0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan11 halaman

Latar Belakang Bullying Remaja

Dokumen tersebut membahas tentang bullying pada remaja, termasuk definisi bullying, jenis-jenisnya, unsur-unsur dan karakteristik pelaku serta korban bullying, serta dampak yang ditimbulkannya. Dokumen ini bertujuan untuk memahami fenomena bullying di kalangan remaja lebih dalam.

Diunggah oleh

Shinji Apot
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan11 halaman

Latar Belakang Bullying Remaja

Dokumen tersebut membahas tentang bullying pada remaja, termasuk definisi bullying, jenis-jenisnya, unsur-unsur dan karakteristik pelaku serta korban bullying, serta dampak yang ditimbulkannya. Dokumen ini bertujuan untuk memahami fenomena bullying di kalangan remaja lebih dalam.

Diunggah oleh

Shinji Apot
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan


dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang dimana pada
masa ini remaja ditandai oleh adanya perubahan seperti
fisik, psikososial, dan tentunya perubahan psikis.
Masa remaja ini merupakan fase pencarian jati diri,
pada masa ini juga kondisi psikis remaja sangat labil.
Biasanya mereka selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu
hal yang baru, masalah psikis ini dapat menyebabkan
penyimpangan salah satunya Bullying.

Menurut [Link] Bullying (dalam bahasa


Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak”)
merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang
dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau
sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa
terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan
dilakukan secara terus menerus. Sedangkan menurut
unicef Indonesia Bullying adalah pola perilaku, bukan
insiden yang terjadi sekali-kali. Anak-anak yang
melakukan bullying biasanya berasal dari status sosial
atau posisi kekuasaan yang lebih tinggi, seperti anak-
anak yang lebih besar, lebih .menyalahgunakan
posisinya.

Di Indonesia sendiri kasus bullying masih sering


terjadi, dari laporan Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) merilis data bahwa sepanjang tahun
2022, setidaknya sudah terdapat lebih dari 226 kasus
kekerasan fisik dan psikis, termasuk perundungan yang
jumlahnya terus meningkat hingga saat ini (BBC News
Indonesia, 22/07/2022). Sedangkan di lingkungan SMA
NEGERI 1 KOTA SUKABUMI, bullying masih sering terjadi
dan banyak siswa yang menjadi korban. Salah satunya
siswa yang kami teliti. Korban seringkali
menyembunyikan masalah yang dihadapinya dan tidak
melaporkan ancamannya. Korban juga merasa stres, yang
menyebabkannya kurang percaya diri, malu, sulit fokus
dan cemas, sehingga tidak dapat berbaur dengan
lingkungan sekitar. Masalah ini sangat penting untuk
di teliti agar mengetahui faktor bullying, jenis
bullying dan dampak bullying yang dialami oleh korban.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang prnrlitian tersebut,
sehingga kami dapat merumuskan focus penelitian dalam
bentuk pertanyaan
1. Apa saja jenis dan faktor bullying yang dialami
oleh korban?
2. Apa saja dampak bullying yang dirasakan korban?
3. Upaya apa saja yang dilakukan oleh korban untuk
menghadapi bullying yang dialami?

c. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari rumusan masalah yaitu:
[Link] mengetahui jenisdan faktor bullying yang
dialami oleh korban.
[Link] mengetahui dampak bullying bagi korban.
[Link] mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh
korban untuk menghadapi bullying yang dialami.

d. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian ini yaitu:
1. Dapat mengetahui jenis dan faktor bullying yang
dialami oleh korban.
2. Dapat mengetahui dampak bullying bagi korban.
3. Dapat mengetahui upaya yang dilakukan oleh korban
untuk menghadapi bullying yang dialami.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN BULLYING
Dalam Bahasa Indonesia secara etimologi, kata
bully berarti penggertak, orang yang mengganggu
orang lemah. Secara terminology, Definisi bullying
menurut Ken Rigby dalam Astuti ( 2008 ; 3, dalam
ariesto, 2009 ) adalah “sebuah hasrat untuk
menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi,
menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan
secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang
lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya
berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang”.
Sementara itu, mengutip hasil ratas Bullying
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (PPA), Bullying juga dikenal sebagai
penindasan atau risak.

Menurut American Psychiatric Association (APA)


bullying adalah perilaku agresif yang
dikarakteristikkan dengan 3 kondisi yaitu (a)
perilaku negatif yang bertujuan untuk merusak atau
membahayakan (b) perilaku yang diulang selama
jangka waktu tertentu (c) adanya ketidakseimbangan
kekuatan atau kekuasaan dari pihak-pihak yang
terlibat.

B. JENIS JENIS bullying


Bullying memiliki beberapa jenis atau beberapa
bentuk tindakan. Menurut Coloroso (2007), bullying
dibagi menjadi empat jenis, yaitu :
a. Bullying fisik
Bullying fisik merupakan jenis Bullying yang
paling dapat dilihat dan dapat diidentifikasi
diantara jenis janis Bullying lainnya. Contoh
dari Bullying fisik yaitu memukul, mencekik,
menendang, menggigit, mencakar, meludah, serta
merusak pakaian dan barang anak yang ditindas.
Semakin kuat dan dewasa sang oenindas, semakin
bahaya enis serangan ini.

b. Bullying verbal (Bullying secara lisan)


Kekerasan verbal adalah jenis bullying yang
paling sering atau paling umum digunakan, baik
oleh laki-laki maupun oleh perempuan. Kekerasan
verbal mudah dilakukan. Contoh kekerasan verbal
yaitu memberi ulukan nama yang buruk, celaan,
hinaan, fitnah, kritik kejam, pernyataan-
pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau
pelecehan seksual. Selain itu, kekerasan verbal
juga berupa perampasan atau pemalakan uang dan
barang, tuduhan yang tidak benar, serta gosip.

c. Bullying relasional
Bullying jenis ini merupakan Bullying yang
paling sulit dideteksi dari luar. Bullying
relasional adalam pelemahan harga diri si korban
melalui mengabaian, pengucilan, atau
penghindaran. Tindakan ini adalah alat penindasan
yang kuat. Bullying ini dapat digunakan untuk
mengasingkan atau menolak teman secara sengaja
yang ditujukan untuk merusak pertemanan. Perilaku
ini mencakup sikap sikap tersembunyi seperti
lirikan mata, cibiran, tawa yang mengejek,
pandangan yang agresif, dan bahasa tubuh yang
kasar.
d. Cyber Bullying
Ini merupakan bentuk bullying yang terbaru karena
semakin berkembangnya teknologi, internet dan
media sosial. Intinya, korban terus menerus
mendapat pesan negative dari pelaku bullying baik
dari pesan sms, pesan di internet, ataupun media
sosial lainnya.
Bentuknya berupa :
1. Mengirim pesan atau komentar buruk
2. Menelfon terus menerus tanpa henti namun tidak
mengatakan apa apa (silent calls)
3. Membuat laman atau website yang memalukan si
korban
4. Korban dihindarkan dan dijauhi dari chat room
dan lainnya
5. Menyebarluaskan video korban yang sedang
dibully atau dipermalukan.

C. UNSUR-UNSUR BULLYING
Menurut [Link], terdapat 4 unsur dalam perilaku
Bullying pada seseorang, yaitu sebagai berikut :
1. Keridakseimbangan kekuatan
Pelaku bullying bisa saja kebih tua, lebih
bertenaga, lebih mahir secara verbal, lebih
tinggi pada status social, berasal dari ras yang
berbeda, atau bahkan memiliki jenis kelamin yang
berbeda.
2. Niat untuk mencederai
Bullying dapat mengakibatkan kepedihan emosional
atau luka secara fisik, akibat tersebut
memerlukan Tindakan untuk mampu melukai, serta
menimbulkan rasa senang pada hati sang pelaku
saat menyaksikan luka tersebut.
3. Ancaman agresi lebih lanjut
Baik berasal pihak pelaku juga pihak korban
mengetahui bahwa bullying dapat dan kemungkinan
akan terjadi pulang. Bullying tidak dimaksudkan
menjadi peristiwa yang hanya terjadi sekali.
4. Terror
Bullying artinya kekerasan sistematika yg
dipergunakan buat mengintimidasi dan memelihara
penguasaan. Teror yang menusuk tepat terhadap
korban bukan hanya adalah sebuah cara buat
mencapai tujuan tindakan bullying, teror itulah
yg ialah tujuan asal tindakan bullying tersebut

D. KRITERIA DAN KARAKTERISTIK BULLYING


Korban dan pelaku Bullying memiliki kriteria dan
karakteristik yaitu sebagai berikut :
a. Pelaku
Secara psikologis, pelaku lebih agresif,
hiperaktif, destruktif, sifat mendominasi, mudah
tersinggung, memiliki rasa toleransi yang rendah.
Secara fisik, mereka lebih kuat dan mempunyai
kecakapan berkomunikasi. Sedangkan secara social,
mereka memiliki jumlah masa yang banyak.

b. Korban
Secara psikologis, korban memiliki kemampuan yang
berbeda, mengalami kendala belajar seperti slow
learner, down syndrome, retardasi mental, dll,
memiliki sifat pencemas, mudah gugup, selalu
merasa tidak aman, merasa paling lemah, pemalu,
pendiam, self-esteem rendah. Secara fisik, korban
memiliki perbedaan dalam hal tinggi badan, berat
badan, warna kulit, gaya bicara, penampilan dan
lainnya. Sedangkan secara social, korban memiliki
lebih sedikit teman, memiliki perbedaan etnis,
strara social, agama dan lainnya

E. DAMPAK DARI BULLYING


Bullying memiliki beberapa dampak negatif yang bisa
mengakibatkan beberapa masalah diantaranya yaitu :
1. Masalah Psikologis
Korban bully seringkali menunjukan adanya gejala
masalah psikologis setelah di bully, kondisi yang
paling sering muncul adalah depresi, gangguan
kecemasan dan trauma.
2. Masalah fisik
Korban Bullying dapat mengalami masalah fisik.
Masalah fisik yang paling sering terjadi yaitu
memar atau terluka karena kekerasan fisik yang
dialaminya. Korban Bullying juga sering mengalami
kecemasan yang dapat memicu stress pada tubuh.
3. Kesehatan mental terganggu
Bullying dapat mengganggu kesehatan mental
seperti merasa sangat sedih, rendah diri,
kesepian, hilang minat pada hal yang biasa mereka
sukai, dan perubahan pada pola tidur atau makan.
4. Pikiran untuk bunuh diri
Dampak Bullying bagi korban yang berusia anak-
anak serta remaja beresiko memiliki pikiran untuk
mengakhiri hidup.
5. Gangguan prestasi
Korban Bullying cenderung akan mengalami
kesulitan dalam mencapai prestasi belajar. Mereka
juga akan merasa kesulitan untuk berkonsentrasi
di kelas, sering tidak masuk sekolah, serta tidak
diikutsertakan dalam berbagai kegiatan yang ada
di sekolah.

BAB III METEDOLODI


A. LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN
Penelitian ini dilakukan di SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI yang bertempat  Jl. RH. Didi Sukardi
No.124, Citamiang, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi,
Jawa Barat 43143. Waktu pelaksanaan penelitian ini
dimulai sejak 10 Febuari – 20 Febuari.
B. ALAT DAN BAHAN
Dalam proses pembuatan laporan projek ini, kami
menggunakan beberapa alat dan bahan Berikut ini
merupakan alat-alat yang dipergunakan dalam proses
pembuatan laporan projek ini yaitu: pc, laptop,
handphone, buku, lembar wawancara. Adapun bahan-
bahan yang dipergunakan dalam proses pembuatan
laporan projek ini yaitu: words, canva, IbisPaint,
MedibangPaint.

C. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam proses pembuatan
laporan projek ini menggunakan pendekatan
deskriftif kualitatif.

D. PEMBAGIAN TUGAS ANGGOTA KELOMPOK


Dalam pembagian tugas projek kali ini, kami
membagi kelompok menjadi 2 tim yang diantaranya:
1. Tim penyusun laporan
 Maitsa Maulida
 Gizza Natali Aulia
 Nazwa Dwi s.p.m
2. Tim Poster
 Naraya Farel M
 Silfa Maulya
 Yati Siti N

E. LANGKAH – LANGKAH KEGIATAN


Adapun Langkah – Langkah kegiatan dalam pembuatan
laporan projek ini:
1. Mengeksplorasi pengetahuan umum tentang
bullying.
2. Memahami pengetahuan tentang bullying.
3. Eksplorasi masalah bullying yang terjadi di
sekolah.
4. Menganalisis masalah bullying yang terjadi.
5. Merancang solusi dari masalah yang terjadi.
6. Membuat laporan kegiatan dan poster.

F. TIME LINE KEGIATAN


BAB VI
HASIL DAN PEMBHASAN

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih


mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain
dengan cara kekerasan. Bullying tidak hanya dilakukan
secara langsung. Namun, bullying juga dapat dilakukan
melalui media social atau internet, yang disebut
Cyberbullying. Jenis bullying ada 5 kategori, antara
yaitu: Kontak fisik langsung, Kontak verbal langsung,
Perilaku non-verbal langsung, Perilaku non verbal tidak
langsung, pelecehan seksual.
Dalam penelitian ini kita melihat dari sudut pandang
korban bullying yang terjadi dilingkungan sekolah. Dari
informasi yang diberikan oleh korban, melalui metode
kualitatif dengan mewawancarai langsung. Tampak bahwa
fenomena bullying masih marak terjadi di kalangan siswa
sekolah terutama di lingkungan sekolah menengah atas.
Dari hasil wawancara mendalam dengan korban, korban
mengalami jenis bullying verbal. Tindakan bullying
verbal adalah salah satu bullying yang paling sering
terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini bisa dilakukan
dengan ejekan, meledek dalam penyebutan nama, pelaku
Bullying akan terus menerus melakukan penghinaan untuk
meremehkan, merendahkan, dan melukai perasaan korbannya.

Bullying dapat berakibat fatal untuk pelaku dan juga


korbannya, karena hal ini dapat berdampak pada harga
diri dan masa depan. Bahkan tak sedikit korban bullying
yang akhirnya berujung pada tragedi bunuh diri. Menurut
Pustika Rucita, B.A., [Link], setiap anak bisa menjadi
korban bully. Beberapa sifat atau karakteristik tertentu
yang membuat seorang anak menjadi korban bully, di
antaranya pemalu, penakut, memiliki ukuran fisik yang
lebih kecil dibanding teman seusianya, berusia lebih
muda,  atau  tidak memiliki banyak teman. Dari hasil
wawancara mendalam Bersama korban, faktor yang
menyababkan korban di bully adalah korban sering
menyendiri, tidak punya banyak teman, dan sering
dianggap nerd/culun.
Dampak dari bullying secara umum adalah korban
mengalami tekanan kesehatan mental. Kesehatan mental
merupakan ilmu kesehatan jiwa yang memasalahkan
kehidupan rohani yang sehat, dengan memandang pribadi
manusia sebagai satu totalitas psikofisik yang kompleks.
(Daradjat, 1984) juga berpendapat bahwa kesehatan mental
adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh
antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya
penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya dan
lingkungannya.
Dampak yang dirasakan korban setelah mengalami
bullying, yang dipaparkan dalam wawancara mendalam.
Korban merasakan stress, depresi, benci terhadap pelaku,
dendam, ingin keluar sekolah, merana, malu, tertekan,
terancam dan korban mengalami ganguan psikologis .
Korban merasakan cemas berlebihan dan kesepian.
Psikososial korban menjadi lebih negatif karena korban
merasa tidak diterima oleh teman-temannya, selain itu
dirinya juga mempunyai pengalaman gagal yang terus-
menerus dalam membina pertemanan.

Anda mungkin juga menyukai