instagram. Mayoritas dari mereka mengikuti
Pesatnya pertumbuhan penggunaan akun marketplace yang menjual pakaian dan
internet di Indonesia merupakan potensi bagi aksesoris.
para pelaku bisnis di Indonesia, dimana dengan
pesatnya pertumbuhan pengguna internet maka Responden dalam survei ini sebagian besar
hal ini juga akan mendorong pertumbuhan e- adalah kaum muda, berusia antara 18 hingga 35
commerce di Indonesia. Bayangkan, dengan tahun. Artinya, toko online yang menjual baju
jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta dan aksesoris kini harus mulai berpikir untuk
jiwa dan masih terbukanya pasar e-commerce menggunakan Instagram sebagai salah satu
di Indonesia tentunya ini merupakan peluang media promosi. Selain pakaian dan aksesoris,
yang sangat menjanjikan bagi para pelaku ternyata gadget kategori toko online juga
bisnis di dalam dan luar negeri E-commerce mendapatkan keuntungan dari Instagram, dan
adalah jual beli dan pemasaran barang dan jasa menempatkannya di posisi ketiga akun
melalui sistem elektronik . Seperti televisi, radio Instagram marketplace yang paling banyak di
dan jaringan komputer atau internet (Wong, follow.
2012: 33). Banyaknya marketplace yang membuka
Saat ini perkembangan e commerce di akun di Instagram, bisa membuat persaingan
Indonesia cukup menjanjikan, hal ini terlihat antar marketplace menjadi ketat. Halmarketplace
mengharuskan ini
berdasarkan data dari APJII tentang konten menyebarluaskan setiap informasi tentang
yang paling banyak dikunjungi, dari data keunggulan
pembeli potensial. marketplacenya
Agar penjual kepada
yang membuka
tersebut menunjukkan pengguna internet paling toko dimarketplace bisa menjual dagangannya.
sering mengunjungi konten onlineshop sebesar
82,2 juta atau 62%, konten bisnis personal ,
mencapai 34 2 % atau 45,3 juta, dan lainnya
mencapai 3,8% atau 5 juta orang. Dan konten Melalui dukungan informasi yang lengkap dapat
media sosial yang paling banyak dikunjungi mendorong seseorang dalam mengambil
adalah Facebook sebanyak 71,6 juta pengguna keputusan termasuk dalam pembelian.
atau 54% dan urutan kedua adalah Instagram Menurut IdeA (Asosiasi E-Commerce
sebanyak 19,9 juta pengguna atau 15%. Indonesia), bahwa aktivitas e-commerce di
Kegiatan e-commerce di Indonesia Indonesia hanya 48% hanya mencari info
merambah berbagai jenis kegiatan bisnis mulai tentang produk online, kemudian 46% hanya
dari industri skala kecil hingga industri besar. mengunjungi toko online, dan 41% membeli
Kegiatan e-commerce skala kecil kini produk secara online. Artinya pembeli secara
berkembang di seluruh Indonesia, karena tidak langsung akan membeli produk di toko
tersedianya berbagai wadah untuk bertransaksi online atau marketplace tetapi calon pembeli
secara online dengan mudah. Seperti pada mencari informasi lebih dulu.
penggunaan situs jejaring sosial seperti Calon pembeli biasanya melihat tiga
Instagram yang awalnya hanya berfungsi aspek: varian produk, promo diskon, dan gratis
sebagai media sosial silahturahmi dan tukar ongkir. Biasanya calon pembeli akan mencari
menukar informasi antar teman atau kerabat informasi mengenai ketiga aspek tersebut baik
dekat melalui foto atau video, kini telah dari pesan yang ada di media sosial maupun
meningkat fungsinya sebagai ajang pemasaran informasi dari individu lain.
suatu perusahaan atau marketplace.
Marketplace sendiri merupakan puncak dari e Kebutuhan dan keinginan konsumen yang
commerce, marketplace biasanya memiliki semakin kompleks, menuntut semua fitur dan
sistem tersendiri yang dapat mengelola ratusan fungsi yang canggih dapat diintegrasikan dalam
bahkan jutaan produk yang ingin dijual atau satu gadget, kebutuhan tersebut muncul karena
dibeli. tingkat mobilitas yang semakin cepat. teknologi internet
Machine Translated by Google
saat ini dapat menciptakan komunikasi dua arah menyesuaikan harga mereka adalah dengan
seperti kehidupan nyata (Anglesti, dkk, 2016). mendiskon atau mendiskon (Porter, 1996 : 275).
Salah satu cara pemasaran yang paling Diskonto bertujuan untuk meningkatkan penjualan
berkembang saat ini adalah pemasaran viral. Viral dan meningkatkan pangsa pasar yang menurunkan
marketing tumbuh subur melalui Internet, yang atau menguasai pasar melalui biaya yang lebih
semakin menggandakan dirinya sendiri, seperti rendah (Sutisna, 2001 : 303)
pekerjaan virus komputer. Viral marketing sebagai Saat ini banyak marketplace yang
elektronik dari mulut ke mulut di mana beberapa memberikan diskon untuk menarik konsumen.
bentuk pesan pemasaran yang berkaitan dengan Hal ini tentu membuat daya saing antar
perusahaan, merek, atau produk ditransmisikan marketplace menjadi ketat. Setiap marketplace
dengan cara yang tumbuh secara eksponensial, memberikan potongan tertentu
harga atau
untukbahkan
setiap
marketplace
produk
seringkali melalui penggunaan media sosial yang memberikan potongan harga untuk setiap
(Kaplan dan Haenlein, 2011). produk yang dijual. Tentunya ini merupakan
Memasarkan dengan cara viral marketing strategi untuk membuat calon konsumen
tentunya bisa menguntungkan penjual yang berbelanja di marketplace.
berjualan di marketplace Shopee, karena penjual
tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk Shopee memberikan diskon atau potongan
mempromosikan produknya. Meski harga sebagai salah satu cara untuk menarik
menguntungkan, belum tentu ketika informasi calon pelanggan. Hanya saja, tidak semua calon
yang disampaikan oleh marketplace menjadi viral konsumen mendapatkan potongan harga untuk
kemudian membuat penerima informasi atau setiap pembelian produk yang diinginkannya.
calon pembeli langsung tertarik dan menyampaikan Diskon tidak diberikan sewaktu-waktu, hanya
informasi tersebut kepada calon pembeli lainnya. pada saat-saat tertentu misalnya pada saat
Ketergantungan pada trigger (pemicu utama viral perayaan hari-hari khusus atau melalui voucher
marketing yang bisa terdiri dari berbagai media). elektronik.
Tanpa trigger yang mampu menarik konsumen, Penelitian ini memiliki perbedaan dari segi
pesan tidak akan melalui proses replikasi dan variabel, dimana penelitian ini menggunakan dua
akan mati. Artinya, ada kecurigaan bahwa viral variabel bebas yaitu viral marketing (X1) dan
martketing tidak selalu berhasil jika pemicu keputusan pembelian (X2) dan satu variabel
utamanya tidak menarik. Kemudian pesan sangat terikat yaitu keputusan pembelian (Y). Sedangkan
sulit dikendalikan, dengan proses replikasi yang pada penelitian sebelumnya variabel bebas yang
cepat dan tersebar luas menyebabkan perusahaan di teliti hanya memiliki kesamaan pada satu
atau ahli pemasaran kehilangan kendali atas isi variabel bebas dan variabel terikatnya ada pada
pesan yang disampaikan (Richardson dalam variabel X1 dan pada variabel Y.
Wicaksono, 2013).
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan perspektif pembeli, setiap alat pemasaran
inginkan dengan, menciptakan, menawarkan, dan secara dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan.
bebas mempertukarkan produk berharga dengan orang lain.
proses yang digunakan untuk memilih, kedua, ketiga rumusan masalah menggunakan
mengamankan, menggunakan, dan menentukan
produk, layanan, pengalaman,
atau ide
untuk memuaskan kebutuhan dan dampak yang Manajemen Pemasaran
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menjawab Data kualitatif adalah data yang dibentuk oleh
rumusan masalah pertama, kedua yaitu untuk kalimat, kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, cara,
mengetahui gambaran viral marketing, potongan gambar, dan foto.
harga dan keputusan pembelian pada marketplace Sedangkan data kuantitatif adalah data yang
shopee. diangan/skoring. Data kualitatif didukung oleh
Oleh karena itu, penelitian untuk menjawab yang pertama, data volume penjualan, top brand
Machine Translated by Google
penghargaan, dan juga hasil survei pendahuluan. penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Sedangkan untuk data kualitatif didukung oleh Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai
data dari pertanyaan kuesioner. berikut: a) Pengguna aplikasi instagram b) Pembeli
atau yang mengetahui marketplace shoppee c)
Sumber data Berusia 17-40 tahun d) Penyebaran kuesioner
Sumber pengumpulan data yang digunakan akan dilakukan di lingkungan Sekolah, kampus,
dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data kantor, lingkungan perumahan, dan rumah makan/
primer dan sekunder. restoran.
Teknik Pengumpulan Data Teknik
pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian
ini adalah: 1. Kuesioner 2. Observasi 3. Studi
Pustaka Populasi dan Populasi Sampel Populasi
adalah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek Skala Pengukuran Penelitian
yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu Variabel
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan Untuk menganalisis data dari pengukuran
kemudian ditarik kesimpulan (sugiyono, 2014: variabel independen dan dependen melalui
119). Populasi yang dimaksud dalam kuesioner, penulis menggunakan skala numerik/
penelitian ini adalah masyarakat subang yang multiple rating list scale, menurut Cooper &
pernah berbelanja online. Schinder (2013:283) skala numerik memiliki
interval yang sama memisahkan skala titiknya.
Skala numerik memiliki skala 5 poin, skala 7 poin,
dan skala 10 poin. Dalam penelitian ini skala
numerik yang digunakan memiliki 7 skala titik.
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan Data yang diperoleh adalah data interval,
karakteristik yang dimiliki oleh populsai (sugiyono, dimana skala interval menunjukkan jarak satu data
2014:120). Sedangkan menurut sekaran dan bougie dengan data lainnya memiliki bobot nilai yang
(2010:263) sampel adalah bagian dari populasi. Ini sama. Tidak hanya menyatakan preferensi, skala
terdiri dari beberapa anggota yang dipilih darinya. interval juga mengukur jarak antara satu pilihan
Dengan kata lain, beberapa tapi tidak semua dengan pilihan lainnya. Namun, jaraknya bukan
elemen populasi sampel. Jika populasi besar, dan kelipatan.
peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang
ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan
dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
HASIL DAN DISKUSI
menggunakan sampel yang diambil dari populasi GANDA REGRESI
tersebut. ANALISIS
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil
persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Teknik Pemilihan Sampel Teknik
pengambilan sampel adalah teknik
pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel Koefisiensa
sampel yang tidak memberikan kesempatan yang x1 .274 .083 .403 3.286
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi x2 .219 .200 .134 1.094
untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2014:125)
Pengambilan sampel dilakukan dengan
menggunakan purposive sampling. Menurut Y= 16,632 + 0,274X1 + 0,219 X2 + e
Sugiyono (2014: 126). Purposive sampling adalah salah satu teknik dari
Machine Translated by Google
Tes Simultan
ANOVAa
Jumlah dari
Berdasarkan tabel di atas, angka R square
Model Kotak Df Persegi Berarti F Sig. (koefisien determinasi) adalah 0,257. Namun dalam
1 Regresi 364.523 2 182.262 16.753 .000
penelitian ini memiliki dua variabel independen,
Sisa 1055.317 97 10.880
Total 1419.840 99
maka digunakan adjusted R square sebesar 0,241.
sebuah. Variabel Dependen: y Hal ini menunjukkan bahwa 24,1% variasi
b. Prediktor: (Konstanta), x2, x1
keputusan pembelian dapat dijelaskan dari dua
variabel independen yang diteliti yaitu viral
Dari tabel diatas menunjukkan uji Anova marketing dan discounted price. Sedangkan
atau uji F diperoleh F hitung > F tabel yaitu 16,753 sisanya (100% - 24,1% = 75,9%) dijelaskan variabel
> 3,09 dengan taraf signifikansi 0,000. Karena lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
probabilitas 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05 maka
model regresi dapat digunakan untuk mengetahui
pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian. Hal
tersebut menunjukkan bahwa Viral marketing dan Pembahasan Viral Marketing
Price Piece secara bersama-sama berpengaruh Berdasarkan total jawaban kuesioner untuk
terhadap Keputusan Pembelian. variabel viral marketing (X1) sebanyak 100
responden adalah 6,689 dari skor maksimal 8.400
dengan persentase 79,6%. Seperti dibahas di atas,
Tes Parsial skor berada pada interval 6.340 - 7.367 dengan
penjelasan yang baik. Ini menunjukkan bahwa
viral marketing dari marketplace shopee dinilai
sangat bagus.
Diskon Harga
Berdasarkan total jawaban kuesioner untuk
variabel potongan harga (X2) dari 100 responden
yaitu 2.261 dari skor maksimal 2.800, dengan
Hasilnya sebagai berikut: • prosentase 80,7%. Seperti yang telah dibahas di
atas, skor berada pada interval 2.115 - 2.457 yang
Hasil pengujian hipotesis Viral marketing
menunjukkan bahwa diskon yang diberikan pihak
berdasarkan tabel di atas bahwa t hitung > t
tabel 3,286 > 1,984 dengan tingkat signifikansi shopee tergolong baik.
Keputusan pembelian
0,001 < 0,05 yang berarti hipotesis diterima.
Berdasarkan total jawaban kuesioner untuk
Jadi Viral Marketing berpengaruh signifikan
variabel keputusan pembelian (Y) sebanyak 100
terhadap keputusan Pembelian.
responden yaitu sebesar 3,996 dari skor maksimal
4,900 dengan persentase 81,5%. Sebagai
Machine Translated by Google
dibahas di atas, skor berada pada interval 3.700 - variabel independen yang diteliti yaitu viral
4.299 dengan informasi yang sangat baik. Dalam marketing dan potongan harga.
hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian Sedangkan sisanya (100% - 24,1% = 75,9%)
dinilai sangat baik. dijelaskan variabel lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini.
KESIMPULAN SARAN
1. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan Setelah melakukan penelitian tentang
bahwa Viral Marketing dari Shopee dinilai baik pengaruh viral marketing dan diskon terhadap
oleh responden dengan persentase 79,6%. keputusan pembelian penulis mencoba
mengajukan beberapa saran agar dapat menjadi
bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang
2. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan membutuhkan hasil penelitian ini: 1. Pada variabel
bahwa diskon yang diberikan Shopee dinilai viral marketing indikator tingkat kesesuaian unsur
baik oleh responden dengan prosentase 80,7%. humor atau kesenangan pada iklan yang
ditampilkan Shopee mendapat nilai terendah,
3. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan disarankan bagi Shopee untuk menambahkan
bahwa keputusan pembelian dinilai baik oleh kembali unsur humor atau kesenangan pada
responden dengan persentase sebesar 81,5%. konten iklan yang diiklankan agar lebih
menarik pelanggan.
jadi
4. Pengaruh viral marketing terhadap keputusan
pembelian, baik secara parsial maupun 2. Pada variabel potongan harga indikator tingkat
simultan. Sedangkan pengaruh diskon hanya kesesuaian pemasar tidak hanya memberikan
terjadi secara bersamaan bukan secara parsial. potongan harga berupa potongan harga tetapi
Secara parsial viral marketing berpengaruh juga berupa jumlah barang gratis mendapatkan
signifikan terhadap keputusan pembelian, skor terendah, disarankan kepada Shopee
dibuktikan t hitung > t tabel 3,286 > 1,984 untuk memperbanyak jumlah barang gratis
dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Untuk barang atau merchandise kepada konsumen
diskon yang secara parsial tidak berpengaruh setia yang mereview belanja di shopee, mereka
signifikan terhadap keputusan pembelian lebih terpancing untuk mereview lebih lanjutjadi
terbukti t hitung < t tabel yaitu 0,277 < 0,05. tentang produk yang ada di shopee.
Variabel potongan harga tidak berpengaruh
secara parsial, karena potongan harga yang 3. Pada variabel keputusan pembelian, indikator
diberikan oleh pihak Shopee hanya pada tingkat kesesuaian merek dan rekomendasi
momen-momen tertentu saja dan hanya pada kepada pembeli lain mendapatkan skor
barang-barang tertentu saja. terendah, disarankan pihak Shopee lebih
banyak menampilkan review dan testimoni
Berdasarkan hasil uji simultan atau uji F dari konsumen setia agar dapat memberikan
diperoleh F hitung > F tabel yaitu 16,753 > 3,09 saran kepada calon konsumen lainnya,
dengan taraf signifikansi 0,000. Karena sehingga agar pengunjung Shopee lebih
probabilitas 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05 percaya diri akan mereview dan memberikan
maka model regresi dapat digunakan untuk testimoninya.
mengetahui pengaruhnya terhadap Keputusan 4. Pengaruh viral marketing terhadap keputusan
Pembelian. Hal tersebut menunjukkan bahwa
pembelian, baik secara parsial maupun
diskon pemasaran dan harga secara bersama-
simultan. Sedangkan pengaruh diskon hanya
sama berpengaruh terhadap keputusan terjadi secara bersamaan bukan secara parsial.
pembelian. Secara parsial viral marketing berpengaruh
Jika dilihat dari hasil pengujian koefisien
signifikan terhadap keputusan pembelian,
determinasi diketahui bahwa adjusted R
dibuktikan t hitung > t tabel 3,286 > 1,984
square adalah 0,241. Hal ini menunjukkan dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Untuk
bahwa 24,1% variasi keputusan pembelian potongan harga yang secara parsial tidak
dapat dijelaskan dari dua hal tersebut berpengaruh signifikan terhadap
Machine Translated by Google
Andini, Natasya Putri, dkk. 2013. Rukuni, Tarisai Fritz, dkk. [Link] Viral
Pegnaruh Viral Marketing Tehadap Marketing dan Niat Perilaku Pembelian
Kepercayaan Pelanggan dan Keputusan Pelanggan Pada Toko Ritel di
Pembelian (Studi Pada Mahasiswa Johannesburg.
Fakultas Ilmu Administrasi
BrawijayaUniversitas
Angkatan
2013
yang Melakukan Pembelian Online Ristania, N,. Justianto, JS 2013. Analisis
Melalui Media Sosial Instagram) Pengaruh Harga, Promosi, dan Viral
Marketing Terhadap Keputusan
Pembelian Pada Toko Online S Nexian
Melalui Facebook.
Anglesti, dkk. 2016. Pengaruh Viral Marketing
Terhadap Minat Beli Konsumen Percaya Subhan, A., Nurul, L., 2017.
Kepercayaan Konsumen
@MAKANANJEMBER.
pada Instagram Pengembangan Strategi Promosi
dan Pembelajaran Melalui Internet
di Raudhatul Athfal (RA) dan SDIT
Darussalam Selokerto.
Kaplan,AM.,& Michael, H., 2011. Dua hati
dalam waktu tiga perempat: Bagaimana
melenggang
sosial/viral
tarian pemasaran media Wibowo, Nasib. 2017. Pengaruh Price
Discount dan Bonus Pack Terhadap
Keputusan Impulse Buying Pada PT.
Ndari, Dhian Puspo, 2015. Pengaruh Potongan Toyota Auto 2000 Cabang
Harga Terhadap Keputusan
PengambilanPembelian
Pada Ud Sisingamangraja Medan.
Upindo Raya Cabang Tanah Grogot.
eJournal Administrasi Bisnis, (3): Wicaksono, Kuspuji Catur Bagus. 2013.
612-625ISSN 2355- 5408. Mengukur Efektivitas Sosial Media
Bagi Perusahaan.
Yunanto Tio Kharisma. 2012. Pengaruh
Pertiwi, Marina Intan, dkk. 2016. Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, dan
kepuasan,
Risiko
Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Terhadap Minat Pembeli Untuk
Pembelian (Survei Pada Konsumen Menggunakan Sistem E-Commerce
Baker's King Donuts & Coffee di MX (Studi Empiris Pada Mahasiswa
Mall Malang). Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Purba, Rikki Suria. 2016. Pengaruh Viral
Marketing Melalui Aplikasi Line
Terhadap Keputusan Pembelian(Studi
Kasus
Machine Translated by Google