100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan26 halaman

Metode Penelitian R&D dalam Pendidikan

Penelitian research and development (R&D) merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk pendidikan baru dan menguji keefektifannya. Metode ini memiliki karakteristik melakukan studi awal, mengembangkan produk berdasarkan hasil studi, melakukan uji coba lapangan, dan merevisi produk berdasarkan hasil uji coba. Penelitian R&D digunakan untuk menghasilkan inovasi yang dapat meningkat

Diunggah oleh

Ahmad Suryadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan26 halaman

Metode Penelitian R&D dalam Pendidikan

Penelitian research and development (R&D) merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk pendidikan baru dan menguji keefektifannya. Metode ini memiliki karakteristik melakukan studi awal, mengembangkan produk berdasarkan hasil studi, melakukan uji coba lapangan, dan merevisi produk berdasarkan hasil uji coba. Penelitian R&D digunakan untuk menghasilkan inovasi yang dapat meningkat

Diunggah oleh

Ahmad Suryadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENELITIAN RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D): Pengertian,

Karakteristik, Prosedur, Validitas, Desain, Analisis dan Interpretasi Data

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Nilai


Mata Kuliah Kawasan Penelitian Pendidikan pada Program Studi Dirasah
Islamiyah Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan pada Pascasarjana UIN
Alauddin Makassar

Oleh:
AHMAD SURYADI
NIM. 80100322128

RAHMAWATI
80100322064

Dosen Pengampu
Dr. Hj, Ulfiani Rahman, [Link].

PASCASARJANA
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2022
KATA PENGANTAR

ِ ‫بِ ْس ِمالل ِهالرَّحْ َمنِالر‬


‫َّحيْم‬
Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah

[Link] berkat rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga karya ilmiah

(makalah) ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam penulis kirimkan kepada

junjungan Nabi Muhammad saw.,keluarga beliau, para sahabat, dan tabi’in yang

telah memperjuangkan agama Islam.

Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini, penulis

mengalami berbagai macam hambatan dan rintangan. Akan tetapi, berkat bantuan

dan kerja sama dengan teman-teman,makalah ini dapat terselesaikan, namun

masih jauh dari kesempurnaan. Dengan segala kerendahan hati, penulis sangat

menyadari bahwa makalah masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena

itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman sangat

penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan karya ilmiah selanjutnya.

Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan wacana

keilmuan kita semua, khususnya bagi penulis sendiri dan mahasiswa pada

umumnya.

Āmin Yā Rabb al-‘Ālamin....

Samata, 17 Oktober 2022

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................i

KATA PENGANTAR.........................................................................................ii

DAFTAR ISI........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar Belakang...............................................................................1

B. Rumusan Masalah..........................................................................2

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................3

A. Pengertian Penelitian Pengembangan............................................3

B. Karakteristik Penelitian Pengembangan .......................................4

C. Tujuan Penelitian Pengembangan..................................................5

D. Macam—macam Penelitian Pengembangan ................................6

E. Prosedur Penelitian Pengembangan...............................................12

F. Validitas Penelitian Pengembangan...............................................14

G. Desain Penelitian Pengembangan..................................................15

H. Teknik Analisis dan Interpretasi Data...........................................18

BAB III PENUTUP............................................................................................20

A. Kesimpulan ...................................................................................20

B. Saran .............................................................................................21

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................22
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak usaha yang dapat dilakukan oleh setiap warga pendidikan untuk

meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan

kegiatan penelitian, lebih khususnya dalam penilitian pendidikan. Melalui

penelitian, masalah-masalah yang ada di dalam pendidikan dapat diungkapkan

dan dicarikan solusinya. Selain itu, melalui penelitian dapat pula

mengembangkan dan mengaplikasikan hal baru yang lebih inovatif dalam

pendidikan. Ada beberapa jenis penelitian yang bisa dilaksanakan, salah satunya

yaitu penelitian research and development (R&D). Penelitian pengembangan

biasanya digunakan untuk mengembangkan atau membuat suatu produk. Dalam

penelitian pengembangan digunakan metode penelitian research and

development (R&D).

Research and Development (R&D)adalah metode penelitian yang

digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan metode

tersebut. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan atau Research

and Development (R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk

mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam

pendidikan dan pembelajaran. Dari uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan

bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang bertujuan

untuk menghasilkan produk-produk tertentu sertamenguji validitas dan

keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.


2

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengertian penelitian research and development (R&D)?

2. Bagaimana karakteristik penelitian research and development (R&D)?

3. Bagaimana tujuan penelitian research and development (R&D)?

4. Bagaimana model-model penelitian research and development (R&D)?

5. Bagaimana Prosedur penelitian research and development (R&D)?

6. Bagaimana Validitas penelitian research and development (R&D)?

7. Bagaimana Desain penelitian research and development (R&D)?

8. Bagaimana Teknik Analisis dan Interpretasi Data penelitian research and

development (R&D)?
3

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian Research and Development (R&D)

Penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan istilah research

and development disebut juga sebagai research-based development, artinya

pengembangan yang berbasis penelitian. Jika ditelaah lebih jauh, istilah penelitian

dan pengembangan ini terbilang baru dalam dunia pendidikan. Lalu, apa definisi

dari penelitian dan pengembangan dalam pendidikan?

Borg & Gall menjelaskan bahwa dalam pendidikan, research and

development is a process used in developing and validating educational products.

Dalam hal ini, penelitian dan pengembangan adalah proses mengembangkan dan

menguji keefektifandari sebuah produk pendidikan, di mana akan memberi


1
dampak positif pada keberhasilan proses pembelajaran.

Senada dengan definisi sebelumnya, Tjeerd Plomp dalam Educational

Design Research juga mendefinisikan bahwa:


Design research is a systematic study to design, develop, and
evaluateeducational interventions (such as programs, teaching-learning
strategies and materials, products,
2
and systems) as solutions to complex
problems in educational practice.

Sebagaimana dinyatakan bahwa design research sebagai kajian sistemati

suntuk mendesain (merancang), mengembangkan, dan mengevaluasi rancangan

berorientasi kelas, produk, dan sistem sebagai sebuah solusi atas permasalahan

dalam praktik pendidikan.

B. Karakteristik Penelitian Pengembangan


1
W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research: An Introduction (New York: Pearson
Longman, 1983), h. 772.
2
Tjeerd Plomp dan Nienke Nieveen, “An Introduction to Educational Design Research”
(Proceedings of the Seminars Conducted at the East China Normal University, Shanghai (PR
China), 23-26 November 2007), h. 13.
4

Keterangan tambahan Borg & Gall dalam kaitannya dengan pengertian

research and development bahwa ada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi

karakteristik utama penelitian dan pengembangan ini, yaitu:

1. Study research to find products that are being developed (melakukan studi

penelitian awal terhadap produk yang akan dikembangkan).

2. Develop products based on the findings (mengembangkan produk

berdasarkan hasil penemuan).

3. Field testing with actual conditions to produce finished products

(melakukan uji coba lapangan dengan keadaan sebenarnya untuk

menghasilkan produk yang siap pakai).

4. Revisions were made to correct weaknesses at each stage (revisi dilakukan

untuk memperbaiki kelemahan produk pada tiap tahapan).

Kata kunci penelitian dan pengembangan (research and development)

adalah need assessment (menganalisis kebutuhan), prototipe dari produk yang

diciptakan, mengembangkan lalu menyebarluaskan produk tersebut. Walaupun

tiap penggagas munculnya R&D ini memiliki prosedur yang berbeda, namun

semuanya melakukan kegiatan tersebut secara sistematis. Sehingga, research and

development ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penelitian-penelitian yang

telah dilakukan oleh researchers, perbedaan mendasar hanya terletak pada

prosedur pengembangan.

Produk pengembangan seperti menghasilkan buku ajar, tentu didahului

dengan need assessment untuk mengetahui kepada siapa buku ajar tersebut dibuat

dan apakah buku ajar tersebut benar-benar dibutuhkan dalam memenuhi

kebutuhan belajar mahasiswa. Jika memang diperlukan, barulah buku ajar tersebut

diproduksi lalu diujicobakan. Dengan begitu, untuk mengetahui adanya kebutuhan


5

produk, dilakukan penelitian pendahuluan agar terlihat gambaran permasalahan

yang ada di lapangan.

C. Tujuan Penelitian Pengembangan

Permasalahan yang muncul dan dijawab dalam proses penelitian disebut

oleh Khalifah Mustami sebagai sebuah (problem) masalah penelitian.

Dalam buku Educational Research: An Introduction 7th Edition,

dikatakan bahwa the reason for conducting this research is guiding the selection
3
of students who will succeed in education. Sehingga, tujuan dari pengembangan

ini adalah menghasilkan produk yang efektif untuk keberhasilan praktik

pendidikan.

Tujuan ini dipahami bahwa penelitian dan pengembangan diarahkan untuk

menemukan atau mengembangkan produk, lalu diuji keefektifan produk. Metode

apa yang ingin digunakan tergantung tujuan dari peneliti. Sebagai contoh:

1. Jika peneliti ingin mengetahui hubungan dan pengaruh, silakan

menggunakan penelitian kuantitatif dengan tipe korelasi dan eksperimen.

2. Jika peneliti hendak memahami secara mendalam, memahami subjek yang

diteliti, paling tepat menggunakan penelitian kualitatif.

3. Jika peneliti berniat untuk melakukan perubahan, bisa menggunakan

penelitian tindakan (action research).

4. Jika peneliti ingin melakukan inovasi, mencari dan menemukan model,

produk, prosedur, metode yang baru, research and development (R&D)

tepat digunakan dengan mengukur efektivitas, produktivitas, dan


4
kualitasnya.

3
Meredith D. Gall, dkk., Educational Research: An Introduction 7 th Edition (USA:
Allyn and Bacon, 2003), h. 4.
4
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu Pengantar
(Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 88.
6

Pemberian contoh di atas, menjadi jelas bahwa R&D adalah jenis

penelitian berbeda dari jenis penelitian umum lain (kuantitatif, kualitatif, dan

tindakan). Namun, perbedaan itu tidak menjamin kualitas penelitian yang lebih

baik dari penelitian yang lain.

D. Model-model Penelitian Pengembangan

Di antara model-model research and development yang banyak digunakan

untuk penelitian dan pengembangan, yaitu:

1. Model Dick dan Carey

Model yang dikembangkan oleh Walter Dick, Lou Carey, dan James O.

Carey diistilahkan sebagai model Dick, Carey, dan Carey. Tahapan yang dilalui

ada 10 langkah, yaitu: 1) analisis kebutuhan dan tujuan, 2) analisis instruksional,

3) analisis pembelajaran dan isi, 4) rumusan tujuan performasi, 5) pengembangan

instrumen, 6) pengembangan strategi, 7) pengembangan dan pemilihan materi

pembelajaran, 8) perancangan dan evaluasi formatif, 9) revisi instruksional, serta


5
10) perancangan dan evaluasi sumatif.

Langkah-langkah pada model Dick and Carey, menunjukkan hubungan

yang jelas dan tidak terputus atau terhubung antara urutan yang satu dan urutan

berikutnya.

2. Model Kemp

5
Rafiqah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme (Cet. I;
Makassar: Alauddin University Press, 2013), h. 99-103.
7

Model pengembangan Jerold E. Kemp adalah tahapan/prosedur yang

berbentuk lingkaran (circle), sehingga berhubungan langsung dengan tahap revisi


6
pada setiap siklus.

Ada 8 (delapan) siklus yang dilalui, yaitu: 1) penentuan tujuan

pembelajaran, 2) analisis karakteristik peserta didik, 3) penentuan tujuan

pembelajaran khusus, 4) penentuan materi yang sesuai dengan tujuan

pembelajaran, 5) menentukan pre-test, 6) menentukan strategi pembelajaran yang

sesuai, kegiatan belajar, dan sumber belajar, 7) koordinasi sarana pendukung,

serta 8) mengadakan evaluasi pembelajaran. Model desain ini memulai kegiatan

boleh dari komponen mana saja. Setiap langkah tersebut, diikuti oleh perbaikan-

perbaikan untuk kesempurnaan hasil desain.

3. Model Borg dan Gall

Model ini dikembangkan oleh Walter R. Borg dan Meredith Damien

[Link] banyak penelitian, tahapan ini menjadi pilihan untuk pengembangan

sebuahproduk. Tahapan prosedur kerja Borg & Gall adalah 1) melakukan

pengumpulaninformasi, 2) merumuskan tujuan pada setiap tahapan, 3)

mengembangkan produkawal, 4) melakukan uji coba lapangan pada skala kecil

terlebih dahulu, 5) merevisiproduk awal, 6) menguji coba penelitian, 7) merevisi

produk hasil uji coba, 8) uji validasi, 9) merevisi produk akhir, serta 10)
7
menyebarluaskan produk baru.

Pemilihan model yang disampaikan oleh Borg & Gall sendiri banyak

ditemui pada penelitian yang merancang produk sebagai suplemen bagi kemajuan

dunia pendidikan.

6
Diah Fatmawati, “Penerapan Teori Jerold E. Kemp Berbasis Metode PQ4R untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X TSM pada Materi Pokok Program
Linear di SMKN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2012/2013”, Jurnal Lensa Kependidikan Fisika, vol. 1
no. 1 (2013): h. 44-46.
7
11W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research an Introduction, h. 775.
8

4. Model ADDIE

Model ADDIE awalnya berkembang di Florida State University

untukperumusan pengembangan bagi program pelatihan militer. Selama bertahun-

tahun, prosedur ADDIE diperbaharui dan lebih dikenal dengan versi analyze,

design,development, implementation, dan evaluation, 12 seperti yang digunakan

oleh peneliti dalam mengembangan produk saat ini.

Kelima tahapan tersebut adalah 1) analisis kebutuhan untuk menemukan

masalah dan pemecahan solusi, 2) desain bahan ajar, 3) produksi bahan ajar yang

dikembangkan, 4) menerapkan kegiatan yang telah disusun, dan 5) evaluasi


8
hasilbelajar. Lima langkah tersebut adalah prosedur sistematis di mana tidak bisa

dilakukan pengacakan dalam alur tahapannya. Walaupun sederhana jika

dibandingkan dengan model pengembangan yang lain, namun karena sifatnya

terstruktur sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan.

5. Model 4-D

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain model 4-D yang

dikembangkan oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Beberapa

penelitian, dikenal dengan istilah 4-D dan 4-P. Jika tahapan menggunakan bahasa

Inggris berarti disingkat 4-D dan istilah 4-P juga cocok apabila tahapan tersebut

menggunakan bahasa Indonesia. Secara garis besar, menurut Trianto ada empat
9
tahapan pengembangan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Pada

tahap pendefinisian (defining stage) dilakukan analisis kebutuhan belajar di

antaranya adalah menganalisis materi ajar, peserta didik (participant). Setelah itu,

dilakukan tahap perancangan (designing stage) produk awal, lalu mengembangkan

8
Muhammad Galang Isnawan dan Arief Budi Wicaksono, “Model Desain Pembelajaran
Matematika”, Indonesian Journal of Mathematics Education, vol. 1 no. 1 (2018): h. 51.
9
Trianto Ibnu Badar al-Tabani>, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan
Kontekstual (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014), h. 232-235.
9

(developing stage). Dalam tahapan pengembangan di sini, seorang peneliti

melakukan validasi kepada ahli/pakar dan menguji coba terbatas produk yang ada.

Langkah terakhir adalah melakukan penyebaran (disseminating stage).

6. Model ASSURE

Model ini dikembangkan oleh Sharon E. Smaldino, Robert Heinich, James

D. Russel, dan Michael Molenda. Tahapan prosedur kerja dalam model ini adalah

1) analisis kebutuhan belajar, 2) menentukan tujuan pembelajaran, 3) pemilihan

metode dan sumber belajar, 4) penggunaan media dan bahan ajar, 5) uji coba
10
terhadap peserta didik, dan 6) evaluasi dan revisi. Sebagaimana tulisan Benny

A. Pribadi bahwa:
Model pembelajaran ASSURE berorientasi pada pemanfaatan media dan
teknologi untuk
11
penciptaan proses dan aktivitas sesuai pembelajaran yang
diinginkan.

Dengan demikian, sudah dipastikan arah tiap pengembangan model

berbeda termasuk kegiatan dalam model ASSURE. Model ini sangat cocok untuk

memberikan perhatian pada kemanfaatan media dan teknologi, bahan ajar, dan

lain-lain.

7. Model PIE

Model PIE atau Plan, Implement, dan Evaluate dikembangkan oleh

Timothy J. Newby, Donald A. Stepich, James D. Russel, Anne Ottenbreit-

Leftwich, dan James D. Lehman. Prosedur kerjanya berbeda dari beberapa model

yang telah disebutkan sebelumnya. Model PIE hanya memiliki 3 tahapan, yaitu:

1) Plan (perencanaan), difokuskan pada kebutuhan belajar dengan menjawab

pertanyaan kapan, mengapa, dan bagaimana cara efektif mendapatkan hasil

10
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj. Arif
Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar Edisi Kesembilan (Cet. III; Jakarta:
Kencana Prenadamedia Group, 2014), h. 111.
11
Benny A. Pribadi, Model Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Dian Rakyat, 2011), h.
3.
10

belajar yang tinggi. 2) Implementation (pelaksanaan atau implementasi) fokus

melihat hambatan dan kendala yang mungkin terjadi saat menggunakan bahan

pembelajaran yang diujicobakan. Terakhir adalah 3) Evaluate (evaluasi),

ditekankan pada penilaian keefektifan media, teknologi, strategi, dan bahan

pembelajaran.

PIE ini adalah model pengembangan yang digunakan khusus pada media

dan teknologi dan dapat digunakan dalam pembelajaran sehingga pencapaian hasil

maksimal.

8. Model Hannafin dan Peck

Model pembelajaran Hannafin dan Peck ini adalah salah satu model desain

pengembangan yang memiliki orientasi kepada hasil sebuah produk misalnya alat

bantu media pembelajaran atau model, menampilkan video pembelajaran, dan

lain- lain. Tiga fase pengembangan menurut Hannafin dan Peck, yaitu: 1) fase

need assessment (melakukan analisis kebutuhan)—sebagaimana tahapan pertama

model ADDIE, 2) fase design (mendesain), dan 3) fase develop and implement
12
(fase mengembangkan dan mengimplementasikan). \\\\

Lebih lanjut, model-model pengembangan dalam bidang teknologi telah

dirumuskan oleh beberapa ahli dan buku yang membahas hal tersebut. Pernyataan

menarik Mc. Alpine dan Weston tentang pertimbangan memilih media yang

rumit, dengan menulis:


Para sarjana sepakat bahwa memilih teknologi dan media yang sesuai bisa
menjadi tugas yang rumit (mempertimbangkan sumber daya yang tersedia,
keberagaman peserta didik, dan tujuan belajar spesifik yang harus dicapai).

Senada dengan pernyataan di atas, Robert H. Anderson juga

mendeskripsikan bahwa memilih teknologi dan media seperti halnya memilih

12
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj. Arif
Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar, h. 91-92.
11

13
metode dalam statistik, tidak mudah. Seringkali memilih karena choose by

show, padahal kemungkinannya informasi yang diperlukan ada di dalamnya.

Sama halnya dalam memilih desain penelitian seperti apa yang cocok—misalnya

pengembangan buku ajar berbasis experiential learning—peneliti melakukan

banyak pertimbangan. Setiap desain memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai

dengan jenis produk yang dikembangkan.

Masih banyak lagi model pengembangan dalam proses penelitian research

and development. Hal yang perlu diingat bahwa dalam sebuah penelitian tidak ada

istilah “final” (masalah akan berakhir). Jawaban tuntas tehadap masalah tidak

secara “fixed”, karena ada saja hubungan antara masalah dan kesalahan (error)

dalam proses penelitian. Penelitian ilmiah bukanlah suatu kebenaran yang mutlak

untuk selama- lamanya.

Hal terpenting dari seluruh rangkaian tahapan di atas, bahwa sebuah

penelitian tidak pernah beranjak dari kekosongan tetapi berawal dari sebuah

“konsep”. Sehingga dibutuhkan pemanfaatan pengetahuan yang telah ada,


14
mengeksplorasi gagasan serta mengembangkan kreativitas. Di dalam penelitian,

konsep tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar kecanggihan dalam berpikir belaka.

Namun, perlu perwujudan dalam bentuk empiris (teraba, terukur, dan terlihat).

Jadi, tidak cukup hanya terasa tetapi perlu dibuat konkret/nyata.

E. Prosedur Penelitian Research and Development (R&D)

Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam

upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui

13
Robert H. Anderson, Selecting and Developing Media for Instruction, terj. Yusufhadi
Miarso, Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran (Ed. I, Cet. I; Jakarta: Rajawali
Pers, 1987), h. ix.
14
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu
Pengantar,h.109.
12

penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas

pencapaian tujuan.

Menurut pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang

kontinum. Tiap-tiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan

aktivitas revisi. Pengembangan perangkat ini dimulai dari titik manapun sesuai di

dalam siklus tersebut. Pengembangan perangkat model Kemp memberi

kesempatan kepada para pengembang untuk dapat memulai dari komponen

manapun. Namun karena kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia dan

berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu dimulai dari

tujuan.

Model pengembangan sistem pembelajaran ini memuat pengembangan

perangkat pembelajaran. Terdapat sepuluh unsur rencana perancangan

pembelajaran. Sepuluh unsur tersebut adalah:

1. Identifikasi masalah pembelajaran, tujuan dari tahapan ini adalah

mengidentifikasi antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan

fakta yang terjadi di lapangan baik yang menyangkut model, pendekatan,

metode, teknik maupun strategi yang digunakan guru.

2. Analisis siswa, analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal

dan karateristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan dan pengalaan baik

individu maupun kelompok.

3. Analisis tugas, analisis ini adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi

suatu pengajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan

analisis prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman dan

penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang

dituangkan dalam bentuk rencana program pembelajaran (RPP) dan lembar

kegiatan siswa (LKS)


13

4. Merumuskan indikator, analisis ini berfungsi sebagai, alat untuk mendesain

kegiatan pembelajaran, kerangka kerja dalam merencanakan mengevaluasi

hasil belajar siswa, dan panduan siswa dalam belajar.

5. Penyusunan instrumen evaluasi, bertujuan untuk menilai hasil belajar,

kriteria penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, hal ini

dimaksudkan untuk mengukur ketuntasan pencapaian kompetensi dasar

yang telah dirumuskan.


6. Strategi pembelajaran, pada tahap  ini pemilihan strategi belajar mengajar
yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini meliputi: pemilihan model,
pendekatan, metode, pemilihan format, yang dipandang mampu
memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
7. Pemilihan media atau sumber belajar, keberhasilan pembelajaran sangat
tergantung pada penggunaan sumber pembelajaran atau media yang dipilih,
jika sumber-sumber pembelajaran dipilih dan disiapkan dengan hati-hati,
maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran.
8. Merinci pelayanan penunjang yang diperlukan untuk mengembangkan dan
melaksanakan dan melaksanakan semua kegiatan dan untuk memperoleh
atau membuat bahan.
9. Menyiapkan evaluasi hasil belajar dan hasil program
10. Melakukan kegiatan revisi perangkat pembelajaran, setiap langkah
rancangan pembelajaran selalu dihubungkan dengan revisi. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat.

F. Validitas Penelitian Research and Development (R&D)


14

Untuk mengembangkan suatu produk pendidikan diperlukan studi literatur.

Studi ini ditunjukkan untuk menemukan konsep- konsep atau landasan – landasan

teoritis yang memperkuat suatu produk.

Uji validitas penelitian ini diantaranya:

1. Studi literatur

Hal yang dikaji yaitu ruang lingkup suatu produk, keluasan

penggunaan, kondisi- kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau

diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keterbatansannya.

Studi literaratur juga diperlukan untuk mengetahui langkah- langkah yang

paling tepat dalam mengembangkan produk tersebut. Hal- hal tersebut dikaji

melalui studi literatur berbentuk dokumen- dokumen hasil penelitian atau

hasil evaluasi. Berdasarkan hasil studi dokumenter ini, selain dapat diketahui

prosedur dan hasil- hasilnya, juga kesulitan dan hambatan yang dihadapi,

pemecahan yang dilakukan, serta keunikan- keunikan lain dari proses

pengembangan. Rancangan produk yang akan dikembangkan minimal

mencakup:

a. Tujuan dari penggunaan produk.

b. Siapa pengguna dari produk tersebut.

c. Deskripsi dari komponen- komponen produk dan penggunaannya.

2. Para Ahli

Melakukan validasi dengan melibatkan para ahli yang berhubungan

dengan produk penelitian yang sedang dikembangkan, hal ini dimaksudkan

untuk mengetahui apakah produk penelitian yang dikembangkan siap untuk


15
dilakukan uji lapangan.

G. Desain Penelitian Research and Development (R&D)

15
Isniatun Munawaroh, Urgensi Penelitian Dan Pengembangan (Konsep Dan Pentingnya
Penelitian Dan Pengembangan), disajikan dalam studi ilmiah UKM Penelitian UNY, 2018, h. 4
15

Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah

rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu

produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat

dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau

perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas

atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program

komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau

laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan,

bimbingan, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.

Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau

pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering

dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat

teoretis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat

dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan. Dalam

pelaksanaan penelitian dan pengembangan, terdapat beberapa metode yang

digunakan, yaitu metode: deskriptif, evaluatif, dan eksperimental.

1. Penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun

data tentang kondisi yang ada. Kondisi yang ada mencakup:

a. Kondisi produk-produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau

bahan dasar (embrio) produk yang akan dikembangkan.

b. Kondisi pihak pengguna (dalam bidang pendidikan misalnya sekolah,

guru, kepala sekolah, siswa, serta pengguna lainnya).

c. Kondisi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan dan

penggunaan dari produk yang akan dihasilkan, mencakup unsur pendidik

dan tenaga kependidikan, saranaprasarana, biaya, pengelolaan, dan

lingkungan pendidikan di mana produk tersebut akan diterapkan.


16

2. Metode evaluatif, digunakan untuk mengevaluasi produk dalam proses uji

coba pengembangan suatu produk. Produk penelitian dikembangkan melalui

serangkaian uji coba dan pada setiap kegiatan uji coba diadakan evaluasi,

baik itu evaluasi hasil maupun evaluasi proses. Berdasarkan temuan-temuan

pada hasil uji coba diadakan penyempurnaan (revisi model).

3. Metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang

dihasilkan. Walaupun dalam tahap uji coba telah ada evaluasi (pengukuran),

tetapi pengukuran tersebut masih dalam rangka pengembangan produk,

belum ada kelompok pembanding. Dalam eksperimen telah diadakan

pengukuran selain pada kelompok eksperimen juga pada kelompok

pembanding atau kelompok kontrol. Pemilihan kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol dilakukan secara acak atau random. Pembandingan hasil

eksperimen pada kedua kelompok tersebut dapat menunjukkan tingkat


16
keampuhan dan produk yang dihasilkan.

Model desain yang digunakan adalah “The Randomized Pretest-Posttest

Control Group Design” atau minimal “The Matching Only Pretest-Posttest

Control Group Design”

1. The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design . Desain pertama

merupakan desain eksperimen murni, karena kedua kelompok eksperimen

dirandom atau disamakan.

2. The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design yaitu desain

desain yang dicocokan dengan siatuasi dan karakterisitik dari kelompok


17
eksperimen.
16
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 48.
17
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 50.
17

Dalam pelaksanaannya kedua kelompok baik menggunakan desain

pertama ataupun desain kedua, diberi pretes, kemudian kelompok eksperimen

belajar dengan menggunakan pendekatan keterampilan mengajar, sedang

kelompok kontrol menggunakan pendekatan biasa. Setelah selesai mempelajari

semua topik atau pokok bahasan yang dirancang diberikan post tes. Hasilnya

dibandingkan: antara hasil pretes dan post tes pada kelompok eksperimen, pretes

dan post tes kelompok kontrol. Pretes kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol serta post tes kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.

Perbedaan signifikan antara pretes dan pos tes menunjukkan keberartian

hasil belajar , perbedaan signifikan antara hasil post tes kelompok kontrol dengan

kelompok eksperimen menunjukkan pengaruh penggunaan keterampilan

mengajar. Bila skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dan perbedaannya

signifikan berarti penggunaan keterampilan mengajar berpengaruh terhadap

keberhasilan belajar siswa. Bila lebih kecil atau perbedannya tidak berarti (tidak

signifikan), berari tidak ada pengaruh atau dampak dari penggunaan keterampilan

mengajar terhadap hasil belajar siswa. Hasil dari pengujian atau eksperimen dari

penggunaan paket pelatihan, dapat dijadikan pegangan tentang keunggulan dari

pendekatan ketermapilan mengajar dibandingkan dengan pendekatan yang biasa.

H. Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Research and Development (R&D)

Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru

dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan direvisi. Uji coba tahap awal

dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Setelah

disimulasikan , maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian

dilakukan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar

baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan metode mengajar yang lama

atau yang lain.


18

1. Uji Coba dan Penyempurnaan Produk yang telah Disempurnakan

Meskipun sudah diperoleh produk yang lebih sempurna, tetapi uji

coba dan penyempurnaan produk masih harus dilakukan satu kali putaran

lagi. Uji coba dan penyempurnaan pada tahap produk awal masih difokuskan

kepada pengembangan dan penyempurnaan materi produk, belum

memperhatikan kelayakan dalam konteks populasi. Kelayakan populasi

dilakukan dalam uji coba dan penyempurnaan produk yang telah

disempurnakan. Dalam tahap ini uji coba dan penyempurnaan dilakukan

dalam jumlah sampel yang lebih besar

2. Pengujian Produk Akhir

Pengujian ini tidak ada lagi penyempurnaan produk (paket latihan), sebab

produk sudah dipandang sempurna dalam uji coba putaran kedua.

Borg dan Gall masih mengadakan penyempurnaan pada tahap ini. Pengujian

produk dapat dilakukan pada sekolah-sekolah dengan guru-guru yang sama

pada uji coba kedua, bisa juga pada sekolah dan guru-guru lain dengan

jumlah yang sama.

3. Diseminasi, Implementasi dan Institusionalisasi

Setelah dihasilkan suatu produk final yang sudah teruji

keampuhannya, langkah selanjutnya adalah diseminasi, implementasi dan

institusionalisasi.. Diseminasi merupakan langkah untuk mensosialisasikan

dan menyebarkan hasil. Diseminasi dari produk-produk yang dikembangkan

oleh lembag-alembaga di bawah Departemen Pendidikan Nasional, sangat

mudah. Dengan legalisasi dan instruksi dari Menteri, Dirjen atau minimal

Direktur, maka suatu produk dalam tempo singkat bisa didiseminasikan ke


19

Dinas-Dinas Pendidikan dan ke sekolah-sekolah untuk kemudian


18
diimplementasikan.

Diseminasi dari produk yang dikembangkan oleh lembaga swasta atau

perorangan membutuhkan sosialisasi yang cukup panjang dan lama. Proses

diseminasi dan implementasinya akan berhadapan dengan masalah kebijakan,

legalitasdan pendanaan. Produk lembaga-lembaga di bawah departemen memiliki

ketiganya, sehingga implementasi dan institusionalisasisuatu produk tinggal di

instruksikan atau di -SK- kan.

Produk-produk nondepartemen (pemerintah) meskipun mutunya bagus,

relevan dan menunjang program pendidikan yang sedang digalakan, tetapi masih

membutuhkan berbagai bentuk sosialisasi untuk bisa didiseminasikan dan

diimplementasikan.

18
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 48.
20

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dalam makalah ini
diantaranya:
1. Penelitian dan pengembangan adalah proses mengembangkan dan
menguji keefektifan dari sebuah produk pendidikan, di mana akan
memberi dampak positif pada keberhasilan proses pembelajaran.
2. Ada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi karakteristik utama penelitian
dan pengembangan ini, yaitu: Study research to find products that are
being developed (melakukan studi penelitian awal terhadap produk yang
akan dikembangkan). Develop products based on the findings
(mengembangkan produk berdasarkan hasil penemuan). Field testing with
actual conditions to produce finished products (melakukan uji coba
lapangan dengan keadaan sebenarnya untuk menghasilkan produk yang
siap pakai). Dan Revisions were made to correct weaknesses at each stage
(revisi dilakukan untuk memperbaiki kelemahan produk pada tiap
tahapan).
3. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk yang efektif
untuk keberhasilan praktik pendidikan.
4. Model-model penelitian pengembangan adalah: Dick and Carey, Assure,
Addie, 4-D, PIE, Borg and Gall, Kemp serta Hannafick and Peck.
B. Saran

Demikian makalah yang dapat saya paparkan, tentang penelitian

pengembangan. Semoga bermanfaat, dan tentunya makalah ini tidak luput dari

kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami memohon kritik dan saran dari

berbagai pihak.

1. Dari pihak dosen, penulis mengharapkan kritik dan saran demi

penyempurnaan makalah.
21

2. Dari pihak mahasiswa, penulis mengharapkan makalah ini dapat

bermanfaat dan berguna sebagai pelengkap belajar. Penulis juga

mengharapkan kritik dan saran demi hasil makalah yang lebih baik.
22

DAFTAR PUSTAKA
Diah Fatmawati, “Penerapan Teori Jerold E. Kemp Berbasis Metode PQ4R untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X TSM pada
Materi Pokok Program Linear di SMKN 1 Gerung Tahun Pelajaran
2012/2013”, Jurnal Lensa Kependidikan Fisika, vol. 1 no. 1 (2013).
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik
dan tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan,
Jenis, dan Metode Penelitan?”, Jakarta: 2008.
Endang Mulyatiningsih, Metode penelitian Terapan Bidang Pendidikan,.
Yogyakarta: ALFABETA, 2011.
Munawaroh, Isniatun. Urgensi Penelitian Dan Pengembangan (Konsep Dan
Pentingnya Penelitian Dan Pengembangan), disajikan dalam studi ilmiah
UKM Penelitian UNY, 2018.
Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan,. Jakarta:
Kencana, 2010.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Keuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.
Meredith D. Gall, dkk., Educational Research: An Introduction 7 th Edition
(USA: Allyn and Bacon, 2003),
Muhammad Galang Isnawan dan Arief Budi Wicaksono, “Model Desain
Pembelajaran Matematika”, Indonesian Journal of Mathematics Education,
vol. 1 no. 1 (2018):
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu
Pengantar (Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers, 2015),.
Rafiqah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme (Cet.
I; Makassar: Alauddin University Press, 2013),
Robert H. Anderson, Selecting and Developing Media for Instruction, terj.
Yusufhadi Miarso, Pemilihan dan Pengembangan Media untuk
Pembelajaran (Ed. I, Cet. I; Jakarta: Rajawali Pers, 1987), h. ix.
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj.
Arif Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar Edisi
Kesembilan (Cet. III; Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014).
W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research: An Introduction (New York:
Pearson Longman, 1983).
Tjeerd Plomp dan Nienke Nieveen, “An Introduction to Educational Design
Research” (Proceedings of the Seminars Conducted at the East China
Normal University, Shanghai (PR China), 23-26 November 2007),

Common questions

Didukung oleh AI

Evaluasi dalam penelitian R&D melibatkan pengukuran hasil dan proses pada setiap tahap uji coba, memungkinkan revisi produk berdasarkan temuan, dan memastikan efektivitas produk untuk tujuan yang ditentukan .

Penelitian deskriptif dalam R&D digunakan untuk menghimpun data awal mengenai kondisi produk yang sudah ada, pengguna, serta faktor pendukung dan penghambat pengembangan. Data ini membantu merancang strategi pengembangan yang lebih efektif .

Penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) dalam pendidikan adalah proses mengembangkan dan menguji keefektifan dari sebuah produk pendidikan, yang akan memberi dampak positif pada keberhasilan proses pembelajaran .

Model-model penelitian pengembangan yang umum dalam R&D termasuk Model Dick dan Carey dengan 10 langkah strategis, dan Model Kemp yang berbentuk lingkaran yang memungkinkan fleksibilitas dalam pengembangan dan revisi pada setiap siklus .

Karakteristik utama penelitian dan pengembangan (R&D) meliputi studi penelitian awal terhadap produk yang akan dikembangkan, pengembangan produk berdasarkan hasil penemuan, uji coba lapangan dengan keadaan sebenarnya dan revisi untuk memperbaiki kelemahan produk pada tiap tahapan .

R&D menjembatani kesenjangan antara penelitian dasar dan terapan dengan mengubah temuan teoritis menjadi produk praktis yang dapat diuji dan diimplementasikan pada pengguna nyata, memastikan penemuan ilmiah dapat diterapkan dalam konteks nyata .

Validitas dalam penelitian R&D penting untuk memastikan bahwa produk yang dikembangkan efektif dan memenuhi kebutuhan pengguna. Cara memastikan validitas melibatkan studi literatur untuk menemukan landasan teoritis yang memperkuat produk dan melibatkan para ahli untuk mengetahui kesiapan produk sebelum dilakukan uji lapangan .

Studi literatur dalam R&D diperlukan untuk menemukan konsep dan landasan teoretis yang mendukung produk. Hal-hal yang dikaji meliputi ruang lingkup produk, kondisi pendukung, serta keunggulan dan keterbatasan produk .

Revisi dalam model pengembangan R&D penting untuk memperbaiki kelemahan produk yang diidentifikasi pada setiap tahap pengujian, memastikan bahwa produk akhir efektif, efisien, dan siap untuk solusi praktik pendidikan .

Prosedur dasar dalam R&D mencakup analisis kebutuhan, pengembangan berbasis temuan awal, pengujian lapangan, revisi berdasarkan umpan balik, dan evaluasi untuk menghasilkan produk final yang siap didiseminasikan .

Anda mungkin juga menyukai