PENELITIAN RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D): Pengertian,
Karakteristik, Prosedur, Validitas, Desain, Analisis dan Interpretasi Data
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Nilai
Mata Kuliah Kawasan Penelitian Pendidikan pada Program Studi Dirasah
Islamiyah Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan pada Pascasarjana UIN
Alauddin Makassar
Oleh:
AHMAD SURYADI
NIM. 80100322128
RAHMAWATI
80100322064
Dosen Pengampu
Dr. Hj, Ulfiani Rahman, [Link].
PASCASARJANA
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2022
KATA PENGANTAR
ِ بِ ْس ِمالل ِهالرَّحْ َمنِالر
َّحيْم
Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah
[Link] berkat rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga karya ilmiah
(makalah) ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam penulis kirimkan kepada
junjungan Nabi Muhammad saw.,keluarga beliau, para sahabat, dan tabi’in yang
telah memperjuangkan agama Islam.
Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini, penulis
mengalami berbagai macam hambatan dan rintangan. Akan tetapi, berkat bantuan
dan kerja sama dengan teman-teman,makalah ini dapat terselesaikan, namun
masih jauh dari kesempurnaan. Dengan segala kerendahan hati, penulis sangat
menyadari bahwa makalah masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman sangat
penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan karya ilmiah selanjutnya.
Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan wacana
keilmuan kita semua, khususnya bagi penulis sendiri dan mahasiswa pada
umumnya.
Āmin Yā Rabb al-‘Ālamin....
Samata, 17 Oktober 2022
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................i
KATA PENGANTAR.........................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang...............................................................................1
B. Rumusan Masalah..........................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................3
A. Pengertian Penelitian Pengembangan............................................3
B. Karakteristik Penelitian Pengembangan .......................................4
C. Tujuan Penelitian Pengembangan..................................................5
D. Macam—macam Penelitian Pengembangan ................................6
E. Prosedur Penelitian Pengembangan...............................................12
F. Validitas Penelitian Pengembangan...............................................14
G. Desain Penelitian Pengembangan..................................................15
H. Teknik Analisis dan Interpretasi Data...........................................18
BAB III PENUTUP............................................................................................20
A. Kesimpulan ...................................................................................20
B. Saran .............................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................22
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak usaha yang dapat dilakukan oleh setiap warga pendidikan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan
kegiatan penelitian, lebih khususnya dalam penilitian pendidikan. Melalui
penelitian, masalah-masalah yang ada di dalam pendidikan dapat diungkapkan
dan dicarikan solusinya. Selain itu, melalui penelitian dapat pula
mengembangkan dan mengaplikasikan hal baru yang lebih inovatif dalam
pendidikan. Ada beberapa jenis penelitian yang bisa dilaksanakan, salah satunya
yaitu penelitian research and development (R&D). Penelitian pengembangan
biasanya digunakan untuk mengembangkan atau membuat suatu produk. Dalam
penelitian pengembangan digunakan metode penelitian research and
development (R&D).
Research and Development (R&D)adalah metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan metode
tersebut. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan atau Research
and Development (R&D), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk
mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam
pendidikan dan pembelajaran. Dari uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang bertujuan
untuk menghasilkan produk-produk tertentu sertamenguji validitas dan
keefektifan produk tersebut dalam penerapannya.
2
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pengertian penelitian research and development (R&D)?
2. Bagaimana karakteristik penelitian research and development (R&D)?
3. Bagaimana tujuan penelitian research and development (R&D)?
4. Bagaimana model-model penelitian research and development (R&D)?
5. Bagaimana Prosedur penelitian research and development (R&D)?
6. Bagaimana Validitas penelitian research and development (R&D)?
7. Bagaimana Desain penelitian research and development (R&D)?
8. Bagaimana Teknik Analisis dan Interpretasi Data penelitian research and
development (R&D)?
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Research and Development (R&D)
Penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan istilah research
and development disebut juga sebagai research-based development, artinya
pengembangan yang berbasis penelitian. Jika ditelaah lebih jauh, istilah penelitian
dan pengembangan ini terbilang baru dalam dunia pendidikan. Lalu, apa definisi
dari penelitian dan pengembangan dalam pendidikan?
Borg & Gall menjelaskan bahwa dalam pendidikan, research and
development is a process used in developing and validating educational products.
Dalam hal ini, penelitian dan pengembangan adalah proses mengembangkan dan
menguji keefektifandari sebuah produk pendidikan, di mana akan memberi
1
dampak positif pada keberhasilan proses pembelajaran.
Senada dengan definisi sebelumnya, Tjeerd Plomp dalam Educational
Design Research juga mendefinisikan bahwa:
Design research is a systematic study to design, develop, and
evaluateeducational interventions (such as programs, teaching-learning
strategies and materials, products,
2
and systems) as solutions to complex
problems in educational practice.
Sebagaimana dinyatakan bahwa design research sebagai kajian sistemati
suntuk mendesain (merancang), mengembangkan, dan mengevaluasi rancangan
berorientasi kelas, produk, dan sistem sebagai sebuah solusi atas permasalahan
dalam praktik pendidikan.
B. Karakteristik Penelitian Pengembangan
1
W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research: An Introduction (New York: Pearson
Longman, 1983), h. 772.
2
Tjeerd Plomp dan Nienke Nieveen, “An Introduction to Educational Design Research”
(Proceedings of the Seminars Conducted at the East China Normal University, Shanghai (PR
China), 23-26 November 2007), h. 13.
4
Keterangan tambahan Borg & Gall dalam kaitannya dengan pengertian
research and development bahwa ada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi
karakteristik utama penelitian dan pengembangan ini, yaitu:
1. Study research to find products that are being developed (melakukan studi
penelitian awal terhadap produk yang akan dikembangkan).
2. Develop products based on the findings (mengembangkan produk
berdasarkan hasil penemuan).
3. Field testing with actual conditions to produce finished products
(melakukan uji coba lapangan dengan keadaan sebenarnya untuk
menghasilkan produk yang siap pakai).
4. Revisions were made to correct weaknesses at each stage (revisi dilakukan
untuk memperbaiki kelemahan produk pada tiap tahapan).
Kata kunci penelitian dan pengembangan (research and development)
adalah need assessment (menganalisis kebutuhan), prototipe dari produk yang
diciptakan, mengembangkan lalu menyebarluaskan produk tersebut. Walaupun
tiap penggagas munculnya R&D ini memiliki prosedur yang berbeda, namun
semuanya melakukan kegiatan tersebut secara sistematis. Sehingga, research and
development ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penelitian-penelitian yang
telah dilakukan oleh researchers, perbedaan mendasar hanya terletak pada
prosedur pengembangan.
Produk pengembangan seperti menghasilkan buku ajar, tentu didahului
dengan need assessment untuk mengetahui kepada siapa buku ajar tersebut dibuat
dan apakah buku ajar tersebut benar-benar dibutuhkan dalam memenuhi
kebutuhan belajar mahasiswa. Jika memang diperlukan, barulah buku ajar tersebut
diproduksi lalu diujicobakan. Dengan begitu, untuk mengetahui adanya kebutuhan
5
produk, dilakukan penelitian pendahuluan agar terlihat gambaran permasalahan
yang ada di lapangan.
C. Tujuan Penelitian Pengembangan
Permasalahan yang muncul dan dijawab dalam proses penelitian disebut
oleh Khalifah Mustami sebagai sebuah (problem) masalah penelitian.
Dalam buku Educational Research: An Introduction 7th Edition,
dikatakan bahwa the reason for conducting this research is guiding the selection
3
of students who will succeed in education. Sehingga, tujuan dari pengembangan
ini adalah menghasilkan produk yang efektif untuk keberhasilan praktik
pendidikan.
Tujuan ini dipahami bahwa penelitian dan pengembangan diarahkan untuk
menemukan atau mengembangkan produk, lalu diuji keefektifan produk. Metode
apa yang ingin digunakan tergantung tujuan dari peneliti. Sebagai contoh:
1. Jika peneliti ingin mengetahui hubungan dan pengaruh, silakan
menggunakan penelitian kuantitatif dengan tipe korelasi dan eksperimen.
2. Jika peneliti hendak memahami secara mendalam, memahami subjek yang
diteliti, paling tepat menggunakan penelitian kualitatif.
3. Jika peneliti berniat untuk melakukan perubahan, bisa menggunakan
penelitian tindakan (action research).
4. Jika peneliti ingin melakukan inovasi, mencari dan menemukan model,
produk, prosedur, metode yang baru, research and development (R&D)
tepat digunakan dengan mengukur efektivitas, produktivitas, dan
4
kualitasnya.
3
Meredith D. Gall, dkk., Educational Research: An Introduction 7 th Edition (USA:
Allyn and Bacon, 2003), h. 4.
4
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu Pengantar
(Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 88.
6
Pemberian contoh di atas, menjadi jelas bahwa R&D adalah jenis
penelitian berbeda dari jenis penelitian umum lain (kuantitatif, kualitatif, dan
tindakan). Namun, perbedaan itu tidak menjamin kualitas penelitian yang lebih
baik dari penelitian yang lain.
D. Model-model Penelitian Pengembangan
Di antara model-model research and development yang banyak digunakan
untuk penelitian dan pengembangan, yaitu:
1. Model Dick dan Carey
Model yang dikembangkan oleh Walter Dick, Lou Carey, dan James O.
Carey diistilahkan sebagai model Dick, Carey, dan Carey. Tahapan yang dilalui
ada 10 langkah, yaitu: 1) analisis kebutuhan dan tujuan, 2) analisis instruksional,
3) analisis pembelajaran dan isi, 4) rumusan tujuan performasi, 5) pengembangan
instrumen, 6) pengembangan strategi, 7) pengembangan dan pemilihan materi
pembelajaran, 8) perancangan dan evaluasi formatif, 9) revisi instruksional, serta
5
10) perancangan dan evaluasi sumatif.
Langkah-langkah pada model Dick and Carey, menunjukkan hubungan
yang jelas dan tidak terputus atau terhubung antara urutan yang satu dan urutan
berikutnya.
2. Model Kemp
5
Rafiqah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme (Cet. I;
Makassar: Alauddin University Press, 2013), h. 99-103.
7
Model pengembangan Jerold E. Kemp adalah tahapan/prosedur yang
berbentuk lingkaran (circle), sehingga berhubungan langsung dengan tahap revisi
6
pada setiap siklus.
Ada 8 (delapan) siklus yang dilalui, yaitu: 1) penentuan tujuan
pembelajaran, 2) analisis karakteristik peserta didik, 3) penentuan tujuan
pembelajaran khusus, 4) penentuan materi yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran, 5) menentukan pre-test, 6) menentukan strategi pembelajaran yang
sesuai, kegiatan belajar, dan sumber belajar, 7) koordinasi sarana pendukung,
serta 8) mengadakan evaluasi pembelajaran. Model desain ini memulai kegiatan
boleh dari komponen mana saja. Setiap langkah tersebut, diikuti oleh perbaikan-
perbaikan untuk kesempurnaan hasil desain.
3. Model Borg dan Gall
Model ini dikembangkan oleh Walter R. Borg dan Meredith Damien
[Link] banyak penelitian, tahapan ini menjadi pilihan untuk pengembangan
sebuahproduk. Tahapan prosedur kerja Borg & Gall adalah 1) melakukan
pengumpulaninformasi, 2) merumuskan tujuan pada setiap tahapan, 3)
mengembangkan produkawal, 4) melakukan uji coba lapangan pada skala kecil
terlebih dahulu, 5) merevisiproduk awal, 6) menguji coba penelitian, 7) merevisi
produk hasil uji coba, 8) uji validasi, 9) merevisi produk akhir, serta 10)
7
menyebarluaskan produk baru.
Pemilihan model yang disampaikan oleh Borg & Gall sendiri banyak
ditemui pada penelitian yang merancang produk sebagai suplemen bagi kemajuan
dunia pendidikan.
6
Diah Fatmawati, “Penerapan Teori Jerold E. Kemp Berbasis Metode PQ4R untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X TSM pada Materi Pokok Program
Linear di SMKN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2012/2013”, Jurnal Lensa Kependidikan Fisika, vol. 1
no. 1 (2013): h. 44-46.
7
11W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research an Introduction, h. 775.
8
4. Model ADDIE
Model ADDIE awalnya berkembang di Florida State University
untukperumusan pengembangan bagi program pelatihan militer. Selama bertahun-
tahun, prosedur ADDIE diperbaharui dan lebih dikenal dengan versi analyze,
design,development, implementation, dan evaluation, 12 seperti yang digunakan
oleh peneliti dalam mengembangan produk saat ini.
Kelima tahapan tersebut adalah 1) analisis kebutuhan untuk menemukan
masalah dan pemecahan solusi, 2) desain bahan ajar, 3) produksi bahan ajar yang
dikembangkan, 4) menerapkan kegiatan yang telah disusun, dan 5) evaluasi
8
hasilbelajar. Lima langkah tersebut adalah prosedur sistematis di mana tidak bisa
dilakukan pengacakan dalam alur tahapannya. Walaupun sederhana jika
dibandingkan dengan model pengembangan yang lain, namun karena sifatnya
terstruktur sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan.
5. Model 4-D
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain model 4-D yang
dikembangkan oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Beberapa
penelitian, dikenal dengan istilah 4-D dan 4-P. Jika tahapan menggunakan bahasa
Inggris berarti disingkat 4-D dan istilah 4-P juga cocok apabila tahapan tersebut
menggunakan bahasa Indonesia. Secara garis besar, menurut Trianto ada empat
9
tahapan pengembangan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Pada
tahap pendefinisian (defining stage) dilakukan analisis kebutuhan belajar di
antaranya adalah menganalisis materi ajar, peserta didik (participant). Setelah itu,
dilakukan tahap perancangan (designing stage) produk awal, lalu mengembangkan
8
Muhammad Galang Isnawan dan Arief Budi Wicaksono, “Model Desain Pembelajaran
Matematika”, Indonesian Journal of Mathematics Education, vol. 1 no. 1 (2018): h. 51.
9
Trianto Ibnu Badar al-Tabani>, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan
Kontekstual (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014), h. 232-235.
9
(developing stage). Dalam tahapan pengembangan di sini, seorang peneliti
melakukan validasi kepada ahli/pakar dan menguji coba terbatas produk yang ada.
Langkah terakhir adalah melakukan penyebaran (disseminating stage).
6. Model ASSURE
Model ini dikembangkan oleh Sharon E. Smaldino, Robert Heinich, James
D. Russel, dan Michael Molenda. Tahapan prosedur kerja dalam model ini adalah
1) analisis kebutuhan belajar, 2) menentukan tujuan pembelajaran, 3) pemilihan
metode dan sumber belajar, 4) penggunaan media dan bahan ajar, 5) uji coba
10
terhadap peserta didik, dan 6) evaluasi dan revisi. Sebagaimana tulisan Benny
A. Pribadi bahwa:
Model pembelajaran ASSURE berorientasi pada pemanfaatan media dan
teknologi untuk
11
penciptaan proses dan aktivitas sesuai pembelajaran yang
diinginkan.
Dengan demikian, sudah dipastikan arah tiap pengembangan model
berbeda termasuk kegiatan dalam model ASSURE. Model ini sangat cocok untuk
memberikan perhatian pada kemanfaatan media dan teknologi, bahan ajar, dan
lain-lain.
7. Model PIE
Model PIE atau Plan, Implement, dan Evaluate dikembangkan oleh
Timothy J. Newby, Donald A. Stepich, James D. Russel, Anne Ottenbreit-
Leftwich, dan James D. Lehman. Prosedur kerjanya berbeda dari beberapa model
yang telah disebutkan sebelumnya. Model PIE hanya memiliki 3 tahapan, yaitu:
1) Plan (perencanaan), difokuskan pada kebutuhan belajar dengan menjawab
pertanyaan kapan, mengapa, dan bagaimana cara efektif mendapatkan hasil
10
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj. Arif
Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar Edisi Kesembilan (Cet. III; Jakarta:
Kencana Prenadamedia Group, 2014), h. 111.
11
Benny A. Pribadi, Model Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Dian Rakyat, 2011), h.
3.
10
belajar yang tinggi. 2) Implementation (pelaksanaan atau implementasi) fokus
melihat hambatan dan kendala yang mungkin terjadi saat menggunakan bahan
pembelajaran yang diujicobakan. Terakhir adalah 3) Evaluate (evaluasi),
ditekankan pada penilaian keefektifan media, teknologi, strategi, dan bahan
pembelajaran.
PIE ini adalah model pengembangan yang digunakan khusus pada media
dan teknologi dan dapat digunakan dalam pembelajaran sehingga pencapaian hasil
maksimal.
8. Model Hannafin dan Peck
Model pembelajaran Hannafin dan Peck ini adalah salah satu model desain
pengembangan yang memiliki orientasi kepada hasil sebuah produk misalnya alat
bantu media pembelajaran atau model, menampilkan video pembelajaran, dan
lain- lain. Tiga fase pengembangan menurut Hannafin dan Peck, yaitu: 1) fase
need assessment (melakukan analisis kebutuhan)—sebagaimana tahapan pertama
model ADDIE, 2) fase design (mendesain), dan 3) fase develop and implement
12
(fase mengembangkan dan mengimplementasikan). \\\\
Lebih lanjut, model-model pengembangan dalam bidang teknologi telah
dirumuskan oleh beberapa ahli dan buku yang membahas hal tersebut. Pernyataan
menarik Mc. Alpine dan Weston tentang pertimbangan memilih media yang
rumit, dengan menulis:
Para sarjana sepakat bahwa memilih teknologi dan media yang sesuai bisa
menjadi tugas yang rumit (mempertimbangkan sumber daya yang tersedia,
keberagaman peserta didik, dan tujuan belajar spesifik yang harus dicapai).
Senada dengan pernyataan di atas, Robert H. Anderson juga
mendeskripsikan bahwa memilih teknologi dan media seperti halnya memilih
12
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj. Arif
Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar, h. 91-92.
11
13
metode dalam statistik, tidak mudah. Seringkali memilih karena choose by
show, padahal kemungkinannya informasi yang diperlukan ada di dalamnya.
Sama halnya dalam memilih desain penelitian seperti apa yang cocok—misalnya
pengembangan buku ajar berbasis experiential learning—peneliti melakukan
banyak pertimbangan. Setiap desain memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai
dengan jenis produk yang dikembangkan.
Masih banyak lagi model pengembangan dalam proses penelitian research
and development. Hal yang perlu diingat bahwa dalam sebuah penelitian tidak ada
istilah “final” (masalah akan berakhir). Jawaban tuntas tehadap masalah tidak
secara “fixed”, karena ada saja hubungan antara masalah dan kesalahan (error)
dalam proses penelitian. Penelitian ilmiah bukanlah suatu kebenaran yang mutlak
untuk selama- lamanya.
Hal terpenting dari seluruh rangkaian tahapan di atas, bahwa sebuah
penelitian tidak pernah beranjak dari kekosongan tetapi berawal dari sebuah
“konsep”. Sehingga dibutuhkan pemanfaatan pengetahuan yang telah ada,
14
mengeksplorasi gagasan serta mengembangkan kreativitas. Di dalam penelitian,
konsep tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar kecanggihan dalam berpikir belaka.
Namun, perlu perwujudan dalam bentuk empiris (teraba, terukur, dan terlihat).
Jadi, tidak cukup hanya terasa tetapi perlu dibuat konkret/nyata.
E. Prosedur Penelitian Research and Development (R&D)
Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam
upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui
13
Robert H. Anderson, Selecting and Developing Media for Instruction, terj. Yusufhadi
Miarso, Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran (Ed. I, Cet. I; Jakarta: Rajawali
Pers, 1987), h. ix.
14
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu
Pengantar,h.109.
12
penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas
pencapaian tujuan.
Menurut pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang
kontinum. Tiap-tiap langkah pengembangan berhubungan langsung dengan
aktivitas revisi. Pengembangan perangkat ini dimulai dari titik manapun sesuai di
dalam siklus tersebut. Pengembangan perangkat model Kemp memberi
kesempatan kepada para pengembang untuk dapat memulai dari komponen
manapun. Namun karena kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia dan
berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu dimulai dari
tujuan.
Model pengembangan sistem pembelajaran ini memuat pengembangan
perangkat pembelajaran. Terdapat sepuluh unsur rencana perancangan
pembelajaran. Sepuluh unsur tersebut adalah:
1. Identifikasi masalah pembelajaran, tujuan dari tahapan ini adalah
mengidentifikasi antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan
fakta yang terjadi di lapangan baik yang menyangkut model, pendekatan,
metode, teknik maupun strategi yang digunakan guru.
2. Analisis siswa, analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal
dan karateristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan dan pengalaan baik
individu maupun kelompok.
3. Analisis tugas, analisis ini adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi
suatu pengajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan
analisis prosedural yang digunakan untuk memudahkan pemahaman dan
penguasaan tentang tugas-tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang
dituangkan dalam bentuk rencana program pembelajaran (RPP) dan lembar
kegiatan siswa (LKS)
13
4. Merumuskan indikator, analisis ini berfungsi sebagai, alat untuk mendesain
kegiatan pembelajaran, kerangka kerja dalam merencanakan mengevaluasi
hasil belajar siswa, dan panduan siswa dalam belajar.
5. Penyusunan instrumen evaluasi, bertujuan untuk menilai hasil belajar,
kriteria penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, hal ini
dimaksudkan untuk mengukur ketuntasan pencapaian kompetensi dasar
yang telah dirumuskan.
6. Strategi pembelajaran, pada tahap ini pemilihan strategi belajar mengajar
yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini meliputi: pemilihan model,
pendekatan, metode, pemilihan format, yang dipandang mampu
memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
7. Pemilihan media atau sumber belajar, keberhasilan pembelajaran sangat
tergantung pada penggunaan sumber pembelajaran atau media yang dipilih,
jika sumber-sumber pembelajaran dipilih dan disiapkan dengan hati-hati,
maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran.
8. Merinci pelayanan penunjang yang diperlukan untuk mengembangkan dan
melaksanakan dan melaksanakan semua kegiatan dan untuk memperoleh
atau membuat bahan.
9. Menyiapkan evaluasi hasil belajar dan hasil program
10. Melakukan kegiatan revisi perangkat pembelajaran, setiap langkah
rancangan pembelajaran selalu dihubungkan dengan revisi. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat.
F. Validitas Penelitian Research and Development (R&D)
14
Untuk mengembangkan suatu produk pendidikan diperlukan studi literatur.
Studi ini ditunjukkan untuk menemukan konsep- konsep atau landasan – landasan
teoritis yang memperkuat suatu produk.
Uji validitas penelitian ini diantaranya:
1. Studi literatur
Hal yang dikaji yaitu ruang lingkup suatu produk, keluasan
penggunaan, kondisi- kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau
diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keterbatansannya.
Studi literaratur juga diperlukan untuk mengetahui langkah- langkah yang
paling tepat dalam mengembangkan produk tersebut. Hal- hal tersebut dikaji
melalui studi literatur berbentuk dokumen- dokumen hasil penelitian atau
hasil evaluasi. Berdasarkan hasil studi dokumenter ini, selain dapat diketahui
prosedur dan hasil- hasilnya, juga kesulitan dan hambatan yang dihadapi,
pemecahan yang dilakukan, serta keunikan- keunikan lain dari proses
pengembangan. Rancangan produk yang akan dikembangkan minimal
mencakup:
a. Tujuan dari penggunaan produk.
b. Siapa pengguna dari produk tersebut.
c. Deskripsi dari komponen- komponen produk dan penggunaannya.
2. Para Ahli
Melakukan validasi dengan melibatkan para ahli yang berhubungan
dengan produk penelitian yang sedang dikembangkan, hal ini dimaksudkan
untuk mengetahui apakah produk penelitian yang dikembangkan siap untuk
15
dilakukan uji lapangan.
G. Desain Penelitian Research and Development (R&D)
15
Isniatun Munawaroh, Urgensi Penelitian Dan Pengembangan (Konsep Dan Pentingnya
Penelitian Dan Pengembangan), disajikan dalam studi ilmiah UKM Penelitian UNY, 2018, h. 4
15
Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah
rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu
produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat
dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau
perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas
atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program
komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau
laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan,
bimbingan, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.
Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau
pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering
dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat
teoretis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat
dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan. Dalam
pelaksanaan penelitian dan pengembangan, terdapat beberapa metode yang
digunakan, yaitu metode: deskriptif, evaluatif, dan eksperimental.
1. Penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun
data tentang kondisi yang ada. Kondisi yang ada mencakup:
a. Kondisi produk-produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau
bahan dasar (embrio) produk yang akan dikembangkan.
b. Kondisi pihak pengguna (dalam bidang pendidikan misalnya sekolah,
guru, kepala sekolah, siswa, serta pengguna lainnya).
c. Kondisi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan dan
penggunaan dari produk yang akan dihasilkan, mencakup unsur pendidik
dan tenaga kependidikan, saranaprasarana, biaya, pengelolaan, dan
lingkungan pendidikan di mana produk tersebut akan diterapkan.
16
2. Metode evaluatif, digunakan untuk mengevaluasi produk dalam proses uji
coba pengembangan suatu produk. Produk penelitian dikembangkan melalui
serangkaian uji coba dan pada setiap kegiatan uji coba diadakan evaluasi,
baik itu evaluasi hasil maupun evaluasi proses. Berdasarkan temuan-temuan
pada hasil uji coba diadakan penyempurnaan (revisi model).
3. Metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang
dihasilkan. Walaupun dalam tahap uji coba telah ada evaluasi (pengukuran),
tetapi pengukuran tersebut masih dalam rangka pengembangan produk,
belum ada kelompok pembanding. Dalam eksperimen telah diadakan
pengukuran selain pada kelompok eksperimen juga pada kelompok
pembanding atau kelompok kontrol. Pemilihan kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol dilakukan secara acak atau random. Pembandingan hasil
eksperimen pada kedua kelompok tersebut dapat menunjukkan tingkat
16
keampuhan dan produk yang dihasilkan.
Model desain yang digunakan adalah “The Randomized Pretest-Posttest
Control Group Design” atau minimal “The Matching Only Pretest-Posttest
Control Group Design”
1. The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design . Desain pertama
merupakan desain eksperimen murni, karena kedua kelompok eksperimen
dirandom atau disamakan.
2. The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design yaitu desain
desain yang dicocokan dengan siatuasi dan karakterisitik dari kelompok
17
eksperimen.
16
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 48.
17
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 50.
17
Dalam pelaksanaannya kedua kelompok baik menggunakan desain
pertama ataupun desain kedua, diberi pretes, kemudian kelompok eksperimen
belajar dengan menggunakan pendekatan keterampilan mengajar, sedang
kelompok kontrol menggunakan pendekatan biasa. Setelah selesai mempelajari
semua topik atau pokok bahasan yang dirancang diberikan post tes. Hasilnya
dibandingkan: antara hasil pretes dan post tes pada kelompok eksperimen, pretes
dan post tes kelompok kontrol. Pretes kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol serta post tes kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
Perbedaan signifikan antara pretes dan pos tes menunjukkan keberartian
hasil belajar , perbedaan signifikan antara hasil post tes kelompok kontrol dengan
kelompok eksperimen menunjukkan pengaruh penggunaan keterampilan
mengajar. Bila skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dan perbedaannya
signifikan berarti penggunaan keterampilan mengajar berpengaruh terhadap
keberhasilan belajar siswa. Bila lebih kecil atau perbedannya tidak berarti (tidak
signifikan), berari tidak ada pengaruh atau dampak dari penggunaan keterampilan
mengajar terhadap hasil belajar siswa. Hasil dari pengujian atau eksperimen dari
penggunaan paket pelatihan, dapat dijadikan pegangan tentang keunggulan dari
pendekatan ketermapilan mengajar dibandingkan dengan pendekatan yang biasa.
H. Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Research and Development (R&D)
Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru
dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan direvisi. Uji coba tahap awal
dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Setelah
disimulasikan , maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian
dilakukan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar
baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan metode mengajar yang lama
atau yang lain.
18
1. Uji Coba dan Penyempurnaan Produk yang telah Disempurnakan
Meskipun sudah diperoleh produk yang lebih sempurna, tetapi uji
coba dan penyempurnaan produk masih harus dilakukan satu kali putaran
lagi. Uji coba dan penyempurnaan pada tahap produk awal masih difokuskan
kepada pengembangan dan penyempurnaan materi produk, belum
memperhatikan kelayakan dalam konteks populasi. Kelayakan populasi
dilakukan dalam uji coba dan penyempurnaan produk yang telah
disempurnakan. Dalam tahap ini uji coba dan penyempurnaan dilakukan
dalam jumlah sampel yang lebih besar
2. Pengujian Produk Akhir
Pengujian ini tidak ada lagi penyempurnaan produk (paket latihan), sebab
produk sudah dipandang sempurna dalam uji coba putaran kedua.
Borg dan Gall masih mengadakan penyempurnaan pada tahap ini. Pengujian
produk dapat dilakukan pada sekolah-sekolah dengan guru-guru yang sama
pada uji coba kedua, bisa juga pada sekolah dan guru-guru lain dengan
jumlah yang sama.
3. Diseminasi, Implementasi dan Institusionalisasi
Setelah dihasilkan suatu produk final yang sudah teruji
keampuhannya, langkah selanjutnya adalah diseminasi, implementasi dan
institusionalisasi.. Diseminasi merupakan langkah untuk mensosialisasikan
dan menyebarkan hasil. Diseminasi dari produk-produk yang dikembangkan
oleh lembag-alembaga di bawah Departemen Pendidikan Nasional, sangat
mudah. Dengan legalisasi dan instruksi dari Menteri, Dirjen atau minimal
Direktur, maka suatu produk dalam tempo singkat bisa didiseminasikan ke
19
Dinas-Dinas Pendidikan dan ke sekolah-sekolah untuk kemudian
18
diimplementasikan.
Diseminasi dari produk yang dikembangkan oleh lembaga swasta atau
perorangan membutuhkan sosialisasi yang cukup panjang dan lama. Proses
diseminasi dan implementasinya akan berhadapan dengan masalah kebijakan,
legalitasdan pendanaan. Produk lembaga-lembaga di bawah departemen memiliki
ketiganya, sehingga implementasi dan institusionalisasisuatu produk tinggal di
instruksikan atau di -SK- kan.
Produk-produk nondepartemen (pemerintah) meskipun mutunya bagus,
relevan dan menunjang program pendidikan yang sedang digalakan, tetapi masih
membutuhkan berbagai bentuk sosialisasi untuk bisa didiseminasikan dan
diimplementasikan.
18
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan, Jenis, dan Metode
Penelitan?”, (Jakarta: 2008), h. 48.
20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dalam makalah ini
diantaranya:
1. Penelitian dan pengembangan adalah proses mengembangkan dan
menguji keefektifan dari sebuah produk pendidikan, di mana akan
memberi dampak positif pada keberhasilan proses pembelajaran.
2. Ada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi karakteristik utama penelitian
dan pengembangan ini, yaitu: Study research to find products that are
being developed (melakukan studi penelitian awal terhadap produk yang
akan dikembangkan). Develop products based on the findings
(mengembangkan produk berdasarkan hasil penemuan). Field testing with
actual conditions to produce finished products (melakukan uji coba
lapangan dengan keadaan sebenarnya untuk menghasilkan produk yang
siap pakai). Dan Revisions were made to correct weaknesses at each stage
(revisi dilakukan untuk memperbaiki kelemahan produk pada tiap
tahapan).
3. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk yang efektif
untuk keberhasilan praktik pendidikan.
4. Model-model penelitian pengembangan adalah: Dick and Carey, Assure,
Addie, 4-D, PIE, Borg and Gall, Kemp serta Hannafick and Peck.
B. Saran
Demikian makalah yang dapat saya paparkan, tentang penelitian
pengembangan. Semoga bermanfaat, dan tentunya makalah ini tidak luput dari
kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami memohon kritik dan saran dari
berbagai pihak.
1. Dari pihak dosen, penulis mengharapkan kritik dan saran demi
penyempurnaan makalah.
21
2. Dari pihak mahasiswa, penulis mengharapkan makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna sebagai pelengkap belajar. Penulis juga
mengharapkan kritik dan saran demi hasil makalah yang lebih baik.
22
DAFTAR PUSTAKA
Diah Fatmawati, “Penerapan Teori Jerold E. Kemp Berbasis Metode PQ4R untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X TSM pada
Materi Pokok Program Linear di SMKN 1 Gerung Tahun Pelajaran
2012/2013”, Jurnal Lensa Kependidikan Fisika, vol. 1 no. 1 (2013).
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik
dan tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, “Pendekatan,
Jenis, dan Metode Penelitan?”, Jakarta: 2008.
Endang Mulyatiningsih, Metode penelitian Terapan Bidang Pendidikan,.
Yogyakarta: ALFABETA, 2011.
Munawaroh, Isniatun. Urgensi Penelitian Dan Pengembangan (Konsep Dan
Pentingnya Penelitian Dan Pengembangan), disajikan dalam studi ilmiah
UKM Penelitian UNY, 2018.
Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan,. Jakarta:
Kencana, 2010.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Keuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.
Meredith D. Gall, dkk., Educational Research: An Introduction 7 th Edition
(USA: Allyn and Bacon, 2003),
Muhammad Galang Isnawan dan Arief Budi Wicaksono, “Model Desain
Pembelajaran Matematika”, Indonesian Journal of Mathematics Education,
vol. 1 no. 1 (2018):
Nusa Putra, Research & Development: Penelitian dan Pengembangan, Suatu
Pengantar (Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers, 2015),.
Rafiqah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme (Cet.
I; Makassar: Alauddin University Press, 2013),
Robert H. Anderson, Selecting and Developing Media for Instruction, terj.
Yusufhadi Miarso, Pemilihan dan Pengembangan Media untuk
Pembelajaran (Ed. I, Cet. I; Jakarta: Rajawali Pers, 1987), h. ix.
Sharon E. Smaldino, dkk., Instructional Technology and Media for Learning, terj.
Arif Rahman, Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar Edisi
Kesembilan (Cet. III; Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014).
W. R. Borg dan M. D. Gall, Educational Research: An Introduction (New York:
Pearson Longman, 1983).
Tjeerd Plomp dan Nienke Nieveen, “An Introduction to Educational Design
Research” (Proceedings of the Seminars Conducted at the East China
Normal University, Shanghai (PR China), 23-26 November 2007),