Sertifikat Perawat Kesehatan 2023
Sertifikat Perawat Kesehatan 2023
Tahun 2023
LEMBAR PENGESAHAN
Mengetahui,
VISI
Menjadi Perguruan Tinggi Swasta yang unggul dan berdaya saing global dalam bidang
kesehatan dan bisnis, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, di Kawasan Timur
Indonesia tahun 2031
MISI
1. Mengelola perguruan tinggi yang mandiri dengan tata kelola yang bermutu dan mampu
berdayasaing global;
2. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik, profesi, dan/atau vokasi
yang profesional dan berjiwa enterpreneur;
3. Menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang kesehatan dan bisnis dengan menjunjung
tinggi nilai-nilai kearifan lokal
4. Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif untuk menunjang
pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan dan
bisnis;
5. Mengembangkan jejaring untuk bersinergi dalam pengembangan dan pemanfaatan lulusan.
VISI MISI FAKULTAS KESEHATAN
VISI
Menjadi Fakultas Kesehatan yang Unggul dalam Bidang Kesehatan di Kawasan Indonesia
Timur yang berbasis Kearifan Lokal Tahun 2031
MISI
1. Membangun Fakultas Kesehatan yang berbasis IPTEK dalam pengelolaan akademik dan
non akademik.
2. Menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi dan vokasi yang professional.
3. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kearifan local.
4. Menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang kesehatan yang berdaya saing global dan
berjiwa entrepreneur.
5. Mengembangkan jejaring sebagai mitra kerjasama dalam pelaksanaan tridharma perguruan
tinggi
VISI MISI PROGRAM STUDI
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat-Nya lah sampai saat ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus
berbuat kebaikan. Program Studi Ilmu Keperawatan secara umum memiliki nilai tambah yang
sangat berarti baik institusi pendidikan, para preceptor, maupun mahasiswa program studi
Ilmu keperawatan.
Pembelajaran atau kurikulum yang digunakan berdasar Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia yaitu Kurikulum Pendidikan Tinggi: Kurikulum Ners 2021. Keperawatan Dasar
merupakan stase dasar dalam keseluruhan praktik Keperawatan guna memenuhi kompetensi
kebutuhan dasar manusia dan justifikasi dasar asuhan keperawatan professional sebelum
mahasiswa memasuki stase klinik.
Semoga buku panduan ini dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat dalam membantu
mahasiswa mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar ilmu keperawatan.
.
Palopo, Oktober 2022
CATATAN : Keterampilan Klinik yang harus dicapai Oleh Mahasiswa yaitu 17-
32 Keterampilan
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Buku panduan praktik ini terdiri dari beberapa bab. Bab Pertama merupakan bab
pendahuluan penjelasan tentang tujuan dan kompetensi. Bab Kedua meliputi penjelasan
tentang metode pembelajaran, tata tertib dan tempat praktik, Bab ketiga yang berisi
informasi tentang evaluasi pembelajaran. Bab kelima merupakan bab penutup
BAB II
PROSES PEMBELAJARAN
B. Metode Belajar
1. Pre dan post conference.
2. Tutorial individual yang diberikan preceptor.
3. Diskusi kasus.
4. Case report dan overan dinas.
5. Pendelegasian kewenangan bertahap.
6. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini.
7. Problem solving for better health/ hospital(PSBH).
8. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan
D. Pedoman Penugasan
1. Sebelum praktik di RS mahasiswa diharuskan membuat Laporan pendahuluan (LP)
tentang kebutuhan dasar sekaligus memahaminya sesuai dengan contoh lampiran. LP
dibuat setiap hari sekali untuk memberi kesempatan pada hari berikutnya untuk
intervensi dan memikirkan LP berikutnya. Setiap mahasiswa dalam satu kelompok
tidak boleh membuat LP yang sama pada hari yang sama.
2. Awal dinas mahasiswa mengikuti pre conference bersama pembimbing, untuk melihat
kesiapan mahasiswa untuk praktik.
3. Mahasiswa melakukan praktik dalam bimbingan CI Rumah sakit dan perceptor yang
telah ditunjuk oleh CI tersebut. Praktik yang dilakukan oleh mahasiswa adalah
melakukan asuhan keperawatan terhadap klien sesuai dengan LP yang dibuat dengan
pendekatan asuhan keperawatan (Pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi) dan pendekatan prosedur keterampilan sesuai target mulai
dari observasi, dibimbing, dan mandiri.
4. Mahasiswa membuat analisa sintesa untuk setiap tindakan prosedur keperwatan yang
diobservasi sesuai dengan contoh pada lampiran. Setiap prosedur hanya satu analisa
sintesa dan dilaksanakan setiap 1 hari 1 analisa.
5. Setiap hari mahasiswa diharuskan untuk membuat laporan ADL (contoh terlampir),
dan di tanda tangani/paraf oleh pembimbing CI lahan.
6. Setiap akhir dinas mahasiswa mengikuti post conference untuk mendiskusikan proses
pembelajaran pada hari tersebut, dan meminta tanda-tangan pembimbing untuk setiap
target yang telah tercapai, LP, ADL, performance checklist, dan analisa sintesa yang
telah dibuat.
7. Setiap praktik hari terakhir sebelum pindah ruangan mahasiswa diwajibkan meminta
penilaian kepada pembimbing di ruangan tersebut sesuai format yang ada pada buku
ini.
8. Selama proses KDP setiap mahasiswa diharuskan membuat 3 laporan asuhan lengkap
minimal dengan 3 hari catatan perkembangan untuk 2 orang klien selama dinas di
ruang rawat umum dewasa,dilengkapi dengan Penyimpangan Kebutuhan Dasar
Manusia (KDM) dan tidak boleh sama dengan teman di satu ruangan tersebut. (contoh
pembuatan laporan terlampir).
9. Pada Mahasiswa selama praktek akan melakukan supervise KDP berupa aplikasi
proses keperawatan dari kasus kelolaan dengan orientasi gangguan kebutuhan dasar
manusia waktunya ditentukkan oleh pembimbing klinik Insitusi.
10. Mahasiswa diwajibkan mengumpulkan buku target dan buku laporan maksimal 3 hari
setelah proses KDP berakhir dengan lengkap. Keterlambatan 1 hari berarti
pengurangan nilai 3 point.
BAB III
PROSES BIMBINGAN, SUPERVISI & TATA TERTIB
A. PROSES PEMBIMBINGAN
Selama proses KDP, mahasiswa akan dibimbing oleh clinical instructor dari rumah
sakit (Pembimbing klinik) dan supervisi oleh staf dosen. Adapun ketentuan proses
pembimbingan dan Ujian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Setiap pembimbing klinik dari rumah sakit maupun pendidikan bertanggung jawab
untuksatu ruangan.
2. Pembimbing klinik dari rumah sakit wajib membimbing mahasiswa setiap hari pada
pagihari. Apabila pembimbing rumah sakit terkena shift dinas diharapkan tetap
elakukan pembimbingan pada mahasiswa bimbingannya.
3. Pembimbing klinik bertugas untuk: memberikan bedside teaching dan
memfasilitasimahasiswa untuk mencapai target tindakan; pre dan post conference
dengan mahasiswasetiap hari; supervisi prosedur dan penilaian.
4. Pola pembimbingan yang diterapkan adalah perceptorship yaitu, setiap satu
mahasiswadidampingkan dengan satu perawat yang telah ditunjuk oleh pembimbing
klinik rumah sakituntuk mengikuti pelayanan keperawatan yang dilakukan perawat
tersebut sekaligusmelakukan tindakan asuhan secara observasi dan dibimbing.
5. Pembimbing klinik rumah sakit berhak untuk menegur mahasiswa yang tidak
mematuhi tatatertib dan memberikan sanksi yang sesuai.
6. Setiap pembimbing melakukan komunikasi melalui buku komunikasi tentang
kondisimahasiswa bimbingannya.
B. Supervisi
1. Setiap mahasiswa akan mengikuti supervisi program KDP di ruang rawat inap sesuai
tempatnya praktek pada minggu 2 - 3 praktek.
2. Materi/klien yang akan menjadi bahan supervisi diundi pada hari H, dan
mahasiswamelakukan perawatan berdasarkan kasus kelolaan dalam proses
keperawatan dengan orientasi kebutuhan dasar manusia meliputi Pengkajian,
Perencanaan (Tujuan/Kriteria hasil,Intervensi, Rasional), Implementasi, Evaluasi (pada
akhir intervensi dan akhir dinas)
3. Mahasiswa akan disupervisi oleh pembimbing institusi, aspek penilaian supervisi
meliputi aspek dokumentasi, analisa, dan keterampilan tindakan keperawatan dasar.
4. Mahasiswa diwajibkan mempersiapkan sendiri alat-alat yang dibutuhkan untuk
supervisi, dengan meminjam pada petugas laboratorium institusi sesuai prosedur
administratif yang ada.
5. Mahasiswa bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan alat yang dipinjamnya
dengan mengganti alat tersebut dalam jenis dan jumlah yang sama.
C. Tata Tertib
1. Mahasiwa wajib hadir praktik 100%. Bila tidak hadir, mahasiswa wajib mengganti hari
ketidak hadirannya dengan persetujuan pembimbing.
2. Mahasiswa ditempatkan dalam 1 Tim keperawatan di setiap ruang praktik selama 6
hari, Waktu praktik mahasiswa adalah dibagi dalam 3 shift (07.30-13.30, 13.30-20.30,
20.30-07.30)(jadwal dinas mengikuti kebijakan ruangan).Keterlambatan kehadiran
setiap praktik paling lambat 15 menit. Jika melewati waktu tersebut maka dianggap
tidak hadir atau harus dengan persetujuan pembimbing.
3. Mahasiswa yang kehadirannya terlambat 15 menit (1-3 kali keterlambatan) akan
dikurangi nilai sebanyak 5% untuk setiap keterlambatan yang dilakukannya dan jika
lebih dari 15 menit maka dianggap tidak hadir
4. Bila mahasiswa absen 1 hari tanpa alasan akan mengganti dinas selama 2 hari & bila
tidak hadir karena alasan sakit/izin mengganti dinas sebanyak hari sakit/ijin.
5. Ketidakhadiran karena sakit/ijin harus ada surat keterangan dan diberitahukan kepada
koordinator mata ajaran, koordinator program profesi dan tembusan koordinator
pendidikan Program Studi Profesi Ners STIKES KJP.
6. Ketidakhadiran pada point 16, mahasiswa harus mengganti hari sebanyak
ketidakhadiran dan hanya diperbolehkan karena:
a. Sakit maksimal 2 hari.
b. Keluarga meninggal (anak, istri/suami,orang tua) maksimal 2 hari.
7. Ketidakhadiran lebih dari 3 hari karena alasan apapun wajib mengulang mata ajar
8. Mahasiswa profesi berhak untuk dapat jam istirahat maksimal 40 menit untuk
ISHOMA.
9. Mahasiswa diharapkan telah hadir 15 menit sebelum jam praktik lengkap dengan
seragam,atribut, dan Nursing Kit (stetoskop, pinset, gunting, klem, thermometer, pen
light,meteran, reflek hammer, dan sarung tangan, masker), membawa buku Kozier, B.,
Erb, G., Berwan, A.J., & Burke,K. (2008). Fundamentals of Nursing:Concepts,
Process, and [Link], PA. & Perry, A.G. (2009). Potter & Perry’s
fundamentals of nursing (7th ed). Sydney: Mosby, NANDA International
(2012).Nursing diagnosis: Definition and classification 2012-2014. Oxford: Wiley-
Blackwell, Panduan Panum, Prodi Ners STIKes KJP, T.A 2016/2017.
10. Mahasiswa wajib membawa buku target / BPKM KDP dan berusaha memenuhi
targetklinik. Bila buku tidak dibawa, mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti
praktik klinik.
11. Mahasiswa wajib menyelesaikan:
a. Laporan pendahuluan, berdasarkan kebutuhan sesuai contoh sebelum mulai
praktikum.
b. Laporan ADL, setiap hari praktik.
c. Pengisian buku target dimulai dengan mengisi tanggal kegiatan observasi,
kegiatandibimbing, dan bila keduanya telah terpenuhi baru mengisi tindakan
mandiri, kemudianmeminta tanda tangan pembimbing.
d. Pembuatan analisa sintesa tindakan keperawatan, untuk setiap prosedur
yangdiobservasi (tidak perlu dilakukan dua kali untuk keterampilan yang sama)
e. Asuhan keperawatan lengkap dengan minimal tiga hari catatan perkembangan,
untukdua klien kelolaan selama praktik.
12. Keterlambatan pengumpulan laporan mahasiswa maksimal 3 hari dan setiap hari
keterlambatan nilai dikurangi 2 % (total 12% dari seluruh keterlambatan) dan jika lebih
dari 7 hari dianggap tidak lulus.
13. Demi terwujudnya praktik klinik profesional sesuai teori mahasiswa diperkenankan
untukmeminjam alat-alat laboraturium selama praktik KDP dengan memenuhi
peraturanadministrasi peminjaman yang telah ditetapkan oleh bagian laboratorium
STIKes KJP.
14. Selama praktik mahasiswa harus menjaga keamanan data , memelihara alat-alat praktik
baik milik klien, Rumah sakit, maupun dari Prodi Ners STIKes KJP, Jika ada
kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian mahasiswa wajib mengganti kerusakan
tersebut.
15. Dalam melakukan tindakan klinik dasar mahasiswa harus memperhatikan:nilai-nilai
pelayanan dan etika keperawatan, Respon klien, Tindakan awal dan akhir
* Kebutuhan dasar manusia berdasarkan Henderson:
1. Bernafas normal
2. Makan dan minum cukup
3. Eliminasi
4. Bergerak dan mempertahankan sikap yang dibutuhkan (bergerak, duduk, berbaring).
5. Tidur dan istirahat
6. Memilih, menentukan, dan mengganti pakaian
7. Mempertahankan suhu tubuh normal dengan cara menyesuaikan pakaian dan
memodifikasi lingkungan.
8. Mempertahankan kebersihan tubuh, penampilan yang baik, serta melindungi kulit
9. Menghindari bahaya lingkungan dan menghindari melukai orang lain
10. Berkomunikasi dengan orang lain untuk mengekpresikan kebutuhan, perasaan
11. Membantu melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaan
12. Melakakun pekerjaan yang dapat memberikan kepuasaan
13. Bemain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
14. Belajar menemukan sesuatu yang baru atau memuaskan rasa ingin tahu yang
mengarahkan keperkembangan dan kesehatan yang normal
Tindakan awal
1. Baca Do’a
2. Periksa kembali medical record yang terkait dengan prosedur
3. Siapkan diri perawat/ mahasiswa:
Kuasai konsep yang terkait dengan prosedur meliputi alasan tindakan (rasional),
tujuan, langkah-langkah, dan rasional setiap langkah
Cuci tangan
Jaga keselamatan dan keamanan perawat (terhadap bahaya fisik dan infeksi) saat
melakukan tindakan
Siapkan alat yang dibutuhkan dalam prosedur dan dekatkan ke klien
Siapkan klien
Berikan salam terapeutik
Validasi perlunya prosedur
Lakukan kontrak: waktu, aktifitas, langkah-langkah prosedur, dll
Dukung privasi klien dan beri klien posisi yang nyaman
Tindakan akhir
1. Rapikan alat dan klien
2. Cuci tangan
3. Evaluasi respon akhir klien
4. Dokumentasikan hasil tindakan
5. Terminasi dan kontrak tindak lanjut prosedur
Keterangan:
1. Nomor keterampilan dapat dilihat pada rekapitulasi target
2. Target tindakan dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi ruangan
3. Pengambilan kasus boleh dilakukan sebelum minggu ke empat
BAB IV
EVALUASI
B. PENGEVALUASI
Proses evaluasi dan penilaian dilakukan oleh CI/ pembimbing klinik dari RS dan
Pembimbingdari institusi pendidikan PSIK. Khusus penilaian ujian dilakukan oleh dosen
yang telah memenuhi kriteria Jabatan akademik minimal asisten ahli.
D. KRITERIA KELULUSAN
Mahasiswa dinyatakan lulus jika:
1. Memenuhi kehadiran 100%.
2. Mendapat nilai minimal 75 untuk seluruh aspek evaluasi.
3. Mematuhi semua tata tertib yang ada.
DAFTAR ACUAN
Kozier, Erb, Oliveri. 2004. Fundamental of nursing, California: Addison-Wesley Publishing
Company.
Craven, Hirnle. 2000. Fundamentals of nursing (Human health and function), Philadelphia:
Lippincott.
Carpenito, LJ. 1995. Buku saku diagnosa keperawatan, Jakarta: EGC
Dewit, Susan. 2001. Student learning guide for fundamental concepts and skills for nursing,
Philadelphia: WB. Saunders company.
Johnson, Marion. 2000. Nursing outcomes classification (NOC), St. Louis: Mosby year book.
McCloskey, Joanne. 1996. Nursing interventions classification (NIC), St. Louis: Mosby year
book.
Priharja, Robert. 2000. Teknik dasar pemberian obat, Jakarta: EGC
Steven. 2000. Ilmu Keperawatan 1 &2, Jakarta: EGC
Perry, dan Potter. 2000. Buku saku keterampilan dan prosedur dasar, Jakarta: EGC
Lampiran 1
.........., ……………………………
Pembimbing
(……………………………………)
Lampiran 2
LAPORAN ADL
Ruangan :…………………
Stase : ......................
No Tgl. Jam Kegiatan Rencana Tindak Paraf
Lanjut CI
.........., ……………………………
Pembimbing
(……………………………………)
Lampiran 3
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama klien : ………………………………………………… (L/P) Umur
: ................
Diagnosa medis : ………………………………………………… Ruangan
: ................
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibaat tindakan tersebut dan cara pencegahannya:
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
…
5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………
_________________________________________________________________________
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
I. IDENTITAS
KLIEN
Nama Klien :…………………………………. Jenis :
kelamin L /
P
[Link] :………………………………….
Usia :………………………………….
[Link] :………………………………….
[Link] :………………………………….
Alamat/ telp. :……………………………………………………
Status Pernikahan :……………………………………………………
Agama :……………………………………………………
Suku :……………………………………………………
Pendidikanterakhir :……………………………………………………
Pekerjaan :…………………………………………………....
Lama Bekerja :……………………………………………………
Sumber Informasi :…………………………………………………....
Kontak Keluarga :……………............................................................
Dekat
V. RIWAYAT
KELUARGA
Genogram :
1 Jenis makanan/diet
2 Frekuensi x sehari x sehari
Teratur / tidak teratur Teratur / tidak teratur
3 Porsi yang dihabiskan
4 Komposisi Menu
5 Pantangan Ada / tidak Ada /
ada Ket tidak ada
Ket
6 Nafsu makan Normal/ meningkat/ Normal/ meningkat/
turun turun
7 Fluktuasi BB 6 bln
terakhir
8 Sukar menelan Ya / tidak, Ya / tidak,
ket : ket :
9 [Link] N / cepat sembuh/ N / cepatsembuh/
luka lama sembuh lama sembuh
Ket : Ket :
Jumlah
Warna Kuning / coklat / hitam / Kuning / coklat / hitam /
……………… …………………
Bau
Kesulitan Ya / tidak Ya / tidak
BAK Ket : Ket :
Upaya
mengatasi
IX. POLA TIDUR-ISTIRAHAT
NO SMRS MRS
5 Upaya
mengatasi
B. Mata
Visus : …….....ka / …………….ki; Lapang pandang : normal/ menyempit /
melebar / ..................................... Inspeksi : bentuk
………………….. .....................................
Konjunctiva = anemis : ….ka/….ki sclera = icterik : ….ka/….ki
Palpebra = edema : ….ka/….ki ; lesi : ….ka/….ki
Perdarahan = ….ka/….ki
Pupil = (….ka/….ki) reaksi thd cahaya ( ) isokoor ( / ) miosis
( ) Pin point ( ….ka/….ki) midriasis
Tanda peradangan : - / + ,
Fungsi penglihatan : baik / kabur
lainnya
Penggunaan alat bantu : ya /
tidak, ket :
( ) minus ….ka/….ki ; ( ) plus ….ka/….ki ; ( ) silinder ….ka/….ki
[Link]
Inspeksi : Bentuk :………warna : normal / kebiruan/ kemerahan/
lainnya ............................................
Perdarahan : - / +
Palpasi : Nyeri tekan : - / +
[Link] & Tenggorokan
Inspeksi :
Warna bibir : normal / pucat / sianosis /
lainnya ..........................................................................................................
Mukosa bibir : lembab / kering / pecah-pecah,
ket .....................................................................................................
Mukosa dalam : lesi/ ulkus / kemerahan /
lainnya ......................................................................................................
Gigi : utuh / ompong / berlubang / kotor ,
ket .............................................................................................................
Gusi : normal / lesi / bengkak / perdarahan ,
ket .........................................................................................................
Lidah : normal / bersih / kotor / ……………………………….
Warna lidah :…………………………………
Pembengkakan tonsil : - / + ,
Sakit tenggorok : - / + ,
Gangguan bicara : - / +
[Link]
Inspeksi :
Bentuk : ……………………………………………………
Warna :…………………………………………………..
Posisi : Sejajar / Tidak sejajar dengan sudut mata
Perdarahan : - / + , massa : - / +
Serumen : - / + , warna : jernih / keruh
Aroma : Busuk / tidak berbau /
Palpasi :Nyeri : - / +
Gg pendengaran : - / + ; Alat bantu dengar : - / + , ket .......................
Tes rinne : …ka / ..ki ; weber :…...... ; scwabach : ..........
[Link]
Inspeksi/ Palpasi :
Kekakuan : - / +
JVD : - / +
Deviasi trakea : - / +
Pembesaran kelj. Tyroid : - / +
Pembesaran [Link] : - / +
Nyeri : -
3) Dada/ Thorax
Inspeksi :
Bentuk dada : normal / barrel chest / lainnya .....................................................
Warna kulit dada : normal / kemerahan / kebiruan / lainnya .........................................
Kondisi kulit dada : intake / lesi / abrasi / ulkus / lainnya .............................................
Ekspansi dinding dada : simetris / asimetris
Tanda peradangan : - / +,
Otot bantu nafas : retraksi interostae : - / +
retraksi suprasternal : - / +
Palpasi :
Massa abnormal : - / + , ket : mobilisasi / terfiksasi ; ukuran :
Krepitasi : - / + ;
Nyeri tekan : - / + ; edema : - / + ; emfisema sub cutis : - / +
Letak ictus
cordis :
Taktil
fremitus :
Auskultasi:
JANTUNG
Aortic : ……………… Tricuspidal : ................................
Pulmonal : ....................... Mitral : .......................................
BJ abnormal : - / + , murmur / gallop / lainnya ........................................................
PARU :
Suara nafas : normal / abnormal, ket : di daerah .............................................................
Jenis suara nafas normal yang ditemukan:
Wheezing :-/+ Rhonki : -/+
Rales :-/+ Crakles : -/+ Perkusi :
JANTUNG
Pekak / lainnya , …………………………………
Batas jantung : normal / melebar / menyempit ,
ket ................................................................................................... PARU
sonor / hipersonor / pekak / tympani , ket
5) Abdomen
Inspeksi :
Bentuk : normal/ buncit/ pot belly / lainnya ...........................................
Bayangan vena abnormal (caput medussae) : - / +
Kondisi kulit : normal / lesi / abrasi / ulkus / striae /
lainnya ..........................
Palpasi : Penegangan dinding abdomen : - / +
Edema : - / + ,
ket ………… ..........................................................
Nyeri tekan : - / + , ket ...................................................
Massa abnormal : - / + , ket .......................................................
Auskultasi: Bising usus : - / + , ket ..........................................................................
Perkusi : tympani / hipertympani / pekak / lainnya ................................................
6) Genetalia
Inspeksi & Palpasi (wanita) :
Perineum : bersih / kotor / lesi / luka / nyeri / lainnya ............................................
Labia mayora : simetris / asimetris / bersih / kotor / nyeri / lainnya ...............................
Labia minora : simetris / asimetris / bersih / kotor / nyeri / lainnya ................................
Orificium urethra : rabas / lesi / edema / lainnya .......................................................
Canal inguinal : normal / hernia /
lainnya Inspeksi & Palpasi
(pria):
Kondisi kulit : bersih / kotor / lesi / luka / lainnya ...........................................................
Penis : normal / benjolan / lesi / lepuh / nyeri / lainnya .................................................
Orificium uretra : rabas / lesi / hipospadia / epispadia / lainnya .......................................
Skrotum : normal / lesi / penebalan / pengerasan / lainnya ............................................
Canal inguinal : normal / hernia / lainnya
7) Rectum & Anus
Inspeksi :
Kondisi kulit sekitar anal : normal / ruam / peradangan / lainnya ...................................
Hemoroid : - / + , ket (eksternal / internal ) .......................................................
Palpasi (rectal tusse):
Massa abnormal : - / + ; Nodul : - / + ; Nyeri : - / + ; Pembesaran prostat : - /
+
8) Ekstremitas
Kontraktur : - / + , ket ………………
Deformitas: - / + , ket ………………
Edema : - / + , ket …………………..
Nyeri / nyeri tekan : - / + , ket ……………… ...................................................
Kekuatan otot :
Reflek : Bisep : + / ++/ +++/ ++++ Trisep : + / ++/ +++/ ++++
Patella : + / ++/ +++/ ++++ Achiles : + / +
+/ +++/ ++++ Plantar (babinski ) : + / -
1
XVII. PEMERIKSAAN PENUNJANG
(lampirkan)
2
Lampiran 5
IDENTITAS KLIEN
Nama Klien :
Umur :
Diagnosa Medis :
Tanggal Pengkajian :
DATA SUBJEKTIF :
DATA OBJEKTIF :
ANALISA DATA :
3
RENCANA KEPERAWATAN
- Nama klien : Dx. Medik :
- Umur : NRM :
- Ruangan :
CATATAN KEPERAWATAN
TGL No. DX IMPLEMENTASI EVALUASI Nama
Jelas
/Paraf
S
O
A
P
4
Lampiran 6
REKAPITULASI TARGET PENCAPAIAN MAHASISWA
Tuliskan tanggal pencapaian target & paraf pembimbing pada kolom observasi,dibimbing,mandiri.
No Kegiatan Target Observasi Dibimbing Mandiri Komentar &
Saran
Aplikasi etik Setiap
1.
keperawatan tindakan
Pemeriksaan tanda 1. 1. 1. 2.
6
2. vital 2. 2.
Pemeriksaan fisik 1. 1. 1. 2.
3. 6
dasar 2. 2.
Pemeriksaan 1. 1. 2.
5 1.
4. diagnostik EKG 2.
Pengambilan darah 1. 1. 1. 2.
5. 6
vena 2. 2.
1.
1.
6. Mencuci tangan 6 1. 2.
2.
3.
Memakai/ 1.
1.
7. melepaskan sarung 6 1. 2.
2.
tangan 3.
Memakai alat
8. 3 1. 1. 1.
pelindung diri
Mengganti alat 1.
tenun dengan 1. 2.
9. 6 1.
klien di tempat 2. 3.
tidur
Perawatan
10. 3 1. 1. 1.
kebersihan rambut
Memandikan klien
11. di tempat tidur 3 1. 1. 1.
tidur
Perawatan oral
12. 3 1. 1. 1.
klien tidak sadar
Perawatan gigi
13. 2 1. 1.
palsu
14. Perawatan perineal 4 1. 1. 1. 2.
1. 1. 1. 2.
15. Perawatan luka 6
2. 2.
Latihan nafas dlm 1. 2.
16. 4 1. 1.
& batuk efektif
Postural drainage 1.
17. dan fisioterapi 3 2. 1.
dada
18. Pemberian terapi 5 1. 1. 1. 2.
oksigen dengan 2.
nasal
Panduan Praktik Keperawatan Dasar IKB KJP
5
kanul/masker
1.
19. Suction 4 1. 1.
2.
Pemberian makan 1.
20. 4 1. 1.
peroral 2.
Pemberian makan
21. 3 1. 1. 1.
NGT
Pemasangan dan
22. 3 1. 1. 1.
pelepasan NGT
Pengukuran 1. 1.
23. 5 1.
intake & output 2. 2.
Kateterisasi intra 1. 1.
24. 3 1.
vena 2. 2.
1.
25. Kateterisasi 3 1. 1.
2.
26. Enema 2 1. 1. 1.
1. 1. 1.
ROM 5
27. 2. 2. 2.
Positioning
1. 1. 1.
[Link]
2. 2. 2.
[Link]
3. 3. 3.
28. [Link]’ 6
4. 4. 4.
[Link]
5. 5. 5.
[Link]
6. 6. 6.
6. fowler
Pemberiaan obat
[Link] 1. 1. 1.
B. Intraderma 2. 2. 2.
29. @3
l 3. 3. 3.
C. Subcutan 4. 4. 4.
D. Intravena
1.
Komunikasi 1.
30. 6 1. 2.
terapeutik 2.
3.
Penatalaksanaan
31. 3 1. 1. 1.
kehilangan
Perawatan
32. 3 1. 1. 1.
menjelang ajal
33. Perawatan jenazah 3 1. 1. 1.
Perencanaan
2 1. 1. 1.
pulang/ penkes
6
LAMPIRAN PROSEDUR KETERAMPILAN KLINIK DASAR
TUJUAN
Mewujudkan praktik keperawatan profesional
PRINSIP
Sesuai dengan standar asuhan keperawatan
ALAT
-
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Mengucapkan salam pada awal pertemuan
dengan klien
2. Memulai pekerjaan dengan Basmalah dan
do’a
3. Senyum, ramah, dan perhatian selama
berinteraksi dengan klien
4. Melakukan asuhan keperawatan sesuai
standar praktik keperawatan
5. Cepat dan tanggap terhadap respon klien
6. Berbicara dengan sopan terhadap klien
7. Membimbing klien dalam pemenuhan
kebutuhn spiritualnya, terutama ibadah
8. Menjaga akhlaq selama praktik
9. Mengucapkan salam saat mengakhiri
pertemuan dengan klien
EVALUASI
Penilaian 1: Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Tgl.................... Lulus
Penilaian 2: Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Tgl.................... Lulus
Penilaian 3: Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Tgl.................... Lulus
7
TUJUAN
Sumber data awal untuk tindakan selanjutnya dan monitoring status kesehatan klien
PRINSIP
Akurat dan sistematis
ALAT
1. Termometer pada tempatnya 3. Sphygmomanometerdan stetoskop
2. Jam dengan penunjuk detik 4. Kapas alkohol, tissue, bak instrumen,
nampan
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
Pengukuran Suhu
1. Lakukan tindakan awal*
2. Kaji keadaan aksila klien dan keringkan
3. Lakukan kalibrasi termometer*
4. Tempatkan termometer pada aksila klien*
5. Anjurkan klien menyilangkan tangan di dada
6. Baca termometer setelah waktu yang
ditentukan*
7. Bersihkan termometer yang telah dipakai
Pengukuran Nadi
8. Tentukan titik nadi yang akan dikaji
9. Tempatkan tiga jari tengah di atas titik nadi*
10. Kaji ritme nadi dan volume nadi 1 menit
penuh*
Pengukuran Pernapasan
11. Observasi/Palpasi pergerakan dada klien
12. Kaji kedalaman dan ritme respirasi 1 mt
penuh*
Pengukuran Tekanan Darah
13. Posisikan klien dalam keadaan duduk/
berbaring
14. Luruskan tangan klien sejajar jantung
15. Palpasi arteri brachialis
16. Tutup kunci pompa manset
17. Palpasi arteri radialis, pompa manset sampai
arteri radialis tak teraba, naikkan 30 mmHg*
18. Letakkan setetoskop pada arteri brachialis
19. Buka pompa sambil diturunkan 2-3 mmHg/
detik
20. Auskultasi sistole dan diastole (Korotkof 5)*
21. Lepaskan manset
22. Lakukan tindakan akhir*
8
EVALUASI
Penilaian 1: Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Tgl.................... Lulus
Penilaian 2: Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Tgl.................... Lulus
BATASAN
Pemeriksaan fisik dasar merupakan suatu kegiatan pemeriksaan dan pengkajian kondisi keadaan
umum kesehatan klien
TUJUAN
1. Sumber data pengkajian untuk tindakan keperawatan selanjutnya
2. Monitoring status kesehatan klien
PRINSIP
1. Akurat dan sistemitas (dapat dilakukan sesuai sistem tubuh atau dari kepala ke kaki)
2. Bersih
ALAT
1. Formulir pengkajian dan alat tulis
2. Timbangan berat badan dan meteran
3. Termometer pada tempatnya
4. Stetoskop dan sphygmomanometer
5. Alat khusus yang diperlukan, seperti garpu tala, kartu Snellen, palu refleks, penlight,
otoskop, dll
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukantindakanawal*
2. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
klien*
3. Ukur tanda vital klien*
4. Lakukan pemeriksaan setiap sistem tubuh *
(dapat secara keseluruhan atau hanya satu
sistem). Pemeriksaan dilakukan secara
berurutan:
- kepala-leher
- kulit-ekstremitas (sistem
muskuloskeletal)
- dada (sistem pernafasan &
kardiovaskuler)
- abdomen (sistem pencernaan &
perkemihan)
5. Lakukan pemeriksaan penunjang bila
diperlukan
6. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Panduan Praktik Keperawatan Dasar IKB KJP
9
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Panduan Praktik Keperawatan Dasar IKB KJP
10
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
TUJUAN
Pemeriksaan diagnostik sampel darah klien
PRINSIP
Steril, aman dan nyaman (nyeri seminimal mungkin)
ALAT
1. Spuit disposableatau spuit khusus seperti vacutainer dengan ukuran yang sesuai
2. Kapas alkohol
3. Torniquet dan pengalas
4. Sarung tangan
5. Kontainer spesimen darah, formulir laboratorium, dan label
6. Bengkok/ tempat sampah
PROSEDUR
No Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Gunakan sarung tangan
3. Pilih tempat penusukan vena yang sesuai
4. Pasang pengalas dan torniquet 5 cm di atas
bagian vena yang akan ditusuk
5. Bersihkan area penusukan dengan desinfektan
6. Tusukkan jarum ke vena & ambil darah sesuai
kebutuhan*
7. Lepaskan torniquet*
8. Cabut jarum dari vena dan gunakan kassa
kering untuk menekan area penusukan. Bila
darah telah berhenti mengalir, berikan plester*
9. Tempatkan darah dalam kontainernya (bila
diperlukan). Untuk pengambilan darah tidak
beku, pastikan antikoagulan merata dengan
menggerakkan kontainer
10. Buang alat habis pakai, lepaskan sarung
tangan, dan cuci tangan
11. Beri label pada tubes dan siapkan untuk dibawa
ke laboratorium
12. Lakukan tindakan akhir *
11
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
6. MENCUCI TANGAN
BATASAN
Mencuci tangan yang dimaksud adalah mencuci tangan biasa bukan untuk persiapan operasi
TUJUAN
Meminimalkan transmisi mikroorganisme dari tangan
PRINSIP
Bersih
ALAT
1. Air mengalir
2. Sabun/ desinfektan
3. Handuk atau tissue
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Atur jarak berdiri dari depan wastafel untuk
mencegah kontaminasi dengan pakaian
2. Lepaskan perhiasan yang digunakan di tangan
dan angkat lengan baju di atas siku*
3. Alirkan air dengan kecepatan sedang dan suhu
cukup
4. Basahi tangan sampai lengan dan pakai 2-4 ml
sabun cair*
5. Bersihkan tangan secara menyeluruh dengan
gerakan menggosok dan berputar meliputi
telapak,
punggung tangan, jari-jari, sela jari,
pergelangan, dan lengan bawah 10-20 detik*
6. Bilas tangan (dari jari jari ke pangkal tangan)*
7. Pertahankan posisi tangan menghadap atas*
8. Keringkan tangan dari ujung jari ke lengan
9. Matikan kran tanpa mengkontaminasi tangan
(dengan handuk, tissue, atau siku)*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Panduan Praktik Keperawatan Dasar IKB KJP
12
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
TUJUAN
Meminimalkan transmisi mikroorganisme
PRINSIP
Steril
ALAT
Sarung tangan steril
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Buka bungkus/ mengambil sarung tangan
dengan tindakan steril*
2. Ambil sarung tangan dominan dengan tangan
non dominan hanya menyentuh bagian dalam
sarung tangan yang terlipat*
3. Pakai sarung tangan pertama pada tangan yang
dominan*
4. Ambil sarung tangan kedua dengan tangan
yang steril*
5. Pakai sarung tangan kedua pada tangan yang
tidak dominan*
6. Atur sarung tangan sehingga pas di tangan
7. Pertahankan sterilitas saat memakai sarung
tangan steril*
8. Lepaskan sarung tangan secara baik dan benar
(tangan tidak menyentuh bagian luar sarung
tangan dan bagian luar sarung tangan berada
di dalam)*
9. Letakkan sarung tangan kotor pada tempatnya
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
13
TUJUAN
Melindungi tenaga kesehatan dan klien dari kemungkinan transmisi material infeksius (Kozier,
2004 & Craven, 2000)
PRINSIP
Bersih/ steril (tergantung kebutuhan)
ALAT
1. Masker 4. Sarung tangan
2. Kaca mata pelindung 5. Penutup kepala
3. Gaun/ apron 6. Penutup sepatu
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Pasang masker menutupi hidung dan mulut.
Ikat dengan tepat*
3. Gunakan kaca mata pelindung (jika diperlukan)
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
14
1. .......................................................................................................................
2. .......................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Pasang pengaman sisi tempat tidur (TT) yang
berlawanan dari arah perawat *
3. Ambil perlahan bantal dari bawah kepala klien
4. Miringkan klien ke sisi berlawanan dari
perawat
5. Buka ujung sprei, perlak, dan sticklaken.
Gulung ke tengah Ttdengan bagian kotor
berada di dalam.
6. Letakkan sprei, perlak, dan sticklakenyang
baru dengan menggulung bagian yang bersih
berada di dalamnya
7. Buat lipatan sudut pada ujung2 sprei dan
masukkan tepi sprei beserta perlak dan
sticklaken
8. Lepaskan pengaman sisi tempat tidur yang
tadi dipasang & pasang kembali pada sisi
seberangnya
9. Lakukan tindakan 4-7 pada sisi seberangnya
10. Ganti sarung bantal klien & pasang kembali*
11. Ganti selimut klien (libatkan klien)*
12. Tawarkan bantuan lain yang diperlukan klien
*
13. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
15
1. Meningkatkan kebersihan diri klien dari kotoran, keringat, sel kulit mati, bau, dan
bakteri
2. Meningkatkan rasa nyaman klien
3. Memperlancar sirkulasi darah klien
PRINSIP
1. Bersih
2. Sistematis (dari area yang lebih bersih ke area yang lebih kotor)
ALAT
1. Pispot atau urinal
2. Selimut mandi
3. Sarung tangan (jika memberikan perawatan perineal)
4. Washlap (washcloth)
5. Sabun
6. Standar waskom doubledan waskom (2 buah)
7. Air dengan suhu 43-46C (dewasa) dan 38-40C (anak)
8. Handuk mandi (2 buah)
9. Tambahan sprei dan handuk (jika diperlukan)
10. Baju bersih yang dibutuhkan
11. Peralatan kebersihan diri, seperti lation, bedak, dan deodorant
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Tawarkan pispot/ urinal atau tanyakan apakah
klien mau ke kamar mandi*
3. Gunakan selimut mandi sebagai alas
(mencegah sprei basah)
4. Bantu posisi klien untuk lebih dekat dengan
perawat*
5. Buka pakaian klien
6. Tutup bagian tubuh yang terbuka dengan
handuk*
7. Letakkan sebuah handuk menyilang dada klien
8. Bersihkan mata klien hanya dengan air dan
keringkan dengan benar. Gunakan bagian
ujung washlap untuk membersihkan mata.
Lakukan dari arah dalam ke luar*
9. Tanyakan pada klien apakah klien menggunakan
sabun wajah yang khusus. Jika tidak, gunakan
Panduan Praktik Keperawatan Dasar IKB KJP
16
air saja
10. Basuh dan keringkan wajah dan telinga klien*
11. Letakkan handuk mandi memanjang di
bawah lengan
12. Basuh, cuci, dan keringkan tangan dan daerah
distal ke proksimal*
13. Bersihkan ketiak dengan benar, ulangi pada
tangan yang lain*
14. Letakkan handuk di sepanjang sisi dada dan
perut
15. Bersihkan, basuh, dan keringkan bagian dada
dan perut (dada & perut agar selalu tertutup
handuk ketika membersihkan dan
membasuhnya)*
16. Bungkus salah satu kaki klien dengan selimut
mandi, pastikan daerah pubis terbungkus dengan
baik
17. Basuh, cuci, dan keringkan kaki daerah distal ke
proksimal, ulangi pada kaki yang lain*
18. Bantu klien pada posisi miring dan letakkan
handuk di sepanjang punggung dan bokong*
19. Bersihkan, basuh, dan keringkan punggung,
bokong, dan paha bagian atas. Perhatikan daerah
lipatan gluteal. Hindari pembukaan bagian yang
tidak pantas (misal daerah perut dan dada).
Perhatikan lingkungan sekitar klien
20. Bantu klien untuk posisi terlentang, bersihkan
daerah genital (klien dapat melakukan sendiri
bila mampu)*
21. Gunakan bedak tabur secara hemat. Usahakan
sedikit mungkin bedak tersebut menyebar di
udara
22. Bantu klien untuk mengenakan kembali pakaian
yang bersih
23. Bantu klien untuk merawat rambut, mulut, dan
kuku*
24. Tawarkan bantuan lain yang klien butuhkan*
25. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
17
[Link] KEBERSIHAN RAMBUT
Perawatan kebersihan rambut meliputi kegiatan membersihkan rambut klien di tempat
tidurnya
TUJUAN
Meningkatkan kebersihan dan kenyamanan klien
PRINSIP
1. Bersih
2. Hati-hati pada klien cidera area kepala dan leher, pastikan tidak ada kontra indikasi
ALAT
1. Sisir dan Shampoo 4. Waskom dan gayung
2. Perlak atau alas (2 buah) atau KellyPad 5. Cottonball(bola
kapas)
3. Handuk dan handuk kecil 6. Ember kosong
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Bantu klien ke samping tempat tidur/ posisi
trendelenburg*
3. Lepaskan pita, ikat rambut, atau jepit rambut
4. Sisir rambut klien
5. Letakkan handuk di atas bantal dan pindahkan bantal
dari kepala ke bahu klien*
6. Letakkan perlak/ alas di bawah kepala klien, dengan
ujung perlak masuk ke dalam ember*
7. Dekatkan waskom, gayung, dan shampooke perawat
8. Letakkan handuk kecil pada mata dan telinga klien
9. Letakkan bola kapas pada telinga klien
10. Basahi rambut dengan air
11. Tuangkan shampoopada kulit kepala
12. Lakukan pemijatan pada kulit kepala dengan bantalan
jari secara sistematis (sirkular dari depan ke
belakang)*
13. Bilas rambut hingga bersih*
14. Keringkan rambut klien*
15. Pindahkan perlak dari atas tempat tidur
16. Pindahkan bantal&handuk dari bahu ke bawah
kepala*
17. Sisir rambut klien*
18. Lakukan tindakan akhir*
18
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
19
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Gunakan sarung tangan bersih
3. Lepaskan gigi palsu dan tempatkan dalam
wadah*
4. Letakkan lap pembersih atau handuk pada
dasar wadah pembersih
5. Bersihkan gigi palsu dengan seksama*
6. Bilas gigi palsu
7. Lakukan perawatan mulut klien*
8. Letakkan kembali gigi palsu pada mulut
klien atau simpan dalam wadah
penyimpanan*
9. Lepaskan sarung tangan
10 Lakukan tindakan akhir*
20
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
ALAT
1. Kapas dalam kom/ tempatnya 4. Sarung
tangan
2. Cairan pembersih dan pengalas 5. Pinset
3. Bengkok/ bedpan 6. Sampiran
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Gunakan sarung tangan bersih
3. Letakkan pengalas di bawah bokong klien
4. Letakkan bedpan di bawah klien (jika perlu)
5. Jaga privasi klien dengan menutupi area
khusus*
6. Atur posisi klien: wanita dengan dorsal
recumbent di mana lutut fleksi dan kedua
kaki dilebarkan, laki-laki posisi supine di
mana kaki abduksi*
7. Bersihkan area vulva/ penis dengan tangan
dominan (tangan non dominan bantu
21
melebarkan/ membuka labia atau pemegang
penis). Dari area yang lebih bersih ke area
yang lebih kotor*
8. Lepaskan sarung tangan
9. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
22
6. Buka balutan luka dengan pinset bersih*
7. Pakai sarung tangan
8. Cuci luka dengan cairan fisiologis
9. Bersihkan luka sesuai dengan kondisi luka
(jangan merusak jaringan granulasi, dari area
bersih ke kotor)*
10. Keringkan luka dengan kasa kering*
11. Balut luka sesuai kondisi luka: balutan basah-
kering/ balutan kering/ balutan modern (produk
pabrik)
12. Tutup luka*
13. Lepaskan sarung tangan
14. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
TUJUAN
1. Meningkatkan bersihan nafas klien
2. Mencegah infeksi
3. Meningkatkan rasa nyaman klien
PRINSIP
1. Steril
2. Berkesinambungan
3. Sesuaikan dengan kondisi klien
ALAT
1. Sarung tangan
2. Bengkok
3. Antiseptik (jika perlu)
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
23
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Kaji pernapasan klien
3. Peragakan pada klien cara batuk efektif:
- Tarik napas dari hidung keluarkan dari mulut
secara perlahan sebanyak 3-5 kali
- Kemudian pada akhir napas dalam kelima
Sebelum napas dikeluarkan tahan sesaat
kemudian batukkan dengan menutup mulut
dengan tangan yang telah dibalut tissue
- Buang sekret yang ada pada sputum pot
- Lakukan tindakan ini selama 5 menit. Dan
latihan ini dapat dilakukan 4-5 kali/ hari
(pagi bangun tidur, saat rileks, siang
sebelum makan dan sore setelah mandi)
4. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
24
17. FISIOTERAPI DADA (Perkusi, Vibrasi, dan Postural Drainage)
BATASAN
Merupakan tindakan mengeluarkan sekret melalui tiga tindakan perkusi, vibrasi, dan
postural drainase sekret dari berbagai segmen didasarkan pada Teori bahwa mukus
dapat dilepaskan dari dinding saluran nafas dan dibantu untuk keluar dari paru-paru.
TUJUAN
1. Membersihkan jalan nafas dari sekresi bronkhial yang berlebih
2. Mencegah pertumbuhan bakteri dan Infeksi lanjutan
[Link] obstruksi saluran nafas.
PRINSIP
Bersih
ALAT
Sarung tangan (bila diperlukan)
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
Perkusi
2. Pukul dada secara teratur dengan tangan
membentuk cup/mangkuk di area tempat
sekret berada
3. Hindari perkusi pada spina, ginjal, payudara,
insisi, atau tulang rusuk yang patah
Vibrasi
4. Gunakan tangan seperti bor yang halus,
tempatkan pada dada klien dan vibrasikan
secara cepat dan bertenaga saat klien
ekshalasi.
Postural Drainage
5. Sebelum dilakukan postural drainage berikan
obat bronkodilator atau terapi nebulasi (tidak
harus)
6. Posisikan klien pada posisi tidur tertentu
sesuai tempat sekret berada. Dan
pertimbangkan kondisi klien sebelum
memberikan posisi tersebut.
7. Lakukan tindakan akhir*
25
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
TUJUAN
1. Meningkatkan bersihan nafas klien
2. Mencegah infeksi
3. Meningkatkan rasa nyaman klien
PRINSIP
1. Bersih
2. Berkesinambungan
3. Sesuaikan dengan kondisi klien
ALAT
1. Set Oksigen (tabung, O2, flowmeter, humidifier) 4. Bengkok
2. Aquades + kom sedang 5. Antiseptik (jika perlu)
3. Plester non iritan 6. Nasal kanul/ masker
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Kaji pernapasan klien*
3. Kaji kondisi mulut dan hidung klien (bila
kotor, bersihkan dengan kassa/cotton bad
yang telah dilembabkan dengan cairan
isotonic/ NaCl 0,9 %)*
4. Sambungkan flowmeter dengan tabung
oksigen*
5. Isi humidifier dengan aqua sampai batas yang
telah ditentukan, kemudian sambungkan ke
flowmeter*
6. Sambungkan kanul dengan humidifier*
7. Kemudian putar flowmeter sesuai dengan
26
program terapi (kanul/ kateter: 24-44%/ 1–6
liter/ menit, sedangkan untuk masker 40%=5
liter/ menit)*
8. Pastikan apakah oksigen mengalir dengan
baik*
9. Beri fiksasi/ plester pada kanul dan untuk
direkatkan pada samping hidung/ pipi pasien*
10. Gantung tanda peringan pada botol tabung*
11. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
19. SUCTION
Suction merupakan tindakan berupa aspirasi sekret melalui kateter yang disambungkan
dengan mesin suction. Suction dilakukan pada saluran nafas bagian atas (oropharing &
nasopharing)
TUJUAN
1. Meningkatkan bersihan nafas klien
2. Mencegah infeksi
3. Membantu ventilasi
PRINSIP
1. Steril
2. Berkesinambungan
3. Sesuaikan dengan kondisi klien
ALAT
1. Sarung tangan steril 6. Mesin suction &
konektor Y
2. Bengkok 7. NaCl steril/aquades
steril
3. Antiseptik (jika perlu) 8. Kom steril
4. Handuk lembab 9. Masker
5. Selang suction [Link]
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
27
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Kaji pernapasan klien*
3. Letakkan handuk di dada klien/ di bawah
dagu
4. Tentukan tekanan suktion
5. Uangkan cairan isotonic/ NaCl 0,9% dalam
waskom seteril
6. Gunakan sarung tangan pada tangan
dominan
7. Sambungkan kateter penghisap ke alat
suktion
8. Jepit kateter dengan pinset anatomi dan
kemudian ujung kateter olesi dengan
jellysteril
9. Masukkan kateter 10-15 cm sepanjang sisi
mulut sampai ke oropharings
10. Basahi saluran napas dengan cairan isotonik
11. Berikan terapi oksigen 100% selama 1-2
menit
12. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
28
[Link] MAKAN PER-ORAL
Pemberian makan pada klien yang tidak mampu melakukan sendiri
TUJUAN
1. Mempertahankan kecukupan asupan nutrisi klien
2. melatih kemandiri klien
PRINSIP
1. Bantuan disesuaikan dengan kemampuan klien
2. Hindari aspirasi
ALAT
1. Alat makan klien dan makanannya
2. Alat bantu lain jika diperlukan
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. ........................................................................................................................
.....
2. ........................................................................................................................
.....
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Pastikan diet klien yang sesuai
(kalori&jenis)*
3. Tanyakan apakah klien ingin ke toilet
sebelum makan
4. Atur posisi makan klien sebisa mungkin
dengan posisi duduk
5. Lindungi pakaian dan tempat tidur klien
dari tumpahan makanan
6. Tanyakan makanan apa yang ingin
dimakannya lebih dahulu
7. Bantu klien makan sesuai kemampuan klien
dengan sabar dan tidak terburu-buru
8. Tawarkan minum sesuai keinginan klien
9. Lap/bersihkan mulut klien bila diperlukan
10. Bila telah selesai ambil tempat makan klien
11. Tawarkan apakah klien ingin membersihkan
mulut/ menggosok giginya
12. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
29
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Cek kepatenan selang NGT apakah masih
berada dilambung
3. Klem selang NGT, buka penutup selang,
dan hubungkan selang dengan wadah
makanan cair
4. Pasang alas makan dibawah sambungan
selang NGT dengan spuit yang berisi
makanan
5. Alirkan cairan perlahan dengan membuka
klem dan masukkan makanan cair sesuai
kebutuhan (jangan memberi dorongan)
6. Bilas selang dan biarkan air terakhir tetap
diselang
7. Klem dan tutup selang
8. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
30
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .........................
Lulus
[Link] NASO GASTRIC TUBE (NGT)
PRINSIP
1. Bersih
2. Pastikan posisi selang tepat dilambung
ALAT
1. Selang NGT no 14, 16, atau ukuran yang lebih kecil untuk anak-anak
2. Jelly
3. Sudip lidah
4. Penligt/senter
5. Syringe/alat suntuk ukuran 50 – 100 cc
6. Plester yang tidak menyebabkan iritasi
7. Bengkok
8. Gelas untuk mengisi air
9. Tissu
10. Normal salin
11. Sarung tangan nonsteril/steril
12. Stetoskop
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. ........................................................................................................................
.....
2. ........................................................................................................................
.....
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Inspeksi keadaan rongga mulut klien gunakan
sarung tangan jika perlu
3. Atur posisi pasien semi fowler dengan bantal di
belakang bahu/naikkan bagian kepala
4. Letakkan bengkok di atas dada dan berikan
31
tissu pada klien
5. Anjurkan klien untuk rileks dan bernapas
dengan salah satu hidung yang normal
6. Ukur panjang NGT yang akan dipasang :
diukur dari ujung hidung ke telinga lalui ke
prosesus xipodeus
7. Berikan tanda pada panjang NGT yang sudah
diukur dengan menggunakan plester atau
arteri klem
8. Siapkan plester dengan panjang 10 cm 2 buah
9. Pasang dan beri jelly sepanjang NGT yang
akan dipasang di lambung
10. Intruksikan klien untuk mengekstensikan
leher ke belakang, lalu masukkan selang
secara perlahan sepanjang yang telah
ditentukan
11. Lanjutkan memasang selang NGT sampai
meleawati naso pharing, jika gagal : hentikan
pemasangan dan instruksikan klien untuk
rilek dan beri tissue, dan jelaskan bahwa klien
harus menelan ketika selang masuk ke
pharing
12. Setelah melewati nasopharing (3-4 cm)
anjurkan klien untuk menekuk leher dan
anjurkan untuk menelan
13. Jika selesaikan memasang NGT sampai pada
ujung yang telah ditentukan anjurkan klien
untuk rilek dan bernapas normal
14. Lakukan tes untuk mengetahui letak
masuknya selang NGT ada 3 cara :
a. Injeksi 15 sampai dengan 20 cc udara
ke dalam lambung dan pada saat
bersamaan auskultasi daerah lambung
b. Masukkan ujung bagian luar selang
NGT ke dalam mangkok yang berisi air
bila ada gelembung udara berarti masuk
ke paruparu dan jika tidak berarti selang
masuk pada lambung
c. Aspirasi cairan lambung
15. Fiksasi selang dengan plester yang telah
disediakan
Mencabut NGT
16. Periksa instruksi dokter untuk pencabutan
NGT
17. Jelaskan prosedur kepada klien
18. Siapkan pencatatan
32
19. Cuci tangan dan pakai sarung tangan
20. Tempatkan handuk di atas dada klien secara
hatihati, buka plester dari hidung
21. Instruksikan klien untuk menarik napas dan
tarik selang perlahan-lahan
22. Lakukan tindakan akhir
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Lulus Penguji: .........................
33
[Link] INTAKE DAN OUTPUT
BATASAN
Pengukuran intake dan output cairan khususnya dilakukan padaklien
dengan pembatasan cairan atau mempunyai masalah dengan cairan tubuhnya
TUJUAN
1. Mendukung program terapi klien
2. Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh klien
PRINSIP
1. Tepat, akurat
2. Berkesinambungan
ALAT
1. Gelas ukur
2. Penampung urin
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Tempatkan penampung urin dan alat
pengukur jumlah urin pada tempatnya
sehingga mudah diketahui klien
3. Catat jumlah asupan cairan klien tiap shift
(minum, infus, NGT, dsb)
4. Ukur & catat pengeluaran cairan klien tiap
shift
5. Kosongkan wadah penampung cairan baik
urin, cairan dari NGT, drain luka, dsb setiap
selesai pengukuran misalnya tiap shift
6. Hitung total intakedan outputper shift
7. Bandingkan dengan kondisi hari
sebelumnya
8. Lakukan analisis (normal/ balance, balance
positiveatau balancenegative)
9. Lakukan tindakan akhir*
34
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
35
1. Tutup klem
2. Lepaskan infus set dari botol yang lama
3. Buka penutup botol infus dan tusukkan dengan infus
set
4. Gantungkan kembali botol infus
5. Atur kembali tetesan sesuai dengan kebutuhan klien
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
[Link]
BATASAN
Kateterisasi yang dimaksud adalah memasukkan kateter/selang ke dalam kandung
kemih melalui urethra untuk mengosongkan kandung kemih
TUJUAN
1. Mengatasi refensi kandung kemih
2. Diagnostik
PRINSIP
1. Steril
2. Bila ada tahanan saat memasukkan selang jangan dipaksa
3. Sebelum melakukan fiksasi dengan mengisi balon kateter, pastikan balon kateter
telah berada dalam kandung kemih
ALAT
1. Set kateter
2. Urinebag
3. Sarung tangan steril
4. Kapas/kassa + cairan sublimat
5. Kom bersih
6. Pinset bersih/sarung tangan bersih
7. Jelly
8. Spuit & steril water aquadest/ NaCl
9. Pengalas (alas bokong & perlak)
10. Bengkok
11. Verband (pengikat urine bag)
12. Sampiran
13. Plester
14. Lampu
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
36
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Berikan perawatan perineal-genital pada
klien, dengan menggunakan kapas sublimat.
Jika
klien sadar, tawarkan klien untuk
membersihkannya secara mandiri
3. Gunakan sarung tangan steril
4. Minta asisten untuk :
- Membuka plastik kateter dan
memberikan lubrikan pada kateter
tersebut
- Menyambungkan kateter dengan urin
bag
5. Masukkan selang kateter secara perlahan-
lahan. Jangan paksankan jika ada tekanan
dan selalu berkomunikasi dengan klien
selama tindakan
6. Setelah urine mengalir, minta asisten untuk
memasukkan aquadest steril/udara untuk
memompa balon. Jika urin belum mengalir,
minta klien untuk batuk (pada klien yang
sadar), atau tekan sedikit abdomen klien
(pada klien yang tidak sadar). Berikan jarak
2,5 cm untuk memompa balon, sehingga
balon terpompa di kandung kemih
7. Lepas sarung tangan
8. Plester selang kateter di paha
9. Ikat urine bag di sisi tempat tidur
10. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
37
[Link]
BATASAN
Enema merupakan suatu tindakan memasukkan cairan ke kolon melalui anus dengan
menggunakan kanul rektal
TUJUAN
1. Mendukung defekasi klien konstipasi
2. Membersihkan kolon untuk persiapan operasi
3. Diagnostik
4. Terapi
PRINSIP
1. Bersih
2. Tidak boleh terlalu sering diberikan
3. Jumlah dan jenis enema sesuaikan dengan kebutuhan klien
ALAT
1. Perlak
2. Selimut mandi
3. Bedpan atau commode atau pispot
4. Enema set/set irigasi : container, tubing/selang, klem, rektal tube
5. Jelly
6. Termometer untuk mengukur suhu cairan
7. Cairan isi container
8. Sarung tangan dissposable
9. Handuk/tissue dissposable
10. Air
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Lubrikasi ujung rektal tube 5 cm
3. Buka klem dan alirkan cairan melalui
selang dan rektal tube untuk
menghilangkan udara, kemudian tutup
klem
4. Pakai sarung tangan
5. Angkat bokong bagian atas (ekspose
daerah anus)
6. Masukkan tube dengan perlahan dan halus
ke dalam rektum sepanjang 7 – 10 cm
pada dewasa
38
7. Minta klien untuk tarik nafas dalam jika
terdapat tahanan pada internal anal
sphincter dan alirkan sedikit cairan
melalui tube
8. Tinggikan kontainer cairan 30 cm pada
huknah rendah dan 45 cm pada huknah
tinggi
9. Buka klem dan biarkan cairan mengalir
10. Masukkan cairan perlahan sampai habis
11. Tanggap terhadap respon klien saat
memasukkan cairan enema dan melakukan
intervensi yang tepat
12. Tutup klem
13. Keluarkan rektal tube dari anus di dalam
handuk disposibel
14. Anjurkan klien untuk menahan enema
(dalam keadaan berbaring)
15. Lakukan intervensi bila klien tidak
mampu/tidak kuat lagi menahan BAB
16. Pastikan klien menahan cairan pada waktu
yang tepat
17. Bantu klien untuk defekasi pada posisi
yang tepat
18. Observasi feses
19. Lepas sarung tangan
20. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
[Link] ROM
BATASAN
Latihan isotonik di mana klien menggerakkan setiap sendi tubuh dengan rentang gerak
yang lengkap, peregangan otot yang maksimal di sekitar sendi tersebut baik secara aktif
maupun pasif.
TUJUAN
1. Mempertahankan mobilitas sendi
2. Meningkatkan kekuatan otot
3. Mencegah atropi otot dan kontraktur
PRINSIP
1. Sesuai kekuatan klien
39
2. Perhatikan adanya kemerahan, nyeri, bengkak, atau deformitas pada sendi
ALAT
1. Goniometer (jika diperlukan)
2. Tempat tidur (jika diperlukan)
DIAGNOSA
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Persiapkan tempat tidur (TT): kunci TT, posisi TT
dalam tinggi yang tepat
3. Posisikan klien pada posisi terlentang dan lurus
4. Lakukan ROM pasif pada kepala dan leher
5. Lakukan ROM pasif pada ekstermitas atas kanan
dengan gerakan dan jumlah pengulangan yang tepat
- Tangan: fleksi dan ekstensi
- Bahu: abduksi, adduksi, rotasi internal dan rotasi
luar
- Elevasi dan depresi bahu
- Telapak tangan
- Jari
6. Lakukan ROM pasif pada ekstremitas bawah kanan
dengan gerakan dan jumlah pengulangan yang tepat:
- Kaki : fleksi dan ekstensi
- Paha : abduksi dan aduksi
- Paha : rotasi internal dan rotasi eksternal
- Tumit
- Pergelangan kaki : dorsifleksi, dan plantar fleksi
- Jari
7. Naikkan pengaman TT: letakkan pada sisi yang
berlawanan dengan bagian yang dilakukan ROM
8. Turunkan pengaman dan melakukan ROM pasif pada
ekstremitas atas kiri
9. Lakukan ROM pasif pada ekstremitas bawah
10. Lakukan tindakan akhir*
40
EVALUASI
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Posisi TT : kunci TT, tinggikan TT dengan
tepat dalam posisi data, turunkan pengaman
salah satu sisi
3. Minta pasien ikut membantu bila bisa
Posisi supine
4. Tempatkan pasien di tengah tempat tidur
pada posisi yang benar
5. Tempatkan bantal di bawah kepala dan bahu
6. Gunakan bantal, trochanter rolls, dan
footboard sesuai kebutuhan untuk
mempertahankan postur tubuh yang benar
dan mencegah penekanan pada tumir
7. Sangga tangan dan lengan dengan bantal
sesuai kebutuhan ; posisikan tangan pasien
pada posisi yang benar
Posisi Fowler dan semi fowler
41
8. Elevasikan kepada TT pada sudut yang benar
9. Gunakan bantal, towel rolls (gulungan kain),
dan sangga pasien sesuai kebutuhan untuk
menjaga dan mecegah nekrosis akibat
tekanan
Posisimiring
10. Pasien berbaring datar di atas TT, gerakkan
ke sisi jauh dari tenpat tidur
11. Miringkan pasien ke satu sisi
12. Perhatikan postur tubuh pasien
3. Tempatkan bantal di bawah kepala dan leher
dengan telinga tidak tertekuk
14. Tempatkan bantal di belakang punggung
pasien
15. Posisikan tangan dipinggir tubuh pasien
16. Sangga lengan bagian atas dengan bantal
17. Fleksikan lutut kaki atas dan sangga kaki
dengan bantal
Posisi Sim’s
18. Pasien pada posisi miring, gerakan pasien ke
depan ke arah abdomen
19. Posisikan tangan dengan tepat dan sangga
bila perlu
20. Berikan bantal untuk menyangga kaki
21. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
42
29. PEMBERIAN OBAT (MEDIKASI)
A. INTRAMUSKULAR
BATASAN
Memberikan medikasi melalui jalur intramuskular, memakai sarung tangan sebelum
melakukan tindakan dan melepaskan setelah selesai dilakukan
TUJUAN
Tindakan kolaboratif sebagai terapi pengobatan terhadap klien
PRINSIP
1. Steril
2. Perhatikan lokasi penyuntikan dari adanya infeksi, kerusakan integritas, adanya
serabut saraf disekitar lokasi
3. Memenuhi 6 Benar
ALAT
1. Spuit Obat
2. Obat sesuai perintah
3. Kapas Alkohol dan Kom kecil (tempat kapas alkohol)
4. Bak suntik & Baki/nampan
5. Sampiran
6. Pengalas
7. Bengkok
8. Sarung 9. tangan
PROSEDUR
Memuaskan Tidak
No. Prosedur
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Cuci tangan *)
3. Menerapkan 5 Benar: *)
• Benar nama & usia klien
• Benar cara pemberian obat
• Benar nama obat
• Benar waktu pemberian obat
• Benar dosis obat
• Benar dokumentasi
4. Persiapan obat: Menarik obat dari
ampul
Membaca label obat sekali lagi
Meyakinkan bahwa semua obat ada di
dasar ampul, ketuk-ketuk dengan jari
tangan bila terlihat masih ada obat di
kepala ampul
Menggergaji leher ampul bila diperlukan
43
Menggunakan kapas alkohol letakkan
disekitar leher ampul lalu mematahkan
leher ampul
Memegang ampul dengan tangan non
dominan dan alat suntik di tangan
dominan. Memasukkan jarum ke dalam
ampul dan menarik sesuai dengan dosis
yang diperlukan
44
14. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji:
Lulus ….....................
Penilaian 2: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji:
Lulus ….....................
Penilaian 3: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji:
Lulus ….....................
B. INTRADERMAL
BATASAN
Memberikan medikasi melalui jalur intradermal, memakai sarung tangan sebelum
melakukan tindakan dan melepaskan setelah selesai dilakukan
TUJUAN
Tindakan kolaboratif untuk memasukkan obat kedalam lapisan dermal yang terletak
dibawah lapisan epidermis, yaitu untuk: tes alergi, tes tuberkulin, dan untuk vaksinasi.
PRINSIP
1. Steril
2. Perhatikan lokasi penyuntikan dari adanya infeksi, kerusakan integritas, adanya
serabut saraf disekitar lokasi
3. Memenuhi 6 Benar
4. Pilihan area penyuntikan antara lain: di lengan bawah sisi dalam, paha atas, dan
punggung (di atas skapula)
ALAT
1. Spuit Obat (1 ml) dan jarum kecil dan tajam (no 25, 26, atau 27)
2. Obat sesuai perintah
3. Kapas Alkohol dan Kom kecil (tempat kapas alkohol)
4. Bak suntik & Baki/nampan
5. Sampiran
6. Pengalas
7. Bengkok
8. Sarung tangan
PROSEDUR
Memuaskan Tidak
No. Prosedur
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Cuci tangan *)
3. Menerapkan 5 Benar: *)
- Benar nama & usia klien
- Benar cara pemberian obat
- Benar nama obat
- Benar waktu pemberian obat
45
- Benar dosis obat
- Benar dokumentasi
4. Mempersiapkan obat yang akan diberikan tidak
didepan klien
5. Kembali ke klien: Dekatkan alat-alat yang
dibutuhkan & pasang sampiran
6. Tentukan area penyuntikan
7. Membaca Basmalah
8. Usapkan kapas alkohol pd area penyuntikan *)
9. Lakukan penyuntikan dengan sudut yang tepat
100 – 200 dari permukaan kulit , posisi jarum
menghadap ke atas *)
10. Menginjeksikan obat, biasanya prosedur ini
menyebabkan tonjolan kecil dibawah kulit pada
lokasi penyuntikan
11. Angkat jarum dengan cepat, kemudian
mengusap dengan kapas alkohol tanpa di pijat
12. Berkomunikasi dengan klien selama
melakukan tindakan
13. Menjaga privacy klien selama tindakan *)
14. Dokumentasi:
- nama obat
- dosis yang diberikan
- lokasi penyuntikan
- waktu pemberian
- cara pemberian
- reaksi alergi
- Tanda tangan perawat dan saksi
15. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji:
Lulus ….....................
Penilaian 2: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji:
Lulus ….....................
Penilaian 3: Tgl …......................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus
46
C. SUBKUTAN
BATASAN
Memberikan medikasi melalui jalur subkutan, memakai
sarung tangan sebelum melakukan tindakan dan melepaskan setelah selesai
dilakukan
TUJUAN
Tindakan kolaboratif untuk memasukkan obat kedalam lapisan subkutan (dibawah
dermis), biasanya digunakan untuk: vaksinasi, narkotika, insulin, dan heparin.
PRINSIP
1. Steril
2. Perhatikan lokasi penyuntikan dari adanya infeksi, kerusakan integritas, adanya
serabut saraf disekitar lokasi
3. Memenuhi 6 Benar
4. Pilihan area penyuntikan antara lain: lengan atas luar, punggung anterior,
abdomen, skapula, ventrogluteal atas, dan dorsogluteal
ALAT
1. Spuit Obat (2 ml) dan jarum kecil dan tajam
2. Obat sesuai perintah
3. Kapas Alkohol dan Kom kecil (tempat kapas alkohol)
4. Bak suntik & Baki/nampan
5. Sampiran
6. Pengalas
7. Bengkok
8. Sarung tangan
PROSEDUR
Memuaskan Tidak
No. Prosedur
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal
2. Cuci tangan *)
3. Menerapkan 5 Benar: *)
• Benar nama & usia klien
• Benar cara pemberian obat
• Benar nama obat
• Benar waktu pemberian obat
• Benar dosis obat
• Benar dokumentasi
4. Mempersiapkan obat yang akan diberikan tidak
didepan klien
5. Kembali ke klien: Dekatkan alat-alat yang
dibutuhkan & pasang sampiran
6. Tentukan area penyuntikan
7. Membaca Basmalah
47
8. Usapkan kapas alkohol pd area penyuntikan *)
9. Lakukan penyuntikan dengan sudut yang tepat
450 atau 900 dari permukaan kulit , posisi
jarum menghadap ke atas *)
10. Aspirasi bila tidak ada darah
masukan obat kebawah dermis.
11. Angkat jarum dengan cepat sambil menekan
kulit, kemudian memijat secara perlahan dengan
alkohol
12. Berkomunikasi dengan klien selama
melakukan tindakan
13. Menjaga privacy klien selama tindakan *)
14. Dokumentasi:
• nama obat
• dosis yang diberikan
• lokasi penyuntikan
• waktu pemberian
• cara pemberian
• reaksi alergi
• Tanda tangan perawat dan saksi
15. Lakukan tindakan akhir
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl ............................ Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .......................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl ............................ Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .......................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl ............................ Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: .......................
Lulus .
48
30. KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan
meneruskan makna atau arti, dengan tujuan terapeutik.
TUJUAN
1. Menjalin hubungan saling percaya antara P – K
2. Membantu pelaksanaan intervensi keperawatan
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Fase pra interaksi
- Eksplorasi perasaan, fantasi dan
ketakutan diri perawat
- Analisis kekuatan dan keterbatasan
diri
- Dapatkan data klien jika mungkin
- Menyusun rencana pertemuan
pertama dengan klien
3. Fase introduksi/ orientasi
- Analisis faktor yang mempengaruhi
mengapa klien butuh bantuan
- Bina hubungan saling percaya,
sikap menerima dan komunikasi
terbuka - Tentukan formulasi
kontrak :
Memanggil nama klien
Menjelaskan peran perawat dan
klien
Menjelaskan tanggung jawab
perawat dan klienHarapan perawat
dan klien
Tujuan hubungan
Menentukan lokasi, tempat, lama
dan waktu pertemuan
Kondisi-kondisi yang
mempengaruhi terminasi (waktu,
tercapainya tujuan,
klien pindah tempat rawat)
Kerahasiaan
- Eksplorasi stressor yang relevan
49
- Kembangkan wawasan klien
terhadap
dirinya
- Kembangkan koping mekanisme
yang
Konstruktif
4. Fase Kerja
- Eksplorasi stressor yang relevan
- Kembangkan wawasan klien
terhadap
dirinya
- Kembangkan koping mekanisme
yang
konstruktif
- Atasi perilaku yang resisten
5. Fase Terminasi
- Review kemajuan terapi dan
pencapaian tujuan
- Eksplorasi perasaan terhadap
penolakan, kehilangan, sedih, marah,
dan yang berhubungan dengan perilaku
lainnya
(evaluasi respon klien)
- Susun rencana tindak lanjut
- Buat kontrak yang akan datang
- Siapkan perpisahan yang realistis
6. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Kehilangan adalah pola karakteriskik respon psikososial dan fisiologis individu setelah
mengalami kehilangan orang yang berarti, objek, kepercayaan, atau hubungan.
TUJUAN
1. Memfasilitasi koping adaptif atas kehilangan yang dihadapi klien
PRINSIP
Hubungan saling percaya antara P - K
50
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal* Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
FaseDenial
Lulus .
2. Terima semua kemarahan yang muncul akibat
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
kesedihan Lulus .
3. Tingkatkan kesadaran pasien tentang
kenyataan kehilangan bila ia telah siap secara
emosional
4. Dengarkan pasien dengan penuh pngertian
5. Beri dukungan secara non verbal
6. Jawab pertanyaan dengan bahasa sederhana,
jelas dan singkat
7. Amati dengan cermat respons pasien
Fase Marah
8. Terima semua kemarahan yang muncul akibat
kesedihan klien
9. Dengarkan pasien dengan empati
10. Bantu pasien memanfaatkan sistem
pendukung
Fasetawarmenawar
11. Observasi perilaku pasien
12 Diskusikan perasaan pasien
13 Tingkatkan harga diri pasien
14. Cegah tindakan merusak diri
Fasepenerimaan
15. Kunjungi pasien secara teratur
16. Bantu paien untuk berbagi rasa
17. Baca rencana selanjutnya
18. Beri informasi sesuai dengan kebutuhan
klien/ keluarga
19. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
51
32. PERAWATAN MENJELANG AJAL
Perawatan menjelang ajal adalah perawatan yang diberikan kepada klien-klien dengan
penyakit atau kondisi terminal
TUJUAN
1. Mengantarkan klien yang menghadapi fase terminal/kematian untuk meninggal
dengan tenang dan damai
PRINSIP
Komunikasi terapeutik
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Hadapkan pasien ke arah qiblat dengan posisi
miring di atas sisi kanan
3. Peringatkan dan mengajarkan pasien
mengucapkan kalimat lailahaillallah
4. Juga kebersihan aqidah dari segala noda syirik
dengan :
- Anjurkan berserah diri
- Anjurkan untuk berzikir
- Anjurkan minta ampun, taubat (saat
bicara dengan suara lembut dan dekat
telinga)
5. Jaga kebersihan fisik
- Mengelap wajah tubuh dengan wash lap
dan keringkan
- Ganti pakaian yang bersih
- Pertahanan posisi miring kiri dan
menghadapi
kiblat
- Observasikan vital sign/suhu, tensi, nadi,
nafas/tiap ½ jam
- Monitor pemberian oksigen
- Monitor pemberian infus
6. Jaga lingkungan bersih dan tenang agar tidak
mengganggu pasien
7. Bacakan surat yasin
8. Lakukan tindakan akhir*
52
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
[Link] JENAZAH
Merupakanperawatan awal pada saat klien meninggal di ruangan/di rumah sakit
(sebelum perawatan jenazah yang lebih lengkap sesuai ajaran Islam)
TUJUAN
1. Persiapan pulang klien
2. Spiritual
PRINSIP
1. Bersih
2. Hikmat & jaga privasi klien
ALAT
1. Perlengkapan kebersihan diri
2. Sarung tangan
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. .............................................................................................................................
2. .............................................................................................................................
PROSEDUR
No. Prosedur Memuaskan Tidak
Memuaskan
1. Lakukan tindakan awal*
2. Gunakan sarung tangan
3. Berikan posisi supine dengan kepala agak
ditinggikan*
4. Lepaskan semua alat kesehatan yang
digunakan klien*
5. Lepaskan semua perhiasan dan pakaian
klien untuk dberikan pada keluarga klien
6. Bersihkan klien dan rapihkan rambut
klien
7. Berikan klien pakaian bersih dan atau
tutup klien dengan kain penutup*
8. Tempatkan klien pada ruangan yang
53
tenang dan biarkan keluarga klien
menemani*
9. Beri dukungan emosional pada keluarga
klien*
10. Lakukan tindakan akhir*
EVALUASI
Penilaian 1: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 2: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
54
Penilaian 3: Tgl.................... Hasil: Lulus/ Tidak Penguji: ........................
Lulus .
55
Lampiran 8
Nama Mahasiswa :
Ruangan :
Penilai :
Point penilaian 1 2 3 4
Kedisiplinan :
1. Ketepatan waktu datang
2. Kepetapatan waktu pulan9
3. Ketepatan waktu pengumpulan tugas
Nilai I = ∑ point/4 x 10 %
Kehadiran dan kinerja
1. Jumlah kehadiran praktik
2. Kesiapan praktik (termasuk peralatan)
3. Insisiatif dalam praktik
4. Komunikasi efektif dengan sejawat
5. Responsivness
6. Tanggungjawab
7. Aplikasi perilaku etik
Nilai II = ∑ point/2 x 10 %
Total = ∑ point/2 x 10 %
........., ………………………………….
Penguji:
….................................
Lampiran 9
Keperawatan Dasar 6
1
Penilaian LP
1. Kesesuaian dan Kejelasan LP
2. Daftar Pustaka
3. Penguasaan LP yang dibuat
4. Pre conference
5. Post Conference
Nilai 1= ∑point/5 * 10%
Laporan ADL & analisa kesenjangan
1. Kejelasan & Kebenaran ADL
2. Kejelasan & penguasaan
pembuatan analisa sintesa
3. Penguasaan rasional tindakan yang
dilakukan dalam ADL
Nilai 2= ∑point/3 * 10%
Asuhan Keperawatan dan Catatan
Perkembangan
1. Kelengkapan dan ketepatan pengkajian
2. Ketepatan Analisa data
3. Ketepatan perumusan masalah dan
diagnosa keperawatan
4. Ketepatan perencanaan askep
5. Ketepatan implementasi
6. Ketepatan evaluasi
7. Ketepatan Catatan perkembangan klien
Nilai 3= ∑point/7 * 15%
Pencapaian Target
1. Pencapaian target secara mandiri
2. Aplikasi perilaku etik selama praktik
3. Memahami rasional dari setiap target
4. Kelengkapan tindakan yang disupervisi
Nilai 4= ∑point/4 * 20%
Total = Nilai 1+2+3+4
............, ………………………………….
Penguji:
….................................
Lampiran 10
Keperawatan Dasar 6
1
No Aspek Penilaian 1 2 3 4
1 RENPRA (Rencana Perawatan)
Pengkajian
1. Kemampuan mengumpulkan data objektif dan Subjektif
(Keterampilan mengkaji)
2. Keakuratan dan kelengkapan data yang dikumpulkan
3. Kemampuan analisa data yang didapat
Diagnosa
1. Kesesuaian data dengan masalah keperawatan yang diangkat
2. Ketepatan perumusan diagnosa keperawatan
3. Kemampuan prioritas diagnosa keperawatan
Perencanaan
[Link] dan criteria hasil memenuhi criteria SMART
2. Intervensi yang direncanakan meliputi keperawatan mandiri
dan kolaboratif
3. Adanya intervensi kunci yang merujuk pada pemecahan
masalah
4. Rasional bersifat ilmiah
Dokumentasi
1. Ketepatan dokumentasi seluruh proses yang dilakukan dalam
format ASKEP yang disediakan
Nilai1=(totalpengkajian/3*30%)+(totaldiagnosa/3*15%)+
(totalperencanaan/4*50%)+(dokumentasi*5%)
2 TINDAKAN (IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
TENTATIF)
Merujuk pada penilaian tindakan praktek klinik pada lampiran
diatas
Nilai2=nilaiprosedursecarakeseluruhan
3 RESPONSI
1. Kemampuan menjelaskan pengkajian yang dilakukan
2. Kemampuan menjelaskan diagnosa yang diangkat dan alasan
prioritas data
3. Kemampuan menjelaskan perencanaan yang dibuat
4. Kemampuan menjelaskan alasan tindakan keperawatan
prioritas yang dilakukan
5. Kemampuan mengevaluasi dan menjelaskan dokumentasi
yang dilakukan
Nilai3=totalresponsi/5
NILAI = (1* 30%)+ (2*50%)+(3*20%)
............, ………………………………….
Penguji:
….................................
Keperawatan Dasar 6
1
Keperawatan Dasar 6
1