Pengaruh Kualitas dan Citra Merek Kopi
Pengaruh Kualitas dan Citra Merek Kopi
Abstrak. Coffe Shop atau kedai kopi merupakan suatu tempat yang fokus utamanya menjual berbagai jenis
minuman berbahan dasar kopi. Di Semarang banyak berdiri kedai-kedai kopi, salah satu di antara dari sekian
banyak yang perlu diteliti adalah Antariksa Kopi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh masing-masing variabel bebas yaitu kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek terhadap
keputusan pembelian di Antariksa Kopi Seamarang. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Jumlah
sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 responden yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Data
yang dianalisis adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan progam
SPSS versi 26. Berdasarkan olah data dipeoleh hasil sebagai berikut, uji instrument menyatakan semua indikator
valid dan semua variabel dinyatakan reliabel. Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukan, kemampuan
variabel bebas menjelaskan variabel terikat sebanyak 65,5 persen. Hasil uji F semua variabel bebas secara
simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil koefisien regresi dan uji t menunjukan, bahwa
variabel kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian di Antariksa Kopi Semarang.
Kata kunci : kualitas produk; persepsi harga; citra merek; keputusan pembelian
Abstract. Coffe Shop or a coffee shop is a place whose main focus is selling various types of coffee-based
drinks. In Semarang there are many coffee shops, one of the many that needs to be researched is Antariksa
Kopi. The purpose of this study was to analyze the effect of each independent variable, namely product quality,
price perception, and brand image on purchasing decisions at Semarang Kopi Semarang. The method used is
quantitative method. The number of samples in this study were 97 respondents who were determined by the
technique purposive sampling. The data analyzed were primary data collected using a questionnaire and
processed using the SPSS version 26 program. Based on data processing, the following results were obtained,
the instrument test stated that all indicators were valid and all variables were declared reliable. The test results
of the coefficient of determination (R2) shows, the ability of the independent variable to explain the dependent
variable is 65.5 percent. The results of the F test of all independent variables simultaneously influence
purchasing decisions. The results of the regression coefficient and t test show that the variables of product
quality, price perception, and brand image have a positive and significant effect on purchasing decisions at
Antariksa Kopi Semarang.
PENDAHULUAN
Coffe Shop atau kedai kopi merupakan suatu tempat yang fokus utamanya menjual berbagai
jenis minuman berbahan dasar kopi. Di Semarang banyak berdiri kedai-kedai kopi, salah satunya
adalah Antariksa Kopi. Antariksa Kopi terletak di Jalan Papandayan No 25AD, Bendan Ngisor,
Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Kedai kopi ini bercorak modern dengan mengusung
konsep self service dan menyediakan fasilitas yang lengkap. Antariksa Kopi menyajikan berbagai
minuman coffe dan non coffe dengan teknik pengolahan yang bermacam-macam. Walaupun Antariksa
Kopi berdiri tahun 2019, namun Antariksa Kopi ini mampu bersaing dengan coffe shop lain.
66
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
Tabel 1
Daftar Rating Coffe Shop di Semarang
No Nama Coffe Shop Rating
1 Antariksa Kopi 4,5 / 5
2 Kastem Coffee & Space 4,4 / 5
3 Hoops Space 4,4 / 5
4 Hans Kopi Veteran 4,3 / 5
5 Kopi Janji Jiwa & Jiwa Toast Menoreh 4,2 / 5
Sumber : Ulasan (Rating ) di google
Tabel 1 menunjukkan, bahwa perbandingan rating Antariksa Kopi dengan beberapa coffe
shop yang lain. Antariksa Kopi menempati posisi puncak dengan rating 4,5, sehingga menarik untuk
diteliti. Kastem Coffee & Space mendapatkan rating 4,4, Hoops Space mendapatkan rating 4,4, Hans
Kopi Veteran mendapatkan rating 4,3, dan Kopi Janji Jiwa & Jiwa Toast Menoreh mendapatkan
rating 4,2. Di samping rating Antariksa Kopi yang berada di puncak, tren pendapatan penjualan
Antariksa Kopi juga mengalami peningkatan.
Tabel 2
Data Penjualan Antariksa Kopi 2022
Bulan Penjualan (Rp) Persentase (%) Keterangan
Februari 2022 Rp. 40.000.000 0 -
Maret 2022 Rp. 50.000.000 20 Naik (Rp. 10.000.000)
April 2022 Rp. 60.000.000 17 Naik (Rp. 10.000.000)
Mei 2022 Rp. 65.000.000 8 Naik (Rp. 5.000.000)
Juni 2022 Rp. 70.000.000 7 Naik (Rp. 5.000.000)
Juli 2022 Rp. 70.000.000 0 Stabil (Rp. 0)
Agustus 2022 Rp. 80.000.000 13 Naik (Rp. 10.000.000)
September 2022 Rp. 90.000.000 11 Naik (Rp. 10.000.000)
Sumber: Antariksa Kopi Semarang
Tabel 2 diketahui bahwa selama delapan bulan, dari bulan Februari 2022 sampai dengan
September 2022, Antariksa Kopi mengalami kenaikan penjualan, dengan rata-rata sebanyak Rp.
6.250.000 per bulan. Pada awal bulan Antariksa Kopi mengalami kenaikan penjualan secara berturut-
turut, yaitu pada bulan Maret 2022 sebanyak Rp. 10.000.000, April 2022 sebanyak Rp. 10.000.000,
Mei 2022 sebanyak Rp. 5.000.000, dan pada bulan Juni 2022 sebanyak Rp. 5.000.000. Pada bulan Juli
2022 tidak mengalami kenaikan penjualan, sedangkan pada bulan Agustus 2022 mengalami kenaikan
penjualan sebanyak Rp. 10.000.000. Pada bulan September 2022 Antariksa Kopi mengalami kenaikan
penjualan sebanyak Rp. 10.000.000, Karena pendapatan penjualan Antarika Kopi selalu meningkat
dari bulan ke bulan, maka Antariksa Kopi layak dijadikan objek penelitian.
Banyak variabel yang mempengaruhi konsumen untuk membeli produk kopi di coffe shop.
Berdasarkan penelitian terdahulu variabel yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. Kualitas produk
diteliti oleh (Anggraeni & Soliha, 2020), (Syamsidar & Soliha, 2019), (Rosanti et al., 2021), (Vikar et
al., 2021), (Yuliana & Maskur, 2022), (Putra & Talumantak, 2022), (Nopendra et al., 2022), (Hakim
& Juwita, 2021), (Laisina & Fairliantina, 2022), (Octhaviani & Sibarani, 2021), (Wati & Gunaningrat,
2022), (Salsabila & Maskur, 2022). 2. Persepsi harga diteliti oleh (Anggraeni & Soliha, 2020),
(Syamsidar & Soliha, 2019), (Yuliana & Maskur, 2022), (Putra & Talumantak, 2022), (Nisa, 2022),
(Laisina & Fairliantina, 2022), (Salsabila & Maskur, 2022). 3. Harga diteliti oleh (Vikar et al., 2021),
(Mawaddah et al., 2021), (Hakim & Juwita, 2021), (Wati & Gunaningrat, 2022). 4. Citra merek
diteliti oleh (Anggraeni & Soliha, 2020), (Syamsidar & Soliha, 2019), (Rosanti et al., 2021), (Vikar et
al., 2021), (Mawaddah et al., 2021), (Putra & Talumantak, 2022), (Nisa, 2022), (Hakim & Juwita,
2021), (Laisina & Fairliantina, 2022), (Octhaviani & Sibarani, 2021), (Wati & Gunaningrat, 2022),
(Salsabila & Maskur, 2022). 5. Kualitas layanan diteliti oleh (Mawaddah et al., 2021), (Yuliana &
Maskur, 2022), (Salsabila & Maskur, 2022). 6. Promosi diteliti oleh (Syamsidar & Soliha, 2019),
(Nopendra et al., 2022). 7. Store atmosphere diteliti oleh (Nopendra et al., 2022). 8. Harga diskon
67
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
diteliti oleh (Octhaviani & Sibarani, 2021). 9. Tempat diteliti oleh (Wati & Gunaningrat, 2022). 10.
Lokasi diteliti oleh (Yuliana & Maskur, 2022). 11. Word of mouth diteliti oleh (Nisa, 2022).
Pada kesempatan ini peneliti berfokus pada tiga variabel independen, yaitu kualitas produk,
persepsi harga, dan citra merek, karena ketiga variabel tersebut masih terdapat perbedaan hasil
penelitian atau yang disebut research gap. Variabel yang pertama adalah kualitas produk. Menurut
Kotler dan Keller (2012: 121) menyatakan, bahwa kualitas produk adalah kemampuan suatu produk
untuk melaksanakan fungsinya yang meliputi: daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan operasi
dan perbaikan serta atribut bernilai lainnya. Secara teori kualitas produk berpengaruh terhadap
keputusan pembelian, namun secara real belum tentu berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Kualitas produk yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara real telah diteliti oleh
(Anggraeni & Soliha, 2020), (Vikar et al., 2021), dan (Yuliana & Maskur, 2022) yang menyatakan,
bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda
dengan hasil penelitian (Syamsidar & Soliha, 2019) yang menyatakan, bahwa kualitas produk tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Variabel yang kedua adalah persepsi harga. Menurut Peter dan Olson 2014: 246) persepsi
harga adalah menyangkut bagaimana informasi harga dipahami oleh konsumen dan dibuat bermakna
oleh mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Syamsidar & Soliha, 2019), (Anggraeni &
Soliha, 2020), (Putra & Talumantak, 2022), dan (Nisa, 2022) menyatakan, bahwa persepsi harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian
(Yuliana & Maskur, 2022) yang menyatakan, bahwa persepsi harga tidak berpengaruh terhadap
keputusan pembelian. Variabel yang ketiga dalam penelitian ini adalah citra merek. Menurut Kotler
dan Keller (2016: 274) citra merek (brand image) merupakan persepsi masyarakat terhadap
perusahaan atau produknya. Menurut penelitian (Anggraeni & Soliha, 2020), (Rosanti et al., 2021),
dan (Salsabila & Maskur, 2022) menyatakan, bahwa variabel citra merek berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian (Putra & Talumantak,
2022) menyatakan, bahwa citra merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Tinjauan Pustaka
Kualitas Produk
Menurut Kotler dan Keller (2012) menyatakan, bahwa kualitas produk adalah kemampuan
suatu produk untuk melaksanakan fungsinya yang meliputi: daya tahan, keandalan, ketepatan,
kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut bernilai lainnya. Menurut Priansa (2017) kualitas
produk merupakan persepsi dari manfaat yang konsumen terhadap kualitas produk atau jasa, apakah
sesuai dengan harapan konsumen. Dua definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa kualitas produk
adalah kemampuan suatu produk dalam memenuhi harapan kosumen. Konsumen akan merasa puas
apabila produk tersebut dapat memenuhi harapan konsumen, sehingga konsumen dapat menilai bahwa
produk tersebut berkualitas atau tidak berkualitas. Menurut Kotler dan Keller (2012) terdapat
beberapa tolak ukur kualitas produk, yaitu sebagai berikut: (1) bentuk (form); (2) fitur (feature); (3)
penyesuaian (customizatin); (4) kualitas kinerja (performance quality); (5) kualitas kesesuaian
(conformance quality); (6) ketahanan (durability); (7) keandalan (reliablity); (8) kemudahan
perbaikan (repairability); (9) gaya (style); dan (10) desain (design).
Persepsi Harga
Menurut Peter dan Olson (2014) persepsi harga adalah menyangkut bagaimana informasi
harga dipahami oleh konsumen dan dibuat bermakna oleh mereka. Menurut Schiffman dan Kanuk
(2011) persepsi merupakan suatu proses seseorang individu dalam menyeleksi, mengorganisasikan,
dan menterjemahkan stimulus informasi yang datang menjadi suatu gambaran yang menyeluruh.
Persepsi harga ialah bagaimana cara konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi, rendah dan
adil. Dua definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa persepsi harga adalah pandangan konsumen
mengenai murah atau mahalnya suatu harga berdasarkan informasi harga yang dipahami dan
dijadikan makna yang penting oleh konsumen. Indikator persepsi harga menurut Peter dan Olson
(2014) sebagai berikut: (1) kesesuaian harga dengan kualitas produk. penilaian atas suatu harga
dengan kualitas produk yang dihasilkan sesuai atau tidak harga barang dengan kualitas produknya; (2)
perbandingan harga dengan pesaing. penilaian terhadap perbandingan harga antara harga yang
ditawarkan terhadap harga dasar yang diketahui melalui informasi harga produk pesaing; dan (3)
68
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
kemampuan finansial. penilaian tentang jumlah nominal uang yang dimiliki pembeli, terjangkau atau
tidaknya jumlah uang yang dimiliki konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk.
Citra Merek
Menurut Kotler dan Keller (2016) citra merek (brand image) merupakan persepsi masyarakat
terhadap perusahaan atau produknya. Suatu citra merek yang kuat akan menciptakan keunggulan bagi
perusahaan dalam bersaing. Menurut Tjiptono (2015) Citra merek adalah deskripsi asosiasi dan
keyakinan konsumen terhadap merek tertentu. Dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa citra
merek adalah persepsi konsumen terhadap merek dari suatu produk. Pemikiran dari konsumen
tersebut yang menyebabkan pemilihan dari suatu produk melalui merek yang dipercayai oleh
konsumen tersebut. Suatu keputusan konsumen yang dilakukan pastinya menunjukkan kegiatan untuk
melakukan pemilihan produk dari berbagai produk yang memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Menurut Kotler dan Keller (2016) indikator citra merek dapat dilihat dari: (1)
keunggulan asosiasi merek; (2) kekuatan asosiasi merek; dan (3) keunikan asosiasi merek.
Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Armstrong (2008) mengemukakan bahwa keputusan pembelian
konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. Menurut Firmansyah (2018) keputusan
pembelian adalah tahap seleksi terhadap dua pilihan alternative atau lebih. Dengan kata lain,
ketersediaan pilihan yang lebih dari satu merupakan suatu keharusan dalam pengambilan keputusan.
Menurut Kotler dan Keller (2009) keputusan pembelian adalah keputusan konsumen mengenai
preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Ketiga definisi di atas dapat
disimpulkan, bahwa keputusan pembelian adalah suatu keputusan yang diambil setelah adanya
beberapa pertimbangan dan memutuskan untuk membeli barang sesuai yang disukai. Menurut Kotler
dan Armstrong (2008) indikator keputusan pembelian adalah sebagai berikut: (1) kemantapan
membeli setelah mengetahui informasi produk; (2) memutuskan membeli karena merek yang paling
disukai; (3) membeli karena sesuai dengan keinginan dan kebutuhan; dan (4) membeli karena
mendapat rekomendasi dari orang lain.
METODE
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Antariksa Kopi Semarang. Jumlah sampel
dalam penelitian ini sebanyak 97 responden yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Data
yang dianalisis adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah
menggunakan progam SPSS versi 26. Uji instrumen penelitian yang digunakan adalah uji validitas
dan uji reliabilitas. Alat analisis yang digunakan adalah uji koefisien determinasi (R2), uji F, uji
regresi linier berganda, dan uji t.
HASIL
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO). Jika nilai KMO ≥ 0,5 maka
analisis faktor dapat dilakukan, sebaliknya jika nilai KMO ≤ 0,5 maka analisis faktor tidak dapat
dilakukan, dan apabila nilai loading factor (component matrix) ≥ 0,4 maka dinyatakan valid Ghozali
(2018). Tabel 3 diketahui, bahwa variabel kualitas produk, persepsi harga, citra merek, dan keputusan
pembelian memiliki nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) ≥ 0,5 yang berati bahwa kriteria kecukupan
sampel terpenuhi, sehingga dapat dilakukan analisis faktor. Seluruh indikator variabel dalam
penelitian ini memiliki nilai loading factor ≥ 0,4 sehingga semua indikator yang dirinci dari variabel
dinyatakan valid.
69
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
Tabel 3
Hasil Uji Validitas
Variabel KMO (≥ 0,5) Indikator Loading Factor (≥ 0,4) Keterangan
Kualitas Produk (X1) X1.1 0,647 Valid
X1.2 0,664 Valid
X1.3 0,603 Valid
X1.4 0,631 Valid
X1.5 0,709 Valid
0,830 X1.6 0,648 Valid
X1.7 0,703 Valid
X1.8 0,594 Valid
X1.9 0,747 Valid
X1.10 0,748 Valid
Persepsi Harga (X2) X2.1 0,801 Valid
0,671 X2.2 0,767 Valid
X2.3 0,823 Valid
Citra Merek (X3) X3.1 0,823 Valid
0,662 X3.2 0,743 Valid
X3.3 0,834 Valid
Keputusan Pembelian (Y) Y1.1 0,791 Valid
0,754 Y1.2 0,793 Valid
Y1.3 0,787 Valid
Y1.4 0,607 Valid
Sumber: data olahan
Uji reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan
indikator dari suatu variabel. Suatu variabel dikatan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha ≥ 0,70.
Tabel 4 menunjukan, bahwa seluruh variabel memiliki nilai Cronbach Alpha ≥ 0,70. Kualitas produk
(0,861), persepsi harga (0,710), citra merek (0,712), dan keputusan pembelian (0,724). Jadi dapat
disimpulkan bahwa variabel kualitas produk, persepsi harga, citra merek, dan keputusan pembelian
dinyatakan reliabel.
Tabel 4
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Standar Reliabel (0,70) Keterangan
Kualitas Produk (X1) 0,861 0,70 Reliabel
Persepsi Harga (X2) 0,710 0,70 Reliabel
Keputusan Pembelian (Y) 0,724 0,70 Reliabel
Sumber: data olahan
Tabel 5
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji F, Uji Regresi Linier berganda, dan Uji t
Uji F Uji t
Variabel Adjusted R2 B
F Sig. t Sig.
0,655 61.802 0,000b
Kualitas Produk (X1) 0,363 3,579 0,001
Persepsi Harga (X2) 0,322 3,963 0,000
Citra Merek (X3) 0,256 3,038 0,003
Sumber: data olahan
Tabel 5 diketahui bahwa nilai Adjusted R Square 65,5 persen. Hal ini menunjukan bahwa
variabel kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek mampu menjelaskan keputusan pembelian
sebesar 65,5 persen, sedangkan sisanya 34,5 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
termasuk dalam penelitian. Uji statistik F dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan semua
70
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
variabel bebas dimasukkan dalam model yang memiliki pengaruh simultan terhadap variabel terikat
Ghozali (2018: 98). Tabel 5 diketahui, bahwa nilai F hitung sebesar 61,802 lebih besar dari nilai F
tabel (2,70) dan nilai signifikasi (sig) sebesar 0,000. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa variabel
kualitas produk, persepsi harga, dan citra merek berpengaruh secara simultan terhadap keputusan
pembelian, sehingga model regresi dalam penelitian ini layak untuk dianalisis.
Berdasarkan Tabel 5 diketahui nilai koefisien regresi, lalu dimasukan ke dalam persamaan
regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0,363 X1 + 0,322 X2 + 0,256 X3
Keterangan dari hasil analisis regresi linier berganda di atas adalah sebagai berikut:
1. Nilai koefisien regresi variabel kualitas produk (X1) positif 0,363. Hal ini berarti, bahwa apabila
kualitas produk dipertahankan, maka semakin banyak pula orang yang memutuskan untuk
berkunjung dan membeli produk kopi di Antariksa Kopi. Dengan asumsi variabel persepsi harga
dan citra merek tidak terjadi perubahan (stagnan).
2. Nilai koefisien regresi variabel persepsi harga (X2) positif 0,322. Hal ini berarti, bahwa apabila
persepsi harga dipertahankan dan harga yang ditawarkan semakin sesuai dengan manfaat yang
diberikan, maka semakin banyak pula orang yang memutuskan untuk berkunjung dan membeli
produk kopi di Antariksa Kopi. Dengan asumsi variabel kualitas produk dan citra merek tidak
terjadi perubahan (stagnan).
3. Nilai koefisien regresi variabel citra merek (X3) positif 0,256. Hal ini berarti, bahwa apabila citra
merek dipertahankan, maka semakin banyak pula orang yang memutuskan untuk berkunjung dan
membeli produk kopi di Antariksa Kopi. Dengan asumsi variabel kualitas produk dan persepsi
harga tidak terjadi perubahan (stagnan).
Variabel yang paling kuat mempengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas produk dengan
nilai koefisien regresi sebesar 0,363. Berdasarkan pada nilai koefisien regresi dan hasil uji t dapat
diketahui, bahwa: Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian;
Persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian; dan Citra merek
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Uji parsial atau uji t-test dapat digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu
variabel independen secara individual yang menerangkan tentang variabel-variabel dependen Ghozali
(2018: 179). Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 5 menunjukan, bahwa kualitas produk memiliki nilai
signifikasi sebanyak 0,001 ≤ 0,05 sehingga kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian. Variabel persepsi harga memiliki nilai signifikasi sebanyak 0,000 ≤ 0,05
sehingga persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel citra merek
memiliki nilai signifikasi sebanyak 0,003 ≤ 0,05 sehingga citra merek berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian. Dapat diketahui, bahwa masing-masing variabel memiliki hasil yang
signifikan terhadap keputusan pembelian.
Berdasarkan hasil koefisien regresi dan uji t, variabel kualitas produk berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian Antariksa Kopi Semarang. Hal ini berarti segala perubahan
yang terjadi pada keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas produk. Konsumen akan merasa
puas apabila produk tersebut dapat memenuhi harapan konsumen, sehingga konsumen dapat menilai
bahwa produk tersebut berkualitas. Upaya yang dapat dilakukan Antariksa Kopi dalam
mempertahankan kualitas produknya yaitu dengan mempertahankan ciri khas produk,
mempertahankan berbagai variasi ukuran produk, mempertahankan desain produk yang menarik, dan
memperhatikan daya tahan produk tersebut. Upaya-upaya tersebut dilakukan, agar konsumen merasa
puas pada saat mengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan. Hal ini berarti, bahwa semakin
konsumen merasa puas terhadap suatu produkyang dijual, maka semakin banyak konsumen yang
berkunjung dan membeli kopi di Antariksa Kopi Semarang.
Hasil penelitian ini menguatkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anggraeni dan
Soliha (2020), Rosanti dkk (2021), Vikar dkk (2021), Yuliana dan Maskur (2022), Nopendra dkk
(2022) yang menyatakan, bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Syamsidar dan Soliha
(2019), Putra dan Talumantak (2022), Octhaviani dan Sibarani (2021), Wati dan Gunaningrat (2021)
yang menyatakan, bahwa kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil
koefisien regresi dan uji t, variabel persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian Antariksa Kopi Semarang. Hal ini berati segala perubahan segala perubahan
71
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
yang terjadi pada keputusan pembelian dipengaruhi oleh persepsi harga. Konsumen akan meresa puas
apabila harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat yang di berikan.
Upaya yang dapat dilakukan Antariksa Kopi dalam mempertahankan persepsi harga yaitu,
memperhatikan dan menyesuaiakan harga yang ditawarkan dengan kualitas dan manfaat produk yang
diberikan. Upaya-upaya tersebut dilakukan, agar konsumen merasakan kualitas dan manfaat yang
sebanding dengan harga yang ditawarkan. Hal ini berarti, bahwa apabila persepsi harga dipertahankan
dan harga yang ditawarkan semakin sesuai dengan manfaat yang diberikan, maka semakin banyak
pula orang yang memutuskan untuk berkunjung dan membeli produk kopi di Antariksa Kopi
Semarang. Hasil penelitian ini menguatkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anggraeni dan
Soliha (2020), Syamsidar dan Soliha (2019), Putra dan Talumantak (2022), Nisa K (2022) yang
menyatakan, bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuliana dan Maskur (2022), Laisina dan
Fairliantina (2022), Salsabila dan Maskur (2022) yang menyatakan, bahwa persepsi harga tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Hasil koefisien regresi dan uji t, variabel citra merek berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian Antariksa Kopi Semarang. Hal ini berati segala perubahan yang terjadi
pada keputusan pembelian dipengaruhi oleh citra merek. Citra merek adalah persepsi konsumen
terhadap merek dari suatu produk. Upaya yang dapat dilakukan Antariksa Kopi dalam
mempertahankan citra merek yaitu, dengan mempertahankan keunikan dan keunggulan produk yang
sudah ada. Upaya tersebut dilakukan, agar menciptakan citra yang baik bagi konsumen. Hal ini
berarti, bahwa apabila citra merek dipertahankan dan semakin baik citra Antariksa Kopi Semarang,
maka semakin banyak pula orang yang memutuskan untuk berkunjung dan membeli produk kopi di
Antariksa Kopi Semarang.
Hasil penelitian ini menguatkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anggraeni dan
Soliha (2020), Rosanti dkk (2021), Nisa K (2022), Hakim dan Juwita (2021) yang menyatakan, bahwa
citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berbeda dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Syamsidar dan Soliha (2019), Vikar dkk (2021), Mawaddah dkk
(2021), Putra dan Talumantak (2022) yang menyatakan, bahwa citra merek tidak berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.
SIMPULAN
Berdasarkan permasalahan, hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan, bahwa
kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Antariksa Kopi
Semarang. Persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Antariksa
Kopi Semarang. Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
Antariksa Kopi Semarang.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, A. R., & Soliha, E. 2020. Kualitas produk, citra merek dan persepsi harga terhadap
keputusan pembelian (Studi pada konsumen Kopi Lain Hati Lamper Kota Semarang). Jurnal
Al Tijarah, 6(3), 96–107. [Link]
Ghozali, I. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (9th ed.). Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Hakim, M., & Juwita, R. 2021. Pengaruh Harga, Citra Merek, Kualitas Produk Dan Persepsi Terhadap
Keputusan Pembelian Pada Kopi Petang di Palembang. Publikasi Riset Mahasiswa
Manajemen, 3(1), 67–77. [Link]
Kotler, Philip dan Keller, K. L. 2012. Manaejmen Pemasaran (12th ed.). Erlangga.
Kotler, P., & Armstrong, G. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Alih Bahasa oleh Bob Sabran (12th
ed.). Erlangga. Jakarta.
Kotler, P. dan K. L. K. 2009. Manajemen Pemasaran Alih. Bahasa: Benyamin Molan (13th ed.).
Cetakan Keempat. PT. Indeks. Jakarta.
Kotler, P., & Keller, K. L. 2016a. Manajemen Pemasaran (12th ed.). PT. Indeks.
Kotler, P., & Keller, K. L. 2016b. Marketing Managemen (15th ed.). Pearson Education,Inc.
Laisina, J. N. ., & Fairliantina, E. 2022. Pengaruh kualitas produk , persepsi harga dan brand image
terhadap keputusan membeli di kopi kenangan pasar minggu. Nautical: Jurnal Ilmiah
72
Bagus Kapirossi dan Rokh Eddy Probowo, Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian (Studi di Antariksa Kopi Semarang)
73