PERAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar
Yang diampu oleh Dr. Nita Agustina N.E.E, [Link].I.
Disusun oleh :
Kelompok 3 PGMI-4E
1. Abilla Firly (126205212087)
2. Denadya Meysya Puspitasari (126205212153)
3. Latifah Nikmah (126205211039)
4. Rosiana Lutfiasari (126205212162)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH
TULUNGAGUNG
MARET 2023
KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas selesainya
makalah berjudul “Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran” ini tepat waktu. Selawat
dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga,
para sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Beberapa pihak telah membantu dan mendukung dalam menyusun
makalah ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Rasa
terima kasih disampaikan pada pihak-pihak berikut ini.
1. Dr. Nita Agustina N.E.E, [Link].I. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah
Pengembangan Bahan Ajar.
2. Teman-teman sekalian, khususnya bagi pihak yang ikut serta dalam proses
penyusunan makalah ini.
Makalah ini disusun untuk mendeskripsikan “ Peran Bahan Ajar dalam
Pembelajaran”. Penulis berharap agar makalah ini dapat membantu pembaca
mengetahui apa itu peran bahan ajar bagi guru, dan siswa, serta peran bahan
ajar dalam pembelajaran klasikal, individual, dan kelompok. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari sejawat atau para pembaca
mengenai isi makalah ini.
Tulungagung, 03 Maret 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB 1 PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah2
C. Tujuan Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
A. Peran Bahan Ajar bagi Guru 4
B. Peran Bahan Ajar bagi Siswa 5
C. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Klasikal 9
D. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Individual 10
E. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Kelompok 11
BAB III PENUTUP 12
A. Simpulan 12
DAFTAR RUJUKAN 14
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Konsep pendidikan diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan
dan mengembangkan seluruh potensi alamiah manusia sehingga menjadi
individu yang relatif lebih baik, lebih berbudaya dan lebih manusiawi. Guna
mencapai hal tersebut, salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah
dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang menunjukan bahwa pendidikan merupakan usaha
sadar dan terencana pada proses pembelajaran, dimana tujuan akhirnya
mencapai tujuan pembelajaran.
Setiap satuan pendidikan perlu memilih materi dan sumber belajar
yang relevan serta memadai. Pemilihan didasarkan atas pertimbangan bersama
seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang bersangkutan. Pertimbangan
tersebut akan menentukan arah untuk mencapai tujuan pembelajaran dan
kompetensi lulusan. Oleh karena itu, dibutuhkan ketelitian dan kebijakan
dalam menentukan bahan ajar. Bahan ajar dalam peranannya sebagai pemberi
informasi sangat dibutuhkan oleh pendidik maupun peserta didik. Pendidik
harus mampu mengolah serta menelaah setiap informasi di dalamnya agar
dapat diserap secara tepat. Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki seorang
guru dalam melaksanakan tugasnya adalah mengembangkan bahan ajar.
Bahan ajar dapat diartikan bahan-bahan atau materi pelajaran
yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip
pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga
memudahkan siswa belajar. Di samping itu, bahan ajar juga bersifat unik dan
spesifik. Unik maksudnya bahan ajar hanya digunakan untuk sasaran tertentu
dan dalam proses pembelajaran tertentu, dan spesifik artinya isi bahan ajar
1
2
dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai kompetensi tertentu dari
sasaran tertentu.1
Dalam kegiatan pembelajaran, bahan ajar sangat penting artinya bagi
guru dan siswa. Guru akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan
efektifitas pembelajarannya jika tanpa disertai bahan ajar yang lengkap.
Begitu pula bagi siswa, tanpa adanya bahan ajar, siswa akan mengalami
kesulitan dalam belajarnya. Hal tersebut melihat lagi kepada guru, jika guru
dalam menjelaskan materi pembelajarannya cepat dan kurang jelas. Oleh
karena, itu bahan ajar merupakan hal yang sangat penting untuk
dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam
rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Oleh karena itu
bahan ajar berperan penting dalam pembelajaran, baik terhadap peserta didik
maupun guru.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dibahas
dalam
makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa peran bahan ajar bagi guru?
2. Apa peran bahan ajar bagi siswa?
3. Apa peran bahan ajar dalam pembelajaran klasikal?
4. Apa peran bahan ajar dalam pembelajaran individual?
5. Apa peran bahan ajar dalam pembelajaran kelompok?
C. Tujuan Penulisan
1
Tian Belawati, [Link], Pengembangan Bahan Ajar. (Jakarta: Pusat Penerbitan UT, 2003),
hal. 13.
3
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui peran bahan ajar bagi guru
2. Mengetahui peran bahan ajar bagi siswa
3. Mengetahui peran bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
4. Mengetahui peran bahan ajar dalam pembelajaran individual
5. Mengetahui peran bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran Bahan Ajar bagi Guru
1. Menghemat Waktu Guru dalam Mengajar
Dengan adanya bahan ajar dalam berbagai jenis dan bentuknya, waktu
mengajar guru dapat dipersingkat. Artinya, guru dapat menugaskan siswa
untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan diajarkan serta
meminta mereka untuk menjawab. pertanyaan-pertanyaan yang ada di
bagian terakhir setiap pokok bahasan. Sehingga, setibanya di kelas, guru
tidak perlu lagi menjelaskan semua materi pelajaran yang akan dibahas,
tetapi hanya membahas materi-materi yang belum diketahui siswa saja.
Dengan demikian, waktu untuk mengajar bisa lebih dihemat dan waktu
yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk diskusi, tanya jawab atau kegiatan
pembelajaran lainnya.
2. Mengubah Peran Guru dari Seorang Pengajar Menjadi Seorang Fasilitator.
Dengan adanya bahan ajar, proses pembelajaran dapat berjalan lebih
efektif karena guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar tetapi lebih
berfungsi sebagai fasilitator yang mampu membimbing siswanya dalam
memahami suatu materi pembelajaran. Misalnya, dengan waktu yang
dimilikinya guru tidak hanya mengajar, tetapi dapat pula melakukan
kegiatan-kegiatan lain, misalnya melaksanakan tanya jawab dengan siswa
atau antarsiswa tentang hal-hal pokok yang masih belum dikuasai siswa,
meminta siswa-siswanya untuk melakukan diskusi kelompok dalam
memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan topik yang dibahas,
meminta siswa untuk melaporkan hasil pengamatannya terhadap sesuatu
yang sedang dibahas, dan lain-lain. Dengan cara demikian, akan terjadi
4
5
interaksi yang aktif antara guru dan siswa. Guru dalam hal ini lebih
berfungsi sebagai fasilitator di dalam mengelola semua kegiatan tersebut.
3. Meningkatkan Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Efektif dan Interaktif.
Dengan adanya bahan ajar, guru akan mempunyai waktu yang lebih
leluasa untuk mengelola proses pembelajarannya sehingga dapat berjalan
dengan lebih efektif dan efisien. Di samping itu, metode pembelajaran
yang dipilih tidak hanya metode ceramah satu arah, di mana guru
dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi, tetapi lebih bersifat
interaktif dengan berbagai metode yang dapat dipilih oleh guru, seperti
metode diskusi, simulasi, dan role playing. Dengan cara demikian, materi
pelajaran dapat diselesaikan tepat pada waktunya karena guru tidak lagi
harus menghabiskan waktunya untuk berceramah, tetapi ia hanya perlu
membahas hal-hal tertentu yang belum dikuasai oleh siswa sehingga
pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari semakin meningkat
karena dirangsang untuk aktif dalam proses pembelajaran, dan tidak hanya
sekedar pendengar saja.2
B. Peran Bahan Ajar bagi Siswa
Pemilihan bahan ajar harus mempertimbangkan atau memperhatikan
kriteria-kriteria pemilihan bahan ajar. Hal tersebut dikarenakan bahan ajar
yang dipilih untuk diajarkan oleh guru pada satu pihak dan harus dipelajari
peserta didik di lain pihak, harus berupa bahan ajar yang mampu mendorong
tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu standar kompetensi dan kompetensi
dasar. Oleh sebab itu, bahan ajar harus sesuai dengan kebutuhan siswa dan
sesuai karakteristik siswa itu sendiri. Ketika bahan ajar telah diperoleh,
selanjutnya adalah memperhatikan peran dari bahan ajar tersebut.3
2
Ida Malati Sadjati, "Pengembangan Bahan Ajar", pengembangan bahan ajar bagi guru,
([Link] diakses pada tanggal 1 Maret 2023.
3
Dr. Nana, [Link]., Pengembangan Bahan Ajar, (Klaten: Penerbit Lakeisha, 2019), hal 5-
7.
6
1. Peserta Didik dapat Belajar Tanpa Harus Ada Guru atau Teman
Adanya bahan ajar yang dirancang dan ditulis dengan urutan yang baik
dan logis serta sejalan dengan jadwal pelajaran yang ada dalam satu
semester memudahkan peserta didik untuk dapat mempelajari bahan ajar
tersebut secara mandiri di manapun. Dengan demikian, peserta didik lebih
siap mengikuti pelajaran karena telah mengetahui terlebih dahulu materi
yang akan dibahas.
Dengan mempelajari bahan ajar terlebih dahulu, paling tidak peserta
didik telah mengetahui konsep-konsep inti dari materi yang dibahas
dalam pertemuan tersebut dan dapat mengidentifikasi materi- materi yang
masih belum jelas, untuk selanjutnya ditanyakan kepada guru di kelas.
Selain itu, dengan bahan ajar yang dipelajarinya tersebut. peserta didik
akan mampu mengantisipasi tugas apa yang akan diberikan guru setelah
pelajaran selesai. Dengan demikian, peserta didik lebih siap untuk
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
2. Peserta Didik dapat Belajar Kapan Saja dan di Mana Saja
Dengan adanya kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk
menentukan sendiri kapan dan di mana mereka mau belajar, peserta didik
tidak hanya belajar di dalam kelas saja. Tanpa bahan ajar yang dibagikan
kepada peserta didik, peserta didik akan sangat tergantung pada guru
dalam hal menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan. Waktu luang
peserta didik di luar kegiatan sekolah akan menjadi sia-sia jika tidak di isi
dengan kegiatan-kegiatan yang positif.
Dalam hal ini, bahan ajar merupakan salah satu alternatif yang dapat
dijadikan bahan bacaan, bahan belajar, maupun bahan diskusi peserta
didik di luar kegiatan formal sekolah.
3. Peserta Didik dapat Belajar Sesuai dengan Kecepatannya Sendiri
7
Peserta didik dapat menentukan cara dan kecepatannya sendiri dalam
belajar. Seperti yang diketahui bahwa kecepatan seseorang dalam
mempelajari sesuatu sangat beragam, ada peserta didik yang belajarnya
cepat, ada yang sedang dan ada yang juga peserta didik yang belajarnya
lambat, bahkan sangat lambat. Dengan adanya bahan ajar, keberagaman
kecepatan belajar peserta didik dapat diakomodasi
Misalnya, seorang anak yang lambat dalam menyerap materi bisa
belajar sendiri di rumah. Kemuliaan, saat guru di sekolah menjelaskan
materi tersebut, dia bisa muki paham. Selain itu, dia bisa mengulanginya
lagi di rumah sehingga bisa lebih paham.
4. Peserta Didik dapat Belajar Menurut Urutan yang Dipilihnya Sendiri
Pada umumnya, bahan ajar berisi keseluruhan materi pelajaran yang
akan diajarkan dalam satu semester dan guru pada umumnya telah
menyusun bahan ajar tersebut sedemikian rupa sehingga memungkinkan
peserta didik untuk belajar secara berurutan dan bertahap. Bila bahan ajar
tersebut dimiliki peserta didik. maka peserta didik dapat menentukan
sendiri pola belajarnya, apakah belajar sesuai dengan urutan yang ada atau
memilih materi pelajaran sesuai dengan minatnya. Misalnya, peserta
diklik telah mengetahui materi pelajaran bab 1. maka ia dapat meloncat ke
materi pelajaran di bab 2 tanpa harus menunggu guru menjelaskan bab 1
terlebih dahulu. Demikian pun sebaliknya, jika guru telah menjelaskan
materi di bab 3 misalnya, sementara peserta didik masih belum paham
sepenuhnya materi di bab sebelumnya, maka ia dapat mengulang kembali
pelajaran tersebut karena ada dalam bahan ajar. Selain masalah urutan,
peserta didik juga dapat mempelajari materi dalam bahan ajar sesuai
dengan minatnya. Misalnya, materi pelajaran yang dibahas mengenai
beberapa macam unggas yang dikelompokkan ke dalam ayam, burung,
dan bebek. Dengan adanya materi tersebut dalam bahan ajar yang
dibagikan kepada peserta didik, peserta didik dapat menentukan sendiri
8
salah satu dari ketiga pokok bahasan tersebut untuk dipelajari terlebih
dahulu. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan karena sifat dari ketiga
pokok bahasan tersebut lepas-lepas, satu sama lain tidak saling bersyarat.
Sehingga, peserta didik diperbolehkan untuk belajar dari pokok bahasan
mana saja, sesuai dengan keinginannya.
5. Membantu Potensi Peserta Didik untuk Menjadi Pelajar Mandiri
Dengan bahan ajar yang dapat dipelajarinya sendiri, kapan dan di
mana pun peserta didik berada, sedikit demi sedikit peserta didik akan
terbiasa untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam belajar. Hal ini
memotivasi dirinya untuk sadar akan kewajibannya sebagai peserta didik,
yaitu pandai mengelola waktu sehingga sema materi pelajaran dapat
dikuasai sepenuhnya dalam waktu yang telah ditentukan.
Tentunya, tanpa dibantu oleh kegatan peserta didik belajar mandiri di
rumah, baik mengerjakan pekerjaan rumah, merangkum materi yang akan
dipelajari dalam suatu pertemuan, membaca materi yang akan dipelajari
terlebih dahuki, muupun membuat beberapa pertanyaan yang sesuai, akan
sulit bagi guru untuk menuntaskan materi pelajaran sesuai dengan jadwal
Jika guru mengalami halangan dan gangguan sehingga tidak dapat
memenuhi tugas mengajar sesuai jadwal, apa yang terjadi? Oleh sebab itu
keberadaan bahan ajar untuk guru maupun untuk peserta didik akan sangat
bermanfaat dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.
C. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Klasikal
Secara umum, bahan ajar dapat digunakan untuk menambah dan
meningkatkan mutu pembelajaran klasikal. Supardi menyebutkan dalam
bukunya tentang beberapa pemanfaatan bahan ajar dalam proses
pembelajaran klasikal4, yaitu:
4
Dr. Supardi, [Link], LANDASAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Menuju
Kemandirian Pendidik Mendesain Bahan ajar Berbasis Kontekstual, (Mataram: Sanabil,
2020), hal. 27-29.
9
1. Sebagai Bahan yang Tak Terpisahkan dari Buku Utama.
Dalam hal ini bahan ajar dapat berbentuk:
a) Petunjuk tentang cara mempelajari materi yang akan dibahas dalam
buku utama;
b) Bimbingan atau arahan dari guru kepada siswa untuk mencatat
penjelasan lebih terperinci dari materi yang dibahas dalam buku utama;
c) Petunjuk tentang cara mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah;
d) Gambar-gambar atau ilustrasi yang merupakan penjelasan lebih
terperinci dari penjelasan materi yang dilakukan secara deskriptif
dalam buku utama;
e) Buku kerja siswa.
2. Bahan Ajar dapat dianggap Sebagai Pelengkap/Suplemen Buku Utama.
Dalam hal ini bahan ajar dapat berisi tentang hal-hal berikut:
a) Materi pengayaan untuk buku materi utama.
b) Uraian tentang latar belakang materi.
c) Penjelasan tentang perbaikan-perbaikan yang perlu diketahui siswa
dari materi buku utama.
3. Bahan Ajar dapat digunakan untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
Yaitu dengan cara membuat bahan ajar yang penuh dengan gambar dan
dibuat berwarna sehingga menarik bagi siswa untuk mempelajarinya serta
berbeda dengan buku utamanya yang sifatnya baku.
4. Bahan ajar dapat dijadikan sebagai bahan yang mengandung penjelasan
tentang bagaimana mencari penerapan, hubungan, serta keterkaitan antara
satu topik dengan topik yang lain.
D. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Individual
10
Salah satu indikator pembelajaran berbasis individual yakni pendekatan
pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas peserta didik lebih aktif
dibandingkan pendidik (learner-centered vs teacher-centered). Metode
pembelajaran individual dirancang untuk kebutuhan masing-masing peserta
didik secara individual, yang berbeda cara dan kecepatan belajar siswa yang
satu dengan yang lain. Pembelajaran individual ini dapat berupa text-based,
seperti yang biasa dipakai dalam correspondence study sampai dengan cara
terbaru yang menggunakan pembelajaran computer-based.
Dalam pembelajaran individual ini, berperan pendidik sebagai produser
dan atau manajer dari sumber belajar atau sebagai tutor atau pembimbing
belajar peserta didik. Di lain pihak, bahan ajar berperan sangat beragam
tergantung dari metode pembelajaran individual yang dipakai. Bahan ajar
dalam pembelajaran individual adalah sebagai bahan utama dan perannya
sangat menentukan kelancaran proses pembelajaran. Hal ini disebabkan bahan
ajar individual/mandiri selain memuat informasi tentang hal-hal yang harus
dipelajari peserta didik, tetapi juga disesuaikan sedemikian rupa sehingga
mampu mengontrol kegiatan belajarnya.
Oleh sebab itu, bahan ajar untuk pembelajaran individual ini harus
dirancang dan dikembangkan dengan sangat hati-hati dengen
mempertimbangan kebutuhan belajar peserta didik. Dalam pembelajaran
individual bahan ajar berperan sebagai berikut;
1. Media utama dalam proses pembelajaran, misalnya bahan ajar cetak atau
bahan ajar cetak yang dilengkapi dengan program audio visual atau
komputer;
2. Alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa
memperoleh informasi;
3. Penunjang media pembelajaran individual lainnya, misalnya siaran radio,
siaran televisi, dan teleconference.5
5
Dr. Supardi, [Link]., Landasan Pengembangan Bahan Ajar, (Mataram: Sanabil, 2020),
hal. 19-20.
11
E. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran Kelompok
1. Pembelajaran Kelompok Memiliki Perbedaan dengan Pembelajaran
Klasikal.
Pembelajaran kelompok didasarkan pada humanistic psychology yang
menekankan pada cara orang berinteraksi dalam kelompok kecil dengan
menggunakan pendekatan dinamika kelompok. Ketika metode ini
digunakan dalam situasi pembelajaran, pada umumnya metode ini tidak
membutuhkan perangkat keras yang dirancang khusus, dan dalam
beberapa hal sangat sedikit membutuhkan bahan ajar dalam bentuk
tertulis, seperti booklet, lembar panduan diskusi, buku kerja, dan lain-lain.
Penekanannya justru diletakkan pada pendekatan dan teknik yang
digunakan daripada perangkat keras dan bahan belajarnya.
2. Peran pendidik dalam pembelajaran kelompok ini adalah sebagai
pengelola proses pembelajaran dan fasilitator. Adapun peran bahan ajar
lebih bersifat sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar
kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang
materi, informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar
kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya
sendiri. Di samping itu, bahan ajar juga digunakan sebagai bahan
pendukung bahan belajar utama serta dirancang sedemikian rupa sehingga
mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan dari pembahasan di atas mengenai media pembelajaran
satuan besaran dan pengukuran, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut.
1. Dalam peranan bahan ajar bagi guru adalah guru akan menghemat
waktunya dalam menjelaskan materi kepada siswa. Karena tidak semua
sumber materi perlu dijelaskan kepada siswa, sehingga pembelajaran
menjadi lebih efektif dan efisien karena guru menempatkan diri sebagai
fasilitator dalam pembelajaran.
2. Peran bahan ajar bagi siswa/peserta didik dalam memahami suatu materi
tidak memerlukan teman maupun guru, dan dapat belajar dimana saja dan
kapan saja. Dapat belajar sesuai kemampuannya, misalnya saat ini dia
ingin mempelajari pelajaran apa dan bab berapa, ini disesuaikan dengan
kemampuan/keinginannya. Sehingga dalam mempelajari materi tersebut,
peserta didik dalam kedepannya memiliki potensi untuk semakin mandiri
dalam belajar.
3. Bahan ajar dalam pembelajaran klasikal adalah sebagai
pelengkap/suplemen dari buku utama. Bahan ajar juga digunakan sebagai
alat untuk menerangkan suatu penjelasan. Sehingga dalam memberi
penjelasan lebih, peserta didik dapat lebih memahami maksud dari suatu
materi pelajaran.
4. Salah satu indikator pembelajaran berbasis individual yakni pendekatan
pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas peserta didik lebih
aktif dibandingkan pendidik (learner-centered vs teacher-centered).
Pembelajaran individual ini dapat berupa text-based, dan pendidik sebagai
produser atau tutor atau pembimbing.
5. Pembelajaran kelompok didasarkan pada humanistic psychology yang
menekankan pada cara orang berinteraksi dalam kelompok kecil dengan
12
13
menggunakan pendekatan dinamika kelompok. Selain itu bahan ajar juga
digunakan sebagai bahan pendukung bahan belajar utama.
DAFTAR RUJUKAN
Dr. Nana, [Link]. 2019. Pengembangan Bahan Ajar. Klaten: Penerbit Lakeisha.
Dr. Supardi, [Link]. 2020. LANDASAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Menuju
Kemandirian Pendidik Mendesain Bahan ajar Berbasis Kontekstual.
Mataram: Sanabil.
Tian Belawati. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat Penerbitan UT.
Ida Malati Sadjati. "Pengembangan Bahan Ajar", pengembangan bahan ajar bagi
guru. ([Link] diakses pada tanggal 1
Maret 2023.
14