0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
555 tayangan27 halaman

Desain Proposal Penelitian Pendidikan

Makalah ini membahas tentang desain proposal penelitian, desain penelitian kuantitatif, dan desain penelitian kualitatif. Desain proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi kegiatan dan langkah sistematis dalam penelitian. Desain penelitian kuantitatif lebih terstruktur dan terencana dengan variabel yang diukur secara numerik, sedangkan desain penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dan terikat nilai dengan menggunak

Diunggah oleh

Yanti Chaniago
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
555 tayangan27 halaman

Desain Proposal Penelitian Pendidikan

Makalah ini membahas tentang desain proposal penelitian, desain penelitian kuantitatif, dan desain penelitian kualitatif. Desain proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi kegiatan dan langkah sistematis dalam penelitian. Desain penelitian kuantitatif lebih terstruktur dan terencana dengan variabel yang diukur secara numerik, sedangkan desain penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dan terikat nilai dengan menggunak

Diunggah oleh

Yanti Chaniago
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PENELITIAN PENDIDIKAN

TENTANG
“DESAIN PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN”

Disusun Oleh :
Kelompok 12
Anggun Floresita Ramadani (21129012)
Indira Dwi Aura (21129226)

Kelas : 21 BB 04

Dosen Pembimbing :
Atika Ulya Akmal, [Link]. [Link].

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas segala rahmat dan berkat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah PenelitianPendidikan tentang “Desain
dan Proposal Penelitian.”

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik bentuk penyusunan
maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk
menyempurnakan makalah ini selanjutnya.

                                                                                   

Padang, 07 April 2023

Kelompok 12

i
DAFTAR ISI
 

KATA PENGANTAR..................................................................................................i

DAFTAR ISI...............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1

B. RUMUSAN MASALAH....................................................................................1

C. TUJUAN.............................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN............................................................................................2

A. DESAIN PROPOSAL PENELITIAN.................................................................2

a. Pengertian........................................................................................................2

b. Macam-Macam Desain Penelitian...................................................................5

c. Desain Pelaksanaan Penelitian.........................................................................5

B. DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF..........................................................7

C. DESAIN PENELITIAN KUALITATIF...........................................................14

D. PERBEDAAN DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF


DAN KUALITATIF.........................................................................................20

BAB III PENUTUP...................................................................................................22

A. KESIMPULAN.................................................................................................22

B. SARAN.............................................................................................................22

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................23

 
 
 

ii
 

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain
penelitian. Penelitian kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga
akhir penelitian. Akan tetapi masalah-masalah pada metode penelitian kualitatif berwilayah
pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah, namun dari penelitian tersebut
nantinya dapat berkembangkan secara luas sesuai dengan keadaan di lapangan. Pendekatan
kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi
yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-
orang yang diamati dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi
alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrumen
pokok.

Oleh karena hal itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas
agar dapat melakukan wawancara secara langsung terhadap responden, menganalisis, dan
mengkontruksikan obyek yang diteliti agar lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada
makna dan terikat nilai.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu desain proposal penelitian?
2. Apa itu desain penelitian kuantitatif?
3. Apa itu desain penelitian kualitatif?
4. Apa perbedaan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif?
 

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui dan memahami desain proposal penelitian.
2. Untuk mengetahui dan memahami desain penelitian kuantitatif.
3. Untuk mengetahui dan memahami desain penelitian kualitatif.
4. Untuk mengetahui perbedaan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. DESAIN PENELITIAN
a. Pengertian
Secara umum proposal penelitian dan desain penelitian tidak berbeda,
namun berdasarkan pengalaman secara umum kedua istilah ini berbeda. Letak
perbedaannnya adalah pada kebiasaan penggunaan kedua (proposal-desain)
istilah itu yang sudah salah kaprah sejak semula. Kata proposal semestinya
dIgunakan untuk usulan-usulan penelitian yang memang masih membutuhkan
persetujuan pembiayaan sedangkan usulan-usulan penelitian mandiri atau
usulan penelitian skripsi, tesis maupun disertasi diperguruan tinggi seyogianya
langsung saja disebut proposal (usulan) desain penelitian.

Perbedaan proposal penelitian dan desain penelitian, tidak begitu tajam


danb pada dasarnya bersifat gradual. Karena itu, perbedaan yang bersifat
demikian terkadang orang menyamakan proposal penelitian dengan desain
penelitian. Perbedaaan materi proposal penelitian dengan desain penelitian
hanyalah karena proposal penelitian dalam rangka mencari sponsor—tertama
masalah anggaran, sedangkan desain penelitian dibuat sebagai rancangan,
format, pedoman, aturan main atau acuan penelitian yang akan dikerjakan.
Dalam kasus penelitian yang menunggu persetujuan [proposal dana, maka
desain penelitiannya dibuat setelah desain penelitiannya disetujui

Desain artinya rencana, dalam Kamus Ilmiah Populer disebutkan Desain:


Rancangan (model).[2] tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti
pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud (Echols dan Hassan
Shadily, 1976:177). Sedangkan Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan
rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan
tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan
dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc
Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan
struktur  penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris
dalam menjawab pertanyaan penelitian.

2
Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dallam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit,
desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja. Dalam
pengertian yang lebih luas, desain penelitian mencakup proses-proses berikut.

1) Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian


2) Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta
hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya
3) Mempormulasikan masalah penelitian termasuk membuat
spesifikasi tujuan, luas jangkau (scope), dan hipotesis untuk diuji.
4) Membangun  penyelidikan atau percobaan
5) Memilih serta memberi defevisi terhadap pengukuran variabel-
variabel
6) Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan
7) Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data
8) Membuat coding, serta mengadakan editing dan prosessing data
9) Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk
mengadakan generalisasi serta inferensi statistik.
10) Pelaporan hasil penelitian, termasuk peroses penelitian, diskusi
serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam
penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja
penelitian yang akan datang.

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan


dan pelaksanaan penelitian (Suchman, 1967: 307), dalam pengertian yang
lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data
saja. Proposal penelitian adalah pedoman yang berisikan berbagai kegiatan
serta langkah-langkah sistematis yang akan diteliti oleh seorang peneliti dalam
melaksanakan suatu penelitian. (Sugiyono: 2013). Menurut  Prof. Robertus
Wahyudi Triweko, Ph.D proposal penelitian adalah suatu bentuk pedoman
rencana kerja yang terdiri atas semua unsur-unsur pokok dalam proses
penelitian. Proposal penelitian juga harus berisikan informasi yang cukup bagi
si pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang akan diajukan.

3
Namun demikian desain penelitian juga bermakna proses-proses penelitian
yang dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu: (1) Perencanaan penelitian.
Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta
rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis serta kaitannya dengan
teori dan kepustakaan yang ada. (2) Pelaksanaan penelitian atau proses
operasional penelitian.

Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain


eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna
meningkatkan validitas internal maupun eksternal. Suharsimi Arikunto
(1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu: 

1) Control group pre-test post test


2) Random terhadap subjek
3) Pasangan terhadap subjek
4) Random pre test  post test
5) Random terhadap subjek dengan pretest kelompok kontrol posttest
kelompok eksperimen
6) Tiga kelompok eksperimen dan kontrol
7) Empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol
8) Desain waktu.

Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti


mengenai pengertian desain penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa
definisi desain penelitian adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk
melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan
dan menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut untuk
menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu
dibuat agar pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien,
sehingga penelitian tersebut juga dapat memberikan hasil yang memuaskan
bagi peneliti.

4
b. Macam-Macam Desain Penelitian

Desain penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah,
tetapi dilihat dari segi  baik atau tidak baik saja. Karena desain juga mencakup
rencana studi, maski di dalamnya selalu ada trade off antara kontrol atau tanpa
kontrol, antara objectivitas dengan subjectivitas. Desain tergantung dari derajat
akurasi yang diinginkan, level pembuktian dari tingkat perkembangan dari
bidang ilmu yang bersangkutan.

Beberapa ahli dan peneliti telah menggolongkan penelitian dalam berbagai


jenis (ragam) penelitian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan menurut
kepentingan penelitian ini. Di antaranya, bila dipandang dari tujuan/maksud
penelitian dikenal dengan adanya penelitian eksploratif, penelitian
pengembangan, atau penelitian verifikatif. Ditinjau dari pendekatannya dikenal
ada penelitian longitudinal dan penelitian crosssectional. Namun secara
umum, penelitian cenderung dibedakan atas penelitian penelitian kualitatif dan
penelitian kuantitatif.

Pengelompokan desain percobaan yang menyeluruh belum dapat dibuat


dewasa ini, karena masing-masing ahli. Suchman (1967), dalam Moh. Nazir,
menyebutkan desain penelitian diatas dapat digolongkan kepada empat macam
yaitu desain sampel, desain alat (instrumen), desain administrasi, dan desain
analisis.

c. Desain Pelaksanaan Penelitian


Desain pelaksanaan penelitian meliputi proses pembuatan percobaan
ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel. Memilih
prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkian data, kemudian
membuat coding, termasuk juga proses analisis data serta membuat pelaporan.

Suchman (1967), dalam Moh. Nazir, menyebutkan desain penelitian diatas


dapat digolongkan kepada empat macam yaitu desain sampel, desain alat
(instrumen), desain administrasi, dan desain analisis. Lebih jelasnya akan
dijelaskan sebagai berikut.

5
1. Desain sampel
Desain samplel yang akan digunakan  dalam operasional penelitian amat
tergantung dari pandangan efisiensi. Dalam desain sampling ini termasuk:

1) Mendefinisikan populasi
2) Menentukan besarnya sampel, dan
3) Menentukan sampel yang representatif

Definisi dari sampling sangat tergantung dari hipotesis. Dalam


menentukan besaran sampel, pemilihannya perlu dihubungkan dengan tujuan
penelitian serta banyaknya variabel yang ingin dikumpulkan.

Jika metode penelitian yang dipilih adalah metode Eksperimental, maka


dalam masalah desain sampling, penekanan lebih diarahkan kepada pemilihan
desain percobaan yang cocok. Dalam pemilihan desain percobaan ini sipeneliti
selalu dituntut oleh derajat akurasi yang ingin dicapai.

2. Desain instrumen atau alat


Yang dimaksud dengan alat di sini adalah alat untuk mengumpulkan
data. Wwalau metode penelitian apa saja yang digunakan, masalah desain
terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan sekali dalam
pengujian hipotesis.

Pemilihan alat harus dievaluasikan sebaik mungkin sehingga alat


tersebut cocok dengan informasi yang didinginkan untuk memperoleh data
yang cukup  realiable. Kecuali dalam penelitian percobaan, maka alat yang
digunakan dalam penelitian sosial (termasuk Pendidikan. Pen) sukar menjamin
dapatnya validitas muthlaq dari observasi data.

3. Desain administrasi
Desain administrasi sangat tergantung kepada orang yang meneliti,
terhadap apa yamh ia teliti, dan seberapa besar anggaran yang diperlukan oleh
peneliti tersebut. Maka di sini kami tidak akan membahasnya.

6
4. Desain analisis
Secara ideal desain analisis sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum
pengumpulan data dimulai. Jika desai dalam memformulasikan hipotesis sudah
cukup baik, maka desain analisis secara paralel dapat dikembangkan dari
desain merumuskan hipotesis tersebut. Hipotesis tersebut dianggap baik jika ia
konsisten dengan analisis yang akan dibuat.

Dalam desain analisis maka diperlukan sekali alat-alat yang digunakan


untuk membantu analisis. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan
keperluan analisis haarusdipilioh sebaik-baiknya. Penggunaan statistik sebagai
alat analisis telah sangat berkembang, tetapi dalam analisis yang dilakukan,
jangan dilupakan asumsi-asumsi dasar yang ditempelkan pada penggunaan
statistik tersebut, serta kearah mana inferensi tersebut akan dibuat.

B. DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF
Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-
langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Dalam menyusun
rencana penelitian, perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk
mendukung dan menghambat terlaksananya penelitian.

Penelitian berangkat dari adanya suatu permasalahan. Masalah merupakan


“penyimpangan” dari apa seharusnya dangan apa terjadi, penyimpangan antara rencana
dengan pelaksanaan, penyimpangan antara teori dan praktek, dan penyimpangan antara
aturan dengan pelaksanaan. Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu.

Rencana penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat
dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Rancangan penelitian yang sering disebut
proposal penelitian paling tidak berisi 4 komponen utama, yaitu (1) Permasalahan, (2)
Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis, (3) Metode Penelitian, serta (4) Organisasi dan
Jadwal Penelitian. Berikut adalah sistematika proposal penelitian kuantitatif:

7
SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF

 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Identifikasi Masalah
3. Batasan Masalah
4. Rumusan Masalah
5. Tujuan Penelitian
6. Kegunaan Hasil Penelitian
 
 LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS
1. Deskripsi Teori
2. Kerangka Berfikir
3. Hipotesis
 
 PROSEDUR PENELITIAN
1. Metode
2. Populasi dan Sampel
3. Instrumen Penelitian
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data
 

 ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN


1. Organisasi Penelitian
2. Jadwal Penelitian
 

 BIAYA YANG DIPERLUKAN


 

8
 PENDAHULUAN
 Latar Belakang Masalah
Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi
pada suatu obyek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada
penyimpangan-penyimpangan dari satandart yang ada, baik standart yang bersifat
keilmuan maupun aturan-aturan.

Oleh karena itu dalam latar belakang ini, peneliti harus melakukan analisis
masalah, sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti
harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data
dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti.

 Identifikasi Masalah
Dalam bagan ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang
diteliti. Semua masalah dalam obyek, baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan
diteliti sedapat mungkin dikemukakan.

Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu


melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi, dan
wawancara ke berbagai sumber, sehingga semua masalah dapat di identifikasikan.

Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut, selanjutnya


dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah lain. Masalah yang akan diteliti
itu kedudukannya dimanadiantara masalah yang akan diteliti. Masalah apasaja yang
diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. Selanjutnya
masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel.

 Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya
penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang
diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu masalah yang akan diteliti harus dibatasi,
dimana akan dilakukan penelitian, variabael apa yang akan diteliti, serta bagaimana
hubungan variabel satu dengan yang lain.

9
 Rumusan Masalah
Setelah masalah yang akan diteliti itu ditentukan (variabel apa yang akan diteliti,
dan bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat
terjawab dengan akurat, maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara
spesifik. Seperti telah diuraikan dalam bab rumusan masalah, sebaiknya rumusan
masalah itu dapat dinyatakan dalam kalimat pernyataan sesuai dengan judul penelitian.

 Tujuan Penelitian
Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan diluar pola pikir
dalam merumuskan masalah. Tetapi keduanya ada keterkaitannya dengan
permasalahan, oleh karena itu dua hal ini ditempatkan pada bagian ini. Tujuan
penelitian disini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis,
yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk
mendapat gelar sarjana), tetapi tujuan disini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam
melakukan penelitian. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang
dituliskan.

 Kegunaan Hasil Penelitian


Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau
tujuan dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka
sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal, yaitu :

1. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu atau kegunaan teoritis.


2. Kegunaan praktis, yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah
yang ada pada obyek yang diteliti.
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian tersebut, maka kegunaan
penelitian adalah:

1. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan motivasi kerja pegawai.


2. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan.
3. Sebagai pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui
peningkatan motiivasi kerja dan kualitas kepemimpinan.

10
 LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS
Sitirahayu Haditino (1999), menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh arti
yang penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan, dan meramalkan
gejala yang ada.

Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas karena teori
di sini sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk
menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal
penelitian kuantitatif harus sudah jelas apa yang akan dipakai.

Teori digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau


konstruk variabel yang akan diteliti, untuk merumuskan hipotesis dan menyusun
instrumen penelitian karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang
bersifat prediktif.

 Deskripsi Teori
Deskripsi teori adalah uraian teori-teori yang relevan dan mutakhir yang dapat
digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar
untuk memberi jawaban sememntara terhadap rumusan masalah yang diajukan
(hipotesis), dan penyusunan instrumen penelitian.

Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori
dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Deskripsi teori
paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti melalui
uraian yang mendalam dan lengkap dari berbagai referensi. 

 Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir dalam suatu penelitian dikemukakan apabila dalam penelitian
tersebut berkenaan dengan dua variabel atau lebih. Apabila penelitian hanya membahas
dua variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti disamping
mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga argumentasi
terhadap variasi besaran variabel yang diteliti (Sapto Haryoko, 1999). Kerangka
berfikir merupakan kesimpulan dari teori yang tersusun dalam bentuk hubungan antara
dua variable atau lebih atau perbedaan/persamaan/perbandingan nilai variable dari satu

11
sampel dengan sampel yang lain. Yang berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Kerangka berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang


asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Kerangka berfikir asosiatif
misalnya: Jika………………….maka……………….

 Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah penelitian. Dimana rumusan
masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan
sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan.
Belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan
masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data.

 PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang
dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau
mendapatkan jawaban terhadap pertanyan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah atau
prosedur yang dilakukan ini harus sesuai dan saling mendukung satu sama lain, agar
penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan
kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan. Dalam rangka memecahkan masalah
penelitian sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, diperlukan suatu
prosedur yang tepat. Prosedur ini berisikan cara merumuskan masalah dalam mencapai
tujuan.

Secara singkat, prosedur penelitian dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Tahap perencanaan yaitu tahap di mana sebuah penelitian dipersiapkan. Semua


hal yang berhubungan  dengan  penelitian dipersiapkan pada tahap ini. Misalnya,
pemilihan judul dan hipotesis.
2. Tahap pelaksanaan merupakan sebuah tahap di mana sebuah penelitian sudah
dilaksanakan. Pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.

12
3. Tahap penulisan merupakan tahap di mana sebuah penelitian telah selesai
dilaksanakan.
 

 Metode Penelitian
Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis diperlukan metode
penelitian, seperti metode survey.

 Populasi dan Sampel


Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan
sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data
sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai
sumber data dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara
random sampai jumlah tertentu.

 Instrumen Penelitian
Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala yang akan menggunakan
instrumen penelitian. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel
yang diteliti. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima, maka akan menggunakan lima
instrumen.

 Teknik Pengumpulan Data


Yang diperlukan disini ialah teknik pengumpulan data yang diperlukan sehingga
didapat data yang valid dan reliabel. Tidak semua teknik pengumpulan data dapat
dilakukan, hanya tertentu saja dan setiap teknik pengumpulan tada yang dicantumkan
harus disertai data.

 Teknik Analisis Data


Untuk penelitian kuantitatif, teknik analisis data ini berkenaan dengan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan.
Bentuk hipotesis mana yang diajukan, akan menentukan teknik statistik mana yang
digunakan. Jadi sejak membuat rancangan, maka teknik analisi data ini telah
ditentukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah penelitian
itulah yang perlu dijawab.

13
 ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN

 Organisasi Penelitian
Bila penelitian dilaksanakan oleh tim atau kelompok maka diperlukan adanya
organisasi pelaksanaan penelitian. Setidaknya ada ketua yang bertanggung jawab dan
anggota, sebagai pembantu ketua.

 Jadwal Penelitian
Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Dalam jadwal ini berisikan apa saja yang akan dilakukan, dan berapa
lama yang akan dilakukan.

 BIAYA PENELITIAN
Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya,
tingkat resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal
peneliti, serta lamanya penelitian dilakukan. Biaya penelitian pada umumnya 60%
digunakan untuk tenaga, dan 40% untuk penunjang seperti bahan, alat, transport, sewa
alat-alat komputer. Semua bahan yang dibutuhkan perlu diuraikan secara rinci.

C. DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
 
Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen), dimana peneliti sebagai
instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi atau gabungan,
analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.

Secara umum, pengertian dari penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan dalam
sebuah penelitian untuk menjawab mengapa dan bagaimana manusia berperilaku, berfikir,
dan berpendapat secara lebih komprehensif dan mendalam dimana hal-hal itu sulit untuk

14
dilakukan dengan jenis penelitian kuantitatif yang cenderung menggunakan angka dalam
mendapatkan datanya.

Menurut Parkinson dan Drislane (2011), “Penelitian kualitatif adalah sebuah


penelitian yang menggunakan metode-metode seperti studi kasus atau observasi partisipatif
yang hasilnya berbentuk naratif dan deskriptif tentang suatu keadaan”.

Berikut adalah sistematika proposal penelitian kualitatif:

SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

I.                   PENDAHULUAN

a.       Latar Belakang

b.      Fokus Penelitian

c.       Rumusan Masalah

d.      Tujuan Penelitian

e.       Manfaat Penelitian

II.                STUDI KEPUSTAKAAN
a.       ……………………………………

b.      …………………………………….

c.       …………………………………….

III.             PROSEDUR PENELITIAN
a.       Metode dan Alasan Menggunakan Metode

b.      Tempat Penelitian

c.       Instrumen Penelitian

d.      Sampel Sumber Data

e.       Teknik Pengumpulan Data

15
f.       Teknik Analisis Data

g.      Rencana Pengujian Pengabsahan Data

IV.             ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN


a.       Organisasi Penelitian

b.      Jadwal Penelitian

V.                BIAYA YANG DIPERLUKAN

KETERANGAN

 PENDAHULUAN
 Latar belakang
Pada bagian ini diuraikan situasi dan kondisi yang menarik perhatian peneliti dan
pembaca pada umumnya, mengemukakan hal-hal yang ingin diketahui dan mengapa
peneliti tertarik dengan topik tersebut dan mengapa hal itu perlu diteliti. Untuk lebih
jelas maka perlu diberikan gambaran tentang apa yang diharapkan sebagai hasil
penelitian ini.

 Fokus penelitian

Terlebih dahulu menetapkan fokus penelitian berdasarkan hasil studi


pendahuluan, pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang
dipandang ahli.

 Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel


penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih luas dan berkaitan dengan kemungkinan
apa yang terjadi pada objek atau situasi soaial penelitian tersebut.

16
  Tujuan penelitian

Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat


sementara, dan akan berkembang setelah peneliti terkait dengan rumusan masalah,
yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui
pengumpulan data.

 Manfaat penelitian

Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat


teoritis dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis,
yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidakmenolak manfaat praktisnya untuk
memecahkan masalah. Bila peneliti dapat menemukan teori, maka akan berguna untuk
menjelakan, memprediksikan, dan mengendalikan suatu gejala.

 STUDI PERPUSTAKAAN
Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain terkait
dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan penelitian, yaitu
relevansi, kemutakhiran, dan keaslian. Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai
dengan permasalahan yang diteliti. Kalau yang diteliti materi  kepemimpinan maka
teori yang dkemukakan berkenaan dengan teori kepemimpinan, bukan teori sikap atau
motivasi. Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaharuan teori atau reverensi yang
digunakan. Pada umumnya reverensi yang sudah lima tahun diterbitkan dianggap
kurang mutakhir. Keaslian sebagai keaslian sumber, maksudnya supaya peneliti
menggunakan sumber aslinya dalam mengemukakan teori.

Berapa teori yang dikemukakan dalam proposal, akan sangat tergantung pada
fokus penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Makin banyak fokus penelitian yang
ditetapkan maka akan semakin bayak teori yang perlu dikemukakan.

 PROSEDUR PENELITIAN

17
Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah alasan menggunakan
metode kualitatif, tempat penelitian, instrumen penelitian, sampel sumber data
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik aalisis data dan rencana pengujian
keabsahan data.

 Metode dan Alasan Menggunakan Metode

Dalam hal ini perlu dikemukakan, menurut metode penelitian yang digunakan
adalah metode kualitatif. Pada umumnya alasan menggunakan kualitatif karena,
permasalahn belum tentu jelas, holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga
tidak mungkin data pada siruasi sosial tersebut di jaring dengn metode penelitian
kualitatif dengan instrumen seperti test, kuesioner, pedoman wawancara. Selain
penelitian bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola
hipotesis dan teori.

 Tempat penelitian

Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat dimana tempat situasi sosial tersebut
akan diteliti. Misalnya disekolah, diperusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan,
dirumah dan lain-lain.

 Instrumen penelitian

Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi intrumen utama adalah peneliti sendiri
atau anggota tim peneliti. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi
instrumen penelitian, atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti
akan menggunakan instrumen.

 Sampel sumber data

Dalam penelitian kualitatif, sample sumber data dipilih secara purposive dan
bersifat snowball sampling. Penentuan sampel sumber data, pada proposal masih
bersifat sementara dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan.
Sumber dara pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang diteliti, sehingga
mampu membukakan pintu kemana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data.

18
 Teknik pengumpulan data

Pada bagian ini dikemukakan bahwa, dalam penelitian kualiatif, teknik


pengumpulan data yang utama adalah observasi participant, wawacara mendalam studi
dokumentasi dan gabungan ketiganya atau trianggulasi. Perlu dikemukakan kalau
teknik pengumpulan fatanya dengan observasi, maka perlu ikemukakan apa yang di
obsercasi kalau wawancara kepada siapa yang akan melakukan wawancara.

 Teknik analisis data

Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak di lakukan


bersamaan dengan pengumpulan data. Tehapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap
memasuki lapangan dengan grandtour dan minitourquestion, analisis datanya dengan
analisis domain. Tahap kedua adalah adalah menentukan fokus, teknik pengumpulan
data dengnminitourquestion, analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi.
Selanjutnya pada tahapan selection, pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan
struktural, analisis data dengna analisis komponensial. Selanjutnya analisis
komponensial dilanjutkan dengan analisis tema.

  Rencana pengujian keabsahan data

Dalam proposal perlu dikemukakan rencana uji keabsahan data yang akan
dilakukan. Uji keabsahan data meliputi uji kreadibilitas data (validitas internal), uji
dependabilitas (relibilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal/ generalisasi),
dan uji konfirmabilitas (objektivitas). Namun yang utama adalah uji kreadibiltas data.
Uji kreadibiltas data dilakukan dengna perpanjangan pengamatan, meningkatkan
ketekuna, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, membercheck, dan analisis kasus
negatif.

 ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN


 Organisasi

Organisasi penelitian ini perlu dikemukan, bila penelitian dilakukan oleh tim.
Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas, ketua tim peneliti, beberapa anggota

19
peneliti, pengumpul data, bendahara, tenaga administrasi. Masing-masing perlu
dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia.

 Jadwal penelitian

Pada umunya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang realtif lama, antara 6
bulan sampai 24 bulan. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian.
Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan.

 BIAYA YANG DIPERLUKAN


Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya,
tingkat resiko kegiatan, jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti, serta
lamanya penelitian. Biaya penelitian umunya 60% digunakan untuk tenaga dan 40%
untuk penunjang seperti bahan, alat, trasnport, sewa alat komputer. Semua biaya yang
diperlukan perlu diuraikan secara rinci.

D. PERBEDAAN DESAIN DAN PROPOSAL PENELITIAN


KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Dalam melakukan penelitian, peneliti haruslah paham tentang perbedaan dari
jenis pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang didasarkan pada tujuan dari
penelitian itu sendiri supaya mendapatkan kesimpulan dan rekomendasi yang tepat di akhir
laporan penelitian.

 Penelitian kualitatif berkaitan untuk mengetahui beberapa aspek dari kehidupan


sosial, dan metode yang digunakan (secara umum) menggunakan kata-kata
daripada angka sebagai data untuk dianalisis. Sedangkan penelitian kuantitatif
bertujuan untuk mengetahui persentasi atau tingkat dari suatu informasi yang
ingin diketahui.
 Rancangan penelitian kualitatif menggunakan teori dasar, etnografi, dan naratif
untuk mendapatkan datanya, sedangkan rancangan penelitian kuantitatif
menggunakan percobaan (eksperimen), korelasi, dan survey.

20
 Pada penelitian kuantitatif, masalah penelitian biasanya langsung kearah tipe
pertanyaan atau hipotesis yang ditanyakan dalam penelitiannya. Sedangkan dalam
penelitian kualitatif, masalah penelitian cenderung untuk kearah pusat ide
penelitian

21
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
 Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti mengenai
pengertian desain penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa definisi
desain penelitian adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan
studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan
menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut untuk
menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu dibuat
agar pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga
penelitian tersebut juga dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi peneliti.
 Proposal penelitian merupakan rencana kerja yang berisikan berbagai macam
kegiatan dengan mengevaluasi informasi penelitian yang cukup untuk diajukan.

B. SARAN
1. Sebelum melakukan penelitian diharapkan untuk memahami metode-metode serta
langkah-langkah penelitian. Karena apabila tanpa adanya pemahaman yang baik
oleh peneliti maka akan berpengaruh pada penelitiannya nanti.
2. Membuat rancangan yang baik dan benar. Dengan berpegang pada pedoman dan
arah yang jelas.
3. Peneliti harus mampu mencari dan memahami metode yang tepat
 

22
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
 
Arikunto. Suharsimi, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta,
1993.

Bungin. Burhan, 2011, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan


Publik Serta Ilmi-Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. cet. 6

Hamid. Farida, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, Surabaya: Penerbit Apollo.

Moh. Nazir, 2009, Metode Penelitian, Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Subana dan Sudrajat, 2009, Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah,Bandung: CV Pustaka Setia.

23

Common questions

Didukung oleh AI

When drafting a research proposal to increase its likelihood of receiving funding, several factors should be considered. Firstly, the proposal should clearly articulate the research's significance, objectives, and potential impact, demonstrating its alignment with the funding body’s priorities and interests . A well-defined research question, backed by a thorough review of existing literature, shows that the study addresses a gap and builds on previous work . The proposal should outline a detailed, feasible research design and methodology, showcasing how objectives will be achieved within the proposed timeframe and budget . A clear narrative that conveys the research's relevance, practicality, and benefits to society can further enhance appeal . Ensuring clarity, coherence, and comprehensiveness while demonstrating the researcher's capability and preparedness through their previous accomplishments and expertise is also critical .

The selection of research design significantly impacts the validity and reliability of a study in educational research. Validity, both internal and external, relates to how well the research accurately measures what it intends to and whether the findings can be generalized to other contexts . A well-constructed design ensures that variables are effectively controlled and that sampling methods align with the study's aims, thus enhancing internal validity . Similarly, reliability is bolstered when the research design includes standardized data collection procedures that can be consistently replicated . For instance, a random sample design in quantitative research or member checking in qualitative studies can strengthen the reliability of results . Poor design choices, such as inadequate controls or biased sampling, can thus severely undermine both validity and reliability .

A researcher's role as an instrument in qualitative studies significantly affects data reliability due to their influence on data collection and interpretation. As primary data collectors, researchers bring their biases and subjectivities, which can shape interactions and the interpretations of data . This involvement introduces potential for bias, as personal perspectives can unconsciously skew the data collection process, affecting the reliability and objectivity of the findings . However, by practicing reflexivity and employing strategies like peer debriefing and member checks, researchers can enhance reliability by acknowledging and mitigating their biases . Thus, while the researcher's role introduces unique challenges in ensuring data reliability, awareness, and systematic approaches can bolster the trustworthiness of qualitative research .

Understanding the concept of validity is crucial in educational research because it determines the accuracy and legitimacy of the study's findings and interpretations. Validity is concerned with whether the research genuinely measures the intended concepts and if the results truly reflect the reality being studied . In educational research, where the outcomes significantly impact educational policy and practice, ensuring high validity allows stakeholders to trust and apply the findings appropriately . Different facets of validity, such as content validity, construct validity, and external validity, help researchers critically assess if their instruments and methods align with their research objectives, ensuring that conclusions drawn are credible and applicable to real-world educational settings . Without strong validity, results may lead to false interpretations and misguided educational decisions .

Failing to align research methods with research questions in educational studies can lead to several negative consequences. Firstly, it may result in invalid or unreliable findings if the chosen methods cannot adequately capture the required data . For instance, using a purely quantitative approach to explore subjective experiences might overlook nuanced insights that qualitative methods could capture . Secondly, misalignment can lead to inefficient use of resources, as time and effort may be wasted on collecting irrelevant or insufficient data . Finally, there could be a credibility issue, as reviewers and stakeholders might question the study's robustness or applicability due to methodological inconsistencies .

Triangulation enhances the robustness of qualitative research by addressing the validity and reliability of the findings through multiple data sources, methods, or theories. This methodological strategy involves cross-verifying data using different collection techniques, such as interviews, observations, and document analyses, which helps to substantiate the consistency of the research outcomes . By integrating diverse perspectives, triangulation mitigates biases and confirms the study's findings, providing a more comprehensive understanding of the research phenomenon . It allows researchers to cross-check findings and ensure that the conclusions drawn are not merely artifacts of a particular data source or method . Thus, triangulation is crucial for bolstering the credibility and depth of qualitative research .

Mixed methods research, which combines qualitative and quantitative approaches, presents unique challenges mainly in terms of integrating different methodologies and data types. Researchers must be adept at developing a cohesive research question that aligns with both qualitative and quantitative methods . It requires careful planning to ensure the data collection processes do not overwhelm resources or complicate analysis . There is also a challenge in aligning epistemological foundations since qualitative research often seeks to explore depth and detail, while quantitative research focuses on breadth and generalization . Triangulating results to present a unified conclusion can be complex, necessitating expertise in both analytical techniques .

Purposive sampling in qualitative research has specific implications compared to random sampling in quantitative research due to differences in study goals and data types. Purposive sampling involves deliberately selecting individuals or groups that most effectively contribute to a comprehensive understanding of the phenomenon being studied, focusing on depth and detail over generalizability . This method can capture rich, contextual, and in-depth data but might limit the study's generalization to broader populations . Conversely, random sampling in quantitative research seeks to ensure that samples are representative of the larger population, allowing findings to be generalized with statistical confidence . Although it supports broader applicability, random sampling may overlook the nuanced, context-specific information that purposive sampling can provide .

In educational research, distinguishing between a proposal and a research design is important because they serve different functions. A proposal is essentially an outline that seeks funding or approval, presenting the research's purpose, scope, and significance to potential sponsors . It includes preliminary plans and expected outcomes to convince stakeholders of the research's value. In contrast, research design is a comprehensive plan that guides the entire research process, from identifying problems to collecting and analyzing data . It is crucial for researchers to distinguish these to systematically approach their research objectives and to ensure effective communication with funders and academic committees .

Qualitative research design differs from quantitative design primarily in its approach to data collection and analysis. Qualitative research emphasizes understanding social phenomena through direct interaction with participants, using methods like interviews and observations that gather descriptive data in textual form . It is more flexible and exploratory, often involving iterative data gathering and analysis processes . In contrast, quantitative research is more structured and uses numerical data to test hypotheses and establish patterns or causal relationships through statistical analysis . The analysis in qualitative research is inductive, focusing on patterns or themes that emerge from the data, while quantitative research employs deductive reasoning, using statistics to confirm or refute predefined hypotheses .

Anda mungkin juga menyukai