100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan6 halaman

Logoterapi Tingkatkan Penerimaan Diri Anak Broken Home

Penelitian ini mengkaji efektivitas konseling kelompok dengan logoterapi dalam meningkatkan penerimaan diri anak yang berasal dari keluarga broken home. Hasil studi awal menunjukkan bahwa beberapa anak merasa putus asa dan menutup diri. Penelitian menggunakan desain eksperimen pre-test post-test dan menunjukkan peningkatan skor rata-rata penerimaan diri. Konseling kelompok dengan logoterapi efektif meningkat

Diunggah oleh

Finta gea Angel gea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan6 halaman

Logoterapi Tingkatkan Penerimaan Diri Anak Broken Home

Penelitian ini mengkaji efektivitas konseling kelompok dengan logoterapi dalam meningkatkan penerimaan diri anak yang berasal dari keluarga broken home. Hasil studi awal menunjukkan bahwa beberapa anak merasa putus asa dan menutup diri. Penelitian menggunakan desain eksperimen pre-test post-test dan menunjukkan peningkatan skor rata-rata penerimaan diri. Konseling kelompok dengan logoterapi efektif meningkat

Diunggah oleh

Finta gea Angel gea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia

Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020


Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI


PADA ANAK BROKEN HOME

Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2


1,2
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
E-mail:hayati. sriayatina@[Link]/ 0852-4515-9353

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok dengan logoterapi dalam
meningkatkan penerimaan diri pada anak yang mengalami broken home. Penelitian ini mencakup mengenai
penerimaan dan memberikan perasaan positif, untuk menjalin komunikasi dipertahankan, mendengarkan dengan
pikiran terbuka untuk masalah, tulus, menerima terbatas di sana, dukungan dan cinta, cinta tanpa syarat. Hasil
observasi dan studi awal yang dilakukan oleh peneliti di MTs Al- Ikhwan Banjarmasin pada bulan November
2019, menunjukkan bahwa beberapa anak ada yang merasa putus asa dalam belajar karena orang tuanya
bercerai. Mereka cenderung lebih suka menutup diri di rumah dan membatasi hubungan. Metode yang
digunakan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen one group
pre-test post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa konseling kelompok dengan teknik logoterapi efektif dalam meneningkatkan penerimaan diri anak yang
mengalami broken home. Hasil statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti yakni nilai pre-test dan pos-
test memperoleh hasil mean pre-test sebesar 10,25 dan post-test sebesar 41,00. Jumlah responden yang
digunakan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 7 orang siswa. Karena nilai rata-rata hasil pre-test 10,25 <
post-test 41,00, maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata hasil penerimaan diri antara pre-test
dan post-test.

Kata Kunci:Group Counseling, Logotherapy, Broken Home

ABSTRACT

This study aims to determine the effectiveness of group counseling with logotherapy in increasing self-
acceptance in children who have broken home. This research includes regarding acceptance and giving positive
feelings, to establish sustained communication, listening with an open mind to the problem, being sincere,
receiving limited there, support and love, unconditional love. The results of observations and preliminary
studies conducted by researchers at MTs Al-Ikhwan Banjarmasin in November 2019, showed that there were
some children who felt frustrated in learning because their parents divorced. They tend to prefer closing
themselves at home and limiting relationships. The method used is to use a quantitative experimental method
with one group pre-test post-test experimental design. The data analysis technique used is the T-test. The results
showed that group counseling with logotherapy techniques was effective in increasing the self-acceptance of
children who had broken home. Descriptive statistical results from the two samples studied namely the pre-test
and post-test scores obtained a mean pre-test of 10.25 and a post-test of 41.00. The number of respondents used
as research samples is 7 students. Because the average value of the results of the pre-test 10.25 <post-test
41.00, then that means descriptively there are differences in the average results of self-acceptance between pre-
test and post-test.

Keywords:Group Counseling, Logotherapy, Broken Home

PENDAHULUAN

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 1
Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

Broken home dapat dikatakan sebagai bahwa penerimaan diri yang muncul dipengaruhi oleh
kekacauan dalam sebuah keluarga. Kekacauan dalam religiusitas dan dukungan emosional dari lingkungan.
keluarga merupakan bahan pengujian umum karena Ketiga subjek mampu membangun kemampuan
semua orang mungkin saja terkena salah satu dari resiliensi ditunjukkan dengan bangkit kembali dan
berbagai jenisnya, dan karena pengalaman itu memiliki harapan untuk masa depan.
biasanya dramatis, menyangkut pilihan moral dan Berbeda dengan hasil observasi dan studi awal
penyesuaian-penyesuaian pribadi yang dramatis. yang dilakukan oleh peneliti di MTs Al- Ikhwan
Kekacauan keluarga dapat ditafsirkan sebagai Banjarmasin pada bulan November 2019,
pecahnya suatu unit keluarga, terputusnya atau menunjukkan bahwa beberapa anak ada yang merasa
retaknya struktur peran sosial jika satu atau beberapa putus asa dalam belajar karena orang tuanya bercerai.
anggota gagal menjalankan kewajiban peran mereka Mereka cenderung lebih suka menutup diri di rumah
secukupnya (Goode, 2007: 184). dan membatasi hubungan.
Kondisi keluarga yang seperti inilah yang Dari hasil observasi tersebut dapat dipahami
memicu terjadinya broken home pada anak. Dalam bahwa masih ada anak dari keluarga yang broken
hal ini anak akan menjadi korban. Walaupun home yang memiliki makna hidup yang kurang
demikian, anak-anak tetap akan digadang-gadangkan karena anak dari keluarga yang bercerai
untuk menjadi penerus keluarga dan mampu berubah membutuhkan waktu untuk dapat menerima keadaan.
walaupun telah menjadi korban permasalahan Keadaan dimana seorang anak dari keluarga yang
keluarga. Beberapa anak mungkin akan ada yang hancur akan sadar dan mampu menerima kondisi
menerima, tetapi lebih banyak anak yang tidak orang tuanya yang bercerai adalah awal dari
menerima. Mereka akan menolak dengan ekspresi kemunculan makna hidup. Anak yang berasal dari
penolakan seperti marah, pergi keluar rumah, kondisi keluarga yang berantakan dan memiliki
merokok, pergaulan bebas, tidak pergi ke sekolah dan makna hidup akan merasa terdorong oleh motivasi
melakukan kejahatan. Jika ini terjadi terus-menerus, untuk terus hidup.
potensi anak akan hilang karena berpotensi Penyebab dari beban mental tidak hanya
memunculkan perilaku negatif dan dampaknya pada timbul dari dalam diri anak dari rumah yang
bangsa ini adalah akan kehilangan calon kandidat berantakan, tetapi penyebabnya juga bersumber dari
untuk potensi masa depan bangsa dalam membangun luar, terutama karena terbatasnya kapasitas ekonomi,
bangsa ini. dan tekanan dari masyarakat yang meyakini kurang
Secara psikologis, kondisi anak broken home tepat tentang seorang anak yang broken home.
tentunya akan berbeda dengan anak yang terlahir dari Menghadapi kondisi seperti itu anak dari keluarga
keluarga yang harmonis. Beberapa di antara ciri-ciri yang berantakan perlu memiliki sikap optimis,
anak broken home adalah pendiam, menjadi anak tangguh, ulet, berjiwa, bertanggung jawab, dan penuh
yang unggul, bijaksana, lebih peka atau peduli, harapan. Karena itu seorang anak dari keluarga yang
emosional tinggi, tidak sopan, selalu sedih, menjadi hancur perlu membangun harapan dan menerima
nakal, dan mudah takut. kenyataan bahwa orang tuanya telah bercerai. Anak-
Penelitian Wardhani (2016), menemukan anak di rumah yang tidak mampu menangani masalah
bahwa anak yang mengalami broken home memang ini, mereka akan bingung dan menjadi sedih. Namun
memiliki sikap bijaksana. Hal tersebut dapat dilihat tidak demikian halnya dengan anak dari keluarga
dari hasil penelitiannya yang menjelaskan bahwa yang hancur yang memiliki hasrat dan penerimaan
walaupun kedua orang tua sudah bercerai, namun yang tinggi. Mereka akan menemukan informasi yang
pendidikan mengenai nilai dan norma serta aturan dibutuhkan untuk masa depan mereka.
hidup terutama kedisiplinan dalam hidup tetap Makna dan tujuan hidup manusia adalah
diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka. fondasi yang siap menghadapi beban apa pun. Tanpa
Fauziah dan Wulandari (2019) juga makna dan tujuan yang jelas, ia akan terombang-
menemukan bahwa tidak semua anak yang mengalami ambing dalam permainan saat ini untuk
broken home akan mengalami hal buruk. Seperti hasil membingungkan dirinya sendiri. Demikian juga, anak
penelitiannya yang menemukan bahwa partisipan dari keluarga yang hancur harus memiliki makna dan
yang menjadi subjek penelitian dapat bertahan pada tujuan hidup yang jelas. Bastaman (2007: 50),
keadaan keluarga yang broken home karena adanya menyatakan bahwa harapan untuk membuat hidup
penerimaan diri yang positif. Ketiga subjek mengaku lebih bermakna. Harapan meski belum tentu menjadi

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 2
Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

kenyataan memberikan peluang dan solusi serta menemukan tujuan hidupnya. Pemilihan logoterapi
tujuan baru yang membangkitkan semangat dan dipertimbangkan sebagai terapi pilihan yang diberikan
penerimaan. Orang yang putus asa selalu pada penderita yang memiliki tingkat spiritual yang
menunjukkan sikap positif terhadap masa depan, baik serta memiliki nilai-nilai sebagai pedoman
percaya diri dan optimis dapat mencapai kehidupan hidupnya. Atas dasar tersebutlah logoterapi dipilih
yang lebih baik di tengah keputusasaan. untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak-anak
Pertanyaannya adalah apakah konseling individu yang mengalami broken home.
dengan teknik logoterapi dapat meningkatkan Jayanti (2019) dalam penelitiannya juga
penerimaan anak broken home. menemukan bahwa konseling logoterapi dapat
Menurut W.S. Winkel dalam arikunto (2002) membantu klien dalam menetapkan tujuan hidupnya,
konseling kelompok merupakan bentuk khusus dari klien yang menghadapi kesukaran menakutkan atau
layanan konseling, yaitu wawancara konselor berada dalam kondisi yang tidak memungkinkannya
profesional dengan beberapa orang sekaligus yang beraktivitas dan berkreativitas dibantu untuk
tergabung dalam suatu kelompok kecil. Di dalam menemukan makna hidupnya dengan cara bagaimana
konseling kelompok terdapat dua aspek pokok yaitu ia menghadapi kondisi tersebut dan bagaimana ia
aspek proses dan aspek pertemuan tatap muka. Aspek mengatasi penderitaannya. Konseling logoterapi
proses dalam konseling kelompok memiliki ciri khas mengajarkan kepada klien untuk melihat nilai positif
karena proses itu dilalui oleh lebih dari dua orang; dari penderitaan dan memberikan kesempatan untuk
demikian pula aspek pertemuan tatap muka karena merasa bersyukur terhadap penderitaan dan masalah
yang berhadapan muka adalah sejumlah orang yang yang sedang dialami oleh klien.
tergabung dalam kelompok, yang saling memberikan Erlangga (2017) dalam penelitiannya
bantuan psikologis. menemukan bahwa tingkat penerimaan anak broken
Sementara itu, logoterapi adalah aliran home meningkat setelah diberikan layanan terapi
psikologi atau psikiatri yang mengakui adanya kelompok dengan teknik logoterapi. Ditunjukkan
demensi kerohanian disamping dimensi ragawi dengan perubahan tingkat penerimaan anak broken
kejiwaan dan lingkungan social budaya, serta home sebelum diberikan perlakuan (evaluasi awal)
beranggapan bahwa kehendak untuk hidup bermakna dan sesudah (evaluasi akhir) sebesar 70 poin. Hasil uji
(the Will to the Meaning) merupakan dambaan utama efektivitas statistik perhitungan uji t juga
manusia untuk meraih kehidupan yang dihayati menunjukkan 0,010 < 0,05. Disimpulkan bahwa
bermakna (The Meaningfull Life). Logoterapi terapi kelompok dengan teknik logoterapi efektif
memiliki wawasan mengenai manusia yang untuk meningkatkan penerimaan anak anak broken
berlandaskan tiga pilar filosofis yang satu dengan home.
lainya erat hubunganya dan saling menunjang yaitu: METODE
Kebebasan berkehendak (The Freedom of Penelitian ini akan mengkaji dan menentukan
will), kehendak hidup bermakna (The Willto Meaning) efektifitas logoterapi dengan konseling kelompok
dan makna hidup (The Meaning of Life). Tujuan dari dalam meningkatkan penerimaan diri pada anak-anak
Logoterapi adalah membangkitkan “kemampuan yang mengalami broken home. Pada penelitian ini
untuk bermakna” dalam individu yang bersifat khusus peneliti menggunakan metode eksperimen dalam
dan pribadi bagi masing-masing orang. Teknik yang bentuk desain eksperimen one group pre-test dan
digunakan dalam Logoterapi antara lain Paradoxicial post-test. Peneliti menggunakan seluruh populasi
Intention, Dereflection, Medical Ministry, sebagai sampel yaitu berjumlah 7 orang. Teknik
Modification of Attitudes, Appealing Tehnique, pengambilan sampel berdarakan purposive sampling
Socratic Dialogue dan Family Logoterapi. Dengan yaitu pengambilan sampel berdasarkan karakteristik
logoterapi, klien yang menghadapi kesukaran yang sesuai dengan tema penelitian.
menakutkan atau berada dalam kondisi yang tidak Peneliti memberikan konseling kelompok
memungkinkan beraktifitas dan berkreativitas dibantu melalui teknik logoterapi sebanyak sepuluh kali
untuk menemukan makna hidupnya dengan cara terhadap sampel penelitian. Menurut Arikunto (2006:
bagaimana ia menghadapi kondisi tersebut dan 309), teknik analisis data adalah metode yang
bagaimana ia mengatasi penderitaannya. Dengan cara digunakan untuk mengolah data penelitian untuk
ini klien dibantu untuk menggunakan kejengkelan dan memperoleh kesimpulan. Teknik analisis data yang
penderitaannya sehari-hari sebagai alat untuk digunakan untuk menguji efektivitas layanan

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 3
Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

konseling individu dalam meningkatkan penerimaan HASIL DAN PEMBAHASAN


diri pada anak-anak yang mengalami broken home Berdasarkan hasil analisis data dengan
adalah dengan Uji T. Alasan penggunaan T test menggunakan teknik analisis data paired sample t-test
adalah karena agar bisa membandingkan dengan maka didapatkan hasil bahwa nilai korelasi antara
akurat hasil pre-test dan post-test pada pemberian pre-test dan post-test memiliki hubungan yang kuat
layanan logoterapi terhadap anak broken home. dan positif, hal tersebut dapat dilihat dari hasil
Instrumen yang digunakan adalah Beck Depression perhitungan analisis paired sample t-test sebagai
Inventory II berikut:
(BDI-II) skala kebermaknaan hidup dengan
nilai validasi < 0,05 serta nilai reliabilitas dengan
cronbach alpha adalah sebesar 0.850.

Paired Samples Statistics


Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pre_Test 10,2500 8 12,55559 4,43907
Post_Test 41,0000 8 50,22236 17,75629

Pada output di atas dapat dipahami bahwa hasil 41,00, maka itu artinya secara deskriptif ada
statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti perbedaan rata-rata hasil penerimaan diri antara pre-
yakni nilai pre-test dan pos- test memperoleh hasil test dan post-test. Selanjutnya untuk membuktikan
mean pre-test sebesar 10,25 dan post-test sebesar apakah perbedaan terebut benar-benar nyata
41,00. Jumlah responden yang digunakan sebagai (signifikan) atau tidak, maka perlu menafsirkan hasil
sampel penelitian adalah sebanyak 7 orang siswa. uji paired sample t test yang terdapat pada tabel
Karena nilai rata-rata hasil pre-test 10,25 < post-test output paired sample t test di bawah ini:

Paired Samples Correlations


N Correlation Sig.
Pair 1 Pre_Test & Post_Test 8 1,000 ,000

Output di atas menunjukkan hasil uji korelasi atau korelasi adalah sebesar 1,00 dengan nilai signifikansi
hubungan antara kedua data atau hubungan variable (sig) sebesar 0,000.
pre-test dengan variabel post-test. Berdasarkan hasil di
atas maka dapat diketahui bahwa nilai koefisien

Paired Samples Test


Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std. Std. Error Difference Sig. (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)
Pair 1 Pre_Test - -30,75000 37,66677 13,31721 -62,24021 ,74021 -2,309 7 ,002
Post_Test

Pada output berikutnya adalah nilai sig. (2- ditunjukkan secara empiris bahwa konseling
tailed) yaitu sebesar 0,002 > 0,05, maka dapat kelompok dengan teknik logoterapi adalah
dipahami bahwa teknik logoterapi efektif dalam eksperimen yang efektif untuk meningkatkan
meningkatkan penerimaan diri pada anak-anak yang penerimaan diri pada anak-anak yang mengalami
mengalami broken home. Seperti yang telah broken home.

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 4
Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

Seorang anak dari keluarga yang hancur sering ketiga komponen kebermaknaan hidup terpenuhi.
menunjukkan reaksi emosional tertentu. Reaksi Ketiga komponen tersebut adalah kehendak bebas,
emosionalnya mengejutkan, perasaan ditolak keinginan untuk hidup yang bermakna (logotherapy)
keadaannya, perasaan sedih, cemas, marah, dan dan makna hidup. Anak dari keluarga yang hancur
akhirnya bisa menyesuaikan diri untuk menerima memiliki kebebasan untuk menentukan posisinya,
situasi Mangunsong (2011: 163). Keadaan ketika anak baik untuk keluarganya dan bahkan untuk dirinya
dari rumah yang berantakan dapat menyadari dan sendiri, kebebasan, harus disertai dengan tanggung
dapat menerima kondisinya sebagai titik awal jawab. Anak dari keluarga yang hancur juga memiliki
keinginan untuk kehidupan yang bermakna. kebebasan dan kemampuan untuk mengubah kondisi
Keinginan mereka untuk harus berarti dalam hidupnya kehidupan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih
(logotherapy) akan membuat anak dari rumah yang tinggi. Komponen selanjutnya adalah keinginan untuk
berantakan mengisi hari-harinya dengan kegiatan hidup yang bermakna. Keinginan untuk hidup yang
yang memiliki manfaat untuk dirinya sendiri. bermakna (logotherapy) akan mendorong anak-anak
Keinginan untuk menjalani kehidupan yang bermakna untuk terlibat dalam rumah tangga yang hancur yang
(logotherapy) terpenuhi akan membawa kehidupan dia jalani menjadi lebih bermakna. Keinginan itu bisa
yang bermakna sehingga kebahagiaan meskipun anak- menjadi motivasi agar anak dari rumah yang
anak yang hancur memiliki orang tua yang bercerai berantakan akan melakukan segala upaya untuk
dan jika keinginan itu tidak terpenuhi, anak dari memenuhi kebutuhan dirinya untuk berkembang
keluarga yang hancur akan merasa hidup tidak berarti. secara optimal untuk memaksimalkan
Anak dari keluarga yang hancur yang dapat kemampuannya. Makna kehidupan komponen
memahami makna hidup akan mencoba terakhir adalah makna hidup. Makna hidup akan
membeatifikasi perasaan hampa dan putus asa dalam memberikan nilai khusus kepada anak dari rumah
kehidupan sehari-hari. yang hancur karena dengan makna hidup anak dari
Kebahagiaan yang diperoleh anak dari rumah rumah yang hancur akan memiliki cita-cita, tujuan
yang berantakan adalah hasil dari upaya dan kerja hidup yang jelas dan diarahkan kepadanya.
keras yang dilakukan dengan menjalankan kegiatan
yang berarti. Makna hidup yang dirasakan oleh anak- Hasil penelitian ini sejalan dengan Jayanti
anak yang dirusak rumah tangga tidak mudah dicapai, (2019) yang mana dalam penelitiannya juga
tetapi ada beberapa faktor pendukung. Faktor menemukan bahwa konseling logoterapi dapat
pendukung untuk mencapai kebermaknaan hidup membantu klien dalam menetapkan tujuan hidupnya,
adalah nilai-nilai kreativitas (kreatif), apresiasi nilai klien yang menghadapi kesukaran menakutkan atau
dan nilai keberadaan. Nilai kreatif dapat ditunjukkan berada dalam kondisi yang tidak memungkinkannya
dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi beraktivitas dan berkreativitas dibantu untuk
pekerjaan, pekerjaan dan tugas sebaik mungkin menemukan makna hidupnya dengan cara bagaimana
dengan penuh tanggung jawab. Melalui kerja dan ia menghadapi kondisi tersebut dan bagaimana ia
kerja, seseorang dapat menemukan makna hidup dan mengatasi penderitaannya. Konseling logoterapi
ke dalam kehidupan secara signifikan. Nilai-nilai mengajarkan kepada klien untuk melihat nilai positif
tersebut juga dapat mempengaruhi apresiasi seseorang dari penderitaan dan memberikan kesempatan untuk
untuk dapat mencapai kebermaknaan hidup. Nilai- merasa bersyukur terhadap penderitaan dan masalah
nilai apresiasi kepercayaan diri dan apresiasi nilai- yang sedang dialami oleh klien.
nihil kebenaran, kebijaksanaan, keindahan, iman, Sesuai dengan dukungan teori sebelumnya
agama, dan cinta. Anak dari keluarga yang hancur Erlangga (2017) dalam penelitiannya juga
yang percaya dan menghayati nilai-nilai yang dapat menemukan bahwa tingkat penerimaan anak broken
membuat hidup bermakna. Faktor lain yang home meningkat setelah diberikan layanan terapi
mendukung pencapaian kebermaknaan hidup adalah kelompok dengan teknik logoterapi. Ditunjukkan
nilai-nilai sikap, nilai-nilai yang ada ditandai dengan dengan perubahan tingkat penerimaan anak broken
menerima dengan tabah, kesabaran, dan keberanian home sebelum diberikan perlakuan (evaluasi awal)
dalam menerima segala bentuk penderitaan yang tidak dan sesudah (evaluasi akhir) sebesar 70 poin. Hasil uji
dapat dihindari. efektivitas statistik perhitungan uji t juga
Anak dari keluarga yang berantakan dapat menunjukkan 0,010 < 0,05. Disimpulkan bahwa
dikatakan memiliki kehidupan yang bermakna ketika terapi kelompok dengan teknik logoterapi efektif

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 5
Sri Ayatina Hayati1 & Aminah2
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Tersedia Online: [Link]
p-ISSN. 2460-9722 e-ISSN. 2622-8297

untuk meningkatkan penerimaan anak anak broken Prayitno. 1995. Guidance and Counseling Services.
home Jakarta: Ghalia Indonesia
Saidiyah, S., Julianto, V. (2016). Problem Pernikahan
PENUTUP dan Strategi Penyelesaiannya: Studi Kasus
Layanan teknik konseling kelompok Pada Pasangan Suami Isteri Dengan Usia
logotherapy efektif untuk meningkatkan penerimaan Perkawinan di Bawah Sepuluh Tahun. Jurnal
diri anak-anak yang mengalami broken home pada Psikologi UNDIP. Vol. 15. No. 2. Oktober
semua indikator yang meliputi: menunjukkan 2016, 124-133.
penerimaan dan memberikan perasaan positif, untuk Willis, S.S. (2004). Individual Counseling Theory and
menjalin komunikasi dipertahankan, mendengarkan Practice. Bandung: Alfabeta
dengan pikiran terbuka untuk masalah, tulus,
menerima terbatas di sana, dukungan dan cinta, cinta
tanpa syarat.
Saran
Saran peneliti adalah agar penanganan broken
home menjadi prioritas utama bagi anak-anak yang
mengalaminya. Karena hal tersebut berpengaruh
terhadap hasil belajar dan perkembangan karir anak.

REFERENSI
Suharsimi, A. (2002). Research Procedure A
Practical Approach. Jakarta: Rineka Reserved
Bastaman. (2007). logotherapy Psychology to Find
the Meaning of Life and Achieve Meaningful
Life. Jakarta: PT. King Grafindo Persada.
Erlangga, E. 2017. Terapi Kelompok Dengan Teknik
Logoterapi Untuk Meningkatkan Penerimaan
Anak Broken Home. Jurnal Penelitian
Pendidikan Indonesia (JPPI). Vol. 2, No. 1,
Januari 2017. ISSN 2477-2240 (Media Cetak).
2477-3921 (Media Online).
Erlangga, E. (2017). Logotherapy Counseling to
Improve Acceptance of Broken Home Child.
Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan
dan Konseling. Guidena. Volume 7 Number 1,
Page 63-67, Juni 2017. ISSN: 2088-9623
(Print) – ISSN: 2442-7802 (Online).
Frankl, E.V. (2003) Psychological therapy
logotherapy (Through the Making of
Existence). Yogyakarta: Creative Discourse.
Jayanti, N. (2019). Konseling Logoterapi Dalam
Penetapan Tujuan Hidup Remaja Broken
home. Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-
Journal). p-ISSN 2089-9955, e-ISSN 2355-
[Link]://[Link]/[Link]
p/[Link]://[Link]/10.24042/kons.v6i1.4
203
Prayitno & Amti, E. (1994). Fundamentals of
Guidance and Counseling. Jakarta: Rineka
Reserved

Dipublikasikan Oleh :
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin 6

Anda mungkin juga menyukai