MAKALAH PENELITIAN PENDIDIKAN
TENTANG
“DESAIN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN”
Disusun Oleh :
Kelompok 12
Anggun Floresita Ramadani (21129012)
Indira Dwi Aura (21129226)
Kelas : 21 BB 04
Dosen Pembimbing :
Atika Ulya Akmal, [Link]. [Link].
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas segala rahmat dan berkat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah PenelitianPendidikan tentang “Desain
dan Proposal Penelitian.”
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik bentuk penyusunan
maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk
menyempurnakan makalah ini selanjutnya.
Padang, 07 April 2023
Kelompok 12
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH....................................................................................1
C. TUJUAN.............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................2
A. DESAIN PROPOSAL PENELITIAN.................................................................2
a. Pengertian........................................................................................................2
b. Macam-Macam Desain Penelitian...................................................................5
c. Desain Pelaksanaan Penelitian.........................................................................5
B. DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF..........................................................7
C. DESAIN PENELITIAN KUALITATIF...........................................................14
D. PERBEDAAN DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF
DAN KUALITATIF.........................................................................................20
BAB III PENUTUP...................................................................................................22
A. KESIMPULAN.................................................................................................22
B. SARAN.............................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................23
ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain
penelitian. Penelitian kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga
akhir penelitian. Akan tetapi masalah-masalah pada metode penelitian kualitatif berwilayah
pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah, namun dari penelitian tersebut
nantinya dapat berkembangkan secara luas sesuai dengan keadaan di lapangan. Pendekatan
kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi
yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-
orang yang diamati dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi
alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrumen
pokok.
Oleh karena hal itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas
agar dapat melakukan wawancara secara langsung terhadap responden, menganalisis, dan
mengkontruksikan obyek yang diteliti agar lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada
makna dan terikat nilai.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu desain proposal penelitian?
2. Apa itu desain penelitian kuantitatif?
3. Apa itu desain penelitian kualitatif?
4. Apa perbedaan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui dan memahami desain proposal penelitian.
2. Untuk mengetahui dan memahami desain penelitian kuantitatif.
3. Untuk mengetahui dan memahami desain penelitian kualitatif.
4. Untuk mengetahui perbedaan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. DESAIN PENELITIAN
a. Pengertian
Secara umum proposal penelitian dan desain penelitian tidak berbeda,
namun berdasarkan pengalaman secara umum kedua istilah ini berbeda. Letak
perbedaannnya adalah pada kebiasaan penggunaan kedua (proposal-desain)
istilah itu yang sudah salah kaprah sejak semula. Kata proposal semestinya
dIgunakan untuk usulan-usulan penelitian yang memang masih membutuhkan
persetujuan pembiayaan sedangkan usulan-usulan penelitian mandiri atau
usulan penelitian skripsi, tesis maupun disertasi diperguruan tinggi seyogianya
langsung saja disebut proposal (usulan) desain penelitian.
Perbedaan proposal penelitian dan desain penelitian, tidak begitu tajam
danb pada dasarnya bersifat gradual. Karena itu, perbedaan yang bersifat
demikian terkadang orang menyamakan proposal penelitian dengan desain
penelitian. Perbedaaan materi proposal penelitian dengan desain penelitian
hanyalah karena proposal penelitian dalam rangka mencari sponsor—tertama
masalah anggaran, sedangkan desain penelitian dibuat sebagai rancangan,
format, pedoman, aturan main atau acuan penelitian yang akan dikerjakan.
Dalam kasus penelitian yang menunggu persetujuan [proposal dana, maka
desain penelitiannya dibuat setelah desain penelitiannya disetujui
Desain artinya rencana, dalam Kamus Ilmiah Populer disebutkan Desain:
Rancangan (model).[2] tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti
pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud (Echols dan Hassan
Shadily, 1976:177). Sedangkan Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan
rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan
tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan
dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc
Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan
struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris
dalam menjawab pertanyaan penelitian.
2
Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dallam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit,
desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja. Dalam
pengertian yang lebih luas, desain penelitian mencakup proses-proses berikut.
1) Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian
2) Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta
hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya
3) Mempormulasikan masalah penelitian termasuk membuat
spesifikasi tujuan, luas jangkau (scope), dan hipotesis untuk diuji.
4) Membangun penyelidikan atau percobaan
5) Memilih serta memberi defevisi terhadap pengukuran variabel-
variabel
6) Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan
7) Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data
8) Membuat coding, serta mengadakan editing dan prosessing data
9) Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk
mengadakan generalisasi serta inferensi statistik.
10) Pelaporan hasil penelitian, termasuk peroses penelitian, diskusi
serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam
penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja
penelitian yang akan datang.
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan
dan pelaksanaan penelitian (Suchman, 1967: 307), dalam pengertian yang
lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data
saja. Proposal penelitian adalah pedoman yang berisikan berbagai kegiatan
serta langkah-langkah sistematis yang akan diteliti oleh seorang peneliti dalam
melaksanakan suatu penelitian. (Sugiyono: 2013). Menurut Prof. Robertus
Wahyudi Triweko, Ph.D proposal penelitian adalah suatu bentuk pedoman
rencana kerja yang terdiri atas semua unsur-unsur pokok dalam proses
penelitian. Proposal penelitian juga harus berisikan informasi yang cukup bagi
si pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang akan diajukan.
3
Namun demikian desain penelitian juga bermakna proses-proses penelitian
yang dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu: (1) Perencanaan penelitian.
Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta
rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis serta kaitannya dengan
teori dan kepustakaan yang ada. (2) Pelaksanaan penelitian atau proses
operasional penelitian.
Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain
eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna
meningkatkan validitas internal maupun eksternal. Suharsimi Arikunto
(1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu:
1) Control group pre-test post test
2) Random terhadap subjek
3) Pasangan terhadap subjek
4) Random pre test post test
5) Random terhadap subjek dengan pretest kelompok kontrol posttest
kelompok eksperimen
6) Tiga kelompok eksperimen dan kontrol
7) Empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol
8) Desain waktu.
Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti
mengenai pengertian desain penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa
definisi desain penelitian adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk
melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan
dan menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut untuk
menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu
dibuat agar pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien,
sehingga penelitian tersebut juga dapat memberikan hasil yang memuaskan
bagi peneliti.
4
b. Macam-Macam Desain Penelitian
Desain penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah,
tetapi dilihat dari segi baik atau tidak baik saja. Karena desain juga mencakup
rencana studi, maski di dalamnya selalu ada trade off antara kontrol atau tanpa
kontrol, antara objectivitas dengan subjectivitas. Desain tergantung dari derajat
akurasi yang diinginkan, level pembuktian dari tingkat perkembangan dari
bidang ilmu yang bersangkutan.
Beberapa ahli dan peneliti telah menggolongkan penelitian dalam berbagai
jenis (ragam) penelitian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan menurut
kepentingan penelitian ini. Di antaranya, bila dipandang dari tujuan/maksud
penelitian dikenal dengan adanya penelitian eksploratif, penelitian
pengembangan, atau penelitian verifikatif. Ditinjau dari pendekatannya dikenal
ada penelitian longitudinal dan penelitian crosssectional. Namun secara
umum, penelitian cenderung dibedakan atas penelitian penelitian kualitatif dan
penelitian kuantitatif.
Pengelompokan desain percobaan yang menyeluruh belum dapat dibuat
dewasa ini, karena masing-masing ahli. Suchman (1967), dalam Moh. Nazir,
menyebutkan desain penelitian diatas dapat digolongkan kepada empat macam
yaitu desain sampel, desain alat (instrumen), desain administrasi, dan desain
analisis.
c. Desain Pelaksanaan Penelitian
Desain pelaksanaan penelitian meliputi proses pembuatan percobaan
ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel. Memilih
prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkian data, kemudian
membuat coding, termasuk juga proses analisis data serta membuat pelaporan.
Suchman (1967), dalam Moh. Nazir, menyebutkan desain penelitian diatas
dapat digolongkan kepada empat macam yaitu desain sampel, desain alat
(instrumen), desain administrasi, dan desain analisis. Lebih jelasnya akan
dijelaskan sebagai berikut.
5
1. Desain sampel
Desain samplel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat
tergantung dari pandangan efisiensi. Dalam desain sampling ini termasuk:
1) Mendefinisikan populasi
2) Menentukan besarnya sampel, dan
3) Menentukan sampel yang representatif
Definisi dari sampling sangat tergantung dari hipotesis. Dalam
menentukan besaran sampel, pemilihannya perlu dihubungkan dengan tujuan
penelitian serta banyaknya variabel yang ingin dikumpulkan.
Jika metode penelitian yang dipilih adalah metode Eksperimental, maka
dalam masalah desain sampling, penekanan lebih diarahkan kepada pemilihan
desain percobaan yang cocok. Dalam pemilihan desain percobaan ini sipeneliti
selalu dituntut oleh derajat akurasi yang ingin dicapai.
2. Desain instrumen atau alat
Yang dimaksud dengan alat di sini adalah alat untuk mengumpulkan
data. Wwalau metode penelitian apa saja yang digunakan, masalah desain
terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan sekali dalam
pengujian hipotesis.
Pemilihan alat harus dievaluasikan sebaik mungkin sehingga alat
tersebut cocok dengan informasi yang didinginkan untuk memperoleh data
yang cukup realiable. Kecuali dalam penelitian percobaan, maka alat yang
digunakan dalam penelitian sosial (termasuk Pendidikan. Pen) sukar menjamin
dapatnya validitas muthlaq dari observasi data.
3. Desain administrasi
Desain administrasi sangat tergantung kepada orang yang meneliti,
terhadap apa yamh ia teliti, dan seberapa besar anggaran yang diperlukan oleh
peneliti tersebut. Maka di sini kami tidak akan membahasnya.
6
4. Desain analisis
Secara ideal desain analisis sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum
pengumpulan data dimulai. Jika desai dalam memformulasikan hipotesis sudah
cukup baik, maka desain analisis secara paralel dapat dikembangkan dari
desain merumuskan hipotesis tersebut. Hipotesis tersebut dianggap baik jika ia
konsisten dengan analisis yang akan dibuat.
Dalam desain analisis maka diperlukan sekali alat-alat yang digunakan
untuk membantu analisis. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan
keperluan analisis haarusdipilioh sebaik-baiknya. Penggunaan statistik sebagai
alat analisis telah sangat berkembang, tetapi dalam analisis yang dilakukan,
jangan dilupakan asumsi-asumsi dasar yang ditempelkan pada penggunaan
statistik tersebut, serta kearah mana inferensi tersebut akan dibuat.
B. DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF
Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-
langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Dalam menyusun
rencana penelitian, perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk
mendukung dan menghambat terlaksananya penelitian.
Penelitian berangkat dari adanya suatu permasalahan. Masalah merupakan
“penyimpangan” dari apa seharusnya dangan apa terjadi, penyimpangan antara rencana
dengan pelaksanaan, penyimpangan antara teori dan praktek, dan penyimpangan antara
aturan dengan pelaksanaan. Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu.
Rencana penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat
dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Rancangan penelitian yang sering disebut
proposal penelitian paling tidak berisi 4 komponen utama, yaitu (1) Permasalahan, (2)
Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis, (3) Metode Penelitian, serta (4) Organisasi dan
Jadwal Penelitian. Berikut adalah sistematika proposal penelitian kuantitatif:
7
SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Identifikasi Masalah
3. Batasan Masalah
4. Rumusan Masalah
5. Tujuan Penelitian
6. Kegunaan Hasil Penelitian
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS
1. Deskripsi Teori
2. Kerangka Berfikir
3. Hipotesis
PROSEDUR PENELITIAN
1. Metode
2. Populasi dan Sampel
3. Instrumen Penelitian
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data
ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
1. Organisasi Penelitian
2. Jadwal Penelitian
BIAYA YANG DIPERLUKAN
8
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi
pada suatu obyek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada
penyimpangan-penyimpangan dari satandart yang ada, baik standart yang bersifat
keilmuan maupun aturan-aturan.
Oleh karena itu dalam latar belakang ini, peneliti harus melakukan analisis
masalah, sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti
harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data
dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti.
Identifikasi Masalah
Dalam bagan ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang
diteliti. Semua masalah dalam obyek, baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan
diteliti sedapat mungkin dikemukakan.
Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu
melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi, dan
wawancara ke berbagai sumber, sehingga semua masalah dapat di identifikasikan.
Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut, selanjutnya
dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah lain. Masalah yang akan diteliti
itu kedudukannya dimanadiantara masalah yang akan diteliti. Masalah apasaja yang
diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. Selanjutnya
masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel.
Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya
penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang
diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu masalah yang akan diteliti harus dibatasi,
dimana akan dilakukan penelitian, variabael apa yang akan diteliti, serta bagaimana
hubungan variabel satu dengan yang lain.
9
Rumusan Masalah
Setelah masalah yang akan diteliti itu ditentukan (variabel apa yang akan diteliti,
dan bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat
terjawab dengan akurat, maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara
spesifik. Seperti telah diuraikan dalam bab rumusan masalah, sebaiknya rumusan
masalah itu dapat dinyatakan dalam kalimat pernyataan sesuai dengan judul penelitian.
Tujuan Penelitian
Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan diluar pola pikir
dalam merumuskan masalah. Tetapi keduanya ada keterkaitannya dengan
permasalahan, oleh karena itu dua hal ini ditempatkan pada bagian ini. Tujuan
penelitian disini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis,
yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk
mendapat gelar sarjana), tetapi tujuan disini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam
melakukan penelitian. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang
dituliskan.
Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau
tujuan dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka
sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal, yaitu :
1. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu atau kegunaan teoritis.
2. Kegunaan praktis, yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah
yang ada pada obyek yang diteliti.
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian tersebut, maka kegunaan
penelitian adalah:
1. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan motivasi kerja pegawai.
2. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan.
3. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui
peningkatan motiivasi kerja dan kualitas kepemimpinan.
10
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS
Sitirahayu Haditino (1999), menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh arti
yang penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan, dan meramalkan
gejala yang ada.
Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas karena teori
di sini sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk
menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal
penelitian kuantitatif harus sudah jelas apa yang akan dipakai.
Teori digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau
konstruk variabel yang akan diteliti, untuk merumuskan hipotesis dan menyusun
instrumen penelitian karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang
bersifat prediktif.
Deskripsi Teori
Deskripsi teori adalah uraian teori-teori yang relevan dan mutakhir yang dapat
digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar
untuk memberi jawaban sememntara terhadap rumusan masalah yang diajukan
(hipotesis), dan penyusunan instrumen penelitian.
Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori
dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Deskripsi teori
paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti melalui
uraian yang mendalam dan lengkap dari berbagai referensi.
Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir dalam suatu penelitian dikemukakan apabila dalam penelitian
tersebut berkenaan dengan dua variabel atau lebih. Apabila penelitian hanya membahas
dua variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti disamping
mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga argumentasi
terhadap variasi besaran variabel yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999). Kerangka
berfikir merupakan kesimpulan dari teori yang tersusun dalam bentuk hubungan antara
dua variable atau lebih atau perbedaan/persamaan/perbandingan nilai variable dari satu
11
sampel dengan sampel yang lain. Yang berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang
asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Kerangka berfikir asosiatif
misalnya: Jika………………….maka……………….
Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah penelitian. Dimana rumusan
masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan
sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan.
Belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan
masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data.
PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang
dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau
mendapatkan jawaban terhadap pertanyan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah atau
prosedur yang dilakukan ini harus sesuai dan saling mendukung satu sama lain, agar
penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan
kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan. Dalam rangka memecahkan masalah
penelitian sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, diperlukan suatu
prosedur yang tepat. Prosedur ini berisikan cara merumuskan masalah dalam mencapai
tujuan.
Secara singkat, prosedur penelitian dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Tahap perencanaan yaitu tahap di mana sebuah penelitian dipersiapkan. Semua
hal yang berhubungan dengan penelitian dipersiapkan pada tahap ini. Misalnya,
pemilihan judul dan hipotesis.
2. Tahap pelaksanaan merupakan sebuah tahap di mana sebuah penelitian sudah
dilaksanakan. Pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.
12
3. Tahap penulisan merupakan tahap di mana sebuah penelitian telah selesai
dilaksanakan.
Metode Penelitian
Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis diperlukan metode
penelitian, seperti metode survey.
Populasi dan Sampel
Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan
sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data
sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai
sumber data dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara
random sampai jumlah tertentu.
Instrumen Penelitian
Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala yang akan menggunakan
instrumen penelitian. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel
yang diteliti. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima, maka akan menggunakan lima
instrumen.
Teknik Pengumpulan Data
Yang diperlukan disini ialah teknik pengumpulan data yang diperlukan sehingga
didapat data yang valid dan reliabel. Tidak semua teknik pengumpulan data dapat
dilakukan, hanya tertentu saja dan setiap teknik pengumpulan tada yang dicantumkan
harus disertai data.
Teknik Analisis Data
Untuk penelitian kuantitatif, teknik analisis data ini berkenaan dengan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan.
Bentuk hipotesis mana yang diajukan, akan menentukan teknik statistik mana yang
digunakan. Jadi sejak membuat rancangan, maka teknik analisi data ini telah
ditentukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah penelitian
itulah yang perlu dijawab.
13
ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
Organisasi Penelitian
Bila penelitian dilaksanakan oleh tim atau kelompok maka diperlukan adanya
organisasi pelaksanaan penelitian. Setidaknya ada ketua yang bertanggung jawab dan
anggota, sebagai pembantu ketua.
Jadwal Penelitian
Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Dalam jadwal ini berisikan apa saja yang akan dilakukan, dan berapa
lama yang akan dilakukan.
BIAYA PENELITIAN
Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya,
tingkat resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal
peneliti, serta lamanya penelitian dilakukan. Biaya penelitian pada umumnya 60%
digunakan untuk tenaga, dan 40% untuk penunjang seperti bahan, alat, transport, sewa
alat-alat komputer. Semua bahan yang dibutuhkan perlu diuraikan secara rinci.
C. DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen), dimana peneliti sebagai
instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi atau gabungan,
analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
Secara umum, pengertian dari penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan dalam
sebuah penelitian untuk menjawab mengapa dan bagaimana manusia berperilaku, berfikir,
dan berpendapat secara lebih komprehensif dan mendalam dimana hal-hal itu sulit untuk
14
dilakukan dengan jenis penelitian kuantitatif yang cenderung menggunakan angka dalam
mendapatkan datanya.
Menurut Parkinson dan Drislane (2011), “Penelitian kualitatif adalah sebuah
penelitian yang menggunakan metode-metode seperti studi kasus atau observasi partisipatif
yang hasilnya berbentuk naratif dan deskriptif tentang suatu keadaan”.
Berikut adalah sistematika proposal penelitian kualitatif:
SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Fokus Penelitian
c. Rumusan Masalah
d. Tujuan Penelitian
e. Manfaat Penelitian
II. STUDI KEPUSTAKAAN
a. ……………………………………
b. …………………………………….
c. …………………………………….
III. PROSEDUR PENELITIAN
a. Metode dan Alasan Menggunakan Metode
b. Tempat Penelitian
c. Instrumen Penelitian
d. Sampel Sumber Data
e. Teknik Pengumpulan Data
15
f. Teknik Analisis Data
g. Rencana Pengujian Pengabsahan Data
IV. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
a. Organisasi Penelitian
b. Jadwal Penelitian
V. BIAYA YANG DIPERLUKAN
KETERANGAN
PENDAHULUAN
Latar belakang
Pada bagian ini diuraikan situasi dan kondisi yang menarik perhatian peneliti dan
pembaca pada umumnya, mengemukakan hal-hal yang ingin diketahui dan mengapa
peneliti tertarik dengan topik tersebut dan mengapa hal itu perlu diteliti. Untuk lebih
jelas maka perlu diberikan gambaran tentang apa yang diharapkan sebagai hasil
penelitian ini.
Fokus penelitian
Terlebih dahulu menetapkan fokus penelitian berdasarkan hasil studi
pendahuluan, pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang
dipandang ahli.
Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel
penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih luas dan berkaitan dengan kemungkinan
apa yang terjadi pada objek atau situasi soaial penelitian tersebut.
16
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat
sementara, dan akan berkembang setelah peneliti terkait dengan rumusan masalah,
yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui
pengumpulan data.
Manfaat penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat
teoritis dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis,
yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidakmenolak manfaat praktisnya untuk
memecahkan masalah. Bila peneliti dapat menemukan teori, maka akan berguna untuk
menjelakan, memprediksikan, dan mengendalikan suatu gejala.
STUDI PERPUSTAKAAN
Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain terkait
dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan penelitian, yaitu
relevansi, kemutakhiran, dan keaslian. Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai
dengan permasalahan yang diteliti. Kalau yang diteliti materi kepemimpinan maka
teori yang dkemukakan berkenaan dengan teori kepemimpinan, bukan teori sikap atau
motivasi. Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaharuan teori atau reverensi yang
digunakan. Pada umumnya reverensi yang sudah lima tahun diterbitkan dianggap
kurang mutakhir. Keaslian sebagai keaslian sumber, maksudnya supaya peneliti
menggunakan sumber aslinya dalam mengemukakan teori.
Berapa teori yang dikemukakan dalam proposal, akan sangat tergantung pada
fokus penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Makin banyak fokus penelitian yang
ditetapkan maka akan semakin bayak teori yang perlu dikemukakan.
PROSEDUR PENELITIAN
17
Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah alasan menggunakan
metode kualitatif, tempat penelitian, instrumen penelitian, sampel sumber data
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik aalisis data dan rencana pengujian
keabsahan data.
Metode dan Alasan Menggunakan Metode
Dalam hal ini perlu dikemukakan, menurut metode penelitian yang digunakan
adalah metode kualitatif. Pada umumnya alasan menggunakan kualitatif karena,
permasalahn belum tentu jelas, holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga
tidak mungkin data pada siruasi sosial tersebut di jaring dengn metode penelitian
kualitatif dengan instrumen seperti test, kuesioner, pedoman wawancara. Selain
penelitian bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola
hipotesis dan teori.
Tempat penelitian
Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat dimana tempat situasi sosial tersebut
akan diteliti. Misalnya disekolah, diperusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan,
dirumah dan lain-lain.
Instrumen penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi intrumen utama adalah peneliti sendiri
atau anggota tim peneliti. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi
instrumen penelitian, atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti
akan menggunakan instrumen.
Sampel sumber data
Dalam penelitian kualitatif, sample sumber data dipilih secara purposive dan
bersifat snowball sampling. Penentuan sampel sumber data, pada proposal masih
bersifat sementara dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan.
Sumber dara pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang diteliti, sehingga
mampu membukakan pintu kemana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data.
18
Teknik pengumpulan data
Pada bagian ini dikemukakan bahwa, dalam penelitian kualiatif, teknik
pengumpulan data yang utama adalah observasi participant, wawacara mendalam studi
dokumentasi dan gabungan ketiganya atau trianggulasi. Perlu dikemukakan kalau
teknik pengumpulan fatanya dengan observasi, maka perlu ikemukakan apa yang di
obsercasi kalau wawancara kepada siapa yang akan melakukan wawancara.
Teknik analisis data
Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak di lakukan
bersamaan dengan pengumpulan data. Tehapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap
memasuki lapangan dengan grandtour dan minitourquestion, analisis datanya dengan
analisis domain. Tahap kedua adalah adalah menentukan fokus, teknik pengumpulan
data dengnminitourquestion, analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi.
Selanjutnya pada tahapan selection, pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan
struktural, analisis data dengna analisis komponensial. Selanjutnya analisis
komponensial dilanjutkan dengan analisis tema.
Rencana pengujian keabsahan data
Dalam proposal perlu dikemukakan rencana uji keabsahan data yang akan
dilakukan. Uji keabsahan data meliputi uji kreadibilitas data (validitas internal), uji
dependabilitas (relibilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal/ generalisasi),
dan uji konfirmabilitas (objektivitas). Namun yang utama adalah uji kreadibiltas data.
Uji kreadibiltas data dilakukan dengna perpanjangan pengamatan, meningkatkan
ketekuna, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, membercheck, dan analisis kasus
negatif.
ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
Organisasi
Organisasi penelitian ini perlu dikemukan, bila penelitian dilakukan oleh tim.
Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas, ketua tim peneliti, beberapa anggota
19
peneliti, pengumpul data, bendahara, tenaga administrasi. Masing-masing perlu
dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia.
Jadwal penelitian
Pada umunya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang realtif lama, antara 6
bulan sampai 24 bulan. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian.
Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan.
BIAYA YANG DIPERLUKAN
Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya,
tingkat resiko kegiatan, jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti, serta
lamanya penelitian. Biaya penelitian umunya 60% digunakan untuk tenaga dan 40%
untuk penunjang seperti bahan, alat, trasnport, sewa alat komputer. Semua biaya yang
diperlukan perlu diuraikan secara rinci.
D. PERBEDAAN DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN
KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Dalam melakukan penelitian, peneliti haruslah paham tentang perbedaan dari
jenis pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang didasarkan pada tujuan dari
penelitian itu sendiri supaya mendapatkan kesimpulan dan rekomendasi yang tepat di akhir
laporan penelitian.
Penelitian kualitatif berkaitan untuk mengetahui beberapa aspek dari kehidupan
sosial, dan metode yang digunakan (secara umum) menggunakan kata-kata
daripada angka sebagai data untuk dianalisis. Sedangkan penelitian kuantitatif
bertujuan untuk mengetahui persentasi atau tingkat dari suatu informasi yang
ingin diketahui.
Rancangan penelitian kualitatif menggunakan teori dasar, etnografi, dan naratif
untuk mendapatkan datanya, sedangkan rancangan penelitian kuantitatif
menggunakan percobaan (eksperimen), korelasi, dan survey.
20
Pada penelitian kuantitatif, masalah penelitian biasanya langsung kearah tipe
pertanyaan atau hipotesis yang ditanyakan dalam penelitiannya. Sedangkan dalam
penelitian kualitatif, masalah penelitian cenderung untuk kearah pusat ide
penelitian
21
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti mengenai
pengertian desain penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa definisi
desain penelitian adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan
studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan
menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut untuk
menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu dibuat
agar pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga
penelitian tersebut juga dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi peneliti.
Proposal penelitian merupakan rencana kerja yang berisikan berbagai macam
kegiatan dengan mengevaluasi informasi penelitian yang cukup untuk diajukan.
B. SARAN
1. Sebelum melakukan penelitian diharapkan untuk memahami metode-metode serta
langkah-langkah penelitian. Karena apabila tanpa adanya pemahaman yang baik
oleh peneliti maka akan berpengaruh pada penelitiannya nanti.
2. Membuat rancangan yang baik dan benar. Dengan berpegang pada pedoman dan
arah yang jelas.
3. Peneliti harus mampu mencari dan memahami metode yang tepat
22
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Arikunto. Suharsimi, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta,
1993.
Bungin. Burhan, 2011, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan
Publik Serta Ilmi-Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. cet. 6
Hamid. Farida, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, Surabaya: Penerbit Apollo.
Moh. Nazir, 2009, Metode Penelitian, Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Subana dan Sudrajat, 2009, Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah,Bandung: CV Pustaka Setia.
23