0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Pengaruh Etika dan Teknik Audit pada Kinerja Auditor

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer terhadap kinerja auditor. Hasilnya menunjukkan bahwa etika profesi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan motivasi kerja dan teknik audit berbantuan komputer tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

Diunggah oleh

ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Pengaruh Etika dan Teknik Audit pada Kinerja Auditor

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer terhadap kinerja auditor. Hasilnya menunjukkan bahwa etika profesi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan motivasi kerja dan teknik audit berbantuan komputer tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

Diunggah oleh

ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PERSEPSI AUDITOR ATAS ETIKA PROFESI, MOTIVASI, DAN

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER


PADA PERSEPSI ATAS KINERJA AUDIT

Michelle Kristian1)

1
Universitas Tarumanagara
email: michellek@[Link]

Abstract
The purpose of this study was to examine the impact of professional ethics, work motivation, and
computer assisted audit techniques on performance of Junior and Senior level auditor. In this study,
professional ethics, work motivation, and computer assisted audit techniques is not indicated by any
indicator. This research was conducted by using a survey method, we provided the questionnaires to
auditors in CPA Firm Tangerang and Jakarta. The data used was primary data with 150 auditors
data as sample. There were 150 questionnaires distributed, 125 questionnaires returned. From
questionaires returned we used only 110 questionnaires. Data Analysis method is multiple linear
regressions. The research has result as follows (1) Professional ethics has significant influence on
performance,(2) Work motivation does not have significant impact on performance auditor, (3)
Computer assisted audit techniques does not have significant impact on performance auditor, (4)
Professional ethics, work motivation, and computer assisted audit techniques simultaneously have
significant impact on performance auditor.
Keywords : professional ethics, work motivation, computer assisted audit techniques and auditor
performance
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh etika profesional, motivasi kerja, dan teknik
audit berbantuan komputer( TABK ) pada kinerja tingkat Junior Senior auditor. Dalam penelitian ini
etika profesional, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer tidak diindikasikan oleh
indikator apapun. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, kami memberikan kuesioner
kepada auditor di Kantor CPA Tangerang dan Jakarta. Data yang digunakan adalah data primer
dengan 150 data auditor sebagai sampel. Ada 150 kuesioner yang disebar untuk penelitian ini, 125
kuesioner yang dikembalikan. Dari kuesioner yang dikembalikan kami hanya menggunakan 110
kuesioner. Metode Analisis Data adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini (1) Etika
profesional berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor, (2) Motivasi kerja tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja auditor, (3) Teknik audit berbantuan computer( TABK) tidak
berpengaruh signifikan pada kinerja auditor, (4) Etika profesional, motivasi kerja, dan teknik audit
berbantuan komputer( TABK ) berpengaruh ssignifikan pada kinerja auditor secara simultan.
Keywords : etika profesi, motivasi kerja, teknik audit berbantuan komputer dan kinerja

PENDAHULUAN
Pekerjaan Auditor harus dilakukan sesuai standar audit dan menjunjung etika [Link]
profesi adalah bentuk pengabdian karena bagi seorang auditor. Auditor bertanggung jawab kepada
semua stakeholder sebagai pemakai laporan keuangan dan memenuhi tujuan laporan keuangan
adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus
kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam pembuat
keputusan (IAI, 2014: 13).
Menurut Arens, dkk (2014), auditing adalah mengumpulkan bukti dan mengevaluasinya
informasi guna menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang
telah ditetapkan. Dan menurut Messier (2014) audit merupakan suatu proses yang sistematik untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi tentang kegiatan dan
peristiwa ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria
yang ditetapkan dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
Menurut Whittington, dkk (2015) adalah pihak independen melakukan pemeriksaan laporan
keuangan perusahaan. Audit membuat pertanyaan dan menjalankan prosedur audit, mengumpulkan
bukti guna memastikan laporan keuangan telah disediakan secara memadai dan cukup selama periode
diaudit.
Menurut Arens [Link] (2012) terdapat tiga jenis/type dalam melakukan auditting:
1. Operational Audit
2. Compliance Audit
3. Financial Audit

Dalam melaksanakan audit, auditor harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan
oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yaitu Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Menurut SPAP (2011), audit report merupakan sarana untuk menyatakan pendapat audit, atau apabila
keadaan mengharuskan untuk tidak memberikan pendapat Laporan auditor Independen terdiri dari
opini akuntan publik memberikan pendapatnya terhadap kewajaran laporan keuangan yang disusun
oleh manajemen dan merupakan tanggung jawab manajemen. Opini audit adalah tangggung jawab
auditor atas Laporan keuangan yang diauditnya.
Hasil penelitian ini melanjutkan hasil penelitian penelitian sebelumnya yang dilakukan penulis yaitu
Pengaruh independensi Auditor, audit fee, ukuran Kantor Akuntan publik, pengetahuan, pengalaman
kerja dan motivasi auditor terhadap kualitas audit. Disamping itu juga melanjutkan penelitian oleh
Wirasuasti, et al. (2014) mengenai motivasi berpengaruh terhadap kualitas audit, hasil penelitian Putri
(2013) mengenai etika profesi terhadap kinerja auditor, penelitian Triyanthi (2015) dan Sujana (2014)
motivasi kerja terhadap kinerja, hasil penelitian Praktiyasa (2020) dan Surya (2020) dimana TABK
berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

Rumusan masalah yang diteliti (1) Apakah etika profesi mempengaruhi kinerja auditor, (2) Apakah
motivasi kerja mempengaruhi kinerja, (3) Apakah penggunaan teknik audit berbantuan komputer(
TABK ) mempengaruhi kinerja. (4) Apakah etika profesi, motivasi kerja dan penggunaan teknik audit
berbantuan computer (TABK) mempengaruhi kinerja auditor.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini membahas mengenai pengaruh etika profesi, motivasi kerja, penggunaan teknik audit
berbantuan komputer terhadap kinerjai auditor. Sample kuesioner diberikan kepada objek penelitian
yaitu auditor di Kantor CPA Tangerang dan Jakarta. Data yang digunakan adalah data primer dengan
150 data auditor sebagai sampel. Sampel auditor adalah auditor yang memiliki pengalaman kerja
minimal satu tahun di bidang audit dan minimal S1 di jenjang pendidikan.

Metode penelitian ini menggunakan metode Causal Study, suatu studi di mana peneliti ingin
menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah dalam penelitian (Sekaran, 2016). Riset
membuktikan adanya hubungan sebab akibat secara langsung antara variabel yang mempengaruhi
(variabel indiependen) yaitu etika profesi, motivasi kerja dan enggunaan teknik audit berbantuan
computer, dengan variabel yang dipengaruhi (variable dependen) kinerja auditor.
Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel dependen dan variabel independen.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit yang diukur dengan menggunakan
kuesioner milik Rahmina dan Agoes (2014) yang menggunakan skala interval. Kuesioner tersebut
terdiri dari 10 butir pernyataan dengan 1 butir pernyataan negatif, yaitu pada nomor 9. Pernyataan
dalam kuesioner tersebut diukur dengan menggunakan skala likert dengan pemberian skor 1 untuk
“Sangat Tidak Setuju”, skor 2 untuk “Tidak Setuju”, skor 3 untuk “Netral”, skor 4 untuk “Setuju”,
dan skor 5 untuk “Sangat Setuju”.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah etika auditor, motivasi auditor dan TABK. Dalam
penelitian ini, motivasi auditor diukur menggunakan kuesioner milik Oktaviani dan Marlinah (2014)
yang menggunakan skala interval. Kuesioner ini terdiri dari 10 butir pernyataan. Dalam penelitian ini,
etika diukur menggunakan kuesioner milik Riani (2013) yang menggunakan skala interval. Kuesioner
ini terdiri dari 4 butir pernyataan. an tabk Kuesioner ini terdiri dari 8 butir pernyataan.

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data adalah data primer, data yang langsung diambil dari nara sumbernya.
Dengan mengirimkan kuesioner yang dikirimkan kepada para auditor yang bekerja di KAP yang
berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Adapun kuesioner diberikan kepada auditor sebagai responden
dimana survei diberikan kepada auditor secara langsng atau/dan mendistribusikan kuesioner melalui
rekan/group. Kuesioner adalah sejumlah pernyataan yang berhubungan dengan penggunaan teknik
audit berbantuan computer, motivasi kerja. Adapun pengukuran variabel menggunakan skala likert.

Teknik Pengambilan Sample


Pemilihan sample dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik yang berlokasi di Jakarta dan
Tangeang. Sedangkan sample adalah auditor dengan masa kerja lebih dari 1 tahun. Pengambilan
sample menggunakan non probability sampling, dengan cara Convenience Sampling yaitumemilih
sample berdasarkan kemudahan peneliti (Sekaran, 2016).

Data sampel adala respon kuesioner yang didistribusikan kepada auditor. Adapaun Kkuesioner
distribusi dimulai tanggal 14 November 2020 sampai tanggal 30 Desember 2020. Pendistribusian
kuesioner ke 15 Kantor Akuntan Publik terdaftar di Direktori KAP Institut Akuntan Publik Indonesia
(IAPI). Pendistribusian kuesioner berdasarkan lokasi dapat dilihat di Tabel 1. Pendistribusian
kuesioner berdasarkan KAP.
Tabel 1

Pendistribusian Kuesioner Berdasarkan Lokasi
Jumlah KAP Jumlah KAP
Lokasi
(IAPI) (Pendistribusian)

Jakarta 9 85

Tangerang 6 65

Tabel 2

Sampel Penelitian
Jumlah Presentase

Jumlah kuesioner didistribusikan 150 100%

Jumlah kuesioner kembali 125 83%

Jumlah kuesioner tidak dapat digunakan 15 10%

Jumlah kuesioner dapat digunakan 110 73%

Sebanyak 150 kuesioner yang didistribusikan ke KAP di Jakarta Tangerang. Dari 150 kuesioner,
jumlah kuesioner kembali 125 kuesioner atau sebesar 83%. terdapat 15 kuesioner atau sebesar 10%
dari kuesioner tidak sesuai dengan kriteria, yaitu 4 kuesioner tidak terisi dan 11 kuesioner yang tidak
lengkap diisi. kuesioner yang dapat digunakan 110 kuesioner atau 73% dari total kuesioner.

Tabel 3
Karakteristik Responden
Jumlah Presentase

Jenis Kelamin

Wanita 58 53%

Pria 52 47%

Total 110 100 %

Pendidikan Terakhir

S3 - -

S2 13 12%

S3 - -

Total 110 100%

Posisi saat ini

Senior Auditor 29 27%

Junior Auditor 81 73%

Total 110 100%

Lama Bekerja

1-3tahun 80 73%

> 3-5tahun 29 26%

> 5 tahun 1 0,90%

Total 110 100%

Berdasarkan data karakteristik responden pada Tabel 3, jenis kelamin responden didominasi oleh
wanita, yaitu 53%, pria 47%. Pendidikan terakhir S1 88% dan berpendidikan S2 12%. Posisi para
responden didominasi oleh posisi junior auditor, yaitu sebesar 73%, jabatan senior auditor sebesar
27%, Lama bekerja responden dibidang audit sampai saat ini didominasi oleh responden yang bekerja
di bidang audit selama 1-3 tahun sebesar 73%, responden yang bekerja lebih dari 3 sampai 5 tahun
26%, dan sisanya adalah responden yang bekerja di bidang audit selama lebih dari 5 tahun 0,90%.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data menggunakan program IBM SPSS 21. Model penelitian adalah modelregresi
linear berganda. Pengujian dengan antara lain uji statistik deskriptif, ,uji normalitas, uji validitas, uji
reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik (multikolonieritas, heteroskedastisitas), dan uji hipotesis
(koefisien determinasi
N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.
Deviation
TotalX1 110 9.0 22.0 30.0 2852.0 25.918 2.0682
TotalX2 110 10.0 21.0 30.0 2844.0 25.855 2.0714
TotalX3 110 6.0 15.0 20.0 1902.0 17.291 1.5286
TotalY 110 11.0 24.0 35.0 3191.0 29.009 2.0205
Valid N 110
(listwise) HASIL
DAN PEMBAHASAN
Keterangan :
X1 = Etika Profesi
X2 = Motivasi
X3 = Teknik Audit Berbantuan Komputer
Y = Kinerja Auditor

Statistik deskriptif pada Tabel 4 menunjukkan jumlah responden (N) sebanyak 110. Untuk variabel
etika profesi (X1) diketahui bahwa nilai (min) adalah 22 dan nilai max 30. Sum dari 110 responden
adalah 2852 dengan (mean) 25,918 berarti jawaban responden rata rata atas 6 butir pernyataan etika
profesi adalah setuju dengan laporan audit yang dihasilkan sesuai dengan SAK yang berlaku,
memiliki tanggung jawab bila hasil pemeriksaan masih memerlukan perbaikan, tidak dapat
diintimidasi, dan melakukan audit secara hati-hati agar bisa mendeteksi kecurangan. Variabel etika
profesi memiliki standar deviasi sebesar 2,0682.
Pada variabel motivasi kerja (X2) diketahui bahwa nilai min adalah 21 dan nilai (max) adalah
30. sum dari 110 responden yaitu 2844 dengan mean 25,855 artinya jawaban responden rata-rata atas
6 pernyataan untuk variable motivasi kerja adalah setuju dengan hal-hal yang dapat memotivasi
auditor dalam melakukan tugas pemeriksaan seperti pekerjaannya, gaji yang diterimanya, profesi
jabatan, perlakuan perusahaan, respek dari orang lain, dan hubungan baik dengan atasan dan auditee,
serta auditor memiliki cara untuk meningkatkan kinerja auditnya dan menerima evaluasi kinerja yang
memuaskan. Variabel motivasi auditor memiliki standar deviasi sebesar 2,0714.
Pada variabel teknik audit berbantuan komputer (X3) diketahui bahwa nilai (min) yaitu 15 dan
nilai (max) adalah 20. Jumlah (sum) dari 110 responden adalah 1902 dengan jawaban (mean) 17,291
artinya jawaban atas 4 butir pernyataan untuk variabel teknik audit berbantuan komputer adalah rata-
rata setuju bahwa penggunaan komputer mempermudah akses dan pemeliharaan dokumentasi serta
akurat dalam perhitungan. Variabel teknik audit berbantuan komputer memiliki standar deviasi
sebesar 1,5286.
Pada variabel kinerja auditor (Y) diketahui bahwa nilai (min) adalah 24 dan nilai max yaitu
35. Dan sum dari 110 responden yaitu 3191 dengan mean 29,009 artinya jawaban diterima dari 7 butir
pernyataan kinerja adalah rata-rata setuju karena auditor patuh dan menyelesaikan tugas sesuai
deadline tepat waktu serta mengutamakan kerja sama dengan rekan sekerja. Variabel kinerja auditor
memiliki standar deviasi sebesar 2,0205.
Uji Validitas
Tabel 5
Hasil Uji Validitas
Variabel Sig. (2-tailed) Keterangan

Etika Profesi 0.000 - 0.000 Valid

Motivasi Kerja 0.000 - 0.000 Valid

Teknik Audit Berbantuan Komputer 0.000 - 0.000 Valid

Kinerja Auditor 0.000 - 0.000 Valid

Sumber : Data yang diolah

uji validitas Tabel 5 menunjukkan bahwa etika profesi yang mempunyai 6 butir pernyataan, var
kompetensi 10 butir pernyataan, variabel motivasi kerja 6 butir pernyataan, variabel independensi 8
butir pernyataan, variabel TABK 4 butir pernyataan, dan variabel kinerja auditor yang terdiri dari 7
butir pernyataan dengan sig. (2-tailed) 0.000. Dengan demikian semua butir pernyataan pada etika
profesi, kompetensi, motivasi kerja, independensi, TABK dan performa auditor adalah valid.

Uji Reliabilitas
Tabel 6
Hasil Uji Reliabilitas

Cronbach's Alpha Based on


Variabel
Standardized Items

Etika Profesi 0.799

Motivasi Kerja 0.759

Teknik Audit Berbantuan Komputer 0.729

Kinerja 0.701

Sumber: Data yang diolah

Berdasarkan table 6, variabel etika profesi yaitu 0.799, dimana motivasi kerja adalah sebesar 0.759,
untuk variabel TABK yaitu 0.729, dan kinerja auditor yaitu 0.701. Keenam variabel tersebut memiliki
nilai Cronbach’s Alpha di atas atau sama dengan 0.7, sehingga dipastikan reliable.
Uji Normalitas
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 110
Mean .0000000
Normal Parametersa,b
Std. Deviation 1.57288819
Absolute .049
Most Extreme Differences Positive .040
Negative -.049
Kolmogorov-Smirnov Z .519
Asymp. Sig. (2-tailed) .951

Dari tabel one-sample Kolmogorov-Smirnov yaitu 0,951 (> 0,05) Model penelitian adalah terdistribusi
normal karena one-sample Kolmogorov-Smirnov > 0,05.
Uji Asumsi Klasik
Uji Multikolonieritas
Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada tidak terdapat variabel independen yang memiliki nilai
tolerance < 0.10. tidak ada korelasi di semua variabel independen yang nilainya > 95%. dimana
Variance Inflation Factor (VIF) tidak ada variabel independen mempunyai nilai VIF > 10.
Kesimpulan adalah tidak terdapat multikolonieritas di variabel independen (variabel bebas), yaitu
etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer dalam model regresi.

Uji Heteroskedastisitas

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Hasil uji Heteroskedastisitas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak, baik di atas
maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. kesimpulannya adalah model regresi tidak terjadi
heteroskedastisitas dan model regresi adalah layak digunakan untuk memprediksi kinerja auditor
dengan etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer.
Uji Hipotesis
Uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan
computer( TABK ) terhadap performance secara simultan dan parsial regresi linier berganda.
Uji Koefisien Determinasi
Tabel 7
Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the


Estimate

1 ,627a ,411 ,369 1,6330

a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

b. Dependent Variable: Y

TAbel diatas menunjukan nilai R adalah 0.627. dimana hampir mendekati 1 myang menunjukkan
korelasi kuat antar variabel independen dengan var dependen. nilai Adjusted R Square 0,369
menunjukkan bahwa 36,9% variabel dependen, kinerja auditor dijelaskan dari ketiga variabel
independen yaitu etika profesi, motivasi kerja, dan teknik audit berbantuan komputer. sisanya yaitu
63,1% dapat dipengaruhi oleh variabel independen lain.
a. Dependent Variable: TotalY ANOVAa
b. Predictors: (Constant), TotalX3,
Model Sum ofTotalX2,
Squares TotalX1df Mean Square F Sig.
Sumber: Data yang diolah
Regression 165.327 5 35.065 13.324 .000b

1 Residual 269.664 104 2.593


a
Total
ANOVA
444.991 109
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
a. Dependent Variable: TotalY
Regression
b. Predictors: 165.327
(Constant), TotalX3, TotalX2, TotalX1 5 35.065 13.324 .000b

1
Sumber: Residual
Data yang diolah 269.664 104 2.593

Total 444.991 109

a. Dependent Variable: TotalY

b. Predictors: (Constant), TotalX3, TotalX2, TotalX1

Sumber: Data yang diolah

Hasil uji ANOVA atau uji statistik F dengan nilai F 13.324 dan signifikansi sebesar 0,000. Nilai F
yang lebih besar dari 4 dan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0.05 menunjukkan bahwa kelima
variabel independen, yaitu etika profesi, motivasi kerja, dan TABK berpengaruh signifikan pada
kinerja secara keseluruhan. Dengan meningkatnya etika profesi, motivasi kerja, dan TABK dalam
melakukan audit, hasilnya kinerja auditor naik.
Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)
Tabel 9

Hasil uji Signifikansi Parameter Individual

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) 9.596 2,766 3.506 ,001

X1 ,229 ,131 ,337 3,249 ,001

1 X2 -,001 ,043 -,001 -,540 ,888

X3 -,017 ,043 -,014 -,149 ,881

a. Dependent Variable: Y

Dari hasil pengujian adalah

Y = 9,596 + 0,229X1 – 0,001X2 – 0,017X3


Keterangan :
Y = Kinerja Auditor
X1 = Etika Profesi
X2 = Motivasi Kerja
X3 = Teknik Audit Berbantuan komputer
Persamaan regresi diatas menunjukkan tiga variabel dengan hubungan positif pada kinerja
auditor, yaitu etika profesi. Hubungan positif, X1 = 0,229. Sementara itu, variable motivasi kerja dan
teknik audit berbantuan komputer memiliki hubungan negatif dengan kinerja auditor yang
ditunjukkan X2 = -0,001 dan X3 = -0,017.

Variabel etika profesi (X1) dengan koefisien regresi 0,229. artinya semakin tinggi persepsi
terhadap etika audit maka akan semakin tinggi persepsi terhadap kinerja audit. Berdasarkan hasil uji
statistik t, etika profesi (X1) dengan t hitung 3,349 dan tingkat signifikansi 0.001 dimana < dari 0.05.
Ha1 artinya diterima, kesimpulannya, etika profesi memiliki pengaruh signifikan pada kinerja auditor.
Semakin tinggi etika profesi yang dimiliki seorang auditor, maka ia akan semakin memiliki rasa
tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya. Rasa tanggung jawab membuat auditor berusaha
sebaik mungkin menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan berkualitas. Seorang auditor yang
memiliki etika profesi memiliki efek yang luas pada bagaimana bersikap terhadap klien mereka agar
dapat bersikap sesuai dengan standar akuntansi. Selain itu etika profesi bisa menjadi tolak ukur bagi
masyarakan dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat luas. Semakin tinggi tingkat etika
profesi seorang auditor dalam melaksanakan proses audit, maka kinerja audit yang diberikannya
semakin meningkat.

Auditor harus dapat mempertahankan etika profesinya selama melakukan audit, karena
apabila ia kehilangan sikap etika profesinya, auditor tersebut dapat terkena pelanggaran etika akibat
adanya tekanan psikologis kepada auditor. Auditor mentaati etika profesi yang terkait dengan
pelayanan yang diberikan apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas. Sedangkan etika profesi
auditor dapat ditingkatkan dengan memberikan pendapat (opini) yang sesuai dengan laporan
keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Putri (2013)
yang menunjukkan bahwa etika profesi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

Variabel motivasi kerja (X2) koefisien regresi -0,001. artinya setiap motivasi kerja naik satu
satuan, maka kinerja menurun-0,001, motivasi kerja (X2) memiliki t hitung yaitu -0,015 dan tkt
signifikansi 0.888 atau > 0.05. Ha2 ditolak, motivasi kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan
pada kinerja. Rresponden auditor melakukan penugasan penuh harus dengan motivasi, yang meliputi
gaji, penghargaan, profesi jabatan, dan perlakuan di dalam perusahaan. Dengan kata lain auditor dapat
meningkatkan kinerjanya hanya karena ada pendapatan yang besar, pemberian penghargaan serta
jaminan kesehatan yang diperoleh, sehingga kinerja tidak akan baik jika tidak adanya motivasi yang
diberikan oleh atasan. Penelitian ini sesuai penelitian Dwilita (2011) dimana motivasi kerja tidak
berpengaruh kinerja auditor, ia mengatakan variabel motivasi masih menyitakan pertanyaan tentang
motovasi apa yang mempengaruhi atau tidak mempengaruhi kinerja para auditor tersebut, sehingga
dibutuhkan penjelasan lebih lanjut. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian Triyanthi (2015) dan
Sujana (2014) dimana hasilnya adalah motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Variabel ke tiga yaitu TABK (Teknik Audit Berbantuan Komputer) (X3) koefisien regresi -
0,017. setiap kenaikan satu satuan TABK, maka penurunan kinerja auditor -0,018. X3 memiliki t
hitung -0,149 signifikansi 0.881 atau lebih besar dari 0.05. Ha3 ditolak, bahwa TABK tidak memiliki
pengaruh signifikan terhadap kinerja. Alasannya karena tidak adanya responden dari KAP big four.
kemungkinan KAP non big four tersebut tidak menggunakan sistem berbasis TABK dan lebih banyak
menggunakan working paper secara manual. Walaupun working paper manual juga harus mengikuti
SPAP yang mendukung laporan auditing. penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Praktiyasa
(2020) dan Surya (2020) dimana TABK berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor..
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Putri (2013) yang menunjukkan bahwa etika
profesi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. penelitian Dwilita (2011) dimana
motivasi kerja tidak berpengaruh kinerja auditor, ia mengatakan variabel motivasi masih menyitakan
pertanyaan tentang motovasi apa yang mempengaruhi atau tidak mempengaruhi kinerja para auditor
tersebut, sehingga dibutuhkan penjelasan lebih lanjut. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian
Triyanthi (2015) dan Sujana (2014) dimana hasilnya adalah motivasi kerja berpengaruh signifikan
terhadap kinerja. dengan hasil penelitian Praktiyasa (2020) dan Surya (2020) dimana TABK
berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor dan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan
penulis yaitu Pengaruh independensi Auditor, audit fee, ukuran Kantor Akuntan public, pengetahuan,
pengalaman kerja dan motivasi auditor terhadap kualitas audit.

KESIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN PENELITIAN


KESIMPULAN

1. Variabel etika profesi auditor berpengaruh signifikan pada kinerja dimana, nilai t 3,329
dan signifikansi yaitu 0,001 (< 0,05) kesimpulan adlah Ha1 adalah diterima.
2. .Variabel motivasi auditor tidak berpengaruh signifikan pada kinerja auditor dimana
nilai t yaitu -0,054 [Link] yaitu 0,888 (> 0,05) kesimpulan adlah Ha2 ditolak.
3. Variabel tabk tidak berpengaruh signifikan pada kinerja auditor dimana nilai t yaitu-
0,0149 [Link] 0,881 (> 0,05) kesimpulan adlah Ha3 ditolak.
IMPLIKASI
1. Peneliti selanjutnya dapat mengirimkan kuesioner ke lebih banyak KAP dan
menyebarkan saat low season yaitu antara bulan Mei dan September sehingga dapat
memperoleh lebih banyak responden.
2. Menambahkan variabel lain independensi, independensi dan kompetensi auditor yang
berpengaruh kinerja .
KETERBATASAN
1. Pendistribusian kuesioner hanya pada 15 KAP di Tangerang & Jakarta dan dilakukan
saat peak season sehingga tidak dapat mengeneralisasi keseluruhan auditor.
2. Variabel independen (etika profesi, motivasi, penggunaan TABK), hanya dapat
dijelaskan variabel dependen yaitu 36,9% dan 63,1% dijelaskan oleh variabel independen
lain.

DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin A.,Randal J. Elder, & Mark S. Beasley.2014. Auditing and Assurance Services:, An
Integrated Approach 15th ed. England: Pearson
Agoes, Soekrisno. 2015. Auditing Edisi 4 Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Dwilita, Handriyani (2011), Analisis pengaruh motivasi, Stress dan Rekan Kerja, Terhadap Kinerja
Auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP), Jurnal Keuangan dan Bisnis, Vol. 3 No. 1, Maret 2011
Putri, Suputra. 2013. Pengaruh Independensi, Profesionalisme, dan Etika Profesi Terhadap
Profesionalisme Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Bali.
Putri. 2015. “Pengaruh Stress Kerja Terhadap Motivasi Kerja dan Profesionalisme Karyawan PT
Bank Syariah Mandiri Cabang Gajah Mada Medan”. Skripsi. Medan: UniversitasSumatera Utara.
Data & Analytics enabled Internal Audit. Retrieved from
[Link]
Praktiyasa, Widhiyani. 2020. Pengaruh Penggunaan teknik audit berbantuan komputer, Pelatihan
Profesional , dan Etika Profesi Terhadap Profesionalisme Auditor. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana. ISSN: 2302-8556.
Putri, Berty Wahyu. 2012. “Penentuan Kualitas Audit Berdasarkan Ukuran Kantor Akuntan
Publik dan Biaya Audit”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi. Vol. 1, No. 4, Juli 2012.
Surya, Widhiyani. 2020. Penerapan Penggunaan teknik audit berbantuan komputer dan Computer Self
Efficacy Pada Profesionalisme Auditor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. ISSN: 2302-
8556.
Standard Professional Akuntan Publik
Ratten, V. (2014). Behavioral intentions to adopt technological innovations: The role of trust,
innovation and performance. International Journal of Enterprise Information Systems,
10(3), 1-13.
Sekaran, Uma dan Rogers Bougie, 2016, Research Method for Business, A skill building Approach,
17 Edition, New York, Willey
Sujana, Ermawati, Sinarwati, 2014. Pengaruh Role Stresss Terhadap Profesionalisme Auditordengan
Emotional Quotient Sebagai Variable Moderating. e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan
Ganesha Jurusan Akuntansi Program [Link] 2. No 1.
Triyanthi Meylinda dan Ketut Budiartha, 2015, Pengaruh Profesionalisme, Etika Profesi,
Independensi, Dan Motivasi Kerja Pada Kinerja Internal Auditor, EJurnal Akuntansi, Universitas
Udayana, 797-809.
Whittington, O. Ray dan Kurt Pann. (2012). Principle of Auditing and Other Assurance Service.
Eighteenth Edition. New York, NY: Mc Graw Hill.
Wirasuasti, Ni Wayan Nistri, Ni Luh Gede Erni Sulindawati, dan Nyoman Trisna Herawati.
“Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Motivasi terhadap Kualitas Audit Aparat
Inspektorat dalam Pengawasan Keuangan Daerah”. E-Journal S1 Ak Universitas
Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1. Vol. 2, No. 1 Tahun 2014. Dalam
[Link]/[Link]/S1ak/article/viewFile/2979/2470. Diakses tanggal 7
Juni 2015.

Anda mungkin juga menyukai