0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
267 tayangan83 halaman

Persiapan Uji Sertifikasi SDM Brantas

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang skema sertifikasi kompetensi untuk level staf dan supervisor SDM. 2. Skema tersebut mencakup beberapa kompetensi seperti menyusun uraian jabatan, menyusun SOP, dan membuat kesepakatan kerja. 3. Dokumen tersebut juga menjelaskan tahapan persiapan dan pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
267 tayangan83 halaman

Persiapan Uji Sertifikasi SDM Brantas

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang skema sertifikasi kompetensi untuk level staf dan supervisor SDM. 2. Skema tersebut mencakup beberapa kompetensi seperti menyusun uraian jabatan, menyusun SOP, dan membuat kesepakatan kerja. 3. Dokumen tersebut juga menjelaskan tahapan persiapan dan pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISCLAIMER

ISI MATERI DISAMPAIKAN DALAM


RANGKA PEMBEKALAN DAN
PERSIAPAN TEKNIS PERSIAPAN UJI
SERTIFIKASI DALAM PROGRAM CSR
PT BRANTAS ABIPRAYA
SEMUA PERINTAH DAN MODEL BUKTI
HANYA DIPERUNTUKAN ASESI FRESH
GRADUATE DAN KEGIATAN INI SAJA
DOA

BERDOA UNTUK
KELANCARAN KEGIATAN INI
DAN DIMUDAHKAN MENERIMA
ILMU YANG BERMANFAAT
ACUAN SKEMA

KEPMEN NAKER RI No. 72 TAHUN 2019 dan


No. 149 Tahun 2020
SKEMA LEVEL STAF & SUPERVISOR SDM

Memiliki surat tugas dari atasan, membantu


mengetik ulang draft job des, pernah diminta
M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan
memeriksa isi job desc, bukti hadir di
sosialisasi job desc
Staf mengakses laman web site JAMSOS,
Melakukan Administrasi
(Administrasi) M.70SDM01.058.2 Jaminan Sosial
memproses pendaftaran, mencetak kartu
SDM perserta
Melakukan Administrasi
M.70SDM01.057.2 slip gajinya sendiri
Pengupahan
Melakukan Administrasi merekap semu SOP terkait MSDM dengan file
M.70SDM01.059.2
Penerapan Kebiajakan MSDM XL
Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan rapat, memeriksa notulis untuk di tanda
tangani pimpinan, memastikan format job des
sudah benar
Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
Menyusun Standar Operasional
M.70SDM01.013.2 rapat, memeriksa notulis untuk di tadana
Prosedur (SOP) MSDM
tangani pimpinan, memastikan format SOP
Supervisor /
sudah benar
Analis SDM
data informasi pasar gaji(hasil survey), daftar
M.70SDM01.023.2 Menyusun Sistem Remunerasi
regulasi yang berlaku
Menyusun Kebutuhan
Mereview hasil rekap TNA sesuai SOP (data by
M.70SDM01.031.2 Pembelajaran dan
Xl)
Pengembangan
memastikan dokumen kesepakatan sesuai
dengan PKB/ SOP yang berlaku (lampirkan
M.70SDM01.042.2 Membuat Kesepakatan Kerja
bukti dokumen kesepakatan kerja yang
sudah di tanda tangani
SKEMA LEVEL STAF & SUPERVISOR SDM

STAF (ADMINISTRASI) SDM


Memiliki surat tugas dari atasan, membantu
mengetik ulang draft job des, pernah
M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan
diminta memeriksa isi job desc, bukti hadir
di sosialisasi job desc
mengakses laman web site JAMSOS,
Melakukan Administrasi
M.70SDM01.058.2 memproses pendaftaran, mencetak kartu
Jaminan Sosial
perserta
Melakukan Administrasi
M.70SDM01.057.2 slip gajinya sendiri
Pengupahan
Melakukan Administrasi
merekap semu SOP terkait MSDM dengan
M.70SDM01.059.2 Penerapan Kebiajakan
file XL
MSDM
SKEMA LEVEL STAF & SUPERVISOR SDM

SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM


Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan rapat, memeriksa notulis untuk di tanda
tangani pimpinan, memastikan format job des
sudah benar
Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
Menyusun Standar Operasional
M.70SDM01.013.2 rapat, memeriksa notulis untuk di tadana
Prosedur (SOP) MSDM
tangani pimpinan, memastikan format SOP
sudah benar
data informasi pasar gaji(hasil survey), daftar
M.70SDM01.023.2 Menyusun Sistem Remunerasi
regulasi yang berlaku
Menyusun Kebutuhan
Mereview hasil rekap TNA sesuai SOP (data
M.70SDM01.031.2 Pembelajaran dan
by Xl)
Pengembangan
memastikan dokumen kesepakatan sesuai
dengan PKB/ SOP yang berlaku (lampirkan
M.70SDM01.042.2 Membuat Kesepakatan Kerja
bukti dokumen kesepakatan kerja yang
sudah di tanda tangani
TAHAPAN SESI ASESMEN

TAHAPAN PERSIAPAN

Menetapkan & Komunikasi


Step Memelihara Step Analisis Step dengan
1 lingkungan 2 Perangkat 3
asesmen Asesi

TAHAPAN UJI

Step
2
Membuat keputusan Mengumpulkan Bukti
Asesmen yang berkualitas
Mendukung Asesi Step
Step 1
3

TAHAPAN PENYELESAIAN

Merekam dan Melakukan Validasi


Step Step Meninjau Proses Step
Melaporkan Keputusan dan Menyerahkan ke
1 2 Asesmen 3
asesmen LSP
PEMBEKALAN
ASESI:
1. Menyusun
Uraian Jabatan

Dr. Aries Zuswana


Ketua LPK & LSP Abipraya
Master Trainer (BNSP)
Asesor (2015)
SKEMA LEVEL STAF & SPV SDM
KODE UNIT
NO
KOMPETENSI JUDUL UNIT KOMPETENSI
1 M.70SDM01.010.2 : Menyusun Uraian Jabatan
SKEMA LEVEL STAF & SPV SDM

Komponen uraian jabatan


ditentukan sesuai format
Metode dan perangkat job description yang telah
analisis jabatan ditetapkan.
ditetapkan dalam bentuk
dokumen tertulis.

Informasi pekerjaan dari Uraian jabatan setiap posisi


setiap jabatan jabatan dibuat berdasarkan
diidentifikasi dari berbagai Menetapkan
Melakukan data dan informasi jabatan
nara sumber di dalam Uraian yang telah dikumpulkan.
organisasi. Analisis Jabatan.
Jabatan
Data dan informasi
jabatan dianalisis Uraian jabatan ditetapkan
berdasarkan Standar
berdasarkan metode dan
Operasional Prosedur
perangkat analisis
(SOP)yang berlaku di
jabatan yang ditetapkan.
organisasi.
FORMAT STANDAR URAIAN JABTAN

1. Identifikasi jabatan
2. Tujuan jabatan
3. Tanggung jawab
utama
4. Tanggung jawab
organisasi
5. Dimensi jabatan
6. Hubungan kerja
7. Kewenangan
8. Tantangan jabatan
9. Spesifikasi jabatan
10. Struktur orgnisasi
Nomor Dokumen : FR-01A-PSDM_ABLC/DAZ/2021
Judul Formulir : Menetapkan Uraian Jabatan
Nama Program : Pelatihan MSDM
Trainer : Master Trainer Dr. Aries Zuswana
MENE`NTUKAN KOMPONEN URAIAN JABATAN SESUAI
METODE YES KETERANGAN
FORMAT JOB DECRIPTION YANG TELAH DITETAPKAN
 Struktur Organisasi
 Identifikasi jabatan
 Tujuan jabatan
 Tanggung jawab utama
 Tanggung jawab organisasi
 Dimensi jabatan
 Hubungan kerja
 Kewenangan
 Tantangan jabatan
 Spesifikasi jabatan
MEMBUAT URAIAN JABATAN SETIAP POSISI JABATAN
BERDASARKAN DATA DAN INFORMASI JABATAN YANG
TELAH DIKUMPULKAN
 FORMAT JOB DESC





MENETAPKAN URAIAN JABATAN BERDASARKAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) YANG
BERLAKU DI ORGANISASI.
 FORMAT JOB DESC YANG SUDAH TERISI LENGKAP




Dibuat oleh Tanggal Tanda Tangan
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH JOB DES


CARI DARI MBAH MODEL JOB DES
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
PEMBEKALAN
ASESI:
2. Melakukan
Administrasi
Jaminan Sosial

Dr. Aries Zuswana


Ketua LPK & LSP Abipraya
Master Trainer (BNSP)
Asesor (2015)
SKEMA LEVEL STAF SDM
KODE UNIT
NO JUDUL UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI
Melakukan Adminstrasi Jaminan Sosial
2 M.70SDM01.058.2 :
Pekerja
SKEMA LEVEL STAF SDM

Pembayaran Iuran program


jaminan social dilakukan
Ketentuan dan aturan
sesuai dengan ketentuan
tentang yang berlaku
kepesertaaan dan
manfaat program
jaminan sosial
difahami dengan
seksama
Melakukan
Admin Penerimaan manfaat program
Kepesertaan jaminan social dipastikan
Pendaftaran Mendaftarkan sampai kepada peserta atau
Program Jamsos
kepesertaan Program ahli waris yang berhak
Jamsos dilaksanakan Jaminan sosial
denan melengkapi
data perusahaan

Pelaksanaan admin jamsos di


Kartu kepertaan dokumentasikan
anggota jaminan
social dari badan
penyelenggara
dibagikan kepada
pekerja
MELAKUKAN ADMINSTRASI JAMINAN SOSIAL PEKERJA
MELAKUKAN ADMINSTRASI JAMINAN SOSIAL PEKERJA
MELAKUKAN ADMINSTRASI JAMINAN SOSIAL PEKERJA
MELAKUKAN ADMINSTRASI JAMINAN SOSIAL PEKERJA
Nama Perushaan:
No. Registrasi Perusahaan:
Bidang usaha:
Penanggung jawab
Alamat:

No Nama No. Reg Tgl Tanggal Jumlah Iuran Keteranga


Karyawan JAMSOS Lahir Kepsertaan Tanggunga n
n
1 AA 1 D-B- 18 0 50,000 Ada Kartu
T November
2019
2 BB 2

3 CC 3

4 DD 4

5 E 5
PEMBEKALAN
ASESI:
3. Melakukan
Administrasi
Pengupahan

Dr. Aries Zuswana


Ketua LPK & LSP Abipraya
Master Trainer (BNSP)
Asesor (2015)
SKEMA LEVEL STAF SDM
KODE UNIT
NO JUDUL UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI
3 M .70SDM01.057.2 Melakukan Administrasi Pengupahan

ASPEK KRITIS
• Ketelitian mengelola, menulis
dan memasukkan data, serta
menghitung angka-angka
dengan cepat dan akurat.
• Pemahaman dan aplikasi etika
bisnis, prosedur, ketentuan
dan peraturan sangat
diperlukan untuk memastikan
kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang
berlaku.

Experience without Experiencing


MELAKUKAN ADMINISTRASI PENGUPAHAN

Upah dihitung sesuai


dengan ketentuan
Ketentuan dan
pengupahan
prosedur kerja tentang
diidentifikasi
pengupahan di
identifikasi

Mengkompilasi Melaksanakan Pembyaran upah pekerja


dilakukan secara akurat
ketentuan dasar Admin dan tepat waktu sesuai
dan prosedur Pengupahan ketentuan yang berlaku
admin pengupahan

Ketentuan dan
Bukti-bukti dan
prosedur kerja admin
dokumen pelaksanaan
pengupahan di
pembayaran upah
identifikasi
pekerja
didokumentasikan

Experience without Experiencing


MELAKUKAN ADMINISTRASI PENGUPAHAN

1. Jumlah biaya gaji dan 4. Kartu jam hadir 8. Surat pernyataan gaji dan
upah yang diterima Berfungsi sebagai upah: Dibuat sebagai
setiap karyawan selama mencatat jam hadir catatan bagi setiap
periode akuntansi setiap karyawan karyawan mengenai
perusahaan rincian gaji dan upah
tertentu 5. Kartu jam kerja yang diterima setiap
2. Rincian unsur biaya gaji Berfungsi sebagai karyawan beserta
dan upah yang menjadi mencatat waktu yang berbagai potongan yang
beban setiap pusat dikonsumsi oleh tenaga menjadi beban karyawan.
pertanggung jawaban kerja langsung pabrik 9. Amplop gaji dan upah:
selama periode guna mengerjakan Halaman muka amplop
akuntansi tertentu pesanan tertentu. berisi informasi menganai
3. Dokumen pendukung 6. Daftar gaji dan daftar nama karyawan, nomor
upah identitas karyawan dan
perubahan gaji dan upah Berisi jumlah gaji dan jumlah gaji bersih yang
Berupa SK pengangkatan upah bruto setiap diterima karyawan dalam
karyawan baru, karyawan, dikurangi bulan tertentu
kenaikan pangkat, dengan potongan; PPh 10. Bukti kas keluar:
perubahan tarif, 21, iuran , dll. Merupakan perintah
penurunan pangkat, 7. Rekap daftar gaji dan pengeluaran uang yang
pemberhentian daftar upah: Merupakan dibuat fungsi akuntansi ke
sementara dari ringkasan gaji dan upah fungsi keuangan,
pekerjaan, pemindahan, per departemen, yang berdasarkan informasi
dsb. dibuat berdasarkan daftar dalam daftar gaji dan
gaji dan upah. upah yang diterima dari
fungsipembuat daftar gaji
dan upah
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH SLIP GAJI


CARI DARI MBAH MODELNYA
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
PEMBEKALAN
ASESI:
4. MELAKUKAN
ADMINISTRASI
PENERAPAN
KEBIJAKAN MSDM

Dr. Aries Zuswana


Ketua LPK & LSP Abipraya
Master Trainer (BNSP)
Asesor (2015)
SKEMA LEVEL STAF SDM
KODE UNIT
NO JUDUL UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI
Melakukan Administrasi Penerapan Kebijakan
4 M .70SDM01.059.2
MSDM

5. Aspek kritis
5.1 Ketelitian mengelola,
menulis dan memasukkan data,
serta
menghitung angka-angka
dengan cepat, akurat dan tepat
waktu
SKEMA LEVEL STAF SDM

Kegiatan admin penerapan


kebijakan MSDM
Ketenuan dan prosedur
dilaksanakan secara akurat
kerja berkaitan dengan
dan tepat waktu sesuai
admin penerapan
prosedur kerja yang berlaku
kebijakan MSDM di
identifikasi
Mengkompilasi
ketentuanadmin Melaksanakan
penerapan ketentuan admin
kebjakan MSDM penerapan
kebjakan MSDM
Prosedur kerja dan bagan
alur berkaitan dengan
pengelolaan admin
Admin Penerapan kebijakan
penerapan kebijakan
MSDM didokumentasikan
MSDM di kompilasi
sesuai dengan prosedur
SKEMA LEVEL STAF SDM
INPUT PROSES OUTPUT/ OBJEKTIF

• Perencanaan • On Boarding • Karir


SDM • MK • Pensiun
• Rekrutment • C&B
• Seleksi • Talent
Mangement
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH SALAH SATU KEBIJAKAN SDM


CARI DARI MBAH MODEL
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
SKEMA LEVEL STAF SDM

SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM


Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan rapat, memeriksa notulis untuk di tanda
tangani pimpinan, memastikan format job des
sudah benar
Mengatur jadual wawancara pengambilan
data wawancara, merancang undangan
Menyusun Standar Operasional
M.70SDM01.013.2 rapat, memeriksa notulis untuk di tadana
Prosedur (SOP) MSDM
tangani pimpinan, memastikan format SOP
sudah benar
data informasi pasar gaji(hasil survey), daftar
M.70SDM01.023.2 Menyusun Sistem Remunerasi
regulasi yang berlaku
Menyusun Kebutuhan
Mereview hasil rekap TNA sesuai SOP (data
M.70SDM01.031.2 Pembelajaran dan
by Xl)
Pengembangan
memastikan dokumen kesepakatan sesuai
dengan PKB/ SOP yang berlaku (lampirkan
M.70SDM01.042.2 Membuat Kesepakatan Kerja
bukti dokumen kesepakatan kerja yang
sudah di tanda tangani
SKEMA LEVEL 3 HUMANCAPITAL

MATERI 2
Menyusun SOP

• Dr. Aries Zuswana


• Ketua LPK Abipraya
• Master Trainer (BNSP)
• Asesor (2015)

Experience without Experiencing


SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

NO KODE UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT KOMPETENSI

2 M.70SDM01.013.2 : Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)


SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

Tujuan dan strategi


fungsional kebijakan
MSDM, proses bisnis Format SOP MSDM ditentukan
dan fihak terkait sesuai kebutuhan dan
kebijakan organisasi
diidentifikasi untuk
penyusunan SOP
SOP MSDM disusun sesuai
format dan pengelolaan
Menganalisis proses bisnis yang berlaku di
organisasi
faktor-faktor Menyusun
penyusunan SOP
SOP MSDM ditetapkan setelah
SOP mendapat validasi dan
pengesahan dari pimpinan
oganisasi yang berwenang
Hasil identikasi dengan sosialisasi yang efektif
dianalisis untuk
penyusunan SOP
MSDM
SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

CORE
COMPETENCY
ORGANISASI

VALIDASI PROSES BISNIS

FORMAT &
STRUKTUR
PROSES
ORGANISASI
PENULISAN

PARA PEMANGKU
INTERDEPENDENSI
KEPENTINGAN
SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

CORE COMPETENCY
ORGANISASI PROSES BISNIS STRUKTUR ORGANISASI INTERDEPENDENSI

• Core competency • Proses bisnis adalah • Struktur organisasi • atau kesaling


adalah gabungan dari suatu kumpulan didefinisikan sebagai bergantungan adalah
kompetensi- aktivitas atau “sistem yang hubungan saling
kompetensi yang sebar pekerjaan terstruktur digunakan untuk ketergantungan, antara
luas di dalam yang saling terkait mendefinisikan hierarki individu atau alam
perusahaan, dan untuk menyelesaikan dalam suatu organisasi. mempunyai
merupakan sesuatau suatu masalah tertentu Ini mengidentifikasi ketergantungan
yang dapat dilakukan atau yang setiap pekerjaan, dengan alam atau
dengan sangat baik menghasilkan produk fungsinya dan ke mana individu lain
oleh perusahan. atau layanan ia melapor ke dalam
Kemampuan yang organisasi. ” Suatu
dimiliki sebuah struktur kemudian
perusahaa dapat dikembangkan untuk
dikategorikan sebagai menetapkan
kemampuan yang core bagaimana organisasi
(inti) beroperasi untuk
melaksanakan
tujuannya.
SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

PARA PEMANGKU FORMAT & PROSES


VALIDASI SOSIALISASI
KEPENTINGAN PENULISAN

•pihak mana pun • Format SOP adalah •Validasi adalah •sosialisasi


yang memiliki format yang suatu tindakan merupakan suatu
kepentingan dalam disepakati dengan pembuktian, proses bagaimana
suatu perusahaan, merujuk kepada artinya validasi mer memperkenalkan
secara langsung metode tertentu upakan suatu sistem pada
atau tidak •Proses Penulisan pekerjaan seseorang. Serta
langsung. Mereka adalah urutan “dokumentasi”. Tata bagaimana orang
tidak hanya Langkah dalam cara atau metode tersebut
mempengaruhi memulai Menyusun pembuktian menentukan
kesuksesan dan menetapkan tersebut harus tanggapan serta
perusahaan tetapi SOP dengan “cara yang reaksinya
juga dipengaruhi sesuai”, artinya
oleh tindakan proses pembuktian
perusahaan. Juga tersebut ada tata
disebut dengan cara atau
pemangku metodenya, sesuai
kepentingan dengan prosedur
perusahaan.
FORMAT SOP
Penomoran
Judul
Revisi
Tanggal Penerbitan
Halaman
Isi
Tanggung jawab
Ketentuan
Referensi
Istilah, Definisi dan Singkatan
Prosedur
Lampiran
KETERANGAN ISI SOP
1. Penomoran Dalam membuat nomor SOP harus dijaga konsistensi penggunaan
nomor. Ada 2 (dua) cara untuk membuat penomoran, yaitu :
 Menggunaan nomor urut, misalnya 0,1,2,3 …
 Menggunakan nomor dengan abjad bila nomor tersebut
ditekankan, misalnya dua ribu rupiah.
 Penomoran SOP bisa diletakan pada header atau footer
halaman SOP.

2. Judul • Pertimbangan utama dalam membuat judul SOP adalah bisa


menjelaskan aktivitas kerja. Sekali orang membaca judul,
mereka akan langsung tahu bahwa SOP tersebut untuk
Ada 3 (tiga) point inti
menulis judul SOP: aktivitas tertentu.
1. menjelaskan kegiatan
kerja,, buat judul yang • Dalam membuat judul SOP, sebaiknya dibedakan antara
simpel dan mudah
dimengerti. menulis cerpen, puisi atau untuk konten blog atau website.
2. Bila SOP itu Panjang,
buatlah sub judul. • Misalnya, tema SOP adalah tentang pembayaran pembelian
3. Bila sub judul memuat
beberapa kegiatan, barang dagangan ke supplier.
gunakan bahasa aktif.
Misalnya, “Membayar
Utang Lain-lain”.Judul
• Maka judul SOP adalah “SOP Pembayaran ke Supplier, atau
SOP diletakkan pada SOP Pembayaran Pembelian Barang Dagangan”. Simple dan to
header halaman SOP.
the point.
KETERANGAN ISI SOP

3. Revisi (Perbaikan)
• SOP bukan sebuah kitab suci yang tidak bisa dirubah isinya.
• SOP bersifat dinamis dan mengikuti perkembangan proses bisnis perusahaan.
• Semakin berkembang sebuah perusahaan maka akan semakin berkembang
juga jenis transaksi, proses produksi, dan distribusi produk. Bila SOP bersifat
statis maka lama kelamaan akan menjadi dokumen usang yang hanya pantas
dipajang di museum.
• Lakukan peninjauan kembali secara berkala terhadap SOP.
• Teliti kembali apakah proses bisnis yang terjadi masih sesuai atau tidak.
Sehingga perlu dicantumkan nomor yang menunjukkan sudah berapa kali
terjadi revisi terhadap SOP tersebut.
• Informasi mengenai nomor revisi adalah penting diberikan pada header
halaman untuk memastikan bahwa SOP yang digunakan adalah yang paling up
to date. Nomor revisi biasanya diletakkan pada header halaman Standar
Operasional Prosedur.
KETERANGAN ISI SOP

4. Tanggal Penerbitan 6. Isi


Bagian ini menjelaskan tentang Bagian isi dari SOP bisa dibagi-bagi
waktu dikeluarkan dan lagi menjadi beberapa sub bagian
diterbitkannya Standard Operating antara lain:
Procedure. Tanggal penerbitan SOP a) Tujuan
biasanya diletakkan pada bagian  Bagian ini menjelaskan mengenai
header halaman SOP. maksud dan tujuan dari
5. Halaman penyusunan SOP.
 Uraikan secara detail, jelas dan
Bagian ini menjelaskan mengenai inspiratif, sehingga pembaca
nomor halaman dan jumlah total merasa tergugah dan
halaman. Misalnya, dituliskan bersemangat menerapkan SOP.
“Halaman 4 dari 5 halaman”. Bagian b) Ruang Lingkup
halaman bisa diletakkan pada header  Uraikan secara detail mengenai
atau footer halaman. ruang lingkup implementasi SOP.
 Hal-hal yang perlu dituliskan
antara lain: bagian yang memuat
proses-proses yang terjadi,
kondisi dan keterbatasan SOP.
KETERANGAN ISI SOP

7. Tanggungjawab Bagian ini menjelaskan mengenai siapa saja yang harus melaksanakan,
bertanggung jawab dan pihak terkait dengan Standard Operating
Procedure.

8. Ketentuan Bagian ini berisi tentang aturan, kebijakan, dan keputusan yang harus
dipatuhi dalam menjalankan SOP. Misalnya: ketentuan
pengadaan pelatihan karyawan perusahaan.
9. Referensi Bagian ini berisi tentang referensi, dokumen, peraturan, dan SOP lain
yang berkaitan dengan Standard Operating Procedure.

10. Istilah, Pengguna SOP belum tentu mengetahui dan memahami semua istilah,
Definisi dan definisi dan singkatan serta hal-hal tertentu yang tercantum dalam
Singkatan Standard Operating Procedure.
Sebagaimana definisi prosedur yang sudah diterangkan pada awal tulisan
11. Prosedur ini, pada bagian ini membahas penjelasan rinci dari isi dengan langkah-
langkah prosesnya. Prosedur bisa disajikan dalam bentuk narasi,
gambar, flowchart ataupun video.

12. Lampiran Untuk melengkapi SOP yang sudah disusun jika perlu bisa ditambahkan
lampiran
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH SOP
CARI DARI MBAH MODELNYA
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
MATERI SESI 3
Menyusun Sistem
Remunerasi

Dr. Aries Zuswana


Ketua LPK & LSP Abipraya
Master Trainer (BNSP)
Asesor (2015)
SKEMA SERTIFIKASI LEVEL SUPERVISOR SDM
NO KODE UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT KOMPETENSI

3 M.70SDM01.023.2 : Membuat Sistem Remunerasi

ASPEK KRITIS
Pengetahuan terkait
menganalisis informasi
penting dari internal
maupun eksternal terkait
remunerasi dianalisis sesuai
dengan kondisi, strategi dan
kebutuhan organisasi
sebagai referensi penting
untuk menentukan sistem
remunerasi yang tepat
untuk organisasi. Aspek ini
sangat berpengaruh
terhadap minat, motivasi,
retensi, dan keterlekatan
SDM terhadap organisasi

Experience without Experiencing


SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM

Informasi penting dari


Komponen upah internal maupun
dan non upah eksternal terkait
diidentifikasi sesuai
struktur dan skala
dengan kebutuhan
upah dianalisis sesuai
organisasi.
berlaku dengan sistem
remunerasi organisasi.
Menentukan
komponen
Menyusun
upah dan non
struktur dan
upah
Hasil identifikasi skala upah
komponen upah Struktur dan skala upah
dan non upah disusun berdasarkan
ditetapkan dengan grading yang telah
mempertimbangka ditetapkan.
n strategi organisasi
dan ketentuan
perundangan yang
MENENTUKAN KOMPONEN UPAH DAN NON UPAH
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE/07/MEN/1990 Tahun
1990 Tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah, ada 3 komponen gaji
yang dibutuhkan untuk membentuk penghasilan untuk karyawan.

1. Upah Pokok 2. Tunjangan Tetap 3. Tunjangan Tidak Tetap

Upah pokok adalah imbalan Tunjangan tetap adalah suatu Tunjangan tidak tetap adalah
dasar yang dibayarkan pembayaran yang dilakukan pembayaran yang diberikan
secara teratur dan diberikan secara langsung pada pekerja
kepada pekerja menurut
pada pekerja dan keluarganya. dan keluarganya, serta tidak
tingkat atau jenis pekerjaan Tunjangan tetap dibayarkan berkaitan dengan pekerja. Sesuai
yang besarnya ditetapkan bersama upah pokok, dan tidak namanya, tunjangan ini
berdasarkan kesepakatan. berkaitan dengan kehadiran atau dibayarkan secara tidak tetap
Dalam Dalam Pasal 94 Undang- kinerjanya dalam dan tidak bersamaan dengan
Undang Nomor 13 Tahun 2003, perusahaan. Tunjangan tetap upah pokok. Umumnya,
dapat berupa berupa tunjangan tunjangan tidak tetap ini
dijelaskan lebih lanjut kalau berkaitan dengan kehadiran atau
istri, tunjangan anak, tunjangan
besaran komponen upah perumahan, dan lain-lain. kinerja karyawan. Misalnya,
pokok sedikitnya 75% dari Tunjangan makan dan tunjangan tunjangan makan hanya akan
jumlah upah pokok dan transportasi dapat masuk ke diberikan sesuai jumlah hari
tunjangan tetap. dalam komponen ini jika tidak masuknya karyawan ke kantor.
berkaitan dengan kehadiran, dan Dengan begitu, tunjangan makan
diterima secara tetap oleh ini termasuk dalam komponen
pekerja menurut satuan waktu, tunjangan tidak tetap.
harian atau bulanan.

Experience without Experiencing


MENENTUKAN KOMPONEN UPAH DAN NON UPAH

SESUAI KETENTUAN ATRAKTIF &


ADIL LAYAK
YANG BERLAKU MENARIK

 ditentukan  Untuk upah,  Ini penting karena  Layak juga


berdasarkan minimal diberikan jaman sekarang menjadi kata kunci
faktor kinerja upah miniminum informasi gaji bagi karyawan
pegawai, (UMR). diperusahaan dalam menerima
kontribusi kepada  Selain itu kompetitor dapat upah.
kemajuan perhatikan juga dengan mudah  Upah yang kurang
perusahaan, dan ketentuan- diperoleh layak, menjadikan
nilai posisi yang ketentuan lain karyawan. karyawan
dijabat. seperti misalnya  Jika karyawan demotivasi,
 Pemberian gaji perhitungan upah merasa diberikan sehingga
bukan atas dasar harian/ gaji yang lebih menurunkan
suka dan tidak perhitungan upah rendah dari produktifitas
suka (Like & lembur kompetitor, bisa
Dislike) saja dia Pindah/
Resign

Experience without Experiencing


MENENTUKAN KOMPONEN UPAH DAN NON UPAH

• Struktur dan skala upah di Indonesia sudah disusun oleh


Kementerian Ketenagakerjaan, salah satunya dalam peraturan
Permenaker No. 1 Tahun 2017. Struktur dan skala upah wajib
disusun pengusaha dengan memperhatikan golongan, jabatan,
masa kerja, pendidikan dan kompetensi.
• Pengertian struktur dan skala upah itu sendiri adalah susunan
tingkat upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi atau
dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah yang memuat
kisaran nominal upah dari yang terkecil sampai dengan yang
terbesar untuk setiap golongan jabatan. Fungsi dari struktur dan
skala upah adalah sebagai pedoman untuk penetapan upah
berdasarkan satuan waktu.
• Pengusaha yang tidak menyusun struktur dan skala upah serta
tidak memberitahukan kepada seluruh pekerja bakal dikenakan
sanksi administratif yang diatur dalam Permenaker No. 20 Tahun
2016 tentang Sanksi Administratif PP Pengupahan.

Experience without Experiencing


MENENTUKAN KOMPONEN UPAH DAN NON UPAH

1) Tentukan jumlah dan


2) Menentukan nilai upah 3) Menentukan rentang
nilai golongan jabatan di
terendah dan tertinggi gaji
perusahaan
Jumlah dan nilai golongan Anda dapat menentukan Rentang gaji nantinya akan
langkah ini dari gaji golongan berpengaruh pada upah tengah
jabatan diurutkan dari dan besaran gaji antar golongan
yang terendah hingga jabatan terendah dan jabatan. Anda dapat menentukan
tertinggi. Selain itu, terdapat 2 rentang gaji dengan 2 (dua) pilihan,
tertinggi. Nilai tersebut (dua) basis upah yang dapat yaitu:
umumnya didapatkan dari dipilih berdasarkan kebijakan  Persentase yang sama tiap
hasil evaluasi jabatan. perusahaan, yaitu Gaji pokok, golongan
Setelah mengetahui nilai Gaji pokok + tunjangan tetap  Semakin tingginya persentase
rentang untuk golongan jabatan
tersebut, Anda dapat yang lebih tinggi
menggolongkannya Pilihan kedua umumnya lebih
menjadi beberapa tingkat banyak digunakan karena dinilai
memberikan ruang yang lebih luas
dan rentang sesuai untuk peningkatan gaji pada
dengan strategi golongan jabatan tingkat atas
perusahaan dalam bentuk tanpa perlu menambah golongan
jabatan baru yang lebih tinggi.
tabel.

Experience without Experiencing


MENENTUKAN KOMPONEN UPAH DAN NON UPAH

6) Metode 7) Tentukan upah


4) Tentukan upah 5) Metode Trend
Progressive di setiap level
tengah

Langkah ini untuk Pada metode ini upah Pada metode ini akan Setelah menemukan
tengah yang akan dihasilkan upah tengah upah tengah setiap
menentukan yang kenaikannya makin
perhitungan upah dihasilkan adalah upah golongan, hitung upah
besar untuk golongan-
yang naik secara golongan jabatan yang terkecil dan terbesar
tengah dari proposional mulai dari untuk masing-masing
lebih tinggi. Hal tersebut
golongan jabatan golongan terendah ke disebabkan persentase golongan jabatan. Cara
lain di antara golongan berikutnya rentang pada golongan- hitung yang dapat
golongan jabatan yang lebih tinggi. Hal ini golongan jabatan yang dilakukan adalah
lebih tinggi akan semakin
terendah dan umumnya terjadi jika dengan menggunakan
besar.
tertinggi. Ada 2 (dua) rentang golongan Misalnya, upah pada rumus sebagai berikut:
metode yang dapat jabatan memiliki golongan 1 adalah Upah terkecil = (2 x
persentase yang sama. Rp2.000.000, maka upah upah tengah) : (rentang
digunakan untuk Misalnya, upah pada pada golongan 2 hanya + 2)
menghasilkan upah golongan 1 adalah mencapai Rp3.000.000. Upah terbesar = ( 2 x
tengah, antara lain: Sedangkan, upah pada
Rp2.000.000, maka golongan 8 berjumlah
upah tengah) x
upah pada golongan 2 Rp14.000.000, upah pada (rentang + 1) : (rentang
adalah Rp4.000.000, golongan 9 bisa mencapai + 2)
upah pada golongan 3 Rp16.000.000.
adalah Rp6.000.000,
dan seterusnya.

Experience without Experiencing


CONTOH STRUKTUR DAN SKALA UPAH
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH STRUKTUR DAN SKALA UPAH


CARI DARI MBAH MODELNYA
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
SKEMA LEVEL 3 HUMANCAPITAL

MATERI 4
Menyusun
Kebutuhan
Pembelajaran Dan
Pengembangan

• Dr. Aries Zuswana


• Ketua LPK Abipraya
• Master Trainer (BNSP)
• Asesor (2015)

Experience without Experiencing


SKEMA SERTIFIKASI LEVEL SUPERVISOR SDM

NO KODE UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT KOMPETENSI

3 M.70SDM01.031.2 : Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan


SKEMA SERTIFIKASI LEVEL SUPERVISOR SDM

Data dan informasi


terkait kebutuhan
pembelajaran dan Kebutuhan
pengembangan pembelajaran dan
pekerja diidentifikasi pengembangan
sesuai dengan dikompilasi berdsarrkan
metode yang pengelompokan yang
digunakan sesuai dengan
kebutuahan organisasi
Menganalisis
kebutuhan Priorotas pembelajaran
pembelajaran dan Menyusun
dan pengembangan
pengembangan kebutuhan dan
ditentukan sesuai
pembelajaran
dengan tinglat
kepentingan dan
Hasil identikasi ketesediaan sumber
dianalisis untuk daya di organisasi
menentukan
kebutuhan
pembelajaran dan
pengembangan
pekerja
SKEMA SERTIFIKASI LEVEL SUPERVISOR SDM

Hasilnya dianalisis
Mengidentifikasi data dan
untuk menentukan
informasi terkait kebutuhan
kebutuhan pelatihan
pembelajaran dan
dan pengembangan
pengembangan pekerja
sesuai metodenya

Kebutuhan pembelajaran
Priorotas pembelajaran dan pengembangan
dan pengembangan dikompilasi berdsarrkan
ditentukan kebutuahan organisasi
PROSES PENGEMBANGAN SDM
BNA PNA CNA

INA
IMNA

Noe, Raymond A., 2010, Employee training and development, 5th ed, McGraw-Hill/Irwin, New York, p-7
PENGEMBANGAN SDM

Noe, Raymond A., 2010, Employee training and development, 5th ed, McGraw-Hill/Irwin, New York, p-59
ANALISA KEBUTUHAN
Melemparkan sumber daya pada masalah atau peluang adalah seperti melempar
kue cokelat ke dinding dan berharap beberapa dari itu akan menempel:
tindakannya lebih cenderung membuat kekacauan dari perbaikan; lebih jauh lagi,
itu adalah pemborosan sumber daya yang baik.
PROSES PENGEMBANGAN SDM

Menyusun Kebutuhan Pembelajaran


Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan
dan Pengembangan

BNA PNA CNA INA IMNA

• Organizational
Step 2 • Job Role Analysis
Step 4 • Implementation
Analysis/ Goal Analysis
• Problem Analysis • Learner Analysis
Analysis

Step 1 Step 3 Step 5

Salah satu pendekatan dalam pelaksanaan TNA adalah:


1. BNA (Business Need Analysis) untuk mengetahui isu bisnis yang menjadi fokus perusahaan dalam periode tertentu
2. PNA (Performance Need Analysis) untuk mengetahui bagian atau fungsi yang tidak perform terkait isu bisnis
3. CNA (Competency Need Analysis) untuk mengetahui gap kompetensi sehingga ada bagian atau fungsi yang tidak
perform
4. INA (Instructional Need Analysis) untuk mengetahui pembelajaran yang dibutuhkan untuk menghilangkan gap
kompetensi
5. IMNA (Implementation Need Analysis) untuk mengetahui model delivery dan ROI
PROSES PENGEMBANGAN SDM

• Tahap ini, TNA dititik beratkan pada analisa tujuan dan target
STEP 1 organisasi atau perusahaan, Individu, Tuntuan kerja.
• Analisa dilakukan dengan membuat dan menetapkan tujuan training
Organizational atau program pelatihan .
Analysis/Goal • Sebuah program pelatihan ideal harus dibuat merujuk pada objektif.
Analysis Tetapkan dan analisa tujuan yang ingin dan dapat diraih dengan
training ini dan harus dapat di ukur
1. Tidak semua target organisasi dan perusahaan dapat diselesaikan oleh
STEP 2 training atau program pelatihan semata.
2. Misalnya, tantangan turunnya Perolehkan kontrak ternyata diakibatkan
Problem BUKAN oleh kompetensi, tapi karena situasi Covid.
Analysis 3. Saat ini terjadi, tugas laporan Training Needs Analysis adalah termasuk
menyatakan dan melaporkan, bahwa masalah yang terjadi,
atau gap antara goal dan achievement yang ada, TIDAK DAPAT
diselesaikan oleh program trainingn, berikan rekomendasi action
plan lain untuk menyelesaikan hal tersebut.
PROSES PENGEMBANGAN SDM
1. Analisa dan mengumpulkan data, untuk menemukan point dan unsur
KSA (Knowledge, Skill, Attitude), yang dibutuhkan untuk setiap calon peserta
STEP 3 pelatihan.
2. Analisa, untuk menemukan KSA yang tepat untuk setiap peserta atau divisi.
Job Role Misalnya kompetensi Persuasive Communication untuk tim Sales, atau Digital
Analysis Competencies untuk tim media, atau mungkin Authentic
Leadership dengan MBTI untuk level supervisor dan manajer.
3. Hitung dan data secara kuantitatif, dan lakukan analisa materi untuk menjawab
ini
STEP 4 1. Analisa dan kumpulkan data dan traits mengenai peserta(data individual)
Learner 2. Data usia, jenis kelamin, level pendidikan, training pernah diikuti, level dan
Analysis jabatan, latar belakang, dan sebagainya. Hasil analisa data ini akan membantu
memutuskan bentuk training, metoda ideal, proses dan flow delivery, gaya
bahasa, engagement, atau hal memutuskan trainer untuk program tersebut.
3. Data ini, membantu trainer dan facilitator di dalam kelas.

1. Analisa pelaksanaan program, dari lokasi pelaksanaan, pemilihan


STEP 5
trainer, materi yang dipilih, hingga besar biaya untuk melaksanakan
Implementation program ini.
Analysis 2. Biaya dan estimasi ROI training dapat dilakukan juga dalam tahap ini,
untuk dimasukkan ke dalam Training Report di akhir implementasi
program nantinya.
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH

BUATLAH REKAP DAFTAR PELATIHAN HASIL


TNA
CARI DARI MBAH MODELNYA
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
MATERI:5
Membuat
Kesepakatan
Kerja
• Dr. Aries Zuswana
• Ketua LPK Abipraya
• Master Trainer (BNSP)
• Asesor (2015)
SKEMA SERTIFIKASI LEVEL SUPERVISOR SDM
KODE UNIT
NO JUDUL UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI

5 M.70SDM01.042.2 : Membuat Kesepakatan Kerja

Aspek kritis
1. Pengetahuandanpemahamansecara
lengkap dalam menetapkan
pekerjaan danjenis-jenis pekerjayang
dapat secara langsung diadakan
perjanjian kerja dengan pekerja,
termasuk namun tidak terbatas
pada tatacara pembuatan perjanjian
kerja,danketentuanwajibyangharus
dipenuhi
2. Pengetahuandanpemahamansecara
lengkap terhadap hubungan kerja
pekerja harian lepas dimana syarat
pelaksanaan pekerjaannya mengacu
pada ketentuan waktu yang tidak
boleh dilampaui dalam satu bulan.
Adanya Resiko hubungan kerja
harian lepas beralih menjadi
hubungankerjawaktutidak tertentu
Jenis hubungan
kerja diidentifikasi Syarat-syarat dan
sesuai ketentuan kondisi kesepakatan
perundang- kerja disusun sesuai
undangan format perjanjian
yang berlaku kerja yang berlaku.

Menentukan jenis
Membuat
hubungan kerja
perjanjian
kerja
Jenis hubungan Perjanjian kerja
kerja ditentukan disepakati sesuai
sesuai dengan hubungan
kebutuhan kerja yang ditentukan
organisasi
MENENTUKAN JENIS HUBUNGAN KERJA
Pengertian
Hubungan kerja adalah hubungan (hukum) antara pengusaha dengan pekerja/buruh
berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan
[Link] kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan
pekerja/buruh.

HUBUNGAN KERJA BENTUK BENTUK HUBUNGAN


TERJADI KARENA KERJA
• Perjanjian Kerja • Pekerjaan Waktu Tertentu
• Peraturan (Kontrak)
Perusahaan • Pekerjaan Waktu Tidak
• Perjanjian Kerja Tertentu (Tetap)
Bersama • Pemborongan Pekerjaan
• Peraturan Per-uu-an (Outsourcing)
• Magang
PENGERTIAN PERJANJIAN
• Suatu perbuatan PRINSIP-PRINSIP PERJANJIAN
• satu orang atau lebih KERJA
• mengikatkan dirinya terhadap satu • Perikatan (antara pekerja/
orang lain atau lebih
buruh dengan
• untuk melaksanakan suatu hal (pasal
1313 BW) pengusaha/majikan)
• bekerja dibawah perintah
BENTUK DAN ISI PERJANJIAN KERJA • menerima upah
• Tidak ada 1 (satu) pun peraturan yang
mengikat bentuk dan isi perjanjian,
PEMBAGIAN PERJANJIAN KERJA
• “asas kebebasan berkontrak”
• setiap orang pada dasarnya boleh
BERDASARKAN JANGKA WAKTU :
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau
membuat kontrak (perjanjian) yang
PKWT:
berisi berbagai macam perjanjian
• Perjanjian kerja antara P/B dengan
• tidak bertentangan dengan undang-
pengusaha
undang, kesusilaan dan ketertiban
• dibuat untuk pekerjaan tertentu
umum.
• menurut jenis dan sifat atau
• Asas kebebasan berkontrak tersebut
kegiatan pekerjaannya akan selesai
dituangkan dalam Pasal 1338 ayat (1)
dalam waktu tertentuperjanjian ini
KUH Perdata, dengan memperhatikan
diatur dalam pasal 56 s/d. pasal 60
Pasal 1320, Pasal 1335 dan Pasal 1337
UU Ketenagakerjaan
KUH Perdata.
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA
Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam PKWT :
Perjanjian Kerja harus memenuhi syarat materiil PKWT tidak dapat mensyaratkan adanya masa
dan formil : percobaan kerja, bila ada maka batal demi
Syarat materiil : syarat yg terdapat dlm pasal 52 ayat hukumPKWT hanya dapat dibuat untuk
(1) UU ketenagakerjaan :a. kesepakatan kedua belah pekerjaan tertentu yg menurut jenis dan sifat
pihakb. kemampuan / kecakapan pekerjaannya akan selesai dalam waktu
melakukanperbuatan hukumc. Adanya pekerjaan yg tertentuPKWT dibuat dalam rangkap 3 (tiga),
diperjanjikand. Tidak bertentangan dgn. Ketertiban yaitu untuk pekerja, pengusaha dan dinas yg
umum,kesusilaan dan per UU an yg berlaku membidangi ketenagakerjaan
setempatSeluruh biaya yg timbul dlm
pembuatan PKWT menjadi tanggungan
Syarat formil :syarat pembuatan secara pengusaha
formil harus memuat (Pasal 54 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 13 Tahun tentang Jangka waktu PKWT : Pasal 59
Ketenagakerjaan):Nama, alamat ayat (3) UU Ketenagakerjaan :
perusahaan dan jenis usaha;Nama, jenis PKWT dapat diperpanjang/
kelamin, umur dan alamat diperbaruiYang dimaksud diperpanjang
pekerja/buruh;Jabatan atau jenis adalah melanjutkan hubungan kerja
pekerjaan;Tempat pekerjaan;Besarnya setelah PKWT berakhir tanpa adanya
upah dan cara pembayarannya;Syarat- pemutusan hubungan kerjaSedangkan
syarat kerja yang memuat hak dan pembaruan adalah melakukan
kewajiban pengusaha dan hubungan kerja baru setelah PKWT
pekerja/buruh;Jangka waktu mulai pertama berakhir melalui pemutusan
berlakunya perjanjian kerja;Tempat dan hubngan kerja dengan tenggang waktu
lokasi perjanjian kerja dibuat; danTanda 30 (tigapuluh) hari
tangan para pihak dalam perjanjian kerja
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA
Jangka waktu PKWT :Jangka waktu PKWT dapat
diadakan paling lama 2(dua) tahun dan hanya
boleh diperpanjang sekali untuk jangka waktu
paling lama 1(satu) tahunPembaruan PKWT
Pasal 59 ayat (2) Undang-
hanya boleh dilakukan sekali dan paling lama Undang Nomor 13 Tahun 2003
2(dua) tahun tentang Ketenagakerjaan
menegaskan bahwa Perjanjian
Pekerjaan yang bersifat musiman; Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan tidak dapat diadakan untuk
Transmigrasi Nomor ; pekerjaan yang bersifat tetap,
• KEP. 100/MEN/VI/2004 tentang Ketentuan
yaitu pekerjaan yang sifatnya
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu yang merupakan peraturan terus-menerus, tidak terputus-
pelaksana dari Pasal 59 ayat (8) Undang putus, tidak dibatasi waktu dan
undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang merupakan bagian dari suatu
Ketenagakerjaan, menetapkan kategori proses produksi dalam 1 (satu)
pekerjaan untuk Perjanjian Kerja Waktu perusahaan atau pekerjaan
Tertentu (PKWT) sebagai berikut :Pekerjaan yang bukan musiman
yang sekali selesai atau sementara sifatnya
yang penyelesaiannya paling lama 3 (tiga)
tahun;Pekerjaan yang bersifat
musiman;Pekerjaan yang berhubungan
dengan produk baru, kegiatan baru atau
produk tambahan yang masih dalam
percobaan atau penjajagan
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA
Berakhirnya Perjanjian Kerja
(PKWT dan PKWTT)
• Perjanjian kerja berakhir
Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu karena :pekerja/buruh
[Link] jangka
Perjanjian ini terdapat dalam pasal 1603 q
waktu yang ditentukan dalam
ayat (1) KUHPerdata, dimana dinyatakan
perjanjian (apabila
bahwa lamanya hubungan kerja tidak
PKWT).adanya putusan
ditentukan,baik dalam perjanjian, peraturan
pengadilan dan atau
majikan maupun dalam peraturan
putusan/penetapan lembaga
perundang-undangan atau pula menurut
[Link] keadaan atau
kebiasaan maka hubungan kerja itu diadakan
kejadian yg dicantumkan
untuk waktu tidak tertentuPasal 57 ayat (2) UU
dalam PK, PP, PKB yg dapat
Ketenagakerjaan, disamping alasan tersebut
menyebabkan berahkirnya
diatas, PKWTT secara hukum otomatis terjadi
hubungan [Link]
sebagai akibat pelanggaran pengusaha thdp.
Kerja tidak berakhir
Pasal 57 ayat (1).Pengertian PKWTT : suatu
(hubungan keja tetap berlanju
perjanjian kerja antara P/B dan pengusaha
dimana jangka waktunya tidak ditentukan,
baik dalam perjanjian, UU maupun kebiasaan,
atau terjadi secara hukum karena
pelanggaran pengusaha terhadap ketentuan
perundang-undangan yg berlaku
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA
HAL POKOK YANG HARUS ADA DALAM
PERJANJIAN KERJA
Pasal 1338 ayat (1) KUH
Perdata, (memperhatikan
Pasal 1320, Pasal 1335 dan
Pasal 1337 KUH Per):
• “asas kebebasan
berkontrak”: Asas yang
menyatakan bahwa setiap
orang pada dasarnya 1. Para pihak
boleh membuat kontrak 2. Sebab yang halal
(perjanjian) yang berisi 3. Objek perjanjian
berbagai macam 4. Masa berlaku
perjanjian
• Tidak bertentangan
5. Exit Clausul
dengan UU-an, kesusilaan 6. Pengesahan
& ketertiban umum.
CONTOH PERJANJIAN KERJA

Pihak Pertama dengan keterangan


Kapasitasnya Apakah yang
bersangkutan berwenang untuk
menandatangani PK (WT/ T)

Pihak ke-dua dengan keterangan 


lengkap sesuai dengan ID/ KTP/
Pasport

Sebab yang halal


MEMBUAT PERJANJIAN KERJA

Masa berlaku perjanjian kerja

Objek perjanjian kerja


MEMBUAT PERJANJIAN KERJA

Kompensasi

Tata tertib khusus

Mekanisme HI

Pengesahan
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA

BUATLAH SURAT PERJANJIAN KERJA


CARI DARI MBAH MODEL
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
Sampai Jumpa Di Lain
Kesempatan

Anda mungkin juga menyukai