0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan5 halaman

Mengerjakan Keselamatan dalam Filipi 2:12-13

Ringkasan dokumen tersebut dalam 3 kalimat atau kurang: Filipi 2:12 mengajak jemaat untuk terus mengerjakan keselamatan yang telah diberikan Tuhan melalui iman, bukan untuk memperoleh keselamatan. Ayat ini menekankan bahwa keselamatan berasal dari anugerah Tuhan, namun orang percaya harus terus setia dalam iman dengan takut akan Tuhan.

Diunggah oleh

Shania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan5 halaman

Mengerjakan Keselamatan dalam Filipi 2:12-13

Ringkasan dokumen tersebut dalam 3 kalimat atau kurang: Filipi 2:12 mengajak jemaat untuk terus mengerjakan keselamatan yang telah diberikan Tuhan melalui iman, bukan untuk memperoleh keselamatan. Ayat ini menekankan bahwa keselamatan berasal dari anugerah Tuhan, namun orang percaya harus terus setia dalam iman dengan takut akan Tuhan.

Diunggah oleh

Shania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Shania Chukwu Semester : III

NIM : [Link] Prodi : PAK

KERJAKAN KESELAMATANMU ( FILIPI 2:12-13)


Filipi 2:12
“(12) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan
keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi
terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir(13) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam
kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

---

Dari teks yang kita baca, cukup terlihat dengan jelas bahwa inti ayat ini terletak di Filipi
2: 12 yang berbunyi “kerjakan keselamatanmu”.

A. Apa Artinya “Mengerjakan Keselamatan” Itu?


Pertama-tama harus kita bahwa ayat ini seringkali disalahtafsirkan dalam kaitannya dengan
doktrin keselamatan. Beberapa orang memakai ayat ini untuk menentang doktrin keselamatan
karena anugerah/iman saja, dan mengatakan bahwa manusia pun mempunyai andil di dalam
keselamatannya.
 Manfred T. Brauch dalam Buku Ucapan Paulus yang Sulit, hal. 219 - Memang
sejak zaman Reformasi, ketika inti dari Injil Paulus adalah pemberitaan sola gratia, sola
fide ("karena kasih karunia saja, karena Iman saja"), apa pun yang sedikit saja
menyinggung "mengerjakan keselamatan" atau "keselamatan karena perbuatan"
dicurigai. Dan masalah itulah yang sering muncul ketika orang-orang beriman
membaca Filipi 2:12-13.
Karena itu ayat ini sering dipakai sebagai dasar untuk mengajarkan bahwa keselamatan
adalah usaha manusia. Tetapi jika kita menafsirkan demikian, ayat ini akan bertabrakan dengan
begitu banyak ayat dalam alkitab yang menjelaskan bahwa keselamatan kita murni adalah
anugerah Allah yang kita terima lewat iman, bukan karena usaha/perbuatan/pekerjaan kita dan
bahwa manusia tidak bisa dibenarkan/diselamatkan lewat perbuatannya. Misalnya
perbandingan dengan Efesus 2:8-9 yang akan terlihat sangat kontras jika Filipi 2:12 ini
diartikan sebagai keselamatan karena usaha manusia.
 Efesus 2:8-9 – (8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri.
Baik Surat Filipi dan Efesus sama-sama ditulis oleh Paulus jadi tidak mungkin jika di
Surat Filipi Paulus mengajarkan bahwa kita harus mengerjakan keselamatan kita sedangkan
di Surat Efesus ia mengatakan bahwa keselamatan itu bukan hasil pekerjaan kita. Pada
akhirnya tentunya ayat ini (Fil 2:12) tidak berarti bahwa keselamatan adalah pekerjaan/usaha
manusia. Kata-kata “kerjakan keselamatanmu” juga tidak berarti bahwa jemaat Filipi belum
selamat, atau tidak yakin akan keselamatan mereka, atau bahwa keselamatan mereka bisa
hilang.

Analisi Verbal - Kerjakan


 Kata ‘kerjakan’ di sini dalam bahasa Yunaninya adalah “KATERGAZESTHE”, yang
berasal dari kata kerja "KATERGAZOMAI" yang berarti ‘to bring to completion’
(menyelesaikan). Bandingkan Filipi 2:12 ini dengan Efs 6:13 yang memakai kata
Yunani yang sama.
 Filipi 2:12 - Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan (Katergazomai) keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja
seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
 Efesus 6:13 - Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu
dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu
menyelesaikan (Katergazomai) segala sesuatu.
 Jadi, ‘kerjakan keselamatanmu’ berarti dalam jalan saudara ikut Tuhan, jangan berhenti
di tengah jalan! Ikutlah terus sampai akhir atau sampai selesai! Itu maksud ayat ini.
 Jadi perintah ini bukan menyuruh kita bekerja demi keselamatan kita melainkan
mengerjakan keselamatan yang sudah kita dapat secara anugerah itu.
 Misalnya saya memberikan saudara sebuah sawah secara gratis. Saudara tidak berusaha
apa-apa untuk mendapatkan sawah itu. Itu benar-benar “kasih karunia” dari saya.
Setelah itu saya berkata pada saudara “kerjakan sawahmu”. Apakah perintah saya ini
bertentangan dengan fakta bahwa saudara mendapatkan sawah secara gratis dari saya?
Tidak bukan? Kita harus ingat bahwa keselamatan kita sudah dimulai sejak hari di mana
kita beriman sungguh-sungguh kepada Kristus.

Analisis Konteks - Keselamatan


Kata “keselamatan” dalam Filipi 2:12 dan Efesus 2:8-9 pasti memiliki konteks yang
berbeda. Konteks Filipi 2:12 adalah keselamatan yang harus dikerjakan orang percaya dan
konteks Efesus 2:8-9 keselamatan oleh anugerah melaui iman. (Swindoll 2015). Pada
dasarnya konsep mengerjakan keselamatan dalam kitab Filipi bukan sebagai penentu untuk
memperoleh keselamatan (da;am Efesus) atau keselamatan bisa hilang, namun merupakan
bagian yang harus dikerjakan orang percaya setelah menerima keselamatan tersebut.
Selanjutnya tentang makna Takut dan Gentar yang dimaksud Rasul Paulus dalam
pasal 2:12 memiliki makna.
 Pertama, jemaat gemetar bukan karena takut kehilangan keselamatan pribadi, tetapi
jemaat pecah yang bisa melemahkan iman jemaat Filipi.
 Kedua, ketaatan kepada Allah. Rasul Paulus dari perspektifnya sebagai orang Yahudi
selalu menghubungkan ketaatan dengan sifat takut dan gementar kepada Allah. Jadi
Rasul Paulus mendorong jemaat Filipi memiliki ketaatan yang diikuti dengan rasa
takut dan gementar kepada Allah.

B. Bagaimana “Mengerjakan Keselamatan” Kita?


Selain menasihatkan agar jemaat mengerjakan keselamatannya, Paulus juga
memberitahukan cara mengerjakan keselamatan itu. Beberapa cara yang diberikan Paulus :
 Keselamatan kita harus dikerjakan secara terus menerus.
Filipi 2:12 – Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu ….”
Jadi sebelum kalimat “kerjakan keselamatanmu”, ada 2 kata penting di sana
yakni “senantiasa” dan “tetaplah”. 2 kata ini mengandung makna yang kurang lebih
sama bahwa keselamatan kita itu harus dikerjakan secara terus menerus. Ingat juga (di
atas sudah dijelaskan) bahwa kata “kerjakanlah” (Yun. Katergazomai) mempunyai
makna “menyelesaikan” sehingga ini mendukung ide bahwa keselamatan kita itu harus
dikerjakan terus menerus hingga selesai (tidak boleh berhenti di tengah jalan). Ini
menunjukkan bahwa kita harus tekun / terus berusaha, mulai saat kita percaya kepada
Kristus, sampai kita bertemu dengan Dia muka dengan muka.
Ada banyak orang ketika baru pertama kali percaya pada Yesus, mereka begitu
semangat dan berapi-api di dalam berdoa, membaca Alkitab, beribadah, mengikuti
kelas Pemahaman Alkitab, bersaksi, melayani, memberitakan Injil, dll, tetapi mereka
tidak bisa mempertahankan konsistensinya sehingga pada akhirnya mereka menjadi
malas, acuh tak acuh dan pada akhirnya mundur dalam kerohanian mereka.
 Keselamatan kita harus dikerjakan tanpa bergantung pada orang lain.
Filipi 2:12 - Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu
aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
Jadi Paulus mau agar jemaat di Filipi tidak hanya taat saat ia bersama-sama
mereka saja melainkan saat ia tidak bersama-sama mereka lagi. Ini perlu ditegaskan
karena jemaat Filipi sangat dekat dan mengasihi Paulus sehingga mereka bisa terjebak
pada ketaatan yang semu, yaitu taat hanya karena faktor Paulus (hamba Tuhan) saja.
Ada banyak orang seperti itu ? Mereka hanya taat atau aktif di depan pendetanya saja
tetapi di belakang mereka sama sekali tidak taat atau tidak aktif. Ketaatan seperti ini
jelas tidak tepat.
 Keselamatan kita harus dikerjakan dengan takut dan gentar.
Filipi 2:12 - Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,bukan saja seperti waktu
aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
Kata “takut dan gentar” ini sering dipakai Paulus untuk menggambarkan suatu
sikap hormat. Jadi maksudnya adalah ketaatan kita kepada Allah harus didasarkan pada
rasa hormat terhadap kekudusan Allah. Ada banyak orang memang taat tetapi
sebenarnya mereka tidak menghargai Allah. Mereka terpaksa taat karena tidak ada
kesempatan untuk tidak taat, mereka terpaksa taat karena takut ketahuan.

C. Kemampuan Untuk “Mengerjakan Keselamatan” Kita.


Filipi 2:13 - karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun
pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
 Kalau Filipi 2: 12 menyuruh kita mengerjakan keselamatan kita, Filipi 2: 13
mengatakan bahwa Allahlah yang bekerja. Menurut NASB
 NASB - ‘for it is God who is at work in you, both to will and to work’(karena Allahlah
yang bekerja di dalam kamu, baik dalam menghendaki maupun dalam bekerja).
 Kata ‘work’ yang pertama dalam bahasa Yunaninya adalah “ENERGON” (present
participle). Kata ini menunjukkan bahwa Allah disebut sebagai ‘the energizing one’
atau ‘the energizer’ (orang yang memberi energi).
 Baik kata ‘work’ yang pertama maupun yang kedua, menggunakan kata Yunani yang
berasal dari kata “ENERGEIN” yang selalu menunjuk pada tindakan Allah, dan selalu
menunjukkan pada tindakan yang effective / pasti berhasil.
 Jadi ayat 13 ini menunjukkan bahwa baik ‘to will’ maupun ‘to work / to do’ (untuk mau
maupun untuk mengerjakan), semuanya adalah karena pekerjaan Allah dalam diri kita.
Jadi rahasianya terletak pada diri Allah. Allah yang mengerjakan kekuatan dari dalam
diri kita, Allahlah yang memampukan kita untuk mau dan mampu mentaati Dia.
Melalui intervensi Allah dalam diri kita, kita diberi kemauan dan kemampuan. Tugas
kita adalah berserah pada pimpinan Allah.

Anda mungkin juga menyukai