Persiapan Uji Sertifikasi SDM Brantas
Persiapan Uji Sertifikasi SDM Brantas
BERDOA UNTUK
KELANCARAN KEGIATAN INI
DAN DIMUDAHKAN MENERIMA
ILMU YANG BERMANFAAT
ACUAN SKEMA
TAHAPAN PERSIAPAN
TAHAPAN UJI
Step
2
Membuat keputusan Mengumpulkan Bukti
Asesmen yang berkualitas
Mendukung Asesi Step
Step 1
3
TAHAPAN PENYELESAIAN
1. Identifikasi jabatan
2. Tujuan jabatan
3. Tanggung jawab
utama
4. Tanggung jawab
organisasi
5. Dimensi jabatan
6. Hubungan kerja
7. Kewenangan
8. Tantangan jabatan
9. Spesifikasi jabatan
10. Struktur orgnisasi
Nomor Dokumen : FR-01A-PSDM_ABLC/DAZ/2021
Judul Formulir : Menetapkan Uraian Jabatan
Nama Program : Pelatihan MSDM
Trainer : Master Trainer Dr. Aries Zuswana
MENE`NTUKAN KOMPONEN URAIAN JABATAN SESUAI
METODE YES KETERANGAN
FORMAT JOB DECRIPTION YANG TELAH DITETAPKAN
Struktur Organisasi
Identifikasi jabatan
Tujuan jabatan
Tanggung jawab utama
Tanggung jawab organisasi
Dimensi jabatan
Hubungan kerja
Kewenangan
Tantangan jabatan
Spesifikasi jabatan
MEMBUAT URAIAN JABATAN SETIAP POSISI JABATAN
BERDASARKAN DATA DAN INFORMASI JABATAN YANG
TELAH DIKUMPULKAN
FORMAT JOB DESC
MENETAPKAN URAIAN JABATAN BERDASARKAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) YANG
BERLAKU DI ORGANISASI.
FORMAT JOB DESC YANG SUDAH TERISI LENGKAP
Dibuat oleh Tanggal Tanda Tangan
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH
3 CC 3
4 DD 4
5 E 5
PEMBEKALAN
ASESI:
3. Melakukan
Administrasi
Pengupahan
ASPEK KRITIS
• Ketelitian mengelola, menulis
dan memasukkan data, serta
menghitung angka-angka
dengan cepat dan akurat.
• Pemahaman dan aplikasi etika
bisnis, prosedur, ketentuan
dan peraturan sangat
diperlukan untuk memastikan
kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang
berlaku.
Ketentuan dan
Bukti-bukti dan
prosedur kerja admin
dokumen pelaksanaan
pengupahan di
pembayaran upah
identifikasi
pekerja
didokumentasikan
1. Jumlah biaya gaji dan 4. Kartu jam hadir 8. Surat pernyataan gaji dan
upah yang diterima Berfungsi sebagai upah: Dibuat sebagai
setiap karyawan selama mencatat jam hadir catatan bagi setiap
periode akuntansi setiap karyawan karyawan mengenai
perusahaan rincian gaji dan upah
tertentu 5. Kartu jam kerja yang diterima setiap
2. Rincian unsur biaya gaji Berfungsi sebagai karyawan beserta
dan upah yang menjadi mencatat waktu yang berbagai potongan yang
beban setiap pusat dikonsumsi oleh tenaga menjadi beban karyawan.
pertanggung jawaban kerja langsung pabrik 9. Amplop gaji dan upah:
selama periode guna mengerjakan Halaman muka amplop
akuntansi tertentu pesanan tertentu. berisi informasi menganai
3. Dokumen pendukung 6. Daftar gaji dan daftar nama karyawan, nomor
upah identitas karyawan dan
perubahan gaji dan upah Berisi jumlah gaji dan jumlah gaji bersih yang
Berupa SK pengangkatan upah bruto setiap diterima karyawan dalam
karyawan baru, karyawan, dikurangi bulan tertentu
kenaikan pangkat, dengan potongan; PPh 10. Bukti kas keluar:
perubahan tarif, 21, iuran , dll. Merupakan perintah
penurunan pangkat, 7. Rekap daftar gaji dan pengeluaran uang yang
pemberhentian daftar upah: Merupakan dibuat fungsi akuntansi ke
sementara dari ringkasan gaji dan upah fungsi keuangan,
pekerjaan, pemindahan, per departemen, yang berdasarkan informasi
dsb. dibuat berdasarkan daftar dalam daftar gaji dan
gaji dan upah. upah yang diterima dari
fungsipembuat daftar gaji
dan upah
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH
5. Aspek kritis
5.1 Ketelitian mengelola,
menulis dan memasukkan data,
serta
menghitung angka-angka
dengan cepat, akurat dan tepat
waktu
SKEMA LEVEL STAF SDM
MATERI 2
Menyusun SOP
CORE
COMPETENCY
ORGANISASI
FORMAT &
STRUKTUR
PROSES
ORGANISASI
PENULISAN
PARA PEMANGKU
INTERDEPENDENSI
KEPENTINGAN
SKEMA LEVEL SUPERVISOR SDM
CORE COMPETENCY
ORGANISASI PROSES BISNIS STRUKTUR ORGANISASI INTERDEPENDENSI
3. Revisi (Perbaikan)
• SOP bukan sebuah kitab suci yang tidak bisa dirubah isinya.
• SOP bersifat dinamis dan mengikuti perkembangan proses bisnis perusahaan.
• Semakin berkembang sebuah perusahaan maka akan semakin berkembang
juga jenis transaksi, proses produksi, dan distribusi produk. Bila SOP bersifat
statis maka lama kelamaan akan menjadi dokumen usang yang hanya pantas
dipajang di museum.
• Lakukan peninjauan kembali secara berkala terhadap SOP.
• Teliti kembali apakah proses bisnis yang terjadi masih sesuai atau tidak.
Sehingga perlu dicantumkan nomor yang menunjukkan sudah berapa kali
terjadi revisi terhadap SOP tersebut.
• Informasi mengenai nomor revisi adalah penting diberikan pada header
halaman untuk memastikan bahwa SOP yang digunakan adalah yang paling up
to date. Nomor revisi biasanya diletakkan pada header halaman Standar
Operasional Prosedur.
KETERANGAN ISI SOP
7. Tanggungjawab Bagian ini menjelaskan mengenai siapa saja yang harus melaksanakan,
bertanggung jawab dan pihak terkait dengan Standard Operating
Procedure.
8. Ketentuan Bagian ini berisi tentang aturan, kebijakan, dan keputusan yang harus
dipatuhi dalam menjalankan SOP. Misalnya: ketentuan
pengadaan pelatihan karyawan perusahaan.
9. Referensi Bagian ini berisi tentang referensi, dokumen, peraturan, dan SOP lain
yang berkaitan dengan Standard Operating Procedure.
10. Istilah, Pengguna SOP belum tentu mengetahui dan memahami semua istilah,
Definisi dan definisi dan singkatan serta hal-hal tertentu yang tercantum dalam
Singkatan Standard Operating Procedure.
Sebagaimana definisi prosedur yang sudah diterangkan pada awal tulisan
11. Prosedur ini, pada bagian ini membahas penjelasan rinci dari isi dengan langkah-
langkah prosesnya. Prosedur bisa disajikan dalam bentuk narasi,
gambar, flowchart ataupun video.
12. Lampiran Untuk melengkapi SOP yang sudah disusun jika perlu bisa ditambahkan
lampiran
MEMBUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH
BUATLAH SOP
CARI DARI MBAH MODELNYA
BUAT ULANG DAN RUBAH ISINYA SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG ADA
MATERI SESI 3
Menyusun Sistem
Remunerasi
ASPEK KRITIS
Pengetahuan terkait
menganalisis informasi
penting dari internal
maupun eksternal terkait
remunerasi dianalisis sesuai
dengan kondisi, strategi dan
kebutuhan organisasi
sebagai referensi penting
untuk menentukan sistem
remunerasi yang tepat
untuk organisasi. Aspek ini
sangat berpengaruh
terhadap minat, motivasi,
retensi, dan keterlekatan
SDM terhadap organisasi
Upah pokok adalah imbalan Tunjangan tetap adalah suatu Tunjangan tidak tetap adalah
dasar yang dibayarkan pembayaran yang dilakukan pembayaran yang diberikan
secara teratur dan diberikan secara langsung pada pekerja
kepada pekerja menurut
pada pekerja dan keluarganya. dan keluarganya, serta tidak
tingkat atau jenis pekerjaan Tunjangan tetap dibayarkan berkaitan dengan pekerja. Sesuai
yang besarnya ditetapkan bersama upah pokok, dan tidak namanya, tunjangan ini
berdasarkan kesepakatan. berkaitan dengan kehadiran atau dibayarkan secara tidak tetap
Dalam Dalam Pasal 94 Undang- kinerjanya dalam dan tidak bersamaan dengan
Undang Nomor 13 Tahun 2003, perusahaan. Tunjangan tetap upah pokok. Umumnya,
dapat berupa berupa tunjangan tunjangan tidak tetap ini
dijelaskan lebih lanjut kalau berkaitan dengan kehadiran atau
istri, tunjangan anak, tunjangan
besaran komponen upah perumahan, dan lain-lain. kinerja karyawan. Misalnya,
pokok sedikitnya 75% dari Tunjangan makan dan tunjangan tunjangan makan hanya akan
jumlah upah pokok dan transportasi dapat masuk ke diberikan sesuai jumlah hari
tunjangan tetap. dalam komponen ini jika tidak masuknya karyawan ke kantor.
berkaitan dengan kehadiran, dan Dengan begitu, tunjangan makan
diterima secara tetap oleh ini termasuk dalam komponen
pekerja menurut satuan waktu, tunjangan tidak tetap.
harian atau bulanan.
Langkah ini untuk Pada metode ini upah Pada metode ini akan Setelah menemukan
tengah yang akan dihasilkan upah tengah upah tengah setiap
menentukan yang kenaikannya makin
perhitungan upah dihasilkan adalah upah golongan, hitung upah
besar untuk golongan-
yang naik secara golongan jabatan yang terkecil dan terbesar
tengah dari proposional mulai dari untuk masing-masing
lebih tinggi. Hal tersebut
golongan jabatan golongan terendah ke disebabkan persentase golongan jabatan. Cara
lain di antara golongan berikutnya rentang pada golongan- hitung yang dapat
golongan jabatan yang lebih tinggi. Hal ini golongan jabatan yang dilakukan adalah
lebih tinggi akan semakin
terendah dan umumnya terjadi jika dengan menggunakan
besar.
tertinggi. Ada 2 (dua) rentang golongan Misalnya, upah pada rumus sebagai berikut:
metode yang dapat jabatan memiliki golongan 1 adalah Upah terkecil = (2 x
persentase yang sama. Rp2.000.000, maka upah upah tengah) : (rentang
digunakan untuk Misalnya, upah pada pada golongan 2 hanya + 2)
menghasilkan upah golongan 1 adalah mencapai Rp3.000.000. Upah terbesar = ( 2 x
tengah, antara lain: Sedangkan, upah pada
Rp2.000.000, maka golongan 8 berjumlah
upah tengah) x
upah pada golongan 2 Rp14.000.000, upah pada (rentang + 1) : (rentang
adalah Rp4.000.000, golongan 9 bisa mencapai + 2)
upah pada golongan 3 Rp16.000.000.
adalah Rp6.000.000,
dan seterusnya.
MATERI 4
Menyusun
Kebutuhan
Pembelajaran Dan
Pengembangan
Hasilnya dianalisis
Mengidentifikasi data dan
untuk menentukan
informasi terkait kebutuhan
kebutuhan pelatihan
pembelajaran dan
dan pengembangan
pengembangan pekerja
sesuai metodenya
Kebutuhan pembelajaran
Priorotas pembelajaran dan pengembangan
dan pengembangan dikompilasi berdsarrkan
ditentukan kebutuahan organisasi
PROSES PENGEMBANGAN SDM
BNA PNA CNA
INA
IMNA
Noe, Raymond A., 2010, Employee training and development, 5th ed, McGraw-Hill/Irwin, New York, p-7
PENGEMBANGAN SDM
Noe, Raymond A., 2010, Employee training and development, 5th ed, McGraw-Hill/Irwin, New York, p-59
ANALISA KEBUTUHAN
Melemparkan sumber daya pada masalah atau peluang adalah seperti melempar
kue cokelat ke dinding dan berharap beberapa dari itu akan menempel:
tindakannya lebih cenderung membuat kekacauan dari perbaikan; lebih jauh lagi,
itu adalah pemborosan sumber daya yang baik.
PROSES PENGEMBANGAN SDM
• Organizational
Step 2 • Job Role Analysis
Step 4 • Implementation
Analysis/ Goal Analysis
• Problem Analysis • Learner Analysis
Analysis
• Tahap ini, TNA dititik beratkan pada analisa tujuan dan target
STEP 1 organisasi atau perusahaan, Individu, Tuntuan kerja.
• Analisa dilakukan dengan membuat dan menetapkan tujuan training
Organizational atau program pelatihan .
Analysis/Goal • Sebuah program pelatihan ideal harus dibuat merujuk pada objektif.
Analysis Tetapkan dan analisa tujuan yang ingin dan dapat diraih dengan
training ini dan harus dapat di ukur
1. Tidak semua target organisasi dan perusahaan dapat diselesaikan oleh
STEP 2 training atau program pelatihan semata.
2. Misalnya, tantangan turunnya Perolehkan kontrak ternyata diakibatkan
Problem BUKAN oleh kompetensi, tapi karena situasi Covid.
Analysis 3. Saat ini terjadi, tugas laporan Training Needs Analysis adalah termasuk
menyatakan dan melaporkan, bahwa masalah yang terjadi,
atau gap antara goal dan achievement yang ada, TIDAK DAPAT
diselesaikan oleh program trainingn, berikan rekomendasi action
plan lain untuk menyelesaikan hal tersebut.
PROSES PENGEMBANGAN SDM
1. Analisa dan mengumpulkan data, untuk menemukan point dan unsur
KSA (Knowledge, Skill, Attitude), yang dibutuhkan untuk setiap calon peserta
STEP 3 pelatihan.
2. Analisa, untuk menemukan KSA yang tepat untuk setiap peserta atau divisi.
Job Role Misalnya kompetensi Persuasive Communication untuk tim Sales, atau Digital
Analysis Competencies untuk tim media, atau mungkin Authentic
Leadership dengan MBTI untuk level supervisor dan manajer.
3. Hitung dan data secara kuantitatif, dan lakukan analisa materi untuk menjawab
ini
STEP 4 1. Analisa dan kumpulkan data dan traits mengenai peserta(data individual)
Learner 2. Data usia, jenis kelamin, level pendidikan, training pernah diikuti, level dan
Analysis jabatan, latar belakang, dan sebagainya. Hasil analisa data ini akan membantu
memutuskan bentuk training, metoda ideal, proses dan flow delivery, gaya
bahasa, engagement, atau hal memutuskan trainer untuk program tersebut.
3. Data ini, membantu trainer dan facilitator di dalam kelas.
Aspek kritis
1. Pengetahuandanpemahamansecara
lengkap dalam menetapkan
pekerjaan danjenis-jenis pekerjayang
dapat secara langsung diadakan
perjanjian kerja dengan pekerja,
termasuk namun tidak terbatas
pada tatacara pembuatan perjanjian
kerja,danketentuanwajibyangharus
dipenuhi
2. Pengetahuandanpemahamansecara
lengkap terhadap hubungan kerja
pekerja harian lepas dimana syarat
pelaksanaan pekerjaannya mengacu
pada ketentuan waktu yang tidak
boleh dilampaui dalam satu bulan.
Adanya Resiko hubungan kerja
harian lepas beralih menjadi
hubungankerjawaktutidak tertentu
Jenis hubungan
kerja diidentifikasi Syarat-syarat dan
sesuai ketentuan kondisi kesepakatan
perundang- kerja disusun sesuai
undangan format perjanjian
yang berlaku kerja yang berlaku.
Menentukan jenis
Membuat
hubungan kerja
perjanjian
kerja
Jenis hubungan Perjanjian kerja
kerja ditentukan disepakati sesuai
sesuai dengan hubungan
kebutuhan kerja yang ditentukan
organisasi
MENENTUKAN JENIS HUBUNGAN KERJA
Pengertian
Hubungan kerja adalah hubungan (hukum) antara pengusaha dengan pekerja/buruh
berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan
[Link] kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan
pekerja/buruh.
Kompensasi
Mekanisme HI
Pengesahan
MEMBUAT PERJANJIAN KERJA