0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan26 halaman

Karakteristik DAS Berbentuk Kipas

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai karakteristik daerah aliran sungai (DAS), yang meliputi definisi DAS, fungsi sungai, corak daerah pengaliran, ciri-ciri DAS, jenis sungai, koefisien corak DAS, bentuk penampang dan profil sungai, serta pengukuran elevasi permukaan air dan debit sungai."

Diunggah oleh

Cindy Cvk X-chill
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan26 halaman

Karakteristik DAS Berbentuk Kipas

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai karakteristik daerah aliran sungai (DAS), yang meliputi definisi DAS, fungsi sungai, corak daerah pengaliran, ciri-ciri DAS, jenis sungai, koefisien corak DAS, bentuk penampang dan profil sungai, serta pengukuran elevasi permukaan air dan debit sungai."

Diunggah oleh

Cindy Cvk X-chill
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Karakteristik DAS

Definisi
▪ Sungai berfungsi mengumpulkan air (curah hujan) dalam suatu daerah tertentu dan
mengalirkannya ke laut
▪ Fungsi lain sungai ; PLTA, pelayaran (transportasi), pariwisata, perikanan, pertanian
(irigasi), dll
▪ Daerah pengaliran sebuah sungai adalah daerah tempat presipitasi itu
mengkonsentrasi ke sungai
▪ Garis batas daerah-daerah aliran yang berdampingan disebut batas daerah aliran
▪ Luas daerah pengaliran diperkirakan dengan pengukuran daerah itu pada peta
topografi
▪ Daerah pengaliran, topografi, tumbuh-tumbuhan dan geologi/geomorfologi
mempunyai pengaruh terhadap debit, banjir, karaktersitik banjir, dan seterusnya
Corak Daerah Pengaliran
Daerah pengaliran DAERAH PENGALIRAN RADIAL
Daerah pengaliran yang sejajar
• Daerah pengaliran berbentuk kipas/lingkaran, dimana anak
berbentuk bulu burung sungainya mengkonsentrasi ke suatu titik secara radial
• Memiliki debit banjir yang besar di dekat titik pertemuan anak-
anak sungai

Daerah pengaliran yang menyebar


DAERAH PENGALIRAN BULU BURUNG DAERAH PENGALIRAN PARALEL
• Jalur daerah di kiri kanan sungai utama dimana • Memiliki corak dimana dua jalur daerah pengalian bersatu di bagian hilir
anak-anak sungai mengalir ke sungai utama • Banjir terjadi di sebelah hilir titik-titik pertemuan sungai
• Memiliki debit banjir yang kecil, akan tetapi DAERAH PENGALIRAN KOMPLEKS
banjirnya berlangsung lama • Hanya beberapa buah daerah aliran yang mempunyai bentuk-bentuk kompleks
Ciri-ciri DAS

1) Luas dan Bentuk Daerah


Banjir-banjir sungai di daerah aliran yang kecil, lebih besar daripada banjir-
banjir sungai di daerah aliran yang luas
Daerah aliran yang bentuknya lebar dan banyak sungai cabang, banjir-banjir
sungainya lebih besar daripada daerah aliran yang bentuknya sempit

2. Keadaan Topografi
Daerah yang permukaan tanahnya miring, aliran permukaannya deras dan
besar (terutama bila tanah keras dan rapat/padat)
Kemiringan rata-rata dasar sungai berpengaruh pada kecepatan
meningkatnya banjir
Banyaknya rawa dan danau mengurangi besarnya banjir
Ciri-ciri DAS
3) Kepadatan Drainase
Kepadatan drainase yang kecil menyebabkan kehilangan air menjadi besar sehingga
meningkatnya banjir berlangsung lambat
4) Geologi
Sifat – sifat tanah berpengaruh terhadap kehilangan air, kerapatan tanah dan
tebalnya lapisan tanah yang tembus air sangat menentukan besarnya infiltrasi dan
evaporasi
5) Elevasi rata-rata daerah aliran
Hujan lebat umumnya lebih banyak terjadi di daerah pegunungan daripada daerah
dataran
6) Keadaan daerah pada umumnya
Banyaknya tumbuhan, perkampungan, kota, daerah pertanian, mempengaruhi
kehlangan air
Perkampungan, kota, industri, mengurangi infiltrasi
Jenis Sungai

Tiga jenis sungai berdasarkan jenis alirannya :


1. Perenial atau Kontinyu
Selalu ada air (aliran), kecuali pada musim sangat kering
Dasar sungai selalu di bawah muka air tanah (muka air tanah sangat fluktuatif
)
2. Intermitten
Sebagian besar sepanjang tahun mengalirkan air, tetapi terkadang kering
(karena evaporasi, rembesan, dll)
3. Ephemeral
Hanya mengalirkan air setelah hujan atau karena proses mencairnya salju
Tidak terdapat base flow karena dasar sungai lebih besar (>>>) dari air
tanah
Koefisien Corak DAS
1. Koefisien Corak / Bentuk
Koefisien ini memperlihatkan perbandingan luar daerah pengaliran dengan
panjang sungainya

dimana ;
F = koefisien corak
A = luas daerah pengaliran (km2)
L = panjang sungai utama (km)

Makin besar harga F, makin lebar daerah pengaliran


2. Kerapatan Sungai
▪ Kerapatan sungai adalah suatu indeks yang menunjukkan banyaknya anak sungai
dalam suatu daerah pengaliran
▪ Harga biasanya dalam rentang kira-kira 0,30 – 0,50 dan dianggap sebagai indeks yang
menunjukkan keadaan topografi dan geologi dalam daerah pengaliran
▪ Kerapatan sungai kecil untuk daerah dengan karaktersitik geologi yang permeabel, di
pegunungan dan di lereng-lereng, dan besar di daerah-daerah yang besar curah
hujannya
Gradien Memanjang Sungai & Bentuk Penampang
Melintang
▪ Kurva yang memperlihatkan hubungan antara jarak dan permukaan
dasar sungai diukur sepanjang sungai mulai dari estuari, disebut profil
sungai
▪ Profil ini tahap demi tahap berubah menjadi profil yang stabil sesuadah
erosi dan sedimentasi sesuai pengaruh aliran sungai
▪ Bentuk penampang melintang sungai berubah-ubah sesuai dengan
karakteristik bahan dasar sungai, kecepatan aliran dsb
▪ Pada bagian hulu, daerah-daerah pegunungan biasanya penampang
melintangnya menjadi lembah berbentuk V, sedangkan bagian
pertengahan penampang lembah berbentuk U
Bentuk Penampang Melintang
▪ Pada zona alluvial bagian hilir sungai, penampang melintangnya menjadi
trapezoid pada bagian lurus dan berbentuk segitiga pada bagian tikungan
▪ Umumnya bentuk penampang melintang sungai adalah berbentuk persegi
panjang dan segitiga
▪ Jika luas penampang melintang adalah A, lebar b, dan kedalaman air
maksimum hmax, maka ;

dimana ;
c disebut koefisien bentuk penampang melintang
bentuk persegi, c = 1 ; segitiga, c = ½, parabola, c = 2/3
Terminologi Permukaan Air Sungai dan Debit

❑ Permukaan air sungai


1) Permukaan air rata-rata : adalah jumlah permukaan air yang diamati
untuk suatu perioda tertentu dibagi banyaknya pengamatan.
Terminologinya tergantung dari periode pengamatan; permukaan air
rata-rata bulanan, permukaan air rata-rata tahunan dan seterusnya
2) Permukaan air tinggi rata-rata : adalah harga rata-rata permukaan air
yang tinggi,terdapat juga harga rata-rata bulanan, tahunan dan
seterusnya, tergantung periode pengamatan
3) Permukaan air rendah rata-rata : adalah harga rata-rata permukaan air
yang rendah
❑Debit Sungai

1) Debit air musim kering, adalah debit yang dilampaui oleh debit-debit
sebanyak 355 hari dalam setahun
2) Debit air rendah, adalah debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak
275 hari dalam setahun
3) Debir air normal, adalah debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak
185 hari dalam setahun
4) Debit air cukup (effluent), adalah debit yang dilampaui oleh debit-debit
sebanyak 95 hari dalam setahun
Untuk memperoleh debit-debit tersebut di atas, maka harus dibuatkan kurva
kondisi aliran yang menggambarkan debit-debit selama 365 hari yang
disusun mulai yang terbesar
Kurva yang menggambarkan debit selama 365 hari
Pengukuran Elevasi Muka Air &
Pengukuran Debit Sungai
Pengukuran Elevasi Muka Air
Muka air adalah badan air terbuka  sungai, danau, reservoir
Tujuan pengukuran elevasi muka air ;
1. Meramalkan aliran pada daerah banjir
2. Merencanakan dimensi bangunan yang akan dibangun di dalam/ di dekat
sungai (bendung reservoir, dsb)
Macam-macam pengukuran elevasi muka air ;
1. Pengukuran manual / papan duga
▪ Terbuat dari papan/ batang yang dilapisi logam
▪ Mempunyai skala ukuran (cm)
▪ Dipasang pada lokasi yang ditentukan dengan sebagian papan yang
terendam air
2. Pengukuran Otomatis
▪ Pencatatat dengan pengapung (float recorder)
▪ Pencatat pneumatic (pneumatic recorder)
Pengukuran Debit
▪ Debit sungai dapat diperoleh dari pengukuran muka air sungai tersebut
▪ Cara-cara pengukuran debit sungai sebagai berikut ;
1. Pengukuran tidak langsung
2. Pengukuran langsung
➢ Pengukuran Tidak Langsung
▪ Dengan menghitung kecepatan air (v), maka debit aliran (Q) dapat dihitung
;
Q=v xF

dimana ; F = luas basah saluran (m2)


v = kecepatan rata-rata (m/det)
Macam-macam alat pengukur kecepatan air :
1. Velocity Head Rod
▪ Terdiri dari batang kayu/papan dengan skala dan dilengkapi pemberat yang dapat
diputar

dimana ; g = percepatan gravitasi


H = D2 – D1 = beda tinggi air akibat perputaran papan ukur 900

∆H = D2-D1

aliran
D2
D1
2. Pitot Meter
▪ Adalah alat pengukur kecepatan air pada model-model di laboratorium
▪ Terdiri dari pipa bengkok yang dimasukkan di dalam air
 H = beda muka air akibat adanya
kecepatan air

v=0 v0
aliran aliran
Teori dan Rumus Perhitungan Kecepatan
Teori Bernoulli

dimana : Va = kecepatan rata-rata di titik (a)


Vb = kecepatan rata-rata di titik (b)
h = selisih tinggi muka air di (a) dan (b)
h1 = headloss karena gesekan dan turbulensi antara (a) dan (b)

Rumus Manning :

Rumus Strickler :
Rumus Antoinne De Chezy

dimana ;
R = radius hidrolik = [F / ] (m)
F = luas penampang basah (m2)
 = keliling basah saluran (m)
c = koefisien kekasaran dinding saluran (m)

Besarnya angka kekasaran dinding (c);

 W.R Kutter :
dimana ; S adalah slope kemiringan dasar saluran

 Bazin :
Nilai c, n dan 
Dinding Kondisi n 
saluran (Kutter & Bazin
Manning)
Kayu • Papan-papan rata dipasang rapi 0,010 0,06
• Papan-papan rata, kurang rapi/tua 0,012
• Papan-papan kasar, dipasang rapi 0,012 0,016
• Papan-papan kasar, kurang rapi/tua 0,014
Metal • Halus 0,010 0,06
• Dikeling 0,015 0,30
• Sedikit kurang rata 0,020
Pasangan • Plesteran semen halus 0,010 0,06
Batu • Plesteran semen dan pasir 0012
• Beton dilapisi baja 0,012
• Beton dilapisi kayu 0,013 0,16
• Batu bata kosongan yang baik, kasar 0,015 0,30
• Pasangan batu keadaan jelek 0,020
Batu • Halus, dipasang rata 0,013 0,16
kosongan • Batu bongkaran, batu pecah, batu belah,
batu guling, dipasang dalam semen 0,017 0,46
• Kerikil halus, padat
0,020
Nilai c, n,  dan k
Dinding Kondisi n Bazin
saluran (Kutter &
Manning)
Tanah • Rata dan dalam keadaan baik 0,020 0,86
• Dalam keadaan biasa 00225 1,30
• Dalam batu-batu dan tumbuh-tumbuhan
• Dalam keadaan jelek 0,025 1,75
• Sebagian terganggu oleh batu-batu atau 0,035
tumbuhan
0,050

Kondisi harga k
• Saluran lama dengan dinding-dinding sangat kasar >36
• Saluran lama dengan dinding-dinding kasar 38
• Saluran drainase yang akan diberi tanggul dan saluran tersier 40
• Saluran drainase baru tanpa tanggul 43,5
• Saluran primer dan saluran sekunder dengan debit < 7,5 m3/det 45 – 47,5
• Saluran terpelihara baik dengan debit > 10 m3/det 50
• Saluran dengan pasangan batu kosong 50
• Saluran dengan dinding pasangan batu belah yang baik dan beton
tidak dihaluskan 60
• Saluran dengan dinding halus, dinding kayu 90
3. Pengapung
▪ Menaksir kecepatan secara kasar (di permukaan air)
▪ Menggunakan pelampung dan stopwatch
▪ Diukur jarak 2 titik yang akan ditempuh pelampung
dimana ;
D = jarak 2 titik yang dilalui
T = waktu yang ditempuh pada jarak 2 titik

4. Current Meter  menggunakan baling-baling

dimana ;
N = banyaknya perputaran propeller / baling-baling (detik)
V = kecepatan awal yang diperlukan untuk mengatasi gesekan mekanis (m/det)
a, b = konstanta yang didapat dari kalibrasi alat, tergantung jenis alat
Pengukuran Langsung
▪ Macam-macam pengukuran langsung
1. Volumetric Method
▪ Dilakukan pada aliran air yang kecil
▪ Menggunakan bejana dengan volume tertentu (vol)
▪ Diukur waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh bejana (t)
2. Ambang Ukur
▪ Bentuk menyerupai pintu air dan dilengkapi skala ukuran
▪ Contoh :

pintu romijn cipoletti weir


next  analisis hidrograf

Anda mungkin juga menyukai