0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan10 halaman

Prinsip dan Praktik Coaching Efektif

Modul ini membahas tentang pengalaman belajar coaching untuk supervisi akademik. Coaching bertujuan memaksimalkan potensi klien melalui percakapan kreatif. Modul ini menjelaskan pengertian, prinsip, dan alur coaching serta kompetensi inti seorang coach. Peserta belajar mempraktikkan peran coach, coachee, dan pengamat dalam kolaborasi tim. Praktik coaching di masa depan diharapkan diterapkan dalam supervisi akadem

Diunggah oleh

Sri Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan10 halaman

Prinsip dan Praktik Coaching Efektif

Modul ini membahas tentang pengalaman belajar coaching untuk supervisi akademik. Coaching bertujuan memaksimalkan potensi klien melalui percakapan kreatif. Modul ini menjelaskan pengertian, prinsip, dan alur coaching serta kompetensi inti seorang coach. Peserta belajar mempraktikkan peran coach, coachee, dan pengamat dalam kolaborasi tim. Praktik coaching di masa depan diharapkan diterapkan dalam supervisi akadem

Diunggah oleh

Sri Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

By.

SRI HIDAYATI
1. Pengalaman/materi pembelajaran yang baru saja diperoleh
a. Pengertian Coaching
Coaching adalah hubungan kemitraan dengan klien dalam suatu percakapan
yang kreatif dan memicu pemikiran untuk memaksimalkan potensi pribadi
dan profesional klien.

b. Paradigma Berpikir Coaching


Fokus pada coachee, bersikap terbuka dan keingintahuan, memiliki
kesadaran diri yang kuat, membantu Coachee melihat peluang-peluang dan
masa depan
c. Prinsip-Prinsip Coaching
Kemitraan, Percakapan kreatif, Memaksimalkan potensi
d. Kompetensi Inti Coaching
Presence/kehadiran penuh, Mendengarkan aktif, Melontarkan pertanyaan
berbobot
e. Coaching dengan Alur TIRTA
Alur percakapan dengan Tirta:
1) Tujuan
2) Identifikasi
3) Rencana Aksi
4) Tanggung jawab
2. Emosi-emosi yang dirasakan terkait pengalaman belajar
a. Bingung
Saya sempat bingung dengan beberapa materi coaching dalam modul 2.3.
b. Khawatir
Saya sempat khawatir kurang bisa memahami keseluruhan isi materi dalam
modul 2.3.
c. Percaya
Namun, saya percaya dengan kemampuan yang saya miliki dan saya yakin
bisa menyelesaikan tugas-tugas dan memahami materi yang terdapat di
modul 2.3.
d. Tertarik
Saya cukup tertarik dengan tugas-tugas dalam modul 2.3. yang memberikan
pengalaman baru.
e. Optimistis
Saya optimistis dengan potensi yang saya miliki, saya bisa menyelesaikan
tugas dengan baik.
f. Senang
Saya senang karena bisa berkolaborasi dengan teman CGP dalam membuat
tugas dan saya pun senang karena saat ini sudah di tahap Koneksi
Antarmateri.
3. Apa yang sudah baik berkaitan dengan keterlibatan dirinya dalam proses
belajar

Hal yang baik adalah saya mampu memahami materi-materi inti dalam
pembelajaran modul 2.3. seperti pengertian coaching, paradigma berpikir
coaching, prinsip-prinsip coaching, kompetensi inti coaching, alur TIRTA,
dan lain-lain. Saya juga dengan mudah berkolaborasi bersama teman CGP
lain dalam mempraktikkan coaching sebagai pengamat, coach, maupun
coachee, baik di kegiatan Ruang Kolaborasi maupun di Demonstrasi
Kontekstual.
4. yang perlu saya perbaiki dalam praktek ini adalah, Kemampuan berbicara
menggunakan bahasa yang efektif, Kemampuan melontarkan pertanyaan-
pertanyaan berbobot, Meningkatkan fokus saat melakukan coaching.
5. Keterkaitan terhadap kompetensi dan kematangan diri pribadi
Dengan mempelajari modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik, saya
memahami konsep dan prinsip-prinsip coaching. Saya juga bisa
mempraktikkan kegiatan coaching, baik sebagai coach, coachee, maupun
observer. Praktik coaching tersebut memberikan pengalaman bagi saya
untuk menerapkannya di sekolah. Praktik coaching tersebut juga
meningkatkan kompetensi saya sebagai pemimpin pembelajaran dan bisa
menjadi bekal jika melaksanakan supervisi akademik.
1. Pengalaman masa lalu
Sebelumnya, saya hanya mengenal kata coach di bidang olahraga saja. Pengalaman
saya dalam mengikuti supervisi akademik juga hanya sebatas untuk penilaian kinerja
guru tanpa adanya pengembangan kompetensi. Tidak ada penerapan prinsip coaching
di dalamnya. Supervisi akademik juga dilakukan satu tahap, yakni observasi saja tanpa
adanya kegiatan pra dan pascasupervisi.
2. Penerapan di masa mendatang
Sebagai pemimpin pembelajaran, saya akan menerapkan prinsip-prinsip
coaching terhadap siswa maupun pihak lain. Selain itu, prinsip-prinsip
coaching sangat perlu dilaksanakan dalam supervisi akademik di sekolah
sehingga supervisi tidak hanya sebatas penilaian saja, tetapi bisa
mengembangkan potensi diri guru secara lebih maksimal.
a. Modul 2.1.
Di modul 2.1. saya belajar tentang pembelajaran berdiferensi yang mengakomodasi
kebutuhan belajar siswa. Tujuannya adalah siswa bisa mengembangkan potensi dirinya. DI
modul 2.3. ini saya mempelajari proses coaching yang juga bertujuan memaksimalkan
potensi yang dimiliki coachee dalam menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya.
b. Modul 2.2.
Di modul 2.2. saya mempelajari pembelajaran berbasis sosial dan emosional.
Salah satu materinya adalah praktik mainfulness yang bisa mewujudkan
kesadaran diri. Dalam kegiatan coaching, praktik mainfullness dapat diterapkan
untuk mendukung kompetensi inti coaching, yakni adanya kehadiran penuh,
mendengarkan aktif, dan melontarkan pertanyaan berbobot.

Anda mungkin juga menyukai